PENDAHULUAN

Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke 4 disebutkan bahwa pemerintah Indonesia bertekat untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 28 H ayat (1) dalam amandemen Uud 1945 disebutkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memproleh pelayanan kesehatan. Untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia, hak kesehatan di Indonesia telah diakui secara formal sejak tahun 1960 dengan adanya UU Pokok Kesehatan dan diperbaharui oleh UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, yang memuat pasal-pasal mengatur hak dan kewajiban warga negara dan pemerintah. Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan telah dikembangkan pula Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang merupakan suatu tatanan yang mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum. Disebutkan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat atau disingkat Puskesmas adalah unit pelaksana pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam sistem tersebut. Berdasarkan sumber Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau terdapat 7.277 puskesmas di Indonesia. 1.818 unit diantaranya mempunyai fasilitas ruang rawat inap. Jumlah puskesmas pembantu di Indonesia mencapai 21.587 unit, dan puskesmas keliling sebanyak 5.084 unit. Pada tahun 2007 di Kepulauan Riau, jumlah puskesmas mencapai 52 unit, puskesmas keliling darat 75 unit, puskesma keliling laut 24 unit dan puskesmas pembantu 221 unit. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas di Tanjungpinang mencapai 4 unit, puskesmas keliling darat 6 unit dan 12 puskesmas pembantu. Oleh karena itu, penulis membuat makalah dengan judul Puskesmas untuk mengetahui tatanan praktek di puskesmas.

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Sejarah Perkembangan Puskesmas Sejarah dan perkembangan puskesmas di Indonesia mulai dari didirikannya berbagai institusi kesehatan seperti balai pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak, serta diselenggarakannya berbagai upaya-upaya kesehatan seperti usaha hygiene dan sanitasi lingkungan yang masingmasinh berjalan sendiri-sendiri. Pada pertemuan Bandung Plan (1951) dr. J. Leimena mencetuskan pemikiran mengintegrasikan berbagai institusi dan upaya tersebut dibawah satu pimpinan agar lebih efektif dan efisien. Konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Konsep pelayanan yang terintegrasi lebih berkembang dengan pembentukan team work dan team approach dalam pelayanan kesehatan (1956). Gagasan ini dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan

baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh mayarakat. kemampuan pemerintah serta keinginan program ditingkat pusat. Penggunaan istilah puskesmas pertama kali dimuat pada Master Plan of Operation for Strenghtening National Health Service in Indonesia Tahun 1969. merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada. terpadu dan berkesinambungan. Perkembangan selanjutnya lebih mengarah pada penambahan kegiatan pokok seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan kesehatan meliputi pembangunan yang berwawasan kesehatan. C. Yang dimaksud dengan unit pelaksana adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPTD. tanpa atau dengan bantuan pihak lain. yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat serta mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 2. Diharapkan setiap pembangunan yang dilaksanakan seyogyanya yang mendatangkan dampak positif terhadap kesehatan. Definisi Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. 3. fasilitator) dan turut serta memantau pembangunan yang diselenggarakan di tingkat kecamatn agar dalam pelaksanaannya mengacu. Puskesmas sebagai fasilits pelayanan kesehatan tingkat pertama mempunyai 3 (tiga) fungsi sebagai berikut : 1. Dalam dokumen tersebut disebutkan puskesmas terdiri atas 3 tipe puskemas (tipe A. Kemudian dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional ke III tahun 1970 menetapkan hanya ada satu tipe puskesmas dengan 6 kegiatan pokok. sehingga kegiatan berkembang menjadi 18 kegiatan pokok. pemberdayaan masyarakat dan keluarga. tipe B. kemauan. tipe C). merencanakan dan mengambil keputusan untuk melakukan pemecahannya dengan benar. Yang dimaksud dengan pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran. Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan yang bersifat pokok (basic health service). B. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan optimal. Pemberdayaan keluarga adalah segala upaya fasilitas yang bersifat non instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuyan keluarga agar mampu mengidentifikasi masalah. Fungsi Puskesmas Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional. serta pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu. bahkan DKI Jakarta mengembangkan menjadi 21 kegiatan pokok. berorientasi serta dilandasi oleh kesehatan sebagai faktor pertimbangan utama.Kabupaten di setiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970. yakni unit organisasi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang melaksanakan tugas teknis operasional. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan Memiliki makna bahwa Puskesmas harus mampu membantu menggerakkan (motivator. Upaya Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama Upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama yang diselenggarakan puskesmas bersifat holistic. Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitas yang bersifat non instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah. komprehensif/menyeluruh. Pelayanan kesehatan tingkat pertama meliputi pelayanan kesehatan masyarakat dan .

dalam upaya untuk memperluas jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. ada Bidan di Desa yang mempunyai peran spesifik. puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan pemerintah yang wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara bermutu. • Pelayanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayanan. Tugas pokok adalah menyelenggarakan sebagian program kegiatan puskesmas sesuai dengan kompetensi tenaga dan sumberdaya lain yang tersedia. peralatan komunikasi yang berasal dari Puskesmas. terjangkau. Disamping institusi tersebut di atas. adil dan merata. Tugas pokok umum adalah memelihara dan melindungi kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. beban kerja puskesmas dan lain-lain. Upaya pelayanan yang diselenggarakan meliputi : • Pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih mengutamakan pelayanan promotif dan preventif. meningkatkan sinergisme kegiatan. sedangkan secara khusus bertanggung jawab terhadap program kesehatan ibu dan anak . masalah kesehatan setempat. D. serta sebagian besar diselenggarakan bersama masyarakat melalui upaya pelayanan dalam dan luar gedung di wilayah kerja puskesmas. dengan pendekatan kelompok masyarakat. terdiri dari : tenaga yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor/roda-4/perahu bermotor. 2. Bidan di Desa adalah tenaga bidan yang ditempatkan di desa dalam rangka meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan Puskesmas. meningkatkan sinergisme pembangunan dalam wilayah Kecamatan. Apabila dalam satu wilayah Kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas maka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat menunjuk salah satu Puskesmas sebagai Koordinator pembangunan kesehatan di Kecamatan. keadaan sumberdaya. kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga pada umumnya. melalui upaya rawat jalan dan rujukan. mempunyai wilayah kerja satu-dua desa dan bertanggung jawab kepada kepala Puskesmas. sarana transportasi. Pada kondisi tertentu dan bila memungkinkan dapat dipertimbangkan puskesmas dapat memberikan pelayanan rawat inap sebagai rujukan antara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit. demografi. memperjelas tanggung jawab pembangunan dalam wilayah Kecamatan. sulitnya sarana transportasi dan kepadatan penduduk. Wilayah Kerja Puskesmas Wilayah kerja adalah batasan wilayah kerja puskesmas dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembangunan kesehatan. Sesuai dengan luas wilayah. Pada umumnya pelayanan kesehatan tingkat pertama ini bersifat pelayanan rawat jalan (ambulatory/out patient service). Puskesmas ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana dalam bentuk : 1. 3. keadaan geografis. Puskesmas Pembantu adalah Unit Pelayanan Kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang serta membantu melaksanakan kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam masyarakat lingkungan wilayah yang lebih kecil serta jenis dan kompetensi pelayanan yang disesuaikan dengan kemampuan tenaga dan sarana yang tersedia. Puskesmas Keliling adalah merupakan tim pelayanan kesehatan puskesmas keliling.pelayanan medik. Sebagai pusat pelayanan tingkat pertama di wilayah kerjanya. yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berdasarkan keadaan geografis. Selain itu juga harus memperhatikan dalam upaya untuk meningkatkan koordinasi. dan meningkatkan kinerja. peralatan kesehatan. Puskesmas Keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan program kegiatan puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau atau lokasi yang sulit dijangkau oleh sarana kesehatan.

kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana. 4. maka puskesmas dapat diberi tambahan ruangan untuk rawat inap sementara dan fasilitas tindakan operasi terbatas. Unit III . sulitnya keadaan medan puskesmas menuju rumah sakit. Unit II Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mempunyai tugas untuk menetapkan struktur organisasi puskesmas dengan pertimbangan beban kerja dan potensi sumber daya yang tersedia di Puskesmas. sulitnnya sarana transportasi menuju rumah sakit.termasuk Keluarga Berencana. Pola organisasi puskesmas sebagai berikut : Kepala  Wakil Kepala (disesuaikan beban kerja dan kebutuhan puskesmas dan yang menetapkan ada atau tidak adalah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota). dan jabatan fungsional. Unit I Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak. keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan. 2. E. Kepala urusan tata usaha Bertugas dibidang kepegawaian. 5. Fungsinya sebagai “Pusat Rujukan Antara” yang melayani penderita gawat darurat sebelum dapat dirujuk ke rumah sakit. Puskesmas Rawat Inap adalah Puskesmas dengan tambahan ruangan dan fasilitas tempat perawatan untuk menolong penderita gawat darurat baik berupa tindakan operatif terbatas atau perawatan sementara. sebagai berikut : Unit Perencanaan Unit Keuangan Unit Perlengkapan  Unit Umum Tugas pokok : 1.  Unit tata usaha Unit fungsional Alternatif lain yang dapat dipertimbangkan satuan organisasi dalam unit tata usaha. 3. mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural. keluarga berencana dan perbaikan gizi. Dalam keadaan tertentu misalkan letak puskesmas jauh dari rumah sakit. Kepala Puskesmas Bertugas memimpin. daerah rawan kecelakaan/rawan bencana lain-lain.

kesehatan jiwa. 2. kesehatan remaja dan dana sehat. 6.Antara Puskesmas dengan RSU dalam bidang pelayanan medic . adalah sebagai berikut: . kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya. Unit VII Melaksanakan kegiatan kefarmasian.Antara Puskesmas dengan Camat dan Badan Penyantun Puskesmas dalam bidang pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan. kesehatan tenaga kerja dan manula. kesehatan sekolah dan olahraga. Jenis Rujukan Rujukan secara konseptual terdiri atas : . Tata Kerja Hubungan tata kerja puskesmas dalam sistem pemerintahan di Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut : : garis koordinasi fungsional Tata kerja koordinasi fungsional. Pengertian Seperti yang telah dirumuskan dalam SK Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 1972 tentang Sistem Rujukan adalah suatu system penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggungjawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal dalam arti antar unit-unit yang setingkat kemampuannya. Sistem Rujukan : 1. 8. 7. Unit V Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhankesehatan masyarakat. Unit IV Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat. F.Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut. Unit VI Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap 9.

pengobatan.a. terpadu dan berkesinambungan kepada rakyat di wilayah kerja. b. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran. 3) Rujukan operasional berupa antara lain bantuan obat. Rujukan Medik yang pada dasarnya menyangkut masalah pelayanan medik perorangan yang antara lain meliputi : 1) Rujukan kasus untuk keperluan diagnostic. seperti pengobatan umum. teknologi kesehatan. serta pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu. Kesimpulan Puskesmas adalah suatu unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. kesehatan ibu dan anak. kemauan. Pembangunan kesehatan meliputi pembangunan yang berwawasan kesehatan. Sebagai pusat pengembangan kesehatan wilayah. Jalur Rujukan Kesehatan a. penyuluhan kesehatan . pangan pada saat terjadi bencana. pemeriksaan air minum penduduk. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan optimal. Puskesmas. 2) Rujukan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium klinik yang lengkap. Labratorium atau fasilitas pelayanan lainnya. vaksin. BAB III PENUTUP A. perbaikan gizi. Rujukan Pelayanan Kesehatan 1) Dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 2) Dari Puskesmas ke instansi lain yang lebih kompeten baik intrasektoral maupun lintas sektoral. 3) Jika rujukan di Kabupaten/Kota masih belum mampu menanggulangi. pemeriksaan specimen jika terjadi keracunan masal. artinya berfungsi membina dan mengontrol kesehatan wilayah dan masyarakatnya. memperbaiki kesehatan lingkungan seperti pengawasan tempat-tempat umum 2. tindakan operasi dan lain-lain. KB. b. Rujukan Pelayanan Medis 1) Antara masyarakat dengan puskesmas 2) Antara Puskesmas Pembantu/Bidan di Desa dengan Puskesmas 3) Intern antara petugas Puskesmas/Puskesmas Rawat Inap 4) Antara Puskesmas dengan Rumah Sakit. kesehatan gigi. Pemberi pelayanan kesehatan dan kedokteran secara menyeluruh (holistic). 2) Rujukan tenaga dalam bentuk antara lain dukungan tenaga ahli untuk penyidikan sebab dan asal usul penularan penyakit serta penanggulangannnya pada bencana alam dan gangguan kamtibmas. 3) Rujukan ilmu pengetahuan antara lain mendatangkan atau mengirim tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk melakukan tindakan. dapat diteruskan ke Provinsi/Pusat. alih pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kualitas pelayanan. seperti mengawasi (melalui surveillans) dan mencegah penyakit menular serta penyakit lain dalam masyarakat. mempunyai 3 fungsi utama yaitu: 1. Rujukan Kesehatan Masyarakat pada dasarnya menyangkut masalah kesehatan masyarakat luas yang meliputi : 1) Rujukan sarana berupa antara lain bantuan laboratorium kesehatan. pemberdayaan masyarakat dan keluarga. paripurna. memberi pelayanan.

go. 2001. Penyelenggaraan Puskesmas di Era Desentralisasi. http://kepri-dev.go.bps. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.html .id 3. Posyandu. B.blogspot. DAFTAR PUSTAKA 1.id/in/sosial/132-banyaknya-rumah-sakit-puskesmas-puskesmaskeliling-dan-puskesmas-pembantu-di-provinsi-kepulauan-riau-2007 Label: Serba Serbi Asuhan Keperawatan Keperawatan Komunitas Kirimkan Ini lewat Email http://erfansyah. 2. www.com/2010/03/komunitas-tingkat-3-teori-sejarah.3. Departemen Kesehatan.depkes. Pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan dengan pendekatan PKMD. Saran Diharapkan puskesmas sebagai unit pelaksana pembangunan kesehatan dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Jakarta : Departemen Kesehatan.

atau daerah terpencil Visi Puskesmas  Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat Indikator Kecamatan Sehat: (1) lingkungan sehat.Artikel Kesehatan Konsep Puskesmas .Posting kali ini akan membahas seputar Konsep Puskesmas mulai dari pengertian. (2) perilaku sehat. (3) cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu (4) derajat kesehatan penduduk kecamatan Misi Puskesmas . Visi-misi. Fungsi. Pengertian Puskesmas      Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja UPT tugasnya adalah menyelenggarakan sebagian tugas teknis Dinas Kesehatan Pembangunan Kesehatan maksudnya adalah penyelenggara upaya kesehatan Pertanggung jawaban secara keseluruhan ada diDinkes dan sebagian ada di Puskesmas Wilayah Kerja dapat berdasarkan kecamatan. kedudukan. struktur organisasi. dan manajemen puskesmas. tata kerja. penduduk.

2. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya Fungsi Puskesmas 1. Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota → sebagai UPT Dinas Kesehatan yang bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan Kabupaten/kota di wilayah kerjanya. Umum dan Kepegawaian 3. 5. Polindes. 4. Keuangan. Unit Tata Usaha:    Data dan Informasi. 3. Jaringan pelayanan Puskesmas: . Perencanaan dan Penilaian. Pos Obat Desa dan Pos UKK. Struktur Organisasi 1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama Pelayanan Kesehatan Perorangan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kedudukan     Sistem Kesehatan Nasional → sebagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggungjawab menyelenggarakan UKP dan UKM di wilayah kerjanya. Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama → sebagai mitra dan sebagai pembina upaya kesehatan berbasis dan bersumberdaya masyarakat seperti Posyandu. pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas:   UKM / UKBM UKP 4. adalah sebagai unit pelaksana teknis Sistem Pemerintahan Daerah dinas kesehatan kabupaten/kota yang merupakan unit struktural Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bidang kesehatan di tingkat kecamatan. Kepala Puskesmas 2.    Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya Memelihara dan meningkatkan mutu.

Upaya Kesehatan Pengembangan → upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas Upaya Kesehatan Wajib: . Fungsi:    Melayani pemenuhan kebutuhan penyelenggaraan pembangunan kesehatan oleh Puskesmas (to serve) Memperjuangkan kepentingan kesehatan dan keberhasilan pembangunan kesehatan oleh Puskesmas (to advocate) Melaksanaan tinjauan kritis dan memberikan masukan tentang kinerja Puskesmas (to watch) Upaya Puskesmas    Ada dua: UKM DAN UKP Upaya kesehatan Wajib → upaya berdasarkan komitmen nasional.   Unit Puskesmas Pembantu Unit Puskesmas Keliling Unit Bidan di Desa/Komunitas Tata Kerja        Kantor Camat → koordinasi Dinkes → UPT → bertanggung jawab ke Dinkes Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama → sebagi mitra Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat → sebagai pembina Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan →kerjasama Lintas sektor → koordinasi Masyarakat → perlu dukungan/partisipasi →BPP (Badan Penyantun Puskesmas) Badan Penyantun Puskesmas (BPP) Pengertian :  Suatu organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh masyarakat peduli kesehatan yang berperan sebagai mitra kerja Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. regional dan global serta punya daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta wajib diselenggarakan puskesmas di wilayah Indonesia.

keluarga dan masyarakat. POSYANDU Azas Keterpaduan Lintas Sektor → UKS. Azas Pertanggungjawaban Wilayah →bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya 2. agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas 3. Upaya Kesehatan Kerja. UKK 4. Upaya Kesehatan Jiwa Upaya Kesehatan Mata. P1: Perencanaan   Rencana Usulan Kegiatan Rencana Pelaksanaan Kegiatan b. Upaya Kesehatan Olah Raga. tenaga. Azas Rujukan   Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan → kasus. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat. Azas Penyelenggaraan 1.      Upaya Promosi Kesehatan Upaya Kesehatan Lingkungan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Upaya Pengobatan Upaya Kesehatan Pengembangan          Upaya Kesehatan Sekolah. P2: Pelaksanaan dan Pengendalian  Pengorganisasian . spesimen. Azas Keterpaduan   Azas keterpaduan lintas program → MTBS. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut. Upaya Kesehatan Usia Lanjut. ilmu pengetahuan Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat → sarana dan logistik. operasional Manajemen Puskesmas a. UKS. Azas Pemberdayaan Masyarakat → Puskesmas wajib memberdayakan perorangan. GSI. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional. PUSLING.

Nomor: 128/Menkes/ SK/ II/ 2004. Suparyanto.  Penyelenggaraan Pemantauan c. 2004. Pengawasan internal dan eksternal e. M. Pertanggungjawaban Referensi: Depkes.blogspot. Keputusan Menteri Kesehatan.Kes (Dinas di Dinkes Kabupaten Jombang | dosen di STIKES Jombang | homepage: dr-suparyanto.com) . P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban d. Tentang Pelayanan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat Oleh: Dr.

sementara dari unit pelayanan membuat resep untuk diberikan ke ruang obat. kemudian dipanggil lagi . 6.. pasien rawat jalan. dicatat Anamnesis. Pada proses ini.. terapi Alur Pelayanan di Puskesmas Simpus merupakan suatu perangkat lunak atau dalam istilah Komputernya adalah Software yang dimana fungsi utamanya adalah untuk mengolah data Pasien yang berkunjung di Puskesmas. anamnesa. pasien. puskesmas. diagnosa. rekam medik.hehehe). 3. pemeriksaan fisik. Pada tahap pengembangan awal yang saya buat adalah Simpus untuk Kunjungan Pasien Rawat Jalan. 5. simpus. Terapi. mingguan. bulanan serta tahunan) sementara daerah lain cukup dengan laporan rekapitulasi saja. Secara umum alur pelayanan pasien di Puskesmas adalah sebagai berikut : 1. Pasien dipanggil sesuai nomor urutan untuk didaftar di loket pendaftaran. Pasien dipanggil untuk membayar (di beberapa daerah sudah gratis). untuk diberikan ke unit Pelayanan atau Poli dimana tempat Pasien ingin berobat. Pengobatan serta pemeriksaan penunjang lainnya yang selanjutnya akan disimpan kedalam database dan akan ditampilkan kedalam Histori Pasien atau Rekam Medik. on Jumat. Namun untuk beberapa proses administrasi ada juga disebagian daerah membutuhkan karcis untuk mengecek jumlah kunjungan dan biaya administrasi (harian. Pasien diperiksa. 2.. dicatat nomer Rekam Medis Pasien atau dibuatkan nomer rekam medis untuk Pasien yang baru pertama kali berkunjung. histori pasien. 4.Alur Pelayanan di Puskesmas Diposkan oleh Tommy Natalianto. Data Pasien tersebut seprti : Anamnesa. pengobatan. Terapi. Namun ada juga puskesmas yang percaya pada kesadaran pasien sendiri untuk antri sehingga tidak perlu menyerobot urutan Pasien lainnya. software. 7. Pasien menunggu sementara petugas akan mencari Rekam Medis Pasien yang bersangkutan di ruang catatan medis. Diagnosa dan lain-lain. Pasien keluar. Secara umum alur data serta pelayanan di semua puskesmas hampir sama (kecuali petugas data entrinya. termasuk obat yang diberikan dan tindakan medis kalau ada. JH. ST. Pasien dipanggil oleh petugas bisa juga oleh perawat. 10 Desember 2010 Label: alur pelayanan. ada beberapa Puskesmas yang menyediakan nomer antrian baik berupa kertas bertuliskan nomer urut atau yang sudah digital. Diagnosa Penyakit. Pasien berkunjung ke puskesmas. Pemeriksaan Fisik.

Pasien pulang. semoga cepat sembuh.untuk menerima obat.:) . 8...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful