Tugas Sosiologi Hukum

O L E H

Wiclif Francke Barus 0903005146

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2011

sosiologi hokum merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang antara lain meneliti. mengapa manusia patuh pada hokum. paradigm metode dan dinamika masalahnya) David n. Hukum dan perubahan-perubahan sosial Mahzab kebudayaan dan sejarah . Peranan formil dari penegak/petugas/pejabat hukum 1. ilmu hukum maupun sosiologi. Grotnis) 2. sosiologi hokum adalah ilmu yang mempelajari fenomen hokum dengan mencoba keluar dari batas-batas peraturan hokum dan mengamati hokum sebagaimana dijalankan oleh orang-orang dalam masyarakat. Kerangka kebudayaan dari hukum. sehingga sosiologi hukum merupakan refleksi inti dari pemikiran disiplin-disiplin tersebut. juga proses interaksional dan organizational socialization. Soetandyo wignjosoebroto. abolisasi dan konstruksi social. kepastian hukum dan keadilan yang dianggap sebagai tujuan dan syarat utama dari hukum 1. Aquinas. sosiologi hukum adalah. yang lahir dari pemikiran di bidang filsafat hukum. Pengaruh filsafat hukum dan ilmu-ilmu hukum masih terasa hingga saat ini yang berupa masukan faktor-faktor dari berbagai aliran atau mahzab-mahzab yaitu : Aliran/Mahzab Faktor-Faktor Yang Relevan 1. (pendekatan sosiologis terhadap hukum) SEJARAH PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN SOSIOLOGI HUKUM Anzilotti. (hukum. Logika Hukum Mahzab Formalisme 2. sosiologi hukum adalah cabang kajian sosiologi yang memusatkan perhatiannya kepada ihwal hukum sebagaiman terwujud sebagai bagian dari pengalaman dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. hukum dan moral Aliran hukum alam (Aristoteles. studi sosiologi terhadap fenomena-fenomena hukum yang spesifik yaitu yang berkaitan dengan masalah legal relation.Pengertian Sosiologi Hukum Beberapa pengertian sosiologi hukum menurut beberapa sarjana yaitu :     Soerjono soekanto. typikasi. 2. Fungsi keajegan dari hukum 3. pada tahun 1882 seorang pakar dari Itali yang permatakali memperkenalkan istilah Sosiologi hukum. hubungan antara hukum dengan sistem nilai-nilai. Schiff. dan mengapa dia gagal untuk mentaati hokum tersebut serta factor-faktor social lain yang mempengaruhinya (PokokPokok sosiologi hokum) Satjipto rahardjo.

yang bertujuan untuk menghasilkan generalisasi/abstraksi setelah pengumpulan data. Konsekuensi sosial dari hukum Aliran Utiliatarinism dan 2. Sosiologi hukum empiris. pemeriksaan terhadap keteraturan-keteraturan sosial dan pengembangan hipotesa-hipotesa. 1. atas dasar anggapan bahwa hukum timbul serta tumbuh dari proses sosial lainnya. Apabila yang dipersoalkan adalah perspektif penelitiannya.1. kesimpulannya adalah bahwa dalam kerangka akademis maka penyajian sosiologi hukum dimaksudkan sebagai suatu usaha untuk memungkinkan pembentukan teori hukum yang bersifat sosiologis. Ihering. Dasar Sosial dari hukum.hubungan antara hukum tertulis/resmi dengan kenyataan hukum/hukum yang hidup. Studi tentang keputusan pengadilan dan pola perikelakuan (hakim). 5. . Holmes. Sosiologi hukum teoritis. 2. hukum sebagai mekanisme pengendalian sosial 2. hukum dan kebijaksanaan umum 6. Llewellyn. Pound. Efek Hukum terhadap gejala sosial lainnya dalam masyarakat. Segi perikemanusiaan dari hukum 7. Dari uraian tersebut. Stratifikasi sosial dan hukum Aliran Sociological Jurisprudence dan Legal Realism (Ehrlich. Ehrlich dan Pound) 3. yang bertujuan untuk menguji hipotesa-hipotesa dengan cara mempergunakan atau mengolah data yang dihimpun didalam keadaan yang dikendalikan secara sistematis dan metodologis. Klasifikasi tujuan dan kepentingan warga dan masyarakat serta tujuan sosial. Penggunaan yang tidak wajar dari pembentukan undangSociological Jurisprudence undang (Bentham. Faktor politik dan kepentingan dalam hukum 3. Sosiologi hukum sebenarnya merupakan ilmu tentang kenyataan hukum yang ruang lingkupnya adalah : 1. 2. maka dapat dibedakan : 1. Frank) 4.

2. peranan sanksi tersebut dalam masyarakat. 3. adalah : 1). Kaedah-kaedah individuil dari badan-badan pelaksana hukum terutama pengadilan. Menurut Pound. b. Suatu tata kaedah hukum merupakan sistem kaedah-kaedah hukum secara hierarkis. Kaedah daripada konstitusi c. Setiap kaedah hukum mempunyai tujuan berganda yaitu : a. Susunan kaedh-kaedah hukum yang sangat disederhanakan dari tingkat terbawah keatas. Sedangkan ajaran-ajaran yang menarik dari Max Weber adalah tipe-tipe ideal dari hukum yang sekaligus menunjukkan suatu perkembangan yaitu : a. hukum irrasionil dan materiel. yaitu beraksinya atau berprosesnya hukum. anggapan serta keyakinan masyarakat tentang baik buruknya perikelakuan tertentu. menetapkan dan merumuskan sanksi-sanksi. yang berisikan hal-hal sebagai berikut : a. dimana pembentuk undang-undang dan hakim mendasarkan keputusan-keputusannya semata-mata pada nilai-nilai emosional tanpa mengacu pada suatu kaedah hukum. . 3). Kelsen juga mengemukakan bahwa setiap data hukum merupakan susunan daripada kaedah-kaedah (stufenbau). menetapkan dan merumuskan kewajiban-kewajiban b. Kaedah-kaedah umum didalam undang-undang atau hukum kebiasaan. 2). dimana berat ringan sanksi tergantung pada sifat pelanggaran. Sosiologi (Pengaruh ajaran-ajaran Durkheim dan Weber) Durkheim berpendapat bahwa hukum sebagai kaedah yang bersanksi. filosofis dan seterusnya. Pengaruh Dari Filsafat Hukum Pengaruhnya yang khas adalah dari istilah „Law In Action‟. Sahnya kaedah hukum dari golongan tingkat yang lebih rendah tergantung atau ditentukan oleh kaedah yang termasuk golongan tingkat yang lebih tinggi. Dengan maksud yaitu kegiatan untuk menetralisasikan atau merelatifkan dogmatif hukum. Juga hukum sebagai sarana untuk mengarahkan dan membina masyarakat. Ilmu Hukum (Hans Kelsen) Ajaran Kelsen “The Pure Theory of Law” (Ajaran Murni Tentang Hukum). mengakui bahwa hukum dipengaruhi oleh faktor-faktor politisi sosiologis.BEBERAPA PENGARUH SOSIOLOGI HUKUM 1. bahwa hukum adalah suatu proses yang mendapatkan bentuk dalam pembentukan peraturan perundang-undangan dan keputusan hakim atau pengadilan.

terutama dalam masyarakat sosialis dimana perubahan-perubahan diatur melalui undang-undang. c. yang memiliki dasar-dasar sebagai berikut : . PENDEKATAN INSTRUMENTAL Menurut Adam Podgorecki bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin teoritis dan umum yang mempelajari keteraturan dari berfungsinya hukum untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang disadari secara rasionil dan didasarkan pada diagnosis yang mempunyai dasar yang mantap untuk menyajikan sebanyak mungkin kondisi-kondisi yang diperlukan agar hukum dapat berlaku secara efisien.b. d. Maka secara studi instrumental bahwa hukum merupakan suatu sarana bagi pembuat keputusan. Namun menurut Black. pendekatan positivistik akan dapat mengatasi kelemahan-kelemahan pendekatan alam. dimana hukum dibentuk atas dasar konsep-konsep dari ilmu hukum RUANG LINGKUP SOSIOLOGI HUKUM A. PENDEKATAN HUKUM ALAM DAN KRITIK PENDEKATAN POSITIVISTIK Lain halnya dengan Philip Selznick. B. Tahap selanjutnya akan tercapai apabila ada otonomi dan kemandirian intelektual yang selalu siap untuk menelaah arti dari Legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peranan ilmu sosial dalam menciptakan masyarakat yang didasarkan pada keadilan. Skolnick bahwa legalitas bukan suatu faktor yang penting yang harus terpadu didalam kehidupan berorganisasi. karena sosiolog terlebih dahulu harus mempelajari kondisi-kondisi yang menyebabkan warga masyarakat menganggap bahwa peraturan yang berlaku benar-benar merupakan hukum serta bagaimana warga masyarakat menafsirkan peraturan-peraturan tersebut dan mentrasnformasikan prinsip-prinsinya kedalam lembagalembaga sosial. idiologi atau kebijaksanaan penguasa. hukum irrasionil dan formil. Adanya legalitas menimbulkan dugaan bahwa kekuasaan yang dilaksanakan oleh pejabat-pejabat umum merupakan kekuasaan yang sah. Namun menurut Jerome H. hukum irrasionil dan materiel dimana keputusan para pembentuk undang-undang dan hakim didasarkan ada kitab suci. beliau beranggapan bahwa pendekatan instrumental merupakan titik atau tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum. Hukum memberikan patokan agar diskresi dapat dibatasi akan tetapi juga menghendaki kebebasan agar mencapai keadilan bagi para warga masyarakat. dimana pembentuk undang-undang dan hakim berpedoman pada kaedah-kaedah yang didasarkan pada wahyu dan ramalan-ramalan. hukum irrasionil dan formil.

Hukum sebagai ilmu pengetahuan. nilai-nilai. cara-cara dan dugaan-dugaan yang dipunyai warga masyarakat tertentu. ilmu pengetahuan tidak dapat menilai kenyataan yang dihadapinya. Jadi menurut Black bahwa pusat perhatian dari sosiologi hukum adalah pengembangan teori umum tentang hukum. C. Hukum sebagai disiplin. Hukum sebagai kaedah..1. itu semua tergantung dari bagaimana masyarakat mengartikan atau memberi arti pada hukum. 3. mencakup unsur-unsur kepercayaan. B. aturan-aturan. Dengan ilmu pengetahuan hanya dapat diketahui gejala-gejala dan bukan esensinya. 2. C. yakni suatu sistem ajaran tentang kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi. Pandangan-pandangan menilai tidak dapat diketemukan dalam dunia empiris. Mengajukan paradigma-paradigma yang baru. Oleh karena itu pokok-pokok pendekatan paradigmatik adalah : 1. mengidentifikasikan perbedaan antara kenyataan dengan paradigma yang berlaku dan mengajukan rekomendasi untuk mengadakan perubahan pada perilaku atau norma. tidak akan mungkin dapat merumuskan apa definisi hukum dikarenakan ruanglingkupnya sangat luas. . Mempelajari kenyataan hukum. Suatu idea ilmiah senantiasa memerlukan acuan empiris sehingga idea keadilan misalnya yang tidak mempunyai dasar empiris tidak mempunyai tempat didalam sosiologi hukum. 2. PENDEKATAN PARADIGMATIK Menurut Thomas S. PARADIGMA SOSIOLOGI HUKUM Sejak masa lalu. terlepas apakah itu benar atau keliru. yang menyebut sebagai paradigma dominan. 3. yakni pedoman atau patokan sikap tindak atau perikelakuan yang pantas atau diharapkan. Arti yang diberikan pada hukum adalah sebagai berikut : A. Oleh karena itu maka kegiatan untuk menemukan konsep hukum yang benar bukanlah merupakan kegiatan ilmiah. Sosiologi hukum bertugas untuk mempelajari dan mengkritik paradigma-paradigma yang ada yang menjadi pedoman kalangan profesi hukum dan norma-norma hukum yang menjadi dasar sistem hukum masyarakat. yakni pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran.Khun.

E. I. yakni struktur dan proses perangkat kaedah-kaedah hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta berbentuk tertulis. yakni hasil proses diskresi yang menyangkut pengambilan keputusan yang didasarkan pada hukum akan tetapi juga didasarkan pada penilaian pribadi. Hukum sebagai jalinan nilai-nilai yaitu jalinan dari konsepsi-konsepsi abstrak dalam diri manusia tentang apa yang dianggap baik dan yang dianggap buruk L. Hukum sebagai tatanan hukum. F. Hukum sebagai petugas.D. mengajak atau bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi kaedah-kaedah dan nilai. K. yang bertujuan untuk mendidik. melalui mana seseorang akan dapat menelaah gejala hukum secara seksama. yaitu perikelakuan yang diulang-ulang dengan cara yang sama yaitu bertujuan untuk mencapai kedamaian. Hukum sebagai sarana sistem pengendalian sosial yang mencakup segala proses baik yang direncanakan maupun tidak. yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum. Hukum sebagai proses pemerintahan yaitu proses hubungan timbalbalik antara unsur-unsur pokok dari sistem kenegaraan. Hukum sebagai keputusan penguasa. . Hukum sebagai sikap tindak atau perikelakuan ajeg. Hukum sebagai lembaga sosial (Social Institution) yang merupakan himpunan dari kaedahkaedah dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat. bahwa suatu paradigma berfungsi sebagai lensa. H. Hukum sebagai seni. G. J. Menurut Marc Galanter.

mulai dari lingkungan keluarga. Kemampuan untuk memahami hukum dalam konteks sosial. Di satu pihak kita membutuhkan kehadiran orang lain dilain pihak kita ingin sendiri dan tidak ingin di ganggu. jadi manfaat untuk mempelajari sosiologi hukum adalah mengetahui bagaimana tumbuh dan berkembangnya gejala ? gejala yang ada dalam masyarakat. sampai masyarakat. Sejak lahir hingga sekarang kita hidup ditengah masyarakatr. Singkatnya. pengalaman hidup bersama orang lain.MANFAAT SOSIOLOGI HUKUM Menurut prof. Kesadaran paling penting yang muncul dari pengalaman bersama orang lain adalah peruban masyarakat.Soerjono Soekanto manfaat yang dapat diperoleh dari mempelajari sosiologi hukum yakni : 1. Kemampuan mengadakan evaluasi terhadap efektivitas hukum dalam masyarakat. Dan gejala ? gejala tersebut dapat diiliminir dengan ilmu pengetahuan antara laian ilmu Sosiologi Hukum. 3. menyadarkan kita akan persamaan maupun perbedaan kita dengan orang lain. sekolah. Kehidupan bersama itu melahirkan berbagai pengalaman berhubungan dengan orang lain. .Kemampuan untuk menganalisa dan konstruksi terhadap efektivikasi hukum dalam masyarakat baik sebagai sarana pengendalian sosial maupun sebagai sarana untuk merubah masyarakat. 2. Da disinilah Sosiologi hukum sangat berperan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful