PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP: KONSEP DASAR

Diposting oleh rulam Tanggal: 16 July 2009 | Kategori: Artikel | 0 views | Oleh Slamet PH Abstrak: Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kemampuan, kesanggupan, dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutan mampu, sanggup, dan terampil menjaga kelangsungan hidup, dan perkembangannya di masa datang. Kecakapan hidup mencakup kecakapan dasar dan kecakapan instrumental. Kecakapan dasar meliputi: (l) kecakapan belajar mandiri; (2) kecakapan membaca, menulis, dan menghitung; (3) kecakapan berkomunikasi; (4) kecakapan berpikir ilmiah, kritis, nalar, rasional, lateral, sistem, kreatif, eksploratif, reasoning, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah; (5) kecakapan kalbu/personal; (6) kecakapan mengelola raga; (7) kecakapan merumuskan kepentingan dan upaya-upaya untuk mencapainya; dan (8) kecakapan berkeluarga dan sosial. Kecakapan instrumental meliputi: (l) kecakapan memanfaatkan teknologi; (2) kecakapan mengelola sumber daya; (3) kecakapan bekerjasama dengan orang lain; (4) kecakapan memanfaatkan informasi; (5) kecakapan menggunakan sistem; (6) kecakapan berwirausaha; (7) kecakapan kejuruan; (8) kecakapan memilih, menyiapkan, dan mengembangkan karir; (9) kecakapan menjaga harmoni dengan lingkungan: dan (10) kecakapan menyatukan bangsa. Kata kunci: kecakapan hidup, kelangsungan hidup, kecakapan hidup dasar, kecakapan hidup instrumental. 1. Pendahuluan Tantangan pendidikan nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dari waktu kewaktu meliputi empat hal, yaitu peningkatan: (1) pemerataan kesempatan, (2) kualitas, (3) efisiensi, dan (4) relevansi. Pengenalan pendidikan kecakapan hidup (life skill education) pada semua jenis dan jenjang pendidikan pada dasarnya didorong oleh anggapan bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata kurang erat. Kesenjangan antara keduanya dianggap lebar, baik dalam kuantitas maupun kualitas. Pendidikan makin terisolasi dari kehidupan nyata sehinggu, tamatan pendidikan dari berbagai jenis dan jenjang pendidikan dianggap kurang siap menghadapi kehidupan nyata. Suatu pendidikan dikatakan relevan dengan kehidupan nyata jika pendidikan tersebut sesuai dengan kehidupan nyata. Namun, pertanyaannya adalah kehidupan nyata yang mana? Sementara itu, kehidupan nyata sangat luas dimensi dan ragamnya, misalnya ada kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, kehidupan masyarakat, dan kehidupan bangsa. Kalau mengacu pada Garis-garis Besar Haluan Negara tahun 1998 dan Undang-Undang No.2, Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN),

kehidupan nyata itu menyangkut kehidupan peserta didik. Sanggup dalam arti tamatan PS dan PLS mau. Kehidupan-kehidupanin i (disebut juga kepentingan) tidak selamanya sejalan satu sama lain. di sekolah. baik pilihan kesempatan untuk melanjutkan pndidikan yang lebih tinggi. maka salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mendekatkan pendidikan (kegiatan belajar mengajar) dengan kehidupan nyata yang memiliki nilai-nilai preservative dan progresif sekaligus melalui pengintensifan dan pengefektifan pendidikan kecakapan hidup. dan kehidupan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan subsector (pertanian. UUSPN telah mengamantkan pendidikan kecakapan hidup. maupun di masyarakat. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarkatan dan kebangsaan“. Mengingat peserta didik PS dan PLS berada dalam kehidupan nyata. dan terampil untuk menghadapi tantangan hidup yang sarat kompetisi dan kolaborasi sekaligus. Telah banyak upaya yang dilakukan dalam memberikan bekal dasar kecakapan hidup. baik melalui pendidikan di keluarga. akan tetapi kehidupan nyata yang memiliki ciri “berubah” telah menuntut PS dan PLS untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian PS dan PLS dituntut menghasilkan tamatanya yang mampu. kesehatan jasmani dan rohani. dan tepat dalam mencapai sasaran hidup yang diinginkannya. Pendidikan sekolah (PS) dan pendidikan luar sekolah (PLS) diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas daya pikir. Jadi. kesanggupan dan keterampilan hidup tamatannya. komit. Idealnya. cekat. pendidikan harus relevan dengan berbagai kehidupan nyata itu. Untuk menecapai tujuan tersebut. dsb. Dalam kerangka empat strategi dasar kebijakan pendidikan. jasa. sanggup. Upaya-upaya tersebut bukan tidak berhasil sama sekali dalam meningkatkan kemampuan. PS dan PLS perlu memberikan bekal dasar kemampuan kesanggupan dan ketrampilan kepada peserta didik agar mereka siap menghadapi berbagai kehidupan nyata. daya kalbu dan daya fisik peserta didik sehingga yang bersangkutan memiliki lebih banyak pilihan dalam kehidupan. Namun. bertanggung jawab dan berdedikasi menjalankan kehidupannya. pendidikan kecakapan hidup bukanlah sesuatu yang baru dan karenanya juga bukan topik yang orisinil. Istilah pengintensifan dan pengefekktifan perlu digaris bawahi agar tidak salah persepsi bahwa selama ini tidak diajarkan kecakapan hidup sama sekali dan yang diajarkan adalah kecakapan untuk mati. yang bunyinya: “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. pada akhirnya perlu diambil keputusan mengenai manakah diantara kehidupan yang akan menjadi prioritas pada suatu kurun waktu tertentu. sanggup. akan tetapi perlu peningkatan intensitas dan efektivitasnya. memiliki pengetahuan dan keterampilan. pendidikan kecakapan hidup menyangkut salah satu strategi. sehingga terjadi apa yang dikenal dengan perbedaan kepentingan antara berbagai kehidupan nyata terhadap pendidikan. Yang benar-benar baru adalah bahwa kita mulai sadar dan berpikir bahwa relevansi antara pendidikan dengan kehidupan nyata perlu ditingkatkan intensitas dan efektivitasnya. industri. dan terampil terjun dalam kehidupan nyata nantinya. Kecakapan hidup sudah diajarkan. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur. Terampil dalam arti cepat. pilihan kesempatan untuk bekerja maupun pilihan untuk mengembangkan dirinya. . yaitu meningkatkan relevansi pendidikan dengan kehidupan nyata. Mampu dalam arti tamatan PS dan PLS memiliki kualifikasi yang dibutuhkan bagi kehidupan masa depan. sehingga PS dan PLS dapat menghasilkan tamatan yang mampu.). kehidupan keluarga.

to develop interpersonal skills which contribute to family well-being. dan terampil menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. kehidupan tetangga. to explore personal. Naval Air Station Antlanta (2002) menuliskan bahwa tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah: to promote family strength and growth through education. kehidupan perusahaan. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Meskipun terdapat perbedaan dalam pengertian kecakapan hidup. Oleh karena itu. Oleh karena itu. (2) memberikan . dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. Sementara itu Tim Broad-Based Education (2002) menafsirkan kecakapan hidup sebagai kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan.lifeskills-stl.html) Malik Fajar (2002) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kecakapan untuk bekerja selain kecakapan untuk berorientasi ke jalur akademik. Sementara itu.1. baik yang bersifat preservative maupun progresif. Tim Broad-Based Education Depdiknas (2002) mengemukakan bahwa tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah untuk: (1) mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi. maka pendidikan kecakapan hidup harus merefleksikan nilai-nilai kehidupan nyata sehari-hari. attitudes and values. Pendidikan perlu diupayakan relevansinya dengan nilai-nilai kehidupan nyata seharihari. Pendapat lain mengatakan bahwa kecakapan hidup adalah kecakapan sehari-hari yang diperlukan oleh seseorang agar sukses dalam menjalankan kehidupan (http://www. Kajian Teori 2. sanggup. sanggup. Kehidupan yang dimaksud meliputi kehidupan pribadi.”i appropriate to community programs. kehidupan masyarakat.org/page2. Seseorang dikatakan memiliki kecakapan hidup apabila yang bersangkutan mampu. to reduce mariage and family conflict and theeby enhance service member productivity. and to encourage on-base delivery of family education program and referral as appropriate to community programs. 1. dan terampil menjalankan kehidupannya. and help members understand and accept the attitudes and values of others. lebih kontekstual. pendidikan akan lebih realistis. to teach concepts and principles relevant to family living. sehingga pendidikan akan lebih bermakna bagi peserta didik dan akan tumbuh subur. Tidak akan mencabut peserta didik dari akarnya. pendidikan kecakapan hidup adalah. Brolin (l989) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kontinum pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan oleh seseorang untuk berfungsi secara independen dalam kehidupan. dan kehidupan-kehidupan lainnya. Tujuan Seperti jugpa ada pengertian kecakapan hidup. Ciri kehidupan adalah perubahan dan perubahan selalu menuntut kecakapan-kecakapan untuk menghadapinya. sudah sewajarnya jikpa PS dan PLS mengajarkan kecakapan hidup. Dengan definisi tersebut. namun esensi pengertiannya sama. kehidupan bangsa. yaitu dapat menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. tujuan pendidikan kecakapan hidup juga bervariasi sesuai kepentingan yang akan dipenuhi. Dengan cara ini. kesanggupan. kehidupan keluarga. namun esensinya sama yaitu bahwa kecakapan hidup adalah kemampuan. Pengertian Meskipun kecakapan hidup telah didefinisikan berbeda-beda. pendidikan yang member bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan sehari-hari agar yang bersangkutan mampu.

Keempat. memberdayakan aset kualitas batiniyah. Ketiga. dan fleksibilitas pengelolaan sumber daya sekolah. Lebih spesifiknya. sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Ketiga. memberikan bekal dasar dan latihan-latihan yang dilakukan secara benar mengenai nilai-nilai kehidupan sehari-hari yang dapat memampukan peserta didik untuk berfungsi menghadapi kehidupan masa depan yang sarat kompetisi dan kolaborasi sekaligus.dan perbuatan lahiriyah yang siap untuk menghadapi kehidupan masa depan sehingga yang bersangkutan mampu dan sanggup menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. . dan (3) mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lingkungan sekolah. keterbukaan. Pertama. Manfaat Pendidikan kecakapan hidup memberikan manfaat pribadi peserta didik dan manfaat sosial bagi masyarakat. dan perbuatan lahiriyah peserta didik melalui pengenalan (logos). pendidikan kecakapan hidup dapat meningkatkan kualitas berpikir. peserta didik memiliki wawasan luas tentang pengembangan. sikap. namun konvergensinya cukup jelas yaitu bahwa tujuan utama pendidikan kecakapan hidup adalah menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutan mampu. dan akuntabilitas yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. kemiskinan. kekerasan. misalnya kesehatan mental dan pisik. dan terampil menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya di masa datang. mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah melalui pendekatan manajemen berbasis sekolah dengan mendorong peningkatan kemandirian sekolah. memfasilitasi peserta didik dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang dihadapi sehari-hari. baik preservatif maupun progresif. memberikan wawasan yang luas tentang pengembangan karir. sikap. peserta didik memiliki tingkat kemandirian. sanggup. bersaing. kriminal. yang dimulai dari pengenalan diri. yang memungkinan peserta didik berlatih tanpa bimbingan lagi. Kedua. dan pengamalan (patos) nilai-nilai kehidupan sehari-hari sehingga dapat digunakan untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. lingkungan sosial dan pisik. narkoba. Karir dalam dunia kerja yang sarat perubahan yaitu yang mampu memilih. peserta didik memiliki kemampuan berlatih untuk hidup dengan cara yang benar. Keempat. 1.kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel. sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas. pengangguran. eksplorasi karir. Bagi peserta didik. partisipasi stakeholders. dan penyiapan karir. tujuan pendidikan kecakapan hidup dapat dikemukakan sebagai berikut. Kelima. peserta didik memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk mengatasi berbagai permasalahan hidup yang dihadapi. Pertama. 1. Kelima. Hasil yang Diharapkan Hasil yang diharapkan dari pendidikan kecakapan hidup pada PS dan PLS adalah sebagai berikut. Kedua. memasuki. peserta didik memiliki asset kualitas batiniyah. dengan member peluang pemanfaatan sumber daya yang ada di masyaakat. dan maju dalam karir. Meskipun bervariasi dalam menyatakan tujuan pendidikan kecakapan hidup. kerjasama. penghayatan (etos). Esensi dari pendidikan kecakapan hidup adalah untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan nilai-nilai kehidupan nyata. dan kemajuan iptek. orientasi karir.

solidaritas. dan (4) mempesiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. (3) mengembangkan kehidupan untuk berbangsa. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Undang-Undang Republik Indonesia No. kuasa dan seni (cita rasa). Kurikulum yang ada saat ini memang merupakan salah satu upaya untuk menjembataninya. diperlukan upaya-upaya yang dapat menjembatani antara siswa dengan kehidupan nyata. (2) mengembangkan kehidupan untuk bermasyarakat. pertanyaannya adalah: “Apakah kurikulum yang ada sekarang sudah merefleksikan kehidupan nyata saat ini? Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan kajian yang mendalam terhadap kurikulum yang ada dan terhadap nilainilai kehidupan saat ini. Kesenjangan antara keduanya (kurikulum dan kehidupan nyata) merupakan tambahan pengayaan yang perlu diintegrasikan terhadap kurikulum yang ada sehingga kurikulum yang ada saat ini benar-benar merefleksikan nilai-nilai kehidupan nyata. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional).2. ekonomi. misalnya karir. pengaruh. Berdasarkan tujuan tersebut. peluang. kesehatan jasmani dan rohani.k ualitas kalbu. Bagi masyarakat. bukan untuk merombaknya.1. dan kualitas fisik. namun perlu ditingkatkan kedekatannya dengan nilai-nilai kehidupan nyata. sehingga sudah sewajarnya jika kurikulum yang ada perlu didekatkan dengan kehidupan . pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. pengembangan diri. Selain itu. Penyesuaian-penyesuaian kurikulum terhadap tuntutan kehidupan perlu dilakukan mengingat kurikulum yang ada memang dirancang per mata pelajaran yang belum tentu sesuai dengan kehidupan nyata yang umumnya bersifat utuh (Tim Broad Based Education Depdiknas. Tujuan Pendidikan Nasional Secara normatif. 1. pendidikan kecakapan hidup merupakan upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kurikulum yang ada dengan tuntutan kehidupan nyata yang ada saat ini. Konsekuensinya apa yang diajarkan harus menampilkan sosok utuh keempat kemampuan tersebut. pengurangan perilaku destruksif sehingga dapat mereduksi masalah-masalah sosial. 1. pendidikan kecakapan hidup dapat meningkatkan kehidupan yang maju dan madani dengan indikator-indikator adanya: peningkatan kesejahteraan sosial. Pengenalan kecakapan hidup terhadap peserta didik bukanlah untuk mengganti kurikulum yang ada. akan tetapi untuk melakukan reorientasi terhadap kurikulum yang ada sekarang agar benarbenar merefleksikan nilai-nilai kehidupan nyata. 2002). kemampuan kompetitif. penghasilan. Jadi. kesehatan jasmani dan rohani. Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai Upaya untuk Mencapai Tujuan Pendidikan Nasional Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sebagaimana ditulis pada butir 2. prestise. kehidupan memiliki karakteristik untuk berubah. dan kesejahteraan pribadi.5. Bila demikian. Peningkatan kualitas tersebut pada gilirannya akan dapat meningkatkan pilihan-pilihan dalam kehidupan individu. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur. Konsep Dasar 2. maka PS dan PLS bertugas dan berfungsi mempersiapkan peserta didik agar mampu: (1) mengembangkan kehidupan sebagai pribadi. teori. dan pengembangan masyarakat yang secara harmonis mampun memadukan nilai-nilai religi.

tujuan pendidikan nasional lebih menekankan pada penguasaan kehidupan. Ketiga. pilihan-pilihan nilai. . Pada pendekatan demand-driven. yang tidak diinginkan akan mengusik kelangsungan hidup manusia. kesanggupan. apa yang diajarkan cenderung menekankan pada school-based learning yang belum tentu sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai kehidupan nyata yang dihadapi oleh peserla didik. Jenis Kecakapan Hidup Kehidupan adalah perubahan. penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup perlu dilaksanakan dengan jitu agar kurikulum berbasis kecakapan hidup dapat dilaksanakan secara cermat. dan perubahan yang diinginkan akan mendukung perkembangan manusia. penyelenggaraannya benar-benar jitu dalam merealisasikan kurikulum berbasis kecakapan hidup yang ditunjukkan oleh guru memiliki penguasaan kehidupan yang kuat. kerja tim kuat. 1. Dengan demikian.nyata. tempat belajar tidak harus selalu dikelas tetapi juga di kancah/kehidupan. referensi tidak selalu berupa buku tetapi juga kehidupan nyata/konteks. Pada pendekatan supplydriven. 2002). Dalam pandangan ini. Keempat. Artinya. Pertama. tempat belajar dan durasi belajar. Karena evaluasi belajar disusun berdasarkan kompetensi. evaluasi pendidikan kecakapan hidup perlu dibuat berdasarkan kompetensi kecakapan hidup yang telah dirumuskan pada langkah kedua. metode pembelajaran lebih konkrit. Kompetensi kecakapan hidup yang dimaksud harus menunjukkan kemampuan. Tamatan PS dan PLS akan menjalani kehidupan. pendekatan-strategi-metode pembelajaran. media pendidikan menggunakan kenyataan. Kedua. dan evaluasi belajar lebih menekankan pada autentik. seharusnya. melainkan juga dengan performance test dan bahkan dengan evaluasi otentik. Agar tamatan PS dan PLS mampu. kerangka pengembagan pendidikan berbasis kecakapan hidup idealnya ditempuh secara berurutan sebagai berikut (Slamet PH. kurikulum lebih merefleksikan kehidupan nyata. harus siap. siswa mempelajari kenyataan dan aktif. Perubahan. fasilitas. Hal-hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup seperti misalnya tenaga kependidikan (guru). media pendidikan. maka penilaian terhadap prestasi belajar peserta didik tidak hanya dengan pencil and paper test. pendidikan kecakapan hidup memerlukan penyesuaianpenyesuaian dari pendekatan supply-driven menuju ke demand-driven. diidentifikasi masukan dari hasil penelitian. pengalaman hidup akan lebih kaya. durasi pembelajaran tergantung kompetensi yang ingin dikuasai. maka kurikulum merupakan sasaran yang bergerak dan bukan sasaran yang diam. untuk mengembangkan kompetensi kecakapan hidup. dan dugaan para ahli tentang nilai-nilai kehidupan nyata yang berlaku. masukan tersebut kemudian digunakan sebagai bahan. dan keterampilan untuk menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya dalam dunia yang sarat perubahan. Dalam arti yang sesungguhnya. yang berarti mereka harus mampu dan sanggup menghadapi . dan yang mungkin diajarkan pada peserta didik disusun berdasarkan kompetensi yang telah dikembangkan. Diharapkan. Perubahan ada yang tidak diinginkan dan ada yang diinginkan. kurikulum dikembangkan berdasarkan kompetensi kecakapan hidup yang telah dirumuskan. Pendidikan PS dan PLS di masa depan akan menekankan pada kecakapan hidup. Kelima. apa yang diajarkan kepada peserta didik merupakan refleksi nilai-nilai kehidupan nyata yang dihadapinya sehingga lebih berorientasi kepada life skill-based learning. perubahan dan bahkan mampu dan sanggup menjadi agent of change. apa yang harus.

dan terampil menjalan kehidupan. planning and organising activities. nalar/logik. induktif. rasional. toleransi. kritis. discovery. kemampuan inter personal. Tamatan PS dan PLS. Kemudian makna kecakapan akademik juga rancu karena yang dimaksud kecakapan akademik (oleh Tim Broad-Based Education) adalah kecakapan berpikir ilmiah. Demikian juga. kritis. (3) kecakapan kalbu dapat diukur dari daya rasanya dan daya emosinya (rasa kasih saying. solving problems. disiplin diri. kecakapan akademik. misalnya kecakapan berpikir deduktif induktif. kecakapan berfikir rasional. selain harus belajar sesuatu yang baru (learning). nalar. Kemudian. kreatif. akal. dan sistem). and modern language. waktu. self-management skills. adaptif dan antisipatif. dan kualitas personal). and using technology. analysing and organising information. exploratory. ilmiah. lateral. dan dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan ruang. Wacana-wacana tersebut di atas mendorong penulis untuk merumuskan kecakapan hidup menjadi dua kategori. the National Training Board (1992) dari Australia mengharuskan agar setiap generasi mudanya memiliki tujuh kompetensi kunci sebagai berikut: collecting. using mathematical ideas and techniques. dan sistem. prinsip belajar sekali selesai dan tidak perlu beiajar lagi. personal skills. mendengar. dan harus diperbaharuhi secara terus menerus sesuai dengan derap perubahan. Kecakapan personal terlalu sempit definisinya karena hanya difokuskan pada pengenalan diri (self awareness). kesopanan. work and study skills. New Zealand (l994) juga menghendaki semua generasi muda memiliki essential skills sebagai berikut: information skills. ilmiah. United Kingdom melalui General National Vocational Qualification (1993) mengharuskan bahwa setiap penduduknya harus memiliki core skills sebagai berikut: communication. kemampuan mencari dan menggunakan informasi. Mengingat perubahan kehidupan berlangsung secara terus menerus. working with others and in team. hitung. communication skills. dan merupakan fondasi dan sokoguru bagi tamatan PS dan PLS agar bisa mengembangkan kecakapan hidup yang bersifat instrumental. exploratory. padahal kecakapan berpikir juga sangat luas dimensinya. Padahal kecakapan personal sangat luas dimensinya. yaitu kecakapan hidup yang bersifat dasar dan instrumental. information technology. lateral. problem solving and decision-making skills. Kecakapan hidup yang bersifat dasar adalah kecakapan yang bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. kejujuran. Menurut US Department of Labor (1992). bicara. Menurut Slamet PH (1997). mereka harus diberi bekal kecakapan hidup. harus juga mampu melupakan pengalaman belajar yang lalu yang tidak lagi relevan lagi dengan kehidupan saat ini . situasi. Kecakapan hidup yang bersifat instrumental adalah kecakapan yang bersifat relatif kondisional. dan (4) kecakapan spiritual ditunjukkan oleh derajad keimanan dan ketaqwaan terhadap TuhanYang Maha Esa.sanggup. kecakapan berpikir juga hanya disempitkan pada berpikir rasional. Tidak jelas perbedaan antara kecakapan berpikir rasional (thinking skill) dan kecakapan berpikir akademik. dan kemampuan rnenggunakan teknologi dalam kehidupan) dan tiga bagian kemampuan elementer (kecakapan elementer dalam baca. kecakapan sosial. peserta didik harus diberi bekal kecakapan hidup yang terdiri dari lima kompetensi (kemampuan mengelola sumber daya. kemampuan menggunakan sistem. discovery. maka diperlukan kecakapan-kecakapan yang mutakhir. communicating ideas and information. dan kecakapan kejuruan. (2) kecakapan akal dapat diukur dari kecerdasan dan variasi daya fikirnya (deduktif. kreatif. kecakapan berfikir. numeracy skills. tulis. Oleh karena itu. tidak tergantung pada perubahan waktu dan ruang. komitmen. dan spiritual: (1) kecakapan fisik dapat diukur dari derajad keterampilan. problem solving. kalbu. tidak relevan lagi. Tim Broad-Based Education Depdiknas (2002) memilah kecakapan hidup menjadi lima. yaitu kecakapan personal. dan integritas. Sementara itu. kecakapan hidup dapat dikategorikan menurut kualitas fisik.

menghitung Tamatan PS dan PLS diharapkan memiliki kecakapan membaca dan menulis secara fungsional. ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kecakapan ini. dan kehidupan berubah makin cepat sehingga menuntut tamatan PS dan PLS memiliki kemampuan untuk belajar terus-menerus. maka kecakapan berkomunikasi termasuk kecakapan mendengar harus dimiliki oleh tamatan PS dan P LS. baik dalam bahasa Indonesia maupun salah satu bahasa asing. J erman. maka penguasaan salah satu bahasa asing (Inggris. Kecakapan membaca. Suatu studi menyimpulkan bahwa kelemahan berkomunikasi akan menghambat pengembangan personal dan professional seseorang. dan bahkan melalui kesan pun bisa. atau yang lain. Perancis. Mandarin. Karena itu.(unlearning) dan selalu belajar kembali (relearning). dan teknik belajar untuk memperoleh dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru dalam kehidupannya. Mengingat manusia menggunakan sebagian besar waktunya untuk berkomunikasi dengan orang lain. dan dokumen. jurnal. Bahkan para pebisnis memperkirakan bahwa kelemahan berkomunikasi akan menambah pembiayaan usahanya akibat kesalahan yang dibuat. dengan atau tanpa bantuan teknologi. bimbingan. Kecakapan ini merupakan kunci yang dapat membuka kesuksesan masa depan. Jepang. menulis. Jepang. pedoman kerja. misalnya bahasa Inggris. dengan memilih secara tepat dari teknik-teknik matematika yang ada. (4) Kecakapan berpikir . Pengetahuan. ide-ide. metode. Menulis – mengkomunikasikan pikiran. 1.m endengar Manusia berinteraksi dengan manusia lain melalui komunikasi langsung. arahan. Adapun kategori dimensi kecakapan hidup yang bersifat dasar dan instrumental yang dimaksud dapat dirinci sebagai berikut. Mandarin. (2) Kecakapan membaca. Perancis. tamatan PS dan PLS perlu diberi bekal dasar tentang strategi. Kecakapan Dasar Kecakapan dasar meliputi: (l) Kecakapan belajar terus-menerus Kecakapan belajar terus menerus (sepanjang hayat) adalah kecakapan yang paling penting dibandingkan dengan semua kecakapan hidup lainnya. tamatan PS dan PLS mudah menguasai kecakapan-kecakapan lainnya. Kecakapan menghitung – kemampuan dasar menghitung dan memecahkan masalah-masalah praktis. Jerman.t ergambar.memahami dan menafsirkan informasi tertulis dalam surat kabar. manual. Arab. (3) Kecakapanb erkomunikasil:i san. Arab. tertulis. laporan. tergambar. grafik.t ertulis. dan diagram alir. baik secara lisan. dsb) oleh peserta didik merupakan keniscayaan. informasi dan pesan-pesan tertulis dan membuat dokumendokumen seperti surat. Mengingat era globalisasi telah bergulir. majalah.

pintar bergaul. baik buruknya suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh baik buruknya kalbu bangsa yang bersangkutan. discovery. Bekerja keras. dan akal. Dalam kehidupan banyak dijumpai orang-orang yang kurang mampu merumuskan tujuan hidup yang . kreatif. kesopanan. Oleh karena itu. dan pemecahan masalah. reasoning. toleransi. kepedulian. peserta didik harus diberi bekal dasar tentang kecintaan terhadap kebenaran. Jiwa merupakan sumber kekuatan dan kendali bagi setiap manusia dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. lateral. menjaga kebersihan. Mengingat kehidupan manusia sebagian besar dipengaruhi oleh cara berpikir. rasa. bebas penyakit. disiplin diri. eksploratif. dan beristirahat cukup merupakan pendidikan kecakapan mengelola kesehatan badan yang harus diterapkan dalam kehidupan peserta didik. emosional dan spiritual. pengambilan keputusan. Kecakapan merumuskan dua hal yang karakteristik ini merupakan bagian penting bagi kehidupan seseorang. rasa. dan memiliki ketahanan badan yang kuat. Integritas. dan tanggung jawab adalah contoh-contoh kecakapan moral yang perlu diajarkan kepada peserta didik. hak asasi. (5) Kecakapan kalbu: iman (spiritual). Iman dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (7) Kecakapan merumuskan keinginan dan upaya-upaya untuk mencapainya Dua hal yang karakteristik sifatnya dalam kehidupan adalah: (l) adanya keinginan baru. Selain itu. tetapi jika tidak dilandasi oleh moral. kasih sayang pada orang lain. emosi. rasa dan emosi Memiliki bangsa kecakapan kalbu yang baik merupakan asset kualitas batiniyah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan bangsa. dan emosi merupakan unsur-unsur pembetuk jiwa selain akal. Bahkan. hanya kehancuran yang terjadi. peserta didik sudah selayaknya diberi bekal dasar tentang pengelolaan kesehatan badan agar yang bersangkutan memiliki kesehatan badan yang prima. menghargai orang lain. solidaritas. Manusia diciptakan oleh-Nya dengan martabat tertinggi sehingga yang bersangkutan harus memelihara kesehatan dirinya lebih baik dari pada memelihara barang-barangnya. adalah contoh-contoh pendidikan kecakapan iman/spiritual yang merupakan payung bagi pendidikan kecakapan hidup lainnya. dan toleransi religius. semangat yang membaja. rasional. kritis. Pada dasarnya jiwa merupakan peleburan iman. Kecakapan kalbu yang terdiri dari iman (spiritual). memiliki keinginan untuk maju. disitulah terdapat kesehatan jiwa. Berolahraga secara teratur. dan berorientasi kedepan. dan upaya-upaya secara konsisten untuk mencapai keinginan untuk maju. inventory. sistem. dan (2) upaya-upaya yang diperlukan untuk mencapai keinginan baru tersebut. (6) Kecakapan mengelola kesehatan badan Di mana terdapat kesehatan badan. spiritual dan emosional yang baik.Tingkat kecakapan berpikir seseorang akan berpengaruh terhadap kesuksesan hidupnya. rajin. nalar. makan yang bergizi dan bervitamin. Untuk itu peserta didik perlu diberi bekal dasar dan latihan-latihan dengan eara yang benar tentang kecakapan moral. keterbukaan terhadap kritik dan saran. maka peserta didik perlu diberi bekal dasar dan latihan-latihan dengan cara yang benar tentang kecakapan berpikir deduktif induktil ilmiah. kedamaian antar umat beragama. Erosi kalbu akan berpengaruh sangat dahsyat karena apapun tingginya derajad berpikir seseorang. adalah contoh-contoh kecakapan emosional yang sangat signifikan kontribusinya terhadap kesuksesan hidup seseorang. kejujuran.

menghayati dan menerapkan nilai-nilai sosial sebagai berikut: menjunjung tinggi hak asasi manusia. Lebih spesifiknya. dan kalaupun tujuan yang dirumuskan cukup realistic. dan saudara-saudaranya. peserta didik harus memahami. dan menerapkan ketentuan-ketentuan yang berlaku di sekolah. menghayati. olah raga.3. dan mengalokasikan sumber daya. Karena peserta didik hidup dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. dan perbankan). Peserta didik harus mampu berkomunikasi. keadilan. peduli terhadap barang-barang milik publik. mengorganisasi. sekolah. merencanakan. (3) mengelola uang. Peserta didik perlu dibekali cara-cara memilih teknologi. dan menerapkan nilai-nilai kasih sayang. peternakan.5. dengan melatih mereka membuat rencana teknis dan anggaran. kecintaan. konstruksi. Mereka harus dididik bagaimana bekerja dengan jenis-jenis teknologi dan disiapkan agar mereka memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi dalam berbagai kehidupan (pertanian. kesopanan. respek. peserta didik harus memahami. dan membuat . (8) Kecakapan berkeluarga dan sosial Peserta didik hidup dalam lingkungan keluarga. menggunakannya untuk tugas-tugas tertentu dan cara-cara memeliharanya. Dalam masyarakat. transportasi.2 Kecakapan Instrumental Kecakapan instrumental meliputi: 1. ibu. tidak jarang pula upaya-upaya yang ditempuh kurangs esuai. kesehatan. perdagangan. kesenian. Peserta didik harus memahami. Bahkan keunggulan teknologi merupakan salah satu faktor daya saing yang ampuh. kerjasama. Generasi muda harus diberi bekal agar mengapresiasi pentingnya teknologi bagi kehidupan dan mempersiapkannya untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi yang ada. Dalam sekolah. 2. tanggung jawab dan akuntabilitas sosial. 1. Dalam keluarga. menghayati. dan tatakrama sebagai anak terhadap kedua orang tuanya maupun sebagai saudara terhadap saudara-saudaranya. kedamaian. perikanan.realistik. toleransi. Perumusan tujuan study tour dan upaya-upaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan study tour adalah contoh pendidikan kecakapan merumuskan keinginan dan upaya-upaya untuk mencapainya. dan masyarakat. komunikasii. Kecakapan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan Teknologi telah merambah ke segala kehidupan dan merupakan alat penggerak utama kehidupan. baik secara verbal maupun non-verbal. tujuan dan cara-cara mengidentifikasi. solidaritas. selain memperbanyak kawan. juga untuk memupuk kesehatan mental. kerajinan. (2) mengelola waktu. Kelancaran berkomunikasi. keterbukaan dan apresiasi terhadap keanekaragaman. Kecakapan mengelola sumber daya Peserta didik perlu diberi bekal tentang arti. siswa perlu dilatih: (1) mengelola sumber daya alam. kerumahtanggan. siswa tersebut berinteraksi dengan ayah. industry manufaktur. pertunujukan. Salah satu faktor yang membuat negara berkembang tertinggal dengan negara maju adalah ketertinggalan teknologi. maka dia harus memiliki kemampuan untuk memimpin dan dipimpin. penggunaannya. Kecakapan semacam ini perlu diajarkan kepada peserta didik agar yang bersangkutan mampu menjalani kehidupan secara realistis.

apresiasi keanekaragaman. peternakan. (4) mengelola sumber daya ruang. (4) selalu berusaha menciptakan dan meningkatkan nilai sumber daya. dan keluarga. Kecakapan menggunakan system dalam kehidupan Kehidupan diciptakan oleh-Nya dalam serba sistem. Seringkali istilah kewirausahaan dikaitkan dengan income generating activities (IGA). mengorganisasi dan memelihara informasi. Karena itu. pentingnya kebersamaan. sejak dini mereka perlu diberi bekal dan latihan: latihan yang dilakukan secara benar tentang cara-cara bekerja sama. tanggung jawab dan akuntabilitas perbuatan. (5) . menghargai hak asasi orang lain. Kecakapan berwirausaha Kecakapan berwirausaha adalah kecakapan memobilisasi sumber daya yang ada di sekitarnya untuk mencapai tujuan organisasinya atau untuk keuntungan ekonomi. baik perusahaan.penyesuaian-penyasuaian untuk mencapai tujuan. pendidikan. Untuk itu. Tamatan PS dan PLS hanyalah merupakan bagian dari kehidupan tersebut. maupun yang lain. 1. dan cara menganalisis kehidupan sebagai sistem. Memang kewirausahaan terkait dengan IGA. tetapi kewirausahaan tidak sama dengan IGA. menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi. informasi sudah merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. (5) mengelola sumber daya sosial budaya. informasi akan mengalir secara cepat dan deras dalam berbagai kehidupan. bank. 1. dan menerapkan system dalam kehidupannya. Kecakapan memanfaatkan informasi Saat ini dan lebih-lebih di masa mendatang. Mereka nantinya harus bisa bekerjasama secara harmonis dengan orang lain. (6) mengelola peralatan dan perlengkapan. harus mengenali sampai pada sistemnya. Bahkan dirinya sebagai system harus dikenalinya secara baik. Jadi. 1. Mereka harus dididik cara-cara mendapatkan dan mengevaluasi inforrnasi. jika ingin mengenali hakikat (kebenaran seutuhnya) segala yang ada dalam kehidupan. Mereka harus memahami cara kerja system-sistem kehidupan seperti misalnya bank. Peserta didik perlu memahami. Siapa yang tertinggal inforrnasi akan tertinggal pula dalam kehidupannya. Oleh karenanya. keterbukaan. dan (7) mengelola lingkungan. dan menggunakan computer untuk mengolah data agar menjadi informasi. menghayati. Sistem adalah kumpulan proses berstruktur hirarkis yang terikat pada tujuan. Kecakapan bekerjasama dengan orang lain Kehidupan. dan masih banyak hal-hal lain yang perlu diajarkan. perusahaan. Mengenali sampai pada sistemnya ditempuh melalui perbuatan berpikir sistem. Jika IGA memiliki ciri untuk mencari keuntungan ekonomi. Berpikir system adalah berpikir membangun keberadaan hal menurut kriteria sistem. Mereka perlu diberi bekal dasar tentang cara berpikir. kewirausahaan tidak selalu. Kewirausahaan memiliki ciri-ciri: (1) bersikap dan berpikiran mandiri. sekolah. yang akan dimasuki oleh tamatan PS dan PLS kelak pada umumnya bersifat kolektif. peserta didik perlu dibekali cara-cara mendapatkan dan memanfaatkan aneka ragam informasi yang ada. pertanian. manajemen negosiasi. kepemimpinan. 1. kemauan baik yang kreatif. (3) tidak suka mencari kambing hitam. (2) memiliki sikap berani menanggung resiko. cara mengelola.

Terhadap lingkungan fisik. seni suara. seni tari. peserta didik harus mampu menjaga keharmonisan dengan masyarakat disekitarnya. menjaga kesatuan bangsa. sampai pada career development perlu dikenalkan kepada semua peserta didik. Jangan sampai tamatan PS dan PLS tidak mengenal potensi dirinya sendiri dan jenis-jenis karir yang ada. ketegaran badan) dan keharmonisan dengan alam sekitarnya (memelihara lingkungan). kepahlawanan dan apresiasi . demokrasi. olah raga. career planning . Peserta didik perlu diberi bekal kemampuan mengintegrasikan kebhinekaan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila.terbuka terhadap umpan balik. dan seni pertunjukan dsb. Karena itu tahap-tahap pendidikan karir yang dimulai dari career awareness. keadilan sosial. Terhadap lingkungan maya (nirpisik). dan (8) memiliki tanggung jawab moral yang baik. Kecakapan menjaga harmoni dengan lingkungan Peserta didik hidup dalam lingkungan nyata dan lingkungan maya sekaligus. 1. 1. mereka jelas membutuhkan keterampilan kejuruan yang secara praktis dapat digunakan untuk mencari nafkah. menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kecakapan memilih. dan asal-usul. ras. Menghargai perbedaan agama. persyaratan untuk memasuki jenis karir tertentu dan disiapkan agar kelak setelah lulus PS dan PLS mampu memilih. Lingkungan nyata berupa fisik yang dapat dirasakan oleh panca indera seperti tanah. jenis-jenis karir yang ada dalam kehidupan. baik melalui PS maupun PLS. busana. seni lukis. Kecakapan kejuruan. kerajinan. peternakan. Lebih-lebih bagi peserta didik yang berasal dari kalangan marginal secara ekonomi-sosial maka dapat dipastikan bahwa mereka tidak akan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi dan mereka akan terjun dalam kehidupan. tetapi harus tetap menjadi satu (bhineka tunggal ika). Selain itu. (7) tidak pernah merasa puas. menyiapkan. seni music. Lingkungan maya yang juga disebut nirpisik adalah suasana sosial yang dapat ditangkap oleh otak dan dirasakan oleh hati. 1. 1. industry. Untuk mencapai bhineka tunggal ika diperlukan upaya-upaya nyata. termasuk olah raga dan seni (cita rasa) Tidak semua peserta didik menyukai keterampilan berpikir. karir yang dimiliki diharapkan dapat memberikan penghargaan yang layak. dan mengembangkan karir yang sesuai dengan potensi dirinya. air dan udara. bisnis. terus menerus melakukan inovasi dan improvisasi demi perbaikan selanjutnya. dan kesenian (seni kriya.). boga. menyiapkan dan mengembangkan karir Setiap tamatan PS dan PLS kelak berharap memiliki karir yang sesuai dengan potensi diirinya dan sesuai dengan peluang yang ada. Kecakapan menyatukan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila Negara Kesatuan Repuplik Indonesia terdiri dari keanekaragaman kebhinekaan dalam suku. kecintaan terhadap negaranya. (6) selalu ingin perubahan yang lebih baik. Untuk sampai pada harapan tersebut. sebagian dari mereka menyukai keterampilan-keterampilan kejuruan seperti misalnya pertanian. peserta didik perlu dikenalkan tentang potensi diirinya. agama. Juga tidak semua peserta didik melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi dan karenanya perlu diberi bekal keterampilan kejuruan agar mereka memiliki kemampuan untuk mencari nafkah. peserta didik harus mampu menjaga kesehatan dirinya (kebersihan. Untuk itu.

1989. Yang benar-benar baru adalah bahwa kita mulai sadar dan berfikir bahwa relevansi antara pendidikan dengan nilai-nilai kehidupan nyata perlu ditingkatkan intensitas dan efektivitasnya. Simpulan dan Saran 2. kondisional. yaitu kecakalpan hidup yang bersifat dasar dan instrumental. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Life Centered Career Education: A Competency Based Approach. sanggup dan terampil menjalankan kehidupannya yaitu dapat menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya. kebebasan dan tanggung jawab. VA: The Council for Exceptional Children. Metodologi pembelajaran. b. pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberi bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan sehari-hari agar yang bersangkutan mampu. Simpulan Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kemampuan. Laporan Menteri Pendidikan Nasional pada Rapat Koordinasi Bidang Kesra Tingkat Menteri. . Ini menuntut proses belajar mengajar dan masukan instrumental sekolah seperti misalnya kurikulum. dan evaluasi pembelajaran benar-benar realistik. baik yang bersifat preservative dan progresif. kesanggupan dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia. Saran Pendidikan kecakapan hidup memang bukan sesuatu yang baru. guru. 2001. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Core Skills. yang diperlukan adalah membawa sekolah sebagai bagian dari masyarakat dan bukannya menempatkan sekolah sebagai sesuatu yang berada dimasyarakat. Kecakapan hidup dapat dipilah menjadi dua kategori. dan situasi. kesadaran sebagai warganegara. Karena itu. Jakarta: Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Sekolah harus menyatu dengan nilai-nilai kehidupan nyata yang ada di lingkungannya dan mendidik peserta didik sesuai dengan tuntutan nilai-nilai kehidupan yang sedang berlaku.terhadap para pahlawan. apresiasi terhadap peninggalan budaya. GNVQ. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. D. Pendidikan harus merefleksikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. 2002. 1993. alat bantu pendidikan. waktu. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Melalui Pendekatan Broad-Besed Education (Draft). Pada dasamya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. adalah contoh-contoh kecakapan hidup untuk menyatukan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. 1. dan kecakapan instrumental bersifat relative. Kecakapan dasar bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. Reston. 1. London: The Office of General National Vocational Qualification. dan dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan ruang. Depdiknas. 1989. Pustaka Brolin. kontekstual. dan bukannya artifisial. Malik Fadjar.E. a.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 1997. Learning a Living: A Blueprint for High Performance. dan Pengurus ISPI Pusat. Ketua Dewan Latihan Kerja DIY.Malik Fadjar. MPR. http://www.html. ________. Life Skills Foundation. 2002. 2002. US Department of Labor. Perlunya Kebijakan Sumber Daya Manusia yang Utuh (Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan). 037. No.navy. Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. workshopsinc. Paparan Seputar Langkah-langkah Menuju Tercapainya Sasaran Pembangunan Pendidikon (Disampaikan dalam Sidang Kabinet).org. 1992.2002. National Competency Standard: Policy and Guidelines. Sumber Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Slamet PH. Diterbitkan oleh : Badan Penelitian dan Pengembangan. whomas. Washington DC.2002.nasatlanta. Life Skills Education and Support. MEd. http://www. 1992. Slamet PH. http://www. The National Training Board.html ________. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mitra Indonesia Yogyakarta. Jakarta Jurnal Pendidikan milik perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) Kontributor: . The Life Skills Education Proiect.com/manual/ Penulis Slamet PH. MA. Ph. Jogjakarta: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Juli 2002. Pendidikan Kecakapan Hidup di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama: Konsep dan Pelaksanaan. Mil/life. Konsultan (internasional) Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.: US Department of Labor.html ________. Naval Air Station Atlanta. Garis-garis Besar Haluan Negara. 1998.it/text2/life skills. Departemen Pendidikan Nasional. Canberra: The Office of NTB. Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 2002.2002. Tahun Ke-8. Jakarta. Life Skills for Vocational Success.org/page2. MLHR. Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) DIY.D adalah dosen Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta.lifeskills-stl. http//www.

Angkatan Tahun 2007. mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. UNISMA (Universitas Islam Malang). .MUFIDATUL UMMAH. Jurusan Bahasa Inggris.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful