Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum PAI

PENDAHULUAN

Kurikulum merupakan alat/ kunci dalam prosess pendidikan formal. Tidak
mengherankan apabila alat ini selalu dirombak atau ditinjau kembalii untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman. Oleh sebab itu kurikulum juga harus selalu berkembang. Istilah pengembangan menunjuk pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara baru, dimana selama kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan. Bila setelah mengalami penyempurnaan-penyempurnaan akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup mantap untuk digunakan seterusnya, maka berakhirlah kegiatan pengembangan tersebut. Kegiatan pengembangan kurikulum mencakup penyusunan kurikulum itu sendiri, pelaksanaan di sekolah-sekolah yang disertai dengan penilaian intensif. Di dalam makalah ini yang berhubungan dengan perkembangan kurikulum, maka peran guru di dalam pengembangannya sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang akan dilaksanakan secara kurikulum yang bersifat sentral maupun desentral, keduanya memerlukan penerapan dan perkembangan dari peran guru tersebut. Begitu juga dengan perkembangan kurikulum PAI, maka dari itu makalah ini akan membahas tentang peran guru terhadap perkembangan kurikulum yang akan membuka wawasan kita dalam hal peranan guru dalam pengembangan kurikulum PAI. PEMBAHASAN A. Pengertian Pengembangan Kurikulum Centre for Educational Research and Innovation (CERI) coba mendefinisikannya sebagai berikut curriculum development is the process of analiting and refining goals, aims and objektives, together with the translation of these into the content of courses by formal or informal methods. (CERI, handbook on curriculum development, P.12) Pada pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum ketujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dalam, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik. Oleh karena itu pengembangan kurikulum hendaknya bersifat antisipatif, adaptif dan aplikatif. Pada dasarnya pengembangan kurikulum adalah mengarahkan kurikulum sekarang ketujuan pendidikan yang diharapkan karana adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.

konsep-konsep tentang kurikulum. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. Program tahunan. bahan pelajaran. sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. Penyusunan kurikulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. satu semester. . Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Guru memegang peranan yang cukup penting baik didalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Dilihat dari segi pengelolaannya. Suatu kurikulum yang tersusun secara sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam emplimentasinya. Berkat keahlian keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan minat dan tahap pengembangan anak memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi serta menyusun metode dan alat yang tepat. membangkitkan motivasi belajar. Dia adalah perencana. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Sentralisasi dalam kurikulum yang bersifat guru tidak mempunyai peranan dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. menciptakan situasi kompetitif dan kooperatif dan memberikan pengarahan juga bimbingan. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur.B. beberapa minggu. kecakapan. Kurikulum makro disusun oleh tim khusus yang terdiri atas para ahli. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreatifitasnya anak. atau beberapa hari saja. Karena guru juga merupakan barisan pengembangan kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. sentral desentral : 1. Kurikulum untuk satu tahun. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. satu semester disebut juga program tahunan. Dialah yang mengolah. Guru menyusun kurikulum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. tapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaianpenyesuaian. desentralisasi. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. metode dan media pembelajaran dan evaluasi hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. beberapa hari disebut satuan pelajaran. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. atupun satuan pelajaran memiliki komponen-komponen yang sama yaitu tujuan. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang. Sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreatifitas. kesungguhan dan ketekunan guru. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya.

Guru-guru turut memberi andil dalm merumuskan dalam setiap komponen dan unsur dari kurikulum. mereka mempunyai perasaan turut memilki kurikulum dan terdorong untuk . Kedua. tetapi juga di dalam menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya.5) belum semua sekolah/ daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah. kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. Dalam kegiatan yang seperti itu. 3. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan oleh atas karakteristik. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan yaitu bentuk sentral desentral. kebutuhan. untuk mengembangkan diri. 2) tidak adanya standart penilaian yang sama sehingga sukar untuk diperbandingkannya keadaan dan kemajuan suatu sekolah/ wilayah dengan sekolah/ wilayah lainnya. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. bukan hanya dalam penjabaraban kurikulum induk ke dalam program tahunan/ semester/ atau satuan pelajaran. Guru-guru turut berpartisipasi. Keempat. 3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa kesekolah/ wilayah lain. Beberapa kelemahan kurikulum ini adalah 1) tidak adanya keseragaman untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. finansial dan manajerial. peranan guru dalam dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. dalam kurikulum yang yang dikelola secara sentralisasi desentralisasi mempunyai batas-batas tertentu juga. ada motivasi kepada sekolah (kepala sekolah. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. Bentuk kurikulum ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. bentuk ini kurang tepat. guru). Kurikulum ini diperuntukan bagi suatu sekolah ataupun lingkungan wilayah tertentu. Ketiga. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri tetapi kurikulum ini cukup realistis. kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah baik kemampuan profesional. atau sekolah-sekolah tersebut. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Sentral Desentral Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. Kelebihannya antara lain : pertama. 4) sukar untuk mengadakan pegelolaan dan penilaian secara nasional. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum yang Bersifat Desentralisasi kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah.2.

Guru bukan hanya berperan sebagi pengguna. pengembang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. penilaian dan penyempurnaan kurikulum PAI. kompetensi tamatan/lulusan. kompetensi bahan kajian PAI. serta disiplin mental spiritual sebagaimana pengaruh dari timur tengah. a.dan/ atau(3) kegiatan penyusunan (desain). kopmpetensi mata pelajaran PAI ( TK. Bagi sekolah/madrasah yang bersangkutan. guru. . VI. X. dan absolutis kepada cara berpikir historis. penyusun. D. IX. SMA/MA ). kompetensi mata pelajaran kelas (Kelas I. pengembangan kurikulum PAI tersebut ternyata mengalami perubahan-perubahan paradigma. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikut sertakan. sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang diinginkan atau dalan istilah KBK disebut standar kopetensi PAI. makna dan motivasi beragama islam untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI: (2) perubahan dari cara berpikir tekstual. Dalam realitas sejarahnya. tetapi perencana. dan kontekstual dalam memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran dan nilainilai agama Islam: (3) perubahan dari tekanan pada produk atau hasil pemikiuran agama Islam daripada pendahulunya kepada proses atau metodologinya sehingga menghasilkan produk tersebut: dan(4) perubahan dari pola pengembangan kurikulum PAI yang hanya mengandalkan pada para pakar dalam memilih dan menyusun isi kurikulum PAI kearah keterlibatan yang luas dari para pakar. C. empiris. tujuan PAI dan cara-cara mencapainya. VIII.SD/MI. meliputi fungsi dan tujuan pendidikan nasional. SMP/MTs. kompetensi lintas kurikulum. VII. IV. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kelas akan lebih tepat dan lancar. Pengembangan Kurikulum PAI Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam(PAI) dapat diartikan sebagai: (1) kegiatan menghasilkan kurikulum PAI atau (2) proses yang mengkaitkan satu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan kurikulum PAI yang lebih baik. walaupun dalam beberapa hal-hal tersebut masih tetap dipertahankan hingga sekarang. Fungsi Kurikulum PAI 1.mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirinya dalam pengembangan kurikulum. V. III. XII). XI. pemikir. II. kepada pemahaman tujuan. mereka memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. Hal ini dapat dicermati dari fenomena berikut: (1) perubahan dari tekanan pada hafalan dan daya ingatan tentang teks-teks dari ajaran-ajaran agtama islam. pelaksanaaan. normative.

bentuk/format silsbus . politik. a. belajar sepanjang hayat. E. Menjaga kesinambungan. yang antara lain berisin : informasi dan jenis dokumen yang dihasilkan . sehingga sekolah/madrasah harus mengetahui hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam konteks pengembangan PAI. Bagi masyarakat. 2. . (siswa. Bagi sekolah/madrasah atau diatasnya. ekonomi. proeses pembelajaran di kelas atau di luar kelas. sehingga diketahui tingkat efisiensi dan efektivitasnya. Menghindari keterulangan sehingga boros waktu c. Masyarakat sebagai pengguna lulusan (users). serta evaluasi pembelajaran. 4. implementasi hingga evaluasinya itu sendiri. Visi yang dicanangkan Visi adalah the statement of ideas or hopes. kebutuhan stakeholders. Hasil evaluasi kurikulum sebelumnya dan tuntutan perkembangan iptek dan zaman. apa yang tertuang dalam dokumen tersebut kemudian dikembangkan dan disosialisasikan dalam proses pelaksanaannya. Pandangan-pandangan para pakar dengan berbagai latar belakangnya. a. 3. budaya dan teknologi. yang dapat berupa pengembangan kurikulum dalam bentuk satuan acara pembelajaran atau SAP. yakni pernyataan tentang cita-cita atau harapan-harapan yang ingin dicapai oleh suatu nlembaga pendidikan dalam jangka panjang. dari evaluasi ini akan diperoleh umpan balik (feed back) untuk digunakan dalam penyempurnaan kurikum berikumnya. 3. Proses Pengembangan Kurikulum Dalam menyusun perencanaan ini kurikulum bisa berasal dari : 1. Kecendrungan era globalisasi yang menuntut seseorang untyuk memiliki etos Kelima ide tersebut kemudian diramu sedemikian rupa untuk dikembangkan dalam program atau kurikulum sebagai dokumen. Melakukan penyesuaian b. pengguna lulusan). masyarakat. melek sosial. 5. dengan demikian.b. dan komponen-komponen kurikulum yang harusdikembangkan. pedoman untuk mengatur kegiatan-kegiatan pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah. 2. dan kebutuhan untuk studi lanjutan. Adanya kerja sama yang harmonis dalam hal pembenahan dan pengembangan kurikulum PAI. proses pengambangan kurikum munutut adanya evaluasi secara berkelanjutan mulai dari perencanaan. b.

budaya dan etika.Karena itu. Dalam kurikulum guru tidak mempunyai peranan dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. Peranan pendidik dalam penumbuhan nilainilai Illahiah akan lebih meningkat bila disertai dengan berbagai perubahan. yakni tentang perkembangan kurikulum dari segi pembahasan fungsi maupun beberapa sifat kurikulum yang berkaitan dengan perkembangannya. Penyusunan kurikulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. Nilai Illahiah berkaitan dengan nilai Imaniah. Kamrani Buseri menekankan bahwa peranan pendidik adalah untuk menumbuhkan nilai Illahiah terhadap peserta didik. Hal ini akan berimplikasi pada banyaknya masalahpendidikan yang harus segera diatasi. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah. tanpa harus menunggu nunggu keputusan dari atas. peran guru atau pendidik adalah Dalam konteks pendidikan Islam. Apabila saat ian masyarakat sudah memasuki era globalisasi. Ubudiyah dan Mualamah. kebutuhan. dalam hal ini pendidik mesti berusaha sekuat kemampuannya untuk mengembangkan diri peserta didik terhadap nilai-nilai tersebut. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan oleh atas karakteristik. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. atau sekolah-sekolah tersebut. Kurikulum Desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. A. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan yaitu bentuk sentral desentral. baik dibidang iptek maupun sosial. pembelajaran. Kurikulum makro disusun oleh tim khusus yang terdiri atas para ahli. nilai Illahiah berkaitan dengan konsep tentang ketuhanan dan segala sesuatu bersumber dari Tuhan. politik. nilai Illahiah berkaitan dengan konsep tentang Kemudian dilihat dari pentingnya peran guru dalam perkembangannya maka bisa dikatakan amat berpengaruh besar terhadap proses . PENUTUP SIMPULAN Dari semua yang telah dijabarkan. Kurikulum ini diperuntukan bagi suatu sekolah ataupun lingkungan wilayah tertentu. menekankan bahwa peranan pendidik adalah untuk menumbuhkan nilai Illahiah terhadap peserta didik. Dalam pengembangan kurikulum PAI. pengembangan kurikulum PAI perlu dilakukan secara terus menerus guna merespon dan mengantisipikasi pengembangan dan tuntutan yang ada tanpa harus menunggu pergantian Menteri Pendidikan Nasional atau Menteri Agama. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum PAI Dalam konteks pendidikan Islam. Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. penghayatan. dan penerapan strategi dengan perkembangan jiwa peserta didik yang disesuaikan dengan jiwa peserta didik.

Raja Grafindo Persada. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta : PT. DR. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Prof. 2005. Muhaimin. :Bumi Aksara. Drs. Jakarta : PT. 1993. Dr. Note : makalah ini dibuat ketika saya dan teman-teman masih kuliah dan berhasil presentasi makalah dengan predikat A. Kaharuddin Eka Putra (saya Sendiri) 2. 2005. M. H. Prof. Elina Butsiyanti 4.A. Muhammad Untung 3. Hamdan. Dakir. Ubudiyah dan Mualamah. Jakarta : PT.H. Nilai Illahiah berkaitan dengan nilai Imaniah.ketuhanan dan segala sesuatu bersumber dari Tuhan. makalah dibuat oleh : 1. 2004. M. Khairunnisa 5. Ernawati Dosen : Drs. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. . Bandung : Remaja Rosdakarya Offset.Pd DAFTAR PUSTAKA Drs. Hendyat Soetopo. H. Nana Syaodih Sukma Dinata. Rineka Cipta. Prof.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful