Bab 1 Pembangunan Ekonomi

Pengantar Ilmu ekonomi pembangunan mengacu kepada masalah-masalah ekonomi di negara-negara terbelakang. Kajian tentang kemiskinan dan cara mengeyahkannya tak dapat hanya dipolakan dari pengalaman negara kaya. Karena di negara kaya ada kecenderungan menganggap ekonomi sebagai takdir dan pemusatan perhatian pada ekonomi jangka pendek. Perkembangan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Menurut beberapa ahli ekonomi istilah perkembangan ekonomi mengacu kepada masalah negara-negara berkembang dan istilah pertumbuhan ekonomi mengacu kepada masalah negara-negara maju. Sedangkan menurut beberapa ahli ekonomi yang lain menggunakan istilah tersebut sebagai sinonim. Menurut Prof. Paul A. Baran, gagasan perkembangan dan pertumbuhan mengesankan suatu peralihan dari sesuatu yang lama ke sesuatu yang baru dan kedua istilah dipakai secara sinonim Definisi Atau Indikasi Perkembangan Ekonomi Tiga cara definisi perkembangan ekonomi :
1. Perkembangan ekonomi adalah pendapatan nasional nyata dalam

jangka waktu panjang. Definisi ini tidak mempertimbangkan berbagai perubahan dalam pertumbuhan penduduk. Jika kenaikan pendapatan nasional nyata diikuti dengan pertumbuhan penduduk yang lebih cepat maka yang terjadi bukan perkembangan tetapi kemunduran ekonomi. 2. Perkembangan ekonomi adalah tingkat kenaikan pendapatan nyata yang lebih tinggi daripada tingkat laju pertumbuhan penduduk. Definisi ini tidak mempertimbangkan konsumsi yang perkapita berkaitan serta dengan mengenyampingkan masyarakat. masalah-masalah

3. Perkembangan ekonomi dilihat dari kesejahteraan ekonomi yaitu kenaikan pendapatan nasional nyata diikuti dengan penurunan kesenjangan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan rakyat secara keseluruhan. Definisi in tak lepas dari berbagai keterbatasan. Untuk menghidari kerancuan dalam pertimbangan penilaian dan demi penyedehanaan, para ahli ekonomi mempergunakan pendapatan nasional riil per kapita sebagai ukuran perkembangan ekonomi. Arti Istilah Kurang Berkembang (Underdevoloped) Suatu negara kurang berkembang (underdevoloped) adalah negara yang memiliki prospek untuk berkembang tetapi menghadapi kendala yang pada umumnya adalah kemiskinan dan rendahnya sumber daya manusia, contohnya ; Indonesia, india, pakistan uganda Colombia dll. Sedangkan negara yang tidak berkembang adalah negara yang tidak memiliki propek untuk berkembang karena rendahnya sumber daya alam dan manusia serta kemiskinan, contohnya ; Antartika, negara-negara sub Sahara. Negara kurang berkembang dapat juga disebut dengan negara miskin atau terbelakang. Berbagai Kriteria Tentang Keterbelakangan (Uderdevolopment) 1. Rasio penduduk terhadap wilayah tanah. Kriteria ini sulit dibuktikan

karena sebagian negara-negara miskin memiliki rasio yang rendah namun sebagian lagi memiliki rasio yang tinggi.
2. Rasio output industri terhadap keseluruhan output. Kelemahan kriteria

ini adalah rasio ini cederung meningkat seiring dengan kenaikan pendapatan suatu negara. 3. Rasio yang rendah antara modal terhadap populasi perkepala. Tetapi kriteria ini tidak memuaskan karena modal bukan syarat mutlak. Menurut Prof. Nurkse bahwa pembangunan ekonomi terlalu banyak perkapita sehingga faktor industrialisasi seringkali merupakan akibat dan bukan sebagai penyebab kemakmuran ekonomi

berkaitan dengan kekayaan manusia, sikap sosial, kondisi politik dan sejarah. 4. Dr. Eugene Staley mendifinisikan negara negara terbelakang sebagai negara yang ditandai oleh kemiskinan massal yang kronis yang bukan diakibatkan oleh bencana sementara dan ditandai dengan metode produksi dan organisasi sosial yang usang. Namun kriteria ini tidak menggarisbawahi pendapatan perkapita yang rendah sebagai kriteria pokok. 5. Rendahnya rasio pendapatan nasional perkapita negara-negara

terbelakang dibanding dengan negara-negara maju. Istilah ini adalah yang paling diterima umum dan dipergunakan oleh PBB. Namun demikian, pendapatan nasional perkapita ini juga menemui kesulitan-kesulitan karena data sering tidak sesuai dan menyesatkan serta tak berdasarkan fakta-fakta dibawah ini : a) Dinegara terbelakang ada sektor non uang yang menyulitkan

perhitungan pendapatan nasional b) Kekurangan spesialisasi dinegara underdeveloped merunyamkan

perhitungan pendapatan nasional. c) Sebagian rakyat tak memiliki rekening bank dan ada keengganan mengungkapkan berapa pendapatan nasional mereka. d) Dinegara terbelakang barang-barang ang disalurkan lewat pasar relatif lebih sedikit. e) Perhitungan pendapatan nasional tidak memperhitungkan biaya nyata pembuatan suatu barang. f) Perkiraan pendapatan nasional tidak dapat mengukur secara tepat perubahan output yang disebabkan oleh perubahan tingkat harga.

g) Penggunaan perhitungan

hanya

satu

mata output

uang dolar barang

amerika jasa,

saja

dalam

keseluruhan

dan

memperkecil

pendapatan nasional negara terbelakang. h) Data sensus penduduk sering tidak akurat. i) Adanya perbedaan konsep dalam menghitung pendapatan nasional pada negara-negara yang terbelakang.

Bab 2 Ciri-Ciri Negara Terbelakang Menurut Paul Hoffman ciri-ciri negara terbelakang adalah negara dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, kurang lapangan pekerjaan, rendah aktivitas industri, memiliki infrastruktur yang buruk, terdapat kesenjangan pendapatan antara segelintir masyarakat kaya dengan masyarakat umumnya, sistem perbankan yang jelek dan perekonomian yang mengandalkan ekspor bahan mentah. Kemiskinan Umum Negara terbelakang adalah negara yang dicekam kemiskinan seperti

tercermin dalam pendapatan perkapita yang rendah. Tabel 2.1 GNP per kapita dalam dollar AS, 1982
Kelompok I ≥ 8000 UA E Ku wai t 2 6. 8 5 0 Kelompok II 3.000 s/d 7.999 Jerma n Timur Inggri 7 . 1 8 0 Kelompok III 501 s/d 2.999 Yug osla via Arg enti 2 . 6 2 0 Kelompok IV  Indo nesia Suda n 501 4 3 0 4 1

1 5 0 2 . 4 8 0 na Chili Braz il Nige ria Mek siko Mal aysi a Kolo mbi a Jord ania Filip ina Thai land Mesi r 2 . 8 2 0 5 . 6 5 0 1 1. 6 3 0 6 . 0 9 0 5 . 0 8 0 1 6. 8 3 0 2 6. 4 3 0 4 . 5 2 0 1 2. 5 0 0 4 . 9 0 0 4 . 1 3 0 1 3. 3 6 0 1 0. 0 1 0 2 .Qat ar Swi ss Sw edi a Nor we gia AS Kan ada Jer ma n Bar at Aus trali a Per anc is Jep ang 1 9. 7 3 0 9. 8 2 0 1 1. 3 8 0 3 . 0 5 0 1 . 6 2 0 1 . 5 9 0 9. 5 5 0 4 . 4 2 0 6 9 0 6 7 0 5 8 0 Ugan da Keny a Srila ngka Pakis tan Afgh anist an India Burm a Nepa l Bang lades h Bhut an 0 3 0 0 4 2 0 2 7 0 3 0 0 1 7 0 2 4 0 1 7 0 1 4 0 1 3 0 8 0 . 1 8 0 1 . 4 0 0 3 . 9 2 0 7 . 8 2 0 s Selan dia Baru Cekos lowaki a Spany ol Polan dia Rusia Singa pura Israel Yunan i Venez uela Italia 7 . 0 9 0 1 . 3 9 0 2 . 4 4 0 1 3.

760 2. Mata Pencarian Utama Dinegara terbelakang. Tabel 2.272 Mesir Jepang Srilangka Filipina AS Inggris Negara Kalori 2. kesehatan yang rendah dan tingkat pendidikan dan prasarana pendidikan yang jelek.821 2.4 Duni a 17.002 2. 1977 Negara Kalori India Bangladesh Nepal Burma Pakistan Indonesia 2. Dinegara miskin sekitar 75 % pendapatan dihabiskan untuk konsumsi dibandingkan dengan negara maju yang sekitar dibanding negara maju.286 2.281 2.9 India Amerika Serikat 23 51.021 1.2 Kalori per hari per kapita.189 3.576 3.1 . Jumlah ini empat kali lipat dibanding negara maju. Tabel 2.3 Rata-rata hasil pertanian tanaman pangan (100 kg/ hektar) Tanaman Tahu n Gandum Padi 1979 1979 15.7 17. Konsumsi kalori negara miskin lebih rendah Negara miskin ditandai dengan tingkat kematian anak yang tinggi. Pertanian.949 2. duapertiga dari jumlah penduduk tinggal di pedesaan dan mata pencarian utama adalah bertani. gizi buruk.8 26. Total Hasil pertanian jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara maju.Kemiskinan juga tercermin dalam standar hidup yang rendah. Rata-rata kepemilikan tanah berkisar antara 1 s/d 3 hektar untuk 10 s/d 15 penduduk.336 20 %.126 2. Teknologi pertanian yang digunakan masih kuno dan tradisional sehingga tidak produktif.

. Sumber Alam Kurang Terolah.2 Beberapa negara terbelakang ada yang GDP nya lebih 50 % adalah berasal dari pertanian dan industrinya kurang dari 25 % pada tahun 1980. perkebunan. Semua ini hanya merugikan dan negara terbelakang tetap miskin. Ciri-Ciri Demografi Salah satu dari ciri negara terbelakang adalah pertambahan penduduk yang cepat. Rata-rata laju pertambahan penduduk negara sedang berkembang adalah 2. sarana dan prasarana yang lengkap. Selain itu di beberapa negara terbelakang terdapat kantong-kantong sumber perkonomian seperti kilang minyak.8 persen. Asia kaya dengan minyak.6 39. Seringkali berbagai hasil barang tambang dan perkebunan tersebut hanya demi kepentingan negara asal sang kapitalis. Disisi lain perekonomian yang berorientasi pertanian do pedesaan yang terbelakang. Hampir semua negara berkembang mempunyai perekonomian yang dualistis. besi.Jagung Jowar 1979 1979 9. mangan. seng dan tembaga. timah. mika dan timah.7 6. boukit dan emas. relatif lebih maju dan memiliki fasilitas. Afrika memiliki cadangan tembaga. Sebagian besar keuntungan perusahan asing tersebut dibawa ke negara asalnya sehingga menguras dan mempermiskin perekonomian nasional. Ekonomi Dualistis.1 4.5 persen dibanding dengan negara maju 0. gas. besi.5 32. Disatu sisi perekonomian yang berorientasi pada pasar yang dicirikan dengan berpusat di kota. Amerika latin kaya dengan minyak. Pada umumnya negara terbelakang memiliki sumber daya alam yang berlimpah walaupun sebagian masih berbentuk potensi.9 68. yang dikuasai asing sehingga tercipta perekonomian dengan tiga muka. pertambangan.

1982 Akibat dari tingginya tingkat kelahiran dan rendahnya harapan hidup adalah sebagian besar penduduk akan terdiri dari kelompok usia muda yang belum produktif. Menurut Navarette bahwa pengangguran tersembunyi adalah suatu keadaan dimana pengalihan sejumlah faktor tenaga kerja kebidang lain tidak akan mengurangi output keseluruhan sektor asal.0 1.3 2. 1.6 3.5 Maju .Tabel 2. World Development.1 2.8 2. Salah satu bentuk pengangguran tersembunyi yang kerap ditemui dinegara terbelakang adalah berlebihnya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan.1 USSR Amerika Serikat Jepang Inggris Itali Perancis 0.1 0.4 Rata-rata Pertambahan Penduduk Tahunan (1970 – 1980) Negara Persen Negara Terbelakan g China India Indonesia Brazil Bangladesh Pakistan Sumber. Hal ini membebani perekonomian karena tanggungan keluarga menjadi lebih besar. Masalah lain adalah kepadatan penduduk yang tinggi didaerah pertanian dibanding luas lahan yang dapat ditanami sehingga produksi menjadi tidak efisien. Pengangguran dan Pengangguran Tersembunyi Dinegara terbelakang tingkat pengangguran dan pengangguran tersembunyi sangat tinggi. Contohnya adalah sebidang sawah yang seharusnya digarap oleh 4 orang tetapi digarap oleh 6 orang pekerja tanpa mempengaruhi output produksi.2 2.1 0. Pengangguran tersembunyi merupakan salah satu ciri negara yang terbelakang.6 0.9 1.

birokrasi yang berbelit. Investasi bruto hanya berkisar 5 s/d 6 % dibandingkan dengan negara maju yang berkisar 15 s/d 20 %. Ketiadaan Inisiatif dan Usaha Ciri lain dari negara terbelakang adalah tiadanya kemampuan wiraswasta yang sering dikarenakan terhalang oleh sistem sosial yang menutup daya cipta. keamanan dan ketertiban. Sebab lain adalah pengaruh tradisi dan budaya yang masih melekat kuat dimasyarakat. kesemuanya itu menjadi perintang dalam prakarsa dan usaha. tabungan dan investasi. kesehatan yang buruk pendidikan yang rendah. Pendapatan yang rendah menyebabkan penduduk tidak dapat menabung. Haberler mengatakan : “ Tidak megherankan bahwa perekonomian negara miskin . Keterbelakangan Ekonomi Sebab utama keterbelakangan ekonomi adalah efesiensi dan produktivitas tenaga buruh yang rendah. Kelangkaan Alat Modal Negara terbelakang dapat diartikan negara dengan perekonomian yang miskin modal. Negara berkembang juga memiliki kecenderung untuk menyamai pola konsumsi negara maju yang tidak hanya oeh pihak swasta tetapi juga pada pemerintahan. Penggunaan tenaga anakanak juga kerap ditemukan dinegara terbelakang. Sebab utama kekurangan modal adalah kecilnya tabungan atau lebih tepat dikatakan kurangnya investasi didalam sarana produksi yang mampu menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi.Bentuk lain dari pengangguran tersembunyi adalah seseorang yang bekerja penuh namun tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya. ketiadaan kepastian hukum. Pasar yang sempit ketiadaan modal. Perekonomian cenderung dikuasai asing namun cenderung tidak mendorong munculnya perusahaan setempat. Walaupun ia bekerja seharian penuh tetapi gaji yang diterima tidak mencukupi. Efisiensi yang rendah ini diiakibatkan oleh standar gizi yag rendah. tiadanya mobilitas pekerjaan dan sebagainya. pada saat mereka terjaga dan menetapkan hati untuk membangun dalam waktu sekejap untuk menyamai negara yang lebih .

alat-alat transportasi. disisi lain impor barang-barang konsumsi dan mesin. Keterbelakangan Teknologi Negara terbelakang berada dalam tingkat teknologi yang amat tak efisien. Keterbelakangan teknologi dapat disebabkan oleh : • • • Kurangnya modal untuk memperbaharui teknologi yang telah usang. Tabel 2. Tingginya rasio buruh dn besarnya jumlah buruh yang tidak terlatih. bahan makanan dan barang primer lainnya. mesin. Dualisme teknologi yaitu penggunaan berbagai fungsi produksi sekaligus dalam sektor ekonomi dan sektor ekonomi tang tradisional. Keterbelakangan teknologi tercermin dalam ongkos produksi rata-rata yang tinggi meski upah buruh rendah.maju. Orientasi Perdagangan Luar Negeri Orientasi perdagangan luar negeri negara-negara terbelakang terlihat pada ekspor barang-barang primer. • Perekonomian menjadi rentan terhadap fluktauasi harga internasional barang-barang ekspor tersebut. barang pabrikasi. Ketergantungan pada ekspor produk primer akan menimbulkan dampak negatif serius bagi perekonomian negara tersebut antara lain : • Perekonomian hanya terpusat pada produksi barang primer akibatnya sektor ekonomi lain terabaikan.5 Persentase Peranan impor barang dagangan Negara Makanan Bahan Bakar 26 Barang primer lain 11 Mesin & alat Transpor 19 Barang pabrik lainnya 30 India 14 . • Perekonomian menjadi tergantung kepada impor barang kosumsi seperti bahan bakar minyak. Minimnya tenaga terlatih dan terdidik menyebabkan rintangan bagi penggunaan teknik yang lebih baru. berusaha untuk berbelanja secara berlebihan dan hidup diluar kemampuan sarana yang ada.

jadi hanya segelintir yang terpengaruh. kecenderungan untuk memperbesar pengeluaraan pada barang-barang konsumsi. rendahnya tingkat tabungan dan meyebabkan tekanan inflasioner dan ketidakseimbangan neraca. pada Juga meningkatkan yang gilirannya pembentukan modal. Konsep demikian mengandaikan konsumen bersedia memuaskan keinginannya kepada konsumsi barang mewah. Selain itu negara terbelakang banyak sekali sektor pangan yang tak menyadari barang-barang konsumsi modern. Keuntungan dari Demontration Effect . Padahal penduduk negara terbelakang memiliki pendapatan yangg begitu rendah.Pakistan Srilangka Kenya Indonesia Mesir Malaysia Brazil 20 23 6 16 26 14 12 17 18 24 11 1 12 37 6 4 3 6 7 7 7 24 25 34 32 34 37 21 33 30 33 35 32 30 23 Catatan Mengenai Demontration Effect Menurut Prof. Nurkse Demontration effect adalah gejala yang terjadi negaranegara terbelakang untuk meniru standar konsumsi negara yang lebih maju. Selain itu dapat menghalangi tumbuhnya tabungan dan pembentukan modal domestik. Pada negara-negara terbelakang demontration effect berpengaruh kepada rendahnya investasi. Keterbatasan Konsep Anggapan adanya akibat negatif dari demontration effect memiliki kelemahan. Akibat Demontration Effect Akibat dari demonstration effect pada negara terbelakang adalah semakin rendahnya kecenderungan permintaan menabung akan barang (propensity impor to save).

keterampilan teknik dan rendah aktivitas kewirausahaan akan . Penduduk yang terbelakang.Demonstration effect mempunyai fungsi sebagai perangsang peningkatan usaha dan produktifitas. Kembali ke awal lingkaran. Tingkat investasi yang rendah menyebabkan modal kurang dan produktivitas menjadi rendah. produktivitas yang rendah menjadikan tingkat pendapatan nyata rendah. Lingkaran setan yang kedua adalah dilihat dari sisi penawaran. Petani akan lebih menghasilkan produk yang lebih beragam dipasaran. Tingkat tabungan yang rendah menyebabkan tingkat investasi rendah dan modal kurang. Modal yang kurang pada akhirnya bermuara kembali pada produktivitas yang rendah. tingkat pendidikan yang rendah. Rendahnya tingkat pendapatan nyata menyebabkan tingkat permintaan menjadi rendah sehingga pada gilirannya tingkat investasipun rendah. Jadi terdapat hubungan yang melingkar yang dikenal dengan lingkaran setan kemiskinan yang melanggengkan rendahnya pembangunan dinegara tersebut. Bab 3 Hambatan Pembangunan Ekonomi Ciri-ciri negara berkembang seperti pada bab sebelumnya merupakan akibat sekaligus penyebab dari kemiskinan. Lingkaran setan yang ketiga adalah menyangkut manusia dan sumber alam. Mendorong perkembangan usaha jasa dalam pengadaan barang mewah. Lingkaran Setan Kemiskinan Lingkaran setan yang pertama adalah dilihat dari sudut permintaan. langka akan pengetahuan. Produktivitas yang rendah menyebabkan pendapatan nyata menjadi rendah. Pendapatan nyata yang rendah berarti tingkat tabungan juga rendah.

2. Kesulitan untuk mendapatkan dana untuk investasi dan lemahnya sistem perkreditan dan perbankan. Tingkat Pembentukan Modal yang Rendah Negara terbelakang menggunakan peralatan modal dan metode produksi yang telah usang. Kemampuan wiraswasta yang langka. Sementara itu. Kurangnya inovasi dalam dunia usaha. rumah mewah. 6. Pertanian tanaman pangan yang tidak bersentuhan dengan sektor perekonomian menjadi lapangan usaha yang dominan sehingga produktivitas marjinalnya menjadi sangat rendah. Produktivitas rendah menjadikan pendapatan rendah dan tabungan pun rendah. Pemerintah harus membangun iklim yang baik bagi pembentukan modal dan program industrialisasi perekonomian. Dilain sisi tingkat konsumsi sedemikian rendahnya sehingga tidak mungkin dikurangi agar cadangan modal meningkat. Kurangnya buruh terampil dan lemahnya mobilitas faktor sehingga mempertinggi biaya produksi. Pada sisi lain keterbelakangan sumber alam menyebabkan keterbelakangan manusia. . Kesulitan-kesulitan diatas dapat ditangani dengan overhead sosial. mata uang asing yang kesemuanya itu tidak mengalir kepada sektor-sektor perekonomian yang produktif. Tidak tegaknya hukum. 5.mmenyebabkan sumber alam terbengkalai. 3. investasi rendah dan tingkat pembentukan modal menjadi rendah. 4. ketertiban dan keamanan. ketidakstabilan politik dan keadaan moneter yang kacau. Faktor-faktor yang menghalangi gairah menabung dan berinvestasi adalah sebagai berikut : 1. Sempitnya pasar domestik karena daya beli yang rendah. bagi segelintir penduduk yang berpendapatan tinggi cenderung untuk menyimpan uangnya dalam bentuk pembelian emas permata.

Terdapat unsur-unsur perlawanan sosial terhadap perubahan eonomi. PERSYARATAN DASAR PEMBANGUNAN EKONOMI . Singer. Dampak Kekuatan Internasional Menurut beberapa ahli ekonomi seperti Myint. sikap memandang rendah peranan bisnis. Ketergantungan justru menjadikan perekonomian rentan terhadap pengaruh internasional karena ketidakstabilan siklus dan neraca pembayaran. Sikap dalam keluarga juga membatasi kebebasan individu dalam mengambil keputusan ekonomi yang pada gilirannya mempengaruhi hasrat untuk menabung dan menannam modal. Disamping itu masyarakat cenderung memandang tinggi pekerjaan dibidang pemerintahan dibandingkan dengan pekerjaan yang bersifat profesional dan kewirausahaan. Peningkatan ekspor pada negara terbelakang tidak tidak memberikan kepada sumbangan ekspor besar kepada perekonomiannya. Lewis dan Myrdal berpendapat bahwa didalam perekonomian dunia telah bermain kekuatan yang tidak seimbang sehingga keuntungan perdagangan lebih banyak mengalir ke negara-negara maju.Hambatan Sosio Budaya Dinegara-negara terbelakang sering kali sikap sosial budaya menjadi penghalang bagi pembangunan ekonomi. Pihak asing menguras habis sejumlah besar uang dalam bentuk laba dan upah manajemen. Pada masa depresi ekonomi term of trade (imbangan antara harga ekspor dan impor) menjadi tidak menguntungkan dan penerimaan devisa menjadi merosot drastis. BAB 4. Investasi asing pada barang yang dapat diekspor secara teru menerus justru dapat merugikan perekonomian. ketidakcocokan dengan pola hidup dan konsep sosial yang berkembang ditenngah masyarakat. Prebisch.

peningkatan pengetahuan atau penyerapannya di bidang produksi dan peningkatan jumlah modal atau sumber lain per kepala. Menghilangkan Ketidaksempurnaan Pasar. Cairncross mengatakan : “Pembangunan tidak akan mungkin jika ia tidak berkenan di hati rakyat”. bantuan seperti itu sama halnya dengan mengajak rakyat negara terbelakang untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi. sikap sosial. namun biasanya nampak berbarengan.A. Beberapa persyaratan pembangunan ekonomi diantaranya : 1. kecermatan dalam hubungan bisnis. Perubahan Struktural Mengandung arti bahwa peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern yang mencakup peralihan lembaga. termasuk hubungan dengan instansi yang berkaitan dengan penerimaan negara. Ia mencakup semua aspek perilaku manusia. Sebagaimana dikatakan Prof. 2. penegakan hukum dan ketertiban. Prof. Maka tidak boleh tidak kekuatan pembangunan harus berakar pada perekonomian di dalam negeri. Tiga pendorong ini meski secara konsep dapat dibedakan. Prof. dan meningkatkan kadar seni produksinya”. buta huruf. pendorong utama pertumbuhan ekonomi ialah : upaya untuk berhemat (ekonomis). Cairncross dengan tepat menyatakan : “Pembangunan bukanlah sekedar masalah memiliki sejumlah besar uang atau semata-mata fenomena ekonomi. keakraban dengan peralatan mekanis.Menurut Prof. : Untuk mecapai pertumbuhan ekonomi yang cukup berarti maka negara seperti itu di dalam mengalokasikan modal dan usahanya harus melakukan 3 hal. Ketidaksempurnaan pasar menyebabkan immobilitas faktor dan menghambat ekspansi sektoral dan pembangunan. Dengan demikian diperlukan adanya suatu perubahan struktural dalam rangka mendorong “medan produksi” ke tempat yang lebih tinggi. Lewis. yaitu : meningkatkan kuantitas barang yang dapat direproduksi. memperbaiki kualitas manusia sebagai agen produksi. W. Paul Baron berpendapat. dan sebagainya”. hubungan antara keluarga. Schultz. 3. Prof. dan motivasi yang ada secara . Atas Dasar Kekuatan Sendiri Syarat utama bagi pembangunan ekonomi ialah bahwa proses pertumbuhannya harus bertumpu pada kemampuan perekonomian di dalam negeri. Terlalu banyak bergantung kepada bantuan luar negeri akan mematikan prakarsa pembangunan dan memberikan kebebasan kepada investor asing untuk menguras sumber-sumber alam demi keuntungan mereka saja.

seperti sistem perhubungan dan pengangkutan dan investasi dalam fasilitas ke pelabuhan. dsb. Prof. pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi. Sehingga menciptakan kesempatan kerja semakin banyak dan produktifitas buruh stok modal. dalam hal ini didahului oleh suatu periode ‘ledakan cepat’ yang oleh Rostow disebut tahap ‘tinggal landas’. (2) Keberadaan lembaga kredit dan keuangan untuk menggalakkan dan menyalurkan tabungan agar dapat dialihkan menjadi dana yang dapat diinvestasikan. keluarga dan motivasi. seperti : pengangkutan. gudang (warehouse) dan instalasi sejenis yang menguntungkan perdagangan luar negeri. disamping pembangunan modal overhead ekonomi. tatanan hukum. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses yang tidak hanya mempengaruhi hubungan ekonomi tetapi keseluruhan tatanan sosial dan budaya masyakarat. pendidikan. sistem distribusi. Pembentukan Modal Pembentukan modal disebut juga sebagai kunci utama menuju pembangunan ekonomi. Inovasi atau pembukaan daerah baru mungkin menghasilkan perubahan struktural di dalam perekonomian dengan demikian memperluas pasar domestik dan menciptakan pasar luar negeri. Produksi tersier mancakup sejumlah jasa yang menghasilkan barang non material. 4. Menurut Prof. Hoselitz menulis mengenai hal ini. pendidikan. jasa pemerintah dan rumah tangga.radikal. jika memang ia mau. kebanyakan dari pembaharuan yang dilakukan pada masa periode persiapan menyangkut perubahan-perubahan dalam struktur kelembagaan. Proses ini berjalan melewati tiga tingkatan : (1) Kenaikan volume tabungan nyata yang tergantung pada kemauan dan kemampuan untuk menabung. Lewis : “Tidak ada suatu negara yang begitu miskin sehingga tidak dapat menyisihkan tabungan sebesar 12% dari pendapatan nasionalnya. Perubahan organisasi dan struktural secara cepat yang mempengaruhi produktivitas masyarakat yang berlangsung selama tahap tinggal landas. Masalah pokok dewasa ini adalah masalah penanggulangan stagnasi ekonomi yang biasanya dicapai melalui proses industrialisasi dimana menghasilkan tingkat pertumbuhan swasembada. dan (3) Penggunaan tabungan untuk tujuan investasi dalam barang-barang modal pada perusahaan. . Aspek penting lain dari perubahan struktural ialah perpindahan penduduk dari sektor primer dan sekunder ke sektor tersier. Berarti pembentukan keahlian karena keahlian kerap kali berkembang sebagai sebagai akibat pembentukan modal.

Ada 3 cara yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan tabungan paksa. sehingga sumber-sumber dapat dipergunakan untuk pembentukan modal. Pembangunan ekonomi yang cepat memerlukan impor peralatan modal dalam skala yang besar. gedung. investasi harus menciptakan overhead sosial dan ekonomi yang luas dalam bentuk rumah sakit. (5) Proyek investasi itu harus diseleksi sehingga dapat memperbaiki distribusi pendapatan nyata. 5. dan Pinjaman. Overhead Ekonomi dan Sosial Dari sisi permintaan. Pertumbuhan Berimbang Doktrin pertumbuhan berimbang mengandung arti perkembangan menyeluruh dan serentak di berbagai sektor perekonomian. jalan raya. yaitu : Pajak. Keseimbangan juga diperlukan antara sektor domestik dan sektor luar negeri. sekolah. mengurangi beban neraca pembayaran dan memaksimumkanrasio barang ekspor terhadap investasi. jalan kereta api. (2) Investasi harus dilakukan terhadap proyek yang akan memanfaatkan buruh secara maksimum. (6) Investasi harus diarahkan pada industri yang menghemat devisa.Kemiskinan terbukti tak pernah menghalangi suatu bangsa untuk melancarkan perang atau memboroskan sumber-sumbernya untuk kepentingan lain”. Pembelanjaan defisit. Produktivitas Marginal Sosial Beberapa asas penuntun kriteria ini ialah : (1) Investasi harus diarahkan pada penggunaan yang paling produktif sehingga rasio output uang (curent output) terhadap investasi menjadi manjadi maksimum atau sebaliknya rasio madal –output menjadi minimum. bendungan dan lainlain. Kriteria investasi yang Tepat Berbagai macam kriteria investasi diantaranya sebagai berikut : a. (3) Proyek investasi itu harus diseleksi sehingga menghasilkan barang yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakatdan meningkatkan ekonomi eksternal lebih luas. (4) Proyek investasi adalah proyek yang dirancang paling banyak menggunakan bahan baku dalam negeri dan berbagai suplai lain. b. dalam hal ini rasio buruh-investasi maksimum. Impor ini harus dibiayai dengan ekspor untuk menjaga agar tidak . Tabungan paksa memiliki keuntungan tambahan dalam arti membatasi konsumsi. c.

Oleh karena itu harus diusahakan agar sektor domestik dan sektor luar negeri tumbuh dalam keseimbangan. pada permintaan pasar. pada tingkatan pendapatan per kapita. berwibawa dan tidak korup merupakan sine qua non pembangunan ekonomi. 6. pada skala ekonomi dan pada neraca pembayaran. Di negara terbelakang yang padat penduduk. Ini berarti juga mempertahankan keseimbangan yang tepat antara “produksi untuk konsumsi dalam negeri dan produksi untuk ekspor”. 7. Rasio Modal Output Di dalam menjatuhkan pilihan terhadap berbagai proyek investasi dan didalam menentukan prioritas. Persyaratan Sosio Budaya Wawasan sosio budaya masyarakat haruslah diubah jikalau pembangunan diharapkan dapat berjalan.timbul kesulitan dalam neraca pembayaran. Herman Finer : “Pembangunan ekonomi memerlukan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berfungsi sebagai pedoman dan memberikan kepastian tentang . Organisasi sosial seperti keluarga bersama. Apakah pilihannya jatuh pada teknik produksi yang bersifat padat modal atau padat karya tergantung pada tujuan sosial dan ekonomi negara itu. dogma agama dan kehidupan desa harus dimodifikasi sehingga selaras dengan pembangunan. hambatan tersebut harus disingkirkan atau disesuaikan. warna kulit. Manakala terdapat hambatan sosial yang menghalangi kemajuan ekonomi. Pemilihan teknologi lebih tergantung pada bobot masing-masing proyek dibandingkan dengan dampaknya pada distribusi pendapatan. Pemerintah harus kuat. dengan pengangguran tersembunyi dan kelangkaan modal didalamnya ada kecenderungan menerapkan teknik padat karya. rasio modal-output dari berbagai proyek harus diperbandingkan. d. Sedangkan di negara yang langka tenaga buruh lebih cocok diterapkan teknik padat modal. Pilihan Teknologi Pilihan dalam teknik produksi juga mempengaruhi jumalh dan pola investasi di negara terbelakang. Administrasi Kehadiran administrasi yang kuat. Menurut Prof. Investasi harus dibatasi pada proyek-proyek yang memperkecil rasio modal-output. mampu menegakkan hukum dan ketertiban dan mempertahankan negeri melawan agresi dari luar. sistem kasta. e.

keuntungan yang sepadan dengan usaha dan pengorbanan seperti dijanjikan oleh program pembangunan. . Pembangunan ekonomi juga memerlukan sistem administrasi yang tepat untuk melaksanakan rencana yang dicantumkan dalam peraturan perundang-undangan”.

Teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk. tenaga kerja. ditandai dengan laju kenaikan produk per kapita yang tinggi dibarengi dengan laju pertumbuhan penduduk yang cepat. 1. pada masa modern adalah lebih tinggi dari pada masa pra-modern. Simon Kuznets menunjukkan 6 ciri pertumbuhan ekonomi modern yang muncul dalam analisa yang didasarkan pada produk nasional dan komponennya.Prof. a. ia mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai “suatu kenaikan terus menerus dalam produk per kapita atau per pekerja. seringkali dibarengi dengan kenaikan jumlah penduduk dan biasanya denga perubahan struktural. Ciri-Ciri Pertumbuhan Ekonomi Modern Prof. b. 1966. c. Kenaikan . Modern Economic Growth. Hal ini dapat dilihat dari semakin besarnya masukan sumber tenaga kerja dan modal atau semakin meningkatnya efisiensi atau kedua-duanya. b. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus meneruspersedian barang. dan sebangsanya. sebagaimana terungkap dari pengalaman negara maju sejak abad ke-18 atau awal abad ke-19. Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan secara tepat. Kuznets menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk di 13 negara. Peningkatan Produktivitas Pertumbuhan ekonomi modern terlihat dari semakin meningkatnya laju produk per kapita terutama sebagai akibat adanya perbaikan kualitas input yang meningkatkan efisiensi atau produktivitas per unit input. Definisi ini memiliki 3 (tiga) komponen : a. tidak termasuk di Perancis. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI PERTUMBUHAN EKONOMI MODERN Dalam bukunya yang lebih awal. Laju Pertumbuhan Penduduk dan Produk Per Kapita Pertumbuhan ekonomi modern.BAB 5. Laju kenaikan yang luar biasa itu paling sedikit sebesar lima kali untuk penduduk dan paling sedikit sepuluh kali untuk produksi. penduduk.

d. Tetapi pertumbuhan ekonomi modern tidak berhasil menyebar ke negara terbelakang karena 2 faktor : (1) Mereka tidak mempunyai kerangka sosial dan politik yang stabil dan fleksibel. (3) Demonstration effect kehidupan kota mendorong kelompok urbanis meniru pola konsumsi orang kota sehingga menyebabkan meningkatnya pengeluaran konsumen. Menurut Prof. urbanisasi juga mempengaruhi tingkat dan struktur pengeluaran konsumen negara melalui 3 cara: (1) urbanisasi menghasilkan pembagian kerja dan spesialisasi yang semakinmeningkat dan perubahan berbagai aktivitas dari usaha keluarga atau desa yang tidak berorientasi pasar menjadi usaha yang berorientasikan pasar. Ekspansi Negara maju Ekspansi negara-negara maju yang bermula dari bangsa-bangsa Eropa tidak lain adalah akibat revolusi teknologi di bidang transportasi dan komunikasi. Laju Perubahan Struktural Yang Tinggi Perubahan struktural dalam pertumbuhan ekonomi modern mencakup peralihan dari kegiatan pertanian ke non pertanian. Ancaman kekauatan negara maju inilah yang menyebabkan pertumbuhan Jepang dan Uni Soviet. Bahkan kendati dengan beberapa penyesuaian untuk menampung biaya dan input yang tersembunyi. yang dapat menampung perubahan struktural yang cepat dan mendorong . Menurut Kuznets. perubahan dalam skala unit-unit produktif. (2) Urbanisasi membuat biaya pemenuhan sejumlah kebutuhan menjadi semakin mahal. c. dan peralihan dari perusahaan perseorangan menjadi perusahaan berbadan hukum serta perubahan status kerja buruh.efisiensi berarti penggunaan output yang lebih besaruntuk setiap unit input. laju kenaikan produktivitas ternyata dapat menjelaskan hampir keseluruhan pertumbuhan produk per kapita di negara maju. e. pertumbuhan produktivitas tetap dapat menjelaskanlebih dari separuh pertumbuhan dalam produk per kapita. Kuznets. Urbanisasi Pertumbuhan ekonomi modern ditandai pula semakin banyaknya penduduk di negara maju yang berpindah dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan yang disebut Urbanisasi. Hal ini kemudian melahirkan dominasi politik langsung atas negara-negara jajahan. pembukaan daerah yang semula tertutup seperti Jepang dan pemecahan daerah seperti Afrika sub sahara. dari industri ke jasa.

dan sepertiga investasi Jerman mengalir ke Austria-Hungaria.kelompok pendukung pertumbuhan di dalam masyarakat. Kuznets menamakan adanya 4 faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut (dasawarsa sebelum PD I di negara-negara maju yang tua). Arus internasional investasi modal asing berkembang dengan cepat sejak kuartal kedua abad ke-19 sampai PD I. (4) Terbuka negara Amerika Serikat. hampir separuhnya ditanam di negeri jajahannya. dan Orang Antar bangsa Arus Barang Modal. Migrasi. Sebagai akibatnya LDC gagal memetik keuntungan dari penyebaran pertumbuhan ekonomi modern tersebut dan terus tetap terbelakang kecuali Jepang dan China. Faktor yang menyebabkan migrasi internasional (migrasi antar benua) adalah mudahnya angkutan antar benua melalui kapal laut atau kereta api. Austria. hampir separuh modal Perancis ditanam di Rusia. Turki. “Dari keseluruhan modal asing Inggris. dan Orang Antar bangsa kian meningkat sejak kuartal kedua abad ke19 sampai PD I tetapi mulai mundur pada PD I dan berlanjut sampai akhir PD II. (2) Keputusan Inggris untuk mengembangkan perdagangan bebas dan pembagian kerja internasional. . Menurut Prof. Arus Modal. Arus Barang Modal. Australia dan Argentina bagi negara-negara Barat sehingga menimbulkan spesialisasi Eropa di bidang perindustrian. Akan tetapi dalam jangka panjang dorongan migrasi tersebut yang penting ialah dampak progresif dislokasi yang dihasilkan oleh modernisasi pertanian dan industri di Eropa. Turki dan negara-negara Balkan. (2) kebijakan yang dianut negara maju membatasi kebebasan politik dan ekonomi negara kurang berkembang (LDC). (3) Pengurangan berbagai hambatan perdagangan oleh semua negara maju. Arus Barang perdagangan sebegitu jauh merupakan unsur paling dominan dari ekspansi keluar negara-negara maju. yaitu : (1) Revolusi dalam angkutan barang akibat pengembangan kereta api uap dan angkutan laut. Kanada. Sebagian besar modal tersebut mengalir ke negara maju. Hongaria dan beberapa koloninya. karena mereka lebih mengutamakan pertimbangan politik daripada ekonomi. Sedangkan migrasi yang mengalir ke Amerika Serikat tertarik oleh kondisi ekonomi yang lebih lumayan. f. Volume kumulatif migrasi internasional yang semakin meningkat sejak tahun 1840 dan berlanjut sampai pada PD I berkaitan dengan pola pertumbuhan ekonomi modern.

FAKTOR-FAKTOR PERTUMBUHAN EKONOMI : EKONOMI DAN NON EKONOMI Pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh 2 macam faktor. kualitas. Dalam sebuah studinya. adatistiadat. mineral. A. Proses pembentukan . Tanah sebagaimana dipergunakan dalam ilmu ekonomi mencakup sumber alam seperti kesuburan tanah. kapasitas dan kecakapan. Hal ini sebaliknya menyebabkan kenaikan yang tinggi dalam produk per kapita dan konsumsi per kapita. Bauer menunjukkan bahwa penentu utama pertumbuhan ekonomi adalah : bakat. Keenam ciri pertumbuhan ekonomi modern tersebut di atas saling kait-mengkait (urutan sebab-akibat). Ini berarti produktivitas buruh menjadi meningkat. alhasil watak perusahaan itu sendiri menjadi berubah. serta struktur politik dan kelembagaan. sikap. Yang terpenting ialah pemanfaatannya secara tepat dengan teknologi yang baik sehingga efisiensi dipertinggi dan sumber dapat dipergunakan dalam jangka waktu lebih lama. Sumber Alam Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan suatu perekonomian adalah sumber alam atau tanah. FAKTOR EKONOMI Beberapa faktor ekonomi tersebut akan dibahas di bawah ini. Perusahaan ini tidak hanya memproduksi untuk pasar domestik tetapi juga untuk pasar luar negeri. Sebagian besar investasi asing barangkali didorong oleh pertimbangan politik. kemampuan. BAB 6. Jadi dalam pertumbuhan ekonomi. laju kenaikan produk per kapita menjadi tinggi. Yang belakangan ini sebaliknya merupakan hasil dari kemajuan teknologi dan perubahan dalam skala produksi perusahaan. yaitu : faktor ekonomi dan non ekonomi. sumber lautan dan sebagainya. output nasional dan pendapatan nasional. Prof. tujuan dan motivasi. kekayaan alam yang melimpah saja belum cukup. 1.Rusia dan negara-negara Balkan. nilai. Dengan rasio yang stabil antara tenaga kerja terhadap penduduk total. kekayaan hutan. letak dan susunannya. 2. Akumulasi Modal Pembentukan modal merupakan investasi dalam bentuk barang-barang modal yang dapat menaikan stok modal. iklim. sumber air.

4. kurang modal. inovasi. buruh dan membantu meningkatkan produktivitasnya. Perubahan pada teknologi telah menaikan produktivitas buruh. seorang wiraswastawan tidak perlu seorang kapitalis. Hal ini disebabkan oleh faktor kecilnya pasar. tidak tersedianya secara cukup bahan mentah dan fasilitas infrastruktur seperti pengangkutan. invensi. . diantaranya : penemuan ilmiah atau penyempurnaan pengetahuan teknik. tenaga dan sebagainya mempertinggi resiko ketidakpastian. dan teknik mereka masing-masing. 3. (2) pembaharuan yang menciptakan produk baru dan menciptakan permintaan baru akan produk tersebut. ketiadaan milik swasta dan perjanjian.modal bersifat kumulatif dan membiayai diri sendiri serta mencakup 3 tahap yang saling berkaitan : (a) Keberadaan tabungan nyata dan kenaikannya (b) Keberadaan lembaga keuangan dan kredit untuk menggalakkan tabungan dan menyalurkannya ke jalur yang dikehendaki (c) Mempergunakan tabungan untuk investasi barang modal. modal dan faktor produksi yang lain. Fungsi utamanya ialah melakukan pembaharuan (inovasi). ekonomi. Kemajuan Teknologi Perubahan ini berkaitan dengan perubahan dalam metode produksi yang merupakan hasil pembaharuan atau hasil dari teknik penelitian baru. Menurut Schumpeter. Kuznets mencatat 5 pola penting pertumbuhan teknologi di dalam pertumbuhan ekonomi modern.penyempurnaan dan penyebarluasan penemuan yang iasanya diikuti dengan penyempurnaan. Organisasi Organisasi berkaitan dengan penggunaan faktor produksi di dalam kegiatan ekonomi. Negara sedang berkembang bisa memetik manfaat dari sumber-sumber ilmu pengetahuan di bidang teknologi dari negara maju dengan cara memodifikasi danmenerapkan teknologi dari negara maju sesuai dengan daya serap dan kebutuhan sosial. kurang buruh terlatih dan terdidik. Tetapi negara terbelakang langka akan tindakan wiraswasta. Organisasi bersifat melengkapi (komplemen) modal. yaitu (1) penurunan biaya yang tidak menghasilkan perubahanapapun pada kualitas produk. Menurut Kuznets inovasi terdiri dari 2 macam. Dalam pertumbuhan ekonomi modern para wiraswastawan tampil sebagai organisator dan pengambil risiko diantara ketidakpastian.

Faktor manusia Pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata tergantung pada jumlah sumber daya manusia saja. kewibawaan. Inilah yang menjadi sebab lestarinya pasar mereka tetap kecil. yang berdedikasi terhadap pembangunan ekonomi negaranya. Mereka kebanyakan dipengaruhi adat kebiasaan dan lebih menghargai waktu senggang . kondisi politik. Penggunaan secara tepat sumber daya manusia untuk pembangunan ekonomi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : (1) harus ada pengendalian atas perkembangan penduduk . kurang menunjang sikap hidup hemat dan kerja keras. Jadi perubahan terjadi pada faktor non ekonomi yang pokok di bawah ini : 1. Manusia diatas segalanya. “Pembangunan ekonomi berkaitan dengan peranan manusia. mampu menemukan mesin baru dan berbagai proses baru dalam berproduksi. Orang dipengaruhi oleh kasta. Uang dihabiskan pada usaha-usaha nonekonomi. marga. 2.5. kepercayaan akan tingkatan sosial. . Agama misalnya. pandangan masyarakat. dan terhadap kejujuran. Jumlah penduduk yang melonjak cepat merupakan penghambat bagi pembangunan ekonomi LDC. dan latar belakang historis”. Pembagian Kerja dan Skala Produksi Pembagian kerja menghasilkan perbaikan pembagian kerja bagi perkembangan ekonomi. (2) harus ada perubahan dalam pandangan tenaga buruh. dapat menghemat waktu. FAKTOR NON EKONOMI Menurut Nurkse. pengetahuan dan prestasi kerja. B. tetapi lebih menekankan pada efisiensi mereka. Tetapi masalah yang lebih penting ialah upaya meningkatkan jumlah wiraswastawan. Faktor Sosial Di negara terbelakang ada tradisi sosial dan budaya yang tidak menunjang perkembangan ekonomi. Pembagian kerja menghasilkan perbaikan kemampuan produksi buruh. kesenangan dan keikutsertaan pada pesta-pesta dan upacara keagamaan. Negara terbelakang diketahui tidak mampu memetik manfaat dari pembagian kerja dan produksi skala luas dalam perekonomian ini lantaran pasar yang tidak sempurna. Setiap buruh menjadi lebih efisien daripada sebelumnya. Demi kemajuan ekonomi perlu adanya perubahan kelembagaan sehingga tabungan dapat digalakkan untuk dikonversi menjadi modal produktif.

Hukum Alam Adam Smith meyakini berlakunya doktrin “Hukum alam” dalam persoalan ekonomi. (3) penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga. Smith menentang campur tangan pemerintah dalam industri dan perniagaan. Pembagian Kerja Pembagian kerja adalah titik permulaan dari teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith. orang memerlukan barang-barang keperluan hidupnya sehari-hari. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan fasilitas transpor akan terjadi pembagian kerja yang semakin luas dan peningkatan modal yang semakin besar. dengan demikian amat penting bagi pembangunan ekonomi. Pembagian kerja tergantung pada besarnya pasar. Ia menghubungkan kenaikan itu dengan1) meningkatnya keterampilan pekerja. Lewis menyatakan “Tindakan pemerintah memainkan peranan penting di dalam merangsang atau mendorong kegiatan ekonomi”. barter. yang menyangkut permasalahan pembangunan ekonomi. Kekuatan yang tidak terlihat yaitu pasar persaingan sempurna yang merupakan mekanisme menuju keseimbangan secara otomatis. Dalam melakukan itu individu dibimbing oleh suatu “kekuatan yang tidak terlihat”. Dalam mengembangkan kepentingan pribadinya. Ia menganggap setiap orang paling tahu akan kepentingannya sendiri yang sebaiknya dibebaskan mengejar kepentingannya itu demi keuntungannya sendiri. Yang mengarahkan pada pembagian kerja adalah kecenderungan tertentu sifat manusia.perluasan perniagaan dan perdagangan internasional sangat bermanfaat. Penyebab terakhir ini berasal dari modal. Oleh karena itu. yaitu kecenderung untuk tukarmenukar. yang artinya bahwa pembagian kerja bertambah seiring dengan meningkatnya pasar. yang meningkatkan daya produktifitas tenaga kerja. 7 Teori Pembangunan Adam Smith Teori Adam Smith adalah ahli ekonomi terkemuka dengan karyanya yang terkenal buk “An Inquary into the Nature and Cause of the Wealth of Nation” diterbitkan 1776. Faktor Politik dan Administratif Struktur politik dan administrasi yang lemah merupakan penghambat besar bagi pembangunan ekonomi negara terbelakang. Ia penganut paham perdagangan bebas dan penganjur kebijaksanaan “pasar bebas” dalam ekonomi. (2) penghematan waktu dalam memproduksi barang. Ia tidak memaparkan teori pertumbuhan secara sistematik. efisien dan tidak korup. Prof. Proses Pemupukan Modal . Teknologi majulah yang melahirkan pembagian kerja dan perluasan pasar. Administrasi yang kuat.3. karena itu akan memaksimalkan kesejahteraan mereka secara agregat. cenderung untk memaksimumkan kesejahteraan nasional. Setiap orang jika dibiarkan bebas akan berusaha memaksimalkan kesejahteraan dirinya sendiri.

Jika suatu waktu cadangan upah keseluruhan menjadi lebih tinggi daripada tingkat kehidupan minimum. artinya bahwa upah cenderung menyamai jumlah yang diperlukan bagi kebutuhan hidup minimum para pekerja. tingkat suku bunga akan menurun. sedangkan dalam periode pemupukan modal yang cepat tingkat upah naik melebihi tingkat kebutuhan hidup tersebut. Bila tingkat suku bunga turun terlalu rendah. kemajuan dan jumlah penduduk. Sebagimana dikatakan Smith: “Bagian yang ditabung tiap tahun oleh seseorang dengan segera dpergunakan sebagai modal”. Agen Pertumbuhan Menurut Smith. Pembangunan pertanian mendorong peningkatan pekerjaan konstruksi dan perniagaan. “karena pemupukan stok dalam bentuk barang harus lebih dulu dilakukan sebelum pembagian kerja. Pemupukan modal dan pembangunan ekonomi terjadi karena tampilnya para petani. persaingan dalam mencari pekerjaan akan menjadi lebih tajam dan upah akan menurun lagi sampai ke tingkat kebutuhan hidup minimum. dan harapan masa depan keuntungan bergantung pada iklim investasi hari ini dan pada keuntungan nyata. akhirnya terdapat juga pemupukan modal dan kemajuan ekonomi. Smith yakin keuntungan cenderung menurun dengan adanya kemajuan ekonomi. Dalam keadaan ini mereka akan memilih investasi dan menjadi pengusaha. Cadangan upah diperoleh dari tabungan dan dipergunakan untuk membiayai tenaga kerja melalui investasi. lintah darat tidak sanggup untuk meminjamkan uang lebih banyak. persaingan yang meningkat antar pemilik modal akan menaikkan upah dan sebaliknya akan menurunkan keuntungan. jika stok lebih dulu diperbesar” smith menganggap pemupukan modal sebagai satu syarat mutlak bagi pembangunan ekonomi. Mengapa para pemilik modal menanamkan modal? Menurut Smith. Ia yakin. Hanya kaum kapitalis dan tuan tanah yang mampu menabung. Walaupun tingkat suku bunga menurun. Keyakinan ini didasarkan pada Iron Law of Wage. Pada waktu laju pemupukan modal meningkat. Hampir keseluruhan tabungan diperoleh dari penanaman modal atau penyewaan tanah. tabungan secara otomatis akan berubah menjadi investasi. sedangkan kelompok pekerja diperkirakan tidak mampu menabung. produsen dan pengusaha merupakan agen kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Cadangan upah dapat ditingkatkan dengan meningkatkan laju investasi netto. Perdagangan bebas dan persaingan yang mendorong mereka memperluas pasar yang gilirannya memungkinkan pembangunan ekonomi. dengan demikian permasalahan pembangunan ekonomi secara luas adalah kemampuan manusia untuk lebih banyak menabung dan menanam modal. Dengan menurunnya tingkat suku bunga. produsen. Smith yakinbahwa dalam mondisi yang stasioner. Smith menulis bahwa dengan adanya peningkatan kemakmuran. tingkat upah akan jatuh sampai ke tingkat yang hanya cukup untuk hidup. Proses Pertumbuhan .Smith menekankan. maka tenaga kerja akan meningkat. Ahli ekonomi klasik juga meyakini adanya suatu “cadangan upah”. jumlah modal yang dipinjamkan akan meningkat. investasi dilakukan karena pemilik modal mengharapkan untung. dan pengusaha. maka pekerjaan hanya dapat dibagi lebih lanjut secara seimbang. pemupukan modal harus dilakukan lebih dahulu daripada pembagian kerja. para petani. Dengan tingkat suku bunga yang rendah para lintah darat terpaksa meminjamkan uangnya dalam jumlah yang lebih besar untuk mendapatkan lebih banyak bunga dengan maksud mempertahankan standar hidupnya. dan akibatnya persediaan modal akan membengkak. Seberapa jauh upah naik tergantung pada tingkat pemupukan modal dan tingkat pertumbuhan penduduk. Tingkat investasi akan ditentukan oleh tingkat tabungan dan tabungan yang sepenuhnya diinvestasikan.

Pengusahalah yang mengatur dan menghasilkan inovasi dan dengan itu menghasilkan pembentukan modal. upah berada pada tingkat kehidupan minimal. Teori ini mengabaikan peranan kelas menengah yang memberikan daya dorong bagi pembangunan ekonomi 2. 3. Apabila timbul kemakmuran akibat kemajuan di bidang pertanian.” Menurut Smith proses pertumbuhan ini bersifat menggumpal (kumulatif). Pengabaian wiraswasta (pengusaha) Ini adalah suatu kelemahan yang serius dalam teorinya. kemajuan teknik. Asumsi yang tidak realistis tentang keadaan stasioner Pembangunan terjadi tidak secara teratur. dan perniagaan. 4. Sejumlah pembatasan malahan dikenakan pada prorangan. Kondisi sulit bagi berbagai lapisan masyarakat dan sengsara di dalam keadaan yang merosot. Investasi juga akan mulai menurun dan dengan jalan demikianlah hasil akhir dari kapitalisme akan berupa suatu keadaan yang stasioner. Jika ini terjadi pemupukan modal berhenti. Smith berasumsi bahwa suatu kelompok sosial akan mengalami laju pertumbuhan ekonomi tertentu yang tercipta karena naiknya jumlah mereka dan melalui tabungan. Asumsi yang tidak realistis tentang persaingan sempurna Kebijaksanaan pasar bebas dari persaingan sempurna tidak ditemukan dalam perekonomian mana pun. Pengusaha merupakan titik sentral dalam pembangunan sebagaimana diterangkan oleh Schumpeter. kemakmuran akan menarik ke pemupukan modal. tidak ada perubahan pendapatan perkapita serta produksi dan perekonomian menjadi macet. Sekali keuntungan menurun. ia akan menurun terus. Semua ini terjadi dalam perekonomian pasar bebas. meningkatnya penduduk. dan kenaikan keuntungan secara terus-menerus. Teori Smith memiliki kelemahan : 1. 5. perluasan pasar. Ini mendorong meluasnya pasar yang akan meningkatkan pembagian kerja sehingga meningkatkan produktivitas. Alasan yang tidak adil bagi kegiatan menabung Tidak terfikir olehnya bahwa sumber utama tabungan di dalam masyarakat yang maju adalah para penerima pendapatan. Kelangkaan sumberdaya akan memberhentikan pertumbuhan.Pendekatan pertumbuhan ekonomi Adam Smith dijelaskan oleh Schumpeter sebagai berikut : “dengan menganggap benar faktor-faktor kelembagaan. pembagian kerja. bukan kapitalis serta tuan tanah. politik dan alam. PENERAPAN TEORI SMITH PADA NEGARA TERBELAKANG . Keadaan stasioner adalah muram dan kesengsaraan semakin parah. SUATU PENILAIAN KRITIS Teori Smith memberikan sumbangan yang besar dalam menunjukkan bagaimana pertumbuhan ekonomi terjadi dan faktor-faktor serta kebijaksanaan apa yang menghambatnya. dan tidak seragam serta tetap. dan pada perdagangan internasional pada tiap-tiap negara di dunia . Pembagian masyarakat secara lugas Teori ini mengasumsikan adanya pembagian masyarakat secara lugas antara kapitalis (termasuk tuan tanah) dan para buruh. industri manufaktur. penduduk menjadi stasioner. keuntungan minimum. Smith menyebutnya sebagai situasi progresif.

Akibatnya kemampuan untuk menabung dan dorongan untuk investasi rendah. pedagang dan produsen (agen pertumbuhan) dapat menolong mengembangkan perekonomian dengan meningkatkan produktivitas dalam bidang masing-masing.” Penekanan pada teknologi unggul. Faham pasar bebas kehilangan arti dalam perekonomian serupa itu. Namun teori pembangunan ekonomi Smith menunjukkan faktor-faktor tertentu yang bermanfaat dalam proses pembangunan negara terbelakang. Ia menulis “setiap pemboros akan menjadi musuh masyarakat. dan setiap orang yang hemat akan menjadi dermawan. Smith memuji peranan tabungan yang dianggap sebagai faktor penting sekali bagi pembentukan modal di negara terbelakang. Para petani. Asumsi politis. telah menjadi landasan bagi kebijaksanaan dalam negara serupa itu. Dalam ekonomi serupa ini ukuran pasarnya kecil. Pembangunan menjadi mungkin melalui campur tangan pemerintah daripada melalui kebijaksanaan pasar bebas. dan perluasan pasar dalam proses pembangunan. Saling ketergantungan di antara mereka juga mennjukkan pentingnya pertumbuhan yang berimbang bagi perekonomian serupa ini. Tidak adanya perekonomian pasar bebas di negara terbelakang. . Negaradapat mendorong mereka untuk menghasilkan lebih banyak seperti yang terjadi di India. Ini menyebabkan rendahnya kemampuan untuk menabung dan dorongan untuk investasi sehingga menyebabkan ukuran pasar tetap kecil. Karena ukuran pasar kecil maka produktivitas kecil. pembagian kerja. sosial dan kelembagaan yang mendasari teori Smith tidak bisa diterapkan pada keadaan di negara terbelakang. Rostow menyatakan bahwa buku “The Wealth of Nation” adalah suatu analisa yang dinamis yang penting bagi program kebijaksanaan suatu negara terbelakang. Persaingan sedikit demi sedikit diganti oleh monopoli yang cenderung mengabadikan dan memperkuat lingkaran setan kemiskinan. rendahnya produktivitas berarti rendahnya tingkat pendapatan.Teori pembangunan ekonomi Smith mempunyai kebenaran yang terbatas bagi negara terbelakang.

. Persediaan tanah adalah tetap. (2) kemauan untuk menabung. andil masing-masing kelompok dapat ditentukan. “law of diminishing return” berlaku bagi tanah. dan upah Dengan hasil gandum tertentu. 3. 7. Dari keseluruhan gandum yang dihasilkan dan dijual. Seluruh buruh dibayar dengan upah yang cukup untuk hidup secara minimal. 8. 5. ia hanya mendiskusikan teori distribusi. Kemampuan menabung lebih penting dalam pemupukan modal. Keseluruhan pendapatan nasional dibagibagikan kepada tiga kelompok tersebut masing-masing sebagai uang sewa.Terdapat persaingan yang sempurna. Ricardo tidak pernah mengajukan teori pembangunan. Menurut Schumpeter. keuntungan dan upah. Korespondensi Ricardo dengan beberapa ahli ekonomilah yang memuat ide-ide Ricardo yang menjadi dasar pembentukan model pembangunan Ricardo. 10. 4. Ini tergantung pada penghasilan bersih masyarakat. sebab keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pembentukan modal. Keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu (given). Asumsi teori Ricardo : 1. sewa mempunyai prioritas utama dan sisanya (hasil dikurangi sewa) dibagi-bagikan sebagai upah dan keuntungan.8 Teori Ricardian David Ricardo jugamengungkapkan pandangannya mengenai pembangunan ekonomi dengan cara tidak sistematis dalam bukunya The Principlesof Political Economy and Taxation yang terbit tahun 1917. 6. Buruh dan modal adalah masukan yang bersifat variabel. Pembagian sewa. dan buruh. 11. yaitu sisa lebih dari keseluruhan output setelah dikurangi biaya hidup minimal buruh (subsistens).Pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan. keuntungan. Pemupukan modal tergantung kepada 2 faktor : (1) kemampuan untuk menabung. 2. Ricardo membangun teorinya tentang saling hubungan antara tiga kelompok dalam perekonomian. Permintaan akan gandum benar-benar inelastis. kapitalis. Besarnya surplus tergantung pada tingkat keuntungan. Kepada mereka inilah keseluruhan hasil tanah dibagi-bagikan. Proses Pemupukan Modal Pemupukan modal merupakan keuntungan. 9. Seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum dan angkatan kerja dalam pertanian membantu menentukan distribusi industri. sementara bunga termasuk dalam keuntungan. yaitu tuan tanah. Permintaan akan buruh tergantung pada pemupukan modal dan baik harga permintaan maupun penawaran buruh tidak tergantung pada produktivitas marginal tenaga kerja. Analisa Ricardo merupakan analisa yang memutar.. Harga penawaran buruh adalah tertentu dan tetap.

Dengan cara ini pemupukan modal dapat ditingkatkan. dan dengan meningkatkan tingkat keuntungan serta mengurangi harga barang. Ricardo tidak menyetujui pengenaan pajak. Istilah Ricardo. yang berarti mengurangi keuntungan. Kecenderungan yang berlawanan ini akhirnya menghambat pemupukan modal. Karena upah naik maka ratio keuntungan pemilik modal berkurang. (3) Berkurangnya keuntungan pada industri lain Menurut Ricardo. Tingkat keuntungan sama dengan ratio keuntungan terhadap modal yang digunakan.” Dengan naiknya harga gandum. industri akan terpaksa menaikan upah buruh. maka keuntungan sama dengan rekening upah. Maka Ricardo menganggap keadaan teknologi sebagai tetap dan tertentu (given). dan pemupukan modal. Tabungan dapat dibentuk melalui cara menghemat pengeluaran. laba. Apabila keuntungan dalamsektor pertanian menurun. keuntungan dari usaha lain juga akan menurun.. sehingga menaikkan upah. Tetapi karena modal hanya terdiri dari modal kerja. . upah memainkan peranan aktif dalam menentukan pendapatan antara modal dengan buruh. Ini akan meningkatkan pengangguran dan menurunkan upah. Kalau permintaan makanan meningkat maka tanah yang kurang subur akan digarap. karena akan mengurangi pendapatan. Tingkat upah meningkat bila harga barang yang dibutuhkan buruh meningkat. (3) Perdagangan Bebas Ricardo membela adanya perdagangan bebas. Perdagangan bebas merupakan faktor penting bagi pembangunan ekonomi suatu negara. Untuk menghasilkan satu unit produk dibutuhkan buruh lebih banyak. “Keuntungan petani menentukan keuntungan seluruh usaha yang lain. Karena itu tingkat keuntungan uang yang diperoleh dari modal harus sama dengan keseimbangan. “Modal dapat dinaikkan dengan cara menaikkan produksi atau dengan mengurangi konsumsi yang tidak produktif.” Akan tetapi produktivitas buruh bisa juga ditingkatkan melalui perubahan teknologi dan organisasi yang lebih baik. Sumber lain pemupukan modal Menurut Ricardo. memproduksi lebih banyak. Jadi harga gandum menentukan tingkat keuntungan dalam industri. Tetapi pajak sebaliknya mempengaruhi investasi. Permintaan terhadap buruh meningkat. pajak dikenakan hanya untuk mengurangi konsumsi yang berlebihan. Menurut Ricardo. Tingkat keuntungan dapat terus menerus tinggi. Tetapi menggunakan lebih banyak mesin berarti mempekerjakan sedikit buruh. dalam sistem Ricardo. (1) Pajak Pajak adalah sumber pemupukan modal yang ada di tangan pemerintah. Ia menekankan pentingnya peningkatan produksi dan pengurangan konsumsi. Dengan cara ini sumberdaya dunia dapat digunakan lebih efisien melalui perdagangan luar negeri. pembangunan ekonomi tergantung pada perbedaan antara produksi dan konsumsi.(1) Tingkat Kuntungan Tingkat keuntungan = keuntungan / upah. baik dalam pertanian ataupun dalam industri. (2) Tabungan Ricardo lebih menyetujui pemupukan modal melalui tabungan. (2) Kenaikan Upah Ricardo mencoba menunjukkan bahwa hanya dalam kondisi lain pemupukan modal akan mengurangi keuntungan.

Teori Dinamis Ricardo menyajikan teori yang dinamis yang menganalisa pengaruh perubahan dari berbagai variabel pada pembangunan ekonomi seperti penduduk. begitu juga di negara berkembang seperti India. dengan pendapat-pendapatnya sebagai berikut : 1. sebab pembangunan ekonomi tergantung pada sektor itu. tingkat upah berada tingkat yang cukup untuk hidup secara minimal dan kemajuan teknik pun berhenti. Perdagangan Luar Negeri Ricardo memberikan tekanan khusus pada perdagangan luar negeri sebagai sarana memperbaiki keadaan perekonomian sebab perdagangan luar negeri akan membawa pemanfaatan sumberdaya secara maksimum dan meningkatkan pendapatan. keuntungan dan sebagainya. Urutan pembangunan ini tidak terlihat jelas di negara-negara Eropa. 2. Kemajuan teknik tidak berdaya mencegah merosotnya keuntungan dan terjadinya keadaan stasioner. Dia juga menentang perdagangan kolonial yang dinilainya licik dan jahat serta merugikan industri negara lain. upah. sewa. 4. Mengabaikan Pengaruh Teknologi Kenaikan yang cepat produksi pertanian yang dihasilkan oleh negara maju telah membuktikan bahwa Ricardo kurang memperkirakan potensi kemajuan teknologi dalam menahan menurunnya hasil tanah. KELEMAHAN TEORI RICARDO 1. Ricardo terlalu menekankan pentingnya hukum penurunan hasil dan gagal menunjukkan pengaruh penting .Keadaan Stasioner Menurut Ricardo. Pembangunan Pertanian Pentingnya pembangunan pertanian dalam pertumbuhan ekonomi. Pentingnya Tabungan Ricardo menekankan pentingnya tabungan bagi pemupukan modal. sehingga negara akhirnya mencapai keadaan stasioner. Tingkat Keuntungan Ricardo membela peningkatan tingkat keuntungan dalam pembangunan ekonomi sebabpemupukan modal tergantung pada kenaikan tersebut 3. Dalam keadaan ini pemupukan modal berhenti. 5. ada kecenderungan alamiah bahwa tingkat keuntungan akan menurun dalam perekonomian. PENILAIAN KRITIS Ricardo adalah pelopor ahli ekonomi moderen. penduduk tidak bertambah.

Kebijaksanaan pasar bebas yang tidak dapat diterapkan Pada kenyataannya tidak ada perekonomian yang bebas dari campur tangan pemerintah walaupun persaingan bebas berlaku di situ. Pengertian yang salah tentang penduduk Pandangan Ricardo bahwa dengan meningkatnya jumlah penduduk maka upah tidak dapat meningkat. Sebaliknya terjadi peningkatan upah yang terus menerus dalam bentuk upah uang dan penduduk cenderung menurun. karena tidak ada perekonomian yang mencapai keadaan stasioner dengan keuntungan meningkat. Teori Ricardo adalah teori distribusi.yang dimiliki oleh ilmu dan teknologi pada pembangunan ekonomi di negara yang kini sudah maju. Pengertian yang salah tentang keadan stasioner Pandangan bahwa negara akan mencapai keadaan yang stasioner secara otomatis tidak beralasan. dan pemupukan modal terjadi 3. Mengabaikan faktor-faktor kelembagaan Cacat yang paling pokok dari teori Ricardo adalah diabaikan faktor-faktor kelembagaan. 2. Modal dan buruh bukanlah koefisien yang tetap Asumsi Ricardo bahwa modal dan buruh merupakan koefisien produksi yang tetap adalah tidak benar. 9. Faktor tersebut penting sekali dalam pembangunan ekonomi dan tidak dapat diabaikan. 7. produksi meningkat. 4. Tanah juga menghasilkan selain gandum Ricardo yakin hanya satu produk yang dihasilkan dari tanah. . Pendapat yang salah ini berasal dari ketidakmampuannya untuk membedakan pemilik modal dan pengusaha.asumsi ini tidak berlaku sebab buruh dan modal adalah variabel bebas. Upah ternyatatidak cenderung menuju ke tingkat upah minimal. Mengabaikan tingkat suku bunga Ia tidak menganggap tingkat bunga sebagai suatu imbalan jasa yang tepisah dari modal tetapi termasuk dalam keuntungan. bukan teori pertumbuhan Ricardo gagal menunjukkan teori distribusi yang fungsional sebab ia tidak menentukan bagian dari masing-masing faktor secara terpisah. 6. tidak pernah terbukti. Ini pendapat yang usang sebab tanah menghasilkan berbagai macam produk selain gandum. 5. 8. Faktor ini diasumsikan secara tertentu. Teori Malthus tentang penduduk terbukti salah dalam melihat kecenderungan penduduk yang berlaku di dunia barat.

. dan pentingnya perluasan berbagai sumber tabungan dan kenaikan tingkat keuntungan. adalah sangat penting untuk memahami masalah perekonomian negara terbelakang yang berpenduduk padat. teori Ricardo memperlihatkan pentingnya pemupukan modal melalui pembangunan pertanian. penduduk meningkat lebih cepat dari pada peningkatan persediaan makanan. hasil tanah yang semakin menurun dan prinsip teori Malthus tentang penduduk. Teori Ricardo dan negara terbelakang Disamping kelemahan tersebut. tetapi ia dapat menunjukan faktor yang menghambat tingkat pertumbuhan ekonomi negara itu. Teori Ricardo tidak mungkin diterapkan sepenuhnya di negara berkembang. Negara terbelakang.10. Dua asumsi dasar teori Ricardo.

Teori Malthus Mengenai Pembangunan Ekonomi Thomas Robert Malthus terkenal dengan teori kependudukan. Problem pokoknya adalah bagaimana mencapai tingkat Gross National Product potensial yang tinggi. Peranan Produksi dan Distribusi Malthus menganggap produksi dan distribusi sebagai “dua unsur utama kesejahteraan”. yaitu pembangunan ekonomi yang dapat dicapai dengan meningkatkan kesejahteraan suatu negara. Proses Akumulasi Modal Akumulasi modal merupakan faktor paling penting ekonomi. maka akan diperlukan beberap ribu tahun untuk meningkatkan kesejahteraan. “peningkatan kesejahteraan bagi yang pembangunan mantap dan . Jika keempat faktor ini dipakai dalam proporsi yang benar. akan dapat meningkatkan kesejahteraan suatu negara dalam waktu singkat. Faktor-faktor dalam Pembangunan Ekonomi Malthus mendefinisikan problem pembangunan ekonomi yang menjelaskan perbedaan antara Gross National Product potensial (“kemampuan menghasilkan kekayaan”) dan Gross National Product aktual (“kekayaan aktual”). Perhatian Malthus pada “perkembangan kesejahteraan” suatu negara. pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan. Besarnya GNP potensial tergantung pada tanah. Malthus lebih menekankan pada produksi maksimum dan alokasi optimum sumber-sumber guna meningkatkan kesejahteraan suatu negara dalam jangka pendek. Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi Menurut Malthus pertumbuhan penduduk saja tidak cukup untuk berlangsungnya pembangunan ekonomi. kerja keras dan kebiasaan teratur. Peningkatan pada permintaan efektif akan menyebabkan meningkatnya kesejahteraan. Gagasan tentang pembangunan ekonomi terdapat pada buku II “The Progress of Wealth” dari bukunya “Principles of Political Economy” (1820). Kesejahteraan suatu negara sebagian bergantung pada kuantitas produk yang dihasilkan oleh tenaga kerjanya. Pertumbuhan penduduk akan meningkatkan kesejahteraan hanya bila pertumbuhan tersebut meningkatkan permintaan (effective demand). serta sifat jujur pada umumnya. modal dan organisasi. Jika kombinasi pada proporsi yang tidak benar. Faktor tesebut adalah keamanan atas kekayaan. tenaga kerja. Menurut Malthus proses pembangunan adalah suatu proses naik turunnya aktivitas ekonomi lebih daripada sekedar lancar-tidaknya aktivitas ekonomi. Ia juga menekankan pentingnya faktor non ekonomi dalam pembangunan ekonomi “yang termasuk dalam politik dan moral”. konstitusi dan hukum yang baik da dilaksanakan sebagaimana mestinya.menurut Malthus. sebagian lagi pada nilai atas produk tersebut. maka akan memaksimalkan produksi di dua sektor utama perekonomian. Jika keduanya dikombinasikan pada proporsi yang benar. sektor pertanian dan industri. TEORI Konsep Pembangunan Malthus tidak menganggap proses pembangunan ekonomi terjadi dengan sendirinya. Malahan.

Tetapi jika pembagian kepemilikan tanah kepada pemilik-pemilik kecil dilakukan dengan ekstrim akan berpengaruh buruk pada produksi. Langkah untuk menaikan permintaan efektif menurut Malthus adalah : Pendistribusian kesejahteraan dan pemilikan tanah secara lebih adil. Kemajuan teknologi pada kedua sektor ini yang dapat membawa kepada pembangunan ekonomi. Akibatnya harga turun. Persediaan modal dapat ditingkatkan lebih cepat dibanding pertambahan penduduk. tidak dengan segera tersedia di pasar. investasi turun. Laba berasal dari tabungan para pemilik modal. Dia mengatakan. karena para pekerja lebih suka bersenang-senang daripada meningkatkan konsumsi. dan hasrat untuk - . Memperluas perdagangan internal dan eksternal. dan sama sekali bukan karena pengurangan pengeluaran pada barang-barang mewah dan barang-barang kesenangan. kebutuhan tambahan pekerja untuk memenuhi permintaan tertentu. “Tabungan yang didorong secara berlebihan akan merusak motif ke arah produksi”. selera. dan kemampuan akumulasi modal maupun dorongan untuk mengakumulasi berkurang.berkesinambungan tidak mungkin tercapai tanpa penambahan modal secara terus menerus”. Stagnasi Ekonomi Malthus yakin penawaran buruh dalam jangka pendek sangat tidak elastis. Pemilik modal menginvestasikan pada tenaga kerja produktif untuk meningkatkan persediaan modal. kecuali kalau permintaan efektif meningkat. Persediaan komoditi berlimpah. Perdagangan internal dan eksternal akan meningkatkan keinginan. perekonomian dibagi menjadi sektor pertanian dan sektor industri. investasi. “karena sifat dasar penduduk. Naiknya upah tidak meningkatkan permintaan efektif. Kekurangan Permintaan Efektif Malthus tidak sependapat dengan Sayyang menyatakan bahwa di dalam pasar tidak mungkin terjadi komoditi selalu dipertukarkan dengan komoditi. Ini menyebabkan turunnya harga. laba. Persediaan yang melimpah dan konsumsi yang rendah akan menimbulkan stagnasi ekonomi.sampai selang waktu enam belas atau delapan belas tahun”. Sumber akumulasi modal adalah laba. laba berkurang. (2) Menaikkan permintaan efektif Kemajuan teknologi saja tidak dapat mendorong pembangunan ekonomi. Malthus mengatakan. dan akumulasi modal. Langkah-langkah untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi : (1) Pertumbuhan Berimbang Di dalam sistem Malthus. Malthus mendukung pertumbuhan yang berimbang baik di sektor pertanian maupun di sektor industri. Konsep ini berarti menabung dari persediaan yang sebenarnya dipersiapkan untuk konsumsi yang bersifat mendesak dan menambahkannya pada persediaan yang dimaksudkan untuk memperoleh laba (pengkonversikanpendapatan menjadi modal). Timbul over produksi dan persediaan komoditi yang melimpah di pasaran lantaran rendahnya permintaan efektif atau kosumsi rendah. “Kekayaan suatu negara pada umumnya diciptakan oleh tabungan yang disisihkan dari keuntungan yang meningkat. upah akan naik lantaran persaingan.” Malthus mengemukakan konsep tentang “kecenderungan tertinggi untuk menabung”. tabungan.

Terdapat faktor non ekonomi seperti pendidikan. Kesimpulan Rendahnya konsumsi atau kurangnya permintaan efektif yang menimbulkan persediaan melimpah. 2. Kenyataannya konsumsi rendah bukanlah suatu gejala tetap namun hanya sementara. menurut teori Malthus merupakan sebab utama keterbelakangan.mengkonsumsi “yang secara mutlak perlu untuk menjaga harga pasar komoditi dan mencegah berkurangnya harga.” Menyarankan agar mempertahankan “konsumen tidak produktif” untuk meningkatkan permintaan efektif. Konsumen tidak produktif adalah orangorang yang tidak memproduksi barang material. komoditi diukur dengan harga nyata dan tidak dengan tenaga kerja. perluasan perdagangan internal dan eksternal. Langkah tersebut memaksa peningkatan pajak guna pekerjaan umum yang akan mengurangi investasi swasta. Faktor ekonomi dan non ekonomi ini keduanya membawa ke arah pembangunan ekonomi. Hal ini dapat diatasi dengan membeikan upah rendah kepada pekerja. Penilaian Teori Malthus mempunyai kelemahan tertentu : 1. Komoditi tidak dipertukarkan dengan komoditi secara langsung Kenyataannya tenaga kerja bukanlah ukuran yang benar bagi komoditi. Untuk pembangunan. Menurut Malthus konsumsi rendah secara permanen dapat terjadi pada semua komoditi. Dalam dunia nyata. Tetapi dia mencatat ada dua kelemahan dari langkah ini : a. Ini memerlukan kemajuan teknologi. Malthus menyarankan program pekerjaan umum untuk mengatasi pengangguran dan menaikkan permintaan efektif. Jadi stagnasi sekuler tidak melekat pada proses akumulasi modal. b. kebiasaan bekerja keras. 3. negara harus memaksimalkan produksi di sektor pertanian dan industri. Pandangan negatif terhadap akumulasi modal Pandangan Malthus bahwa akumulasi modal menimbulkan stagnasi sekuler dari sudut yang lain adalah tidak benar. membiayai Bagi Malthus kelemahan ini sebenarnya merupakan keuntungan pekerjaan umum karena hal itu tidak akan mempunyai kecenderungan mengurangi modal yang dipakai oleh tenaga kerja produktif. Langkah ini dapat menghalangi tenaga kerja dari kemungkinana menyesuaikan diri secara berangsur-angsur terhadap permintaan yang berkurang. administrasi yang baik dan hukum yang efisien yang dapat membantu meningkatkan produksi di dua sektor tersebut. Kenyataannya akumulasi modal tidak menyebabkan berkurangnya permintaan atas barang-barang konsumen dan turunnya laba. . pendistribusian kesejahteraan dan tanah secara adil. Stagnasi sekuler tidak melekat pada akumulasi modal. dan peningkatan kesempatan kerja melalui rencana pekerjaan umum. peningkatan konsumsi tidak produuktif. standarmoral.

Penerapan pada Negara Terbelakang Malthus adalah salah seorang perintis di bidang pembangunan ekonomi yang menulis ddi dalam bukunya mengenai kemiskinan dan keterbelakangan negara terbelakang pada waktu itu. land reforms. Pada sisi lain. kemiskinan kaum tani tidak disebabkan oleh kekurangan lahan subur. Karena bagian terbesar penduduk mencari nafkah pada pertanian padat karya. sektor pertanian berdiri di belakang sektor industri. pendistribusian kesejahteraan dan tanah secara . Beberapa langkah kebijaksanaan yang dikemukakan Malthus juga dapat diterapkan pada negara terbelakang. itulah yang menyebabkan mereka miskin. namun karena petani tidak mempunyai modal untuk memperbaiki lahan mereka. Menurut Malthus. Negara terbelakang meupakan perekonomian dualisme. Konsumen tidak produktif memperlambat kemajuan Kelemahan teori pembangunan ekonomi Malthus adalah. Pandangan Malthus yang berkaitan dengan faktor-faktor yang meningkatkan pembangunan dapat diterapkan sepenuhnya di negara terbelakang. mempunyai kurva supply usaha yang miring ke belakang. Karenanya sektor pertanian memperlambat kemajuan sektor industri. turki. Hongaria. Pembagian dan analisa perekonomian Malthus ke dalam sektor pertanian dan industri nyata kaitannya dengan negara terbelakang. Hubungan antara pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi yang diungkapkan Malthus dapat diterapkan sepenuhnya pada negara terbelakang. Teori pembangunan ekonominya lebih banyak berkaitan dengan negara terbelakang pada saat ini dibanding teori penulis klasik lainnya. Langkah itu menurunkan tingkat akumulasi modal dan memperlambat kemajuan 5. Analisanya mengenai sebab kemiskinan negara terbelakang sangat realistis dalam kaitannya dengan negara terbelakang pada masa kini. Akibatnya petani. Dengan demikian masing-masing sektor bertindak sebagai penahan pertumbuhan sektor lainnya. perluasan perdagangan internasional dan eksternal untuk memperlebar pasar. Dia menulis tentang keterbelakangan perekonomian negara seperti Spanyol. sektor ini tidak mampu menyediakan pekerjaan yang memadai. pertumbuhan yang berimbang sektor pertanian dan industri. Permintaan mereka akan output industri rendah. Dia menekankan pentingnya perubahan struktural untuk mengurangi relatig pentingnya pertanian. Saran ini sama dengan memberikan sedekah kepada para pekerja dan dengan sengaja menduukung pengangguran. pekerja dan industrialis. Irlandia dan hampir seluruh negara Asia. Afrika dan Amerika Latin.4. Pandangan ini keliru karena sumber utama tabungan di dalam masyarakat justru penerima pendapatan dan penerima nonlaba. dia menyarankan agar pengeluaran kelompok “konsumen tidak produktif” ditingkatkan untuk mengatasi konsumsi rendah dan meningkatkan permintaan efektif. Dasar tabungan bersisi satu Dia percaya hanya tuan tanah yang bersedia menabung. Sektor pertanian tunduk kepada hukum hasil yang semakin berkurang sedangkan sektor industri tunduk kepadahukum hasil yang semakin meningkat. tuan tanah. Sektor industri tetap dalam ukuuran yang terbatas. para pemilik tanah yang jumlahnya besar tidak melakukan penanaman modal secara intensif lantaran kecilnya pasar.

. Langkah tersebut terdapa di semua rencana pembangunan negara terbelakang. kecenderungan untuk mengkonsumsi sangat tinggi dan tabungan tidak cukup berarti. dan tabungan untuk mendorong pembangunan. dan program pekerjaan umum. Sementara pada negara terbelakang kurangnya konsumsi karena rendahnya tingkat produksi. Ini tidak dapat diterapkan pada kondisi negara terbelakang.adil. Ada bagian-bagian tertentu dalam teori Malthus tidak dapat diterapkan pada negara berkembang. karena hal itu akan menimbulkan inflasi. Disini masalahnya bukan peningkatan permintaan efektif melalui peningkatan konsumsi. Menurut analisa Malthus konsumsi rendah mengandung arti melimpahnya barang yang tidak dapat dipasarkan karena kurangnya permintaan efektif. Masalahnya ialah bagaimana menaikkan tingkat pekerjaan. 1. Teori Malthus mengenai konsumsi rendah tidak mempunyai relevansi dengan negara tersebut. Cara mengatasi yang disarankannya adalah “konsumsi yang tidak produktif” di kalangan pemilik modal dan pekerja tidak produktif. pendapatan. Malthus berpendapat bahwa kurangnya permintaan efektif karena sikap hemat pada pemilik modal. 2. Di negara terbelakang. tingkat pendapatan sangat rendah.

Bagi Mill. Tanah dan tenaga kerja adalah dua faktor produksi yang asli. elatisitas penawaran tenaga kerja sangat tinggi dalam menanggapi kenaikan upah. Bila laba naik atau upah turun. Hal tersebut menggambarkan kepercayaan Mill pada hukum pasarnya Say. Laju Akumulasi Modal Menurut Mill laju akumulasi modal tergantung pada: (1) “jumlah dana yang dapat menghasilkan tabungan” atau “besarnya sisa hasil usaha”. Tingkat Laba Menurut Mill. TEORI Mill menganggap pembangunan ekonomi sebagai fungsi dari tanah. Jadi tingkat laba adalah rasio labah terhadap upah. Ini berarti tabungan adalah pengeluaran. Ia belajar ilmu ekonomi pada umur 15 tahun di bawah bimbingan ayahnya James Mill. Tabungan naik bersama naiknya laba dan sewa yang dipakai untuk membuat sisa hasil itu. Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Mill percaya pada teori penduduk Malthus. Konsumsi produktif adalah “konsumsi untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan produktif masyarakat”. Kenaikan konsumsi berarti kemerosotan investasi. dalam suatu perekonomian. dan (2) “kuatnya kecenderungan untuk menabung”. upah dibayarkan dari modal. Yang dia maksudkan dengan penduduk hanyalah golongan kelas pekerja. Walaupun modal adalah hasil dari tabungan.Teori Mill Mengenai Pembangunan Ekonomi John Stuart Mill. tenaga kerja. Karena laju pertumbuhan . Jadi naiknya investasi menyebabkan naiknya cadangan upah dan kemajuan ekonomi. dan modal. Dia yakin pembatasan penduduk merupakan hal yang penting untuk memperbaiki kondisi kelas pekerja sehingga mereka dapat menikmati hasil kemajuan teknologi dan akumulasi modal. Dia menganjurkan pembatasan kelahiran sebagai lawan pengendalian moral. Pendapatan yang diinvestasikan sebagai persekot upah kepada pekerjalah yang menciptakan pekerjaan dan bukan pendapatan yang digunakan pada barang-barang konsumen. Hanya tenaga kerja produktif yang dapat melakukan konsumsi produktif. modal adalah “persediaan yang dikumpulkan dari produk-produk tenaga kerja sebelumnya”. namun modal dapat dipergunakan. Cadangan Upah Menurut Mill. Itu menunjukkan bahwa konsumsi produktif merupakan input yang perlu untuk memelihara tenaga kerja produktif. tahun 1848 menerbitkan bukunya Principles of Political Economy with some of their Aplications to SocialPhilosophy. laba tergantung pada biaya tenaga kerja. tingkat laba akhirnya cenderung akan menurun karena hasil yang semakin berkurang di sektor pertanian dan bertambahnya penduduk berdasarkan laju Malthus. Kuatnya kecenderungan menabung tergantung pada (1) tingkat laba dan (2) keinginan untuk menabung atau yang disebut Mill sebagai “keinginan efektif untuk mengakumulasi modal”. tingkat laba akan naik sehingga menaikkan tingkat akumulasi modal. Karena itu upah dibatasi oleh cadangan modal yang ada yang dipersiapkan untuk membayar upah. Upah pada umumnya melebihi tingkat penghidupan minimum.

bahkan tidak menampakkan tanda akan kedatangannya. . Hanya mungkin dengan pengendalian kenaikan jumlah kelas pekerja melalui “kebiasaan berhemat” dan pendidikan. Tak satu pun dari faktor tersebut dapat dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang tak terbatas. Akhirnya modal cenderung berada pada tingkat minimum dan tingkat akumulasi modal menurun. Peranan Pemerintah Mill setuju pada kebijaksanaan liberal yang berfungsi sebagai aturan umum: “setiap penyimpangan dari aturan itu. (4) Pinjaman pemerintah untuk pengeluaran yang tidak produktif.penduduk yang lebih tinggi dari laju akumulasi modal. tingkat laba. (5) Dengan mengekspor modal ke negara jajahan untuk memproduksi barang konsumsi guna keperluan negara asal.perluasan perdagangan luar negeri. Campur tangan pemerintah ia pandang perlu. (3) Perkembangan perdagangan luar negeri. yaitu doktrin keadaan stasioner dan cadangan upah. baik penduduk maupun stok modal tidak mengalami kenaikan. misalnya untuk memperbaiki redistribusi pemilikan sarana produksi dengan rencana-rencana seperti pembagian laba dan kerja sama. Keadaan Stasioner Menurut Mill keadaan stasioner akan segera terjadi. berarti suatu kejahatan”. distribusi yang adil. kehadirannya tertunda karena faktor-faktor di atas. tingkat akumulasi modal. “paling lama beberapa tahun lagi dan tidak lebih”. Kecenderungan menurunnya laba dapat dicegah dengan sejumlah faktor: (1) Kerugian modal pada masa kritis. maka tingkat laba “hanyalah sebesar batas termudah” dan negara berada ”di ambang keadaan kritis”. kecuali kalau diperlukan untuk kepentingan yang lebih besar. Mill mengharapkan keadaan stasioner karena akhirnya akan membawa ke arah perbaikan distribusi pendapatan dan upah bagi tenaga kerja. Keadaan stasioner bukan suatu realitas Mill ternyata menjadi seorang peramal yang keliru karena keadaan stasioner yang telah dia ramal ternyata tidak datang. laba mencapai tingkat minimum yang perlu untuk mencegah dis-saving netto oleh perekonomian secara keseluruhan. (2) Perbaikan teknik. Dalam keadaan stasioner menurut Mill. karena ia membangun suatu teori yang membicarakan hampir semua faktor yang penting bagi pembangunan ekonomi masa kini. Mill menyetujui perdagangan bebas dan menentang proteksi namun demikian membela pembebasan pajak yang bersifat proteksi untuk sementara waktu dalam hal industri masih bayi. Dia menekankan pentingnya faktor seperti tingkat tabungan. kemajuan teknologi. perubahan kelembagaan dan lain-lain. Memperbaiki azas Ricardo dalam dua hal. Penilaian Mill bersifat unik. Mill tidak mencoba membuat suatu sistem baru tetapi hanya menambahkanperbaikan pada sistem Ricardo. Karena itu dia memberikan peranan yang minimum kepada pemerintah dalam usaha-usaha ekonomi. Kritik terhadap fikiran Mill : 1.

Anjuran ini diterima sebagai prinsip pokok pembangunan ekonomi di negara tebelakang. Terbatasnya lahan dan tidak adanya perbaikan teknologi sehingga hukum mengenai hasil yang semakin berkurang berlaku sehingga produktivitas lahan rendah. Teori Malthus ternyata tidak benar di negara-negara kapitalis dunia. 3. Mill percaya pada teori kependudukan Malthus.2. . Kenyataannya tidak ada perekonomian yang dapat berfungsi jika di dalamnya terdapat persaingan sempurna. Mill seorang penganut faham perdagangan bebas dan percaya pada kebijaksanaan laissez-faire. tidak mungkin ada pembangunan di negara terbelakang tanpa memberikan peranan kepada pemerintah. Laissez-faire bukan suatu kebijaksanaan praktis. betapa pun kecilnya. dia lebih menekankan pengendalian penduduk melalui pembatasan kelahiran daripada sekedar melalui pengekangan moral. dan peranan terbatas pemerintah. Peranan Teori Mill pada Negara Berkembang Pandangan Mill mengenai akumulasi modal. Walaupun kebijaksanaan tersebut tidak praktis. Di dalam kenyataannya. hasil yang semakin berkurang. pertumbuhan peduduk. Laju akumulasi modal dapat ditingkatkan dengan meningkatkan sisa hasi usaha dengan memperkuat kecenderungan menabung. Bedanya. Tetapi apa pun campur tangan pemerintah itu Mill mengharapkan peranan tersebut dapat diterapkan sepenuhnya di negara terbelakang. Pengalaman negara tebelakang membuktikan bahwa teori Malthus dapat diterapkan dan penduduk dapat dikendalikan hanya dengan pelaksanaan pembatasan kelahiran sebagaimana dianjurkan Mill. Peranan pemerintah hendaknya dikurangi sampai batas yang minimum. Mill setuuju dengan kebijaksanaan liberal dalam urusan ekonomi. dapat diterapkan di negara berkembang. Hukum mengenai hasil yang semakin berkurang tidak berlaku Keyakinan Mill akan berlakunya hukum mengenai hasil yang semakin berkurang pada lahan ternyata salah dengan adanya kemajuan teknologi yang terjadi di negara-negara maju. Tabungan tergantung kepada tingkat laba dan hasrat menabung. 5. dan tidak ada perekonomian yang dapat tumbuh tanpa bantuan pemerintah dalam bentuk apa pun. 4. Mill menganjurkan perbaikan teknologi pada lahan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. Teori Malthus salah Mill terlalu pesimis pada pertumbuhan penduduk dalam arti teori Malthus. Fikiran yang salah mengenai cadangan upah Alasannya karena dia menghubungkan cadangan upah dengan modal ketimbang dengan dividen nasional.

Ahli ekonomi klasik meyakini adanya perekonomian-persaingan sempurna-pasar bebas yang secara otomatis bebas dari segala caampur tangan pemerintah. proses ini akan berlangsung terus sampai keuntungan menjadi nol. teori klasik pembangunan yang ekonomi dapat dapat misalkan kenaikan keuntungan diharapkan. Yang akan memaksimumkan pendapatan nasional adalah invisible hand“tangan-tangan tak kelihatan”. keuntungan akan menurun jika terjadi kenaikan harga upah dan sewa yang juga disebakan naiknya harga jagung. S Y dk dt K 0 Gambar 9. Kunci ke Arah Kemajuan. Keadaan Stationer. semain besar pula akumulasi modal dan investasi. Semua ahli ekonomi klasik meramalkan timbulnya keadaan stationer pada akhir proses pemupukan modal. keuntungan merangsang investasi. Keuntungan tidak akan naik secara terus menerus. alasannya adalah naiknya upah sebagai akibat persaingan antar kaum kapitalis. Menurut kaum klasik. Keuntungan. dan tingkat upah mencapai tingkat kebutuhan hidup minimal. Karena itu mereka menekankan betapa penting arti tabungan dalam jumlah yang besar. Keuntungan cenderung menurun. menaikkan investasi sehingga menambah stok modal yang telah ada dan . Pemupukan Modal. Sekali keuntungan mulai menurun.BAB 9 TEORI KLASIK Kebijakan Pasar Bebas.1 T Waktu Dalam dinyatakan: garis besar. namun cenderung menurun apabila persaingan untuk menghimpun modal antar kapitalis meningkat. Menurut Rikardo. Rangsang Bagi Investasi. pertumbuhan penduduk dan pemupukan modal terhenti. Semua kaum klasik memandang pemupukan modal sebagai kuni kemajuan. Semakin besar keuntungan. MenurutAdam Smith.

Hukum yang tidak realistik. Teori klasik diilustrasikan pada gambar 9. upah naik. Salah satu kekurangan pokok teori klasik adalah kealpaan mempertimbangkan peranan yang dimainkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan. Upah yang lebih tinggi mengundang pertumbuhan penduduk. Sebagai akibatnya.1 di atas. Kenaikan dalam pemupukan modal menaikan jumlah cadangan upah. Mengabaikan Kelas Menengah. 3. PENILAIAN Teori klasik tentang pembangunan yang abstrak dan sederhana ini tidak bebas dari krtik: 1. Teori ini mengabaikan peranan kelas menengah yang memberikan daya dorong kepada pertumbuhan ekonomi. Melalaikan Sektor Publik. Berlawanan . Pandangan pesimis para ahli ekonomi klasik seperti Ricardo dan Malthus bahwa “hasil akhir pembangunan kapitalis adalah stagnasi” didasarkan pada asumsi berlakunya hukum penurunan hasil dan teori kependudukan Malthus. yamg menyebabkan permintaan akan makanan menjadi naik. Meremehkan Teknologi. persaingan sempurna dan lembaga milik pribadi merupakan prasyarat utama bagi pembangunan ekonomi.mendorong penyempurnaan teknik. Bagi kaum klasik. 2. Perekonomian tumbuh dari K ke S selama perjalanan waktu T. Sesudah T perekonomian mencapai keadaan stationer yang dihubungkan dengan titk S dimana pertumbuhan lebih jauh tidak mungkin terjadi karena upah naik begitu tinggi sehingga keuntungan menjadi nol dan pemupukan modal berhenti. 4. Kenaikan cepat produksi pertanian dinegara maju telah menunjukan bahwa kaum klasik kurang menduga potensi kemajuan teknologi di dalam membendung penurunan hasil pada tanah. Keseluruhan analisa klasik didasarkan pada lingkungan sosio-ekonomi yang berlaku dinegara Inggris dan bagianbagian tertentu Eropa. Begitu juga teori kependudukam Malthus telah disangkal oleh kecenderungan penduduk yang berlaku dinegara barat. Pada gambar tersebut unsur waktu digambarkan dengan sumbu horizontal dan tingkat pemupukan modal dk/dt dengan sumbu vertikal.

Pemikiran yang keliru mengenai upah dan keuntungan. cepat sehingga penduduk ternyata tidak berkembang sebegitu melampaui persediaan makanan. Teori klasik mengasumsikan suatu keadaan mandek (stationer) dimana ada perubahan tetapi disekitar titik ekuilibrium. kemajuan berjalan mulus dan terus menerus seperti sebatang pohon. Proses pertumbuhan yang tidak realistik.diametral dengan prinsip-prinsip Malthus. Penjelasan ini ternyata tidak memuaskan. proses pertumbuhan ekonomi terbukti tidak berjalan secara mulus dan berkesinambungan. Upah ternyata tidak cenderung menuju ketingkat hidup minimal. karena seperti yang terlihat sekarang. tetapi dengan “melompatlompat” BAB 10 . 5.

Menurut Marx. dalam arti sempit merinci kekuatan yang mendorong perkembangan kapitalis. Proses dan sarana teknik dan keadaan ilmu pengetahuan pada umumnya. Karena cara produksi tunduk pada perubahan maka evolusi masyarakat akan terjadi apabila kekuatan produksi bertentanngan dengan struktur kelas masyarakat. dan status buruh dalam konteks sosial yang keterampilan kerja berhubungan dengan tingkat kebebasan atau perbudakan. Tetapi bagi Marx ”tidak pernah ada tatanan masyarakat yang menghilang sebelum keseluruhan kekuatan produksi tuntas . Lingkungan geografis dan pengetahuan tentang pemanfaatan sumber dan bahan. Penafsiran sejarah secara materialistik. Sebab utama perjuangan adalah pertentangan antara “cara produksi” dengan “hubungan produksi”.TEORI MARXIS TENTANG PEMBANGUNAN EKONOMI Karl Marx meramalkan akan terjadi keruntuhan terhadap paham kapitalisme. iii. dan terakhir menawarkan jalan alternative tentang pembangunan ekonomi terencana. Mencoba memperlihatkan bahwa semua peristiwa sejarah adalah hasil perjuangan ekonomi yang terus menerus diantara berbagai kelas dan kelompok dalam masyarakat. Periode ini menuju kearah perjuangan kelas antara orang kaya dengan orang miskin. Kemudian datanglah priode “revolusi sosial". Organisasi buruh dalam bentuk pembagian kerja dan kerja sama. Cina dan Negara komunis lainnya. setiap struktur kelas masyarakat terdiri dari kelas “pemilik tanah” dan “bukan pemilik tanah”. ii. Analisa ini telah memberikan pengaruh terkuat di dalam membentuk kebijaksanaan Uni Soviet. TEORI MARX Sumbangan Karl Marx dalam teori pembangunan ekonomi adalah dalam tiga hal yaitu: dalam arti luas memberikan penafsiran sejarah dari sudut ekonomi. yang akhirnya meruntuhkan seluruh sistem sosial tersebut. Hubungan produksi berhubungan dengan struktur kelas masyarakat yang ditandai secara khas oleh komponen brikut: i. Hubungan pemilikan yang ada berubah menjadi beleggu karena kekuatan prduksi itu.

ditentukan oleh jumlah jam yang diperlukan untuk menghasilkan tenaga buruh tersebut. Modal variabel (v) adalah modal yang diperuntukan bagi pembelian tenaga kerja dalam bentuk upah atau nafkah hidup langsung. Menurut Marx. Untuk nilai lebih ditandai dengan “s”. atau (c + v) + s. yaitu nilainya. Keuntungan menurut Marx ditentukan oleh jumlah modal. Marx menggunakan teori nilai lebih sebagai basis ekonomi bagi “perjuangan kelas” didalam kapitalisme. dan atas dasar teori nilai lebih inilah ia membangun suprastruktur analisa pembangunan ekonominya. Akumulasi Modal. yang pertama berhubungan dengan produksi barang modal dan yang kedua berhubungan dengan produksi barang konsumsi. Atas dasar pemisahan output total inilah Marx memperkenalkan “Skema Departemental Reproduksi Sederhana dan Skema Departemental Reproduksi yang diperluas.berkembang dan hubungan produksi yang baru dan lebih tinggi tidak pernah akn muncul sebelum kondisi material kehadirannya matang di dalam kandungan masyarakat yang lama. nilai tenaga buruh adalah nilai dari sarana kehidupan yang diperlukan untuk mempertahankan hidupnya. nilai komoditi yang diperlukan untuk nafkah kehidupan buruh tidak pernah sama dengan nilai produk buruh tersebut. Nilai total produk (w) = modal konstan (c) + modal variabel (v) + nilai lebih (s). Output total masing-masing bagian dinyatakan sebagai: w1 = c1 + v1 + s1 w2 = c2 + v2 + s2 w = c + v + s . Kapitalisme menurut Marx terbagi kedalam dua kelompok besar. yaitu para pekerja yang menjual “tenaga buruh” dan para kapitalis yang memiliki “alat-alat produksi”. tenaga lebih ini membawa kepada akumulasi modal. Marx membagi output total ekonomi (w) kedalam dua bagian. Marx membagi modal menjadi Modal Konstan dan Modal Variabel. Dengan kata lain. Tenaga lebih hanya semata-mata hanya memperbesar keuntungan kapitalis. Modal Konstan (c) adalah modal yang ditanamkan dalam persediaan atau bahan mentah atau peralatan yang secara langsung menunjang produktivitas kerja. Pemilik tenaga menjual tenaganya menurut harga dalam dalam pasar tenaga kerja.

Dalam “Skema Produksi Sederhana” ini. konsumsi total dalam kedua bagian (v1 + s1 + v2 + s2) harus sama dengan output total bagian 2 (c2 + v2 + s2) yaitu: c1 + v2 + s2 = v1 + s1 + v2 + s2 atau c2 = v1 + s1 (dengan menghilangkan factor yang sama v2 + s2) Ini menunjukkan bahwa nilai modal konstan pada bagian dua harus sama dengan nilai komoditi yang dikonsumsi oleh buruh (v1) dan kapitalis (s1) dalam bagian I. Marx menyatakan bahwa akumulasi terjadi karena produksi pada bagian 1 (sektor kapitalis) lebih besar dari pada permintaan modal konstan pada kedua bagian itu. Rasio antara modal konstan denngan modal variabel c/v. Akumulasi ini diinvestasikan dalam bentuk penggunaan lebih banyak buruh (v1) dan alat-alat reproduksi (c1) didalam bagian satu ketimbang dalam bagian 2. Dalam “Skema Reproduksi Diperluas”. Ini pada gilirannya meningkatkan nilai lebih (s1). v dan s. Untuk menganalisa sifat akumulasi kapitalis. yaitu rasio nilai lebih terhadap modal variabel atau rasio keuntungan terhadap upah. Maka dari itu terjadi kessamaan pada kedua bagian tersebut . Ini dikenal sebagai derajat atau tingkat ekploitasi. Tingkat nilai lebih didefinisikan sebagai s/v. yaitu: c1 + c2 = c1 + v1 +s1 Atau C2 = v1 + s1 (dengan menghilangkan factor yang sama c1) Dengan cara yang sama. yang . disebut sebagai komposisi organik dari modal. Marx menjalin tertentu antara c. Pengaruh kemajuan eknologi dapat mengubah komposisi organik modal tersebut. jika komposisi organic modal (c/v) tersebut berubah. Dengan ini ditunjukkan bahwa tingkat keuntungan tidak tergantung semata pada tingkat nilai lebih. Tingkat keuntungan (r) dapat berubah walaupun tingkat nilai lebih (s/v) tetap. semua yang diproduksi dikonsumsikan dan tidak tersisa untuk akumulasi atau surplus. Karena itu nilai total modal konstan dalam kedua bagian (c1 + c2) harus sama dengan output bagian 1 (c1 + v1 +s1). yaitu: c1 + v1 + s1 > c1 + c2 atau v1 + s1 > c2 Ini menunjukan bahwa akumulasi sedang terjadi.

Untuk mencegah kecenderungan menurunnya tingkat keuntungan. Akumulasi dan konsentrasi modal memerlukan modal konstan dan penurunan modal variabel. walaupun tidak terjadi penurunan pada tingkat nilai lebih. Karena tingkat keuntungan berhubungan terbalik dengan komposisi organik modal.biasanya (walaupun tidak selalu) kearah yang meningkatkan rasio modal konstsn terhadap modal variabel. Penilaian Kritis Teori marx tentang perkembangan kapitalis telah diterima oleh pengikutnya sebagai kebenaran mutlak. Para kapitalis yang tidak dapat mengganti tenaga kerja dengan mesin akan tersingkir dan perusahaan mereka akan dicaplok oleh kapitalis besar. maka dengan adanya akumulasi modal. . para kapitalis menaikkan tingkat tingkat ekploitasi dengan jalan mengurangi upah. tingkat keuntungan “r” dengan tingkat nilai lebih s/v dan jatuh dengan komposisi organik modal c/v. Nilai lebih tidak realistis. Ini dapat dilakukan dengan memperkenalkan mesin-mesin penghemat tenaga yang meningkatkan produktivitas buruh. Marx mempercayai bahwa kemajuan teknologi cenderung meningkatkan komposisi organic dari modal (c/v). Pertumbuhan modal konstan yang lebih cepat dibandingkan dengan modal variabel menyebabkan penurunan relative pada permintaan buruh. Tingkat keuntungan (r) berubah secara terbalik dengan komposisi organic modal (c/v) dan berubah secara langsung dengan tingkat nilai lebih (tingkat eklploitasi) (s/v). tingkat keuntungan cenderung menurun. Marx menjelaskan kecenderungan jatuhnya tingkat keuntungan ini dalam persamaan sebagai berikut: r = s/c+v = (s/v)/(1 + (c/v)). Dengan demikian kecenderungan kemajuan industri adalah menurunkan tingkat keuntungan “r”. Salah satu akibat akumulasi modal adalah terkonsentrasinya modal pada berbagai perusahaan raksasa. Krisis Kapitalis. memperpanjang hari kerja dan dengan meningkatkan kecepatan dan sebagainya. Maka dari itu. sementara teori tersebut dikritik secara pedas oleh para penentangnya karena beberapa alasan berikut: 1. Persaingan antar kapitalis memaksa mereka untuk menurunkan harga produknya.

pandangan ini berlebihan. . juga permintaan akan barang konsumsi. Ini disebabkan karena Marx tidak menyangka munculnya demokrasi politik sebagai pelindung dan pelestari kapitalisme. Kecenderungan jatuhnya keuntungan tidak benar. Teori siklus Marx adalah salah. 6. Marx menerangkan bahwa dengan meningkatnya kemajuan teknologi maka barisan panjang tenaga justru cadangan industrial lebih akan banyak berkembang. TEORI MARX DAN NEGARA TERBELAKANG Teori Marx tidak bisa diterapkan secara langsung di Negara berkembang. Marx tidak menyadari adanya tekanan penduduk yang merupakan permasalahan di Negara berkembang. tentang akan terjadi kemunduran terhadap negara-negara penganut paham kapitalis. Kemajuan teknologi bermanfaat didalam meningkatkan pekerjaan. sebab kemajuan teknologi dalam jangka meningkatkan meningkatkan permintaan dan memperbesar pendapatan. Marx tidak memahami fleksibilitas kapitalisme. menurut Schumpeter “adalah tidak cocok untuk tujuan tersebut. Marx-Nabi palsu. 4. Marx tidak memikirkan Negara tersebut. Seluruh ramalan Marx. kesempatan Tetapi kerja. Tetapi ia tidak menyadari dengan pembangunan ekonomi bagian dari upah dalam pendapatan agregat tidak harus menurun.2. Walaupun berusaha untuk menerangkan suatu proses yang dinamis. Marx adalah yang pertama-tama diantara para ahli ekonomi terdahulu yang menganggap siklus sebagai bagian integral kerangka kerja analitiknya. 5. karena kedua tiang penyangganya adalah (a) teori nilai tenaga buruh dan (b) versi yang dimodifikasi tentang teori upah minimal. Marx ternyata menganalisa permasalahan pertumbuhan dengan alat bantu yang pada dasarnya cocok bagi analisa ekonomi statis. 3.

Pengusaha bukanlah seorang manusia yang mempunyai kemampuan manajemen biasa tetapi orang yang memperkenalkan sesuatu yang sama sekali baru. barang yang sama diproduksi setiap tahun dengan cara yang sama. dan (5) pembentukan organisasi baru pada setiap industri seperti penciptaan monopoli. Dalam arus ini. Unsur utama pembagunan terletak pada usaha melakukan kombinasi baru yang didalamnya terkandung berbaga kemungkinan yang ada dalam keadaan mantap. Schumpeter memberikan peranan inovator tidak kepada kapitalis tetapi kepada pengusaha. (4) penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi manufaktur. I 100 % O Waktu Gambar 11. Dia tidak meyediakan dana tetapi mengatur pemakaiannya.1 . Schumpeter menjelaskan makna pembangunan ekonomi itu dengan mengasumsikan adanya perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan mantap. Inovasi ini terdiri dari (1) penngenalan barang baru. Model berawal dengan pemutusan arus sirkuler melalui inovasi dalam wujud produk baru oleh seorang pengusaha guna memperoleh laba. dan ini dapat dilakukan dengan perluasan kredit bank. (2) pengenalan metode produksi baru.BAB XI TEORI SCHUMPETER Teori pertumbuhan ekonomi Joseph Alois Schumpeter pertama kali dituliskan dalam bukunya Theory of Economic Develoment yang terbit di Jerman tahun 1911. Keseimbangan ini ditandai oleh apa yang menurut Schumpeter “arus sirkuler” yang senantiasa berulang kembali dengan cara yang sama dari tahun ke tahun. (3) pembukaan pasar baru. Didalam bukunya. Kombinasi baru ini muncul dalam bentuk inovasi. Peranan Inovator.

natural dan finansial. Keseluruhan teori Shumpeter didasarkan pada innovator yang dianggapnya sebagai pribadi yang ideal. Pendapat Schumpeter bahwa perubahan siklis merupakan akibat inovasi juga tidak benar. Untuk jangka pendek. Proses Berakhirnya Kapitalisme. Pasang naik dan pasanng surut tidak penting bagi pembangunan ekonomi.Pada gambar 11. Persentase perusahaan yang melakukann inovasi tertentu ditunjukkan dengan sumbu vertical. Pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada inovasi juga pada banyak perubahan ekonomi dan sosial lainnya. kredit bank memang penting tetapi untuk jangka panjang ketika kebutuhan akan dana modal semakin besar. Tetapi pelaksanaan inovasi oleh perusahaan tersebuut tidak pernah mencapai 100%. sedangkan unsur waktu digambarkan dengan sumbu horizontal.Tetapi ini jauh dari kenyataan. Menurut Schumpeter. Karena bagian-bagian bisnis harus menerbitkan saham dan surat utang baru di pasar modal. Terjadi tiga tekanan yang merupakan awal dari kematian kapitalisme secara perlahan yaitu (1) Kemerosotan fungsi kewiraswastaan. Kritik Terhadap Teori Schumpeter 1. Schumpeter menganggap inovasi sebagai sebab utama pembanguan ekonomi. pembangunan ekonomi adalah akaibat dar proses siklis. Menurut Schumpeter. . Schumpeter dalam teorinya terlalu banyak menekankan pentingnnya kredit bank. 4. 5. dan (3) kerusakan kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis. Kurva OI menggambarkan bahwa pada awalnya perusahaan melakukan inovasi secara pelan-pelan kemudian segera setelah itu pelaksanaan inovasi mencapai momentumnya. 2.1 menunjukan penyebaran inovasi. kredit bank tidak akan memadai lagi. (2) Kehancuran keluarga borjui. flutuasi siklis bisa karena sebab-sebab psikologis. 3. kenyataannya. kapitallisme hanya dapat mempertahankan diri sejauh para pengusaha bertindak seperti ksatria dan pioneer.

tabungan anggaran belanja. Akan tetapi Negara terbelakang kekurangan jiwa wiraswasta yang memadai. Penekanan utama Schumpeter pada arti kredit Bank mengabaikan arti tabungan riil dalam investasi.6. Proses Schumpeter “berorientasikan produksi” sementara proses pembangunan “ berorientasikan konsumsi”. 1. Mengabaikan tabungan. 6. 8. Tidak dapat diterpkan pada ekonomi campuran. Analisa Schumpeter mengenai proses peralihan dari kapitalisme ke sosialisme tidak benar. Kurangnya kewiraswastaan. Pada masa itu sudah ada beberapa prasyarat pertumbuhan. Analisa Schumpeter bergantung pada adanya kaum pengusaha. Analisa Schumpeter dan Negara Terbelakang Kemungkinan penerapan teori Schumpeter pada Negara terbelakang begitu terbatas. proses pembangunan di Negara terbelakang didasarkan tidak pada inovasi tetapi pada asimilasi atas inovasi yang ada. 2. 11. 5. Penjelasan yang tidak memuaskan mengenai tekanan inflasi. kredit umum dan langkah fiskal lainnya dalam pembangunan ekkonomi. Mengabaikan pengaruh eksternal. Perbedaan tatanan sosio-ekonomi. 4. malahan perubahan tersebut adalah hasil dari gagasan. 9. anggaran belanja difisit. Yang dibutuhkan adalah perubahan kelembagaan dan bukan Inovasi. 3. gerakan inflasi merupakan bagian integral dari . Tidak dapat diterpkan pada Negara sosialis. Menurut Henry Wallich. Pada system Schumpeter. Teori Schumpeter berkaitan dengan tatanan sosio-ekonomi tertentu yang ada di eropa barat dan amerika pada abad ke-18 dan 19. perubahan tidak terjadi dari dalam perekonomian. Dinegara terbelakang. 10. 7. dan modal yang di impor. teknologi. Mengabaikan pertumbuhan penduduk. Mengabaikan konsumsi. Asimilasi inovasi.

Keynes menganggap kapitalisme sebagai suatu mekanisme yang mempunyai kekenyalan dan daya adaptasi yang besar dalam membentuk dirinya sendiri menurut keadaan. (iii) kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan. Asumsi Keynes dan Negara Terbelakang Ilmu ekonomi Keynes didasarkan pada asumsi berikut. teori Schumpeter menggaris bawahi pentingnya pembiayaan inflasioner dan inovasi sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi. tetapi gerakan tersebut tidak mencakup inflasi jangka panjang. Teori Keynes didasarkan pada adanya pengangguran siklis yang terjadi selama depresi. Pengangguran dapat dihilangkan dengan menaikkan tingkat permintaan efektif. yang penerapannya pada Negara terbelakang bersifat terbatas: Pengangguran Siklis. (iv) tingkat akumulasi yang ditentukan oleh margin antara produksi dan konsumsi. pengangguran yang terjadi adalah pengangguran kronis bukan . konsumsi rendah yang kronis dan merosotnya efisiensi modal dimasa depan. Pada perekonomian Negara terbelakang. Ia hanya berlaku pada ekonomi kapitalis demokratis yang telah maju. Keynes mengemukakan serentetan syarat pokok kemajuan ekonomi yaitu (i) kemampuan kita mengendalikan produk. Keynes membangun teori kebangkrutan kapitalisnya (stagnasi jangka panjang) berdasarkan overproduksi umum. Dalam karangannya yang berjudul “economic Possibillities for Our Grand Children”. (ii) kebulatan tekat menghindari perang dan perselisishan sipil.prose pembangunan. Sebagai penyelesaiannya ia mengusulkan tindakan pemerintah yang terencana. Walaupun demikian. Penerapan Teori Keynes pada Negara Terbelakang Teori Keynes tidak dapat diterapkan pada setiap tatanan sosio-ekonomi. Pembiayaan inflasioner merupakan satu metode tepat yang kini dicoba untuk diterapkan oleh setiap Negara terbelakang. BAB 11 TEORI KEYNES Teori Keynes berkaitan dengan Negara kapitalis maju. Kesimpulan.

Pengangguran merupakan akibat dari kurangnya permintaan efektif. Bila tenaga kerja menganggur. Analisa Periode Jangka Pendek. Ekonomi Tertutup. Teori Keynes didasarkan pada asumsi ekonomi tertutup. selera dan kebiasaan konsumen.siklis. modal dan peralatan juga tidak sepenuhnya terpakai atau ada kapasitas lebih didalamnya. tetapi terbuka dimana perdagangan luar negeri memainkan peranan dominan dalam pembangunan. seluruh faktor dasar yang diasumsikan Keynes sebagai tetap (given) itu berubah setiap waktu. Sedang Negara terbelakang bukanlah ekonomi tertutup. . Tetapi tidak demikian dengan perekonomian terbelakang. tidak termanfaatkannya berbagai intensitas tenaga kerja. Penawaran-lebih faktor komplementer dan faktor tenaga kerja. Selain pengangguran jenis ini juga ada pengangguran tersembunyi. Peralatan Ekonomi Keynes dan Negara Terbelakang Peralatan dasar Teori Keynes untuk menguji kesahihannya bagi Negara terbelakang: 1. aktivitas pengawasan dan organisasi serta struktur sosial “padahal pembangunan ekonomi merupakan analisa periode jangka panjang. bila tenaga kerja mengganggur maka tidak demikian dengan modal dan peralatan. faktor tenaga kerja dan sumber pelengkap lainnya dalam perekonomian. Tenaga Kerja dan Modal secara serempak menganggur. Teori Keynes mengasumsikan adanya penawarn lebih faktor komplemen. derajat persaingan. dan untuk mengatasinya Keynes menyarankan agar memperbesar pengeluaran konsumsi dan non konsumsi. Yang terjadi akibat kurangnya sumber modal. kuantitas dan kualitas peralatan yang tersedia. Analisa Keynes merupakan analisa periode jangka pendek: ia menganggap faktor berikut ini sebagai tetap (given): keterampilan dan kuantitas tenaga kerja yang tersedia. Permintaan Efektif. Tetapi dalam perekonomian terbelakang tidak ada istilah penundaan kegiatan ekonomi untuk sementara waktu seperti itu. teknologi yang ada.

Pada sisi tabungan Keynes menganggap tabungan sebagai sifat sosial yang buruk karena kelebihan tabungan menyebabkan berkurangnya permintaan agregat. b) Suatu ekonomi industri dengan kurva penawaran output miring lebih ke kanan atas dan baru menjadi vertikal setelah melewati interval yang panjang. Akibatnya. konsumsi juga menigkat. c) Penawaran modal kerja yang diperlukan bagi output bersifat elastis. konsumsi dan tabungan tidak ada 3. 4. tempat sebagian besar buruh bekerja demi upah dan. Salah satu peralatan dalam teori ekonomi Keynes adalah kecenderungan mengkonsumsi yang menyoroti hubungan antar konsumsi dan pendapatan. Rao. kecenderungan marginal modal naik. Kecenderungan Marginal Modal. Kecenderungan Menabung. salah satu faktor penting penentu investasi adalah kecenderungan marginal dari modal. Sebaliknya. pengangguran terpaksa tipe . Bila pendapatan meningkat. tempat produksi lebih banyak untuk dipertukarkan dari pada untuk konsumsi sendiri. Keynes tidak pernah merumuskan problem ekonomi Negara terbelakang. Pada Negara terbelakang hubungan antara pendapatan. multiplier Keynes ini tidak berlaku di negara-negara terbelakang karena dua alasan: Pertama. Konsep Multiplier Keynes didasarkan pada empat asumsi berikut: a) Pengangguran terpaksa. Dalam system Keynes suku bunga merupakan penentu kedua investasi. Multiplier. Bila investasi meningkat kecenderunngan marginal modal turun dan bila investasi berkurang. juga ia belum pernah memperbincangkan relevansinya bagi Negara terbelakang. Suku Bunga. tetapi kenaikan ini tidak sebanyak kenaikan pada pendapatan tersebut.2. Menurt Dr. teori ekonomi Keynes tidak dapat diterapkan di Negara terbelakang. Ada hubungan terbalik antara investasi dan kecenderungan marginal dari modal. ini berkaitan dengan ekonomi kapitalis. Menurut Keynes. Dengan asumsi ini. Kurva penawaran output yang tidak elastis ini mempersulit multiplier di Negara terbelakang. ia ditentukan oleh preferensi likuiditas dan peredaran uang. Kecenderungan Mengkonsumsi. 6. 5.

Karena itu ia berpendapat “kebijaksanaan ekonomi keuangan defisit dan ketidakacuhan pada sikap hemat yang dibela oleh Keynes untuk menjamin pekerjaan penuuh tidak berlaku bagi Negara terbelakang. suatu usaha untuk meningkatkan investasi melalui keuangan defisit malah menaikan inflasi pada harga ketimbanng naiknya output dan pekerjaan. bahkan resep Keynes pun hamper tidak bisa dipertahankan kebijaksanaan berdasarkan kondisi yang berlaku dinegara terbelakang. 3). rao berpendapat. Dr. 2). dan kedua. Langkah-langkah kebijaksanaan. BAB 13. Tidak hanya itu. 7. Masyarakat tradisional Prasyarat untuk tinggal landas Tahap tinggal landas . TEORI ROSTOW ( TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN EKONOMI ) Dasar Teori Rostow membagi adanya lima tahap dalam pertumbuhan ekonomi. penawaran output pertanian dan non pertanian bersifa inelastic karena adanya faktor tertentu yang khas pada perekonomian seperti itu.Keynes tidak didapati. yaitu : 1).

Di negara ini keinginan untuk menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi modern secara teratur dan sistematis terbentur pada suatu batas berupa tingkat output per kapita yang bisa dicapai. Masyarakat tradisional adalah suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan teknologi. dalam proses ini peranan faktor sosial dan politik sangat penting. Teknik produksi beralih dari yang lama kepada yang baru dengan tingkat investasi di atas 10 persen dari pendapatan nasional dan . Khusus mengenai faktor politik sangat dominan pada Negara terbelakang dan Negara jajahan. Kenaikan laju investasi produksi. Struktur sosial pada masyarakat tradisional bersifat berjenjang dan sebagian besar penduduk bekerja pada sektor pertanian dimana peran tuan tanah sangat dominan.Menurut Rostow. Pada tahap ini pertumbuhan swadaya jangka panjang yang merentang melebihi masa empat dasawarsa. 2).4). Masyarakat pra tinggal landas adalah masa transisi. Tiga kondisi yang menjadi syarat tinggal landas dan saling berkaitan adalah : 1). Proses penciptaan prasyarat untuk tinggal landas dari masyarakat tradisional berjalan menurut arah yang berkelanjutan. Hadirnya secara tepat kerangka politik. Tahap tinggal landas didefinisikan sebagai “revolusi industri” yang bertalian secara langsung dengan pertumbuhan radikal . baik di segi ekonomi maupun di sisi politik. maka masyarakat ini sudah masuk ke dalam tahap menuju kedewasaan. 5). sekitar 5-10 persen dari GNP Perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan dan tinggi 3). ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumber daya mereka. sosial dan organisasi yang menampung hasrat eskpansi di sektor modern tersebut dan memberikan daya dorong pada pertumbuhan. pada masa ini prasyarat-prasyarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. Tahap dewasa (maturity) Tahap konsumsi massal.

berbagai sektor penting tercipta. . Tujuan Teori Tujuan teori Rostow adalah menerangkan proses pembangunan ekonomi melalui tahapan-tahapan petumbuhan ekonomi secara sistematis dan bertahap sehingga bisa diadopsi oleh berbagai Negara di dunia. dari persoalan produksi kepada masalah konsumsi serta kesejahteraan dalam arti luas. Muncul pertanyaan apakah tahapan ini tidak terelakkan laksana kelahiran dan kematian atau apakah tahapan tersebut harus terjadi secara berurutan sebagaimana tahapan kehidupan manusia. Pada tahap ini keseimbangan perhatian masyarakat beralih dari penawaran kepada permintaan. Keunggulan Teori Konsep pengembangan ekonomi melalui tahap-tahap pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh Prof W. Kekurangan Teori Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh Rostow diragukan keotentikannya oleh sebagian ahli. W. Tahap konsumsi massa besar-besaran ditandai dengan migrasi ke pinggir kota. Rostow merupakan literatur ekonomi yang paling luas beredar dan mendapatkan komentar pada tahun-tahun terakhir ini. pemakaian mobil secara luas. Berbagai goncngan yang menerjang perekonomian dapat ditahan. barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga yang tahan lama. apakah setalah menyelesaikan suatu tahap akan spontan muncul tahapan berikutnya.

TEORI LEWIS (PENAWARAN BURUH YANG TIDAK TERBATAS) Dasar Teori .BAB 14.

Keunggulan Teori Analisis Prof. maka surplus kapitalis dan laju pembentukan modal akan berkurang. kalau tuntutan ini berhasil. Kekurangan Teori . teori ini juga mampu menerangkan proses pembangunan ekonomi dengan gambling. akhir dari proses pertumbuhan (dan laju pembentukan modal) ini adalah jika : 1). kemajuan teknologi dan perdagangan internasional telah memberi teori tersebut sebuah sentuhan realisme. mendekati nol. Namun proses pertumbuhan tidak berlansung terus sepanjang waktu. Arthur Lewis ini dianggap cukup sistematis dalam hal analisa hubungan pembangunan ekonomi dengan penawaran buruh yang tidak terbatas. bahkan negative. pertumbuhan penduduk. 3). Tujuan Teori Teori Lewis secara umum bertujuan menganalisis penawaran buruh dan hubungannya dengan penentuan tingkat upah. Teori dua sektor ini mempunyai nilai analisis yang tinggi. 5). Studinya mengenai problem inflasi kredit. W. 4). lebih tinggi dari pada tingkat sumber daya dan modal yang tersedia sehingga tingkat produkvitas marginal buruh menjadi sangat kecil. Di samping itu. Jika tidak ada lagi surplus buruh yang tersisa Jika perkembangan kapitalis lebih besar daripada penduduk subsisten Jika upah naik karena perkembangan kapitalis itu sendiri Jika upah naik karena penggunaan teknik produksi baru oleh sektor subsisten Jika pekerja sektor kapitalis meniru gaya hidup para kapitalis kemudian menuntut kenaikan upah. pemupukan modal dan pertumbuhan ekonomi. 2).Teori Lewis didasari oleh penawaran buruh yang benar-benar elastis dengan upah yang sekedar cukup untuk hidup (subsisten) yang benar-benar terjadi pada sejumlah Negara terbelakang dimana penduduknya sangat padat.

9). TEORI LEIBENSTEIN (UPAYA MINIMUM KRITIS) . Inflasi tidak membunuh diri sendiri.Beberapa sisi lemah yang melekat pada teori Lewis ini antara lain : 1). 3). Kurangnya usaha dan inisiatif di Negara terbelakang Proses multiplikasi tidak terjadi di Negara terbelakang Lewis tidak mengkaji problem permintaan agregat Mobilitas buruh tidak semudah asumsi Lewis dalam teorinya Produktivitas buruh tidak bisa nol. BAB 15. Kelompok berpendapatan rendah juga menabung. sedangkan menurut Lewis hanya sekitar 10% saja yang menabung 12). maka produktivitas akan turun sedangkan Lewis menganggap tidak akan terpengaruh 11). 8). 6). karena kecendrungan marginal mengkonsumsi masyarakat mendekati satu (unity) sehingga semua kenaikan pada pendapatan menyebabkan kenaikan inflasioner pada harga 13). Jika terjadi migrasi buruh dari sektor subsisten. Pendapat Lewis bahwa perpajakan akan menghapuskan kenaikan pendapatan tidak dapat diterima karena administrasi pajak di Negara terbelakang biasanya belum efisien sehingga belum memadai untuk akumulasi modal. 7). Tingkat upah di sektor kapitalis tidak konstan Teori ini tidak dapat diterapkan jika akumulasi modal bersifat menghemat buruh 4). apalagi negative karena jika demikian tentu saja upah subsisten juga akan nol 10). Tidak setiap Negara terbelakang mempunyai panawaran buruh yang tidak terbatas 2). Buruh terampil bukanlah masalah sementara karena pendidikan dan pelatihan membutuhkan waktu yang lama 5).

Bukti empiris yang mendasari teori ini adalah adanya hubungan antara laju pertumbuhan penduduk dengan laju pendapatan per kapita dan berkaitan erat dengan berbagai tahap pembangunan ekonomi. .Dasar Teori Teori yang diajukan oleh Prof. penabung dan pembaharu. Leibenstein berpendapat bahwa setiap perekonomian akan tunduk pada “goncangan” dan “ransangan” Negara tertentu menjadi terbelakang karena jumlah rangsangan terlalu kecil sementara jumlah goncangan terlalu besar. Pembangunan akan dapat berlansung bila ransangan lebih besar. Keunggulan Teori Tesis yang dikemukakan Leibenstein relative lebih realistis daripada tesis “dorongann kuat” yang disampaikan Leibenstein bersama Rodan karena memberi dorongan kuat kepada program industrialisasi secara tiba-tiba tidak dapat diterapkan di Negara terbelakang. Dalam proses pembangunan kondisi seperti itu diciptakan melalui penciptaan “agen-agen pertumbuhan” yaitu pengusaha. Harvey Leibenstein adalah bahwa Negara terbelakang dicekam oleh lingkaran setan kemiskinan yang membuat mereka tetap berada di sekitar keseimbangan tingkat pendapatan per kapita yang rendah. Jalan keluar dari lingkaran atau kebuntuan ini adalah apa yang disebutnya sebagai “upaya minimum kritis” tertentu yang akan menaikkan tingkat pendapatan perkapita sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.” Tujuan Teori Tujuan yang ingin dicapai melalui teorinya ini memberikan penjelasan atau pemahaman tentang pembangunan ekonomi khususnya mengenai hubungan antara laju pertumbuhan penduduk dengan laju pendapatan per kapita dan berkaitan erat dengan berbagai tahap pembangunan ekonomi. Anggapan Leibenstein adalah usaha minimum kritis sebagai “minimum minimorum” dari semua kemungkinan upaya akan menghasilkan pendapatan riil berkesinambungan termasuk “pola waktu optimum dari pengeluaran biaya upaya tersebut. investor.

Tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari 3% tidak menyebabkan tinggal landas atau memasuki garis pengembangan yang tiada akhir.” Pada tingkat keseimbangan stabil pendapatan per kapita. 5). BAB 16 PERANGKAP KESEIMBANGAN TINGKAT RENDAH Teori Nelson Teori Nelson terkenal disebut “Perangkap Keseimbangan Tingkat Rendah” bagi Negara terbelakang. tabungan dan investasi di Negara terbelakang. → Penyakit ekonomi Negara terbelakang dapat didiagnosa sebagai tingkat keseimbangan stabil pendapatan per kapita pada atau dekat dengan kebutuhan biaya hidup. Penurunan tingkat kelahiran bukan (hanya) disebabkan oleh kenaikan pendapatan per kapita akan tetapi lebih kepada masalah sosiobudaya 3). 6). Leibenstein mengabaikan usaha pemerintah untuk menurunkan tingkat kelahiran 4). Hubungan antara pendapatan per kapita dengan laju pertumbuhan pendapatan total lebih kompleks. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menaikkan laju tabungan dan investasi melalui kenaikan laju pertumbuhan pendapatan nasional total. Teori Leibenstein tidak dapat menjelaskan secara tegas pengaruh modal asing dan Keunggulan eksternal lainnya pada tingkat pendapatan. laju tabungan dan setelah itu laju investasi netto keduanya berada pada tingkat yang rendah. Laju pertumbuhan penduduk berhubungan juga dengan tingkat kematian.Kekurangan Teori Kekurangan teori yang disampaikan oleh Leibenstein antara lain : 1). Periode analisa Leibenstein tidak jelas. ternyata . tidak ada pembedaan jangka waktu analisa jangka pendek dengan jangka panjang . tidak sesederhana seperti yang ditunjukkan oleh Leibenstein 7). bukan semata-mata disebabkan oleh kenaikan pendapatan per kapita saja 2).

Kelambanan ekonomi Analisa Nelson menunjukkan hubunagn antaraPertambahan Penduduk dan Pendapatan Perkapita (A). Setelah tingkat Pendapatan Perkapita melebihi ’cukup hidup’ (Ya) pertumbuhan penduduk mulai melaju. Dengan demikian pengaruh pertambahan penduduk pada perkembangan tingkat pendapatan perkapita (kesejahteraan penduduk) adalah sebagai berikut : . Sebaliknya pada tingkat Pendapatan yang lebih besar dari ’cukup hidup’. Jadi ekonomi terbelakang terjerat dalam “perangkap keseimbangan tingkat rendah”. sejalan dengan pertumbuhan Pendapatan Perkapita. konsusmsi lebih kecil dari pendapatan sehingga penanaman modal terus meningkat sejalan dengan peningkatan pendapatan. pertumbuhan penduduk akan nol artinya tingkat kelahiran sama dengan tingkat kematian. Korelasi tinggi antara tingkat pendapatan per kapita dan laju pertumbuhan penduduk 2. Laju pertambahan penduduk pada berbagai tingkat pendapatan selalu berbeda. sehingga akan menguras modal. Metode produksi yang tidak efisien 5. Hubungan antara Penanaman Modal dengan Pandapatan Per Perkapita (B) serta Pertumbuhan Pendapaatn Nasional (C). sehingga pada tingkat pendapatan ’cukup hidup. laju tingkat kematian menurun.dibuntuti oleh laju pertumbuhan penduduk yang tinggi yang mendorong balik pendapatan per kapita tersebut ke tingkat keseimbangan stabilnya. Kekurangan lahan yang baik untuk ditanami 4. Kondisi teknologis dan social yang mendatangkan perangkap tersebut : 1. Kelambanan budaya 6. sehingga pertambahan penduduk cenderung negatif. Tetapi kondisi kelebihan konsumsi ini akan berhenti pada tingkat tertentu (< atau =Yx). sedangkan laju tingkat kelahiran tetap. 3. Menurut Nelson ada dua sumber pendapatan yaitu dari tanah yang belum digunakan dan dari tabungan masyarakat. Pada tingkap Pendapatan Per Kapita yang rendah laju tingkat kematian lebih besar dari laju tingkat kelahiran. Kecenderungan yang rendah untuk menggunakan pendapatan perkapita tambahan guna meningkatkan investasi perkapita. Pada tingkat Pendapatan Per Kapita yang lebih tinggi. tingkat maksimum (dP) walaupun Pendapatan Per Kapita terus meningkat. Pada tingkat Pendapatan Per Kapita tertentu (Yo) tingkat kelahiran naik dengan laju yang tetap. Pada tingkat Pendapatan yang lebih kecil konsumsi melebihi tigkat Pendapatan. Pada tingkat pendapatan ’cukup hidup’ konsumsi masyarakat sama dengan tingkat Pendapatan.

sehingga sejalan dengan waktu pendapatan perkapita akan terus menurun. Oleh Nelson. Teknologi produksi yang lebih baik. 2. tingkat pertambahan pendapatan per kapita adalah negatif. Pada keadaan pertambahan pendapatan nasional melebihi tingkat pertambahan penduduk (antara Yb s/d Yc). Struktur social harus dirubah dengan memberikan penekanan lebih besar kepada penghematan dan kewiraswastaan. Paul N. Sejumlah faktor menurut Nelson untuk melepaskan diri dari Perangkap Keseimbangan Tingkat rendah : 1. BAB 17 TEORI “DORONGAN KUAT” (BIG PUSH THEORY) Teori Rosenstein-Rodan Teori “dorongan kuat”dikaitkan dengan nama Prof. Mengambil langkah-langkah untuk mengubah distribusi pendapatan 4. Menurut tesis ini untuk menanggulangi hambatan pembangunan ekonomi Negara terbelakang dan untuk mendorong ekonomi tersebut kearah kemajuan diperlukan suatu “Dorongan kuat” atau suatu program besar yang menyeluruh dalam bentuk suatu jumlah minimum investasi. Ada sejumlah sumber minimum yang harus disediakan jika suatu program pembangunan diharapkan berhasil. 3. Rosenstein-Rodan membedakan antara 3 macam syarat mutlak minimal dan ekonomi eksternal. (1) syarat mutlak minimal dalam fungsi produksi (2) syarat mutlak minimal pada permintaan (3) syarat mutlak minimal dalam persediaan tabungan. Tetapi tanpa adanya perbaikan teknologi. Syarat mutlak dalam fungsi produksi. pendapatan perkapita yang paling tinggi yang dapat dicapai hanyalah sebesar Yc. Keadaan ini akan terus berlangsung hingga Pendapatan perkapita kemabli ke tingkat ’subsisten’ (Ya). . Harus ada lingkungan social politik yang menguntungkan di negara besangkutan. tingkat pertambahan pendapatan perkapita adalah positif. output atau proses. Pendapatan dan modal harus dianikkan dengan dana yang didapat dari luar negeri 6. titik ini dinamakan : ”Perangkap Tingkat Keseimbangan Rendah’ (the law level equilibrium trap). Dalam menekankan dalilnya ini ia menarik analogi dengan studi MIT.Dalam keadaan pertambahan penduduk melebihi tingkat pertambahan pendapatan nasional (antara Ya s/d Yb).Rosenstein-Rodan. membawa kepada peningkatan penghasilan. sehingga dalam jangka panjang. 1. pendapatan nasional akan terus meningkat. Program investasi pemerintah yang menyeluruh 5. • Jumlah investasi miminal dalam input.

Syarat mutlak minimal pada permintaan memerlukan suatu jumlah minimum investasi dalam industry yang saling berkaitan untuk mengatasi kecilnya pasar dan rendahnya dorongan berinvestasi di Negara terbelakang. Mengabaikan investasi di bidang ekspor dan impor pengganti.• social overhead capital adalah contoh paling penting dari syarat mutlak. investasi berskala besar dapat menghasilkan tenagatenaga terlatih dan profesional. Rosenstein-Rodan mengklaim bahwa ia telah membuat beberapa inovasi. Kedua. Ketiga. Kekurangan “teori Dorongan Kuat” : 1. Syarat mutlak minimal pada permintaan • • Proyek-proyek investasi secara sendiri mempunyai resiko tinggi sebagai akibat dari ketidakpastian apakah akan mendapatkan pasar. mengandung empat syarat mutlak : dari segi waktu tidak dapat diubah lagi. Karena itu. oleh sebab itu harus mendahului investasi lain yang bersifat produktif secara langsung mempunyai masa pakai minimum mempunyai masa persiapan yang lama terdiri dari suatu paket industry minimal yang tidak dapat dikurangi lagi untuk jenis pekerjaan umum yang berbeda-beda. . 2. yang bertahan untuk waktu jangka lama. Untuk membangun itu diperlukan jumlah modal yang besar • • • • • social overhead capital. ketika pendapatan meningkat karena peningkatan investasi tabungan marginal harus lebih besar dari tabungan rata-rata. 2. Mengabaikan investasi yang bersifat pengurangan biaya. Pertama. seperti industry transportasi. energy dan komunikasi. 3. Syarat mutlak minimal dalam Penyediaan Tabungan • • Karena pendapatan yang rendah maka tabunangan tidak mudah di capai oleh negara terbelakang miskin. terkait dengan pengangguran terselubung (disguised unemployment) khususnya dalam sektor pertanian akan mengalami peningkatan output total mengingat dukungan infrastruktur sosial menjadi penting dalam pembangunan. investasi berskala besar berpotensi memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di luar dari yang diprediksi.

ini mengikuti dari pengabaian sektor pertanian kekurangan pangan yang mungkin terjadi dengan industrialisasi. Investasi rendah membawa peningkatan besar di bidang output. Investasi di bidang pertanian perlu pergi tangan-di-tangan dengan orang-orang di industri sehingga untuk merangsang sektor industri dengan menyediakan pasar untuk barang-barang industri. dari sisi penawaran memberikan tekanan pada pembangunan serentak dari semua sektor yang berkaitan yang dapat meningkatkan penawaran barang. Jika diabaikan. 6. 7.3. Bukan fakta sejarah. sehingga memaksakan inflasi pada ekonomi 5. Dalam pembangunan yang seimbang ini diperlukan keseimbangan antara penawaran dan permintaan. 4. Penjelasan Teori • Rosenstein-Rodan adalah ekonom pertama yang mengemukakan teori pertumbuhan berimbang. Menyebabkan tekanan inflasioner. akan sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan dari bangsa dalam jangka pendek dan untuk secara signifikan memperluas ukuran pasar dalam jangka panjang . maka permintaan akan meningkat segera. Meskipun akan memakan waktu untuk investasi di social overhead modal untuk menghasilkan keuntungan. Mengabaikan investasi di sektor pertanian. Ia berdalih bahwa seluruh industri yang akan didirikan di Eropa Barat dan Eropa Tenggara harus . Kesulitan administrasi dan institusional. BAB 18 DOKTRIN PERTUMBUHAN BERIMBANG Model pembangunan seimbang (balanced growth model) diartikan sebagai pembangunan di berbagai jenis industri secara bersamaan sehingga industri tersebut saling menciptakan pasar bagi yang lainnya. Dari sisi permintaan berhubungan dengan penyediaan lapangan kerja yang lebih besar dan peningkatan pendapatan agar permintaan barang dan jasa dapat tumbuh.

Anggapannya yang utama adalah bahwa “acapkali produk marginal social (PMS) dari suatu investasi berbeda dengan produk marginal privat (PMP)-nya jika sekelompok industri direncanakan secara bersama sesuai dengan PMS-nya. Dia menyebutkan poinpoin yang bersangkutan berikut tentang bagaimana ukuran pasar ditentukan: 1. Kecilnya investasi disebabkan karena kecilnya daya beli masyarakat. Pasokan uang 2. Promosi penjualan 6. dan kecilnya daya beli masyarakat disebabkan karena kecilnya pendapatan riil masyarakat. sama seperti kesederhanaannya. Biaya transportasi dan hambatan perdagangan 5. Menurut Nurkse. kata Lewis. • Ringkasnya. Hanya kemudian dapat mematahkan lingkaran setan kemiskinan. semua sektor ekonomi harus tumbuh secara serentak untuk menjaga keseimbangan yang tepat antara industri dan pertanian serta antara produksi untuk konsumsi dalam negeri dan produksi untuk ekspor. lebih menekankan pada pembangunan ekonomi yang sukar bukan saja dalam mendapatkan modal. maka laju pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat daripada jika tidak dirancang bersama. • Sedangkan pembangunan seimbang menurut Nurkse. 3. tetapi juga dalam mendapatkan pasar bagi barang industri yang dikembangkan. Logika dalil ini tak dapat disangkal. Tidak menaruh perhatian pada pertumbuhan biaya. Penduduk 3. 4. Gagal sebagai teori pembangunan. .dianggap dan direncanakan seperti suatu perusahaan raksasa atau trust. memperluas ukuran pasar sangat penting untuk meningkatkan dorongan untuk berinvestasi. Produktivitas Kritik terhadap doktrin pertumbuhan berimbang : 1.”di dalam program pembangunan. Menimbulkan masalah lain. Peningkatan biaya. Model pembangunan seimbang menurut Rosenstein-Rodan adalah dengan melakukan industrialisasi secara besar-besaran di daerah yang kurang berkembang agar tercipta pembagian pendapatan yang lebih merata. Wilayah geografis 4. 2.

Anggapan yang keliru mengenai hasil yang meningkat. A. Hirscman. Rostow dan Hirscmanlah telah mengemukakan doktrin pertumbuhan tidak berimbang ini dengan cara yang sistematik. adalah cara yang terbaik untuk mencapai pertumbuhan pada suatu Negara berkembang. Pertumbuhan berimbang bukan hal pokok bagi induced investment 11. proses pertumbuhan seperti inilah yang menurut catatan sejarah. investasi seyogyanya dilakukan pada sektor yang terpilih daripada secara serentak di semua sektor ekonomi. Melebihi kemampuan negara terbelakang. 12. ia berpendapat bahwa dengan sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian sesuai dengan strategi yang dirancang sebelumnya. Kelangkaan sumber 8. Menurut Rostow. 6. Menurut Rostow. Konsep “pertumbuhan tidak berimbang”dipopulerkan oleh Prof. Kelangkaan dan kemacetan mendorong pertumbuhan BAB 19 KONSEP PERTUMBUHAN TIDAK BERIMBANG Teori Teori pertumbuhan tidak berimbang adalah lawan dari doktrin pertumbuhan berimbang. Pandangan Rostow. Strategi Hirscman. Menurut Hirscman investasi pada industri atau sektor-sektor perekonomian yang strategis . Dapat diterapkan pada Negara maju 13. Gumpalan modal bukan hal pokok bagi pembangunan 10.O. Tidak mempertimbangkan perencanaan. Disproporsi faktor 7. 9. Menurut konsep ini. agar suatu ekonomi dapat melampaui tahap masyarakat tradisional dan mencapai tahap tinggal landas maka yang penting ialah meningkatkan laju investasi produktif dari 5% atau kurang hingga menjadi 10% atau lebih. terjadi di Negara-negara maju.5.

dan tersier tidak dapat berfungsi. • Modal Overhead Sosial (MOS) MOS diartikan sebagai jasa atau pelayanan pokok yang tanpa itu kegiatan produksi primer. Lintasan investasi digerakkan oleh harapan keuntungan dan tekanan politik. Investasi yang besar di bidang MOS akan mendorong investasi swasta di kemudian hari di bidang kegiatan langsung produktif (KLP). Pembangunan hanya dapat berlangsung dengan cara menimpangkan perekonomian. • Lintasan Pembangunan Dalam teori pertumbuhan tidak berimbang. tekanan politik akan mendorong juga investasi pada MOS. Cara ini ditempuh dengan cara menanamkan modal dibidang overhead sosial atau kegiatan produktif langsung. tapi karena ia memungkinkan dan nyata mengundang masuknya investasi akhir di bidang KLP. angkutan. (2) Mendorong rangkaian industri divergent yang menciptakan ekonomi eksternal lebih besar daripada yang diambilnya. Mengenai lintasan mana yang harus ditempuh lebih dahulu dalam pembangunan. Memang akan terjadi diekuilibrium. kesehatan masyarakat. sekunder. • Kegiatan Langsung Produktif (KLP) Pemerintah barangkali secara langsung atau tidak menanamkan lebih banyak modal di bidang KLP daripada di bidang MOS. Hirschman memilih lintasan yang “melesat sendiri”. Yang termasuk dalam MOS adalah investasi di bidang pendidikan. dan bidang lainnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak. namun pada akhirnya akan terjadi penyesuaian-penyesuaian secara terusmenerus dan itu semua merupakan suatu “rantai disekuilibrium”seperti yang dikemukakan oleh Hirschman. perhubungan. . Jika investasi KLP dilakukan lebih dahulu. Investasi di bidang MOS dianjurkan bukan karena akibat langsung pada output akhir. Dalam proses waktu. Yang terdahulu menciptakan ekonomi eksternal sementara yang belakangan menyerap ekonomi eksternal. Hirschman menyebutkan bahwa kebijaksanaan pembangunan ekonomi harus bertujuan sebagai berikut): (1) Mencegah rangkaian investasi convergent yang mengambil ekonomi eksternal lebih banyak daripada yang diciptakannya. Harapan keuntungan menghasilkan lintasan dari MOS ke KLP dan tekanan politik menghasilkan lintasan dari KLP ke MOS. Beberapa investasi MOS bahkan dibutuhkan sebagai prasyarat bagi investasi di bidang KLP.akan menghasilkan kesempatan investasi baru dan membuka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih lanjut. (2) Lintasan kedua (dari KLP ke MOS) sebagai pembangunan melalui kelangkaan MOS. disebutkan ada 2 macam lintasan: (1) Lintasan pertama (dari MOS ke KLP) sebagai pembangunan melalui kapasitas lebih MOS. kekurangan fasilitas MOS mungkin menimbulkan banyak sekali biaya produksi.

Investasi yang berimbang pada sejumlah industry yang saling menunjang. Hanya ketika pasar telah berkembang ke ukuran yang cukup penuh negara harus melompat ke dalam produksi barangbarang impor. Kurang perhatian pada komposisi. Keterbatasan doktrin pertumbuhan tidak berimbang: 1. Kekurangan fasilitas dasar 5. arah dan saat pertumbuhan tidak berimbang 2.Investasi pada sektor terpilih daripada serentak pada semua sektor ekonomi . Dampak kaitan tidak didasarkan data 8.• Utamakan Industri Tahap Akhir Perlindungan atau subsidi industri menggantikan impor harus dilakukan pada tahap yang tepat pembangunan. Pertumbuhan berimbang vs tidak berimbang Perbedaan : • Balanced Growth . Timbulnya tekanan inflasi 7. Di luar kemampuan Negara terbelakang 4. Penggantian Terlalu awal industri akan menghambat proses industrialisasi sebagai negara akan kehilangan keuntungan dari hubungan mundur industri kantong impor. • Unbalanced Growth . Mengabaikan perlawanan 3.Menyingkirkan kelangkaan di negara terbelakang dengan merangsang pengambilan keputusan investasi. Persamaan : • • • • Berhubungan dengan peranan Negara Mengabaikan peranan keterbatasan penawaran dan elastisitas penawaran Percaya pada adanya system perusahaan swasta yang bekerja berdasarkan mekanisme pasar Mengasumsikan interdependensi.Negara terbelakang tidak mempunyai sumber manusia. . Contoh Negara yang telah berhasil menerapkannya adalah Rusia dan India. TEORI DUALISTIK . bahan dan uang untuk berinvestasi serentak (kelemahan). Kekurangan mobilitas faktor 6. Terlalu banyak penekanan pada keputusan investasi Teknik pertumbuhan tidak berimbangmerupakan teknik baru bagi pembangunan Negara terbelakang. BAB 20.

• Dualisme Masyarakat Teori Dualisme Masyarakat dipelopori oleh seorang ahli ekonomi Belanda J.H. Boeke yang dikatakannya hanya cocok untuk diterapkan di negara terbelakang. Teorinya adalah tentang teori umum pembangunan masyarakat dan pembangunan ekonomi negara terbelakang, yang terutama didasarkan pada hasil kajiannya terhadap perekonomian Indonesia. DR. Boeke berpendapat bahwa dalam arti ekonomi masyarakat memiliki 3 ciri yaitu : 1. Semangat Sosial 2. Bentuk Organisasi 3. Teknik yang mendominasinya

Saling ketergantungan dan keterkaitan antara ketiga ciri tersebut diatas disebutnya dengan Sistem Sosial atau Gaya Sosial. Suatu masyarakat disebut Homogen apabila didalamnya hanya terdapat satu sistem sosial yang berlaku. Apabila memiliki lebih dari satu sistem sosial ini dinamakannya dengan “ Masyarakat Dualistik atau Majemuk “. Boeke menggunakan istilah “ Masyarakat Dualistik atau Majemuk “ ini untuk : “ masyarakat yang menunjukkan ciri tersendiri di tengah sistem sosial yang singkron dan telah dewasa dimana biasanya evaluasi historis masyarakat-masyarakat homogen terpisah satu sama lain melalui bentuk peralihan seperti misalnya antara prakapitalis dan kapitalisme penuh melalui kapitalisme awal “. Yang ditandai oleh adanya sistem Barat impor yang lebih maju dan sistem pertanian prakapitalisme pribumi. Sistem Barat Impor jelas berada dibawah pengaruh dan pengawasan Barat, dengan mempergunakan teknik maju dan standar kehidupan yang rata-rata sudah tinggi, sedangkan Sistem pertanian prakapitalis pribumi (sistem masyarakat timur) adalah asli dengan teknik, kesejahteraan sosial dan ekonomi yang rendah. Boeke menyebut juga Dualisme masyarakat ini dengan Dualisme Sosial, dengan definisi lainnya yaitu “ perbenturan antara sistem sosial impor dengan sistem sosial asli dengan gaya yang berbeda”.

• Ciri-ciri Masyarakat Dualistik Ciri absolut perekonomian dualistik menurut Boeke adalah (untuk masyarakat timur) : 1. Kebutuhannya terbatas

Artinya orang merasa puas jika kebutuhan-kebutuhan mendesak mereka terpenuhi. Contoh, salah satunya adalah bila harga karet turun, si pemilik tanaman barangkali memutuskan untuk menyadap lebih intensif, sedang kalau harga tinggi dia membiarkan sebagian dari pohon yang sebenarnya dapat disadap tetap tak tersadap. Ini karena rakyat lebih banyak terpengaruh oleh kebutuhan sosial ketimbang kebutuhan ekonominya. Akibatnya kurva penawaran usaha dan pengambilan resiko miring ke belakang. 2. Industri pribumi hampir-hampir tidak mempunyai organisasi, tanpa modal, secara teknis tidak berdaya dan tidak mengenal pasar sehingg rakyat lebih gemar kepada kegiatan spekulatif ketimbang pada usaha yang memberikan laba secara teratur. 3. Mereka tidak percaya pada investasi modal yang mengandung resiko. 4. Kurang inisiatif dan jauh dari keterampilan organisasi. 5. Fatalis dan ragu-ragu menggunakan teknologi modern. 6. Buruh tidak terorganisasi, pasif, diam dan acuh dan tidak terampil. 7. Orang enggan meninggalkan desanya, sehingga migrasi dalam negeri terjadi akibat intervensi pemerintah. 8. Ekspor menjadi tujuan utama perdagangan luar negeri, berbeda masyarakat Barat dimana ekspor hanyalah alat untuk memungkinkan impor.

Sehingga dengan ciri-ciri masyarakat timur diatas Boeke berpandangan Teori Ekonomi Barat tidak dapat diterapkan sama sekali, karena Teori Ekonomi Barat adalah untuk menjelaskan masyarakat yang Kapitalis, sedangkan masyarakat Timur baru dalam tahap Prakapitalis. Sedangkan teori Kapitalis Barat adalah kebalikan dari semua ciri masyarakat Timur tersebut diatas. Karenanya Boeke memperingatkan : “ kita sebaiknya berusaha untuk tidak mencoba mencangkokkan tanaman Teori Barat yang lembut “ dan “ lemah “ itu ke tanah tropis, dimana awal kematian akan menunggu mereka. “ Jadi tidaklah mungkin menerapkan kebijaksanaan yang sama pada keseluruhan perekonomian karena apa yang menguntungkan bagi suatu masyarakat mungkin berbahaya bagi yang lainnya. Boeke menyebutkan juga salah satunya, karena ekonomi Timur mempunyai ciri Dualistik, maka setiap usaha untuk mengembangkan pertanian prakapitalistik mereka dengan mengikuti garis Barat akan tidak hanya gagal tetapi mungkin juga menyebabkan kemunduran. Perubahan sikap mental “

petani adalah penting untuk memperkenalkan teknik pertanian modern, kalau tidak, peningkatan kesejahteraan yang timbul akan mengakibatkan pertumbuhan penduduk lebih lanjut. Tetapi jika Teknologi Barat gagal akibatnya akan berupa utang yang menumpuk. Karenanya, sistem pertanian mereka yang ada hendaknya tidak diusik, karena sistem itu hampir-hampir tidak dapat diperbaiki.

• Penilaian Kritis Teori Boeke mengenai pembangunan dualistik dikritisi oleh Prof. Benjamin Higgins atas dasar 1. Keinginan itu sebenarnya tidak terbatas Karena kecenderungan marginal mengkonsumsi dan mengimpor itu dua-duanya cukup tinggi. Malah ada permintaan yang tinggi di bidang barang semi mewah baik yang diimpor maupun domestik. 2. Buruh lepas bukan tidak terorganisasi Malah tumbuh kuatnya buruh terorganisasi di Indonesia, India dan dimanapun. 3. Buruh timur bukan tidak mobil Kenyataannya kehidupan kota, dengan segala daya pikatnya seperti bioskop, toko, restoran dan peristiwa-peristiwa olahraga selalu menyebabkan migrasi dari wilayah pedesaan. 4. Tidak khas ekonomi terbelakang Boeke menganggap teori dualistiknya hanya untuk ekonomi timur saja meskipun dia mengakui juga dualisme tersebut juga hadir di perekonomian terbelakang Afrika dan Amerika Latin. Menurut Benjamin Higgins ini tidak hanya terjadi di dunia timur saja (khas daerah terbelakang saja), ia kadang ada di Italia, Kanada bahkan Amerika Serikat sekalipun. Malahan katanya setiap ekonomi “ dapat dibagi menjadi wilayah-wilayah tersendiri dengan berbagai peringkat kemajuan teknologi yang berbeda-beda.” 5. Dapat diterapkan pada masyarakat Barat Menurut Benjamin Higgins juga dapat dikenakan pada masyarakat Barat. Setiap inflasi kronis muncul atau mengancam ekonomi Barat, rakyat lebih menyukai investasi yang bersifat untunguntungan. 6. Bukan suatu teori tetapi deskripsi

Bahwasanya yang disampaikan Boeke tersebut lebih kepada deskripsi masyarakat ekonomi terbelakang dibandingkan sebagai sebuah teori. 7. Peralatan teori ekonomi Barat dipakai masyarakat timur Sebenarnya peralatan dari teori ekonomi Barat tersebut juga telah banyak dipakai pada teori ekonomi Timur dengan sedikit variasi seperti kebijaksanaan fiskal dan moneter dan kebijaksanaan lain yang ditujukan untuk menghapuskan ketidakseimbangan neraca pembayaran. 8. Tidak memberikan pemecahan terhadap masalah pengangguran Dualismenya teori Boeke lebih banyak memusatkan diri pada aspek sosio-budayanya ketimbang aspek ekonomi. Dia menganggap berbagai jenis pengangguran (unemployment) sebagai “ diluar jangkauan tangan pemerintah”, tetapi tidak menyebutkan adanya kekurangan pekerjaan (underemployment) yang merupakan ciri dominan ekonomi berpenduduk padat. Inilah yang merupakan kekurangan pokok teori dualistik J.H Boeke.

• Kesimpulan Sebenarnya, problem penting didalam perekonomian dualistik adalah problem penyediaan kesempatan kerja yang memadai bagi tenaga buruh yang kurang pekerjaan, yang ada dan yang akan datang. Ini membawa kepada pengembangan teori Higgins yang melihat “ kekayaan sumber dan perbedaan fungsi-fungsi produksi di kedua sektor sebagai basis dari dualisme teknologi yang sebaliknya hanya berhasil membuka sejumlah kecil kesempatan kerja produktif “. Inilah teori dualistik yang lebih realistis ketimbang teori Boeke, karena teori ini menelaah pengaruh masyarakat dualistik pada pola pembangunan.

• Dualisme Teknologi Sebagai alternatif terhadap dualisme sosialnya Boeke, Higgins membangun teori dualisme teknologi. Artinya, penggunaan berbagai fungsi produksi pada sektor maju dan sektor tradisional dalam perekonomian terbelakang. Teori Higgins ini memasukkan problem proporsi faktor9 dan dikaitkan dengan keterbatasan kesempatan kerja produktif yang ditemui dikedua sektor dalam perekonomian terbelakang tersebut sebagai akibat tidak sempurnanya pasar, perbedaan kekayaan faktor dan perbedaan fungsi produksi. Higgins membangun teorinya disekitar dua barang, dan faktor produksi dan dua sektor dengan kekayaan faktor dan fungsi produksinya. Dari kedua sektor tersebut, sektor industri bergerak di

1. Kemudian sektor kedua adalah sektor pedesaan bergerak di bidang produksi bahan makanan dan kerajinan tangan atau industri yang sangat kecil. dan unit-unit modal pada sumbu vertikal. Sektor ini adalah padat-modal dan ditandai dengan koefisien teknis tetap. dalam Aggrawal dan Singh. kilang minyak atau industri skala besar. Tetapi jika kekayaan faktor aktual berada di S daripada di A. dipakai unit modal OK dan unit buruh OL. dan Q4.Eckaus. Sektor ini mempunyai koefisien teknis produksi yang berubah-ubah (variabel) sehingga ia dapat memproduksi output yang sama dengan berbagai macam teknik dan kombinasi alternatif buruh dan modal (termasuk tanah yang disempurnakan).1 Kurva Q1 adalah isokuan yang menggambarkan kombinasi modal OK dan buruh OL yang memproduksi tingkat Output tertentu. “ The Factor Proportions Problem in Underdeveloped Areas “. Garis K1L1 menunjukkan bahwa proses produksinya adalah padat modal. unit-unit buruh diukur pada sumber horizontal. 9 R. dan Q4 menggambarkan tingkat Output yang lebih tinggi yang hanya dimungkinkan dengan meningkatkan unit modal dan buruh dalam proporsi yang sama. ladang minya. The Economic of Underdevelopment. Untuk memproduksi Output Q1. Kurva Q2. Garis OE yang menghubungkan titik-titik ini adalah garis ekspansi sektor industri dan slopenya menggambarkan proporsi tetap kedua faktor tersebut. Q3. Jadi titik-titik ABC dan D menunjukkan kombinasi tetap modal dan buruh yang dipakai untuk memproduksi berbagai tingkat Output Q1. itu berarti tersedia unit yang lebih banyak (OL 1) untuk memproduksi Output yang .S. Q2. lebih banyak diperlukan modal untuk memproduksi Output tertentu ketimbang buruh. Fungsi produksi di sektor industri itu digambarkan pada Gambar 20. pertambangan. Q3. y o E Modal C o F o S L o L1 B o D o Q4 Q3 Q2 Q1 x o K1 K Ao o O o Buruh Gambar 20.bidang perkebunan.

Dalam rangka memproduksi lebih banyak Output. penawaran buruh yang berlebih di sektor ini dapat terserap. dan Q4 menunjukkan koefisien variabel produksi. Akhirnya. kalau tidak ia akan mencari pekerjaan di sektor pedesaan. Q3. Garis-garis itu menunjukkan adanya perubahan yang sangat kecil dalam kekayaan faktor sehingga para pengusaha tidak suka melakukan perubahan dramatis pada teknik produksi. Jadi mereka akan lebih suka mempunyai koefisien teknik yang tetap. Tetapi pada kenyataannya koefisien teknis tidak begitu tetap. tanah yang baik menjadi langka dan semua tanah yang tersedia telah ditanami dengan teknik padat karya tinggi pada titik E dimana dicapai Output maksimum Qn. Q2. Hanya bila persediaan modal meningkat ke SF. penawaran buruh yang berlebihan tersebut sama sekali tidak akan mempengaruhi teknik produksi.sama Q1. Karena terdapat koefisien teknis yang tetap. unit-unit modal yang tersedia tetap sama (OK). unit buruh LL1 akan tetap tak terpakai.2. lebih banyak buruh diperkerjakan dibandingkan dengan modal (tanah yang disempurnakan). Qn E K2 Modal K1 K A Q1 O L Q2 L1 Buruh Gambar 20. kurva isokuan Q 1. Garis lengkung putus-putus pada isokuan menunjukkan kemungkinan fleksibilitas dalam proporsi faktor tersebut. Dia agak sedikit fleksibel.2 L2 C B Q3 D Q4 . Fungsi produksi bagi sektor pedesaan digambarkan dalam Gambar 20.

Jadi industrialisasi menyebabkan pertumbuhan penduduk yang melebihi laju akumulasi modal di sektor industri. Tetapi Dualisme Teknologi bukan tanpa kekurangan. 2. ada beberapa faktor kelembagaan dan kejiwaan yang mempengaruhi proporsi faktor. • Penilaian Kritis Dualisme teknologi Higgins tampak lebih unggul daripada dualisme sosialnya Boeke. Mengabaikan pengunaan teknik penyerap buruh Higgins berpendapat bahwa prosess padat-modal perlu digunakan di sektor industri dan sama sekali mengabaikan penggunaan teknik lain yang menyerap buruh.Berdasarkan berbagai fungsi produksi di kedua sektor tersebut.” Dengan demikian buruh surplus tidak mempunyai alternatif lain kecuali mencari pekerjaan di sektor pedesaan. Karena sektor ini memakai teknik padat-modal dan koefisien teknis tetap maka sektor ini tidak dapat menciptakan kesempatan kerja pada laju yang sama dengan laju pertumbuhan penduduk. kekurangan atau kelemahannya antara lain : 1. yang pada teori Higgins disebutkan amat berkaitan dengan pola faktor. Dualisme teknologi realistis karena memperhatikan bagaimana pengangguran tersembunyi secara berangsurangsur timbul di sektor pedesaan masyarakat dualistik. 3. Besarnya dan sifat pengangguran yang tersembunyi tidak jelas . Dari kedua sektor tersebut. Industrialisasi bahkan dapat menyebabkan “ penurunan relatif proporsi pekerjaan total di sektor tersebut. 5. Harga faktor tidak bergantung pada kekayaan faktor Harga faktor semata-mata tidak hanya bergantung pada kekayaan faktor. namun diabaikan oleh Higgins. Mengabaikan faktor kelembagaan Lebih dari itu. Koefisien tidak tetap di sektor industri Adalah tidak benar mengasumsikan koefisien teknik tetap di sektor industri tanpa pembuktian empiris. 4. Profesor Higgins menelaah proses bagaimana dualisme teknologi cenderung meningkatkan pengangguran dan pengangguran tersembunyi di dalam perekonomian dualistik. sektor industri tumbuh dan berkembang dengan bantuan modal luar negeri.

Tidak pula ditunjukkan seberapa luas sebenarnya pengangguran tersembunyi yang timbul akibat dualisme teknologi.Higgins tidak menjelaskan sifat pengangguran tersembunyi di sektor pedesaan tersebut dan penawaran buruh yang berlebih di sektor industri. .

.. tidak pernah disusun untuk menjelaskan realitas keterbelakangan dan pembangunan ekonomi. “ karena kedua asumsi yang tidak realistis inilah maka teori tradisional gagal menjelaskan problem dinamis keterbelakangan dan pembangunan ekonomi. Secara komulatif kecenderungan ini semakin memperburuk ketimpangan internasional dan menyebabkan ketimpangan regional di antara negara-negara berkembang. Bagi Myrdal perubahan akan senantiasa menimbulkan reaksi di dalam sistem itu sendiri dalam bentuk perubahan-perubahan yang secara keseluruhan bergerak kearah yang berlawanan dengan perubahan pertama.. teori ekonomi secara umum.. Asumsi tidak realistis lainnya yang berkaitan dengan pendekatan keseimbangan stabil adalah faktor ekonomi. • Tesis Myrdal Profesor Myrdal membangun teori keterbelakangan dan pembangunan ekonominya di sekitar ide ketimpangan regional pada taraf nasional dan internasional. Untuk menjelaskan hal itu dia memakai ide “ dampak balik dan dampak sebar “. Sedangkan dampak sebar dia menunjuk pada dampak momentum pembangunan yang menyebar secara sentrifugal dari pusat dari pusat pengembangan ekonomi ke wilayah-wilayah . Myrdal juga juga meyakini bahwa “ pendekatan teoritis yang kita warisi “ tak cukup menyelesaikan problem ketimpangan ekonomi tersebut. Alasannya adalah bahwa teori ekonomi tradisional tersebut didasarkan pada asumsi keseimbangan-stabil yang nyatanya tidak realistis yang diyakini oleh Myrdal hal tersebut sebagai sesuatu yang keliru yaitu gagasan keseimbangan stabil untuk menjelaskan perubahan terhadap suatu sistem sosial. Teori ekonomi klasik mempunyai kelemahan pokok yaitu mengabaikan faktorfaktor non ekonomi yang menjadi “ salah satu faktor yang memperlicin jalannya sebab-menyebab sirkuler didalam proses kumulatif perubahan ekonomi.. Dia mendefinisikan dampak balik sebagai “ semua perubahan yang bersifat merugikan . TEORI MYRDAL MENGENAI DAMPAK BALIK Profesor Gunnar Myrdal berpendapat bahwa pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab-menyebab yang membuat si kaya mendapat keuntungan semakin banyak.BAB 21. dari ekspansi ekonomi di suatu tempat. Dampak balik (backwash effect) cenderung membesar dan dampak sebar (spread effect) cenderung mengecil. dan mereka yang tertinggal dibelakang menjadi semakin terhambat. tetapi justru secara konstan bergerak menjauh dari situasi seperti itu... Sistem itu tidak dengan sendirinya bergerak menuju keseimbangan diantara berbagai kekuatan.. Teori perdagangan internasional dan tentu saja. karena sebab-sebab diluar tempat itu.

dinegara miskin ketimpangan regional semakin melebar dinegara kaya semakin menyempit. Sebab utama ketimpangan regional menurut Myrdal adalah kuatnya dampak balik dan lemahnya dampak sebar dinegara terbelakang. Ini tidak lain menurut Myrdal adalah akibat peranan bebas kekuatan pasar. Dampak balik migrasi perpindahan modal dan perdagangan Kemudian Myrdal juga menyebutkan bahwa perpindahan modal juga cenderung meningkatkan ketimpangan regional. yang cenderung memperlebar jarak ketimbang mempersempit ketimpangan regional. Lingkup investasi yang lebih baik pada sentra pengembangan dapat menciptakan kelangkaan modal diwilayah terbelakang. Peranan Pemerintah . sementara wilayah lain terlantar. Dampak sebar Dibalik itu ada juga dampak sebar dari momentum pembangunan yang menyebar secara sentrifugal dari sentra ekspansi ekonomi ke wilayah lainnya sehingga memperoleh keuntungan dari meningkatnya pasar produk-produk pertanian dan bersamaan dengan itu terangsang kearah kemajuan teknik.lainnya. a. Diwilayah maju. permintaan yang meningkat akan merangsang investasi yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan menyebabkan putaran kedua investasi dan seterusnya. Demikian pula perdagangan cenderung menguntungkan wilayah maju dan merugikan wilayah kurang maju. ketimpangan regional jauh lebih besar dinegara miskin ketimbang dinegara kaya. Ketimpangan Regional Ketimpangan reional berkaitan erat dengan sistem kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba. dan kedua. Dampak Balik versus Dampak Sebar Akan tetapi kedua hal ini tidak mungkin berjalan seimbang sebagaimana disebutkan oleh kajian komisi ekonomi PBB untuk Eropa yakni Pertama. Pembangunan industri di wilayah maju dapat menghancurkan industri yang ada di wilayah terbelakang. inilah yang mendorong berkembangnya pembangunan terpusat diwilayah-wilayah yang memiliki harapan-harapan laba tinggi. dan wialayah yang lebih miskin tetap menjadi wilayah yang agraris. Ketimpangan ini semakin parah apalagi jika sebagian dari daerah tersebut tumbuh dengan merugikan wilayah lain yang mengalami stagnasi.

Karenanya pemerintah harus menerapkan kebijaksanaan yang bersifat adil (egaliter. Disebutkan Myrdal. Lebih dari itu. • Penilaian Kritis Tesis Myrdal ini memperlihatkan suatu teori yang lain..?) guna memperlemah dampak balik dan memperkuat dampak sebar. Kekuatan internasional dan nasional cenderung untuk mengekalkannya dan dengan begitu memperburuk ketimpangan regional dan mondial. sama sekali berbeda dari teori keterbelakangan lainnya. Dengan bagus dia menggabungkan kekuatan internasional dan nasional yang cenderung membawa negara terbelakang tetap berada dalam proses kumulatif dimana “ kemiskinan menjadi penyebab dirinya sendiri “. peranan bebas kekuatan pasar dan perdagangan bebas cenderung menghambat potensi ekspor negara-negara tersebut. Akibatnya. Karena negara kaya memiliki basis industri manufaktur yang kuat dengan dampak yang sebar yang kuat. Karena negara maju lebih menjanjikan keuntungan dan jaminan bagi para investor maka modal akan semakin menjauhkan diri dari negara terbelakang.Dalam hal ini kadangkala kebijaksanaan pemerintah di negara miskin malah cenderung memperburuk ketimpangan regional tersebut. dalam rangka menjembatani ketimpangan regional dan memperkuat dasar-dasar bagi kemajuan ekonomi yang berkesinambungan. tercipta suatu “ Jurang Dalam “ antara impor dan ekspor negara terbelakang yang kemudian membuat pembangunan . sudah adakah. Perpindahan modal Perpindahan modal juga gagal menghapuskan ketimpangan internasional. Dengan mengekspor produk industri mereka dengan harga murah akan mematikan industri skala kecil dan kerajinan dinegara terbelakang. Ketimpangan Internasional Menurut Myrdal perdagangan internasional mempunyai dampak surut yang kuat pada negara terbelakang dan cenderung sangat menguntungkan sikaya dari wilayah maju dan merugikan negara kurang maju. Peranan bebas kekuatan pasar dan kebijaksanaan liberal merupakan dua kekuatan yang menciptakan ketimpangan regional sebagi akibat lemahnya dampak sebar. “ tingkat pembangunan yang lebih tinggi akan semakin memperkuat dampak sebar dan cenderung menghambat arus ketimpangan regional. Tidak ada yang dapat menyangkal fakta bahwa di negara terbelakang dampak sebar dikalahkan oleh dampak balik yang kuat. “ b.

Ada ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang mandeg dan sektor industri yang aktif. Output sektor pertanian adalah fungsi dari tanah dan buruh saja. Di sektor pertanian tidak ada akumulasi modal selain dalam bentuk penggarapan tanah kembali (reklamasi). Jika penduduk melampaui jumlah dimana produktifitas marginal buruhnya nol. 5. Output sektor industri adalah fungsi dari modal dan buruh saja. 4. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI FEI-RANIS Yaitu berkaitan dengan suatu negara terbelakang yang kelebihan buruh disertai perekonomian yang miskin sumber daya. 3. 6. Persediaan atau penawaran tanah bersifat tetap. Asumsinya : 1. Upah nyata di sektor industri dianggap tetap dan sama dengan tingkat pendapatan nyata (sebelumnya) sektor pertanian. . Mereka menyebutnya upah institusional. 2. Tanah tidak mempunyai peranan sebagai faktor produksi. 8.ekonomi menjadi sesuatu yang mahl dan lama. Kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (return to scale) yang tetap dengan buruh sebagai faktor variabel. Diasumsikan bahwa produktifitas marginal buruh adalah nol. 9. buruh dapat dialihkan ke sektor industri tanpa mengurangi keluaran (Output) pertanian. dimana sebagian besar penduduk bergerak di bidang pertanian di tengah pengangguran hebat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Pertumbuhan penduduk dianggap sebagai fenomena eksogen. 7. Bukti empiris telah menunjukkan bahwa tesis Myrdal telah terbukti kebenarannya.

Pertama. Dalam tahap ini kelebihan buruh sudah terserap dan sektor pertanian berangkat menjadi komersial. yang tidak menambah Output pertania. Berdasarkan asumsi ini Fei dan Ranis menelaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi tiga tahap.Pekerja di masing-masing sektor hanya mengkonsumsikan produk-produk pertanian. (A) R Tanah A Z B C O N1 N2 (B) F M Output Total TP N . dialihkan kesektor industri dengan upah institusional yang sama. para penganggur tersamar. buruh pertanian menghasilkan lebih besar daripada perolehan upah institusional. Kedua. pekerja pertanian menambah keluaran pertanian tetapi memproduksi lebih kecil dari pada upah institusional yang mereka terima. yang menandai akhir tahap tahap tinggal landas dan awal pertumbuhan swasembada.10. Ketiga.

P2 P1 (A) P T W Upah/Output Marginal Q H N O M L K N Tenaga Kerja V U (B) A W M N Tahap I S L K Tahap II R O Tahap III Tenaga Kerja N M L K O (C) X F BC D E G Gambar 21.B dan C) Y Output Total . ini disebut juga dengan penganggur tersamar. Buruh ON1 memproduksi Output maksimum pada tanah seluas OZ.2 (A.1 (A & B) Gambar diatas menunjukkan kurva ABC adalah produksi barang pertanian.O N1 N2 Tenaga Kerja Gambar 21. dengan produksi total kurva TP. garis OR adalah tingkat produksi dari input buruh pada sumbu horizontal dan tanah (Z) pada sumbu vertikal. N1N2 merupakan kelebihan buruh/tenaga kerja yang tidak memberikan sumbangan positif pada Output dan produktifitas marginalnya mendekati nol melebihi titik M pada kurva TP.

Gerakan kurva penawaran buruh WTW1 (W1 yaitu pada saat harga P1) ini dari T keatas ini dikenal juga dengan istilah “ titik balik Lewis “. sehingga surplus tenaga ini jika dipindahkan ke sektor industripun tidak akan mempengaruhi keluaran industri.1 diatas (kita dapat lihat posisi O nya. Dari ketiga tahap yang terjadi diatas. Menariknya disini upah yang mereka terima tidak sama dengan upah institusional sebelumnya. Tahap III pekerja mulai menghasilkan keluaran pertanian sama dan bahkan melebihi dari upah institusional. pekerja NM (yang diturunkan dari kurva C untuk kelebihan tenaga kerja pada produktivitas marjinal nol CX kurva C) merupakan penganggur tersamar jika dipindahkan ke sektor industri (kurva A. dimana OCX merupakan kurva produktivitas fisik total (MPP) dengan CX menunjukkan bahwa produktivitas marjinal disana adalah nol. tenaga kerja menjadi OM). Fei dan Ranis melihat peralihan tenaga kerja pertanian ke sektor industri ini. kurva C dan B adalah sektor pertanian).2 diatas bagaimana hubungannya dengan sektor industri. malah terjadi surplus hasil pertanian. sehingga dapat menyebabkan memburuknya syarat-syarat pada sektor industri karenya membutuhkan suatu kenaikan upah minimal di sektor industri tersebut. ke LH dan KQ (kurva A). Tahap I (pada kurva B).2 ini seyogyanya kita memulai dari titik O/titik sumbu kurva tersebut). dapat dijelaskan lebih lanjut pada Gambar 21. Dimana pertumbuhan berimbang .Kelebihan tenaga kerja N1N2 diatas. sehingga membawa surplus secara keseluruhan di sektor pertanian (disebut juga dengan istilah TAS). Inilah yang disebut berakhirnya tinggal landas dan awal dari pertumbuhan swasembada ditunjukkan oleh naiknya bagian RU dari kurva MPP NMRU (kurva B). Pertumbuhan berimbang Fei dan Ranis lebih jauh menunjukkan bahwa model mereka memenuhi persyaratan pertumbuhan berimbang selama proses tinggal landas. Tahap II MPP pekerja pertanian adalah positif (kurva miring keatas sampai garis MR) tetapi produktifitas masih dibawah dari upah institusional. Upah minimal tersebut naik lebih tinggi dari upah institusional OW. baiknya dialihkan juga ke sektor industri. relatif dibanding barang-barang industri. jadi dalam batas tertentu mereka tetap juga pengangguran tersamar. mereka juga tidak mendapatkan kelebihan upah dibandingkan sektor pertanian. ini dapat dijelaskan akibat perpindahan tersebut akan terjadi merosotnya keluaran pertanian. Jika buruh OK (kurva B) ini dialihkan ke sektor industri pada upah minimal melebihi KQ (kurva A) hal ini akan menyedot buruh di sektor pertanian. sehingga kelangkaan matadagangan pertanian mengakibatkan naiknya harga.2 diatas cara membaca kurvanya kita mulai dari kurva (C) terlebih dahulu yang merupakan kurva terbalik dari kurva (B) pada Gambar 21. tingkat upah institusional yang ada adalah sebesar OW (=NW pada kurva B. untuk membaca kurva pada gambar 21. Pada Gambar 21.

3 PP adalah kurva permintaan awal buruh. Pada Gambar 21. Sebagian dana ini dialokasikan lagi ke sektor pertanian sehingga produktifitas meningkat. bertemu di titik a dengan tenaga buruh OM diperkerjakan di sektor industri.3 dibawah). dengan itu menggeser kurva permintaan industri naik ke kanan dari PP ke P1P1 bertemu di titik a1 yang terletak pada lintasan pertumbuhan seimbang S1a3. (lihat Gambar 21. . Pada tingkat ini sektor industri mendapatkan keuntungan yang sama dengan daerah S1aP. dan menggeser kurva penawaran buruh di sektor industri turun kekanan dari S1S1 ke S2S2.3. Sisa dari dana investasi itu dialokasikan lagi ke industri. Output Marginal P2 P1 P S S2 S1 a S2 P a2 a1 a3 P2 S1 P1 O M L K Tenaga Kerja Gambar 21.2 (B). Keuntungan ini merupakan keseluruhan investasi yang tersedia bagi perekonomian tersebut selama proses tinggal landas. S1S1 adalah kurva penawaran awal buruh. tenag buruh ML yang diserap sektor industri persisi sama dengan tenaga buruh ML yang dilepas dari sektor pertanian dalam Gambar 21.menghendaki investasi serentak di sektor pertanian dan sektor perindustrian dalam perekonomian. Pada titik a1 sektor-sektor industri menyerap tenaga buruh ML yang telah dilepas oleh sektor pertanian sebagai akibat naiknya produktifitas pertanian setelah alokasi dana investasi ke sektor pertanian.

Model tertutup Asumsi ini tidaklah realistis karena negara-negara terbelakang bukanlah perekonomian tertutup tetapi terbuka. Kesimpulan akan tetapi keterbatasan tersebut tidaklah mengurangi arti penting model Fei-Ranis bagi pembangunan ekonomi negara surplus buruh. Fei-Ranis menunjukkan interaksi antara kedua sektor tersebut dalam mengawali dan mempercepat pembangunan. antara lain : 1. MPP bukan nol Fei-Ranis mengamati bahwa “ dengan sejumlah tanah yang tetap. 4. kenyataannya produktifitas naik. Menurut Schultz jika demikian berarti upah institusional juga harus nol. BAB 22 . 6. dinegara terbelakang buruh berlebih. upah juga cenderung naik. 5. 3. ia bersifat komersial (dengan asumsi perekonomian bergerak mulus menuju swasembada). Model ini menelaah secara runtut proses pembangunan dari tinggal landas menuju pertumbuhan swasembada melalui interaksi sektor pertanian dan sektor industri negara terbelakang.Penilaian Model Fei-Ranis ini merupakan penyempurnaan terhadap model Lewis. yang mengimpor komoditi pertanian apabila timbul kelangkaan. Upah Institusional di sektor pertanian tidak konstan Fei-Ranis mengasumsikan upah institusional konstan dalam dua tahap pertama meskipun produktifitas menaik. Komersialisasi pertanian menjurus ke Inflasi Menurut Fei-Ranis pada saat sektor pertanian memasuki tahap ketiga. upah yang dibayarkan kepada pekerja pertanian jauh dibawah MPP mereka. Lewis mengabaikan pengembangan sektor pertanian dan memusatkan diri semata-mata pada sektor industri. Upah institusional tidak diatas MPP Tidak ada bukti empiris yang menunjukkan upah institusional tetap lebih tinggi daripada MPP (Produktifitas Fisik Marjinal) selama Tahap I dan II. disana akan terdapat sejumlah penduduk yang cukup besar untuk membuat MPP-nya nol. kenyataannya pekerja menerima upah minimum. Persediaan tanah tidak tetap Dalam jangka panjang luas tanah menjadi tidak tetap 2. Ini tidak mungkin terjadi karena bagaimanapun tekanan inflasioner akan muncul. Namun model ini juga tidak luput dari kritik. kenyataannya. Keunggulan pokok Model Fei-Ranis ini adalah menunjukkan arti penting produk pertanian didalam menghimpun modal dinegara terbelakang.

2. Tidak ada penyusutan barang modal yang diasumsikan memiliki daya pakai seumur hidup. Modal tetap dan modal lancar disatukan menjadi modal. 3. Kecenderungan menabung marginal tetap konstan. 2. = kenaikan rata-rata pendapatan. 9. 4. Ada proporsi yang tetap antara modal dan buruh dalam proses produksi. 3. Ini merupakan sisi penawaran dari model Domar. 12. 13. Tidak ada perubahan tingakat suku bunga. Persamaan ini menunjukkan untuk mempertahankan pekerjaan penuh laju pertumbuhan investasi autonomous netto ( ) harus sama dengan (MPS kali produktivitas modal). disebut efek sigma. yaitu upah sama dengan pendapatan nyata. yaitu rasio stok modal terhadap pendapatan. Tidak ada campur tangan pemerintah. Ekuilibrium = kenaikan investasi. Tidak ada kesulitan dalam penyesuaian antara investasi dan penciptaan kapasitas produktif. MODEL DOMAR Kaitan antara penawaran agregat dengan permintaan agregat melalui investasi: 1. Ada ekuilibrium awal pendapatan dalam keadaan pekerjaan penuh. Kenaikan Kapasitas Produksi Investasi baru karena peningkatan kapasitas produksi akan menghasilkan kenaikan output (Iσ) yang merupakan jumlah netto potensi kenaikan output perekonomian tersebut. 10. Koefisien modal.MODEL HARROD . 6. 8. Kecenderungan menabung rata-rata sama dengan kecenderungan menabung marginal. Tabungan dan investasi berkaitan dengan pendapatan tahun yang sama. Tingkat harga umum konstan. diasumsikan tetap. 7. . 11. 5. Model ini bekerja pada perekonomian tertutup tanpa perdagangan luar negeri. Kenaikan Yang Diperlukan Dalam Permintaan Agregat Sisi permintaan dalam sistem Domar dijelaskan dengan pengali Keynesian. = kecenderungan menabung marginal.DOMAR ASUMSI Model yang dibuat oleh Harrod dan Domar didasarkan pada asumsi sebagai berikut: 1.

Didasarkan pada 3 macam laju pertumbuhan: 1. GC = S. ditentukan oleh rasio tabungan dan rasio modal-output. . Kemudian akan berdampak pada C < Cr  produksi kekurangan permintaan agregat  inflasi kronis. menunjukkan variasi siklis jangka pendek dalam laju pertumbuhan. pekerjaan dan pendapatan  depresi kronis. Adalah laju pertumbuhan dimana produsen merasa puas dengan apa yang dikerjakan. merupakan laju pertumbuhan pendapatan kapasitas penuh dalam perekonomian. maka perekonomian akan mengalami boom. Laju pertumbuhan terjamin (Gw). GwCr = s Gw = laju pertumbuhan terjamin (pendapatan dalam kapasitas penuh) Cr = jumlah modal yang dibutuhkan untuk mempertahankan laju pertumbuhan terjamin. Laju pertumbuhan aktual (G). pendapatan harus tumbuh dengan laju sebesar s/Cr pertahun.Bila > . dan C (barang modal aktual) = Cr (barang modal yang diperlukan untuk pertumbuhan mantap). dan S adalah kecenderungan menabung rata-rata yaitu S/Y. G merupakan laju pertumbuhan output dalam periode tertentu. • Apabila G > Gw  timbul kelangkaan  inflasi jangka panjang (pendapatan aktual berkembang cepat daripada yang dimungkinkan). C > Cr  permintaan agregat kekurangan penawaran agregat  jatuhnya output. C merupakan rasio investasi terhadap kenaikan pendapatan. jadi berkaitan dengan tingkah laku pengusaha. Nilai dari I/ΔY atau C s = kecenderungan menabung rata-rata. Depresi bila sebaliknya. • Ekuilibrium tercapai bila G (laju pertumbuhan aktual) = laju pertumbuhan terjamin (Gw). 2. MODEL HARROD Model ini menunjukkan bagaimana pertumbuhan mantap (ekuilibrium) dapat terjadi. yaitu I/ΔY. • G < Gw  depresi jangka panjang (pendapatan aktual tumbuh lebih lamban dari yang diperlukan). • Apabila perekonomian dimaksudkan untuk maju dengan pertumbuhan mantap Gw yang akan menggunakan kapasitasnya secara penuh.

4. Domar menggunakan kebalikan dari rasio modal-output marginal. sumber alam dan peralatan modal. Persamaannya adalah: Gn. Bagi Harrod siklus bisnis merupakan bagian integral lintasan pembangunan dan bagi Domar didalam modelnya membiarkan σ (produksi rata-rata investasi) berfluktuasi.Cr = atau ≠ S KAJIAN PERBANDINGAN KEDUA MODEL TERSEBUT A. Persamaan Model Domar σ = ΔY/I ΔI x 1/α = Iσ GC = s Model Harrod α = ΔS/ΔY = ΔI x 1/(ΔS/ΔY) = I x (ΔY/I) = (ΔY/Y) x (I/ ΔY) = S/Y (ΔI x ΔY)/ ΔS = I x (ΔY/I) = (ΔY/Y) x (Y/S) = ΔY/I ΔI x ΔY = ΔS x ΔY I x ΔY = S x ΔY ΔI = ΔS I = S B. 6. Laju pertumbuhan alamiah (Gn). Harrod memperlihatkan hubungan perilaku antara kenaikan permintaan dengan output saat ini di satu pihak dan dengan akumulasi modal di pihak lain. 2.3. Domar menunjukkan hubungan teknologis antara akumulasi modal dan pertumbuhan kapasitas penuh dalam output berikutnya. tetapi Harrod menggunakan akselerator (pemacu). Model Domar hanya didasarkan pada satu laju pertumbuhan. 7. sedangkan Domar sebaliknya. . Domar menggunakan multiplikator (pengali). Domar  menganggap investasi sebagai peranan kunci dalam pertumbuhan Harrod  menganggap tingkat pendapatan sebagai faktor penting dalam proses pertumbuhan. Di dalam persamaan ekuilibrium Harrod tidak mengacu pada ΔI atau I. 5. laju terjamin (Gw) dan laju natural (Gn). seperti penduduk. sedang Harrod menggunakan rasio modal–output marginal. 3. Perbedaan 1. teknologi. disebut laju dimana pertambahan penduduk dan perbaikan teknologi berjalan lamban. r = ασ Harrod menggunakan 3 laju pertumbuhan: laju aktual (G). Tergantung pada variabel-variabel makro.

Perilaku wiraswasta tidak dapat diabaikan.KETERBATASAN MODEL INI 1. 3. PENERAPAN MODEL HARROD-DOMAR PADA NEGARA TERBELAKANG Teori pertumbuhan pada negara maju dikaitkan dengan tiga fungsi pokok: fungsi tabungan. Harga tidak akan tetap konstan. 7. sementara dalam model ini diabaikan. Rose. 5. Tingkat suku bunga berubah Asumsi bahwa tingkat suku bunga tidak berubah. Pada umumnya buruh dapat menggantikan modal. Kegagalan membedakan barang modal dengan barang konsumen. 8. Menurut Prof. 6. rn = (Pc x Gn) / e rn Pc : tingkat suku bunga alamiah : laju pertumbuhan alamiah output perkapita . Kedua model luput mempertimbangkan perubahan dalam tingkat harga sementara perubahan harga selalu terjadi dan dapat menstabilkan situasi yang tidak stabil. Model-model Harrod dan Domar mengabaikan pengaruh program pemerintah pada pertumbuhan ekonomi. Wiraswasta sebenarnya dapat menentukan laju pertumbuhan terjamin. tidak relevan dengan analisa yang bersangkutan. sumber utama ketidakstabilan dalam sistem Harrod terletak pada akibat ekses permintaan atau penawaran dalam keputusan produksi dan tidak pada akibat langkanya modal atau berlebihnya keputusan investasi. 2. Model ini mengasumsikan buruh dan modal dipergunakan dalam proporsi yang tetap. 4. Tingkat suku bunga dapat berubah dan mempengaruhi investasi. Buruh dan modal tak dapat dipergunakan dalam proporsi tetap. Dalam model ini kecenderungan menabung dan rasio madal-output diasumsikan konstan sementara keduanya mungkin berubah dalam jangka panjang. Harold mencoba menerapkan modelnya pada negara terbelakang dengan menguraikan sisi penawaran dalam persamaan dasarnya dengan memasukkan peranan tingkat suku bunga di dalam menentukan penawaran tabungan dan permintaan tabungan. investasi autonomus vs induced dan produktivitas modal. Program pemerintah tidak dapat diabaikan. Kecenderungan menabung dan rasio modal-output adalah tidak konstan.

Masalah pengangguran tersembunyi tidak dapat diatasi dengan model Harrod-Domar. Rasio Modal-Output Suatu model yang didasarkan pada kecenderungan menabung dan pada rasio modal-output kurnag berguna bagi negara terbelakang walaupun bermanfaat bagi negara maju. Rasio Tabungan Model pertumbuhan ini ditandai dengan rasio tabungan yang tinggi dan rasio madal-output yang tinggi. Pengangguran Struktural Di negara terbelakang. KETERBATASAN MODEL INI DITILIK DARI SUDUT NEGARA TERBELAKANG Model Harrod-Domar tidak dapat diterapkan pada negara terbelakang karena alasan berikut ini: 1. 4. Pengangguran Tersembunyi Model ini bertolak dari tingkat pendapatan pada pekerjaan penuh. namun pada negara terbelakang tabungan rendah. 2. 5. Model HarrodDomar tidak berhasil memecahkan masalah ini. Campur Tangan Pemerintah . sementara di negara terbelakang rasio ini rendah. Harrod menyarankan investasi besar dibiayai melalui perluasan kredit bank dan investasi laba inflasioner di pasar-pasar modal. 6. 3. Perbedaan Kondisi Analisa Harrod Domar lebih ditujukan untuk mencegah stagnasi jangka panjang pada negara maju dan tidak ditujukan untuk membimbing program industrialisasi pada negara terbelakang. Ekspansi kredit bank merupakan satu-satunya jalan untuk membiayai investasi dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi pada negara terbelakang. Cr = f(rn) Keperluan akan tabungan Sr bagi negara terbelakang sangat penting. jika penduduk berkembang lebih tinggi daripada akumulasi modal. maka pengangguran struktural akan timbul sebagai akibat kurangnya peralatan modal. investasi tinggi dan inflasi kronis.Gn e • • • • : laju petumbuhan alamiah : elastisitas nilai guna yang semakin menurun dari pendapatan Keperluan modal Cr tergantung pada tingkat suku bunga. tetapi tingkatan sebesar itu tak dapat dijumpai di negara terbelakang.

Namun di negara terbelakang tidaklah mungkin tanpa adanya perubahan kelembagaan. asumsi ini tidak berlaku pada negara berkembang karena bagaimana negara tersebut dapat berkembang tanpa adanya campur tangan pemerintah. 8. Bantuan dan Perdagangan Luar Negeri Model Harrod-Domar didasarkan pada asumsi perekonomian tertutup.Moel Harrod Domar didasarkan pada asumsi tidak adanya intervensi pemerintah . Perubahan Harga Model ini berasumsi harga adalah konstan. namun di negara terbelakang perubahan harga adalah hal yang tak terelakkan. Namun di negara terbelakang merupakan perekonomian terbuka dimana perdagangan luar negeri dan bantuan luar negeri berperan penting dalam pembangunan perekonomian mereka. 7. 9. Perubahan Institusional Faktor kelembagaan diasumsikan sebagai hal tertentu (given) dalam model ini. .

dan S = Sw + Sp Karena investasi adalah tertentu (given) dan dengan mengsumsikan fungsi-fungsi tabungan proporsional sederhana. 4. Kecenderungan marginal menabung para pekerja lebih besar daripada para pemilik modal. N. maka: Y = W + P. MODEL Dengan Sw = keseluruhan tabungan yang disisihkan dari upah dan Sp = keseluruhan tabungan dari keuntungan. W mencakup buruh kasar dan gaji. Ada “satu situasi pekerjaan penuh (full employment) sehingga keseluruhan output atau pendapatan (Y) adalah tertentu”. 3. yaitu: Sw I = swW dan Sp = spP + swW = spP. Pendapatan atau output nasional hanya terdiri dari upah (W) dan keuntungan (P). Ada unsur persaingan tidak sempurna atau kekuatan monopolistik. 5. S = PY. Kaldor membangun modelnya dengan asumsi sebagai berikut: 1. ASUMSI Prof.BAB 23 MODEL DISTRIBUSI MENURUT KALDOR Model Kaldor menjadikan rasio tabungan modal sebagai suatu variabel dalam proses pertumbuhan. 2. Model ini didasarkan pada “fungsi tabungan klasik” yang menyatakan tabungan adalah sama dengan rasio antara keuntungan dan pendapatan nasional. sedangkan P mencakup pendapatan pengusaha dan pendapatan pemilik harta. sedang kecenderungan marginal menabung para pekerja lebih kecil dibandingkan para pemilik modal. tetapi I = S. kita peroleh persamaan: = spP + sw(Y –P) karena W sama dengan Y – P = spP + swY – swP = (sp – sw)P + swY Dari rasio investasi terhadap pendapatan nasional: . Rasio investasi output (I/Y) adalah variabel bebas.

dengan sedikit perubahan: • Perekonomian berada dalam keseimbangan dengan rasio keuntungan-pendapatan tetap (garis vertikal PP).... turunnya harga menyebabkan turunnya permintaan dan turunnya harga secara kumulatif. invariant terhadap perubahan dalam sp dan sw. Dapat dilihat pada diagram Prof.. • Menurut Kaldor.... (2) • Kenaikan rasio investasi pendapatan I/Y.... sepanjang sp > sw..... P/Y dapat diperoleh dengan cara di bawah ini: ... .atau . Peterson.... fungsi-fungsi S/Y dan I/Y bergeser ke atas. akan menaikkan peranan keuntungan dalam pendapatan nasional P/Y. Jika terjadi kenaikan pendapatan...... nilai interpretatif model ini tergantung pada sikapnya menganggap investasi....... Jika sp < sw..... atau tepatnya rasio investasi tergadap keluaran I/Y.... Apabila hubungan fungsi-fungsi tersebut berlanjut terus perekonomian akan dapat mempertahankan dirinya dalam suasana pekerjaan penuh dan P/Y akan tetap konstan... • • • Model ini bekerja jika kecenderungan menabung tidak sama.... (1) Dan dari (1) rasio keuntungan terhadap pendapatan nasional............. sebagai suatu variabel bebas...... sp ≠ sw Sp > sw merupakan syarat kestabilan...

..... adalah fungsi-fungsi I/Y....Dengan mengasumsikan rasio investasi-output (I/Y) sebagai variabel bebas. Peranan keuntungan tidak dapat jatuh ke bawah tingkat ambang risiko (risk premium rate). yang sebaliknya ditentukan secara bebas dari P/Y atau W/L.. 3. .. Model ini memberikan gambaran yang kaku tentang kemajuan ekonomi karena mengasumsikan fungsi produksi yang tidak memungkinkan pergantian antara faktor-faktor..... yang disebut pertama akan menyesuaikan dirinya dengan yang disebut terakhir melalui perubahan berikutnya di dlam P/Y”.. faktor-faktor penentunya dapat digambarkan dengan menggunakan terminologi Harrodian dalam arti tingkat pertumbuhan kapasitas output (G) dan rasio modal-output (v): 1/Y = Gv ... perjanjian kolusif. jika batas-untungnya fleksibel..... tidaklah bebas satu sama lain.. yang merupakan tingkat keuntungan minimum yang diperlukan untuk menarik investasi. Teori distribusi Kaldor lebih tepat dipergunakan untuk menjelaskan inflasi jangka pendek daripada pertumbuhan jangka panjang.. dengan demikian keseluruhan tabungan pekerja dialihkan kepada pemilik modal sebagai hadiah. Upah nyata tidak boleh berada dibawah tingkat biaya hidup minimal tertentu...... Sehingga persamaan (1) diatas dapat diubah: Prof.. Hal ini benar hanya dengan syarat-syarat tertentu: 1. Kelemahan lain dari model Kaldor: − − − − Model ini memberikan semua keuntungan kepada pemilik modal. dengan demikian. 2.... Kaldor berkesimpulan : “antara tingkat pertumbuhan yang dibutuhkan dan yang natural. (3) Dalam keadaan “pekerjaan penuh terus-menerus” G harus sama dengan tingkat pertumbuhan alamiah Harrod Gn.. yaitu tingkat keuntungan minimum tertentu dalam penjualan (turn over) akibat persaingan tidak sempurna...... dsg.. Model Kaldor mengabaikan pengaruh kemajuan teknik pada distribusi pendapatan... dan tingkat upah nyata W/L... tingkat keuntungan terhadap investasi. Peranan keuntungan tak boleh berada dibawah “derajat tingkat monopoli”. PENILAIAN Model Kaldor menunjukkan bahwa peranan keuntungan terhadap pendapatan P/Y.

maka setelah disubstitusi dan sebagainya. Untuk memproduksi suatu output tertentu. Tidak ada perubahan dalam tingkat harga. e. Para pekerja sama sekali tidak menabung dan membelanjakan seluruh upahnya untuk konsumsi. Para pengusaha sama sekali tidak mengkonsumsi tetapi menabung dan menanamkan keseluruhan pendapatan mereka (yang didapat dari laba) untuk pembentukan modal. f. Perekonomian liberal yang tertutup. Tidak ada kelangkaan buruh dan pengusaha dapat mempekerjakan buruh sebanyak yang mereka sukai. b. Kemajuan teknik yang netral. g. Pendapatan nasional netto dalam Model Robinson: Y = wN + pK Y w N p K = pendapatan nasional netto = tingkat upah nyata = jumlah buruh yang dipekerjakan = tingkat keuntungan = jumlah modal Tingkat keuntungan sangat penting dalam teori akumulasi modal. Hanya ada buruh dan modal sebagai faktor produksi. modal dan buruh dipergunakan dengan proporsi tetap.BAB 24 MODEL AKUMULASI MODAL JOAN ROBINSON ASUMSI a. maka: l w θ = produktivitas buruh = tingkat upah nyata = rasio modal-buruh . i. Hanya ada dua kelas pekerja dan pengusaha yang menjadi penerima pendapatan nasional. h. c. d.

Karena Joan Robinson mengasumsikan bahwa tabungan dan upah adalah nol dan hanya pengusaha yang menabung. EG/EW mencerminkan ΔK/K dan OW/ON mencerminkan ΔN/N. 7 faktor penentu pertumbuhan ekuilibrium (masa keemasan): 1. 2. perekonomian berada pada ekuilibrium pekerjaan penuh. atau S = I. Apabila ΔK/K = ΔN/N. setiap titik pada kurva menunjukkan rasio modal-buruh = titik rasio modal buruh pada abad keemasan yang diukur dengan OK = output per kapita = output yang dibayarkan sebagai upah WA/EG= surplus yang merupakan laju keuntungan modal Gambar juga membuktikan bahwa laju pertumbuhan modal (ΔK/K) = laju pertumbuhan buruh (ΔN/N). Pertumbuhan yang mantap. Hubungan tabungan-investasi dapat dinyatakan sebagai: S = pK dan I = ΔK pK = ΔK sehingga p = ΔK/K Faktor lain yang menentukan pertumbuhan ekonomi selain laju pertumbuhan modal (ΔK/K) adalah laju pertumbuhan penduduk (ΔN/N). 4. Zaman keemasan ini dapat digambarkan pada kurva berikut: Keterangan gambar: OP G OA OW = fungsi produksi. Kondisi teknikal Kebijakan investasi Kondisi penghematan Kondisi persaingan . keuntungan diartikan untuk investasi saja. mulus dan dengan pekerjaan penuh disebut “zaman keemasan”. 3.

Pada waktu laju pertumbuahn yang dicita-citakan = laju pertumbuhan yang mungkin. 6. sebagai akibatnya standar kehidupan buruh merosot. Tingkat akumulasi melaju dengan cepat. Masa Keemasan yang Timpang Pada masa ini laju mantap akumulasi modal berada dibawah tingkatan pekerjaan penuh. Untuk itu. Masa Keemasan Terkendali Laju pertumbuhan terlaksana dibatasi oleh laju pertumbuhan yang bisa terjadi dan membuatnya tetap berada lebih rendah sehingga laju pertumbuhan yang diinginkan tidak dapat terjadi. rasio buruh yang tidak bekerja dibandingkan yang bekerja naik. Singkatnya laju pertumbuhan aktual terlaksana dibatasi oleh laju yang dicita-citakan. upah nyata meningkat. Laju akumulasi dirangsang oleh laju keuntungan. 5. dan kelangkaan buruh  induced innovation. Melalui monopsoni di pasar tenaga buruh Masa Platina Melesat Masa ini berawal dengan adanya pengangguran. output per kepala meningkat. Stok peralatan modal bagi akumulasi modal yang dicita-citakan memang cukup tapi tidak cukup untuk mempekerjakan keseluruhan tenaga kerja. Laju pertumbuhan yang diinginkan dapat dikendalikan dengan cara: Melalui pengetatan keuangan Dengan pengontrolan yang tepat terhadap kredit 4. laju pertumbuhan yang dicitacitakan mungkin jatuh lebih rendah daripada laju pertumbuhan yang mungkin terjadi (possible rate of growth). Kesepakatan upah Stok awal barang modal dan besarnya harapan yang didasarkan pada pengalaman masa lalu. Jenis-jenis alternatif pertumbuhan ekuilibrium menurut Joan Robinson: 1. 2. 7.5. Kondisi keuangan (finansial) Joan Robinson mengungkapkan bahwa perkembangan pengetahuan  melahirkan autonomous innovations. terjadi kemajuan teknikal. Inilah masa dimana laju pertumbuhan yang bisa terjadi tertahan oleh laju yang terlaksana. 3. Masa Platina Merayap . Perusahaan melakukan perluasan investasi sehingga membutuhkan lebih banyak buruh dan tingkat keuntungan menaik. Laju pertumbuhan ini ditentukan oleh tingkat upah yang disebabkan oleh laju akumulasi tersebut. Laju pertumbuhan yang dicita-citakan adalah laju akumulasi dimana perusahaan puas dengan situasi yang ada. dan teknik produksi yang menguntungkan diketemukan (zaman keemasan). Masa Kusam Ditandai oleh pekerjaan meningkat terlalu lamban.

Tetapi teori Robinson mengenai akumulasi modal tergantung pada hubungan laba-upah dan produktivitas buruh. KELEMAHAN MODEL INI 1. Laju Akumulasi Modal Lebih Rendah Dibanding Laju Pertumbuhan Potensial. laju akumulasi akan meningkat tanpa menyebabkan inflasi meskipun tingkat upah nyata ada pada tingkat kecepatan konstan. Kurihara model Robinson memadukan teori nilai klasikal. mempercayakan tugas pencapaian pertumbuhan stabil kepada pencari untung swasta. Masa Keemasan Palsu Laju pertumbuhan yang bisa terjadi tertahan tetap rendah oleh upah nyata karena upah minimum. Sen. Laju akumulasi modal lebih rendah daripada laju pertumbuhan penduduk. Menurut Prof. sehingga pengangguran membengkak. 6. Asumsi perekonomian tertutup tidak realistis karena negara terbelakang melaksanakan perekonomian terbuka untuk memacu laju pertumbuhan. karena modelnya mengenai pertumbuhan liberal bahaya dan tidak aman. Sehingga tingkat akumulasi melambat. PENERAPAN MODEL INI DI NEGARA TERBELAKANG Bermanfaat bagi negara terbelaknga karena model Robinson mengkaji masalah penduduk dan dampaknya pada laju akumulasi modal. penggolongannya terhadap proses pertumbuhan. 3.Teknik yang diteapkan adalah teknik kurang padat modal. jatuhnya tingkat keuntungan. 2. Menurut Prof. Pertumbuhan tenaga kerja tidak seimbang dengan pertumbuhan stok modal. Ekonomi Tertutup. Sehingga mengakomodasi masalah pada negara terbelakang dimanalaju pertumbuhan penduduk lebih tinggi daripada laju pertumbuhan modal. . Mengabaikan Faktor Kelembagaan. jatuhnya efisiensi marginal investasi dan meningkatnya tingkat upah nyata. 7. Pembahasan terhadap pertumbuhan modal mendiskreditkan semua gagasan pada perekonomian kapitalis. menarik dan bermanfaat. meskipun terminologi yang digunakan agak janggal dan menyimpang dari analisa standar. teori distribusi dan teori tabungan investasi Keynesian menjadi satu sistem yang bertautan. Masa Platina Palsu Jika kemajuan teknikal terjadi. PENILAIAN Model Robinson merupakan rincian dari model Harrod.

Koefisien Produksi Tetap. 9. Ada penyusutan karena aus. Asumsi tingkat harga konstan tidak realistik karena dalam pembangunan faktor kenaikan harga adalah hal yang pasti. 4.Perkembangan perekonomian dalam batas tertentu tergantung pada perubahan sosial. Barang modal dan barang konsumsi sama sekali dapat dipertukarkan didalam produksi 10. Ratio buruh terhadap mesin dapat diubah baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.E Meade dari Universitas Cambridge membangun suatu model pertumbuhan dengan asumsi sebagai berikut. Semua mesin diasumsikan serupa 6. Mesin merupakan satu-satunya bentuk modal 5. 1. “Return to scale” konstan 3. Harga barang konsumsi dalam uang diasumsikan konstan 7. Tingkat Harga Konstan. Tanah dan buruh dipergunakan secar penuh 8. BAB 25 MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI NEO-KLASIK MEADE Profesor J. Model yang digunakan Meade adalah: . sehingga asumsi faktor kelembagaan sebagai given tidak dapat diterima. Asumsi ini tidak realistik karena dalam suatu perekonomian yang dinamis tidak ada koefisien produksi yang bersifat tetap. budaya dan kelembagaan. 5. Didalam pereekonomian tersebut diproduksi dua jenis barang yaitu barang konsumsi dan barang modal 4. Ada suatu perekonomian tertutup dengan sistim pasar bebas yang didalamnya terdapat persaingan sempurna 2. yaitu setiap tahun sekian persen dari mesin-mesin dihapuskan dan memerlukan penggantian.

Ada satu laju pertumbuhan stok modal yang kritis sifatnya sehingga memungkinkan pertumbuhan pendapatan melaju sam cepat dengan laju pertumbuhan stock modal yang kurang atau melebihi laju pertumbuhan kritis tidak akan menghasilakn kesamaan y (output) dan k (modal). Keadaan pertumbuhan ekonomi mantap memerlukan tiga syarat untuk menjamin suatu laju pertumbuhan yang konstan dalam pendapatan total: a) Semua elastisitas substitusi antara bebagai factor sama dengan satu b) Kemajuan teknik sifatnya netral terhadap semua factor c) Proporsi dari keuntungan yang ditabung.Dimana: Y adalah outpu netto.1 Y 450 (k) y = (UK+Q1+r) . L adalah tenaga kerja. dan sewa yang ditabung semuanya konstan. prof Meade mengamati syarat-syaratnya yaitu suatu keadaan dimana laju pertumbuhan keseluruhan output (pendapatan) adalah konstan dan begitu pula laju pertumbuhan income perkapita. K adalah stok modal. Laju pertumbuhan kritis. N adalah tanah dan sumber daya alam. Keadaan pertumbuhan mantap (steady state). upah yang ditabung. dan t adalah waktu yang menandakan kemajuan teknik. Total output tahunan B C A D F2 F1 K K1 Total Stok mesin Gambar 25. Diasumsikan bahwa penduduk tumbuh pada laju proporsional konstan dan laju pertumbuhan teknik tidak berubah.

meade lupa bahwa factor-faktor social. Asumsi ini tidak realistis karena persaingan sempurna tidak pernah ada begitu juga tidak ada unit-unit produksi yang tidak tergantung satu sama lain. Mesin sepenuhnya dapat diubah. Hubungan Kausal Semu. Prof. Faktanya adalaha didalam pertumbuhan justru terdapat return to scale yang meningkat dari pada return to scale yang konstan 3. Ny.2 U Kritik /penilaian terhadap asumsi Prof Meade: 1. Return toscale yang konstan. 4.H B A C G Q1 + r D X Laju Pertumbuhan Stok Modal Gambar 25. Model meade merupakan model matematika yang sulit dipahami. dalam model ini tidak ada tempat bagi ketidakpastian. . Ini menghilangkan daya praktis model dan tetap menjadi analisa teoritik. sementara tingkat upah uang menjanjikan pekerjaan penuh. Robinson menyebut model Meade kausal semu karena model itu semata-mata menyatakan bahwa kebijaksanaan moneter menahan harga barang-barang konsumsi menjadi konstan. budaya. 7. 8. Asumsi ini tidak realistis karena mengabaikan peranan penting perdagangan luar negeri dan modal asing dalam pembangunan ekonomi. Model Matematika. Mengabaikan factor kelembagaan. Tiada tempat bagi ketidakpastian. Butteriek. Prof. 6. politik dan kelembagaan memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. 5. Persaingan sempurna. Saling hubungan antara semua variable dianggap sebagai pasti. 2. Ekonomi tertutup.

Buruh dan modal dapat disubstitusikan satu sama lain . Ada satu komoditi gabungan yang diproduksi 2. yaitu sesudah dikurangi biaya penyusutan modal 3. Stok modal yang ada juga terpekerjakan secara penuh 8. Dengan kata lain. Yang dimaksud output adalah output netto. Dus factor produksi buruh dan modal. fungsi produksi adalah homogeny pada derajat pertama 4. kelebihan model Meade dapat menunjukan pengaruh pertumbuhan penduduk. akumulasi modal dan kemajuan teknik pada laju pertumbuhan pendapatan nasional dan pendapatan nasional perkapita disepanjang waktu. Harga dan upah fleksibel 6. Returns to scale bersifat konstan. Buruh terpekerjakan secara penuh 7. BAB 26 MODEL PERTUMBUHAN JANGKA PANJANG SOLOW Asumsi Solow: 1. dibayar sesuai dengan produktivitas fisik marginal mereka 5.Disampinga kelemahan tersebut.

Laju produksi tahunannya dinyatakan sebagai Y(t) yang menggambarkan pendapatan nyata masyarakat.1) menggambarkan output per buruh sebagai fungsi modal per buruh. Persamaan utamanya adalah: Karena output diproduksi menggunakan modal dan buruh. L menggambarkan keseluruhan pekerjaan (total employment). .9. tenaga buruh meningkat dan laju n yang relative konstan. sebagian daripadanya dikonsumsikan sisanya ditabung dan diinvestasikan. dan laju tabungan adalaha sY(t). maka kemungkinan teknologi dinyatakan dengan fungsi produksi: Yang menunjukan return to scale yang konstan. Kemajuan teknik bersifat netral Model Solow: Solow menanggap output didalam perekonomian sebagai satu keseluruhan. Karena penduduk berkembang secara eksogen. adalah konstan. Bagian yang ditabung. Didalam persamaan diatas. K(t) adalah stok modal. Maka. sebagai satu-satunya komditi. Jadi Sehingga persamaannya menjadi: Pola pertumbuhan yang mungkin terjadi: Untuk dapat menemukan apakah selalu ada lintasan akumulasi modal yang konsisten dengan laju pertumbuhan tenaga kerja dalam keadaan mantap. Profesor Solow memberikan persamaan fundamental sebagai berikut: Dalam hal ini r adalah ratio modal terhadap buruh (K/L) n adalah laju relative pertumbuhan tenaga kerja (L/L). s. Fungsi sF (r.

2) Didalam model Solow tidak terdapat fungsi investasi dan sekali fungsi ini dimasukan masalah ketidakstabilan yang muncul pada model Harrod Domar akan muncul pula dalam model Solow 3) Model Solow tersebut didasarkan pada asumsi tentang kemajuan teknis yang memperbesar buruh. 5) Model Solow tersebut didasarkan pada asumsi tidak realistis tentang modal yang homogeny dan dapat diubah-ubah. dan mengabaikan keseimbangan antara G dan Gw.Penilaian terhadap model Solow 1) Model Solow hanya membicarakan masalah keseimbangan antatra Gw dan Gn yang diajukan Harrod Domar. 2. mengenai fungsi produksi Cobb Douglas inilah yang tidak mendapatkan pembenaran empiris. Asumsi Model: 1. Akan tetapi sifat khusus kemajuan teknik yang menurut Harrod Domar bersifat netral. Padahal barang modal adalah sangat heterogen dan demikian dengan masalah penjumlahan (aggregation). Akibatnya tidaklah mudah untuk sampai ke jalan pertumbuhan mantap apabila distu terdapat beraneka ragam barang modal. seprti dalam model Keynes. . Model didasarkan pada asumsi pekerjaan penuh. Kemajuan teknikal tergantung pada laju akumulasi modal. 6) Solow melupakan kemajuan teknologi sebagai factor penentu dan menganggap hal itu sebagai factor eksogen didalam proses BAB 27 MODEL PERTUMBUHAN KALDOR Profesor Kaldor didalam tulisannya A Model of Economic Growth melanjutkan pendekatan dinamis Harrod dan teknik analisa Keynes. dimana penawaran agregat jangka pendek barang dan jasa adalah inelastic dan tidak peka terhadap segala perubahan didalam permintaan moneter. 4) Solow mengasumsikan fleksibilitas harga factor yang mungkin mempersulit perjalanan menuju pertumbuhan mantap. Fungsi kemajuan teknikal sebagai hasil bersama dua kecenderungan pertumbuhan modal dan pertumbuhan produktivitas.

tabungan dan investasi dipergunakan didalam model tersebut dinyatakan dalam harga konstan. upah.. tidak menimbulkan pengaruh apa-apa.... keungtungan. Kebijakan moneter.... atau upah uang mungkin konstan. Perubahan peranana keuntungan dan upah. Pendapatan dari upah dan keuntungan. 6... A. modal.. 7.. memiliki peranan pasif dalam arti bahwa upah uang mungkin meningkat lebih cepat dari pada produktivitas atau sama cepat dengan produktivitas.Pertumbuhan persentase tahunan didalam modal per pekerja pada tahun t adalah yang digambarkan secara horizontal dan pertumbuhan persentase tahunan pendapatan per pekerja pada tahun t ialah yang diukur secara vertical. 8.. Upah terdiri dari gaji dan penghasilan pekerja tangan dan keuntungan terdiri dari pendapatan para pengusaha dan pemilik harta.. Pemilihan teknik diasumsikan berubah dengan adanya akumulasi modal dan kemajuan teknikal didalam barang modal yang menghasilkan industry. Kaldor mengasumsikan fungsi investasi yang membuat investasi disembarang periode sebagian merupakan fungsi dari perubahan output dan sebagian lagi merupakan fungsi perubahan tingkat keuntungan pada modal pada periode sebelumnya.(1) .. Cara kerja model.. Peranan keuntungan didalam pendapatan total merupakan fungsi dari investasi. Tabungan total terdiri dari tabungan yang disisihkan dari upah dan tabungan yang disisihkan dari keuntungan 5.. 3. Penduduk yang “bekerja konstan Fungsi tabungan ……………. Semua konsep ekonomi maro tentang pendapatan.. 10. didalam model ini. karena adanya kecenderungan menabung sebagian dari keuntungan.. 4. dan perubahan tingkat suku bunga pada pemilihan teknik yang dipergunakan.. 9.

b. Persyaratan lain bagi ekuilibrium stabil adalah. . Bagi lintasan Ini berarti bahwa bagi pertumbuhan yang stabil. Pada satu tingkat kesuburan tertentu laju pertumbuhan tidak dapat melebihi suatu batas minimum tertentu berapapun naiknya pendapatan nyata. B.(2) Dimana Fungsi kemajuan teknikal …………………………. Berdasarkan persamaan ekuilibrium stabil persyaratan berikut ini harus dipenuhi bahwa kesamaan antara tabungan dan investasi ditentukan oleh tingkat keuntungan tersebut. Tetapi ini hanya merupakan satu persyaratan mutlak.Dimana: Fungsi investasi …………………. Penduduk yang membengkak Asumsi Kaldor: a. Laju pertumbuhan penduduk akan meningkat secara perlahan (moderat) sebagai fungsi laju pertumbuhan pendapatan pada beberapa interval.(3) Dimana Fungsi kemajuan teknikal sebagaimana persamaan (3) memperlihatkan pertumbuhan pendapatan dan modal dari periode ke depan dimana perekonomian secara perlahan bergeser dari ekuilibrium jangka jelas pendek ke ekuilibrium jangka panjangnya pertumbuhan mantap. laju pertumbuhan tabungan harus lebih besar dari pada laju pertumbuhan investasi.

Tidak memberikan alas an bagi kestabilan atau ketidastabilan perekonomian. Model Neo Klasik juga menganggap kemajuan teknik bersifat eksogen. Sebaliknya ia menelaah cirri tertantu proses pertumbuhan yang menekankan konvergensi dan stabilitas. ratio tabungan-pendapatan dan ratio modal-output. Perubahan Teknikal tidak Netral disebut apabila perubahan teknik yang menghemat modal atau buruh . Kelemahan model Kaldor: Tidak menjelaskan penentuan laju pertumbuhan perekonomian sebagimana dijelaskan dalam model Harrod Domar dalam arti volume investasi.Hubungan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan pendapatan oleh Kaldor dinyatakan secara aljabar sebagai beriut: Penilaian atas Model Kaldor: Kaldor menyatakan bahwa modelnya merupakan sebagian dari ilmu ekonomi yang mencoba menunjukan bahwa factor penyebab terakhir bukanlah akumulasi modal atau tabungan tetapi dinamika teknikal yaitu arus gagasan baru dan kesiapan sistim untuk menyerap gagsan baru tersebut. PERUBAHAN TEKNIKAL NETRAL DAN TIDAK NETRAL Perubahan Teknikal Netral disebut apabila perubahan tersebut tidak menghemat modal atau tidak menghemat buruh. 28 MODEL PERUBAHAN TEKNIKAL PENGANTAR Telaah Harrold-Domar yang didasarkan pada asumsi koefisien produksi yang tetap (fixed) dan dengan demikian menimbulkan persolan “mata pisau” yang terkenal itu.

dimana garis ini memotong fungsi produksi masing-masing pada titik A dan B. dapat menyimpulkan bahwa sebagai akibat kemajuan teknik versi Hikcs ini. seperti KB. output per kepala naik sebesar AB tetapi rasio modal-output (k) tetap . suatu perubahan teknikal dianggap netral jika rasio produk marginal modal terhadapqproduk marginal buruh tetap tidak berubah pada rasio buruh yang konstan. raso kedua produk marginal itu harus sama pada sembarang garis lurus dari sumbu X. = Dengan demikian rasio produk marginal antara produk marginal antara produk marginal buruh dan modal adalah sama pada titik A dan B.Netralitas Hiks Menurut Hicks : suatu penemuan dikatakan netral apabila penemuan itu meningkatkan produktifitas buruh dan modal dalam proporsi yang sama. B A W 1 W M O k P1 P k Gambar 28. u = slope MW menunjukkan produk marginal modal atau OM = Kemajuan teknik netralnya Hicks mempersyaratkan bahwa jika perubahan teknikal menggeser fungsi produksi keatas dari OP ke OP1. Pada garis vertikal KB. Dengan kata lain. Persamaan : u= Dimana : OM = mengukur rasio antara produk marginal buruh dan modal dan OW = mengukur produk marginal buruh.1 Sumbu Vertikal mengukur output per orang q (=Q/L dimana Q menunjukkan output dan L input buruh) dan sumbu horizontal rasio modal-buruh k (=K/L dimana K dan L menunjukkan input buruh dan modal dalam unit fisik).

Suatu teknik menghemat buruh apabila ia menaikkan produk marginal modal relatif terhadap produk marginal buruh.L) R Buruh A t Gambar 28. Netralitas Harrod Perubahan teknikan disebut netral apabila pada tingkat keuntungan (atau suku bunga) yang konstan.2 Dari definisi netralitas menurut Hicks diatas. Keunggulan dari konsep netralitas Hicks : Dapat diterapkan dalam kondisi dinamis ketimbang situasi statis . Jika tingkat keuntungan tetap konstan sesudah terjadi perubahan teknikal tetapi rasio modal-output naik. Sebaliknya.konstan dititik OK. maka perubahan teknikal itu adalah penghemat-modal. “ netralitas Hicks tidak diakitkan dengan ciri hakiki perubahan (inovasi) itu sendiri. jika rasio modal-output turun akibat perubahan teknikal pada tingkat keuntungan yang konstan. L. pada rasio modal buruh yang konstan. 3. Defensinya kaku meskipun didalamnya dilibatkan sejumlah besar faktor produksi 2. Kritik terhadap netralitas Hicks : 1. Output tertentu sekarang akan memerlukan buruh lebih sedikit dibanding modal. Ketergantungan netralitas Hicks pada elastisitas permintaan dan elastisitas substitusi telah membuat model tersebut menajadi alat analaisa yang tidak praktis. yang menurut istilah Joan Robinson disebut kemajuan teknik K Modal memihak (bias). t) dapat dinyatakan sebagai : Q = A (t) F(K. Jadi perubahan teknik netralnya Hicks ini. pada rasio modal-modal yang konstan. sebagai elastisitas permintaan produk faktor 4. rasio modal output juga tetap konstan. Sebaliknya. Netralitas Hicks dibangun dalam kerangka analisa ekonomi statis. yang menunjukkan pergeseran produksi agregat Q = F(K. maka perubahan teknikal tersebut bersifat penghemat buruh. perubahan teknik disebut penghematmodal jika hal itu menaikkan produk marginal buruh dibanding modal. Harold mengkritik. kita juga dapat mendefinisikan perubahan teknik t1 penghemat buruh dan penghemat modal.

q B Y2 A Y1 T k 0 K1 K2 P G R G 1 P1 Gambar 28. efisiensi buruh meningkat di keseluruhan tingkat sukubunga yang konstan.A (t)L] Q adalah fungsi F dan K dan A(t)L yang berarti bahwa dengan returns to scale yang konstan maka kenaikan proporsional yang sama dalam modal (K) dan dalam unit buruh efektif [A(t)L] harus menghasilkan kenaikan proporsinal yang sama dalam output nasional (Q).L] . Sebagaimana ditunjukkan Joan Robinson dan Uzawa. Q = F [K. meningkat pula jumlah orang yang bekerja. Pembaharuan netralitas Harrod mungkin menaikkan produktifitas segala jenis buruh yang bekerja membuat atau mengoperasikan mesin dalam proporsi yang persis sama dengan output mesin itu.- Tidak ada kaitan langsung dengan buruh karena seluruhnya didasarkan pada hubungan antara modal dan output. Dengan tingkat sukubunga yang konstan. efisiensi buruh meningkat di keseluruhan perekonomian “ bersama pertumbuhan penduduk. Dengan kata lain kenaikan output mesin akan berada pada proporsi yang sama dengan kenaikan output per orang.4 Netralitas Harrod dapat ditunjukkan . dalam arti sempit kemajuan teknik Harrod ini digambarkan sebagai “kemajuan teknik yang murni yang mendorong buruh” akan tetapi Solow menunjukkan bahwa netralitas Harrod dapat benar-benar merupakan ‘ kemajuan teknk yang mendorong modal. kemajuan teknik Harrod meningkatkan jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh rakyat. Q = F[A(t)K.

modal meningkat dalam proporsi yang sama dengan output nasionaldan distribusi pendapatan yang tetap sama... K dan L masing-masing menunjukkan Input modal dan buruh...... Dengan menganggap fungsi produksi bersifat linear homogen...... (2) Dimana A(t) merupakan indeks perubahan teknik atau menggambarkan dampak kumulatif perubahan sepanjang waktu......... tanpa investasi baru apapun”..” Laju pertubumbuhan output (Q/Q) adalah sama dengan laju perubahan teknik (A/A) plus rata-rata tertimbang laju pertumbuhan modal (K/K) dan laju pertumbuhan buruh (L/L).. Mereka menganggap perubahan teknik sebagai tak berwujud”...Disini A(t). indeks kemajuan trknik.......... Perubahan teknik tak berwujud adalah murni bersifat organisasi yang memungkinkan diproduksi lebih banyak output dengan input yang sama..t) ......... Dengan mengambil perubahan teknik netral Hicks sebagai dasar....... Input yang ada disempurnakan atau dipergunakan dengan lebih efektif. merupakan prefiks dari L sebagaimana dalam kemajuan teknik yang memperbesar buruh.. (1) Dimana Q menggambarkan output... dalam upaya mengukur sumbangan perubahan teknik kepada pertumbuhan ekonomi.......... MODEL PERUBAHAN TEKNIKAL Perubahan Teknikal Tak Berwujud Ditulis perama kali tahun 1956 oleh Abramovitz dan diikuti oleh Kendrich dan Solow.... Perubahan Teknik seperti itu adalah : Q = F (K.. Perubahan teknik : Dalam arti Hicks Timbul apabila dengan angkatan kerja tertentu modal tetap tidak berubah dan distribusi pendapatan tetap sama Dalam arti Harrod Timbul apabila dengan angkatan kerja tertentu........I..... (3) Dimana tanda titik diatas menunjukkan derivat waktu dan at adalah elastisitas modal dari I output.........L) .. ............... Solow merumuskan fungsi produksi tersebut dalam bentuk khusus sebagai : Q = A(t)F(K.. “fungsi produksi semacam itu mengandung arti bahwa kemajuan teknik adalah bersifat organisasional dalah arti bahwa dampaknya pada produktivitas tidak memerlukan perubahan apapun dalam jumlah input... kesemua bobot ini menambah satu dan kita peroleh : = + at + (1-at) . dan t menggambarkan perubahan teknik..

Fungsi produksi bersifat linear homogen menurut jenis Cobb Douglas. Mesin baru adalah lebih produktif daripada mesin buatan tahun lama c. Perubahan teknik berjalan menurut proporsional tertentu d. Perubahan teknik hanya mempengaruhi mesin baru e. o Pendekatan residu ini cenderung mengabaikan pengaruh lain seperti perbaikan kualitas buruh akibat pendidikan dan sebagainya Perubahan Teknik Berwujud Solow memodifikasi pendekatan residual tersebut berdasarkan perubahan teknik tak berwujud dimana stok modal dianggap bersifat homogen dan perubahan teknik tak berwujud. “ Didalam model baru ini akumulasi modal-baru dipandang sebagai wahana kemajuan teknik”. o pesismisme investasi Menurut Phelps “cara pendekatan ini menimbulkan gelombang o Menurut Rosenberg “ kesimpulan itu menyebabkan para ahli ekonomi terbangun dari ketiduran dogmatisnya. Stok modal terdiri dari mesin-mesin dari berbagai tahun pembuatan yaitu yang dibangun pada berbagai maca tahun b. Semua kemajuan teknik bersifat seragam f.Kritik terhadap Perubahan Teknik Tak Berwujud : Kesimpulan ini meremehkan peranan investasi dan membesar-besarkan peranan perubahan teknik didalam proses pertumbuhan. a. Mesin menggambarkan ilmu pengetahuan terakhir saat pembuatannya tetapi tidak memberikan sumbangannya pada perbaikan teknologi berikutnya g. Asusmsi. mereka menjadi skeptis mengenai angka residu yang begitu besar. tetapi kemajuan teknik tersebut tidak menaikkan produktifitas mesin yang sudah ada. Kemajuan teknik meningkatkan produktifitas mesin yang dibuat pada suatu periode dibanding mesin yang dibuat pada periode sebelumnya. Kemajuan teknik terwujud dalam mesinmesin baru. o Menurut Grichiles “ pendekatan residu “ tersebut tidak begitu berguna untuk memahami proses pertumbuhan karena pendekatan itu didasarkan pada konsep fungsi produksi yang tidak begitu bermanfaat jika fungsi produksi ini tidak merupakan fungsi produksi yang stabil serta jika ada sejumlah besar perubahan yang tak terjelaskan didalamnya. . Grossinvestasi hanya pada mesin-mesin baru saja h. dimana stok modal dianggap homogen dan perubahan teknik mengalir dari luar.

. 5.Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.. Disetiap waktu tenaga buruh dicocokkan dengan modal yang ada..... Kv(t) = – δ(t-v) = I =I .... (4) Dimana merupakan tingkatan teknologi yang meningkat secara netral dan eksponensial pada laju .. Lv (t) merupakan jumlah buruh yang menjalankan stok modal yang ada atau tahun pembuatan v pada waktu t ... Model Solow mengasumsikan bahwa mesin-mesin menyusut secara eksponensial. Penilaian.... (5) “ Menurut Solow........... 29 PERTUMBUHAN MANTAP .... output total Qv (t) pada waktu t dar masing-masing mesin menurut tahun pembuatannya v adalah sebagaimana ditunjukkan fungsi produksi Cobb Douglas berikut ini... tunduk pada tabel daur-hidup eksponensial................. maka rata-rata masa hidup dari modal 1/ δ dan investasi bruto.... Model ini memusatkan perhatian pada kemajuan teknik yang berwujud mesin-mesin baru dan mengabaikan ihwal mendorong inovasi melalui proses belajar dan ihwal investasi dalam penelitian. Pendekatan perubahan teknik berwujud ini mempunyai beberapa keterbatasan tertentu : 1.. Keseluruhan model tersebut didasarkan pada hipotesa bahwa mesin terdiri dari berbagai macam jenis dan mesin-mesin baru selalu lebih baik daripada mesin yang lama... Jadi output total ditentukan dengan mengintegrasikan semua lapisan stok modal... Kv(t) menunjukkan jumlah mesin-mesin tahun pembuatan v yang masih ada pada waktu t ≥ v .. Jika barang-barang modal secara konstan tunduk pada penyusutan δ... Model ini luput mempertimbangkan pengaruh harapan upah pada pembuatan mesin.. Q(t) + Dimana : j(t) = Solow menyebut variabel “J” itu sebagai stok modal efektif yang merupakan jumlah tertimbang produktifitas semua baang modal yang masih jalan yang menggambarkan seluruh tingkatan teknologi yang lebih awal........ Model ini didasarkan pada asumsi adanya persaingan sempurna dan karena itu luput memperhitungkan ketidaksempurnaan pasar faktor 3........ Solow memberinya lambang I(v)... persamaan tersebut menggambarkan rangkaian kesatuan (continuum) barang modal dari berbagai tahun pembuatan dan masing-masing produktifitasnya... dan serta 1- adalah elastisitas output yang berkenaan dengan buruh L dan modal K... Dengan mengambil kuantitas Kv (t) sebagai investasi bruto yang merupakan output barang modal pada waktu v.......... 4............... Asumsi lain yang mendasari model ini berkaitan dengan keperluan buruh yang dianggap tetap 6. Qv (t) = ..... 2.

Laju pertumbuhan stok modal cukup konstan tetapi lebih besar daripada laju pertumbuhan tenaga kerja. Ia cocok dengan konsep keseimbangan dinamis. Jadi rasio modal-output tetap dan tidak menunjukkan kecendrungan yang pasti yang pasti sepanjang waktu. laju pertumbuhan output dan input buruh tetap konstan sepanjang waktu 2. Keenam faktor ini ia disebut sebagai “fakta khas” yang harus dijelaskan oleh suatu model pertumbuhan yaitu : 1. cukup konstan dalam jangka panjang. Pada 1958. investasi dan kemajuan teknologi. stok modal. SIFAT-SIFAT PERTUMBUHAN MANTAP Teori petumbuhan ekonomi neo-klasik menyangkut penelaahan sifat-sifat pertumbuhan mantap berdasarkan asumsi dasar model Harrod-Domar sebagai berikut : 1. Perekonomian yang peranan keuntungan didalam pendapatannya besar cenderung memiliki rasio investasi yang tinggi terhadap output. Tingkat keuntungan. masingmasing tumbuh secara konstan atau pada laju yang lurus secara eksponensial. Suatu perekonomian yang tumbuh sesuai dengan empat “fakta khas” yang pertama disebut berada dalam keadaan mantap karena dua fakta terakhir “ berkaitan” dengan perbandingan antara berbagai negara. penduduk. berarti sumbangan buruh dan modal didalam output nasional relatif konstan 5. Dengan kata lain. Pofesor Kaldor menyimpulkan adanya enam faktor yang telah membawa kearah pertumbuhan negara-negara industri maju. Hanya ada satu kombinasi yang dapat dikonsumsi atau dipergunakan sebagai input didalam produksi dan yang dapat diakumulasikan sebagai stok modal 2. tabungan. Didalam pertumbuhan mantap semua variabel seperti output. Laju pertumbuhan stok modal dan laju pertumbuhan output nyata adalah hampir sama. Laju pertumbuhan output nyata perjam-orang cukup konstan selama periode jangka panjang. dengan rasio modal – output yang konstan. 4. Rasio tabungan-pendapatan (s) konstan . dan rasio outputnya konstan. Dengan demikian rasio modal-buruh meningkat sepanjang waktu 3. Laju pertumbuhan output per orang dapat berubah secara mencolok dari satu negara ke negara lainnya 6. Tenaga kerja tumbuh pada laju proporsional konstan n 3.Makna Konsep Pertumbuhan Mantap (steady-state growth) adalah pasangan dari ekuilibrium jangka panjang dalam teori statik. yang didefinisikan sebagai rasio keuntungan (P) terhadap stok modal (K). kesempatan kerja dan stok modalnya tumbuh secara eksponensial. Pekerjaan penuh berlangsung sepanjang waktu 4. Jadi berdasarkan pengertian enam fakta khas ini suatu perekonomian disebut berada dalam keadaan mantap apabila output.

sehingga pengangguran meningkat. 1. y R r T ’ A A1 Y W A2 P T” 45 O ’ K1 K K2 k . Dengan kata lain jumlah modal dan buruh yang diperlukan untuk memproduksi satu unit output adalah tetap (fixed). dan diganti dengan syarat bahwa laju pertumbuhan pekerjaan tidak boleh melebihi n. Fleksibilitas n Ahli ekonomi seperti Joan Robinson dan Kahn telah menunjukkan bahwa keberadaan pengangguran adalah cocok dengan pertumbuhan mantap. Koefisien produksi bersifat tetap. asusmsi Harrod-Domar mengenai rasio modal output (v) yang tidak berubahubah mengandung arti bahwa didalamnya ada proporsi konstan antara modal terhadap buruh per unitoutput. Dalam masa emas ini stok modal tidak tumbuh lebih cepat karena tekanan-tekanan inflasioner. Keemasan palsu sebagai lawan masa emasnya Joan Rbinson dimana s/v = n. tetap dipergunakan. Didalam masa emas palsu laju akumulasi modal (s/v) lebih kecil daripada laju pertumbuhan penduduk (n). tiada kemajuan teknik dan rasio tabungan yang konstan. Oleh karena itu kita akan bahas peranann masing-masing konstanta itu didalam teori pertumbuhan neo-klasik. Menaikkan harga berarti penurunan tingkat upah nyata. 2. ia akan menjadi pembatas bagi laju akumulasi modal. Bagi pertumbuhan mantap tidaklah perlu bahwa s/v = n. Asumsi lain. Rasio modal-output (v) juga tertentu (given) 6. Jadi asumsi laju pertumbuhan tenaga buruh dalam pekerjaan penuh menjadi gugur. Ahli ekonomi neo klasik merumuskan adanya fungsi produksi yang secara terus menerus mengaitkan output kepada input modal dan buruh. mengenai keuntungan perluasan produksi yang konstan (constant return to scale). Tidak perubahan teknik (m) Model Harrod-Domar Model Harrod-Domar dimana s/v = n + m bukanlah model pertumbuhan mantap. Tidak ada kemungkinan mengganti modal dengan buruh 7. Rasio Modal-Output (υ) yang fleksibel Secara teoritis.5. Jika tingkat upah nyata ini berada dibawah tingkat minimum yang dapat ditoleransi.

Kebalikannya adalah kasus K1 dimana laju pertumbuhan akumulasi modal lebih tinggi daripada laju pertumbuhan tenaga kerja. Ini mengandung arti bahwa rasio modal buruh berada diatasrasio tingkatan ekuilibrium pekerjaan penuh pada titik A2. Hal yang khusus dari hipotesa ini adalah bahwa kecendrungan menabung dari upah adalah nol (sw=O) dan kecendrungan menanbung dari keuntungan adalah positif dan konstan. sedangkan OW adalah upah per orang. Misalkan suatu keadaan K2 dimana stok modal berada diatas stok ekuilibrium. Alhasil. rasio tabungan keseluruhan masyarakat tergantung pada distribusi pendapatan. Hipotesanya adalah bahwa perekonomian hanya terdiri dari dua kelas. Disini MY menunjukkan peranan keuntungan dalam pendapatan anasional OY. Tabungan merupakan fungsi dari pendapatan mereka. 3. Tangent WT pada fungsi produksi OP menunjukkan tingkat keuntungan pada titik A yang sesuai dengan produktifitas marginal modal. Dalam hal ini s/v= n + m. Fleksibilitas Rasio Tabungan (S) Model Harrod – Domar juga mendasarkan pada asumsi bahwa rasio tabungan-pendapatan (S) adalah konstan. Ia juga menyatakan hubungan antara output per orang (y) dan modal per orang (k).Gambar 29. penerima upah dan penerima keuntungan. Jadi kecendrungan menabung secara keseluruhan (S) adalah sama dengan kecendrungan menabung . Pada titik A inilah laju pertumbuhan terjamin sama dengan laju pertumbuhan alamiah. OP adalah fungsi produksi yang mengukur produktifitas marginal modal.1 Rasio modal buruh (atau modal per orang) digambar dalam sumbu X dan output per orang dilikiskan dalam sumbu Y. Garis 45’ OR mewakili rasio modal-output dimana laju pertumbuhan terjamin menyamai laju pertumbuhan alamiah. Tingkat keuntungan naik pada A1 (yang dapat ditunjukkan dengan menghubungkan tangent T1 ke sumbu Y yang akan berada dibawah OW) sampai titik laju pertumuhan mantap A tercapai. Jadi ada modal yang nganggur yang tidak dapat dimanfaatkan dan tingkat keuntungan menurun terus (yang dapat ditunjukkan dengan menghubungkan tangen T ” pada A2 dengan sumbu Y yang akan berada diatas OW) samapi ia mencapai titik An dari pertumbuhan keadaan mantap. Tetapi kecendrungan menabung para penerima untung (sp) lebih tinggi daripada kecendrungan menabung para penerima upah (sw).

Tangent WT itu bermula dari W dan tidak dari O karena tabungan yang timbul berasal dari pendapatan non-upah WY. = Dimana π/K adalah tingkat keuntungan pada modal yang dapat dinyatakan dengan τ. maka laju terjamin menjadi sama dengan laju pertumbuhan alamiah. OW adalah tingkat upah (produktifitas marginal buruh) dan WY adalah keuntungan (produktifitas marginal modal). pada titik A buruh dan modal mendapatakan imbalan yang setimpal dengan produktifitas marginalnya. Dengan kata lain. OP adalah fungsi produksi yang slopenya mengukur produktifitas marginal modal (τ) pada sembarang rasio modal output disuatu titik OP. y T P Y W A O Gambar 29. Kalaupun diajukan ke kemajuan teknikal itu bisa bersifat netral seperti dalam Hicks atau Harrod. Dengan keadaan khusus sp = 1 ekuilibrium diantara keduanya berkurang menjadi r = n + m.π/Y. Karena pertumbuhan mantap. Jadi laju terjamin itu menjadi spr. 4. Inilah yang disebut dengan fungsi tabungan klasik. yaitu S = sp. Ekuilibrium terjadi ditempat tangent WT menyinggung kurva OP pada titik A. Kemajuan Teknik (m) Model Harrod-Domar tidak mengasumsikan kemajuan teknikal.π/Y. Dengan kata lain. Titik A menunjukkan tingkat keuntungan yang sesuai dengan produktifitas marginal modal. spr = n + m.para penerima untung (sp) dikalikan rasio keuntungan (π) terhadap pendapatan nasional (Y).2. Kedau jenis kemajuan teknik ini memungkinkan pertumbuhan mantap. laju pertumbuhan terjamin s/v dapat ditulis : Gw = = . Jadi ekuilibrium matap terjadi dititik A.2 k 5. . Rasio Tabungan (s) Fleksibel dan Rasio Modal-output (v) Fleksibel Dengan fungsi tabungan klasik yang diberikan oleh sp. Pada gambar 29. pada titik A buruh dan modal mendapatakan imbalan yang setimpal dengan produktifitas marginal modal.

Persediaan buruh (supply of labour) terbatas Model Fel’dman mendasarkan modelnya tentang pembagian keseluruhan output suatu perekonomian (W) menjadi kategori 1 dan kategori 2 pada teori marxis. Dalam perekonomian harga diasumsikan konstan 2. Modal diasumsikan sebagai satu-satunya faktor pembatas 3. Tidak ada keterlambatan (lags) didalam proses pertumbuhan 4. V dan lebih S. Asumsi Model Fel’dman : 1. sehingga I = t + . Produksi diasumsikan sebagai sektor independen dari konsumsi 7. model variabel (upah). Produksi masing-masing kategori dinyatakan sebagai jumlah dari modal konstan (c).30 MODEL FEL’DMAN Model Fel’dman seorang ahli ekonomi Rusia yang menulis arktikel “One the Theory of National Income Growth” yang diterbitkan dalam The Panned Theory Economy. Perekonomian bersifat tertutup 5. Tidak ada pengeluaran pemerintah selain untuk konsumsi dan investasi 8. Didalam perekonomian tidak terdapat leher-botol (botle neck) 9. = laju tahanan investasi netto yang dialokasikan kepada masing-masing kategori. Didalam perekonomian terdapat dua sektor perekonomian : sektor barang konsumen dan sektor barang modal 6. yang dapat dirumuskan sebagai : W1 = C1 + V1 + S1 + W2 = C2 + V2 + S2 W =C +V +S Didalam model dua sektor ini ia menunjukkan bahwa jika : γ I = bagian dari investasi total yang dialokasikan ke kategori 1 . Yang disebut pertama terkait dengan Barang Modal baik dalam arti barang produksi maupun barang konsumsi. sedangkan kategori kedua berkaitan dengan semua barang konsumsi termasuk bahan mentah. = waktu yang diukur dalam tahun .

yang menentukan laju pertumbuhan . betapapun tingginya kecendrungan tabungan potensialnya. Laju pertumbuhan investasi menjadi (dengan mengabaikan perbedaan antara sedang laju pertumbuhan pendapatan menjadi dan s. = laju netto tahunan output keseluruhan perekonomian atau pendapatan nasional. perekonomian yang sedang tumbuh sebagian modal dipergunakan untuk lebih memperbanyak modal “pengakuan terhadap fakta ini merupakan salah satu keunggulan model Fel’dman”. karena s berbanding terbalik terhadap v). dengan kata lain. Dalam model Fel’dman tidak diperlukan adanya pengaitan antara besaran tersebut dengan variabel-variabel lainnya seperti keinginan aset. panjangnya periode konstruksi. perekonomian adalah investasi di dalam kategori 1 (γ) dan rasio modal output didalam sektor ini ( Perbandingan dengan Model Domar Model Domar . mesin dan logam yang berkembang baik (kompleks dari apa yang disebut industri berat) tidak akan mampu untuk memproduksi sejumlah besar barang modal tertentu dan dengan demikian tidak mampu menginvestasikan pendapatannya dalam jumlah besar. Implikasinya Bagi Pembagunan Ekonomi Suatu perekonomian tertutup tanpa industri subsider. = kecendrungan menabung rata-rata. = Besaran awal masing-masing variabel ini ( pada waktu t = 0) dan Y = I + C = + Unsur-unsur yang menentukan pendapatan nasional (atau output) dan laju pertumbuhan dari perekonomian menurut sistem Fel’dman adalah : Y. Dengan menganggap sebagai konstanta tanpa asumsi . dimana menunjukkan kecenderungan menabung marginal dan kecendrungan menabung rata-rata dan V adalah koefisien modal keseluruhan. I dan C. Akan tetapi ini hanya merupakan cerminan dari fakta bahwa jika bagian tertentu dari tambahan pendapatan nasional ( ) akan diergunakan untuk investasi. penawaran buruh dari faktor – faktor lain seperti besaran. bagian yang sama besarnya dari investasi ( harus dialokasikan pada industri barang-barang modal agar investasi tambahan ini dapat berproduksi. Dengan kata lain. - . tetapi karena sekarang menjadi suatu variabel. = kecendrungan marginal menabung. susunan dan laju pertumbuhan investasi dan struktur industri. Pendapatan agregat perekonomian dalam waktu t akan ditentukan oleh eksponensial .V = koefisien modal marginal dari masing-masing kategori V1 dan V2 = koefisien modal marginal dari masing-masing kategori C Y ’ dan = laju tahunan output barang-barang konsumen .

- 1. tetapi jelas bahwa metode Fel’dman itu menciptakan kesulitan tersendiri. untuk menaikkan kapasitas . sektor barang modal dan sektor barang konsumsi Tahun 1955 dikembangkan model empat sektor............. (2) Dengan dan masing-masing sebagai rasio output-modal dari sektor barang modal dan sebagai koefisien pruduktifitas total.................. dikembangkan menjadi model dua sektor dimana keseluruhan output netto perekonomian dianggap diproduksi hanya oleh dua sektor...... dan dinyatakan sebagai : Tetapi : ....- Setiap pembagian perekonomian berdasarka jenis-jenis industri atau pembagian output antara konsumsi dan investasi tentu akan sulit dan bersifat subjektif (arbitrer).......... proporsi investasi netto yang dipergunakan = 1 .. proporsi investasi netto yang ....... investasi netto ( 1) dapat dibagi menjadi dua bagian di sembarang waktu (t): Untuk menaikkan kapasitas produksi sektor barang modal dan produksi sektor barang konsumsi... Mahalanobis mengembangakan model satu sektor yang didasarkan pada variabel pendapatan nasional dan investasi Tahun 1953..... (1) Lebih jauh.. yang terakhir ini dapat sektor barang konsumsi.... 31 MODEL MAHALANOBIS Pengantar Pada Oktober 1952............ Model Dua Sektor Mahalanobis membagi perekonomian menjadi dua sektor : dipergunakan didalam sektor barang modal dan dalam sektor barang konsumen : .....

....=1 Jadi : .......... -1 ] ] .... investasi dan konsumsi juga berubah......... (3) Persamaan petunjuk pendapatan bagi keseluruhan perekonomian adalah : = Jika pendapatan nasional berubah. Perubahan Investasi dan konsumsi tergantung pada tahun sebelumnya.............

] .

9 .500 θ 3 = Rs 3.Nilai sektoral dari Sektor barang investasi adalah : λ λk = 0.29 Paramete rβ β k = 0.750 θ 2 = Rs 2.750 barang konsumsi pabrik (c1) insdustri kecil dan rumah tangga (C2) Jasa (C3) Kenaikan dalam Sektor Investasi (A) (Rs crore) k 1850 Pendapatan (E) (Rs Crore) 370 Lapangan Kerja (N) Juta 0.33 λ1 = 0.45 θ θ k = Rs 20.000 θ 1 = Rs 8.35 β 2 = 1.21 λ3 = 0.25 β 3 = 0.20 β 1 = 0.17 λ2 = 0.

2. Nilai Parameter Struktural Bersifat Arbiter 8. Model Empat Sektor Keterbatasan dan kelemahan Model Mahalanobis : 1. Gagal memecahkan fungsi kesejahteraan tertentu. Mengabaikan fungsi permintaan 12. Tidak Berbicara Mengenai investasi dalam perekonomian campuran 9.1 4. Model tertutup 11. Padahal tanpa itu tidaklah mungkin untuk sampai kepada alokasi sumber secara optimum. Asumsi tersebut agak arbiter dan tidak mungkin membantu para perencana agar sampai kepada pemecahan yang benar mengenai alokasi investasi yang paling optimum di berbagai sektor perekonomian 3. Teknik produksi tidak konstan 7. Nilai arbiter.00 2. Tekniknya tidak cocok untuk perekonomian terbuka 4. Kegagalan menghubungkan keputusan investasi dengan laju tabungan yang diperlukan 13. Penawaran produk pertanian tidak elastis tak terbatas 5.C1 C2 C3 Jumlah 980 1180 1600 5610 340 1470 720 2900 1. Mahalanobis mengasumsikan = 1/3 tetapi tanpa memberikan alasan kuat untuk itu dan hanya mengatakan bahwa “tidak akan mungkin keluar dari angka ini pada kondisi sekarang”. Gagal menjelaskan masalah pemilihan teknik Kesimpulan : .3 11.7 3. Mengabaikan harga faktor 10. Model ini pada hakekatnya model operasional. Pemecahan angka dari model tersebut tidak menunjukkan ke suatu fungsi kesejahteraan tertentu (yang pasti). Penawaran buruh juga tidak elastis tak terbatas 6.

MODEL REPELITA PERTAMA Dimulai tahun 1952 – 1956. Perekonomian adalah tertutup d.Terlepas dari kelemahan praktis dan teoritis ini.b Yt = αKt It = Kt Sehingga persamaan proses pertumbuhan : Kt = (K0 – b/aα)eaα1 + b/aα Dimana : I = Investasi dalam periode t St = Tabubungan Yt = Pendapatan Kt = Stok modal dalam periode yang bersangkutan (proses pertumbuhan ) α = rasio modal-output Model ini didasarkan pada asumsi : a. b. Repelita Kedua didasarkan pada model empat-sektor Mahalanobis. didasarkan pada model pertumbuhan Harrod-Domar : Dimana : I = Tingkat investasi tahunan = Potensi produktifitas social investasi α = Kecendrungan marginal menabung ∆I = Kenaikan investasi Persamaan dasar ini yang kemudian digunakan oleh ahli ekonomi lainnya : It = St St = aYt . . Harga Stabil. model Mahalanobis bersifat membantu (instrumental) dalam menempatkan perekonomian pada lintasan yang benar didalam perencanaan pembangunan Repelita Kedua dan melicinkan jalan bagi rencana lebih berani berikutnya. c. Kecendrungan marginal menabung lebih besar daripada kecendrungan rata-rata menabung. Repelita Ketiga dan Keempat didasarkan pada model-model yang lebih maju. Repelita Pertama didasarkan pada Harror-Domar. Tidak ada perbedaan di antara rasio modal-output marginal dan rasio modal-output rata-rata. Model-model Pertumbuhan Dalam Perencanaan Pembangunan India (Contoh Aplikasi) Repelita India didasarkan pada berbagai model pertumbuhan .

Investor ditentukan oleh persedian barang modal. Laju investasi berkembang dari 5% menjadi 7%. Perekonomian bersifat tertutup (tidak ada perdagangan luar negeri). Model 2 sektor didasarkan pada asumsi : a. Berdasarkan asumsi tersebut. Dengan mengasumsikan tingkat pertumbuhan penduduk 1. 2. Sektor barang konsumsi dan 2. Sektor barang konsumsi.- Target yang dicapai dengan model pertumbuhan ini adalah. - Kelemahan dari model ini adalah antara lain : 1. Sarang modal. Tediri dari 2 sektor yaitu sector konsumsi dan sector modal. MODEL REPELITA KEDUA Menggunakan model Mahalanobis. Sektor kecil atau rumah tangga yang menghasilkan barang-barang konsumsi (termasuk pertanian) 4.25% pertahun. Alat perlengkapan modal yang dipasang pada salah satu sector tidak dapat dipertukarkan. Laju tabungan marginal yang constant mengabaikan permasalahan perencanaan pada perjalanan waktu. (Industri yang menghasilkan barang antara dikelompokan bersama-sama dengan barang konsumsi dan barang modal yang menolong menghasilkan barang antara tersebut. laju pendapatan nasional mencapai 25 %. persamaan jalur pertumbuhan perekonomian adalah : . antara lain : 1. Model ini tidak mempertimbangkan kesukaran structural yang dihadapi oleh suatu negara berkembang dalam mengalihkan tabungan ke jalur-jalur investasi yang dikehendaki. d. c. 3. Kemudian lebih lanjut menggunakan model 4 sektor. yaitu : 1. b. Sektor yang menghasilkan jasa (kesehatan. Sektor modal. f. diawali dengan model 2 sektor. pendidikan dan lain-lain). yaitu: 1. 2. Ada produksi kapasitas penuh pada sector barang konsumsi maupun barang modal. laju tabungan marginal yang dianjurkan tidak akan menyebabkan adanya pengurangan konsumsi perkapita tetapi cukup memungkinkan kenaikan gradual dalam standar konsumsi. Tidak ada perubahan harga (harga tetap). 2. e. tetapi produk dari sector barang modal dapat digunakan sebagai masukan.

Semakin tinggi persentase investasi dalam industri barang konsumsi maka semakin tinggi pendapatan yang dihasilkan. laju pendapatan MODEL REPELITA KETIGA Model repelita ketiga didasarkan pada repalita kedua namun dalam perumusannya dititikberatkan pada konsistensi antar industri.λk = sumbangan investasi bersih kepada sector barang konsumsi = rasio modal-output inkrimental di dalam sector barang modal k c = rasio modalp-output inkrimental di dalam sector barang konsumsi Laju pertumbuhan pendapatan tergantung pada laju investasi dan sumbangan investasi. Dapat memecahkan permasalahan dalam penyediaan lapangan kerja. 2.Yt = Y0 [ 1 + α0 Yt = pendapatan nasional domestic bruto pada tahun t α0 = laju investasi pada tahun dasar λk = sumbangan investasi bersih (net investment) yang digunakan dalam sector barang modal λc = 1 . Menigkatkan daya beli dan permintaan. yang menekankan saling ketergantungan antara pertanian dan industry. Membangun suatu dasar modal yang kuat dalam perekonomian nasional mencapai 47 % dan laju investasi 11 %. Dengan mengasumsikan tingkat pertumbuhan penduduk 1. mobilisasi modal dalam dan luar negeri. 4. - Target/sasaran yang dicapai dengan model pertumbuhan ini adalah. 3. antara lain : 1. peningkatan lapangan kerja dan menghilanhkan ketergantungan pada bantuan LN. Target/sasaran yang dicapai dengan model pertumbuhan ini adalah. perluasan ekspor.3% pertahun. Rasio adalah koefisien modal keseluruhan yang artinya adalah laju pertumbuhan pendapatan yang akan meningkat setelah melalui masa kritis dengan naiknya investasi. pembangunan ekonomi dan social. 5. pembangunan regional dan nasional. Meningkatkan investasi pada sector industri berat dan jasa. Meningkatkan persediaan produksi barang konsumsi dan industry kecil. antara lain : . 3.

4. Memproyeksikan komponen utama pengeluaran domestic bruto pada permintaan komoditi. Pada repelita kelima didasarkan pada tujuan menghapus kemiskinan dan mencapai swasembada. output. pertumbuhan ekspor dan substitusi impor. Laju output logam peka terhadap program substitusi impor 3.5 %. Laju pertumbuhan penduduk 2. 2. . Output mesin dan baja ditentukan oleh laju pengeluran investasi. tabungan dan pengeluaran domestik. Ashok Rudra dan kawan-kawan. Menyimpulkan susunan tingkat output sektoral dan impor serta investasi yang akan dicapai. dengan laju pendapatan nasional mencapai 82 % pada sector industry dan 25 % sector pertanian. 2. Model ini lebih bersifat terbuka. MODEL REPELITA KEEMPAT Model repelita keempat menggunakan Model Tepat (consistency model) yang diciptakan oleh Akn S. Target dari repelita ini adalah : laju investasi 14. baik dalam hal kependudukan.5% dan laju pendapatan nasional menjadi 51%. Dengan mengasumsikan tingkat pertumbuhan penduduk 2% pada tahun 1961-71. Sebagai proyeksi aritmatik variable-variabel perrtumbuhan ke depan. dimama pemerintah memiliki kemampuan keuangan yang cukup sehingga tidak terganggu oleh hubungan umpan-balik yang timbul dalam ekonomi pasar sejak dari proses produksi kembali ke distribusi pendapatan. "model tepat" ini lebih bersifat "terbuka" daripada tertutup dengan memproyeksikan komponen utama pengeluaran domestik bruto dan menjabarkannya ke dalam permintaan akhir masing-masing komoditi. investasi. Langkah penggunaan model ini adalah 1.1. laju investasi 14%-15%. Akibatnya terjadi kelemahan dalam teknik perencanaan dan pelaksanaannya yang kurang koordinasi. Tujuannya repelita keempat ini adalah : untuk meletak keraang kakerja rencana actual. MODEL REPELITA KELIMA Didasarkan pada “A Technical Note on the Approach to the Fifth Plan of India 1974-79”. Titik berat dan sasaran dari model ini adalah ( menghasilkan) : 1. Manne. bahan makanan dan sepenuhnya ditentukan oleh pengeluran pada konsumsi domestik 2. Meningkatkan investasi pada sector industri berat . mobilisasi tabungan. Keseluruhan laju investasi tidak mudah terpengaruh oleh program substitusi impor. Kelemahan dari model ini adalah Model ini dirumuskan tanpa mempertimbangkan kemungkinan pilihan baik sepanjang waktu ataupun suatu waktu.

kesehatan. alat-alat dan mesin.Inti proses itu adalah pengalihan sebagian sumber daya yang sekarang ada pada masyarakat bertujuan untuk perluasan output yang dapat dikonsumsi di masa depan. - Sasaran / Target dari repelita ini antara lain 1.Pembentukan modal merupakan jalan keluar utama dari masalah rumit negara terbelakang. dan kunci utama menuju pembanguna ekonomi. 3. Singer terdiri dari barang yang nampak seperti pabrik. tradisi ilmiah dan penelitian. 2. Hampir 91% dari keseluruhan investasi diperkirakan bersumber dari Dalam Negeri (58% negara dan 42% swasta.- Dengan memperhatikan ciri-ciri teknologi dan perekonomian yang tercermin di dalam hubungan antar industry maka pada repelita kelima ini menggunakan model input-output dengan menyusun keseimbangan permintaan dan penawaran dan menyesuaikan dengan laju pertumbuhan. maupun barang yang tidak nampak seperti pendidikan bermutu tinggi. PENTINGNYA PEMBENTUKAN MODAL . Laju tabungan dan investasi meningkat. pabrik dan perlengkapannya – segala macam bentuk modal nyata yang dapat dengan cepat meningkatkan manfaat upaya produktif.Arti pembentukan modal (capital formation) menurut Profesor Nurkse ialah bahwa masyarakat tidak mempergunakan seluruh aktivitas dan produktifnya saat ini untuk kebutuhan dan keinginan konsumsi. Sektor industry dan tambang merupakan sektor bebas dalam model input-output ini. .Pembentukan modal menurut Dr. mesin dan fasilitas angkutan. .Pembentukan atau pengumpulan modal adalah faktor utama didalam pembangunan ekonomi. . tetapi menggunakan sebagian saja untuk pembuatan barang modal: perkakas dan alat-alat. Sektor pertanian berkurang dengan meningkatnya sektor industry. . PEMBENTUKAN MODAL DAN PEMBANGUNAN EKONOMI ARTI PEMBENTUKAN MODAL . tambang dan jasa. Jadi istilah pembentukan modal meliputi modal material dan modal manusia.

serta membuat perekonomian bebas dari beban utang luar negeri. dikarenakan kesalahan penggunaan sumber daya alam. Karena modal langka menjadi tidak mungkin untuk mengganti peralatan modal yang ada juga untuk menutup penyusutan pun negara seperti itu tidak mampu. SEBAB-SEBAB RENDAHNYA LAJU PEMBENTUKAN MODAL 1. valuta asing. Kecilnya pasar. 3. 5.. Seluruh pendapatan digunakan untuk menghidupi tambahan penduduk dan hanya sedikit yang ditabung untuk pembentukan modal. langkanya milik pribadi dan perjanjian..sarana dan prasarana fisik. kesehatan. kepada kenaikan laju pembentukan modal. maka tingkat pendapatan bertambah maka kebutuhan rakyat pun akan terpenuhi.Pembentukan modal akan menghasilkan kenaikan besarnya output nasional. 4. kurangnya modal. Pendapatan yang rendah. 6. 2. Overhead ekonomi seperti sumber tenaga. Membuat pembangunan menjadi meningkat kendati dengan laju pertumbuhan penduduk Laju pembentukan modal yang cepat akan mengurangi kebutuhan akan modal asing. pertambangan. Sebagai akibatnya laju pembentukan modal tetap rendah. . 4. dan sebagainya memperlambat usaha dan inisiatif. industri. Tercapainya swasembada suatu negara dan mengurangi beban utang luar negeri. dengan demikian pertumbuhan modal rendah. Produktifitas Rendah. Kekurangan Overhead Ekonomi. untuk itu diperlukan investasi besar untuk membekali tenaga buruh yang membengkak. 3. perluasan pasar dan memberantas kemiskinan (memotong lingkaran setan kemiskinan baik dari sisi penawaran maupun dari sisi permintaan). Orang-orang kaya menginvestasikan uang pada hal-hal yang tidak produktif seperti emas. air dan sebagainya jarang didapat dinegara terbelakang. angkutan.Tujuan pokok dari pembangunan ekonomi adalah : 1. Kekurangan Wiraswasta. pendapatan dan pekerjaan. perkebunan dan industri. tabungan dan pembentukan modal juga sangat rendah. maka laju pertumbuhan pendapatan nasional. Kekurangan Peralatan Modal. 7. Ketimpangan Dalam Distribusi Pendapatan. dengan demikian memecahkan masalah inflasi dan neraca pembayaran. Meningkatkan penggunaan sumber daya alam secara tepat dan pendirian berbagai Menaikan tingat pendapatan nasional karena kenaikan pendapatan nasional tergantung yang tinggi. Untuk membangun peralatan modal dalam skala yang cukup untuk meningkatkan produktifitas dibidang pertanian. perhubungan. Keterbelakangan ini yang menyebabkan rendahnya pembentukan modal. . dan sebagainya maka akan memperkecil investasi nyata dan laju modal tetap rendah. 6. juga pendidikan. 5. karena keterbelakangnya sektor indusri 2. Alasan Kependudukan.

Pasar Sempit. 11. Anggaran Defisit. 10. Efisiensi buruh rendah. nilai dan struktur sosial yang tradisional mencegah lajunya pembentukan modal.   Dari pengiriman uang dari daerah lain. Apabila defisit melampaui batas keselamatan maka ia cenderung menurunkan laju pembentukan modal. Pajak langsung mengurangi pendapatan secara langsung dan pajak tidak langsung mengurangi pendapatan karena naiknya harga. ada juga tabungan dari kelompok berpendapatan tinggi yang digunakan untuk investasi yang kurang produktif. Keterbelakangan Ekonomi. bunga. sebaga investasi yang mendorong pertumbuhan. Sumber domestik:  . dengan demikian modal tetap rendah.   Dari tabungan petani juga lebih banyak dari buruh kota. spesialisasi dan aktifitas berusaha yang terbatas. produktifitas per-unit buruh dan per modal tetap rendah. 9. 13.  Pemerintah sebagai penabung. Kekurangan Lembaga Keuangan. Dari orang yang meminjamkan uang.8.  Dari tabungan bisnis dan perusahaan dalam bentuk keuntungan yang didistribusikan dan yang tidak didistribusikan. Pasar yang sempit menghalangi investasi karena pasar domestik terbatas dalam menyerap penawaran produk baru. Keterbelakangan Teknologi. Kenaikan Pajak. dan sebagainya sehingga meningkatkan pembentukan modal. khususnya untuk di pedesaan. SUMBER-SUMBER TABUNGAN Dari tabungan pribadi yang berpenghasilan rendah (dissaving). Karena kurang berkembangya pasar uang dan pasar modal. 12. 14. mereka menabung lebih banyak karena tingginya tingkat pendapata mereka. jadi pembentukan modal pun terhambat. pembayaran asuransi. SUMBER-SUMBER PEMBENTUKAN MODAL Sumber internal dan eksternal pembentukan modal sebagai berikut: 1. Dari kelas penerima upah atau gaji yang merupakan sumber tabungan juga tetapi jumlah tabungan mereka sedikit karena cenderung untuk mengkonsumsi lebih. Teknik produksi yang kuno. ekonomi yang terbengkalai. Demonstration Effect. menyebabkan output nasional tetap rendah maka laju pembentukan modal tetap rendah. Naiknya sumbangan pemerintah didalam pendapatan nasional sebesar beberapa persen bisa digunakan untuk pensiun. maka laju pembentukan modal pun menjadi rendah disebabkan kurang berinvestasi dalam jumlah besar. faktor yang tidak mobil. Setiap orang cenderung untuk meniru gaya hidup tetangga yang makmur yang menyamai standar konsumsi yang lebih tinggi di negara maju dan mengahambat laju pembentukan modal.

Pajak progresif pada kekayaan harus tetap memotivasi untuk bekerja. askes. Badan-badan keuangan seperti jamsostek. trust. pasar modal mendorong masyarakat untuk lebih banyak menabung dalam jangka panjang. memanfaatkan sumber belum terpakai. Tabungan Desa. Tindakan fiskal dan moneter berupa anggaran surplus melalui peningkatan pajak. • Pemanfaatan Pengangguran Tersembunyi. perluasan ekspor. perusahaan asuransi. Tabungan sukarela seperti itu bahkan dapat membawa “kebatas tabungan minimum” tinggal landas. dan bursa saham yang terorganisir dengan baik. atau bahkan dengan pembelanjaan defisit. Profesor Lewis berpendapat bahwa rasio tabungan terhadap pendapatan nasional bukan saja merupakan fungsi dari pincangnya rasio distribusi pendapatan tetapi lebih tepat merupaka fungsi rasio keuntungan terhadap pendapatan nasional.• • • • Kenaikan Pendapatan Nasional. Hanya kelompok berpendapatan tinggi dapat menabung dan berinvestasi bagi pembentukan modal. Pemerintah dapat memobilisasi tabungan Badan usaha ini menerima dana dari pasar bebas dalam bentuk modal bersih (equity capital) dan utang obligasi (bounded debt). Dengan memanfaatkan teknik yang ada dan memakai sumber secara lebih efisien. • Keuntungan Badan Usaha Negara. Pekerja tidak produktif dapat digusur dari daerah pertanian tanpa mengurangi output pertanian dan diperkerjakan di pelbagai proyek padat modal . Pemerintah harus mengeluarkan sertifikat emas yang memberikan suku bunga tinggi sebagai ganti penyerahan emas oleh masyarakat. kenaikan ini akan mengurangi konsumsi masyarakat dan akan mengalihkan ke investasi. Mempertahankan Kepincangan Pendapatan. Rangsang lebih jauh untuk menabung dalam bentuk hadiah bisnis. • Tindakan Fiskal. • • Simpanan Emas. Negara harus meningkatkan 20% pendapatan nasional melalui pajak. hadiah lotre dan pembebasan pajak bagi pembelian obligasi pemerintah. • Pinjaman Publik. pengurangan government expenditure. Pemerintah menciptakan inflasi dengan mengedarkan jumlah uang lebih. lembaga jaminan sosial. dan meningkatkan pembagian kerja. Dengan mengalihkan sumber-sumber swasta kepada negara untuk dipergunakan dalam saluran yang diinginkan. maka inflasi meningkatkan tabungan tetapi dengan mengorbankan standar kehidupan masyarakat. Mendorong tabungan pedesaan untuk keperluan-keperluan lokal yang disetujui dan dipahami oleh para penabung. • Pajak. Pendirian Lembaga Keuangan. Bagian terbesar masyarakat dinegara terbelakang mempunyai kecenderungan marginal menabung yang rendah. pasar uang. bank komersial. Ketika harga naik. • Inflasi. Dengan menyediakan rangsangan kepada sektor swasta untuk menaikan produksi. Penggalakan Tabungan. • Peningkatan Keuntungan. Perlu didirikan suatu jaringan badan-badan tingkat menengah dalam bentuk bank tabungan. meningkatkan uang dengan pinjaman masyarakat.

jalan raya.K. • Term of Trade yang Menguntungkan. produktifitas marginal buruh di sektor pertanian negara terbelakang adalah nol. Profesor A. 2. . konsep ini berarti bahwa dengan teknik dan sumber produktif tertentu. Akan tetapi jalan terbaik adalah memulai usaha patungan (joint venture). Ia berpendapat bahwa pengangguran tersembunyi diartikan dalam bentuk jumlah jam kerja per kepala yang lebih kecil.seperti irigasi. BAB 34 PENGANGGURAN TERSEMBUNYI SEBAGAI POTENSI TABUNGAN ARTI PENGANGGURAN TERSEMBUNYI Konsep pengangguran tersembunyi diperkenalkan kedalam teori keterbelakangan oleh Rosentein – Rodan dalam artikelnya “Problems of Industrialization of Eastern and South-Eastren Europe”. Bila sumber domestik tidak cukup. Dalam arti sempit. Produktivitas marginal buruh nihil disegala bidang. Disini ada kemungkinan untuk mengalihkan kelebihan tenaga buruh dari sektor pertanian tanpa mengurangi output total pertanian. Semua impor barang mewah harus dibatasi dan devisa yang terhemat harus digunakan untuk mengimpor barang modal. Sumber Eksternal: • Bantuan Luar Negeri. • Pembatasan Import. maka perlu diimpor modal asing dalam bentuk pinjaman atau hibah dari negara-negara maju tanpa “ikatan” apapun. kemudian dirinci oleh Ragner Nurkse. Sen tidak sependapat dengan konsep diatas. Dalam term of trade ini diperlukan untuk menabung dan menanamkan secara produktif kenaikan dalam pendapatan domestik yang diperoleh dari pendapatan ekspor. maka negara dalam posisi yang baik untuk mengimpor barang-barang modal dalam jumlah besar. maka diperlukan adanya kenaikan dalam tabungan domestik. Apabila term of trade bergerak kearah yang menguntungkan. pembangunan gedung dan sebagainya mereka ini dapat menjadi sumber pembentukan modal yang menghasilkan. Jika pembatasan impor barang mewah diharapkan dapat menghasilkan kenaikan dalm pembentukan modal netto. sedang produktivitas tenaga mungkin hanya sekedar sama dengan nol pada marginnya.

Tetapi jam kerja per buruh adalah tangent b. TP adalah kurva output total yang menjadi horizontal pada saat tenaga buruh sebesar OL dipergunakan. Akan tetapi jumlah pemilik tenaga (buruh) yang bekerja dibidang pertanian adalah sebanyak dan masing- masing bekerja selama tangent a jam.Output Total TP O b a L Tenaga Jumlah pemilik tenaga (buruh) Dari gambar Sen menjelaskan bahwa. Ini menunjukkan bahwa produktivitas marginal tenaga adalah nol. adalah nol pada titik L dan produktivitas marginal pemilik tenaga pada bidang MASALAH Maurice Dobb dan Ragner Nurkse mengembangkan tesis bahwa pengangguran tersembunyi di negara terbelakang yang padat penduduk dapat merupakan sumber pembentukan modal. Menurut Nurkse keadaan penganguran tersembunyi di negara terbelakang merupakan “potensi tabungan yang tersembunyi”. Ini berarti bahwa produk marginal dari tenaga menjadi nol dengan jam kerja sebanyak OL dan tidak ada gunanya menggunakan tenaga melampaui titik ini. Hambatannya adalah ada kemungkinan timbul kebocoran tertentu dalam dana makanan yang tersedia untuk pembentukan modal ini seperti : . seluruhnya dikumpulkan untuk memberi makan buruh tidak produktif yang berada pada pekerjaan mereka yang baru atau sama sekali tidak melakukan apa-apa. Jadi buruh yang sebanyak adalah penganggur tersembunyi. Bagaimana memberi makan kelebihan penduduk yang dialihkan ke berbagai proyek modal (menghidupi kelebihan penduduk) Nurkse menyatakan bahwa keseluruhan surplus makanan yang tersedia didaerah pertanian melalui pemindahan surplus buruh. Nurkse membagi masalah pengerahan pengangguran tersembunyi sebagai potensi tabungan kedalam dua bagian yaitu : 1.

Cara menanggulanginya adalah melalui tabungan komplementer di sektor perekonomian lain. 8. 3. Bagaimana menyediakan peralatan kerja kepada pekerja-pekerja baru (pembiayaan peralatan). Bahkan alat sederhana tersebut dapat dibuat sendiri oleh pekerja atau alat ini dapat diimpor sebagai penukar ekspor. Berbagai kesulitan yang menghadang yaitu : 1. Kecendrungan berkonsumsi tidaklah konstan Masalah pengumpulan dan pembagian surplus makanan Surplus barang yang dapat dipasarkan tidak meningkat Sulit mengerahkan penganggur tersembunyi Mustahil mendapatkan pekerjaan tanpa pembayaran upah Hanya berhasil dinegara totaliter Masalah inflasi dan neraca pembayaran Buruh tak terdidik mungin menaikkan output modal tetap Asumsi tidak realistis tentang netralitas teknologi banyak 10. Kemerosotan produksi Kesimpulan Keberadaan penganguran tersembunyi sebagai potensi tabungan yang tersembunyi dan karena itu sebagai sumber pembentukan modal dinegara terbelakang padat penduduk dipenuhi dengan sejumlah kesulitan dan sedikit sekali arti praktis bagi negara yang memilih demokrasi sebagai jalan hidupnya. 6. Lahan pertanian yang sempit dan terpencar menyebabkan perlunya alat pertanian dalam jumlah besar.a. b. Tidak dapat diterapkan pada kegiatan produktif langsung 12. PANDANGAN REALISTIS . 4. c. Para petani yang tertinggal di daerah pertanian sendiri mulai mengkonsumsi lebih daripada sebelumnya. tetapi jika ini dikonsolidasi maka ada peralatan sederhana yang dapat dipakai pekerja pada proyek-proyek modal yang baru. Para pekerja yang baru dipekerjakan ini mungkin mulai mengkonsumsi makanan lebih banyak dibandingkan konsumsi mereka dahulu di daerah pertanian. Dampak pertambahan penduduk pada pembentukan modal 11. 2. 7. KETERBATASAN KONSEP INI Konsep pengangguran tersembunyi sebagai potensi tabungan terpendam mengandung beberapa kontroversi. 5. 2. Para ahli ekonomi mempertanyakan arti praktis konsep ini pada perekonomian negara terbelakang yang demokratis. 9. melalui tindakan pemerintah yang meminta surplus stok makanan dari para petani dan menutup kekurangannya dengan stok makanan impor. Masalah beban biaya angkut bahan makanan dari daerah pertanian ke proyek-proyek modal.

. mereka memakan makanan yang sama dari dapur mereka sendiri. mereka memakan makanan yang sama. Mereka akan membelanjakan upah untuk makanan dan menyebabkan tekanan inflasioner. 2. Masalah organisasi. Masalah menjembatani jurang antara pekerjaan (pembayaran upah) dan produk. 2. memperluas lahan modal dan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas dalam segala-galanya. AM Khusro mengajukan 3 (tiga) metode : 1.Penggunaan surplus tenaga menghasilkan skala ekonomi. Para pekerja yang setengah menganggur diorganisasikan untuk bekerja pada proyek kontruksi jauh diluar kampungnya dan diberi upah. Para pekerja yang “agak menganggur” diorganisasikan dilingkungan daerah pertanian mereka sendiri dan dengan daerah pertanian disekitarnya untuk saling membantu dalam pembentukan modal. Mereka tidak diberi upah. Sepanjang menyangkut pembayaran upah. Para pekerja yang setengah menganggur diorganisasikan untuk bekerja pada proyek kontruksi modal di dalam suatu desa di luar daerah pertanian mereka sendiri. upah dibelanjakan pada barang-barang non pangan yang harganya naik. tetapi setelah waktu tertetu mereka memproduksi modal yang menghasilkan pangan tambahan yang digunakan untuk membayar barang-barang tersebut. Persoalan yang timbul adalah : 1. Mereka tidak diberi upah. 3. sehingga tidak timbu tekanan inflasioner pada harga pangan.

Memperbaiki kesejahteraan rakyat pedesaan. Jika output membesar lantaran meningkatnya produktivitas. 5. Menyediakan surplus pangan yang semakin besar kepada penduduk yang makin meningkat. sebagai akibat kenaikan surplus pertanian. Meningkatkan permintaan akan produk industri sehingga mendorong keharusan diperluasnya sektor sekunder dan tersier. modal dapat disediakan dengan meningkatkan surplus barang yang bisa dipasarkan dari sektor pedesaan tanpa mengurangi tingkat konsumsi penduduk. 2. pengembangan industri dasar dan industri berat. Keuntungan ini akan meningkatkan laju pembentukan modal melalui reinvestasi. peningkatan laju pertumbuhan penduduk akibat kemerosotan tajam angka kematian dan penurunan yang lamban dalam tingkat kesuburan dan karena perkembangan penduduk dikota-kota dan kawasan industri. Di negara terbelakang produksi pangan mendominasi sektor pertanian. penurunan harga hasil pertanian dan peningkatan penerimaan pertanian. Pada tahap awal pembangunan. Meningkatkan pendapatan desa untuk dimobilisasi Pemerintah. Buruh dimana pada daerah pertanian.BAB 35 PERANAN PERTANIAN DI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI PERTANIAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Sumbangan atau jasa sektor perekonomian pada pembangunan ekonomi terletak dalam hal : 1. perluasan infra struktur. Dampak jangka panjang perluasan sektor industri akan berbentuk kenaikan keuntungan baik yang dikelola swasta maupun leh Pemerintah. 4. 3. Permintaan pangan dapat disebabkan karena kenaikan pendapatan per kapita. merupakan perangsang kuat terhadap perkembangan industri. . Ini disebut Kuznet “kontribusi produk” sektor pertanian yang memperbesar pertumbuhan output total perekonomian dan pertumbuhan output perkapita. Menurut Johnson dan Mellor peningkatan produktivitas sector pertanian merupakan kombinasi antara penurunan input. maka pendapatan para petani akan meningkat. buruh dikurangi dan dipekerjakan pada pekerjaan konstruksi. Kenaikan daya beli di daerah pedesaan. Menyediakan tambahan penghasilan devisa untuk impor barang-barang modal bagi pembangunan melalui ekspor hasil pertanian terus menerus. Menaikkan produksi pangan dan surplus pertanian penting dalam rangka pembentukan modal di negara terbelakang. Tiga sumber peningkatan pembentukan modal dalam hal ini melalui: 1. Negara terbelakang memerlukan sejumlah besar modal unuk membiayai pembangunan.

tabungan dan investasi yang rendah. Dengan mengalihkan produk pertanian dari sektor pertanian sehingga menghasilkan surplus yang dapat dipasarkan. . Menghimpun surplus hasil pertanian melalui pajak langsung juga merupakan masalah sulit di negara terbelakang dimana kemungkinan penghindaran pajak begitu besar. surplus pertanian yang dapat dipasarkan itulah yang akan memegang peranan penting dinegara terbelakang di dalam menentukan batas laju industriliasasi yang mungkin dicapai. 3. ada alasan untuk menduga. Dengan menaikkan output dan produktivitas pertanian. karena pendapatan pertanian sulit untuk dihitung dan tergantung pada kejujuran dan efisiensi pihak administrasi.2. Perekonomian negara terbelakang umumnya berorientasi pertanian dengan tingkat produktivitas. sector pertanian dpat memberikan sumbangan bersih kepada industrialiasi negara itu. Produksi pertanian dapat dinaikkan dengan mengalokasikan dana investasi untuk perbaikan lahan dan untuk mempergunakan teknologi produksi yang baik. KESULITAN Ada beberapa hambatan penerapan kebijaksanaan pengumpulan surplus yaitu : 1. Pada suatu perekonomian. Hal ini dapat dilakukan secara langsung dengan mengenakan pajak pada surplus hasil pertanian. 3. sulit untuk menentukan jumlah sebenarnya surplus yang dapat dipasarkan. Menurut Maurrice Dobb. Meningkatkan penerimaan pertanian barangkali merupakan jalan terbaik bagi pembentukan modal. 2. Memaksa penduduk pertanian untuk menabung lebih (tabungan wajib). 4. pendapatan. (pengalihan surplus). penduduk pertanian harus dicegah agar tidak terlalu mengkonsumsi produk sendiri tapi sulit dilakukan karena kebanyakan petani berada pada tingkat penghidupan yang rendah. Kenaikan pendapatan di daerah pedesaan sebagai akibat surplus hasil pertanian cenderung memperbaiki kesejahteraan daerah pedesaan. Produktivitas pertanian yang meningkat mencerminkan surplus besar yang dapat dipasarkan dan redistribusi pendapatan yang menguntunkan sector pertanian. 2. Melalui penurunan harga hasil pertanian. Untuk meningkatkan surplus yang dapat dipasarkan.. Peningkatan pendapatan bersih petani dapat dimobilisasi untuk pembentukan modal melalui 2 cara : 1. Masalah politik lebih jauh memperuwet proses penyedotan surplus pertanian. MASALAH SURPLUS YANG DAPAT DIPASARKAN Masalah surplus yang dapat dipasarkan adalah masalah pengalokasian investasi secara sektoral antara industri dan pertanian dalam suatu perekonomian yang sedang berkembang. Ketidaktegasan negara dan kelemahan struktur perpajakan menjadi penghalang bagi penghimpunan surplus pertanian.

3.BAB 36 KEBIJAKSANAAN MONETER DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI Kebijaksanaan moneter mengacu pada kebijaksanaan otorita moneter suatu negara yang menyangkut masalah-masalah moneter. 2. stabilitas harga saham. “Pengendalian lembaga keuangan. Kebijaksanaan tersebut dapat didefinisikan sebagai kebijaksanaan yang berkenaan dengan : 1.” . Penjualan dan pembelian secara aktif kertas-kertas berharga oleh otorita moneter sebagai ikhtiar sengaja untuk mempengaruhi perubahan keadaan uang. Pembelian dan penjualan secara pasif kertas berharga (paper assets) yang timbul dari usaha mempertahanakan struktur sukubunga tertentu. atau untuk memenuhi kewajiban dan komitmen tertentu lainnya.

Bank setral berfungsi sebagai agen fiscal bagi pemerintah dan dengan demikian mengatur utang-utang publik. Pendirian. 4. bank sentral harus mengambil kebijaksanaan suku bunga diskriminatif. Struktur suku bunga di negara terbelakang biasanya amat tinggi. Banyak lembaga keuangan dan perbankan harus didirikan untuk menyiapkan fasilitas kredit yang lebih besar dan untuk mengalihkan tabungan ke saluran yang produktif. 2. Tujuan pokok manajemen utang adalah menciptakan kondisi dimana pinjamanan public dapat meningkat dari tahun ke tahun dan dalam skala luas tanpa memberikan kejutan pada sistemnya. Manajemen utang Ciri-ciri kebijaksanaan moneter dinegara terbelakang yaitu : 1. Manajemen utang Manajemen utang ditujukan pada penerbitan obligasi pemerintah pada waktu yang tepat. Untuk memperkecil arus sumber-sumber menuju ke jalur investasi dan peminjaman yang sifatnya spekulatif. 3. Sethi. Pendirian dan perluasan lembaga keuangan. kebijaksanaan moneter dapat berfungsi untuk : 1. dan antara tingkat suku bunga dengan berbagai sektor perekonomian. mengenakan suku bunga tinggi pada pinjaman tidak penting dan tidak produktif dan suku bunga rendah pada pinjaman produktif. penstabilan harga dan meminimasi biaya pelayanan utang publik. 3. Kebijaksaan suku bunga yang cocok. Mendapatkan dan mengambil manfaat dari struktur tingkat suku bunga yang paling sesuai. Kebijaksanaan suku bunga rendah penting untuk merangsang investasi publik. disamping itu ada perbedaan yang amat besar antara suku bunga pinjaman jangka panjang dan jangka pendek. Perimbangan tepat antara penawaran dan permintaan uang . 5. sehingga membantu membiayai pembangunan ekonomi. ini merupakan senjata utama kebijaksanaan moneter. 4. Kebijasanaan ini dimaksudkan untuk menyediakan pinjaman publik secara murah. Kelemahannya adalah menghalangi pembiayaan investasi produktif. J. Bank sentral juga bertindak sebagai pengawal pasar uang yang mempunyai cukup kekuasaan untuk mengendalikan bank-bank komersial menurut yang dikehendaki.CIRI UTAMA KEBIJAKSANAAN MONETER Menurut Dr. Menyediakan fasilitas kredit yang tepat bagi perekonomian yang sedang berkembang dan menghentikan perkembangan yang tidak semestinya dan penyaluran kredit kepada pengguna sesuai dengan investasi yang direncanakan sebelumnya. Meraih perimbangan yang tepat antara permintaan dan penawaran uang. pelaksanaan dn perluasan lembaga keuangan. 2. menjaga biaya pelayanan utang publik tetap rendah.D. Agar suatu kebijakan moneter berlaku efektif diperlukan adanya suatu bank sentral yang kuat dan kuasa.

Peranan kebijaksanaan fiscal bagi Negara maju adalah untuk menstabilkan laju pertumbuhan. pinjaman masyarakat. Sebagian besar dari tabungan disalurkan pada jalur-jalur tidak produktif seperti perumahan.Kebijaksanaan moneter adalah instrument penting untuk mengelola perimbangan yang tepat antara penawaran dan permintaan uang. KESIMPULAN Sebagai kesimpulan Dr. Baljit Singh mengatakan. Beberapa orang yang kaya justru suka pada konsumsi mewah. Tujuan utamnaya ialah mengendalikan tekanan inflasioner yang timbul didalam proses pembangunan. penimbunan intan permata. penggantian penimbunan dan diatas segalanya reformasi mata uang. Dalam konteks perekonomian Negara terbelakang. merupakan hal-hal yang mendesak diperlukan. Pendapatan dan tabungan perkapita di Negara seperti itu adalah sangat rendah. Jika suatu negara gagal. integrasi dan penyempurnaan pasar. Ketidakseimbangan antara keduanya akan tercermin didalam tingkat harga.emas. reorganisasi kredit pertanian dan industri. Pembangunan fasilitas perbankan dan lembaga tabungan. 5. menutup pasar bebas emas dan perak. Kebijaksanaan fiscal mengalihkan kesemua ini ke saluran-saluran produktif. peranan kebijaksanaan fiscal adalah untuk memacu laju pembentukan modal .spekulasi dan sebagainya. pertumbuhan bank sentral yang mantap. mandeg atau terpaksa mengganti system perekonomiannya dengan perencanaan dan realokasi secara menyeluruh sumber-sumber melalui pengawasan langsung negara. maka perekonomian negara tersebut akan berjalan lamban. ARTI PENTING Kebijaksanaan fiscal dinegara terbelakang memikul arti penting baru di dalam menghadapi problem pembentukan modal. BAB 37 KEBIJAKSANAAN FISKAL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI Kebijaksanaan fiscal berarti penggunaan pajak. Tujuan ini memerlukan penggunaan metode pengendalian kredit baik kualitatif maupun kuantitatif. Pengendalian kredit Kebijaksanaan moneter harus ditujukan untuk mengendalikan kredit dalam rangka mempengaruhi pola investasi dan produksi di suatu negara terbelakang. pengeluaran masyarakat oleh pemerintah untuk tujuan “stabilisasi atau pembangunan”. Analisa Keynes mengenai kebijaksanaan fiscal dapat diterapkan dinegara-negara maju. . Penggunaan kebijaksanaan fiscal dengan tujuan untuk menggalakkan pembangunan ekonomi merupakan kebijaksanaan yang baru tampil diakhirakhir ini.

Dalam rangka meningkatkan laju investasi.R. meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi. Kedua kategori investasi ini menghasilkan ekonomi eksternal. penerapan pajak baru d. kesehatan masyarakat dan fasilitas lahan teknik untuk overhead sosial. Untuk meningkatkan kesempatan kerja. maka kebijaksanaan fiscal dapat dipergunakan sebagai penunjang alternatif. surplus dari perusahaan Negara e. Dengan kata lain.Tripathy. suatu keseimbangan harus dicapai baik dalam arti riil maupun dalam arti uang. Kebijaksanaan fiscal juga memainkan peranan penting di dalam perencanaan Negara terbelakang. rencana fisik harus disesuaikan dengan rencana keuangan. Di dalam perencanaan. metode yang dapat diterapkan pemerintah dalam rangka menaikan rasio tabungan adalah : a. 1. 3. peningkatan tarif pajak yang ada c. pengembangan tenaga air dan sungai. Ini berkaitan dengan pola optimum investasi dan menjadi tanggungjawab dari Negara untuk mendorong investasi pada overhead sosial dan ekonomi.N. Keduanya cenderung memperluas pasar. Untuk mendorong investasi optimal secara sosial Kebijaksanaan fiskal harus mendorong arus investasi ke jalur-jalur yang dianggap diinginkan masyarakat. konservasi lahan untuk overhead ekonomi. 2. Tindakan ini akan berdampak meningkatkan volume investasi di sektor swasta menurut Dr. ini dapat dicapai dengan mengendalikan konsumsi baik actual maupun potensial dalam meningkatkan rasio tabungan marginal. keuangan defisit. kontrol fisik langsung b. . perhubungan. Sedang investasi di bidang pendidikan. Penerapan rencana keuangan dan pencapaian perimbangan dalam arti riil dan keuangan jelas banyak tergantung pada tindakan-tindakan fiscal. TUJUAN KEBIJAKSANAAN FISKAL. Seperti investasi dibidang transport. pemerintah pertama sekali harus menerapkan kebijaksanaan investasi berencana di sektor publik.Dinegara terbelakang dimana laju pembentukan modal belum begitu teraih secara efektif oleh kebijaksanaa moneter saja-sebagai akibat pasar modal dan uang yang kurang berkembang. Untuk meningkatkan laju investasi.

Kebijakan fiskal harus pula bertujuan untuk menanggulangi tendensi inflasi yang melekat pada perekonomian sedang berkembang. 6. Agar tindakan fiscal dapat efektif. Kebijaksanaan fiskal memegang peranan kunci di dalam mempertahankan stabilitas ekonomi menghadapi kekuatan-kekuatan internal dan eksternal. Pajak merupakan instrument paling efektif dari segala kebijaksanaan fiskal.untuk itu pengeluar pemerintah harus diarahkan kepada penyediaan overhead sosial dari ekonomi. dan merangsang tabungan sukarela. Surplus anggaran dapat dicapai melalui tariff harga dan tariff pajak yang lebih tinggi. Pajak ekspor dapat menyedot rejeki nomplok yang timbul dari kenaikan harga di pasar dunia. Yang terakhir ini mempunyai manfaat tambahan yaitu mengendalikan ekspansi kredit. 5. pinjaman dari masyarakat dan bank. . Untuk meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah ketidakstabilan internasional. Kebijaksanaan fiskal harus meningkatkan usaha mempertahankan stabilitas ekonomi menghadapi fluktuasi siklis internasional jangka pendek. keberhasilan kebijaksanaan fiskal dalam mencapai tujuan ini tergantung pada :  Jumlah penerimaan Negara yang dapat ditingkatkan  Jumlah dan arah pengeluaran Negara. pajak.menyerap daya beli tambahan. Pengeluaran seperti itu akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dan menaikkan efisiensi produktif perekonomian dalan jangka panjang. Negara terbelakang sangat rentan terhadap pengaruh siklis internasional karena sifat perekonomian mereka sendiri. harus diterapkan pajak ekspor dan impor. Dalam rangka mempengaruhi dampak internasional fluktuasi siklis pada masa boom. semua kebijaksanaan tersebut harus ditunjang oleh tindakan moneter. Untuk menanggulangi inflasi. 4. Sarana fiskal penting yang dapat dipergunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan sumber adalah surplus anggaran. Untuk meningkatkan dan meredistribusikan pendapatan nasional. Sarana-sarana ini harus dipergunakan sedemikian rupa sehingga membawa kearah pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. sedangkan bea impor yang tinggi pada impor barang konsumsi dan barang mewah juga perlu untuk menghambat penggunaan daya beli tambahan. Pinjaman dari masyarakat bisa jadi menaikkan tingkat suku bunga sehingga dengan demikian berpengaruh buruk pada investasi. PAJAK SEBAGAI PIRANTI PALING EFEKTIF KEBIJAKSANAAN FISKAL.

Jika pendapatan individu meningkat serentak . Begitu juga terlalu banyak pajak tidak langsung menakutkan tabungan swasta. lebih tinggi. Perpajakan harus memperbaiki pola investasi di dalam perekonomian. pajak dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan – tujuan berikut : 1) Untuk membatasi konsumsi dan dengan demikian mentransfer sumber dari konsumsi ke investasi. Oleh karena itu pajak tidak boleh bersifat regresif. 4) Untuk memodifikasi pola investasi 5) Untuk mengurangiketimpangan ekonomi 6) Untuk memobilisasi surplus ekonomi. 4. 2) Untuk meningkatkan dorongan menabung dan menanam modal 3) Untuk mentransfer sumber dari tangan masyarakat ke tangan pemerintah sehingga memungkinkan adanya investasi pemerintah. Jadi perpajakan membantu mengalihkan sumber dari saluran tidak produktif ke saluran produktif melalui investasi negara.pajak merupakan cara paling efisien untuk mentransfer sumber kepada pemerintah agar digunakan lebih produktif. Peranan perpajakan di dalam pembangunan ekonomi dengan mengingat tujuan-tujuan di bawah ini : 1) Perpajakan merupakan piranti paling penting di dalam mengekang peembanrmintaan yang makin meningkat terhadap barang-barang konsumsi yang ditimbulkan oleh proses pembangunan.milik.Dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi suatu Negara.tanah.pengeluaran. Pajak langsung yang sangat progresif untuk memperbesar keuangan guna konsumsi publik dan pengeluaran investasi berakibat buruk pada rangsang menabung dan menginvestasi. mereka cenderung meningkatkan permintaan akan barang konsumsi. sedang pajak tidak langsung pada komoditi . kekayaan dan sebagainya. Dengan mengenakan pajak pada pendapatan. Pajak langsung membatasi konsumsi dengan mangambil sebagian tambahan pendapatan kelompok berpendapatan penting dan barang-barang tid 2. Perpajakan tidak hanya semata-mata untuk mendapatkan penerimaan yang lebih besar tetapi juga berperan sebagai perangsang untuk menabung dan melakukan investasi. pemerintah dapat menyedot pendapatan ke kas negara untuk dipergunakan lebih tepat melalui investasi negara. 3. Di negara terbelakang. laba/keuntungan.

Pemerintah harus memberikan cukup rangsangan kepada usaha swasta dalam bentuk potongan pembangunan (development rebate). sehingga industri manufakturing dapat bangkit dan berkembang luas di dalam perekonomian. Maka apabila pajak pendapatan regresif tinggi dikenakan pada individu dan perusahaan. Pajak progresif pendapatan total cenderung mengurangi konsumsi dan akumulasi kemakmuran si kaya. Pengurangan perbedaan pendapatan dan kemakmuran ini memerlukan tindakan yang terpisah. PERANAN PINJAMAN PUBLIK DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI. tax holiday. warisan dan kekayaan. kelonggaran penyusutan dengan lebih cepat dan sebagainya. 5. Alat ini lebih baik daripada pajak. sedangkan pinjaman bersifat sukarela. Untuk mengurangi pemusatan kemakmuran ditangan beberapa gelintir orang kaya dan ketimpangan kemakmuran. Pajak-pajak seperti itu harus dikenakan begitu rupa sehingga tidak menimbulkan dis-tabungan dipihak pembayar pajak. Perpajakan harus memobilisasi surplus ekonomi untuk pembangunan dan secara terus-menerus memperbesar surplus tersebut. Pajak mengandung arti tabungan paksa. Jadi perpajakan progresif merupakan hal yang perlu untuk menghapuskan ketimpangan kesejahteraan. 6. Salah satu tujuan penting perpajakan adalah untuk mengurangi jurang perbedaan pendapatan si kaya dan si miskin. Hal ini akan menghasilkan keuntungan lebih besar yang nanti dapat ditanamkan kembali. dianjurkan pajak progresi atas hadiah. perpajakan justru harus mendorong dan mengarahkan kembali investasi swasta ke jalur yang lebih produktif. Tetapi kebijaksanaan demikian dapat berpengaruh buruk pada investasi produktif. Pinjaman dari masyarakat dapat menjadi sumber penting lain dalam rangka membentuk modal.Kita telah mengetahui bahwa salah satu fungsi perpajakan di negara terbelakang adalah untuk mentransfer sumber dari sektor swasta ke sektor negara. Berbagai tindakan tertentu dapat diambil untuk memperbesar jangkauan pinjaman publik dengan membuat pinjaman menjadi lebih menarik dan dengan menyedot tabungan-tabungan kecil : . Tetapi tidak berarti bahwa perpajakan dimaksud untuk mengganti investasi swasta. Malahan.ia harus dibarengi dengan beberapa pengecualian untuk mengurangi dampak perpajakan pada investasi bisnis.

Masyarakat harus didorong untuk gairah menabung. atau menyediakan kredit murah. dan lebih dari semua itu. Jika negara mulai melaksanakan pekerjaan umum seperti pembangunan dan jalan raya. Jadi. Pengeluaran negara untuk perindustrian industri berat dan industri barang-barang pokok pada tahap-tahap awal meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian. Tetapi investasi pada sektor barang modal dapat meningkatkan produksi di dalam jangka panjang.1.trust. subsidi. Pemerintah harus menghalangi tabungan mengalir ke jalur tidak produktif seperti emas. dan sebagainya. . penerangan dan ajakan. Pengeluaran negara untuk overhead sosial dan ekonomi memberikan kesempatan kerja. real estate dan benda-benda mewah. PERANAN PENGELUARAN NEGARA DI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI. meningkatkan kapasitas perekonomian. perdagangan dan usaha bisnis. Penyediaan seperti itu membantu meningkatkan produksi. kesehatan masyarakat. perusahaan asuransi. Laju pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan hanya apabila pengeluaran negara memenuhi tujuan rencana pembangunan jangka pendek dan jangka panjang. Selanjutnya pengeluaran negara merangsang perusahaan swasta lewat pendirian lembaga perbankan dan keuangan yang dimiliki negara. intan berlian. 3. Pengeluaran negara untuk overhead sosial seperti pendidikan. Harus didirikan bursa saham yang terorganisasi dengan baik Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas pemerintah dibidang politik dan keuangan. Tidak kalah pentingnya adalah bahwa pengeluaran negara juga mendukung keseimbangan regional. 4.proyek pembangkit tenaga. dapat mendorong orang untuk lebih banyak menabung. bank komersial. pengeluaran negara dapat menyebar ke segala bidang kegiatan ekonomi. kelonggaran dan sebagainya. menaikkan pendapatan..maka pekerjaan-pekerjaan itu akan memberikan kesempatan kerja kepada jutaan penganggur. pengeluaran negara juga harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak perekonomian tersebut. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan.lembaga jaminan sosial dan sebagainya. jalan kereta api. Oleh karena itu. Harus ada jaringan badan perantara untuk menarik tabungan dari masyarakat. Pengeluaran negara juga mendorong sektor pertanian dan industri dengan sarana hibah. perumahan murah dan sebagainya akan membuat rakyat menjadi lebih sehat dan efisien. 2. Pendirian bank tabungan. Negara juga dapat menasionalisasi bank-bank dan jasa pelayanan umum dalam rangka menyediakan fasilitas kepada masyarakat dengan lebih murah dan efisien.

BAB 38 KEUANGAN DEFISIT SEBAGAI PIRANTI PEMBANGUNAN EKONOMI. MAKNA Keuangan defisit (defisit financing) diartikan sebagai setiap pengeluaran negara yang melebihi penerimaan. Keuangan defisit mencakup : . Di negara maju keuangan defisit dipergunakan untuk menggambarkan suatu selisih pembelanjaan yang sengaja diciptakan antara penerimaan dan pengeluaran negara atau defisit anggaran.

Dengan naiknya investasi secara terus menerus keseluruhan produk fisik mungkin menjadi lebih besar daripada sebelumnya sehingga dengan demikian memerlukan kenaikan persediaan uang untuk tujuan transaksi dalam jumlah yang sama. Proses pembangunanekonomi yang berkesinambungan menghasilkan peningkatan pendapatan dan dengan demikian meningkatkan permintaan keseimbangan saldo kas di pihak masyarakat. kebijaksanaan keuangan defisit merupakan piranti penting dan mujarab bagi pembentukan modal. AKIBAT BURUK .proyek-proyek tenaga. 3. Jadi. Dalam hal surplus impor sebagai akibat naiknya bantuan luar negeri. PERANAN KEUANGAN DEFISIT Keuangan defisit merupakan metode paling mujarab bagi peningkatan pembangunan ekonomi di negara terbelakang. sektor non uang secara perlahan berubah menjadi sektor uang. 1. 2. sekolah dan sebagainya. Penarikan neraca kas yang lalu oleh pemerintah. Pinjaman dari bank sentral 3.1. 4. Keuangan defisit selalu berdampak ekspansioner. laju inflasi di dalam perekonomian terpacu lebih cepat yang kemudian menghendaki dosis tambahan jumlah uang pada setiap tahapannya. keuangan defisit mampu menembus kemacetan dan kekakuan struktural dan dengan itu meningkatkan produktivitas. Dalam keuangan defisit terkandung kombinasi antara kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter. Melalui keuangan defisit itulah pemerintah dapat memenuhi semua permintaan uang yang meningkat pada semua kasus tersebut. permintaan akan uang mungkin akan tetap lebih besar. Dan ia merupakan tindakan moneter jika ia menciptakan uang baru melalui anggaran defisit. Ia berfungsi sebagai tindakan fiskal pada waktu inflasi dan menjadi mesin penggerak tabungan wajib melalui pajak. jalan kereta api. Begitu pembangunan mendapatkan momentum. Begitu perekonomian berkembang. 2. Keuangan defisit dapat dipergunakan untuk mengembangkan overhead sosial dan ekonomi seperti pembangunan jalan raya. Penerbitan mata uang baru oleh pemerintah. Dengan menyediakan modal yang berguna bagi masyarakat. sehingga permintaan uang meningkat.

Jika tidak dikendalikan lebih dini. biaya proyek-proyek pembangunan juga naik. menghancurkan hubungan perdagangan luar negeri. AMBANG BAHAYA KEUANGAN DEFISIT. Ketiadaan hasil langsung dalam hal ini ketiadaan penawaran barang dan jasa yang timbul dari pengeluaran pemerintah kepada masyarakat. Kemudian ia akan mengambangkan lingkaran setan dimana uang dalam jumlah yang banyak mengejar barang yang berjumlah sedikit. Pertambahan mata uang mengandung kemungkinan perluasan jumlah uang beredar dengan lebih besar melalui perluasan kredit. Ini merupakan penghambat utama pembangunan ekonomi. Kemungkinan besar timbulnya kegagalan dalam meningkatkan produktivitas bersama dengan investasi pemerintah tanpa adanya administrasi negara yang kompeten dan jujur akan mengakibatkan output tidak berhasil meningkat dan mengimbangi daya beli tambahan yang tercipta oleh pengeluaran tambahan tersebut. Rao memberikan empat alasan mengapa “bahaya kenaikan harga yang bersifat inflasi lebih besar dalam hal keuangan defisit : 1. bahaya itu terkandung pada potensi inflasionernya. Apabila keuangan defisit bergabung dengan keuangan inflasioner ia akan mengalahkan tujuannya sendiri. Ketiadaan surat-surat berharga yang dapat dijual. bersamaan dengan naiknya harga. Inflasi merangsang transaksi yang spekulatif dan tidak perlu. Inflasi dapat juga menghambat pembangunan ekonomi dengan cara berikut ini. yang menjadi tujuan mengapa pengeluaran pemerintah dilakukan. Ringkasnya.Keuangan defisit mengandung bahaya-bahaya tertentu. kenaikan harga tersebut menjadi kumulatif. inflasi mengandung bahaya tertentu bagi negara-negara terbelakang. Akibatnya pemerintah mengalami defisit keuangan. 3. Karena alasan-alasan ini. memperkecil kesempatan menyedot pendapatan tambahan yang tercipta melalui pengeluaran tambahan itu. Dr. 4. menghambat tabungan domestik dan investasi asing. Keadaan ini akhirnya mengakibatkan keruntuhan keseluruhan sistem moneter. . keuangan defisit selalu dianggap mengandung kemungkinan inflasi sekalipun hal itu dilakukan demi pembangunan. memperkecil kemungkinan menyedot pendapatan tambahan yang tercipta melalui pengeluaran tambahan. 2. Jadi hanya sedikit saja hubungan positif antara keuangan defisit dan pembangunan ekonomi. dan menurunkan efisiensi produk pada umumnya.

Sejauh sektor non uang ditransformasikan ke sektor uang. Laju pertumbuhan ekonomi Keuangan defisit tidak bersifat inflasioner sampai ia sama dengan laju pertumbuhan perekonomian 2. proyek-proyek yang memiliki masa persiapan pendek harus ditingkatkan. Penciptaan surplus impor. Kenaikan dalam modal saham. pertumbuhan persediaan uang tidak akan menimbulkan inflasi. Keuangan defisit tidak menimbulkan inflasi sejauh pemerintah berada dalam posisi dapat menciptakan surplus impor. bahan mentah industry dan bahan makanan. 5. laba yang tidak dibagi dan surplus anggaran 8. Pertumbuhan sektor uang . dan dengan demikian dapat meningkatkan penawaran barang konsumsi dalam waktu singkat. Pengendalian upah dan harga. 3. 7. 4.Kebijaksanaan yang harus diambil sehingga keuangan deficit menghasilkan pembentukan modal tanpa menimbulkan kenaikan harga inflasioner : 1. 6. Ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan membeli devisa dari bank sentral untuk membiayai impor peralatan modal. Peningkatan penawaran barang Pada tahap-tahap awal pembangunan ekonomi. Semangat untuk berkorban. Kenaikan pinjaman dan pajak Keuangan defisit disebut berhasil sebagai piranti pembentukan modal sepanjang pendapatan tambahan yang mendorong inflasi dapat disedot dalam bentuk pinjaman dan pajak. .

2. tetapi penawaran tidak dapat memenuhinya karena kebanyakan investasi di negara terkebelakang dilakukan pada proyek-proyek yang memerlukan tempo panjang. Tujuan Kebijaksanaan Harga 1. 5. Untuk menghindarkan kenaikan harga pada umumnya total output harus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk masing-masing komoditi. Untuk menciptakan fleksibilitas harga Kebijaksanaan harga ditujukan pada fleksibilitas mengendalikan permintaan. 3. Kebijaksanaan harga barang konsumsi Penentuan harga barang konsumsi tidak pokok yang termasuk kategori barang mewah dan barang hiburan. oleh karena itu tingkat harga pada umumnya ditentukan oleh perilaku harga barang pertanian. Bertujuan untuk meningkatkan output barang konsumsi dan barang investasi untuk mengimbangi pengeluaran konsumsi yang membengkak akibat meningkatnya pengeluaran investasi. Untuk menciptakan keseimbangan antara permintaan barang dan jasa Fungsi harga adalah untuk menghasilkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dan faktor. sehingga mengurangi kerugian produsen akibat jatuhnya harga secara tajam karena hasil panen yang melimpah dan meminimumkan kerugian konsumen akibat naiknya harga secara tajam karena kegagalan panen atau kelangkaan persediaan. 7.BAB 39 KEBIJAKSANAAN HARGA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI Hakikat kebijaksanaan harga Dalam perencaanaan pembangunan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dan faktor merupakan suatu hal yang tidak terelakkan. 6. 4. Kebijaksanaan harga barang pertanian Output pertanian merupakan lebih dari 50 % produk nasional negara terkebelakang. Untuk menstabikan harga barang konsumsi Kebijaksaan harga ditujukan untuk menstabilkan harga barang konsumsi sehingga terhindar dari tekanan inflasi akibat proyek investasi yang memerlukan masa persiapan panjang. Kebijaksanaan harga barang pertanian harus bertujuan mengurangi mengurangi fluktuasi harga. Kebijakan harus berbentuk tindakan fiskal dan moneter untuk mempengaruhi penciptaan pendapatan dan arah pemanfaatannya Dalam segi mikro. harus diserahkan pada mekanisme pasar. mengalokasikan kembali sumber-sumber produksi dan mengarahkan kembali output ke arah yang dikehendaki. Permintaan barang dan jasa meningkat karena meningkatnya investasi. Dua segi kebijaksanaan harga Dalam segi makro. Kebijaksanaan harga bahan baku industri .

BAB 40 PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PEMBANGUNAN EKONOMI A.Kebijaksanaan harga harus menjamin penggunaan dan pendistribusian bahan-bahan baku sedemikian rupa untuk menghindarkan ancaman inflasioner. memerosotkan akumulasi modal. Harga harus ditetapkan sedemikian rupa untuk mencegah keuntungan yang berlebihan dan membrikan rangsang bagi produksi. 9. penerima upah berjuang untuk menaikkan upah. Hubungan antara kebijaksanaan harga dan kebijaksanaan upah Bila harga naik. Kebijaksanaan harga dalam hubungannya dengan perusahaan Perusahaan negara harus menerapkan kebijaksanaan harga. Penduduk dan standar kehidupan Salah satu faktor penting standar kehidupan adalah pendapatan perkapita. Penduduk dan pembangunan pertanian . Kebijaksanaan ini mengharuskan adanya pengendalian harga dan distribusi komoditi yang bersangkutan. menaikkan biaya barang konsumsi. Kenaikan upah yang mantap dan diperhitungkan adalah lebih baik dari perubahan harga yang tiba-tiba melonjak. Pengaruh pertumbuhan penduduk pada pembangunan ekonomi Pertumbuhan penduduk di Eropa Barat mempercepat proses industrialisasi. tabungan dan investasi perlu diciptakan perilaku harga yang relatif dan mutlak. 8. misalnya untuk menghasilkan keuntungan yang sebanding dengan kesejahteraan sosial sehingga membantu menambah tabungan masyarakat. 1. Ekonomi negara tersebut sudah makmur. Pertumbuhan penduduk menurunkan pendapatan perkapita. Bila upah naik kenaikan ini cendrung untuk menaikkan harga. Pertumbuhan penduduk menurunkan standar kehidupan 3. punya modal melimpah sedangkan buruh kurang. Penduduk dan pendapatan perkapita Pertumbuhan penduduk cendrung memperlambat pendapatan perkapita karena. Untuk meningkatkan pembangunan ekonomi melalui peningkatan pendapatan. memperberat beban penduduk pada lahan. Kemiskinan memperburuk standar kehidupan penduduk. Kurva penawaran buruh bersifat elastis. sehingga tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menaikkan produktivitas. 2. Di negara terkebelakang pertumbuhan penduduk yang cepat memperberat tekanan pada lahan dan menyebabkan pengangguran.

Tenaga buruh cendrung meningkat bersama naiknya jumlah penduduk. Pada tahap pertama angka kelahiran dan angka kematian tinggi. Pertumbuhan penduduk memperlambat pembangunan pertanian. laju pertumbuhan penduduk sangat rendah. laju pertumbuhan penduduk meningkat cepat. memperburuk problem kesehatan penduduk. tingkat investasi juga semakin rendah. 6. angka kematian turun dengan cepat. laju pertumbuhan penduduk rendah. Penduduk dan lapangan kerja Penduduk yang meningkat dengan cepat menjerumuskan perekonomian ke pengangguran dan kekurangan lapangan kerja. Tetapi faktor yang menetralkan ini tidak ada dan akibatnya ledakan penduduk mengakibatkan produktivitas pertanian merosot. pengangguran tinggi dan tingkat pembentukan modal rendah. B. memperlambat perbaikan kualitas pendidikan. Bila penduduk meningkat dengan cepat konsumsi domestik atas barang-barang yang dapat diekspor meningkat dan surplus barang yang dapat diekpor menurun. Pada tahap terakhir angka kelahiran mulai menurun cendrung sama dengan angka kematian. mengurangi produktivitas perkapita. Kenaikan jumlah penduduk memperberat beban penyediaan fasilitas pendidikan dan latihan. Pada tahap kedua angka kelahiran tetap stabil. 7.Di negara terkebelakang pertambahan penduduk akan mempengaruhi rasio lahan-manusia. Tabungan yang sudah rendah menjadi semakin rendah. 4. Penduduk dan overhead sosial Penduduk yang berbiak dengan cepat memerlukan investasi yang besar di bidang overhead sosial. tanaga buruh adalah penduduk pada kelompok usia 15-50 tahun. pendapatan perkapita rendah. BAB 41 PEMBENTUKAN MODAL MANUSIA Pengertian . 5. Penduduk dan tenaga buruh Tenaga buruh dalam suatu perekonomian adalah rasio antara penduduk yang bekerja dengan penduduk total. Dengan asumsi 50 tahun sebagai harapan hidup rata-rata negara terkebelakang. Kesimpulannya. Penduduk yang meningkat secara cepat akan memperlambat seluruh usaha pembangunan di negara terbelakang kecuali kalau dibarengi dengan laju pembentukan modal dan kemajuan teknologi yang tinggi. Kenaikan jumlah penduduk menyebabkan pengalihan investasi modal dari kegiatan produktif langsung pada modal overhead sosial. Pemecahannya bukan hanya dengan meningkatkan kesempatan kerja yang sepadan dengan jumlah pengangguran tetapi mengendalikan penduduk secara aktif melalui program keluarga berencana. Teori peralihan kependudukan Teori peralihan kependudukan didasarkan pada kecendrungan penduduk sebenarnya di negara maju di dunia. Penduduk dan pembentukan modal Pertumbuhan penduduk memperlambat pembentukan modal. menambah pengangguran tersembunyi.

keterampilan dan kemampuan seluruh rakyat suatu negara. organisasi dan lembaga yang tidak memadai dan kurangnya rangsangan bagi orang untuk melibatkan diri pada kegiatan tertentu yang amat penting bagi pembangunan nasional. Problem utama pembentukan modal di negara terbelakang adalah penduduk yang tumbuh dengan pesat. pabrik atau barang modal nyata lainnya. Pada tahap awal pembangunan kebutuhan akan modal manusia dalam wujud orang berpendidikan pada berbagai lapangan pekerjaan adalah lebih besar. . Laju akumulasi modal manusia harus melebihi tidak hanya laju pertumbuhan tenaga buruh tapi juga laju pertumbuhan ekonomi. Arti penting Adalah proses peningkatan pengetahuan. sejauh mana dan kapan? Dan bagaimana hasil dari investasi pendidikan tersebut mesti diukur? Sulit untuk menaksir persediaan total manusia yang diperlukan di suatu negara terbelakang. Kegagalan masal dan penurunan umum standar akademis cendrung menurunkan efisiensi para sarjana dan sarjana yang dipekerjakan pada sektor swasta dan sektor negara tidak memberikan harapan baik bagi pembentukan kepemimpinan yang dinamis bagi pembangunan ekonomi. jalan raya. Negara terbelakang mengembangkan pendidikan tinggi dengan membuka terlalu banyak universitas tanpa mencoba memperbaiki standar pendidikannya. Studi menunjukkan bahwa dolar yang diinvestasikan pada pendidikan membawa kenaikan yang lebih besar pada pendapatan nasional ketimbang dolar yang dipergunakan untuk bendungan. ‘ Di negara yang mencoba mempercepat pembangunan ekonominya. pendidikan dan pengalaman yang menentukan bagi pembangunan ekonomi dan politik suatu negara. Jef Rens menunjukkan. pengangguran yang meningkat di sektor perekonomian modern dan meluasnya pengangguran pada pertanian tradisional. Problem pembentukan modal manusia Berapa banyak persediaan total modal manusia diperlukan? Pada tahapan pembangunan mana ia paling banyak diperlukan? Seberapa besar laju akumulasinya? Jenis pendidikan apa yang harus diberikan. Hal ini disebabkan karena dalam banyak hal manajemen dan pekerja tidak cukup terlatih dan kurang berpengalaman. Negara terbelakang dihadapkan pada dua macam problema tenaga kerja yaitu kekurangan keterampilan kritis yang dibutuhkan bagi sektor industri dan mempunyai tenaga buruh surplus.Adalah proses memperoleh dan meningkatkan jumlah orang yang mempunyai keahlian. langkanya tenaga manusia dengan keterampilan dan pengetahuan kritis yang diperlukan bagi pembangunan nasional yang efektif. namun volume dan kualitas outputnya terlalu sering tidak memuaskan. Pola investasi bidang pendidikan di negara terbelakang memberikan prioritas tinggi pada pendidikan dasar. diketemukan bahwa sekalipun pabrik-pabrik modern dirancang oleh insinyur kelas satu dengan menggunakan metode dan mesin mutakhir dari negara industri yang paling maju.

sumber pemasukan baru yang meliputi pabrik. Ada yang berpendapat bahwa pengusaha adalah pengambil resiko dan ketidakpastian. karena pengusaha lah yang menggerakkan roda perindustrian di dalam perekonomian.. Apapun azas perekonomian dan politik yang dianut oleh suatu Negara. keterampilan. teknik baru. Sedangkan dalam ekonomi pengusaha berarti seorang pemimpin ekonomi yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan peluang sehingga berhasil memperkenalkan jenis dagangan baru.Laju pertumbuhan ekonomi lebih banyak berkaitan dengan kenaikan persediaan modal dan sedikit saja yang merupakan kenaikan di bidang pengetahuan. Dari tahun ke tahun fungsi pengusaha dimata para ahli ekonomi mengalami variasi. Faktor residual adalah pendidikan.Kriteria investasi pada modal manusia 1. 2. Kriteria tingkat pengembalian Menghitung pengembalian investasi di bidang pendidikan didasarkan pada perbandingan antara penghasilan hidup rata-rata orang yang lebih berpendidikan dengan orang-orang yang kurang pendidikan yang bekerja dengan profesi sama. penelitian. . latihan. manajemen dan tenaga buruh yang diperlukan serta mengorganisasikannya ke dalam suatu teknik pengoperasian perusahaan. Menurut Profesor Yale Brozen. Sedangkan bagi Schumpeter pengusaha adalah pemrakarsa penemuan baru. ada yang berpendapat bahwa pengusaha adalah koordinasi sumber-sumber produktif. dalam jangka panjang pengusaha swasta adalah unsure yang amat diperlukan dalam pembangunan ekonomi. latihan dan lain-lain yang masuk kategori residual. kewiraswastaan merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi. peralatan. Kriteria faktor residual Seberapa besar porsi kenaikan produk nasional bruto dalam satu periode berasal dari faktor selain input modal dan buruh. skala ekonomi dan faktor lain yang mempengaruhi produktivitas manusia. Kriteria sumbangan pendidikan pada pendapatan nasional bruto Ditentukan oleh sumbangannya dalam menaikkan pendapatan nasional bruto atau pembentukan modal fisik dalam satu periode. 42 Kewiraswastaan Dalam Pembangunan Ekonomi Wiraswasta atau “pengusaha” berasal dari bahasa Perancis “entrepreneur” yang berarti pemimpin musik atau pertunjukan lainnya. 3. Secara umum pengusaha adalah tokoh dari setiap usaha bisnis.

bahkan pengusaha yang bergerak dibidang perkebunan dan pertambangan cenderung menjadi monopolistic dan kwasi-monopolistik.Hoselitz dalam bukunya Enterpreneurship and Economic Growth cirri utama pengusaha kecil terletak pada kemampuannya memimpin orang lain dalam usaha bersama dan kecenderungannya mengadakan penemuan baru. Menurut . Pada perusahaan kecil fungsi tersebut dapat dilaksanakan oleh pengusaha itu sendiri. siap siaga terhadap peluang baru. (c) mampu mengembangkan skala operasi dan melakukan persekutuan. banyak akal. modal disediakan oleh pemerintah. 3. Kekuatan adat istiadat. Menurut Profesor Fritz Redlich dalam bukunya The business Leader in Theory and Reality peranan pengusaha dapat dibagi menjadi kapitalis. karena tidak mempunyai keterampilan teknis dan modal yang diperlukan untuk mengembangkan teknik yang bersifat menaikkan output dan menyerap tenaga kerja. kekuatan status dan kecurigaan pada gagasan baru dan pada hasrat intelektual. Di Negara terbelakang. manajer untuk berbagai departemen diambil dari berbagai bidang spesialisasi dan keputusan usaha diambil oleh manajer dan pihak penguasa. Menurut Profesor Bert F. Ada juga beberapa pengusaha dan pedagang disamping memperdagangkan barang konsumen sekaligus juga sebagai lintah darat dan agen real estate.Menurut James T McCorry dalam bukunya Small Industry in a Northkualitas dari pengusaha adalah (a) enerjik. 2. fungsi pengelolaan dilakukan oleh beberapa orang manajer sedangkan fungsi kepengusahaan dipegang oleh ketua dewan direksi yang mengambil keputusan pokok melalui konsultasi dan persetujuan. manajer dan pengusaha. Keterbelakangan teknologi Ini menyebabkan berkurangnya output per orang dan produknya juga berada dibawah kualitas standar. Ketimpangan pendapatan dan kekayaan Mereka yang berada pada puncak piramida pendapatan seperti tuan tanah dan pedagang lebih suka menabung atau investasi dibidang-bidang yang tidak produktif untuk menghindari resiko pada bisnis baru. perusahaan umum dikendalikan oleh Negara. (b) mampu memperkenalkan perubahan teknologi dan memperbaiki kualitas produknya. Hagen menyatakan bahwa system nilai budaya di kebanyakan Negara miskin tidak mengutamakan prestasi ekonomi. Sistem Sosial Di Negara terbelakang. FAKTOR YANG MENGHAMBAT PERTUMBUHAN KEWIRASWASTAAN 1. mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi yang berubah dan mau menanggung resiko dalam perubahan dan perkembangan. mengejar dan menginvestasikan kembali labanya. bersama-sama menciptakan suasana yang tidak cocok bagi percobaan dan penemuan baru. Pada perusahaan modern fungsi kapitalis dipegang oleh pemegang saham. sikap tradisional tidak menunjang pemanfaatan penuh sumber daya manusia. Mereka lebih menyukai perdagangan dan profesi tradisional daripada usaha pada perdagangan baru.

Karena motivasi dan kemampuan merupakan masalah sosiologis jangka panjang. Masalah utama Negara berkembang adalah bagaimana menciptakan iklim kewiraswastaan. . UPAYA MENDORONG KEWIRASWASTAAN Faktor-faktor yang menunjang pertumbuhan kewiraswastaan adalah motivasi. Profesor Harry Wallich berpendapat bahwa orang hampir tidak dapat mengatakan bahwa inovasi merupakan ciri khas utama Negara berkembang. Sejauh menyangkut proses inovasi Schumpeter. hambatan-hambatan ekonomi. social dan administrative memaksa rakyat di Negara bersangkutan menjatuhkan pilihan pada teknik kuno daripada teknik yang menaikkan output. Disamping itu langkanya berbagai macam tenaga terampil seperti pekerja. manajer dan sebagainya juga merupakan persoalan yang mempersulit perkembangan kewiraswastaan di Negara berkembang. politik dan ekonomi yang sesuai. maka untuk menumbuhkan kewiraswastaan Negara terbelakang perlu diciptakan iklim sosial. teknisi. pekerjaan.Hoselitz dalam bukunya Problems of Adopting Communicating Modern Techniques to Less Developed Area. Ini disebabkan karena disatu pihak tergantung pada pendirian lembaga-lembaga sosial yang secara obyektif memungkinkan kebebasan berusaha bagi individu dan dipihak lain tergantung pada kematangan dan pengembangan kepribadian yang berorientasi pada produktifita. kemampuan dan lingkungan yang sesuai. kreatifitas kreatif. ilmuwan.

mengendalikan fluktuasi. social dan politik yang menguntungkan pembangunan ekonomi. Masyarakat ini mempunyai tradisi budaya dan religious yang tidak menunjang pembangunan ekonomi. karena tindakan pemerintah ini sangat diperlukan dalam pembangunan ekonomi Negara-negara terbelakang. A. menentukan sikap. pemerintah harus memegang peranan positif. ideologis. Tugas terpenting pemerintah adalah mengatasi perbedaan social dan menciptakan situasi psikologis. menjamin pekerjaan penuh dan menentukan laju investasi. dan semangat persaingan serta usaha.43 Peranan Pemerintah Dalam Pembangunan Ekonomi Dalam rangka mengatasi sifat kaku yang melekat di Negara terbelakang. karena hanya pemerintah yang dapat membangun sarana transportasi dan komunikasi untuk mengembangkan pasar. Perubahan kelembagaan dapat juga disebabkan oleh factor non ekonomi seperti perubahan gagasan religious atau kerangka politik. menentukan distribusi pendapatan. tapi dapat juga terjadi karena peningkatan pembentukan modal atau sebagai akibat perubahan teknologi yang pada akhirnya menyebabkan perubahan kelembagaan. Untuk mengatasi ini perlu diadakan revolusi social tanpa mengubah pranata yang ada. Kerangka kelembagaan tidak mendorong tingkah laku individualistic yang rasional. Menurut Profesor Lewis ruang lingkup tindakan pemerintah mencakup penyelenggaraan pelayanan umum. B. PERUBAHAN ORGANISASI Pengembangan pasar dan organisasi pasar buruh merupakan perubahan organisasi yang juga memegang peranan dalam pembangunan ekonomi. menentukan penggunaan sumber. mengendalikan jumlah uang. membentuk lembaga-lembaga ekonomi. PERUBAHAN KERANGKA KELEMBAGAAN Salah satu langkah pembangunan ekonomi adalah mengubah sikap social budaya masyarakat di Negara terbelakang. Di Negara terbelakang perubahan ini hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. . Perubahan ekonomi tidak semata disebabkan oleh perubahan kelembagaan.

di Negara terbelakang petani itu begitu miskin. Tetapi keberhasilan program pembangunan pertanian akan tergantung pada tindakan land reform yang dilaksanakan pemerintah. Langkah-langkah itu dapat membantu proses pembangunan dengan menambah produktifitas dan efisiensi buruh. (4) ganti rugi atas perbaikan permanen yang dilakukan pada lahan oleh penyewa. (5) membatasi uang sewa . pertama. transportasi darat. kualitas buruh adalah lebih penting. listrik dan sebagainya penting sekali bagi pembangunan masa depan. dengan mengurangi angka kematian langkah-langkat tersebut cenderung meningkatkan laju pertumbuhan penduduk. sehingga mereka adalah setengah pengangguran atas pengangguran tersembunyi. kebanyakan mereka tinggal didaerah pedesaan dan bergerak di bidang pertanian selama jangka waktu yang terbatas. Ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas buruh. Mereka tidak mempunyai motivasi yang cukup untuk melakukan perbaikan lahan. Keluarga Berencana adalah pengurangan angka kelahiran secara terencana.Organiasi pasar buruh juga termasuk kedalam fungsi pemerintah. telekomuniasi. Di Negara terbelakang mobilitas buruh tidak ada. Namun. Bidang lainnya dimana pemerintah dapat melakukan langkah positif adalah kesehatan masyarakat. sehingga memaksa pemerintah untuk melaksanakan program keluarga berencana dan akselerasi pembangunan. Langkah-langkah Land Reform mencakup (1) penghapusan calo. kedua. Pemerintah membantu mengorganisasi buruh dengan membentuk serikat-serikat buruh. Karena itu menjadi tugas pemerintah mengadakan perbaikan lahan dan menyiapkan rencana pembangunan pertanian. (2) jaminan masa sewa bagi petani penyewa. D. Bagi pembangunan ekonomi.Peranan pemerintah dalam hal ini adalah membuka pusat informasi di pedesaan. buta aksara dan bodoh. karena dengan adanya organisasi buruh ini akan meningkatkan produktifitas buruh. Langkat-langkah kesehatan masyarakat sangat penting dilakukan karena ada dua alasan. karena pembangunan ekonomi tidaklah mungkin tanpa pendidikan. India adalah salah satu diantara negara terbelakang yang pertama melakukan programkeluarga berencana ditingkat pemerintah. pekerja yang tidak terampil meskipun bekerja dalam waktu yang panjang akan tetap menerima upah yang rendah. (3) hak untuk membeli tanah yang ditanami penyewa itu. sehingga mereka mendapatkan informasi tentang kesempatan kerja di perkotaan dan pusat perindustrian. C. Kebutuhan bagi pelayanan dasar seperti jalan kereta api. Program pendidikan juga merupakan bagian yang penting. OVERHEAD SOSIAL DAN EKONOMI Penyediaan overhead social dan ekonomi di Negara terbelakang sebagian besar termasuk dalam kegiatan pemerintah. gas. cara hidup mereka diatur oleh kebiasaan dan tradisi. PEMBANGUNAN PERTANIAN Pertanian adalah mata pencaharian utama pada Negara terbelakang dan menyumbang dari separuh bagian pendapatan nasional.

yang dikenakan oleh para pemilik tanah; (6) penetapan pagu pemilikan pertanian; (7) konsolidasi pemilikan.

E.

PEMBANGUNAN INDUSTRI Fungsi penting pemerintah lainnya adalah membangun ekonomi industri. Pemerintah mempunyai

tugas untuk merumuskan dan melaksanakan kebijaksanaan industri yang tepat sehingga dapat memberikan dorongan seperlunyabagi pengembangan industri rakyat, industri skala besar dan kecil. Pemerintah harus menerapkan kebijaksanaan desentralisasi industri sehingga industri-industri dapat disebar ke seluruh wilayan sesuai dengan kekayaan faktor mereka bahkan dapat membantu mengembangkan sumber-sumber setempat dan memberikan kesempatan kerja yang lebih besar. Disamping itu pemerintah juga dapat membantu pembangunan wilayah terbelakang dengan memulai perusahaan Negara sendiri dan dengan mendorong perusahaan swasta untuk mendirikan industri dengan memberikan berbagai fasilitas dan konsesi. F. KEBIJAKSANAAN MONETER DAN FISKAL Kebijaksanaan moneter mempunyai peranan yang penting dalam mempercepat pembangunan dengan mempengaruhi biaya dan tersedianya kredit, dengan mengendalikan inflasi dan dengan menjaga keseimbangan neraca pembayaran. Pemerintah melakukan semua ini melalui Bank Sentral Negara. Bank Sentral mengendalikan kredit, memperluas fasilitas perbankan dengan menciptakan lembaga keuangan, mengembangkan pinjaman pemerintah dan mengelola utang Negara dan menetapkan suku bunga dalam rangka mendorong tabungan dan investasi. Dengan kebijakan fiskal pemerintah mencoba memperbaiki ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan yang melebar bersama pembangunan. Kebijaksanaan ini akan memperluas pasar internal, mengurangi impor yang tidak penting, meniadakan tekanan inflasioner dan merangsang berbagai jenis proyek pembangunan yang diinginkan. Semua itu dapat dilakukan pemerintah dengan menerapkan kebijaksanaan yang tepat di bidang perpajakan, anggaran pendapatan, belanja dan pinjaman Negara. Melalui kebijaksanaan moneter dan fiskal yang tepat, pemerintah mampu menyingkirkan hambatan-hambatan ekonomis, kelembagaan dan social di Negara terbelakang. G. PENINGKATAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI Negara terbelakang biasanya berorientasikan perdagangan luar negeri tetapi nilai dan kuantitasnya sangat kecil, nilai impor mereka jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspornya. Ini menimbulkan persoalan neraca pembayaran dan devisa yang hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah. Pemerintah dapat mengatasi persoalan ini dengan mengadakan promosi ekspor dan kebijaksanaan subsitusi impor. Untuk tujuan ini, pemerintah mengenakan pajak impor, kuota, biaya (pajak) tambahan

dan system kurs berganda sebagai alat pelindung harga, sedangkan pembebasan pajak dan subsidi dipakai untuk mengurangi biaya pada industri-industri subsidi impor. Disamping itu untuk mengatasi kesulitan neraca pembayaran dapat dilakukan melalui bantuan luar negeri pemerintah. Jadi dengan mengembangkan besarnya pasar bagi barang dalam negeri melalui perdagangan luar negeri, pemerintah mampu menaikkan pendapatan, investasi dan tingkat pekerjaan perekonomian.

BAGIAN KELIMA PEMBANGUNAN EKONOMI : UPAYA-UPAYA INTERNASIONALISME Bab 44 Peranan Perdagangan Luar Negeri Dalam Pembangunan Ekonomi
Pentingnya Perdagangan Luar Negeri Peranan perdagangan luar negeri dalam pembangunan ekonomi cukup menonjol. Perdagangan luar negeri mempunyai arti yang sangat penting bagi Negara terbelakang tentang perlunya membangun, pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan pembangunan serta memberikan sarana untuk melaksanakannya. Haberler berpendapat, “Kesimpulan umum saya adalah bahwa perdagangan internasional telah memberikan sumbangan luar biasa bagi pembangunan Negara kurang berkembang di abad ke-19 dan 20 dan dapat diharapkan sumbangan tersebut akan sama di masa dating … dan bahwa perdagangan bebas dengan sedikit perbaikan atau penyimpangan tidak mendasar atau marginal adalah kebijaksanaan yang terbaik dilihat dari sudut pembangunan ekonomi. Manfaat Langsung Bila suatu Negara mengkhususkan diri pada produksi beberapa barang tertentu sebagai akibat perdagangan luar negeri dan pembagian kerja dan dapat mengekspor komoditi yang diproduksi lebih murah itu untuk dipertukarkan dengan apa yang dihasilkan Negara lain dengan biaya lebih

rendah, maka Negara tersebut memperoleh keuntungan, dan pendapatan nasional naik, yang pada gilirannya menaikkan jumlah output dan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan tingkat output yang lebih tinggi, lingkaran setan kemiskinan dapat dipatahkan dan pembangunan ekonomi dapat ditingkatkan. Perdagangan internasional memperluas pasaran dan merangsang investasi, pendapatan dan tabungan melalui alokasi sumber daya dengan lebih efisien, seperti dikemukakan oleh J.S. Mill, dimana Perluasan pasar akan menghasilkan sejumlah ekonomi internasional dan eksternal dan karenanya akan mengurangi biaya produksi. Perdagangan luar negeri juga membantu mengalihkan sector pangan (subsisten) ke sector uang karena pasar bagi produk pertanian meningkat dan pendapatan serta standar kehidupan kaum tani meningkat. Manfaat Tidak Langsung Dengan meluasnya pasar dan cakupan spesialisasinya, perdagangan internasional penemuan mendorong dan lebih banyak pemakaian mesin, mendorong buruh, pembaharuan, meningkatkan produktivitas

menurunkan biaya dan membawa kea rah pembangunan ekonomi. Selain itu, juga memperkenalkan kepada rakyat produk-produk baru dan menarik, serta mendorong mereka untuk bekerja lebih giat menabung dan menghimpun modal teknis, efisien. Pandangan Yang Berlawanan Prebisch, Singer dan Myrdal berpendapat bahwa secara historis perdagangan luar negeri justru memperlambat pembangunan Negara terbelakang. Terdapat tiga kiat (argument) dalam menyokong pandangan bahwa perdagangan internasional menghambat pembangunan. Satu, dampak negative pergerakan modal internasional; Dua, demonstration effect bagi pemuasan atas keinginan-keinginan manajer dan baru, mengundang dan pemasukan modal luar negeri dan membangkitkan gagasan baru, kemampuan keterampilan, bakat-bakat kewiraswastaan, mendorong persaingan yang sehat dan mencegah monopoli yang tidak

internasional yang merugikan; dan Ketiga, kemerosotan sekuler imbangan perdagangan barang (“Comodity terms of trade”). Prebisch mengasumsikan bahwa kemampuan mengimpor atau imbangan pendapatan (income terms of trade) merupakan factor penentu pertumbuhan ekonomi Negara terbelakang dan terms of trade merupakan sarana paling penting bagi penyaluran keuntungan produktivitas dari Negara pusat ke Negara pinggiran. Singer berpendapat bahwa pembukaan Negara terbelakang untuk perdagangan luar negeri dan investasi cenderung menghambat pembangunan karena maksud dan tujuan investasi adalah untuk membuka sumber bahan makanan baru bagi rakyat dan bagi mesin-mesin Negara industri, yang tidak akan menguntungkan Negara terbelang karena tiga sebab, yaitu : (i) Negara investor memperoleh bagian yang lebih besar dari efek multiplikasi kumulatif investasi asing dalam bentuk mengalirnya keuntungan yang lebih besar ke Negara asal; (ii) Spesialisasi tadi mengalihkan Negara terbelakang ke jenis kegiatan yang (iii) kurang memungkinkan tumbuhnya kemajuan treknologi ekonomi eksternal dan internal; Hal itu memperburuk imbangan dagang (terms of trade) Negara terbelakang. Menurut Fredie Mehta, imbangan dagang bukanlah factor penentu pembangunan ekonomi yang paling penting. Meskipun keuntungan produktivitas tidak beralih ke Negara terbelakang dalam bentuk produk manufaktur dengan harga rendah, namun beralih kepada mereka dalam bentuk perbaikan produk, penemuan produk dan diversifikasi produk. Negara terbelakang sebenarnya telah memetik keuntungan dari investasi luar negeri. Sebagai suatu langkah kebijaksanaan, Prebisch menganjurkan proteksi, sementara Singer menyarankan pemanfaatan modal asing secara lebih baik. Tidak ada bantahan terhadap saran Singer, tetapi anjuran Prebisch dikritik secara tajam. Myrdal menyangsikan apakah Negara terbelakang mempunyai cukup kekuatan monopoli atau monopsony untuk memperbaiki imbangan dagang mereka melalui pengenaan pajak ekspor atau impor. Bahkan jika

substitusi impor dan tindakan moneter dan fiscal untuk memperbaiki terms of trade. Langkah kebijaksanaan ini lemah karena tidak menekankan arti penting promosi ekspor. Bab 45 Kebijaksanaan Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi .mereka mempunyai kerja sama monopolistic. keuntungannya akan bersifat sementara karena hal itu dapat ditiadakan dengan tindakan balasan atau dengan perubahan di dalam nilai elastisitas permintaan dan penawaran.

mengembangkan apakah Negara industrialisasi terbelakang atau dan harus menggeser mengikuti ketidakseimbangan neraca pembayaran. Proteksi kemudian menjadi sesuatu yang perlu dalam rangka menaikkan tingkat pembentukan pendapat modal. Selanjutnya dia percaya bahwa Negara terbelakang mempunyai dasar-dasar rasional untuk meminta Negara-negara maju meliberalisasikan perdagangan mereka secara sepihak. Akan tetapi ada berbagai beda mengenai kebijaksanaan perdagangan yang restriktif suatu kebijaksanaan perdagangan yang liberal. suatu Negara terbelakang tidak dapat memulai pembangunan ekonominya. Peraturan secara ketat perdagangan luar negeri mereka adalah sesuatu yang perlu tetapi peraturan ini pada umumnya tidak akan mengurangi perdagangan dunia. Pandangan lain dikemukakan oleh Meier dan Baldwin yang menyatakan bahwa kebijaksanaan perdagangan yang bersifat proteksi akan mengganggu pola optimum perdagangan dunia dan dapat mengarah pada praktek produktif yang tidak ekonomis dan merintangi arus modal asing. Dan mereka mempunyai argument yang kuat untuk melawan setiap orang yang menyebut sikap mereka ini secara logika tidak konsisten. Karena tanpa suatu peraturan yang ketat. Mereka perlu menjadi pedagang-pedagang bebas yang kokoh tetapi tetap mempertahankan hak mereka sendiri untuk memberikan subsidi ekspor dan membatasi impor. Myrdal berpendapat bahwa pembatasan impor di Negara terbelakang hanyalah sekedar pergeseran permintaan impor beberapa komoditi kepada yang lainnya dan pada umumnya kepada barang-barang yang dibutuhkan bagi pembangunan ekonomi. yang sering dikemukakan tanpa beralasan. hendaknya menjauhkan diri dari perdagangan luar negeri adalah sama halnya dengan menghentikan kebijaksanaan pembangunan mereka.Pengaturan perdagangan luar negeri merupakan prinsip dasar dari kebijaksanaan perdagangan. Karena itu pembatasan impor dan subsidi ekspor mereka tidak mengurangi jumlah keseluruhan perdagangan dunia. Pada tempat lain. kebijaksanaan perdagangan liberal dapat menjadi suatu kekuatan yang sangat . Myrdal menyatakan lebih tegas bahwa saran agar Negara terbelakang pada saat ini. Pada sisi lain. Pembatasan impor tidak berarti pengurangan jumlah keseluruhan impor.

jika Negara yang akhirnya harus menuju memilih pada antara pengembangan perdagangan luar negeri. perekonomian. maka penghentian impor merupakan metode yang sangat sederhana. “Jika masalahnya adalah masalah merangsang kesempatan kerja.penting dalam menentukan pada tingkat mana suatu Negara akan membangun. Modal asing membantu dalam industrialisasi. Bab 46 Peranan Modal Asing Dalam Pembangunan Ekonomi Pemasukan modal asing sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Dengan demikian suatu Negara terbelakang yang tidak memanfaatkan keuntungan dari perdagangan internasional hanya akan mengabdikan kemiskinannya. dalam membangun modal overhead ekonomi dan dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas. Argument ini didasarkan pada praduga bahwa penerapan kebijaksanaan proteksi selalu menuju autarki. Tetapi kebijaksanaan protektif yang dirancang dengan baik mengarah pada pemanfaatan penuh sumber-sumber daya yang menganggur sehingga mengembangkan dan menganekaragamkan Akan tetapi. Ia membuka daerah-daerah terpencil dan menggarap sumber-sumber baru yang belum dimanfaatkan. . pembatasan impor adalah lebih mudah lagi daripada peningkatan dana untuk membayar subsidi langsung kepada industry-industri yang diproteksi. Bilamana proteksi diperlukan bagi industry yang basru berdiri (infant industries). tarif tidaklah sulit untuk diberlakukan dan telah sangat popular di beberapa Negara kurang berkembang. ia akan selalu memilih yang pertama. terbelakang pembangunan ekonomi dan perdagangan luar negeri. Dan kebijaksanaan perdagangan tampil menjadi cara yang paling mudah untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Modal asing tidak hanya membawa uang dan mesin tetapi juga keterampilan teknik. Sebagaimana Nurkse bilang. Bilamana masalahnya adalah mengumpulkan pajak bagi pendapatan pemerintah.

Ia meniadakan problem neraca pembayaran dan menurunkan tekanan inflasi. Penggunaan modal asing dengan demikian penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi Negara-negara terbelakang. Mereka harus mengatur bantuan sedemikian rupa sehingga padanan hibah per unit nilai bantuan meningkat ketimbang turun. Syarat bantuan lunak menaikkan biaya riil bagi Negara donor. Bantuan bersyarat menurunkan biaya riil pada donor. Karena itu disarankan agar Negara kurang maju penerima bantuan sejauh mungkin lebih menekankan pada bantuan tak bersyarat. modal asing mendorong pengusaha setempat untuk bekerja sama dengan perusahaan asing. Selanjutnya. Pada waktu yang sama.Resiko dan kerugian pada tahap perintisan juga ditanggung modal asing. Modal asing membantu memodernisasi masyarakat dan memperkuat sector Negara maupun sector swasta. 47 PENANAMAN MODAL ASING SWASTA SIFAT Pada peralihan abad ini : Sebagian besar dalam bentuk investasi tidak langsung kepada negara terbelakang Investasi langsung hanya untuk bidang produksi ekspor Sebagian besar investasi swasta merupakan investasi langsung Terpusat pada eksploitasi bahan mentah Sejak Perang Dunia Kedua : . Argument ini menjadi semakin kuat dari adanya kenyataan bahwa sejumlah Negara kurang maju mempunyai kewajiban utang (pokok dan bunga) yang sangat tinggi dan mereka menemui kesulitan untuk membayar kembali utang mereka yang menumpuk. Analisa biaya dan keuntungan riil menekankan agar Negara maju meringankan syarat bantuan kepada Negara kurang maju. bantuan bersyarat menaikkan beban pembayaran kembali bagi penerima dan mengurangi keuntungan riil bantuan. Analisa biaya-keuntungan bantuan luar negeri menghasilkan implikasi kebijaksanaan tertentu.

karena investasi langsung dapat mengembangkan industri itu sendiri. tenaga dan keperluan umum lainnya. Pembatasan pada pembayaran laba dan repatriasi modal. c. Investasi asing swasta disalurkan kepada penggunaan yang logis dan produktif. Akan tetapi jika dilihat dari suku bunga. sistem perbankan dan kredit. Kemungkinan negara peminjam untuk lari sangat kecil. tenggang waktu antara pengoperasian perusahaan baru dan perolahan laba itu lama. Secara tidak langsung : menciptakan permintaan bagi jasa-jasa tambahan. hal ini akan membantu meringankan posisi neraca pembayaran negara terbelakang. 3. Investasi langsung memperkenalkan manfaat ilmu. g. . uang dan bahan serta memberikan latihan dan pengalaman kepada personil. Pada akhirnya investasi langsung akan mengalir ke negara berkembang dan mendorong pengusahanya untuk menanamkan modalnya di negara terbelakang lain. atau kekhawatiran akan penolakan semuanya sekaligus. Laba investasi langsung kurang membawa tekanan pada neraca pembayaran. Perusahaan asing mendorong perusahaan lokal dengan cara : Secara langsung : membantu perkembangan perusahaan lokal dengan tenaga manusia.Pada saat perekonomian lepas landas : Investasi lebih banyak ditujukan untuk manufaktur KELEBIHAN INVESTASI LANGSUNG a. beban neraca pembayaran selama depresi juga sangat kecil. e. HAMBATAN PADA INVESTASI ASING SWASTA 1. investasi langsung juga meringankan beban neraca pembayaran negara terbelakang. Karenanya ia menambah kapasitas produksi negara peminjam modal. d. dan buruh terampil. Kekurangan fasilitas dasar seperti transpor. teknologi dan organisasi yang mutakhir ke negara terbelakang b. h. Karena. Pada tahap awal pembangunan. Hal ini akan mendorong perusahaan lokal untuk menginvestasikan sendiri lebih banyak pada industri pendukung atau dengan bekerja sama dengan perusahaan asing. Investasi langsung mengalir ke sektor pertanian dan industri pengolahan yang memproduksi barang-barang primer untuk ekspor. f. Kecilnya pasar domestik yang menyebabkan Rate of Return pada modal rendah 2. Investasi langsung mempunyai keuntungan tambahan. modernisasi atau pembangunan industri terkait. Sebagian besar laba ditanamkan kembali ke dalam pengembangan. investasi portfolio memang lebih baik daripada investasi langsung karena ia tidak memerlukan biaya yang lebih besar.

8. atau pemilikan oleh negara dan reservasi jenis industri tertentu bagi perusahaan domestik. dan dengan mewajibkan perusahaan asing untuk melatih dan mempekerjakan sejumlah tertentu buruh lokal tidak hanya pada posisi biasa tapi juga pada posisi eselon tinggi. Pengendalian devisa yang ketat dan khususnya keruwetan dan kelambatan administratif yang berkaitan dengan pengendaian alat tukar. 5. Akan lebih baik jika disertai dengan penyediaan fasilitas asuransi jiwa dan kekayaan. Pemerintah negara terbelakang harus memberikan informasi yang jelas kepada perusahaan asing mengenai ruang lingkup kesempatan investasi. Kekhawatiran diskriminasi pada pengadilan lokal karena perbedaan konsepsi hukum. . dengan demikian mengarah pada pembangunan perekonomian yang berat sebelah Pada investasi langsung. tapi tidak dimanfaatkan untuk pembangunan negara pengutang. Hal ini melahirkan perekonomian tiga-muka bagi negara peminjam dengan segala konsekuensi buruknya. 6. LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENDORONG INVESTASI ASING SWASTA a.Menyebabkan hilangnya kemerdekaan ekonomi pada hampir semua negara Afro-Asia dan menurunkan derajat bangsa tersebut pada status jajahan. b.4. c. perang dingin dan kecendrungan sosialis di negara terbelakang menyebabkan ketidak menentuan dan kekurangyakinan investor. diantaranya : . dana dalam bentuk modal dan peghasilan ditransfer ke negara induk. Hal tersebut diatas menyebabkan negara terbelakang lebih menaruh kepercayaan keada modal asing swasta. 7. . Ketidakstabilan politik dan ekonomi. nasionalisasi. Modal asing mengarah pada pengurasan sumber daya alam negara pengimpor modal dalam rangka menguntungkan dan memperkaya negara induk. PEMBENARAN Akan tetapi negara terbelakang mempunyai alasan tersendiri untuk membenarkan rintangan terhadap modal asing tersebut. Investasi asing langsung hanya mengarah pada industri pengolhana yang mengabaikan industri dasar dan industri berat. Adanya stabilitas politik dan keamanan harta dan jiwa. Ancaman pengambilalihan. Pengaturan perusahaan asing secara ketat untuk tujuan nasional dengan menetapkan pagu penghasilan. dengan diskriminasi pajak laba.Mencerminkan rasa kebangsaan dalam kebangkitan kembali . Pemerintah negara peminjam modal bisa menurunkan biaya produksi perusahaan asing dengan menyediakan fasilitas dasar yang memadai.Adanya kekhawatiran akan penghisapan ekonomi dan dominsai politik masa lampau.

maka sangat dianjurkan untuk menempuh kebijakan “perluasan yang dialihkan”. Rangsangan pajak negara pemberi pinjaman dapat berupa : Sistem kredit pajak Perjanjian bilateral antara negara pemberi pinjaman dengan negara peminjam untuk menghapuskan pajak ganda Penghapusan semua pajak atas pendapatan bisnis yang diperoleh di luar negeri Izin untuk meniadakan biaya investasai modal asing sebagai pengeluaran perusahaan Pembebasan pajak bagi perusahaan asing selama periode tertentu setelah investasi awal Rabat pembangunan pada investasi modal baru Rabat pada laba yang tidak dibagi Kelonggaran penyusutan tambahan pada investasi baru Negara pengimpor modal juga bisa mengambil langkah-langkah perpajakan tertentu. . j. Kebijakan ini bertujuan mengalihkan proses pembuatan suatu barang ke negara terbelakang secara bertahap. Rangsangan pajak merupakan daya tarik yang kuat bagi pengusaha bisnis.d. Memberikan pembebasan bea masuk bagi pabrik dan peralatan serta bahan mentah yang diperlukan oleh suatu industri asing baru. Menerapkan sistem usaha patungan yang mendorong bagi pemasukan modal ke negara terbelakang. bunga dan pinjaman pokok dengan mem perhatikan posisi neraca pembayaran sendiri. Adanya jaminan keamanan modal. e. f. Adanya jaminan bahwa pemerintah negara terbelakang tidak akan menasionalisasikan perusahaan asing selama periode waktu tertentu. yaitu : g. i. h. deviden. Investasi yang menguntungkan tidak akan tercipta jika tidak ada fasilitas bagi arus masuk modal asing. Negara terbelakang harus memberikan fasilitas bagi pengalihan laba. Pada kondisi dimana perusahaan tidak dapat berkembang sedangkan permintaan terhadap outputnya tinggi.

Mensyaratkan adanya jasa pelayanan umum pokok di negara terbelakang. hal ini hanya dapat dilakukan dengan dasar pinjaman negara. kesehatan masyarakat karena dalam jangka panjang tidak memberikan keuntungan langsung. Investasi asing swasta : Hanya mampu menyelesaikan sebagian kecil saja masalah kebutuhan uang negara yang begitu besar Tidak mau terlibat dalam masalah pengeluaran sosial seperti bidang pendidikan. Padahal modal yang diperlukan untuk penyediaan jasa tersebut sangat besar dan tidak mungkin dilaksanakan oleh pihak modal swasta. Bantuan asing yang mengalir ke negara terbelakang dalam bentuk : Pinjaman Bantuan .48 PENANAMAN MODAL ASING NEGARA ARTI PENTING Investasi asing negara untuk mempercepat pembangunan ekonomilebih penting daripada modal asing swasta.

Program Public Law 480 (“Pangan untuk Perdamaian”). mencakup hibah dan pinjaman pembangunan jangka panjang. pemerintah Amerika Serikat menyediakan sejumlah besar beras. Sebagian dari supply berbentuk sumbangan dan sisa dibayar dengan mata uang setempat. Korps Perdamaian. kapas. Hibah diberikan untuk pemebrantasan malaria dan cacar. Amerika Serikat : Program USAID. pembangunan masyarakat dan lainnya.- Hibah LEMBAGA PEMERINTAH Dibawah strategi pembangunan internasional PBB setiap negara maju diharapkan memberikan sekurangkurangnya 1% dari Produk Nasional Brutonya sebagai bantuan kepada negara berkembang selama dekade pembangunan (1970 dan 1980). pendidikan tinggi. Sebagian dana Public Law 480 disediakan untuk pinjaman sektor swasta kepada : a. Republik Federal Jerman : Mendirikan Kreditanstalt for Wiederanf Bank (Bank Pembangunan) . produksi tanaman. biasanya didahului dengan periode bebas bayar 5 sampai 7 tahun untuk pinjaman pokok dan bunga. Inggris : Menyediakan fasilitas kredit berjangka waktu 25 tahun dengan tigkat suku bunga 5 sampai 6%. gandum. Bank Eksim. bertujuan meningkatkan ekspor Amerika Serikat dan untuk tujuan ini bank tersebut memberikan kredit dan jaminan ekspor. pembangunan peternakan. bertujuan untuk mengirim para remaja Amerika Serikat sebagai “Duta Perdamaian” ke daerah pedesaan diberbagai negara terbelakang untuk menyebarkan bantuan teknis kepada petani mengenai semua hal kehidupan pedesaan. Perusahaan pribumi negara tuan rumah yang tidak mempunyai afiliasi dengan perussahaan Amerika. dengan kelonggran 10 tahun pertama membayar bunga 2% per tahun dan 3% untuk tahun-tahun berikutnya. Pinjaman dapat dibayarkan kembali dalam bentuk rupiah dan dolar dalam jangka waktu 40 tahun. susu bubuk dan komoditi pertanian lainnya untuk negara terbelakang. b. jagung. a. tetapi mempermudah penyaluran produk pertanian Amerika. latihan kejuruan. Perusahaan Amerika atau cabangnya yang beroperasi di negara tuan rumah atau perusahaan pribumi yang berafiliasi dengan perusahaan Amerika b.

pinjaman jangka menengah atas dasar semi komersil untuk 10-20 tahun dengan bunga 6% dan pinjaman jangka panjang melalui program pembangunan khusus. International Finance Corporation (JFC) : Didirikan untuk mengatasi ketidakluwesan IBRD Dapat memberikan pinjaman kepada perusahaan swasta tanpa persetujuan atau jaminan dari negara anggota.Kanada : Memberikan bantuan meliputi hibah. Tujuannya adalah meminjamkan dana dan memberikan bantuan teknis kepada anggota negara berkembang dan untuk membantu perkembangan pertumbuhan ekonomi dan kerja sama dikawasan Asia. . keuangannya hampir selalu dikaitkan dengan pengeluaran untuk tujuan investasi khusus ketimbang disediakan untuk memenuhi kebutuhan umum negara peminjam untuk modal atau impor. khususnya kepada negara kecil dan negara kurang maju dikawasan Asia. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) : bertujuan untuk membiayai proyek pembangunan negara terbelakang. Dana Pembangunan Asia : memberikan pinjaman lunak. guna memberikan pinjaman kepada negara terbelakang Asia Tenggara untuk membiayai proyek pembangunan. Berorientasikan proyek. Soviet : Sebagian besar bantuan yang diberikan dalam bentuk pinjaman dengan suku bunga sanagt rendah yaitu 2 ½ % dengan jangka waktu paling lama 12 tahun. Bantuan juga diberikan di sektor industri. pertambangan dan energi. BADAN REGIONAL DAN ORGANISASI DUNIA Bank Pembangunan Asia : Didirikan oleh negara-negara anggota ECAFE. Berhak membeli saham dan obligasi perusahaan swasta Berwenang untuk menjual investasinya pada pasar modal swasta untuk menaikkan tambahan dana.

Faktor-faktor yang mempengaruhi daya serap : Beberapa jenis kapasitas tidak terpakai. dan untuk mengalokasikan kembali sumber. problem kelembagaan atau organisasi yang tidak sesuai. Daya serap negara penerima. Diberikan dalam jangka waktu 50 tahun. Tersedianya sumber-sumber. tapi bantuan teknis dalam bentuk penyediaan jasa tenaga ahli dan peralatan serta fasilitas latihan bagi personal di luar negeri. Tersedianya dana. United Nation Development Program (UNDP) dan Special United Nation for Economic Development (SUNFED) : Dikelola oleh PBB Bertujuan untuk menyingkirkan kemacetan dan rintangan-rintangan lainnya yang menghambat kemajuan negara atau wilayah. . 2.International Development Association (IDA) : Didirikan untuk menyediakan biaya pembangunan kepada negara kurang maju dengan syaratsyarat yang tidak memberati neraca pembayaran negara penerima dibandingkan dengan pinjaman konvensional. peluang bagi perbaikan teknologi Rencana pembangunan yang terancang baik Beberapa sumber keuangan domestik Administrator negara dan bisnis yang mampu melaksanakan proyek secara tepat guna Pemerintah yang kuat dan bersatu yang didukung rakyat Masyarakat yang lentur yang sudah mengalami perubahan budaya dan berkemauan untuk Tingkat pendidikan yang tinggi dan sistem pendidikan yang efektif Rakyat yang keranjingan akan teknologi dan pembangunan dan tepat daya beralih mata pencarian dari pertanian ke industri 3. Daya serap mencakup semua hal dimana kemampuan untuk merencanakan dan melaksanakan proyek pembangunan. 10 tahun periode bebas bayar. 4. biaya administrasi 0.75 % ditarik setiap tahun. dibatasi oleh kurangnya faktor-faktor penting. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN JUMLAH BANTUAN LUAR NEGERI BAGI PEMBANGUNAN EKONOMI 1. Kemampuan negara penerima untuk membayar kembali. Tidak memberikan pinjaman. bebas bunga. untuk mengubah struktur perekonomian. Negara-negara maju seharusnya menyediakan cukup modal surplus untuk diekspor.

Perencanaan Ekonomi PENGERTIAN PERENCANAAN EKONOMI Perencanaan adalah teknik . bangunan tempat tinggal. Sasaran ditetapkan untuk perekonomian secara keseluruhan dengan maksud untuk mengalokasikan semua buruh. Setiap penentuan sasaran produksi oleh pemerintah. 2. bahan dan peralatan yasng dialokasikan ke sana melalui kuota dan menjual produknya semata-mata kepada orsng atau perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah pusat. Kemauan dan usaha si negara penerima untuk membangun. 5. Walaupun tidak ada kebulatan pendapat.Syarat agar mampu membayar adalah bahwa sistem fiskal mampu menghimpun dana yang diperlukan. 3. 4. bagaimana. 6. bahan mentah dan sumber lainnya negara ke berbagai bidang perekonomian. serta buat apa dialokasikan. Professor Lewis menunjukkan 6 pengertian perencanaan : 1. devisa. BAB. Perencanaan kadang dipakai untuk menggambarkan sarana yang dipergunakan pemerintah untuk memaksakan sasaran-sasaran yang ditetapkan sebelumnya kepada perusahaan swasta. BANTUAN ATAU PERDAGANGAN Belakangan ini negara kurang maju berpendapat bahwa perdagangan lebih penting daripada bantuan dalam mempercepat pembangunan mereka. bila dan di mana akan diproduksi. cara untuk mencapai tujuan untuk mewujudkan maksud dan sasaran tertentu yang telah ditentukan sebelumnya dan telah dirumuskan dengan baik oleh badan Perencanaan Pusat. Menghubungkan istilah itu dengan penetuan letak geografis faktor. namun perencanaan ekonomi sebagaimana difahami oleh sebagian besar ahli ekonomi mengandung arti pengendalian dan pengaturan perekonomian dengan . bioskop dan semacamnya. Salah satu definisi yang paling populer adalah yang dikemukakan Dickison yang mengartikan perencanaan sebagai “pengambil keputusan utama ekonomi tentang apa dan berapa banyak. Memutuskan uang apa yang akan dipergunakan pemerintah di masa depan. dan terjadi transformasi yang mengalihkan sumber ke jalur-jalur yang meningkatkan ekspor atau menurunkan impor. apakah itu untuk perusahaan negara atau perusahaan swasta. 5. seandainya ia mempunyai uang yang dapat dibelanjakan. 49. oleh badan pengambil keputusan yang berwenang atas dasar pengamatan menyeluruh terhadap sistem perekonomian sebagai satu kesatuan”. Ekonomi di mana masing-masing satuan produksi (atau perusahaan) hanya mwmakai sumber manusia.

pengembangan sektor perdagangan luar negeri dan domestik dengan cara yang harmonis. 7. Semua ini memerlukan investasi serentak di berbagai sektor yang hanya mungkin dilakukan melalui perencanaan pembangunan. 2. Data statistik. Demi pembangunan ekonomi yang tepat. Ada dua metode yang terbuka bagi negara terbelakang : 1. Perumusan Rencana dan Syarat-syarat Perencanaan yang Berhasil Perumusan dan keberhasilan suatu rencana memerlukan hal-hal sebagai berikut : 1. Administrasi yang efisien dan tidak korup. 5. Komisi perencanaan. survei sumber nasional. Dengan tabungan wajib yang ia sebut “industrialisasi swasembada”. 3. 2. Mekanisme pasar di negara terbelakang belum lagi sempurna. penelitian ilmiah.sengaja oleh suatu penguasa pusat untuk mencapai suatu sasaran dan tujuan tertentu di dala jangja waktu tertentu. Tujuan. Kebijkasanaan pembangunan yang tepat. antara penawaran barang yang tersedia dan permintaan atas barang tersebut. Kebutuhan Perencanaan di Negara Terbelakang Salah satu tujuan penting perencanaan di negara terbelakang adalah utnuk meningkatkan laju pembangunan ekonomi. Penetapan sasaran dan prioritas. Harus ada keseimbangan antara tabungan dan investasi. Pembangunan terencana dengan mengimpor modal dari luar negeri yang oleh Zweig disebut “industrialisasi yang disangga”. menetukan jumlah dan komposisi investasi. maka mekanisme pasar perlu disempurnakan melalui perencanaan. mobilisasi dan pemanfaatan sumber-sumber tersedia yang tidak efisien serta didalam. kekakuan struktural. Lewis mencatat unsur-unsur utama kebijaksanaan pembangunan dimaksud sebagai berikut : a. kebutuhan perencanaan di negara terbelakang didorong oleh keperluan menghapuskan pengangguran dan pengangguran tersembunyi yang tersebar luas dalam perekonomian seperti itu. Mobilisasi sumber. Keseimbangan dalam rencana. antara kebutuhan tenaga kerja dan penyediaannya. 8. pembentukan overhead sosial dan ekonomi. dan antara permintaan atas barang impor dan devisa yang tersedia. Prof. . penelitian pasar. negara terbelakang memerlukan pembangunan sekotr pertanian dan industri. Lebih lanjut. Untuk menghapuskan pasar yang tidak sempurna. 6. 4. Penyelidikkan potensi pembangunan.

Ekonomi dalam administrasi. Peningkatan sumber yang lebih baik. Menemukan dan membantu pengusaha yang potensial. satu syarat penting perencanaan pembanguan modern adalah bahwa ia mempunyai teori konsumsi. Perencanaan dengan komando selalu tidak luwes. Kekurangan perencanaan komando : 1. Penyediaan fasilitas latihan khusus dan juga pendidikan umum yang memadai untuk menjamin ketrampilan yang diperlukan. Perencanaan dengan Komando (Direction) dan Perencanaan dengan Ransangan (Indocument) Prof. 11. Perbaikan landasan hukum bagi kegiatan perekonomian. Perencanaan dengan komando menimbulkan apa yang disebut Lewis “kecendrungan pemaksaan” 6. Penyediaan prasarana secara memadai (air. Dukungan masyarakat. Dasar pendidikan. 5.b. 4. Bantuan untuk menciptakan pasar yang lebih banyak dan lebih baik. Lewis menggambarkan perbedaan antara perencanaan dengan komando dan perencanan dengan ransangan dalam rangka mobilisasi sumber bagi pencapaian rencana. perusahaan dan transaksi dagang. 9. baik dalam negeri maupun luar negeri. 12. angkutan dan perhubungan) apakah oleh badan usaha negara atau swasta. 3. e. Perencanaan tidask menghendaki adanya liberalisme. 2. Perencanaan dengan Komando Perencanaan dengan komando merupakan bagian integral dari masyarakat sosialis seperti Uni Soviet. Sistem perencanaan ini berkaitan dengan rezim birokratis dan totaliter. tenaga. Perencanaan dengan komando selalu tidak memuaskan karena sistem ekonomi saat ini sangat rumit. mengatur dan memerintahkan pelaksanaan rencana sesuai dengan sasaran dan prioritas yang telah ditentukan sebelumnya. Perencanaan dengan komando merupakan kegiatan yang mahal. Perencanaan dengan Ransangan . Pemenuhan sasaran berdasarkan sistem perencanaan ini akan menjadi pekerjaan yang sulit. baik swasta maupun negara. Yang merencanakan. f. c. Menurut Prof. 10. d. g. Galbraith. khususnya peraturan yang berkaitan dengan hak atas tanah. Teori konsumsi.

maka Demikian pula. Pada sisi lain. Masing-masing tidak dapat diletakkan di dalam ruang-ruang yang terpisah atau tertutup rapat. Negara sosialis akan sepenuhnya menerapkan perencanaan dengan komando. Karenanya ia membimbing sektor swasta untuk bekerja dan mengembangkan diri menurut petunjuk dan pengawasannya. Dengan demikian jalan yang paling baik bagi negara terbelakang ialah pemaduan kedua teknik perencanaan tersebut secara serasi. tetapi ajakan. Keduanya diperlukan pada saat yang sama dan dapat dipratekkan di negara terbelakang. Namun demikian kedua teknik perencanaan tersebut saling melengkapi. Sejumlah kesulitan yang dapat membuatnya kurang berhasil bila dibandingkan dengan sistem perencanaan komando. Ia berarti merencanakan dengan cara memanipulasi pasar. Kesimpulan Apakah suatu negara harus menerapkan metode perencanaan dengan komando atau perencanaan dengan ajakan tergantung sepenuhnya pada sistem pemerintah yang ada. ekonomi terencana umpama dengan menaikkan laju pembentukkan modal. langkah moneter dan fiskal saja tidak cukup meransang pembangunan kelebihan atau kelangkaan pasti akan timbul. ekonomi kapitalis akan menganut teknik perencanaan dengan ajakan. Perencanaan Keuangan . investasi. konsumsi dan produksi dapat diarahkan ke arah yang benar. bahan dan peralatan. Untuk itu. pinjaman dan perpajakkan. Perencanaan Keuangan dan Perencanaan Fisik Perencanaan keuangan adalah teknik perencanaan alokasi sumber-sumber dalam bentuk uang sementara perencanaan fisik berkenaan dengan alokasi sumbere dipandang dari segi manusia. Ia tidak hanya kekurangan uang tetapi juga sumber administrasi. ransangan dapat diberikan dalam bentuk subsidi dan pembebasan pajak. Pemerintah dapat memperoleh sumber melalui keuangan defisit. (i) Dinyatakan bahwa ransangan yang ditawarkan mungkin tidak memadai bagi produsen dan konsumen untuk bertindak seperti yang diinginkan oleh pemerintah. Tabungan. Pemerintah sendirian tak akan mampu membangun perekonomian di negara seperti ini. Tidak ada keharusan. (ii) (iii) Karena pelaksanaan rencana secara aktual diserahkan pada kekuatan pasar. kebebasan konsumsi dan kebebasan produksi. Ada kebebasan usaha. Ia juga dapat mendirikan industri dasar dan industri berat dan menyediakan overhead sosial ekonomi. Tetapi “kebebasan “ ini tunduk pada pengendalian dan pengaturan pemerintah.Perencanaan dengan ransangan merupakan perencanan demokratis. Hal demikian menganggu rencana pemerintah.

2. Jadi. 4. konsumsi. 5. sarana fifik jadi terganggu. Koefisien investasi dengan demikian dapat dihitung. taksiran menyeluruh dibuat berdasarkan sumber nyata yang tersedia seperti bahan mentah. Perencanaan fisik mempunyai keterbatasan tertentu. ada keseimbangan diantara kedua sektor tersebut. Didalam perencanaan fisik. sasaran fifik gampang dicapai. Jika keuangan tersedia secara memadai. Akibatnya. Perencanaan keuangan tidak sesuai untuk negara terbelakang. Agar berhasil perencanaan keuangan harus bebas dari segala kemacetan. impor dan sebagainya. Perencanaan jenis ini lebih tepat dipergunakan pada perencanaan sektoral ketimbang pada perencanaan menyeluruh. Tindakan memobilisasi sumber keuangan melalui perpajakan dapat berpengaruh buruk pada kecendrungan menabung. Di dalam perencanaan keuangan “pembiayaan ditetapkan dalam bentuk uang dan perkiraan dibuat atas dasar berbagai hipotesa yang menyangkut pertumbuhan pendapatan nasional. 3. Perencanaan keuangan mempunyai berapa keterbatasan.Keuangan merupakan kunci pokok perencanaan ekonomi. Koefisien ini menunjukkan jumlah investasi dan juga komposisi investasi tersebut daklam artian berbagai barang yang dibutuhkan dalam rangka memperoleh kenaikan output suatu produk dengan jumlah tertentu. tenaga kerja dan sebagainya. Ini akan mengakibatkan kelangkaan di dala penawaran dan kenaikan inflasioner pada harga. yakni : 1. yakni : . dan bagaimana sumber tersebut diperoleh sehingga tidak muncul kemacetan selama pelaksanaan rencana tersebut. khususnya kenaikkan inflasioner pada harga. Keseimbangan fifik hanya dapat dicapai melalui penilaian yang tepat pada hubungan antara investasi dan output. yang berarti tidak saja akan kehilasngan pendapatan potensial tetapi juga merupakan ancaman bagi sifat pembangunan sosial yang berimbang karena perencanaan ini tidak dapat menyediakan lapangan yang memadai pada tingkat upah rata-rata dibandingkan dengan kenaikan penduduk dan dengan demikian meningkatkan ketimpangan di antara mereka yang beruntung memperoleh pekerjaan dan mereka yang belum mendapatkan pekerjaan dan pendapatan. tetapi hal demikian akan kian mempersulit neraca pembayaran (negara terbelakang). Ada kemungkinan penawaran dapat ditingkatkan melalui impor. Di negara terbelakang terdapat banyak sekali sektor nonuang di bidang pangan (subsisten) dan sedikit sekali sektor uang yang terorganisasi. tabungan dan peningkatan penguasaan uang cash. untuk menutup pembiayaan tersebut melalui perpajakan. Perencanaan Fisik Perencanaan fisik adalah suatu usaha menjabarkan usaha pembangunan dalam arti alokasi faktor dan hasil produk sehingga memaksimalkan pendapatan dan pekerjaan.

sebagaimana telah dipertimbangkan di atas. “ adalah cetak biru pembangunan yang harus dilaksanakan dalam . menurut Komisi Perencanaan India.1. Sisi keuangan dalam perencanaan di negara soisalis hanyalah merupakan suatu alat akuntansi sosial. dan juga dalam artian tenaga kerja dan arus uang. laba. Perencanaan fisik dan perencanaan keuangan merupakan sisi yang berbeda dari realitas yang sama. keduanya dibutuhkan bersama-sama. Sebagian besar masalah utama ekonomi terletak pada langkanya data statistik dan informasi yang berkenaan dengan sumber fisik yang tersedia. karena di sana tidak ada milik swastadan semua sumber menjadi milik negara. Pendapatan akan tercipta di dalam proses produksi itu sendiri sedang penawaran ditempuh melalui operasi pasar. Bagi negara terbelakang. pasti mengakibatkan tekanan inflasioner lewat kenaikan harga. Keduanya saling melengkapi. Kelangkaan fisik seperti itu. dan penawaran dan permintaan tiap-tiap barang dan jasa harus berimbang dalam artian uang untuk menghindarkan kenaikan inflasioner pada harga atau pergeseran yang tak diinginkan pada harga. transportasi dan sebagainya. keuangan tidak pernah menjadi penghambat. “ Kekurangan keuangan untuk melaksanakan proyek investasi menggambarkan adanya kekurangan sumber-sumber fisik atau keputusan alokasi untuk menggunakan sumber-sumber lain dalam perekonomian nasional. “sasaran fisik produksi harus diseimbangkan dalam artian kuantitas fisik bahan mentah. peralatan. Jadi di dalam perencanaan pembangunan kedua teknik tersebut perlu disatupadukan. PERENCANAAN PERSPEKTIF DAN PERENCANAAN TAHUNAN Kata “perencanaan perspektif” mengacu pada perencanaan jangka panjang di mana sasaran jangka panjang ditentukan lebih dulu. pendapatan dan harga. menerapkan perencanaan fisik. energi. Sebagaimana ditunjukkan Mahalanobis dalam konsep Kerangka Rencananya. tabungan berimbang dengan investasi. sementara sumber keuangan yang lebih besar harus dimobilisasi dalam rangka memenuhi sasaran fisik unutk mempercepat derap pembangunan. Rencana perspektif. 3. misal. perencanaan fifik tanpa perencanaan keuangan selalu merupakan negasi bagi perencanaan. 2. Agar perencanaan efektif. Bagi negara kapitalis.” Ia adalah alat untuk menjabarkan nilai input dan output dalam artian uang guna menghitung biaya. Sasaran fisik harua berimbang dalam artian sumber keuangan yang tersedia. untuk jangka waktu 15. Negara sosialis seperti Rusia. Perencanaan menghendaki agar pendapatan agar berimbang dengan pengeluaran. perencanaan keuangan sama pentingnya dengan perencanaan fisik. dan konsistensi satu sama lain. 20 atau 25 tahun. Kesimpulan Apakah suatu negara terbelakang harus menerapkan teknik perencanaan keuangan atau perencanaan fisik? Jawab atas pertanyaan ini tergantung pada struktur politik negara. Masalah lain adalah bagaimana membuat keseimbangan anatara berbagai bagian perekonomian. 4.

Jadi. Di dalam sistem Perencanaan Perancis itu. yakini : 1. pemenuhan sasaran produksi dan investasi bersifat wajib . Rekonversi perusahaan lama dan penggantian tenaga pensiun . Sistem perencanaan Perancis terhindar dari semua persoalan seperti itu karena dalam pelaksanaan reencana nasional didasarkan pada prinsip desentralisasi. Perencanaan di negara sosialis sebagaimana diketahui bersifat menyeluruh di mana badan perencanaan sampai menentukan hal-hal detil seperti jumlah yang akan diinvestasikan pada masing-masing sektor. Pada sektor ini. baja. dan sebagainya. Tujuan pokok rencana perspektif adalah untuk meletakkan landasan bagi rencana pendek. Organisasi pasar produk pertanian. Kewajiban merevisi rencana. sehingga masalah-masalah yang ahrus diselesaikan dalam jangka waktu yang sangat panjang dapat dipertimbangan dalam perencanaan jangka pendek. Spesialisasi dan pengelompokkan kembali perusahaan industri. Rencana seperti ini tidak luwes karena penyesuaian diri yang diinginkan dan diperlukan terhadap perubahan yang tak terduga atau perbaikan atas kesalahan tidak dapat dilakukan. bahan bakar. PERENCANAAN INDIKATIF DAN PERENCANAAN IMPERATIF Perencanaan jenis ini tidak bersifat wajib tetapi luwes. penetapan harga produk dan faktor. dan jenis serta kuantitas produk yang akan diproduksi. Penurunan biaya melalui program jangja panjang dan rasionalisasi. yang berbeda dengan perencanaan imperatif atau perencanaan menyeluruh. pupuk. transportasi. elektronik. peralatan pertanian. dan adaptasi yang dilakukan akan cendrung terjadi mendadak di sela periode-periode rencana. Kelemahan Perencanaan Perspektif Perencanaan untuk periode tertentu adalah penting pada mulanya karena ia mendorong rakyat dan pemerintahan bergerak pada jalur yang telah ditentukkan di dalam rencana perspektif. semen. Ia dikenal sebagai perencanaan lunak atau indikatif. rencana perspektif bukan berarti satu rencana untuk keseluruhan jangka waktu 15 atau 20 tahun tersebut. Tapi ia bukannya tanpa kelemahan serius tertentu. di samping itu. Tindakan pokok tersebut adalah : (i) (ii) (iii) (iv) (v) Pengembangan penelitian ilmiah dan teknis termasu tenaga atom. dapat mempunyai pengaruh yang melemahkan semangat. “ Tetapi.jangka waktu yang lebih panjang. ada tindakan poko tertentu yang dianggap penting bagi kehidupan sektor dasar dan karenanya langsung ditangani negara. pariwisata. Perencanaan indikatif adalah ekonomi campuran ala Perancis dan sama sekali berbeda dengan tipe perancangan yang berlaku pada ekonomi campuran lainnya di dunia. bila tidak ada ketentuan formal untuk itu. secara administratif. Perencanaan indikatif telah diterapkan di Perancis sejak Rencana Monnet 1947-50. 2. sektor negara mencakup sektor-sektor dasar seperti batu bara. perencanaan perspektif tidak efektif.

15 atau bahkabn lebih lama lagi diajukan setiap tahun di mana tujuan yang semakin luas dituangkan dalam kerabgka pembangunan masa depan diramalkan di dalamnya. Konsep perencanaan beruntun tersebut dirancang untuk mengatasi kekakuan yang dijumpai pada perencanaan tetap lima tahun. Keunggulan. Ada pengawasan menyeluruh oleh negara terhadap faktor produksi. Revisi yang seringkali dilakukan juga menyulitkan keseimbangan yang tepat dalam perekonomian. . kemacetan itu berpengaruh buruk pada semua sektor produksi terkait. ia menciptakan ketidakmenentuan ekonomi pada sektor swasta dan sektor negara. Karena kebijaksanaan dan keputusan pemerintah biasanya kaku. katakanlah tiga. dalam bukunya Indian Economic Planning in Its Broader setting. bila rencana direvisi terus-menerus.Perencanaan imperatif semua kegiatan dan sumber perekonomian berjalan menurut komando negara. Perencanaan seperti itu kini dilakukan di China dan Rusia. India adalah contoh khas percobaan penerapan perencanaan demokratis. Apa dan berapa banyak harus diproduksi semuanya diputuskan oleh manajer perusahaan atau pabrik atas komandi komisi perencanaan atau penguasa perencanaan pusat. Tidaklah mungkin mencapai sasaran yang telah ditetapkan di dalam rencana dalam jangka waktu yang ditetapkan. 2. PERENCANAAN TETAP (FIXED) DAN PERENCANAAN BERUNTUN (ROLLING) Prof. 3. Rencana perspektif untuk 10. Kekurangan. Perencanaan demokratis menghormati lembaga milik swasta. Rencana untuk sejumlah tahun. Rakyat dilibatkan dalam setipa langkah perumusan dan pelaksanaan rencana. Juga. Rencana untuk tahun yang sedang berjalan yang meliputi anggaran belanja tahunan dan anggaran devisa. Myrdal adalah ahli ekonomi pertama yang menganjurkan perencanaan beruntun bagui negara terbelakang. Dasar ideologi perencanaan demokratis adalah filsafat pemerintahan demokratis. Tidak ada kedaulatan konsumen di dalamnya. empat atau lima. yakni : 1. produksi merosot dan merusak seluruh proses produksi dalam perekonomian. Jika ada kemacetan dalam memenuhi sasaran produksi pada suatu tahap. Ia memuat sasaran dan teknik yang akan diikuti selama masa rencana bersama dengan hubungan harga dan kebijaksanaan harga. PERENCANAAN DEMOKRATIS DAN PERENCANAAN TOTALITER Perencanaan demokratis mengandung arti perencanaan di dalam negara demokratis. Didalam perencanaan beruntun. Konsumen mendapatkan barang-barang disesuaikan dengan kebiksanaan pemerintah. Jika manajer industri tidakmelaksanakan rencana produksi sebagaimana mestinya. Keseluruhan sumber dipakai semaksimal mungkin dalam rangka memenuhi sasaran rencana. Rencana ini diubah setiap tahun sesuai dengan kebutuhan perekonomian. setiap tahun disusun dan dilaksanakan tiga rencana baru. produksi tidak dapat diubah dengan mudah.

Produksi juga dilaksanakan oleh perusahaan swasta. PERENCANAAN DI DALAM KAPITASLISME DAN SOSIALISME Perencanaan di bawah kapitalisme tidak dissndsrkan pada rencana yang terpusat a9central planA) dengan tiadanya sentra rencana maka alat-alat produksi bisa dimiliki secara privat. dan untuk melengkapi sistem harga serta menjamin agar sistem ini bekerja secara efisien. Rencana lima tahun yang sedsng berjalan merupakan proyeksi dan kelanjutan dari rencana-rencana sebelumnya dan ia menghasilksan rencana berikut. Dengan demikisan semua masalah jangka panjang perekonomian dapat diatasi melalui serangkaian rencana tetap. . Maka tidak ada perencanaan menyeluruh di dalam kapitalisme.Melahirkan kevakuman. . Semua masalah dsn proyek jangka panjang sebenarnya merupakan bagian dari perencanaan perspektif yang termuat pada setiap dokumen rencana lima tahun. Salah satu keunggulan tipe perencanaan ini adalah bahwa untuk mencapai tujuan yang telah diletakkan di dalam rencana harus ditetapkan sasaran dan prioritas secara ketat. Tiga fungsi untuk capaian sistem ekonomi kapitalis : .Perencanaan Tetap Perencanaan tetap meletakkan dengan pasti sasaran dan tujuan yang perlu dicapai selama periode rencana.” Untuk mengekang pamrih pribadi demi pelayanan masyarakat secara keseluruhan. Perencanaan seperti ini mempunyai keunggulan tertentu dibandingkan perencanaan beruntun. Perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah hanya tersedia dalam lingkup terbatas. Kelemahan : . Kekurangan-kekuranga perencanaan tetap tadi tidak sedemikian seriusnya sampai memaksa orang untuk lebih menyukai perencanaan beruntun. seperti proyek-proyek lembah sungai. tetapi juga membutuhkan masa persiapan sepuluh sampai lima belas tahun. Proyek dengan masa persiapan yang panjang daspat juga diselesaikan dalam 2 atau 3 rencana. . Perencanaan di Rusia dan India termasuk tipe tetap ini.Masalah kemiskinan dan pengangguran tidak dapat diatasi dalam jangka waktu lima tahun. .Sistem perencanaan tetap juga bisa lalai memperhitungan perubahan-perubahantak terduga yang dapat saja menimpa perekonomian selama jangka waktu repelita. Keunggulan. sering suatu repelita dimulai sesuai dengan jadwal tetapi rencana sebenarnya dilaksanakan sesudah selang waktu 1-2 tahun kemudian.Tidak cocok untuk diterapkan pada proyek-proyek besar yang tidak hanya padat modal. Untuk tujuan ini sasaran fisik ditetapkan bersama-sama dengan pembiayaan keseluruhan. Kesimpulan. Kelangkaan dapat dihadspi dan diatasi secara berangsur-angsur melalui sejumlah rencana tetap. Kelangkaan bukanlah milik khas perencanaan tetap.perencanaan sangat tidak merata dan tidak seimbang. Kelangkaan fisik dan keuangan tetap akan timbul pada jenis perencanaan apappun.

Ia menetapkan tujuan. museum. Proses penentuan harga di bawah perencanaan sosialis tidak berjalan secara bebas tetapi bekerja di bawah pengawasan dan pengaturan badan perencanaan pusat. perencanaan sosialis memberikan efisiensi ekonomi yang lebih tinggi karena alatalat produksi tidak kepada kekuatan pasar. dibawah perencanaan sosialis. dan untuk menciptakan kondisi demi kelancaran fungsi mekanisme harga dengan kadar persaingan yang memadai. 3. Ia mencegah pemusatan monopoli. tamam umum. pendidikan dan latihanhya. gagal menegah prktek monopolistik hingga gagal mengurangi kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan. pendidikan. Selain itu tercipta kesejahteraan yang lebih besar karena kesnjangan hampir tidak ada. Perencanaan di dalam Sosialisme Perencanaan di dala sosialisme didasrkan pada rencana yang terpusat. Pada sisi lain. Kesimpulan. ia diawasi dan diatur oleh badan perencanaan dengan cara yang paling efisien. jalan raya. Ini dibuktikan oleh pengalaman semua negara kapitalis. badan perencanaan mampumenghindarkan kecendrungan deflasioner dan inflasoiner melalui koordinasi yang lebih baik terhadap kegiatan berbagai satuan produksi dan memungkinkan penggunaan sumbersumber yang tersedia dengan sepenuhnya. Kekuasaan ekonomi secara penuh terpusat di tangan badan tersebut. mengawasi dan mengatur semua alat produksi dan distribus maka setiap warga digaji sesuai dengan kecakapan. Pemerintah mengambil langkah-langkah bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bentuk kesehatan masyarakat. Semua kegiatan pemerintah tidak dikoordinasikan oleh rencana terpusat apapun. untuk mencegah pemusatan monopoli. pengendalian banjir dan sebagainya. Akhirnya. prioritas dan sasaran rencana. kebun binatang. dan gagal menghindarkan boom dan daerah-daerah kumuh. Jadi perencanaan di dalam kapitalisme dibatasi pada kegiatan pemerintah yang sifatnya mengatur sedemikian rupa untuk menghindarkan resesi atau inflasi. gagal menghindarkan pemborosan sumber. Penerapan perencanaan di bawah kapitalisme gagal menghasilkan efisdiensi ekonomi.1. untuk menaikkan standar kehidupan rakyat. Rencana yang terpusat bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bermanfaatsecara sosial. PERENCANAAN YANG DISENTRALISASIKAN DAN YANG DIDESENTRALISASIKAN . Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran tertentu yang telah diletakkan dalam rencana selama jangka waktu yang ditetapkan ia mengorganisasikan dan mengalokasikan sumber ekonomi dengan komando dan pengawasan secara terencana. Ada penguasa atau badan perencanaan pusat yang merumuskan suatu rencana bagi keseluruhan. Mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga agar permintaan agregat tidak terlalu kecil atau terlalu besar sehingga terhindar dari resesi dan inflasi. 2. jembatan. Malahan. Perencanaan sosialis lebih unggul daripada perencanaan kapitalis. sehingga dengan demikian mengurangi ketidaksamarataan. Karena badan perencana memiliki.

output. ia smapai batas tertentu mengandalkan pada mekanisme pasar. dan perencanaan yang didesentralisasikan. Ia merupakan sistem yang bebas dari kejelekan kapitalisme dan sosialisme tetapi menyatupadukan segi-seginya yang baik. Perencanaan yang desntralisasi memberikan keterpaduan perekonomian sedsngkan perencanaan yang disentralisasi memberikan kebebasan ekonomi dan ransangan kepada perekonomian pasar. kapitalisme dan sosialisme. Untuk itu. Di bawah perencanaan pembangunan pemerintah merumuskan rencana pembanguan bagi perekonomian secara keseluruhan. moneter dan pengawasan langsung untuk memperbaiki kesalahan tersebut. pengeluaran pemerintah dan transaksi luar negeri. Perencanaan di dalam perekonomian campuran tidak bersifat menyeluruh seperti dalam pengertian perencanaan sosialis. PERENCANAAN DALAM PEREKONOMIAN CAMPURAN Perekonomian campuran adalah gabungan antara dua sistem ekonomi. Perencanaan pembanguan dimaksudkan untuk membangun perekonomian secara keseluruhan. Di bawah perencanaan yang disentralisasikan. Lewat perencanaan. Ia juga mengamati hubungan-hubungan sektoral di dalam keseluruhan kerangka perekonomian. perencanaan dapat dibedakan menjadi perencanaan yang disentralisasikan pusat. Rencana pusat ini menggabungkan rencana negara-negara bagian. Rencana dirumuskan oleh badan perencanaan pusat setelah berkonsultasi dengan berbagai administratif negara. Bila pemerintah merencanakan dan menerapkan bebrbagai langkah fiskal. Tetapi ketergantunagn pada mekanisme pasar dapat menimbulkan kelangkaan atau kelebihan produksi barang dan jasa. dan rencana negara bagian menggabungkan rencana tingkat desa dan distrik. kelebihan perekonomian sosialis dikembangkan dan kekurangan kapitalisme dicoba untuk diubah. keseluruhan proses perencanaan suatu negara berada di bawah badan perencanaan . Pada sisi lain. Perencanaan pembangunan mempertimbangkan semua agregat ekonomi yang paling penting seperti tabungan total. Perencanaan pembangunan terutama dikaitkan dengan kegiatan pembangunan negara terbelakang.Dilihat dari sudut pelaksanaan. perencanaan yang didesentralisasikan mengacu pada pelaksanaan rencana dari bawah. Perencanaan yang didesentralisasi lebih unggul daripada perencanaan disentralisasi dalam hal yang menyangkut kebebasan ekonomi dan fleksibilitas perekonomian. Ia mencakup “penerpasn sistem pemilihan yang rasional terhadap sejumlah bidang investasi dan kekuatan pembanguan lainnya yang layak. PERENCANAAN KOREKTIF DAN PERENCANAAN PEMBANGUAN Didalam perekonomian kapitalis timbul sejumlah penyesuaian (maladjustment). Itulah mengapa ia dikenal sebagai perekonomian campuran yang merupakan jalan tengah emas antara kapitalisme dan sosialisme. investasi. maka tindakan ini disebut perencanaan korektif.

Didalam perekonomian campurab ada sektor swasta dalam mana perorangan mengelola sendiri apa yang mereka miliki, biasanya di bidang peternakan, industri dan perdagangan eceran. Sektor yang didasarkan pada prinsip koperasi juga ada dalam perekonomian campuran. Ia biasanya dijumpai di bidang peternakan, perusahaan susu, jual beli dan manufakturing kecil. Perencanaan dalam suatu perekonomian campuran dimaksudkan untuk memberikan semua kekbebasan yang dikenal di dalam kapitalisme seperti kebebasan konsumsi, kebebasan produksi, kebebasan bekerja, kebebasan memiliki dan sebagainya. Tujuan akhir perencanaan dalam perekonomian campuran adalah untuk membuang kejelekan kapitalisme dan memajukan kesejahteraan maksimum rakyat. Untuk melindungi pekerja dari penghisapan kapitalis, pemerintah menerbitkan undang-undang perburuhan dan menetapkan upah minimum, jam kerja dan sebagainya. Perencanaan di negara terbelakang terutama didasarkan konsep perekonomian campuran. Tujuan utama perencanaan seperti itu adalah untuk menaikan laju pertumbuhan perekonomian, berdasarkan berbagai keterbatasan faktor yang ada di negara tersebut. Untuk itu, perencanaan dalam suatu perekonomian campuran mendambakan suatu laju pembentukkan modal yang tinggi melalui berbagai tindakan moneter dan pengawasan fiskal, melalui bantuan luar negeri, pengawasan devisa secara menyeluruh dan perlindungan tarif dan melalui investasi negara dan swasta supaya perekonomian berkembang pada arah yang stabil. Jadi, perencanaan di dalam suatu perekonomian campuran “menekankan betapa penting tindakan tegas pemerintah di dalam mengatasi hambatan yang ada terhadap pertumbuhan ekonomi tanpa memerlukan integrasi terpusat yang melebihi kemampuan birokrasinya, dan memupuk kerjasama yang seerat-eratnya antara dunia usaha swasta dan pemerintah. Perencanaan di dalam suatu perekonomian campuran dihadapkan pada sejumlah masalah, yakni : 1. Ada nonkerjasama antara dua sektor. 2. Perencanaan pada perekonomian campuran menyangkut perluasan sektor negara yang dengan demikian memerlukan pengeluaran negara yang besar. 3. Sektor negara merupakan beban berat bagi rencana keuangan, pengawsan birokratis menyebabkan inefisiensi. MODEL-MODEL PERENCANAAN Suatu model perencanaan adalah rentetan persamaan matematis yang dipergunakan dalam mempersiapkan rencana pembangunan ekonomi. Suatu model perencanaan merinci hubungan antara variabel endogen dan variabel eksogen dan bertujuan menjamin konsistensi rencana pembangunan ekonomi yang diajukan. “Model perencanaan yang dimaksudkan untuk menghasilkan serangkaian tindakan yang secara optimal berimbang, dikenal sebagai saran model, yang dapat membantu badan perencanaan dalam penyusunan rencana sebenarnya.

Model perencanaan dapat dibedakan menjadi tiga jenis : agregat, multisektor dan desentralisasi. Model agresif mengikuti garis optimal perumbuhan agregat-agregat ekonomi seperti pendapatan, tabungan, konsumsi investasi dan sebagainya. Model Harrod –Domar dan model dua-jurang adalah termasuk jenis ini. Model Dua Sektor dan Empat Sektor Mahalanobis termasuk kedala jenis ini. Selanjutnya model “linear programming” atau “optimising” juga merupakan model perencanaan multisektor. Model yang didesentralisasi mengandung variabel sektor atau variabel tingkat proyek yang dipakai untuk mempersiapkan model masing-masing sektor atau proyek. Model itu sangat berguna pada tahap-tahap awal pembanguna ekonomi negara,tatkala informasi yang tersedia hanya menyangkut beberapa sektor atau proyek saja. Kegunaan model perncanaan pada pembuatan rencana yang sebenarnya adalah : a. Memberikan kerangka pengawasan terhadap konsistensi sasaran rencana yang tertukis. b. Memberikan kerangka bagi penentuan sasaran yang sebenarnya. c. Memberikan kerangka penilaian dan pemilihan proyek. d. Memberikan pengertian yang mendalam mengenai struktur perekonomian serta dinamikanya guna menunjang keputusan kebijaksanaan yang lebih baik.

BAB. 50 Harga Bayangan Kebutuhan Mmengenai Harga Bayangan Di negara terbelakang, mekanisme harga tidak bekerja secara sempurna. Harga pasar tidak mencerminkan dengan tepat kelangkaan, laba (benefits), dan biaya relatif. Hal ini disebabkan dengan persaingan sempurna sama sekali tidak ada; perubahan struktural tidak dianggap pada perubahan harga, faktor kelembagaan tidak menunjang keberadaan ekuilibrium pasar produk, buruh, modal dan devisa; dan harga tidak dapat menggambarkan dan menyalurkan pengaruh-pengaruh langsung dan tidak langsung di sisi permintaan dan sisi penawaran. Pasar tidak berada pada ekuilibrium sebagai akibat kekakuan struktural. Buruh tidak dapat dipekerjakan sepenuhnya karena langkanya faktor pembantu lain. Tingkat suku bunga tidak menggambarkan dengan sebenarnya arti modal bagi perekonomian. Dengan neraca pembayaran terus-menerus mengalami disekuilibrium, yang tidak tergambar pada kurs resmi. Untuk mengatasi persoalan ini, para ahli ekonomi menganjurkan digunakannya harga bayangan dalam pengalokasian sumber dalam perencanaan pembangunan, untuk mengevaluasi proyek dan sebagai alat proramming.

Makna Harga Bayangan Harga bayangan mencerminkan nilai intrinsik atau nilai yang sebenarnya dari faktor atau produk. J. Tinbergen mendefinisikannya pertama sekali daitahun 1954 sebagai berikut : ‘Harga Bayangan” adalah harga yang menunjukkan intrinsik atau nilai yang sebenarnya dari faktor atau produk dalam arti harga ekuilibrium. Harga tersebut mungkin berbeda di berbagai saat, berbagai daerah dan berbagai pekerjaan (dalam hal buruh). Ia mungkin menyimpang dari harga pasar. Pada 1958 Tinbergen mendefinisikan harga bayangan sebagai harga yang sama dengan nilai intrinsik dan yang akan terjadi jika : a. Pola investasi yang dibahas benar-benar dilaksanaka. b. Ekuilibrium benar-benar terjadi pada pasar yang baru saja disebutkan (i.e: pasar buruh, modal, devisa). Definisi ini jelas dan lengkap, tetapi tidak berbicara apa-apa mengenai tingkah-laku harga akunting dalam perjalanan waktu. Penentuan Harga Bayangan 1. Metode Ekuilibrium Umum Ekuilibrium ditentukan untuk semua faktor dengan mengambil penawaran dan permintaan terakhir. Untuk ini, data-data dari berbagai macam sektor perekonomian dikumpulkan dan harag akunting dari setiap faktor dinyatakan dalam lambang-lambang aljabar, kemudian dijumlahkan untuk keseluruhan pereokonomian. 2. Metode Ekuilibrium Parsial Menurut metode ini, harga bayangan untuk modal, buruh dan devisa ditentukan secara terpisah. a. Penentuan Harga Akunting Modal Hasil sosial atas modal yang dipergunakan pada sektor =

Rumus yang tepat bagi peehitungan suku bunga adalah :

R = Di mana R adalah suku bunga bayangan, G adalah laju pertumbuhan Sv adalah laju tabungan para penerima laba, Py adalah sumbangan laba pada keseluruhan pendapatan, dan Sw adalah laju tabungan penerima upah. Misalkan G = 5 persen, Sv = 25 persen, dan Sw = 5 persen, maka suku bunga bayangan.

R =

=

= 16,6 persen

b. Penentuan Harga Tenaga Buruh Penentuan harga bayanga tenaga buruh merupakan masalah yang sulit karena buruh mempunyai efisiensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu harga bayangan buruh tidak dapat disamaratakan, baik antara buruh terdidik dan tidak terdidik maupun antara berbagai macam buruh yang terdidik. c. Penentuan Kurs Devisa Bagi negara terbelakang yang mengalami kesulitan dalam neraca pembayaran, kurs devisa bayangan merupakan hal yang penting. Suatu ekuilibrium tiruan dapat diperoleh dalam neraca pembayaran dengan menetapkan kurs devisa bayangan yang lebih tinggi daripada kurs devisa resmi. “Dalam suatu rencana pembangunan optimum, kurs akunting devisa akan sama besar dengan biaya marginal penerimaan devisa melalui ekspor maupun dengan biaya marginal penghematan devisa melalui subsitusi impor. Dalam banyak hal, yang pertama mungkin lebih mudah diestimasi sebab di negara terbalakang relatif hanya terdapatbeberapa ekspor yang potensial sekurang-kurangnya dalam waktu dekat”.untuk ini maka bobot diletakkan pada biaya mata uang asing pada proyek. Jika misalnya “kurs akunting mata uang asing adalah 50 persen lebih tinggi dari nilai pasarnya, pengaruh netto suatu proyekpada neraca pembayaran harus diberi bobot 0,5 sebagai tambahan terhadap pengaruh itu pada pendapatan nasional. Hal ini sama dengan melihat seluruh biaya devisa dan penerimaan devisa dengan harga 1,5. Menurut Dr. Little, Israel merupakan satu-satunya negara sedang berkembang dimana harga akunting devisa ini diestimasi melalui cara ini. Tidak setiap proyek harus diberi bobot yang sama karena komponen mata uang asing pada masing-masing proyek tidak sama. Kesulitan-kesulitan Harga Bayangan 1. perhitungan harga bayangan mengandaikan atau mensyaratkan adanya data tetapi data yang memadai tidak begiru gampang tersedia di negara-negara terbelakang. 2. untuk menetapkan nilai intrinsik suatu faktor atau produk menghendaki adanya ekuilibrium penuh disemua pasar. 3. asumsi tentang ekuibilirium pekerjaan penuh di dalam keseluruhan perekonomian membuat konsep harga bayangan menjadi tidak menentu. 4. kesulitan lai timbul dalam kaitannya dengan dimensi waktu. Konsep harga bayangan bersifat statis dan tanpa unsur waktu, karena harga bayangan dipergunakan untuk mengatasi kesulitan yang terdapat di dalam evaluais dan perencanaan proyek tatkala harga faktor berubah-rubah sepanjang waktu. Semua input dan output dalam hal seperti ini dinilai berdasarkan harga bayangan tetap.

Myrdal di dalam Asian Drama-nya menganggap harga bayangan sebagai konsep yang sama sekali tidak nyata. diperlukan perhitungan produktivitas marginal faktor oleh pemerintah dan penggunaan sistem subsidi dan perpajakan sedemikian rupa sehingga menyamakan harga penawaran faktor-faktor dengan nilai produktivitas marginalnya. karena seperti diakui. dan tidak ditetapkan berdasarkan biaya alternatif sosial (social opportunity costs). Dalam Evaluasi Proyek Harga bayangan dipergunakan untuk mengevaluasi dampak suatu proyek pada pendapatan nasional yang juga disebut sebagai dampak eksternal. 3. jika harga bayangan dihitung menurut dafinisi Quayyum. harga penentuan harga bayangan sangat sulit pada proyek-proyek yang bersifat substitusi dan komplementer. taat asas. Dalam kebijaksanaan Pemerintah (publik) Sukses perencanaan pembangunan tergantung pada bekerjanya secara tepat kebijaksanaan pemerintah. 8. kesulitan praktis lain yang timbul adalah kesulitan mempergunakan harga bayangan pada perekonomian di mana perusahaan-perusahaan swasta membeli input dan menjual output pada harga pasar. 6. 9. 7. Prof. utama untuk negara-negara terbelakang di AsiaSelatan. harga-harga tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti konsep abstrak dan metafisika ini tidak dapat membantu memecahkam masalah-masalah teoritis dan praktis yang dihadapi para perencana Asia Selatan. Tujuan utamanya ialah untuk memaksimasi pendapatan nasional sepanjang waktu. Harga bayangan adalah harga intrinsik yang jika penentuannya tepat dapat menjadi dasar berhasilnya suatu rencana dalam batas-batas tertentu. Di dalam perencanaan (Programming) Harga bayangan mempunyai arti paling di dalam penyusunan program (perencanaan). . seringkali harga jasa seperti listrik dan angkutan diatur oleh pemerintah. Manfaat Harga Bayangan 1. 2.5. Perencanaan adalah pergerakan perekonomian dengan cara yang terpadu. dan masuk akal.

menyarankan cara dan sarana memperbaiki pelaksanaan lebih lanjut dan menutup lubang-lubang kebocoran. Kriteria Analisa Biaya Hasil Kriteria Nilai Kini Netto. . Ia adalah proses untuk mengevaluasi tingkat hasil (rate of return) suatu proyek. mengadakan penilaian pada proyek tengah dilaksanakan dalam rangka mengetahui seberapa jauh telah diselesaikan dan apa yang masih harus diselesaikan. Tahap-tahap Evaluasi proyek mencakup empat tahapan : meninjau kembali keadaan sebelum proyek tersebut benarbenar dimulai. Kriteria ini juga dinyatakan sebagai kriteria nilai kini netto hasil. dan terakhir mengevaluasi tujuan yang telah tercapai pada waktu proyek beroperasi sepenuhnya. Suatu proyek dikatakan secara sosial menguntungkan jika NPVB > 0. profitabilitas sosial dan akibat sampingannya terhadap laju pertumbuhan penduduk. Jika ada sejumlah proyek yang sama-sama menguntungkan maka proyek dengan nilai kini netto hasil yang tertinggi yang harus dipilih. latihan buruh dan manajemen. Analisa Biaya Hasil Di dalam menilai proyek dari sudut pandang nasional maka metode yang paling tepat dan terkenal ialah analisa biaya-hasil (coct-benefit analysis). 51 EVALUASI PROYEK DAN ANALISA HASIL ARTI Evaluasi proyek merupakan bagian integral setiap program pembangunan dala rangka menilai keberhasilan atau kegagalan dan menunjukkan cara-cara penyempurnaan lebih lanjut. Fungsi obyektifnya ialah untuk menghitung hasil sosial netto (nett social benefits = NBS).BAB. dan terhadap laju reinvestasi. sehingga Net Present Value of Benefits = Gross Present Value of Benefits – Gross Value of Costs. Nilai Kini Netto (Net Present Value = NPV) adalah sama dengan nilai kini hasil dikurangi nilai kini dan biaya operasi dan pemeliharaan dikurangi pengeluaran sebelumnya.kriteria ini merupakan suatu kriteria penting yang dipergunakan dalam evaluasi proyek. lapangan kerja. Analisa biaya hasil “bermaksud menggambarkana dan mengkuantifikasikan keuntungan dalam artian satuan meneter pada umumnya”.

karena metode ini manegabaikan horison waktu. IRR tergantung pada tingkat diskonto sosial. 2 . B2 . NPV = Dimana B1.. Jadi. Kriteria Tingkat Hasil Internal (Internal Rate of Return riteriaon). Semua proyek di mana rasio nilai-kini hasil terhadap nilai-kini biaya adalah lebih besar daripada satu.. Rumus perhitungan IRR ini adalah : Di mana r adalah tingkat hasil internal. Dinyatakan dengan simbol: Kriteria NPV tersebut dianggap sebagai rumus yang paling tepat bagi evaluasi proyek..i adalah tingkat diskonto sosial untuk gabungan tahun. 1. 2 . Marglin mendefinisikan tingkat hasil internal (IRR) sebagai tingkat diskonto di mana nilai-kini penghasilan dikurangi biaya adalah sama dengan nol.. n.1 dimana tingkat diskonto diukur dengan sumbu . Jika nilai-kini netto dari dua alternatif proyek dianggap tertentu (given). biaya dan hasil yang akan datang tidak dapat disamakan dengan hasil sekarang. Investasi modal memberikan hasil setelah selang beberapa waktu. Hal ini dilukiskan di dalam Gambar 51.. Di dalam kenyataan. Kriteria ini mengacu kepada persentase tingkat penghasilan yang secara implisit terkandung di dalam arus hasil dan biaya proyek. Dalam hal beberapa proyek sama-sama bersifat eksklusif maka proyek yang harus dipilih ialah proyek yang memiliki tingkat hasil internal tertinggi.Akan tetapi penjelasan kriteria NPV dalam arti biaya hasil ini bagi evaluasi proyek tidak merupakan metode yang benar. Secara simbolik : 2. Karena masyarakat mengutamakan nilai saat ini ketimbang nilai yang akan datang.C1. Hanya proyek-proyek dengan nilai-kini hasil yang melebihi nilia-kini biaya yang harus dipiih. Oleh karena itu. Faktor diskonto ini dinyatakan sebagai : dimana i adalah tingkat diskonto sosial dan t adalah periode waktu.. Bn adalah rentetan hasil sekarang bruto dalam tahun 1. maka perlu mendiskontokan biaya dengan hasil dari suatu proyek. n... C2 . maka pilihan kedua proyek itu akan tergantung pada tingkat diskonto. Cn adalah rentetan biaya sekarang bruto dalam tahun 1.

IRR proyek B adalah lebih tinggi daripada IRR proyek A karena tingkat diskonto Or adalah lebih tinggi daripada Or1. Memilih di antara dua proyek berdasarkan perubahan-perubahan di dalam tingkat diskonto tersebut dinamakan pemindahan (swiching) dan pemindahan kembali (reswitching). Pada Or.3 di mana konsumsi sekarang C1 digambarkan dengan sumbu horisontal dan kosumsi mendatang C2 pada . Tingkat diskonto sosial itu merupakan premi yang ditaruh oleh masyarakat karena mengutamakan konsumsi sekarang daripada konsumsi mendatang. Hubungan antara NPV dan IRR. IRR kedua proyek itu sama tinggi. Proyek ini akan dipilih untuk dibangun selama besarnya NPV > 0 dan r (10%) > i (50%). Hubungan antara NPV dan IRR dilukiskan dalam Gambar 51. Kurva AA1 menggambarkan investasi proyek A dan kurva BB1 investasi proyek B. Or2. Tetapi jika tingkat diskonto itu jatuh ke bawah. Tingkat di mana NPV berubah dari positif menjadi negatif adalah IRR. proyek A akan dipilih karena NPV-nya lebih tinggi sebesar ba. di mana IRR diambil sebagai 10 persen dan tingkat diskonto sebesar 5 persen dalam hal proyek A.2 . Hal ini digambarkan dalam Gambar 51. jika NPV jatuh. Hal ini dilukiskan dengan bantuan Gambar 51.2.horisontal dan NPV pada garis vertikal. Jadi kriteria yang benar untuk pemilihan suatu proyek adalah r > 1. tingkat diskonto naik dan suatu keadaan muncul jijka NPV menjadi negatif. Proyek yang akan dipilih ialah proyek yang IRR-nya lebih tinggi daripada tingkat diskontonya.

Jadi di dalam mengevaluasi suatu proyek. Jika diketemukan bahwa hasil yang diharapkan melebihi biaya. 3. Kesimpulan. ketiga. Kesulitan Dalam Perkiraan Biaya. Untuk sampai kepada hasil dan biaya langsung agregat tersebut. pertama.sumbu vertikal C1C2 adalah garis batas transformasi atau kurva kemungkinan investasi. di dalam menghitung biaya tahunan. data dikumpulkan dan diperhitungkan menurut jumlah fisik barang dan jasa yang diproduksi. Kesulitan di Dalam Perkiraan Hasil. Mengabaikan Gabungan Biaya dan Hasil. menurut jumlah fisik barang dan jasa yang dikonsumsi. 4. 2. nilai uang barang dan jasa dihitung atas dasar indeks harga di berbagai pasar yang menggambarkan bobot keadaan inflasioner dan deflasioner. . Tingkat Diskonto yang Bersifat Arbitrer. maka proyek tersebut bermanfaat untuk dilaksanakan dan sebaliknya. harus diperhatikan daya tahan dari assets modal dan penyusutannya. Keterbatasan Analisa Biaya-hasil 1. Biaya tahunan dihitung dengan membagi biaya total dengan daya tahan yang diharapkan dari assets modal. Begitujuga hasil tahunan dihitung dengan menghitung nilai uang dari hasil langsung yang mengalir dari proyek dan menguranginya dengan biaya terkait proyek tersebut. Terakhir. kemudian kedua. kita harus menghitung dan membandingkan dengan keseluruhan hasil langsung dan biaya langsung totalnya.

Kesulitan dalam perkiraan biaya. 2. Penggunaan analisa biaya-hasil mengandung sejumlah kesulitan bagi negara terbelakang : (a). ada kemungkinan timbulnya disekonomi tertentu karena pemusatan . Karena proyek seperti itu memerlukan waktu panjang untuk dapat dipetik buahnya. Dalam rangka menyeleksi skala produksi yang optimum untuk suatu proyek tertentu. Misalnya antara irigasi dan cara-cara lain untuk menigkatkan produksi pertanian. Analsia demikian membantu mengurangi perbedaan efektivitas marginal tindakan alternatif untuk mencapai tujauan. Ia memiliki keuntungan politis dalam arti “bagi suatu kelompok tertentu akan sulit untuk menganggu suatu proyek demi kepentingannya sendiri jika kelompok itu. Perbedaan output pada berbagai waktu. Ia membantu di dalam menilai biaya pencapaian suatu tujuan dalam arti hasil/manfaat yang dikorbankan dalam kaitanya dengan tujuan lainnya. Masalah Eksternalitas. maka di dalam evaluasi diperlukan adanya pengurangan dan penghitungan biaya dan harga masa depan. Teknik produksi skala kecil biasanya lebih fleksibel ketimbang teknik produksi dengan skala luas. Dampak lokasi dan skala. Mengabaikan Biaya Alternatif (opportunity Cost). Penyesuaian Terhadap Resiko dan Ketidakmenentuan. (c). Perbedaan dalam ragam komoditi yang diproduksi.5. Beberapa Saran Proyek seharusnya dinilai dalam kombinasi ketimbang secara sendiri-sendiri. 3. 7. telah dimintai persetujuannya pada saat penentuan kriteria perencanaan proyek”. (b). Didasarkan pada kondisi negara maju. 1. Harus dilakukan perhitungan kurs devisa yang lebih tinggi ketimbang harga pasar dan penghitungan upah yang lebih rendah ketimbang upah pasar. 2. Faktor-faktor langka yang dipergunakan harus dihitung sebagai hasil negatif sedang hasil-hasil positif yang ditimbulkan oleh investasi dalam proyek harus dianggap menambah produk nasional. Kesulitan mendapatkan data.teknik produksi yang berbeda menghasilkan kualitas produk yang berbeda pula. harus dilakukan suatu perkiraan tentang adanya kenaikkan permintaan pada berbagai waktu. Lebih jauh. Studi PBB menyebutkan faktor-faktor di bawah ini untuk dimasukkan di dalam prosedur evaluasi. Penggunaan Biaya-Hasil di Negara Sedang Berkembang Tiga keuntungan penggunaan analisa biaya-hasil ini bagi negara sedang berkembang : 1. 6. bersama kelompok lain dalam masyarakat. 3. Faktor ini terutama penting dalam hal proyek dengan masa tanpa-hasil yang panjang seperti proyek lembanh sungai. Faktor ini menyebabkan evaluasi proyek menjadi agak sulit.

Tujuan Pengawasan Fisik Tujuan pengawasan fisik adalah untuk menjamin alokasi secara tepat sumber-sumber langka demi stabilisasi harga.yang berlebihan pada beberapa pabrik-pabrik berskala luas. pengawasan tidak langsung.pengendalian harga. harus juga dipertimbangkan. Dipihak lain. Tetapi sifat. PENGAWASAN DI DALAM PERENCANAAN KEPERLUAN PENGAWASAN Pengendalian atau pengawasan merupakan bagian integral dari suatu perekonomian perencana. investasi dan sebagainya. pengendalian devisa dan ekspor impor. Perekonomian berencana terpusat mengandung pengawasan secara menyeluruh atas semua kegiatan ekonomi. Jenis-jenis Pengawasan Pengawasan dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. Perekonomian terbelakang merupakan perekonomian langka dimana persediaan . kedalaman dan jenis tindakan pengawasan tergantung pada jenid perencanaan Negara yang bersangkutan. Pada pihak lain. dikenal sebagai pengawasan umum yang mempengaruhi harga dan pendapatan dan transaksi dalam perekonomian. bea ekspor. otorisasi. pengendalian monopoli. dan sebagainya. Hanya beberapa saja dari dampak ini dapat dievaluasi secara kuantitatif. Dampak nonpasar produksi berbeda dari proyek yang satu ke proyek yang lain. Pengawasan langsung dikenal sebagai pengawasan fisik. konsumsi pertukaran dan distribusi. mempengaruhi pilihan-pilihan konsumen dan produsen didalam perekonomian.kuota. suatu perekonomian campuran mengenal pengawasan yang tidak menyeluruh dengan tujuan utama mengalokasikan sumber-sumber langka dengan cara yang tepat. pengendalian anti penimbunan. 4. Penggunan teknologi maju dapat dilakukan di dalam mendidik buruh dan manajemen bagi industrialisasi dalam jangka panjang meskipun fakta ini tidak tercermin di dalam penghitungan harga akunting.Pengawasan seperti itu dilakukan melalui perizinan. penjatahan. 5. Biaya dan manfaaat sosial yang misalnya membantu mengurangi pemborosan yang tidak diinginkan. dalam hal ini. perdagangan dalam dan luar negeri. devisa. tabungan.produksi.penjatahan.2.

diterapkan pengendalian dalam bentuk kuota impor. modal. 3. penerbitan izin dan otorisasi atas dasar prioritas. bahan mentah. Kedua. devisa dan sebagainya sangat terbatas. Pengawasan Investasi Dinegara terbelakang dana yang dapat diinvestasikan pada bidang-bidang yang tepat dan sangat langka.fasilitas dasar . bahan baku dan suku cadang yang dapat memperbesar laju pertumbuhan industry.barang konsumen. larangan impor komoditi non esensial tertentu. komponen dan bahan baku eks impor.buruh dan kuota out-put dan (ii) dengan membatasi kebutuhan fisik barang-barang melalui pengawasan harga dan penjatahan. izin umum atau khusus yang didasarkan pada satu beberapa criteria berikut: (a) Negara asal barang (b) derajat pentingnya (c) pagu moneter dan kuota impor tertentu (d) kewajiban-kewajiban khusus dan (e) alokasi internasional. Pengawasan Impor Pengendalian impor dinegara terbelakang bertujuan menggeser impor barang-barang konsumen tidak penting kebarang modal . bea masuk. 2. dan penjatahan devisa. Jadi pengendalian impor dinegara terbelakang mempunyai dua cirri.bahan makanan. Pengawasan Produksi Pengawasan produksi berkaitan erat dengan pengendalian investasi. Pengawasan terhadap Konsumsi Konsumsi dapat diatur dan dikendalikan melalui dua cara (i) dengan membatasi produksi barang-barang konsumsi langsung melalui alokasi bahan mentah. 4.Metode pengendalian investasi yang lazim ditempuh ialah penetapan kuota. Misalnya ada kemungkinan diperlukan pengendalian investasi pada bidang-bidang industry yang cendrung menggeser pekerja pengrajin tanpa mempengaruhi out put material secara mendasar. peralatan modal.Dibidang – bidang investasi yang memerlukan mesin. 1. Pertama. Tetapi dalam kenyataan ada perbedaan diantara keduanya. .

Bentuk lain dari pengendalian mata uang asing adalah system kurs ganda. Pengawasan Mata Uang Asing Pengendalian mata uang asing merupakan suatu metode mempengaruhi neraca pembayaran secara langsung. tekanan neraca pembayaran dan alokasi barang dan jasa secara adil. Penerimaan ekspornya rendah karena mereka terutama mengekspor bahan mentah dan produk murah lain yang tunduk pada fluktuasi harga internasional dan perubahan-perubahan dalam permintaan. Keterbatasan Pengawasan Fisik Pengendalian atau pengawasan fisik sebagai diperbincangkan diatas. Pengendalian juga membutuhkan koordinasi yang sempurna antara Pusat dan Negara Bagian . Pengendalian tidak dapat dilakukan secara terus menerus. tidak begitu berhasil didalam menemukan permintaan dan penawaran barang dan jasa di gara seperti India.Akan tetapi tujuan utama pengendalian perdagangan dinegra seperti itu adalah ( a) Untuk mendapatkan devisa yang lebih besar dari ekspor (b) untuk menjaga agar jumlah produk tetap tersedia untuk kepentingan konsumsi domestic ( c) untuk menerapkan standar mutu (d) Untuk memenuhi komitmen karena alokasi internasional dan (e) untuk memenuhi komitmen ekspor sesuai dengan perjanjian dagang dan terkahir untuk meningkatkan ekspor ke daerah-daerah mata uang keras (hard currency) 6. perubahan permintaan produk baik didalam maupun luar negeri dan kebutuhan penghematan persediaan cadangan bahan mentah penting. Badan pengendali mata uang asing dapat menetapkan satu atau beberepa kurs untuk berbagai jenis transakasi internasional. Pengendalian memerlukan penetapan berbagai macam harga tidak hanya pada berbagai tahapan produksi tetapi juga pada berbagai macam tempat . Ia harus ditinjau kembali dan diperlonggar manakala penawaran membaik. Pengawasan ini mengandung pada dirinya kesulitan-kesulitan yang tidak memungkinkannya mengendalikan tekanan inflasioner.5. Pengawasan terhadap konsumsi dalam bentuk pengendalian harga dan penjatahan dapat berhasil dinegara-negara yang pemerintahannya efisien.Kur normal dapat dipergunakan untuk impor barang-barang penting dan kurs penalty untuk barang-barang nonesensial. Negara terbelakang menderita kesulitan neraca pembayaran. Pengawasan Ekspor Kontrol terhadap ekspor berbagai macam produk dinegara terbelakang bergantung pada kondisi penawaran didalam negeri.

Dibidang Produksi India memiliki system yang paling lengkap mengenai pengendalian fisik dalam bentuk izin. otorisasi.dll. tidak hanya pasar gelap dolar tetapi juga sterling. korupsi dan keputusan-keputusan arbitrer. kuota yang ditetapkan ternyata tidak memadai dibandingkan permintaan. Mereka hanya dapat mengimpor dari Negara yang mata uangnya tersedia di Bank Sentral India. Kebijaksanaan pengawasan lalu-lintas devisa di India telah menimbulkan pasar gelap. 3. 2.mesin dan bahan mentah dari Negara yang dipihnya.1. Negara itu lebih baik tidak mempergunakannya. Dibidang Ekspor Kebijaksanaan pengendalian ekspor merupakan kebijaksanaan yang berhasil didalam mencapai tujuan utamanya mendapatkan penerimaan devisa yang lebih besar dan dengan demikian dalam mengurangi deficit neraca pembayaran 4. telah menciptakan korupsi.Ada segudang peraturan dan prosedur yang rumit sehingga banyak sekali keterlambatan terjadi dalam pengambilan keputusan dipihak instansi pemerintah.Dikebanyakan Negara miskin perizinan lebih banyak menjadi penghambat dan merupakan keputusan yang tak dapat dijelaskan. Seringkali industry-industri prioritas tidak mampu mengimpor input-input tepat pada waktunya karena keterlambatan pengurusan izin dan kuota. kuota. Dibidang pengawasan Kurs Pengawasan mata uang asing di India dilakukan dengan sangat ketat. Dalam hal tertentu. Bahkan lebih jauh. Dibidang Impor Kebijaksanaan pengendalian impor melalui kuota atau izin impor juga memperbesar kemungkinan terjadinya kelambatan. Pengawasan ini tidak memberikan kebebasan pada perusahaan swasta untuk membeli produk . 53 ANALISA INPUT-OUTPUT . Jika perizinan tidak dapat didaftar dengan cermat dan efisien.

oleh sector itu sendiri dan oleh sector permintaan akhir. Masing-masing industri hanya memproduksi satu produk homogen. Kedua. Terkahir.Input-Output merupakan teknik baru yang diperkenalkan oleh Profesor Wassily W. iv. Input diperoleh. Jadi input merupakan pengeluaran perusahaan. Kombinasi input diterapkan dalam proporsi yang ditetapkan secara ketat. iii. Leontief pada 1951. dan output merupakan penerimaannya. ii. permintaan konsumen dan persedian factor adalah tertentu (given) Perbandingan antara hasil dan skala ( Return to scale) bersifat konstan. Didalam produksi tidak terdapat ekonomi dan disekonomi eksternal. ia tidak memusatkan dirinya pada analisa permintaan tetapi pada masalah teknis produksi.R Hicks input adalah “sesuatu yang dibeli untuk perusahaan”. Ciri-ciri Utama Pertama. vi. Harga. analisa input-output memusatkan perhatiannya pada perekonomian dalam keadaan ekuilibrium. vii. yang masing-masing dapat dibagi kedalam subsector. sedang out put adalah “sesuatu yang dijual oleh perusahaan”. Teknik ini dipergunakan untuk menelaah hubungan antar industry dalam rangka memehami saling ketergantungan dan kompleksitas perekonomian serta kondisi untuk mempertahankan keseimbangan antara permintaan dan penawaran. PENGGUNAAN MODEL INPUT-OUTPUT DALAM PERENCANAAN . Proporsi input terhadap output senantiasa konstan. analisa ini didasarkan pada penelitian empiris. Output total tiap sector antar industry pada umumnya dapat dipergunakan sebagai input oleh sector industry lain. Keseluruhan perekonomian dibagi kedalam dua sector yaitu “sector antarindustri”dan sektor permintaan akhir”. tetapi output diproduksi. v. Teknik ini juga dikenal sebagai “analisa antar industry”. Unsur ini tidak kita jumpai didalam analisa ekuilibrium parsial. Menurut Profesor J. Jumlah nilai uang dari input merupakan biaya total suatu perusahaan suatu perusahaan dan jumlah nilai uang dari out put merupakan total penerimaan. Asumsi i.

Tabel input-output mengacu pada perekonomian secara keseluruhan dalam tahun tertentu. Ia menunjukan nilai arus barang dan jasa diantara berbagai sector produksi terutama arus antar industry. TAbel 53.1 Tabel-Input Output (Dalam arti Nilai) (Rupiah) Sektor pembelian Sektor Input ke pertanian (1) Pertanian Industri Nilai tambah* Output total atau Biaya Total 50 100 150 300 Input ke Industri (2) 150 250 100 500 Perekonomia n akhir (3) 100 150 0 250 Output Total atau Penerimaan Total 300 500 250 1050

Ada dua jenis hubungan yang menandakan dan mentukan cara suatu perekonomian bertingkah laku dan mengandung pola arus sumber tertentu. Keduanya ialah : (a) stabilitas atau keseimbangan internal masing-masing sector perekonomian dan (b) Stabilitas eksternal masing-masing sector atau hubungan antar sektoral. Profesor Leontief menyebut keduanya sebagai hubungan fundamental antara keseimbangan dan struktur. Jika dinyatakan secara matematik, keduanya dikenal sebagai “persamaan keseimbangan” dan “persamaan structural” Matrik koefisien teknik produksi untuk setiap tabel input out put dengan n sector akan terdiri dari nx unsure-unsur n. Karena didalam contoh kita ada dua sector , maka koefisien teknik 2 x 2 dari matriks tersebut secara simbolik disusun sebagai berikut : Tabel 53.2 Matriks Tekonologi A Pertanian Pertanian a11 Industri a11

a21 Industri a22

Dengan menggunakan persamaan (3) ( ajj = xij/xj) untuk menghitung ajj untuk tabel 53.1 inputoutput dua sector dalam contoh kita , kita memperoleh matriks teknologi sebagai berikut : Tabel 53.3 Matriks Koefisien Tekonologi A Pertanian Pertanian Industri 50/300 = 0,17 100/300 = 0,33 Industri 150/300 = 0,50 250/500 = 0,50

Koefisien input ini diperoleh dengan membagi masing-masing angka-angka dalam kolom pertama. Tabel 53.1 dengan total baris pertama, dan masing-masing angka dalam kolom kedua dengan baris kedua, dan sebagainya. MODEL INPUT-OUTPUT DINAMIS Sebegitu jauh kita telah mempelajari suatu model statis yang terbuka. Model tersebut menjadi dinamis manakala ia ditutup dengan mengaitkan bagian investasi dari tagihan akhir barang dengan output. Model input-output dinamis memperluas konsep penyeimbangan intersektoral pada batas waktu tertentu menjadi konsep penyeimbangan intersektoral sepanjang waktu. Model ini dengan sendirinya melibatkan konsep modal tahan lama. Model input output dinamis Leontief merupakan perampakan (generalisasi) model statis dan didasarkan pada asumsi-asumsi yang sama. Didalam model dinamis, output suatu waktu tertentu dianggap masuk didalam stok, dalam hal ini barang modal, dan sebaliknya stok tersebut didistribusikan diantara industry-industri. Keterbatasan Analisa Input-Out Put Analisa input-output mengandung beberapa kelemahan. Kerangka kerjanya didasarkan pada asumsi dasar Leontief mengenai konstannya koefisen input industry yang sebagaimana disebut diatas dipecah menjadi “perbandingan anatara hasil terhadap skala” dan “teknik produksi”, yang dua-duanya diasumsikan konstan. Asumsi yang pertama dapat diterapkan pada perekonomian yang stasioner, sedangan asumsi kedua dapat diterapkan dalam teknologi stasioner. Namun asumsi-asumsi ini tidak

sesuai dengan kenyataan. Keduanya tidak menggambarkan analisa antar industry yang bersifat dinamis bahkan dalam analisanya yang disebut “model dinamis” sekalipun. Keduanya tidak menceritakan apa-apa kepada kita tentang bagaimana koefisien teknik akan berubah sejalan dengan kondisi yang berubah. Keanekaragaman dalam penggunaan teknik produksi seperti itu menyebabkan asumsi tentang koefisien produksi yang tetap tersebut menjadi tidak realistis. Model input-output terlalu naïf dan terbatas karena ia semata-mata menekankan pada sisi produksi perekonomian. Kesulitan lain timbul dalam hal ‘permintaan akhir’ atau ‘daftar barang’ (Bill of goods). Didalam model ini, pe,belian oleh pemerintah dan konsumen dianggap sebagai tertentu (given) dan diperlakukan sebagai ‘daftar barang’yang khas. Analisa input-output tidak mengenal mekanisme penyesuaian harga, sehingga membuat model ini menjadi tidak realistis.Model input-output berstandar pada persamaan yang sulit dicari.

Penggunaan Teknik Input-Output dalam Perencanaan Pengetahuan mendasar tentang “koefisien arus”dalam model statis dan tentang “koefisien modal”dalam model dinamis dua-duanya diperlukan bagi rencana pembangunan. Tabel input-output memperlihatkan kepada kita saling hubungan antara berbagai sector dari hubungan structural dari masingmasing sector. Atas dasar keterangan ini, penjabat perencana dapat menentukan pengaruh suatu perubahan dalam satu sector pada semua sector lain dalam perekonomian dan dengan demikian dapat menyusun rencana yang sesuai dengan itu. Dari segi perencanaan, model input-output dinamis lebih banyak punya daya tarik, ia membantu dalam menunjukan keseimbangan output yang bergerak. Analisa input-output juga dipergunakan untuk skonomi nasional. Model-model statis dan dinamis tersebut dapat diterapkan dalam mempersiapkan “kerangka rencana”dinegara terbelakang. Model input-output memberikan informasi yang perlu mengenai koefisien structural berbagai sector perekonomian selama suatu jangka waktu atau suatu waktu tertentu yang dapat dipergunakan untuk seoptimal mungkin mengalokasikan sumber-sumber ekonomi menuju cita-cita yang diinginkan.

Bab 55 KONSEP RASIO MODAL-OUTPUT
Pengertian Rasio modal output ada 2 macam:

1. Rasio modal output rata-rata (ACOR) Menunjukkan hubungan antara persediaan modal yang ada dan arus output lancar yang dihasilkan. Dengan kata lain ACOR menunjukkan segala sesuatu yang telah diinvestasikan pada masa lalu dan pada keseluruhan pendapatan. 2. Rasio modal output marginal atau inkremental (ICOR). Menunjukkan hubungan antara jumlah kenaikan output (Pendapatan) ∆Y, yang dihasilkan dari kenaikan tertentu pada persedian modal, ∆K. Dapat digambarkan sebagai ∆K/∆Y.
R Modal K
∆Y

E
∆K

D

O

Y

Output

Berdasarkan gambar kurva diatas: ACOR = KY/OY ICOR = ED/KD (=∆K/∆Y) Konsep rasio modal output dapat diterapkan tidak hanya pada perekonomian secara keseluruhan tetapi juga pada berbagai sektornya. Ada berbagai rasio modal output untuk berbagai sektor perekonomian, dimana pada sektor yang memakai teknik padat modal rasio modal outputnya akan menjadi tinggi dan sektor yang memakai teknik padat karya rasio modal outputnya akan rendah. Rasio Modal Output di Ekonomi Terbelakang Berbagai perkiraan rasio yang telah dibuat untuk negara terbelakang: -

Ahli yang ditunjuk PBB menggunakan rasio yang bergerak dari 2:1 s/d 5:1 Kurihara mengasumsikan rasio kira-kira 5:1 Singer pada model pembangunan ekonominya mengasumsikan 6:1 untuk non pertanian dan 4:1 utnuk pertanian dan rasio rata-rata 5:1 Rosenstein-Rodan memperkirakan rasio 3:1 dan 4:1 Lewis memperkirakan rasio 3:1 dan 4:1

Penggunaan Overhead Sosial dan Ekonomi 15. 5. Kebijaksanaan Ketenagakerjaan 12. Industrialisasi 13. . Komposisi Investasi 7. Sifat Rasio Modal-Output Hal Rasio Modal Output Rendah atau Tinggi di Negara Terbelakang Alasan para ahli ekonomi tentang rasio modal output rendah di negara terbelakang adalah sebagai berikut: 1. Tersedianya Sumber Alam 2. Penduduk tumbuh lebih cepat. Hubungan Harga Faktor 11. Sumber prodiktif lainnya kurang dimanfaatkan dan kapasitas produktif rendah. Laju Investasi 6. Derajat dan Sifat Kemajuan Teknologi 5. Sumber alam kurang/belumdimanfaatkan dan investasi modal tidak banyak yang dapat diharapkan menaikkan output.9:1 dan 4:1 sedang negara terbelakang 1. Pertumbuhan Penduduk 3. 3. Rasio antara modal yang ada terhadap pendapatan tahunan jauh lebih rendah karena tingkat akumulasi modal jauh lebih kecil (Profesor Lewis). Pada tahap awal lebih memusatkan pada pembangunan pertanian dan industri padat karya lainnya. 4. Kualitas Keterampilan Manajerial dan Organisasional 9. Jumlah Modal yang Diperlukan 4. Perluasan Pendidikan 14.5:1 dan 2:1 Faktor-faktor yang Menentukan Rasio Modal Output 1. 6.- HK Manmohan Singh. untuk negara maju rasionya 2. Pengaruh Ekspor dan Impor 16. Banyak menggunakan metode produksi yang menghemat modal karena kurangnya modal dan melimpahnya buruh. Efisiensi Dalam Penanganan Jenis Peralatan Baru 8. 2. Pola Permintaan 10.

Modal tidak sepenuhnya dimanfaatkan maka tingkat depresiasi menjadi rendah. Lokasi penempatan pabrik sangat jauh dari sumber bahan mentah. Tahap awal pembangunan dilakukan investasi modal yang besar. Alasan para ahli ekonomi tentang rasio modal output tinggi di negara terbelakang adalah sebagai berikut: 1. Tidak mungkin tetap konstan sepanjang periode rencana. 7. 5. Sifat perekonomian negara terbelakang stagnan akibat investasi modal tertentu tidak dimanfaatkan pada awal pembangunan. 2.7. Keterbatasan Penggunaan rasio modal outpug sebagai alat untuk memperkirakan keperluan modal di negara terbelakang dikelilingi oleh sejumlah keterbatasan: 1. Penggalakan penggunaan teknik padat karya yang dapat mengurangim output memerlukan penggunaan modal yang besar (Profesor Kurihara). modal akan banyak memberi hasil jika dipakai bersama degan jumlah buruh yang besar. Terjadi pemborosan dalam penggunaan modal. Tidak dapat dipergunakan sebagai alat untuk menentukan prioritas diantara berbagai sektor atau proyek dalam perekonomian. Dibatasi oleh kapasitas kurang dimanfaatkan atau berlebih dalam hal penggunaan sumber alam pada suatu perekonomian. 3. 11. pola permintaan berubah dimana diperlukan industri padat modal lebih banyak. 6. 8. Pertumbuhan penduduk tidak cepat meningkat. Untuk menyedot sumber-sumber alam yang belum dan kurang tergali. Suku bunga sangat tinggi. 9. Perekonomian bergerak pada garis pembangunan ekonomi. 4. Tingkat melek huruf dan pendidikan sangat rendah sehingga pengetahuan teknologi berkembang lamban. Sumber daya alam terbatas. 10. 4. 3. modal dibutuhkan lebih tinggi untuk substitusi. Tidak tersedianya data teknis mengenai biaya dan output sehingga tidak dapat dibuat kalkulasi rasio modal output yang tepat. 2. diperlukan investasi modal yang tinggi. .

Jadi konsep rasio modal output merupakan alat bermanfaat guna menyorot pentingnya modal didalam perencanaan pembangunan. heterogenitas. b.5. Tidak mampu menerangkan mengenai investasi modal manusia yang diperlukan untuk mencapai laju pertumbuhan tertentu. Berbagai pembatasan dan pengawasan langsung menghambat harga menyesuaikan permintaan dan penawaran. Pada negara terbelakang faktor pendukung amat langka. Konsep rasio modal output didasarkan pada asumsi implisit bahwa jika modal meningkat persedian faktor-faktor pendukung juga meningkat. 10. Adanya asumsi tidak adanya perubahan pada seni produksi pada umumnya. dengan menganggap rasio modal output konvensional sebesar 3:4. Tidak dapat digunakan konsep rasio modal output keseluruhan yang terdiri dari dari rasiorasio sektoral dalam mengestimasi dengan tepat untuk menguji konsistensi rencana pembangunan. Selama masa depresi. membantu dalam menguji konsistensi laju pertumbuhan yang diinginkan dan sumber sumber yang ada di negara terbelakang. c. Investasi negara yang direncanakan dan investasi swasta yang diharapkan semuanya dikelompokkan jadi input modal. semua kenaikan modal akan diikuti oleh penurunan pada output. Kesulitan timbul dalam pengukuran modal dan output: a. . Selain itu letak penting rasio modal output adalah pada penyelesaian problem arus investasi bantuan asing yang begitu besar. maka untuk mencapai laju pertumbuhan yang lebih tinggi diperlukan bantuan asing yang lebih besar. Kekhususan. 9.Jadi rasio modal output dipakai untuk menentukan laju pertumbuhan suatu perekonomian. 6. Karena rasio tabungan pendapatan domestik di negara terbelakang rendah. komplementaritas dan indivisibilitas modal di Asia Tenggara tidak memungkinkan pengelompokan demikian. Terutama pada saat memriksa konsistensi antara sasaran pertumbuhan pendapatan nasional dengan modal tambahan yang akan mungkin terkumpul dari tabungan investasi asing yang sedang berjalan. Rasio modal output sebagai alat perencanaan akan memberikan hasil yang lebih berarti dalam jangka panjang dibandingkan dalam jangka pendek. 8. sehingga konsep tersebut tidak dapat diterapkan. 7. Arti Penting dalam Perencanaan Rasio modal output merupakan konsep penting dan berguna bagi perencanaan ekonomi di negara terbelakang.

Bab 56 PEMILIHAN TEKNIK Pengertian Pemilihan teknik mengacu pada berbagai jenis kombinasi untuk proyek atau perusahaan tertentu. Bagi negara terbelakang jenis teknik yang terbuka adalah antara teknik padat karya dan padat modal. Pemilihan teknik tersebut diatas tujuannya adalah untuk memilih teknik mana yang lebih efisien dengan mengingat proporsi faktor yang ada. dimana teknik efisien berusaha meminimkan biaya dari suatu output tertentu atau memaksimalkan output dari input tertentu. antara industri ringan dan industri berat serta antara pertanian dan industri. Suatu kombinasi yang dipilih menunjukkan jenis tekniknya. Proses perkembangan teknologi .

Pasarnya sangat kecil.Hal ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Keberhasilan melewati tahap berurutan evolusi teknologi ini memerlukan empat faktor: 1. konsumsi dan tabungan sangat rendah. Kuznets tidak terpenuhi karena: 1. 4. 4. Penemuan Ilmiah atau penyempurnaan didalam pengetahuan teknis. Penyebaran inovasi tergantung pada keinginan orang untuk menerapkan proses dan produk baru itu untuk produksi massal. Penyebaran hasilperbaikan yang diiringi dengan penyempurnaan. Ada kondisi yang diperlukan bagi peningkatan pengetahuan ilmiah. 2. Kuznets menemukan beberapa pola nyata pada pertumbuhan teknologi: 1. 3. 3. Setiap tahap memerlukan investasi modal yang besar dan tenaga buruh yang terampil. Dinegara terbelakang syarat-syarat yang disebutkan Prof. Fasilitas pendidikan an penelitian tidak memadai.Prof. Inovasi yang berarti penerapan suatu perbaikan pada produksi ekonomis. 2. Perbaikan (invention) yaitu mempergunakan pengetahuan yang sudah ada untuk tujuan yang lebih bermanfaat. Modal K O L L1 Q Q1 Buruh . Inovasi memerlukan keterampilan dan kewirasawastaan yang dapat memanfaatkan penemuan-penemuan secara menguntungkan. Tingkat pendapatan. 3. peningkatan output dengan menaikkan produktifitas buruh per unit modal dan yang bersifat rendah modal. Buruh terampil dan wiraswasta sangat langka. Teknik Padat-Karya Pada teknik ini. 4. 2.

Memerlukan biaya tinggi dan sejumlah besar modal. Pasar yang kecil yang hanya memerlukan pengembangan perusahan kecil. Penyedian tenaga teknis dan manajerial berketrampilan tinggi yang saling melengkapi tidak tersedia. khususnya ditengah keterbelakangan yang mencolok. pemeliharaan dan suku cadang).Gambar 56. Impor pabrik dan peralatan yang mahal dan kesulitan purna jual (reparasi. Teknik Modern Padat-Modal Teknik ini sangat kental dengan pemakaian teknologi. 2. Dengan teknik baru.1 Modal K Q2 O L Buruh Gambar 56. keberhasilan pembangunan ekonomi. 3. Impor yang besar menyulitkan neraca pembayaran.2 Teknik Padat Modal Keterbatasan teknik Padat Modal 1.Menurut Galenson dan Leibenstein. sebaian besar tergantung pada penerapan teknologi modern dalam skala yang sebesar mungkin.Pengangguran dan kelangkaan modal yang berat. . Hal ini tergambar dalam gambar berikut ini. Tingkat output lebih tinggi dengan anggapan isoquant Q2 lebih tinggi dari isoquant Q1 pada gambar 56.1 Teknik Padat Karya Output (isoquant Q) diproduksi dalam perekonomian dengan mempekerjakan modal (OK) dan buruh (OL). 4. . 5. . Teknik ini menggunakan modal lebih banyak (OK) dibandingkan dengan buruh (OL). jumlah modal yang sama (OK) dan memakai buruh yang lebih banyak (LL1) dapat memproduksi output yang lebih besar (isoquant Q1).

agar jumlah modal terbatas yang tersedia dapat tersebar merata dalam arti lebih banyak dapat memanfaatkan sumber manusia dan sumber lainnya. . “ Teknologi yang tepat suatu negara tergantung pada sumber. 2. Kerenanya dituntut agar memetik manfaat dari pengetahuan yang melimpah dibidang teknologi dari negara maju dan memodifikasi serta menerapkan teknik negara maju tersebut sesuai dengan keperluan dan daya serap sosial. Tuntutan tersebut mengharuskan agar didalam tahap awal pembangunan dipergunakan teknik padat karya dan teknik hemat modal. Karena penduduk yang relatif tidak terampil sulit untuk disulap menjadi tenaga berketerampilan tinggi dalam satu generasi tanpa melibatkan investasi sejumlah besar modal dalam latihan dan dalam peralatan” (Yale Brozen) Penggunaan Teknik Bekas Negara Maju Penggunaan teknis bekas negara maju meskipun sedikit murah dan dan intensitas modalnya rendah. tenaga yang sangat terlatih dan sejumlah besar pelayanan terkait. Bengkel kerja harus dibangun di tempat mayoritas rakyat tinggal. dan pasarnya. Teknologi yang tepat untuk negara berkembang yaitu teknologi menengah yang disebut teknologi biaya rendah atau teknologi relevan. Harus murah agar dapat dibangun dalam jumlah besar dan memerlukan modal yang tinggi dan impor. sarana angkutan dan perhubungan. Perbedaaan yang besar antara teknik lokal dan teknik impor menimbulkan ktidakpuasan sosial dan ketentraman yang mengikuti industrialisasi dengan penerapan teknoligi maju.6. tetapi dari segi pemeliharaan. Schumacher teknologi tersebut diatas memerlukan pendekatan regional dalam pembangunan dan memerlukan empat syarat bagi keberhasilannya: 1. Latar belakang sosio-ekonomi dan geografi yang berbeda. 4. polanya. Metode produksi harus sederhana. Investasi awal yang kecil. Adanya sumberdaya. ia memerlukan biaya tinggi. Produksi sebagian besar harus bergantung pada bahan lokal dan untuk pemakaian lokal. 8. 2. Menurut Prof. ekonomi dan teknis mereka. 7. 3. Vakil dan Brahmanand menyarankan teknik-teknik berikut utnuk dipakai di negara terbelakang: 1. Dipelajari dengan mudah dan dalam waktu singkat. teknologi dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan buruh.

. melimpahnya tenaga kerja yang menganggur. Mempunyai dampak yang menjangkau jauh ke dalam proses pertumbuhan ekonomi. Untuk menaikkan tempo pembangunan. Teknik Padat Karya Versus Teknik Padat Modal Ciri umum negara terbelakang adalah kekurangan modal dan kelebihan buruh. 4.3. 3. 6. Untuk melawan tekanan inflasioner pada perekonomian sedang berkembang. 3. Rendah impor. Alasan yang mendukung teknik padat modal: 1. sehingga modal lainnya dapat digunakan untuk pembentukan modal berikutnya. Dipilihnya teknik produksi yang sangat padat modal yang tidak cepat usang. 7. Alasan pekerjaan. teknik ini memeratakan pendapatan total yang tercipta lebih meluas ke seluruh masyarakat. 2. Mengurangi masa persiapan investasi. sangat kekurangan modal dan sumber kewiraswastaan. Banyak digunakan di desa-desa dan kota kecil. Menghasilkan produksi barang yang bermutu dan menekan biaya. Akan mendatangkan pendapatan yang sebagian besar jatuh ke tangan pengusaha dimana mereka memiliki kecendrungan menabung lebih tinggi. Laju pertumbuhan jauh lebih cepat dan dalam jangka panjang akan tersedia lapangan pekerjaan yang lebih banyak. Pekerjaan meningkat melalui penggunaan teknik padat karya. Timbulnya monopoli dan konsentrasi kekuatan ekonomi pada beberapa orang. 6. Proses produksi lebih menguntungkan karena produktifitas naik lebih cepat dibandingkan dengan biaya sehingga memungkinkan ekonomi produksi skala luas. 4. 5. sehingga dapat digunakan lagi untuk investasi. 5. 7. Alasan sumber laten. 8. 5. 4. 2. teknik padat karya hanya memerlukan alat dan peralatan lebih sederhana yang tidak perlu diimpor. Alasan yang mendukung teknik padat karya: 1. Sedikit investasi di bidang buruh ahli dan terampil. Menaikkan tingkat produksi dan menaikkan suplai mineral atau listrik. Dapat menikmati keuntungan sistem desentralisasi dan terhindar dari dampak negatif sistem pabrik. 6. Menghemat sumber langka ketimbang buruh.

Sering sekali keputusan investasi swasta dijatuhkan pada proyek-proyek yang tidak menunjang pembangunan ekonomi.8. Dengan kata lain untuk memaksimalkan output. Proyek yang cepat menghasilkan dengan intensitas modal rendah memungkinkan pemakaian sumber modal langka secepat mungkin untuk kemudian diinvestasikan kembali ke proyek lain. Mendorong mempertinggi ketrampilan dan efisiensi dan membantu dalam latihan manajemen. Untuk menyediakan overhead sosial ekonomi. Menurut chenery. investasimodal dalam jumlah besar. Criteria ini dikemukakan oleh JJ Polak dan NS Buchanan. Karena itu dirasakan bahwa hanya penguasa negara yang dapat mengambil keputusan mengalokasikan sumber daya investasi langka dan mempengaruhi arah investasi swasta kearah proyek yang berorientasi pembangunan.( dari rasio modal output rendah). Untuk ini pilihan yang tersedia bagi penguasa Negara adalah antara teknik padat-modal tinggi dan padat modal rendah. 9. BAB 57 KRITERIA INVESTASI DIDALAM PEMBANGUNAN EKONOMI Secara umum bahwa perusahaan swasta pada perekonomian didorong oleh prinsip maksimasi laba. yaitu: . Criteria Putaran (turn over) modal Criteria putaran modal dikenal dengan berbagai nama yaitu criteria laju putaran. Proyek seperti itu juga memberikan pekerjaan maksimum per sumber dinegara terbelakang. Logika yang terkandung didalamnya adalah bahwa karena modal dinegara terbelakang adalah begitu langka maka teknik yang harus dipilih adalah yang menghasilkan output maksimum perunit modal yang dipergunakan. Tetapi ada keterbatasan tertentu dalam criteria ini. criteria utama bermanfaat dalam pemilihan anatara berbagai proyek dalam sector tertentu. harus dipilih proyek investasi dengan tingkat putaran modal yang tinggi. Dari kedua alasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik padat karya cenderung menaikkan produksi dan pekerjaan dalam perekonomian dan disisi lain teknik padat modal cenderung mempercepat laju pertumbuhan modal dan kemudia memaksimasi kapasitas produktif dan pekerjaan dalam jangka panjang. criteria maksimisasi output terhadap modal (criteria padat modal minimum atau rasio modal output minimum).

criteria ini didasarkan pada pendekatan produkstivitas marginal konvensional. 7. Pada industry tertentu seperti pertanian. 2. tingkat penyusutan modal bisa semakin tinggi tetapitingkat outputtidak bisa semakin tinggi. dengan demikian mengharuskan penggunaan modal yang lebih besar.K. Teknik seperti hal diatas sering menghasilkan produk dibawah standar karena produk tersebut disubsidi oleh pemerintah dan memerlukan biaya social yang tinggi. 5. KRITERIA PRODUKTIFITAS MARGINAL SOSIAL Pertama kali dikemukakan oleh AE Kahn dan disempurnakan oleh Hollis B. Semakin tinggi putaran. 3. Proyek dengan rasio modal output yang tinggi mungkin dapat menghasilkan keuntungan tertentu bagi perekonomian sehingga melampaui biaya ekstra yang diperlukan proyek tersebut. Kriteria ini tidak dapat dengan sendirinya berarti bahwa dengan pekerjaan yang meningkat total. 6.1. Kriteria ini mengabaikan unsur waktu Proyek yang cepat menghasilkan yang dalam jangka pendek mempunyai rasio modal output rendah dapat mencapai rasio yang tinggi dalam jangka panjang. produktifitas buruh tetap rendah seperti biasanya tanpa menghasilkan tambahan pada pada Penerapan teknik padat karya bahkan dapat mengurangi output. Kriteria ini mengabaikan keuntungan suplementer yang mengalir dari suatu proyek investasi. . rasio tersebut sebenarnya bisa menjadi tinggi. Jika modal kerja seperti pupuk juga dimasukkan kedalam investasi modal tetap. rasio antara modal terhadap output kelihatannya rendah. 4.N Prasad sebagai gantinya mengemukakan criteria tingkat putaran netto. Argument maksimisasi pekerjaan yang terkandung pada konsep ini hanya dapat dilaksanakan dengan baik dalam jangka pendek.Cheneri. Investasi padat karya dan hemat modal membuat aka nada tambahan pada output output total. Semakin banyak modal yang digunakan pada suatu proyek dalam kombinasi dengan sejumlah input lainnya yang ada. 8. oleh sebab itu Dr.

Pemilihan proyek tergantung pada peringkatnya dan jumlah biaya dan dana yang tersedia. neraca pembayaran dan bahan domestic serta bahan impor yang dipakai. O biaya overhead termasuk penyusutan dan K adalah modal yang diinvestasikan. π positif menggambarkan surplus dan πnegatif menggambarkan defisit. Dia membuat perigkat proyek-proyek investasi menurut urutan nilai sosialnya dan mempelajari pengaruhnya pada pendapatan nasional. Chenery menyusun suatu rumus bagi pengukuran kuantitatif konsep PMS tersebut.produk marginalnya setelah jangka waktu tertentu akan mulai menurun sampai produktivitas modal marginalnya pada berbagai pemakaian sama. Vhenery menggambarkan perbedaan ini dengan π. Jika besar π adalah nol berarti neraca pembayaran seimbang.O/K Dimana X mewakili nilai pasar yang meningkat dari output dan E adalah nilai tambah dari output karena ekonomi netto eksternal. Jika B negatif berarti impor dan jika positif berarti ekspor. Untuk mempermudah rumus tersebut selanjutnya π (aB1+B2) diganti dengan Bπ sehingga dampak neraca pembayaran secara gabungan dan rumus akhirnya menjadi: PMS = V – C/K + Bπ/K . Tujuannya adalah mengalokasikan sumber investasi yang terbatas dengan cara sedemikian rupa sehingga memaksimalkan output nasional. M biaya bahan. Maka : PMS = V-C/K + π (aB1+B2)/K Karena unsure-unsurnya sama maka aB1 merupakan dampak tahunan yang dibenarkan pada neraca pembayaran akibat pembayaran luar negeri sebelumnya dan B2 adalah dampak tahunan pada neraca pembayaran akibat pelaksanaan proyek. L biaya buruh. Dengan anggapan neraca pembayaran seimbang maka persamaan Chenery adalah: PMS = X + E – L – M. dilihat dari mata uang local. Persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi (V-C)/K dimana V adalah nilai tambah social domestic sama dengan (X+E) dan C adalah biaya total factor yang sama dengan (L+M+O) Karena dinegara terbelakang devisa lebih berharga ketimbang mata uang domestic maka perbedaan besar antara nilai actual dan nilai resmi mata uang asing.

4. Criteria ini juga dikenal sebagai criteria tingkat surplus atau hasil bagi investasi per kapita marginal atau produkstifitas netto per pekerja dikurangi konsumsi per pekerja. Dalam menaikan proporsi modal terhadap buruh. Criteria PMS itu tidak jelas dan tidak pasti sebab sulit untuk memperoleh penilaian yang bebar mengenai keuntungan dan biaya berbagai proyek masa kini maupun masa datang. Galeinson dan lebeinstein menekankan maksimisasi output per kapita dimasa dating ketimbang di saat ini. Proses produksi yang mempunyai rasio buruh modal yang tinggi menyebabkan sebagian besar pendapatan masuk ke laba dan hanya sebagian kecil yang masuk keupah. 2. 5. Produktivitas marginal modal dalam berbagai proyek disamakan atas dasar teknologi yang tidak memerlukan pengalokasian dana yang dapat diinvestasikan. galeinsin dan leibenstein lebih menyukai teknik padat modal meski untuk negara dimana modal langka dan buruh melimpah sekalipun. Ini mungkin apabila tingkat tabungan dimasksimalkan kearah penginvestasian kembali pendapatan. Salah satu kelemahan utama criteria PMS adalah bahwa criteria ini berkaitan dengan pengaruh investasi pada pendapatan nasional dan mengabaikan pengaruh multiplikasi investasi saat ini pada pendapatan masa mendatang. Criteria PMS hanya mempertimbangkan saat ini. Tidaklah benar untuk mengatakan bahwa produkstivitas modal marginal pasti sama pada semua pemakaian. Produkstifitas factor pada berbagai pemakaian tergantung pada hubungan antara biaya dan harga produk yang diproduksi dan ini pada gilirannya akan bergantung pada kondisi penawaran dan permintaan. KRITERIA PENGINVESTASIAN KEMBALI Kriteria ini dikemukakan oleh galenson dan leibenstein. Keterbatasan: 1. Urbanisasi yang mengikuti industrialisasi melalui pendirian industry-industri padat modal akan mempengaruhi sejumlah factor social dan ekonomi lainnya termasuk pertambahan . potensi output perkapita dan surplus yang dapat diinvestasikan perkapita .Dengan ini rumus chenery menghitung PMSdari sejumlah proyek investasi di italia dan yunani. 3. Dengan demikian sebagian besar dari pendapatan yang tergolong laba tersebut tersedia untuk diinvestasikan.

penduduk. Criteria ini bersandar pada asumsi bahwa apapun yang diterima sebagai upah akan dipergunakan kembali untuk konsumsi dan apapun yang dibayarkan pada buruh akan diinvestasikan kembali. Penggunaan kriteria ini mengabaikan masalah pembagian pendapatan yang tidak merata dalam perekonomian seperti itu. Oleh karena itu hanya sebagian kecil saja dari sumber investasi bruto yang akan dipergunakan untuk menggantikan barang modal yang sudah using dan selebihnya disediakan bagi pembentukan modal dimasa mendatang. Industry padat modal tinggi seperti besi dan baja tidak akan menghasilkan output sampai beberapa tahun tertentu dilewati. Kritik terhadap criteria ini: 1. 6. 4. 2. pengelolaan perusahaan besar secara efisien menjadi sulit. 9. Hasil bagi penginvestasian kembali tersebut didasarkan pada asumsi bahwa konsumsi tetap konstan sepanjang masa. Kriteria ini bersifat berat sebelah karena ia tidak mengkaji dampak neraca pembayaran pada investasi. 7. Pemusatan industry padat modal skala besar dinegara terbelakang dihadapkan pada sejumlah kesulitan prktis. Selanjutnya proses produksi padat modal menunjukkan bahwa barang-barang modal mempunyai umur yang panjang. Anggapan bahwa proses padat modal tinggi mempunyai daya investasi kembali yang kuat tidaklah benar. 3. Kriteria ini mengabaikan pentingnya konsumsi malahan ia menyarankan pembatasan. Otto eikensten berpendapat bahwa bagi investasi terencana dari pada tergantung pada kriteria penginvestasian kembali mungkin lebih baik menggunakan tindakan fiskal untuk mencapai suatu distribusi pendapatan yang akan menghasilkan tabungan yang memadai untuk tujuan investasi. Namum asumsi demikian tidak dapat dipertahankan. sesudah melampuai suatu titik produktifitasnya kembali menurun. . Karena kekurangan buruh terampil dan kemampuan kewiraswastaan. 5. Criteria ini bertentangan dengan asas produktifitas modal marginal. 8. Begitu jumlah marginal dinaikkan dalam dosis yang berurutan.

5 12.0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4. Hasil itu naik dari 42m ke 58m pada proyek H dan turun dari 51 m ke 49 m pada .0 8. Ditunjukkan oleh tabel.57.Kesimpulan. terlepasvdari keterbatasan itu.0 6.5 9.0 11. kriteria penginvestasian kembali bermanfaat sebagai prakiraan awal dalam memacu laju pertumbuhan pendapatan pada suatu perekonomian terbelakang KRITERIA DERET WAKTU AK Sen mengemukakan kriteria deret waktu .5 13. Misalkan ada dua proyek H (padat modal) dan I (padat karya) dengan rentang waktu selama sepuluh tahun dan hasil total dari masing-masing proyek adalah 100 juta.0 17.5 100.5 12. Berdasarkan rasio modal output dan tingkat tabungan lintasan waktu dari dua detik (padat modal-padat karya) misalnya dapat digambarkan dan diketahui teknik mana yang mendatangkan hasil yang paling tinggi selama rentang waktu tertentu.0 13.0 10. kriteria ini berusaha memaksimalkan output dalam jangka waktu tertentu.0 9. sementara pada empat tahun sisanya hasil proyek H naik lebih banyak ketimbang proyek L.1 Periode (Tahun) Proyeksi I (Padat Modal) Proyeksi II (PadatKarya) H (dlm jutaan) L (dlm jutaan) 6.0 7.0 11.0 100.5 15.0 5.0 Hasil proyek H lebih kecil (42 Juta) dibanding dengan proyek L (51 Juta) selama enam tahun pertama.0 12.0 7.0 10.

dapat pulih kembali dalam periode waktu sepuluh tahun. kesemuanya dapat berubah dan membuat ramalan investasi dan output masa datang tidak hanya sulit tetapi keliru. 2. kecendruang mengkonsumsi. dengan mempertimbangkan unsur waktu dalam menetukan teknikteknik produksi dalam suatu perekonomian terbelakang. 3. Karena hasil total kedua proyek itu sama maka posisi keseluruhannya adalah posisi indifference. Kriteria deret waktu ini. Hal yang penting adalah apakah kehilangan output sebelumnya akbibat melaksanakan proyek padat modal. Tidaklah mungkin mendapatkan deret waktu untuk keseluruhan waktu yang akan datang. oleh karena itu jangka waktu perencanaan harus ditetapkan dengan pasti. Faktor-faktor seperti perubahan teknologi. tingkat upah. Hal ini dijelaskan dengan bantuan diagram yang direproduksi oleh Sen. menjadi lebih realistis ketimbang kriteria lainnya.proyek L. . Keterbatasan Sen sendiri menunjukkan tiga keterbatasan konsepnya yaitu: 1. Pengmabilan rentang waktu tertentu adalah arbitrer sifatnya.

Sistem berkaitna dengan sistem perekonomian pasar bebas dimana faktor-faktor produksi dimiliki oleh swasta. mekanisme harga diatur dan diawasi. Dalam ekonomi berenacana berbagai unsur mekanisme harga-biaya dan laba semuanya direncanakan dan dikalkulasi oleh badan perencana sesuai dengan disainnya. Ludvig von Mises merupakan orang . Akhirnya mekanisme pasar menghasilkan efisiensi dan output secara maksimal melalui keseimbangan permintaan dan penawaran barang dan jasa. produsen dan pemilik sumber mwlakukan kegiatan ekonomi. Prof. Jadi dalam ekonomi berencana kalkulasi dalam ekonomi secararasional tidak akan mungkin karena tidak seperti dalam ekonomi bebas.BAB 58 PERENCANAAN EKONOMI DAN MEKANISME HARGA Mekanisme harga adalah suatu sistem organisasi ekonomi dimana setiap individu dalam kedudukannya sebagai konsumen. Individu bebas memeilih pekerjaan apa saja untuk membelidengan harga yang ditemtukan oleh kekuatan pasar. Berbagai asumsi yang menjadi dasar berkerjanya sistem harga tidak berlaku dalam perncanaan. kekuatan Mekanisme Harga Pada Ekonomi Berencana Mekanisme harga merupakan ciri khas ekonomi pasar bebas dan karena itu tidak mempunyai relevansi dengan ekonomi berencana.

Harga yang tercipta secara historislah sebenarnaya berlaku sebagai dasar bagi proses percobaan berikutnya. melainkan sistem dimana persaingan oligopoli dan monopolistik berlaku. Produsen dan konsumen harus menyelaraskan penjualan dan pembelianya sedemikian rupa sampai dia tidak dapat lagi menambah pendapatannya atau kepuasannya. Untuk dapat memenuhi syarat obeketif dan subjektif tadi dalam ekonomi berencana. Pada sisi lain. Proses ini berlangsung terus sampai syarat objektif keseimbangan dipenuhi dan keseimbangan final tercapai. 2. Setiap harga harus sedemikian rupa sehingga penawaran dan permintaan tiaptiap komoditi adalah sama. Alokasi sumber secara rasional dalam perencanaan ekonomi ditinjau dari sudut pasar yang kompetitif memerlukan adanya tiga syarat keseimbangan : 1. Pendapatan konsumen harus sama dengan penerimaan yang mereka peroleh dari penjualan jasa produkstif plus laba.pertama yang meyatakan bahwa perencanaan ekonomi pasti akan mengalami kegagalan tanpa adanya mekanisme pasar bebas. 3. taylor lerner dan lange dan banyak lainnya menunjukkan bekerjanya mekanisme harga dalam perencanaan ekonomi. Oleh karena lange tidak setuju dengan pendapat bahwa tanpa pasar yang kompetitif tidak akan ada metode yang praktis untuk menemukan harga yang benar. badan perencanan harus meletakkan dua aturan sebagai panduan bagi manajer pabrik : . Menurut Oskar Lange” sistem kapitalis aktual bkannlah sistem persaingan murni. Dia sependapat dengan Tailor dan menegaskan bahwa penetuan harga akunting dengan “metode trial dan eror” didalam ekonomi perekonomian terencana hanya memerlukan pemecahan atas persamaan-persamaan yang berkaitan dengan konsumen dan manajer produksi. Ini lebih memperkuat argumen para ahli ekonomi mengenai perencanaan ekonomi dan mekanisme harga dapat diubah dalam rangka memenuhi kebutuhan rencana nasional. Kesemua ini merupakan kondisi yang harus dipenuhi oleh fungsi parametrik dan harga. dengan jalan mana setiap individu menyesuaikan diri dengan harga pasar aktual melalui proses trial dan eror tadi.

MEKANISME HARGA DALAM EKONOMI TERBELAKANG Karena mekanisme harga berkaitan erat dengan perekonomian maju dan pasar bebas.a. maka mekanisme harga tidak bekerja sebagaimana mestinya dalam perekonomian terbelakang. Oleh karena itu negara harus melakukan pengawasan terhadap sistem pasar dan mengubahnya sesuai dengan sasaran rencana nasional. Para ahli berbeda pendapat mengenai peranan mekanisme harga dalam perencanaan pembangunan. Ada pandangan bahwa mekanisme harga tersebut harus dibiarkan bekerja demi kepentingan alokasi sumber secara efisien dan untuk memberikan rangsangan kepada rakyat. Dengan demikian sistem pasar mambawa kearah akumulasi modal dan fisik . sistem pasar yang berfungsi dengan tepat akan merangsang efisiensi dan pertumbuhan ekonomi dalam berbagai cara. rakyat memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk medapatkan upah yang tinggi dan menumpuk modal fisik untuk memperoleh laba yang tinggi. Setiap manajer harus memilih skala output yang menyamakan biaya marginal dengan harga. Tersedianya berbagai barang melalui pasar merangsang konsumen untuk bekerja lebih keras guna menginkatnkann pendapatan. Menurut pandangan pertama. Sistem pasar memberikan ransangan kepada pengusaha untuk berinovasi dan mengadakan perbaikan teknologi. . Sebagian besar ahli ekonmi berpendapat bahwa sistem harga tidak efektif dan tidak mendasar dan tidak relevan bagi pemecahan masalah-masalah rumit yang dihadapi negara terbelakang. Negara harus memanfaatkan perencanaan pembangunan untuk meningkatkan dan memperkuat mekanisme pasar ketimbang menggantikannya dengan pengawasan secara menyeluruh. b. Setiap manajer harus mengkombinasikan barang dan jasa produkstif sedemikian rupa sehingga biaya produksi rata-rata output tertentu menjadi minimum.

Selanjutnya faktor kelembagaan tertentu menjadi penyebab terjadinya distorsi harga dan penghambat terjadinya mekanisme harga. Akibatnya mekanisme harga tidak mampu mengalokasikan sumber yang efisien. bahwa mekanisme harga tidak bekerja sempurna karena perekonomian terbelakang karena perekonomian terbelakang tidak mengenal mekanisme harga. Pasar produk. faktor. Kebanyak petani BAB 58 PERENCANAAN EKONOMI DAN MEKANISME HARGA . Sebagian besar perekonomian terdiri dari sektor nonmoneter diman rakyat terlibat dalam perdagangan barter. uang dan modal tidak terorganisasi dengan baik.Menrut pandangan kedua. Mereka tidak mengetahui adanya sistem pasar.

menjual sesuatu. Asumsi 1. begini juga mengolah sesuatu dengan cara khusus. Teknik Programming-Penerapan Dalam Perencanaan . 4. Suatu tujuan yang pasti. membuang sesuatu. Ini dikenal dengan fungsi tujuan dan fungsi kriteria. 4. 3. 2. Faktor kelembagaan di asumsikan konstan.. Adanya hubungan linear antara berbagai variabel yang mencerminkan adanya proporsi yang konstan antara input output di dalam suatu proses. Analisa ini mengansusmsi adanya proses produksi alternatif yang terbatas jumlahnya. Seperti : Mengkonsumsi sesuatu. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada proses produksi alternatif. Harga dan output tertentu konstan. Harus ada kendala konstrait atau hambatan terhadap masalahnya. Badan pembuat keputusan dihadapkan pada kendala tertentu atau keterbatasan sumber tertentu. Sumber yang dipakai semua yang dipakai perusahaan harus sama 6. menyimpan sesuatu. Syarat syarat dan Perampakan (Generalisasi) 1.Mekanisme harga adalah suatu sistem ekonomi dimana setiap individu dalam kedudukannya sebagai konsumen. 3. 2. Masalah maksimisasi atau minimisasi itu juga disebut masalah optimisasi. Teknik dalam linear programing adalah sama dengan teknik yang digunakan dalam analisa input-output industri. Bisa berupa maksimisasi laba atau pendapatan nasional atau pekerjaan atau minimisasi biaya. dalam bentuk ketidaksamaan linear. produsen dan sebagai pemilik sumber daya melakukan kegiatan ekonomi BAB 54 “LINEAR PROGRAMING” Linear programing adalah teknik matematik untuk menemukan kepuasan optimum dengan mengendalikan kendala (constraints) tertentu. 5. Ada variabel pilihan antara berbagai proses atau kegiatan produktif sehingga memaksisasi atau minimilisasi tujuan dan memenuhi semua kendala.

Contoh kita memproduksi barang Z. Kendala A membatasi produksi X sampai OA. itu menunjukkan bahwa proyek tersebut akan menggunakan titik padat modal C dengan memakai 4 input Y dan dua unit X dan produksi 100 unit barang Z. C.1 Ambillah proyek lain yang tujuannya adalah memaksimisasi penerimaan dengan mengingat kendala tertentu terbatasnya kapasitas. Misalnya : produksi X dan Y tunduk pada kendala A. Daerah OA TS RB menggambarkan . Ada 2 proses produk alternatif yang harus dipilih C ( padat modal) dan L (padat karya). D. B.1 Proyek tersebut dapat memprodusi dengan salah satu dari kedua teknik yang tersedia yaitu C dan L. Tujuannya adalal memaksimisasi output dengan menggunakan input X dan Y. Kendalanya adalah pengeluaran biaya MP yang konstan.yang ditunjukkan oleh gambar 54. Kendala B membatasi produksi Y sampai pada OB. Y I 8 7 6 5 4 3 20 1 0 1 2 a 50 c 3 4 5P 6 7 8 X e b 100 d S S1 L I1 C Input X per periode Gambar 54. Kendala C membatasi produksi X dan Y masing masing sampai dengan OC1 dan OC. dalam daerah yang digambarkan oleh segitiga Obd. Kurva isocost MP menyentuh isoquant I1 bds pada titik b pada garis proses OC.Para pembuat rencana harus memutuskan apakah harus memakai teknik produksi padat karya atau padat modal tergantung pada pembiayaan.

dalam penerimaan). Pemecahan optimalnya adalah X1 = 2. Pemecahan optimalnya adalah : P1=I1 P2=1/2 dan C= 7. yaitu titik S. Karena C=R= 7. 2P1+8P2 dan diantara harga harga ini tidak ada yang negatif. Misalnya produksi 1 unit X1 memakai C1 = 1 dan C2 = 2. Dan X2 memakai input C1 = 2 dan C2= 8. Minimilisasi 2P1 – 6 P2 (C adalah biaya). Sumber X1=2 dan X2=6. kendala P1+P2 . Dipecahkan dalam bentuk linear programming: Maksimisasikan 3X1 + 8X2 (R.kedua harga ini adalah harga bayangan. Pemecahan optimalnya tergantung pada garis isoprofit tertinggi EF pada poligon (segi banyak ) OA TS RB. Diluar titik S tidak layak. Namun karena semua nilai dihubungkan dengan kedua sumber itu maka nilai maksimum dari fungsi tujuan C harus sama dengan R. Pemecahab aslinya dapat diperoleh dengan menarik garis isoprofit di dalam daerah kelayakan tersebut. dan tidak ada kemungkinan lain memproduksi suatu kombinasi pada titik manapun di luar daerah ini. Masalah kembaran adalah: Misalkan P1 adalah harga X1 yang dicari P2 dan harga X2 yang dicari. Y D E C B R S A1 B1 T 0 A D1 F C1 x Masalah perencanaan lain : misalkan pembuat rencana memberikan bobot 3 dan 8 unit barang. .X2=1/2 dan R = 7. sebab garis isoprofit menggambarkan semua kombinasi X dan Y yang menghasilkan laba yang sama pada perusahaan.semua kombinasi X dan Y yang dapat diproduksi. kendala X1 +2X2 dan 2X1 +8X2 dan di antara kuantitas ini tidak ada yang negatif.

Z . Jika masalah tersebut diatasi yaitu populasi. 7. Fungsi dan tujuan yang dipakai pada studi seperti ini adalah maksimisasi pendapatan atau minimisasi biaya. Adanya persaingan murni dalam produk dan pasar faktor. Berdasarkan tujuan tertentu dan sekumpulan datdak dapat. Y A R C O x 0 B K D Penggunaan Linear Programming Dalam Perencanaan Tetapi dalam praktek linear programming digunakan untuk memechakan sejumlah terbatas problem ekonomi di negara terbelakang.finansial dan lain lain. Pemecahan yang layak terletak pada suatu garis tebal AZD dalam gambar 54. Jika fungsi tujuan tertentu itu telah ditetapkan. Selanjutnya adalah teknik yang sangat matematis dan rumit. Teknik linear programming didasarkan pada asumsi penerimaan konstan dalam perekonomian. Tidak mudahnya menetapkan fungsi tujuan tertentu . 2. 6. Hal ini terjadi karena kurangnya tenaga yang memadai untuk mengerjakan persamaan matematis untuk mengoperasikan alat hitung yang sangat mekanis. tidak mudah menemukan kendal sosial. Pemecahan optimalnya adlah pada titik Z dimana Isocost (garis putus) RK melewati titik potong AB dan CD. 4. 3. 5. harga dan sebagainya. kelembagaan. Dalam bentuk grafis garis AB menggambarkan P1 + 2P2 = 3 dan garis CD menggambarkan 2P1 + 8P2 =8.3. Hubungan antara input dan output tidak linear. Pemecahan suatu masalah dengan linear programing memerlukan maksimisasi atau minimisasi variabel yang dispesifikasi dengan jelas.Keterbatasan Linear Programming 1. Maka mungkin kendala tersebut tidak dapat dinyatakan secara langsung sebagai ketidakamanan sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful