Pengertian Ushul Fiqih Ushul fiqih (‫ )أصول الفقه‬tersusun dari dua kata, yaitu ushul (‫ )أصول‬dan fiqih (‫.

)الفقه‬ Pengertian ushul (‫ )أصول‬secara bahasa: Ushul (‫ )أصول‬merupakan jamak (bentuk plural/majemuk) dari kata ashl (‫ )أصل‬yang berarti dasar, pondasi atau akar. Allah subhanahu wa ta‟ala berfirman: ِ َّ ٍ ‫أََلْ تَر كْيف ضرب اللّهُ مثَالً كلِمةً طَيِّبَةً كشجرةٍ طَيِّبَة أَصلُها ثَابِت وفَرعها ِِف السماء‬ َُ ْ َ ٌ َ ْ َََ َ َ َ َ َ ََ َ َ َ َ Artinya: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS. Ibrahim [14]: 24) Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah di kitab beliau, asy-Syakhshiyah alIslamiyah Juz 3, menyatakan bahwa arti ashl (‫ )أصل‬secara bahasa adalah perkara yang menjadi dasar bagi yang lain, baik pada sesuatu yang bersifat indrawi seperti membangun dinding di atas pondasi, atau bersifat „aqli, seperti membangun ma‟lul diatas „illah dan madlul diatas dalil. Pengertian fiqih (‫ )الفقه‬secara bahasa: Fiqih (‫ )الفقه‬secara bahasa berarti pemahaman (‫ .)الفهم‬Allah subhanahu wa ta‟ala berfirman: ‫واحلُل عقدة من لِّساِن يَفقهوا قَوِل‬ ْ ُ َ ْ ِ َ ِّ ً َ ْ ُ ْ ْ َ Artinya: “dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka memahami perkataanku (QS. Thaha [20]: 27-28) Pengertian fiqih (‫ )الفقه‬secara istilah: Fiqih (‫ )الفقه‬menurut istilah mutasyarri‟in (ahli syari‟ah) adalah ilmu tentang hukum-hukum syar‟i yang bersifat aplikatif yang digali dari dalil-dalil yang terperinci (‫ .)العلم باألحكام الشرعية العملية املستنبطة من األدلة التفصيلية‬Ruang lingkup fiqih terbatas pada hukum-hukum yang bersifat aplikatif dan furu‟iy (cabang) dan tidak membahas perkara-perkara i‟tiqad (keyakinan).

kita memakai istilah yang pertama. Menurut Syaikh Muhammad ibn Shalih al-„Utsaimin rahimahullah: ilmu yang membahas tentang dalil-dalil fiqih yang bersifat ijmaliy (global/umum).)التفصيلية‬Beliau menggunakan kata ma‟rifah dan bukan „ilm untuk mencakup makna „ilm dan zhann sekaligus karena hukum-hukum fiqih kadang bersifat yaqiniy (pasti. Untuk kajian kita.Syaikh Muhammad ibn Shalih al-„Utsaimin rahimahullah memberikan definisi yang sedikit berbeda tentang fiqih (‫ . menghasilkan zhann). Khithab at-Taklif . Menurut Syaikh „Abdul Wahhab Khallaf rahimahullah: ilmu tentang kaidahkaidah dan pembahasan-pembahasan yang dengannya bisa dicapai pengambilan faidah terhadap hukum-hukum syar‟i yang bersifat aplikatif dari dalil-dalilnya yang terperinci. Menurut Syaikh „Atha Abu ar-Rasytah hafizhahullah: kaidah-kaidah yang diatasnya dibangun ilmu tentang hukum-hukum syar‟i yang bersifat aplikatif yang digali dari dalil-dalilnya yang terperinci. Pengertian ushul fiqih (‫:)أصول الفقه‬ Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah: kaidah-kaidah yang dengannya bisa dicapai istinbath (penggalian hukum) terhadap hukum-hukum syar‟i dari dalil-dalil yang terperinci. Menurut Dr. tatacara mengambil faidah (hasil pemahaman) darinya dan keadaan mustafid (orang yang mengambil faidah). Yang dimaksud dengan mustafid pada definisi ini adalah mujtahid. Semua definisi diatas bisa digunakan untuk mendefinisikan ushul fiqih. Pembahasan tentang al-Hakim b. Ruang Lingkup Ushul Fiqih Ruang lingkup pembahasan ushul fiqih terbagi menjadi tiga. menghasilkan „ilm) dan kadang zhanniy (dugaan. yaitu: 1.)الفقه‬yaitu: mengenal hukum-hukum syar‟i yang aplikatif melalui dalil-dalilnya yang terperinci ( ‫معرفة األحكام الشرعية العملية بأدلتها‬ ‫ . Hukum syar‟i dan hal-hal yang berkaitan dengannya a. Wahbah az-Zuhaili hafizhahullah: kaidah-kaidah yang dengannya seorang mujtahid bisa mencapai istinbath (penggalian hukum) terhadap hukumhukum syar‟i dari dalil-dalilnya yang terperinci.

Qa‟idah Kulliyyah 2. b. Dalil-dalil syar‟i Sesuatu yang diduga sebagai dalil.hasanalbanna. Ijtihad dan hal-hal yang berkaitan dengannya a. Khithab al-Wadh‟i d. d. c. Pembahasan tentang ijtihad b.com/definisi-ilmu-ushul-fiqh/ . Pembahasan tentang tarjih http://www. Pembahasan tentang taqlid c. padahal bukan dalil Pembahasan tentang bahasa Arab Pembahasan tentang al-Qur‟an dan as-Sunnah 3. Dalil dan hal-hal yang berkaitan dengannya a.c.

ijma dan qiyas. semuanya mempunyai keterikatan yang sangat kuat. Di dalam al-qur'an menunjukkan bahwa hadist itu adalah dalil. dan hilangkan pemikiran-pemikiran yang sesat. Begitu pula. dsb. dan sebab utama munculkan kelompok-kelompok dalam islam adalah tidak bersumbernya mereka pada dalil-dalil syar‟I yang benar. sehingga tidak mungkin terjadi pertentangan. maka benarlah jika dikatakan bahwa sumber dari empat dalil ini adalah alquran. ijma dan qiyas yang seperti apakah yang dijadikan dalil. dan al-qur'an. hadist.” (lihat kitab Arrisalah) Dan para ulama pun bersepakat bahwa inti dari keseluruhan dalil yang empat ini adalah al-qur‟an dan hadist. Imam syafi‟I mengatakan : ‫وجهة العلم الخبر في الكتاب أو السنة أو االجماع أو‬ ‫القياس‬ “sumber ilmu adalah berita yang ada pada al-qur‟an. keempat dalil ini saling terikat satu sama lain. adapun selainnya adalah penjelas dari quran yang bersandar kepada alqur‟an. dimana semua dalil kembali kepada al-qur‟an. hadist dan ijma menunjukkan bahwa qiyas itu adalah dalil. Dari hal ini. akan hilanglah keraguan. begitu pula al-qur'an dan hadist menunjukkan bahwa ijma itu adalah dalil. hadist. para ulama ahlussunnah bersepakat bahwa. Satu dalil dengan dalil yang lain saling mendukung dan membenarkan. Mengenai hal ini. karena sebab utama munculnya pemikiranpemikiran sesat. .DASAR MEMPELAJARI FIQH Pada pembahasan ini. adapun selain dari keduanya. (lihat kitab jimaa‟ul „ilmi) Dari keempat dalil yang kita sebutkan di atas. ijma atau qiyas. sehingga dengan mengetahui dasar dan sumber dari dalil-dalil syar‟I ini. dimana kedua hal ini merupakan dasar dari agama dan tiang tegaknya islam. Kalaupun terjadi pertentangan hal ini dikarenakan pemahaman yang salah dari person akan dalil tersebut. Imam syafi‟I mengatakan “Diwajibkan untuk berpendapat dengan berdasar kepada al-qur‟an dan hadits. kita akan menerangkan mengenai dasar dan sumber dalildalil syar‟I yang dipakai oleh para ulama di dalam mengambil hukum dan mengambil faidah dari suatu ayat atau hadist. Namun mengenai ijma dan qiyas terdapat perselisihan para ulama mengenai rinciannya. dalil-dalil syar‟I yang menjadi dasar dan diakui sebagai dalil dari agama islam adalah al-qur‟an. maka ia harus mengikuti alquran dan sunnah”.

ketika terdapat suatu dalil al-qur‟an dan hadits yang menunjukkan hukum suatu hal. bukankah al-qur‟an dan hadits sudah cukup untuk menentukan suatu hukum dari agama islam??? Maka jawabnya.Jika ada yang bertanya. Dari hal ini. Dari hal ini. maka rosulullah bersabda : ‫اا‬ ‫َّ َّ ا‬ ‫إِن أُمتِي ال تاجْ تامع علاى ضَللاة‬ ‫ِ ُ ا‬ “sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat terhadap hal-hal yang sesat”. maka bagaimana mungkin. apa faidah kita mengambil ijma sebagai dalil?? Maka hal ini untuk menegaskan suatu dalil dari al-qur‟an dan hadits. kenapa perlu ada ijma dan qiyas. Maksudnya. untuk ijma. seperti yang dikatakan orang syiah rafidhoh maka ini adalah perkataan yang menyelisihi al-qur‟an. Contoh yang lain adalah apa yang disebutkan dalam al-qur‟an dan hadits yang menyatakan Allah mempunyai nama-nama dan sifat-sifat. yang mana hal ini telah ditegaskan dengan ijmanya para ulama tentang hal tersebut. berada pada perkara yang menyesatkan yang tidak diridhoi oleh Allah ta‟ala?? Ini merupakan perkara yang sangat mustahil". ketika seseorang mengatakan bahwa para sahabat seluruhnya adalah kafir. (HR Ibnu majah dalam sunannya. dan dihasankan syaikh Albani) Begitu pula syaikh utsaimin berkata dalam ushul min „ilmi al ushul : “kita katakan. kecuali segelintir orang saja. kemudian para ulama bersepakat. Jika hal itu adalah benar. Sebagai contoh adalah di dalam al-qur‟an dan hadits yang menyebutkan bahwa para sahabat adalah semulia-mulianya umat dan sebaik-baik umat nabi Muhammad. ketika ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa nama-nama dan sifat-sifat Allah harus . namun jika hal tersebut adalah sesat. bisa jadi hal itu adalah benar. Dan orang yang menyelisihinya adalah orang yang sesat. dan bisa jadi hal itu adalah salah. dari masa nabinya sampai pada hari kiamat. sehingga perkataan ini adalah perkataan yang menyesatkan. umat ini yang merupakan semulia-mulianya umat diantara umat-umat yang lain. hadits dan ijma para ulama. Dan hal ini ditegaskan oleh ijma para ulama dengan mengatakan “hendaknya menetapkan nama-nama dan sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah dengan tidak menakwilkannya dan menyelewengkannya terhadap makna yang lain". Lalu. bersepakatnya umat ini atas suatu hal. maka itu menjadi dalil. ijma akan benarnya hukum tersebut. Maka. maka tidak ada orang lain yang bisa merubah dan mengganti hukum yang telah ditetapkan tersebut. sangat jelaslah bahwa ijma merupakan dalil selain dari al-qur‟an dan hadist.

Nasa‟i no. Begitu pula qiyas. 3708) .2558. 46. maka bisa diketahui hukumnya dengan membandingkan dan menyerupakannya dengan dalil-dalil yang lain dan keadaan pada jaman nabi. 3465. 97. muslim no. 1906. 2. judi. Ibnu Majah no. Tirmidzi no. maka pertamakali kita harus kembali kepada Kitab Allah guna mencari hukumnya. perbuatan atau persetujuan. maka kita dapatkan hukum hal tersebut dalam Kitab Allah (QS.blogspot. pengagungan terhadap bebatuan dan mengundi nasib. Jika kita menjumpai suatu permasalahan. maka ini adalah perkataan yang menyelisihi al-qur‟an. hadits dan ijma para ulama. Al baqarah: 275). Al maidah: 90) Bila kita ditanya tentang masalah jual beli dan riba. Dan masih banyak contohcontoh yang lain yang tidak memungkinkan untuk di perinci satu persatu. As-Sunnah As-Sunnah yaitu semua yang bersumber dari Nabi berupa perkataan. Sebagai contoh: Bila kita ditanya tentang hukum khamer (miras). 48.com/2009/12/ushul-fiqih-3-dasar-dan-sumber-dalil. http://ryper.ditakwil.” (Bukhari no. segala permasalahan yang tidak disebutkan dalam al-qur‟an dan hadits atau karena permasalahan baru yang disebabkan perkembangan jaman. 68.html umber-Sumber Fiqh Islam Semua hukum yang terdapat dalam fiqih Islam kembali kepada empat sumber: 1. Al-Qur‟an Al Qur‟an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. maka jika kita merujuk kepada Al Qur‟an niscaya kita akan mendapatkannya dalam firman Allah subhanahu wa Ta‟ala: (QS. Ia adalah sumber pertama bagi hukum-hukum fiqih Islam. Ahmad no. dimana dengan adanya qiyas. 4036. 4037. 64. Contoh perkataan/sabda Nabi: “Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.

Dan dalil akan hal tersebut sebagaimana yang dikabarkan Nabi saw. 23093. Maka diamnya beliau berarti menyetujui disyari‟atkannya shalat Sunat Qabliah subuh tersebut setelah shalat subuh bagi yang belum menunaikannya.” (Bukhari no. bahwa tidaklah umat ini akan berkumpul (bersepakat) dalam kesesatan. 23800. juga diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 635. . orang tersebut menjawab. Bila kita tidak mendapatkan hukum dari suatu permasalahn dalam Al Qur‟an maka kita merujuk kepada asSunnah dan wajib mengamalkannya jika kita mendapatkan hukum tersebut.Contoh perbuatan: Apa yang diriwayatkan oleh Bukhari (Bukhari no. dan apa yang telah menjadi kesepakatan adalah hak (benar). Oleh karena itu Nabi bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. As Sunnah berfungsi sebagai penjelas al Qur‟an dari apa yang bersifat global dan umum. dan Ahmad no.” Contoh persetujuan: Apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (Hadits no. kemudian bila datang waktu shalat. maka saya kerjakan sekarang. 1267) bahwa Nabi pernah melihat seseorang shalat dua rakaat setelah sholat subuh. Ijma‟ Ijma‟ bermakna: Kesepakatan seluruh ulama mujtahid dari umat Muhammad saw dari suatu generasi atas suatu hukum syar‟i. As-Sunnah adalah sumber kedua setelah al Qur‟an. 595) Sebagaimana pula as-Sunnah menetapkan sebagian hukum-hukum yang tidak dijelaskan dalam Al Qur‟an. dan beramal dengan apa yang telah menjadi suatu ijma‟ hukumnya wajib. beliau keluar untuk menunaikannya. benar-benar bersumber dari Nabi shollallahu‟alaihiwasallam dengan sanad yang sahih. dan jika sudah bersepakat ulamaulama tersebut—baik pada generasi sahabat atau sesudahnya—akan suatu hukum syari‟at maka kesepakatan mereka adalah ijma‟.” Lalu Nabi shollallahu‟alaihiwasallam terdiam. Seperti pengharaman memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki. 34528) bahwa „Aisyah pernah ditanya: “Apa yang biasa dilakukan Rasulullah di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau membantu keluarganya. 3. maka bagaimana tatacaranya didapati dalam as Sunnah. Seperti perintah shalat. 3413. Dengan syarat. maka Nabi berkata kepadanya: “Shalat subuh itu dua rakaat”. “sesungguhnya saya belum shalat sunat dua rakaat sebelum subuh.

Masalah yang akan diqiyaskan. Jika kita menemukan minuman memabukkan lain dengan nama yang berbeda selain khamer. Rukun Qiyas Qiyas memiliki empat rukun: 1. apabila sudah. sehingga ia menjadi haram sebagaimana pula khamer. sunnah maupun ijma‟. Karena sebab atau alasan pengharaman khamer yaitu “memabukkan” terdapat pada minuman tersebut. . Dasar (dalil). sebab atau alasan pengharamannya adalah karena ia memabukkan. maka wajib bagi kita mengambilnya dan beramal dengannya. Jika kita tidak mendapatkan didalam Al Qur‟an dan demikian pula sunnah. Pada qiyas inilah kita meruju‟ apabila kita tidak mendapatkan nash dalam suatu hukum dari suatu permasalahan. sebagai hasil Qiyas dari khamer. as Sunnah dan Ijma‟. Ijma‟ merupakan sumber rujukan ketiga. Ia merupakan sumber rujukan keempat setelah Al Qur‟an. Contoh: Allah mengharamkan khamer dengan dalil Al Qur‟an. Kesamaan sebab/alasan antara dalil dan masalah yang diqiyaskan. 2. 3. dikarenakan persamaan sebab/alasan antara keduanya. Hukum yang terdapat pada dalil. bahwa Nabi shollallahu‟alaihiwasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan ummatku atau ummat Muhammad berkumpul (besepakat) di atas kesesatan.” (Tirmidzi no. baik di dalam Al Qur‟an. 4. Ahmad 6/396) Contohnya: Ijma para sahabat ra bahwa kakek mendapatkan bagian 1/6 dari harta warisan bersama anak laki-laki apabila tidak terdapat bapak. dan menghilangkan kesadaran. maka untuk hal yang seperti ini kita melihat. maka kita menghukuminya dengan haram.Dari Abu Bashrah rodiallahu‟anhu. apakah hal tersebut telah disepakatai oleh para ulama muslimin. Qiyas Yaitu: Mencocokan perkara yang tidak didapatkan di dalamnya hukum syar‟i dengan perkara lain yang memiliki nash yang sehukum dengannya. 2093. 4.

adapun lebih lengkapnya dapat dilihat di dalam kitab-kitab usul fiqh Islam (Fiqhul Manhaj „ala Manhaj Imam Syafi‟i).html .or.Inilah sumber-sumber yang menjadi rujukan syari‟at dalam perkara-perkara fiqih Islam. kami sebutkan semoga mendapat manfaat. http://muslim.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-islam.

http://eling-buchoriahmad12. Dan ilmu manthiq untuk mengetahui argumentasi yang ilmiah serta kesimpulan yang ilmiah pula. fungsi kerjanya merupakan alat untuk mendapatkan rumusan hukum fiqih. Sebagaimana ilmu nahwu berfungsi untuk membedakan susunan bahasa yang benar dengan susunan bahasa yang salah. http://www. antara lain: a. Demikian juga ushul fiqh adalah merupakan kaidah yang memelihara fuqaha‟ agar tidak terjadi kesalahan di dalam mengistimbahtkan (menggali) hukum.com/hubungan-ushul-fiqih-dengan-fiqih/ Hubungan Ushul Fiqih dengan Fiqih Ushul Fiqih sebagai ilmu.blogspot. bahwa manthiq merupakan kaedah berfikir yang memelihara akal. c. agar tidak terjadi kerancuan dalam berfikir.HUBUNGAN FIQH DAN USHUL FIQH Hubungan ilmu Ushul Fiqh dengan Fiqh adalah seperti hubungan ilmu manthiq (logika) dengan filsafat. Ushul Fiqih ibarat rantai penghubung antara fiqih dengan sumbernya b. dimana ilmu nahwu merupakan gramatika yang menghindarkan kesalahan seseorang di dalam menulis dan mengucapkan bahasa arab. Dengan demikian dapat dirumuskan hubungan antara Ushul Fiqih dengan fiqih.html . Juga seperti hubungan antara ilmu nahwu dengan bahasa Arab. Disamping itu.com/2011/06/pengertian-obyek-fungsihubungan-ushul. yang dihasilkan dari dalil-dalil syariat. Ushul Fiqih merupakan sistem atau metode untuk mengeluarkan hukum fiqih. agar para pakar fiqih terhindar dari kesalahan dalam menentukan hukum fiqih. fungsi ushul fiqh itu sendiri adalah membedakan antara istimbath yang benar dengan yang salah.hasanalbanna. Ushul Fiqih merupakan sarana untuk pengembangan ilmu fiqih yang telah dirintis oleh ulama generasi pendahulu.

Pelaku suatu perbuatan yang akan dikenai hukum (mahkum 'alaihi) apakah pelaku itu mukallaf atau tidak. Pengetahuan Fiqh adalah formulasi dari nash syari'at yang berbentuk AlQur'an. Yang menjadi obyek utama dalam pembahasan Ushul Fiqh ialah Adillah Syar'iyah (dalil-dalil syar'i) yang merupakan sumber hukum dalam ajaran Islam. seperti hukum taklifi (wajib. Sunnah Nabi dengan cara-cara yang disusun dalam pengetahuan Ushul Fiqh. b. shah. kadang-kadang untuk menetapkan hukum dengan mempergunakan dalil Ayat-ayat Al-Our'an dan Sunnah Rasul yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf. pengetahuan Fiqh itu lahir melalui proses pembahasan yang digariskan dalam ilmu ushul Fiqh. apa dengan kemauan sendiri atau dipaksa. Selain dari membicarakan pengertian dan kedudukannya dalam hukum Adillah Syar'iyah itu dilengkapi dengan berbagai ketentuan dalam merumuskan hukum dengan mempergunakan masing-masing dalil itu. sunnat. batal. dan sebagainya. 'illat. Keadaan atau sesuatu yang menghalangi berlakunya hukum ini meliputi . apa sudah cukup syarat taklif padanya atau tidak. Ushul Fiqh itu ialah. Maksudnya. mubah. dalam kemampuannya atau tidak. Dasar-dasar dan cara-cara menentukan hukum itulah yang disusun dan diolah kemudian menjadi pengetahuan Ushul Fiqh. Menurut aslinya kata "Ushul Fiqh" adalah kata yang berasal dari bahasa Arab "Ushulul Fiqh" yang berarti asal-usul Fiqh. Topik-topik dan ruang lingkup yang dibicarakan dalam pembahasan ilmu Ushul Fiqh ini meliputi: a. c. Demikian pula peristiwa yang terjadi atau sesuatu yang ditemukan dalam kehidupan dapat ditentukan hukum atau statusnya dengan mempergunakan dalil. mani'. syarat. haram) dan hukum wadl'i (sabab. Dalam pemakaiannya. cara dan dasar-dasarnya sudah mereka (para Ulama Mujtahid) gunakan sebelumnya dalam mengistinbathkan dan menentukan hukum. dirumuskan berbentuk "hukum Fiqh" (ilmu Fiqh) supaya dapat diamalkan dengan mudah. d. kadang-kadang ilmu ini digunakan untuk menetapkan dalil bagi sesuatu hukum. Meskipun caar-cara itu disusun lama sesudah berlalunya masa diturunkan Al-Qur'an dan diucapkannya sunnah oleh Nabi. suatu ilmu yang membicarakan berbagai ketentuan dan kaidah yang dapat digunakan dalam menggali dan merumuskan hukum syari'at Islam dari sumbernya. namun materi. Bentuk-bentuk dan macam-macam hukum. dan sebagainya. Masalah perbuatan seseorang yang akan dikenal hukum (mahkum fihi) seperti apakah perbuatan itu sengaja atau tidak. apakah orang itu ahliyah atau bukan. Menurut Istitah yang digunakan oleh para ahli Ushul Fiqh ini. makruh.RUANG LINGKUP PEMBAHASAN FIQH DAN USHUL FIQH Pengetahuan Fiqh itu lahir melalui proses pembahasan yang digariskan dalam ilmu ushul Fiqh. menyangkut hubungan dengan manusia atau Tuhan. azimah dan rukhshah).

g. orang dapat memahami mengapa para Mujtahid zaman dulu merumuskan Hukum Fiqh seperti yang kita lihat sekarang. . tanqihul manath. maqashidus syari'ah/ususus syari'ah. AsSunnah. Dengan demikian. 'am dan khas. Dengan itu orang juga dapat memahami apa formulasi itu masih dapat dipertahankan dalam mengikuti perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang. mantuq dan mafhum yang beraneka ragam. dan sebagainya. al'urf. Masalah ra'yu. ilmu mantiq. ilghaul fariq. ad-dauran. atau apakah ada kemungkinan untuk direformulasikan.keadaan yang disebabkan oleh usaha manusia. seperti ilmu tata bahasa Arab dan qawa'idul lugahnya. Dengan mempelajari Ushul Fiqh orang mengetahui bagaimana Hukum Fiqh itu diformulasikan dari sumbernya. yang kedua disebut awarid samawiyah. syarat-syarat mujtahid. ijtihad. h. . nasikh dan mansukh. istishhab.Orang dapat menghidangkan ilmu pengetahuan agama sebagai konsumsi umum dalam dunia pengetahuan yang selalu maju dan berkembang mengikuti kebutuhan hidup manusia sepanjang zaman. dan selanjutnya dibicarakan masalah ta'arudl wat tarjih dengan berbagai bentuk dan penyelesaiannya. alwashful munasib. ilmu hadits. Istinbath dan istidlal akan menyimpan dari kaidahnya. illat. keadaan yang sudah terjadi tanpa usaha manusia yang pertama disebut awarid muktasabah. bara'atul ashliyah. istihsan. sadduz zari'ah. meliputi kedudukan rakyu dan batas-batas penggunannya. Tanpa dibantu oleh ilmu-ilmu tersebut. muthlaq dan muqayyad. as-sabru wat taqsim. orang juga dapat merumuskan hukum atau penilaian terhadap kenyataan yang ditemuinya sehari-hari dengan ajaran Islam yang bersifat universal itu. f. ittiba' dan taqlid. syar'u man qablana. Masalah istinbath dan istidlal meliputi makna zhahir nash. Masa'ah rakyu dan qiyas. tarikh tasyri'il islami dan ilmu tauhid. meliputi. Dalam pembicaraan dan pembahasan materi Ushul Fiqh sangat diperlukan ilmu-ilmu pembantu yang langsung berperan. far'u. Dengan Usul Fiqh : . yang meliputi pembahasan Al-Qur'an. Ushul Fiqh itu ialah suatu ilmu yang sangat berguna dalam pengembangan pelaksanaan syari'at (ajaran Islam). takwil dalalah lafazh. mazhabus shahabi. istishlah.Statis dan jumud dalam ilmu pengetahuan agama dapat dihindarkan. Masalah adillah syar'iyah. fungsi dan kedudukan ijtihad. ijma'. .Ilmu Agama Islam akan hidup dan berkembang mengikuti perkembangan peradaban umat manusia. e. qiyas. ashal. masalikul illat. bahaya taqlid dan sebagainya. pembahasan Ushul Fiqh tidak akan menemui sasarannya. ilmu tafsir. assyabhu.Sekurang-kurangnya. Sesuatu yang tidak boleh dilupakan dalam mempelajari Ushui Fiqh ialah bahwa peranan ilmu pembantu sangat menentukan proses pembahasan. Pedoman dan norma apa saja yang mereka gunakan dalam merumuskan .

html . Dengan demikian. Dengan demikian orang akan terhindar dari taqlid buta. mereka dapat menjadi Muttabi' yang baik.abatasa.com/pustaka/detail/ushul-fiqih/allsub/140/pengertian-danruang-lingkup-ushul-fiqh. tentu saja tidak semua perguruan/lembaga dapat mempelajarinya secara keseluruhan. apa yang mereka lakukan untuk menetapkannya. Kalau mereka menemukan sesuatu peristiwa atau benda yang memerlukan penilaian atau hukum Agama Islam. Melihat demikian luasnya ruang lingkup materi Ilmu Ushul Fiqh. http://pustaka. (Muttabi' ialah orang yang mengikuti pendapat orang dengan mengetahui asal-usul pendapat itu). prosedur mana yang mereka tempuh dalam menetapkan hukumnya. berarti bahwa Ilmu Ushul Fiqh merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam pengembangan dan pengamalan ajaran Islam di dunia yang sibuk dengan perubahan menuju modernisasi dan kemajuan dalam segala bidang.hukum itu. kalau tidak dapal menjadi Mujtahid.

seorang ulama kenamaan dari Mesir. ia adalah seorang manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan kapan saja. yaitu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dalam kerangka maslahah manusia sebagai makhluk individu maupun sosial. Bagaimana pun cerdasnya seorang mujtahid.SUMBER-SUMBER FIQH PERANAN DAN KEDUDUKAN FIQH DAN USHUL FIQH Peranan Usul al-Fiqh dalam Menalar Hukum Islam Muhammad Abu Zahrah. antara satu mujtahid dan mujtahid lain memiliki konten Usul al-Fiqh yang berbeda-beda. namun memiliki tujuan yang sama. Boleh jadi. Nah. Usul al-Fiqh bisa diibaratkan sebagai sebuah peta jalan atau rute yang menuntun seorang pengembara mencapai tujuannya.ac. setidaknya ada dua peranan yang dimainkan oleh Usul al-Fiqh.Sebagai metode yang menjadi pegangan bagi seorang faqih yang hendak berijtihad.Sebagai kaidah (qanun) yang menjaga seorang faqih dari kesalahan dalam melakukan ijtihad (istinbat hukum). Atau sebagai penjelasan jalan yang telah ditempuh oleh seorang mujtahid. http://ahdabina.id/archives/161 Kedudukan Fiqih sebagai sumber hukum setelah Quran dan Hadits . Tentu saja fungsi atau peranan Usul al-Fiqh ini amat membantu mujtahid dalam melaksanakan tugasnya. menjelaskan peranan Usul Fiqh dalam menalar hukum sebagai berikut: ‫ي ب يه ال م ىهاج ال ذى ي ل تزمه ال ف ق يه ، ف هو ال قاو ون ال ذى ي ل تزمه ال ف ق يه ل ي ع ت صم‬ . b. .umm. ‫ب ه مه ال خطأ ف ي اال س ت ى باط‬ Dalam pernyataan singkat itu. a. Atau korektor atas kesalahan yang telah dilakukannya. di sinilah peranan Usul al-Fiqh amat dirasakan oleh mujtahid itu. Usul al-Fiqh sebagai Kaidah Sebagai kaidah.staff. yaitu menghindari atau setidaknya meminimalisir kesalahan-kesalahan tersebut. Usul al-Fiqh berperanan sebagai jalan yang menuntun seorang mujtahid dalam melakukan istinbat. yaitu: . Dalam hal menalar hukum ini. sehingga orang-orang yang datang sesudahnya bisa memahami alasan mujtahid tersebut menempuh jalan tersebut. Usul al-Fiqh sebagai Metode Ijtihad Sebagai metode berijtihad. Usul al-Fiqh memiliki peranan sebagai pengingat mujtahid dari kesalahan yang mungkin akan dilakukannya.

tujuan mempelajari ilmu fiqih adalah menerapkan hukum syara‟ pada setiap perkataan dan perbuatan mukallaf. karena itu ketentuan-ketentuan fiqih yang dipergunakan untuk memutuskan segala perkara dan yang menjadi dasar fatwa. Pendapat-pendapat itu meskipun bersandar kepada al Quran dan as Sunnah namun merupakan hasil pemikiran yang telah terpengaruh yang berbeda-beda sesuai dengan masa yang dialami dan pembawaan-pembawaan jiwa (naluri) bagi setiap faqih. Jelasnya. Seorang yang mengetahui dan mengamalkan fiqih akan dapat menjaga diri dari kecemaran dan lebih takut dan disegani oleh musuhnya. Disamping itu materi dari ilmu Fiqih juga berasal dari pendapat para Fuqaha. Kegunaan Ilmu Fiqih Fiqih dalam Islam sangat penting fungsinya karena ia menuntun manusia kepada kebaikan dan bertakwa kepada Allah SWT. artinya memperdalam pengetahuan dalam hukum-hukum agama baik dalam bidang aqidah dan akhlak maupun dalam bidang ibadah maupun mu‟amalat. Setiap saat manusia itu mencari atau mempelajari keutamaan fiqih. Untuk mencari kebiasaan faham dan mengerti pengertian dari agama Islam.Kedudukan Fiqih berada di bawah al Quran dn Hadits di dalam penentuan hukum Islam. 2. Fungsi Ijtihad . Beberapa diantara kegunaan ilmu fiqih adalah : 1. karena fiqih menunjukkan kita kepada sunnah Rasulullah SAW serta memelihara manusia dari bahaya-bahaya kehidupan. Materi yang ada di dalam Fiqih di ambil dari al Quranul Karim dan hadits Nabi (sabda-sabda dan perbuatan Rasulullah saw yang menjelaskan al Quran dan menerangkan maksudnya atau biasa disebut dengan as Sunnah). 3. Untuk mempelajari hukum-hukum Islam yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Sebagai kaum muslimin kita harus bertafaqquh.

Bahkan mereka berpendapat bahwa apabila hanya ada seorang mujtahid di suatu negeri. dalam ushul fiqih disebut dengan wajib 'aini (kewajiban secara pribadi). 3. Jumhur ulama sepakat bahwa apabila dalam nash tidak dijumpai hukum yang akan diterapkan pada suatu kasus. maka kewajiban berijtihad terpikul ke pundaknya. ini ada dua macam yaitu: 1.html . Mengambil hukum dari zhahir-zhahir nash apabila hukum itu diperoleh dari nash-nash itu. Inilah yang dikenal qiyas. http://www. sedang nash itu tidak memuat hukum itu.Makna dari ijtihad adalah mengerahkan kesungguhan dalam mengeluarkan hukum syara' dari apa yang dianggap syar'i sebagai dalil yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya. Ijtihad berfungsi sebagai usaha untuk menyelesaikan suatu masalah yang timbul. 2. tetapi tidak wajib diikuti oleh mujtahid yang lain. maka seorang mujtahid boleh melakukan ijtihad sesuai dengan metode yang telah disepakati bersama. Alasan jumhur ulama adalah ayat dan hadits yang menjadi dasar hukum ijtihad.com/2010/11/study-fiqih-fiqih-dan-kegunaanya. Mengambil hukum dari ma'qul nash karena nash itu menerangkannya atau illat itu dapat diketahui dan tempat kejadian yang di dalamnya mengandung illat.lib4online. Hasil ijtihad itu wajib diterapkannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful