BIOLOGI REPRODUKSI IKAN Pengaruh sGnRHa + Domperindon dengan Dosis Pemberian yang Berbeda Terhadap Ovulasi Ikan Mas

(Cyprinus carpio L.) Strain Punten

DISUSUN OLEH : Kelompok V Dina Eka Trisna Cynthia Putu Wirantika Nora Simatupang Yenni Sri Mulyani Agung Fratama Mirza (05071009011) (05091005006) (05091005018) (05091005027) (05091005035)

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2011 PEMBAHASAN

waktu latensi. Penelitian dilakukan dengan pengukuran migrasi inti (GVBD). Telur yang dibuahi warnanya transparan sedangkan telur yang tidak . ditampung pada nampan plastik dan dicampur dengan sperma yang telah disiapkan untuk proses pembuahan.5 ml/kg/bb.3 ml/kg/bb. Proses perkembangan gonad dan ovulasi pada ikan diatur oleh sistem hormone. Derajat pembuahan (%) adalah telurtelur yang dibuahi diamati setelah 3 sampai 12 jam pencampuran dengan sperma.4 ml/kg/bb. Salah satu faktor yang mempengaruhi rangsangan pemijahan adalah pemberian dosis yang tepat. Waktu laten adalah waktu yang dibutuhkan induk betina ikan mas untuk mencapai ovulasi setelah penyuntikan ovaprim®. Jumlah sukses induk ovulasi yaitu induk betina yang berhasil ovulasi untuk setiap perlakuan dan ulangan percobaan.6 ml/kg/bb. terutama estradiol 17 β mempengaruhi sintesis vitelogenin di hati dan hormon gonadotropin berfungsi mempercepat proses kematangan akhir oosit dalam persiapan ovulasi ataupun spermiasi. Migrasi inti atau germinal vesicle break down (GVBD) adalah proses perpindahan inti ke kutub animal dan oosit mulai mengisap air. Pada tahap yang lebih lanjut materi inti akan membentuk kromosom. 1994). Jumlah telur yang dibuahi tiap perlakuan dihitung dengan menggunakan counter. Hormon estrogen. Dosis hormon yang kurang tepat akan memberikan hasil yang kurang memuaskan. derajat pembuahan dan derajat penetasan. perlakuan (C) = ovaprim® 0. perlakuan (B) = ovaprim® 0. perlakuan (D) = ovaprim® 0. yaitu (A) placebo = larutan NaCl fisiologis 0.Salah satu faktor yang sangat menentukan di dalam pengembangan usaha pembenihan ikan adalah kesinambungan penyediaan induk matang gonad yang sehat dan berkualitas. Sukses ovulasi induk-induk ditandai dengan cara mengurut perut induk ke arah lubang kelamin hingga telur keluar. Penelitian dilakukan dengan lima perlakuan dengan dosis ovaprim yang berbeda-beda. sukses induk ovulasi. Selanjutnya dinding nukleus kemudian menghilang.7 % (kontrol) (Drori et al. karena hanya dari induk unggul akan didapatkan benih ikan yang mempunyai kecepatan tumbuh tinggi dan kebal penyakit. perlakuan (E) = ovaprim® 0.

Tabel 1.79b 79.32 ± 5. Hasil Pengamatan dengan Pemberian Dosis Hormon yang Berbeda Variabel A 0 ml/kg 0 ± 0a 0 ± 0a 0 ± 0a 0 ± 0a 0 ± 0a B 0.6 ml/kg 92.41b 100 ± 0b 16.55c 54. sehingga hanya dengan dosis ovaprim® 0.48c Migrasi inti (GVBD) Sukses induk ovulasi Waktu latensi Derajat pembuahan Derajat penetasan Migrasi Inti atau Germinal Vesicle Break Down (GVBD) Pada penelitian ini dosis 0.16 ± 10.4 ml/kg/bb.6 ml/kg/bb merupakan dosis yang optimal untuk merangsang terjadinya GVBD pada ikan mas (Cyprinus carpio L.67b Perlakuan C 0. 0.91c 68.78b 82.88b 54.5 ml/kg 89. Hal ini disebabkan semakin tinggi dosis ovaprim® yang diberikan maka gonadotropin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari juga semakin meningkat.45c 58.5 ml/kg/bb. Derajat Pembuahan .).30 ± 5.13c 100 ± 0b 15. dihitung setelah telur menetas.67d 100 ± 0b 13.06 ± 0.81b 84. sedangkan kontrol tidak mengalami ovulasi.39d E 0. Hal ini diduga karena induk-induk yang dipilih semuanya telah mengalami matang gonad.3 ml/kg 66. Makin tinggi jumlah ovaprim® yang diberikan menyebabkan makin singkat tercapainya GVBD.76 ± 13. Semakin tinggi dosis ovaprim® yang diberikan semakin cepat tercapainya waktu ovulasi dan waktu latensi.03 ± 6.99 ± 8.6 ml/kg/bb diikuti dosis 0.55d 100 ± 0b 14.99c D 0. Dosis yang tinggi ini diduga akan membantu kerja GnRH yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. Sukses Induk Ovulasi Dosis 0.5 ml/kg/bb dan 0.94 ± 0.44 ± 0.3 ml/kg/bb merupakan dosis optimal yang dapat direspon oleh ikan mas untuk ovulasi. yaitu pada saat larva mulai aktif bergerak. Derajat penetasan (%). 0.33 ± 7.3 ml/kg/bb semua induk ikan mas dapat ovulasi Waktu Latensi Waktu latensi tercepat didapatkan pada dosis 0.28 ± 8.45 ± 5.4 ml/kg 79. dengan cara menghambat dopamin yang dihasilkan oleh ikan mas.91b 47.93 ± 7.3 ml/kg/bb.52 ± 4.24 ± 8.dibuahi warnanya putih dan keruh.67 ± 0. Meningkatnya gonadotropin ini akan merangsang proses preovulasi dan ovulasi ikan mas.

Hal ini diduga karena mekanisme kerja hormone akan bekerja normal (optimal) pada kadar tertentu. Zonneveld et al.5 (Jezierska dan Bartnicka. Data ini mendukung inkubasi dan penetasan ikan mas (Cyprinus carpio L.4 ml/kg/bb dan 0.Penggunaan hormon (sGnRHa + dopamin) tidak hanya mendorong induk untuk ovulasi saja. pH 6. Dari hasil penelitian ini derajat penetasan optimal didapatkan pada perlakuan dosis 0. dibandingkan dengan kontrol.4 ml/kg/bb. .5 ml/kg/bb.5 – 7.6 ppm.5 dan oksigen terlarut 5 . 1991). 1995) dan oksigen terlarut minimal 5 ppm (Suseno. 0.) secara normal sesuai dengan kriteria yang diberikan yaitu suhu 20 – 300C (Zonneveld et al.0 – 8. pH 6.5 ml/kg/bb dn 0. Data yang diperoleh meliputi suhu 27 – 290C. 1994.6 ml/kg/bb. penetasan dan larva yang dihasilkan. tetapi juga kaitannya dengan keberhasilan pembuahan. penurunan atau peningkatannya diduga akan menurunkan potensi biologis hormonterhadap targetnya. Kualitas Air Pengamatan kualitas air pada waktu penetasan menunjukkan semua parameter masih berada pada batas toleransi penetasan ikan mas. Dalam penelitian pertama derajat pembuahan yang optimal didapatkan pada dosis 0. Dosis yang terlalu tinggi ternyata memberikan hasil yang menurun. Derajat Penetasan Pada penelitian pemberian ovaprim® dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap derajat penetasan. 1991).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful