Berita Selulosa Vol. 42 (2), hal. 67-74, Desember 2007, ISSN 0005 9145 Terakreditasi sebagai Majalah Ilmiah No.

18/AKRED-LIPI/P2MBI/9/2006 Tersedia online di http://www.bbpk.go.id

PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH PADAT DENGAN LINDI HITAM DARI INDUSTRI PULP DAN KERTAS SEBAGAI BAHAN BIOBRIKET
Syamsudin * , Sri Purwati, Ike Rostika
*

Balai Besar Pulp dan Kertas, Bandung e-mail : syamsudin@depperin.go.id

UTILIZATION OF SOLID WASTE AND BLACK LIQUORS MIXTURE FROM PULP AND PAPER MILLS AS BIOBRIQUETTE
ABSTRACT Utilization of solid waste and black liquor mixture from pulp and paper mills has been investigated. Sludge A comes from pulp and paper mill with non wood raw materials has heat value 2712 cal/g and ash content 29.8%; Sludge B from paper mill with wastepaper raw material and deinking process has heat value 2331 cal/g and ash content 25.9%; black liquors from pulp mill with soda process has 5579 cal/g and ash content 12.1%. The sludges which has already ground and homogeneous was mixed with strong black liquors and densified to form biobriquette. At the composition 0 – 40 % of black liquor, heat value increase to 3711 and 3513 cal/g for sludge A and B respectively.Black liquor can increase burning efficiency due to the decreasing of ash content, but increasing heavy metal contents such as Pb, Cd, Cr, and Na. At the composition 30 – 40 % of black liquor, the pressing force biobriquette increase from 19 - 26 kg to 50 - 54 kg. This means that the pressing force of biobriquette greater than coal (37 kg). Keywords: sludge, black liquors, biobriquette, heat value, ash content. INTISARI Pemanfaatan campuran limbah padat indusri pulp dan kertas dengan lindi hitam sebagai bahan biobriket telah diteliti. Lumpur A berasal dari pabrik pulp dan kertas terpadu dengan bahan baku non kayu mempunyai nilai panas 2712 kal/g dan kadar abu 29,8%; lumpur B dari pabrik kertas dengan bahan baku kertas bekas dan proses deinking mempunyai nilai panas 2331 kal/g dan kadar abu 25,9%; dan lindi hitam dari larutan pekat sisa pemasakan pulp proses soda mempunyai nilai panas 5579 kal/g dan kadar abu 12,1%. Lumpur yang sudah halus dan homogen dicampur dengan lindi hitam pekat dan dicetak menjadi biobriket. Pada variasi lindi hitam 0 – 40% nilai panas meningkat menjadi 3711 dan 3513 kal/g, masing-masing untuk lumpur A dan lumpur B. Penambahan lindi hitam menurunkan kadar abu sehingga memberi pengaruh positif terhadap efisiensi pembakaran tetapi menaikkan kandungan logam berat Pb, Cd, Cr, dan Na. Pada penambahan lindi hitam 30 – 40% kuat tekan biobriket meningkat dari 19 – 26 kg menjadi 50 – 54 kg. Hal ini berarti kuat tekan biobriket lebih besar dibandingkan dengan batu bara yang memiliki kuat tekan 37 kg. Kata kunci: lumpur, lindi hitam, biobriket, nilai panas, kadar abu.

PENDAHULUAN Meningkatnya pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia telah membawa dampak terhadap meningkatnya permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah. Oleh karenanya dalam upaya terpeliharanya kualitas lingkungan industri

harus meningkatkan pengelolaan limbahnya melalui pengolahan yang lebih efektif dan kemungkinan pemanfaatannya. Industri pulp dan kertas pada saat ini dihadapkan pada masalah penanganan limbah padat yang jumlahnya cukup besar. Konstribusi terbesar berasal dari lumpur hasil pengolahan air limbah. Di lokasi pabrik limbah padat tersebut hanya ditumpuk dan belum dimanfaatkan
67

2006). Efisiensi pembakaran tergantung pada kadar abu lumpur yang relatif tinggi. yaitu >30% dan kadar air lumpur yang masih terlalu tinggi untuk dibakar. selama ini dimanfaatkan dalam proses pemulihan bahan kimia. baik pada skala rumah tangga ataupun industri kecil. Jumlah limbah yang cukup besar tersebut sebagai konsekuensinya. No. 2008 dan Boss. Tabel 1 menunjukkan hasil analisis limbah padat industri pulp dan kertas dari berbagai sumber. 2001). Sumber limbah padat yang terbesar dan banyak menimbulkan permasalahan berasal dari lumpur hasil pengolahan air limbah (BBPK. 2006a dan BBPK. 42. dan kadang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk membuat tatakan telur. Vol. Dengan pemanfaatan menjadi biobriket maka produk biobriket yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan energi alternatif pengganti briket batu bara yang diketahui berasal dari sumber alam yang tidak dapat diperbaharui (Subroto. pengeras jalan. Pemanfaatan sebagai biobriket didasarkan atas potensi yang dimiliki lumpur. Permasalahan ini dapat ditekan dengan penggunaan biobriket. 2006b). 2004). 2004). 2006a). Limbah padat ini mengandung bahan organik berserat yang bersifat mudah dibakar dan bahan anorganik yang berasal dari bahan kimia yang ditambahkan selama proses yang bersifat dapat menghambat proses pembakaran dan menghasilkan abu sisa pembakaran (Boss. 2.BS. Pemakaian batu bara menimbulkan masalah utama polusi yang bersifat merugikan. 2006). yaitu adanya emisi unsur belerang ke udara bebas (Boss. Karakteristik limbah padat industri pulp dan kertas sangat bervariasi. 2004). Potensi energinya banyak dimanfaatkan . tergantung dari bahan baku dan produk yang dihasilkan. Limbah lumpur ini pada umumnya sudah mendapat perlakuan pemisahan air hingga mempunyai kadar padatan sekitar 20 – 30%. Dalam rangka mengantisipasi tuntutan masyarakat yang makin tinggi terhadap masalah lingkungan telah mendorong pihak industri untuk melakukan upaya pemanfaatan limbah sebagai alternatif pengelolaan lingkungan yang perlu dikembangkan karena selain tidak ada lagi sisa yang terbuang juga dapat memberikan nilai tambah. Lindi hitam (black liquor) yang merupakan sumber limbah cair dari industri pulp. Desember 2007 : 67 . yaitu mempunyai kadar organik total minimal 60% dan nilai panas minimal 3000 kal/gram. maka pemakaian bahan bakar yang selama ini dari sumber bahan bakar fosil yang bersifat tidak dapat diperbaharui dapat direduksi.74 kertas bekas (dasar kering) (Purwati dkk. Dengan pemanfaatan ini. Kadar air lumpur sebagai 68 biobriket sebaiknya maksimal 60%. Lumpur yang dihasilkan dapat dibedakan atas lumpur primer yang berasal dari pengolahan fisika-kimia dan lumpur sekunder yang berasal dari proses biologi yang sifatnya lebih sulit dipekatkan dan dipress (BBPK. TINJAUAN PUSTAKA Limbah padat industri pulp dan kertas berasal dari berbagai sumber unit proses yang merupakan bahan organik atau biomassa yang tidak berguna yang berpotensi sebagai bahan bakar yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi bahan bakar berupa biobriket (Adibroto. sedangkan pada umumnya lumpur keluaran belt press masih mengandung kadar air sekitar 70-80% sehingga perlu rancangan proses pengeringan lumpur (Setiadji. tanpa pengelolaan yang tepat maka limbah tersebut akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius. 2006a). Nilai panas yang cukup tinggi menjadikan limbah padat industri pulp dan kertas sangat berpotensi sebagai bahan bakar. Selama ini limbah padat industri pulp dan kertas hanya dimanfaatkan sebagai kompos (BBPK.

2008) mudah biobriket untuk terbakar dan menyala. 2006). O = digunakan sebagai substitusi pada pembuatan biobriket dari limbah padat industri pulp dan 43. sebagai bahan bakar substitusi pada unit boiler berat lindi hitam proses pulping dapat diperoleh (Clement. 2008). kadar abu yang tinggi di digester sebagai lindi hitam. bahan adhesive/binder.07%.4 .75%. nilai panas. kadar abu. SiO 2 = 1. (Clement. volatile matter atau zat-zat yang menjadi energi panas melalui proses mudah menguap. lain-lain = 0. dihasilkan NaCO 3 = 94. stiffness yang baik. 0. Syamsudin. Kandungan senyawa yang dibanding resin fenol formaldehid (Sami dkk. N = kertas.238 kcal/kgd.11%. 2007). lignin yang terdapat bulk density yang jauh lebih rendah dalam lindi hitam dapat dimanfaatkan sebagai dibandingkan batubara (Subroto. Lindi komersial (Ibrahim dkk. natrium (Na). Lindi hitam dalam biomassa akan mempersulit penyalaan mengubah energi kimia yang dikandungnya biobriket. semakin banyak kandungan pembakaran yang menghasilkan abu inorganik volatile matter pada biobriket maka semakin dan gas (Marklund.59%. C = 0. Major (2000) . briket yang tahan air. lindi hitam hanya lebih tinggi dibanding resin fenol formaldehid dibuang saja tanpa pemulihan bahan kimia karena nilainya yang tidak ekonomis lagi. 1995 Recycle paper mill Bark Baric Wood chips Wastepaper Abu C H S O N Nilai Nilai 69 33. Sedangkan profil abu bakar yang Faktor-faktor yang mempengaruhi pembakaran biobriket meliputi: ukuran partikel.. Resin dari hitam merupakan campuran beberapa unsur lignin organosolv menunjukkan kekuatan dan dasar dengan fraksi terbesar adalah karbon (C). Selain potensinya sebagai bahan bakar bulk density. Limbah Padat Industri Pulp dan Kertas Dari Berbagai Sumber *) Analisis (%) Sumber panas (MJ/kg) Padatan panas (MJ/kg) Bleached pulp mill Pulp mill Kraft mill Kraft mill Deinking mill Deinking mill Recycle mill *) Sumber: Scott. nilai panas = 3. 1995). lain-lain = 0.. 1995).Pemanfaatan Campuran Limbah Padat dengan Lindi Hitam dari Industri . dan sulfur (S) ligin organosolv sama atau bahkan lebih baik (Marklund.55%.s.60%. NaCl = 0. Dalam penelitian ini lindi hitam pekat komposisi C = 34.. H = 3. jenis bahan bakar.2%. industri pulp dan kertas. 2006). semakin besar nilai panas maka kecepatan pembakaran semakin mencapai setengah dari massa kayu keluar dari lambat. Lindi hitam terdiri dari kandungan air yang tinggi menyulitkan penyalaan dan mengurangi temperatur bahan-bahan sisa proses pemasakan pulp.60%. Tensile strength resin lignin fenol formaldehid sebagai adhesive kayu Pada pabrik skala kecil. Lignin dan bahan organik lainnya yang pembakaran..6%. kecepatan aliran udara.5%. dkk. dan SiO 2 = 3. terdapat pada lindi hitam mempunyai kisaran 2003).85% suhu udara pembakaran (Subroto. biobriket umumnya mempunyai dengan nilai panas tinggi. Na = 16. Sifat tensile strength resin oksigen (O). melaporkan komposisi binder untuk pembentukan briket menggunakan 5 – 95% Tabel 1. Lindi hitam yang merupakan hasil samping Beberapa masalah yang berhubungan dengan pabrik pulp merupakan bahan bakar cair dalam pembakaran biobriket antara lain: kadar air.5%.

42.BS. Briket yang dihasilkan dikeringkan dengan panas matahari selama tiga hari. Serta mengkondisikan biobriket Lumpur yang sudah halus dan homogen dengan berat sama 55 gram dicampur dengan lindi hitam dan diaduk sempurna menjadi adonan yang siap dicetak menjadi bentuk biobriket.74 berbentuk partikel-partikel halus dilakukan analisis yang meliputi pH. dan 1500 Kpa selama ±2 menit. 10. Lumpur A memberikan nilai panas lebih tinggi karena berasal dari pabrik terpadu yang mengandung bahan organik lebih besar terutama lignin dari proses pembuatan pulp. dan lumpur B yang berasal dari pabrik kertas dengan bahan baku kertas bekas melalui proses deinking. Terhadap lumpur yang sudah 70 . Karakterisasi Awal Limbah Padat dan Lindi Hitam Sebelum dibuat biobriket dilakukan karakterisasi awal lumpur IPAL dan lindi hitam untuk mengetahui potensi sebagai bahan bakar dan kandungan logam berat yang terdapat didalamnya. sifat kimia (kadar abu. nilai panas. 20. Lumpur yang digunakan terdiri dari : lumpur A berasal dari pabrik pulp dan kertas terpadu dengan bahan baku non kayu. Alat yang digunakan untuk pembuatan biobriket antara lain: alat press dan pencetak. Variasi komposisi lindi hitam terhadap lumpur adalah : 0. Untuk evaluasi dilakukan pula pengujian yang sama terhadap briket batu bara. Nilai panas lindi hitam menunjukkan nilai 5579 kal/g. Lindi hitam. Lumpur dikeringkan di udara terbuka. densitas. Limbah padat yang digunakan sebagai bahan penelitian adalah lumpur hasil pengolahan air limbah yang merupakan campuran lumpur primer dan lumpur sekunder yang sudah melewati alat belt press. No. kadar air. dan termokopel. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakterisasi Awal Limbah Padat dan Lindi Hitam Pada Tabel 2 ditampilkan hasil karakterisasi awal limbah padat dan lindi hitam. Penyiapan Bahan Baku Proses yang pertama dalam penyiapan bahan baku lumpur IPAL yaitu penghalusan bahan baku dengan tujuan untuk membuat partikel bahan baku ini bisa lebih kecil dan homogen sehingga akan lebih mudah dalam pencampuran dengan lindi hitam. 30. 2. Dari Tabel 2 terlihat bahwa limbah padat cukup potensial sebagai bahan bakar. didasarkan atas analisis nilai panas >2000 kal/g dan kadar abu <30%. Dimensi biobriket dalam penelitian ini dirancang dengan diameter ±5 cm dan panjang 2. mempermudah penanganan dan jalannya proses Proses Pembuatan Biobriket pembakaran. Cr). Pencetakan dilakukan menggunakan alat press dengan penekanan diatur pada 500. waktu bakar). kemudian dihancurkan dan dihomogenkan. Desember 2007 : 67 .5 cm. Pengujian Sifat Biobriket Pengujian biobriket yang dilakukan meliputi : sifat termal (nilai panas. alat pembakaran biobriket. kandungan logam berat). Vol. Terhadap lindi hitam dilakukan analisis pH. digunakan sebagai bahan pensubstitusi pada pembuatan biobriket berasal dari larutan pekat sisa pemasakan pabrik pulp proses soda. Berarti pemanfaatan lumpur menjadi biobriket dengan substitusi lindi hitam mempunyai prospek sebagai bahan energi alternatif. timbangan digital. stopwatch. sedangkan kadar abunya lebih rendah dari yang terkandung dalam lumpur. dongkrak hidrolik. Ukuran partikel yang dihasilkan dari tahapan ini adalah yang lolos 40 mesh. dan 40% berat. dan kadar logam berat (Pb. kadar padatan. kadar abu. 1000. Cd. nilai panas dan kadar lignin. kadar abu. dan sifat fisik (kekuatan tekan).

maka kadar air 2712 pada lumpur A maupun lumpur B masih cukup tinggi sehingga pada proses pembuatan 29. kal/g Lumpur A Lumpur B (%) 0 10 20 30 40 3431 3620 3640 3711 3374 2680 2531 71 . g/ml Kadar lignin.4 Komposisi Lindi Hitam dihasilkan. caranya dengan menggunakan alat press yang akan memberikan tekanan pada waktu 6. bukan pada lindi hitam. Selain itu. Dari Tabel 3 juga dapat dilihat bahwa pada komposisi 40% memberikan nilai panas 3711 kal/g untuk lumpur A yang menunjukkan lebih besar dari lumpur B yang memberikan nilai panas 3513 kal/g. kal/g Kadar abu.7 Lumpur A Lumpur B Lindi Hitam Tabel 3.9 Bahan Bakar Panas Pengaruh komposisi lindi hitam terhadap nilai panas bahan bakar dari lumpur yang 9. Hal ini terjadi karena lindi hitam mempunyai nilai panas dua kali lebih besar dibanding nilai panas lumpur.4 29. Sebagai pembanding briket batu bara mempunyai nilai panas 6120 kal/g. Tabel 2.8 digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada 96. % Densitas. 7. Penurunan kadar air 25 juga bisa dibantu dengan pengeringan biobriket 2331 di bawah sinar matahari. % Nilai panas. Pengamatan Nilai25.6 Ditinjau dari kadar airnya.6 pencetakan sehingga selain memberikan kekuatan tekan juga 75 menurunkan kadar air akan biobriket yang terbentuk. Tabel 3 menunjukkan bahwa dengan peningkatan % komposisi lindi hitam maka 3. Dalam penelitian ini komposisi lindi hitam hanya dilakukan sampai 40% karena komposisi terbesar biobriket yang diinginkan adalah pada pemanfaatan lumpur.. sehingga dengan substitusi lindi hitam akan meningkatkan nilai panas biobriket.1 1.02 7. g/l 70.7 Tabel 3. Hasil Analisis Nilai Panas Bahan Bakar Nilai Panas. Syamsudin. lindi hitam sifatnya cair sehingga sulit untuk dibuat menjadi biobriket tanpa penambahan bahan pemadat seperti lumpur kering. dkk.8 biobriket perlu diturunkan semaksimal mungkin.3 semakin besar pula nilai panas biobriket yang 5579 12..Pemanfaatan Campuran Limbah Padat dengan Lindi Hitam dari Industri .. Hasil Karakterisasi Awal Lumpur dan Lindi Hitam Parameter pH Kadar air. % Kadar padatan.

8 Batu bara 19.010 lindi hitam. Penurunan abu ini akan sangat membantu bagi industri pulp dan kertas karena limbah lumpur sebagai limbah B3 yang akan diolah tersisa sebagai abu dalam jumlah sedikit sehingga terjadi penghematan dalam biaya pengelolaan di landfill.BS. waktu bakar dan kekuatan tekan.2 25.9 15. 2004). Dengan demikian maka kadar Na yang tinggi meningkatkan kualitas pembakaran biobriket. Data pengamatan dapat dilihat pada Tabel 5. Dilihat 15 dari pengamatan kadar elemen logam ternyata 16 ada kecenderungan meningkatnya kadar logam berat Pb. Semakin rendah kadar abu. Desember 2007 : 67 .3 *) Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup.3%. Berarti memberikan pengaruh positif terhadap efisiensi pembakaran. mg/kg Na Pb Cd Cr waktu pembakaran briket (Barford. Cd. 42. Kondisi ini menunjukkan bahwa 26 lumpur IPAL termasuk limbah yang perlu 34 diidentifikasi sebagai limbah B3 sehingga bila 42 tidak dimanfaatkan perlu dikelola dengan 10 landfill 0. Hasil Analisis Kimia Bahan Bakar Komposisi Lindi Hitam Lumpur A 0 10% 40% Lumpur B 0 10% 40% 29. Peningkatan kadar Na ini disebabkan karena 0. yaitu di bawah nilai 9 baku mutu menurut Kep.034 lindi hitam yang digunakan berasal dari larutan A pekat sisa pemasakan pabrik pulp proses soda Baku mutu yang menggunakan NaOH sebagai bahan kimia Kep.8 dengan adanya campuran 0.1 cukup besar kadar Na dalam biobriket. 5. Hal ini kemungkinan terjadi karena lindi hitam yang bersifat sebagai binder sehingga dengan penambahan lindi hitam maka ikatan antar partikel pada biobriket semakin kuat dan menyebabkan pembakaran yang terjadi semakin efisien.019 sedang kelas B. Sifat Fisik dan Sifat Bakar Biobriket Terhadap bahan bakar yang sudah berbentuk biobriket diamati pengaruh variasi campuran lindi hitam dan tekanan terhadap kadar air.74 Tabel 4. Dari Tabel 4 juga terlihat bahwa komposisi lindi hitam dapat menurunkan kadar abu. 2002. Selain itu.3 logam beratnya cenderung meningkat kadarnya.0 19. serta memperlama 72 Kadar abu % Kadar Elemen Logam. No. Logam berat yang 1912 terkandung dalam lumpur IPAL mempunyai 5920 konsentrasi relatif rendah. kategori lumpur B mempunyai kadar logam berat lebih 11 tinggi dibandingkan dengan lumpur A karena 13 lumpur B berasal dari limbah proses deinking 11 dengan kadar logam yang cukup tinggi.3 1228 Hasil pengamatan sifat kimia bahan bakar 5664 dengan perlakuan substitusi lindi hitam dapat 604 dilihat pada Tabel 4. dan Cr5. Vol.04/Bapedal/IX/1995 *) pemasaknya. 04/Bapedal/IX/1995. semakin sedikit pula abu sisa pembakaran yang dihasilkan.8 Demikian pula bila ditinjau dari kadar Na. 6. Hasil uji sifat fisik dan sifat bakar hanya dilakukan terhadap lumpur A yang dipertimbangkan dari penampilan bentuk biobriket yang lebih baik dibandingkan lumpur B.6 perlakuan substitusi lindi hitam meningkatkan 9. 2. Bahan Na yang terkandung dalam B lindi hitam ini efektif mengurangi emisi particulate matter (PM) dan karbon monoksida (CO) selama pembakaran. efisiensi pembakarannya jauh lebih rendah dari batu bara yang mengandung kadar abu hanya 4.1 walaupun kadar abu menurun namun kandungan 8. baik klasifikasi A maupun B kecuali pada logam 16 Cd mempunyai kandungan di atas baku mutu 21 klasifikasi B. Namun bila dibandingkan batu bara. 3000 50 2500 300 5 250 .4 428 4. Keadaan ini menjadi pertimbangan 7. 14.

mempermudah penggunaan. Hal ini terlihat pada seluruh komposisi yang dihasilkan berupa meningkatnya nilai 39 berarti disebabkan oleh 50 lindi hitam. Tabel 5. Semakin 38 rendah kadar air. 500 meningkat.. 1500 24 industri pulp dan kertas merupakan limbah Perlakuan semakin tinggi tekanan pada 14 padat yang dapat dimanfaatkan sebagai saat pencetakan menjadi biobriket memberikan 11 43waktu biobriket. maka semakin mempermudah Komposisi 30. yang panas. dkk... serta menurunnya emisi pembakaran. dan 10 45 menentukan desain tungku pembakaran. Penambahan lindi hitam dapat pengaruh kecenderungan menurunnya meningkatkan kualitas pembakaran biobriket 38 bakar. dan kadar air yang 12 37 kg. Pada kondisi ini.Pemanfaatan Campuran Limbah Padat dengan Lindi Hitam dari Industri . Ditinjau dari kekuatan tekan ternyata 73 . hal ini dapat dikorelasikan dengan 1000 Lumpur hasil pengolahan air limbah menurunnya kadar abu. 500 1000 1500 12 11 9 30 27 26 26 24 29 Komposisi 10. terlihat dari waktu bakar paling lama. Namun 46 bila ditinjau dari kadar air biobriket yang terbentuk ternyata tekanan makin besar dapat 44 44 memberikan pengaruh yang positip yaitu 40 menurunnya kadar air biobriket. Syamsudin.5 64 37 biobriket. 46 Pengaruh campuran lindi hitam terhadap cukup rendah. biobriket yang 45 sifat bakar dapat dilihat dari makin lamanya 43 dibentuk memberikan efisiensi pembakaran 51 waktu yang diperlukan untuk terbakarnya 54 yang optimal biobriket sampai menjadi abu. kekuatan tekan paling besar. 500 proses penyalaan biobriket. 1000 Komposisi lindi hitam optimal pada 30% untuk 1500 17 dibandingkan batu bara dengan kekuatan tekan 12 lumpur A. sehingga dapat mempengaruhi distribusi 48 oksigen yang menembus partikel-partikel Batu bara 5. Hasil Uji Sifat Fisik dan Sifat Bakar Biobriket Dari Lumpur A Komposisi Lindi Hitam (%) Waktu bakar Kekuatan tekan Kadar air (%) dan tekanan (Kpa) (menit) (kg) Komposisi 0. 500 1000 1500 14 10 8 37 33 29 36 35 variasi tekanan antara 500 – 1500 Kpa 29 cenderung tidak memberikan pengaruh yang Komposisi 20. Berarti 52 membuktikan bahwa efisiensi pem-bakaran KESIMPULAN Komposisi 40. kekuatan tekan dan menurunnya kadar 48 perbedaan kepadatan atau porositas biobriket abu. Kekuatan tekan dipertimbangkan dalam 1000 desain biobriket yang dibentuk karena menjadi 1500 12 tidak cepat hancur karena penyimpanan maupun 11 pengangkutan. 500 berarti.

Toronto 24-27 April 1995.74 Kementerian DAFTAR PUSTAKA Himpunan Peraturan Perundangundangan di Bidang Pengelolaan Adibroto. Riau Andalan Pulp And Paper (PT. Mulyono. 6719816B2. diakses tanggal 15 Maret 2008. BBPK. Formulation of Lignin Phenol Formaldehyde Resins as A Wood Adhesive.. Nen... Winanti. Balai Besar Pulp dan Kertas. T. 2004. 2007. P. S. Ibrahim. International Chemical Recovery Conference. Barford. S.C.. W. www. E.A. H.E dan Shepherd. The Malaysian Journal of Analytical Sciences 11(1): 213-218..T. Clement. 2004. BBPK. US Patent No. Moyer. 2.. N.. Pindo Deli Pulp & Paper Mills: Pemasangan Boiler CFB dan Penggunaan Sludge Kertas sebagai Bahan bakar Alternatif. Balai Besar Pulp dan Kertas.BS. US Patent No. J. Fundamental Approach to Black Liquor Combustion Improves Boiler Operation. Artificial Firelog With Sodium Bicarbonate Additive. Process for forming a fuel product from paper mill sludge.. E.energyefficiencyasia. Laporan Akhir Kegiatan Tahap Pertama Pengkajian Pemanfaatan Sludge IPAL untuk Land Application Di Area Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. 2006b. Anwar.A.. Hiner. Bandung. 74 . Boss. L... Vol.M.L. Desember 2007 : 67 . RAPP).org. 2006.L.. Laporan Akhir Pekerjaan A: Kegiatan Desain Proses IPAL PT Kertas Padalarang. S. Ghani. 6780210. A. Bandung. 2006a. 1995.S. 42. No.D. M.

Nilgul. S. Ampas Tebu Dan Jerami.: 349 – 354. 2006..etcpitea. O. Black Liquor Recovery: How Does It Work?. Turk J Agric For 27: 183-189. Marklund. Major. Perekayasaan Alat Pengering Limbah Lumpur Pabrik Kertas untuk Industri Kecil. Setiawan.S. S. Jaringan Kerjasama Kimia Indonesia. 2003. 2001. Potensi dan Alternatif Pemanfaatan Limbah Padat Industri Pulp dan Kertas. . Atlanta. 2008. Purwati. Smith. Sami. 6013116. Proceedings of the 1995 International environmental conference...pdf. Subroto. US Patent No. 2006. TAPPI. diakses tanggal 15 Maret 2008. www. Yogyakarta. A. Prosiding Seminar Nasional IV: Kimia dalam Pembangunan. Media Mesin 7(2): 4754. Briquette Binder Composition. Setiadji. B. Y. Scott. Studies on LigninBased Adhesives for Particleboard Panels. 7-10 May 1995. M.. Sludge Characteristics and Disposal Alternatives For the Pulp and Paper Industry.. N.. Karakteristik Pembakaran Biobriket Campuran Batubara. Kementerian Lingkungan Hidup...se/blg/document/PBLG_or_ RB. Berita Selulosa 41(2): 67-79. 2000. Edisi I.M.Lingkungan Hidup dan Pengendalian Dampak Lingkungan Era Otonomi Daerah.. Jakarta. Maret 2001. G. R. Soetopo.: 269279.. 1995.J. Abubakr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful