PENDAHULUAN Pembaharuan bidang pendidikan sudah lama digalakkan.

Pembaharuan itu seperti meliputi kurikulum, metode mengajar, media pembelajaran, administrasi pendidikan, strategi pembelajaran, dan sebagainya. Implikasi dari pembaharuan itu adalah bahwa ukuran keberhasilan proses belajar mengajar guru di kelas mengalami perubahan; tuntutan· ketertiban kelas juga menjadi berubah. Guru mengajar tanpa menyiapkan satuan pelajaran, tanpa media, tanpa variasi metode, keadaan kelas yang tenang tanpa aktivitas para siswamengerjakan tugas atau melakukan kegiatan belajar demi tercapainya tujuan belajar, bukanlah kelas yang baik, dan itu periu dihindari. Adanya perubahan tuntutan kondisi/ketertiban kelas agar proses belajar lebih berkualitas, maka guru perlu mengetahui bagaimana memanajemeni kelas dalam proses pembelajaran. Setiap proses pembelajaran dengan metode, media, pendekatan tertentu menuntut suasana kelas tertentu pula. Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan, wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasai kiat memanajemeni kelas. Setiap kegiatan belajar mengajar mengisyaratkan tercapainya tujuan, baik tujuan instruksional maupun tujuan pengiring. Namun tidak dapat dipungkiri keadaan di kelas sering kali tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, guru bertugas untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang menguntungkan bagi peserta didik, sehingga tumbuh iklim belajar yang berkualitas dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Usaha preventif dan kuratif perlu dilaksanakan dalam upaya penciptaan kondisi kelas yang diharapkan. Usaha preventif yaitu tercipta dan dapat dipertahankannya kondisi kelas yang kondusif harus dirancang dan diusahakan oleh guru secara sengaja agar hal-hal yang merugikan dapat dihindari. Sedangkan upaya kuratif yaitu upaya mengembalikan kepada kondisi yang optimal apabila terjadi hal-hal yang merusak yang disebabkan oleh tingkah laku peserta didik di dalam kelas.

Upaya guru menciptakan dan mempertahankan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila: Pertama, diketahui secara tepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar mengajar. Kedua, diketahuinya masalah-masalah yang diperkirakan dan yang mungkin tumbuh yang dapat merusak iklim belajar mengajar. Ketiga, dikuasai berbagai pendekatan dalam manajemen kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana satu pendekatan digunakan (M.Entang dan T. Raka loni, 1983 : 7). Pengajaran adalah serangkaian kegiatan yang bermaksud memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan secara langsung. Manajemen adalah rangkaian kegiatan/tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Maka, manajemen kelas merupakan persyaratan penting yang menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. ladi berdasar logika sederhana bahwa manajemen kelas, yang efektif adalah suatu segi penting dari proses belajar mengajar. Dikaitkan dengan misi dan tujuan mata kuliah MANAJEMEN KELAS, pembelajaran mata kuliah ini diarahkan pada: 1) pembentukan kemampuan memahami konsep, pendekatan, dan generalisasi yang diperlukan dalam memanajemeni kelas; kemampuan mengorganisasikan kondisi dan fasilitas kelas; pengembangan kemampuan menginventarisasi faktor-faktor yang menimbulkan gangguan disiplin kelas di sekolah dasar, dan penemuan alternatif pemecahannya; 2) memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati realisasi konsep manajemen kelas di sekolah dasar, dan mencoba mensimulasikan berbagai aspek manajemen kelas secara utuh maupun parsial. Bahan ajar ini akan memaparkan, melatihkan, dan menerapkan dalam kasuskasus mengenai hal-hal yang berkaitan dengan manajemen kelas. Pemahaman, pemilikan keterampilan, dan mengaplikasikannya dalam berbagai situasi, kemudian menganalisis dan merefleksinya segala hal yang berkaitan dengan manajemen kelas, diharapkan para mahasiswa calon guru akan dapat menciptakan kondisi kelas yang menguntungkan. Kondisi kelas yang menunjang merupakan prasyarat utama bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif.

Segala sesuatu yang disajikan dalam bahan ajar ini akan sangat bermanfaat apabila para mahasiswa, para dosen, dan para penstudi lainnya menelaah secara eksama dan kritis, mendiskusikannya dalam kelompok, menjawab pettanyaan, dan berlatih sesuai dengan latihan yang tersedia pada setiap akhir bab dengan sungguh-sungguh.

guru baru. Pemahaman akan prinsip-prinsip manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui. hal ini akan menjadi filter-filter penyaring menghilangkan kekeliruan umum dari manajemen kelas. Di kelaslah segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses. dan masalah manajemn kelas. Misalnya. guru baru. Guru dengan segala kemampuannya. Lebih lanjut hasil pembelajaran ditentukan pula oleh apa yang terjadi di kelas. Dengan dikuasainya prinsip-prinsip manajemen kelas. Oleh karena itll. terus-menerus dan berkelanjutan. atau memungkinkan peserta didik belajar dengan baik. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud diperlukan pemahaman akan halhal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas terlebih dahulu sebelum sampai kepada pemahaman yang lebih khusus. kurikulum dengan segala kompo~ennya. media dengan segala perangkatnya. aspek. selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik. metode dengan segala pendekatannya. fungsi. siswa dengan segala latar belakang dan potensinya. dan bahkan guru yang telah berpengalaman / sekalipun. sederhana karena calon guru. ada dua kegiatan yang dila. Penciptaan harapan seperti itu merupakan kajian dari manajemen kelas. serta pengaturan kelas yang nyaman dan menyenangkan. pengertian manajemen kelas. materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Dalam arti guru mampu menyampaikan bahan pelajaran/perkuliahan diserap oleh para peserta didik dengan baik. dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal. begitu juga dua masalah perilaku peserta didik yaitu: peserta . Alasannya. Sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan-tujuan belajarnya secara efisien. profesional. Bab ini adalah bab yang mengulas prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya meliputi: mengajar dan manajemen kelas.kukan guru yaitu: kegiatan menelaah kebutuhan peserta didik (kegiatan mengajar) dan memberi ganjaran (kegiatan manajemen kelas).BAB I PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh para calon guru.

j. menjelaskan empat pola tingkah laku anak seusia SD apabila kebutuhan individunya tidak terpenuhi. memahami fungsi manajemen kelas bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. menjelaskan secara khusus fungsi tugas kepala sekolah dalam menjalankan fungsinya dalam memanajemeni kelas. Ketidak tahuan akan prinsip-prinsip manajemen seperti itu akan dapat dihindari bila dikuasai prinsipprinsipnya.didik yang selalu mendebat (masalah individual) dan perilaku kelompok yang mereaksi negatif (masalah kelompok). diharapkan para mahasiswa menyimak bab ini dengan baik dan sungguh-sungguh. membedakan masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas dari contohcontoh kasus yang disajikan: c. menyimpulkan masalah kelompok yang mungkin muncul dalam manajemen kelas. Terhadap dua kegiatan guru dan dua perilaku peserta didik kadang-kadang tidak dibedakan. Kesemuanya itu dimaksudkan untuk dapat menguasai prinsipprinsip manajemen kelas. i. padahal keduanya jelas berbeda. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. b. f. membedakan pengertian mengajar dan memanajemeni kelas serta hubungan antara keduanya. menyimpulkan pentingnya manajemen kelas bagi berhasilnya pembelajaran: d. g. Anda diharapkan dapat: a. Oleh karena itu. . menyimpulkan tujuan menajemen kelas. mendefinisikan pengertian manajemen kelas berdasar konsepsi lama dan modern serta berdasar pandangan pendekatan operasional. e. h. membedakan pengertian masalah individu clan masalah kelompok clalam manajemen kelas serta anggapan dasar yang mendasarinya. dan melaksanakan tugas yang ditugaskan. mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.. sehingga Anda dengan mudah dapat mempelajari bab-bab berikutnya dan mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen kelas tersebut di lapangan kelak.

1983). Entang dan T. menyajikan bahan. sedangkan peserta didik enggan mengambil bagian di dalam kegiatan kelompok merupakan masalah manajemen kelas. M. dan multi media agar siswa yang enggan mengambil bagian dalam diskusi kelompok tertarik. sedangkan masalah pengajaran harus ditanggulangi dengan tindakan pembelajaran. mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok. sebab membuat pelajaran lebih menarik adalah masalah pengajaran. mengembangkan variasi metode. menjelaskan syarat-syarat kelas yang nyaman dan menyenangkan. mengkaitkan keadaan kelas yang nyaman dan menyenangkan dengan terciptanya keadaan kelas yang optimal. memahami pentingnya organisasi sekolah dalam manajemen kelas. Raka Joni. Mengajar dan Manajemen Kelas Kegiatan guru di dalam kelas meliputi dua hal pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan manajerial (Depdikbud. menilai kemajuan siswa. Dengan demikian. Namun tidak dapat . misalnya mengajar dengan menggunakan pendekatan strategi yang menarik. menyusun rencana pelajaran. menunjukkan berbagai upaya guru yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai masalah manajemen kelas. 1. 1983:9. Masalah manajemen kelas harus ditanggulangi dengan tindakan korektif. Banyak guru yang kurang mampu membedakan masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas. n. penghentian tingkah laku peserta didik yang menyimpang atau tidak sesuai dengan tata tertib. memberi ganjaran dengan segera. l. aktif. sehingga pemecahannya pun menjadi kurang tepat. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan peserta_ didik mencapai tujuantujuan pelajaran. Pemecahan masalah yang dilakukan Pak Kusno sudah barang tentu tidak tepat. Kegiatan manajerial antara lain seperti mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan peserta didik. Kegiatan manajerial kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat dibedakan adanya dua kelompok masalah yaitu masalah pengajaran dan masalah manajemen kelas.k. Pak Kusno guru bidang studi PPKN. dan rajin. Kegiatan mengajar antara lain seperti menelaah kebutuhan peserta didik. mengajukan pertanyaan. m.

yaitu memproses atau menyiapkan perilaku-perilaku guru yang diharapkan memberi kemudahan kepada pencapaian tujuan tertentu (Webe. Menetapkan tujuan .. Berkaitan dengan hal tersebut maka manajemen kelas merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif (M. Pengajaran Keberhasilan Siswa Manajemen Gambar I : Keterkaitan antara manajemen dan keberhasilan siswa Di bawah ini. Raka Joni. adalah gambaran proses pengajaran dan proses manajerial yang masing-masing meliputi empat proses. Proses Pengajaran a.dipungkiri bahwa penarikan diri peserta didik akan menghalangi tercapainya tujuan khusus pengajaran yang hendak dicapai melalui kegiatan kelompok yang dimaksud. Walaupun istilah mengajar (teaching) dan pengajaran (instruction) senng digunakan searti.Entang dan T.. hubunganantar pribadi (in-terpersonal) yang baik antaraguru dan siswa. tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran' keduanya sulit dipisahkan. adalah sangat berguna apabila memandang mengajar sebagai sesuatu yang memiliki dua dimensi yang saling berhubungan: pengajaran dan manajemen.:. Pengaj. Manajemen bermaksud menegakkan danmemelihara perilaku siswa menuju pembelajaran yang efektif dan efisien . antara siswa dan siswa (suatu petunjuk keberhasilan manajemen kelas) tidak dengan sendirinya menjamin proses belajar mengajar akan menjadi efektif. Pengajaran dan manajemen keduanya bertujuan menyiapkan atau memproses .memudahkan pencapaian tujuan manajerial. Mengidentifikasi tujuan Proses Manajerial a. 1983) . Sebaliknya.ran dan manajemen dapat dibedakan. 1993 : 1).

1986): a. Dengan demikian. 1970). Weber.berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. bakatnya. dan energinya pada tugas-tugas individual (Lois V. Pengertian dan Tujuan Manajemen Kelas Manajemen dari kata "management". maksud manajamen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. dan memelihara· sistem/organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan . Berdasar konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. Guru menurut konsepsi lama bertugas menciptakan. diterjemahkan pula menjadi pengelolaan. b. c. Johnson dan Mary Bany. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan. memperbaiki. manajerial Menganalisis kondisi yang ada Memilih dan menerap kan strategi manajerial Menilai efekti vitas manajerial 2. 1989). manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Kelas (dalam arti umum) menunjuk kepada pengertian sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dad guru yang sama pula. b. Berdasar pandangan pendekatan operasional tertentu (disarikan dari Wilford A. Merencanakan dan menerapkan aktivitas pengajaran d.penga]aran b. Mengevaluasi keberhasilan slswa d. pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan {Depdikbud. Terdapat beberapa definisi tentang manajemen kelas berikut: a. Mendiagnose keberhasilan slswa c.

ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disipltn (pendekatan qJ:ori ter). 1996). g. (pendekatan permisif). Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan pengubahan perilaku). . Dengan demikian manajemen kelas merupakan usaha sadar. mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (pendekatan buku masak). c. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosio emosional). e. Us. h. f. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial). pengaturan ruang belajar. melalui perencanaan pembelaj aran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (pendekatan instruksional). d. penyiapan sarana dan alat peraga. Pengertian lain dari manajemenkelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif clan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. b. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan Slswa Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara Seperangkat kegiatan guru un'tuk menciptakan suasana kelas yang efektif ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (pendekatan intimidasi).aha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar. untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. mewujudkan situasi/kondisi proses belajar mengajar clan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen.

Gambar 2 : Penyiapan siswa pada saat masuk kelas Gambar 3 Ketua kelas menyiapkan para siswa masuk kelas .

. c.Gambar 4 : Berdoa sebelum memulai pelajaran' Sedangkan tujuan manajemen kelas adalah a. emosional dan intelektual siswa dalam kelas. b. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas. Menyediakan dan mengatur fasilitas setra perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social. baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. ekonomi. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. d. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial. 1996:2). budaya serta sifat-sifat individunya (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen.

Bany. Ketika bertemu dengan siswa. khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas adalah: a. 4) memberikan format isian tentang data pribadi siswa atau guru menyuruh siswa menulis riwayat hidupnya secara singkat. Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspekaspek manajemen kelas.3. c. Memberikan tugas/PR. pendorong kekuatan kelas. guru harus: 1) bersikap tenang dan percaya diri. 2) tidak menunjukkan rasa cemas. Menyampaikan materi pelajaran. 3) memberikan salam lalu memperkenalkan diri. Johnson dan Mary A. Dewasa iniaktivitas guru yang terpenting adalah memanajemeni. memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut. d. . mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan guru yang sudah tidak tepat lagi. Adapun aspekaspek yang perlu diperhatikap dalam manajemen kelas adalah sifat kelas. atau sikap tidak simpatik. Aspek. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa. Mengurnpulkan inforrnasi did siswa. h. Mernanajemeni kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam rnernutuskan. dan rnengkoordinasikan usaha at au aktivitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. dan kemarnpuan bertindak rnenuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas. dan kreatif (Lois V. dan Masalah Manajemen Kelas Tugas guru seperti mengontrol. tindakan selektif. b. mencatat data pemeliharaan arsipl g. seperti tertuang dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar adalah berikut ini: a. Mengecek kehadiran siswa. muka masam. Furigsi. Sementara itu hal-hal yang perlu diperhatikan para guru. mengorganisir. 1970). Pendistribusian bahan dan alat. situasi kelas. mendiagnosis. rnemahami.

Di samping sifat kelas peranan dan motif individu dalam kelompok. penyesuaian yang terjadi dalam perilaku kolektif. Manajemen kelas. Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu. manajemen kelas berfungsi: 1) Membeli dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti: membantu kelompok dalam pembagian tugas. e. dan pandangan guru dalam mengajar. Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar: c .b. Menentukan tata cara berbicara dan tanya jawab. membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi. rnerubah kondisi kelas. selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. f. dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. rnembantu prosedur kerja. 2) Memelihara agar tugastugas itu dapat berjalan lancar.! d. Mengatur temp at duduk siswa secara tertib dan teratur. sekolah. . Membuat denah kelas (temp at duduk siswa). mernbantu individu agar dapat bekerja sarna dengan kelompok atau kelas. ke1ompok. sifat-sifat kelompok. 1996: 13). membantu pembentukan kelompok.

Dengan demikian produk perencanaan adalah rencana atau program yang berorientasi ke masa depan. jenis dan bentuk tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. metode dan teknik pelaksanaannya. a. siapa pelaksananya. prosedur. Rencana tersebut hendaknya memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1) Rencana harus jelas Kejelasan ini harus terlihat pada tujuan dan sasaran at au target yang hendak dicapai. waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.Gambar 5 : Memberi penjelasan dan membantu pembentukan kelompok Fungsi manajernen yang dipandang perlu dilaksanakan secara khusus oleh kepala sekolah seperti tertuang dalam Petunjuk Pengelolaan Sekolah di Sekolah Dasar adalah berikut ini. metode dan teknik) dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. sarana dan prasarana. prosedur. Program seyogianya disusun secara lebih spesifik dan operasional. bahan dan peralatan yang diperlukan. prinsip-prinsip dasar dan data at au informasi yang terkait serta menggunakan sumber-sumber daya lainnya (misal dana. Perencanaan Perencanaan dapat dipandang sebagai suatu proses penentuan dan penyusunan rencana dan program-program kegiatan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang secara terpadu dan sistematis berdasarkan landasan. 2) Rencana harus realistis .

Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses yang menyangkut perumusan dan rincian pekerjaan dan tugas serta kegiatan yang berdasarkan struktur organisasi formal kepada .Hal ini mengandung arti bahwa a) Rumusan tujuan. metode. baik yang menyangkut aspek kuantitatif maupun aspek kualitatifnya. c) Prosedur. b. target atau sasaran yang hendak dicapai serta memungkinkan terlaksananya kegiatan-kegiatan secara efektif dan efisien. 3) Rencana hams terpadu a) Rencana hams memperlihatkan unsur-unsurnya baik yang bersifat insani maupun non-insani sebagai komponen-komponen yang bergantung satu sarna lain. b) Jenis dan bentuk kegiatannya hams relevan dengan tujuan dan target atau sasaran yang hams dicapai. target at au sasaran harus mengandung harapan-harapan yang memungkinkan dapat dicapai. f) Jadwal kegiatan pe1aksanaannya hams memungkinkan kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien serta sesuai dengan batas waktu yang telah direncanakan. d) Sumber daya manusia yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut hams memiliki kemampuan-kemampuan dan motivasi serta aspek-aspek pribadi lainnya yang menjamin atau memungkinkan terlaksananya tugas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. dan dana hams seSUaI dengan tujuan. b) Rencana harus memiliki tata urut yang teratur dan disusun berdasarkan skala prioritas. dan teknik pelaksanaannya hams relevan dengan tujuan dan target atau sasaran yang hendak dicapai serta hams memungkinkan kegiatankegiatan yang telah dipilih dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. prasarana. berinteraksi dan bergerak bersama secara sinkron kearah tercapainya tujuan dan target yang telah ditetapkan sebelumnya. e) Rencana penggunaan sarana. Untuk itu harapan-harapan tersebut hams disusun berdasarkan kondisi-kondisi dan kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya yang ada.

Pengorganisasian ini meliputi langkah-langkah antara lain: 1) Mengidentifikasi tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. dengan pelaksanaan tugas. tugas atau Sesudah perencanaan "dan peng0rgaisasian di1akukan harus ditindaklanjutkan kegiatan apabila ia terdorong untuk mcmenuhi sesuatu kebutuhan.orang-orang yang memilki kesanggupan dan kemampuan melaksanakannya. mengenai waktu dan tempatnya. 5) Mengupayakan sarana dan prasarana serta dana yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas dan kegiatan-kegiatan tersebut. 3) Menentukan personil yang memiliki kesanggupan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas dan kegiatan-kegiatan. Fungsi ini perIu dilakukan sepanjang proses pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ragam dan tingkat kebutuhan seseorang. Menggerakkan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan pengaruhpengaruh yang dapat menyebabkan guru' tergerak untuk melaksanakan tugas dan kegiatannya secara bersama-sama dalam rangka tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. karena: l) 2) Adanya kenyataan bahwa seseorang akan melakukan sesuatu pekerjaan. 2) Mengkaji kembali pekerjaan yang telah direncanakan dan merincinya menjadi sejumlah tugas dan menjabarkannya menjadi sejumlah kegiatan. sebagai persyaratan bagi terciptanya kerjasama yang harmonisdan optimal ke arah tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. c. Dalam rangka melaksanakan fungsi ini ada beberapa teknik motivasi yang dapat digunakan oleh kepala sekolah. serta hubungan kerja dengan guru atau pihak lain yang terkait. 4) Memberikan informasi yang jelas kepada guru tentang tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakannya. Fungsi ini perIu dilakukan oleh seorang kepala sekolah. antara lain: .

g) Memberikan petunjuk atau nasihat. l) Memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru.a) Pemberian pujian dan penghargaan. Fungsi ini berlaku sepanjang proses pelaksanaan program kegiatan. b) Pemberian kepercayaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. serta bimbingan kepada guru yang dipimpinnya agar terhindar dari penyimpangan. i) Menyediakan peralatan dan bahan yang sesuai dengan tugas dan kegiatan serta sesuai dengan kondisi sekolah. e) Menciptkan iklim kerja yang harmonis dan menyenangkan. d. dan sebagainya. kesulitan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas. petunjuk. Pelaksanaan fungsi ini dapat berupa kegiatan-kegiatan sebagai berikut: . c) Pemberian peluang atau kesempatan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat kreatif inovatif. k) Memberikan hasil pekerj aan atau kegiatan kepada guru yang bersangkutan sebagai umpan balik. togas atau kegiatan. Memberikan arahan Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk memberikan informasi. d) Pemberian insentif atau imbalan. j) Memberikan layanan yang layak untuk keperluan kenaikan pangkat atau promosi. f) Memberikan teladan yang baik. h) Memberikan teguran atau sanksi.

1) 2) 3) 4)

Memberikan penjelasan atau petunjuk-petunjuk tentang tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru. Memberikan penjelasan atau petunjuk secara garis besar tentang caracara melaksanakan tugas atau kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap guru. Memberikan gambaran yang jelas tentang cara-cara kerja yang dapat menghindarkan guru dari penyimpangan, kesulitan atau kegagalan. Membangkitkan dan membina rasa tanggung j awab . moral pada diri setiap guru yang dipimpinnya atas keberhasilan pekerjaan, tugas dan kegiatan yang harus dilaksanakannya.

5)

Memberikan perhatian, peringatan serta bimbingan pada saat-saat tertentu terutama ketika guru yang bersangkutan sedang mengalami kesulitan atau masalah dalam pelaksanaan tugasnya.

e. Pengkoordinasian Fungsi ini menyangkut upaya kepala sekolah untuk menyelaraskan gerak langk~h dan memelihara prinsip taat asas (konsistensi) pada setiap dan seluruh guru dalam melaksanakan seluruh tugas dan kegiatannya agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah direncanakan. Hal ini dilakukan kepala sekolah melalui pembinaan kerja sarna antar guru dan antara guru dengan pihak-pihak luar yang terkait. Di samping itu penyelarasan dan ketaatan pada asas diupayakan agar antar fungsi manajemen yang satu dengan yang lain seluruhnya berorientasi pada tercapainya tujuan dan sasaran' yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, dalam melaksanakan fungsi ini seorang kepala sekolah dapat menggunakan sekurang-kurangnya tiga pendekatan, yaitu : 1) Pengendalian yang bersifat pencegahan 2) Pengendalian langsung 3) Pengendalian yang bersifat perbaikan a. Pengendalian pencegahan dilaksanakan kepala sekolah dengan menitik beratkan pada (1) Melakukan perencanaan yang matang, (2) Pengorganisasian yang tepat, g. (3) Pemberian dorongan yang tepat, (4) Pemberian pengarahan yang jelas dan terarah, usaha-usaha:

(5) Menciptakan iklim kerja yang sejuk, (6) Pengkoordinasian yang tepat dan harmonis. b) Pengendalian langsung dapat dititik beratkan pada usaha-usaha kepala sekolah untuk: (1) Mengadakan pengamatan yang cermat dan terencana secara sistematis pada setiap tahap dalam proses pelaksanaan program, (2) Mengsupervisi pelaksanaan program atau kegiatan yang dilakukan oleh guru, (3) Memberikan memerlukannya, (4) Membina disiplin guru secara berkesinambungan. c) Pengendalian yang bersifat perbaikan dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis. Dengan demikian perbaikan ini dilakukan setelah sesuatu tugas atau kegiatan selesai dilaksanakan. f. lnovasi Fungsi inovasi menyangkut upaya kepala sekolah untuk menciptakan kondisikondisi yang memungkinkan diri para guru untuk melakukan tindakan-tindakan atau usaha-usaha yang bersifat kreatif inovatif. Dengan demikian, kepala sekolah dan guruguru perlu mencari at au menciptakan cara-cara kerja atau hal-hal yang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Sekurang-kurangnya mereka diharapkan mau dan mampu memodifikasi hal-hal at au cara-cara baru yang lebih baik at au lebih efektif dan efisien. Kondisi demikian perlu diciptakan di sekolah agar pembaharuan pendidikan dapat muncul dad warga sekolah. Sebab, hal ini akan menumbuhkan sikap dan daya kreatif warga sekolah. Dalam melakukan fungsi ini kepala sekolah perlu memperhatikan halhal berikut ini: 1) Harus disadari bahwa sesuatu yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama, 2) Jika mampu menemukan atau menciptakan sesuatu hal at au cara baru, ia tidak perlu memandang rendah yang lama, 3) Jika menyangkut hal-hal yang amat pokok seperti kurikulum nasional, pendekatan belajar-mengajar yang baru, dan sebagainya, maka upaya itu perlu dikonsultasikan kepada pihak-pihak yang berwenang dilingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen, 1996:1@)-18).Pt Mengacu pada konsep dan fungsi menajemen kelas maka dapat dikemukakan bantuan atau bimbingan segera kepada guru/personil yang

bahwa manajemen kelas tidak lain menunjuk kepada tiga hal yaitu: pengaturan siswa, memelihara lancarnya penugasan, dan pengaturan fasilitas fisiko Masalah manajemen kelas dapat dikelompokkan kedalam dua kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok (M. Entang dan T. Raka Joni, 1983:12). Tindakan manajemen kelas yang dilakukan oleh seorang guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakikat masalah yang dihadapi. Munculnya masalah individu didasarkan pada anggapan dasar bahwa '~mua tingkah laku individu merupakan upaya meneapai tujuan tertentu yaitu pemenuhan kebutuhan untuk diterima oleh kelompok/masyarakat dan untuk meneapai harga diri. Bila kebutuhan-kebutuhan itu tidak lagi dapat dipenuhi melalui eara-eara yang wajar maka individu yang bersangkutan akan berusaha untuk meneapainya dengan eara-eara lain seperti bertindak dengan cara tidak baik atau a-sosial (Rudolf Dreikurs, 1968). Lebih lanjut Rudolf Dreikurs, lihat juga M. Entang dan T. Raka Joni 1983: 13; Ornstein, 1990:75) menyatakan bahwa akibat dari tidak terpenuhinya kebutuhan 'i:?' tersebut akan terjadi beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti: a.. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain (attention getting behaviors). Geja1a yang tampak dari tingkah 1aku ini adalah siswa membadut di kelas atau dengan berbuat serba lamban sehingga perlu mendapat pertolongan ekstra. b. Tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan (power seeking behaviors). Gejalanya adalah siswa selalu mendebat, kehilangan kendali emosional, marah-marah, menangis dan juga muneul tindakan pasif yaitu selalu lupa pada aturan-aturan penting dalam kelas. c. Tingkat laku yang bertujuan menyakiti orang lain (revenge seeking behaviors). Gejala yang muncul dari tingkah laku ini adalah tindakan menyakiti orang lain seperti mengatangatai, memukul, menggigit dan sebagainya. d. Peragaan ketidak mampuan (passive behaviors). Gejalanya adalah dalam bentuk sama sekali tidak menerima untuk mencoba melakukan apapun, karena beranggapan bahwa apapun yang dilakukan kegagalanlah yang dialaminya. Sebagai penduga Dreikurs Dan Cassel menyarankan adanya penyikapan terhadap tindakan para peserta didik adalah sebagai berikut : (1) jika guru merasa terganggu karena perilaku anak, barangkali tujuan anak adalah untuk mendapatkan perhatian, (2) jika guru

c. kasar dan memberontak. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yangtengah digarap. e. Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya. . Dari empat cara/tindakan yang dilakukan individu tersebut mengakibatkan terbentuknya empat pola tingkah laku yang sering nampak pada anak seusia sekolah yaitu: a. barangkali tujuan anak adalah mengejar kekuasaan. tujuan anak mungkin membalas dendam. tujuan anak rnungkin untuk rnenyatakan ketidak rnarnpuan. f. c. misalnya sengaja berbicara keras-keras di ruang baca perpustakaan. Pola aktif-konstruktif yaitu pola tingkah laku yang ekstrim. Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru karena menganggap tugas yang diberikan kurang fair. dan (4) jika guru rnerasa tidak tertolong. suku. Problem kelompok akan muneul yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kelompok. Masalahmasalah kelompok. Pola aktif-destrukstif yaitu pola tingkah laku yang diwujudkan dalam bentuk membuat banyolan. "Membombong" anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok. Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakati sebelumnya. suka marah. dan mernpunyai daya usaha untuk membantu guru dengan penuh vitalitas dan sepenuh hati. g. (3) jika guru merasa disakiti. tingkatan sosial ekonomi. b. Masalahmasalah kelompok yang mungkin muneul dalam manajemen kelas adalah: a. Pola pasif-konstruktif yaitu pola yang menunjuk kepada satu bentuk tingkah laku yang lamban dengan maksud supaya selalu dibantu dan mengharapkan perhatian. b. dansebagainya. Pola pasif-destruktif yaitu pola tingkah laku yang menunjuk kemalasan (sifat pemalas) dan keras kepala . Masalah ini merupakan masalah yang harus diperhatikan pula dalam manajemen kelas. d. arnbisius untuk menjadi super star di kelasnya. d. misalnya pemberian semangat kepada badut kelas. Masalah berikutnya adalah masalah kelompok. Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin. misalnya mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara menyanyi dengan suara sumbang. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal.merasa dikalahkan at au terancam.

dan tekanan terhadap perpecahan kelornpok at au ketidak satuan. Tempat anggota dalam kelompok perlu sekali diusahakan agar menarik baginya. Kesatuan kelompok Kesatuan kelompok memegang peranan penting dalam mempengaruhi anggotaanggotanya bertingkah laku.ditempatkan pada posisi yang tinggi hat ini dapat merusak keakraban kelompok. standar kelompok. bila tidak terselesaikan dapat membuat situasi rusak. Struktur kelompok Struktur informal dalam kelompok dapat mempengaruhi struktur formal.guru kelas terpaksa diganti sementara oleh guru lain. perubahan sikap dan pendapat. yaitu: a. Lebih lanjut Lois V. Interaksi dan komunikasi Interkasi terj adi dalam komunikasi. Bany dalam M. Guru perlu mengetahui kebutuhan berkomunikasi siswasiswanya dan memberi kebebasan kepadanya untuk berbicara. Bany mengemukakan ciri-ciri kelompok dalam kelas yang sekaligus sebagai variabelnya. d . Komunikasiverbal atau non verbal. Akan tetapi tiap kelompok akan berusaha untuk mempertahankan interaksi kelompoknya. b. Beberapa individu yang mungkin merupakan struktur informal. Tujuan-tujuan kelompok Apabila tujuan-tujuan kelompok ditentukan bersama oleh siswa dalam hubungan tujuan pendidikan. dan sebagainya (Lois V. bila selalu . Entang dan T. Penggunaan dominasi yang kuat dapat meningkatkan kesatuan. guru mengetahui latar belakang mereka. Kesatuan dapat dikembangkan dengan menolong siswa agar menyadari hubungan mereka satu sarna lain sebagai alat pernersatu. Posisi di atas bila perlu bisa dibuat bergantiganti. Taka Joni. Untuk membantu mereka. Johnson dan Mary A. Johnson dan Mary A. kalau beberapa orang/anggota mempunyai pendapat tertentu maka terjadilah komunikasi dalam kelompok dan diteruskan dengan interaksi membahas pendapat tersebut yang senng disertai d-engan emosi yang memperkuat interaksi. Hal ini perlu dibantu oleh guru supaya tugas-tugas belajar dapat berlangsung secara waj ar. maka anggota-anggota kelompok akan bekerja lebih produktif dalam . Tetapi pemberian peraturan oleh guru dapat menirnbulkan kerusuhan. Kesatuan berkaitan dengan komunikasi. c. 1983).

Di samping masalah individu dan masalah kelompok.dari aspek-aspek yang saling berhubungan dalam kelompok atau produk semua kekuatan dalam kelompok. prosedur. Namun siswa kebanyakan kurang menyadari pengaruh organisasi ini terhadap dirinya.menyelesaikan tugasnya. tujuan. e. Asumsi ini masuk akal sebab organisasi sosial sebagai sub sistem dan sistem sosial yang lebih luas termasuk sistem . Keakraban yang kuat akan mengontrol perilaku anggota-anggotanya. Organisasi sekolah menentukan penempatan siswa. Tindakan-tindakan yang digunakan untuk mengontrol kelas dari yang paling jelek ke paling baik ialah: 1) Hukuman atau ancaman 2) Pengubahan situasi atau siasat 3) Dominasi atau pengaruh 4) Koperasi atau partisipasi f. hal lain yang erat kaitannya dengan manajemen kelas adalah organisasi sekolah. mungkin dapat memperkecil pelanggaran. Iklim kelompok ditentukan oleh tingkat keakraban kelompok sebagai hasil dari aspek-aspek tersebut di atas. Pengaruh organisasi sekolah dipandang menentukan di dalam pengarahan perilaku siswa. Guru dan siswa dipengaruhi oleh organisasi sekolah secara keseluruhan. dan pengelolaan fisiko Organisasi. Iklim kelompok merupakan hal yang penting dalam mengadakan perubahan dalam kelompok. peraturan-peraturan. dan fisik direncanakan bersama untuk menentukan perilaku siswa. adalah guru harus mendiagnosis kebutuhan dan kesukaran kelompok sebelum membantu mereka. akan tetapi beberapa anak tetap akan tidak dapat belajar dengan baik. termasuk cara pengelompokkan. nilai sikap dan tindakan. Cara yang baik . siswa akan bekerja dengan~ baik apabila hal itu berhubungan dengan tujuan-tujuan mereka. Iklim kelompok Iklim kelompok adalah hasi1. pemanfaatan kemampuan dan bakat guru-guru. Kontrol Hukuman-hukuman yang diciptakan bersama bagi Slswa yang melanggar. rencana fisik. kurikulum. Dengan kata lain.

diskusi kelompok. organisasi. dan perasaan-perasaan. orang tua atau siswa disatu sekolah sebagai suatu sistem. perilaku atau informasi-. penerapan kebij akan. Norma menjadi fungsi umum yang mengikat anggota-anggota. Peraturan yang tidak tertulis akan membuat interpretasi yang berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lain atau antara guru dengan guru lain. ide-ide. Keadaan ini merupakan salah satu aspek organisasi sekolah yang kurang efektif dalam menunjang penciptaan suasana belajar. Norma ini mencetuskan bentuk-bentuk perilaku yang cocok bagi personalia. Sedangkan syar~t-syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi. staf sekolah juga berhubungan dengan norma yang berwujud aturan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan. maka sistem yang . sistem yang digunakan adalah sistem klasikal. Norma-norma berkembang sebagai hasil proses interaksi dan penyesuaian terhadap tekanan-tekanan. Nortpa-norma ini membantu mengintegrasikan kepala sekolah dengan bawahannya. (2} cukup cahaya yang meneranginya. Mengingat itu semuanya. Terdapat beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan berikut ini.persekolahan nasional. termasuk perilaku para siswanya. dan perilaku siswa dalam kelas. cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi. tidak lembab. sehat. Peraturan -peraturan secara tertulis tidak mengakibatkan interpretasi yang berbeda-beda. Peraturan merupakan . (3) sirkulasi udara cukup. 4. 1996: 17). lain halnya dengan peraturan tidak tertulis. dan (5) jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. kelas hendaknya dimanajemeni sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan taman belajar yang nyaman dan menyenangkan. bersih. (4) perabot dalam keadaan baik. K~l~ adalah tempat bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembangnya potensi intelektual dan emosional. Kelas yang Nyaman dan Menyenangkan Kelas merupakan taman belajar bagi siswa. Struktur kerja dan antar hubungan personalia. metode eksperimen. tujuan. a) Tata ruang kelas Pada dasarnya sistem pembelajaran yang dianut di sekolah dasar sangat tergantung pada pendekatan atau metode yang digunakan) Menceramah. Norma dalam kaitan ini adalah meliputi nilai-nilai. Kebijakan dan peraturan sekolah memberi refleksi kepada sikap. nilai. Norma menunjuk kepada kecendrungan kelompok untuk merespon terhadap situasi.

dan kepustakaan sekolah. sapu ijuk. Lemari tambahan tersebut akan lebih baik bila terbuat dari kaca. kursi guru Meja. dan sapu bulu ayam 13) Gambar-gambar Iain/alat peraga 14) Kapur/spidol. Lemari kelas tambahan dapat diletakkan dibelakang kelas. tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Namun akhir-akhir ini warna hijau banyak juga dipakai. b) Menata perabot kelas Perabot kelas adalah segaia sesuatu perlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas. Dalam penataan ruang keIas. Papan tulis Papan tulis harus cukup besarnya dan 'permukaan dasarnya harus rata. lemari kelas dapat ditempat di samping papan tulis atau di samping mej a guru. dan hal ini akan dipergunakan untuk menyimpan piagam. sehingga siswa yang duduk dibagian belakang kelas dapat melihat/membaca tulisan paling bawah dengan . Warna papan tulis yang mulai menipis atau belang hams segera dicat ulang. Perabot kelas meliputi atau dapat berupa: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Papan tulis dan penghapusnya Meja. kursi Slswa Almari kelas Jadwal pelajaran Papan absensi Daftar piket kelas Kalender pendidikan Gambar Presiden dan Wakil Presiden serta Iambang Garuda Pancasila 10) Tempat cuci tangan dan lap tangan 11) Tempat sampah 12) Sapu lidi. vandel.digunakan adalah non-klasikal. Warna dasar yang lazin digunakan adalah warna hitam. Jika memungkinkan di sekolah dasar dapat juga menggunakan papan tulis putih (white board). Penempatan papan tulis hendaknya diatur. Papan tulis harus ditempatkan di depan kelas dan cukup cahayanya.

kursi siswasiswa tersebut dilengkapi dengan tempat tas/buku. atau dinding samping kanan/kiri kelas. Penempatan seperti itu terutama di kelas rendah. Meja guru hendaknya berlaci dan ada kuncinya. Kursi siswa harus cukup sesuai dengan jumlah siswa. Kalender pendidikan . Jadwal pelajaran Jadwal pelajaran ditempakan/ditempel pada temp at yang mudah dilihat. kursi Siswa Meja. Almari kelas Almari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis.jelas. samping depan sebelah meja/kursi guru. kursi guru ditempatkan di depan sebelah kanan atau kiri meja para siswa. kursi guru dapat juga ditempatkan di pinggir kanan atau kiri tempat duduk para siswa. Penempatan ini dimaksudkan agar pandangan siswa ke papan tulis tidak terganggu. kursi guru disesuaikan dengan standar yang lazim. namun perlu ada tangga di bawahnya. Meja. Meja. seperti menyiapkan kapur tulis. Selain itu guru harus memiliki catatan daftar hadir siswa pada buku khusus. membersihkan papan tulis. kursi guru Ukuran meja. kursi siswa diatur sehingga siswa mudah untuk keluar masuk/bergerak di kelas itu. Papan absensi Papanabsensi ditempatkan di depan sebelah papan tulis. Meja. Daftar piket kelas Daftar piket siswa ditempatkan di samping papan absensi. Meja kursi siswa harus cukup besarnya untuk dua orang. Meja. Meja. Penempatan meja. asal tetap tidak mengganggu pandangan siswa ke papan tulis. Meja kursi siswa tingginya sesuai dengan ukuran badan siswa. Daftar jadwal tersebut dapat dibuat dari kayu atau dari kertas' manila. Penempatan almari diatur agar guru mudah membuka dan menutup almari. atau sebelah kiri/ kanan dinding. Papan tulis dapat juga ditempatkan agak tinggi. kursi siswa ditata berbaris ke belakang. tiap meja kursi siswa diisi ditempati dua orang siswa. Daftar ini memuat namanama para siswa yang bertugas menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan setiap harinya. karena daftar absensi di papan absensi diganti setiap hari sesuai dengan keadaan.

peta.Kalender pendidikan ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat. Lambang Garuda Pancasila ditempatkan lepih tinggi dari gambar Presiden dan Wakil Presiden. . Gambar/alat peraga itu diantaranya gambar para pahlawan. Tempat cuci tangan dapat dibuat secara perman en dapat juga secara tidak permanen. Tempat cuci tangan dan lap tangan Tempat cuci tangandan lap tang an ditempatkan di depan kelas dekat pintu masuk. gambar-gambar untuk pelajaran matematika. Gambar Presiden. Tempat sampah Tempat sampah ditempatkan di sudut kelas. maupun oleh semua siswa pada kegiatan kerja bakti bersama yang dilakukan pada setiap hari Sabtu. Sapu dan alat pembersih itu diletakkan ditempat yang agak tersembunyi. atau setiap bulan. Gambar Presiden ditempatkan sebelah kanan lambang Garuda Pancasila dan Wakil Presiden sebelah kiri lambang Garuda Pancasila. Kebersihan kelas harus tetap dipelihara. Kalender ini memuat kegiatan pendidikan untuk satu tahun lamanya atau tergantung pada kebutuhan. atau pada hari pertama masuk sekolah setalah libur sekolah. Besar kecilnya tempat sampah disesuaikan dengan kebutuhan. Gambar-gambar alat peraga Penempatan dan pemasangannya disesuaikan dengan kebutuhan pelajaran yang sedang diajarkan. Pemeliharaan ini dilakukan oleh kelompok petugas piket. Semua gambar ini ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis. Wakil Presiden. Perabot dan alat perlengkapan kelasini harus selalu dijaga keutuhan dan kelengkapannya. Keutuhan tersebut merupakan tanggung jawab guru dan seluruh siswa. Gambar dan alatperaga tersebut dapat ditempelkan didinding kelas atau disimpan di almari tempat alat peraga. dan lambang Garuda Pancasila. IPS dan sebagainya. Sapu dan alat pembersih yang lain Sapu dan alat pembersih yang lain harus tersedia di kelas. IPA. Tempat sampah dapat terbuat dad seng atau plastik.

Gambar 6 Penempatan papan tutis di ruang kelas dun posisi guru pada saar memulai pelajaran Gambar 7 Penempatan lemari di ruang kelas Pertanyaan-pertanyaan 1. Buat dalam sebuah matriks pengertian manajemen kelas berdasar konsep lama dan baru. serta berdasar pada pandangan operasional! 4. Jelaskan perbedaan antara mengajar dan manajemen kelas serta hubungan keduanya dalam suatu proses pembelajaran! 2. Hal-hal apa saja yang mungkin muncul akibat kebutuhan kelompok dalam pembelaj aran tidak terpenuhi! 6. Berikut ini dikemukakan masalah-masalah yang mungkin terjadi di dalam kelas yang . Kemukakan alasan-alasan mengapa manajemen kelas memiliki arti penting bagi pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal! 3. Kemukakan kemungkinan empat tingkah laku anak dalam proses pembelajaran apabila kebutuhan individunya tidak terpenuhi ! 5.

Pertimbangkan. Alex adalah seorang siswa kelas enam dengan kemampuan di bawah rata-rata. Ia tampaknya pemalu dan suka menyendiri. Kemajuan belajarnya sangat menyedihkan. Tugas Anda adalah menetapkan termasuk jenis masalah apakah tiap-tiap masalah berikut. apakah masalah perorangan atau masalah kelompok. Berikut ini disajikan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajeman kelas.kekurang kompakan .reaksi negatif terhadap sesama . Dalam membaca misalnya. Ibu Mariana merasa bahwa Alek dapat mengerjakan tugasnya seperti siswa-siswa lain.mencari perhatian .gangguan atas kelancaran kegiatan kemampuan mengikuti Masalah perorangan: . Guru Rita yaitu Pak Dahlan telah banyak berusaha agar Rita dapat diterima dan menerima teman-temannya. Disamping itu Alex rupanya terus-menerus berperilaku menyimpang. gurunya. Meskipun telah delapan bulan pindah ke sekolah baru. ia ketinggalan dua tahun dari siswa di kelasnya. Ibu Mariana.masing-masing dapat digolongkan ke dalam masalah pengajaran atau masalah manajerial. apakah masalah tersebut termasuk masalah pengajaran atau manajerial! Kemudian.menuntut balas . Misalnya.memperlihatkan ketidakmampuan kelompok . Alex tidak mau melaksanakan tugasnya dan sering sekali mengganggu siswa-siswa lain yang sedang mengerjakan tugasnya. Rita masih . menggambarkan siswa ini sebagai kurang pandai di kelasnya.mencari kekuasaan . merupakan "siswa baru" di kelasnya sebab ia belum juga menjacli anggota yang diterima oleh ternan-ternan sekelasnya.kekurang peraturan . b. kemudian tetapkan arah khusus dari tiap-tiap masalah itu menurut klasifikasi berikut! Masalah kelompok: . pak guru telah menempatkan Rita pada satu kelompok yang terdiri dad siswa-siswa perempuan yang peramah. dan hamper satu tahun dari para siswa kelas dibawahnya. asalkan ia mau berbuat seperti teman-temannya.Penerimaan tingkah laku menyimpang . jelaskan alasan Anda mengapa Anda menggolongkan masalah tersebut ke dalam salah satu kategori itu! a.

ketidak mampuan penyesuaian diri dengan lingkungan . tidak mau bckcrja.. reaksi agrcsif .ketiadaan semangat.

Ibu Ayu khawatir kalau-kalau ia tidak dapat mengendalikan diri. me skip un telah ditegur. Catat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bapak/lbu Guru di dalam kelas pada saat mengajar. Dengan dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. 1a tcrus menerus mengganggu 1bu Ayu dcngan kritik-kritikkannya. Tugas Secara berkelompok (3-4) orang Anda berkunjung ke sebuah sekolah dasar. b. Ibu Arnold merasakan bahwa Ramli sebagai Slswa yang amat mengganggu. b. laporkan semua hasil pengamatan kepada para mahasiswa kelompok lain. Kegiatan yang Anda lakukan ialah: a. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. tetapi sudah agak menjengkelkan.a. e. 1983. manajerial. Halim memperlihatkan kcmampuan mcngacaukan pelajaran matematika yang diberikan oleh 1bu Ayu. Daftar Pustaka Depdikbud. Catat semua perilaku para siswa pada saat mengikuti pe1ajaran tersebut. d. Tingkah lakunya yang menyimpang itu pada umumnya belum keterlaluan. c. 1a membcla cliri atas tugas-tugas yang diberikan kepadanya yang sclalu tidak dikerjakan itu. Diskusikan dan analisis laporan tersebut sehingga jelas masalahnya (pengajaran. Catat semua peralatan atau perlengkapan yang ada di sekolah itu. Pengelolaan Kelas. siswasiswa di kelas itu menolak melakukan kegiatan. Kelas Pak Taher biasanya merupakan kelas yang baik dan bersemangat tinggi dalam belajar. dankhawatir si Halim akan mengganggu situasi pembelajarannya. . c. Ada-ada saja tingkah lakllnya yang menyebabkan orang lain terganggu. meskipun Ibu Farida mengajar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Pak Taher. individuall kelompok) dengan mengemukakan alas an dan arah khusus dari masing-masing masalah tersebut. Namun ketika Ibu Farida datang ke kelas itu sebagai guru penggal1ti. ia menolak mengerjakan apa yang ditugaskan itu kepadanya. dan kelas menjadi amat gaduh.

Pengelolaan Kelas. Bany. Ornstein. Allan C. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Pengelolaan Kelas. M. London: The McMillan Company Collier Macmillan Limited. Seri Peningkatan Mutu 2. Houston: Departement of Curriculum and Instruction College of Education. . Classroom Management. & Mary A.1996. 1990. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi. 1996. Seri Peningkatan Mutu 3. Lois V. ---. 1983. University of Houston. Weber. New York: Harper and Row Publisher Inc. 1970. Wilford A.Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Massachusetts: De Heat and Company.1993. ---. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. 1986. Effective Classroom Management. Entangdan T. Pengelolaan Kelas. Strategies for Effective Teaching. Classroom Management. Raka loni. Johnson.

ini tergantung pada sumber permasalahan. Kemungkinan dari hasil diagnosis memutuskan menggunakan pendekatan A. Raka Joni (1983). Tujuan . Berikut ini adalah uraian ten tang macam-macam pendekatan dalam manajemen kelas yang disarikan dari Wilford A. Oleh karena itu. Gtlru perIu menyadari bahwa peranannya adalah sebagai manajerial aktivitas yang harus bekerja berdasar pada kerangka acuan pendekatan manajemen kelas. memahami. Seorang tukang cukup mengikuti petunjuk yang terdapat dalam buku petunjuk. sehingga guru tidak terjerumuske dalam penerapan pendekatan yang sudah tidak tepat itu. Pemecahan masalah merupakan proses penyelesaian yang beragam. uraian macam-macam pendekatan ini dimaksudkan untuk lebih memahami kekuatan dan ke1emahan yang ada pada setiap pendekatan. ketiga. dan terampil dalam menggunakan bermacammacam pendekatan dalam manajemen kelas. 1996). tetapi setelah diterapkan ternyata gaga!. tetapi terletak pada keterampilan memberikan fasilitas yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik. at au kombinasi. Memanajemeni kelas dalam proses pemecahan masalah bukan terletak pada banyaknya macam kepemimpinan dan kontrol. Boleh jadi dad macam-macam pendekatan dalam manajemen kelas itu ada pendekatan yang sudah tidak tepat lagi. akan tetapi guru tidak dapat disamakan dengan seorang tukang. guru dituntut untuk terampil memilih atau bahkan memadukan pendekatan yang dianggapnya menyakinkan untuk menangani kasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang~dihadapinya. Guru harus memiliki. Entang dan T.BAB II PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Guru adalah pekerja sosial. akhirnya sampai pada kesimpulan guru harus menerapkan alternatif kedua. dan Depdikbud (1983). Kemudian situasi tersebut dianalisis kembali. meskipun tidak semua pendekatan yang dipahami dan dimilikinya dipergunakan bersamaan atau sekaligus. Dalam hal ini. M. Weber (1986.

Tugas ini sering dilakukan guru dengan menciptakan dan menjalankan peraturan dan hukuman. bertanggung jawab mengendalikan perilaku peserta didik karena gurulah pali mengetahui dan berurusan dengan peserta didik. menyimpulkan alasan penerapan pendekatan eklektik atau pendekatan analitik pluralistik dalam manajemen kelas. eklektik. menyimpulkan kekuatan dan kelemahan masing-masing pendekatan dalam manajemen kelas. dan tidak bertindak kasar. menjelaskan lima strategi pendekatan instruksional dalam manajemen kelas. Guru yang mempraktekkan pendekatan otoriter tidak memaksakan kepatuhan. Tujuan guru yang utama ialah mengendalikan perilaku peserta didi k. buku masak. dan analitik pluralistik dalam manajemen kelas. intimidasi. e. Pendekatan Otoriter Pendekatan otoriter memandang bahwa manajerial kelas sebagai suatu pendekatan pengendalian perilaku peserta didik oleh guru. 1. otoriter bertindak untuk kepentingan peserta didik dengan menerapkan disiplin yang tegas. . Anda diharapkan dapat: a. f. g. proses kelompok. memahami empat tahap pendekatan analitik pluralistik yang perlu dicermati dalam manajemen kelas. menyimpulkan persamaan dan perbedaan masing-masing pendekatan dalam manajemen kelas. permisif. b. Guru. mengemukakan bentuk-bentuk pendekatan intimidasi dalam manajemen kelas.Setelah mempelajari bab ini. Pendekatan otoriter janganlah dipandang sebagai strategi yang bersifat mengintimi. Guru. menjelaskan pengertian pendekatan: otoriter. sosio-emosional. Pendekatan ini menempatkan guru dalam peranan menciptakan dan memelihara ketertiban di kelas dengan menggunakan strategi pengendalian. instruksional. pengubahan perilaku. d. c. merendahkan peserta didik.

pengarahan. dan pesan adalah strategi cara guru dalam mengendalikan perilaku peserta didik agar peserta didik melakukan sesuatu yang diinginkan guru. dan (5) menggunakan pemisahan dan pengucilan. b) Memberikan perintah. Peraturan merupakan pedoman yang diformalkan yang. menggambarkan perilaku yang dibenarkan dan yang tidak dibenarkan. Perintah. kegiatan menciptakan dan menegakkan peraturan adalah proses mendefinisikan dengan jelas dan spesifik harapan guru mengenai perilaku peserta didik di kelas. a) Menciptakan dan menegakkan peraturan adalah kegiatan guru menggariska pembatasan-pembatasan dengan memberitahukan kepada peserta didik apa yang diharapkan dan mengapa hal tersebut diperlukan. c) Menggunakan teguran ramah adalah strategi memanajemeni kelas yang digunakan guru memarahi peserta didik yang berperilaku tidak sesuai. Mengetahui dan memahami peraturan yang menyatakan apa yang dibenarkan dan apa yang tidak dibenarkan sangatlah penting sehingga peserta didik mengetahui apa yang harus dikerjakan dan mengetahui akibat pelanggaran atas peraturan itu. Peraturan yang dirumuskan dengan jelas amatlah perlu agar peserta didik dapat bekerja sesuai dengan peraturan. Dengan demikian. yang melanggar peraturan dengan cara lemah lembut. Teguran ramah dapat . (4) menggunakan pengendalian dengan mendekati. sesuatu cara yang sesuai dan sempurna dalam mengendalikan perilaku peserta didik sepanjang tidak menggunakan paksaan untuk mematuhinya. pengarahan. (2) memberikan perintah. Para penganjur strategi ini merekomendasikan bahwa teguran ramah adalah strategi yang efektif untuk mengembalikan peserta didik dad perilaku menyimpang yang ringan kepada perilaku yang diharapkan. dan pesan yang disampaikan dan dinyatakan dengan jelas dan mudah difahami adalah. Maksud peraturan itu adalah menuntun dan membatasi perilaku peserta didik. pengarahan. dan pesan (3) menggunakan teguran.Pendekatan otoriter menawarkan lima strategi yang dapat diterapkan dalam memanajemeni kelas yaitu (1) menetapkan dan menegakkan peraturan.

Pendekatan Inffmidasi Pendekatan intimidasi adalah pendekatan yang memandang manajemen kelas sebagai proses pengendalian perilaku peserta didik. ejekan. Bentuk-bentuk intimidasi itu seperti hukuman yang kasar. Strategi ini dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya situasi yang mengacaukan atau yang mempunyai kemungkinan mengacaukan. Pendekatan intimidasi berguna dalam situasi tertentu dengan menggunakan teguran . paksaan. Strategi terse but cukup efektif menanggulangi perilaku menyimpang yang kadarnya berat dari peserta didik. 2 . d) Menggunakan pengendalian dengan mendekati adalah tindakan guru bergerak mendekati peserta didik yang dilihatnya berperilaku menyimpang atau cenderung menyimpang. Tindakan itu tidak dimaksudkan untuk menghukum atau mengintimidasi. pendekatan intimidasi menekankan pada perilaku guru yang mengintimidasi. Berbeda dengan pendekatan otoriter yang menekankan perilaku guru yang manusiawi. dan bahkan strategi ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang bersifat menghukum. penahanan) adalah strategi guru dalam merespon perilaku menyimpang peserta didik yang tingkat penyimpangannya cukup berat. Peranan guru adalah memaksa peserta didik berperilaku sesuai dengan perintah guru. hinaan. menyalahkan.dilakukan secara verbal maupun non verbal dimaksudkan untuk memberitahukan dan bukan menuduh. ancaman. Strategi ini didasarkan pada asumsi bahwa kehadiran guru secara fisik akan cukup berhasil mencegah peserta didik berperilaku menyimpang. e) Menggunakan pemisahan dan pengucilan (dan juga penskoran.

dan dimana juga guru hendaknya membiarkan peserta didik bertindak bebas sesuai dengan yang diinginkannya. terdapat ·banyak kecaman terhadap pendekatan ini. bukan masalahnya itu sendiri. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa pendekatan permisif dalam bentuknya yang . Misal. sebab dengan itu akan membantu pertumbuhannya secara wajar. kapan. dan berperan sebagai pendorong mengembangkan potensi peserta didik secara penuh. Perbuatan yang bebas tanpa batas akan memperkosa dan mengancam hak-hak orang lain. Kehadiran guru membuat mereka takut. Apabila perbuatan salah itu selesai atau berhenti maka tindakan intimidasi tidak akan seproduktif strategi lain. Mereka diharapkan bertindak sesuai dengan hak dan kewajibannya dan diterima oleh semua pihak. takut karena mereka membayangkan akan memperoleh hukuman yang sangat berat. Pendekatan permisif sedikit penganj urnya. Peranan guru adalah meningkatkan kebebasan peserta didik.keras. Campur tangan guru hendaknya seminimal mungkin. Kelemahan lain yang timbul dari penerapan pendekatan ini adalah tumbuhnya sikap bermusuhan dan hancurnya hubungan antara guru dan peserta didik. Penggunaan pendekatan ini hanya bersifat pemecahan masalah secara sementara dan hanya menangani gejala-gejala masalahnya. 3. Dalam sistem sosial para anggotanya. pendekatan intimidasi hanya baik untuk menghentikan perbuatan yang salah berat dengan segera. Dengan demikian. dalam hal ini guru dan peserta didik menyandang hak dan kewajiban. guru memergoki dua peserta didik berkelahi. Pendekatan Permisif Pendekatan permisif adalah pendekatan yang menekankan perlunya memaksimalkan kebebasan siswa. Kemudian guru berteriak "berhenti" dengan harapan setelah mendengar suara guru kedua peserta didik itu akan berhenti berkelahi. Teguran keras adalah perintah verbal yang keras yang diberikan pada situasi tertentu dengan maksud untuk segera menghentikan perilaku siswa yang penyimpangannya berat. Thema sentral dari pendekatan ini adalah: apa. Pendekatan ini kurang menyadari bahwa sekolah dan kelas adalah sistem sosial yang memiliki pranata-pranata sosial. Kendatipun pendekatan intimidasi telah dipakai secara luas dan ada manfaatnya.

pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan "buku masak". dan tanggung jawab sendiri. Pendekatan buku masak tidak dijabarkan atas dasar konsep yang jelas. Namun disarankan agar guru memberikan kesempatan kepada para peserta didik melakukan urusan sendiri apabila hal itu berguna. Daftar tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus lakukan ini biasanya dapat diketemukan dalam artikel: Tiga puluh cara untuk rnemperbaiki perilaku peserta didik. misalnya. sekilah sesuai cakupannya. rnengatur kegiatan. disiplin sendiri.murni tidak produktif diterapkan dalam situasi atau lingkungan sekolah dan kelas. Urusan itu seperti para peserta didik rnemperoleh kesempatan secara psikologis. sehingga . Berikut ini adalah contoh khas jenis pernyataan yang dapat dijumpai dalam daftar “buku masak”. Selalulah menegur siswa secara empat mata Jangan sekali-kali meninggikan suara pacta saat/ waktu memperingatkan siswa Tegas dan bertindak adil sewaktu berurusan dengan Slswa Jangan pandang bulu dalam memberikan penghargaan Senantiasalah menyakinkan diri lebih dahulu akan kesalahan siswa sebelum menjatuhkan hukuman Selalulah meyakinkan did bahwa siswa mengetahui semua peraturan yang ada Tetaplah konsekuen dalam mengakkan peraturan. Dengan dernikian. memikul resiko yang aman. 4. Pendekatan Buku Masak Pendekatan buku adalah pendekatan berbentuk rekomendasi berisi daftar hal-hal yang harus dilakukan atau yang tidak harus dilakukan oleh seorang guru apabila menghadapi berbagai tipe masalah manajemen kelas. Karena daftar ini sering merupakan resep yang cepat dan rnudah. mengembangkan kernampuan memimpin diri sendiri. disisi lain tetap dapat rnengendalikan kebebasan itu dengan penuh tanggung jawab. guru harus dapat menemukan cara untuk memberikan kebebasan sebesar mungkin kepada peserta didik di satu sisi.

5) mcnggunakan dorongan yang bermakna. kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik. para pengembang pendekatan instruksional menyaninkan guru dalam mengembangkan strategi menajemen kelas memperhatikan hal-hal berikut ini: 1) menyampaikan kurikulum dan pelajaran yang menarik. relevan.tidak ditemukan prinsip-prinsip yang memungkinkan guru menerapkan seeara umum pada masalah-masalahlain. Cukup banyak contoh yang membuktikan banwa kegiatan belajar-mengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik . Sebaliknya banyak kenyataan yang mendukung pendirian bahwa kegialan belajarmengajar yang direncanakan dan dilaksanakan dengan tidak baik adalah penyebab utama timbulnya masalah manajemen kelas. Kelemahan lain pcndekatan buku masak adalah apabila resep tertentu gagal mencapai tujuan. 4) memberikan pcngarahan yang jelas. Pendekatan Instruksional Pendekatan instruksional adalah pendekatan yang mendasarkan kepada pendirian bahwa pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan cermat akan mencegah timbulnya sebahagian besar masalah manajerial kelas. 2) menerapkan kcgiatan yang cfcktif. dan sesuai. guru biasal1ya memberikan reaksi terhadap masalah tertentu dan sering mcmpcrgunakan dalam jangka pendek. 5. 3) mcnycdiakan daftar kegiatan rutin kelas. Guru yang bekerja dengan kerangka aeuan buku masak akan merugikan diri sendiri dan tidak mungkin menjadi manajer kelas yang efektif. 6) memberikan bantuan mengatasi rintangan. Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan teliti pelajaran yang baik. dan 2) memecahkan masalah manajerial kelas. Dengan kat a lain. Pendekatan ini berpendapat bahwa manaj erial yang efektif adalah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu. Para penganjur pendekatan instruksional dalam manajemen kelas cenderung memandang perilaku instruksional guru mempunyai potensi mencapai dua tujuan utama manajemcn kelas. Oleh karcna itu. karena pendekatan ini bersifat mutlak. Tujuan itu adalah: 1) mencegah timbulnya masalah manajerial. 7) merencanakan perubahan . guru tidak dapat memilih alternatif lain.adalah merupakan faktor utama dalam pencegahan timbulnya masalah manajemen kelas. Pendekatan ini eenderung menumbuhkan sikap reaktif pada diri guru dalam memanajemeni kelas.

memberikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan minat peserta didik. tepat dan jelas arahnya. Kegiatan guru yang meloncat-loncat (mendesak. dan terpisah-pisah adalah kegiatan-kegiatan yang tidak efektif. Menerapkan kegiatan yang efektif adalah kemampuan guru mengatur arus dan tempo kegiatan kelas oleh banyak orang sehingga mencegah peserta didik melalaikan tugasnya. . dan perilaku menyimpang. bertele-tele. dan akan mengundang perilaku peserta didik untuk menyimpang. Guru yang berhasil ialah guru yang rnenyajikan pelajaran yang disiapkan dengan baik. dan dengan tempo yang baik. Proses ini membatasi kemungkinan timbulnya masalah manajemen kelas seminimal mungkin. Informasi kegiatan ini disampaikan guru pada awal pertemuan dengan para peserta didik di kelas. relevan dan sesuai dengan secara empiris dianggap sebagai penangkal perilaku menyimpang para peserta didik di dalam kelas. 8) mengatur kembali struktur situasi. Di samping itu penelitian-penelitian menemukan bukti-bukti bahwa kunci keberhasilan manajemen kelas ialah kemampuan guru mempersiaplbn dan menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar. Penjelasan secukupnya mengenai harapan guru yang berkaitan dengan kegiatan rutin kelas merupakan langkah yang menentukan efektivitas manajemen kelas dan pengembangkan kelas yang produktif. Menyampaikan kurikulum.lingkungan. pelajaran yang manarik. Hal itu akan mencegah perhatian yang kurang. tergantung. terputus. yang berlangsung dengan lancar. berubah arah). Menetapkan kegiatan rutin kelas adalah kegiatan sehari-hari yang perlu difahami dan dilakukan peserta didik. kebosanan.

Bantuan mengatasi rintangan ini adalah cara yang sangat bermanfaat untuk mencegah perilaku mengganggu.Gambar 8 " Guru mengingatkan kembali fugas rutin sehari-hari para Slswa Memberikan pengarahan yang jelas adalah kegiatan mengkomunikasikan harapanharapan yang diinginkan guru. lnstruksi yang jelas. Kegiatannya misalnya. pada saat mereka benar-benar memerlukannya. dan memberikan saran-saran. guru dapat mendekati peserta didik. ringkas. sederhana. sistematis akan membantu efektivitas manajemen kelas. Dengan cara ini guru membantu peserta didik meneruskan aktivitasnya dan mencegah timbulnya perilaku menyimpang. Misalnya. Perencanaan yang disiapkan sebe1umnya akan membantu peserta didik memahami hal itu dan akan berperilaku sesuai dengan yang direncanakan . Merencanakan perubahan lingkungan adalah proses mempersiapkan kelas atau lingkungan menghadapi perubahan-perubahan situasi. tepat pada sasaran. sehingga masalah-masalah menyimpang yang disebabkan oleh pengarahan yang buruk dapat dihindari. perbaikan lebih lanjut. peserta didik harus disiapkan atas kemungkinan guru tidak dapat hadir selama beberapa hari dan akan digantikan oleh guru lain. Proses bantuannya dilaksanakan sebelum situasi berkembang hingga tidak dapat dikuasai. memeriksa pekerjaannya memberikan penghargaan pada usahanya. Memberikan dorongan yang bermakna adalah suatu proses dimana guru berusaha menunjukkan minat yang sungguh-sungguh terhadap perilaku pesert didik yang menunjukkan tanda-tanda kobosanan dan keresahan. Memberikan bantuan mengatasi rintangan adalah bentuk pertolongan yang diberikan oleh guru untuk membantu peserta didik menghadapi persoalan yang mematahkan semangat.

Mengubah sifat kegiatan. Penghargaan menyebabkan perbuatan yang dikuatkan itu semakin meningkat. Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas diperlukan untuk mencegah atau mengurangi jenis-jenis perilaku tertentu yang tidak diinginkan. Prinsip utama yang mendasari pendekatan ini adalah perilaku merupakan hasil proses belajar. Perbuatan yang dihargai tersebut diperkuat dan diulangi di kemudian hari. Kemudian karya tulis itu diserahkan kepada guru (=perbuatan. Prinsip tersebut adalah penguatan positif. atau menggunakan cara baru untuk mengerjakan hal-hallama akan efektif mencegah timbulnya masalah manajemen kelas. timbulnya masalah manajemen kelas dapat dicegah secara dini. atau 2) peserta didik tidak belajar berperilaku yang sesuai. Mengatur kembali struktur situasi adalah strategi manajerial kelas dalam memulai suatu kegiatan atau mengerjakan tugas dengan cara yang lain atau cara yang berbeda. Penguatan positif yakni pemberian penghargaan setelah terjadi suatu perbuatan. Pendekatan pengubahan perilaku dibangun atas dasar dua asumsi utama yaitu: 1) empat proses dasar belajar. penghentian. 6. Kegiatan ini dimaksudkan memaksimalkan produktivitas dan meminimalkan perilaku menyimpang. dan penguatan negatif. dan dirancang dengan baik. khususnya yang bersumber pada perasaan bosan. Tugas guru adalah menguasai dan menerapkan empat prinsip dasar be1ajar. Merencanakan dan mengubah lingkungan kelas adalah proses penciptaan lingkungan yang menyenangkan dan tertib. Pendekatan Pengubahan Perilaku Pendekatan pengubahan perilaku didasarkan pada prinsip-prinsip psikologi behaviorisme. hukuman. Prinsip ini berlaku baik bagi perilaku yang sesual maupun perilaku yang menyimpang.guru. Dengan demikian. Guru memuji karya tulis itu dan mengatakan bahwa karya tulis yang rapi lebih mudah dan enak dibaca dari pada . Pengajur pendekatan ini berpendapat bahwa seorang peserta didik berperilaku menyimpang adalah disebabkan oleh salah satu dari dua alasan yaitu: 1) peserta didik telah belajar berperilaku yang tidak sesuai. Karya tulis itu sangat rapi. mengubah pusat perhatian. tingkah laku). 2) pengaruh kejadian-kejadian dalam lingkungan. Contoh: Natsir membuat karya tulis.

Contoh: Iskandar adalah salah seorang peserta didik yang selalu menyerahkan pekerjaan . Penghentian adalah menahan suatu penghargaan yang diharapkan (=menahan penguatan positif). Guru menyuruh agar Tarji menulis kembali makalah itu (=hukuman). Dengan hukuman menyebabkan suatu perbuatan yang dikenai hukuman frekuensinya berkurang dan cenderung tidak dilanjutkan.karya tulis yang tidak rapi (=penguatan positif). Contoh: Marni yang pekerjaannya rapi selalu dihargai oleh guru. Dalam makalah berikutnya tulisan Tarji bertambah baik (=frekuensi perbuatan yang dihukum berkurang). Dalam karya tulis berkutnya Natsir lebih bersungguh-sungguh dan tulisannya lebih rapai (=frekuensi perbuatan yang dikuatkan lebih meningkat). Guru menegur Tarji karena dia tidak bekerja rapi. Hukuman adalah pemberian pengalaman atau rangsangan yang tidak disukai atau tidak diinginkan sesudah terjadinya suatu perbuatan. Guru menerimanya. Contoh: Tarji membuat dan menyerahkan makalah yang tulisannya tidak rapi kepada gurunya (=perbuatan peserta didik). kemudian mengembalikannya kepada Marni tanpa komentar apa pun (=menahan penguatan positif). yang dalam kejadian sebelumnya perbuatan seperti itu diberi penghargaan. Penghentian menyebabkan menurunnya frekuensi perbuatan yang sebelumnya dihargai. Pekerjaan Marni menjadi kurang rapi dalam membuat makalah berikutnya (=frckuensi perbuatan yang scbelumnya dikuatkan mcnjadi menurun). Penguatan negatif adalah penarikan rangsangan (hukuman) yang tidak diinginkan atau tidak disukai sesudah terjadinya suatu pcrbuatan. Ia menyiapkan sebuah karya tulis dengan tulisan yang rapL Kemudianmenyerahkannya kepada guru (=perbuatan peserta didik yang sebelumnya dikuatkan oleh guru). Menarik hukuman bermaksud memperkuat perilaku dan meningkatkan kecenderungan diulangi. Guru mengatakan kepadanya bahwa tulisan yang tidak rapi sukar dibaca. yang menyebabkan frekuensi perbuatan itu meningkat.

Meskipun guru selalu mengomeli Iskandar. perilaku tersebut cenderung tidak diteruskan. guru harus menghargai setiap kali perilaku itu terjadi. Sekali perilaku telah terbentuk akan efektif menguatkannya tanpa tenggang waktu yang lama.(makalah) yang kurang rapi kepada gurunya. Perbuatan peserta didik yang hendak dihentikan harus segera dikenakan hukuman setelah perbuatan itu terjadi. Jadi penentuan waktu yang tepat untuk menghargai dan menghukum adalah penting. Penjadwalan selang waktu ialah . Jika guru menghukum perilaku yang sesuai. Guru kali ini menerima pekerjaan Iskandar tanpa komentar dan tanpa omelan seperti biasanya (=menarik hukuman). pekerjaan Iskandar itu tidak bertambah rapl. segera cenderung akan melemah. Guru dapat mengurangi perilaku peserta didik yang menyimpang dengan mempergunakan! hukuman (memberi rangsangan yang tidak menyenangkan). Ada dua macam pendekatan untuk penguatan yang berselang waktu pendek yaitu: penjadwalan selang waktu. perilaku tersebut cenderung diteruskan. Mendasarkan pada uraian di atas. dan penarikan (menarik penghargaan dari peserta didik). Perilaku yang tidak dikenakan hukuman dengan segera cenderung akan menguat. frekuensi pcnguatan. Jika seorang guru menginginkan penguatan perilaku siswa tertentu. guru dapat mendorong perilaku peserta didik yang sesuai dengan mempergunakan penguatan positif (memberikan penghargaan) dan penguatan negatif (menarik h ukuman). Pcrbuatan pescrta didik yang hcndak dipcrkuat oleh guru harus dengan segera dikuatkan setelah perbuatan itu terjadi. Hal yang perlu diingat bahwa konsekuensikonsekuensi itu memberikan pengaruh kepada perilaku peserta didik sesuai dengan prinsipprinsip perilaku yang telah terbentuk. dan hukuman adalah prinsip lain yang penting dalam pengubahan perilaku. Perilaku yang tidak dikuatkan dengan . Penguatan terus menerus akan sangat efektif pada tahap awal mempelajari suatu perilaku. yaitu penguatan yang menyusul setiap terjadi perilaku menyebabkan makin cepatnya seseorang mempelajari perilaku tersebut. dan penjadwalan rasio. Penguatan yang terus menerus. Penentuan waktu sarna pentingnya dengan frekuensi terjadinya perilaku yang dikuatkan. penghentian (menahan penghargaan yang diharapkan). Ternyata pada kemudian hari pekerj aan Iskandar menj adi lebih baik (frekuensi perilaku meningkat). Penentuan waktu. Jika guru menghargai perilaku yang menyimpang.

pendekatan yang dipergunakan oleh guru mendorong siswa setelah batas waktu tertentu. Misalnya, guru yang menggunakan penjadwalan selang waktu akan mendorong seorang siswa setiap jam. Penjadwalan rasio adalah pendekatan yang digunakan oleh guru mendorong siswa setelah suatu perbuatan terjadi beberapa kali. Misal, guru yang menggunakan penjadwalan rasio akan mendorong siswa setelah perbuatan tertentu terjadi empat kali. Penghargaan atau pendorong adalah suatu rangsangan untuk meningkatkan frekuensi perbuatan yang mendahuluinya. Hukuman adalah sesuatu yang mengurangl frekuensi perbuatan yang mendahuluinya. Pendorong dapat digolongkan dalam dua kategori utama yaitu pendorong primer (diperlukan untuk mempertahankan kehidupan seperti air, makanan, rumah), dan pendorong bersyarat (pujian, rasa kasih sayang dan sebagainya). Pendorong bersyarat terdiri dari beberapa tipe seperti pendorong sosial (pujian atau tepukan), pendorong perIambang (berupa benda/barang - tanda penghargaan), pendorong nyata (uang atau cek), pendorong kegiatan (bermain di luar, membaca bebas, diberi kesempatan memilih nyanyian). Penghargaan (dan hukuman) dapat difahami hanya dalam kaitannya dengan peserta didik secara individual. Penghargaan terhadap seorang peserta didik dapat saja dirasakan sebagai hukuman bagi peserta didik lainnya. Respon yang dimaksudkan oleh guru sebagai penghargaan dapat dirasakan sebagai hukuman, dan respon yang dimaksudkan sebagai hukuman dapat menjadi penghargaan. Hal semacam ini sering terjadi. Contoh yang sangat lazim sekali terjadi apabila seorang peserta didikberperilaku menyimpang dengan maksud menar'ik perhatian. Tindakan hukuman yang diberikan oleh guru sesudah kejadian itu sesungguhnya adalah menghargai, bukan menghukum peserta didik yang haus perhatian itu. Dan oleh karena itu, peserta didik tersebut meneruskan perilakunya untuk mendapat perhatian yang didambakannya. Contoh di atas mengisyaratkan hendaknya guru berhati-hari dalam memilih suatu pendorong tertentu. Walaupun hal ini benar, proses pemilihan jangan dibuat sebagai suatu hal yang menyulitkan. Pendorong adalah idiosinkretik bagi seorang peserta didik. Pendidik itulah sebenarnya dan seyogianya menemukan pendorong-pendorong tersebut. Jadi pendorong terbaik ialah pendorong yang dipilih oleh peserta didik itu sendiri.

Terdapat tiga metode yang ditawarkan untuk menemukan pendorongpendorong yang berorientasi individual yaitu: 1) mendapatkan petunjuk mengenai pendorong yang mungkin dengan mengamati apa yang mungkin dilakukan oleh peserta didik, 2) mendapatkan petunjuk tambahan dengan mengamati apa saja yang mengikuti perilaku peserta didik tertentu, dan 3) mendapatkan petunjuk tambahan dengan hanya menanyakan si anak, apa yang akan dilakukan pada waktu senggang, apa yang ingin dimiliki, dan untuk apa ia melakukan sesuatu. Guru menyadari bahwa pujian dan dorongan adalah pendorong sosial yang sangat kuat. Pendekatan pengubahan perilaku menawarkan sejumlah strategi menajerial kepada guru yang semuanya mengandung penggunaan dorongan. Berikut ini adalah strategistrategi lain yang dilawarka11 dalam mcmanajcmcni kelas. Mempergunakan model Model adalah proses dimana peserta didik dengan mengamati cara berperilaku orang lain mendapatkan perilaku yang baru. Sebagai suatu strategi menajemen, model dapat dipandang sebagai suatu proses dimana guru melalui tingkah lakunya menari1pilkan nilai dan sikap, yang dikehendaki dimiliki dan ditampilkan oleh peserta didik. Mempergunakan pembentukan Pembentukan adalah suatu prosedur dimana guru meminta peserta didik menampilkan serangkaian perilaku yang mendekati atau mirip dengan perilaku yang diinginkan. Dan pada setiap kali peserta didik menampilkan perilaku yang mendekati itu guru memberikan dorongan kepada peserta didik sehingga ia mampu secara konsisten menampilkan perilaku yang diinginkan tersebut. Jadi pembentukan adalah strategi pengubahan perilaku yang dipergunakan untuk mendorong perkembangan perilaku yang baru. Mempergunakan sistem hadiah Sistem hadiah biasanya terdiri dari tiga unsur. Undur-unsur itu dimaksudkan untuk mengubah perilaku sekelompok peserta didik. Unsur-unsur itu berupa: 1) seperangkat instruksi tertulis yang disiapkan dengan teliti, yang menggambarkan perilaku peserta didik

yang hendak dikuatkan atau didorong oleh guru, 2) suatu sistem yang dirancang dengan baik untuk menghadiahkan barang kepada peserta didik yang menampilkan perilaku yang sesuai, dan 3) seperangkat prosedur yang memberikan kesempatan kepada peserta didik saling bertukar hadiah yang mereka peroleh sebagai penghargaan, atau memberikan kesempatan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Mempergunakan kontrak perilaku Kontrak perilaku adalah suatu persetujuan an tara guru dan peserta didik yang berperilaku menyimpang. Persetujuan itu menentukan perilaku yang disetujui oleh peserta didik untuk ditampilkan dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya apabila peserta didik menampilkan perilaku tersebut. Kontrak adalah suatu kesepakatan antara guru dan peserta didik yang merinci apa yang diharapkan dilakukan oleh peserta didik dan ganjaran atau konsekuensi yang akan diperolehnya apabila melakukan hal-hal yang disepakati itu. Mempergunakan jatah kelompok Penggunaan jatah kelompok adalah penggunaan prosedur dimana konsekuensi (penguatan atau hukuman) tidak hanya tergantung kepada perilaku seorang peserta didik sendiri, melainkan juga kepada perilaku kelompoknya. Penghargaan terhadap setiap anggota kelompok tergantung pada perilaku salah seorang atau lebih atau pada perilaku seluruh anggota kelompok lainnya . Penguatan alternatif yang tidak serasi Penguatan alternatif yang tidak serasi yaitu penguatan yang bertentangan satu dengan yang lainnya. Penguatan itu terjadi pada situasi dimana guru menghargai perilaku yang tidak dapat terjadi bersamaan dengan perilaku menyimpang yang hendak dihilangkan oleh guru. Mempergunakan penyuluhan perilaku Penyuluhan perilaku adalah suatu proses yang meliputi pertemuan pribadi an tara guru dan peserta didik. Penyuluhan perilaku ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang berperilaku menyimpang mengetahui bahwa perilakunya tidak sesuai dan

Ada tiga pandangan pokok yang paling menonjol dalarn hal ini yaitu: 1) penggunaan hukuman dengan tepat sangat efektif untuk menghilangkan perilaku peserta didik yang menyimpang. Kernbali pada dilerna paling pelik yang dihadapi oleh para penganJUf pendekatan pengubahan perilaku yaitu penggunaan hukuman untuk menghilangkan perilaku yang tidak sesuai. karena perilaku siswa yang menyimpang dapat ditangani secara efektif dengan teknik-teknik lain yang tidak mempunyai pengaruh sarnpingan yang negatif seperti hukuman. 2) penggunaan hukuman dengan bijaksana pada jenis-jenis situasi tertentu akan dapat membcrikan dampak positif pada perilaku pcscrta didik. Mempergunakan isyarat Isyarat adalah suatu proses untuk rnerangsang berbuat atau tindakan mengingatkan secara verbal atau non-verbal yang digunakan oleh guru kepada peserta didiknya. Keuntungan pemberian hukuman adalah 1) hukuman tidak menghentikan dengan segera perilaku . Setiap penulis rnernpunyai pandangan yang berbeda. Pernantauan diri sendiri secara sisternatis akan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap perilaku yang diharapkan dihilangkan atau dikurangi. Suatu isyarat dapat digunakan untuk mendorong atau mencegah perilaku tertentu. Berlainan dengan pendorong. Pertemuan s~perti itu akan membantu peserta didik memahami hubungan antara tindakannya dengan konsekuensinya. Mempergunakan pemantauan sendiri Pernantauan diri sendiri diartikan sebagai pengelolaan diri sendiri dirnana peserta didik rnencatat aspek-aspek perilakunya agaria dapat rnerubahnya. isyarat rnendahului respons. Pernantauan diri sendiri meningkatkan kesadaran diri sendiri rnelalui pengarnatan atas dirinya. penggunaan hukuman harus dipantau dengan seksama. Sulzer dan Mayer memberikan kajian kcuntungan dan kerugian pcnggunaan hukuman.merencanakan perubahan. 3) penggunaan hukuman harus dihindarkan sama sekali. Menyoal pandangan yang berbeda tentang hukuman di atas. Hal ini dilakukan apabila ia merasa peserta didiknya berperilaku rnenyirnpang. tetapi karena adanya resiko timbulnya pengaruh sampingan yang negatif. dan mempertimbangkan tindakantindakan alternatif yang mungkin dapat menghasilkan konsekuensi yang diinginkan.

sikap menerima. 3) hukuman dapat menyebabkan peserta didik yang dihukum menjadi agresif. dan karena itu memberikan arti yang sangat penting pada hubungan antar pribadi. empati. Sementara itu. menghargai. keserasian. dan pengertian empatik. Premis utamanya adalah: kelancaran proses belajar yang penting sangat tergantung pada kualitas sikap yang terdapat dalam hubungan pribadi antara guru dan peserta didik. 5) hukuman dapat menyebabkan peserta didik yang dihukum bersikap negatif terhadap dirinya sendiri at au terhadap situasi. Pendekatan ini dibangun atas dasar asumsi bahwa manajemen kelas yang efektif (dan pengajaran yang efektif) sangat tergantung pada hubungan yang positif antara guru dan peserta didik. sikap menerima. dan memberikan sejumlah contoh bagaimana sikap-sikap itu diwujudkan oleh guru. . Adapun kerugian penggunaan hukuman adalah: 1) hukuman dapat disalah tafsirkan. tugas pokok guru dalam manajemen kelas adalah membangun huhungan antar pribadi yang positif dan meningkatkan iklim sosio-emosional yang positif pula. 4) hukuman dapat menghasilkan reaksi negatif di pihak teman-teman sekelasnya. Rogers mengindentifikasi beberapa sikapyang diyakini hakiki yaitu: ketulusan.siswa yang dihukum. Cara guru berkomunikasi ialah dengan berbicara sesuai situasi. tetapi dapat mengurangi terjadinya perilaku tersebut untuk jangka waktu lama. mempercayai. 3) hukuman bersifat memerintah terhadap siswa lain untuk mengurangi kemungkinan peserta didik lainnya meniru perilaku yang dihukum tersebut. karena membantunya membedakan dengan cepat perilaku yang dibenarkan dan perilaku yang tidak benarkan. Guru adalah penentu utama atas hubungan antar dan iklim kelas. Oleh karena itLl. Ginott menekankan pentingnya komunikasi yang efektif untuk meningkatkan hubungan yang baik antara guru dan siswa. Pendekatan Iklim Sosio-Emosional Pendekatan iklim sosio-emosional dalam manajemen kelas berakar pada psikologi penyuluhan klinikal. 2) hukuman bersifat memberikan informasi kepada. peserta didik. di samping keserasian.pat menyebabkan peserta didik yang dihukum menyisihkan diri sama sekali. 2) hukuman da. Banyak gagasan yang bercirikan pendekatan sosio-emosional dapat ditelusuri pada karya Carl Rogers. menaruh perhatian. 7.

dan hormati pendapat serta pcrasaan siswa dengan cant yang meningkatkan perasaan harga dirinya. h. l. . Hindarkan pertanyaan dan komentar yang memungkinkan memaneing sikap menolak dan mengundang sikap menentang. Hindarkan cara memusuhi dengan eara rnengundang kerja sarna dan rnernberikan kepada siswa kesernpatan rnengalarni ketidak tergantungan. Doronglah kemampuan untuk mengatur diri sendiri. a. b. karena hal itu akan mengurangi harga diri peserta didik. Pantau dan waspadalah terhadap dampak kata-kata yang disampaikan kepada siswa. m. tetapi tidak rnenerirna atau rnenyetujui perilakunya. guru dinasihatkan agar menerangkan apa yang dilihatnya. Nyatakan perasaan yang sebenarnya yang akan rneningkatkan pengertian siswa. Alamatkan pernyataan kepada situasi siswa. menjelaskan apa yang dirasakannya. berikan bimbingan dan bukan kecaman. Gambarkanlah situasi. i. terima. c. j. f. Ginott rnernberikan rekornendasi rnengenai eara yang seyogyanya dilakukan oleh guru untuk berkornunikasi seeara efektif sebagai bedkut. dan jelaskan harapan rnengenai situasi tersebut. pergllnakanlah waktu lIntllk memberikan bimbingan yang diperlukan oleh siswa untuk memecahkan masalahnya. Hindarkan sikap menentang atau rnelawan dcngan eara rnenghindarkan perintah dan tllntlltan yang memaneing respons dcfensif. karena hal itll akan melemahkan semangat Jelaskan proses. dan rnenerangkan apa yang perlu dilakukan. ungkapkan perasaan tentang situasi itu. jangan rnenilai dirinya karena hal itu dapat rnerendahkan did siswa. Akui. hindarkan khotbah bertele-tele yang tidak akan menyakitkan motivasi. dan tidak menilai prodllk atau pribadi. g. Usahakan penjelasan yang singkat. d. Hilangkan sarkasme. e. Hindarkan diagnosis dan prognosis yang akan menilai siswa. Apabila dihadapkan kepada perilaku siswa yang tidak dikehendaki.bukan dengan kepribadian atau watak siswa. k. Guru rnenenrna siswa. Tolak godaan memberikan kepada siswa pemeeahan yang ditawarkan secara burllburu.

tetapi hindarkan pujian yang bersifat menilai karena hal itu destruktif. b. jika perlu berikan alternatif-alternatif. Glasser menekankan pentingnya keterlibatan guru dengan menggunakan strategi manajemen yang disebutnya terapi kenyataan. c.emosional adalah dari Glasser. Untuk mencapai identitas berhasil dalam konteks sekolah. Berikan pujian yang bersifat menghargai. a.n. menerima siswa tetapi bukan kepada perilakunya yang menyimpang. Dalam kaitan ini. d. o. Jadi untuk mengembangkan i(1cntitas keberhasilan yang penting adalah keterlibatan. Secara pribadi melibatkan diri dengan siswa. menangani masalah tetapi tidak menilai atau menghakimi siswa. . menunjukkan kesediaan membantu siswa memecahkan masalah. Memberikan uraian ten tang perilaku siswa. Pusatkan perhatian kepada apa yang dilakukan oleh siswa yang menimbulkan masalah dan yang menyebabkan kegagalannya. Membantu siswa membuat penilaian atau pendapat tentang perilakunya yang menjadi masalah itu. karena hal itu produktif. Glasser mengemukakan delapan langkah untuk membantu peserta didik mengubah perilakunya berikut ini. Membantu siswa merencanakan tindakan yang lebih baik. seseorang harus mengembangkan perasaan tanggung jawab sosial dan harga diri. Perilaku siswa yang menyimpang adalah buah kegagalannya mengembangkan identitas keberhasilan. Pandangan lain yang dapat digolongkan sebagai pendekatan Sosio. bantulah siswa membuat keputusan sendiri berdasarkan penilaiannya atas alternatif-alternatif yang ada untuk mengembangkan perasaan tanggung jawab sendiri. Dengarkanlah apa yang diurigkapkan peserta didik dan dorong mengungkapkan buah pikiran dan perasaannya. Tanggung jawab sosial dan harga diri adalah hasil yang diperoleh siswa yang telah mengembangkan hubungan yang baik dengan sesamanya. Dinyatakan oleh Glasser bahwa satu-satuya kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan identitas yaitu perasaan berhasil dan dihargai.

mcncrima pcrnyataan maar bcrarti tidak memusingkan masalah siswa. Mendorong siswa sewaktu melaksanakan rencananya dan memelihara keterikatannya dengan rencana tersebut. ingatkan siswa akan perlunya rencana yang lcbih haik. Membimbing siswa mengikatkan diri dengan rencana yang telah dibuatnya. Mengembangkan kelas yang demokratis berasumsi bahwa perilaku dan pencapaian siswa dipermudah oleh suasana kelas yang demokratis pula. guru yang otokratis mendominasi. . baik dalam proses maupun dalam langkah maju. Memberikan kesempatan kepada siswa merasakan akibat wajar dari perilakunya yang menyimpang tetapi jangan menghukumnya. Guru yang demokratis bertanggung jawab dengan membagi tanggung jawab. siswa harus menganggap konsekuensi itu sebagai sesuatu yang wajar. tetapi merupakan akibat logis dari perilaku peserta didik. Guru yang berllsaha menciptakan suasana yang demoktratis tidak boleh melepaskan tanggllng jawabnya scbagai pemimpin. Konsekuensi logis sedikit banyak diatur oleh guru.e. 2) pengakuan akan pengaruh konsekllensi wajar dan logis atas perilaku siswa. Guru yang demokratis membimbing peserta didik. individu yang mempunyai harga diri. dapat membantu mengembangkan sllasana saling mempercayai an tara guru dan siswa dan an tara sesama siswa. Tidak mencrima pcrnyataan maaf siswa apabila siswa gagal meneruskan ketcrikatannya. yakinkan siswa bahwa guru mengetahui kemajuan kemajuan yang dibuatnya. Agar dapat dipandang sebagai konsekuensi logis. tetapi juga bukan anarkis. Sementara itu Dreikurs dalam kaitan dengan pendekatan sosio-emosional mengemukakan gagasan-gagasan penting yang mempunyai implikasi bagi manajemen kelas yang efektif. g. Menggunakan konsekuensi logis adalah akibat yang diterima dari sebab perilaku peserta didik itu sendiri. bantulah siswa mencoba lagi menyusun rencana yang lebih baik dan mengikatkan diri dengan rencana tersebut. f. Dalam suasana kelas yang demokratis siswa diharapkan diperlakukan sebagai orang yang bertanggung jawab. guru yang laissezfaire lepas tanggung jawab. bantulah ia mcmahami bahwa ia scndirilah yang bertanggung jawab atas perilakunya. Guru yang efektif bllkanlah seorang otokratis. h. Kelas yang demokratis. yang mampu membuat keputusan dan memecahkan persoalan dengan terampil. Dua diantaranya ialah: 1) penekanan pada kelas yang demokratis dimana siswa dan guru berbagi tanggung jawab.

4 )pengelolaan kelas oleh guru adalah menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang menunjang terciptanya suasana belajar yang menguntungkan. Berdasar peranannya. yang memperbaiki mutu interaksi antara anggota-anggota kelompok. Jadi perilaku kepemimpinan terdiri dari tindakantindakan anggota-anggo. kepemimpinan. Suatu kelampak kelas yang efektif adalah kelampok yang fungsi kepemimpinannya dibagi-bagi dengan baik. . berkaitan langsung dengan perilaku yang menyimpang. daya tarik. Pendekatan Proses Kelompok Premis utama yang mendasari pendekatan proses kelompok didasarkan pada asumsiasumsi berikut: 1) kehidupan <.ekolah berlangsung dalam lingkungan kelompok. 2) tugas pokok guru adalah menciptakan dan membina kelompok kelas yang efektif dan produktif. termasuk di dalamnya tindakan-tindakan yang membantu penetapan norma-norma kelompok yang menggerakkan kelompok kearah tujuan. Kepemimpinan paling tepat diartikan sebagai perilaku yang membantu kelompok bergerak menuju pencapaian tujuannya. dan keterpaduan. Akan tetapi dalam kelompok kelas yang efektif fungsi kepemimpinan dilaksanakan bersama-sama oleh guru dan para peserta didik. komunikasi. dan hanya menyangkut apa yang akan terjadi di kemudian hari. dan semua anggota kelampok dapat merasakan kewenangan dan harga diri dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik dan dalam bekerja bersama-sama. 3) kelompok kelas adalah suatu sistem sosial yang mengandung ciri-ciri yang terdapat pada semua sistem sosial. Konsekuensi logis sebagai realitas tertib sosial. yakni kelompok kelas. Oleh karena itu. tidak termasuk unsur pertimbangan moral. guru mempunyai potensi terbesar dalam peranan kepemimpinan. efek positifnya akan hilang.ta kelompok. harapan yang bagaimana anggota kelompok akan berperilaku akan sangat mempengaruhi cara guru dan siswa dalam hubungan mereka satu dengan yang lainnya. norma.Jika dipandang sebagai hukuman. Harapan adalah persepsi yang dimiliki oleh guru dan siswa mengenai hubungan mereka satu sarna lain. 8. Schmuck dan Schmuck dalam Weber mengemukakan enam ciri mengenai manajemen kelas yaitu: harapan. dan yang menciptakan keterpaduan kelompok. Persepsi tersebut adalah perkiraan individual tentang cara berperilaku diri sendiri dan orang lain.

Keterpaduan menekankan hubungan individu dengan kelompok sebagai suatu keseluruhan. Komunikasi mencakup kemampuan khas manusia untuk saling memahami buah pikiran dan perasaan masing-masing. Keterpaduan adalah menyangkut perasaan kolektif yang dimiliki oleh para anggota kelas mengenai kelompok kelasnya. Komunikasi. seorang g. tugas rangkap guru adalah membuka saluran komunikasi sehingga semua siswa menyatakan buah pikiran dan perasaannya dengan bebas. Pengelola kelas yang efektif ialah seseorang yang membantu mengembangkan hubungan antar pribadi yang positif an tara para anggota kelompok. Oleh karena itu. menerima buah pikiran dan perasaan siswa. 9. baik verbal maupun non-verbal adalah dialog antara anggotaanggota kelompok. Kelompok menjadi padu karena alasan: 1) para anggota saling menyukai satu sama lainnya. dan memelihara norma kelompok yang produktif. Tingkat daya tarik tergantung pada sejauh mana hubungan antar pribadi yang positif telah berkembang. menunjuk pada pala-pala persahabatan dalam kelompak kelas. Oleh karena itu. 2) minat yang besar terhadap pekerjaan. Norma ialah pengharapan bersama mengenai cara berpikir. Norma sangat mempengaruhi hubungan antar pribadi karena norma tersebut memberikan pedoman yang membantu para anggota memahami apa yang diharapkan dari mereka dan apa yang dapat mereka harapkan dari orang lain.uru harus mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing . Oleh karena itu. cara berperasaan. menerima. Norma kelompok yang produktif adalah hakiki bagi efektivitas kelompok.Daya tarik. Misalnya. dan cara berperilaku para anggota kelompok. Komunikasi yang efektif berarti menerima pesan menafsirkan dengan tepat pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan. Pendekatan Eklektik Menyimak secara seksama kedelapan pendekatan yang telah diuraikan di muka adalah ibarat melihat benda yang sama dari berbagai sudut pandang yang berbeda. guru berusaha meningkatkan sikap menerima terhadap para siswa yang tidak disukai dan anggota-anggota baru. 3) kelompok memberikan harga diri kepada para anggotanya. salah satu tugas guru ialah membantu kelompok menciptakan.Daya tarik dapat digambarkan sebagai tingkat persahabatan yang terdapat di antara para anggota kelampok kelas.

Raka Joni. melainkan mengkombinasikan masing-masing pendekatan dengan mengambil hal-hal yang positif dari satu pendekatan seraya mengeliminir kelemahan masing-masing pendekatan. semen tara itu pendekatan Proses Kelompok dianut bila seorang guru in gin kelompoknya melakukan kegiatan secara produktif. Weber. dan 2) dapat memilih pendekatan yang tepat dan melaksanakan prosedur yang sesuai dengan baik dalam masalah manajemen kelas (M. Simpulannya adalah bahwa kemampuan guru memilih strategis manajemen kelas yang tepat sangat tergantung pada kemampuannya menganalisis masalah manajemen kelas yang dihadapinya. yang bagi guru merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu yang sesuai dengan situasi disebut pendekatan eklektik (Wilford A. dan/atau psikologis dinilai benar. pendekatan Penciptaan Iklim Sosio-emosional dipergunakan apabila sasaran tindakan manajemen kelas adalah peningkatan hubungan antar pribadi guru dan peserta didik. Dua syarat yang perlu dikuasai oleh guru dalam menerapkan pendekatan eklektik yaitu: 1) menguasai pendekatanpendekatan manajemen kelas yang potensial. Pendekatan Analitik Pluralistik Sembilan pendekatan yang diuraikan di muka menggambarkan sembilan macam pendekatan manajemen kelas yang berlainan. 1983:43). Entang dan T. Penciptaan Iklim Sosio-emosional. Wilford A. Weber menyatakan bahwa pendekatan dengan cara menggabungkan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan manajemen kelas untuk menciptakan suatu kebulatan atau keseluruhanyang bermakna. misalnya bila tujuan tindakan manajemen kelas yang akan dilakukan adalah menguatkan tingkah laku peserta didik yanK baik dan/atau menghilangkan perilaku peserta didik yang kurang baik. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku dipilih. Tidak ada anjuran dan saran untuk menganut dan menggantungkan diripada satu pendekatan manajemen kelas. Dalam kenyataan guru jarang sekali menerapkan satu pendekatan secara utuh. yang secara filosofis. Berbeda dengan pendekatan eklektik. teoretis. Saran dan anjuran yang periu dipertimbangkan adalah menggunakan pendekatan analitik pluralistik. pendekatan analitik pluralistik memberi . 1986). Setiap pendekatan ada penganjurnya dan pemakaianya. seperti pendekatan Pengubahan Perilaku. Proses Kelompok.pendekatan ketika akan menerapkan satu pendekatan. 10.

dan kondisi mana yang memerlukan pemantauan. a. Keuntungan utama terciptanya kondisi kelas yang diyakini guru sesuai adalah: 1) guru tidak memandang kelas semata-mata hanya sebagai reaksi atas masalah yang timbul.kesempatan kepada guru memilih strategi manajemen kelas atau berapa strategi dari berbagai pendekatan manajemen yang dianggap mempunyai potensi terbesar berhasil menanggulangi masalah manajemen kelas dalam situasi yang telah dianalisis. Menganalisis kondisi kelas yang nyata Setelah menentukan kondisi kelas yang diinginkan. Di samping itu guru hendaknya menyadari perlunya terus menerus menilai manfaat pemahamannya dan mengubahnya apabila keadaan menuntutnya. Dengan demikian. pendekatan analitik pluralistik memperluas jangkauan pendekatan. Pendekatan analitik pluralistik berupa pemilihan diantara berbagai strategi manajemen kelas suatu atau beberapa strategi yang mempunyai kemungkinan menciptakan dan menampung kondisi-kondisi yang memberi kemudahan kepada pembelajaran yang efektif dan efisien. 2) masalah yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika guru gagal mengambil tindakan pencegahan. Guru yang bijaksana menghargai pendekatan dan strategi manajemen kelas yang mempunyai konsep yang baik. Dengan demikian. analisis ini akan memungkinkan guru mengetahui: 1) kesenjangan antara kondisi sekarang dan yang diharapkan. dan 3) . Menentukan kondisi kelas yang diinginkan Langkah pertama dalam proses memanajemeni kelas yang efektif ialah menentukan kondisi kelas yang ideal. 2) guru akan memiliki seperangkat tujuan yang mengarahkan upayanya dan yang menjadi tolok ukur penilaian atas hasil upayanya. Guru bebas mempertimbangkan semua strategi yang mungkin efektif. b. yakni membandingkan keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan. guru selanjutnya menganalisis keadaan yang ada. Terdapat empat tahap pendekatan analitik pluralistik yang perlu dicermati dalam penggunaannya. Guru perlu mengetahui dengan jelas dan mendalam tentang kondisi-kondisi yang menurut penilaiannya akan memungkinkan mengajar secara efektif. kemudian menentukan kondisi yang perlu mendapat perhatian segera dan mana yang dapat diselesaikan kemudian. Pendekatan analitik pluralistik tidak mengikat guru pada serangkaian strategi manajerial tertentu saja.

Kemukakan kata/pernyataan kunci dari penctekatan yang dipilih itu. buku masak. intimidasi. 3. yang dimaksud oleh pernyataan yang bersangkutan. guru memeriksa strategi strategi yang tersimpan dalam sel-sel komputer dan memilih strategi yang memberikan harapan untuk meningkatkan kondisi yang dianggap sesuai. instruksional. c. d. iklim sosio-emosional. permisif.kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan dipertahankan karena dianggap sudah baik.pertanyaan Di bawah ini dikemukakan prinsip-prinsip dasar pendekatan dalam manajemen kelas (otoriter. pengubahan perilaku. Perilaku kedua adalah perilaku peserta didik. Pertanyaan . Guru harus mengetahui bahwa· iklim kelas sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Memilih dan menggunakan strategi pengelolaan Guru yang efektif adalah guru yang menguasai berbagai strategi'manajerial yang terkandung di dalam berbagai pendekatan manajemen kelas. dan mampu memilih serta menggunakan strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang telah dianalisis sebelumnya. Artinya dari waktu ke waktu guru harus menilai sejauh mana keberhasilan menciptakan dan memelihara kondisi yang sesuai. proses kelompok. Proses penilaian ini memusatkan perhatian kepada dua perangkat perilaku. 2. eklektik. dalam arti sejauh mana guru telah menggunakan perilaku manajemen yang direncanakan akan dilakukan. Menilai efektivitas pengelolaan Dalam tahap ini guru menilai efektivitas dalam pengelolaannya. Perilaku pertama adalah perilaku guru. yakni apakah mereka telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk dilakukan. Proses pemilihan ini dapat dianggap sebagai suatu kerja komputer. Tentukan dengan tepat pendekatan 1. Guru harus mengetahui bahwa peranan pokoknya adalah memelihara ketertiban dan disiplin di kelas dengan mengendalikan perilaku siswa. dan bahwa guru sangat mempengaruhi sifatiklim tersebut. yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang sesuai. Asumsi tahap kedua dari analitik pluralistik ini adalah bahwa guru yang efektif adalah guru yang terampil menganalisis interaksi kelas dan peka terhadap apa yang sedang terjadi di kelasnya. Guru harus menghargai perilaku siswa· yang sesuai dan tidak menghargai perilaku· . analitik pluralistik).

10. menerima. Guru harus memahami bahwa penggunaan hukuman dan ancaman hukuman dapat merupakan alat pengelolaan yang sangat efektif apabila dipergunakan dengan tepat. Guru harus berperilaku dengan cara yang memungkinkan siswa mengetahui bahwa guru menyadari apa yang sedang terjadi. 16. Guru harus selalu tegas dan jujur dalam berurusan dengan siswa karena tindakan yang konsisten adalah penting sekali. 5. . 9. 18. bukan pada kepribadian atau watak siswa sewaktu menangani suatu masalah. 14. 12. Guru harus mengetahui bahwa peranan pokok guru ialah menciptakan dan memelihara hubungan positif an tara guru dan siswa. 7. kecuali jika konse~uensi itu berbahaya bagi kehidupan siswa. Guru harus mengetahui bahwa penghargaan adalah khas bagi Slswa secara individual. Guru harus membantu siswa memahami. Guru harus mengalamatkan tindakan kepada situasi. 13. Guru harus membiarkan siswa menanggung konsekuensi wajar dan konsekuensi logis dari perilakunya. 4. Guru harus memandang sistem tanda penghargaan yang dikelola dengan baik sebagai suatu alat yang efektif untuk meningkatkan perilaku siswa yang sesuai. 15. karena hal itu akan menghambat mereka mencapai perkembangan potensinya secara maksimal. Guru harus mengetahui bahwa suatu kurikulum individual dapat menghilangkan sebahagian besar masalah manajemen kelas. Guru tidak boleh memaksakan kepada siswa. 11. dan mematuhi peraturan dan ketetapan sekolah. Guru harus memahami bahwa kegiatan kelas yang sesuai biasanya menjamin tumbuhnya perilaku siswa yang sesuai karena mengurangi kemungkinan timbulnya frustasi. 8. Guru harus mengerti bahwa penggunaan konsekuensi logis mengurangl timbulnya efek sampingan yang negatif yang dapat mengiringi bentuk-bentuk hukuman lainnya. 17. Guru harus mengetahui bahwa pengelolaan yang efektif dimulai dengan kemampuannya mengendalikan setiap siswa melalui penggunaan paksaan apabila perlu.siswa yang menyimpang. 6. Guru harus toleran terhadap semua bentuk perilaku siswa.

Guru harus bertindak atas dasar asumsi bahwa baik perilaku yang sesual maupun perilaku yang tidak sesuai. Guru harus membantu mengembangkan tingkat kepaduan kelas yang tinggi dan norma-norma kelas yang produktif. Guru harus memahami bahwa membantu siswa mengembangkan keterampilan berkomunikasi. Guru harus mengamati dan/atau menanyai siswa untuk mendapatkan petunjuk mengenai penghargaan yang mungkin diberikan. 26. 31. Guru harus mengetahui bahwa kebanyakan masalah manajemen kelas dapat dihindarkan atau diselesaikan bila pengajaran dilaksanaKan dengan baik. Guru harus memahami bahwa penggunaan rapat kelas dan pertemuan pemecahan masalah kelompok dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk memecahkan masalahmasalah manajemen kelas tertentu. . 32. kepemimpinan. 28. Guru harus mcngctahui bahwa siswa yang suka mcngacau scring berpcrilaku menyimpang karena ia diberi bahan pelajaran yang tidak sesuai. 27. Guru harus selalu bertindak praktis dan seperti orang bermartabat bilamana berinteraksi dengan siswa. adalah perilaku yang penting.19. Guru harus menggunakan sindiran tajam dengan sangat hati-hati dan hanya setelah hubungan antar pribadi yang baik terbentuk. adalah hasil belajar siswa. 29. 30. Guru harus mengetahui bahwa penggunaan perilaku menegur dengan lembut secara tepat dapat efektif dan efisien dalam mengendalikan perilaku kelas. 21. Guru harus memperlakukan siswa dengan sikap hormat dan merasa wajib membantunya mengembangkan rasa bertanggung jawab sendiri dan perasaan harga dirinya. 22. 23. Guru sarna sekali tidak boleh menghukum seorang siswa kecuali cukup bukti yang tidak diragukan untuk menimbulkan perasaan bersalah. Guru harus memisahkan kesalahan dari orang yang bersalah sewaktu berurusan dengan siswa yang berprilaku yang tidak sesual. 20. 24. 25. Guru harus mengetahui bahwa caranya berkomunikasi dengan siswa sangat penting. dan memecahkan masalah kelompok.

37. dan empati guru sebagai kunci untuk manajemen kelas yang efektif. Guru harus memahami bahwa manajemenyang efektif sangat tergantung pada kemampuan guru menghukum kesalahan siswa apabila itu terjadi. 31. 47.33. 44. 34. Guru harus memahami bahwa menciptakan lingkungan fisik dan psikologis dimana siswa bebas sepenuhnya mengatakan dan melakukan sesuatu yang dikehendakinya. Guru harus memandang kesejatian. Guru harus mengetahui bahwa peran pokok guru adalah menerapkan teknik yang teruji dan benar untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah kelolllpok. 33. Guru harus menguatkan pcrilaku siswa yang sesuai dengan suatu kesadaran bahwa penghargaan adalah istimewa bagi siswa secara individual. 35. 43. 34. Guru harus mengetahui bahwa penggunaan sindiran tajam dan ejekan secara wajar dapat efektif untuk mengendalikan perilaku siswa. 36. Guru harus membantu perkembangan kepaduan kelompok dengan membantu siswa memandang kelompoknya sebagai sesuatu yang menarik dan memuaskan. Guru harus menciptakan disiplin yang baik dengan menyelenggarakan pengajaran yang menarik perhatian siswa dan membangkitkan motivasinya. 32. Guru harus mengerti bahwa pelajaran yang direncanakan dengan baik adalah cara yang efektif untuk menciptakan ketertiban di kelas. Guru hams jujur dan tegas sejak awal karcna lebih mudah mengendorkan pengendalian daripada memaksakannya sekali pengendalian tidak berjalan. 46. Guru harus mengetahui bahwa perilaku yang dihargai akan mungkin dilanjutkan dan . Guru harus mengetahui bahwa ia harus sering mernikul kewajiban mengendalikan perilaku siswa. 42. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif tidak lebih dari pada penerapan pikiran sehat. adalah strategi yang penting. Guru harus mengetahui bahwa peranan utama guru adalah menggunakan berbagai strategi pengajaran untuk mencegah timbulnya masalah dan memecahkan masalah kelompok. sikap menerima. 45. Guru harus mengerti bahwa menciptakan dan menguatkan pengharapan dan peraturan yang masuk akal adalah tindakan yang penting.

dan melaksankan prosedur yang sesuai dalam manajemen kelas. Guru harus mengetahui dan menguasai pendekatan pengelolaan kelas yang potensial. 48. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif adalah hasil upaya guru menciptakan dan memelihara pengendalian. Guru hams mengetahui bahwa penggabungan semua aspek terbaik dari berbagai pendekatan dalam manajemen kelas merupakan sumber pemilihan perilaku pengelolaan tertentu yang sesuai dengan situasi. Doscnpengampu mata kuliah Manajemen Kelas memberi komentar terhadap laporan kelompok dan substansi isi pendekatan manajemen kelas yang terjadi di kelas berdasar laporan kelompok. di samping itu tidak mengikuti konsep pendekatan manajemen kelas secara membabi buta. Guru harus merencanakan dan menggunakan kegiatan belajar mengajar yang menjamin timbulnya perilaku siswa yang sesuai. Catat. 50. TUGAS Secara berkelompok (3-4) orang Anda berkunjung ke sebuah Sekolah Dasar. laporkan hasil pengamatan kelompok di kelas. 53. memlli1. Analisis scmua laporan kclompok tcrscbut. 3. pendekatan-pendekatan apakah yang dilakukan guru dalam memanajemeni kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung? Dengan paduan Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas.bahwa perilaku yang tidak dihargai mungkin tak akan diteruskan. . pendekatan yang tepat. Guru harus memahami bahwa manajemen kelas yang efektif dimaksudkan untuk membantu kelompok kelas bertanggung jawab atas pemecahan masalahmasalahnya sendiri. 49. 4. Pada akhir diskusi. 2. Kegiatan yang Anda lakukan di sekolah tersebut adalah: 1. Guru harus menyadari bahwa guru yang bijaksana adalah guru yang mcnghargai pendekatan dan strategi manajemen kelas yang mempunyai konsep yang baik. 51. 52.

-. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. . Weber. 1983. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Raka Joni. 1983.Daftar Pustaka Depdikbud. Wilford A.1993. 1986. Massachussetts: De Heat and Company. M . Pengelolaan Kelas. Pengelolaan Kelas. Effective Classroom Management Houston: University of Houston. Entang dan T. Classroom Manag~ment.

guru.BAB III PROSEDUR DAN RANCANGAN MANAJEMEN KELAS Latar Belakang Guru merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan proses pembelajaran. guru mempunyai peranan yang besar dalam menentukan keberhasilan manajemen ke1as maupun manajemen pembelajaran. Berturut-turut bab ini akan membahas prosedur manajemen kelas dan rancangan prosedur manajemen kelas. Untuk memiliki kemampuan manajemen kelas guru an tara lain harus memahami prosedur dan rancangan prosedur manajemen kelas. karena selain memerlukan kemampuan pribadi serta ketekunan menghadapinya disatu sisi. dikatakan menarik. mengisyaratkan bahwa guru harus memiliki kemampuan profesional termasuk kemampuan memanajemeni ke1as. Menjelaskan bahwa manajemen kelas sebagai hal yang menarik untuk dipelajari 2. Oleh karena itu. sikap dan nilai termasuk cara menyikapi subjek didik akan lain situasi belajarnya yang dihasilkan oleh kedua orang guru tadi. Berdasar penjelasan tersebut di atas. disisi lain calon guru. Dua guru yang sama-sama pandai dan berpengalaman tetapi berbeda dalam kepribadian. semen tara itu manajemen kelas merupakan salah satu aspek dari pengelolaan proses pembelajaran yang paling rumit tetapi menarik perhatian. karena manajemen kelas itu memerlukan berbagai kriteria keterampilan. Disinilah letaknya seni dalam mengelola proses pembelajaran. Manajemen kelas. pengalaman. Anda diharapkan dapat: 1. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. dan guru yang perpengalaman sekalipun akan bergelut dengan manajemen kelas agar terselenggara proses pembelajaran yang efektif dcmi tercapainya tujuan pembelajaran. Rumit. bahkan kepribadian serta sikap dan nilai seorang guru. Menyimpulkan perbedaan antara pengertian manajcmen kelas dan prosedur manajemen kelas . Penciptaan sistem lingkungan yang merangsang anak untuk belajar sangat diperlukan karena hanya dengan situasi belajar seperti itulah tujuan akan tercapai.

Mengacu kepada dua tindakan dalam kegiatan manajemen kelas yaitu tindakan pencegahan (preventif). 1983: 15. dan (2) tindakan korektif yang merupakan tindakan koreksi terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu kondisi optimal dari proses pembelajaran yang sedang berlangsung (M. dan (2) Tindakan kuratif yaitu tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang telah terlanjur terjadi agar penyimpangan tersebut tidak berlarut-larut. Entang dan T. Menggambarkan rancangan prosedur manajemen kelas 6. Jadi prosedur manajemen kelas adalah serangkaian langkah kegiatan manajemen kelas pembelajaran dapat berlangsung secara efektif clan efisien. Mengidentifikasikan rancangan prosedur manajemen kelas 7. Menjelaskan jenis-jenis tindakan dalam manajemen kelas 5. Apabila seorang guru melakukan kegiatan manajemen kelas dengan at au melalui langkah-langkah tertentu.3. Depdikblld. Tindakan yang dilakukan guru dalam melakukan kegiatan manajemen kelas perlu dilaksanakan berdasar atas langkah-langkah yang sudah ditentukan. Menyimpulkan peran guru dalam penciptaan sistem lingkungan yang mendukung pembelajaran 4. Prosedur Manajemen Kelas Manajemen kelas merupakan suatu tindakan yang menunjuk kepada kegiatankegitan yang berusaha menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Serangkaian langkah kcgiatan manajemen kelas mengacu kepada: tindakan pencegahan (preventif) dengan tujuan menciptakan kondisi pembelajaran yang menguntungkan. 1983:99) Dimensi tindakan korektif dapat dibagi menjadi dua jenis tindakan yaitu: (l) Tindakan yang seharusnya segera diambil oleh guru pada saat terjadi gangguan terhadap kondisi optimal pembelajaran (dimensi tindakan). Menyusun rancangan prosedur manajemen kelas 1. Raka loni. berarti guru tersebut sudah melakukan kegiatan manajemen kelas berdasar prosedur manajemen kelas. dan yang dilakukan lagi terciptanya kondisi optimal serta mempertahankan kondisi optimal tersebut supaya proses .

tindakan penyembuhan (kuratif) maka tindakan manajemen kelas juga dapat menjurus kepada tindakan manajemen dimensi pencegahan dan tindakan manajemen dimensi kuratif. Tindakan pencegahan adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang menyimpang yang menggangu kondisi optimal berlangsungnya pembelajaran. Memperhatikan dua dimensi tindakan dalam manajemen kelas. maka prosedur pencegahannya merupakan langkahlangkah yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur peserta didik dan format pembelajaran yang tepat yang mendukung berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian. Prosedur tindakan pencegahan ini diarahkan pada pelayanan perkembangan tuntutan dan kebutuhan peserta didik secara individual maupun kelompok yang dapat berupa kegiatan . Dimensi pencegahan (preventif). b. Jadi prosedur dalam dimensi pencegahan adalah berupa langkah-Iangkah yang harus direncanakan guru untuk menciptakaJ) suatu struktur kondisi yang fleksibel baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. contoh-contoh berupa informasi. a. Dalam hal ini guru berusaha untuk menumbuhkan kesadaran akan penyimpangan yang dibuat dan akhirnya akan mcnimbulkan kcsadaran dan tanggung jawab untuk memperbaiki diri melalui kegiatan-kegiatan / yang direncanakan dan dapat dipertanggung jawabkan . maka prosedur atau langkah-Iangkah manajemen pun bertumpu pada prosedur a. Peningkatan kesadaran diri sebagai guru Langkah peningkatan kesadaran diri sebagai guru merupakan Iangkah yang . merupakan tindakan guru dalam mengatur peserta didik dan peralatan serta format pembelajaran yang tepat sehingga menumbuhkan kondisi yang menguntungkan bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan salah satu indikator keberhasilan manajemen kelas. merupakan tindakan terhadap tingkah laku yang menyimpang yang sudah terlanjur terjadi agar penyimpangan itu tidak berlarut-larut. Prosedur dimensi pencegahan. Adapun langkah-Iangkah pencegahannya sebagai berikut: 1. Konsekuensinya adalah guru dalam menentukan langkah-Iangkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan langkah yang ~fektif dan efisien untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dimensi kuratif.

kepribadian yang harmonis. dan tindakan guru merupakan stimulus yang akan direspon atau diberikan reaksi oleh para peserta didik. 3. cara menyikapi. kesadaran guru dan peserta didik bertemu. dan dorongan para peserta didik. 2.roses pembelajaran. dan rasa keterbukaan antara guru dan para peserta didik. karena dengan dimilikinya kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakaan tugasnya. Sikap dan tindak laku seperti itu sangat membantu dalam memanajemeni kelas. Peningkatan kesadaran peserta didik lnteraksi positif an tara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua kcsadaran. saling menghormati. guru hendaknya bersikap polos dan tulus terhadap para peserta didik. Untuk meningkatkan kesadaran peserta didik. terbuka. sikap yang stabiI. Sikap ini mengandung makna bahwa guru dalam segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan bertindak apa adanya. Guru dengan sikap dan kepribadiannya sangat mempengaruhi lingkungan belaj ar. karena tingkah laku. mau mendengarkan harapan dan atau keluhan para siswa. Kalau stimuli itu positif maka respon at au reaksinya juga positif.strategis dan mendasar. yang pada gilirannya memungkinkan peserta didik melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji yang dapat menggangu kondisi optimal dalam rangka pembelajaran. Implikasi adanya kesadaran diri sebagai guru akan tampak pada sikap guru yang demokratis. Oleh karena itu. dan berwibawa. Sikap polos dan tulus dari guru Peran sangat besar danberpengaruh dalam menciptakan kondisi optimal r. keinginan. akan membuka kemungkinan terjadinya interaksi dan komunikasi wajar an . Sikap hangat. Penampakan sikap seperti itu akan menumbuhkan respon dan tanggapan positif dari para peserta didik. Sebaliknya kalau stimulasi itu negatif maka respon atau reaksi yang akan muncul adalah negatif. mudah tersinggung. akrab dengan guru. (3) menciptakan suasana saling penge!tian. maka kepada mereka perlu dilaksanakan hal-hal berikut: (1) memberitahukan akan hak dan kewajiban sebagai peserta didik. Kurangnya kesadaran peserta didik akan menumbuhkan sikap suka marah. (2) memperhatikan kebutuhan.

dalam rangka memanajcmeni kei<ls norma berupa kontrak sosial (daftar aturan=tata tertib) dengan sangsinya yang mengatur kehidupan dalam kelas. Para peserta didik dalam hal ini hanya menerima saja apa yang ada. Konsekuensi terhadap kondisi demikian akan memungkinkan timbulnya persoalan-persoalan dalam manajemen kelas karena para peserta didik tidak merasa turut membuat serta memiliki peraturan sekolah yang sudah ada tersebut. 4. Pcmenuhan kebutuhan tersebut sifatnya individual maupun kclompok dan memenuhi tuntutan dan kebutuhan sekolah. Penyimpangan perilaku peserta didik baik individual maupun kelompok tersebut termasuk penyimpangan yang disengaja dilakukan peserta didik yang hanya sekedar untuk menarik perhatian guru atau teman-temannya. Oleh sebab itu.tara guru dan peserta didik. Menciptakan kontrak sosial Penciptaan kontrak sosial pada dasarnya berkaitan dengan "standar tingkah laku" yang diharapkan seraya memberi gambaran tentang fasilitas beserta ketcrbatasannya dalam memenuhi kebutuhan peserta didik. Norma at au nilai yang turunnya dari atas dan tidak dari bawah. . (2) mengenal berbagai pendekatan dalam manajemcn kelas. Guru hendaknya berusaha menggunakan pendekatan manajemen kelas yang dianggap tepat untuk mengatasi suatu situasi at au menggantinya dcngan pcndckatan yang dip}lihnya. Mengenal dan menemukan alternatif pengelolaan Untuk mengenal dan mencmukan alternatif pengelolaan. maka akan terjadi bahwa norma itu kurang dihormati dan ditaati. perumusannya harus dibicarakan at au disetujui oleh guru dan peserta didik. Standar tingkah laku ini dibentuk melalui kontrak sosial antara sekolah/guru dan peserta didik. 5. Kebiasaan yang terjadi dewasa ini bahwa aturan-aturan sebagai standar tingkah luku berasal dari atas (sekolah/guru). (3) mcmpclajari pcngalaman guruguru lainnya yang gagal atau bcrhasil sehingga dirinya mcmiliki alternatif yang bervariasi dalam menangani berbagai problema manajemen kclas. langkah ini menuntut guru: (1) melakukan identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku peserta didik yang sifatnya individual maupun kelompok.aknya. Mereka tidak memiliki pilihan lain untuk menol. jadi sepihak.

.b. 4) Mendapatkan balikan Guru. pada langkah ini adalah menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah berdasar sejumlah alternatif yang telah tersusun. 3) Menilai alternatif-alternatif pemecahan Guru. melakukan kegiatan kilas balik. Prosedur dimensi penyembuhan (kuratif) Pada dasarnya langkah-langkah prosedur dimensi penyembuhan adalah sebagai berikut: l) Mengindentifikasi masalah Guru. sematamata untuk perbaikan. pada langkah ini melakukan kegiatan untuk mngenal atau mengetahui masalah-masalah manajemen kelas yang timbul dalam kelas. Setelah diketcmukan hal-hal yang berkaitan dcngan penYlmpangan tersebut guru kemudian melanjutkan usahanya yaitu menentukan alternatif-alternatif penanggulangan atau penyembuhan penyimpangan itu. 2} Menganalisis masalah Guru. Maksud pertemuan pedu dijeiaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan.selanjutnya guru melaksanakan alternatif pemecahan itu. pada langkah ini yang didahului dengan langkah monitoring. pada langkah ini berusaha menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang dan sumber-sumber dari pcnyimpangan itu. Berdasar masalah tersebut guru mengindentifikasi jenis-jenis penyimpangan sekaligus mengetahui latar bclakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut. baik untuk peserta didik maupun sekolah. Kcgiatan kilas balik ini dimaksudkan untuk menilai keampuhan pelaksanaan dari altcrnatif pemccahan yang dipilih untuk mencapai sasman yang sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas balik dapat dilaksanakan dengan mengadakan pertemuan dengan para peserta didik. Sesudah terpilih alternatif pemecahan yang dianggap tepat. Manfaat pertemuan juga perlu dijelaskan karena dengan mengetahui kemanfaatan pertemuan . Dalam pertemuan tersebut pedu dijelaskan: maksud pertemuan dan manfaat pertemuan. Memilih dalam arti menentukan alternatif mana yang paling tepat untuk menanggulangi penyimpangan peserta didik tersebut.

Tunjukkan kepada para pcscrta didik bahwa guru bukanlah orang sempurna atau tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan. . pangkal kegiatan yang dapat berdimensi preventif dan kuratif. sehingga perencanaan prosedur manajemen kelas ke arah dimensi preventif dan kuratif itu. Manajemen kelas merupakan. kesemuanya bermuara atau menuju pada tujuan yang diharapkan.tersebut para peserta didik akan mengikuti pertemuan itu dengan baik. di dalam menyusun rancangan prosedur manajemen kelas baik manajemen dimensi preventif maupun dimensi kuratif. Scbab sudah barang tentu. Rancangan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk mencapai tujuan tertentu. 2. Selain itu. Informasi yang diperoleh dari balikan ini merupakan bahan yang sangat berguna untuk menilai program. Sehingga antara guru dan peserta didik diperoleh kesadaran untuk bersama-sama belajar saling memperbaiki dan saling mengingatkan. pedu disikapi pengendalian perilaku guru dalam pertemuan tcrsebut. Rancangan Prosedur Manajemen Kelas Pemilikan pengetahuan dan keakraban seorang guru terhadap masalah manajemen kelas baik dimensi preventif maupun dimensi kuratif serta menguasai prosedur masingmasing. Tujuan itu adalah terciptanya kondisi serta mempertahankan kondisi optimal yang mendukung terlaksananya proses belajar mengajar. merupakan dasar yang kuat untuk menyusun rancangan prosedur manajemen kelas. Dalam kaitan dengan tugas guru menyusun rancangan prosedur manajemen kelas berarti guru menentukan serangkaian kegiatan tentang langkah-langkah manajemen kelas yang disusun secara sistematis berdasarkan pemikiran yang rasional untuk tujuan menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi berlangsungnya kegiatan belajar siswa . dan akhirnya merupakan dasar melakukan perbaikan program. yang semuanya itu untuk kepentingan bersama.

Oleh karena itu. Penyusunan rancangan prosedur manajemen kelas tanpa dilandasi pendekatan pengelolaan kelas akan mengalami banyak kelemahan. dengan pedoman tersebut akan diketahui jalan mengarahkan peserta didik yang melakukan penyimpangan di dalam kelas. karena tanpa memahami pendekatan ini menyebabkan kurang difahami hakikat tingkah laku peserta didik yang menyimpang yang in gin ditanggulangi. Penyususnan rancangan prosedur manajemen kelas dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebab. prosedur manajemen kelas. mengapa. manajemen kelas preventif dan kuratif. Pemahaman terhC\dap pendekatan ini akan menambah kemampuan dalam menyesuaikan pendekatan tertentu dengan masalah penyimpangan yang dilakukan peserta didik. tujuan. kelas. antara lain: a. e. Dengan pemahaman yang mendalam tentang peserta didik akan merupakan pedoman dalam manajemen kelas.Dari pembahasan bagian depan hingga sekarang kita telah memahami beberapa pengertian pokok seperti: manajemen kelas. uraian tentang pendekatan manajemen kelas sangat membantu pada tahap pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas. Tingkah laku penyimpang dengan latar belakang tertentu akan membutuhkan pendekatan tertentu pula. Pemahaman terhadap hakikat peserta didik yang sedang dihadapi. Pemahaman akan hal-hal tersebut akan memberi arah kepada pemikiran apa. Pemahaman terhadap pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam manajemen kelas. pendekatan manajemen kelas. c. dan bagaimana harus berbuatlbertindak dalam memanajemen kelas. Pemilikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat rancangan prosedur . juga tentang konsep-konsep pendekatan manajemen kelas akan merupakan landasan dalam rangka menyusun rancangan prosedur manajemen. Pemahaman terhadap bentuk penyimpangan serta latar belakang tindakan penyimpangan yang dilakukan peserta didik. dan terakhir adalah rancangan prosedur manajemen kelas. Pemahaman akan hal ini akan lebih jelas bila dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyimpangan tersebut. b. d. Maksudnya adalah bahwa setiap peserta didik. dan hakikat manajemen kelas. Pemahaman pengertian tersebut akan sangat bermanfaat pada tahap pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas karena di samping memberikan kejelasan. Pemahaman terhadap arti.pada setiap saat dan dengan lingkungan tertentu akan memperlihatkan sikap dan tingkah laku tertentu.

ataukah kuratif individual!kelompok. LangkahIangkah yang dimaksud adalah: a. Menentukan masalahnya: individual atau kelompok. dapat dijelaskan bahwa proses manajemen kelas dimulai dengan langkah-Iangkah berikut. yang kesemuanya itu mengarah kepada pcncapaian tujuan. Setelah rancangan prosedur manajemen kelas disusun. balikan hasil pelaksanaan alternatif pemecahan masalah. identifikasi dari masalah yang timbul dalam manajemen kelas analisis masalah penilaian alternatif-alternatif pemecahan. . Menentukan masalahnya: preventif atau kuratif. Mempertimbangkan hakikat anak yang memiliki tingkat pertumbuhan dan perkembangan sendiri. e. c. b. b. Memperhatikan dua diagram di atas belum nampak langkah-Iangkah apa yang akan dikerjakan yang dimuat dalam rancangan itu. c. Menyusun rancangan prosedur manajemen kelas: preventif individual! kelompok. hal yang penting yang harus mendapat pcrhatian adakah proses pelaksanaan rancangan tersebut. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam rancangan tersebut perlu ada penjabaran lebih lanjut terhadap langkah-Iangkah kegiatan yang telah ditetapkan. d.manajemen kelas. Memahami hakikat konsep dan tujuan manajemen kelas. Kelima faktor yang dikemukakan diatas merupakan hal-hal yang patut dipertimbangkan dalam pembuatan rancangan prosedur manajemen kelas. lalu memperhatikan kenyataan penyimpangan tingkah laku yang ada. tingkah laku. penilaian dan pelaksanaan salah satu alternatif pemecahan. monitoring pelaksanaan. Uraian di atas dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Akhirnya berdasarkan kedua diagram diatas. e. d. a. Di samping kemampuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan rancangan tcrsebut. Dalam kaitan ini betapa penting dan besarnya peranan dan pengaruh guru. kepribadian serta kemampuan berinteraksi guru merupakan aspek yang tidak dapat diremehkan. maka sikap.

pada suatu pertemuan guru-siswa dalam membicarakan penyimpangan para peserta didiknya ? 6. mengapa seorang guru tidak boleh langsung menunjukkan kesalahan peserta didik. guru muda. 5. baik bagi calon guru. 4. dan guru yang telah berpengalaman sekalipun ? 1. a1asan-a1asannya mengapa manajemen kelas merupakan hal yang menarik perhatian. yang meliputi: 1) Pengindentifikasian masalah 2) Penganalisaan masalah 3) Penilaian alternatif pemecahan yang akan digunakan 4) Pelaksanaan monitering 5) Pengumpulan balikan g. Menjabarkan langkah-langkah kegiatan rancangan prosedur manajemen kelas. Jelaskan jenis-jenis tersebut ? . 2. 3. 1. Pertanyaan -pertanyaan Je1askan. Melaksanakan monitoring untuk mengetahui sejauh mana hasil pemecahan masalah itu dilaksanakan dan ditaati atau telah terjadi perkembangan bam. Mendapatkan balikan. dimana fungsi dan peranan guru sangat menentukan.f. Melaksanakan rancangan yang telah disusun. mengapa tindakan manajemen merupakan terapi yang tepat dalam manajemen kelas ? Mengapa persetujuan bersama an tara guru dan peserta didik terhadap pelaksaan suatu pertemuan mempunyai makna psikologis ? Kemukakan lasan-alasannya. yaitu tahap pelaksaan yang telah tiba pada penggunaan hasil monitoring untuk menentukan langkah-Iangkah selanjutnya. Je1askan apa yang dimaksud dengan rancangan prosedur manajemen kelas ? Dilihat dari sifatnya. 7. h. manajemen kelas dibedakan atas dua jenis manajemen kelas. Jelaskan. mengapa guru merupakan unsur dominan dalam penciptaan sistem lingkungan yang menunjang proses pembelajaran ? Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis tindakan manajemen kelas ? Je1askan.

laporkan hasiI pengamatan kelompok di kelas. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1983. . Education Psychologi Classroom Connections. Catat. Inc. New York: Harper & Row Publisher Inc. tindakan-tindakan apa yang dilakukan guru terhadap tingkah laku menyimpang dari para siswa yang telah terlanjur terjadi pada saat pembelajaran berlangsung (tindakan kuratif) 3. Analisis didiskusikan semua laporan kelompok tersebut. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Strategies for Effective Teaching. Allan C. Pengelolaan Kelas. tindakan-tindakan apa yang dilakukan guru terhadap kondisi yang diharapkan optimal terjadi (tindakan preventif).8. Paul D & Don Kauchak. M.) Jelaskan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi dalam pembuatan prosedur manajemen kelas ? Tugas Secara berkelompok (4-5) orang anda berkunjung ke sebuah Sekolah Dasar. Catat pula. Pengelolaan Kelas. Ornstein. Endang dan T. 4. 2. Eggen. 1990. 5. 9. Dosen pengampu menyampaikan komentar terhadap Iaporan kelompok termasuk subtansi isi tindakan preventif dan kuratif yang terjadi di sekolah berdasar laporan kelompok tersebut. Raka Joni. 1983. Daftar Pustaka Depdikbud. Dengan panduan dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. Pada akhir diskusi.Kegiatan yang Anda lakukan adalah: 1. 1994. Je1askan apa yang menjadi tujuan dari pada penyususnan sebuah rancangan prosedur manajemen kelas . New York: McMillan College Publishing Company.

dan rutinitas. dan prinsip-prinsip mengajar yang dapat mendukung terciptanya kondisi belajar optimal tersebut bagi terciptanya proses belajar. Manajemen kelas tidakhanya berupa pengaturan belajar. kondisi sosio-emosional. Para pendidik besar seperti Comenius. Sistem pendidikan Spartan misalnya. Sebagai bekal dalam menciptakan iklim belajar yang menunjang. faktor ekstern) yang mempengaruhi penciptaan iklim belajar yang . Tugas manajemen kelas adalah menyiapkan kondisi kelas dan sekolah agar tercipta kenyamanan dan suasana belajar yang efektif. John Dewey. Menurut Tyler proses pembelajaran terjadi melalui pengalaman yang diperoleh siswa dari lingkungan tempat siswa berada. fasilitas fisik. menyiapkan kehidupan anak-anak dengan mengirimnya ke hutan dengan tujuan agar anak belajar mempertahankan dirinya Demikian juga yang dilakukan oleh Mende dan Temme dari Sierra Leone menjalankan sekolahnya di udara terbuka di hutan. kondisi organisasional) dan faktor-faktor (faktor intern. salah satu faktor penting dalam pembelajaran adalah kondisi atau suasana belajar. Olch karena itu. Bab ini secara berturut-turut akan membahas berbagai macam kondisi (kondisi fisik. sekolah dan kelas perIu dikelola secara baik pula. Dalam penciptaan iklim belajar yang menunjang guru dihadapkan kepada beberapa faktor yang dapat menjadi kendala atau pendukung terciptanya kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar.BAB IV PENGATURAN KONDISI DAN PENCIPTAAN IKLIM BELAJAR YANG MENUNJANG Latar Belakang Telah disadari banwa kondisi atau suasana berpengaruh terhadap pembelajaran. guru harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar. dan Tyler menggaris bawahi pentingnya kondisi atau lingkungan terhadap pendidikan anak. Oleh karena itu.

g. Membuat denah kemungkinan-kemungkinan pengaturan tempat duduk Slswa. Mengemukakan kemungkinan tipe kepemimpinan guru dalam mewarnai suasana kondisi sosio-emosional. Kondisi Fisik Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. serta dapat mengemukakan kekuatan dan kelemahan masing-masing formasi tempat duduk tersebut. Kesemuanya itu perlu difahami oleh para guru agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. b. Menjelaskan alas an bahwa kegiatan rutin walaupun sudah merupakafl kegiatan yang senng dilaksanakan perlu diatur dan dikomunikasikan kepada semua pihak. Howard. Menunjukkan sikap dan suasana guru yang mendukung suasana belajar yang optimal. 1. f. d. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. serta cara mengajar yang efektif. Menjelaskan maksud dan alasan bahwa raport itu penting bagi terciptanya iklim belajar yang optimal. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat akan mendukung meningkatnya intensitas pembelajaran siswa dan mempunyal pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Menjelaskan faktor-faktor intern dan ekstern yang mempengaruhi belajar. Menjelaskan alasan bahwa kondisi sosio-emosional berpengaruh pada proses belajar. j. Kondisi dan Situasi Belajar-Mengajar a. e. h. i. Menjelaskan makna mengajar menurut Alwin W. c. Anda diharapkan dapat : a.menunjang. Guru harus dapat menciptakan lingkungan kelas yang membantu perkembangan . Menjelaskan alasan bahwa kondisi fisik tempat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Menjelaskan enam prinsip mengajar yang efektif.

sehingga tidak saling mengganggu satu sarna lainnya pada saat terjadi aktivitas pembelajaran. Melalui teknik motivasi yang akurat. peraturan yang berlaku. tidak berdesak-desakkan. ruang laboratorium. pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan yang dapat secara tidak langsung memberi daya terapi bagi anak-anak pelanggar disiplin. gambar tokoh sejarah. Kondisi dan lingkungan yang perlu menjadi perhatian dan kepedulian dalam menunjang terciptanya pembelajaran seperti berikut ini. dan perilakuperilaku yang sebaiknya dilaksanakan. komunikasi pandangan dan pendengaran Cukup cahaya dan sirkulasi udara Pengaturan perabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa Daun jendela tidak mengganggu lalu lintas Ruang laboratorium Sekolah dasar yang memiliki ruang laboratorium. . Misalnya pernyataan-pernyataan yang baik. guru dapat memberikan kontribusi iklim kelas yang sehat. dan ruang auditorium (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Kondisi dan lingkungan hendaknya menjadi perhatian dan kepedulian guru agar siswa dapat belajar secara optimal. 1996:45). (2) jumlah siswa yang melakukan kegiatan (kegiatan bersama secara kiasikal at au kegiatan dalam kelompok kecil). anjurananjuran. Ruang Kelas Ruang kelas harus diusahakan memenuhi syarat berikut: a) b) c) d) e) Ukuran ruang kelas 8m x 7m Dapat memeberikan keleluasaan gerak. Ruang belajar yang merupakan temp at siswa dan guru melaksanakan kegiatan belajar-mengajar meliputi ruang kelas.pendidikan peserta didik. Jika ruangan tersebut mempergunakan hiasan. 1) Ruangan tempat berlangsungnya pembelajaran Ruangan tempat belajar harus memungkinkan para peserta didik dapat bergerak leluasa. Besarnya ruangan kelas sangat tergantung pacta berbagai hal antara lain : (1) jenis kegiatan (kegiatan pertemuan tatap muka klasikal dalam kelas atau bekerja di ruang praktikum). agar berfungsi sebagai tempat praktik.

maka ruang tersebut harus diatur dengan baik dan dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) g) Panggung pertunjukkan Ruang pakaian pria/wanita secara terpisah Kamar mandi/WC pria/wanita secara terpisah Lantai harus datar dan tidak licin Dinding ruang aula dilapisi oleh lapisan peredam suara supaya suara tidak bergema Bak pasir Matras 2. Beberapa kemungkinan pehgaturan tempat duduk seperti di bawah ini. sedangkan siswa yang pendek dud uk di depan. a. Dengan posisi seperti itu. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran pengaturan proses pembelajaran. Siswa yang tinggi duduk di belakang.maka ruang tersebut harus ditata dengan syaratsyarat sebagai berikut: a) b) c) d) e) hari f) g) Lantai tidak licin dan dinding sebaiknya berwarna putih Bahan yang mcmbahayakan hams disimpan pada tempal yang aman. Pengaturan tempat duduk Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka. mudah dimanfaatkan Fasilitas air dan penerangan cukup tersedia Air limbah dari saluran ruang laboralorium lidak mencemafl lingkungan sekitarnya Tersedia lemari penyimpanan untuk bahan dan alat yang tidak digunakan schari- Ruang aula/serbaguna Bagi sckolah yang memiliki ruang aula. agar bcrfungsi sebagai tempat pcmbelajaran. Pada umumnya tempat duduk siswa diatur menurut tinggi pendeknya siswa. Pola berderet atau berbaris-berjajar Pengaturan tempat duduk seperti ini adalah pengaturan tempat duduk paling populer. guru sekaligus dapat mengontrol tingkah laku peserta didik. Pada situasi . clan berfungsi juga sebagai tcmpat diskusi. Tata letak perabot mudah diatur sesuai dengan keperluan pada setiap saat Diatur sedemikian rupa sehingga mudah bergerak dan.

Kepernirnpinan dan kerja sarna rnerupakan dua unsur yang penting dari hubungan kelas. atau jika banyak yang berbuat gaduh. Namun dernikian. Akhirnya siswa menjadi terlalu tergantung. Posisi guru rnernbuat dirinya rnempunyai otoritas rnutlak dan rnemberikan pengaruh langsung yang besar kepada siswa. Bila tujuan pernbelajaran atau guru rnenghendaki para siswa mengerjakan secara berke1ompok atau memecahkan masalah secara bersama-sama. b. Hal yang perlu diperhatikan dalam pola pengaturan tempat duduk berkelompok adalah bahwa setiap kelompok harus ada seorang pemimpinnya. dan komunikasi antar siswa rnenjadi terbatas.duduk seperti ini yaitu rnengurangi keleluasaan belajar siswa.tertentu misalnya. jika ada siswa yang tidak dapat melihat jarak jauh atau pendengarannya kurang. Pola ini rnernudahkan siswa untuk bekerja sarna dan saling rnenolong satu sarna lain sebagai ternan sebaya. Pola semacam ini dapat dipakai jika pelajaran banyak memerlukan diskusi antar siswa atau dengan guru. siswa tersebut didudukkan di deretan paling depan tanpa menghiraukan tinggi badannya. c. sebagai akibat dari pengaturan temp at duduk seperti ini. namun . Pola formasi tapal kuda Pola ini menempatkan posisi guru berada ditengah-tengah para siswanya. Tipe pengaturan tempat duduk seperti tampaknya sangat cocok untuk pengajaran formal. Sernua siswa duduk dalarn deretan lurus dengan siswa yang tertinggi duduk di belakang yang pendek duduk di depan. Dalam situasi ini otoritas guru berperan dalam posisi terdesentralisasi. tidak ada kegiatan kelornpok kerja yang dapat dilakukan. terdapat kelernahan-kelernahan dari pengaturan tempat . Sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan untuk memimpin. Guru hanya memberi bimbingan kepada siswa. Pola susunan berkelornpok Pola ini rnengatur tempat duduk siswa secara berkelompok. Posisi guru dalam pengaturan tempat seperti terpisah dari ke1ompok. Ternpat duduk seperti ini juga rnemudahkan siswa at au guru bergerak dari deretan satu ke deretan yang lain. maka susunan pengaturan tempat duduk berkelompok ini akan lebih tepat. Cara ini mernungkinkan siswa dapat berkornunikasi dengan rnudah satu sarna lain dan dapat berpindah dari satu kelornpok ke kelornpok lainnya secara bebas. Namun sebaiknya pemimpin kelompok diatur secara bergiliran.

kegiatan atau alat itu dapat diletakkan ditenggah-tengah sehingga mudah dilihat dan dikomentari oleh semua siswa. . maupun pada buku bacaan. baik tulisan di papan tulis. Cahaya harus datang dari sebelah kiri. apa yang dilakukan para siswa diberbagai lokasi tempat mereka berada. Bila ada yang harus direkarn atau dicatat rnaka bentuk ini adalah sangat tepat. Kapur tulis yang dipergunakan sebaiknya kapur yang bebas dari abu dan selalu bersih. Oleh karena itu. dimana saja dapat belajar denganbaik. Berbeda dengan pola tapaf kuda. d. Seandainya ada suatu kegiatan atau alat yang harus ditunjukkan atau diperagakan.tetap kelompok dalam pengawasan guru. Dengan demikian perlu ada tempat-tempat khusus. Dalam hal ini. pada papan bulletin. Kemungkinan dari pola-pola pengaturan tempat duduk tersebut di atas ada pola lain yang tidak membatasi ruang gerak baik secara individual rnaupun secara kelornpok. cukup terang akan tetapi tidak menyilaukan. Ventilasi dan pengaturan cahaya Suhu. ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit rnengaturnya kerena sudah tersedia) adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyarnan. ventilasi harus cukup menjarnin kesehatan siswa. tanpa banyak membuang waktu pengaturan seperti ini dapat diubah menjadi pola berkelompok atau formasi kelompok keci!. sehingga semua siswa dalam kelas dapat menghirup udara segar yang cukup mengandung 02. otoritas guru sarna sekali tidak terpusat dan kepernirnpinan formal tidak berperan sarna sekali. Demikian pula. Siswa harus dapat melihat tulisan dengan jelas. di perpustakaan. begitu juga sebaliknya. 3. atau di ruang praktikum. ada siswa yang harus belajar di ruang baca. Hakikatnya dalarn pola lingkaran at au persegi biasanya tidak ada pernirnpin kelornpok. Pola lingkaran atau persegi Pola pengaturan tempat duduk lingkaran atau persegi baik juga untuk mengajar yang disajikan dengan metode diskusi. yang penting adalah guru dapat melihat apa yang terjadi. udara sehat dengan ventilasi yang baik. lendela harus cukup besar sehingga mernungkinkan cahaya matahari mas uk. Hal ini dapat terjadi rnisalnya. dimana siswa dengan siapa saja. Pengaturan formasi tapal kuda memberi kemudahan kepada para siswa untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi.

Kebiasaan meninggalkan mangan kelas yang kotor adalah hal yang tidak baik. Oleh karena itu. tipe kepemimpinan guru atau administrator akan mewarnai suasana . kursi. menyiapkan kapur tulis. hendaklah diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tcrsebut segera dapat dipergunakan. pengaturan tempat duduk. P3K. pedoman kurikulum. seperti alat pemadam kebakaran. tempat untuk menyimpan peralatan hams selalu rapih dan bersih. rak buku. Tentu saja masalah pemeliharaan barang-barang tcrscbut sangat penting dan secara periodek harus dicek dan reeek. dan sebagainya. Tipe kepemimpinan Peranan guru. Kondisi Sosio-Emosional Kondisi sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar. Barangbarang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan diruang kelas seperti buku pelajaran. 1. Alat pengaman harus selalu terscdia. mengganti taplak meja. papan tulis. Cara pengambilan barang dari temp at khusus. dan sebagainya. dan tidak hanya milik guru. dari yang sederhana sampai kepada yang ideal yang meliputi pengaturan ruang tempat berlangsungnya pembelajaran. b. Berkaitan dengan kondisi fisik. guru seyogianya membuat peraturan yang mengatur kelompok kerja yang membersihkan mangan. dan sebagainya. kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran. dan sebagainya. penyimpanan. dan sebagainya. Pengaturan penyimpanan barang-barang Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan kegiatan belajar. dan pengaturan penyimpanan peralatan dapat diperhatikan gambar-gambar berikut ini.4. kartu pribadi. pengamanan terhadap barang yang mudah meledak atau terbakar. meja. Ruangan kelas. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi hal-hal berikut ini. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengamanan barang-barang tcrsebut dari pencurian. Hal lain yang perlu diperhatikan juga dalam penciptaan lingkungan adalah kebersihan dan kerapihan. Guru hams membagi dan membuat tanggung jawab pengaturan kondisi fisik itu menjadi miliki siswa di kelas tersebut. hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa. Siswa harus turut aktif dalam membuat keputusan mengenai tata mang. dekorasi.

Kedua sikap siswa yaitu apatis dan agresif ini dapat merupakan sumber problema manajemen. ia tidak menekankan kepada daya ingat terhadap apa yang dikatakan. 1990). Dalam kepemimpinan tipe ini malahan biasanya aktivitas siswa lebih produktif kalau gurunya tidak ada. Dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar ·yang optimal. Akan tetapi kelompok siswa semacam ini biasanya tidak cukup banyak. pembimbing. Aktivitas proses belajar mengajar sangat tergantung pada guru dan menuntut sangat banyak perhatian dari guru. Tipe kepemimpinan guru yang lebih menekankan kepada sikap dcmokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling memahami dan saling mempercayai. Ia tidak membiarkan dan mengijinkan siswa bolos .emosional di dalam kelas. guru harus menempatkan diri sebagai: model. Kalau ada guru. Dengan tipe kepemimpinan yang otoriter siswa hanya akan aktif kalau ada guru dan kalau guru tidak mengawasi maka semua aktivitas.enunggu pengarahan. siswa 1ebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya ingin diperhatikan. Guru sebagai pengembang adalah guru yang akhli dalam melaksanakan tugas dengan format yang benar dan tepat. Dalam kondisi semacam ini biasanya problema manajemen kelas bisa diperkecil sesedikit mungkin. penuh kemauan. Guru sebagai model adalah guru yang tidak menuntut banyak disiplin kaku melainkan sebagai model. Tetapi di pihak lain juga akan menumbuhkan sikap yang agresif. dan fasilitator (Centra. Tipe ini biasanya lebih cocok bagi siswa yang "innerdirected" dimana siswa tersebut aktif. perencana. baik yang sifatnya individual maupun kelompok kelas sebagai keseluruhan. melainkan menginginkan siswa menemukan ide atau gagasan baru pada akhir pembelajaran. pengembang. ia mengharapkan dengan pemodelan yang ditampilkan dapat memberi pengalaman dan keantusiasan belajar siswa. Tipe kepemimpinan yang lebih berat pada otoriter akan menghasilkan sikap siswa yang submissive atau apatis. Siswa akan belajar secara produktif baik pada saat diawasi guru maupun tanpa diawasi guru. Tipe kepemimpinan yang cenderung pada laizer-faire biasanya tidak produktif walaupun ada pemimpin. Sikap ini dapat membantu menciptakan iklim yang menguntungkan bagi terciptanya kondisi belajar mengajar optimal. berinisiatif dan tidak selalu m. menjadi menurun.

Ia menganggap bahwa para siswa belajar kepadanya karena ingin mempelajari sebanyak mungkin apa yang diketahui guru. Guru sebagai perencana adalah guru yang akhli dalam bidangnya. Ia kurang menyenangi apabila ada siswa yang mendapat kesulitan belajar. Ia mengharapkan ada interaksi belajar antara diri dan siswanya.atau mal as tanpa alasan yang sah. . Guru sebagai fasilitator adalah guru yang menyadari bahwa pekerjaannya merespon tujuan para siswa sekalipun tujuan itu bervariasi. Ia mengajar karena mengetahui adanya perkembangan pribadi masing-masing individu. Ia suka mengadakan penilaian terhadap segala bidang yang dikerjakan para siswa. Guru sebagai pembimbing adalah guru yang salingmembelajarkan an tara dirinya dengan sesama dan siswanya. Ia menginginkan siswa dapat belajar dan mencapai tujuan sesual harapannya. Ia banyak mendengar dan bertanya kepada Siswa. yang mengatur kelas sebagai tata ruang belajar. Ia memiliki pengetahuan dan wawasan luas. yang mengembangkan suasana saling percaya dan keterbukaan. Ia suka mawas diri pada saat mengajar. Ia mengajar dalam sistem sosial yang dinamis.

Gambar 20 : Guru sebagai model    pemberi keseimbangan pemberi pengalaman pemberi gagasan baru dari pemodelan .

Gambar 21 : Guru sebagai pengembang * bekerja sesuai format yang tepat dan benar * tidak senang me!ihat siswa bolos atau malas * pengembang segaia bidang .

Gambar 22 Guru sebagai percncana  ahli dalam bidangnya  mengatur tata ruang sebagai temp at belajar yang menyenangkan  mengharap siswa dapat belajar banyak dari padanya 4) .

Gamhar 23 Guru scbagai pembimbing  Yang saling mcmbclajarkan  Yang mcngajar dalam sistem sosial yang dinamis  Yang mcngembangkan Sllasana sal ing pcrcaya dan terbuka  Yang mengetahui perkembangan individu .

6) 5) 7) Gambar 24 Guru sebagai fasilitator Gambar 24 : Guru sebagai fasilitator • • • yang merespon Slswa yang suka mendengar dan bcrtanya kepada Slswa yang menginginkan siswa belajar mencapai tujuan sesuai harapan Slswa .

dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci. sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Terimalah siswa dengan hangar. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya .2) Sikap guru Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar. Berlakulah adil daJam bertindak. bencilah tingkah lakunya siswa dan bukan membenci siswanya itu sendiri. Gambar 25 Sikap guru yang hangat dan mau mendengar harapan siswa adalah sangat bijaksana .

juga akan membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. dan sebagainya. bersikap optimistik. Dengan terciptanya huhungan baik guru-siswa. realistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya. diharapkan siswa senantiasa gembira. walaupun bukan faktor yang besar.3) Suara guru Suara guru. Keadaan seperti itu. melakukan percobaan sendiri. Mereka akan lebih berani mcngajukan pertanyaan. 8) Pemhinaan hubungan baik Pcmhinaan hubungan haik (report) antara guru dan siswa dalam masalah manajcmcn kclas aclalah hal yang sangat penting. Suara yang relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran. . Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi at au demikian rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa secara jelas dari jarak yang agak jauh akan mengakibatkan suasana gaduh. Tekanan suara hendaknya bervariasi sehingga tidak membosankan siswa yang mendengarnya. Hal yang penting dari itu semuanya adalah proses pembelajaran akan semakin terarah. penuh gairah clan semangat. turut mempunyal pengaruh dalam belajar.

9) Gambar 26 : Sikap guru – siswa yang menjalin persahabatan .

Kegiatan rutinitas tcrsebut antara lain: l) Pergantian pelajaran Untuk beberapa pelajaran mungkin ada baiknya siswa tetap berada dalam satu ruangan dan guru yang datang ke ruangan tersebut. Tetapi untuk pelajaran-pelajaran tcrtcntu. siswa diharuskan pindah ruangan. ada tenggang waktu bagi siswa untuk berpindah ruang. dan sejenisnya. Siswa berkewajiban membereskan ruangan dan alat perlengkapan yang telah dipakai setelah pelajaran usai. olahraga.Gambar 27 : Sikap/ hubungan guru yang mengembangkan persahabatan dengan siswa dari guru kelas lain c. Misalnya. Di samping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku secara teratur pcnuh disiplin pada scmua kegiatan yang bersifat rutin itu. Kondisi . menggambar. akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Hal rutin semacam ini hendaknya diatur secara tertib. 2) Guru berhalangan hadir Jika suatu saat seorang guru berhalangan hadir oleh satu atau lain sebab. Perpindahan siswa dari satu ruang ke ruang lain dipimpin oleh ketua siswa. Kemudian guru piket mengaIl1bil inisiatif untuk mengatasi . Misalnya siswa disuruh tetap berada dalam kelas dengan tenang untuk menunggu guru pengganti selama waktu tertentu. Organisasional Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun pada tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah manajemen kelas. I)Jaka siswa hams sudah tahu cara mengatasinya. Kegiatan ini dipimpin oleh petugas piket dengan pengawasan guru. Bila setelah waktu yang ditentukan guru pengganti juga belumdatang. Ruanganruangan diberi tanda dengan jelas. seperti bekerja di laboratorium. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka. ketua siswa diwajibkan lapor kepada guru piket. kesenian.

misalnya kamping. prosedur tersebut yang sama dapat ditempuh. . 5) Kegiatan lain Kegiatan lain yang merupakan kegiatan rutin kelas atau sekolah an tara lain adalah: a) Menanyakan keschatan dan kehadiran siswa. ketua siswa dapat melapor kepada wali kelas untuk bersamasama memecahkan dan mengatasi masalah tersebut. Sehingga semua sivitas tahu persis jadwal upacara. 3) Masalah antar Slswa Jika terjadi masalah antar siswa yang tidak dapat diselesaikan antar mereka. Hila pemecahannya belum tuntas diselesaikan. atur aeara upacara. Di bawah ini akan dikemukakan contoh atur acara upacara bendera yang sering dilakukan di sekolah dasar. b) Prosedur penyampaian informasi dari sekolah kepada guru dan siswa. 4} Upacara bendera Jadwal dan pengaturan upacara bendera harus sudah ditentukan. Mungkin juga Kepala Sekolah yang bertugas mengisi kekosongan itu sebelum guru kelas tersebut hadir. Pengaturan itu meliputi giliran yang bertugas baik dari pihak guru maupun dari pihak siswa. pentas seni. Demikian pula kalau ada usul kegiatan dari siswa. pengumuman sekolah. kunjungan ke sekolah lain. ketua siswa bersama wali kelas atau juga mungkin OSIS dapat menghadap pimpinan sekolah untuk mendapatkan petunjukkebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. dan siapa yang harus menjadi pembina upacara yang sekaligus memberi nasi hat atau pengarahan pada upacara tersebut.kekosongan guru tersebut. pakaian yang harus dikenakan.

hari libur. Kegiatan itu semua harus sudah diatur secara jelas. tidak kaku dan harus cukup fleksibel tertuang dalam jadwal kegiatan sekolah d. Tempat baca Tempat baca yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa pada waktu istirahat atau pada waktu luang. ikut menanggulangi bencana alam. Kondisi Administrasi Teknik Kondisi administrasi teknik akan turut mempengaruhi manaJemen pembelajaran. 3. Tempat sampah Tempat sampah hendaknya tersedia pada temp at khusus sehingga siswa didorong untuk . Begitu juga tempat bermain dan alat bermain yang mengandung nilai edukatif akan sangat membantu mengatasi masalah manajemen kelas. pekan seni dan olah raga. Ke dalam kondisi administrasi teknik ini termasuk: 1. Ruang bimbingan siswa Ruang khusus. wali kelas atau guru pembimbing di sekolah. 2.d) Pcnyampaian peraturan sekolah yang baru. Daftar presensi Daftar presensi siswa dan guru hendaknya dikelola sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar yang sedang berlangsung. 4. kematian anggota sivitas. hendaknya tersedia yang dapat digunakan untuk keperluan bimbingan siswa yang dilakukan oleh guru. Hendaknya diadakan pengecekan secara periodik terhadap daftar presensi ini. e) Kegiatan yang bersifat rekreasi dan sosial seperti pesta sekolah. hendaknya tersedia.

Untuk mengisi catatan pribadi siswa guru dapat mempergunakan sumber dengan observasi langsung dad anak. catatan anekdotal dan sebagainya. Selain itu di sekolah. kesehatan fisik. Dengan catatan pribadi siswa. dan menggunakan tinta hitam. dan sebagainya. kecepatan membaca. INGAT . hendaknya juga tersedia petunjuk-petunjuk tentang penggunaan perpustakaan. sikap sosial.membiasakan diri hidup teratur. 5. Isi catatan pribadi siswa dapat meliputi kehadiran. bersih. c) Sebagai alat bantu bagi orang tua men genal putra-putrinya secara lebih baik. teman-temannya. bertanya kepada orang tua.Contoh format catatan pribadi siswa dapat disimak pada lampiran. b) Sebagai suatu sarana untuk memahamisiswa dengan latar belakang kehidupannya secara lebih baik. WC sekolah. baik dalam rangka pencegahan maupun dalam rangka mengatasi tingkah laku yang sudah terlanjur. catatan akademis seperti hasil tes bakat. menarik. Selain itu catatan pribadi dapat berfungsi: a) Secara umum sebagai alat ccking terhadap efektivitas program sekolah baik bagi siswa secara individual maupun bagi siswa secara keseluruhan. Catatan pribadi siswa Catatan pribadi siswa mempunyai peranan penting dalam hubungannya dengan manajemen kelas. d) Sebagai alat bantu bagi siswa itu sendiri dalam memahami dirinya sendiri. guru akan mengenal siswa secara lebih lengkap termasuk latar belakang kehidupannya. Bentuk catatan pribadi siswa hendaknya baik. dan alat-alat pengaman yang tersedia.

1. Keterbatasan dan Masa1ah 1. ruang. Manajemen kelas yang memadai akan memberi kebebasan dan menunjang tumbuhnya aktivitas dan kreativitas pembelajaran. Banyak guru memandang bahwa manajemen ke1as ada1ah masa1ah kurang penting dalam perencanaan 2. Peraturan dan pengaturan manajemen kelas boleh jadi meluas sehingga guru menghabiskan banyak waktu hanya kepada masalahmenajemen kelas dari pada mengembangkan substansi belajar 4. perpustakaan) sulit dirubah dan terbatas. lemari. 2. Manajemen kelas yang memadai akan memberi kebebasan kepada guru dan peserta didik melakukan aktivitas belajar ecara efisien 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya. ventilasi. yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Kondisi dan fasilitas di sekolah dasar (gedung. Kelas yang nyaman adalah jiwa dari kelas/sekolah 2. kursi. Keteraturan dan pengaturan suasana kelas yang baik akan menumbuhkan kegairahan belajar peserta didik 4. tetapi dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. meja. Faktor intern adalah faktor yang . Manajemen kelas boleh jadi merupakan kegiatan yang rutin bersifat kemanusiaan dari suatu kurikulum sehingga identitas dari pribadi peserta didik akan hilang 3.

perhatian. Hal . Dalam situasi yang sarna. a. hal itu akan mempengaruhi belajar. scdangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. minat. Siswa yang cacat. Faktor psikologis Sekurang-kurangnya ada tuj. Intelegensi Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. faktor psikologis. Demikian juga apabila siswa cacat tubuh. siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi belum tentu berhasil dalam belajarnya. kurang bersemangat. 2.uh faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar. kurang darah ataupun ada gangguan/kelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya. motif. bakat. a. Faktor-faktor itu adalah: intelegensi. Kendatipun begitu. dan faktor kelelahan. 1. belajarnya akan terganggu. dan kelelahan. Faktor intern Faktor ini meliputi faktor jasmaniah.ada dalam diri individu yang sedang belajar. Jika hal itu terjadi hendaknya siswa tersebut belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan dengan memberi alat bantu agar dia dapat menghindari atau mengurangi kecacatannya. kematangan. mudah pusing. Selain itu juga ia akan cepat lelah. Faktor jasmaniah Proses belajar seorang siswa akan terganggu jika kesehatan Slswa tersebut terganggu. siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. dan ngantuk jika badannya lemah.

berkualitas. . Agar tumbuh perhatian sehingga siswa dapat belajar dengan baik. Caranya antara lain ialah dengan mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi at au bakatnya. dan mengkaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita siswa. Minat Minat besar pengaruhnya terhadap belajar anak. mengemukakan manfaat bagi anak baik dengan pelajaran yang sedang dibicarakan maupun dengan bahan yang akan datang. siswa tidak dapat belajar dengan sebaik-baiknya. mengembangkan metode pembelajaran. Siswa yang memiliki tingkat intelegensi normal dapat berhasil dengan baik dalam belajarnya jika kondisi yang diciptakan mendukung terjadinya pembelajaran yang efisien dan efektif. Cara tersebut antara lain ialah dengan menvariasikan media pembelajaran. b) Perhatian Untuk menjamin hasil belajar yang baik siswa hams mempunyai perhatian yang penuh terhadap bahan yang dipelajarinya. dan manfaat kelak dimasyarakat.ini disebabkan belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak faktor yang mempengaruhinya. menjelaskan hal-hal yang manarik dan berguna bagi kehidupan siswa. aktual dan mengkaitkan bahan tersebut dengan pelajaran yang lalu. bahan pelajaran harus diusahakan selalu menarik perhatian. Minat dapat ditumbuhkan dengan berbagai cara. c. Bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa. Jika ada siswa kurang atau tidak berminat terhadap belajar perlu diusahakan cara membangkitkan minat tersebut.

Siswa yang memiliki bakat ibarat bagian golok yang runcing. merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan serta menunjang belajar. e. Jika bahan pembelajaran yang dipelajari oleh siswa yang berbakat maka pelajaran itu akan cepat dikuasai. Guru harus bersabar dan telaten melayani mereka. Dengan mengetahui latar belakang at au motif siswa belajar. Dalam hal ini guru tidak bersusah payah menjelaskan berkali-kali. yaitu dengan sering dan berulang kali menjelaskan bahan tersebut. Kematangan belum berarti siswa dapat me1aksanakan kegiatan secara terus menerus. f. maka guru dapat mengajak para siswa untuk berpikir dan memusatkan perhatian.d. Lain halnya terhadap siswa yang kurang berbakat. ada bagian yang runcmg dan ada bagian yang tumpul (bagian punggung golok). sehingga hasil belajarnya pun akan lebih baik. Kondisi atau cara itu antara . Motif Dalam proses belajar mengajar guru harus memperhatikan motif belajar siswa atau faktor-faktor yang mendorong belajar slswa. Kematangan Kematangan merupakan tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang. Agar kematangan yang ada pada diri siswa dapat dikerr.bangkan perlu diciptakan suatu kondisi yang memungkinkan kematangan tersebut dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh anggota-anggota tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Dengan seringnya menjelaskan bahan akhirnya siswa tadi diharapkan dapat menguasaibahan yang diajarkan. Bakat Peserta didik bagaikan sebuah golok.

1. sikap dan pehatian orang tua . g. olah raga secara teratur agar kondisi badan tetap segar. faktor sekolah. guru harus memberikan pengertian kepada para siswa untuk berusaha menghindari trjadinya kelelahan dalam belajarnya. pemberian tugas yang bertingkat dan berkesinambungan dari sederhana ke kompleks. mengusahakan variasi dalam belajar. Oleh karena itu. 3} Faktor Kelelahan Kelelahan baik jasmani ataupun rokhani dapat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. keadaan ekonomi keluarga. Misalnya. Kesiapan Kesiapan erat kaitannya dengan kematangan. Faktor keluarga Para siswa yang sedang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: a. Relasi/hubungan antara anggota keluarga. Kesiapan ini perlu diperhatikan oleh guru dalam proses belajar. Suasana rumah. Faktor Ekstern Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan ke dalam faktor keluarga.lain ialah dengan pemberian latihan yang terus menerus dan konsisten. d. para siswa diberi penjelasan agar mereka mengusahakan tidur dan istirahat yang eukup dan teratur. Pembelajaran yang diikuti oleh para pcscrta didik yang memiliki kcsiapan tinggi akan terjadi proses pembelajaran yang optimal dan hasil belajarnya pun akan lebih baik. Siswa dikatakan sudah memiliki kearsipan apabila pada dirinya ada kesediaan untuk memberi rcspon atau bereaksi. c. dan faktor masyarakat. b. e. Cara orang tua mendidik.

f. e. g. tugas sekolah. yang pada akhirnya akan mempengaruhi terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. 2. Mengajar yang efektif Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. metode belajar siswa j. 3. Pengaruh tersebut terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. Faktor masyarakat Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap perkembangan pribcidi siswa. sarana dan prasarana sekolah. Kurikulum c. hubungan guru dengan para siswa. peralatan/media pelajaran. hubungan siswa dengan siswa. Metode mengajar b. 3. disiplin sekolah f. waktu sekolah. Faktor sekolah Faktor sekolah mempengaruhi belajar meliputi hal-hal yang berkaitan dengan: a. d. Latar belakang kebudayaan orang tua. Faktor masyarakat ini banyak berkaitan dengan: a) kegiatan siswa dalam masyarakat b) mass media yang beredar/ada dalam masyarakat c) pengaruh ternan bergaul d) poia hidup masyarakat. i. h. . Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula.

bereksplorasi.. dapat ditiru dan dapat dilaksanakan dengan teratur. bersifat sederhana dan pengalaman itu dapat ditiru untuk diulangi. dan daya penentu. justru karena tujuan itu sendiri. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar. Situasi problematis yang mencakup tugas untuk belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan siswa menjadi peserta yang aktif. Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar. tugas tersebut harus dapat memberikan dorongan seiuas-Iuasnya untuk bereksperimentasi. Konteks Belajar. Tugas tersebut dapat juga mengarah kepada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer dari dan ke pihak lain. Ciri-ciri konteks yang baik adalah: 1) kuat 2) terdiri dari pengalaman yang aktual dan konkret dapat membuat pelajar menjadi lawan berinteraksi secara dinamis dan 3) pengalaman konkret yang dinamis merupakan alat untilk menyusun pengertian. . yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka'-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai. Selain itu. Hendaknya tugas itu dinyatakan dalam kerangka suatu konteks yang sifatnya konkret. sebagian besar tergantung pada konteks be1ajar itu sendiri . Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: a. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar.Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif.

c. seperti uraian berikut ini. akan tirnbul organisasi belajar yang tepat. Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penernuan Fokus yang baik harus rnenirnbulkan suatu pertanyaan yang perlu dijawab.b. Seorang guru yang baik akan selalu berusaha rnengajak siswa belajar rnelalui penernuan dan pernecahan soal atau masalah. Sosialisasi . Fokus Proses pembelajaran perlu diorganisasikan dengan bahan be1ajar. Jadi fokus belajar mengajar yang baik harus mampu memobilisasi keinginan belajar.. Dengan dernikian. suatu soal yang perlu dipecahkan. Memberi bentuk dan uniformitas pada belajar Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman). sedangkan fokus merumuskan dan mengarahkan tujuan. harus dipilih fokus yang memiliki ciri-ciri yang baik. Keseragaman artinya terdapat koordinasi intern dari relasi-relasi yang terdapat dalam unit pelajaran itu. suatu pengertian yang harus dipaharni dan digunakan. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif. sehingga mutu pembelajaran lebih meningkat. yang rnernungkinkan terjadi proses penangkapan pengertian. at au terdapat strukturalisasi sehingga dapat menirnbulkan fokus yang wajar. Pengajaran akan berhasil dengan menggunakan fokalisasi. 1) Memobilisasi tujuan Untuk mendapatkan hasil yang optimal. 2. Konteks bermaksud membangkitkan tujuan. 4. rnelihat eksplorasi dan penernuan. pengajaran harus dapat membangkitkan keinginan untuk belajar. Di samping itu pembelajaran yang penuh makna dan dektit harus diorganisasikan di sekitar suatu fokus.

Tidak mungkin unit pelajaran yang satu tepisah dengan unit-unit lain. BeIajar dengan penuh makna harus dilaksanakan sesuai dengan bakat dan kesanggupan serta dengan tujuan siswa sendiri. lndividu yang satu bebeda dengan individu yang lain. Kondisi sosial pada suatu kelas banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di kelas itu. saran. Belajar memang harus merupakan persoalan individual. Mereka bertanggung jawab bersama dalam proses pepemecahan masalah. guru juga harus mempertimbangkan efektivitas dari serangkaian pelajaran yang disusun secara tepat menurut waktu atau urutannya. dan dengan prosedur eksperimental yang berlaku. dan individualisasi. Namun demikian. diskusi dan sebagainya. lndividualisasi Dalam mengorganisasi belajar mengajar guru memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan sebaikbaiknya. dan komentar mendorong siswa untuk berpikir lebih lanjut dan berusaha memperbaiki kekurangannya. tetapi sejauh mana pcrbcclaan cara bclajar itu dari yang dilakukan olch individu lain. hal ini perlu dikctahui. fokalisasi. Timbulnya pertanyaan. Mutu makna dan efektivitas belajar sebagian besar tergantung pada kerangka sosial tempat belajar itu sangatlah berlaku. organisasi rangkaian atau urutan dari belajar . d. Bila hendak mencapai belajar yang otentik. Urutan Belajar sebagai gejala tersendiri dan pada mengorganisasikannya dengan tetap berdasarkan prinsip konteks. sosialisasi. Untuk mencari garis yang memisahkan belajar yang tersendiri dari rangkaian proses belajar adalah merupakan suatu abstraksi.Dalam proses belajar siswa melatih bekerja sarna dalarn kerja kelornpok. Atau beberapa unit terpisah dari keseluruhan pelajaran itu. Di sini berlaku prinsip pengajaran sosialisasi. e.

umpan balik. Evaluasi merupakan bagian mutlak dari pengajaran sebagai unsur intergral di dalam organisasi belajar yang wajar. serta mendapatkan hasil terbaik dan otentik. Evaluasi tidak mungkin dipisahkan dari belajar maka evaluasi harus diberikan secara wajar agar tidak merugikan. Pembelajaran adalah suatu proses. Prinsip-prinsip yang praktis tersehut saling berkaitan dan tidak dapat salah satunya diabaikan. latihan. Orientasi adalah kegiatan memberi penjelasan tentang materi/ilmu. juga untuk mencapai efektivitas maksimal. Usaha belajar yang efektif dan suses ditambah oleh evaluasi yang bermutu dan diskriminatif akan mengenai pada semua aspek belajar. f. dan dapat juga membawa siswa pad-a taraf belajar lebih baik. untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang melekat pada proses belajar itu. Latihan adalah kegiatan memberi kesempatan berlatih menerapkan materi atau bahan. Evaluasi dapat pula digunakan untuk menilai metode mengajar yang digunakan dan untuk mendapatkan gambaran komperhensif tentang siswa sebagai perseorangan. Pembelajaran yang efektif tergantung pada prinsip-prinsip yang telah disebutkan di depan. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengorganisasikan proses belajar untuk mencapai taraf maksimal mengenai kemaknaan penuh.dengan penuh makna harus dengan sendirinya bermakna pula. 1989:3637). dan lanjutan (Gal' ferin dalam Tjipto Utomo. Pembelajaran efektif tergantung pada corak kemaknaan yang penuh dari belajar itu. Evaluasi Evaluasi dilaksanakan untuk meneliti hasil dan proses belajar siswa. Evaluasi sebagai suatu alat untuk mendapatkan cara-cara melaporkan hasilhasil pelajaran yang dicapai dan dapat memberi laporan tentang siswa kepada siswa itu sendiri serta kepada orang tuanya. Karena pembelajaran adalah suatu proses maka ia akan mencakup rangkaian empat tahap yaitu orientasi. Umpan balik adalah kegiatan memberi pengertian tentang hasil belajar yang telah dicapai .

Paul M & Hoover. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1991. Catatlah keadaan a. Entang dan T. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Pengelolaan Kelas. Jelaskan mengapa kondisi fisik temp at belajar berpengaruh penting terhadap hasil belajar? 2. Elementary Teaching Methods. Kenneth. Hollingsworth. Pengelolaan' Kelas di Sekolah Dasar. Laporkan hasil pengamatan Anda di depan kelas dengan dipandu oleh Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kelas. Simak komentar Dosen Anda terhadap laporan dan substansi isi dari hasil pengamatan Anda tersebut. Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen.dalam proses pernbelajaran.pertanyaan 1. Raka Joni. Lanjutan adalah kegiatan memberi kesempatan untuk rnelanjutkan kajian bahan berikutnya atau kajian bahan sebelumnya apabila berdasar umpan balik materi sebelumnya belurn dikuasai. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud. 5. Kondisi organisasional d. 1996. Gambarkan kemungkinan-kemungkinan pengaturan tempat duduk siswa. Pengelolaan Kelas. Kondisi administrasi teknik yang ada dan terjadi di Sekolah Dasar tersebut. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar. M. Seri Peningkatan Mutu 2. 1983. Kondisi fisik b. . Daftar Pustaka Depdikbud. 1983. Pertanyaan . Kondisi sosio-emosional c. 4. dan jelaskan kekuatan dan kelemahan masing-masing formasi temp at duduk tersebut? 3. ________ 1996.

. Strategies for Effective Teaching. Ornstein. 1990. Allan C.Boston : Allyn and Bacon. New York: Harper & Row Publisher Inc.

Pemelihlaraan disiplin dew as a ini pada dasarnya adalah bagaimana membantu anak mengembangkan disiplin dan menerima pusat pengendalian disiplin. para guru/sekolah perlu mencermati kepentingan/kebutuhan dalam memahami sumber-sumber pelanggaran disiplin. Disiplin yang baik adalah terjelmanya aktivitas yang mampu mengatur diri kepada terciptanya pribadi dan potensi sosial berdasar pengalaman-pengalamannya sendiri. dan ditegakkan oleh para siswa. Bab yang membicarakan prinsip-prinsip disiplin kelas ini. akan mengulas pengertian disiplin.BAB V PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN KELAS Latar Belakang Disiplin bagi peseta didik adalah hal yang rumit dipelajari sebab disiplin merupakan hal yang kompleks dan banyak kaitannya yaitu berkait antara pengetahuan. Terpeliharanya disiplin tidak lepas dari terpenuhinya kepentingan atau kebutuhan para pihak. kejujuran. kebebasan. guru harus mengarahkan dan menentukan tindakan-tindakan apa yang akan diambil bila tata tertib dilanggar. kebutuhan para siswa dan tampilan guru hubungannya dengan disiplin. Walaupun demikian. Dari sini peserta didik akan belajar lebih cepat apabila mereka terlibat dalam menyusun tata tertib mereka itu. Tidak terpenuhi kepentingan/kebutuhan oleh para pihak akan timbul gangguan yang mengganggu tatanan hidup dalam berinteraksi at au dalam berproses misalnya. Kebenaran. Peserta didik belajar beberapa hal dengan cara mendengarkan misalnya. Di samping itu. rasa kasih sayang. demikian juga sekolah. Permasalahannya adalah bagaimana kepentingan-kepentingan dari masing-masing pihak dapat terpenuhi dan dapat diselaraskan agar tidak terjadi bentrokan. dalam proses pembelajaran. tetapi mereka lebih suka mengingat dan bertindak dengan kata-kata dan gagasan mereka sendiri. Peserta didik memiliki banyak kepentingan. dan sebagainya adalah beberapa aturan disiplin kemasyarakatan yang harus dipelajari/diketahui. tolong menolong. sikap dan perilaku. disikapi. disiplin . guru memiliki banyak kepentingan. Dengan diketahuinya sumber gangguan disiplin maka akan diketahui pula secara teoritis cara penanggulangannya. hak. sehingga disiplin tetap dapat ditegakkan. tanggung jawab.

menjelaskan beberapa hak para siswa dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. (2) disiplin merupakan alat bantu menumbuhkan gagasan mutakhir dan seleksi praktik-praktik baru. menyebutkan beberapa kondisi yang dapat menyebabkan disiplin sekolah terganggu. g. menyebutkan lingkup hubungan sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Anda diharapkan dapat: a. mengemukakan alas an mengapa basis kemanusiaan dan prinsip demokrasi merupakan petunjuk dan pengecek mengambil kebijakan dalam menegakkan disiplin. e. f. menjelaskan manajemen kurikuler penting dalam menegakkan disiplin. d. b. membina hubungan sekolah dengan masyarakat. o. mengkaitkan terpenuhinya kebutuhan manusia dengan terpeliharanya disiplin. menjelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian disiplin kelas. c. j. menggambarkan upaya manajerial kepala sekolah dalam memelihara disiplin sekolah. menarik kesimpulan bahwa menegakkan disiplin bukan atau tidak berarti mengurangi kebebasan berprestasi atau berkreasi para peserta didik. k. i.pada level sekolah dan kelas. m. Dalam kaitan ini perlu diingat bahwa (I) disiplin dipertimbangkan sebagai kecenderungan dari para peserta didik menyetujui harapan para guru. menjelaskan alasan mengapa penguatan verbal dan non verbal berpengaruh kepada . n. sumber pelanggaran disiplin sekolah. Tujuan Setelah mempelajari bab ini. dan (3) pelayanan yang layak cenderung menumbuhkan kualitas disiplin. serta peraturan dan tata tertib kelas. mengemukakan syarat-syarat pendekatan yang harus diperhatikan guru dalam menegakkan disiplin. menarik kesimpulan pentingnya menjalin hubungan antara sekolah dan mas y arakat. l. menyimpulkan bahwa memberi/meminta laporan secara teratur kepada aparat keamanan penting sebagai langkah pemeliharaan disiplin sekolah. menggambarkan hierarchi kebutuhan manusia menurut Maslow. menyimpulkan keuntungan-keuntungan terpeliharanya disiplin bagi kehidupan para peserta didik. h.

p. menjelaskan beberapa masalah yang ditimbulkan peserta didik yang mengganggu terpeliharanya disiplin. baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi. menyebutkan komponen yang perlu ada dalam tata tertib sekolah. 1. meri1pengaruhi terciptanya disiplin. Pengertian Disiplin Kelas Kata disiplin bcrasal dari bahasa latin "disciplina" yang menunjuk kepada bclajar dan mengajar.sangat clckat clcngan istilah "disciple" yang bcrarti mengikuti orang bclajar dibawah pengawasan seorang pimpinan. menjelaskan beberapa masalah yang ditimbulkan guru sehingga mempengaruhi tegaknya disiplin. 1996: 10) Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dcngan pcngendalian did seseorang terhadap bentuk-bentuk atman. menjelaskan pentingnya tata terrib sekolah dibuat dan disebarluaskan kepada seluruh siswa. Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tctapi tcrbcntuknya satu sama lain merupakan urutan.terciptanya disiplin kelas.Qjsiplin ke1as adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang di dalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tat a tertib yang telah ditetapkan (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Kata ini bcrasosiasi. . Disiplin pada hakikatnya adalah pernyataan sikap mental dad individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan. u. menyebutkan sebab-sebab 'umum yang mengganggu tegaknya disiplin. Disiplin merupakan sikap mental. 1993: 114). Ketertiban menunjuk pada kepatuhan sesearang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didarong at au disebabkan aleh sesuatu yang datang dari luar. ada Juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. t. . Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban. Di antara kedua istilah tersebut terlebih dahulu terbentuk pengertian ketertiban. Disiplin atau siasat mcnunjuk pada kcpatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan at au tata tertib karena didorong o1eh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya . menjelaskan beberapa masalah lingkungan yang. yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. r. q. kepatuhan. s.

. sialnya angka 13. Nilai-nilai tradisional Nilai-nilai ini melahirkan tindak-tanduk pantangan yang kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. Contoh: pantangan makan kaki ayam kalau tulisannya ingin baik. dan sebagainya. Contoh: kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan Romadhon bagi umat Islam. Nilai-nilai subjektif Pengakuan dari nilai ini berdasarkan penilaian pribadi yang melahirkan tindak-tanduk yang egosentrik. . e. pantangan menduduki banta. katanya hal tersebut dilarang karena Pak Lebe menyatakan hal seperti itu. Nilai-nilai tersebut dapat diklasifikasikan menjadi: a. Contoh: jika ingin berhasil dengan baik dalam sckolah maka harus rajin belajar. Contoh: menurut penedapat saya hal ini tidaik benar karena Kiai tidak mengatakannya. dan sebagainya.Sikap disiplin yang dilakukan aleh seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai rasional Nilai yang memberi penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tanduk disiplin tertcntu untuk mcncapai tujuan tertentu. tidak melakukan aktivitas apapun kecuali berdoa selama satu hari pada hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. jika ingin selamat maka semua pengguna jalan harus mentaati peraturan lalu lintas. Contoh: harus membayar upeti. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya. c. dan sehagainya. dan sebagainya. Nilai-nilai kekuasaan Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan tindak-tanduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak penguasa. harus jongkok bila penguasa datang. Nilai-nilai keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan tindak-tanduk disiplin yang penuh ketulusan untuk berkorban. pantangan menanarn bunga Baugenvill di depan rumah bagi yang memiliki anak gadis dan sebagainya. d. b.

disiplin juga penting sebagai cara dalam menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan peserta didik terhadap lingkungannya.Kaitannya dengan disiplin sckolah atau kelas. Terciptanya kesediaan semacam ini harus dipelaj ari dan harus secara sadar diterima. baik dikalangan guru clan peserta didik tanpa acla kecurigaan clan ke-cemasan. Disiplin kclas merupakan hal esensial terhadap terciptanya perilaku tidak menyimpang dari ketertiban kclas. merefleksikan tumbuhnya kepcrcayaan dan kontrol dari pesclta didik. menghindari perasaan beban berat dan rasa terpaksa dikalangan para pescrta didik. positif dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya. pendekatan disiplin yang dilakukan guru harus: a. Di samping itu. Dalam semangat penclekatan pendidikan disiplin hendaknya memiliki basis kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Kescimbangan tersebut c1ipcnuhi sampai batas-batas tcrtentu. maka tindak-tanduk yang diharapkan adalah tindak-tanduk yang mencerminkan kcpatuhan dari bcrbagai nilai yang disepakati oleh semua baik siswa. mcrcka clapat mcmahami dan mcnyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. c. guru. Para peserta didik. Oleh karena itu. e. dan karyawannya yang tertuang dalam tata tertib sekolah/kelas. mengembangkan dan membentuk profesionalisme personel dan sosial lulusan. d. Satu keuntungan lain dari adanya disiplin adalah para peserta didik belajar hidup dengan pembiasaan yang baik. b. menggambarkan prinsip-prinsip pedagogi dan hubulngan kemanusiaan. Disiplin muncul dari kebutuhan untuk mengadakan kcscimbangan an tara apa yang ingin diJakukan olch inclividu clcngan individu yang lain. dcngan disipJin diharapkan bcrscdia untuk tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan menjauhi larangan tertentu pula. Disiplin mencakup setiap macam pengaruh yang ditujukan untuk membantu pcscrta didik. Pemenuhan kescimbangan itu diusahakan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya tanpa melanggar hak-hal orang lain. Lebih lanjut . menumbuhkan kesungguhan bcrbuat clan berkreasi. Dcngan clisiplin. Itu semua adalah dalam rangka memelihara kepentingan bersama atau memelihara kelancaran tugas-tugas sekolah. Prinsip kcmanusiaann dan demokrasi berfungsi sebagai petunjuk dan pengecek bagi parol guru dalam mengambil kebijakan yang berhuhungan dengan disiplin.

pedu ada garis sinkronisasi antara disiplin yang seharusnya ditegakkan dengan pertimbangan peraturan yang dibuat. atau ke Pengadilan. Kebutuhan para siswa adalah faktor yang relevandalam menentukan banyak sistem disiplin kelas atau sekolah. Kebutuhan Siswa dan Tampilan Guru Hubungannya dengan Disiplin Banyak guru baru kurang menyadari bahwa peserta didik memiliki hak. wali murid. dan (5) hak menyelesaikan (studi) secara cepat (Me Neil dan Wiler. Menegakkan disiplin justru sebaliknya. 1990). Satu eontoh adalah hak dan kebutuhan tertentu'dari siswa. anak cacat tidak dapat dikeluarkan dari sekolah k'eeuali kalau Dewan Pertimbangan Kualifikasi Profesional menentukan lain. ke Persatuan Orang Tua Siswa. Hak. (2) hak persamaan kedudukan atau kebebasan dari diskriminasi dalam kelompok. Hak-hak ters ebut semuanya diatur dan diperkuat oleh peraturan dan kelaziman atau tradisi yang dipelihara oleh lingkungan sekolah dan masyarakat. Untuk hal tersebut. 2.rI)alam kaitan ini guru harus berusaha menerapkan dalam praktik-praktik "disiplin baik pada kebijakan sekolah maupun peraturan atau hukum. Masyarakat: orang tua.hak tertentu di dalam lingkung an sekolah. Akan tetapi. Beberapa hak siswa yang penting dan yang perlu dijamin adalah (1).dengan adanya pembiasaan tersebut maka akan tumbuh jiwa tentram dalam diri dan masyarakat sekitar. Penentuan itu seperti bahwa penanganan terhadap mereka kalau diteruskan di sekolah tersebut akan merugikan kedua belah pihak. (4) hak keleluasaan pribadi. Hak-hak itu semua adalah hak-hak umum yang dimiliki para siswa. juga kalau kebebasan siswa terlampau dikurangi. misalnya. kelompok kemasyarakatan sering membawa sejumlah kasus pelanggaran terhadap hak-hak para siswa ke sekolah. .hak menyelesaikanpendidikan sebaikbaiknya. ia ingin memberikan kemerdekaan yang lebih besar kepada siswa dalam batas-batas kemampuannya. dikekang dengan peraturan maka siswa akan berontak dan mengalami frustasi dan kecemasan. cacat dan siswa yang perlu mendapat perhatian khusus. Menegakkan disiplin tidak bertujuan untuk mengurangi kebebasan dan kemerdekaan siswa.Di sekolah disiplin banyak digunakan untuk mengontrol tingkah laku siswa yang dikehendaki agar tugas-tugas di sekolah dapat berjalan dengan optimal. (3) hak berekspresi secara pribadi.

Keberadaan guru di kelas tidak hanya bertugas menyampaikan kurikulum/ materi yang direncanakan kepada para siswa. guru perlu Illcmpertimhangkan dalam mcnentukan program disiplin kelas yang relevan dengan mata pelajaran yang sedang cliajarkan. clan Jatar bclakang sosio-ckonomi para siswa.Berkaitan dengan sejumlah besar kcbutuhan para siswa.faktor disiplin penting lain dapat berkembang pada sejumlah guru ditingkat sekolah dasar dan menengah yang mengajar secara tim. letapi kondisi personal disiplin para guru itu sendiri di kelas perlu ditampilkan. Match dari disiplinbarus dikaitkan kepada pemahaman umum dari apa yang dih(lqokan para siswa. Dalam beberapa kelas tingkat perhatian kepada para siswa ticlak sepenting scperti kelas lainnya. Karena para siswa diajar oleh masing-masing guru dalam kelompok tim. cermat. Juga banyak guru mengalami prohlem disiplin ketika para siswa gagal melihat keterkaitan pclaksanaan antara materi yang disajikan kepacla kehidupan mereka. maka komponen penting dari disiplin hams dirumuskan. tingkat kemampuan umum para siswa. Rf'herapa problema yang akal mengganggu disiplin seyogyanya dapat diperkirakan sejak dini. Dalam menegakkan scperangkat ketcntuan disiplin sekolah. dapat dilaksanakan sekolah dengan cara melibatkan para siswa untuk mendiskusikan topik-topik yang menjadi kepedulian sekolah. maka kondisi scpcrti itu akan terbawa ke ruang kelas. tetapi di lain kelas. Sebagai contoh siswa yang datang dari keluarga berkarakter yang poJa disiplinya bcrtcmperamcn kasal'. . Program yang cukup efektif dalam memberi pemahaman disiplin misalnya. guru perlu mengkomunikasikan bagaimana para siswa seyogianya bertingkah Iaku dan apa yang akan terjadi bila siswa berkelakuan lain. Terutama pada kclompok kelas yang berkemampuan rendah. oleh karcna itu: Kalan tcrjadi hal sepcrti itu tindnkan preventif segera dapat diterapkan. Tentu saja tidak. Karena kalau tidak dirumuskan akan terjadi ketidak konsistenan an tara siswa satti dengan siswa lain dalm menangkap makna materi. apakah guru membiarkan pcrilaku siswa yang keluar dari ketentuan yang diharapkan. Dalam hal khusus guru-guru memerlukan pertimbangan tentang hubungan program disiplin yang dibuat dengan motivasi individu para siswa. guru dapat memperbaiki pola disiplin lebih baik. mereka membuat perencanaan bersama dan menyampaikan kepada para siswa dalam bahasan yang sama pada ruang/ waktu saat para guru mengajar. Contoh dari problema tersebut adalah siswa melawan: Terhadap hal tersebut. . Walaupun guru tersebut tidak secara riil mengajar bersama. dan seksama.

melainkan perlu keterpaduan antara teori dan praktik. ketidak teraturan dan ketidakajegan dalam menerapkan peraturan atau hukuman. dan para pembina atau pendamping sekolab.Misalnya. menyusun jadwal sebaik mungkin sehingga tidak terjadi satu kegiatan mengganggu kegiatan lain atau kegiatan berfluktuasi pada saat yang sarna. Disiplin pada level Sekolah dan Kelas Sekolah. Perlakuan yang diskriminatif ini akan menimbulkan ketidak konsistenan diantara mereka. dalam upaya menciptakan disiplin secara nyata sudah barang tentu akan berusaha dan melibatkan berbagai unsur atau pihak misalnya: dengan guru dalam memberdayakan semua kebijakan. pengaruh komunitas yang tidak diinginkan. seorang guru membiarkan seorang siswa menyontek. Hubungan dan kerjasama tersebut seperti memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar memanfaatkan sebagaian fasilitas sekolah dan melibatkan mereka . usaha mengidentifikasi secara jelas sebab-sebab siswa berperilaku menyimpang. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya problema disiplin adalah kegaduhan. carak suasana sekolah. Misal. pembina. Sekolah juga da:pat mengurangi problema timbulnya gangguan disiplin dengan menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan komunitas lingkungan sekitar dan aparat keamanan lingkungan. 3. Mereka hendaknya tidak sebagai seorang akhli yang berpraktik dalam kelas yang terisolasi. Tipe-tipe penanggulangan problema disiplin ini biasanya didekati oleh pendekatan teknik manajerial. Kepala Sekolah dapat meminta staf sekolah. Lebih lanjut harus ada respoll yang saling menguntungkan diantara para profesional sekolah mengenai pelaksanaan pemeliharaan disiplin di kelas. dan guru untuk mengetahui para siswa dan latar belakangnya. bekerja sarna secara erat dengan orang tua. menciptakan suasana seperti dirumah sendiri dengan memodifikasi sekolah secara artistik dengan tanaman hidup agar para siswa betah tinggal di sekolah. sementara yang lain tidak diijinkan. Sekolah juga menggunakan beberapa pendekatan untuk menanggulangi perilaku menyimpang para siswa melalui manajemen pembelajaran atau kurikuler. Guru baru harus memandang mereka sendiri sebagai bagian keiompok atau tim yang bertanggung jawab menyampaikan perencanaan pendidikan tentang disiplin.

dan memberi kesempatan kepada yang berwajib memberi penyuluhan tentang gerakan disiplin nasional. Oleh karena du. . ketika para siswa menceritakan ten tang kepedulian mereka. e.untuk ikut serta membangun wilayah sekitar. Di kelas guru harus banyak bertukar pikiran dan mcnanyakan kepada para siswa ten tang hidup dan belajar sukses. c. dan penggunaan obat-obat terlarang dari para slswanya. merokok. f. menunjukkan perilaku siswa yang diharapkan dimasa depan. Puncaknya menumbuhkan kesadaran diri bahwa guru harus merencakan model pende. g. Di samping itu sekolah secara teratur menyampaikan laporan dan meminta laporang kepada aparat keamanan. Meminta laporan tentang situasi keamanan pada setiap saat. acara pekan olah raga dan seni dan sebagainya.katan sendiri yang cocok dengan tampilan diri dan pembelajarannya. pengumuman kelulusan evaluasi belajar nasional (EBTANAS). tertib lalu lintas dan sebagainya. Mengetahui sedapat mungkin dan seawal mungkin nama-nama para siswa. dan mcnjalin huhungan harmon is pcnuh rcspek. l. h. mencoha menghindari bentuk-bentuk hukuman secara kelompok. Memberi laporang ten tang kegiatan sekolah. menghindari kata-kata sindiran: hcrlakulah posilif. watak) dan lalar belakang para siswa. bila mungkin. bahaya narkotik. mengetahui karaktcr (sifat. Uraian di atas menunjukkan bahwa manajemen kelas dalam menanggulangi gangguan disiplin adalah hal yang kompleks. menciptakan disiplin kelas sehagai tujuan utama. tersenyum. misal laporan kegiatan penerimaan dan pengumuman penerimaan siswa baru. bcrsahabat. d. perbuatan merusak fasilitas sekolah. mendengarkan. ahaikan pclanggaran-pclanggaran kccil. b. Banyak sekolah menghadapi bermacam-macam gangguan disiplin karena adanya watak suka merusak. hal-hal berikut seperti yang dikemukakan olch McNeil dan Wiles (1990) perIu dihayati dan disimak: a.

vallg mellgemballgkan keberadaanlkedaulutun suhjek didik Di samping itu tcrdapat bcbcrapa tcknik yang dapat membantu pemeliharaan disiplin kelas dalam mengajar seperti berikut ini: a. d. e. Siapkan rcncana pclajaran clan inrormasikan kcpada para siswa apa. f. J. h. kapan. dan dimana aktivitas itu dikcrjakan. siapkan scsuatu yang hanls dikerjakan para siswa. Jagalah dan kontrol suara guru. Buatlah tugas para siswa yang tepat clan cocok. Bcrvariasi clalam aktivitas kelas. Tepat waktu clan mulailah pclajaran sesegera mungkin. c. 1.Gambar 30 Sikap guru . b. g. Lakukan sesuatu dengan aturan dan pelaksanaan yang sama dan konsisten. Tegas dalam permulaan dan secara perlahan mulai dikendorkan bila hubungan sudah terjalin baik. Jalin hubungan kerjasama dengan orang tua. Tidak mengancam dan menantang para Slswa. Hindari adanya siswa favorit diantara mereka. .

emenuhi kebutuhan masyarakat dan negara. dan sebagainya. hubungan sekolah dengan instansi terkait. Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah secara formal adalah wadah atau tempat pembinaan dan pengembangan pengetahuan. hubungan yang saling menguntungkan antara sekolah dan masyarakat perlu dibina dan dikembangkan secara haromonis.. Oleh karena itu. perubahan mimik. Oleh sebab itu. Penguatan verbal seperti: baik. a. sentuhan.Petunjuk tersebut kiranya dapat berguna dan sebagai penopang dalam upaya menanggulangi gangguan disiplin di kelas. 4. dan sebagainya. Hubungan sekolah dengan orang tua dapat dijalin melalui sarana wadah perkumpulan orang tua siswa. dan keterampilan yang sesuai dan dikehendaki oleh masyarakat dimana sekolah itu berada. Sedangkan orang tua siswa adalah pendidik pertama dan utama yang sangat besar pengaruhnya dalam pembinaan dan pengembangan para siswa tersebut. khususnya para siswa sekolah dasar. Guru-guru yang berpengalaman dalam memelihara disiplin kelas ialah dengan cara mengontrol suasana kelas dan memanipulasi kelas tersebut berdasar variasi renpos para siswa. pekerjaanmu cukup rapi. Hubungan sekolah dengan masyarakat meliputi hubungan sekolah dengan orang tua siswa. sangat diperlukan hubungan yang harmonis dan terus menerus dan berkelanjutan an tara sekolah dan orang tua siswa. N asehat yang simpatik bagi guru-guru baru berkaitan dengan disiplin adalah "mengetahui apa yang akan diterjadikan sebelum hal itu terjadi". 1996: 3943). dan hubungan sekolah dengan lembaga pendidikan lainnya (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. guru atau tenaga kependidikan lainnya dinamakan Bagan Pembantu Penyelenggara . Sebaliknya masyarakat diharapkan membantu dan bekerja sarna dengan sekolah agar program sekolah berjalan lancar dan lulusan yang dihasilkan m. Sedangkan penguatan non verbalseperti: gerakan badan. gerakan mendekati. Hubungan sekolah dengan orang tua siswa Sekolah adalah lembaga pendidikan yang secara formal dan potensial memiliki peranan paling penting dan strategis bagi pembinaan dan pengembangan generasi muda. Guru lain memanipulasi untuk terciptanya suasana kelas yang diharapkan adalah dengan mengembangkan penguatan verbal dan non verbal. bagus. sikap. hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat. memberi hadiah.

d) Menyadarkan pihak orang tua/wali siswa bahwa keterlibatan mereka dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan mutlak diperlukan. 3) Menetapkan satu bulan dalam satu tahun pelajaran sebagai BULAN INFORMASI yang kegiatannya dapat berupa: a} Mengadakan dialog dengan orang tua/wali siswa tentang perkembangan sekolah dan pembangunan yang sedang dilaksanakan dan yang akan dihadapi sekolah. bazar. sekolah perlu melaksanakan antara lain hal-hal berikut ini. 1) Memberikan informasi seluas-luasnya tentang program sekolah. pekan olahraga. c) Menjelaskan bahwa manusia yang berkualitas itu hanya dapat dihasilkan oleh pendidikan yang bermutu. b} Menginformasikan bahwa sekoJah sebagai lingkungan pendidikan berkewajiban untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya hubungan an tara sekolah dan orang tua tersebut maka manfaat yang diharapkan diperoleh adalah: 1) orang tua siswa mengetahui tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksankan sekolah. pameran. Agar orang tua siswa mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sekolah. 2) Melakubm kunjungan rumah oleh guru atau kepala sekolah secara teratur atau rutin. Pemberian informasi itu dapat dilakukan misalnya dalam rapat-rapat.Pendidikan. 3) orang tua siswa mau memberi perhatian yang sangat besar dalam menunjang kegiatankegiatan sekolah. e) Meningkatkan kesadaran orang tua/wali siswa ten tang betapa pentingnya pendidikan bagi anak manusia agar mereka dapat menjadi warga negara yang berkualitas dan . 2) sekolah mengetahui semua kegiatan orang tua dan para siswa dirumah. dan melalui penjelasan tertulis. malam kesenian.

9) memenuhi undangan rapat dan undangan lainnya dari sekolah bagi kepentingan putraputrinya. 12) membantu meme1ihara nama baik sekolah. 6) ikut membantu tegaknya disiplin sekolah. pramuka. . mau berpartisipasi. 5) mengawasi dan mengecek putra-putrinya dalam melaksanakan tugas. dan mau mem beri ban tuan dalam melaksanakan semua rencana sekolah. f) Meningkatkan kesadaran orang tua/wali Slswa agar mau menyekolahkan putra-putrinya sampai tamat.tugas yang diberikan sekolah. atau teman clan scbagainya. 4) menciptakan suasana yang mendukung dalam keluarga yang dapat mendorong putraputrinya rajin belajar. 7) ikut mendorong putra-putrinya memenuhi tata tertib sekolah. berkunjung kepacla keluarga tetangga. melengkapi semua kcperluan belajar putra-putrinya. misalnya non ton TV. dan kegiatan lain yang diselenggarakan sekolah. Dengan diketahuinya kegiatan-kegiatan sekolah dan dengan tumbuhnya kesadaran orang tua/wali siswa diharapkan mereka merasa !llemil iki.berguna. bermain. 13) mendorong agar putra-putrinya gemar membaca dan tidak lalai dalam mengerjakan pekerjaan rumah. II) mcmberikan saran dan kritik dalam menegakkan wibawa Kcpala Sekolah dan Guru. mcngarahkan putra-putrinya untuk belajar secanl teratur pacla jamjam tertentu clan mengatur waktu untuk kegiatan lain di rumah. 10) membantu tegaknya wibawa Kepala Sekolah dan para guru. 8) ikut memberikan perhatian terhadap perkembangan situasi pendidikan sekolah. olah raga. Partisipasi tersebut dapat berupa : 1) 2) 3) memotivasi plltra-plltirnya llntllk belajar dengan baik. UKS. sehingga kualitas lulusan yang diharapkan sekolah dan orang tua/wali siswa tercapai. 14) mendorong putra-putrinya agar ikut ambi1 bagian dalam kegiatan ko dan ekstra kurikuler seperti: kesenian.

Sedangkan dari pihak instansi terkait diharapkan agar memberikan peran sertanya dalam: 1) memhantu tegaknya disiplin sekolah. Kepala Sekolah atau guru yang ditunjuk mengadakan kunjungan ke lnstansi Pemerintah sebagai salah satucara pendekatan dari pihak sekolah. keindahan. ketertiban. Hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat Hubungan sekolah dengan dunia usaha dan tokoh masyarakat adalah hubungan yang tidak kalah pentingnya dengan . lnstansi terkait itu seperti Lurah/Kepala Desa. Koramil. Hubungan sekolah dengan lnstansi terkait Sekolah perlu membina hubungan baik secara timbal balik dengan instansi terkait. kebersihan. antara lain sebagai berikut: 1) menginformasikan program sekolah 2) ikut serta dalam kegiatan yang diadakan pemerintah. Hubungan yang dijalin dan upaya yang perlu dilaksanakan oleh sekolah. LKMD. serta kerapihan baik di rumah maupun di sekolah. 4) sekali-kali dapat mengundang Pejabat Pemerintah di luar Depdikbud sebagai pembina dalam upacara bend era. dan kekeluargaan. c. Poisek. 16) mendorong putra-putrinya memelihara keamanan. b. 2) ikut membantu terpeliharanya kebersihan dan keindahan sekolah. dan Posyandu. Puskemas. 5) membantu keanlanan sekolah pada saat sekolah melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.15) mendorong putra-putrinya untuk mengikuti upacara bendera dan upacara lainnya yang diselenggarakan sekolah. 4) memenuhi undangan yang disampaikan pihak sekolah. Camat. 3) membantu nama baik sekolah. ·3) pada saat yang diperlukan. sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar.

2) Memberikan saran dalam menegakkan wibawa Kepala Sekolah dan Guru.n di sekolahnya masing-masing. semua tingkah laku individu merupakan upaya untuk mencapai tujuan yaitu pemenuhan kebutuhan. . 3) memberikan informasi tentang perkiraan jumlah lulu san sekolah kepada lembaga pendidikan setingkat diatasnya. 3) Menjadi nara sumber untuk pelaksanaan program muatan lokal sekolah. Pengenalan terhadap kebutQhan siswa secara baik merupakan andil yang besar bagi pengendalian disiplin. Hubungan sekolah dengan Lembaga Pendidikan lain Dalam usaha membina dan mengembangkan hubungan dengan lembaga pendidikan lain perlu dilaksanakan upayaupaya berikut: 1) mengadakan kunjungan antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman.jalinan hubungan dengan pihak lainnya. 2) menjalin kerja sama dalam upaya saling mengembangkan pendidika. Sedangkan dari dunia usaha dan tokoh masyarakat yang berhasil diharapkan peran serta sebagai berikut: 1) Bersedia menjadi nara sumber dan memberikan ceramah untuk siswa sebagai usaha memotivasi siswa supaya giat belajar dan hekerja kents. 5. Program ini dapat dilaksanakan dalam bentuk: 1) mengunjungi industri dan perusahaan untuk menambah wawasan pengetahuan para siswa. Sumber Pelanggaran Disiplin Adalah suatu asumsi yang menyatakan bahwa. 2) mengundang tokoh-tokoh yang berhasil dalam bidangnya untuk memberikan ceramah di sekolah. 4) mengundang pimpinan lembaga pendidikan yang lebih tinggi tingkatnya untuk memberikan ceramah tentang perkembangan pendidikan sesuai dengan jenjangnya. 4) Membantu dan menyediakan fasilitas dalam melaksanakan muatan lokal bagi para Slswa. d. Maslow mengemukakan teori "hierarchi kebutuhan manusia" yang dapat digambarkan dalam bentuk piramida kebutuhan manusia berikut ini.

keikutsertanya bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya. Pengebirian akan hak-hak kelompok besar anggota< sebagai peserta didik oleh sekolah/guru. padahal disisi lain mereka seharusnya turut menentukan rencana masa depannya dibawah bimbingan guru. misalnya: a. Bila kebutuhan ini tidak lagi dapat dipenuhi melalui cara-cara yang sudah biasa dalam masyarakat. . Hoover. manusia menghendaki tcrpenuhinya semua kebutuhan tersebut yang diperoleh dengan cara yang waJar. saling melepaskan tanggungjawab. Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan subjek didik. umum sesuai dengan tata atman yang bcrlaku.Secara berurutan. Dengan pengebirian atau pengurangan hak-hak tersebut akan menyuramkan masa depan peserta didik. Sekolah/guru tidak atau kurang memperhatikan kelompok minoritas baik yang ada di atas Seko1ah/guru kurang melibatkan dan mengikutsertakan para peserta didik da1am Seko1ah/guru kurang memperhatikan latar belakang kehidupan peserta didik da1am Sekolah kurang mengadakan kerjasama dengan orang tua dan antara keduanya juga Terdapat beberapa faktor atau sumber yang dapat menyebabkan timbulnya masalahmasalah yang dapat menggangu terpeliharanya disiplin kelas. Mengambil logika seperti itu. f. b. dan yang bersangkutan akan berusaha mencapainya dengan cara-caralain yang sering kurang diterima masyarakat. d. Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori umum yaitu masalah-masalah yang ditimbulkan guru. Slswa. 1991 : 69-71). Hal ini akan menjadikan siswa agresif yaitu ingin berontak terhadap kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi yang mereka terima. keluarga ke dalam subsistem kehidupan sekolah. Masalah-masalah yang ditimbulkan guru atau dibawah rerata dalam berbagai aspek yang ada hubungannya dengan kehidupan sekolah. maka akan terjadi ketidak seimbangan pada diri individu. c. e. a. Perbuatan seperti itu akan mengakibatkan peserta didik menjadi berpurapura patuh. mungkin pula pelanggaran disiplin di se ':olah bersumber pada lingkungan sekolah yang tidak memberi pemenubdn terhadap semua kebutuhan peserta didik khususnya. apatis atau sebaliknya. dan lingkungan (Hollingsworth.

seperti suka menggunjing peserta didik ditempat orang banyak. Guru yang mcmbiarkan pcserta didik berbuat salah. lebih mementingkan mata pelajaran daripada pescrta didiknya. rasa ingin ditakuti. 7) kegagalan menjelaskan tujuan pelajaran kepada peserta didik. 3) ketidak cocokan antara kata dan perbuatan. 11) memberi tugas yang berat dan kompleks. 10) berbicara menggumam/tidak jelas. kurang scnang. sama dari hari ke hari. 6) kurang pengendalian diri.Pribadi guru sangat mempengaruhi terciptakan suasana disiplin kelas yang dcktif. 4) bertindak tidak sopan tanpa pertimbangan yang matang. at au ingin disegani. 8) menggunakan metode yang kurang variatif/monoton. antara teori dan praktik. hal-hal berikut ini adalah hal yang dapat menimbulkan disiplin kelas terganggu: 1) aktivitas yang kurang tepat untuk saat at au keadaan tertentu. 12) tidak mengontrol pekerja peserta didik. tidak suka kepada peserta didik. 9) gagal menditeksi perbedaan individu peserta didik. apalagi mengembalikan pekerjaan tersebut. kurang menghargai peserta didik. 2) kata-kata atau sindiran tajam yang menimbulkan rasa malu peserta didik. kurang rasa humor akan mcngalami banyak gangguan dalam kclas. 5) memiliki rasa ingin terkenal. . tanpa melihat situasi. Selain itu. 13) tidak memberikan umpan balik kepada hasil kerj a peserta didik.

Gambar 31 :, Sikap guru yang tidak terkenal dlan ingin ditakuti perlu dihindari

b.

Masalah yang ditimbulkan oleh peserta didik Ketidak teraturan selama proses beiajar mengajar dapat disebabkan Juga oleh masalah yang ditimbulkan oleh peserta didik. Peserta didik biasanya cepat memanfaatkan situasi yang tidak menguntungkan untuk bcrbuat tidak disiplin. Banyak dari mereka tidak suka/benci terhadap sekolah. Hal ini dipersepsi dari adanya sekolah yang tidak memberi kcpuasan kepada semua harapan : siswa dan para lulusan. Sejumlah hal yang disebabkan oleh pescrta didik berikut ini cenderung memberi kontribusi membuat disiplin kelas terganggu seperti : 1) anak yang suka "membadut" atau berbuat aneh yang semata-mata untuk menarik perhatian di kelas; 2) anak dari keluarga yang kurang harmonis at au kurang perhatian dari orang tuanya; 3) anak yang sakit; 4) anak yang tidak punya temp at untuk mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah;

5) amik yang kurang tidur (karena melek mata sepanjang malam); 6) anak yang malas membaca atau tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah; 7) anak yang pasif at au potensi rendah yang datang ke sekolah sekedarnya; 8) anak yang memiliki rasa bermusuhan alau menentang kepada semua peraturan; 9) anak memiliki rasa pesimis atau putus asa tcrhadap semua keadaan; 10) anak yang berkeinginan berbuat segalanya dikuasai secara "sempurna",

Gambar 32

Perilaku siswa yang membadut akan mengganggu keterliban kelas

Gambar 33 Perkelahian antar siswa sumber masalah gangguan disiplin kelas

1) Ketidak puasan dengan pekerjaan kelas Ketidak puasan ini dapat disebabkan aleh tugas yang terlalu mudah at au terlalu sulit. ataukemampuan anggota kelompok. emosi kelas dan perubahan mendadak (Ornstein. sangat ekslusif (kelompok menolak individu yang tidak siap). kejadian depresi yang mendadak. kelompok diorganisir terlalu k.Sedangkan gangguan disiplin yang datang dari kelompok peserta didik dapat berupa ketidak puasaan dengan pekerjaan kelas. 2) Hubungan interpersonal lemah Hubungan interpersonal lemah dapat disebabkan pengelompokkan didasarkan pertcmanan atau klik. pengorganisasian kurang memperhatikan unsur perkembangan usia. latihan pembelajaran bersifat verbal kurang menekankan pada keterampilan dan manipulasi aktivitas. 3) Gangguan suasana kelompok Gangguan suasana kelompok disebabkan oleh suasana tercekam. 5) Emosi kelompok dan perubahan mendadak Emosi kelompok dan perubahan mendadak dapat diakibatkan karena kelompok memiliki watak temperamen kekhawatiran tinggi. pengorgamsaslan kelompok lemah. beban terlalu ringan atau terlalu berat. 4) Pengorganisasian kelompok lemah Pengorganisasian kelompok lemah ditandai oleh tekanan otokrasi yang berlebihan atau lemahnya supervisi dan pengawasan. penugasan cenderung kurang terbuka karena mereka tidak siap. kelompok dihinggapi rasa bosan. ketakutan atau kegemparan.etat (kJanyaJ<: aturan) atau terstruktur. peran kelompok sangat lemah. gangguan suana kelompok. latar belakang sosial. kebutuhan. hubungan interpersonal lemah. kompetitif yang berkelebihan. . penugasan kurang tcrjadwal tidak sistematis atau membingungkan. Standar perilaku terlalu tinggi at au rendah. 1990: 71). kurang berminat atau emosionalnya lemah.

c. kecemburuan. atau kondisi tersebut adalah : 1) Lingkungan rumah/kcluarga. kelemahan kurikulum. pergantian pelajaran. pertengkaran. jadwal yang kaku/jadwal aktivilas sekolah yang I<:urang ccrmat. Situasi sekolah seperti : hari-hari pertama dan hari-hari a'khir sekolah (akan libur atau sesudah libur). Lingkungan. masa bodoh. seperti : kelemahan guru. Masalah yang ditimbulkan lingkungan Langsung atau tidak langsung lingkungan. ketidak harmonisan. ketidak tertiban. pergantian guru. Oleh karena itu. dan kadang-kadang mempunyai latar belakang yang mcndalam lain daripada scbab-scbab yang nampak. situasi. 2) 3) 4) Lingkungan atau si tuasi tempat tinggal. kctidak teraturan. sibuk urusannya masing-masing. tekanan. misalnya: a. at au kondisi yang mengelilingi perserta didik merupakan masalah yang potensial menimbulkan terjadinya gangguan disiplin kelas. harus diusahakan agar siswa tetap sibuk dcngan kcgiatan . suasana gaduh dari praktik pclaj aran musik/bcngkcl ruang scbclah. kebosanan dalam kelas merupakan sumber pelanggaran disiplin. scpcrti : kurang pcrhatian. komplcks. kelemahan manajemen kelas. memang ada juga yang sebabsebabnya bersifat umum. lingkungan minuman keras. Walaupun demikian. bersifat sangat pribadi. Mereka tidak tahu lagi apa yang harns inereka kerjakan karena yang dikerjakan itu ke itu saja. Pada kcnyataannya scbab-scbab pclanggaran disiplin kclas ilU sangat unik. bau makanan dari'cafctaria. Lingkungan sekolah. situasi. lingkungan bising. seperti : lingkungan kriminal. kekurangan fasilitas.

b. perasaan kccewa dan terlekan karena siswa ditunlut untuk bertingkah laku yang kurang wajar sebagai anak remap. Sekolah aclalah temp at utama untuk melatihkan dan memahami . tidak terpenuhinya kebutuhan akan perhatian. c. pengenalan atau keberadaan pribadi siswa/status.yang bervariasi sesuai dengan taraf pcrkembangannya. Gambar 34 ielas Kelompok siswa yang dihinggapi rasa bosan karena penllgasan yang tidak 6. Peraturan dan Tata Tertib Kelas Disiplin merupakan hal penting yang hanls ditanamkan pada anak didik di sekolah sedini mungkin.

Tata tertib menunjuk pada patokan atau standar untuk aktivitas khusus. Dengan peraturan dan tata tertib kelas yang clitcrapkan setiap hari dan dengan kontrol yang terus menerus maka siswa akan tcrbiasa berclisiplin. Siswa yang tidak mas uk karena alasan tertentu harus memberi tahu sebelum atau sesudahnya secara lisan atau tulisan. Ketua kelas menyiapkan barisan. f. mengikuti upacara bcndcra. d. Siswa yang sering terlambat harus diberi teguran. 1993: 122-123). 1996:79-81) antara lain harus memuat hal-hal berikut ini.pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. pcminjaman buku perpustakaan (Suharsimi Arikunto. Peraturan dan tata tertib kelas ini harus dijelaskan dan dicontohkan kepada siswa serta dilaksanakan secara terus menerus. c. Misal : pcnggunaan pakaian seragam. Peraturan menunjuk pada patokan atau standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa. Misal : siswa harus mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan atau diperintahkan oleh guru. .. Kelas harus mempunyai peraturan dan tata tertib. Siswa segera berbaris di depan kelas ketika bel berbunyi. Masuk sekolah a. Peraturan dan tata terlib kelas untuk sekolah dasar sepcrti yang tcrcantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. memberi jawaban jika guru telah menunjuknya. Siswa harus datang ke sekolah selambat-Iambatnya 10 menit sebelum pelajaran dimulai. h. b. e. Masuk Kelas g. Menaruh tas dan alat tulis lainnya di laci meja masing-masing kemudian keluar kelas. Guru tidak boleh terlambat atau absen tanpa ijin. Siswa yang mendapat tugas jaga/piket harus hadir lebih awa1. menulis jawaban pertanyaan guru jika guru telah memerintahkannya. Peraturan dan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur perilaku yang diharapkan terjadi pada siswa.

Guru juga tidak diperkenankan meninggalkan kelas ketika pelajaran berlangsung walaupun ada siswa sedang mengerjakan tugas di luar kelas. s. kcnpian rambut. Siswa tidak boleh berada di kelas ketika istirahat. Siswa tidak boleh mcninggalkan kelas tanpa ij in atau alasan tertentu. m.1. Pada saat bel istirahat berbunyi siswa keluar kelas dengan tertib. u. Sebaiknya guru sudah berada di kelas lebih dahulu menjelang bel masuk berbunyi. di dalam kclas k. Pada saat bel masuk lagi berbunyi (setelah istirahat) siswa masuk kelas dengan tertib dan duduk dengan tenang di tempat masing-masing. J. Pada saat pelajaran bcrlangsung siswa harus tetap tcrtib. o. kcrapian clan kcbcrsihan baju dan sebagainya. tidak balch ribut. kebersihan. \Vaktu istirahat q. r. v. Siswa masuk kelas satu persatu dengan tertib dan duduk di tempatnya masmg-masmg. Guru memeriksa kerapian. 1. Berdoa bcrsama dipimpin oleh salah scorang Slswa. p. Guru keluar kelas setelah semua siswa keluar. n. Guru mcnuliskall siswa yang tidak masuk di papan absen serta alasan/ keterangan kenapa tidak masuk. Sclama istirahat siswa tidak dipcrkenankan meninggalkan sekolah tanpa IJln. . Mcmberi salam kcpacla guru clan pclajaran c1imulai. bcrcancla atau mclakukan kcgiatall lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. dan kesehatan siswa satu per satu: kebcrsihan kuku. t.

? Gambarkan hierarchi kebutuhan manusia menurut Maslow? Jelaskan bahwa manajemen kurikuler penting dalam memelihara disiplin? Kaitkan terpenuhi/tidak terpenuhinya kebutuhan manusia dengan tegak/tidak tegaknya disiplin manusia? 10. Gambarkan upaya manajerial kepala sekolah dalam langkah preventif memelihara disiplin sekolah? 11. mengingatkan tentang tugas-tugas. Tunjukkan bahwa memberi/meminta laporan secara rutin kepada aparat keamanan . Sebutkan cakupan yang perIu dikembangkan dalam menjalin hllbllngan antara sekolah dan lembaga pendidikan lainnya? 13. Pertanyaan -pertanyaan 1. 7. pekerjaan rumah dan sebagainya. x. 9. 4. 6. 2. jelaskan pengertian disiplin kelas? Kemukakan alasan-alasannya mengapa basis kemanusiaan dan pnnslp demokrasi merupakan petunjuk dan pengecek dalam mengambil kebijakan pemeliharaan disiplin? 3. 8. Dengan kata-kata sendiri. Ketika bel pulang berbunyi. 5. Siswa ke1uar kelas dengan tertib.Waktu pulang w. Guru memberikan nasehat-nasehat. pelajaran berakhir. Kemukakan beberapa syarat pendekatan yang perIu diambil guru dalam memlihara disiplin kelas? Jelaskan keuntungan-keuntungan terciptanya disiplin bagi kehidupan peserta didik? Jelaskan bahwa menegakkan disiplin bukan berarti mengurangi kebebasan berprestasi peserta didik? Jelaskan beberapa hak peserta didik dalam kaitannya dengan dunia pendidikan. Jelaskan mengapa menjalin hllbungan yang harmonis antara sekolah dan masyrakat sangat penting dalam menciptakan suasana kelas yang aman? 12. ditutup dengan doa dan salam kepada guru.

Jelaskan pula beberapa masalah yang ditimbulkan oleh lingkungan sehingga disiplin kaitkan terpenuhi/tidak terpenuhi tidak tercipta? 19.penting dalam mencegah gangguan disiplin sekolah? 14. 21. Komponen apa sajakah yang perIu ada dalam tata tertib sekolah ? Tugas Bagilah kelas Anda menjadi lima kelompok. Menegakkan displin bukan berarti mengebiri kebebasan Slswa. Jelaskan bahwa penguatan verbal dan non verbal berpengaruh pada terciptanya disiplin kelas? 15. Tugas kelompok adalah: 1. Memilih dan mendiskusikan satu topik dalam kelompok topik-topik berikut ini: a. Mengapa tata tertib sekolah harus dibuat dan disebarkan kepada para Slswa. Sebutkan beberapa kondisi sekolah yang dapat menimbulkan gangguan disiplin sekolah? 16. Jelaskan beberapa masa1ah yang ditimbulkan siswa yang mengakibatkan disiplin terganggu? 18. J elaskan beberapa masalah yang ditimbulkan guru yang mengakibatkan disip1in tidak terpelihara? 17. . Sebutkan sebab-sebab umum yang merusakkan terpeliharanya disiplin? 20.

_________ . Raka Joni. 1996. Paul M dan Hoower. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Boston. Teladan guru penting dalam memelihara disiplin kelas. Seri peningkatan Mutu 2. d. 1983. 1990. 2. McNeil. Model menjalin hubungan dengan orang tua siswa dalam menciptakan disiplin sekolah. Komentari hasil kerja masing-masing kclompok. Menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar potensial tumbuhnya disiplin sekolah. e. Hollingsworth. Kenneth H. Entang dan T. New York: MeMillan Publishing Company. Petunjuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. M. 1996. Dengarkan komentar dosen pengampu terhadap hasil kerja kclompok clan baik proses maupun subtansi isi materi. Allyn and Bacon. & Jon Wiles. Pengelolaan Kelas.b. 4. Daftar Pustaka Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Prinsip demokrasi dan kemanusiaan filter pengambilan kebijakan dalam menegakkan disiplin kelas. Seri peningkatan Mutu 1. Elementary Teaching Method. c. 3. Jakarta: Depdagri dan Depdikbud. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud Ditjen Dikti. 1991. . Secara bergantian. Pengeloaan Kelas di Sekolah Dasar. The Essentials of Teaching. John D. sajikan hasil diskusi kelompok didepan kelas/kelompok lain.

Strategies for Effective Teaching. Jakarta: PT Aneka Cipta. New York: Harper & Row Publisher Inc. Manajel71ell Pellgajarall Secara Mallusiawi. 1990. Suharsimi Arikunto.Orstein. . 1993. Allan C.

guru juga perIu menjalin kerjasama dengan orang tua di rumah. Di samping itu. Langkah tersebut mulai dari tahapan pencegahan sampai pada tahapan penyembuhan. Pemilikan kesadaran tersebut. dan edukatif. . Oleh karena itu. di sadari benar bahwa disiplin di kelas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. bukan karena rasa benci atau emisional. bukan karena paksaan melainkan datang dari dirinya sendiri yang memang merupakan kebutuhan dan memberikan kemanfaatan kepadanya .BAB VI TAHAPAN DAN PENANGULANGAN PELANGGARAN DISIPLIN La tar Belakang Terpeliharanya disiplin menunjuk kepada kepatuhan terhadap pelaksaan peraturan sekolah dan menunjuk kepada berjalannya sistem kontrol dalam kelas. Cara-cara penenggulangan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan jenis gangguan yang ada dan siapa pelakunya. Penanggulangan pelanggaran disiplin kelas perlu dilaksanakan secara penuh kehatihatian. apakah dilakukan oleh individu at au kelompok. diantaranya faktor lingkungan siswa seperti lingkungan rumah. seraya menetralisir dengan cara menaggulangi emosi-emosi peserta didiknya. Bab ini adalah bab yang mengulas: tahapan-tahapan memelihara disiplin. guru juga harus tetap menjaga perasaan kecintaan terhadap peserta didik. dan kebiasaan hidup tertib. agar kebiasaan disiplin di sekolah yang hendak dipelihara itu semakin tumbuh subur. Di samping itu. Namun demikian. dengan tetap tertumpu pada penekanan substansinya bukan pada pribadi peserta didik. Terpeliharanya disiplin tersebut memerlukan keterlibatan serangkaian strategi. demokratis. Strategi tersebut adalah strategi dalam mengubah perilaku peserta didik kearah pemilikan kesadaran melaksanakan semua peraturan yang telahdibuat. jenis dan cara pcnanggulangan disiplin. terpeliharanya disiplin di kelas mengisaratkan bahwa guru dapat menanggulangi masalah-masalah yang terjadi di kelas.

. 1. demokratis. dalam menegakkan disiplin.Untuk memahami bagaiman tahapan. c. positif bagi kehidupan siswa di masa depan. Anda diharapkan dapat: b. mengemllkakan kemungkinan jenis-jenis gangguan disiplin yang muncul di kelas. J. Tujuan a. m. mengikhtisarkan langkah-langkah yang harus dilakukan pada tindakan penyembuhan. d. menjelaskan langkah-Iangkah menumbuhkan kesan positif pada pertemuan awal di kelas. menyebutkan berbagai alat yang dapat digunakan pada saat pengenalan siswa. menyimpulkan bahwa sajian yang menarik. menjelaskan tahap-tahap pemeliharaan disiplin pada saat mengingatkan peraturan dan konsekuensinya. akurat. k. e. menjelaskan tahapan-tahapan cara memelihara disiplin kelas. Kemudian jawab pertanyaan yang ada dan kcrjakan tllgas-tugas yang ditllgaskan kepada Anda. f. ketepatan menjelaskan prinsip-prinsip yang pedu diperhatikan dalam menjatuhkan hukuman menyimpulkan bahwa dengan pembiasaan disiplin disekolah akan berpengaruh menjelaskan hal-hal yang dapat menumbuh suburkan sikap bersahabat antara guru penanganan dapat mencegah gangguan disiplin kelas. menyimpulkan bahwa pelaksanaan konsekuensi at as pelanggaran tata tertib bukan dimaksud sebagai hukuman. diharapkan para mahasiswa menyimak bab ini dengan baik dan sungguhsungguh. dan dengan tetap menumbuhkan rasa cinta kepada para peserta didik. penampilan yang menarik. menjelaskan cara-cara penaggulangan disiplin kelas berdasar jenis gangguan kelas yang muncul. cara penanggulangan gangguan disiplin yang edukatif. menjelaskan alasan-alasan diterapkannya campur tangan (intervensi) oleh guru. Sctclah mcmpclajari bab ini. 1. jenis.

Pemeliharaan Pemeliharaan perilaku pada umumnya harus sejalan dengan pedoman yang telah ditetapkan agar peserta didik tetap dapat menjalankan tugas-tugasnya. Pencegahan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah penciptaan suana kelas. mamahami bahwa sikap guru yang demokratis merupakan kondisi bagi terbinanya menunjukkan bagClimana menjalin hubungan an tara guru dan orang tua di rumah tertib ke arah siasat atau kearah diri sendiri. misalnya adalah saat yang penting dalam. kesukaan) peserta didik adalah halhal yang penting dalam penciptaan suasana kelas. Tumbuhkan kesan positif pada pertemuan pertama ini dengan mengemukakan program/perencanaan pembelajaran. dan intruksional.dan siswa. Di samping itu pemberian catatan yang bersifat memberi dorongan pada pekerjaan peserta didik sangatlah membantu. Merencanakan pengajaran dan mengajar peserta didik dengan penuh variatif dan dengan hal-hal yang aktual melalui topiktopik yang relevan sangatlah membantu tumbuhnya belajar aktif dan percaya diri. agar upaya menegakkan disiplin di kelas ditunjang oleh disiplin di rumah. Mengenal identitas. sifat. a. 1. ketepatan perencanaan. Peserta didik patut menerima perhatian secara teratur untuk mengurangi gangguan dan menghindari. Adapun tahapan-tahapan memelihara disiplin seperti berikut ini. misalnya (nama. Pertemuan pertama. b. dan kepraktisan kearah belajar aktif. Akhirnya penguasaan akan disiplin akadcmiknya akan menambah kredibilitas guru yang diperlukan juga dalam proses pembelajarannya. . o. Pedoman itu harus memenuhi kepatuhan. kebermaknaan. memelihara perilaku-perilaku yang diharapkan. tumbuhnya perilaku menyimpang. Tahapan Memelihara Disiplin Memelihara disiplin adalah suatu proses. Karena ia proses maka memelihara disiplin akan terdiri dari serangkaian tahapan yang harus diperhatikan oleh para penegak disiplin. n.

Guru hendaknya menggunakan pendekatan ilmu dan seni mendidik dalam fase ini. menatap mata peserta didik. garis besar perhatian dan aktivitas yang relevan dari bidang studi yang akan ditempuh peserta didik. memberi isyarat dengan tangan atau kepala agar peserta didik tidak berperilaku tidak pantas. 2) informasikan gambaran umum. latar belakang. 3) informasikan harapan-harapan akademis dan kebij akan penilaian secara rasional. Guru memerlukan keahlian dalam langkah-langkah intervensi seperti: bertanya. Guru melakukan terapi situasi dari pada peraturan disiplinnya. atau melakukan apa saja yang tepat untuk situasi seperti itu. d. Pengaturan Tujuan pengaturan perilaku adalah mengurangi kesalahan pelaksanaan pengembangan kecakapan peserta didik. Hindari segala jenis tindakan yang menimbulkan konfrontasi. Hal itu semua hams dilakukan dengan tenang dan tidak emisional. Ingat ini bukan "situasi· kemenangan bagi guru. Campurtangan (intervensi) Campurtangan atau usaha guru untuk menyetop perilaku tidak pantas dari peserta didik diperlukan bila teknik-teknik yang diterapkan dalam fase pencegahan dan pemeliharaan tidak berhasil. mendekati peserta didik. Kalau cara ini beJum berhasil mintalah peserta didik dengan menyebut namanya untuk diam atau memindahkan temp at duduknya. 4) beri kesempatan peserta didik menyatakan harapan-harapan mereka dengan kemungkinan-kemungkinan yang saling menguntungkan. Campurtangan lebih dilakukan pada gejala utamanya dari pada kepada perilaku menyimpangnya. Fase ini merupakan fase penting demi tercapainya tujuan peserta didik. c.Langkah-langkahnya seperti: 1) mulailah dengan saling berkenalan secara tepat. Namun dalam fase campurtangan ini hendaknya dicari teknik yang efektif dan dilakukan secanl hemat dan penuh pertimbangan. Guru tidak dilatih mengobati dan mereka hams menyadari kekurangan .

Guru dapat segera menghampiri mereka dan memotivasi mereka agar kembali mengerjakan tugas-tugasnya. 2. Berdialog antara guru dan peserta didik tentang hak dan kewajiban peserta didik perlu dilaksanakan. tetapi kebebasan yang berlebihan periu dicegah jangan sampai berkembang merusak disiplin kelas. Namun demikian. potensi mempengaruhi sikap dan perilaku dengan cara yang tidak merugikan. Gangguan percakapan Percakapan antar peserta didik yang mengancam disiplin perlu segera ditanggulangi. Gangguan kebebasan yang berlebihan di an tara Slswa Bebas adalah naluri manusia. atau menyuruh menyelesaikan tugas secara khusus kepada peserta didik yang bercakap tadi. Katakan kepada para siswa bahwa disamping hak ada kewajiban. Guru dapat membantu peserta didik menyadari bahwa perilaku memiliki konsekuensi dengan kehidupan mereka. a. Atau guru dapat bertanya. c. b. selain akan mengganggu ketertiban kelas. Lebih lanjut guru dapat mempertimbangan alternatif aktivitas kearah pengembangan perilaku positif melalui cara yang efektif. Gangguan melempar catatan Gangguan melempar catatan muncul akibat adanya kebosanan at au ketidak tepatan kegiatan belajar mengajar. Tidak tepat bila guru membaca keras-keras catatan itu. yaitu kcwajiban untuk tidak menggangu . guru harus memiliki kesabaran. J enis Gangguan dan Cara Penangulangan Gangguan DisipIin Dengan tidak mengurangi kebebasan guru menemukan cara penanggulangan gangguan disiplin kelas. terdapat beberapa petunjuk umum cara penanggulangan gangguan disiplin seperti dikemukakan Hollingsworth dan Hoower (1991: 72-74) berikut ini. Secara persuasif menyatakan bahwa perbuatan itu akan merugikan diri siswa sendiri. Mengambil langkah hatihati dalam situasi ini sangat penting. atau meminta siswa mengajukan pertanyaan.dalam menanggulangi hal-hal yang menyebabkan aneka perilaku.

sebagai pendengar. Berilah motivasi dan kesempatan yang bijak dan tugas yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Oleh karena im. Guru harus dapat membedakan pengaduan dan laporan tentang sesuatu. e. i. Gangguan perpindahan situasi . Menyontek. Katakan kepada mereka bahwa menyontek akibat dari tidak belajar. Gangguan penolakan permohcinan guru Berdialog secara tcrus menerus dan mencari alternatif lain adalah salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru terhadap gangguan ini. Gangguan pengaduan Disiplin kelas kadang-kadang terggangu olehadanya pengaduan di samping adanya laporan dari peserta didik. h. Namun guru perlu berlaku bijaksana dan konsisten dalam menjelaskan ke dua hak tersebut. Permohonan yang rasional untuk seorang siswa belum tentu sesuai dengan siswa lain. Gangguan tabiat marah Guru segera menghampiri atau memindahkan peserta didik yang bertabiat marah dan menjauhkan peserta didik lain. belajarlah dengan rajin dan tekun. g. Guru kemudian mencari sebab dan membantu menyelesaikan persoalannya. f. d Gangguan permusuhan diantara peserta didik atau kelompok Bicaralah dengan masing-masing pihak secara individual atau kelompok.orang lain. Berusaha mencari penyebab permusuhan ini dan cobalah adakan perubahan-perubahan baru Katakan bahwa permusuhan adalah perbuatan tidak baik. Penciptaan suasanan sejuk dan objektif akan menghilangkan gangguan semacam ini. permusuhan akan mengakibatkan hilangnya teman bergaul. Gangguan menyontck Menyontek terjadi akibat dari ketidak siapan peserta didik atau materi yang melebihi baras. selain konsentrasi buyar juga tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaandengan baik.

keadaan lingkungan sekolah. acara yang disenangi dari siaran televisi. aktivitas yang dikerjakan siswa. Siswa yang ticlak dipcrhatikan orang tua clan gurunya kurang dapat mengontrol dirinya scndiri biasanya kurang mcnghargai otoritas dan mereka tidak menyukai dan membencinya. Setiap siswa pada dasarnya mcmpunyai daya at au tcnaga untuk mcngontrol dirinya. Alat ini berupa sejumlah pertanyaan misalnya tentang buku yang disenangi. Cara tersebut antara lain. perubahan jadwal). 3) "feedback letter" dimana siswa diminta untuk membuat satu karangan atau satu surat ten tang perasaan mereka terhadap sekolahnya. clan sebagainya. terdapat berbagai cara lain yang dapat ditempuh guru dalam menanggulangi pelanggaran disiplin. favorit. Berbagai alat dapat digunakan. Yang Saya Sukai di Sekolah . serta pengawasan. Di samping itu. pada saat pulang sekolah. Sebaliknya anak yang frustasi karena merasa tidak mendapat perhatian guru dengan semestinya sangat mungkin terjadinya siswa terscbut melanggar disiplin sekolah. Oleh karena itu. misalnya: 1) "interest-inventory"merupakan cara sederhana yang dapat dibuat guru. a. pada saat istirahat. Pengenalan Slswa Makin baik guru mengenal siswa makin besar kemungkinan guru mencegah terjadinya pelanggaran disiplin. dan sebagainya. Pengenalan terhadap mereka dan lataI' belakangnya merupakan usaha penanggulangan pelanggaran disiplin. guru yang paling discnangi. hoby.apa yang disukai pada saat pertama kali masuk sekolah. perpindahan situasi harusdiiringi oleh kesiapan akan alternatif dan inisiatif lain.Perpindahan situasi merupakan jenis lain dari gangguan disipltn kelas (ganti pelajaran pindah kelas. 2) "sosiogram" yang dibuat dengan maksud untuk melihat bagaimana persepsi para siswa dalam rangka hubungan sosial-psikologis dengan teman-temannya. pada saat pelajaran berlangsung.

Yang saya sukai waktu pulang adalah saya dan remanternan dapat berdiskusi tentang kcgiatan sorenya sebelum kami semua pulang. Dan perpcsan agar c1ikcrjakan dcngan baik. Pada pukul 09. Tak lama kemudian 10 menit berlalu. Dan tidak Iupa kami berdoa dahulu dan bcrsalaman dengan Pak Guru. Saya juga senang membeli makanan di kantin sekolah. Bel berbunyi kembali tanda istirahat telah selesai dan waktunya mas uk. Beberapa saat kcmuclian scbelum pulang Pak Guru memberi tugas rumah dahulu. Saya juga scnang dengan cara Pak Guru mengajar pelajaran ini. Tak lama kemudian bel pun bcrbunyi menunjukkan tanda untuk pulang. Lalu mereka mcmasuki kclas dengan rapi clan tcratur.45. Maka Pak Guru clan Ibu Guru juga scnang mclihatnya. Dan murid-muridpun menanggapinya dengan penuh scmangat pula. Murid-murid segcra berbaris di dcpan kclasnya masingmasing. Sesuclah itu baru kami . Selain itu juga kita dapat melepaskan dahaga. Saya sangat senang karena terlihat rapi clan tcrtib. Saya juga menyukai pelajaran yang sama ini. Yang saya sukai waktu istirahat yaitu kita semua dapat melepaskan kelelahan dan ketegangan dalam belajar. Sambil makan dan minum saya dan teman-teman duduk-duduk di teras halaman.Saya adalah siswa dari SO Petompon 01-02 di Kecamatan Gajah Mungkur. setelah itu satu persatu mereka masuk ke kelas. Saya merasa senang dan bangga sekolah di sini. Saya jugasempat mengobrol dengan teman-teman. Setelah itu pcIajaran yang terakhir segera dimulai. Pak Guru memulai pelajaran dengan jadwal yang pertama. Yang saya sukai pada waktu belajar ini adalah Pak Guru mengajar dengan penuh semangat. Sehingga menyebabkan suasana dalam proses be1ajar mengajar menjadi menyenangkan. Yang saya sukai di sekolah an tara lain waktu masuk. Waktu itu jam menunjukkan pukul 06. Saya dan ternan-ternan segera keluar dari ruang kelas. Pak Guru kemudian masuk ke kelas kami. Kotamadya Semarang. Kemudian saya dan teman-teman segera duduk di temp at maslI1gmaslI1g. Pelajaranpun segera dimulai. Saya pun juga ikut baris. Saya juga mcnyukai tugas yang dibcri Pak Guru ini. Anak-anak segera berbaris dengan rapi di depan kelas. Sayapun juga menyukainya.00 bel berbunyi tanda waktu untuk istirahat. Saya senang karena melihat teman-teman menyapanya dengan ramah.

Scmua itulah yang saya sukai di sckolah. Semarang. Prima Hidayaningtias VI B/SD Petompon 02 Susunan ka1imat mendekati scmpurna. SD Petompon 01 Soediarto 130151693 Contoh karangan siswa sebagai ungkapan perasaan siswa terhadap sekolah . sesuai dengan petunjuk menulis. 3 Maret 1998 Ka.diperbolehkan pulang ke rumah kami masing-masing dengan hati scnang clan riang. Bentuk tulisan bagus. Ia (Prima Hidayaningtias) sudah pcrnah sebagai pemenang pcrtama da1arn penulisan Pekan Tabungan Nasional tingkat Kodya Dati II Semarang. gagasan belum sesuai dengan judul . Ide (penuangan).

Tidak ada untungnya kalau pada saat itu guru membuka forum diskusi untuk membicarakan tentang peraturan dan mencari siapa yang bersalah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memonitor efektivitas aturan tata tertib. Sekali lagi segera hentikan penyimpangan tingkah laku siswa dengan tindakan. bahu. Dimensi tindakan merupakan kegiatan yang seharusnya dilakukan guru bila terjadi masalah pelanggaran disiplin. Pesan-pesan non-verbal atau body language. baik berupa isyarat tangan. Guru harus segera mengingatkan siswa terhadap peraturan tata tertib (=yang dibuat dan diterapkan bersarna) dan konsekuensinya. Bagaimana cara melakukan dimensi tindakan ini. Cara berteriak atau memberikan ceramah ten tang kesalahan yang dibuat siswa pada saat itu akan membuat siswa . kemudian melaksanakan sanksi yang seharusnya berlaku. beberapa hal di bawah ini dapat dij adikan bahan pertimbangan bagi guru.malah menjadi bingung.Jangan tawar menawar (do not bargain) Bila terjadi pelanggaran yang dilakukan seorang siswa dan melibatkan atau menyalahkan siswa lainnya guru harus segera melakukan tindakan untuk menghentikan gangguan tersebut. tindakan tepat dan segera sangat diperlukan. Melakukan tindakan korektif Dalam kegiatan menegakkan disiplin kelas. 3) Gunakan "kontrol"kerja Mungkin sekali banyak hal belum tercakup dalam tata tertib terjadi dalamkelas. kepala. Guru yang bersangkutan dituntut untuk berbuat sesuatu dalam menghentikan perbuatan siswa setepat mungkin. . dan sebagainya dapat membantu dalam penegakkan disiplin kelas. 2) . Setelah jangka waktu tertentu guru bersama-sama murid dapat meninjau kembali aturan sekolah tersebut untuk dimodifikasi dan diperbaiki. Kewajiban guru adalah mencoba menghindarkan hal tersebut dengan melakukan kontrol sosial. alis. -+ 1) Lakukan tidakan dan bukan ceramah Bila ada seorang siswa melakukan tindakan yang dapat menggangu kelas lakukan tindakan menghentikan kegiatan tersebut secara tepat dan segera.b.

4) Ingat bahwa pclaksanaan konsekuensi atas pelangaran terhadap tata tertib tidak dimaksudkan untuk menghukum. 4) Nyalakan peraluran cian konsekuensinya Bila ada siswa yang melanggar peraturan tata tertib sekolah komunikasikan kembali apa aturan yang dilanggarnya secara jelas dan kemukakan akibatnya bila peraturan yang telah dibuat dan disepakati bersama itu dilanggar. . berhentilah dan pindahkan kepada alternatif lain yang cliperkirakan akan memberikan hasil yang lebihbaik. memberi tanda: cek. Kemukakan kepadanya harapan kita sebagai guru dan teman-teman lain yang akan terganggu konsenl!i!lya dan nyatakan tingkah laku bagaimana yang diharapkan dari siswa yang bersangkutan. kemudian usahakan memahami alasan mengapa siswa tersebut bertindak demikian. ticlak efektif. dan sekaligus dapat mengontrol tingkah laku mereka. 2) Jika ternyata satu konsekuensi yangdipilih. Tindakan guru hendaknya cukup tegas dan berwibawa clan henclaknya hinclarkan hal-hal tinclakan yang menyebabkan siswa menclapat malu cli clepan teman. Pendekatan dengan siswa sangat diperlukan karena kalau mercka mcrasa dekat dengah guru akan memperkecil kesempatan mereka untuk berbuat "nakal" dan melanggar tata tertib sekolah. Beberapa petunjuk cli bawah ini clapat diperhatikan: I) Pilihlah dan pakailah konsekuensi yang paling ringan dalam alternatif penanggulangan seperti teguran. Bila ada tindakan siswa yang menggangu suasana proses belajar mengajar segera hentikan gangguan tersebut. Hindarkan konsekuensi yang berat clan memberi hukuman.Misalnya dengan membuat ruangan tapal kuda sehingga guru dapat langsung berhadapan muka dengan para siswa. pcringatan. Konsekuensi itu dilakukan secara bertahap dimulai dari peringatan.temannya. memberi tugas tambahan dan sebagainya. 3) Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan kesempatan kepacla siswa untuk memilih salah satu alternatifkonsekuensi clari pelanggaran yang sudah dibuatnya. teguran. disuruh menghadap kepala sekolah dan atau dilaporkan kepada orang tuanya tentang pelanggaran yang dilakukannya di sekolah.

Melakukan tindakan penyembuhan Pelanggaran yang sudah terlanjur dilakukan siswa atal! scjumlah sls\Va perlu ditanggulangi dengan tindakan penyembuhan baik secara individual maupun secara kelompok. tersebut. 2) 3) siswa tidak mau menerima aWu mcnolak konsckucnsi scpcrti yang telah tercantum seorang siswa menolak sarna sekali aturan khusus yang telah tercantum dalam tata dalam pcraturan sckolah scbagai akibat dari perbuatannya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menemukan peraturan mana dan alternatif mana secara empirik merupakan alat yang efekif dalam mengatasi problema disiplin. akan ditempuh dalam mengadakan kontrak dengan siswa semacam ini. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam tindakan peyembuhan 1m ialah: 1) 2) 3) 4) mengindentifikasikan para siswa yang mendapat kesulitan untuk menerima dan membuat rencana yang diperkirakan paling tepat tentang langkahlangkah yang menetapkan waktu pertemuan dengan siswa tersebut yang disetujui bersama oleh bila saatnya dengan bertemu dengan siswa tiba. Situasi pelanggaran ini dapat berbentuk: I)siswa melanggar sejumlah peraturan sekolah yang tclah disepakati bersama. c. Dalam kegiatan menegakkan disiplin dibutuhkan satu kegiatan monitoring. Dari hasilpengalaman beberapa waktu ada baiknya kalau guru menampung pendapat para siswa tentang peraturan mana yang dianggap tidak perlu dan dibuang. 5) tunjukkan kepada siswa bahwa gurupun bukan orang. akan tetapi yang penting an tara guru . jelaskanlah maksud pertemuan mengikuti tata tertib atau menerima konsekuensi dari pelanggaran yang dibuatnya.5) Konsekuensi dibuat untuk mengelola tindakan yang melanggar aturan pada saat tertentu. guru dan siswa yang bersangkutan.iswa maupun oleh sekolah. Besok adalah hari lain dan konsekuensi hanya berlaku pada hari itu dan saat itu. yang sempurna dan tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan dalam berbagai hal. Kegiatan inipun bcrtujuan untuk mengindentifikasi siswa yang sukar mengikuti peraturan sekolah. dan jelaskan pula manfaat yang diperoleh baik oleh s. tertib sekolah.

saling mengingatkan bagi kepentingan bersama. . untuk saling memperbaiki diri. 6) guru berusaha untuk membawa murid kepada masalahnya yaitu memahami tata tertib dan menjauhi pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di sekolah.dan siswa harus tumbuh kesadaran untuk bersama-sama belajar.

7) bila ada pertemuan yang diadakan dan ternyata siswa tidak responsif maka guru dapat mengajak siswa untuk melaksanakan diskusi pada saat lain ten tang masalah yang dihadapinya. 9) melakukan kegiatan tindak lanjut. 8) pertemuan guru dengan siswa harus sampai pada pemecahan masalah dan sampai kepada "kontrak individual" yang diterima siswa dalam rangka memperbaiki tingkah laku siswa tentang pelanggaran yang dibuatnya. 1 I I ! 011 ii Gambar 35 Usaha guru membawa siswa kepada pemahaman tata tertib .

Konsep lain dalam mencegah gangguan disiplin kelas dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini.

a.

Sajian yang menarik

Masalah disiplin kelas terganggu karena penyajian materi yang kurang menarik. Oleh karena itu, prosedur mengajar (orientasi, latihanl praktik, umpan balik, lanjutan) harus dilaksanakan dengan cara yang menarik.

b.

Penampilan yang menarik

Sajian yang menarik hendaknya diikuti oleh penampilan yang menarik. Guru adalah model dan panutan peserta didik. Oleh karena itu, dalam berbicara, berpakaian, bertingkah laku misalnya, hendaknya dijaga agar tetap menarik.

c.

Ketepatan menangani masalah

Pen gam b i I an tindakan pen anggu langan masalah dis ip lin akan menyenangkan satu pihak tetapi mungkin merugikan pihak lain. Oleh karena itu, ketepatan penanganan masalah sangatlah perIu.

d.

Belajar dari kesalahan

Boleh jadi banyak pengalaman yang berkesan disamping yang tidak me,nyenangkan dalam mengajar. Setelah kita mengajar 4-5 tahun lamanya, akhirnya disadari banyak hal positif, efektif, namun ada juga

yang kurang efektif untuk di1aksanakan da1am menanggu1angi masa1ah disiplin. Kesiapan guru da1am mengajar akan mempengaruhi tegaknya disiplin, seba1iknya guru yang tidak siap gangguan disip1in akan timbul. Akhirnya be1ajar dari pengalaman, guru dapat memetik manfaatnya.

e.

Penggunaan hukuman Para pendidik tidak setuju mengenai sesuatu yang mengakibatkan berkembangnya

perilaku menyimpang dibiarkan ada. Tindakan yang berupaya menegakkan disip1in memang perIu. Hukuman kendatipun kadang-kadang kurangefektif dari ganjaran yang perIu diambil. . Terdapat prinsip-prinsip yang perIu diperhatikan dalam memberi hukuman kepada peserta didik. Prinsip-prinsip berikut merupakan gagasan agar pemberian hukuman flcksibel dan mengkait dengan situasi dan kekhususan para siswa. Prinsip-prinsip tersebut sepcrti dikemukakan olch Ornsticn (1990); Eggen (1994) adalah: 1) hukuman diberikan sccara hormat dan penuh pertimbangan; 2) berikan kejelasan /alasan mengapa hukuman dibcrikan ; 3) hindarkan pemberjan hukuman pada saat marah at au emosional; 4) hukuman diberikan pada awa1 kejadian dari pada akhir kejadian; 5) hindari hukuman yang bersifat badaniah/fisik; 6) jangan menghukum kelompok/kelas apabila kesalahan dilakukan oleh seseorang ; 7) jangan memberi tugas tambahan sebagai hukuman; 8) yakini bahwa hukuman sesuai dengan kesalahan; 9) pelajari tipe hukuman yang diijinkan sekolah; 10) jangan menggunakan standar hukuman ganda; 11) jangan mendendam; 12) konsisten liengan pemberian hukuman; 13) jangan mengancam dengan ketidak mungkinan: 14) jangan memberi hukuman berdasar selera.

Jenis-jenis Hukuman 1. Pengurangan skor 2. Pengurangan hak 3. Hukuman berupa 4. Pemberian celaan atau penurunan peringkat denda 5. Penahanan sesudah sekolah 6. Penyekoresan 7. Pengiriman kepada orang lain Emmer dalam Suharsimi,1993

Gambar 36 pertimbangan Hukuman diberikan secara hormat dan penuh Secant ringkas Iangkah-langkah pencegahan gangguan disiplin dapat clikcmukan bcrikut ini a. Umum 1) Peduli 2) tandai gangguan 3) amati dcngan saksama 4) tingkatkan kcpcntingan scmua pihak 5) humor 6) penyususnan kembali program 7) rutinitas .

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Moderat susun aktivitas kelas tentukan prosedur dan ketentuan da1am pembe1ajaran susun aktivitas dan tugas-tugas akademik Sllsun kcgiatan-kegiatan yang sudah rutin tekankan tujuan dampak sampingan dari be1ajar laksanakan kegiatan monitoring bentuk kelompok-kelompok belajar gunakan waktu secara efektif berikan petunjuk-petunjllk praktis 10) kcmukakan harapan-harapan guru c. gunakan verbal dan non verbal secara harmonis. berikan penekanan pada penje1asan bukan pada pendapat. 2) Pengembangan dan pemeliharaan kepercayaan 3) Efesiensi komunikasi seperti: gunakan orang pertama secara tunggal dan langsung. buatlah pesan secara lengkap/harmonis/ konkret. gambarkan perilaku tanpa penilaian. berikan penekanan pada masa sekarang /akan datang bukan pada masa 1ampau. Kebiasaan Hidup Tertib Pembiasaan dengan disiplin di sekolah akan mempunyai pengaruh yang positif bagi .8) 9) permohonan langsung hindarkan barang-barang yang menggangu 10) pengenda1ian fisiko b. 3. berikan penekanan pada proses perubahan pribadi. Kcmanusiaan 1) Pcngcmbangan kcsadaran diri melalui umpan balik sepcrti: berikan pcnckanan pada lingkah Jaku bukan pada pribadi. mintalah balikan.

f. Guru bersikap adil sehingga rnereka rnerasa diperlakukan sarna tanpa turnbuh rasa dianak tirikan atau disisihkan. akan tetapi disiplin telah merupakan aturan yang datang dari dalam dirinya sendiri suatu hal yang wajar dilakukan dalam kchidupan schari-hari. Guru bersikap objektif terhadap kesalahan siswa dengan rnelakukan sanksi sesuai dengan tata tertib bila siswa rnelanggar disiplin yang telah dlsetujui bersarna. Pada mulanya memang disiplindirasakan sebgai suatu aturan yang mengekang kebebasan siswa. Hal ini akan turnbuh subur bila: a. b. Disiplin diri sendiri hanya akan tumbuh dalam suatu suasana dimana antara guru dan para siswa terjalin sikap persahabatan yang berakar pada dasar saling hormat menghormati dan saling percaya mempercayal. maka lama-kelamaan akan menjadi sesuatu kebiasan yang baik menuju kearah disiplin did sendiri (self discipline). e. d. Menghargai rnereka dan rnenerirna rnereka dengan berbagai keterbatas an n y a. . Dapat diciptakan suasana optirnis sehingga setiap siswa rncrasakan berhasil dalam scgiscgi tcrtcntu dan tidak scnantiasa bcrada dalam situasi kegagalan dan kekecewaan. h. Disiplin tidak lagi merupakan aturan yang datang dari luar yang mel11berikan keterbatasan tertentu. Pada saat-saat tertentu disediakan penghargaan dan hadiah bagi Slswa siswa yang bertingkah laku sesuai dengan tuntutan disiplin yang berlaku sebagai suri tauladan yang baik. Guru bersikap hangat dalarn rnernbina sikap persahabatan dengan sernua siswa.kehidupan siswa di masa yang akan datang. c. Akan tetapi bila aturan ini dirasakan sebagai sesuatu yang memang seharusnya dipatuhi secara sadar untuk kebaikan sendiri dan kebaikan bersama. g. Guru tidak rnenghukurn siswa di depan ternan-ternannya sehingga rnengakibatkan rnereka rnerasa kehilangan rnuka. Guru tidak rnenuntut para siswa untuk rnengikuti aturan-aturan yang di luar kernarnpuan Slswa. Suasana kchidupan di sekolah tidak rnendorong siswa ke arah tingkah laku yang dikehendaki. Pengalaman dasar dalam disiplin akan memberikan kcrangka dalam keteraturan hidup selanjutnya.

Sikap ini akan memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut terlibat dalam meneggakkan disiplin sekolah. ikut bertanggung jawab. Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan kerjasama yang baik c1engan orang tua di rumah agar kebiasaan disiplin yang baik c1i sekolah c1itunjang olch kebiasaan yang baik di rumah dan sebaliknya. dan ikut mempertahankan aturan yang telah dipikirkan dan ditetapkan bersama.Gambar37 Penguatan dengan pemberian hadiah bagi siswa teladan Sikap guru yang demokratis marupakan kondisi bagi terbinanya kebiasaan berlaku tertib. .

Simpulkan bahwa dengan pembiasaan disiplin sekolah akan berpengaruh positif bagi kehidupan siswa dimasa depan? m. lelaskan langkah-langkah menumbuhkan kesan positif pada awal pertemuan di kelas? c.pertanyaan a. lelaskan hal-hal yang dapat menumbuh suburkan sikap bersahabat antaraguru dan siwa? n. Kemukakan kemungkinan -kemungkinan jenis-jenis gangguan disiplin kelas? e. lelaskan tuhapan-tahapan memelihara disiplin kelas? b. Catat/inventarisasi jenis-jenis gangguan-gangguan disiplin kelas yang banyak muncul. lktisarkan langkah-Iangkah yang harus dilakukan pacta tindakan penyembuhan? J.Pertanyaan . lelaskan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam menjatuhkan' hukuman dalam menegakkan displin kelas? 1. lelaskan alasan diterapkannya campurtangan (intervensi) guru dalam menegakkan disiplin kelas? d. lelaskan tahap-tahap pemeliharaan disiplin kelas pada saat menyatakan pcraturan tata tertib disertai konsekuensinya? h. lelaskan bahwa sikap guru yang demokratis merupakan kondisi bagi terbinanya tertib ke arah siasat atau ke arah kesadaran diri sendiri? o. Anda berkunjung kesebuah sekolah dasar. . lelaskan cara-cara penanggulangan gangguan disiplin kelas sesuai dengan jenis gangguan kelas yang timbul? f. Tunjukkan bagaiman menjalin hubungan antara guru dan orang tua di rumah agar upaya memelihara disiplin di kelas dapat ditunjang oleh disiplin di rumah? Tugas 1. ketepatan penanganan dapat mencegah gangguan disiplin kelas? k. Simpulkan bahwa sajian menarik. penampilan menarik. Sebutkan berbagai alat yang dapat digunakan pada saat pengenalan siswa? g. Secara berke1ompok (4-5) orang. Simpulkan bahwa pelaksanaan konsekuensi atas pelanggaran tata tertib bukan dimaksud sebagai hukuman? I. Laksanakan kegiatan c1i bawah ini pacla saat Anda berada di sekolah tersebut: a.

b. Catatlinventarisasi cara-cara pcnanggulangan gangguan disiplin kelas yang Laporkan hasil obscrvasi Anda di depan kelas. Inc. Kenneth H. akibat-akibat apa yang terjadi terhadap disiplin kelas apabila guru memberi Manfaat belajar dari kesalahan dalam pencegahan gangguan disiplin kelas. Diskusikan dalam kelompok (4-5) orang tentang: resiko-resiko pcmberian hukuman dalam keadaan guru sedang emOSl. Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Eggen. M. Allan. 1991. New York: Harper & Row Publisher Inc. b. d. 1983. Boston: Allyn and Bacon. 2. Pengelolaan Kelas. Mintalah komcntar dosen pengampu mata kuliah manajemcn kclas. . c. c. New York: Mcmillan College Publishing Company. Paul D & Don Kauchak. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Kcpendidikan Depdikbud. Entang dan T. hukuman kepada seluruh ke1as kendatirpun yang salah hanya seorang siswa. Elementary Teaching Methods. Hollingsworth. Educational Psychologi: Classroom Connections. Paul M clan Hooper. Daftar Pustaka Depdikbud. Strategies for Effective Teaching. a. dilakukan guru. 1994. Pengelolaan Kelas. Raka Joni. 1990. Ornstien. 1983.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful