Spektroskopi inframerah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0.75 – 1.000 µm atau pada bilangan gelombang 13.000 – 10 cm-1.

Daftar isi
[sembunyikan]
         

1 Dasar Teori 2 Jenis Vibrasi Molekul 3 Penggunaan dan Aplikasi 4 Efek isotop 5 Daerah Identifikasi 6 Persiapan Sampel 7 Penafsiran Spektrum Inframerah 8 lihat juga 9 Pustaka 10 Pranala luar

[sunting] Dasar Teori
Source : moslemhytech.blogspot.com Metode spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang meliputi teknik serapan (absorption), teknik emisi (emission), teknik fluoresensi (fluorescence). Komponen medan listrik yang banyak berperan dalam spektroskopi umumnya hanya komponen medan listrik seperti dalam fenomena transmisi, pemantulan, pembiasan, dan penyerapan. Penemuan infra merah ditemukan pertama kali oleh William Herschel pada tahun 1800. Penelitian selanjutnya diteruskan oleh Young, Beer, Lambert dan Julius melakukan berbagai penelitian dengan menggunakan spektroskopi inframerah. Pada tahun 1892 Julius menemukan dan membuktikan adanya hubungan antara struktur molekul dengan inframerah dengan ditemukannya gugus metil dalam suatu molekul akan memberikan serapan karakteristik yang tidak dipengaruhi oleh susunan molekulnya. Penyerapan gelombang elektromagnetik dapat menyebabkan terjadinya eksitasi tingkat-tingkat energi dalam molekul. Dapat berupa eksitasi elektronik, vibrasi, atau rotasi. Rumus yang digunakan untuk menghitung besarnya energi yang diserap oleh ikatan pada gugus fungsi adalah:
 

E = h.ν = h.C /λ = h.C / v E = energi yang diserap

sinar inframerah dibagi atas tiga daerah yaitu:    a.1.000 .2.01 .13.4. Daerah infra merah jauh Tabel 1.karena spektrum yang dihasilkan spesifik untuk senyawa tersebut.01 cm-1 Gelombang radio 1 . Daerah infra merah dekat b. seperti senyawa anorganik tetapi lebih memerlukan teknik khusus percobaan.50 µm Interaksi Ikatan 4.     h = tetapan Planck = 6. Daerah panjang gelombang Jenis Panjang gelombang Interaksi Bilangan gelombang Sinar gamma < 10 nm Emisi Inti sinar-X 0. berguna untuk molekul yang mengandung atom berat.0. Dapat digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsional dalam molekul (Tabel 2) c.1. Cepat dan relatif murah b.000 – 200 cm-1 .626 x 10-34 Joule.000 . Serapan Khas Beberapa Gugus fungsi .000 µm Interaksi Ikatan 200 . Daerah tersebut adalah cocok untuk perubahan energi vibrasi dalam molekul.000 meter Serapan Inti Dari pembagian daerah spektrum elektromagnetik tersebut di atas.5 µm Interaksi Ikatan 13.10 cm-1 Gelombang mikro 0.000 cm-1 Inframerah pertengahan 2.det v = frekuensi C = kecepatan cahaya = 2.100 A Ionisasi Atomik Ultra ungu (UV) jauh 10-200 nm Transisi Elektronik Ultra ungu (UV) dekat 200-400 nm Transisi Elektronik sinar tampak (spektrum optik) 400-750 nm Transisi Elektronik 25. Metode Spektroskopi inframerah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang belum diketahui. Spektrum inframerah yang dihasilkan oleh suatu senyawa adalah khas dan oleh karena itu dapat menyajikan sebuah fingerprint (sidik jari) untuk senyawa tersebut.5 – 50 µm atau pada bilangan gelombang 4. yaitu pada panjang gelombang 2.200 cm-1 Inframerah jauh 50 .75 . daerah panjang gelombang yang digunakan pada alat spektroskopi inframerah adalah pada daerah inframerah pertengahan.5 .000 cm-1 Inframerah dekat 0.100 cm serapan inti 10 . Daerah infra merah pertengahan c. Metode ini banyak digunakan karena:    a. Daerah inframerah yang jauh (400-10cm-1.998 x 108 m/det λ = panjang gelombang ν = bilangan gelombang Berdasarkan pembagian daerah panjang gelombang (Tabel 1).000 . Tabel 2.1 .

yaitu vibrasi yang mengakibatkan perubahan panjang ikatan suatu ikatan 2. 675-870 C-H aromatik 3000-3100. keton. ester 1080-1300 C=O aldehida. 675-870 C-H alkuna 3300 C=C Alkena 1640-1680 C=C aromatik (cincin) 1500-1600 C-O alkohol. asam karboksilat. eter. Wagging 4.Gugus Jenis Senyawa Daerah Serapan (cm-1) C-H alkana 2850-2960. 1350-1470 C-H alkena 3020-3080. Rocking 3. Scissoring 2. 1345-1385 [sunting] Jenis Vibrasi Molekul Ada dua jenis vibrasi yaitu:   1. Vibrasi tekuk (Bending Vibrations). Twisting Antisymmetri cal stretching Symmetrical stretching Scissoring Rocking Wagging Twisting . Vibrasi ulur (Stretching Vibration). fenol (ikatan H) 2000-3600 (lebar) O-H asam karboksilat 3000-3600 (lebar) N-H amina 3310-3500 C-N Amina 1180-1360 -NO2 Nitro 1515-1560. yaitu vibrasi yang mengakibatkan perubahan sudut ikatan antara dua ikatan Vibrasi tekuk itu sendiri dibagi lagi menjadi empat:     1. asam karboksilat. fenol(monomer) 3610-3640 O-H alkohol. ester 1690-1760 O-H alkohol.

Jumlah jenis vibrasi normal. dan sebagainya. Pergerakan molekul melibatkan : translasi. dan vibrasi. Perlu 2 derajat kebebasan untuk rotasi (rotasi pada sumbu ikatan tak mungkin) Jadi tersisa (3N – 5) kemungkinan jenis vibrasi Contoh : Tentukan vibrasi untuk molekul CO2 Jawab karena CO2 termasuk molekul linier maka vibrasi molekul CO2 adalah 3 (3). [sunting] Efek isotop Isotop yang berbeda memberikan bilangan gelombang yang berbeda pada spektroskopi inframerah. Spektroskopi inframerah mempunyai ketepatan yang tinggi pada aplikasi kimia organik dan anorganik. Dengan meningkatnya teknologi komputer memberikan hasil yang lebih baik. gallium arsenida. spektroskopi inframerah dapat digunakan untu semikonduktor seperti silikon. Vibrasi untuk Molekul tak linier adalah   1. zinc selenida. Seperti contoh frekuensi regangan O-O memberikan nilai 832 dan 788 cm -1 untuk ν(16O-16O) dan ν(18O-18O) melalui hubungan O-O sebagai sebuah spring. rotasi. silikon nitrida. gallium nitrida.5 = 4 jenis vibrasi [sunting] Penggunaan dan Aplikasi Spektroskopi inframerah biasanya digunakan untuk penelitian dan digunakan dalam industri yang sederhana dengan teknik yang sederhana dan untuk mengontrol kualitas. silikon amorp. diperlukan 3 koordinat untuk menentukan satu posisi dalam ruang. Untuk N titik (atau N atom) dihasilkan 3N derajat kebebasan. dan μ massa tereduksi untuk sistem A-B .ν dapat dihitung: dimana k nilai konstan untuk ikatan. Perlu 3 derajat kebebasan untuk rotasi Jadi tersisa (3N – 6) kemungkinan jenis vibrasi Vibrasi untuk Molekul linier   1. Perlu 3 derajat kebebasan untuk translasi 2. Spektroskopi inframerah juga sukses kegunaannya dalam semikonduktor mikroelektronik[1]: untuk contoh. Alat spektroskopi inframerah cukup kecil dan mudah dibawa kemana-mana dan kapanpun dapat digunakan. Perlu 3 derajat kebebasan untuk translasi 2. bilangan gelombang.

 o 2. Massa reduksi untuk 16O-16O dan 18O-18O dapat diperkirakan antara 8 dan 9. [sunting] Persiapan Sampel Ada berbagai tehnik untuk persiapan sampel.( massa dari atom ). Pelet KBr Sedikit sampel padat (kira-kira 1 . kemudian ditambahkan bubuk KBr murni (kira-kira 200 mg) dan diaduk hingga rata. yaitu melibatkan penggunaan Nujol mull atau pelet KBr. karena vibrasi regangan maupun bengkokan mengakibatkan absorbsi pada daerah tersebut. khususnya vibrasi rocking (goyangan). Sedangkan daerah antara 2000 – 400 cm-1 seringkali sangat rumit. Sehingga [sunting] Daerah Identifikasi Vibrasi yang digunakan untuk identifikasi adalah vibrasi tekuk. Kemudian plat ditempatkan dalam tempat sampel pada alat spektroskopi inframerah untuk dianalisis. Karena di daerah antara 4000 – 2000 cm-1 merupakan daerah yang khusus yang berguna untuk identifkasi gugus fungsional. Campuran ini kemudian ditempatkan dalam cetakan dan ditekan . pada daerah 2000 – 400 cm-1 juga harus menunjukkan pola yang sama sehingga dapat disimpulkan bahwa dua senyawa adalah sama. Dalam jumlah yang sedikit bubuk tersebut dicampur dengan Nujol agar terbentuk pasta. sehingga daerah tersebut sering juga disebut sebagai daerah sidik jari (fingerprint region). Padat Jika zat yang akan dianalisis berbentuk padat. yaitu yang berada di daerah bilangan gelombang 2000 – 400 cm-1.  A. Dalam daerah 2000 – 400 cm-1 tiap senyawa organik mempunyai absorbsi yang unik. maka ada dua metode untuk persiapan sampel ini. Daerah ini menunjukkan absorbsi yang disebabkan oleh vibrasi regangan. Meskipun pada daerah 4000 – 2000 cm-1 menunjukkan absorbsi yang sama. bergantung pada bentuk fisik sampel yang akan dianalisis.  o 1. kemudian beberapa tetes pasta ini ditempatkan antara dua plat sodium klorida(NaCl) (plat ini tidak mengabsorbsi inframerah pada wilayah tersebut). Nujol Mull Cara persiapan sampel dengan menggunakan Nujol Mull yaitu: Sampel digerus dengan mortar dan pestle agar diperoleh bubuk yang halus.2 mg).

 C.[3] PENENTUAN KADAR KAFEIN DALAM TEH SARING DAN TEH SARIWANGI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI FT-IR PENENTUAN KADAR KAFEIN DALAM TEH SARING DAN TEH SARIWANGI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI FT-IR Pendahuluan Tanaman teh berasal dari negara China. Kemudian plat ditempatkan dalam tempat sampel alat spektroskopi inframerah untuk dianalisis. Cairan Bentuk ini adalah paling sederhana dan metode yang paling umum pada persiapan sampel. Kalibrasi dapat dilakukan dengan menggunakan standar yang dapat diandalkan. Spektrum harus terselesaikan dan intensitas cukup memadai 2. Kenya. dibutuhkan sebuah sel silinder/tabung gas dengan jendela pada setiap akhir pada sebuah material yang tidak aktif inframerah seperti KBr. Tekanan ini dipertahankan beberapa menit. dapat tumbuh didaerah tropis dan subtropics. Spektrofotometer harus dikalibrasi sehingga pita yang teramati sesuai dengan frekuensi atau panjang gelombangnya.[2] [sunting] Penafsiran Spektrum Inframerah Untuk penafsiran spektrum inframerah tidak ada aturan kaku. seperti polistirena film. teh putih. Spektrum diperoleh dari senyawa murni 3. dan masuk ke Indonesia pada tahun 1960 (Leung 1980). dan teh oolong . maka konsentrasi larutan dan ketebalan sel harus ditunjukkan. kemudian sampel (pelet KBr yang terbentuk) diambil dan kemudian ditempatkan dalam tempat sampel pada alat spektroskopi inframerah untuk dianalisis. Sel biasanya mempunyai inlet dan outlet dengan keran untuk mengaktifkan sel agar memudahkan pengisian dengan gas yang akan dianalisis. namun syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sebagai upaya untuk menafsirkan suatu spektrum adalah     1. Teh merupakan bahan minuman yang secara universal dikonsumsi dibanyak negara serta diberbagai lapisan masyarakat. Metode persiapan sampel harus ditentukan. Setetes sampel ditempatkan antara dua plat KBr atau plat NaCl untuk membuat film tipis. Turki.  B. teh hitam. Argentina. srilanka. diantaranya Teh hijau. seperti india. Gas Untuk menghasilkan sebuah spektrum inframerah pada gas. 4. NaCl atau CaF2.dengan menggunakan alat tekanan mekanik.Teh memiliki beberapa jenis. Jika dalam bentuk larutan.

Central Nervous System). . Perbandingan intensitas inramerah yang diserap dengan sampel dan intensitas inframerah mula-mula merupakan persen transmitans (%T) (Holas 2004) Tujuan Praktikum bertujuan menentukan kadar kafein dalam teh sariwangi dan teh saring dengan metode spektrometri FT-IR. Para pemakai reguler. Prinsip menggunakan spektroskopi inframerah adalah pengukuran besarnya persen tranmitansi (%T) terhadap bilangan gelombang spectra. setidaknya ketika diberikan dalam dosis tertentu kepada subjek yang tidak mempunyai toleransi padanya. yang merupakan obat stimulan psychoactive. Kafein juga bertindak sebagai suatu pestisida alami yang mengusir dan membunuh serangga-serangga tertentu yang hidup di tanaman tersebut. dan buah dari berbagai tanaman. Pada manusia. minuman tanpa alkohol. dan kloroform. dedaunan. sudip. . Praktikum ini menentukan kadar kafein dalam sampel teh hijau. NH4OH 2M. Bahan-bahan yang digunakan ialah sampel teh saring dan teh sariwangi. Sumber cahaya inframerah yang dilewatkan melalui suatu cermin lalu diteruskan cahay tersebut mengenai senyawa anlit organic sehingga sejumlah radiasi yang mengenai sampel akan sebagian diserap oleh partikel-partikel sampel dan sebagian akan diteruskan melewati sampel. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan pada percobaan ialah alat gelas. seperti kopi. Adanya radiasi inframerah yang mengenai sampel mengakibatkan atomatom yang berikatan melakukan suatu vibrasi ulur dan vibrasi tarik. kafein adalah suatu stimulan sistem saraf pusat (CNS. Kafein ditemukan di dalam berbagai macam jenis kacangkacangan.(Tuminah 2004). sehingga kadar kafein pada suatu minuman perlu dilakukan. telah mengembangkan suatu toleransi yang kuat pada efek ini dan studi secara umum tidak dapat membuktikan dugaan umum bahwa mengkonsumsi hidangan yang mengandung kafein berkontribusi secara signifikan terhadap dehidrasi. dan spectrometer FT-IR merek Bruker-101. dimana data diperoleh melalui pengukuran sampel menggunakan spektroskopi inframerah. bagaimanapun. Namun dari sekian banyak manfaat dari teh. Hidangan-hidangan yang mengandung kafein. dan minuman berenergi. Kafein mempunyai efek diuretik. Alkaloid adalah senyawa organik mirip alkali yang mengandung atom nitrogen yang bersifat basa dalam cincin heterosiklik. mendapat ketenaran yang luas. ada efek buruk pula dari teh salah satunya yaitu kafein (tehin) yang berbahaya bila konsumsi terlalu berlebihan. Kafein paling sering dikonsumsi oleh manusia dari ekstraksi biji buah kopi dan daun teh. vortex. Kafein adalah kristal putih alkaloida xantina yang pahit. neraca analitik. teh. mempunyai pengaruh temporer untuk menghindari terhadap kantuk dan juga memulihkan keadaan siaga. seperti juga berbagai makanan dan minuman yang berbahan dasar buah kola.

htm) Seperti analisis kuantitatif dengan instrument lainnya penentuan kadar kafein secara spektrometri FT-IR ini menggunakan standar sebagai pembandingnya dan dibuat kurva standarnya. (http://library. 100 . yaitu senyawa organik mirip alkali yang mengandung atom nitrogen yang bersifat basa dalam cincin heterosiklik.114 cm-1 0 0.thinkquest.683 cm-1 1701.683 cm-1 dan 1701.018 1000 0. Pembuatan kurva standar diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Pengukuran Standar Kaffein Konsentrasi (ppm) absorbansi 1658. Kafein teh termasuk alkaloid.org/C0115926/drugs/caffeine.000 100 0.000 0. 500. Setelah di cari bilangan gelombang maksimumnya diperoleh bilangan gelombang maksimum pada bilangan gelombang 1658. Standar kafein yang digunakan yaitu pada rentang konsenterasi kafein yang dimungkinkan. sehingga absorban yang terukur oleh spectrometer FT-IR hanya diambil hasil pada bilangan gelombang tersebut.021 0.144 cm-1.040 . Sampel tersebut masuk kedalam jenis teh hijau yang umum dikonsumsi oleh orang Indonesia. pada praktikum standar yang digunakan ialah kafein dengan konsenterasi 0.Hasil dan Pembahasan Praktikum menentukan kadar kafein pada teh sariwangi dan teh saring.075 0. dan 1000 ppm.010 500 0.007 0. Struktur molekul kimianya yaitu : Gambar 1 sruktur kimia kafein.

Mula-mula sampel ditentukan bobotnya pada penimbangan dengan neraca analitik ditimbang 0. Karena nilai konsenterasi sesungguhnya berada diantara konsenterasi tersebut. Agar suspensi nya memisah dengan endapan teh tersebut.2039 997. Maka dilakukan sentrifusa. Dari data diatas maka penentuan konsenterasi kafein dalam sampel didapat masing-masing dua nilai yaitu pada bilangan gelombang 1658.114 cm-1 1658. dan di vortex selama beberapa menit.683 cm-1. Kemudian diambil atau dipipet fase kloroformnya untuk diukur oleh spektrometer Bruker-101.10-3 + 3.10-5x.683 cm-1 1701.Gambar 1 Kurva Standar Kaffein pada bilangan gelombang 1658.683 cm-1 didapat persamaan garis y = -3. Pada prinsipnya preparasi sampel dilakukan yaitu proses ekstraksi. Kemudian dilarutkan dengan NH4OH 2M.29. maka ditentukan pula absorbansi sampel nya pada bilangan gelombang yang sama. Hasilnya didapat pada bilangan gelombang 1658.73 3.2541 mg untuk sampel teh saring dan 0.084 0. Penambahan kloroform dilakukan karena kafein lebih larut dalam pelarut organik misalnya dalam praktikum ini yaitu kloroform.68.114 cm-1 diperoleh persamaan y = 2.28. Setelah dilakukan pengukuran maka diperoleh data sebagai berikut : Tabel 2 Hasil Pengukuran Sampel Kafein Sampel Absorbansi Konsentrasi kaffein (ppm) Kadar Kaffein (% b/b) 1658. adalah karena air sedikit larut dalam pelarut senyawa organik seperti kloroform yang digunakan dalam praktikum ini (Gary 2004). campuran tersebut ditambahkan kloroform sebanyak 5 mL dan divorteks.683 cm-1 dan 1701.10-5x dan pada 1701. Pertama adalah karena ketidaksengajaan memasukkan fasa air atau emulsi. Pengukuran dengan FTIR dengan memasukan sampel yang telah dipreparasi kedalam omni cell dan dimasukan ke kompartemen sampel dan kemudian diperoleh spektrumnya.039 1202.114 cm-1 1658.114 cm-1. Kedua. Pengukuran sampel tidak langsung dapat diukur menggunakan spektrometer FT-IR melainkan perlu dilakukan tahap preparasi sampel. Penambahan NH4OH ini berfungsi Tujuan penambahan NH4OH 2M adalah untuk ekstraksi kafeindan pengikatan fasa air yang terikut sertakan pada pemisahan fasa kloroform nanti dan fasa air dengan menggunakan tabung reaksi.2526 mg untuk sampel teh sariwangi. Setelah dilakukan pengkocokan. Setelah diketahui persamaan garis pada kurva standar.26.683 cm-1 1701.683 cm-1 1701.10-3 + 7. Gambar 2 Kurva Standar Kaffein pada bilangan gelombang 1701.5543 4.114 cm-1 Teh Saring 0. Dari hasil tersebut maka dibuat kurva standaranya untuk mengetahui persamaan regregasi dari grafik yang akan digunakan untuk menentukan konsenterasi kafein pada sampel. Fasa air bisa ikut serta karena dua hal.114 cm-1. Sehingga kafein yang telah terekstraksi akan larut dalam fase kloroform.93 .

7283 1.114 cm-1 y = a + bx 0.08728/(7.98 1.084 = -3.683 cm-1 [kafein] = 1202.10-5x x=0.10-3 + 7.10-3 + 7.68.26.017 499.10-5x x=0.10-5x x=0.gelombang 1658.017 = 2.10-5x x=0.03671/〖3.26x〖10〗^(-5) ) =499.68x10〗^(-5) =997.58 Perhitungan : [Kafein] dalam teh saring bilangan gelombang 1658.5543 ppm [Kafein] dalam teh sariwangi bilangan gelombang 1658.683 cm-1 y = a + bx 0.26.28.2039 mg/L x 0.7245 399.7283 ppm Kadar Kafein teh saring pada bil.683 cm-1 y = a + bx 0.10-3 + 3.01 L .03628/(7.039 = 2.68.68x10〗^(-5) =399.29.10-3 + 3.033 = -3.26x〖10〗^(-5) ) =1202.Teh Sariwangi 0.7245 ppm [Kafein] dalam teh sariwangi bilangan gelombang 1701.114 cm-1 y = a + bx 0.2039 ppm [Kafein] dalam teh saring bilangan gelombang 1701.29.2039 ppm = 1202.033 0.01471/〖3.28.

10〗^(-3)/(0.2541 g) x 100% = 4.10-3 g % b/b = (Bobot Kaffein Percobaan)/(Bobot Teh Timbang) ×100% = 〖4.7283 ppm = 399.2526 g) x 100% = 1.997283 mg = 3.997245 mg = 4.10-3 g % b/b = (Bobot Kaffein Percobaan)/(Bobot Teh Timbang) ×100% = 〖9.997283.975543 mg = 9.58 % (b/b) .114 cm-1 [kafein] = 399.975543.997254.975543.5543 ppm = 997.012022039 g % b/b = (Bobot Kaffein Percobaan)/(Bobot Teh Timbang) ×100% = (0.10〗^(-3)/(0.997283.2526 g) x 100% = 1.01 L = 3.022039 mg = 0.= 12.997254.114 cm-1 [kafein] = 997.7254 mg/L x 0.10-3 g % b/b = (Bobot Kaffein Percobaan)/(Bobot Teh Timbang) ×100% = 〖3.gelombang 1658.98 % (b/b) Kadar Kafein teh sariwangi pada bil.73 % (b/b) Kadar Kafein teh saring pada bil.gelombang 1701.01 L = 4.7254 ppm = 499.93 % (b/b) Kadar Kafein teh sariwangi pada bil.10〗^(-3)/(0.7283 mg/L x 0.gelombang 1701.5543 mg/L x 0.01 L = 9.2541 g) x 100% = 3.012022039 g)/(0.683 cm-1 [kafein] = 499.

htm(diakses tanggal29 april 2011).98 % dan 1.114 cm-1 sebesar 399.73 % dan 3. 300 mg per hari bagi wanita yang berencana hamil. 2003. Dengan noise yang lebih sedikit. namun dengan resolusi yang lebih rendah. Simpulan Kadar kafein dalam teh saring pada bilangan gelombang 1658.2039 ppm. wanita hamil dan menyusui.114 cm-1 sebesar 997. Sedangkan pada sampel teh sariwangi diperoleh hasil pada bilangan gelombang 1658.58 %(b/b). Daftar Pustaka Anonim.5543 ppm dengan kadar 4.7283 ppm dengan kadar nya 1. Sedangkan pada sampel teh sariwangi diperoleh. Food Review Indonesia Edisi September. .93% (b/b). Proses smoothing dapat mengurangi noise pada spectrum.2039 ppm. pada 1701.73 % dan 3. Untuk menghindari adanya pengaruh negatif kafein terhadap kesehatan.7245 ppm.93%(b/b).114 cm-1 sebesar 399.683 cm-1 sebesar 499. Clasification of Drugs and Caffeine. 2008.98 % dan 1.7245 dan pada bilangan gelombang 1701. pada 1701.114 cm-1 diperoleh 997. 62.5543 ppm dengan kadar 4. Penentuan didapat kadar kafein dalam teh saring pada bilangan gelombang 1658. http: //library.Spektrum yang diperoleh memiliki banyak pita-pita yang merupakan pita pengganggu diatas daerah finger print.683 cm-1 sebesar 1202. Health Canada memberikan rekomendasi batas maksimum konsumsi kafein sbb :45 mg per hari bagi anak usia 4-6 tahun.5 mg per hari bagi anak usia 7-9 tahun. Deddy Muchtadi .org/C0115926/drugs /caffeine. Orang dewasa sehat maksimum 400 mg per hari (Dedi M 2008). 85 mg per hari untuk anak usia 10 -12 tahun.683 cm-1 sebesar 499.683 cm-1 yaitu 1202. karena bila kafein yang dikonsumsi berlebih akan menyebabkan kecanduan dan memacu kerja jantung memompa darah lebih cepat sehingga pembuluh darah dapat pecah bahkan menyebabkan penyakit jantung. maka analisis spectrum dapat dilakukan lebih mudah (Stuart 2004).7283 ppm dengan kadar nya 1. thinkquest. Encyclopedia of Common Natural Ingredients. 2004. Christian. New York : John Willey and Sons Inc. 1980. Setelah dilakukan smoothing hasil spectrum akan serupa dengan hasil percobaan. Jakarta : Media Pangan Indonesia. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan proses smoothing. Gary D. Sehingga minum teh perlu dibatasi tidak boleh berlebih. dan pada bilangan gelombang 1701.58 %(b/b). Leung A Y. New York: John Wiley and Sons. Analitical Chemistry. pada bilangan gelombang 1658. Hasil diatas diperoleh dari persamaan garis kurva standar.

http://www. M.Tuminah S.id/files/144_16AntikoksidanTea. Infrared Spectroscopy: Fundamentals and Applications. Liverpool : John Willey and Sons Inc. .kalbe. 2004. 2004.K. (diakses tanggal 28 April 2011). Modern Spectroscopy Fourth Edition. Chichester : John Willey and Sons Inc. (halaman 51-52). (halaman 49).htmL. 2004.co. Stuart B. Hollas J. Var Assamica (Mast) sebagai salah satu sumber Antioksidan.pdf/144_16AntioksidanTea. Teh (Camelia Sinesis O.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful