1.

Vektor Vector penularan penyakit yang tersering adalah nyamuk (nyamuk Aedes menularkan DBD dan chikungunya, nyamuk Anopheles menularkan penyakit malaria), pinjal untuk penyakit pes, dan anjing, kucing atau kera untuk penyakit rabies. Jadi, Metode penularan penyakit dapat terjadi melalui 4 cara yaitu kontak langsung, udara, makanan dan minuman, dan vektor.
VEKTOR PENYAKIT MENULAR Vektor merupakan binatang pembawa Penyakit yang disebabkan oleh bakteri, ricketsia, virus, protozoa dan cacing, serta menjadi perantara penularan penyakit tersebut. Pencemaran karena vektor adalah terjadinya penularan penyakit melalui binatang yang dapat jadi perantara penularan penyakit tertentu akibat kondisi pencemaran vektor penyakit, antara lain: 1. Perubahan lingkungan fisik seperti pertambangan, industri dan pembangunan perumahan yang mengakibarkan berkembang biaknya vektor penyakit 2. Sistim penyediaan air bersih dengan perpipaan yang belum menjangkau seluruh penduduk sehingga masih diperlukan container untuk penyediaan air. 3. Sistem drainase permukiman dan perkotaan yang tidak memenuhi syarat sehingga menjadi tempat perindukan vektor 4. Sistem pengelolaan sampah yang belum memenuhi syarat menjadikan sampah menjadi sarang vektor 5. Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana dalam pengendalian vektor penyakit secara kimia beresiko timbulnya keracunan dan pencemaran lingkungan serta resistensi vektor Beberapa jenis serangga merupakan vektor utama atau vektor penting dari penyakit-penyakit tropis di Indonesia. Nyamuk Anopheles merupakan vektor utama penyakit malaria, Aedes Aegypti adalah vektor utama penyakit demam berdarah, cikungunya dan demam kuning. Selain menyimpulkan bahwa serangga sebagai Vektor Penyakit Tropis di Indonesia, dan menurut regulasi kesehatan internasional dari WHO dan dikenal juga sebagai (Emerging Infectious Disease) dan pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1910. Sementara, untuk penyakit Pes di Sulut sendiri belum pernah ditemukan (Anonim, 2003). Vektor penyakit kini telah semakin sulit diberantas. Hal ini dikarenakan vektor penyakit tersebut telah beradaptasi sedemikian rupa terhadap kondisi lingkungan, sehingga kemampuan bertahan hidup mereka pun semakin tinggi. Hal ini disimpulkan dari hasil penelitian para ahli di Institut Pertanian Bogor (IPB) Jakarta. Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan kesimpulan bahwa binatang pembawa agen penyakit, terutama nyamuk dan lalat, telah beradaptasi sedemikian rupa terhadap kondisi lingkungan, sehingga kemampuan bertahan hidup mereka pun semakin tinggi. Menurut Projo Danoedoro (2003) Penyakit menular merupakan Penyakit yang terkait dengan kondisi lingkungan tidak hanya yang menular. Kondisi lingkungan yang spesifik dapat memicu angka kejadian penyakit yang tinggi. Secara alami, wilayah gunung api biasanya miskin yodium. Daerah berbatuan kapur juga menyebabkan kandungan air tanahnya mempunyai kandungan kapur yang tinggi. Di pedalaman Kalimantan Timur, penulis pernah menjumpai air permukaan dengan kandungan logam berat kadmium yang cukup tinggi meskipun tidak terdapat kegiatan industri di sekitarnya. Faktor non-alami juga bisa memunculkan masalah kesehatan yang perlu dipahami risiko cakupan

kewilayahannya. Agen (penyebab penyakit) b. banjir. gerakan air tanah. Dari sini timbul istilah reservoar yang diartikan sebagai berikut 1) habitat dimana bibit penyakit tersebut hidup dan berkembang 2) survival dimana bibit penyakit tersebut sangat tergantung pada habitat sehingga ia dapat tetap hidup. yaitu melakukan penyelidikan untuk mengenal sifat-sifat penyebabnya serta faktor yang dapat menimbulkan wabah. Mencapai induk semang baru d. seperti yang terjadi di Jerman. Penggunaan pestisida yang berlebihan di daerah hulu daerah aliran sungai (DAS) akan mencemari air tanah dan terbawa sampai ke hilir. infeksi saluran pernapasan akut. dengan memperhatikan pola permukiman. (Bappenas 2005). campak. kemubaziran suplai obat dan keterlambatan penanganan suatu kejadian luar biasa karena kurangnya obat bisa dihindari. Suatu penyakit dapat menular dari orang yang satu kepada yang lain ditentukan oleh 3 faktor. pun kadang-kadang tidak mudah dipertemukan dengan upaya eradikasi penyakit menular. melainkan juga akses penduduk ke lokasi yang direncanakan. . kusta. Perencanaan bidang kesehatan pun terbantu oleh inderaja dan SIG. Reservoar tersebut dapat berupa manusia. Di situ ada konsekuensi-konsekuensi kesehatan ketika pola tanam diubah karena menyangkut kontinuitas siklus hidup inang dan vektor pembawa penyakit. Berkembang biak b. erosi. curah hujan. Kemampuan agen (vektor) penyakit ini untuk tetap hidup pada lingkungan manusia adalah suatu faktor penting didalam epidemiologi infeksi. Route of transmission (jalannya penularan Agar supaya agen (vektor) atau penyebab penyakit menular ini tetap hidup (survive) maka perlu persyaratan-persyaratan sebagai berikut : a. bukan lagi dalam konteks produktivitas pangan. pola aktivitas. Setiap bibit penyakit (penyebab penyakit) mempunyai habitat sendiri-sendiri sehingga ia dapat tetap hidup. diare. Suplai obat tertentu lebih bisa difokuskan pada wilayah-wilayah dengan angka insidensi penyakit tertentu yang juga tinggi. Dengan demikian. kepadatan penduduk. yakni : a. Dari sana kemudian dapat ditentukan wilayah-wilayah yang berisiko tercemar. sebenarnya perencanaan wilayah merupakan tugas yang sangat rumit. penyelidikan epidemiologis. Inderaja dan GIS dapat membantu mendefinisikan zona-zona dalam bentuk satuan pemetaan. rabies. binatang atau benda-benda mati. misalnya. Bergerak atau berpindah dari induk semang c. arah angin. Dengan memahami kompleksitas fenomena penyakit dalam ruang. Pilihan dalam perencanaan penggunaan lahan pertanian. Jarak. Penentuan lokasi puskesmas dan pusat pelayanan kesehatan lain seyogianya tidak hanya bertumpu pada pusat-pusat kecamatan. dan filariasis (Depkes 2004). Penyakit menular lain yang menjadi perhatian dalam pembangunan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia adalah: tetanus neonatorum. dan kesejahteraan ekonomi petani. Upaya konservasi biodiversitas. Menginfeksi induk semang baru tersebut. kemiringan lereng. dan konsentrasi polutan industri sangat berpengaruh terhadap kesehatan penduduk di sekitar lokasi industri. dan pemanfaatan air tanahnya. Upaya penanggulangan wabah meliputi: 1. Host (induk semang) c. memodelkan pola dan arah gerakan atau aliran pencemar.

menghindari gigitan nyamuk. demam berdarah dengue. Kasus penyakit ini pertama kali ditemukan di Filipina pada tahun 1953. Malaria Anopheles (nyamuk malaria) merupakan salah satu genus nyamuk. dan penyakit bawaan virus seperti demam kuning. akan tetapi konfirmasi virologis baru didapat pada tahun 1972. Anopheles gambiae adalah paling terkenal akibat peranannya sebagai penyebar parasit malaria (contoh. dan virus Nil Barat. yaitu bibit penyakit yang dapat berupa bakteri. Perlu kewaspadaan yang tinggi terhadap penyakit DBD terutama pada musim penghujan. Nyamuk Penyakit yang dibawa oleh vektor nyamuk antara lain: 1. encephalitis. Virus Nil Barat disebarkan secara tidak sengaja ke Amerika Serikat pada tahun 1999 dan pada tahun 2003 telah merebak ke seluruh negara bagian di Amerika Serikat. Gejala-gejala DBD sendiri adalah antara lain. 2. penyakit filaria seperti kaki gajah.2. Sampai saat ini. 3. 4. pencegahan dan pengebalan yaitu tindakan yang dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang belum sakit tetapi mempunyai risiko terkena penyakit. perawatan dan isolasi penderita termasuk tindakan karantina. Virus tersebut termasuk dalam grup B Arthropod borne viruses (arboviruses). virus dan lain-lain. sedangkan Anopheles sundaicus adalah penyebar malaria di Asia. Sebagian nyamuk mampu menyebarkan penyakit protozoa seperti malaria. 5. Plasmodium falciparum) dalam kawasan endemik di Afrika. Keempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe DEN 1 & 3. Penyakit DBD disebabkan oleh virus Dengue dengan tipe DEN 1 s/d 4. merupakan “vektor”) secara alami. Sedangkan penyakit DBD pertama kali di Indonesia ditemukan di Surabaya pada tahun 1968. Demam Berdarah Nyamuk Aedes aegypti adalah vector penyakit demam berdarah (DBD) yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang cukup meresahkan karena tingkat kematian akibat penyakit ini cukup tinggi. penyuluhan kepada masyarakat VEKTOR-VEKTOR BIOLOIS DAN PENYAKIT YANG DITIMBULKAN A. penanganan jenazah akibat wabah. pengobatan penderita untuk menghilangkan sumber penular dan pembrantasan nyamuk dan larva. Terdapat 400 spesies nyamuk Anopheles. Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium sp dengan gejala demam. 6. Demam tinggi (38-40 C) yang berlangsung 2 sampai 7 hari . pemeriksaan. pemusnahan penyebab penyakit. anemia dan spleomagali. penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. pengobatan. Empat jenis plasmodium yaitu: penyakit malaria tertina• Plasmodium vivax malaria kuartana• Plasmodium malariaemalaria tropika• Plasmodium Facifarum malariaovale• Plasmodium ovale Upaya pencegahan antara lain . namun hanya 30-40 menyebarkan malaria (contoh.

pucat. lalat ada kemungkinan berfungsi sebagai vektor mekanis . Elephantiasis (Kaki Gajah) Wucheria sp. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim/alam serta perilaku manusia. ujarnya. Berdasarkan kajian eksperimental yang dilakukan di laboratorium IPB. sehingga mereka kini bisa hidup di lingkungan yang terpolusi. & sebagian besar tinggal di lingkungan lembab. Meningkatnya jumlah kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit. Seluruh wilayah di Indonesia mempunyai risiko untuk terjangkit penyakit DBD. Vektor berupa nyamuk jenis culex fatigans. didapati bahwa nyamuk Aides Aegepty bisa tetap bertelur di habitat buatan yang terpolusi dengan detergen dan kaporit. rasa dingin yang tinggi terkadang disertai pendarahan dalam tubuh. Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain. & muncul pada musim penghujan. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis. Dan ternyata nyamuk Aides juga mau bertelur di tempat seperti itu. peneliti Parasitologi dan Entimologi Kesehatan IPB menyatakan bahwa Nyamuk pembawa virus demam berdarah kini tidak cuma senang bertelur di genangan air bersih. Universitas Gadjah Mada. Namun sepertinya vektor penyakit sudah beradaptasi. jatuhnya tekanan darah. 3. aedes aegypty dan anopheles sp. Upik Kusumawati menjelaskan. pemberantasan nyamuk dan pengobatan penderita. Orang yang berisiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun. terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok tanah air serta adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepanjang tahun. Pemahaman umum tentang demam berdarah sebelumnya adalah nyamuk membawa agen penyakit yakni Aides Aegepty hanya bertelur di air tergenang yang bersih seperti tempat penampungan air bersih di rumah-rumah. tapi juga selokan yang kotor. Sehingga tidaklah aneh apabila kita sering kali melihat pemberitaaan di media massa tentang adanya berita berjangkitnya penyakit DBD di berbagai wilayah Indonesia hampir di sepanjang waktu dalam satu tahun. adanya pemukiman baru.sakit kepala rasa sakit yang sangat besar pada otot & persendian bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah pendarahan pada hidung & gusi mudah timbul memar pada kulit shock yang ditandai oleh rasa sakit pada perut. sebab baik virus penyebab maupun nyamuk vektor penularnya sudah tersebar luas di seluruh Indonesia. mual. Upaya pendegahan dengan menghindari gigitan. Lalat Lalat adalah Vektor Mekanis dan Biologi. Nyamuk Aedes aegypti berasal dari Brazil & Ethiopia & sering menggigit manusia pada waktu pagi & siang. Bahkan. Upik Kusumawati. B. muntah. disebabkan karena semakin baiknya sarana transportasi penduduk. Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Bidang Ilmu Penyakit Hewan. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di Indonesia. adalah Golongan nematoda yang dapat menyebabkan penyakit elephantiasis dengan gejala peradangan dan penyumbatan saluran getah bening serta disertai dengan demam. Prof R Wasito MSc menjelaskan bahwa lalat memang vektor (pembawa) virus flu burung. kurangnya perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk. serta daerah kumuh. Hal ini teruji dengan percobaan denan wahana air yang kondisinya mirip dengan limbah air di lapangan seperti air selokan.

Sehingga. maksudnya lalat bisa membawa virus AI ke mana-mana sedangkan vektor biologi maksudnya virus ini bisa masuk ke tubuh lalat dan berkembang di tubuh lalat. anjing dan babi. dan Tuban. ditemukan H5N1 dan cukup banyak pada lalat tersebut. dan biasanya disertai rasa sakit diperut (kram perut). di Tuban hasilnya negatif. Karanganyar. cukup banyak lalat yang mengandung virus Avian Influenza di enam lokasi di daerah Makassar dan Karanganyar. dan biasanya tidak demam. Bila tidak diobati menyebabkan kematian. tetapi pada Maret tahun 2005. menghilangkan sampah yang busuk (tempat perkembang biakan lalat). Lebih lanjut dijelaskan bahwa di lokasi yang pernah terkena wabah flu burung yaitu di daerah Makassar dan Karanganyar ditemukan virus AI pada lalat yang diteliti. Vektornya adalah musca domestica (lalat rumah) dan kecoa. Upaya pencegahannya dengan perbaikan sanitasi lingkungan. 2005). 3. Akhirnya mereka bertiga mencari kantong-kantong lalat di Makassar. Penularan terjadi karena makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh kista yang dibawa oleh vektor. kucing. deman tinggi. sering buang air besar. Terjadi pengurusan badan dan hepar bengkak. sampai sekarang kami masih mengumpulkan lalat-lalat dari hampir di seluruh provinsi di Indonesia.dan vektor biologi dari virus Avian influenza (AI) ini. diambil sampel lalat sebanyak 100 mg (sekitar lima sampai enam ekor lalat) dari setipa lokasi. dan Tuban pada bulan Maret-Mei 2005. Penyakit leishmaniasis Penyakit leishmaniasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Golongan protozoa yaitu laishmania . fesesnya sedikit-sedikit dengan lendir dan darah. Kemudian. Di dalam lalat tersebut dilakukan pemeriksaan lipoprotein dan antigen untuk mengetahui tipe dan subtipenya ternyata. Pengambilan sampel lalat. Tetapi. Vektor mekanis. tiba-tiba ada wabah flu burung yang mematikan ayam-ayam di Makassar. kami mengajukan proporsal ke Departemen Pertanian dan Alhamdulillah disetujui. dan menghindari gigitan. Gejalanya antara lain. Padahal. dilakukan di tiga wilayah yaitu Makassar. Vektornya adalah lalat penghisap darah pheblotomus sp. tutur ahli Patologi ini. Guru Besar FKH UGM. dan upaya pencegahannya adalah dengan pencegahan penderita. Prof Hastari dan ahli Virologi Amerika Prof. Setelah itu. Estamoeba dysenteriae Entamorba hestolyca adalah Organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Ternyata. Gejala yang dapat ditmbulkan antara lain. diambil darahnya dan dibawa ke laboratorium FKH UGM (Siswono. Penyakit kala-azhar penyakit kala-azhar adalah penyakit yang disebabkan oleh Golongan protozoa yaitu laishmania donovani. menggigil. jelasnya. dan pencegahan kontaminasi makanan. lalu lintas peternakan sudah ketat. Lalu. Karananyar. pembasmian vektor serta perbaikan cara pembuangan kotoran yang baik serta cuci tangan setelah defakasi. muntah-muntah. Menurutnya pada tahun 2003 dan 2004 di Makassar tidak ada kasus flu burung. ”Pemikiran saya kemungkinan karena adanya burung yang terkena flu burung yang bermigrasi dari negara tetangga atau dari provinsi lain. Dari enam lokasi tadi. 2. Penelitian bermula dari keheranan Wasito ketika masih menjadi Dirjen Bina Produksi Deptan. Roger K Maes mengatakan kemungkinan ada vektor lain yang menyebarkan flu burung. lanjutnya. Jenis penyakit dengan lalat sebagai vektor antara lain: 1.” paparnya.

lamah dan ruam dikulit. Mengingat. Fase (2) dengan gejala pembengkakan kelenjar getah bening. Sleeping sickness (penyakit tidur) Sleeping sickness merupakan penyakit yang disebabkan oleh golongan protozoa trypanosoma gambiense. Wabah ini diduga disebabkan oleh virus flu tipe H2N8 dan mempunyai laju serangan dan laju mortalitas yang sangat tinggi. wabah tersebut merebak sampai Tomsk dan daerah Kaukasus. Amerika Selatan pada Februari–April 1890. Burung/Angsa Burung merupakan hawan kelas aves yang memiliki potensi sebagai vekor penyakit. Perkembangan nodula sangat lambat dan dalam waktu 3-4 tahun hanya mencapai ukuran 2-3 cm. 1. burung-burung tersebut biasanya tersebar di pantai laut Pulau Jawa dan daerah lain yang banyak persediaan makanan burung. Fase (3) dengan gejala lemah. Penyakit onchocerca volvulus Penyakit ini disebabakan oleh Cacing onchocerca volvulus. Sehingga kemungkinan burung membawa bibit penyakit yang dapat berupa virus (virus flu burung) ataupun bakteri. 4. Flu Spanyol . Upaya pendegahan dengan menghindari gigitan. Merupakan penyakit yang sebabkan oleh cacing loa-loa. Penyakit yang ditimbulkan adalah radang pada tempat gigitan dan diikuti dengan adanya tonjolan. Gelaja penyakit ini adalah pembengkakan jaringan adan terjadi benjolan sebesar telur ayam. Gejalanya adalah terjadinya kupula ditempat gigitan. C. 5. tubuh kaku dan tidur dengan tidak terkendali. vektornya adalah lalat penghisap darah (simulum sp). malas. Bila infeksi tonjolan mengenai mata menyebabkan kebutaan. Vektor cacing ini adalah lalat tabanid genus chrysops. penyakit calabar (calabar swelling). 1889–1890. Vektornya adalah lalat penghisap darah pheblotomuss. Wabah ini dengan cepat menyebar ke barat dan menyerang Amerika Utara pada bulan Desember 1889. 7. kulit tertutupi kerak dan keluarnya exudate yang lengket serta terjadinya kerusakan jaringan. hal ini disebabkan burung memiliki kemampuan untuk berimigrasi dari suatu tempat ke tempat lain. Flu Asiatik Flu Asiatik. dan Australia pada Maret–April 1890. sakit sendi-sendi. Rusia. 6. Gejala meliputi tiga fase.tropica. fase (2) dimana berada dalam jaringan dan fase (3) berada dalam susunan syaraf. pemberantasan nyamuk dan pengobatan penderita. sakit kepala. Penyakit mucocutaneus penyakit mucocutaneus merupakan penyakit yang disebabkan oleh golongan protozoa yaitu laishmania braziliensis. Gejalanya adalah terjadinya papula berwarna merah pada tempat gigitan dan terjadinya perubahan bentuk pada permukaan yang digigit. Vektornya adalah lalat penghisap darah pheblotomus sp. menggil dan kehilangan nafsu makan. Calabar (calabar swelling). pemberantasan serangga dan pengobatan penderita. Fase (1) dengan gejala rasa gatal pada tempat gigitan dan diikuti demam. Upaya pendegahan dengan menghindari gigitan. sakit kepal. yaitu fase (1) dimana Trypanosoma gambiense berada dalam tubuh. Vektornya adalah lalat glossina sp. Dilaporkan pertama kali pada bulan Mei 1889 di Bukhara. liver. Upaya pencegahan dengan penutupan kulit dan pemberantasan serangga. India pada Februari–Maret 1890. 2. Pada bulan Oktober.

Wabah tersebut merupakan flu burung yang disebabkan oleh virus flu tipe H2N2 dan memakan korban sebanyak satu sampai empat juta orang. Psitacosis Walaupun belum ada laporan tentang kasus penyakit Psittacosis yang diderita oleh manusia tetapi penyakit yang disebarkan oleh burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan. kemudian menyebar ke seluruh dunia pada tahun yang sama. delapan juta orang terinfeksi wabah ini). cakaran. karena barangkali primata itu terinveksi hepatitis dan sekali dia . 25 juta orang tewas. tremor serta kelemahan pada anggota gerak. Wabah ini sangat mematikan dan sangat cepat menyebar (pada bulan Mei 1918 di Spanyol. Kansas. Virus tersebut diidentifikasikan sebagai tipe H1N1. 3. diare. berhenti hampir secepat mulainya. Flu Hongkong Flu Hong Kong.000 dan dua juta jiwa di seluruh dunia. pada akhir Oktober 2005 hanya 67 orang meninggal akibat H5N1. Virus penyebab wabah tersebut baru-baru ini diselidiki di Centers for Disease Control and Prevention. Gejala klinik yang ditimbulkan antara lain adalah gangguan pernafasan mulai dari sesak nafas sampai peradangan pada saluran pernafasan. Perkiraan jumlah korban adalah antara 750. Dalam enam bulan. kasus flu burung (dari galur mematikan H5N1) ditemukan di Turki setelah memakan sejumlah korban jiwa di berbagai negara (termasuk Indonesia) sejak pertama kali diidentifikasi pada tahun 2003. Pada Februari 2004.000 di Inggris. Pada bulan Oktober 2005. Yang ditakutkan adalah bahwa jika virus flu burung bergabung dengan virus flu manusia (yang terdapat pada babi maupun manusia). sehingga meningkatkan kekhawatiran akan munculnya galur virus baru. dengan meneliti jenazah yang terawetkan di lapisan es (permafrost) Alaska.Flu Spanyol. Namun demikian. hal ini tidak serupa dengan pandemi-pandemi influensa yang pernah terjadi. Pertama kali diidentifikasi awal Maret 1918 di basis pelatihan militer AS di Fort Riley. 1918–1919. diperkirakan bahwa jumlah total korban jiwa di seluruh dunia sebanyak dua kali angka tersebut. karena barangkali satwa itu terinveksi penyakit (vector penyakit) dan berisiko melakukan penularan pada manusia. Hepatitis Satwa primata (bangsa kera dan monyet) dapat menularkan penyakit hepatitis melalui gigitan atau cakaran. virus flu burung dideteksi pada babi di Vietnam. AS. Mamalia piaraan Hewan yang banyak digemari dan dipelihara oleh banyak orang ternyata dapat menularkan penyakit melalui gigitan. 1957–1958. Wabah ini pertama kali diidentifikasi di Tiongkok pada awal Februari 1957. Hati-hati memelihara primata. Kondisi akan semakin parah bila penderita dalam kondisi stress dan makanan yang kekurangan gizi. Flu burung (Flu Asia) Flu Asia.000 di Amerika Serikat dan 200. 1968–1969. Penularannya bisa lewat kotoran burung yang kemudian terhirup oleh manusia. pada bulan Oktober 1918 wabah ini sudah menyebar menjadi pandemi di semua benua. Jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh satwa antara lain: 1. Virus tipe H3N2 yang menyebabkan wabah ini dideteksi pertama kali di Hongkong pada awal 1968. 5. dan baru benar-benar berakhir dalam waktu 18 bulan. subtipe virus baru yang terbentuk akan sangat menular dan mematikan pada manusia. sehingga perlu diwaspadai bagi pamelihara memelihara satwa. 500. Subtipe virus semacam itu dapat menyebabkan wabah global influensa yang serupa dengan flu Spanyol ataupun pandemi lebih kecil seperti flu Hong Kong. Diperkirakan 17 juta jiwa tewas di India. 4. D.

plasenta bayi bagi ibu yang mengandung serta cairan tubuh seperti sperma. Perutnya tampak membesar. Kecepatan penularan penyakit hepatitis 4 kali lebih cepat dari penyakit HIV. Kasus gigitan hewan penyebar rabies adalah anjing (90%). Herpes Adanya pelepuhan kulit di seluruh tubuh merupakan gejala awal yang ditimbulkan bila terinfeksi virus herpes. TBC adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua di Indonesia. siamang. Rabies Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini dikenal juga sebagai penyakit anjing gila.menggigit anda maka anda berisiko tertular hepatitis. kelumpuhan dan kekejangan pada anggota gerak. misalnya orangutan. badan tampak kurus kering dan lemah. 4. hatinya akan rusak. Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing. orangutan. Hati-hati jika memelihara primata seperti monyet. dan air liur. akibatnya kematian mengancam penderita hepatitis. kucing (3%). owa. batuk sampai berdarah. Selain manusia satwapun dapat terinfeksi dan menularkan penyakit TBC melalui kotorannya. 3. owa dan siamang. Fungsi hati yang menyaring racun telah hancur oleh virus ini. Penularan kepada manusia melalui empat cara yaitu: secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar Toxoplasama. Di seluruh dunia diperkirakan 2 milyar manusia telah terinfeksi penyakit hepatitis. Orang yang terkena hepatitis. Penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat ini dapat ditularkan ke manusia lewat gigitan satwa. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini. . Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya. Penyakit Tuberculosis bersifat menahun atau berjalan kronis. Dua juta orang meninggal tiap tahunnya atau tiap menitnya ada 4 orang meninggal akibat kasus penyakit tersebut. dan lain-lain. Toxoplasmosis Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau selalu keguguran bila mengandung. muntah. Gejala yang ditimbulkan antara lain gangguan pernafasan seperti sesak nafas. memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit Toxopalsma dan tidak dimasak secara sempurna/setengah matang. Virus ini bisa berakibat kematian bagi bangsa primata. sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parah. 5. Jika kotoran satwa yang terinveksi itu terhirup oleh manusia maka membuka peluang manusia akan terinveksi juga penyakit TBC. Manusia dapat tertular dari gigitan atau cakaran satwa yang mengandung virus tersebut. lutung. Tuberculosa (TBC) Satwa yang punya potensi besar menularkan penyakit TBC ke manusia adalah primata. Penularan lain adalah infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayi dalam kandungan bagi ibu yang mengandung. misalnya kucing hutan. vagina. harimau atau juga kucing rumahan. Gejala yang ditimbulkan bila terinfeksi rabies pertama-tama adalah tingkah laku yang abnormal dan sangat sensitif (mudah marah). 2. Penularan penularan penyakit hepatitis ini melalui aliran darah. diare dan kulit berwarna kekuningan. Cara penularan terakhir adalah melalui transfusi darah. Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditularkan melalui saluran pernafasan. Penderita akan mati karena kesulitan untuk bernafas dan menelan dalam kurun waktu 2-10 hari. kera (3%) dan satwa lain (1%).

Virus tersebut ditemukan terbatas pada sebagian kecil populasi pada negara-negara lain. yaitu seperempat dari seluruh populasi atau bahkan sampai separuh populasi di daerah perkotaan yang paling parah dijangkiti. Delapan abad setelah wabah terakhir. Pandemi yang dikhawatirkan dapat benar-benar berbahaya adalah pandemi yang mirip dengan HIV. The Black Death. dan burung. Pandemi ketujuh dimulai di Indonesia pada tahun 1961. dimulai di Bengal. SARS] wabah sindrom pernapasan akut parah (SARS) melanda dunia. Ontario Kanada dan New York pada tahun yang sama. 1816–1826. sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik sehingga penderita akan tampak lemah dan kurus. dan Uni Soviet pada tahun 1966. Ketika upaya penangkalan dan pengobatannya secara medis masih berlangsung. b. dan pesisir Pasifik Amerika Utara pada tahun 1834. ular. Wabah ini dimulai di Mesir dan merebak sampai Konstantinopel pada musim semi tahun berikutnya. Pandemi ketiga (1852–1860) terutama menyerang Rusia. Bakteri Salmonella masuk ke tubuh penderita melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri ini. PES Plague of Justinian (“wabah Justinian”).6. Salmonellosis Satwa yang bisa menularkan penyakit salmonella ini antara lain primata. memakan korban lebih dari sejuta jiwa. VEKTOR-VEKTOR NON BIOLOIS DAN PENYAKIT YANG DITIMBULKAN a. dan menyebar dengan lambat di negara-negara tersebut. serta (menurut catatan Procopius dari Bizantium) pada puncaknya menewaskan 10. Pandemi kedua (1829–1851) mencapai Eropa. merupakan wabah pes bubonik yang pertama tercatat dalam sejarah. Setelah mulai berjangkit di Asia. namun saat ini paling meluas di Afrika bagian selatan dan timur. Akibat yang ditimbulkan bila terinfeksi bakteri Salmonella adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus. d. Penyakit menular semacam ini tidak mengenal batas . c.000 orang setiap hari dan mungkin 40 persen dari penduduk kota tersebut. namun Rusia kembali terserang secara parah. HIV HIV—virus penyebab AIDS—dapat dianggap sebagai suatu pandemi. dan menyebar ke luar India pada tahun 1820. India pada tahun 1964. dimulai tahun 541. iguana. dan mencapai Bangladesh pada tahun 1963. wabah tersebut mencapai Mediterania dan Eropa barat pada tahun 1348 (mungkin oleh para pedagang Italia yang mengungsi dari perang di Crimea). dimulai tahun 1300-an. yaitu penyakit yang terus-menerus berevolusi. disebut “kolera El Tor” (atau “Eltor”) sesuai dengan nama galur bakteri penyebabnya. Pandemi keempat (1863–1875) menyebar terutama di Eropa dan Afrika. Kolera pandemi pertama. organ reproduksi wanita bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran. Pada mulanya wabah ini terbatas pada daerah anak benua India. Pandemi keenam (1899– 1923) sedikit mempengaruhi Eropa karena kemajuan kesehatan masyarakat. dan menewaskan dua puluh juta orang Eropa dalam waktu enam tahun. penyakit ini terus berkembang seiring dengan migrasi manusia antarnegara. London pada tahun 1832. Penyebarannya sampai ke Tiongkok dan Laut Kaspia sebelum akhirnya berkurang. Racun yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak. dan penyebarannya relatif cepat. Wabah tersebut terus berlanjut dan memakan korban sampai seperempat populasi manusia di Mediterania timur. pes bubonik merebak kembali di Eropa. Akibatnya penderita akan mengalami diare.

penyakit ini terus berkembang seiring dengan migrasi manusia antarnegara. terdapat kekhawatiran bahwa SARS. Pada tahun 2003. sebenarnya bukan hanya SARS saja yang fenomena penyebarannya menarik perhatian kalangan yang bergelut dengan informasi keruangan (geoinformasi). Ketika upaya penangkalan dan pengobatannya secara medis masih berlangsung. suatu bentuk baru pneumonia yang sangat menular. Selain itu. dapat menjadi suatu pandemi. dan penyebarannya relatif cepat.teritori administratif. Penyakit menular semacam ini tidak mengenal batas teritori administratif. terdapat catatan pandemi influensa tiap 20–40 tahun dengan tingkat keparahan berbedabeda . wabah sindrom pernapasan akut parah (SARS) melanda dunia. Hampir semua gejala epidemiologis dalam lingkup regional telah menarik perhatian para ahli geografi dan perencana wilayah sehingga kerja sama dengan para ahli kesehatan diperlukan dalam pengembangan wilayah dan pembangunan kesehatan masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful