TEORI DAN HUKUM KONSTITUSI -WHI 3215Block Book

Planning Group: Edward T.L. Hadjon, S.H., LL.M. (Koordinator) e-mail: www.hadjon.edward@gmail.com I Gede Yusa S.H., M.H. Bagian Hukum Tata Negara FH UNUD.

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA 2009 / 2010
1. Pengantar

Pemahaman konstitusi pada saat ini sedikit bergeser akibat adanya perubahan nilai-nilai politik yang dikembangkan dalam suatu negara. Seyogianya pemahaman tentang teori konstitusi sangat penting sebagai acuan dalam penerapan aturan dasar suatu negara sebagai hasil interaksi politik dan sosial. Pembelajaran mengenai teori dan hukum konstitusi berada di bawah naungan mata kuliah wajib Hukum Tata Negara, kemudian disebut dengan HTN. Kajian ini adalah prasyarat bagi mereka yang akan mengambil mata kuliah Ilmu Perbandingan HTN dan sebagai dasar yang melengkapi kajian-kajian dalam bidang HTN pada umumnya. Teori Konstitusi adalah sebuah kajian dalam garis besar tentang apa dan bagaimana konstitusi sepanjang sejarah, dalam hal ini dibicarakan sejumlah pengertian dasar tentang konstitusi, faham-faham atau doktrin-doktrin yang penting mengenai konstitusi yang tidak terlepas kaitannya dengan pola pandang suatu bangsa dalam perspektif negara modern. Fokus pembelajaran Teori dan Hukum Konstitusi ini adalah pada pemahaman tentang dasar-dasar konstitusi dan hukum konstitusi, norma dasar, cita hukum dan konstitusi, teori konstitusi, eksistensi konstitusi, klasifikasi konstitusi, muatan konstitusi dan hukum konstitusi Indonesia sendiri. 2. Identifikasi Mata Kuliah WHI 3215 Team Pengajar : : TEORI DAN HUKUM KONSTITUSI Prof. Dr. I Dewa Gede Atmadja, S.H., M.S. I Gede Yusa, S.H., M.H. Wayan Suarbha, S.H. Edward T.L. Hadjon, S.H., LL.M Status Mata Kuliah SKS 3. Deskripsi Mata Kuliah : : MK Wajib 2

eksistensi konstitusi. teori konstitusi. dan XI. Satu kali pertemuan untuk Ujian Tengah Semester. X. Tutorial 6 kali pertemuan yaitu pertemuan II. Tujuan Mata Kuliah Melalui pemahaman terhadap Mata Kuliah Teori dan Hukum Konstitusi mahasiswa diharapkan memahami pengetahuan tentang dasar-dasar pemikiran Konstitusi dan Hukum Konstitusi.Tujuan perkuliahan ini adalah mempelajari Teori dan Hukum Konstitusi dengan pendekatan secara historis. Setelah memahami konsep tersebut akan lebih dalam lagi menyentuh pengertian dan sifat konstitusi itu sendiri. V. 5. 4. III. norma dasar dan cita hukum konstitusi. Strategi pembelajaran : Kombinasi perkuliahan 50 % (6 kali pertemuan perkuliahan) dan tutorial 50 % (6 kali pertemuan tutorial). Pelaksanaan Perkuliahan : Dalam Mata Kuliah Teori dan Hukum Konstitusi. klasifikasi konstitusi dan hukum konstitusi Indonesia. yuridis. VIII. Metode yang diterapkan adalah “belajar” (learning) bukan “mengajar”(teaching). Metode dan Strategi Proses Pembelajaran Metode Perkuliahan adalah Problem Based Learning (PBL) pusat pembelajaran ada pada mahasiswa. dan politis. pada pertemuan pertama akan dibahas mengenai konsepsi atau dasar-dasar hukum konstitusi. IX. VII. dan satu kali untuk Ujian Akhir Semester. Perhatian pada pertemuan pertama adalah pada pemahaman terhadap istilah dan pengertian hukum konstitusi. dan XII. Sesuai dengan fokus pembelajaran yang telah dijelaskan dalam pengantar di atas. Total pertemuan 14 kali. VI. . hingga pada akhir pertemuan perkuliahan akan mendapat penjelasan yang nyata mengenai konstitusi dan hukum konstitusi Indonesia. IV. serta mampu menganalisis persoalan-persoalan hukum dalam praktek berkaitan dengan Konstitusi dan Hukum Konstitusi. perkuliahan dirancang berlangsung selama 6 kali pertemuan yaitu pertemuan I.

Materi Perkuliahan Range 80-100 65-79 55-64 40-54 0-39 + 2(UAS) . Penilaian Penilaian akhir dari proses belajar berdasarkan Rumus Nilai Akhir sesuai Buku Pedoman yaitu : (UTS+TT) 2 NA 3 Nilai A B C D E 7. serta penyiapan bahan bacaan tertentu yang dipandang sulit diakses oleh mahasiswa. power point slide. Sebelum mengikuti perkuliahan mahasiswa sudah mempersiapkan diri (self study) mencari bahan materi. Ujian dan Penilaian Ujian Ujian dilaksanakan dua kali dalam bentuk tertulis yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). membaca dan memahami pokok bahasan yang akan dikuliahkan sesuai dengan arahan (guidance) dalam BlockBook. 6.Strategi Perkuliahan : Perkuliahan tentang sub-sub pokok bahasan dipaparkan dengan alat bantu media papan tulis. tanya jawab dan diskusi (proses pembelajaran dua arah). Teknik perkuliahan : pemaparan materi.

Tujuan dan Fungsi Konstitusi III. Klasifikasi Konstitusi   Tipologi/ Klasifikasi Konstitusi Materi Muatan Konstitusi IV. Eksistensi Konstitusi   Motif Pembentukan Konstitusi Kedudukan. Dasar-Dasar Pemikiran Konstitusi dan Hukum Konstitusi     Istilah dan Pengertian Konstitusi dan Konstitusionalisme Nilai Konstitusi Sifat Norma Konstitusi II. Hukum Konstitusi Indonesia     Dualisme Naskah UUD 1945 Interpretasi Konstitusi Penegakan Norma Hukum Konstitusi Pelestarian Konstitusi . Supremasi dan Perubahan Konstitusi    Supremasi Konstitusi Perbandingan Supremasi Konstitusi dan Supremasi Parlementer Perubahan dan Pengembangan Konstitusi VI. Konstitusi dan Negara   Embrio Konstitusi dalam Negara Nilai penting Konstitusi dalam Negara V.I.

V.II. Bandung.  Jimly Asshiddiqie.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. 2006. Bandung. dkk.D. Kumpulan Tulisan . Buku   Cet. FH UII PRESS. Perubahan Konstitusi Sudut I. Refleksi Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. 2009. Maret 2004. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Yogyakarta. Prosedur dan Sistem Perubahan Konstitusi.  Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. Teori dan Hukum Konstitusi: Negara. Bahan Bacaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia  Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Literatur dan Bahan Bacaan Lain A. 1986.G Atmadja. ed.. Makalah Tanpa Tahun. Dicey. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. I.D. Jakarta.  II. 2007. DPR. Jimly Asshiddiqie. 2006. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja. Jakarta. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia.  Pandang Perbandingan. Mahkamah Konstitusi dan Cita Hukum Negara Indonesia. Pengantar Studi Hukum Konstitusi.8. DPD dan MPR dalam UUD 1945 Baru. Kompilasi Konstitusi Sedunia. Bagir Manan. 1984.  Sri Soemantri.G Atmadja. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Sri Soemantri.  Jimly Asshiddiqie.  Alumni. Hukum Konstitusi. Jakarta.

 Mirza Nazution. Persiapan Proses Perkuliahan Mahasiswa diwajibkan sudah memiliki BlockBook Mata Kuliah Teori dan Hukum Konstitusi sebelum dimulai. Negara dan Konstitusi. USU digital library.4-5 Th. Denpasar. 9. Tinjauan Konstitusional Terhadap Pelaksanaan Mirza Nazution.  2004. September 2009. P. USU digital library. Pelimpahan Tugas dan Wewenang Kepada Pemilu Dalam Negara Demokrasi Indonesia. Makalah Tanpa Tahun. 1991. dan sudah mempersiapkan materi sehingga proses perkuliahan dan tutorial dapat terlaksana dengan lancar.M. Hadjon. MAHKAMAH KONSTITUSI: THE GUARDIAN AND THE INTERPRETER OF THE CONSTITUTION. . VI. No.  Presiden/Mandataris MPR dalam Rangka Penyuksesan dan Pengamanan Pengembangan Pembangunan Nasional.  Pan Mohamad Faiz . Yuridika. 2004.(Digunakan di lingkungan sendiri Fakultas Hukum Udayana).

Denpasar. pp. Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. Kumpulan Tulisan (Digunakan di lingkungan sendiri FH UNUD).   Istilah dan Pengertian Konstitusi dan Konstitusionalisme Nilai Konstitusi Sifat Norma Konstitusi Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Kompilasi Konstitusi Sedunia. Jakarta.D. dkk. ed. Jimly Asshiddiqie.. September 2009.  Marhaendra Wira Atmaja. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi J. Asshiddiqie. 2006. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks.Pertemuan 1 : Perkuliahan 1 (Lectures) Dasar-Dasar Pemikiran Konstitusi dan Hukum Konstitusi     Bahan Bacaan : Literartur  I. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia.52-56. .G Atmadja. Buku II.

1 – 17  UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Konstitusi merupakan dasar berdirinya suatu negara.D. September 2009. Bahan Bacaan : Literartur   J. I. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia. Denpasar. 5 – 13. pp. . pp. Perubahan Konstitusi Sudut Marhaendra Wira Atmaja.G Atmadja.Pertemuan 2 : Tutorial 1 Discussion Task – Study Task Pengertian dan peranan Konstitusi – apakah saudara setuju dengan pernyataan berikut ? 1. Asshiddiqie. Kumpulan Tulisan (Digunakan di lingkungan sendiri FH UNUD). 2. Konstitusi adalah sumber dari segala peraturan peundang-undangan yang berlaku dalam suatu negara. Hukum Konstitusi. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami Pandang Perbandingan.

pp. Kumpulan Tulisan. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami Mirza Nazution.G Atmadja.Pertemuan 3 : Perkuliahan 2 (Lectures) Eksistensi Konstitusi   Bahan Bacaan : Literatur  I. Jimly Asshiddiqie. Negara dan Konstitusi. Kompilasi Konstitusi Sedunia. Tujuan dan Fungsi Konstitusi Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.   Motif Pembentukan Konstitusi Kedudukan. ed. . dkk.  UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks.D. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja. Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. Buku II..16-30.

pp. Oleh karenanya. Kumpulan Tulisan.G Atmadja. pasca reformasi dan perubahan UUD 1945.D. konstitusi dan hukum ketatanegaraan bukan lagi sekedar objek teoritis. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.Pertemuan 4 : Tutorial 2 Discussion Task . implementasi teori dan upaya hukum tata negara telah memperoleh ladang praktik yang subur. Negara dan Konstitusi. Akan tetapi dengan kehadiran Mahkamah Konstitusi. Apalagi. sifat dan fungsi konstitusi dalam kaitan permasalahan tersebut di atas! Bahan Bacaan: Literatur  Marhaendra Wira Atmaja.Study Task “…Tolok ukur tepat atau tidaknya tujuan konstitusi itu dapat dicapai tidak terletak pada banyak atau sedikitnya jumlah pasal yang ada dalam konstitusi yang bersangkutan.  Mirza Nazution. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks.16-30.  I. Pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung di dalam konstitusi menjadi lebih hidup dan berkembang. konstitusi kini bukan lagi menjadi lantunan pasal-pasal mati yang pada umumnya selalu dijadikan sebagai pemanis kebijakan dan formalitas belaka…” Jelaskan kedudukan. Banyak praktek di banyak negara bahwa di luar konstitusi tertulis timbul berbagai lembaga-lembaga negara yang tidak kurang pentingnya dibanding yang tertera dalam konstitusi dan bahkan hak asasi manusia yang tidak atau kurang diatur dalam konstitusi justru mendapat perlindungan lebih baik dari yang telah termuat dalam konstitusi itu sendiri. .

Pertemuan 5 : Perkuliahan 3 (Lectures) Klasifikasi Konstitusi  Tipologi/ Klasifikasi Konstitusi  Materi Muatan Konstitusi Bahan Bacaan : Literatur  I. VI. pp.56-65. Hadjon. . Pelimpahan Tugas dan Wewenang Kepada Presiden/Mandataris MPR dalam Rangka Penyuksesan dan Pengamanan Pengembangan Pembangunan Nasional.G Atmadja. USU digital library. Yuridika. pp. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.M.  Mirza Nazution. Kumpulan Tulisan.  Marhaendra Wira Atmaja.  P. No.D.5-7.4-5 Th. Negara dan Konstitusi. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks. 1991.

Cet. DPD dan MPR dalam UUD 1945 Baru. . saat ini MK justru terlalu kuat karena dapat membatalkan udangundang dengan mudah.  Bagir Manan. kekuatan lembaga ini juga perlu diimbangkan. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.G Atmadja. Maret 2004.  Mirza Nazution. FH UII PRESS.  I.D. Yogyakarta. Oleh karena itu.II.Pertemuan 6 : Tutorial 3 Discussion Task . Negara dan Konstitusi.5-6. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam Aras Teks dan Konteks. Kumpulan Tulisan. karena MK mencegah kubu legislatif (DPR) dan eksekutif (Presiden) menjadi terlalu kuat. Antara lain dengan memberikan kuasa bagi Komisi Yudisial untuk mengawasi hakim konstitusi serta melarang MK mengambil keputusan diluar permintaan penuntut. pp. DPR. pp. Apakah kondisi yang demikian mencerminkan materi muatan konstitusi yang seyogianya ideal? Jelaskan sesuai dengan pandangan yang diberikan oleh Maarseveen! Daftar Bacaan: Literatur  Marhaendra Wira Atmaja. Keduanya melalui amandemen. USU digital library.56-65. Masalahnya.Study Task Mahkamah Konstitusi memang memberikan angin perimbangan yang segar.

D. I.G Atmadja. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks.   Embrio Konstitusi dalam Negara Nilai penting Konstitusi dalam Negara sesudah Perubahan UUD 1945. Asshiddiqie.Pertemuan 7 : Perkuliahan 4 (Lectures) Konstitusi dan Negara   Bahan Bacaan : Literatur  Marhaendra Wira Atmaja. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia. Kumpulan Tulisan.10-16. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami J. pp. .

Wilayah tertentu. 4.. .. baru riel-ada kalau melalui empat unsur yaitu : 1.Pertemuan 8: Tutorial 4 Discussion Task – Study Task ”.Tugas : buatlah Legal Opinion terhadap problematika eksistensi suatu “negara” yang tersebut di atas melihat dari teori-teori yang mengemukakan nilai penting konstitusi suatu negara! Bahan Bacaan : Literatur  Marhaendra Wira Atmaja. Kumpulan Tulisan.. Fungsi kenegaraan suatu bangsa belum cukup terjamin kalau belum ada hukum dasar yang mengaturnya. 2. karena fase perjalanan bangsa saat itu. eksistensi suatu “negara” yang diisyaratkan oleh A. mengharuskan ada suatu pilihan prioritas yang mesti diambil.. Pringgodigdo. Jelaskan konteks embrio konstitusi tersebut di atas dilihat dari perspektif sudut pembentukan (maker) konstitusi dalam negara! Problem Task – Study Task Pada sisi lain. bahwa UUD suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. Pengakuan dari negara-negara lain.bahwa penyusunan konstitusi demikian sangat dapat dimengerti. Memenuhi unsur pemerintah yang berdaulat. Hukum dasar yang dimaksud ialah sebuah konstitusi atau Undang-Undang Dasar. sedangkan di samping UUD itu berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis. keberadaan konstitusi yang terkait dengan proklamasi. Apalagi UUD 1945 menyebutkan. seperti tercermin dalam pembukaan konstitusi Indonesia. sesungguhnya telah meneguhkan dasar bagi adanya “kontrak sosial” yang ideal. UUD ialah hukum dasar yang tertulis.G.”. Secara sosiologis dan filosofis.. Teori dan Hukum Konstitusi: Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. 3. Rakyat yang hidup teratur sebagai suatu bangsa (nation).

Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia.  J. Asshiddiqie.10-16 . I.G Atmadja. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. pp.D.

 Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Pengantar Studi Hukum Konstitusi. pp.  I. pp.  Negara.131Supremasi Konstitusi Perbandingan Supremasi Konstitusi dan Supremasi Parlementer Perubahan dan Pengembangan Konstitusi .6Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.Pertemuan 9 : Perkuliahan 5 (Lectures) Supremasi dan Perubahan Konstitusi    Bahan Bacaan : Literatur  139.V. Negara dan Konstitusi. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Sri Soemantri. USU digital library. Teori dan Hukum Konstitusi: Mirza Nazution. Pengantar Perbandingan Antar Hukum Tata Marhaendra Wira Atmaja. pp. Bandung. Jakarta.  7.D. Dicey.81-95. Kumpulan Tulisan. A.G Atmadja.

Karena itu yang diperlukan sekarang hanyalah sedikit amandemen tambahan saja. upaya untuk memperbaharui konstitusi Turki memang cukup riskan. meyakinkan para pemimpin politik bahwa reformasi konstitusi itu lebih diperlukan sekarang dan bukannya nanti.Pertemuan 10: Tutorial 5 Study Task .” Pertanyaan hukum: apakah Turki dalam hal ini dapat dikatakan menganut Supremasi Parlementer? Dan apabila dalam hal perubahan konstitusi yang dilakukan oleh Turki dapat tercapai apakah kemudian Turki dapat dikatakan menjalankan Supremasi Konstitusi? Serta jelaskan sistem perubahan konstitusi yang dapat dilaksanakan oleh Turki! Bahan Bacaan: Literatur  I.G Atmadja. dan sudah seyogyanya konstitusinya mencerminkan hal tersebut.. Kumpulan Tulisan. mereformasi proses peradilan. Mereka berpendapat bahwa Turki sudah tidak lagi dalam kekuasaan militer.. Namun. Teori dan Hukum Konstitusi: Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. juga karena banyak masalah regional yang melibatkan Turki yang membuat mereka sibuk.D.Beberapa kalangan konservatif Turki berpendapat bahwa konstitusi yang saat ini berlaku sudah terlalu sering diamanden (79 ayat telah diubah dan 13 amandemen telah ditambahkan dalam 26 tahun terakhir).. dan menjamin kebebasan individu secara lebih jelas. Selain karena masih malu akibat upaya mereka mengubah konstitusi tanpa konsultasi dengan pihak lain. Namun.. banyak sektor dalam masyarakat Turki yang sudah lama menginginkan perubahan. Ibarat melakukan bedah jantung. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. mengurangi kekuasaan lembaga kepresidenan. Rancangan konstitusi baru akan lebih bisa memperkuat sistem parlementer. serta memelihara political will untuk melaksanakannya bukanlah hal mudah.Problem Task ”. .

G Atmadja. Mahkamah Konstitusi dan Cita Hukum Negara Indonesia. Refleksi Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.D. Tinjauan Konstitusional Terhadap Pelaksanaan Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945. Dualisme Naskah UUD 1945 Interpretasi Konstitusi Penegakan Norma Hukum Konstitusi Pelestarian Konstitusi . Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja.  I.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks. Kumpulan Tulisan  Pemilu Dalam Negara Demokrasi Indonesia.Pertemuan 11 : Perkuliahan 6 (Lectures) Hukum Konstitusi Indonesia     Bahan Bacaan : Literatur  Jimly Asshiddiqie. Teori dan Hukum Konstitusi: Mirza Nazution.

kemudian menegaskan bahwa putusan MK terhadap kasus tersebut dapat langsung dilaksanakan tanpa perlu menunggu Perpu atau peraturan KPU.  I. Refleksi Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Kumpulan Tulisan. Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian tuntutan dari Refly Harun dan Maheswara Prabandono yang menjadi pemohon pembatalan Pasal 28 dan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (UU Pilpres) berkaitan dengan syarat bahwa hanya pemilih terdaftar di DPT yang dapat menggunakan hak memilihnya. Oleh para pemohon hal itu dianggap menghambat hak memilih warga negara yang merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Ketua MK. Teori dan Hukum Konstitusi: Mirza Nazution.  Memahami UUD 1945 dalam aras Teks dan Konteks.D. Tinjauan Konstitusional Terhadap Pelaksanaan Indonesia sesudah Perubahan UUD 1945.Pertemuan 12 : Tutorial 6 Problem Task – Study Task Pada 6 Juli 2009 lalu. Mahfud MD. MK yang lahir dengan latar belakang fungsi sebagai ”penterjemah” Konstitusi apakah dalam hal ini dapat dikatakan telah melanggar konstitusi dalam konteks UUD? Tugas: Mahasiswa dibagi dalam 6 kelompok dan menganalisa problematika konstitusi tersebut di atas dengan melihat pada UUD RI 1945 yang dituangkan dalam bentuk Legal Opinion untuk kemudian di presentasikan! Bahan Bacaan: Undang-Undang Dasar RI Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Literatur  Jimly Asshiddiqie. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Marhaendra Wira Atmaja.  Pemilu Dalam Negara Demokrasi Indonesia. Mahkamah Konstitusi dan Cita Hukum Negara Indonesia.G Atmadja. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful