Hitungan kekuatan tiang bor berdasar kekutan atanah

Pondasi Mini Bored Pile
Seiring perkembangan jaman, pembangunan di Indonesia telah menyebar, tidak hanya terpusat di kota-kota besar saja, tapi telah merambah ke daerah-daerah, di seluruh pelosok tanah air. Dalam pembangunan tersebut banyak bangunan besar seperti gedung, jembatan, menara dan bangunan lain didirikan. Untuk menahan beban bangunan yang berat tersebut tentunya diperlukan pondasi yang kokoh.

Apabila kondisi tanah di permukaan tidak mampu menahan bangunan tersebut, maka beban bangunan harus diteruskan ke lapisan tanah keras di bawahnya. Untuk itu sering dipakai konstruksi pondasi dalam berupa tiang pancang. Pondasi tiang pancang sering dipakai pada lahan yang masih luas dan kosong, dimana getaran yang ditimbulkan pada saat aktifitas pemancangan berlangsung tidak mengganggu lingkungan sekitarnya, Namun jika bangunan tersebut didirikan di lokasi yang telah padat penduduknya, maka getaran yang ditimbulkan akan menimbulkan masalah karena sangat mengganggu dan dapat merusak bangunan di sekitarnya. Dalam hal ini pemakaian pondasi bored pile merupakan pilihan pondasi yang tepat. Pada proyek besar dimana sarana transportasinya mendukung, dalam pembuatan bored pile sering digunakan alat berat berupa crane. Namun untuk proyek kecil apalagi jika sarana transportasinya kurang mendukung, penggunaan crane sering mengalami kesulitan karena untuk mobilisasinya dibutuhkan pendanaan yang cukup besar, sehingga biaya proyek menjadi tidak ekonomis lagi. Untuk mengatasi masalah tersebut diatas, dapat digunakan bored pile dengan memakai peralatan bor mini yang sangat ringkas dan mudah mobilisasi maupun pengoperasiannya. Peralatan ini mempunyai keunggulan sebagai berikut : 1. Ringkas dan praktis sehingga mudah dan murah dalam mobilisasinya. 2. Mudah dioperasionalkan pada medan-medan yang sulit seperti : - Daerah rawa-rawa - Di atas sungai dan laut. - Daerah yang berbukit atau pegunungan. 3. Tidak menimbulkan getaran. Hal ini sangat penting, terutama untuk pembuatan pondasi di daerah perkotaan yang bangunannya cukup rapat dan tidak memungkinkan dipakainya tiang pancang.

Kemampuan mesin ini secara umum adalah sebagai berikut : 1. Dapat melakukan pengeboran mulai dari diameter 30 cm sampai dengan 100 cm 2. Kedalam pengeboran dapat mencapai 30 meter atau bahkan lebih (sesuai kondisi tanah dan kedalaman tanah keras di daerah tersebut). 3. Dapat dioperasionalkan dengan dua cara, baik sistem wash boring maupun dry drilling tergantung kedalaman air tanah di daerah tersebut. Kedalaman pengeboran dapat mencapai 30 meter atau bahkan lebih (sesuai kondisi tanah dan kedalaman tanah keras di daerah tersebut). 4. Kapasitas pengeboran per unit mesin bor, jam kerja normal (8 jam kerja) dapat menyelesaikan pekerjaan pengeboran dan pengecoran dalam ukuran volume beton sebanyak 25 M3 dengan sistem wash boring dan 1-3 M3 dengan sistem dry drilling. 5. Kecepatan pelaksanaan pekerjaan tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut : - Kondisi lapisan tanah setempat - Lokasi kerja - Kelancaran pasokan material - Cuaca dll. SPESIFIKASI TEKNIS ALAT BOR : a. Rangka Mesin * Rangka mesin ini mempunyai lebar 1,20 meter dengan panjang 3,00 meter terbuat dari besi kanal UNP yang berfungsi sebagai dudukan winch dan diesel penggerak. * Menara bor yang ditempatkan pada ujung rangka, terbuat dari pipa besi galvanis ber-diameter 3-4 inch dengan ketebalan medium SII, berfungsi sebagai line / pengarah gear box terutama untuk pelurus vertikal pada saat pengeboran. Panjang menara bor ini bervariasi antara 6 sampai 9 meter tergantung kondisi lapangan. Kadang menara bor dipotong pendek apabila harus dioperasikan di dalam ruangan yang tingginya terbatas. Menara bor ini berfungsi juga sebagai penahan kerangka tulangan bored pile saat akan dimasukkan ke lubang bor. Kerangka tulangan bored pile yang dapat ditarik panjang maksimumnya 12 meter. b. Penggerak Bor Rotasi pengeboran digerakkan oleh elektromotor kapasitas 7,50 HP dengan kecepatan rotasi 1.500 rpm. Rotasi ini diperlambat dengan speed reducer dengan ratio 1 : 40 sehingga diperoleh out put 90 kgm pada 37,50 rpm. Sumber listrik penggerak elektro diperoleh dari pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 10 sampai dengan 15 KVA. c. Pipa Bor / Rod

ember . Katrol / Diesel Winch Diesel winch yang dipakai. Diameter roller dibuat lebih kecil dari diameter bored pile sehingga didapat selimut / penutup beton yang tebalnya sekitar 5 – 7. Pipa Tremi Pipa tremi sebagai penghantar adukan beton terbuat dari pipa galvanis berdiameter 6 ” dengan ketebalan medium SII.Kunci pas dan kunci inggris . Bor Spiral Digunakan pada saat pengeboran dengan sistem dry drilling e. Mata bor Jenis mata bor yang dipakai disesuaikan dengan kondisi tanah yang dibor. panjang setiap pipa 2 meter yang disambung dengan sistem drat i.Cangkul. gerinda potong . Roller / Perakit Baja Tulangan : Roller adalah alat untuk menggulung tulangan spiral jarak / sengkang spiral. f.Kunci pipa dan kunci rantai .50 ” dengan ketebalan medium SII.5 cm. h. g. d. disini air berfungsi sebagai media pengangkut / pendorong tanah hasil pengeboran. dilengkapi dengan tambang baja (wire rope) yang mempunyai kekuatan angkat 2 ton dengan kecepatan 8 meter / per menit. Biasanya yang digunakan untuk spiral adalah tulangan polos karena baja tulangan ini memiliki sifat elastis.Travo las. yang mempunyai kekuatan moment torsi > 90 kgm. Pompa Pompa hanya digunakan pada sistem wash boring. Alat Bantu Alat bantu yang sering diperlukan dalam pekerjaan pengeboran antara lain : . Dalam hal ini sering dipakai pompa sentrifugal yang berdiameter isap 3″ dan mempunyai tekanan 1. Penyambungan corong cor dengan pipa tremie memakai sistem drat.Gegep dll. linggis.Pipa / Rod bor terbuat dari pipa besi galvanis / baja diameter 2.1 kg/cm2 yang dihubungkan ke stang bor menggunakan selang tekan berdiameter 2″. Ada 2 jenis mata bor yang sering dipakai. Corong Cor Corong cor digunakan sebagai penampung adukan beton yang akan dimasukkan ke dalam pipa tremi. j. antara lain : Cross bit Digunakan pada pengeboran dengan sistem wash boring. Corong cor ini terbuat dari plat besi tebal 3 mm dan ber diameter 60 cm. Untuk pemotongan dan pembengkok baja tulangan .

site mix menggunakan mixer beton kapasitas minimal 0. Baja Tulangan : * Untuk tulangan pokok biasanya digunakan besi ulir BJTD 30 . ALAT PENGADUK BETON : * Untuk beton digunakan beton ready mix atau beton site mix. * Aggregate halus / pasir ukuran 0. b.4 mm dan bergradasi baik.biasa digunakan mesin potong atau gunting tulangan konvensional. Beton : * Cement Portland type 1. Pengadukan beton. Air : Air yang digunakan adalah air bersih sesuai ketentuan Peraturan Beton Indonesia . * Aggregate kasar dari batu pecah / crushed stone ukuran 1 . c. Pencampurannya diaduk memakai mixer dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau disesuaikan dengan hasil trial mix dari laboratorium.3 cm. Untuk mengikat baja tulangan digunakan kawat beton dengan memakai alat gegep atau tang MATERIAL BORED PILE : Material bored pile terdiri dari : a.2 cm dan 2 .40 * Untuk spiral / sengkang biasanya digunakan besi polos BJTD 24 atau tergantung kebutuhan struktur bangunan diatasnya.125 M3 sekali aduk yang digerakkan dengan .1 . Catatan : Apabila memungkinkan disarankan memakai beton readymix .

3. * Adukan dari mixer beton dituangkan kedalam bak penampung beton yang terbuat dari papan yang kedap air dengan ukuran 1 x 2 x 0. * Kerangka baja tulangan yang telah dirakit diangkat dengan bantuan diesel winch dalam posisi tegak lurus terhadap lubang bor dan diturunkan dengan hati-hati agar tidak terjadi banyak singgungan dengan lubang bor. * Alat takar campuran beton dibuat dari kotak kayu / besi plat dengan volume sesuai kebutuhan untuk campuran 1 zak semen. Hal ini menyebabkan tanah yang terkikis terdorong keluar dari lubang bor. Pemasangan kerangka Baja Tulangan dan Pipa Tremie. stang bor diangkat dari lubang bor. * Pengadaan bak sirkulasi (untuk pengeboran dengan sistem wash boring). Setelah cukup bersih.40 D atau dengan cara las. Dengan bersihnya lubang bor diharapkan hasil pengecoran akan baik hasilnya. Apabila kebutuhan baja tulangan lebih dari 12 meter bisa dilakukan penyambungan dengan diikat kawat beton dengan panjang overlap 30 . PROSEDUR : Prosedur pelaksanaan pekerjaan bored pile secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut : 1. * Apabila pada waktu pemasangan baja tulangan terjadi singgungan dan terjadi keruntuhan di dalam lubang bor. pipa tremi disambung dan dimasukkan kedalam lubang dengan panjang sesuai kedalaman lubang bor. * Setelah rangka baja tulangan terpasang. * Baja tulangan yang telah dimasukan dalam lubang bor ditahan dengan potongan tulangan melintang lubang bor.200 kg. adukan beton diisikan ke corong tremi dengan menggunakan sekop / ember cor. pengeboran dihentikan. Pengeboran : * Pengeboran dengan sistem dry drilling : tanah dibor dengan menggunakan mata bor spiral dan diangkat setiap interval kedalaman 0. Pengikisan tanah dibantu dengan tiupan air lewat lubang stang bor yang dihasilkan pompa sentrifugal 3″. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai kedalaman yang ditentukan. Selama pembersihan ini berlangsung. baja tulangan dan pipa tremi sudah disiapkan di dekat lubang bor. Setelah mencapai kedalaman rencana. * Pengeboran dengan sistem wash boring : tanah dikikis dengan menggunakan mata bor cross bit yang mempunyai kecepatan putar 375 rpm dan tekanan +/.30 cm.5 meter. sementara mata bor dibiarkan berputar tetapi beban penekanan dihentikan dan air sirkulasi tetap berlangsung terus sampai cutting atau serpihan tanah betul-betul terangkat seluruhnya. * Pengadaan material * Perakitan baja tulangan. Dari bak penampung beton ini. Pekerjaan Persiapan : * Persiapan lahan untuk merakit dan mendirikan mesin bor pada titik yang akan di bor * Pembuatan sumur air bila di dekat lokasi tersebut tidak terdapat air (untuk pengeboran dengan sistem wash boring).mesin diesel / elektromotor. maka diperlukan pembersihan ulang dengan memasang head kombinasi . 2.

2. Setelah cukup penuh. * Pada saat pembersihan dilakukan. Selanjutnya penuangan beton dilakukan dengan cepat sehingga cukup untuk mendorong air lumpur bor yang ada di dalam lubang tremi. Pengecoran awal : Pengecoran adalah bagian akhir dari pekerjaan bored pile dimana langkah pengecoran awal adalah bagian terpenting dari pekerjaan ini. .diameter 6″ ke diameter 2″. 4. bola kantong plastik dilepas sehingga terdorong beton yang ada di dalam lubang tremi. digunakan kantong plastik yang telah diisi adukan beton dan diikat dengan kawat beton yang digantung di bagian dalam lubang tremi. maka runtuhan-runtuhan dan tanah yang menempel pada besi tulangan dapat dibersihkan kembali. Setelah tenaga cor siap. Dengan memompakan air kedalam stang bor dan pipa tremi. head kombinasi dibuka dan diganti corong cor yang disambung dengan pipa tremi. pengadukan beton bisa mulai dilakukan. Pekerjaan Pengecoran : Setelah pembersihan lubang bagian akhir selesai. Prosedur pengecoran yang biasa dilaksanakan pada pekerjaan bored pile adalah sebagai berikut : 1. beton ditampung di dalam corong cor dan ditahan oleh bola-bola beton pada kantong plastik. Untuk memisahkan adukan beton dari lumpur bor pada pengecoran awal.

Pengujian kubus : test kubus dengan compressive strength test biasanya dilakukan pada umur beton 7 hari. Setelah pipa tremi penuh dan ujung pipa tremie tertanam beton biasanya beton tidak dapat mengalir karena ada tekanan dari bawah. Untuk memperlancar adukan beton didalam pipa tremi. Pengecoran dihentikan setelah adukan beton yang naik ke permukaan telah bersih dari lumpur. Pipa tremi dilepas setiap 2 meter dan dilakukan setelah pipa tremi naik ke permukaan lubang lebih dari 2 meter. agregat halus dan besi beton dapat ditest di laboratorium untuk memeriksa kualitasnya. dan tujuan perhitungan daya dukung ini dipergunakan untuk menentukan . Dengan sistem tremi ini pengecoran dimulai dari dasar lubang dengan mendorong air / lumpur dari bawah keluar lubang. dilakukan hentakan hentakan pada pipa tremi. Bila pengecoran dihentikan di bawah permukaan tanah (karena perhitungan adanya galian tanah). Pembersihan dan pemasangan kembali. 4. Pengecoran selanjutnya dilakukan secara kontinyu dan tidak terputus lebih dari 10 menit. air. 6. 3. Slump test : pengujian slump biasa dilakukan untuk mengetahui workability adukan beton yang ada. 7. LOADING TEST DAN PILE DRIVING ANALYSIS : Untuk mengetahui daya dukung bored pile biasa dilaksanakan test beban secara langsung (Loading Test) dengan beban minimal 2 kali beban rencana atau test beban secara simulasi (Pile Driving Analysis) dilakukan untuk mengetahui daya dukung sesungguhnya dari tiang yang di test.Slump adukan beton untuk bored pile tidak boleh terlalu rendah (minimal 16 cm) sehingga mudah mengalir dan mendorong lumpur yang ada di dalam lubang bor. 14 hari dan 28 hari. 5. 3. 2.5 meter di atas level rencana bagian atas bored pile (sampai beton pada rencana bagian atas tidak tercampur Lumpur lagi). semua peralatan dibersihkan dari sisa beton dan lumpur dan disiapkan kembali untuk dipakai pada titik bor berikutnya. Semua material yang digunakan seperti : semen. aggregat kasar. Setelah pekerjaan pengecoran selesai. TESTING MATERIAL : 1.lihat pembahasan tentang sondir dalam blog ini. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mutu beton yang dihasilkan. PERSONIL : Pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan bored pile harus dilakukan oleh tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman dalam bidang bored pile Daya dukung pondasi dapat ditentukan dari hasil perhitungan sondir. Pipa tremi harus selalu terbenam dalam adukan beton dan pengisian di dalam corong harus dijaga terus menerus agar corong tidak kosong. maka tinggi pengecoran minimal harus 0.

walupun diijinkan secara tidaklangsung (indirectly) yaitu dengan pengambilan nilai CPT untuk dikonversikan ke dalam metode SPT (standard Penetration Test). Begemann. yang sampai saat ini terakhir adalah edisi ke-5. dengan penampang pile berbentuk bulat.5 m saja. Meyerhoff. istilah dalam teknik sipil biasa disebut dengan spread foundation (pondasi telapak menyebar) yang berbentuk bujur sangkar pada dasar pondasi. Hansen. jangan nanya saya. Ahli mana yang benar. efektifnya kira-kira 18m.klas tanah (Soil Class) dan juga menentukan tipe pondasi yang akan didesain. Coduto dan Braja M. kadangkala berbentuk blok yang dipasang miring mengikuti stub tower. Pondasi angkur (anchorage type). Dalam penentuan daya dukung dari hasil uji CPT (cone penetration test) kita dapat mengambil dari berbagai referensi.5 m sampai dengan 4 meter. Kedalaman pondasi dalam biasanya lebih dari 7 m. Pondasi Raft atau Mat Foundation. Schmertmann. driven pile bisa terdiri dari besi H (steel profile H-beam) ataupun pre-cast prestressed concrete pile. karena tanah dipermukaan yang relatif lunak ketika digali. Untuk jenis tertentu untuk pondasi raft(mat) kedalaman bisa hanya sampai 2. Kadang kedalamannya sampai dengan 25 meter untuk bored pile. Kedalaman pemancangan ditentukan berdasarkan letak kedalam lapisan yang memiliki daya dukung yang cukup atau sampai mencapai lapisan tanah keras.dan ada Pondasi sumuran (drilled shaft) yang umum dilaksanakan dimana pada kedalaman yang cukup dangkal terdapat lapisan batuan lunak (soft rock) yang cukup tebal. Ada dua tipe pondasi yang biasa didesain yaitu tipe pondasi dangkal (shallow foundation) ataupun pondasi dalam (deep foundation). Ada banyak buku yang menjelaskan bagaimana menghitung daya dukung tanah untuk pondasi. umumya berkisar 3. antara lain : Pondasi Telapak (yaitu tipe Pad & Chimney). mudah-mudahan para engineer untuk desain pondasi paling . Kedalaman pondasi dangkal ditentukan berdasarkan panjang stub tower yang masuk kedalam tanah. apakah bored pile (pancang bor) atau tiang pancang(driven pile). Pondasi Enlarged Pad and Chimney yaitu pondasi dengan tipe pad yan diperbesar (enlarged) dan seringkali digunakan untuk menggantikan tipe pondasi raft. wallahu alam. Kedalaman ini disebut dengan design depth (kedalaman rancangan). ahli tersebut adalah seperti Terzaghi (Father of Soil Mechanic). namun buku Bowles ini masih dianggap sebagai “buku sakti” pegangan para mahasiswa teknik sipil. qc (cone point resistance). dan lebih dari 25 m untuk tiang pancang Untuk penentuan daya dukung bagi pondasi dangkal adalah dengan mengambil langsung (directly) nilai daya dukung ujung konus.2. dan tiap-tiap edisi ada perubahan baik penambahan ataupun penghapusan dari rangkuman berbagai teori dari para dedengkot yg mendalami “kasus” penyondiran. bujur sangkar atau segitiga sama sisi. Vesic dll. yang juga merangkum hasil penelitian beberapa ahli. Das. dimana kaki menara (tower leg atau stub) dianggap sebagai angkur dan ditancapkan kedalam lapisan batuan keras/batuan yang masif /solid (hard rock) dan dilapisi mortar (grouting) pada semua sisi yang terpendam kedalam tanah. Pondasi dangkal yang sering digunakan pada proyek TL di Indonesia . Selagi ada yang namanya Safety Factor (angka faktor keamanan) yg disarankan oleh ahli-ahli tanah ini. atau dikenal dengan nama pondasi gabungan pada keempat kaki tower. antara lain buku dari Pak Bowles (alm). Buku lainnya sekelas dengan Joseph Bowles ini adalah buku Donald P. Pondasi dalam yang sering dipakai pula adalah pondasi pancang.

Dari Schmertmann (1978) dan Awkati. tergantung keyakinan engineer dan disetujui oleh klien(owner) ataupun konsultan.34.5. dengan jarak beberapa meter diatas design depth dan dan beberapa meter dibawah design depth. kemudian .1B dibawah design depth. jarak ini bervariasi.5 (catatan. maka langsung diambil qc hasil pada kedalaman 4m. Dari grafik sondir bila terdapat suatu lapisan pada kedalaman tertentu yang daya dukungnya membesar tiba-tiba/ekstrim (ataupun menurun). tanah masih punya daya dukungnya) untuk selanjutnya . dan mengambil referensi yang tentu saja memuaskan dari sisi ekonomis dan waktu dan dapat meyakinkan klien. dan qc adalah nilai rata-rata nilai q pada kedalaman B/2 diatas design depth dan 1. dengan Kedalaman pondasi (D)/lebar pondasi (B) <= 1. misalnya qc (kg/cm²) pada 2. disarankan untuk banyak membaca berbagai referensi.2 m = 30. seperti dengan mengambil langsung dari qc sondir pada kedalam rencana dasar pondasi. karena penetuan daya dukung CPT ini masih dianggap semacam “ilmu hitam”. qa = qu/SF = qu/3 Dalam penentuan qc ada beberapa metode. notasi ^ adalah operasi pangkat.tidak bisa “tidur nyenyak” tanpa kekhawatiran berlebihan terhadap hasil penentuan daya dukung tanah dan hasil rancangannya. tanpa memperhatikan faktor lebar bawah pondasi telapak adalah : qa = qc / 30. Maka nilai qc mengikuti nilai qc yang cenderung mirip dengan lapisan diatas dan dibawahnya.qc (disini bila qc = 0. 1965) mengusulkan untuk menentukan estimasi bearing capacity (daya dukung) izin tanah dengan asumsi penurunan (setlement) pondasi sebesar 25mm. dan dianggap bahwa hanya terdapat lapisan tipis saja yang mempunyai daya dukung dengan nilai istimewa tersebut. Oleh PLN diijinkan untuk mengambil angka kisaran 20-40. namun penggunaan untuk konstruksi2 tertentu masih diijinkan disana seiring dengan berkembangnya metode ini. satuan qc dalam kPa atau kg/cm² angka 30 dianggap sangat konservatif (aman). dalam mencari qa (daya dukung izin atau gross allowable bearing capacity). Untuk penentuan daya dukung tanah (berang capacity atau bearing pressure). kalau ditulis misalnya 2^3 = 2 x 2 x 2) pada tanah lempung (clay):qu = 5 + 0. biasanya diabaikan dalam mengambil nilai qc pada kedalam tersebut. dan ada yang mengambil secara rata-rata qc (atau qc average). dan bisa dipakai nila berkisar 10 – 60 tergantung dari pengalaman lokal (local experience).009(300-qc)^1. mengusulkan untuk pondasi telapak berbentuk bujur sangkar. Dari Meyerhoff (1956. maka nilai qu harus dibagi dengan safety factor (SF) yang nilainya biasa diambil 3. tidak mnegherankan kalau saja di Amerika masih jarang memakai data hasil CPT dan lebih cenderung menggunakan data SPT. maka daya dukung ultimate : pada tanah granular (berbutir/sand)) : qu = 48 – 0. misalnya direncanakan kedalama pondasin 4 meter.

nilai yang disarankan adalah 3. qc rata-rata yang diambil berdasarkan saran ahli tanah. Formulasi yang banyak dipakai dalam penentuan daya dukung pancang tunggal (single) adalah : qa = qc. . Hasil pengolahan berbentuk tabel perhitungan dan grafik sondir.4 m dianggap rata2 qc pada 2.2.Ap/SF1 + JHP. Van der Vee : nilai qc diantara rentang 3. dan SF2 = angka keamanan daya dukung geser tiang. Data yang dibutuhkan dari lapangan adalah berupa raw data.75 D diatas sampai dengan D dibawah ujung tiang. dll. nilai yang disarankan adalah 5 Walaupun dalam konstruksi kenyataannya bahwa pancang selalu dalam keadaan berkelompok (pile group/kelompok tiang). pelaksana/penanggung jawab pencatatan/pembacaan manometer. atau daya dukung). Nama proyek. dan 2. dan D adalah diameter tiang pancang. antara lain (pilih salah satu) Mayerhoff: nilai qc diantar rentang 4D diatas sampai 4D dibawah dari ujung tiang. Bila dari hasil grafik sondir. tanggal penyelidikan. jika lapisan tanah keras sangat dalam sekali sehingga ujung tiang tidak mencapai lapisan tanah keras yang memadai. namun pada prakteknya seringkali kedua tahanan tersebut itu digabungkan untuk mencari daya dukung pondasi dalam.6 m = 40. fs (perlawanan geser). yang memuat hasil bacaan manometer tiap interval kedalaman per 20 cm sampai kedalaman akhir konus. Nomor ID konus yang digunakan. Kedalaman pemancangan diambil pada kedalaman yang cukup sampai ujung tiang berada kira-kira 1 D dibawah lapisan tanah keras. dimana lapisan tanah “keras” atau tanah yang mempunyai lapisan pendukung cukup besar terletak pada kedalaman lebih dari design depth untuk pondasi dangkal (lebih dari 4 m) dan katakanlah lebih dari 10 m. dan 2. hal ini dianggap pancang mengandalkan tahanan ujung (end bearing capacity).2. Φ/SF2.4 m = 90.6 m saja yaitu (30+40)/2 = 35. Ap = luas penampang tiang = 1/4 π D² JHP = Jumlah Hambatan Pelekat Φ = keliling tiang = π D SF1 = angka kemananan daya dukung ujung tiang. Pile yang dipergunakan adalah tiang pancang dengan permukaan berbentuk lingkaran baik driven ataupun tipe bored. maka dianggap qc pada 2. namun perhitungan daya dukung yang diperlukan adalah daya dukung pancang yang berdiri sendiri/tunggal (single) Pengolahan data sondir diperlukan bagi kepentingan interprestasi desain untuk pondasi tower (atau pole) transmisi. Nomor lokasi (nomor tower). dimana : qc = nilai konus. maka perhitungan daya dukung pondasi menggunakan perhitungan daya dukung pondasi dalam (pile foundation). maka pancang bekerja berdasarkan tahanan geser (side friction). yaitu bacaan yang pertama berupa perlawanan konus (qc) dan bacaan kedua berupa perlawanan geser (qc+fs). kedalamanan muka air tanah. prediksi muka banjir (jika ada). yang memuat informasi berikut : qc (perlawanan konus. lokasi (sawah/ladang/rawa).

dan rumus yang terpakai adalah sebagai berikut : . atau friction ratio).rf (angka banding geser. Tf (geseran total) Perhitungan dan penggambaran grafik sondir ini dilakukan dengan menggunakan komputer yang memakai software dari Microsoft Excel atau program software yang khusus untuk pengolahan data CPT (Cone Penetration Test). Data hasil pengukuran adalah cell yang berwarna kuning.

variabel ini akan dihitung sebagai koreksi alat konus. Ds dan Ls adalah dimensi konus yang dipakai pada penyelidikan ini. . Dari tabel diatas kita akan memindahkan kedalam bentuk grafik yang disebut juga Grafik sondir.Dari tabel diatas terlihat bahwa Variabel Dc.

. Penggunaan klasifikasi ini diserahkan kepada pembaca blog yang tercinta. jenis tanah yang diprediksikan adalah berdasarkan angka friction ratio. Pengklasifikasian ini bermacammacam tergantung dari hasil penyelidikan tanah yang dilakukan beberapa ahli geoteknik.Pada tabel perhitungan sondir. terdapat kolom estimasi jenis tanah. Rf.

.

.

jenis tanah Sand (pasir) dapat diketahui dari nilai qc yang tinggi dan Rf yang kecil. yaitu dengan kapasitas sondir 2. untuk gampangnya dipakai mesin sondir ringan. maka dilakukan sondir . ada 4 kaki (leg) dan tiap leg akan dibuat pondasi. Jika tiang transmisi menggunakan tower.Dari hasil penyondiran . Walau kelompok jenis tanah cukup banyak. namun penulis hanya mengelompokkan kedalam 2 kelompok besar saja yaitu sand atau clay . Yang sering digunakan adalah dengan metode sondir. Penyelidikan tanah dibutuhkan untuk keperluan desain pondasi TL. . Untuk kepentingan penyelidikan tanah . semoga maklum adanya. Dan alat sondir ini mudah diangkut dengan kendaraan kecil (pick up) dengan bak terbuka dan dibawa ke lokasi penyondiran dengan tenaga manusia.5 ton. penyondiran dilakukan pada setiap titik di areal tapak tower (tower area) biasanya 1 lokasi dititik pusat(tengah)nya. Tim sondir biasanya terdiri dari 5 orang. Standar umum yang digunakan dalam penyelidikan tanah ini adalah : ASTM D3441 – 05 Standard Test Method for Mechanical Cone Penetration Tests of Soil SNI 2827:2008 Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir Penyondiran dilakukan secara manual (mechanic hydraulic) pada titik tempat dimana pondasi akan dibangun. Mengingat bahwa umumnya rute jalur transmisi sangat panjang dan lokasinya seperti persawahan dan perbukitan dan jauh dari jalan yang bisa diakses dengan kendaraan roda empat. sebaliknay untuk Clay (lempung) qc-nya kecil dan Rf-nya tinggi.

Manometer berguna mengukur gaya tekan. demi keakuratan dalam proses desainnya. Jumlah dan lokasi titik yang disondir tidak ada aturan pasti. sedangkan SNI mensyaratkan minimal 1 kali dalam periode 3 tahun). Secara reguler manometer dikalibrasi (kami melakukannya per semester atau sebelum dipergunakan secara efektif di proyek TL. Alat sondir memiliki alat ukur 2 buah manometer. Urusan beginian diserahkan kepada Geotechnic Engineer berdasarkan Engineering Judgement yang dimilikinya. . minimal diambil satu hasil penyelidikan sondir. dengan skala berbeda dan ukuran diameter manometer itu juga berbeda.pada tiap tengah kaki-kaki tower tersebut atau di titik pusat telapak (foot) pondasi tersebut. Filosofi dalam hasil investigasi adalah tiap titik lokasi penyelidikan selalu berbeda daya dukungnya. yang jelas pada tiap lokasi tower atau pole. skala satuannya bermacam-macam (seperti kg atau ton. Untuk sondir ringan manometer yang dipakai adalah untuk ukuran 0-50 kg/cm2 dan 0-250 kg/cm2. Manometer yang dipakai selalu dikalibrasi dan bersertifikasi sebelum dipergunakan. atau kg/cm2 ). Dari pengalaman kami kecepatan progress pelaksanaan sondir di TL (transmission line) adalah 2-4 lokasi tower perhari dengan 1 titik per lokasi tower.

atau kira2 ada 25 batang yang lurus (vertically) ( panjang 1 btg = 1 m) yang lurus. maka perlu disediakan dengan jumlah yang cukup selama perawatan dan pemakaian. dan jarang didapatkan disekitar lokasi. perlu diorder kembali untuk keperluan pengukuran yang lebih dalam dan cadangan sewaktu-waktu hilang atau rusak/bengkok. dimana pengguna (end user) jarang memperhatikan bahwa ukuran konus tidak sesuai dengan standar baik ASTM ataupun SNI dikarenakan fabrikator alat yang tidak konsisten. Untuk pelumas alat sondir perlu diperhatikan bahwa oli yang dipakai adalah dengan tingkat kekentalan (vikositas) khusus. Umumnya dari supplier jumlah batang hanya disediakan 20 buah saja. Satu hal yang sering terjadi. …. atau dikenal dengan sebutan koreksi alat. Bila deviasi dimensi konus ini sangat besar dari persyaratan standar.. . agar perhitungan sondir sesuai dengan pendataan. Dan tipe konus (cone) yang selalu dipakai adalah hanya dual-cone atau bikonus (lihat gambar). maka konus tidak boleh digunakan!!! Bila digunakan jumlah yang banyak dari perlatan sondir maka tiap konus diberikan nomor pengenalnya atau ID (identifikasi). Bila ukuran konus tidak sesuai maka dalam perhitungan sondir akan dibuat angka koreksi konus.Batang sondir (rod) dipergunakan untuk menyondir secara vertikal hingga kedalaman tanah 25 m dari permukaan tanah. yaitu SAE-10.

Penyelidikan sondir harus dilakukan dilokasi pembuatan pondasi tower/pole. atau daerah pemakaman (karena pasti ada komplain dari dunia lain).. Hal ini bisa juga diperoleh dari survei sumur penduduk sekitarnya jika memungkinkan.”TERLAAALU. Penyelidikan sondir adalah secara tegak lurus (vertical). seperti kata bang haji. tergantung mana dulu yang tercapai apakah gaya tekan konus atau kedalaman maksimumnya. keterlaluan itu namanya. kondisi lapisan tanah serupa. kedalaman penyelidikan dibatasi maksimum 25 m atau konus telah mencapai 20o kg/cm2 (penekanan sebanyak 3 x berturut-turut) atau yg umum kami gunakan dibatasi sampai angka 150 kg/cm2 atau mencapai kedalaman 20 meter. Karena SATU kali penyondiran untuk mewakili beberapa lokasi tower haram dilakukan. hati-hati untuk lokasi yang ada semburan gas alam (natural gases) seperti methan. Celakanya lagi jika ada anggapan bahwa dalam satu wilayah RT/RW. Pengambilan sample tanah ini adalah dengan cara menge-bor sampai kedalaman tertentu dengan menggunakan tabung (pipa) logam berongga kedalam tanah. karena berbahaya bagi keselamatan pekerja dan konstruksi eksisting. Dan jangan pula mengharapkan dari hasil penyondiran akan ditemukan ladang sumur minyak yang baru. kedalaman ini mungkin memadai untuk penyelidikan tanah pondasi pada tipe pad and chimney. Lembaga penyelidikan tanah seperti halnya konsultan tanah. Tapi tentu saja tidak cukup untuk rencana pondalam (pile foundation). Data sondir yang dibutuhkan selain dari angka perlawanan konus dan gaya gesernya adalah penentuan kedalaman air tanah (ground water level) yang diindikasikan basahnya batang sondir/pipa sondir pada kedalam tertentu selama pengujian. miring/bersudut gak diperbolehkan.!”. letak marka ini adalah sebagai center peg (CP) dan jangan sampai dipindahkan dari tempatnya atau terganggu oleh peralatan dan pekerja (karena bila ketahuan surveyor jalur. kedalaman umum dengan cara ini bisa sampai 5-6m. Kondisi lokasi juga perlu diperhatikan apakah.Dalam pelaksanaan sondir pada proyek TL sesuai spesifikasi (technical requirement). apalagi horizontal (emangnya mau buat terowongan apa?!). Dalam prakteknya. bisa dimarahin habis-habisan). Penyelidikan tanah dengan metode ini bertujuan menentukan jenis dan sifat-sifat tanah (soil properties) pada lokasi yang akan dibangun pondasi dari tiap tebal lapisannya. apakah ada banjir tahunan atau pada periode tertentu. tiap lokasi tapak tower ditandai dengan marka dari beton yang berisikan nomor lokasi atau nomor tower. daerah tapak tower terendam dalam keadaan banjir (musim hujan. Pengambilan sample tanah ini dikenal dengan sebutan undisturbed soil sample (pengambilan tanah tidak terganggu). seperti disawah atau rawa misalnya). gas atau air. dan bila diasumsikan menyentuh lapisan batuan/ bongkahan batu. situs purbakala. Pantangan penyondiran jangan dilakukan pada titik daerah dimana terdapat jalur pipa listrik. Kedalaman muka air tanah biasanya juga berbeda antara musim kering atau hujan. bila lapisan tanah tidak dapat ditembus pada kedalaman yang dangkal 1-3m. atau angka penetrasi konus maksimum tercapai. Di proyek transmisi biasanya dengan metode Hand Auger (manual). Proyeksi ketinggian banjir juga sedapat mungkin diketahui dan dicantumkan dalam laporan penyelidikan. untuk itu dengan pengeboran dengan mesin diperlukan (deep boring). maka dilakukan penyondiran ulang dititik lain didekatnya sekitar 2m lebih dari titik sebelumnya. dll. Dalam peyondiran informasi penting adalah lokasi tower/pole. lembaga PU (Pekerjaan Umum) dan universitas2 tertentu .

untuk lapisan batuan diperlukan cara penyelidikan khusus yaitu core drill. dll) : .CU. untuk kemudian dibawa ke laboratorium penyelidikan tanah. artinya sondir dilakukan terlebih dahulu.Unconfined Compression Test ………… Laporan hasil pengeboran tanah harus dibuat jelas dan tepat pengawas lapangan yang menangani pekerjaan selain harus selalu mencatat hal-hal kecil yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. dengan cara menyambung ujungujungnya bagian demi bagian sampai kedalaman yang dikehendaki. seperti : pergantian alat dan tipenya. Catatan lapangan bersama dengan hasil pengujian laboratorium tersebut dirangkum sedemikian sehingga batasbatas antara material yang berbeda diplot pada elevasi yang benar. kedalaman pada waktu penggantian alat. Hasil uji dilaboratorium akan memberikan beberapa soil data/parameter penting yang dibutuhkan dalam perhitungan desain pondasi.Direct Shear Test . menurut skala yang ditentukan. Semua hasil-hasil pengeboran dicatat dalam laporan hasil pengeboran (atau disebut boring log). Tabung-tabung dimasukkan (ditekan/push) kedalam tanah. Φ): . metode penahanan lubang bor agar stabil atau penahan tebing lobang uji. e. tidak seluruh tanah pada tiap lapisan yang dibawa ke laboratorium. w. hanya tanah pada lapisan kedalaman desain rencana saja yang dibutuhkan. Sample tanah yang berada dalam tiap bagian tabung selanjutnya dijaga dan dirawat (ujung-ujung pipa yang berisikan tanah ditutup dengan bahan khusus/lilin).Triaxial Test (UU. ditentukan klasifikasinya. yang berisi antara lain: . Biasanya pekerjaan bor ini melengkapi hasil penyelidikan tanah dengan cara sondir. Data tersebut antara lain : 1. jumlah titik penyelidikan umumnya dilakukan pada tiap lokasi tower jenis tension atau satu titik tiap jarak 10 km jalur. Indeks tanah (Y.CD) . Dalam spesifikasi proyek TL.Uji saringan (sieve analysis test) .Pengukuran volume dan berat benda uji . gs. Kelemahan boring adalah kesulitan untuk menembus lapisan batuan. Untuk itu dipilih beberapa metode pengujian saja di laboratorium yang akan menghasilkan data tanah yang diperlukan. Umumnya untuk menghemat. Sesudah contoh tanah diuji di laboratorium. ataupun berdasarkan usulan kontraktor atau klien dalam penentuan jumlah titik dan lokasinya.Atterberg Test 2.yang memiliki peralatan dan laboratorium mekanika tanah biasanya jasa mereka selalu dimanfaatkan dalam melakukan investigasi ini. mungkin saja sample pada kedalaman 3-4 m. Kuat Geser Tanah (c.

Simbol jenis tanah secara grafis. .3w atau klas 7. Dalam penggambaran profil lapisan tanah. 4 dan klas 5. sedangkan untuk pondasi dalam (deep foundation) adalah klas 6. dimana qall (allowable bearing capacity) ditentukan berdasarkan nilai konus sondir. dan sebagainya. tanggal. lapisan tanah dan muka air tanah.Kedalaman lapisan tanah.2. untuk pondasi dangkal (shallw foundation) adalah klas 1. . . Nilai qall adalah daya dukung yang kita peroleh dari perhitungan daya dukung dari hasil CPT (lihat pembahasanya dalam blog ini). Disebutkan kondisi contoh terganggu atau tak terganggu. dan nama penanggung jawab pekerjaan pengeboran. qc dan letak permukaan air tanah (ground water table). kerikil berlanau.. symbol-simbol dapat dikombinasikan. . lapisan tanah disajikan dalam bentuk simbol-simbol yang digambar secara vertical. seperti lempung berlapis. . Kebanyakan tanah terdiri dari beberapa campuran dari jenis tanah-tanah tertentu. -Posisi dan kedalaman pengambilan contoh.3. pada prakteknya klasifikasi jenis pondasi ditentukan berdasarkan tabel berikut : Untuk mudahnya klasifikasi klas pondasi ditentukan berdasarkan hasil sondir. lanau berlapis. lanau berpasir. Di Indonesia. Gambar berikut menyajikan contoh symbol-simbol tersebut. Dalam kondisi ini.Elevasi permukaan tiik bor.Deskripsi tanah. dengan kandungan tanah yang dominan digambar lebih banyak atau lebih tebal. Dalam tabel diatas bahwa klas pondasi juga menentukan tipe pondasi yang akan kita desain. lokasi.Nama proyek.

6m tersebut lebih dari 5. 7.5 m tersebut adalah sementara saja. Tetapkan kedalaman rencana (design depth) pondasi dangkal. Dari data sondir.8 kg/cm². maka yang cocok adalah klas pondasi 2. Misalnya daya dukung pada kedalaman 3. dan demi keamanan dalam desain dapat kita usulkan tipe pondasi jenis lainnya.2 kg/cm² ataupun klas 3w atau 7 dimana range 5>qall >o. kita harus menetapkan klas pondasi nya.Metode dalam penentuan klas pondasi menurut cara sebagai berikut: 1. Atau kedalamn rencana kita ganti dengan 2. melainkan hanya berisi bongkahan batuan yang cukup besar. mungkin saja kita menemukan parameter-parameter tanah yang mengindikasikan diluar dari klas pondasi diatas. dimana berkemungkinan lokasi T64 pernah mengalami banjir dalam durasi yang lama lebih dari 1 bulan.6 m. maka lokasi tersebut dianggap sebagai klas 6. dan nilai qall masih pada range klas 5. tidak terdapat muka air tanah diatasnya. Dari sondir kita ambil perhitungan hasil sondir dan grafik untuk lokasi T64. dan memiliki nilai qall untuk range klas 5. 6. maka T64 dalam Foundation Schedule ditulis klas 2.5 kg/cm². Maka dari tabel diatas. misalnya untuk lokasi tapak tower no 64.5 m . dan kita akan merencanakan pondasi dengan tipe Pad & Chimney. kita namakan T64. Sementara kita tetapkan dulu bahwa klas pondasi T64 tersebut adalh klas 2. Pada kondisi tertentu bila lokasi T64 berada dalam daerah banjir . dianggap berada pada lapisan batuan. mungkin saja pada musim kering/kemarau letak muka air tanah pada kedalaman lebih dari 3. bila dari hasil perhitungan daya dukung izin qall diperoleh tentukan dari tabel diatas. maka pondasi dikelompokkan menjadi klas 3w atau 7. Setelah berbagai pertimbangan. Seterusnya bila nilai qall pada kedalaman 3.6 m memiliki qall atau s (pada tabel diatas) = 1. Dalam tabel diatas bila kita melakukan soil investigation yang lebih detail. Pertimbangan engineerd dalam hal ini diperlukan dan tentu saja mendapat persetujuan tertulis (approval) dari klien. Perlu diperhatikan bila kondisi air tanah pada lokasi T64 adalah hasil investigasi sondir pada musim hujan. maka uji sondir kembali harus dilakukan.5 > qall > 1. maka klas pondasi menjadi klas 4. dengan tipe pondasi yang direncanakan sebagai pondasi pancang. penggalian perlu dilakukan untuk memastikan hal ini. kita mengetahui bahwa lokasi T64 terdapat muka air tanah pada kedalaman kurang dari 3. ataupun kondisi lokasi yang tidak umum (special case). misalnya klas 2. misalnya dasar pondasi (foundation base) 3.6 m . maka pondasi yang kita rencanakan tipenya adalah raft(mat) saja.6 m. tergantung dari approval klien. 4. klas pondasi yang memiliki ground water adalah klas 3w (3 wet) atau klas 7.6 m menunjukkan angka lebih kecil dari 0.5 m sudah terdapat muka air tanah. maka pondasi dapat desain dengan tipe raft (mat) ataupun dengan tipe enlarged pad & chimney. misalnya pada kedalam 2. 3. dimana berada dalam range 2.6 m dari permukaan tanah lokasi tapak tower. Tentukan daya dukung izin lapisan tanah pada kedalam tersebut. nilai tersebut masuk atau berada dalam rentang klas pondasi mana. barngkali saja bahwa lapisan batuan tidak ditemukan. 2. maka klas pondasi bisa saja ditetapkan sebagai klas 2 dengan catatan bahwa letak muka air tanah 2.7 . Misalnya pada tipe pad . Bila pada kedalaman rencana 3.Tentukan lokasi tapak tower yang ingin kita desain pondasinya. Pengecualian lainnya bila nilai qall pada kedalaman 3. 5. yaitu berdasarkan data banjir 5 tahunan. kita dapat kembali merubah dan menetapkan bahwa T64 adalah pondasi klas 3w/7.

2. umunya pada lapisan batuan baik soft rock atau hard rock berbentuk pondasi block . maka kita harus mendesain tie beam (balok yang menyampung ke-empat kaki tower pada pad ataupun pada chimney-nya terbuat dari konstruksi beton bertulang). Model pondasi lainnya yang pernah digunakan di Indonesia adalah jenis pondasi laba-laba. ataupun model sumuran (drilled shaft) dengan posisi tabung yang tegak lurus berpenampang lingkaran dengan straight shaft (tabung lurus) atapun diberi tambahan model kerucut/rok (bell) pada ujung bawah (enlarged shaft). dengan bentuk miring sesuai posisi stub dan berpenampang bujursangkar.dan 5. misalnya pada kaki (leg) A adalah klas 2. lihat gambar.3w atau 7. Tipe pondasi jenis ini adalah untyuk klas 1. dengan pad-nya diperlebar. leg C dan leg D klas 6. leg B klas 3. Tipe pondasi Pad & Chimney adalah sebagai berikut : model lainnya adalah seperti : dengan dasar pad berbentuk bujursangkar (yang umum) ataupun berbentuk lingkaran. pondasi pancang kayu. Pada kasus-kasus tanah tertentu dapat saja lokasi tapak tower memilik berbagai tipe pondasi. . Untuk tipe enlarged pad & chimney adalah tipe pad & chimney . Posisi ujujng chimney bawah umumnya ditengah pad. atau pada lokasi lainnya untuk situasi-situasi khusus. dll. Untuk pondasi klas 4.& chimney ataupun pile foundation kita menggunakan tie beam.3.

Dan klas 6 adalah tipe pancang (pile) dengan sejumlah tiang (baik berupa bored pile atau driven pile) dikelompokkan dalam sebuah pile cap. ataupun beberapa pile cap yang diikat dengan tie beam. lihat gambar dibawah ini. .Untuk desain klas 5 dalam bentuk raft/mat foundation yang mengikat seluruh kaki (leg). penampang berbentuk bujur sangkar .

Hitungan kekuatan tiang bor berdasar kekutan bahan BS-8004 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful