Proses Pembuatan Sabun & Detergen

1. Proses Pembuatan Sabun Prinsip utama kerja sabun ialah gaya tarik antara molekul kotoran, sabun, dan air. Kotoran yang menempel pada tangan manusia umumnya berupa lemak. Untuk mempermudah penjelasan, mari kita tinjau minyak goreng sebagai contoh. Minyak goreng mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Asam lemak jenuh yang ada pada minyak goreng umumnya terdiri dari asam miristat, asam palmitat, asam laurat, dan asam kaprat. Asam lemak tidak jenuh dalam minyak goreng adalah asam oleat, asam linoleat, dan asam linolena. Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi (rantai C lebih dari 6). Sabun dapat dibuat melalui proses batch atau kontinu Pada proses batch, lemak atau minyak dipanaskan dengan alkali (NaOH atau KOH) berlebih dalam sebuah ketel. Jika penyabunan telah selesai, garam garam ditambahkan untuk mengendapkan sabun. Lapisan air yang mengaundung garam, gliserol dan kelebihan alkali dikeluarkan dan gliserol diperoleh lagi dari proses penyulingan. Endapan sabun gubal yang bercampur dengan garam, alkali dan gliserol kemudian dimurnikan dengan air dan diendapkan dengan garam berkali-kali. Akhirnya endapan direbus dengan air secukupnya untuk mendapatkan campuran halus yang lamakelamaan membentuk lapisan yang homogen dan mengapung. Sabun ini dapat dijual langsung tanpa pengolahan lebih lanjut, yaitu sebagai sabun industri yang murah. Beberapa bahan pengisi ditambahkan, seperti pasir atau batu apung dalam pembuatan sabun gosok. Beberapa perlakuan diperlukan untuk mengubah sabun gubal menjadi sabun mandi, sabun bubuk, sabun obat, sabun wangi, sabun cuci, sabun cair dan sabun apung (dengan melarutkan udara di dalamnya). Pada proses kontinu, yaitu yang biasa dilakukan sekarang, lemak atau minyak hidrolisis dengan air pada suhu dan tekanan tinggi, dibantu dengan katalis seperti sabun seng. Lemak atau minyak dimasukkan secara kontinu dari salah satu ujung reaktor besar. Asam lemak dan gliserol yang terbentuk dikeluarkan dari ujung yang berlawanan dengan cara penyulingan. Asam-asam ini kemudian dinetralkan dengan alkali untuk menjadi sabun. Masalah tersebut dipecahkan dengan beberapa cara. Misalnya dengan mengurangi ion-ion kalsium dan magnesium dan menggantinya dengan ion-ion natrium, atau yang dikenal dengan air lunak. (soft water). Selain itu bisa juga dengan menambahkan fosfat pada sabun, karena fosfat membentuk komplek dengan ion-ion logam, larut dalam air, sehingga mencegah ion-ion tersebut membentuk garam taklarut dengan sabun. Namun penggunaan fosfet harus dibatasi, karena jika ikut mengalir dalam danau atau sungai fosfat yang juga berfungsi sebagai pupuk akan merangsang tumbuhnya tanaman sedemikian besar sehingga tanaman menghabiskan oksigen terlarut dalam air dan menyebabkan ikan-ikan mati. Cara lain misalnya dengan mengganti gugus ionik karboksilat pada sabun dengan gugus sulfat atau sulfonat. Cara inilah yang mendasari terbentuknya detergen. Proses Pembuatan Sabun Mandi 1. Siapkan Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk menampung semua hasil pembuatan sabun. Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang

itulah mengapa dinamakan “trace”. Hati. Aduk beberapa detik kemudian hentikan putaran blender 8. sebab bentuk cair memberikan busa yang cukup banyak. Kemudian keluarkan dari cetakan. Sesuai dengan resep. simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengaharum. Timbangan dapur dengan skala terkecil 1 atau 5 gram 3. yaitu: 1. terutama pada sabun cair yang terbuat dari minyak kelapa atau kopra ini biasanya menyebabkan rangsangan dan memungkinkan penyebab dermatitis bila dipakai. dorong lalu potong akan menghasilkan sabun yang bulat 2. Setelah larut semuanya. Tutup dengan kain untuk insulasi. Larutkan NaOH / KOH ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Simpan sabun dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Botol plastik untuk wadah 2. “Trace” adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. 5. Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Sabun yang banyak mengandung busa. Blender dengan tutupnya Pada perkembangan selanjutnya bentuk sabun menjadi bermacam-macam. gelas pyrex atau plastik-poliproplen). Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan.hati tuangkan larutan NaOH atau KOH ke dalam minyak 6. Sabun lunak o Dibuat dari minyak kelapa. Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender. taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses pada putaran terendah. Pasang cover blender. Setelah mengeras buka tutupnya. Tetapi para pemakai kurang menyukainya sebab . Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. maka beberap detik bekas sendok tadi masih membekas. minyak kelapa sawit atau minyak tumbuhan yang tidak jernih o Alkali yang dipakai KOH o Bentuk pasta dan mudah larut dalam air 3. 7. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda. Sabun cair o Dibuat dari minyak kelapa o Alkali yang digunakan KOH o Bentuk cair dan tidak mengental dalam suhu kamar 2. potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai. 3.diikat dengan karet gelang. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Timbang minyak sesuai dengan resep. Oleh karena itulah penggunaanya diganti dengan minyak zaitun dan minyak kacang kedele atau minyak yang lain yang dapat menghasilkan sabun lebih lembut dan baik. Apabila di sentuh dengan sendok. pewarna atau aditif. Aduk higga larut. Akan didapatkan larutan yang jernih. semprotkan minyak ke dalamnya. Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Cetakan 4. tuangkan hasil sabun. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan sabun mandi adalah :¬ 1. Gunakan stainless steel. Sabun keras o Dibuat dari lemak netral yang padat atau dari minyak yang dikeraskan dengan proses hidrogenasi o Alkali yang dipakai NaOH o Sukar larut dalam air Wanita sangat menginginkan menggunakan sabun dalam bentuk cair. 4. Timbang air dan NaOH / KOH.

tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar. . sabun juga mempunyai kelemahan diantaranya menimbulkan bercak kuning pada kain. Sabun kecantikan • Parfum. Hal ini karena partikel terkecil sabun dapat bergabung dengan mineral yang terlarut dalam air. sehingga sabun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. untuk mencegah dan mengobati penyakit kulit 2.15 K (0 °C). Air bersifat tidak berwarna. Disamping itu sabun tidak berbuih pada air sadah ( air yang banyak mengandung Ca dan Mg ). Shampoo • Diethanolamine (HOCH2CH2NHCH2CH2OH) untuk mempertahankan pH • Lanolin sebagai conditioner • Protein untuk memberi nutrisi pada rambut Seperti yang kita ketahui.sabun ini kelarutannya rendah dan tidak memberikan busa yang banyak. air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O. Sabun kesehatan o TCC (Trichorlo Carbanilide) o Hypo allergenic blend. yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273. yaitu molekul yang tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Dengan perkembangan yang cukup pesat dalam dunia industri dimungkinkan adanya penambahan bahan-bahan lain kedalam sabun sehingga menghasilkan sabun dengan sifat dan kegunaan baru. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Bahan-bahan yang ditambahkan misalnya: 1. Misal natrium. kalsium dan megnesium. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. sebagai pewangi dan aroma terapi • Vitamin E untuk mencegah penuaan dini • Pelembab • Hidroquinon untuk memutihkan dan mencerahkan kulit 1. untukT membersihkan lemak dan jerawat o Asam salisilat sebagai fungisida o Sulfur. • Kelemahan sabun Selain kelebihan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful