DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) A.

DEFINISI DAS (Daerah Aliran Sungai): kumpulan sungai pada suatu sistem cekungan dengan aliran keluar atau muara tunggal/wilayah tampungan air yang masuk ke dalm wilayah air sungai. B.BATAS WILAYAH DAS Batas wilayah DAS diukur dengan cara menghubungkan titik-titik tertinggi di antara wilayah aliran sungai yang satu dengan yang lain. C.MASALAH-MASALAH DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAS Masalah-masalah DAS di Indonesia: 1. Banjir 2. Produktivitas tanah menurun 3. Pengendapan lumpur pada waduk 4. Saluran irigasi 5. Proyek tenaga air 6. Penggunaan tanah yang tidak tepat (perladangan berpindah, pertanian lahan kering dan konservasi yang tidak tepat) Faktor-faktor yang mempengaruhi DAS di Indonesia: 1. Iklim 2. Jenis batuan yang dilalui DAS 3. Banyak sedikitnya air hujan yang jatuh ke alur DAS 4. Lereng DAS 5. Bentukan alam (mender,dataran banjir dan delta) Metode perhitungan banyaknya hujan di DAS, dengan 2 cara. Yaitu: 1. Metode Isohyet, Ishoyet: garis dalam peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki jumlah curah hujan yang sama selama periode tertentu. Digunakan apabila luas tanah lebih dari 5000 km² 2. Metode Thiessen, digunakan bila bentuk DAS memanjang dan sempit (luas 1000-5000 km² D.DAERAH-DAERAH DAS 1. Hulu sungai, berbukit-bukit dan lerengnya curam sehingga banyak jeram. 2. Tengah sungai, relatif landai. Banyak aktifitas penduduk. 3. Hilir sungai, landai dan subur. Banyak areal pertanian. Pengelolaan DAS diatur dalam: • Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.39/Menhut-II/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan DAS Terpadu • Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.328/Menhut-II/2009 tentang Penetapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Prioritas dalam rangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2014; • Peraturan Direktur Jenderal RLPS Nomor: P.04/V-SET/2009 tentang Pedoman Monitoring dan Evaluasi DAS; • Lampiran Peraturan Direktur Jenderal RLPS Nomor: P.04/V-SET/2009 tentang Pedoman Monitoring dan Evaluasi DAS;dan • Kerangka Kerja Pengelolaan DAS di Indonesia sebagai amanah Inpres Nomor: 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi Tahun 2008-2009.

7. Pelaksanaan analisis mengenai dampak lingkungan diperketat. kadar porinya sangat kecil sehingga kemampuan untuk meresap air sangat kecil. Kedalaman lapisan freatik tergantung pada ketebalan lapis-lapis batuan di atasnya.kerikil dan kapur 3. Tidak menggunakan air berlebihan. Permukaan Preatik: bagian atas dari tubuh air 2. baik limbah domestik (masyarakat) maupun industri C. Sumur . Pelestarian air tanah dapat dilakukan dengan membuat sumur resapan. yang dipengaruhi oleh tebaltipisnya dan kedudukan lapisan tanah tersebut. Besarnya poulasi tumbuhan penutup daratan. 2. Mentaati praturan pemerintah dalam pemanfaatan air tahah. kadar porinya cukup besar sehingga memiliki daya serap yang tinggi. Tekanan dari lapisan ini dipengaruhi oleh perbedaan tinggi suatu tempat dan daerah tangkapan hujannya. Contoh: geluh. 3. yaitu: 1. Sumur artesis: artois (Prancis): suatu daerah di Prancis yang pada abad pertengahan orang-orang membuat sumur yang kedalamannya bias mencapai ratusan meter. 8.PENAMPANG AIR TANAH Air tanah freatik terdapat pada formasi lapisan batuan porous yang menjadi pengikat air tanah dengan jumlah yang cukup besar. karena dapat mempercepat penurunan volume air tanah. Sungai-sungai permanen yang volume airnya relatif tetap bermanfaat untuk pengairan. maka air akan keluar ke permukaan dan awalnya sering membawa endapan air.padas. b. Lapisan tak kedap (permeable). Lapisan Peralihan: merupakan lapisan antara lapisan kedap dan lapisan tak kedap. 6. Bentuk Negara Indonesia yang agraris sehingga banyak tanaman yang memperbesar absorbsi terhadap air permukaan. Mencegah kerusakan hutan agar tidak menimbulkan ketimpangan tata air. Jika lapisan freatik menjumpai retakan atau patahan. 4. 2. dan objek wisata. Contoh: pasir. Jika lapisan kurang kedap terletak di bawah dan atas tubuh air. 5. Lapisan batuan utama: a. Melakukan konversi atau perubahan penggunaan lahan agar dipertimbangkan dampak dan manfaatnya. 3. perhubungan. Mencegah rencana pembangunan yang berlebih. Pencegahan kepadatan penduduk demi mengurangi konsumsi air tanah.POTENSI AIR PERMUKAAN DAN AIR TANAH A. maka akan terbentuk lapisan penyimpanan air (air tanah tak bebas).napal dan lempung. Hal-hal untuk menjaga kelestarian air tanah: 1. Mencegah pembuangan limbah terhadap air tanah. Lapisan kedap(impermeable). Air yang keluar disebut air artesis (artois) B.DEFINISI  Air tanah: bagian air yang berada pada lapisan bawah permukaan tanah. Permukaan Tanah: 1. Air hujan akan terus terserap hingga mencapai lapisan kedap. Intensitas curah hujan tinggi lebih dari 200 mm/tahun.PEMANFAATAN AIR TANAH Hal-hal yang menyebabkan kandungan air tanah yang potensial.

PANTAI DAN PESISIR LAUT A. Peningkatan kesadaran penduduk mengenai pentingnya menjaga lingkungan.penyakit perut) C. jalan rusak dll 2. Air yang tergenang menimbulkan penyakit (penyakit kulit. Pembuatan bendungan air serbaguna.DEFINISI Pantai: bagian daratan yang berbatasan dengan laut dan masih dipengaruhi oleh proses-proses abrasi (pengikisan oleh laut). atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. 7. B. Mendatangkan kerugian bagi manusia. 8. yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang diakibatkan terisinya saluran air kering dengan air. Dataran banjir: lekungan datarn yang luas akibat pengendapan sedimen yang terbentuk karena pemindahan dan perubahan meander sepanjang lembah sungai. Menyebabkan gagal panen 3. parit atau alur taman resapan.DAMPAK BANJIR 1. Seperti rumah rusak. Melakukan pelurusan sungai dan pengerukan dasar sungai. Ketika hujan turun.HAL-HAL YANG DILAKUKAN UNTUK MENGATASI BANJIR 1.resapan dalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan. Pembuatan tanggul di pinggir sungai untuk mencegah luapan air sungai. 5. sedimentasi (pengendapan) dan pasang surut air laut. PENYEBAB DAN USAHA MENGURANGI RESIKO BANJIR A. Melakukan penghijauan dan penghutanan kembali wilayah gundul. Pembuatan terasering pada lahan miring untuk mencegah erosi tanah. 2.DEFINISI Banjir: genangan air yang terbentuk akibat aliaran hujan yang mengaliri daerah hutan gundul atau daerah yang kurang bervegetasi (tanaman) sebagai daya serap air. Polusi air 4. 3. Banjir semacam ini disebut banjir bandang. . Mempertinggi kapasitas peresapan air. 6. tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk. Pembuatan terusan saluran air. dapat berupa sumur. Di banyak daerah yang gersang di dunia. 4. Pembuatan kanal-kanal di daerah perkotaan. 9.

Bahan penyamak kulit dan pupuk hijau. Dari jenis-jenis itu. pengendapan dan pasang-surut. adalah 202 spesies Wilayahnya meliputi: Sumatera. Pantai terjal. Terumbu karang: yaitu ekosistem yang khas terdapat di daerah tropis. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. sekitar 39 jenisnya ditemukan tumbuh di Indonesia. d. Penahan abrasi. Total jenis keseluruhan yang telah diketahui. dan tenggelam saat surut. Termasuk tipe hutan tropika yang khas tumbuh di pesisir laut dan sangat dipengaruhi oleh pasang-surut air laut dan rawa-rawa yang berair payau. hutan payau atau hutan bakau. anggota dari sekitar 16 suku. 2. B. pasang-surut air laut dan hembusan angin laut. Bahan bakar. yang dianggap sebagai jenis-jenis mangrove sejati.000km dengan ekosistem yang beraneka ragam. Perairan wilayah pesisir: terjadi sedimentasi dan aliran air tawar. Sulawesi dan Irian Jaya. Tidak terpengaruh oleh proses pengendapan dan pasang-surut. c. Penyerap limbah dan pencegah intrusi air laut. tidak dapat bermain pasir yang berada di tepi laut namun kita dapat melihat laut dari kejauhan. tidak dapat berenang. Jawa. b. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak. namun sangat terpengaruh oleh proses abrasi. Kalimantan. kita tak dapat langsung turun ke laut. Pesisir: daerah di tepi panatai yang tergenang saat pasang. Perabot rumah tangga. Syarat-syarat agar hutan mangrove tetap subur: a. menjadikan hutan bakau Indonesia sebagai yang paling kaya jenis di lingkungan Samudera Hindia dan Pasifik. Fungsi ekonomis hutan mangrove: a. Suhu antara 20-40ºC f. c. Memiliki muara sungai yang besar/delta.Pantai dibagi menjadi dua. b. dapat bermain pasir di tepinya dan masih terpengaruh oleh proses abrasi. Wilayah pesisir lebih luas daripada wilayah pantai. Daerahnya landai dan subur. dapat berenang. kita dapat langsung turun ke laut. yang terbentuk dari endapan- . Banyak mengandung lumpur. hutan pasang-surut. Daratan wilayah pesisir: Disini. c. Beraneka jenis tumbuhan dijumpai di hutan bakau. b. Pantai landai. termasuk jenis-jenis mangrove ikutan. Antara lain: 1.EKOSISTEM PANTAI/PESISIR Garis pantai Indonesia memiliki panjang ±81. e. Terlindungi dari gempuran ombak dan arus pasang surut yang keras. Kadar garam antara 10-30/mil Fungsi ekologis hutan mangrove: a. Yakni jenis-jenis yang ditemukan hidup terbatas di lingkungan hutan mangrove dan jarang tumbuh di luarnya. bahan bakar kertas dan bahan bangunan. Penahan amukan angin taufan dan abrasi yang kuat. terjadi proses perembesan air laut. d. yaitu: 1. Akan tetapi hanya sekitar 54 spesies dari 20 genera. 2. maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Penyedia nutrient dan tempat berkembangbiak bagi biota perairan. Hutan Mangrove: disebut juga hutan pantai.

Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar.000 km2. Disebut juga dengan koral. pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu atau reef front yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur. Pada pantai yang curam.5¬2 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Leeward reef (terumbu yang membelakangi angin) Leeward merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin.endapan kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organism karang. kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak. yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. dalam kurun waktu geologis. yaitu sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu. Contoh: Batuan Tengah (Bintan. terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Kepulauan Ujung Batu (Aceh) Zonasi terumbu karang: 1. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. di bagian atas reef front terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat. Terumbu karang penghalang (barrier reefs) Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputusputus. Nusa Dua (Bali). Terumbu karang tepi (fringing reefs) Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Syarat-syarat terbentuknya ekosistem terumbu karang yang baik: . membantu pembentukan pulau datar. Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah). 2. Kepulauan Riau). Akhirnya zona windward diakhiri oleh rataan terumbu (reef flat) yang sangat dangkal. Pulau Panaitan (Banten). Namun. Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan. namun kondisinya kurang ideal untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta). 4. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. alga berkapur dan organismorganisme lain yang menghasilkan kalsium karbonat. terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60. Dalam proses perkembangannya. sekitar 0. Spermonde (Sulawesi Selatan). Contoh: Bunaken (Sulawesi). Windward reef (terumbu yang menghadap angin) Windward merupakan sisi yang menghadap arah datangnya angin. Di reef slope. Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs) Gosong terumbu (patch reefs). Terumbu karang cincin (atolls) Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau¬pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. Jenis-jenis terumbu karang: 1. Daerah ini disebut sebagai pematang alga atau algal ridge. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. Zona ini diawali oleh reef slope atau lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas. 3. Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu (patch reef). 2.

3. Sering terdapat di perairan laut antara hutan mangrove dan terumbu karang. bahan kosmetik (sabun. dan tablet. b. Bahan bangunan dan jalan serta industry. Manfaat : sebagai bahan makanan (lalapan. manisan dan kue). b. d. d. c. Bahan baku pupuk. Tumbuh pada perairan yang memiliki subtract keras yang kokoh untuk tempat melekat. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan padang lamun: a. Tempat berkembangbiak hewan laut. d. Suhu antara 25-29ºC. Perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir. Sebagai perangkap sedimen sehingga terhindar dari erosi. c. Wilayah: di seluruh perairan Indonesia. Menghasilkan berbagai jenis ikan. Lamun termasuk tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin. e. Fungsi padang lamun: a. Padang Lamun: tumbuhan berbunga yang dapat menyesuaikan diri untuk hidup di dasar laut. Suhu antara 20-30º C.a. Dapat tumbuh dimana tumbuhan muda yang kecil mendapatkan cukup cahaya. Bahan baku cindera mata dan perhiasan. e. teripang dan kerang mutiara. agak berpasir lunak dan tebal. Fungsi ekologis terumbu karang: a. Biasanya hidup di perairan dangkal berlumpur. Wilayah : tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kadar garam antara 25-35/mil. sayur. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut: a. c. 4. Kedalaman tidak lebih dari 10 m agar cahaya dapat menembus. b. Kedalaman sekitar 10 meter dari permukaan laut. Bahan baku kertas. Rumput Laut: disebut juga gulma laut merupakan salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. lotion. Arus laut tidak begitu deras. salep.5 m/detik. udang. Kedalaman laut antara 20-30 m. alga.ikan kecil dan udang. d. Suhu perairan sejuk c. b. Sebagai penyedia bahan makanan bagi biota laut. krim. Kejernihan air laut. c. Tidak adanya sedimentasi. Kadar garam antara 30-35/mil. shampoo). b. Sebagai tempat berkembangbiaknya ikan. kapsul. Penyedia nutrient bagi biota laut. . Kecepatan arus sekitar 0. b. Fungsi ekonomis terumbu karang: a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful