Pertemuan 4 : 25 Maret 2012

RIMANIAR DWITA

Objective
Menjelaskan konsep dan teori informasi Menjelaskan pesan dan makna Menjelaskan masalah bahasa dalam komunikasi

Pandangan tentang informasi
Fisher (1986), tiga variasi dalam konsep informasi: 1. Informasi untuk menunjukkan fakta / data yang diperoleh selama 1 tindakan komunikasi berlangsung informasi sebagai kuantitas fisik (dapat “dihitung”), dapat dipindahkan dari suatu medium ke medium lain. (medium: orang,  p ( g, kelompok) 2. Informasi untuk menunjukan makna data. Data memiliki nilai informasi jika dianggap memiliki arti oleh penafsirnya (pentingnya peran seseorang untuk memberikan penjelasan)  k b ik j l )  semakin besar pengetahuan dari suatu objek semakin besar informasi yang bisa didapat dari suatu objek 3. I f Informasi sebagai j i b i jumlah k tid k l h ketidakpastian yang dapat di k ti  d t diukur dengan cara mereduksikan sejumlah alternatif pilihan yang tersedia. informasi berkaitan erat dengan situasi yang tidak pasti. informasi adalah sesuatu yang mengurangi ketidakpastian   ketidakpastian.  informasi bersifat memilih

Teori Informasi
Model from  Claude Shannon & Werren Weaver  (The Mathematical Theory of  Communication, 1949) Ciri khas model: unsur gangguan (noise) konsep informasi situasi tak teratur (enthropy)

TEORI  INFORMASI

• Pengertian informasi sangat dekat dengan enthropy dalam ilmu pasti, yaitu ukuran tingkat “keacakan” (Severin‐Tankard, 1982) • Informasi: jumlah ketidakpastian yang dapat diukur dengan mengurangkannya melalui pemakaian sejumlah alternatif pilihan yang tersedia

Sifat informasi:  ketidakpastian & memilih p
noise

MEMILIH ‐ Menduga‐duga ‐ Menyusun alternatif jawaban

A
‐ Menduga‐duga ‐ Menyusun alternatif jawaban MEMILIH

KETIDAKPASTIAN KETIDAKPASTIAN

B

noise

Dalam memilih alternatif,  didasarkan pada (Schramm  & Kincaid, 1987): & Kincaid  198 ) • Pengalaman masa lalu • Motif • Nilai • Kebutuhan • Tujuan masing‐masing individu

Mengatasi ketidakpastian: “REDUNDANCY”
Redundancy: pengurangan, baik dengan kata yang  sama / kata yang artinya sama, dengan tujuan agar  pesan yang dikirimkan dipahami maksudnya oleh komunikan Ketidakpastian(enthropy) juga d K tid k ti ( th ) j dapat di t i d t diatasi dengan:
Menambah tenaga (power) penyampaian pesan, misal:  mengeraskan volume suara, menambahkan pesan g , p tambahan(misal dengan bahasa tubuh) 

Jenis Informasi Je s o as
Tiga bentuk ketidakpastian: ketidakpastian 1. Tidak pasti kepada objek tertentu j 2. Ketidakpastian pada hubungan antara satu alternatif pilihan lt tif ilih dengan alternatif lainnya 3. Ketidakpastian pada penilaian, baik nilai objek maupun nilai hubungan

Tiga jenis informasi: 1. Bentuk informasi obje objek 2.Bentuk informasi hubungan 3. Bentuk informasi menilai

Kualitas Informasi
gg g Tinggi rendahnya kualitas informasi dipengaruhi oleh:
Kegunaannya (usefull) Nilainya (valuable) Faktualitasnya (factual) Keterandalannya (reliable) y ( ) Ketepatannya (precision) Kebenarannya (truth)

Pesan dan Makna: Antara Wadah dan Isi

Informasi adalah makna dari simbol‐simbol komunikasi

Model Shannon‐Weaver

Informasi adalah makna pesan
• Hubungan pesan dan makna ibarat wadah dengan isinya • Wujud (bentuk) informasi: berupa pesan‐pesan yang dikirimkan

dan tentu diterima baik dalam bentuk kata simbol, atau isyarat.  Dan baru bisa disebut informasi jika diberi makna • Pesan bisa mempunyai makna berbeda dari satu individu ke individu lain karena makna pesan berkaitan erat dengan masalah penafsiran yang menerimanya yang menerimanya.
• Pandangan lain: media adalah pesan (medium is message)

Makna tentang makna
Tiga macam makna (Brodback, 1963): 1. Makna referensial, yakni makna suatu istilah mengenai objek, pikiran ideal, atau konsep yang  ditunjukkan oleh i il h i di j kk l h istilah itu. 2. Makna yang menunjukkan arti suatu istilah sejauh dihubungkan dengan konsep‐konsep lain. konsep konsep 3. Makna intensional, yakni arti suatu istiah / lambang tergantung pada apa yang dimaksudkan oleh si pemakai d k i dengan arti l b ti lambang it itu.
Makna ini melahirkan makna individual  tidak ada y g dua buah makna yang dimaksudkan identik.

T iM k Teori Makna
g yang  Fiske, 1980  makna muncul ketika sebuah sign y g mengacu pada suatu objek, dipakai oleh pengguna sign,  saat itulah terjadi proses pembentukan makna di dalam benak si pemakai pemakai.
Sign: kata, tulisan, simbol, isyarat Objek: benda, ide, konsep Objek: benda  ide  konsep Hubungan antara sign, objek, dan pemakai g g j p teori segitiga makna (triangle meaning theory)

Teori segitiga makna
Menurut Pierce, hubungan timbal balik antara ketiga elemen yang menghasilkan makna suatu objek, dan dilambangkan oleh pemakainya dengan suatu simbol dil b k l h k i d i b l antara lain kata‐kata, gambar, atau isyarat.

Ogden & I.A. Richard, hubungan antara simbol objek bersifat tidak langsung karena simbol hanya mewakili objek tanpa objek itu harus hadir hadir.

Littlejohn, tiga dimensi dari makna:
Dimensi referential  kata‐kata dan simbol kata kata menunjukkan objek, situasi, kondisi, atau pernyataan. Dimensi eksperential makna adalah bagian terbesar p g dari suatu pengalaman tentang objek. Dimensi purpossive dipakainya suatu simbol karena ada t j d tujuan yang hendak di  h d k dicapai oleh simbol it i l h i b l itu.

Masalah Bahasa dalam Komunikasi

Dua jenis bahasa dalam berkomunikasi: Bahasa verbal (lisan) Bahasa nonverbal (tulisan, simbol, isyarat) nonverbal (tulisan  simbol  isyarat) Fungsi bahasa dalam komunikasi untuk mengirimkan pesan Jalaludin Rakhmat (1988) dua cara mendefinisikan bahasa:
1. 2.

Definisi fungsional bahasa sebagai alat yang  dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Definisi formal  b h D fi i i f l  bahasa merupakan semua k li t k kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tata bahasa. 

Menurut teori belajar, anak‐anak memperoleh j p pengetahuan bahasa melalui tiga proses: Asosiasi melazimkan suatu bunyi dengan objek tertentu Imitasi menirukan pengucapan dan struktur kalimat yang didengarkannya y g g y Peneguhan ungkapan kegembiraan yang  dinyatakan ketika anak mengucapkan kata‐kata dengan benar Teori nativisme (Chomsky), setiap anak mampu menggunakan suatu bahasa karena adanya pengetahuan bawaan yang telah diprogram secara genetik dalam otak kita. Language Asqusisition Devide (LAD)

Keterbatasan pemakaian bahasa verbal
Tiga hal yang menyebabkan bahasa terbatas dalam menggambarkan realitas: Bahasa statis, sedangkan realitas dinamis Bahasa terbatas, sedangkan realitas relatif tidak terbatas b Bahasa abstrak, sedangkan realitas sesuatu yang  nyata y Empat hal yang perlu dihindari dalam pemakaian bahasa: Abstraksi kaku Identifikasi Id tifik i yang tidak l k  tid k layak Penilaian dengan hanya memakai dua nilai Mengacaukan kata dengan rujukan e gacau a ata de ga uju a

Modul 5

Objective
Menjelaskan definisi dan batasan umum komunikasi nonverbal b l Menjelaskan perbedaan komunikasi verbal dan nonverbal Menjelaskan jenis‐jenis komunikasi nonverbal Menjelaskan fungsi‐fungsi komunikasi nonverbal  fungsi fungsi

Definisi Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal  sulit dipahami p “rasa” atau “emosi” “Komunikasi nonverbal adalah pesan pesan yang Komunikasi pesan‐pesan diekspresikan secara sengaja atau tidak sengaja melalui gerakan/tindakan/perilaku atau suara‐ g p suara atau vokal yang berbeda dari pengguna kata‐ kata dalam bahasa.”

Batasan‐batasan umum komunikasi nonverbal
1. 1 2. 3 3. 4. 5. 6. 7. 8. 8 9. 10. 10

Komunikasi nonverbal berada dalam konteks Perilaku nonverbal adalah perilaku yang normal Tindakan‐tindakan nonverbal saling terintegrasi g g Pesan verbal dan tindakan nonverbal saling terintegrasi Pesan komunikasi nonverbal bermakna rangkap Perilaku nonverbal selalu dikomunikasikan Komunikasi nonverbal berada dalam suatu aturan Komunikasi nonverbal sangat menentukan K ik i b l  k Perilaku nonverbal sangat dipercaya Perilaku nonverbal adalah metakomunikasi

Perbedaan Komunikasi Verbal  dan Nonverbal

Komunikasi verbal dan nonverbal dapat dibedakan ke dalam empat cara:
Dilihat dari maksud atau tujuan Derajat simbolik Mekanisme proses komunikasi Perilaku P il k

M k d atau t j Maksud t tujuan pesan
Pesan verbal  maksud atau tujuan “jelas” Pesan nonverbal  bersifat relatif dan berbeda‐beda Dua alasan yang mempengaruhi pemberian makna dalam komunikasi nonverbal:
Tindakan Ti d k nonverbal cenderung tid k di d i d b l  d tidak disadari dan bersifat tidak murni Perilaku nonverbal didasarkan pada norma‐norma,  p , sedangkan setiap orang akan berbeda perilaku nonverbalnya, meskipun norma mereka sama

Perbedaan simbolik
Perbedaan antar komunikasi verbal dan nonverbal:

Komunikasi verbal bersifat eksplisit Berkaitan d B k i dengan keadaan spesifik Bersifat menengahi (nediated) atau alternatif

Komunikasi nonverbal bersifat implisit Berkenaan d B k dengan rasa atau emosi Bersifat normatif

M k i Mekanisme proses
Proses informasi di dalam otak: Otak kiri: memproses informasi yang bersifat diskontinu dan arbitrari (berubah‐ubah) Otak kanan: memproses segala i f O kk   l informasi yang  i   bersifat kontinu dan ilmiah Komunikasi non verbal  kurang terstruktur, lebih sede a a, da d e sp es a da a ga ba a sederhana, dan diekspresikan dalam gambaran Komunikasi verbal  teratur did alam tata bahasa dan hubungan‐hubungan kalimatnya

Pertimbangan perilaku

Ci i i i kh k ik i   b l Ciri‐ciri khas komunikasi non verbal:
1. 1 2. 3. 3 4. 5.

Komunikasi nonverbal selalu ada Kita tidak mungkin tidak berkomunikasi Komunikasi nonverbal terkait oleh budaya Komunikasi nonverbal mengungkapkan perasaan dan sikap p Komunikasi non verbal memodifikasi pesan verbal  membentuk makna suatu pesan komunikasi

Jenis Komunikasi Nonverbal  dan Fungsinya d F i

Jenis komunikasi nonverbal
1.

Komunikasi tubuh
Komunikasi gestura:
Emblem  tanda‐tanda yang menggantikan kata‐kata / frase‐ frase secara langsung Ilustrator menggambarkan suatu pesan Penampilan afeksi gerakan‐gerakan wajah yang  mengekspresikan makna‐makna emosi. Regulator  mengatur dalam pembicaraan dengan orang lain Adaptor  menciptakan rasa nyaman dalam memenuhi kebutuhan tertentu

Komunikasi wajah: K ik i j h
Rasa senang & tidak senang Arousal  Rasa dominan dan sikap menurut

Komunikasi mata:
Fungsi kontak mata ‐ Memonitor umpan balik ‐ Tanda untuk kembali pada percakapan ‐ Tanda hakikat suatu hubungan ‐ Tanda kedekatan fisik Fungsi menghindar Melebarkan mata

Komunikasi sentuhan :
Ungkapan seksual g Menghibur / memberi dukungan Kekuasaan dan dominasi

2.

Komunikasi Ruang g
Proxemics (komunikasi jarak) :
Jarak intim fase sentuh – 45 cm (hubungan psikologis) Jarak personal  75‐120 cm  Jarak sosial 120‐210 cm (urusan pekerjaan & formal) Jarak publik 360‐450 cm (jarak batas dengan suatu kelompok

Teritorial, misalnya Teritorial  misalnya : ruang kamar  tempat duduk  dll kamar, tempat duduk, dll Estetika dan warna, misalnya : ruang tamu yang cantik,  dinding berwarna merah

3. 3

Diam
Memberi kesempatan berpikir Menyakiti Mengisolasikan diri sendiri Mencegah komunikasi Mengkomunikasikan perasaan Tidak menyampaikan sesuatu

4. Paralanguage  Ketepatan berbicara (volume, ritme, resonansi), bentuk‐ bentuk vokal (tertawa, pekikan, rintihan), tinggi rendah (tertawa  pekikan  rintihan)  tinggi suara 2 Hal :
Paralanguage dan persepsi f P l  d i formasi k i kesan d sikap emotional dan ik i l Paralanguage dan percakapan “mm…,nn..”, “yah..”
5.

Komunikasi Temporal / waktu
Menunjukkan status waktu dan kesesuaian

Fungsi Komunikasi Nonverbal Nonverbal  (Ekman, 1965)  (Ekman, 1965)
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Repetisi / pengulangan Kontradiksi / perlawanan Subsitusi / pengganti Komplemen / pelengkap Regulasi / pengatur Aksentuasi / penekanan

BIBLIOGRAFI
Sendjaja, Sasa Djuarsa. 2010. Modul Universitas Terbuka  Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : Penerbit Universitas Terbuka

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful