FISIKA – MODUL 2

MEKANIKA – 1
Contoh Soal – 1 Mencari gaya – gaya yang bekerja pada sistem

01.

Benda bermassa m

Gaya gravitasi W antara benda bermassa m dan bumi yang bermassa M, yang dirasakan oleh benda yang bermassa m. Permukaan bumi

r

W

Gaya gravitasi W’ antara benda bermassa m dan bumi yang bermassa M, yang dirasakan oleh bumi yang bermassa M. Pusat bumi

W’ R

Penjelasan :

Berdasarkan hukum gravitasi Newton, antara dua benda bermassa m 1 dan m 2 , terjadi gaya (interaksi) yang dirasakan oleh tiap benda yang nilainya sama, tetapi titik tangkapnya berada pada tiap benda yang merasakan, dan arahnya berlawanan. Formulasinya : F=G m1 m 2 r2

Maka interaksi antara antara benda di atas dan bumi, formulasi gravitasinya adalah

W=G

mM mM ⇒ R≈r ⇒ W=G 2 R2 r M   ⇒ W=m G 2  R   ⇒ W=mg

Gaya gravitasi yang dirasakan oleh benda, titik tangkapnya terletak pada benda, dan arahnya ke pusat bumi, nilainya W=mg

Gaya gravitasi yang dirasakan oleh benda, titik tangkapnya terletak pada benda, dan arahnya ke benda, nilainya W′ = W = m g W dan W’ adalah pasangan gaya aksi – reaksi karena : (i) (ii) gaya W dan W’ saling menyebabkan titik tangkap kedua gaya terletak pada dua benda yang berbeda. Titik tangkap gaya W terletak pada benda, dan titik tangkap gaya W’ terletak pada pusat bumi (iii) kedua gaya arahnya berlawanan. Arah gaya W menuju ke bumi dan arah gaya W’ arahnya ke benda

02. A B m

Benda –1: Langit – langit Benda –2: tali Benda –3: massa m

A Gaya pada titik A yang dirasakan langit – langit, FA1 A Gaya pada titik A yang dirasakan tali, FA2 Gaya pada titik B yang dirasakan tali, FB2 Gaya pada titik B yang dirasakan benda, FB3

B

B m

Benda – 4 : bumi

Gaya gravitasi yang dirasakan benda, W

Gaya gravitasi yang dirasakan bumi, W’ Pusat bumi

Tali (yang massanya diabaikan) diikatkan pada langit – langit di titik A. Maka tali (benda – 2) akan memberikan gaya pada langit – langit (benda – 1) yang arahnya ke bawah dan titik tangkapnya pada langit – langit di titik A, yaitu F A1 . Dan langit – langit (benda – 1) akan memberikan gaya yang nilainya sama yang titik tangkapnya pada tali (benda – 2) di titik A, tetapi arahnya berlawanan, yaitu F A2 . Ujung tali yang satu lagi diikatkan pada benda bermassa m ((benda – 3) di titik B. Maka tali (benda – 2) akan menarik benda (benda – 3) dengan gaya yang

titik tangkapnya berada pada benda (benda – 3) di titik B yang arahnya ke atas, yaitu F B3 . Begitu juga benda pun (benda – 3) akan menarik tali (benda – 2) dengan gaya yang titik tangkapnya pada tali (benda – 2) di titik B, yaitu F B2 . Pada benda (benda – 3) juga akan bekerja gaya gravitasi yang dilakukan oleh bumi (benda – 4) pada benda (benda – 3) yang titik tangkapnya berada pada benda (benda – 3) yang arahnya menuju bumi (ke bawah), yaitu W. Benda (benda – 3) juga melakukan gaya gravitasi pada bumi (benda – 4) yang titik tangkapnya di pusat bumi (benda – 4) yang arahnya menuju benda, yaitu W’ . F A1 dan F A2 adalah pasangan aksi – reaksi. F B2 dan F B3 adalah pasangan aksi – reaksi. W dan W’ adalah pasangan aksi – reaksi.

03. Benda – 1 : massa m Permukaan bumi W Benda – 2 : bumi

N

Pusat bumi

N’ W’

Pada benda (benda – 1) bekerja gaya gravitasi yang dilakukan oleh bumi (benda – 2) pada benda (benda – 1) yang titik tangkapnya berada pada benda (benda – 1) yang arahnya menuju bumi (ke bawah), yaitu W. Benda (benda – 1) dan permukaan bumi (benda – 2) bersentuhan. Maka pada benda (benda – 1) bekerja

gaya sentuh, N , yang titik tangkapnya berada pada benda (benda – 1) dan arahnya ke atas. Benda (benda – 1) juga melakukan gaya gravitasi pada bumi (benda – 2) yang titik tangkapnya di pusat bumi (benda – 2) yang arahnya menuju benda (benda – 1), yaitu W’ . Dan karena persentuhan dengan benda (benda – 1), maka pada permukaan bumi (benda – 2) bekerja gaya sentuh, N’ , yang titik tangkapnya berada pada permukaan bumi dan arahnya ke bawah. N dan N’ adalah pasangan aksi – reaksi. W dan W’ adalah pasangan aksi – reaksi.

04. G D K J E B

F A C m1 H Tali dan katrol dianggap benda tak bermassa m2

Tali – AB

(benda – 2) diikatkan – B

benda – 1 : dinding – GH

pada dinding – GH (benda – 1) pada titik B. Dinding GH akan merasakan gaya tarik oleh tali – AB, F B1 , yang titik tangkapnya pada dinding – GH (benda – 1) pada titik B (arah gaya F B1 lihat pada benda – 2 : tali – AB gambar). Dinding – GH (benda – 1) FB1 FB2

pun akan menarik tali – AB (benda – 2) dengan gaya yang titik B FA2 FA4 A FA3 (benda – 2) terikat A tangkapnya pada tali – AB (benda – 2) di titik B, F B2 (arah gaya F B2 lihat pada gambar). Gaya – gaya F B1 dan reaksi. Tali – AB F B2 adalah pasangan aksi A D

C benda – 4 : tali – AD benda – 3 : tali – AC benda – 2 : tali – AB

bersama dengan tali – AC (benda – 3) dan tali – AD (benda – 4) pada titik A. Tali – AB (benda – 2) akan merasakan gaya F A2 yang titik tangkapnya di titik A yang arahnya sepanjang tali – AB (benda – 2) menuju titik A (arah gaya F A2 lihat pada gambar). Tali – AC (benda – 3) akan merasakan gaya F A3 yang titik tangkapnya di titik A yang arahnya sepanjang tali – AC (benda – 3) menuju titik A (arah gaya F A3 lihat pada gambar). Tali – AD (benda – 4) akan merasakan gaya F A4 yang titik tangkapnya di titik A yang arahnya sepanjang tali – AD (benda – 4) menuju titik A (arah gaya F A4 lihat pada gambar). Gaya – gaya F A2 , benda – 5 : benda massa m1 benda – 6 : bumi

A FA3

C FC5

FC3 C

W1

F A3 , dan F A4 adalah pasangan aksi reaksi.

W1’

Ujung yang satu lagi dari tali – AC (benda – 3) terikat pada benda bermassa m 1 (benda – 5) di titik C. Maka tali – AC (benda – 3) merasakan gaya F C3 yang titik tangkapnya pada titik C yang arahnya menuju benda – 5. Benda – 5 pun merasakan gaya F C5 yang titik tangkapnya pada benda – 5 dan arahnya menuju tali – AC. Benda – 5 juga merasakan gaya gravitasi W 1 yang titik tangkapnya pada benda – 5 dan arahnya menuju bumi (benda – 6). Bumi (benda – 6) pun merasakan gaya gravitasi W 1 ’ yang titik tangkapnya pada bumi (benda – 6) yang arahnya menuju benda – 5. Gaya – gaya F C3 dan F C5 adalah pasangan aksi – reaksi. Gaya – gaya W 1 dan W 1 ’ adalah pasangan aksi – reaksi. J FJ9 Benda – 9 : langit – langit FJ8 J

Benda – 8 : penahan katrol

K FK8 D FD7 FK7 Benda – 7 : katrol

FD3 K

E

FE7

FE3 Benda – 3 : tali

Tali (benda – 3) dilewatkan pada katrol (benda – 7). Katrol (benda – 7) akan merasakan mendapat gaya F D7 yang titik tangkapnya pada katrol (benda – 7) pada titik D yang diakibatkan oleh tali (benda – 3). Tali (benda – 3) pun merasakan gaya F D3 yang diakibatkan oleh katrol (benda – 7) yang titik tangkapnya pada titik D. Gaya – gaya F D7 dan F D3 adalah pasangan aksi – reaksi. Katrol (benda – 7) akan merasakan juga mendapat gaya F E7 yang titik tangkapnya pada katrol (benda – 7) pada titik E yang diakibatkan oleh tali (benda – 3). Tali (benda – 3) pun merasakan gaya F E3 yang diakibatkan oleh katrol (benda – 7) yang titik tangkapnya pada titik E. Gaya – gaya F E7 dan F E3 adalah pasangan aksi – reaksi. Katrol (benda – 7) merasakan juga mendapat gaya F K7 yang titik tangkapnya pada katrol (benda – 7) pada titik K yang diakibatkan oleh penahan katrol (benda – 8). Penahan katrol (benda – 8) pun merasakan gaya F K8 yang diakibatkan oleh katrol (benda – 7) yang titik tangkapnya pada penahan katrol (benda – 8) pada titik K. Gaya – gaya F K7 dan F K8 adalah pasangan aksi – reaksi. Penahan katrol (benda – 8) merasakan gaya F J8 yang titik tangkapnya pada penahan katrol (benda – 8) pada titik J yang diakibatkan oleh langit - langit (benda – 9). Penahan katrol (benda – 9) pun merasakan gaya F J9 yang diakibatkan oleh penahan katrol (benda – 8) yang titik tangkapnya pada langit – langit (benda – 9) pada titik J. Gaya – gaya F J8 dan F J9 adalah pasangan aksi – reaksi. Untuk penjelasan massa m 2 lihat penjelasan pada no 02. 05. α m θ Permukaan Bumi FL Bidang miring kasar

N12

FL α

Benda – 1 : benda f12 θ W f21 Benda – 3 : bumi W’ θ N21

Benda – 2 : bidang miring

Pada persoalan ini ada tambahan gaya f

12

dan f

21

, yaitu gaya – gaya gesekan

yang muncul antara benda dan bidang lintasan karena kontak antara benda dan bidang lintasan kasar. Gaya f
12

adalah gaya gesekan yang dirasakan oleh benda

(benda – 1) karena adanya kontak dengan bidang miring (benda – 2) yang titik tangkapnya pada benda (benda – 1). Gaya f
21

adalah gaya gesekan yang

dirasakan oleh bidang miring (benda – 2) karena adanya kontak dengan benda (benda – 1) yang titik tangkapnya pada bidang miring (benda – 2).

Latihan Soal Mandiri – 1 Mencari gaya – gaya yang bekerja pada sistem

01.

Carilah gaya – gaya yang bekerja pada setiap benda dalam sistem di bawah ini : Benda – 1 : benda bermasaa m1 Benda – 4 : bidang miring m1 m2 α Benda – 2 : katrol Benda – 3 : tali Benda – 5 : benda bermasaa m2 Benda – 6 : bumi

02. β J

Benda – 1 : langit – langit Benda – 2 : dinding

B α

Benda – 3 : tali – 1 Benda – 4 : tali – 2 A C m Benda – 5 : tali – 3 Benda – 6 : benda Benda – 7 : bumi

03. m1 F m2 m4

Benda – 4 : tali Benda – 5 : katrol Benda – 6 : benda m3

Benda – 1 : benda m1 m3 Benda – 2 : benda m2 Benda – 7 : bumi Benda – 3 : lantai

04. Benda – 1 : dinding Benda – 2 : batang bermassa M A Benda – 3 : bumi

C 05. A

B

Benda – 1 : dinding Benda – 2 : tali Benda – 3 : batang Benda – 4 : engsel B Benda – 5 : bumi

C

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful