JURNAL PRAKTIKUM FARMASETIKA IIB INJEKSI

Kelompok C2 Disusun oleh : 1. 2. 3.
4.

Putri Aulia Fajar (10060308056) Nindia Restiana P Anne Yulia Farmasi B Asisten : (10060308057) (10060308062) Liany Setiaresty (10060308058)

LABORATORIUM FARMASI TERPADU UNIT E PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2011

Inkompatibilitas i. Rasa c. :: Dalam wadah tertutup baik dan rapat terlindung dari cahaya : Larutan disterilkan pada suhu 98 – 1000C dengan penambahan bakterisid dan penyaringan. agak sukar larut dalam etanol 95% praktis tidak larut dalam dalam eter P dan dalam benzene P. k. Kelarutan kloroform P f. Khasiat ( FI edisi III hal 47) : Antiskorbut . Titik lebur : <90° : Cahaya : mudah teroksidasi sehingga lambat laun : Putih atau agak kuning : Asam : Tidak berbau : Serbuk atau hablur : Mudah larut dalam air. h. Bau d. g.I. Preformulasi Zat Aktif  Asam Askorbat (Vitamin C) a. Kekuatan Sediaan 100mg/ml III. Stabilitas larutan Asam askorbat selama sterilisasi dengan autoklaf dapat dimaksimalkan dengan penambahan n-hidroksietiletilen asam-diamintriasetik. Wadah dan penyimpanan Kestabilan j. Pemerian e. Nama Sediaan Injeksi vitamin C II.Udara : dalam keadaan kering akan stabil dalam larutan cepat teroksidasi. Warna b. Stabilitas menjadi gelap .

penyimpanan dan sampai digunakan oleh pasien.IV. V. Pengembangan Formula • Vitamin C Vitamin C dalam formulasi injeksi ini sebagai zat aktif yang kegunaannya sebagai antiskorbut. meskipun pada sediaan injeksi ini dilakukan sterilisasi akhir namun untuk mencegah terjadinya kontaminasi mikroba selama penyimpanan perlu dilakukan peenambahan antimikroba. Formula akhir Tiap ml mengandung : Vitamin C Natrium hidroksida 100mg 100mg Benzalkonium klorida 0.1 mg Aqua pro injeksi ad 1ml VI. • Benzalkonium klorida Benzalkonium klorida dalam formulasi injeksi ini berfungsi sebagai antimikroba. • Aqua pro injeksi Aqua pro injeksi adalah air (aqua) bebas CO2 dalam sediaan injeksi ini berfungsi sebagai pelarut atau pembawa. Preformulasi eksipien . • Natrium hidroksida Natrium hidroksida dalam formulasi injeksi ini berfungsi sebagai pendapar atau penyangga pH yang digunakan untuk memperoleh pH tertentu dan menjaga agar pH sediaan tidak berubah selama proses pembuatan.

: Sangat mudah larut dalam airdan dalam etanol : : Stabil pada udara sejuk dan kering : 12-14 : NaOH akan bereaksi dengan asam-asam. Kelarutan : : stabil pada kondisi sterilisasi autokaf : Dengan alimunium. kaolin. Kelarutan f. Inkompatibilitas h. HOPE edisi IV hal 45-47) . rapuh dan menunjukkan susunan hablur a. Rasa c. Inkompatibilitas h. Warna b. butiran. Rasa c. Bau d. Wadah dan penyimpanan ( FI edisi III hal 657. hydrogen peroksida. Pemerian e. Wadah dan penyimpanan k. HOPE edisi IV hal 566-567) Benzalkonium klorida : Putih atau puith kekuningan : Sangat pahit : Aromatik : Gudir tebal atau potongan seperti gelatin : Sangat mudah larut dalam air. keras. sitrat. j. massa hablur atau keping. kering. Titik lebur g. Pemerian e. Warna b. Titik lebur g. zat anhidrat agak sukar larut dalam eter dan mudah larut dalam benzene f. Kegunaan ( FI edisi III hal 412.  a. lanolin : Dalam wadah tertutup baik Stabilitas a. Bau d. floresein. ester dll : Dalam wadah tertutup baik : Sebagai pendapar (Adjust pH) Stabilitas pH larutan i. dalam etanol dan dalam aseton. surfaktan anionic. Natrium Hidroksida (NaOH) : Putih : Tidak berasa : Tidak berbau : Bentuk batang.

Sterilitas g. Rasa c.18 • Natrium hidroksida : e = 1. Pemerian e. : Untuk pembuatan injeksi a.445 17 = (3.1 mg x 10 ml = 1 mg x 5 = 5 mg ≈ 0. Wadah dan penyimpanan h. Pirogen f. Khasiat dan penggunaan ( FI edisi III hal 97) VII.005 gram • Aqua pro injeksi ad 10 ml Perhitungan tonisitas • Acidum ascorbicum : e = 0. Perhitungan dan penimbangan a. Perhitungan • Vitamin C 100 mg x 10 ml = 1000 mg x 5 = 5000 mg ≈ 5 gram • Natrium hidroksida 100 mg x 10 ml = 1000 mg x 5 = 5000 mg ≈ 5 gram • Benzalkonium klorida 0. Aqua pro injeksi : Tidak berwarna : Tidak berasa : Tidak berbau : Cairan jernih : Memenuhi uji pirogenitas yang tertera pada uji keamanan hayati : Memenuhi uji sterilitas yang tertera pada uji keamanan hayati : Dalam wadah tertutup kedap.4/40) x 17 = 1.445 . Bau d. Warna b.

1 x 1.1 V = [(0.16 1. benzalkonium klorida) ditimbang dengan menggunakan kaca arloji. Kaca aroji yang dipakai untuk menimbang dibilas dengan aqua pro injeksi. 2. maka tidak perlu penambahan NaCl 2.1 = 18.16)] x 111.445 + 0. Zat aktif (vitamin C) dan zat tambahan (natrium hidroksida.885g Hipertonis.18 + 1.4/360) x 17 = 0.16 17 = (3.9 – (0. . White Vincent V = W x E x 111. natrium hidroksida. Prosedur pembuatan 1.445) + (1 x 10-4 x 0. Alat dan bahan yang diperlukan disiapkan.18) + (0.16) = -0. Vitamin C.05 ml • Penimbangan Bahan Vitamin C Natrium hidroksida Benzalkonium klorida Aqua pro injeksi 1 ampul 1 gram 1 gram 0. NaCl yang ditambahkan agar isotonis = 0.• Benzalkonium klorida : e = 0. 3.001 gram ad 50 ml Jumlah 5 ampul 5 gram 5 gram 0.1 x 0. benzalkonium klorida dilarutkan dalam gelas piala yang dilengkapi batang pengaduk dengan aqua pro injeksi sampai larut.005 gram ad 250 ml VIII.

Uji Kejernihan Larutan 5. Ampul atau vial ditutup dengan metode yang sesuai. Sterilisasi akhir dilakukan dengan mengguanakan autoklaf (1210 C selama 15 menit) dengan posisi wadah terbalik (dalam gelas piala yang telah dialasi kapas). Jarum buret diseka dengan kapas yang telah dibasahi alkohol 70%. 6. 8. Setelah semua zat dilarutkan.4. dikumpulkan kemudian dimasukkan dalam larutan tadi sampai volume larutan tepat. Lakukan pengecekan pH. Bahan Partikulat dalam Injeksi 3. Uji Sterilitas . Evaluasi 1. Bila diperlukan lakukan gassing (penggantian oksigen dengan nitrogen). Penetapan pH 2. Larutan dituangkan ke dalam buret steril dan tutup ujung buret dengan menggunakan alumunium foil. 11. Larutan disaring ke dalam labu erlenmayer melalui corong dengan kertas saring (0. larutan dituang kedalam gelas ukur hingga volume tertentu (dibawah volume yang seharusnya dibuat). Volume Terpindahkan 7. Larutan diisikan ke dalam wadah (vial atau ampul) sesuai volume. Uji keseragaman Bobot dan Keseragaman Volume 4. adjust pH juka diperlukan 7. 9. 10.45 μm) yang sudah dibasahi. Uji Kebocoran 6. sisa aqua pro injeksi digunakan untuk membilas gelas piala. 5. IX.

Wadah dan kemasan .X.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful