Stratifikasi Sosial: Determinan dan Konsekuensi

1.

LATAR BELAKANG Stratifikasi sosial dan kelas sosial adalah dua hal yang berbeda, tetapi seringkali dipergunakan secara bergantian sehingga dalam beberapa bagian menjadi rancu. Stratifikasi sosial sebenarnya lebih merujuk pada pembagian sekelompok orang ke dalam tingkatan-tingkatan atau strata yang berjenjang secara vertikal. Jadi apabila kita berbicara tentang stratifikasi sosial, kita akan berbicara tentang posisi yang tidak sederajat antar-orang atau antar-kelompok dalam masyarakat. Secara umum, stratifikasi sosial juga sering dikaitkan dengan persoalan kesenjangan atau polarisasi sosial. Sedangkan istilah kelas sosial lebih sempit dari itu. Istilah kelas lebih merujuk pada satu lapisan atau satu strata tertentu dalam sebuah stratifikasi sosial. Orang-orang yang berasal dari suatu kelas sosial pada umumnya memiliki orientasi politik, nilai dan budaya, sikap, dan perilaku sosial yang –pada umumnya– sama. Secara sederhana, perbedaan kelas sosial bisa terjadi dan dilihat dari perbedaan besar penghasilan rata-rata seseorang setiap hari atau setiap bulannya. Namun, seperti yang dikatakan oleh Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1984) bahwa terbentuknya stratifikasi dan kelas-kelas sosial di dalamnya sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan uang. Kelas sosial adalah suatu strata atau pelapisan orang-orang yang berkedudukan relatif sama dalam kontinum atau rangkaian kesatuan status sosial. Mereka mempunyai jumlah penghasilan yang relatif sama. Namun, lebih penting dari itu, mereka memiliki sikap, nilai-nilai, dan gaya hidup yang sama. Semakin rendah kedudukan seseorang di dalam pelapisan sosial, biasanya semakin sedikit pula perkumpulan dan hubungan sosialnya. Orang-orang dari lapisan rendah lebih sedikit berpartisipasi dalam jenis organisasi apa pun — klub, organisasi sosial, lembaga formal, atau bahkan lembaga keagamaan– daripada orang-orang yang berasal dari strata atau kelas menengah dan atas.

BAB II . 2. Kegunaan stratifikasi:detrminan dan dan konsekuensinya adalah 7. RUMUSAN MASALAH Apa pengertian dari stratifikasi social itu sendiri? rangkaikan macam dari stratifikasi social menurut jeffriss dan ransford(1980) Apa pengertian dari determinan stratifikasi social? Apa hubungan antara determinan dan startifikasi social? apa yang menjadi faktordeterminan stratifikasi social? rangkaikan konsekuensi stratifikasi social baik di lingkunagan individu dan bermasyarakat. TUJUAN DAN KEGUNAAN 1. 3. 4.2.detrminan dan konsekuensinya. 4. 3. 5. 2. mengetahui macam macam stratifikasi social menurut jefrris dan ransford memahami hubungan dari determinan stratifikasi social dan stratifikasi social itu sendiri pembaca mengetahui konsekuensi dari stratifikasi social. Tujuan stratifikasi :determinan dan konsekuensinya adalah: pembaca mengetahui pengertian yang lebih rinci mengenai stratifikasi social. 5. 1. 1. 6.

maka sesuatu itu (dihargai) menjadi bibit yang menumpuhkan adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat Menurut jeffris dan dan Ransford(1980) di dalam masyarakat dapat di bedakan menjadi tiga macam stratifikasi social. Di dalam dunia kemiliteran. nilai-nilai dan gaya hidup yang sama. . Semakin rendah kedudukan seseorang di dalam pelapisan sosial.PEMBAHASAN 1. Stratifikasi social dalam pembahasan ini tidak dapat di pisahkan dengan determianan serta konsekuensinya. namun sebelum penulis mengemukakan hubungan yang sangat erat dengan ketiga hal yang penulis maksud. biasanya semakin sedikit pula perkumpulan dan kedudukan sosialnya. kita biasanya dengan mudah dan cepat membedakan strata anggotanya berdasarkan jenjang kepangkatan mudah bisa membedakan strata seseorang di dalam masyarakat yang begitu heterogen? . yaitu: 1. tetapi karena kemampuan manusia menilai perbedaan itu dengan menerapkan berbagai criteria.jadi hubungan dari ketiga kata tersebut adlah sangat berkaitan karena memiliki subjekn obyek da dari masalah yang akan di bahas selnjutnya.Sebab asasi mengapa ada pelapisan sosial dalam masyarakat bukan saja karena ada perbedaan. STRATIFIKASI SOCIAL Stratifikasi sosial adalah strata atau pelapisan orang-orang yang berkedudukan sama dalam rangkaian kesatuan status sosial. determinan adalah bisa dikatakan sebagai hal hal yang menjadi penyebab dari subjeknya.sedang startifikasi adalah subjek dari determinan dan konsekuensinya. sebab ketiga kosa kata ini memiliki hubungan yang sagat jelas. Artinya menggap ada sesuatu yang dihargai. konsekuensi adalah bisa di katakan sebagai sanksi yang harus di terima dari subjeknya atau dampak dari subjek tersebut. Namun lebih penting dari itu. mereka memiliki sikap. Determinan stratifikasi sosial. obyeknya adalah stratifikasi sosial serta subjeknya itu adalah detrminan dan konsekuensinya. maka penulis terlebih dahulu menguraikan pengertian dari ketiga hal tersebut.

wartawan. yaitu: 1. pendidikan formal. tetapi diterminan stratifikasi sosial menjadi semakin kompleks dan tidak lagi bersifat given (askriptif). jenis kelamin. dimensi sosial (status sosial). Akumulasi Dimensi. yang didasarkan pada penguasaan atas barang dan jasa. jenis kelamin. perbedaan strata yang terbentuk dan berkembang di masyarakat umumnya tidak lagi atas dasar hal-hal yang bersifat kodrati. yakni dimensi usia. tempat tinggal. status. Pada masyarakat di zaman dahulu. lepas berapa jumlah dimensi stratifikasi sosial yang ada. Namun.Hirarkhi kekuasasan. determinan yang menurut para ahli banyak berpengaruh dalam pembentukan stratifikasi sosial di masyarakat yang semakin modern adalah: dimensi ekonomi (kelas-kelas sosial). mungkin sangat dominan sebagai faktor yang mendasari pemilahan anggota sukubangsa tertentu. kekuasaan. dan 3. misalnya. signifikansi dan kadar pengaruhnya dalam pembentukan stratifikasi sosial sudah tentu tidak sama kuat dan berbeda-beda tergantung pada tahap perkembangan masyarakat dan konteks sosial yang berlaku. usia. Hal ini sesuai dengan klasifikasi Jeffris dan Ransford (1980). satu hal yang perlu dicermati adalah . seperti perbedaan jenis kelamin atau usia. apakah lantaran mereka lebih populer kemudian dikatakan kedudukannya lebih tinggi dari dosen. faktor-faktor yang menjadi determinan stratifikasi sosial memang relatif beragam. Dalam masyarakat yang makin modern. atau pengusaha yang sukses? Ukuran atau kriteria apakah yang kita gunakan untuk membedakan seseorang termasuk ke dalam suatu lapisan sosial tertentu? Secara rinci.Seorang direktur sebuah perusahaan swasta yang terkenal. serta penguasaan agama. dan dimensi ekonomi. 2. Berbagai dimensi ini. Secara umum. dan dimensi politik (penguasa dan yang dikuasai/pemimpin dan pengikut). yang didasarkan pada pembagian kehormatan dan status sosial. Hirarkhi status. di dalam masyarakat pada dasarnya dapat dibedakan tiga macam stratifikasi sosial. Hirarkhi kelas. apakah kedudukan lebih tinggi dari seorang rektor sebuah universitas atau perguruan tinggi negeri atau swasta? Seorang artis. kelompok etnis atau ras. Selain tiga dimensi stratifikasi sosial di atas sudah tentu masih ada sejumlah dimensi yang lain. melainkan lebib berdasarkan prestasi (achieved). pekerjaan. yang didadasarkan pada kekuasaan. agama.

peralatan. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam Setangkai Bunga Sosiologi (1964). memang salah satu ciri utama yang menandai adalah ketidaksamaan untuk mengakumulasi basis kekuasaan sosial. misalnya. sehingga peluang untuk melakukan mobilitas sosial vertikal pun menjadi kecil. dan keterampilan yang memadai 5. seseorang yang memiliki kekuasaan politik atau menduduki jabatan tertentu. menyatakan bahwa anggota masyarakat yang posisinya tinggi akan cenderung mengakumulasikan posisi dalam dimensi yang berlainan. dan kesehatan) 2. seseorang yang memiliki aset produksi berlimpah. bagi kelas sosial menengah ke bawah. dan memiliki banyak perusahaan. informasi-informasi yang berguna untuk kehidupan Bagi kelas yang memiliki kekayaan atau kekuasaan lebih. akan cenderung lebih besar peluangnya untuk meraih fasilitas dan kebutuhan material. sumber keuangan (pendapatan dan akses kredit) 3. pengetahuan. Sebaliknya. Sebaiknya. dan bahkan didukung dengan pemilikan jaringan atau koneksi yang sangat luas. . peluang untuk mengakumulasikan basis kekuatan sosial menjadi lebih besar. 2000: 1059). barangbarang. Sebagaimana dinyatakan oleh Beteille. selain tidak memiliki kekuasaan apapun. Yang dimaksud basis kekuasaan sosial itu menurut Friedman (1979). organisasi sosial dan politik yang digunakan untuk mencapai kepentingan bersama 4. terhormat. Artinya. rumah.kemungkinan terjadinya akumulasi dari sejumlah dimensi itu. Dalam realitas. mestki tidak selalu menjamin. kaya. cerita-cerita seperti ―gareng jadi ratu‖ atau ―seorang penggembala kerbau akhirnya menjadi presiden‖. tetapi pada umumnya lebih berpeluang untuk melakukan mobilitas sosial vertikal. Seseorang yang berpendidikan. biasanya ia sebelumnya lahir dari keluarga yang berkecukupan. mereka biasanya juga tidak berdaya dan mudah dijadikan bahan eksploitasi. Dalam masyarakat yang terstratifikasi. bahwa pendidikan berharga karena memberikan akses untuk jabatan dengan bayaran atau gaji yang lebih baik (Kuper dan Kuper. peluang mereka untuk mendapatkan basis kekuatan sosial juga rendah. Modal produktif atas aset (tanah. apalagi miskin. untuk orang miskin. Mungkin banyak terjadi di cerita-cerita dan sedikit terjadi dalam kenyataan. meliputi: 1. memiliki pendidikan yang tinggi.network atau jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan.

konsekuensi perbedaan stratifikasi sosial akan terjadi pada 1. apa yang terjadi ketika suatu kelas sosial berhubungan timbal-balik dengan kelas sosial lainya. dalam kajian ilmu sosial. adalah hal yang sering dipertanyakan ketika kita berbicara mengenai relasi atau hubungan antar-kelas sosial. melainkan juga interaksi atau hubungan timbal-balik antar-kelas. tetapi –seperti yang ditulis oleh Horton dan Hunt (1987). Konsekuensi stratifikasi sosial. Ciri utama kemiskinan struktural adalah tidak terjadinya mobilitas vertikal di kalangan lapisan bawah. seperti peluang hidup dan kesehatan. Apabila dirinci. bahwa terjadi kungkungan struktur sosial. maka itu akan lamban sekali. Hal ini karena kemiskinan itu terjadi akibat hubungan antar-kelas.Lebih lanjut. dan kenapa pula kelas sosial yang berkuasa senantiasa hidup dalam lingkaran kekayaan. Perbedaan gaya hidup 2. Kenapa suatu kelompok tetap miskin. Perbedaan peluang hidup dan kesehatan 3. atau kelas sosial di atasnya. pola sosialisasi dalam keluarga. kekayaan. Dalam konteks hubungan antar-kelas inilah kemiskinan struktural terjadi. Perilaku politik . dan yang kaya tetap berada pada lingkungannya yang kaya. Kita sering mendengar istilah kemiskinan struktural. Perbedaan tingkat pendidikan. Respons terhadap perubahan 4. pengertian stratifikasi sosial tidak sebatas pada pembagian kelas-kelas sosial saja. sehingga tetap tidak mempunyai kemampuan tawar terhadap kelas sosial di atasnya. peluang bekerja dan berusaha. sehingga yang miskin tetap miskin. status atau perbedaan kelas sosial tidak cuma mempengaruhi perbedaan dalam hal gaya hidup dan tindakan. ternyata lebih menunjukkan fenomena yang sifatnya relasional atau interaksional daripada gradual. dan perilaku politik. juga menimbulkan sejumlah perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan. Peluang bekerja dan berusaha 5. Nah. Kalau toh ada. Ciri lain kemiskinan struktural adalah adanya ketergantungan dari pihak yang miskin terhadap pihak yang kaya. respons terhadap perubahan. Mohtar Mas’ud (1994: 143) menyatakan bahwa ketergantungan si miskin terhadap kelas sosial di atasnya inilah yang memerosotkan si miskin dalam hal bargaining positionnya. Kebahagiaan dan sosialisasi dalam keluarga 6.

Oleh Agus Santosa. 2006. Edisi Kedua. Jakarta: Kencana Prenada Media. SMA Negeri 3 Yogyakarta. .DAFTAR PUSTAKA (Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful