22/03/2012 02:38:00

Pertemuan 1 7-2-2012 PENERAPAN STRATEGI POLMAS DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS POLRI (Implementasi Perkap No. 7 Thn 2008) Dosen : Bpk. Wahyurudhanto, M.Si Pemolisian pada masyarakat Demokrasi  Konvensional  polisi yang aktif, tonjolkan kehadiran polisi sebagai gakkum Ciri2 : o Kontrol oleh hukum o Skenario Repressif o Berbasis Teori Hk o Bersifat Teurapetik Maka polisi HARUS perkuat diri, personil, alat untuk ontrol masy scr efektif  Modern  dorong warga utk jaga hartib sendiri Ciri2 : o Kontrol oleh warga (self help) o Skenario humanistic o Berbasis teori altruism o Bersifat Konsilitori

Sehingga masyarakat tidak setiap kali berpaling dari hukum, melainkan sesama warga • • Persoalan polisi di Indonesia sangat rumit, polmas menjadi sangat penting karena banyaknya kearifan lokal. Di Jakarta bisa melihat sesuatu dgn modern, namun di Papua tidak seperti itu. UUD 1945 Pasal 30 ayat (1) : Tiap2 WN berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara. Artinya: bahwa dalam pemeliharaan kamtibmas, bukan hanya tugas polisi semata. Masyarakat berhak dan bahkan wajib untuk ikut serta dalam menjaga kamtibmas. Aspek Yuridis Polmas : 1. ayat (1) 2. 3. 4. • 1. Perpres No. 7/2005 ttg RPJMN 2004 – 2009 bidang arah bijak Kamtib kat kamtib  Skep Kapolri Nopol : SKEP/737/X/2005 ttg bijak dan strategi penerapan Polmas Perkap No. 7/2008 ttg pedoman dasar strategi dan implementasi Polmas Polmas (lokal) : dasar orang membuat anggaran dalam pelaks TUgas POLRI KONSEP POLMAS : a. Dalam lingkup tertentu/lokal b. Tak cakup strategi antisipasi ancaman gangguan kamtibmas yg sangat kompleks & luas c. Skep 737 : pola, petugas, pos, fkpm. 2. Polmas (luas) a. Strategi pemolisian masyarakat (bukan kamtibmas) b. Antisipasi gangguan c. Pemberdayaan semua komponen • Mengapa POLMAS gagal? UU No. 2 / 2002 pasal 5 ayat (1) ddidukung pasal 3 ayat (1), tugas Polisi pasal 14

4. bagi masy. 3. • Mengapa Polmas menjadi penting di Indonesia? Karena polisi sendiri dalam tugas contoh pada saat pam unjuk rasa masih banyak masy yang melakukan penyerangan spt menendang thd anggota polri yang bertugas. Geographic Community  berbicara dari wilayah o Sekelompok warga o Tinggal di suatu wilayah kecil yg jelas batasnya (rt/rw. Community of Interest : . • Definisi Perpolisian/Pemolisian . berbeda pendapat antara pak Farouk dan Pak Persepsi mengenai Polmas . • PERMASALAHAN POLMAS DALAM SKEP 737/2005 1. 7 Tahun 2008 POLmas sudah lama berkembang dan muncul di Negara – Negara lain (Jepang. kawasan industri. AS. 5. selain itu masih banyak pula polisi yang juga melakukan pelanggaran aturan hukum yang ada seperti mengendarai sepeda motor tanpa spion pada saat dinas dengan mengenakan seragam dinas. dll) 2. polisi sudah dibiayai Negara dan tidak usah Syarat Polmas (petugas.Kompleks perumahan.Karena persepsi antara masyarakat dan Polisi tidak ketemu – ketemu sampai dengan sekarang. sedangkan bagi polisi tidak spt itu Oleh karena itu muncul Perkap No. 2. Singapura) KEBIJAKAN DAN STRATEGI POLMAS PERBEDAAN PEMOLISIAN TRADISIONAL DAN COMMUNITY POLICING LIHAT DI SLIDE! • DEFINISI KOMUNITAS/COMMUNITY 1.FKPM BKPM) Kaitan Polmas dengan metode Polmas Rencana dan anggaran Polmas minta bantuan masy lagi.

Pok Sarjana.Prinsip2 HAM . o Warga Yg Tinggal Dalam Komunitas Atau Kelompok Tertentu Atau Lokasi Tertentu Yg Merasa Sama Profesi (Pok Ojek.o merasa jadi bagian dari suatu kelompok karena kepentingan (berdasarkan suku.keterbukaan & kepekaan Polri terhadap aspirasi rakyat.dll Mendasarkan asas kemitraan. . 2. Pok Hobi.profesi). • • Penerapan Polmas sebagai falsafah dan strategi MODEL – MODEL POLMAS MODEL A  ADA DI MASYARAKAT MODEL B  KEGIATAN POLISI MODEL C  ADOPSI DARI LUAR NEGERI • Landasan Membangun Kepercayaan Masyarakat 1. jogo tirto. Ketulusan (humanity) Kecepatan (kinerja) Kepercayaan (ketulusan + kecepatan) Intinya = POLMAS adalah kepercayaan .Peran sbg Lin. Pok Sopir Angkot.pecolong.kebersamaan & keharmonisan Menuntut Polri mampu lakgsanakan tugas dengan berpegang pd: .agama. Dll) • PERTIMBANGAN POLMAS • • • • • POLISI tidak mampu kerja sendiri Tekankan pemecahan masalah proaktif kpd masyarakat Sudah banyak istilah di masy spt jogp boyo. Yom.etnis. Yan Masy bukan penguasa. 3. Pok Pembalap Motor.

alim ulama. krn dalam kepol biasanya populer law and order (ketertiban). Mk polisi acap kali dikaitkan dg istilah law and order (hukum dan ketertiban)  ex : patroli dll. • Gangguan itu bs bersumber dari kehid dlm negeri dan itu mjd tugas gakkum tib oleh polisi. Komunitas / setiap masy terpanggil untuk laks fs kontrol sosial itu. guru. misalnya hukum adat. Farouk Latar Belakang Lahirnya Com Policing / atau Polmas • Com policing gencar didengungkan th 70-an sbg pendekatan kontemporer di samping pendekatan tradisional konvensional. Hal ini menuntut polisi yg tdnya laks gas dg pndktan konvensional menjadi berubah mjd bentuk pndktan yang kontemporer.22/03/2012 02:38:00 Pertemuan 2 13-02-2012 KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENERAPAN MODEL PERPOLISIAN MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN TUGAS POLRI Dosen : Prof.) Pembentukan Kepolisian Modern Di Inggris : • Kin police : polisi bagi dirinya sendiri  untuk laks fs kepol yg notabene untuk kontrol kehid masy umum itu dilakukan sg mekanisme kontrol sosial secara informal. • Formal social control agency (constable/sherif model kuno) : ternyata semakin . dll (lembaga-lembaga informal)  artinya jk ada perilaku warganya yg tdk normasl/ melanggar maka lembaga-lembaga informal itulah yang akan bereaksi dan menegur. namun perkembnya masy jg dihadapkan pd karakteristik gangguan yang membahayakan negara yaitu kamdagri. tokoh masyarakat. tokoh adat. Istilah kam biasanya digunakan dalam dunia militer. org tdk lg bs pertahankan mekanisme informal. Masy makin maju. Ternyata perubahan kehid gangguan masy tidak hy sekedar gangg ketertiban tp jg gangg kam yang tdk hy berasal dr luar negeri namun jg dari dalam negeri. tokoh agama. • Latar belakang kelahiran Com Policing ialah : 1.

dll.  Civil police mrpkan konsep bukan struktur. 2. beradab bukan berlandaskan pada kekuasaan atau tirani • Model perpolisian kontemporer  Polmas. hakim. • Com policing jg dikemb di Jepang. dan Inggris. Scotland yard ini didengar oleh Amerika. ramah. AS. shg lahirlah lembag-lembaga formal yaitu : polisi. mereka lakukan study di Inggris. satpol PP. eropa.majunya kehid masy. jaksa.) Perkemb Model Perpol AS (1830-1960) : • Polisi Amerika yg telah belajar ttg Scotlad yard di inggris itu ternyata digunakan sbg alat politik pemerintahnya. Polisi kontemporer yang membangun hub lbh harmonis antara polisi dg masy  pola hub yang lbh efektif. lemb informal itu tdk lg efektif dlm kontrol sosial. singapura selain di Ind (Polmas). • Robert Peel (1829) Scotland Yard : ternyata disadari bahwa andalkan formal terus tidak efektif juga / atau tidak bisa lakukan kontrol sosial dg baik. • • • • • • Model politik (political model) Mulai dari rekrutmen s/d penyidikan Model legalistik (legalistic model) Sangat terpaku pd kepentingan hukum yg reaktif Model pelayanan (service model) Dalam arti bangun hub dgn masy (community relation) yg menekankan pelayanan yg berorientasi kepentingan organisasi • Konsep kepolisian sipil diambil dr Civil Police. yaitu : penyelenggaraan fs kepol dg pendekatan kemanusiaan yg mencerminkan pola hub polisi dan warga yg saling menghargai. • Polda yang pertama implementasikan polmas ialah Polda NTB  partnership mll lembaga donor JICA (Bekasi) • Babinsa : lebih populer drpd bhabinkamtibmas krn babinsa tinggal di lingk warga dan .

.cara menyebutnya lebih mudah babinsa drpd Bhabinkamtibmas.

Kepentingan. kapasitas perekonomian dituntut untuk mampu menyediakan tambahan lapangan kerja yang layak 4. b. Kelompok Jemaah Keagamaan (Masjid. Rt. Gender. Gereja. Dsb). Untuk itu. satu berdasar interest Komunitas = Rw. Wahyurudhanto. Perkembangan ekonomi regional di kawasan Asia Timur dan Asia Selatan yang . merupakan salah satu fokus utama yang perlu dipertimbangkan secara cermat di dalam menyusun pengembangan struktur dan daya saing perekonomian nasional. seperti Cina dan India. Dengan demikian. 3.Si • • • Polmas adalah Kelurahan (Masy = kelurahan) Ada dua hal : satu berdasar wilayah. e. 2. • 5 Tantangan POLMAS : 1. d. Pertumbuhan Tantangan besar kemajuan perekonomian 20 tahun mendatang adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas secara berkelanjutan.Pertemuan 3 20-02-2012 STRUKTUR MASYARAKAT Dosen : Bpk. Angkatan kerja diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat jumlahnya dari kondisi saat ini. Globalisasi pesat dengan tumbuhnya raksasa ekonomi global di masa depan. Demografi a. Perkumpulan Pemuda / Remaja. Rasio penduduk usia produktif diperkirakan mencapai tingkat maksimal (sekitar 50 persen dari total penduduk). c. Pertambahan penduduk nasional masih relatif tinggi. integrasi perekonomian nasional ke dalam proses globalisasi dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dan sekaligus dapat meminimalkan dampak negatif yang muncul. M. Konsentrasi a. Komposisi pendidikan angkatan kerja dalam 20 tahun ke depan akan didominasi oleh yang berpendidikan setingkat SMP sampai dengan SMU. Kelompok-Kelompok Asal Suku Bangsa Dan Daerah. b.

6. Menjamin ketersediaan kebutuhan dasar dalam negeri. b. Untuk mewujudkan kemandirian. Tantangan berikutnya adalah menciptakan hubungan pusat dengan daerah yang benar-benar mampu memadukan kepentingan dalam upaya memperkuat ikatan NKRI • Sistem Sosial Budaya Indonesia a. Melaksanakan rekonsiliasi nasional f. Struktural Fungsional Dasar Kemasyarakatan Yang Menjadi Panutannya a. Melaksanakan reformasi struktur politik. menyempurnakan proses politik. • Diperlukan untuk memahami kondisi sosial dan budaya Indonesia Karena sistem sosial budaya masyarakat Indonesia sangat Heterogen secara Indonesia merupakan negara yang memiliki susunan masyarakat dengan ciri a. Menyepakati pentingnya konstitusi yang lebih demokratis. kemajuan ekonomi perlu didukung oleh VERTIKAL maupun HORISONTAL PLURALITAS yang tinggi Dua pendekatan Teoritis yang harus dikuasai : 1. dan mengembangkan budaya politik yang lebih demokratis c.Tantangan internal lainnya adalah terlalu teraglomerasinya aktivitas perekonomian di pulau Jawa yang melebihi daya dukung optimal lingkungan hidupnya. d. 5. Tantangan terberat dalam kurun waktu 20 tahun mendatang adalah menjaga proses a. Masyarakat Terintegrasi Atas Dasar Kata Sepakat Para Anggotanya Terhadap Nilai . Mengembangkan kelembagaan ekonomi yang efisien dengan menerapkan praktikpraktik terbaik dan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik e. c. d. Kemandirian kemampuan mengembangkan potensi diri. Meningkatkan produktivitas Sumberdaya Manusia. Mengembangkan perekonomian yang didukung oleh penguasaan dan penerapan teknologi c. Meneguhkan kembali makna penting persatuan nasional dengan tetap memperhatikan berbagai keanekaragaman e. Politik konsolidasi demokrasi secara berkelanjutan yaitu: b. Sehingga tantangannya adalah: b.

Jadi bisa melakukan imunisasi terhadap dirinya sendiri c.Setiap masyarakat terintegrasi diatas penguasaan atau dominasi oleh sejumlah orang • • Basis Polmas ada pada KOMUNITAS bukan FORMALITAS POLMAS : SISKAMSWAKARSA d. Masyarakat harus melalui konflik dulu baru menempuh kata sepakat b. i.Setiap unsur didalam masyarakat memberi sumbagan bagi terjadinya disintegrasi iv.Konflik adalah gejala yang melekat pada setiap masyarakat iii. Asumsi dasar konflik DIalektika Pertemuan 4 27-02-2012 . Masyarakat bisa secara otomatis untuk membentengi diri sendiri e.b. Teori Konflik Dialektika a. Memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilainilai yang membawa perubahan. Kesepakatan AGREEMENTS Masyarakat yang Tersebut berarti Menjadi GENERAL memiliki kemampuan mengatasi PERBEDAAN- PERBEDAAN PENDAPAT dan KEPENTINGAN dari para anggotanya d. Karena teori ini maka citra polisi menjadi jelek. MASYARAKAT SEBAGAI SUATU SISTEM YANG SECARA FUNGSIONAL TERINTEGRASI KEDALAM SUATU BENTUK EQUILIBRIUM • 2.Perubahan sosial merupakan gejala yang selalu melekat ii. tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula c.

ii. i. padahal sangat berbeda dan tidak boleh dilakukan secara semantic. akhirnya orang memakainya tanpa dipikirkan  ada yang menganggap sama  ada yang menganggap berbeda f. sehingga bisa berkembang dan HAM menjadi sesuatu yang luar biasa. g. Perjalanan panjang community policing ada tiga : Bureaucratic Policing Political Policing Paramilitary Policing Dalam mencapai tujuan mereka ingin tidak sendiri dan tetap melibatkan Mereka yang ada di dunia barat adalah yang mengedepankan nafas masyarakat individualism. c. iii. dan ada kerinduan untuk merengkuh kebersamaan e. dan Demokrasi Dosen : Prof. ii. Masyarakat. maka mereka menyadari semakin menjauh dengan masyarakat maka permasalahan tidak akan selesai dengan baik. Sehingga dibentuk ruler appointed policing. . jadi dari ketiga jalur tersebut maka mulai bisa membentuk : POP (Problem Oriented Policing) COP (Community Oriented Policing) CBP (Community based Policing)  hal ini sungguhlah berbeda. namun banyak orang menganggap hal ini adalah sama. b. community policing ini juga mendapatkan kritik dan Di Indonesia tidak serta merta mengadop konsep community policing dalam dianggap mengidap cacat bawaan sejak lahir konsep tersebut. begitupun juga dengan polisinya d.KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN PERPOLISIAN MASYARAKAT (POLMAS) Dinamika Sinergi antara Polisi. i. Community policing. iii. Ketika sudah lama bersifat individual maka menjadi merasa jauh dari masyarakatnya. Erlyn Indarti • • Kalau kita berbicara Polmas maka kita tidak hanya bisa mengurungnya didalam perpolisian masyarakat di Indonesia Bagan Slide 1 Polmas : a.

dll. kalau • Paramilitary policing kita berbicara policing kita berbicara dengan public policing dan routine policing. namun harus tahu betul Ini juga sebuah situasi yang mendorong adanya perpolisian masyarakat kapan digunakan paramilitary policing . impersonal. yang tadinya top down berubah menjadi bottom up dan menambahkan sedikit bumbu demokrasi. melainkan mengadopsinya kembali dan menjadi Community Policing as democratic Policing. jadi tidak hanya hal yang rutin saja. dimasa itu sarat dengan kepolisian praktis. mgkn dulu karena kita masih menempel di ABRI. Namun kita juga tidak menganut hal tersebut. dan ini tidak ada di kepolisian Indonesia yang tidak dicirikan oleh hadirnya pengaruh politis yang substansial dalam segala lini tugas kepolisian o o Pada yang political policing ini mereka akhirnya sadar dan akhirnya berubah Sering dipahamkan kepada kepolisian yang mengedepankan kekerasan. dan ter-sentralisasi.h. namun tidak sepenuhnya seperti itu • Political policing o Mendominasi dari 1840 – 1930 an. dan akhirnya lahirlah community policing plus plus atau refined community policing. Tidak semua Negara memiliki konsep community policing seperti Indonesia. di Indonesia tidak seperti ini. i. karena kita punya polmas yang sangat demokratis j. dalam tugas Bureaucratic policing ditandai antara lain oleh kiprah polisi yang sifatnya polisi ada law enforcement.hirarkis. tetapi ada jenis perpolisian yang lain. otoritatif. k. Kemudian menghaluskan konsep community policing tersebut. jadi jangan ada orang yang mengatakan perpolisian Indonesia tidak demokratis. Yang kita pelajari sekarang ini adalah POLMAS atau community policing as Jadi kita setelah mempelajari ini maka kita tidak boleh menganggap POLMAS democratic policing tersebut berdasarkan SK Kapolri No.Pol : SKEP/737/X/2005 adalah sama dengan yang tertera di kebudayaan barat • Birocratic policing o o Birocratic Policing kemudian melaju melalui service policing. serve and protect. o o Paramilitaray policing bukan sesuatu hal yang tabu. karena mereka tidak memiliki FKPM  engine-nya polmas di Indonesia.

alat Negara. dan hal inilah yang dianut oleh kepolisian Indonesia. si POLIM adalah polisi pelayanan. dank e-inefektifan. otoritas. sentralistik. korupsi. dan diskresi polisi. merubah peran polisi pada community relations. namun ada beberapa anggota yang melihat pelayanan sebagai sesuatu hal yang sempit. dirasakan pula adanya : • • • Kejenuhan pada pendekatan birokratis. hanya membuat BAP.formal. lalu melihat dan mencoba mengedepankan bahwa tekadku adalah pelayanan terbaik. dengan cirinya a. Legalistic. sehingga polisi mudah mengedepankan kekerasan Mengandung bahaya laten yang sewaktu –waktu dapat mengintimidasi publik serta mengebiri kemerdekaan dan semangat reformasi masyarakat  Pada saat bersamaan. Political. dan umum dalam pelayanan publik Kebutuhan pendekatan personal dalam pemecahan masalah. sekaligus legitimasi polisi dimata publik. semakin menurun  Disaat seperti inilah tidak sedikit orang merindui masa keemasan perpolisian dan bernostalgi tentang suasana layaknya villages in the city dan hangatnya hubungan antara polisi dan ‘mereka yang bukan polisi’ didalam wadah community atau ‘masyarakat’ . termasuk dalam penyelesaian pertikaian. Model ini menerapkan prinsip organisasi klasik serta penegakan hukum yang tepat. & Paramilitary Policing : (tidak diterapkan di kepolisian karena) • • • • mendorong polisi untuk mendahulukan mandate dari pemerintah pusat dan menafikan ‘persetujuan’ (consent) masyarakat lokal yang dilayani Menumbuhkan sikap corps d’elite yang mengesankan polisi bagai sosok yagn formal dan terpisah dari anggota masyarakat lainnya Mengaburkan batas kekuasaan.dlsb  Bureaucratic.l. otoriter. dan eksklusif  Kesemuanya akhirnya menjadikan dukungan publik terhadap polisi.• Legalistik Policing sejak tahun 1930-an diwujudkan sebagai upaa untuk mengatasi permasalahan politic yang berlebihan. represif. dalam pelaksanaan tugas kepolisian. berdasarkan UU No … yang menyebutkan penegakan hukum di pasal yang pertama • Kemudian berubah lagi setelah merenung dan bergeser mengubah gayanya kembali menjadi Service Policing. serta kekurang efektifan pendekatan perpolisian konvensional.

i. Disisi lain. melainkan CP belum tentu ada POP. dipahami : a. digagas a. b. dengan segala permasalahannya. iii. bekerja. • • • Maupun sekelompok orang yang terikat oleh kepentingan (interest) tertentu Polmas mengandung dua model kawasan atau wilayah dan mengandung dua hal yang tersebut diatas Sedemikian rupa sehingga diantara mereka terjalin interaksi secara intensif dan/atau ekstensif yang memungkinkan a. dilaksanakan oleh dan untuk kepentingan jajaran kepolisian CP (community plicing) a. maunya polisi apa . POP Dalam POP ada CP. & pemerhati masalah perpolisian yang lain lagi ternyata justru mendamba suasana demokratis dalam penyelenggaraan perpolisian. COMMUNITY atau MASYARAKAT adalah : • Sekelompok orang yang bertempat tinggal. menuntut pendidikan formal atau non-formal.tidak hanya permasalahan kamtibmas Polisi menyelesaikan tapi masyarakat yang ngomong Orientasi pada bagaimana seharusnya masyarakat CBP Dari publik. • Terbaginya pengalaman (shared experience) [baca : terbangunnya kemitraan] . berusaha. • COP Dari oleh polisi untuk kepentingan publik .l. i. ii. atau secara umum berada pada suatu tempat tertentu dan selama waktu tertentu pula. pakar. dlm merengkuh konsep community ke ranah kepolisian. Dan masalah terpecahkan (problem solving) • Di manca Negara. segala permasalahan dari publik itu sendiri. melakukan suatu aktivitas. pelaku. jadi masyarakat melihat broken windows dan menyuruh polisi agar segera lakukan fixing broken windows b. Yang kemudian terkristalisasi sebagai rasa senasib sepenanggungan (baca : dalam konteks pemecahan masalah) oleh karena itu polmas adalah proses. c. i. harus terbangun dulu kemitraan baru ada shared experience dan baru ada rasa senasib sepenanggungan. Tidak sekedar maunya masyarakat apa.

3. • a. polisi tidak perlu risau.COP Pembentukan LO dan CP dianggap sebagai sudah dibentuk Kalau sudah ada neighbourhood watch berarti sudah ada CP Hanya sekedar retorika atau wacana Upaya intervensi. d. 6. diantaranya sebagai : a. atau definisi. akuntabilitas publik. Gagasan tentang CP masih bersifat umum. dipahami secara terbatas. pengambilan keputusan yang transparan. • Cenderung top down dan memposisikan polisi sebagai pihak yang diatas CP juga direduksi maknanya. . 4.dan bilamana perlu. e. 2. POP. melainkan apabila polisi yang menunjuk maka akan kembali pada era dulu. makna. Ini sudah mulai merengkuh ke masyarakat Adanya kesimpang-siuran pemahaman. 7. penggunaan kekerasan yang minimum. e. artinya polisi tetap polisi dan masy tetap masyarakat. tetapi kita belum mengadopsi 7 (tujuh) kriteria Democratic Policing : 1. dan bahkan disalahartikan. control . rule of law. masyarakat akan menjadi polisi c. misalnya saja : boleh. Penghormatan atas HAM belum sepenuhnya terjadi/terjamin Melibatkan elite tertentu. dipertukarkan. atau tokoh tertentu. penghormatan atas hak-hak asasi manusia.b. Melainkan aktivitas utk melakukan tujuan dilakukan secara bersama – sama. c. disadari CP ternyata mengandung kekurangan. jadi silahkan direkrut melainkan melalui masyarakt dan bersepakat siapa yang akan menjadi tokoh FKPM. c. apabila dikehendaki masyarakat Semenjak tahun awal 90-an. d. pemanfaatan terhadap publik yang dilakukan oleh pihak polisi secara halus dan tidak kentara (baca:upaya penerapan ‘soft power’ polisi terhadap publik) • • Itulah sebabnya CP akhirnya dihaluskan oleh mereka. dan demokrasi. kurang membumi. b. 5. partisipasi publik. baik secara internal-organisasional maupun eksternal. b.

karena masing – masing memiliki alur atau jalannya masing – masing dan tidak akan pernah tertukar • • Kemitraan yang sejajar adalah kemitraan yang berjalan bersama. democratic policing dipadu dengan CP yang telah disempurnakan. melainkan harus ditekankan pemahaman yang dipunyai oleh anggota FKPM yang ada di masyarakat . karena masing – masing sudah memiliki alurnya masing – masing.prinsip. yakni CP Plus – plus atau refined CP. tidak akan bertemu disatu titik. POLMAS diemban oleh satu fungsi atau bukan? Jadi POLMAS bukan merupakan paradigm atau teori melainkan sebuah paragon ada dalam teori dan paradigm. polmas adalah roh yang menyentuh dan masuk ke seluruh fungsi kepolisian mulai dari Kapolri sampai ke lapisan terbawah • Jangan menjadikan FKPM menjadi sebuah target dan hanya ada FKPM namun kosong dan tidak ada isinya. selanjutnya menjelma menjadi Community Policing as Democratic Policing yang akhirnya melalu Skep menjadi POLMAS • • • • • Polmas bukan Community Policing semata Polmas bukan pula democratic policing saja Polmas adalah Community Policing as Democratic Policing Kalau diumpamakan sebuah sinetron maka polisi adalah co producernya dan masyarakat sebagai produsernya. sekaligus di-sinkronkan dengan konteks Indonesia. atau praktek – praktek perpolisian khas Indonesia – seperti misalnya Siskam Swakarsa – yang lebih membumi dan sudah mengandung muatan yang demokratis. yang kemudian di-modifikasi serta di-amalgamasi/dipadukan dengan nilai.• Dalam lingkup perpolisian Indonesia. Dalam Polmas jangan menggunakan jargon mempolisikan masyarakat dan memasyarakatkan polisi.

Poldan Jatim (Unair) dan Polres DIY. setelah itu di Kalbar. disupervisi. dan 433.432. dan sangat tidak cocok dengan semangat community policing namun sampai sekarang masih ada • Perpolisian Masyarakat  hal-hal yang berkaitan dengan kepolisian dan tugas-tugas kepolisian.Pertemuan 5 05-03-2012 PENERAPAN COMMUNITY POLICING DI INDONESIA Dosen : Bpk. c. Pada dasarnya kalau kita berbicara comm policing pelaksanaannya sudah berjalan sekian lama dari mulai Polda NTB. Pemolisian artinya masyarakat dipolisikan. Jabar dan metro bekerjasama dengan IOM (CP (FKPM di Kecamatan) b. 7 Tahun 2008 tentang strategi dan Implementasi Pemolisian Masyarakat • Gambaran Umum Polmas a. Bali. Andrea Poeloengan a. Maka agar mengikat secara eksternal juga tidak hanya internal dibentuklah Perkapolri No. b.433. Pemolisian Masyarakat : upaya memolisi-i masyarakat.  jadi beda dan tidak sesuai dg konsep dasar polmas. seharusnya perpolisian masyarakat. namun krn msh byk perdebatan ttg pemolisian atau perpolisian maka polmas di Indonesia GAGAL sampai sekarang. Skep 431.432.dll. kemudian dikembangkan sebagai pedoman Implementasinya melalui Skep 431. Karena variatifny amaka dibuatah Skep 737/X/2005 tanggal 13 Oktober 2005 tentang Kebijakan & Strategi penrapan Model Perpolisian Masyarakat dalam penyelenggaraan TUgas POLRI . juga Skep 737? Apa problem krusialnya? Pemolisian itu masyarakat dipolisikan. Bijak penerapan CP/COP “ala” Indonesia Apa yang mendasari Perkap 7/2008. kemudian Polda Metro. Kepri. Jadi pertlu ada stimulan lagi untuk mensuskseskan polmas di Indonesia • Definisi COP/CP  akademis  non Juridis .

. maka sebelumnya sudah dikonsultasikan dan terdokumentasikan scr tertulis shg makan waktu lama tp menghasilkan kesepakatan yang scr konsisten dilaks bersama oleh semua.dll) b. Pikiran /filosofi pejabat tinggi c. Polri. jam kerja 24 jam karena tinggal dan menetap di rumah yang sekaligus kantornya.kunjungan. Dlm rangka meningkatkan kualitas kerja petugas koban dan chuzaiso ialah harus melihat konteks kepol Jepang scr keseluruhan. budaya senior mengajarkan kpd junior. • • Di Ind masih susah terapkan spt koban dan Chuzaiso krn pola jam kerja polisi di Ind masih blm spt Jepang dan di Ind tdk ada upah lembur.a. Semua fs bs melakukan tugas-tugas yg dasar spt berbicara di depan publik.  shiftnya ada 3 (@ 8 jam kerja). COP rangkum. @ shift min 3 personeil. b. • Koban (dibentuk di perkotaan. Menitikberatkan pelatihan lapangan (Patroli. ditetapkan polmas sebagai falsafah karena falsafah CP (pelaksanaan yang melibatkan masayakrat). untuk menciptakan kesadran bersama masing-masing seksi. KOnsensus sebagai system manajemen Jepang • Chuzaiso (dibentuk di pedesaan)  yang terima laporan bisa suami atau bisa juga istri. dua – duanya sama – sama membangkitkan partisipasi masyarakat.). bisa yang ada di apartemen atau blok – blok toko. yang terima laporan hanya petugas koban. akomodir. Polmas sebagai strategi  berorientasi kepada masyarakat Polmas dan masayarakt  FKPM sebagai forum dan FKPMlah tempat berkumpulnya masyarakat • • Perbandingan Polmas dengan Chuzaisho dan Koban di Jepang Persamaannya : bagaimana membangkitkan masyarakat. Mk Jepang memang lebih konsisten dari pd kepol Ind • Komponen Polmas  masy. dan pemerintah. jam kerja petugas chuzaisho selama 24 jam • Poin – Poin khusus di Polisi Jepang a.

mk pemerintah juga wajib memberi pemenuhan kebutuhan polisi spt dukungan dana atau anggaran untuk kepent operasional Polri.• Polri sbg polisi yang sipil  berarti polri jg masy. o . masy jg polisi.

Kejenuhan pada pendekatan birokratis. perbedaan Polmas di dunia pada umumnya dengan di Indonesia. formal dan general dalam pelayanan publik b. yaitu : a. dan sentralistik sehingga seringkali memudarkan legitimasi kepolisian d. Model legalistik (legalistik model) sangat terpaku pada kepentingan hukum yang reaktif c. Kekurang efektifan pendekatan konvensional kepolisian : otoriter/alat Negara. Kebutuhan pendekatan personel dan pemecahan masalah termasuk dalam penyelesaian pertikaian c.Pertemuan 6 12-03-2012 PEMBULATAN POLMAS oleh Prof Farouk • • • Latar belakang POLMAS  tidak hanya di Indonesia maupun di dunia Esensinya Polmas itu apa Konsep umumnya Polmas apa. Kepolisian sipil (civil police) • Perkembangan di Inggris diikuti perkembangan model di Amerika Serikat (1830 – 1960an) a. represif . Model pelayanan (service model) dalam arti bangun hubungan dengan masyarakat (community relation) yang menekankan pelayanan yang berorientasi kepentingan organisasi • • Jadi misi dari organisasi bukan keberhasilannya melainkan dalam memuaskan pelanggannya (masyarakat) Tidak serta merta community policing . Kecenderungan untuk kembali ke pendekatan informal dalam penyelesaian sengketa / pelaksanaan hukum e.eksklusif. perbedaan pendekatan antara community oriented policing dan community policing • • Pembentukan Polmas di Indonesia Polmas terjadi awal mulanya di dunia karena pergeseran peradaban. Model politik (political model) mulai dari rekrutmen s/d penyidikan b.

dan lain sebagainya. masyarakat menjadi polisi bagi diri dan lingkungannya. seperti BKPM. Polmas sebagai Program/strategi. Polmas sebagai falsafah berarti Polmas tidak berwujud. yang menjadi Polisi adalah masyarakat. namun caranya atau the way police do they job. Ini diwujudkan dalam kegiatan Polmas yang tampak nyata dan riil. Bukan berarti tidak melanggar hukum dan menegakkan hukum. Jadi nilai – nilai sipil polisi masuk ke dalam pemikirannya sehingga mendasari perilakunya untuk berbuat. . tidak menemukan dan tidak bisa dilihat karena menyengkut nilai – nilai yang merasuk dalam pikiran dan masuk dalam tugas kepolisian dimana dia berdinas. maka perlu dibentuk sebuah konsep yang berbeda Apa perbedaan dan relevansi Polmas sebagai falsafah dan sebagai program dan strategi atau community policing ? a. b. pada umumnya kapolsek menjadi wakil dari FKPM.• • Bentuk .bentuk FKPM.

Apakah hal khusus Kejadian. Dengan tidak adanya kejahatan Apa pun masalah yang paling mengganggu masyarakat Permasalahan warga dan kekhawatirannya. yang dihadapi oleh polisi? Apa yang menentukan Waktu untuk merespon efektivitas dari polisi? Apakah pandangan Berurusan dengan mereka hanya yang polisi ambil dari jika tidak ada pekerjaan polisi yang layanan terhadap nyata untuk melakukannya. Community Policing (CPM) Polisi adalah masyarakat dan masyarakat adalah polisi. Fungsi yang sangat vital and Kesempatan yang baik 2 Apakah hubungan Prioritas yang sering antara polisi dengan menimbulkan konflik. Andrea Poeloengan • Tentir A1  beda Tradisional Policing dg CP (Community Policing) Model Pemolisian Tradisional vs Community Policing No 1 Pertanyaan Tradisional policing (TPM) Siapakah sebenarnya Sebuah lembaga pemerintahan Polisi itu? yang bertanggung jawab untuk penegakan hukum. Pendekatan pemecahan masalah yang lebih luas. Polisi adalah salah satu departemen di antara banyak d separtemen yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup. polisi adalah mereka yang dibayar untuk memberikan perhatian secara full time secara bertanggung jawab kepada setiap warga negara. 3 4 5 Apakah peran dari kepolisian? Bagaimana Kepolisian diukur secara efisien? Apakah yang menjadi prioritas tertinggi ? Berfokus pada pengungkapan kejahatan Melalui deteksi dan rata rata penangkapan Kejahatan yang bernilai tinggi (misalnya. Kerjasama dari Publik.Pertemuan 7 19-03-2012 Dosen : Bpk. bank perampokan) dan mereka yang melibatkan tindak kekerasan. departemen lain pelayan publik? kali 6 7 8 9 Menjaga kedekatan dengan masyarakat. . panggilan? Apakah yg dimaksud Cepat / efektif menanggapi dg Profesionalisme kejahatan yang serius.

Untuk mengajarkan nilai-nilai dari organisasi . peraturan dan arahan kebijakan. DC: National Institute of Justice and Harvard University . Source: Adapted from M. Mengkoordinasikan saluran – saluran penting melalui komunikasi dengan masyarakat. Washington. Sangat terpusat.10 polisi? Apakah jenis intelijen yang paling penting? 11 Apa hakikat yang penting dari akuntabilitas polisi? 12 Apakah peran dari Markas Besar? Apakah peran dari departemen penghubung pers ? Bagaimana kepolisian memperhatikan masalah penuntutan? 13 14 Kejahatan intelijen (studi mengenai kejahatan tertentu atau serangkaian kegiatan kejahatan). Intelijen kriminal (informasi tentang individu atau kelompok). Penekanan pada akuntabilitas lokal untuk kebutuhan masyarakat. Sebagai sebuah tujuan yang sangat penting. 8-9. Untuk menjaga "api" petugas operasional sehingga mereka dapat menjalankan pekerjaan Dengan bersemangat. Implementing Community Policing. Perspectives on Policing. diatur oleh aturan. tanggung jawab kpd publik Untuk memberikan aturan yang diperlukan dan arahan mengenai kebijakan. Sparrow (1988). pp. Sebagai salah satu alat diantara banyak alat.

b. krn pd saat darurat perangpun polri harus berperan besar krn kemgknan byk gangguan dan di balik isu pertahanan pasti byk masalah keamanan  mk arsir wilayah polri harusnya menyeluruh sdgkan TNI terbatas hanya pada keadaan darurat saja. • UUD 1945 Pasal 30 (1) o Negara o • Artinya bahwa dalam pemeliharaan kamtibmas. Pd kead aman peran Polri sgt luas sdgkan peran TNI hanya sedikit. Penyelesaian perkara (pidana) ringan Pertikaian antar warga Tiap WN berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan . Masyarakat berhak dan wajib ikut serta Petugas POLMAS diberikan kewenangan : a. Dosen tdk setuju  krn Polri perannya tdk boleh berkurang. ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA ATAU PERSELISIHAN • Peran polisi pada darurat perang hy sedikit yg luas peran TNI. bukan hanya tugas polisi semata..

Pendekatan yang dibutuhakn untuk memahami para pihak yang sedang berkonflik ialah  pendekatan .  biasanya pihak yang berkonflik merasa bangga krn kepentingan tertentu.. dsb... catatan : jangan dilakukan oleh penyidik..  dlm analisa konflik.. BBrp sumber konflik  budaya.. Jd dengan kata lain bahwa mediasi ialah negosiasi yang dibantu oleh puhak ketiga. dan harapan. Ujian kata dosen tidak dikeluarkan tentang konflik !!.. • Negosiasi  salah satu penyelesaian konflik. • Azas-azas yang harus dipegang oleh kita sebagai penengah atau mediator  SLIDE 30 !!. Tp baca aja siapa tau dosen berubah pikiran pada saat menyusun soal. Yang menentukan keputrusan maupun win-win solution ialah para pihak yang bersengketa jangan sekali-kali mediator mencampurinya. • Yang dibutuhkan sebetulnya yang utama ialah kepastian hukum krn dg kepastian hukum ini .. sdgkan mediasi itu ada pihak ketiga dan namun keputusan bukan intervensi dari pihak ketiga. Tahapan dalam mengosiasi --.... konflik bisa positif maupun negatif. Eskalasi Konflik  SLIDE !!...• Konflik dan upaya penyelesaian. SLIDE !!.. Namun dalam masalah sosial selain masalah pidana polisi dapat sebagai mediator.. persepsi. Di dalam konflik kita harus melihat derajat penyebab konflik agar kita dapat menentukan bagaimana cara menyelesaiakannya • • • Pandangan atas konflik  SLIDE !!. • • Tahapan Proses Mediasi  SLIDE !!. Subber konflik (diagram lingkaran)  SLIDE 13 !!.  catatan : kl kita memediasi perkara jangan melihat posisi !!. • • • Keuntungan mediasi : menghindari konflik lebih luas dan win-win solution.. Negosiasi berbeda dg mediasi  negosiasi itu tdk ada pihak ketiga. Polisi tidak boleh menjadi mediator karena payung hukum sbg mediator bagi polri belum ada.. kesenjangan posisi. Setiap ada interaksi pasti ada konflik. Bagaimana dg kasus sengketa tanah yang sudah berlarut-larut ? Faktanya di jabar bisa dilakukan oleh seorang Bhabinkamtibmas. Konflik dpt tjd pd setiap saat pd saat kita tdk sdg sendiri.... serta kepentingan. Krn adanya perbedaan tujuan..

melainkan perpaduan dari keduanya membentuk community policing as democratic policing • Kalau berbicara mengenai Polmas di Indonesia maka akan berbicara masalah perpolisian masyarakat.jg akan membawa kepada keadilan meskipun faktanya ini kadang tidak demikian. . kecamata. • • FKPM itu harusnya ada di desa. perkotaan bukan hanya di Polsek Polmas merupakan perkawinan dari Community policing dan community oriented policing oleh karena itu Polmas bukan hanya Community policing saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful