JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

KOMUNIKASI DATA

2011
MAKALAH TEKNIK MULTIPLEXING
Muhammad Heikal Hamdani 2210100058 Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Amin.KATA PENGANTAR Rasa syukur yang dalam ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah. 5 Mei 2011 Penyusun . Semoga makalah ini dapat berguna dikemudian hari dan menambah pengetahuan masyarakat banyak. Surabaya. karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan yang diharapkan. Makalah ini disusun dengan suatu harapan agar dapat memberi pengatahuan lebih kepada masyarakat luas mengenai teknik multiplexing disamping pelaksanaan kewajiban terhadap tugas mata kuliah komunikasi data. khususnya kalangan sesama mahasiswa. Makalah ini terdiri dari beberapa informasi mengenai teknik-teknik multiplexing dalam kehidupan seharihari. Terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Makalah ini masihlah jauh dari sempurna oleh sebab itu berbagai saran dan kritik demi penyempurnaan sangat diharapkan.

............................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................. DAFTAR PUSTAKA............4 Teknik Multipleksing (Code Division Multiplexing (CDM)) BAB III KESIMPULAN.............................................................1 Pengertian Multipleksing 2......... ................................................................... PEMBAHASAN.............. DAFTAR ISI......................................................................................................................................................2 Teknik Multipleksing (Time Division Multiplexing (TDM)) 2.............................................................................................3 Teknik Multipleksing (Frequency Division Multiplexing (FDM)) 2.. 2. BAB I BAB II PENDAHULUAN....

Bentuk paling dasar dari multipleksing adalah time-division multipleksing (TDM) dan frequencydivision multiplexing (FDM). (DEMUX). dan jaringan komputer. dapat mengubah data asli di sisi penerima. multipleksing mengijinkan beberapa sinyal analog untuk diproses oleh satu analog-to-digital converter (ADC). dalam elektronik. FDM sering disebut sebagai wavelength-division multiplexing (WDM). Contohnya. multipleksing adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk ke sebuah proses di mana beberapa sinyal pesan analog atau aliran data digital digabungkan menjadi satu sinyal. sinyal yang telah dimultipleks disalurkan ke sebuah saluran komunikasi. yang mungkn juga merupakan medium transmisi fisik. Tujuannya adalah untuk berbagi sumber daya yang mahal. telekomunikasi. Dalam komunikasi. masing-masing satu untuk setiap sinyal pesan atau aliran data yang ingin disalurkan. beberapa panggilan telepon dapat disalurkan menggunakan satu kabel. Sebuah alat yang melakukan multipleksing disebut multiplekser (MUX) dan alat yang melakukan proses yang berlawanan disebut demultiplekser. dan dalam telekomunikasi. dikenal dengan demultipleksing. Multipleksing membagi kapasitas saluran komunikasi tingkat-rendah menjadi beberapa saluran logik tingkat-tinggi. Dalam komunikasi optik. .BAB I PENDAHULUAN Dalam elektronik. Sebuah proses kebalikannya.

Sebagai contoh. Pada tahun 2000-an ini. Multiplexing merupakan Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan secara bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dan untuk di sisi penerima. Teknik ini dinamakan Time Division Multiplexing (TDM). Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel. Yang kedua adalah multiplexing dengan cara tiap pelanggan menggunakan saluran secara bergantian. satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan ribuan percakapan telepon. ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal dengan modem ADSL (asymetric digital subscriber loop). Teknologi ini digunakan di Indonesia hingga tahun 90-an pada jaringan telepon analog dan sistem satelit analog sebelum digantikan dengan teknologi digital. Teknik ini dinamakan Frequency Division Multiplexing (FDM). gabungan sinyal – sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing – masing. atau kabel optik. Tiap pelanggan diberi jatah waktu (time slot) tertentu .BAB II PEMBAHASAN Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (banyak) informasi melalui satu saluran. Proses ini disebut dengan Demultiplexing. Yang pertama. pemancar & penerima (transceiver). Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur satu sama lain. Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh. Teknik multiplexing ada beberapa cara. baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio). multiplexing dengan cara menata tiap informasi (suara percakapan 1 pelanggan) sedemikian rupa sehingga menempati satu alokasi frekuensi selebar sekitar 4 kHz.

Berikut adalah beberapa poin tentang multipleksing yang meliputi tujuan. A. keuntungan. Beberapa alasan penggunan multiplex:    Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi Memanfaatkan sumber daya seefisien mungkin Kapasitas terbatas dari saluran telekomunikasi digunakan semaksimum mungkin . setiap pelanggan akan mendapatkan giliran setiap 125 microsecond. Teknik multiplexing yang ketiga adalah Code Division Multiplexing (CDM) yang dirancang untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh teknik multipleksing sebelumnya. yaitu TDM dan FDM. Kenapa si pelanggan tidak merasakan pergantian itu? Karena pergantiannya terjadi setiap 125 microsecond.sedemikian rupa sehingga semua informasi percakapan bisa dikirim melalui satu saluran secara bersama-sama tanpa disadari oleh pelanggan bahwa mereka sebenarnya bergantian menggunakan saluran. Tujuan dan Keuntungan Multiplexing Tujuan penggunaan teknik multiplesksing adalah meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama. jenis. hanya jatah waktunya semakin cepat. alasan penggunaan. Keuntungan :   Komputer host hanya butuh satu port I/O untuk banyak terminal Hanya satu line transmisi yang dibutuhkan B. berapapun jumlah pelanggan atau informasi yang ingin di-multiplex. dan fungsinya.

Jenis Teknik Multiplexing Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah : a) Time Division Multiplexing (TDM) : .Asynchronous TDM b) Frequency Division Multiplexing (FDM) c) Code Division Multiplexing (CDM) Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai TDM (Time Division Multiplexing). Karakteristik permintaan komunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama C. TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). Yang pertama adalah TDM. FDM (Frequency Division Multiplexing) dan CDM (Code Division Multiplexing). Time Division Multiplexing (TDM) Secara umum TDM menerapkan prinsip pemnggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user).Synchronous TDM . A. Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter . Secara umum fungsi multiplex adalah sebagai berikut :   Membantu berbagai koneksi pada sebuah mesin Memetakan banyak koneksi pada sebuah tingkatan antara sebuah koneksi dengan lainnya D.

multiplexer akan mengambil satu bit dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. Menggunakan metoda character interleaving. . dengan teknik TDM. sehingga jumlah kecepatan semua saluran tersebut harus lebih rendah atau sama dengan kecepatan saluran antara ke2 multiplexer. multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. TDM digunakan untuk transmisi sinyal digital. Misalkan 4 buah terminal akan mengirimkan data ke penerima dengan kecepatan 300 bps. TDM tetap menggunakan waktu untuk channel yang ada (tidak ada data yang dihantar). Kelebihanya adalah karena teknik ini tidak memerlukan guardband jadi bandwidth dapat digunakan sepenuhnya dan perlaksanaan teknik ini tidak sekompleks teknik FDM. satu saluran komunikasi dapat menyalurkan data dari ke empat terminal tadi sekaligus dengan kecepatan 1200 bps. Bit data dari terminal secara bergantian diselipkan diantara bit data dari terminal lain. Pengiriman data menggunakan TDM dilakukan dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tsb dikirimkan. Antara pengirim atau penerima dengan multiplexer dapat digunakan saluran berkualitas rendah. Menggunakan metoda bit interleaving. Akibatnya diperlukan saluran berkualitas tinggi yang dapat mengirimkan data dengan kecepatan tinggi antara multiplexer pengirim dan penerima. ini merugikan penggunaan kabel secara maksimun. Pemancar dan penerima harus sinkron supaya masing – masing penerima data yang ditujukan kepadanya.(kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). Jika ada channel yang tidak ada data untuk dihantar.

Pada contoh berikut ini saluran antara ke-2 multiplexer digunakan saluran yang memiliki kecepatan 1200 bps. sedangkan saluran dari pengirim ke multiplexer digunakan saluran berkualitas lebih rendah. Gambar Synchronous TDM  Asynchronous TDM Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line. Dengan TDM. Teknik TDM terdiri atas :  Synchronous TDM Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM . Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan. Penambahan informasi pada setiap slot waktu yang dikirim merupakan overhead pada Asynchronous TDM. urutan data sinyal lebih diperhatikan. . maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. TDM hanya digunakan untuk komunikasi dari titik ke titik. misalnya masingmasing 300 bps (jumlah ke-4 saluran tersebut 1200 bps).

PDC (Japan) . AMPS (US) Second-generation (Digital cellular systems (900.Gambar Frame pada Asysnchronous TDM B. Contoh aplikasi FDM ini yang polpuler pada saat ini adalah Jaringan Komunikasi Seluler. IS-136 (US). First-generation (Analog cellular systems (450-900 MHz)):    Frequency shift keying for signaling FDMA for spectrum sharing NMT (Europe). Tingkatan generasi GSM adalah sebagai berikut. seperti GSM ( Global System Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km. Frequency Division Multiplexing (FDM) Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi. 1800 MHz)):    TDMA/CDMA for spectrum sharing Circuit switching GSM (Europe).

Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV. Kelemahan Modem disatukan dengan multiplexer adalah sulitnya mengupgrade ke komponen yang lebih maju dan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi (seperti teknik permodulatan modem yang begitu cepat meningkat).5G (Packet switching extensions):   3G:   High speed. dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel.2. tidak perlu ada MODEM karena multiplexer juga bertindak sebagai modem (membuat permodulatan terhadap data digital). frekuensi yang dikhususkan untuk membawa data pada channel . data and Internet services IMT-2000 Digital: GSM to GPRS Analog: AMPS to CDPD Gambar Pemakaian Frekwensi pada GSM FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki. Pada teknik FDM. Kelemahannya adalah jika ada channel (terminal) yang tidak menghantar data.

Gambar Frequency Division Multiplexing (FDM) . Ini berarti data dari 4 buah sumber dapat dikirimkan ke tujuan secara bersamaan hanya dengan menggunakan sebuah saluran voice grade. 1400. kerana sebagian dari frekuensi terpaksa digunakan untuk memisahkan antara frekuensi channelchannel yang ada. Kelemahan lain adalah kerana bandwidth jalur atau media yang dipakai bersama-sama tidak dapat digunakan sepenuhnya. 2000. 2600 Hz. 1200.tersebut tidak tergunakan dan ini merugikandan juga harganya agak mahal dari segi pemakaian (terutama dibandingkan dengan TDM) kerana setiap channel harus disediakan frekuensinya. 2400 Hz. misalnya 600. Frekuensi pemisah ini dipanggil guardband. System ini menumpuk sinyal pada bidang frekuensi. lalu disalurkan ke tempat tujuan yang dikehendaki. tiap2 band dipisahkan oleh jalur selebar 200 Hz. Jadi penerima akan memisahkan sinyal yang diterima berdasarkan frekuensinya. Untuk keperluan ini digunakan 4 pembawa. Data yang dikirim akan dicampur berdasarkan frekuensinya. Dengan multiplexing FDM bias menggunakan lebih dari 1 terminal. Untuk mencegah interferensi. Bilangan biner “1” diwakili oleh sinyal 800. 1000. 2200 Hz. 1800. Misalkan diketahui kanal komunikasi suara berupa kabel voice grade mempunyai lebar frekuensi 300 – 3000 Hz. sedangkan biner “0” diwakili oleh sinyal 400. FDM merupakan sinyal analog yang digunakan sebagai media pengiriman sinyal digital (0&1) dalam system computer. 1600.

Di sisi penerima. Tiap kanal telah diberikan pada terminal tertentu.B dan C) menggunakan panjang kode 8 bit (8-chip spreading code) dijelaskan sebagai berikut: . kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut. maka kanal itu tidak berfungsi. Untuk pengiriman bit „1‟.FDM tidak hanya digunakan untuk pengiriman dari titik ke titik. digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut. 5. 4. tapi dapat juga dengan cara multidrop. sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan selanjutnya jika jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit „1‟. sedangkan jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit „0‟. setiap penerima hanya mengambil sinyal data sesuai dengan frekuensi yang sudah ditentukan dan data yang lain diteruskan ke tujuan yang bersangkutan. 2. Pada saluran transmisi. Code Division Multiplexing (CDM) Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya. Dengan cara ini. Jika terminal tersebut tidak mengirimkan data. C. yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut. Prinsip kerja dari CDM adalah sebagai berikut: 1. Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yangdisebut chip spreading code. Contoh penerapan CDM untuk 3 pengguna (A. 3. Sedangkan untuk pengiriman bit „0‟. Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi). yakni TDM dan FDM.

Maka pada saluran transmisi akan dikirimkan kode berikut :    A mengirim bit 1 : 10111001 atau + .. -1..a) Pengalokasian kode unik (8-chip spreading code) bagi ketiga pengguna :    kode untuk A : 10111001 kode untuk B : 0110111 kode untuk C : 11001101 b) Misalkan pengguna A mengirim bit 1. -1.+ C mengirim bit 1 : 11001101 atau + + . d) Pasangan dari pengguna B akan melakukan interpretasi sebagai berikut :    sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 + kode milik B : –1 +1 +1 –1 +1 +1 +1 –1 jumlah hasil perkalian : –3 –1 –1 –1 +1 –1 –3 –3 = -12 . -1. +3 c) Pasangan dari A akan menginterpretasi kode yang diterima dengan cara :   Sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +3 Kode milik A : +1 –1 +1 +1 +1 -1 –1 +1 Hasil perkalian (product) : +3 +1 –1 +1 +1 +1 +3 +3 = 12 Nilai +12 akan diinterpretasi sebagai bit „1‟ karena mendekati nilai +8.+ .+ B mengirim bit 0 : 10010001 atau + .+ hasil penjumlahan (sum) = +3. +1.+ + ...+ + + . -3. +1. pengguna B mengirim bit 0 dan pengguna C mengirim bit 1..

karena mendekati nilai –8 .berarti bit yang diterima adalah bit „0‟.

Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah : a) Time Division Multiplexing (TDM) :   Synchronous TDM Asynchronous TDM b) Frequency Division Multiplexing (FDM) c) Code Division Multiplexing (CDM) TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). atau kabel optik. Teknik TDM terdiri atas : Synchronous TDM Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM dijelaskan secara skematik pada gambar Asynchronous TDM Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak . Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel.BAB III KESIMPULAN Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (banyak) informasi melalui satu saluran. multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masingmasing. Menggunakan metoda character interleaving. Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter (kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). pemancar & penerima (transceiver). Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi.

. FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). yakni TDM dan FDM. Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan. dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel. maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja.aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line. Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV. dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki.

2008 .com Ariyus Doni & K.google. Andi offset.wikipedia.R. Andri Rum.DAFTAR PUSTAKA    www. Komunikasi Data.com www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful