DISUSUN OLEH: MELPA J ARITONANG 2003-51-087

JAKARTA, MARET 2006

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala rahmat dan berkatnya, penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan judul “Asuhan Keperawatan pada Ny. D dengan CVD non hemorragik” di unit paviliun C Rs sumber Waras. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Maria astrid, Skp; selaku koordinator KMB IV 2. Ibu helena fitriana, Man, selaku dosen pembimbing di Rumah Sakit Sumber Waras. 3. Ibu Risma, Skep. Mkes, selaku dosen pembimbing di Rumah Sakit Sumber Waras. 4. Sr. Rosnimala, ahli madya kep, selaku pembimbing di di Rumah Sakit Sumber Waras. 5. Para perawat di unit paviliun C di Rumah Sakit Sumber Waras. 6. Teman-teman semester V terutama kelompok belajar yang sudah berpartisipasi secara aktif. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi penyempurnaan makalah ini, dan semoga makalh ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya Jakarta, Maret 2006

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGATAR .......................................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN .............................................................................. A. B. C. D. Latar Tujuan Metode Sistematika belakang penulisan penulisan penulisan .................................................................................... ................................................................................. ................................................................................. ........................................................................... BAB II. TINJAUAN TEORITIS ........................................................................ A. 1. 2. 3. . 4. ..... 5. ..... 6. 7. 8. ........ Tanda Pemeriksaan ........................................................................ Penatalaksanaan ......................................................................... dan gejala diagnostik ................................................................................. Klasifikasi ..................................................................................... Patofisilogi ..................................................................................... Defenisi Anatomi ................................................................................. Etilogi .................................................................................................. Konsep Dasar ....................................................................................... ..................................................................................... fisiologi ...........

. salah satunya adalah cerebro vaskular Desease (CVD) atau stroke.... 4. Discharge ........... . Konsep Asuhan Keperawatan .......... BAB IV PEMBAHASAN KASUS DAFTAR PUSTAKA ........................................................... ................... setelah penyakit jantung dan kanker....... ................................... 1................................................................ Berbagai penyakit muncul dewasa ini.......... BAB V KESIMPULAN .......................................... Perencanaan .................. Diagnosa keperawatan ............................................................................................. planning ..................................... 3....................................................................................... CVD merupakan masalah utama neirologi dunia..................................................................................................................................................... Penyakit ini juga merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Amerika Serikat.... Patoflowdiagram .................................................................... BAB III PENGAMATAN KASUS . ...................... BAB I PENDAHULUAN A........ C.......... walaupun upaya pencegahan telah terus menerus dilakukan.............................. Pengkajian .................... 2........... .................. sangat berkaitan dengan pola hidup manusia.....9.... Latar belakang Masalah kesehatan merupakan masalah penting yang perlu ditangani secara sungguh-sungguh oleh semua pihak terutama yang mempunyai ikatan dengan bidang kesehatan.......................... B.... Komplikasi ....

tetapi berakibat sama. C. serum kolesterol. promotif. Mengaplikasikan komunikasi terapeutik pada pasien dengan kelemahan fisik dan kelemahan komunikasi serta untuk memenuhi kebutuhannya. Pada prinsifnya stroke dapat dicegah. . Sebagian besar CVD terjadi karena trombosis. Iskemik atau hipoksia pada area otak setempat. Tujuan penulisan Tujuan penulisan dalam makalah ini adalah: Memperoleh pengalaman nyata dalam merawat pasien CVD dan dapat menerapkan asuhan keperawatan dan teori yang sudah diterima. Metode penulisan Dalam penulisan makalh ini.Penyakit serebrovaskular mencakup semua proses patologi yang mengenai pembuluh darah otak. Iskemia dapat menyebabkan neurosis otak (infark). seperti hipertensi. 2. Di Indonesia insiden dan prevalensi penderita belum diketahui dengan pasti. penggunaan kontrasepsi oral pada individual beresiko. B. Pencegahan primer mungkin sudah lama diketahui dan diarahkan pada memodifikasi faktor-faktor risiko ini. Peran perawat dalam kasusu ini sangat perlu untuk memberikan askep secara preventif. obesitas. dan diit. Memperoleh info dan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien CVD. emboli. rehabilitatif untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih fatal. atau hemoragik. 3. akibat stre maka jumlah penderita stroke akan meningkat. merokok. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 50% kematian cerebrovaskular pada pasien yang berusia dibawah 70 tahun. penulis menggunakan metode: Studi kepustakaan Dengan mengambil beberapa literatur yang berhubungan dengan CVD. dengan bertambahnya usia hidup dan perubahan pola hidup terutama dikota besar. 1. Mekanisme masing-masing etiologi ini berbeda. kerusakan toleransi glukosa. 1.

BAB V kseimpulan dan diakhiri dengan daftar pustaka.2. patofisiologi. BAB III yaitu pengamatan kasus. dan sistematika penulisan. diagnosa keperawatan. pemeriksaan diagnostik. embolus. tanda dan gejala. anatomi fisiologi. Hasil yang didapat dari pengkajian baik melalui observasi maupun wawancara kepada pasien dan keluarga. Price. Cvd/ stroke adalah Disfungsi neurologik akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) dengan tanda dan . rencana perawatan. etiologi. tujuan penulisan. 19950. 1. D. Studi kasus. metode penulisan. patofisiologi. Konsep Dasar Medik Defenisi Cvd adalah gangguan sirkulasi cerebral atau gangguan neurologik fokal yang dapat ditimbulkan/ timbul sekunder dari suatu proses patologi pada pembuluh darah serebral. Sistematika penulisan Sistematika penulisan makalah ini diawali dengan BAB I yaitu pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. komplikasi. Pada BAB II diuraikan tentang tinjauan teoritis yang terdiri dari defenisi. BAB II TINJAUAN TEORITIS A. misalnya trombosis. BAB IV yaitu pembahasan kasus. dan discharge planning serta patoflowdiagram. ruptur dinding pembuluh darah (Sylvia A.

Otak manusia merupakan benda lunak yang terdapat didalam rongga tengkorak. 2. memori. yaitu. Serebrum dibagi menjadi hemisfer kanan dan kiri oleh suatu lekuk atau celah dalam yang disebut fisura longitudinal.  Lobus frontalis (Area Groca) Konseptulisasi. dan oksipitalis. kemampuan menulis kata-kata berbicara. dan sekitar 400 kilo kalori energi setiap harinya. temporalis. Masing-masing lobus dipisahkan oleh sulkus. ekspresi verbal. Fungsi dari masing-masing lobus berbeda-beda. Agar melaksanakan fungsinya. parietalis. bila aliran darah berhenti selama 10 detik saja. otak mendapat suplai darah terus menerus mengalir melalui arteri-arteri dan serabut-serabut kapiler yang menyusup kedalam jaringan otak. Selain memberi suplai nutrisi. otak tersebut bersambung dengan sumsum tulang belakang. Bagian luar hemisfer serebri terdiri dari substansia grisea yang disebut kortek serebri. serta tertata didalam kelompok-kelompok dengan fungsinya sendiri-sendiri. Otak menerima 20% dari curah jantung dan 20% dari pemakaian tubuh. Serebrum Merupakan bagian otak yang paling besar dan paling menonjol. terutama berasal dari proses metabolisme oksidasi glukosa. Anatomi fisiologi Otak manusia kira-kira 2% dari berat badan. berhimpun dari sel-sel saraf dan serabur-serabut saraf. maka kesadaran mungkin sudah hilang dan penghentian dalam beberapa menit saja dapat menimbulkan kerusakan irreversibel. . Otak merupakan jaringan yang paling banyak memakai energi dalam tubuh manusia.gejala yang sesuai dengan daerah fokal otak yang terganggu (WHO). abstrak. darah juga mmberi suplai zat oksigen. rasa tangung jawab untuk melakukan tindakan yang diterima oleh masyarakat. Kortek serebri terbagi menjadi daerah-daerah tertentu yang dikenal sebagai lobus frontalis.

pernapasan. VI (abduswn). nervus VIII (Vestibulo Acusticus). kemampuan mengetahui bagian tubuh kiri dan kanan. tekan). dan mesensefalon (otak tengah)  Medula oblongata Merupakan pusat reflek yang penting untuk jantung. vasokontriksi. pons. Lobus oksipitalis   Mengandung korteks penglihatan primer.  Pons Merupakan penghubung antara kedua hemisfer serebelum. raba. bersin. Area ini inu juga memegang peranan penting dalam reflek gerakan mata. Lobus temporalis Merupakan area sensorik reseptif untuk impuls pendengaran. Lobus Parietalis Mempunyai peranan penting utama pada kegiatan memproses dan mengintegrasi informasi sensorik (nyeri. Lesi pada dapat mengakibatkan penurunan kemampuan memahami dan sulit memahami suatu bahasa. lesi didaerah ini mengakibatkan gangguan sensorik kolateral. suhu. menerima informasi penglihatan dan menyadari sensasi warna. batuk. sayaf kranial V (trigeminus). . Batang Otak Bagian-bagian batang otak dari bawah keatas adalah medula oblongata. menelan. VII (fasialis). Kerusakan pada area ini akan mengakibatkan aleksia sensorik atau hilangnya kemampuan untuk memahami apa yang dibaca. Pons berperan dalam pengatur pernafasan. Disini juga terdapat area Wernicke yang berfungsi untuk menerima dan mengartikan bahasa. gerakan motorik. pengeluaran air liur dan muntah.

Substansia nigra dan nukleus ruber terletak dan mesensefalon. Substansia nigra mempunyai hubungan antara lain dengan korteks serebri. Lesi pada substansia nigra dapat mengakibatkan kekakuan otot. tremor halus pada waktu istirahat. nukleus ruber. langkah lambat. substansia nigra. ganglia basalis. kortek serebri. reflek untuk menegakan badan. Bagian ini berperan penting dalam reflek postural serta. ganglia basalis. Berfungsi dalam reflek penglihatan dan koordinasi gerakan penglihatan. Serebelum  . Mesensefalon Merupakan bagian pendek dari batang otak yang letaknya diatas pons. Nukleus ruber mempunyai hubungan dengan serebelum. reflek pendengaran.

Pembuluh-pembuluh darah nutrisi ini masuk kedalam otak dengan sudut tegak lurus dan menyediakan darah bagi struktur-struktur yang terdapat dibawah korteks seperti (kapsula interna. Fungsi utamanya adalah sebagai pusat reflek yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan tubuh dan sikap tubuh. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta. Selubung otak    Piameter Araknoid Durameter Sirkulasi serebral Darah arteri keotak disuplai oleh dua arteria karotis interna (dianterior) dan dua arteri certebralis (diposterior). arteri serebri berupa arteri penghantar (arteri konduktif) atau arteri yang menembus (penetrans). basilaris dan serebri posterior) dan cabang-cabangnya membentuk jalinan yang luas meliputi permukaan otak. rabaan). mengendalikan suhu.  Diensefalon Thalamus dan hipothalamus berperan dalam menerima impuls (nyeri. ganglia basalis dll). masingmasing akan langsung dicabangkan dari lengkung aorta. trunkus brakiosefakalis (arteria inominata) akan bercabang menjadi arteri karotis komunis kanan yang memperdarahi kepala dan arteria subklavia kanan yang memperdarahi lengan. Arteri penetrans merupakan pembuluh darah yang mengalirkan nutrisi yang berasal dari arteri konduktif. Disebelah kanan. mempertahankan kondisi siaga. dan serebri anterior. membangkitkan respon emosi. mempunyai dua celah hemisfer lateral dan medial. Arteri konduktif (arteri karotis. vertebralis. suhu. Secara umum. .Terletak dibawah serebrum. serebri media.

Trombosis Merupakan penyebab stroke yang paling sering. setiap sisi mendapat suplai darah tersendiri. Bila aliran normal ke suatu bagian tertentu berkurang maka setahap demi setahap demi setahap dapat terbentuk sirkulasi kolatral antara arteri-arteri utama melalui sirkulasi wilisi sehingga mampu membantu aliran darah. perdarahan.Sirkulasi yang menuju kekedua hemisfer biasanya simetris. Etilogi Penyempitan atau penyumbatan total pada pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak merupakan penyebab stroke. Normalnya. Penyebab stroke biasanya trombosis. terpisah dari sisi yang lain. emboli. Stroke dapat disebabkan karena tekanan pembuluh darah atau spasme arteri. tetapi keduannya disatukan oleh pembuluh-pembuluh anastomosis yang membentuk sirkulus anteriosus wilisi. Kedua arteria serebri anterior dihubungkan oleh arteri komunikans anterior sehingga berbentuk lingkaran yang lengkap. Tetapi sering kali terjadi anomali distribusi klasik dan biasanya tidak berarti. Arteria ini merupakan penyelemat bilamana terjadi perubahan tekanan darah arteria yang dramatis. a. biasanya ada kaitannya dengan kerusakan dinding pembuluh darah akibat aterosklerosis yang ditandai . Sirkulasi wilisi Meskipun arteri karotis interna dan vetebrobasilaris merupakan dua sistem arteria terpisah yang mengalirkan darah ke otak. 3. Cabang-cabang sistem karotis interna dan sistem vertebro basilaris juga mempunyai pembuluh-pembuluh penghubung. Arteri serebri posterior dihubungkan dengan arteria serebri media (dan arteri serebri anterior) lewat arteria komunikans posterior. aliran darah dalam arteria komunikans hanyalah sedikit.

4. Stroke embolik Embolus dapat berupa udara. Patofisilogi Stroke Trombosis Infiltrasi lemak abnormal terjadi pada lapisan intima pembuluh darah arteri dan membentuk plak atherosklerotik. b. kegemukan. Embolisme : Bekuan darah/ material lain yang dibawa ke otak dari bagian tubuh lain Faktor-faktor risiko Hipertensi. hipercholesterolenemia. dimana mempercepat proses atherosklerotik. riwayat keluarga dengan stroke. a. penyebab ini dapat berupa tumor otak. Ht yang tinggi. Strok hemoragik Biasanya diakibatkan adanya ruptur pembuluh darah pada umumnya dikaitkan dengan adanya hipertensi. trauma atau ruptur aneurisma tekanan yang meningkat disertai atherosklerosis menyebabkan . Trombosis ini berhubungan pula dengan adanya hipertensi dan diabetes melitus. b. penyakit jantung.oleh plak berlemak pada bagian intima arteri besar seperti pada arteri carotis interna. perokok. infark dan iskemia serebral. vertebralis bagian atas dan basilaris bawah. c. konsumsi alkohol. DM. Plak ini mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah dan menjadi sumbatan sehingga aliran darah berkurang sampai terhenti hingga mengakibatkan hiperfusi. Emboli juga dapat berasal dari jantung berupa darah yang terbawa oleh aliran darah ke otak. c. penggunaan obat oral kontrasepsi. lemak dari fraktur tulang femur atau tumor. penggunaan obat-obatan (coccain). Emboli ikut aliran/ melalui pembuluh darah dan menjadi sumber obstruksi serebral mengakibatkan aliran darah menurun atau terjadi oklusi sehingga dapat terjadi nekrosis dan edema pada area yang seharusnya disuplai oleh arteri tersebut.

Kesadaran pasien umumnya menurun. disebabkan oleh hipertensi berat. 5. atau trombosis. Klasifikasi Stroke iskemik → menurut jalan/ perjalanan penyakit  Serangan iskemik spintas (TIA) Merupakan gangguan neurologis fokal yang timbul mendadak dan hilang dalam beberapa menit sampai beberapa jam. b.  Stroke complet Akhir dari perjalanan stroke TIA dan involution tergantung dari sejenis strokenya. Stroke menurut patologi. biasanya disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Pasien dapat sembuh tanpa cacat dalam 24 jam. Kesadaran pada umumnya masih baik. Perdarahan dalam otak membentuk massa cairan yang menimbulkan tekanan pada jaringan serta menurunkan aliran darah ke otak sehingga terjadi infark dan iskemik. 6. emboli. Tanda dan gejala . pecahnya aneurisma. baru bangun tidur dipagi hari. terjadinya saat melakukan aktivitas/ saat aktif.perubahan degeneratif dalam dinding pembuluh darah sehingga ruptur dan terjadi perdarahan. biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat. gejala kroniknya  Stroke hemoragik Perdarahan intra cerebral dan mungkin subarachnoid.  Stroke non hemoragik Dapat berupa iskemia. Kejadian dapat terjadi beberapa saat (jam) sampai beberapa hari hingga terjadi stroke complet.  Stroke Stroke yang sudah berkembang hingga dapat terjadi kelumpuhan. a.

c. Gangguan persepsi sensorik : parestesia. Rontgen kepala : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal yang berlawanan dari massa yang meluas. 7. : Mengidentifikasi masalah didasarkan pada gelombang otak dan memperlihatkan daerah lesi yang spesifik. apraksia (tidak mampu melakukan sebelumnya. a. disfasia/ afasia (hilang berbicara). kurang motivasi dan kurang kerjasama. kehilangan penglihatan perifer. Perubahan tonus otot Gangguan penglihatan Disfungsi kandung kemih : Paralisis. d. frustasi. diplopia. yang simptomatik. karena pasien dengan CVA mungkin terjadi bekuan yang dimulai dengan anti koagulan.a. Lumbal punksi : Menunjukkan tekanan intra kranial meningkat. tindakan yang dipelajari f. Pemeriksaan diagnostik CT Scan MRI EEG USG Proppler : Memperlihatkan adanya hematoma. 8. : Mengidentifikasi penyakit arterio vena. retensi urine. : Menunjukkan daerah yang mengalami infark. Prottrombin tirre : Untuk melihat batasnya. e. Gangguan komunikasi : disartria (sulit berbicara). g. c. a. d. Kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologik: Lapang perhatian terbatas. malformasi arterio vena. lupa. Penatalaksanaan Farmakologi . e. : Inkontinensia urine. iskemik. b. kesulitan dalam pemahaman. b. dan kelemahan umum. dan infark. spastik. f. : homonimus hemianopsia.

Anti hipertensi : Diazoxide. : Dexamethason. hydrocloride. Pembedahan Karotis endarterectomy → untuk memperbaiki peredaran darah otak. : Phenitoin (dilanti). a. c.  Pertahankan integritas kulit. Kontrol serangan. Narkotik analgetik : Anti platelet Anti ulcer : Aspirin. komplikasi Hipertensi .  Pertahankan posisi tubuh. furosemid.  Berikan support pada keluarga. Monitor tekanan intra kranial.        b. warfarin. Monitor jantung. 2) Fase rehabiltasi  Pertahankan diet dan nutrisi yang adekuat. Posisi tidur.  Cegah aspirasi. 9. Diuretik Korticosteroid Antikonvulsi : Mannitol. : Ranitidin. Monitor keseimbangan cairan. carbamazepin (tegretol) Codein sulfat. 1) Antikoagulan : Heparin. Non farmakologi Fase akut       Ventilasi.

mual. i. Pola eliminasi  Inkontinensia. f. h. Pola nutrisi metabolik       c. jenis makanan Anoreksia. Kejang Peningkatan TIK Kontraktur Trombosis vena Emboli paru. B. kehilangan BB b. g. pneumonia Mal nutrisi Aspirasi Inkontinensia urine Decubitus Gagal jantung Konsep Asuhan Keperawatan Pengkajian Pola persepsi dan pemiliharaan kesehatan     Riwayat hipertensi. c. frekuensi  Poliuri . muntah Polidipsia Polifagi Nausea Obesitas. perokok Gaya hidup Adakah penurunan dan peningkatan BB Kebiasaan makan.b. j. d. konstipasi/ diare  Urgency. 1. Riwayat minum alkohol. a. e. DM. k.

edema atau spasme. Pola tidur dan istirahat  Gangguan pola tidur pada malam hari karena nokturia Pola persepsi dan konsep diri  Kehilangan memori. Pola aktivitas dan latihan  Kehilangan pergerakan dan sensasi  Kelemahan (paresis/ paralisis)  Kurang latihan fisik/ olahraga. sakit kepala  Perubahan penampilan dan emosi g. b. Gangguan komunikasi verbal b.d terganggunya aliran darah serebral. c. Nokturia d. trombus. e. a. Pola mekanisme koping – toleransi stres  Depresi  Apatis  Irritabilitas 2. Diagnosa keperawatan Penurunan perfusi jaringan serebral b. f. perdarahan.d kelemahan fisik. d. penurunan darah serebral disebabkan.d mual. kesemutan/ baal h. tidak nafsu makan. kemampuan memecahkan masalah  Perubahan berbicara  Nyeri. Pola persepsi kognitif  Penglihatan kabur  Pusing  Kram otot. muntah. . emboli.d afasia. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. Gangguan mobilitas fisik b.

Catat perubahan dalam penglihatan seperti adanya keburukan gangguan lapangan pandang. . fungsi motorik dan sensorik meningkat. vasodilator. Kaji status neurologis tiap 4 jam. kelumpuhan otot wajah. 4.d penurunan aliran darah otak. 3. R/ Mengetahui kecenderungan tingkat kesadaran dan pontensial peningkatan TIK. Perubahan persepsi sensorik b. Beri obat sesuai program medik (anti koagulan. Gangguan menelan b. emboli. DP1. trombus.d terganggunya aliran darah serebral. 2.d gangguan fungsi otak. f. HYD: Klien mengalami peningkatan perfusi jaringan. Perencanaan penurunan darah serebral disebabkan. gangguan penglihatan berkurang/ hilang. pernafasan tidak teratur menggambarkan peningkatan TIK. Intervensi: 1. R/ Aktivitas atau stimulasi yang kontinue dapat meningkatkan TIK 5. R/ Gangguan penglihatan yang spesifik mencerminkan daerah otak yang terkena. bradikardi dapat terjadi akibat kerusakan otak.d kelemahan.e. kerusakan kognitif. Penurunan perfusi jaringan serebral b.d penurunan aktivitas. Pertahankan tirah baring. 3. Observasi TTV dalam 4 jam R/ Hipertensi merupakan faktor pencetus. Perubahan proses berpikir b. Perubahan pola eliminasi: konstipasi b. perdarahan. h. status mental membaik. edema atau spasme. batasi pengunjung dan aktivitas pasien sesuai indikasi. ciptakan lingkungan yang tenang. antihipertensi). g.

2. 2. R/ Menunjukkan masalah dan prioritas pemberian intervensi. tidak nafsu makan. R/ Mencegah terjadinya kerusakan integritas kulit. R/ Untuk mencegah kontraktur dan deformitas. beri tahu dan ajarkan keluarga pasien untuk merubah posisi tidur.R/ Meningkatkan aliran darah serebral yang selanjutnya dapat mencegah terjadinya emboli atau trombosis. Mampu meningkatkan ambulasi ke tingkat yang maksimal.d mual. HYD: Nutrisi klien terpenuhi Intervensi: 1. Ajarkan klien untuk tarik nafas pada saat mual terjadi R/ Mengurangi rasa mual. Mampu melakukan aktivitas sehari-hari oleh diri sendiri. 4. . R/ Mencegah terjadinya atropi dan kontraktur otot 3. jaga alat tenun dalam keadaan kering dan bersih. R/ Mandiri dalam perawatan diri sendiri membantu meningkatkan motivasi dan menurunkan kebosanan. Ubah posisi tidur pasien setiap 2 jam. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering. Gangguan mobilitas fisik b. Pertahankan posisi tidur dengan bantal atau food goord. muntah. R/ Meningkatkan nafsu makan. Kaji dan catat ROM. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. Beri dorongan kepada pasien untuk mendemonstrasikan perawatan diri sendiri. Ajarkan pasien latihan pasif dan aktif untuk melatih atau mencegah kekakuan ekstremitas.  HYD:  Intervensi: 1. DP2. DP3. kemapuan ambulasi dan kemampuan mempertahankan posisi tubuh. 5.d kelemahan fisik.

jumlah dan frekuensi. DP5. 2. 5.d afasia. HYD: Klien mampu berkomunikasi secara efektif Intervensi: 1. Yakinkan klien bahwa kemampuan berbicaranya akan bertambah dengan latihan. berbicara lambat dan beri kesempatan untuk berespon. 2. R/ Mencegah stimulasi verbal. Dampingi klien saat makan.3. HYD: Klien dapat defekasi Intervensi: 1. R/ Memberikan support untuk kesembuhan dan mengembalikan kepercayaan diri. Perubahan pola eliminasi: konstipasi b. DP4. Kaji kemampuan komunikasi. Timbang BB tiap 1 minggu R/ Mengetahui perubahan nutrisi klien. Gangguan komunikasi verbal b. Libatkan keluarga dalam pemecentukan kebutuhan klien R/ Memberi support pada klien. 4. 3. R/ Memberi support pada klien. rangsang dan ajak klien untuk selalu berkomunikasi aktif secara verbal. Observasi pola defekasi. R/ Menentukan intervensi selanjutnya. . Tunjukkan tingkah laku yang mendukung dan menerima apabila klien menunjukkan tanda-tanda kecewa. R/ Berikan banyak minum lebih kurang 3 liter/ hari.d penurunan aktivitas. R/ Untuk meningkatkan motivasi klien. konsistensi. 5. 4. Gunakan pertanyaan pendek dan sederhana. R/ Melatih klien untuk pemulihan.

d kelemahan. Kaji tingkat kemampuan pasien utnuk menelan. 5. Beri dorongan untuk melakukan ambulasi.R/ Untuk meningkatkan peristaltik usus. Konsultasi dengan ahli diet kebutuhan akan perubahan makanan atau minuman jika diperlukan. R/ Menstimulasi kemampuan menelan dan menghindari terjadinya aspirasi. Tidak ada tanda dan gejala aspirasi. 2. Mampu menelan makan dan minuman tanpa tersedak. 4. R/ Menentukan intervensi keperawatan selanjutnya.  HYD:  Intervensi: 1.d gangguan fungsi otak. Intervensi: 1. Evaluasi adanya gangguan penglihatan. R/ Kolaborasi dalam merencanakan akan perubahan asuhan keperawatan untuk menetukan diet yang tepat. Perubahan persepsi sensorik b. R/ Dengan ambulasi dapat meningkatkan rangsangan untuk BAB Kolaboiasi dengan dokter untuk pemberian obat pencahar R/ Dapat memberikan rangsangan untuk BAB DP6. R/ Menggunakan tehnik gaya gravitasi untuk mencegah terjadinya aspirasi. HYD: Klien dapat mempertahankan fungsi perseptual. Gangguan menelan b. Ajarkan pasien untuk mengigit makanan sedikit demi sedikit dan meletakan dibagian mulut yang tidak terkena lumpuh. R/ Untuk meningkatkan peristaltik usus. . 3. 4. Beri posisi duduk atau setengah duduk ketika makan dan 30 menit setelah makan. kelumpuhan otot wajah. DP7. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan berserat. 3.

Kaji kesadaran sensorik membedakan panas/ dingin. tingkah laku dan fungsi emosi akan meningkat secara perlahan namun pengaruh mungkin tetap ada selama beberapa bulan bahkan dapat menetap. Orientasikan kembali pasien secara teratur pada lingkungan. gangguan penglihatan berdampak negatif terhadap kemampuan klien. saat dan tindakan yang dilakukan. 3. R/ DP8. 4. Hilangkan kebisingan atau stimulasi eksternal yang berlebihan. Jelaskan pada klien/ kelaurga bahwa fungsi intelektual. Dengarkan dengan penuh perhatian semua hal yang diungkapkan pasien. dan tekankan kembali .. kerusakan kognitif.. R/ Menurunkan ansietas dan respon emosi. R/ Perhatian dan dukungan yang diberikan akan meningkatkan harga diri. Perubahan proses berpikir b. R/ Penurunan kesadaran terhadap sensorik berpengaruh buruk terhadap keseimbangan atau posisi tubuh. 4. berpartisipasi dalam aturan terapeutik Intervensi: 1. R/ Ansietas dapat mengakibatkan kehilangan kontrol dan meningkatkan harga diri.d penurunan aliran darah otak. 3. R/ Rentang perhatian atau kemampuan untuk berkonsentrasi mungkin . 2. Hindari meninggalkan klien sendiri ketika mengalami agitasi. HYD: Mempertahankan atau melakukan kembali orientasi mental dan realitas. Kaji tentang perhatian. R/ Perubahan dalam memori dan kemampuan untuk membuat konseptual menimbulkan ketakutan. kebingungan.R/ Munculnya 2. gelisah.secara tajam. posisi tubuh. Beri penjelasan mengenai prosedur-prosedur penjelasan yang diberikan oleh teman sejawat lain. 5. disorientasi.

Patoflodiagram . c. Ingatkan pasien dan keluarga untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera luka. d. penyebab. perawatan dan pencegahan. Anjurkan pasien untuk mengontrol TD secara teratur dan melaporkan adanya tanda-tanda yang mengarah ke stroke. e. Discharge planning Pasien dan keluarga mengetahui tentang penyakit. kalsium dan rendah garam + karbohidrat). f. Anjurkan pasien tidak minum obat melebihi dosis terutama yang mengandung aspirin dan alkohol tanpa nasihat dokter.R/ Pemulihan atau kesembuhan dapat juga tuntas atau meninggalkan gejala sisa. Anjurkan pasien mengontrol BAB/ BAK dengan teratur dan mengatur cairan masuknya. 4. C. kalium. b. a. Anjurkan pasien mematuhi diet yang diberikan (tinggi protein.

tangan kanan terasa baal. sebelum di bawa ke RS pasien masih sempat dibawa ke klinik dokter diberi 2 macam obat. mual muntah.00. dan pasien lupa nama obatnya. pasien mengeluh lemas pada kaki dan tangan sebelah kanan sehabis bangun tidur. sakit kepala. sebelumnya  .BAB III PENGAMATAN KASUS Pada tgl 11-03-06 jam 08. pusing.

 Hasil pemeriksaan laboratorium tgl 13 maret 2006. Hasil pemeriksaan brain CT Scan: Kesan: Infark difronto parietal kiri CVD non hemoragik. memenuhi kebutuhan sehari-hari. ketidakmampuan merawat diri. perubahan proses pikir. mobilisasi di bantu penuh oleh perawat dan keluarga. menghitung tetesan infus.  Tindakan yang langsung dilaksanakan. pada tgl 13-03-06 oleh tetangganya pasien dibawa ke Rs Sumber Waras. dan memberikan penyuluhan tentang diet. Hasil observasi TD: 130/80 mmHg. leukosit: 14800/µl. ranitidine 2x2. heparin 15000/ 24 jam. perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. (mandi. GDS: 201 mg/dl. Mengobservasi tanda-tanda vital. eritrosit 5.25. microlax 1 tablet. toileting)  Memberi terapi oral dan injeksi actrapid. . dan diminta oleh dokter untuk di rawat. mandi/ kebersihan tubuh. Hb: 14. tangan kanan terasa lemas dan tidak bisa diangkat.8. Keadaan tampak sakit sedang.  Masalah yang didapat pada pasien adalah penurunan perfusi jaringan serebral. cholesterol total 233 mg/dl. gangguan menelan. Trombosit 227. perubahan proses sensorik. suhu 36. N: 84X/menit  Pada saat pengkajian yang dilakukan tangal 21 maret 2006 pasien mengeluh pusing. carfrilet 2x1. Diagnosa saat pengkajian : CVD non hemoragik. Saat di observasi oleh dokter jaga IGD. P: 24X/mnt. TD :190/100 mmHg. olahraga. Glukosa. makan. dan melatih untuk menggerakan tangan yang lemah. insulin act. rentang gerak badan sebelah kanan terbatas. Terapi yang didapat oleh pasien adalah nipedifine 3x10 gr.50C. gangguan mobilitas fisik. troxag 20 cc/hari. cholesterol LDL 142 mg/dl. Ht: 4215. N: 88X/mnt.pasien tidak pernah sakit seperti ini.

BAB IV PEMBAHASAN KASUS Setelah penulis mengamati kasus pada penderita stroke kemudian membandingkan dengan teori yang ada. maka penulis dapat mengemukakan beberapa persamaan dan perbedaan antara teori yang dipelajari dengan kasus yang diamati.  .

pasien berada pada stroke non hemoragik dan dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat. kesan: Kesan: Infark difronto parietal kiri CVD non hemoragik. Diagnosa yang timbul dari teori hampir sama dengan yang ada pada pasien. perubahan nutrisi sudah mulai membaik dan pola eliminasi pasien sudah BAB setekah diberikan microlak. riwayat keturunan dari neneknya pasien menderita penyakit hipertensi. adalah perubahan perfusi jaringan serebral b.8 gr/dl.d tidak nafsu makan . Hasil pemeriksaan yang ditemukan adalah hasil laboratorium Hb: 14. cholesterol 233 mg/dl. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.      . Sedangkan pemeriksaan brain CT Scan kepala. penyebab dari penyakit stroke yang ada di pasien ada persamaan yang ada di teori. Sehari-hari.8.d penurunan aliran darah serebral. cholesterol LDL 142 mg/dl. gangguan mobilitas fisik b. mandi/ kebersihan tubuh b.d kelemahan bagian tubuh. pusing dan kadang-kadang tegang. pelaksanaan untuk diagnosa perubahan perfusi jaringan serebral belum membaik karena TD pasien masih tinggi. Perubahan pola eliminasi (konstipasi) b. Pada saat melakukan pengkajian penyebab yang mengakibatkan Ny. memberikan penyuluhan tentang penyakit. mual muntah. D menderita stroke adalah riwayat hipertensi sejak 2 bulan yang lalu. leukosit: 14. tanda-tanda yang lain belum ditemukan. olahraga. Trombosit 227. membantu kebutuhan sehari-hari.24. Pada tanda dan gejala yang ditemukan dipasien hanya kegas dan lemas pada bagian tubuh sebelah kanan terutama tangan kanan. Evaluasi masalah keperawatan setelah dilakukan pengkajian perencanaan.d penurunan aktivitas. kepala sakit. penuhi kebutuhan pasien masih dibantu. ketidakmampuan merawat diri. GDS: 201 mg/dl. Perencanaan asuhan keperawatan yang dapat dilakukan pada pasien di sesuaikan dengan tingkat keadaan pasien.d kelemahan otot. Ht: 4215%. faktorfaktor yang menyebabkan stroke. diet. eritrosit 5. pada pasien ini implementasi yang dilakukan adalah mengobservasi tanda-tanda vital.

BAB V KESIMPULAN Setelah penulis menguraikan berbagi hal yang menyangkut pasien. dari uraian dalam pembahasan kasus menyimpulkan CVD merupakan gangguan neurologis yang dapat timbul sekunder . CVD dari mulai konsep dasar hingga asuhan keperawatan yang penulis lakukan di unit Paviliun C RSSW mulai tanggal 21 maret 2006. Penulis tidak dapat melanjutkan asuhan keperawatan dan pemantauan terhadap pasien karena keterbatasan waktu dalam menjalankan praktek.

hipertensi. Kasus pada Ny. Edisi 4. ECG. Edisi 8. Hudak & Gallo. J. selain itu penanganan segera dan pengenalan tanda dan gejala sangat penting untuk mencegah stroke dan menghindari terjadinya komplikasi lebih lanjut. EGC. Elizabeth. D adalah termasuk klasifikasi stroke non hemoragik yang disertai ole DM dan hipertensi. Patofisiologi Buku Saku. misalnya karena trombosis. peningkatan kegiatan fisik. DAFTAR PUSTAKA A. ruptur dinding pembuluh darah atau penyakit vaskular misalnya aterosklerosis. 2. Rencana Asuhan keperawatan. Keperawatan Kritis.dari proses patologi pada pembuluh darah serebral. Edisi 6. Corwin. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Vol. Sylvia. Volume II. Jakarta 19193 . aneurisma. hindari makanan yang berkolesterol. Jakarta 2000 Brunner & Suddarth. tidak merokok. Jilid 2. EGC. Jakarta 1996. trauma. Adapun faktor pencegah yang dapat dilakukan adalah pembatasan garam dalam makanan. Jakarta 2000 Dongoes E. Jakarta 1996. embolus. Edisi 3. Marilyn. EGC. Price. Medical Surgical Nursing.

Mencegah Stroke dan Serangan Jantung.Sayoga. Granesia. Edisi I. Bandung 2005 . Percetakan PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful