Makalah Ilmu Kesehatan Masyarakat

PELAYANAN KESEHATAN LANSIA MELALUI POSYANDU LANSIA

SITI KHADIJAH B251100174

SEKOLAH PASCA SARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

2005). Hal ini tentu saja menggembirakan. manusia akan cenderung memanfaatkan masamasa akhirnya secara optimal untuk melakukan pewarisan nilai dan norma. semacam penyakit kejiwaan (Latifah. dan refleksi dari kehidupannya. Masa lanjut usia adalah masa dimana individu dapat merasakan kesatuan. Lansia memiliki semacam gairah yang tinggi karena secara alami. seperti peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah begitu intens memfokuskan pengembangan dan perbaikan pada anak-anak dan remaja. tetap saja para lansia ini menjadi hal yang terabaikan. dimana lansia sebagai penguat transformator nilai dan norma berkurang. Hal ini dikarenakan kita sendiri kurang mengapresiasi para lansia tersebut. sesungguhnya melupakan keberadaan para lansia. Jika tidak. Lansia memiliki penalaran moral yang bagus untuk generasi dibawahnya. dengan harapan akan membuat bangsa ini menjadi baik. Lansia sering dianggap sebagai golongan yang lemah. Banyak keluarga yang karena kesibukannya terkesan melalaikan orang tua dan memasukkannya ke panti jompo (Hardin and Hudson. ini akan menimbulkan ketimpangan dan bahkan dapat mengakibatkan patologis. Jika ini terjadi maka keadaan masyarakat juga terganggu. Begitu besar perhatian pemerintah kepada generasi muda. Meskipun telah ada undang-undang yang difokuskan pada lansia yaitu UU No. kita senantiasa menganggap bahwa lansia adalah simbol yang merepotkan dan kurang kontribusi. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. meskipun tidak bisa menjadi jaminan bahwa upaya tersebut dapat meningkatkan kualitas generasi selanjutnya. Pemerintah telah memperhatikan kelangsungan pekembangan usia dini ini dengan mengoptimalkan berbagai bentuk pengembangan di usia muda. pola pendidikan moral dan banyak aspek lainnya. Namun sebelum kita merasakan keberadaan lansia yang sebenarnya dapat membantu pembelajaran moral ini. sehingga tidak jarang para lansia itu terlantar meskipun mempunyai keluarga. integritas. 2010). tetapi sesungguhnya lansia memiliki peran yang berarti bagi masyarakat. baik secara kualitas dan kuantitas. Banyak contoh yang terjadi . Hal ini justru mempermudah kita untuk membina moral anak-anak. pengembangan pola-pola intelektual.PENDAHULUAN Keadaan masyarakat Indonesia yang beragam sangat dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat dari usia dini. Lansia sesungguhnya memiliki hak untuk mendapatkan apresiasi yang sama dengan usia produktif lainnya.

Kita seharusnya mempunyai mekanisme untuk memberdayakan lansia sesuai dengan umur mereka. Dengan demikian mereka tidak merasa terabaikan.dimasyarakat kita. sedangkan lansia yang terlantar mencapai 1. membantunya melalui tahap perkembangan. Dari berbagai kejadian yang ada. pemerintah telah berusaha merumuskan berbagai kebijakan untuk usia lanjut tersebut. terutamanya pelayanan dibidang kesehatan. . dimana lansia berlaku yang kurang sopan atau bahkan kurang beradab sehingga secara tidak langsung akan mengganggu ketentraman kehidupan bermasyarakat. sehingga para lansia tidak merasa lagi terabaikan didalam masyarakat. Lansia di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Wujud dari usaha pemerintah ini adalah dicanangkannya pelayanan bagi lansia melalui beberapa jenjang yaitu pelayanan kesehatan ditingkat masyarakat adalah Posyandu Lansia. posyandu lansia sangat kita perlukan. Pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas. dan menyertakannya dalam proses transformasi pendidikan moral. kita harusnya sadar bahwa sudah saatnya kita mengapresiasi para lansia dengan bersikap adil. dimana posyandu lansia ini dapat membantu lansia sesuai dengan kebutuhannya dan pada lingkungan yang tepat.7 juta sampai 2 juta orang. pada tahun 2008 berjumlah 23 juta orang. Dengan demikian. Seiring dengan meningkatnya populasi lansia. menurut Depkomindo 2010. yang tidak dapat disamakan dengan perlakuan kita terhadap anak-anak dan para remaja. dan pelayanan tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit.

2008). merupakan kelompok yang baru memasuki lansia Kelompok Lansia (65 tahun ke atas) Kelompok Lansia resiko tinggi yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun Lansia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Banyak yang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan manfaat. bahkan ada yang beranggapan bahwa . jaringan. Keadaan ini dibagi menjadi dua. sedangkan Lanjut Usia Tidak Potensial adalah lanjut usia yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain. Lanjut Usia Potensial adalah lanjut usia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang dan/ jasa. Secara ekonomi. yaitu Lanjut Usia Potensial dan Lanjut Usia Tidak Potensial. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu : aspek biologis. yaitu Usia Pertengahan (middle age) : umur 45-59 tahun Lanjut Usia (elderly) : umur 60-74 tahun Lanjut Usia Tua (old) : umur 75-90 tahun Usia Sangat Tua (very old) : umur diatas 90 tahun Departemen Kesehatan RI menggolongkan lanjut usia menjadi tiga kelompok. pengertian lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Pengertian 1. yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentan terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. yaitu Kelompok Lansia Dini (55-64 tahun). lansia dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. Sedangkan WHO menggolongkan lanjut usia menjadi empat.TINJAUAN PUSTAKA A. aspek ekonomi dan aspek sosial (Wijayanti. serta sistem organ. penduduk yang disebut lansia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus-menerus. Lanjut Usia (Lansia) Menurut UU No. Secara biologis. Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan dalam struktur sel. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

memberikan serta memperoleh informasi dan pelayanan sesuai kebutuhan dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat secara umum (Henniwati. lansia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Menurut Departemen Kesehatan RI (2005).kehidupan masa tua. 3. . Tujuan Posyandu Lansia secara garis besar adalah . Dinegara barat. 2008). 2008). posyandu lansia adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan terhadap lansia ditingkat desa/ kelurahan dalam masing-masing wilayah kerja puskesmas. sebagai beban keluarga dan masyarakat. tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya (Erfandi. terutama lansia. sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia. seringkali dipersepsikan negatif. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia. keluarga. Sedangkan secara sosial. Posyandu juga merupakan wadah kegiatan berbasis masyarakat untuk bersama-sama menghimpun seluruh kekuatan dan kemampuan masyarakat untuk melaksanakan. Tujuan Posyandu Lansia Menurut Erfandi (2008).Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia dimasyarakat. 2. Keterpaduan dalam posyandu lansia berupa keterpaduan pada pelayanan yang dilatar belakangi oleh kriteria lansia yang memiliki berbagai macam penyakit. 2008). lansia menempati strata sosial dibawah kaum muda. yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu Lansia Posyandu Lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut disuatu wilayah tertentu yang sudah disepakati. disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut. sedangkan di Indonesia. Dasar pembentukan posyandu lansia adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . lansia menduduki kelas sosial yang tinggi yang harus dihormati oleh warga muda (Wijayanti.Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan.

kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas). Pemeriksaan status mental. yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita atau ancaman masalah kesehatan yang dialami. yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia sehingga lebih percaya diri dihari tuanya. berpakaian. berjalan. dan kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas). organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut. sahli atau cuprisulfat Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus) - Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal. Beberapa kegiatan pada posyandu lansia adalah : Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan. yaitu keluarga dimana lansia berada. mandi. naik turun tempat tidur. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT). Manfaat Posyandu Lansia Manfaat dari posyandu lansia adalahpengetahuan lansia menjadi meningkat. masyarakat luas (Departemen Kesehatan RI. buang air besar/kecil dan sebagainya. 6. Sasaran tidak langsung. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist. Sasaran Posyandu Lansia Sasaran posyandu lansia adalah : Sasaran langsung. 2006). . Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit. 5. Kegiatan Posyandu Lansia Bentuk pelayanan pada posyandu lansia meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional.4. yaitu kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun). seperti makan/minum.

membuat kerajian ataupun kegiatan silaturahmi antar lansia. biasa dilakukan didalam atau diluar kelompok dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu dan kelompok usia lanjut. Meja II : melakukan pencatatan berat badan. dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan masyarakat. 8.- Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir-butir diatas. ada pula yang hanya 3 meja. sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Kegiatan seperti ini tergantung dari kreasi kader posyandu yang bertujuan untuk membuat lansia beraktivitas kembali dan berdisiplin diri. tinggi badan dan index massa tubuh (IMT). juga pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus. Meja III : melakukan kegiatan konseling atau penyuluhan. pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan. Mekanisme pelayanan ini tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah penyelenggara. - Penyuluhan Kesehatan. . pengajian. 7. Selain itu banyak juga posyandu lansia yang mengadakan kegiatan tambahan seperti senam lansia. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia ini dengan sistem 5 meja seperti posyandu balita. Masalah kesehatan pada Lansia Masalah kesehatan pada lansia tentu saja berbeda dengan jenjang umur yang lain karena pada penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti sel serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya. Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia Mekanisme pelayanan Posyandu Lansia tentu saja berbeda dengan posyandu balita pada umumnya. 3 meja tersebut meliputi : Meja I: pendaftaran lansia. - Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi kelompok usia lanjut yang tidak dating. dapat juga dilakukan pelayanan pojok gizi.

sedangkan kulit menjadi lebih kering. dapat disebabkan oleh faktor intrinsik (yang berkaitan dengan tubuh penderita). Instability (tidak stabil/ mudah jatuh). merupakan akibat dari proses menua dimana semua panca indera berkurang fungsinya. Impairment of vision and hearing. . komunikasi. sehingga dapat menyebabkan kekurangan cairan. skin integrity (gangguan panca indera. baik karena proses menua. smell.Dr. saraf dan otot-otot yang dipergunakan untuk berbicara. Intellectual Impairment (gangguan intelektual/ dementia). merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting pada lansia. merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari. yaitu : Immobility (kurang bergerak). pemerhati masalah kesehatan pada lansia menyatakan bahwa ada 14 I yang menjadi masalah kesehatan pada lansia. sendi dan otot. jiwa dan faktor lingkungan sehingga dapat menyebabkan lansia kurang bergerak. cedera. rapuh dan mudah rusak dengan trauma yang minimal. Akibatnya akan timbul rasa sakit. taste. convalencence. communication. penyembuhan dan kulit). Meskipun keadaan ini normal pada lansia tetapi sebenarnya tidak dikehendaki oleh lansia dan keluarganya. Keadaan ini dapat disebabkan oleh gangguan tulang. Purma Siburian Sp PD. demikian juga pada otak. Hal ini akan membuat lansia mengurangi minum untuk mengurangi keluhan tersebut. karena sering didapati juga dengan gejala tidak khas bahkan asimtomatik yang menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan. patah tulang yang akan membatasi pergerakan. Infection (infeksi). penyakit maupun ekstrinsik (yang berasal dari luar tubuh) seperti obat-obatan tertentu dan faktor lingkungan. gangguan saraf dan penyakit jantung. Incontinence (buang air) yaitu keluarnya air seni tanpa disadari dan frekuensinya sering. Keadaan ini akan menyebabkan gangguan psikologik berupa hilangnya harga diri dan perasaan takut akan terjadi. dimana meliputi gangguan fisik.

- Inanition (kurang gizi). terutama karena kemiskinan. depresi yang muncul adalah depresi yang terselubung. sedangkan faktor kesehatan berupa penyakit fisik. isolasi sosial (terasing dari masyarakat). dapat disebabkan karena perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. semakin bertambahnya usia. tidur dengan banyak mimpi. Impotence (impotensi). bertambahnya penyakit dan berkurangnya kemandirian sosial. makanan yang kurang mengandung serat. . Impecunity (tidak punya uang). maka kemampuan tubuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan akan semaki berkurang. dimana mereka mengalami sulit untukmasuk dalam proses tidur. Hal ini disebabkan karena terjadi hambatan aliran darah ke dalam alat kelamin sebagai adanya kekakuan pada dinding pembuluh darah. akibat perubahan sosial. kurang minum. jika terbangun susah tidur kembali. kurang gizi dan lainnya. Iatrogenesis (penyakit akibat obat-obatan). nyeri pinggang. meskipun terkadang dapat pula sebagai akibat dari penyakit menahun. tidur tidak nyenyak dan mudah terbangun. merupakan ketidakmampuan untuk mencapai dan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan senggama yang memuaskan yang terjadi paling sedikit 3 (tiga) bulan. gangguan pecernaan. merupakan salah satu akibat dari prose menua. dimana yang menonjol hanya gangguan fisik saja seperti sakit kepala. baik karena proses menua atau penyakit. sering dijumpai pada lansia yang mempunyai riwayat penyakit dan membutuhkan pengobatan dalam waktu yang lama. - Isolation (depresi). gangguan tidur. Faktor lingkungan dapat berupa ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi. sering dilaporkan oleh lansia. mental. jika tanpa pengawasan dokter maka akan menyebabkan timbulnya penyakit akibat obat-obatan. dan lain-lain. dan lainnya. sebagai akibat dari kurangnya gerakan.- Impaction (konstipasi=sulit buang air besar). Immune deficiency (daya tahan tubuh menurun). terbangun didini hari-lesu setelah bangun di pagi hari. jantung berdebardebar. obat-obatan. gangguan panca indera. sehingga jika tidak dapat bekerja maka tidak akan mempunyai penghasilan. Insomnia (gangguan tidur). Pada lansia. dan lainnya.

pelaporan. 10. 2008) 9. gigi dan saluran cerna Penyakit syaraf Infeksi kulit Malaria Lain-lain (Anonim. Penilaian Keberhasilan Upaya Pembinaan Lansia melalui Posyandu Lansia Menurut Henniwati (2008). dilakukan dengan menggunakan data pencatatan. menurut Departemen Kesehatan RI (2006) adalah seseorang atau tim sebagai pelaksana posyandu yang berasal dari dan dipilih oleh masyarakat setempat yang memenuhi ketentuan dan diberikan tugas serta tanggung jawab untuk pelaksanakan. dan memfasilitasi kegiatan lainnya (Henniwati.Data penyakit lansia di Indonesia (umumnya pada lansia berusia lebih dari 55 tahun) adalah sebagai berikut: Penyakit Cardiovascular Penyakit otot dan persendian Bronchitis. pemantauan. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari : Meningkatnya sosialisasi masyarakat lansia dengan berkembangnya jumlah orang masyarakat lansia dengan berbagai aktivitas pengembangannya Berkembangnya jumlah lembaga pemerintah atau swasta yang memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia Berkembangnya jenis pelayanan konseling pada lembaga Berkembangnya jangkauan pelayanan kesehatan bagi lansia Penurunan daya kesakitan dan kematian akibat penyakit pada lansia . Kader Posyandu Kader posyandu. penilaian keberhasilan pembinaan lansia melalui kegiatan pelayanan kesehatan di posyandu. pengamatan khusus dan penelitian. asma dan penyakit respirasi lainnya Penyakit pada mulut. 2008).

Hal ini dapat diatasi dengan penyuluhan atau sosialisasi tentang keberadaan dan manfaat posyandu lansia. . Dengan demikian. Jarak rumah dengan lokasi posyandu lansia jauh atau sulit dijangkau. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius. Umumnya lansia tidak mengetahui keberadaan dan manfaat dari posyandu lansia. sehingga mendorong lansia untuk datang dan merasakan sendiri manfaat dari keberadaan posyandu lansia. seperti yang dikutip dari blog puskesmas-oke. Dengan menghadiri kegiatan posyandu. yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia b. Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu lansia Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. bagi lansia merupakan sumber kepuasan. antara lain: a. pengetahuan lansia menjadi meningkat. dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia. keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu. Keluarga. maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu. 60 dan 70 tahun di Kelurahan Jambangan. Dengan pengalaman ini. lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. menyatakan mereka ingin tinggal ditengah-tengah keluarga. Data yang diambil oleh Henniwati (2008) terhadap lansia berusia 50. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. c.PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN Kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan posyandu lansia.

serta untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan lansia pada hari buka posyandu yaitu pendaftaran. Hal ini terjadi jika ada hambatan komunikasi antara lansia dengan anak atau cucu. Ada juga lansia yang mempunyai kemandirian yang tinggi untuk hidup sendiri karena keinginan untuk hidup tanpa merepotkan orang lain. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu.Mereka tidak ingin tinggal di Panti Werdha. Kader Posyandu Lansia Wahyuna (2008) melakukan penelitian kader di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Ngawi. dimana perbedaan faktor generasi memegang peranan. yaitu sebagai orang tua dan juga sebagai kakek dan nenek. akan tetapi keluarga juga dapat menjadi frustasi bagi lansia. baik dengan individu atau kelompok maupun masyarakat. Para lansia merasa bahwa kehidupan mereka sudah lengkap. e. Untuk meningkatkan citra diri kader. lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Dengan sikap yang baik tersebut. maka harus dipehatikan sebagai berikut: Meningkatkan kualitas diri sebagai seorang yang dianggap masyarakat. pencatatn/ pengisian KRS. Kader-kader tersebut hanya bertugas mencatat dan mengurusi masalah konsumsi saja. d. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti (2007) pada lansia dilingkungan RW V Kelurahan Payung Kecamatan Banyumanik Semarang. Kader juga harus mampu berkomunikasi dengan efektif. selain itu kader juga bekerja tergantung perintah petugas kesehatan tanpa ada pelatihan lebih lanjut sehingga peran kader dalam kegiatan tersebut belum optimal. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons. penyuluhan dan pelayanan kesehatan sesuai kewenangannya dan pemberian PMT. serta dapat melakukan rujukan jika diperlukan (Departemen Kesehatan RI. kader juga harus dapat membina kerjasama dengan semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan posyandu. 2006). penimbangan. yang dapat memberi informasi terkini tentang kesehatan dalam hal .

2006) .- Melengkapi diri dengan keterampilan yang memadai dalam pelayanan di Posyandu - Membuat kesam pertama yang baik dan memperhatikan citra yang positif Menetapkan dan memutuskan perhatian secara cermat pada kebutuhan masyarakat - Menampilkan diri sebagai bagian dari anggota masyarakat itu sendiri Mendorong keinginan masyarakat untuk datang ke Posyandu (Departemen Kesehatan RI.

yaitu pemerintah pusat. kondisi para lansia umumnya mempunyai fisik yang relatif lemah dan kesepian. perlu berkumpul dan saling mengawasi sehingga tidak merasa kesepian dan terabaikan. daerah.KESIMPULAN Posyandu lansia merupakan wadah terpadu untuk para lansia dimasa tuanya karena pada usia lanjut seperti ini. . Banyak kendala yang ditemui dalam menggerakkan posyandu lansia tetapi kendala tersebut akan dapat diatasi dengan kerja sama semua pihak. Manfaat yang dirasakan dengan adanya posyandu lansia ini bukan hanya dirasakan oleh lansia tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan dimana lansia tersebut tinggal. Posyandu lansia dapat membantu lansia untuk menyesuaikan diri dalam perubahan fase kehidupannya sehingga menjadi pribadi yang mandiri sesuai dengan keberadaannya. pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat.

defkominfo. http://bataviase.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2007 dalam Henniwati.com. Medan: Program Pasca Sarjana. Empat Belas Masalah Kesehatan Utama pada Lansia. Pirma. 2008. Departemen Kesehatan RI.com Lansia di Indonesia. Medan: Program Pasca Sarjana. http:// puskesmas- Hardin. Vol 97. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan. Latifah. Urgensi Posyandu Lansia. Siburian. Medan: Universitas Sumatera Utara. 2008. UU RI Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia UU RI Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Wahyuna. USU e-Repository @2009.com. USU e-Repository @2009. Departemen Kesehatan RI. USU e-Repository @2009. Medan: Program Pasca Sarjana. http://waspada. Universitas Sumatera Utara. 2005 dalam Henniwati. p : 91-94 Henniwati. Pengelolaan oke. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Universitas Sumatera Utara. . 2007. 2008. Elder Abuse-“Society’s Dilemma”. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Eugene and Hudson. USU e-Repository @2009. Kesehatan subhankadir.com Departemen Kesehatan RI. No 1 Jan 2005. Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Posyandu Lansia terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader dalam Pemberian Pelayanan di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Kauman Ngawi [skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Departemen Kesehatan RI. Adam Wisudiyanto. Medan: Program Pasca Sarjana. 2008 dalam Henniwati. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis].files. www. Posyandu Lansia.id.co. Universitas Sumatera Utara.wordpress. http:// Defkominfo. 2010. USU e-Repository @2009. 2010. Alia Khan. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. 2006 dalam Henniwati. Nurul. 2008. 2008. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. 2008. Universitas Sumatera Utara. Journal of The National Medical Association. 2005. Berita Pemerintahan.blogspot. Erfandi.

Vol 7 Maret 2008. Hubungan Kondisi Fisik RTT Lansia Terhadap Kondisi Sosial Lansia di RW 03 RT 05 Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Candi Sari. Vol 6 No 1 Maret 2007 Wijayanti. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Pemukiman. Semarang. Enclosure.Wijayanti. Hubungan kualitas fisik dan Lingkungan dengan Pola Kehidupan Lansia di Kelurahan Pudak Payung Kecamatan Banyumanik. 2008. . Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Pemukiman. Enclosure. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful