KINERJA GURU

di MTs Al-Wathoniyah I Cilungup Duren Sawit - Jakarta Timur

Skripsi Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd. I)

Di Susun Oleh: MUSAROFAH 103018227331

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
1429 H/ 2008 M

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Kinerja Guru di MTs Al Wathoniyah I Cilungup Duren Sawit Jakarta Timur” ditulis oleh Musarofah: 103018227331 di bawah bimbinga Abdul Rozak, M. Si. Skripsi ini mendeskripsikan mengenai kinerja guru di MTs Al Wathoniyah I. Penelitian ini di fokuskan untuk membahas tentang Kinerja Guru di MTs Al Wathoniyah I. Penelitian ini di lakukan pada bulan juli 2007 sampe dengan bulan maret 2008. hal ini dapat terlihat pada kinerja guru dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembalajaran serta disiplin tugas guru yang belum optimal. Untuk menjawab permaslahan, penelitian ini di gunakan peendekatan kualitatif dengan memakai metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk mengungkapkan datanya, penulisan teknik kuesioner dalam bentuk skala Likert. Selain itu juga melakukan observasi. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan presentase diturunkan kedalam distribusi frekuensi maka diperoleh kesimpulan bahwa nila ratarata kinerja guru dikatagorikan pada kata-kata cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja guru baik dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran serta disiplin tugas yang dilakukan MTs Al Wathoniyah I sudah cukup baik.

ii

DAFTAR TABEL

1. Tabel kisi-kisi instrumen.......................................................................... 2 Tabel persentase kinerja guru..................................................................

19 22

iii

iv

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......……………………………………………… ABSTRAK.................................................................................................. DAFTAR ISI..........……………………………………………………….. DAFTAR TABEL ..................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. BAB I PENDAHULUAN

i iii iv vi vii

A. Latar Belakang Masalah………..………………………. 1 B. Identifikasi Masalah……………………………………. 4 C. Pembatasan Masalah……………………………………. 4 D. Perumusan Masalah……………………………………. 4 E. Manfaat Penelitian………………………………………. 4 BAB II KAJIAN TEORI (KERANGKA BERPIKIR) A. KinerjaGuru………………………………………….. 1. Pengertian Kinerja………………………………… 2. Tugas pokok dalam pembelajaran............................ 3 Kriteria Kinerja Guru ……………………… 5 5 7 9

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru……. 13 5 Indikator kinerja guru …………………………….. 6 Evaluasi kinerja guru ……………………. 7 langkah-langkah kinerja guru…………………….... B. Kerangka Berpikir........................................................... 18 19 20 21

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian ……………………………………. B. Waktu dan Penelitian …………………………………. C. Metode Penelitian …………………………………… D. Populasi dan Sampel ………………………………… E. Teknik Pengumpulan Data…………………………….. 22 22 22 22 23

liv

....... 46 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN lv ... 23 24 26 30 35 40 43 45 B. Instrumen Penelitian........... Kesimpulan…………………………………………. Kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran...................... B. C.. Teknik Analisis Data ………………………………… BAB IV HASIL PENELITIAN A.......... Saran…………………………………………………................. Kemampuam guru dalam evaluasi pembelajaran. G...... E....... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A....…………………………......F... Deskripsi Data Kinerja Guru.. Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran............ Kemampuan guru dalam disiplin tugas..... D...

lvi .

serta di tantang untuk dapat menjawab berbagai permasalahan lokal dan perubaha global yang terjadi begitu pesat. terutama dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar. Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa di dukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan sedang goncang oleh berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. merupakan faktor utama dalam pencapaian tujuan pengajaran. khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. guru memegang peran utama dalam pembangunan pendidikan. keterampilan peguasaan proses pembelajaran ini sangat erat kaitannya 1 . Sebagai pengajar atau pendidik guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik.BAB 1 PENDAHULUAN A. figur yang satu ini akan senantiasa menjadi sorotan strategis ketika berbicara masalah pendidikan. Kinerja guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. yang harus mendapat perhatian sentral. karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam system pendidikan. pertama dan utama.

dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Seorang guru yang baik adalah guru yang mampu mewujudkan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan membuat peserta didik merasa nyaman menuntut ilmu bersama gurunya. Dengan kinerja tinggi maka tingkat sumber daya manusia di Indonesia akan mulai sedikit demi sedikit meningkatkan terutama para generasi muda Indonesia. mengarahkan dan juga menjadi teladan yang baik bagi para peserta didiknya maka dari itu. Guru benar-benar di tuntut untuk memiliki kinerja yang tinggi. Dari uraian diatas maka dapat di simpulkan bahwa keberhasilan pendidikan sebagaian besar di tentukan. selain gurunya sendiri yang berusaha meningkatkan kualitas kerjanya. Keberhasilan kinerja akan tampak apabila terdapat motivasi kepala sekolah.secara sempit dapat di interprestasikan sebagai pembimbing atau belajar fasilator belajar siswa. Adanya peningkatan dalam mutu pendidikan tidak terlepas dari peran guru sebagai unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Untuk kepentingan sekolah memiliki guru yang professional merupakan kunci keberhasilan proses pembelajaran guru professional adalah orang yang .di samping itu dia harus membuat pinter anak muridnya secara akal.2 dengan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pengajar dan pendidik. Sehingga terciptalah bangsa yang cerdas dan mampu menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Dan guru yang berkepribadian tinggi adalah guru yang mampu menjadi teladan bagi pesera didiknya sebaimana pepatah Jawa menyatakan bahwa guru adalah seseorang yang patut di tiru yakin sosok yang di dengar ucapan petuahnya. dengan setumpuk tugas serta tanggung jawab yang di embannya guru mampu menunjukkan bahwa dia mampu menghasilkan kinerja yang baik demi terciptanya pendidikan yang bermutu. (mengasah kecerdesan IQ). Oleh kinerja guru dalam dunia pendidikan adalah prioritas. serta di ikuti dan di teladani. lingkungan sekitar juga dapat menentukan keberhasilan kinerja seseorang oleh karena itu. Guru mempunyai tuas untuk membimbing. guru memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. pihak sekolah juga berusaha mengupayakan pemberdayaan gurunya agar memiliki kinerja yang baik.

penulis tertarik untuk mengambil judul: Kinerja Guru di MTs Al-Wathoniyah I. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran juga belum menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi sehingga yang terjadi pembelajaran terasa membosankan bagi siswa dan kinerja yang dihasilkan guru pun belum optimal. Selain itu juga terlihat masalah yang berhubungan dengan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari guru yang belum dapat mengkondusifkan keadaan kelas menjadi tenang ketika ada siswa yang melakukan keributan dikelas. sehingga yang terjadi pada siswa selalu tidak ada persiapan untuk belajar dikelas. Dalam hal ini penulis melihat guru belum mengikuti peraturan yang ditetapkan di sekolah. Cilungup Duren Sawit Jakarta Timur. Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran. Ketika kegiatan pembelajaran di kelas guru tidak melakukan evaluasi. Sehingga kinerja guru dalam disiplin tugas pun belum optimal. Pembelajaran dimana guru masih ada yang belum membuat persiapan pembelajaran sebelum mengajar. Begitu juga dalam disiplin tugas. Ini dapat terlihat ketika guru tidak hadir dan tidak memberikan tugas kepada guru piket untuk pembelajaran siswa. . Penulis melihat guru hanya melakukan evaluasi pada saat akan ujian. Dalam melakukan evaluasi pembelajaran. Di sekolah ini terlihat adanya masalah kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. Berarti guru bukan hanya memperoleh pendidikan formal tetapi juga harus menguasai landasan kependidikan. Cilungup sebagai salah satu lembaga pendidikan Formal tingkat menengah. tidak terlepas dari masalah-masalah yang ada diantaranya: Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. serta Kinerja guru dalam di siplin tugas. Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. MTs Al-Wathoniyah I.3 terdidik dan terlatih dengan baik. Berdasarkan kenyataan tersebut di atas.

C. maka perlu adanya pembatasan masalah. evaluasi pembelajaran. D. penulis menganggap perlu adanya perumusan masalah agar pembahasannya terarah dan tidak meluas. maka dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1. Untuk itu penulis membatasi masalah pada kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran.4 B. Manfaat Penelitian 1. evaluasi pembelajaran serta kinerja guru dalam pembelajaran. F. Identifikasi Masalah Berdasarkan pada latar belakang diatas. . 2. pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan para guru dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian perumusan masalahnya adalah “Bagaimana Kinerja Guru di MTs AlWathoniyah I?”. Pembatasan Masalah Agar pembahasan tidak terlalu luas. pelaksanaan pembelajaran. 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pengatahuan bagi pembaca terutama bagi lembaga pendidikan. Masih terdapatnya persoalan dimana kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. Perumusan Masalah Dari pembatasan masalah di atas. Rendahnya kinerja yang dimiliki para guru sehingga loyalitas kerja guru kurang memuaskan. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa terutama mahasiswa fakultas kependidikan dalam kinerja guru. 3. serta kinerja guru dalam disiplin tugas belum optimal.

5 .

A. (Bandung: PT. 67 1 . Rosda Karya. 2000). h. Untuk mencapai kinerja maksimal. Pengertian Kinerja Guru Istilah kinerja guru berasal dari kata job performance/actual permance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya dan juga manfaatkan serta ciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Manajemen Sumber Daya Manusia. Anwar Prabu Mangkunegara. A. Jadi menurut bahasa kinera bisa diartikan sebagai prestasi yang nampak sebagai bentuk keberhasilan kerja pada diri seseorang.5 BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR A. Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang.1 Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yang diperoleh guru tetapi suatu keberhasilan yang salah satunya nampak dari suatu proses belajarmengajar. Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan pekerjaan serta kemampuan seseorang pada bidang tersebut. Kemudian Anwar Prabu Mangkunegara mendefinisikan kinerja (prestasi kerja) sebagai “hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Kinerja Guru 1.

dan menstimulasikan murid-muridnya. kemampuan kerja. Jika tujuan belum dapat diwujudkan. Merencanakan Yaitu pekerjaan seorang guru menyusun tujuan belajar. Davies mengatakan bahwa seorang mempunyai empat fungsi umum yang merupakan ciri pekerja seorang guru. efesien. (Surabaya: Apollo) Henry Simamora. maka guru harus menilai dan mengatur kembali situasinya dan bukunya mengubah tujuan. 35-36. 1995). adalah sebagai berikut: a.S. Rajawali Pers. “Kinerja berarti sesuatu yang dicapai. 3 2 . Manajemen Sunber Daya Manusia.6 Dalam kamus bahasa Indonesia. sehingga mereka siap mewujudkan tujuan belajar.4 Dengan demikian. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja di mana para guru mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. 1987). bahwa kinerja adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya Daryanto S. Pengelolaan Belajar. 433. mendorong. Jadi. Devies. b. d. prestasi diperlihatkan. Mengorgasisasikan Yaitu pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber-sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif. (Jakarta: PT. c. dan ekonomis mungkin. guna tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja.2 Seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan. penulis menyimpulkan dari pengertian di atas. Mengawasi Yaitu pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. (Jakarta: STIE YKPN. h. 4 Ivor K.3 Menurut Ivor K. Memimpin Yaitu pekerjaan seorang guru untuk memotivasikan. h. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap.

Seorang guru harus memiliki kinerja yang baik terutama pada saat proses belajar berlangsung. Guru Powerful Guru Masa Depan. seorang guru dituntut membuat perencanaan pembelajaran. efektif dan efesien. Guru diharapkan memiliki ilmu yang cukup sesuai bidangnya. pelaksanaan pembelajaran. Jadi. Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tugas Pokok Dalam Pembelajaran Guru berhadapan dengan siswa adalah pada saat proses belajar mengajar berlangsung. ). kinerja guru dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam rangka pembinaan peserta didik untuk tercapainya institusi pendidikan. serta melakukan bimbingan dan konseling. menindaklanjuti 5 hasil pembelajaran. Menurut Sukadi “sebagai seorang profesional. h 26 .7 yang menghasilkan hasil yang memuaskan. Dalam praktik pengajaran di sekolah. merencanakan pembelajaran. 2. guru memiliki lima tugas pokok. Sehingga proses belajar mengajar akan benar-benar terskenario dengan baik.” Adapun penjelasan dari kelima tugas pokok tersebut yaitu: a. Silabus/ satuan pelajaran 5 Sukadi. yaitu: 1. pandai berkomulikasi mengasuh dan menjadi belajar yang baik bagi siswanya untuk tubuh dan berkembang menjadi dewasa. terdapat beberapa bentuk persiapan pembelajaran. guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja. “Analisis materi pelajaran 2. dan evaluasi pembelajaran. fungsi perencanaan pembelajaran ialah untuk mempermudah guru dalam melaksanakan tugas selanjutnya. (Bandung: Kolbu. Program tahunan/ program semester 3.

h. Melaksanakan kegiatan pembelajaran Setelah guru membuat rencana pembelajaran. Mengevaluasi Kegiatan Pembelajaran Langkah guru berikutnya adalah mengevaluasi hasil pembelajaran. dan seni pengendalian siswa.. Penjelasannya mudah di pahami. Selain itu. Guru harus menunjukkan penampilan yang terbaik bagi para guru siswanya. maka tugas guru selanjutnya adalah melaksanakan pembelajaran yang merupakan salah satu aktivitas ini di sekolah. penguasaan keilmuannya benar. Seorang guru juga harus bisa menjadi teman belajar yang baik bagi para siswanya sehingga siswa merasa senang dan termotivasi belajar bersamanya. Segala sesuatu yang terencana harus di evaluasi agar dapat di ketahui apakag sudah direncanakan telah sesuai dengan realisasinya serta tujuan yang ingin dicapai dan apakah siswa telah dapat mencapai standar kompetensi yang di tetapkan. Untuk itu di perlukan seni didaktik.” Dalam membuat lima rencana tersebut biasanya guru di bantu leh kepala sekolah juga rekannya yang biasanya dimusyawarahkan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Organisasi guru semacam ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. guru juga hars memperhatikan soal-soal evaluasi yang di gunakan. Selain itu. Menurut Sukadi. Guru Powerful…. “tugas guru adalah mengoptimalkan bakat dan minat kemampuan para siswa. seorang guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan.8 4.6 c. Dalam melakukan kegiatan evaluasi. Program perbaikan dan pengayaan. b.30 . guru juga dapat mengetahui apakah metode ajarannya telah tetap sasaran. Guru juga pandai menggunakan teknologi pembelajaran sehingga menarik bagi para siswa. 6 Sukadi. Soalsoal yang telah dibuat hendaknya dapat mengukur kemampuan siswa. menguasai metodologi. Rencana pembelajaran 5.

3. Hal ini untuk menjadi kelencaran jalanya proses belajar mengajar maupun citra baik dari masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa lembaga tersebut. Bahkan sebagai pegawai negeri. 27 . “Melaksanakan tes 2. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam pengertian kinerja bahwa kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang berprofesi guru. Melaporkan hasil penelitian 4. kompetensi paedagogik b. Ketaatan guru pada disiplin tugas Di dalam lembaga pendidikan telah dibuat aturan-aturan yang harus diindahkan oleh para guru maupun tenaga pendidikan lainnya. melaksanakanprogram remedial/perbaikan pengajaran. (Jakarta: Rineka Cipta.9 Suryo Subroto mengatakan bahwa guru harus mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi yang mencakup: 1. 1997). Proses Belajar Mengajar di sekolah. Aturan-aturan tersebut telah dibakukan menjadi aturan kepegawaian. kriteria Kinerja Guru Keberhasilan guru seseorang bisa dilihat apabila kriteria-kriteria yang ada telah mencapai secara keseluruhan. kompetensi kpribadian c. kompetensi profesional 7 B Suryo Subroto. Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. h.”7 c. Mengelola hasil penilaian 3. Jika kriteria telah tercapai berari pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 yang berbunyi: Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: a.

. efektif. juga alat evaluasi bagi anak didiknya.h.h. Karena bagaimanapun dalam proses belajar mengajar sebagian besar hasil belajar peserta didik ditentukan oleh peranan guru. Mulai dari membuat skenario pembelajaran memilih metode. Proses Belajar Mengajar….26 9 Peraturan Pemerintah RI…. efektif. media.10 d. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. dan psikomotorik sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar tercapai tujuan pengajaran”10 Jadi kompetensi paedagogik ini berkatan dengan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yakni pesiapan mengajar yang mencakup merancang dan melaksanakan skenario pembelajaran. serta alat evaluasi bagi anak didik agar tervapai tujuan pendidikan baik pada ranah kognitif.73 10 Suryo Subroto. Guru yang cerdas dan kreatif akan mampu menciptakan suasana belajar yang efektif dan efisien sehingga pembelajaran tidak berjalan sia-sia. evaluasi hasil belajar. 8 Peraturan pemerintah RI No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (Jakarta: CV Eko Jaya.h.19 .”9 Kompetensi paedagogik ini berkaitan pada saat guru mengadakan proses belajar mengajar di kelas. media. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. dalam Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan kemampuan ini meliputi “kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. maupun psikomotorik siswa. Suryo Subroto mengatakan bahwa yang dimaksud kinerja guru dalam proses belajar mengajar adalah “kesangupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif.2005). memilih metode. kompentensi sosial8 Adapun penjelasan dari ke empat dari kompetensi tersebut adalah: a kompetensi paedagogik Adalah mengenai bagaimana kemampuan guru dalam mengajar.

Peran tersebut diwujudkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. kompetensi profesional Pekerjaan seorang guru adalah merupakan suatu profesi yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. 2003). Uzer Usman kemampuan kepribadian guru meliputi halhal berikut: 1) Mengembangkan kepribadian 2) Berinteraksi dan berkomunikasi 3) Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan 4) Melaksanakan administrasi sekolah 5) Menaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. dan berakhlak mulia. Profesi guru ini memiliki prinsip yang dijelaskan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No. stabil. arif. panggilan jiwa.11 Kepribadian guru penting karena guru merupakan cerminan prilaku bagi siswa-siswanya. Uzer Usman. c. menjadi teladan bagi peserta didik. Menurut Moh. minat. dewasa. Berempati maksudnya guru harus dengan sabar menghadapi keinginan siswanya juga harus melindungi dan melayani siswanya tetapi disisi lain guru juga harus bersikap tegas jika ada siswanya berbuat salah. kompetensi kepribadian Berperan sebagai guru memerlukan kepribadian yang unik. 16 . Profesi adalah pekerjaan yangmemerlukan keahlian khusus dan biasanya dibuktikan dengan sertifikasi dalam bentuk ijazah. dan berwibawa.14 Tahun 2005 sebagai berikut: 1) Memiliki bakat. Seorang guru harus mempunyai peran ganda. Kepribadian guru ini meliputi kemampuan kepribadian yang mantap.11 b. Adakalanya guru harus berempati pada siswanya dan adakalanya guru harus bersikap kritis. h. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Menajdi Guru Profesiona. dan idealisme 11 Moh.

12 d. orang tua peserta pendidikan. tenaga kependidikan. Kompetensi sosisal seorang guru merupakan modal dasar guru yang bersangkutan dalam menjalankan tugas keguruan. dan akhlak mulia 3) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan kompensasi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. sesama pendidik.12 2) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. h. 12 Undang-Undang RU No. Saiful Hadi berpendapat kompetensi ini berhubungan denagn kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial yang meliputi: 1) Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi denagn teman sejawat untuk meningkat kemampuan professional. Dalam peraturan pemerintah RI No. keimanan. 9) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.14 Tahun 2005. dan masyarakat sekitar. 4) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas 5) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan 6) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai denga prestasi kerja 7) Memiliki kesempatan untuk mengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan sepanjang hayat 8) Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. kompentensi sosial kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan diri dalam menghadapi orang lain. ketakwaan.6 . Tentang Guru dan Dosen….

Segala kegiatannya pasti dipengaruhi juga oleh pengaruh orang lain. kemampuan guru terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan keampuan reality (knowledge + skill). 2007) 14 Mungin Edy Wibowo.15 a.A Anwar Prabu Mangkunegara.14 Kemampuan sosial sangat penting karena manusia bukan makhluk individu. dan masyarak sekitar. 67 13 . h. 3) Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok. (www. Saiful Hadi.13 2) Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. b.com.com. Oleh karena itu. pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. 2006) 15 A. Remaja Rosdakarya 2004). Artinya seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari. (www.13 Menurut Mungin Edy Wibowo Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. “Kompetensi yang harus Dimiliki Seorang Guru”. Wordpress. maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. “Sertifikasi Profesi Pendidik”. Faktor kemampuan Secara psikologi. (Bandung: PT. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Menurut Anwar Prabu Mangkunegara “faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivision). Faktor motivasi Saiful Hadi. 4.suara-merdeka. Dengan penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya aka dapat membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran.

Selanjutnya MeClelland mengemukakan 6 krakteristik dari guru yang memiliki motif berprestasi tinggi Yaitu: 1. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan. h.A Anwar Prabu.”16 Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat.14 Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situsi kerja. Meanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukannya. Jika ini tercapainya maka guru akan memiiki tingkat kinerja yang tinggi. 5. Adapun faktor yang mendukung kinerja guru dapat digolongkan ke dalam dua macam yaitu: 16 17 A. ikhlas dan tidak asal-asalan. h. 6. Meclelland mengatakan dalam bukunya Anwar Prabu berpendapat bahwa “ada hubungan yang fositif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja. sehingga siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang disampaikan oleh gurunya. berani mengambil resiko 3. mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan. 68 A. tidak dapat dipisahkan faktor-faktor pendukung dan pemecah masalah yang menyebabkan terhambatnya pembelajaran secara baik dan benar dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan guru dalam mengajar. Manajemen Sumber…. C. bertanggung jawab. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 2.68 . Manajemen Sumber….17 Membicarakan kinerja mengajar guru.A Anwar Prabu. Guru harus menyadari bahwa ia hars mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh. memiliki tujuan yang realistis 4.

Faktor dari dalam sendiri (intern) Di antara faktor dari dalam diri sendiri (intern) adalah 1) Kecerdasan Kecerdasan memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. 4) Kemampuan dan minat Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. Seseorang yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya 2) Keterampilan dan kecakapan Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu pula. 3) Bakat Penyesuaian antara bakat dan pilihan pekerjaan dapat menjadikan seseorang bekarja dengan pilihan dan keahliannya. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan dari berbagai pengalaman dan latihan. 7) Kepribadian Seseorang yang mempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan .15 a. Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang pekerjaan yang telah ditekuni 5) Motif Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja seseorang 6) Kesehatan Kesehatan dapat membantu proses bekerja seseorang sampai selesai. Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang diperlukan.

22. . Menyiapkan dan memadukan Karir.18 18 Kartono Kartini. rasa aman. b. Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia bekerja. 8) Cita-cita dan tujuan dalam bekerja Jika pekerjaan yang diemban seseorang sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh. h. 2) Lingkungan kerja Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara optimal. 1985). 3) Komunikasi dengan kepala sekolah Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya salah pengertian 4) Sarana dan prasarana Adanya sarana dan prasarana yang memadai membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama kinerja dalam proses mengajar mengajar. Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah situasi kerja.16 menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi dengan rekan kerja ang akan meningkatkan kerjanya. Faktor dari luar diri sendiri (ekstern) Yang termasuk faktor dari luar diri sendiri (ekstern) diantaranya: 1) Lingkungan keluarga Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja seseorang. rajin. (Jakarta: CV Rajawali. kesempatan untuk mengembangan karir. dan rekan kerja yang kologial. gaji yang memadai. Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah kerja. dan bekerja dengan sepenuh hati.

Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa. Ngalim Purwanto. (Jakarta:PT Kencana. h.17 5) Kegiatan guru di kelas Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. Demikian juga penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar. M. 144-150. di mana dalam bidang administrasi ini para guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sekolah antara lain: a) Mengembangkan filsafat pendidikan b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum c) Merencanakan program supervisi d) Merencanakan kebijakan-kebijakan kepegawaian. Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. (Jakarta: Remaja Rosdakarya. h. jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.19 6) Kegiatan guru di sekolah antara lain yaitu: Berpartisipasi dalam bidang administrasi. 2004). 20 19 . 2003).20 Dede Rosyada. 122. Menurut Dede Rosyada dalam bukunya Paradigma Pendidikan Demokratis bahwa kegiatan guru di dalam kelas meliputi: a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswasiswanya c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan d) Guru harus menguasai kelas e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.

Untuk meningkatkan kinerja. Indikator Kinerja guru Ada beberapa indikator yang dapat dilihat peran guru dalam meningkatkan kemampuan dalam proses belajar-mengajar. para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek). Menyesuaikan analisa materi pelajaran c. b. Kemempuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar kemampuan ini meliputi: a. Evaluasi normatif b. Tahap pra intruksional b. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan. Indikator kinerja tersebut adalah: 1. dapat disimpulkan bahwa baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru). Kemampuan merencanakan belajar mengajar Kemapuan ini meliputi: a. Kemampuan mengevaluasi Kemampan ini meliputi: a.18 Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. Laporan hasil evaluasi . Menyusun program semester d. Tahap intruksional c. Evaluasi formatif c. Menyusun program atau pembelajaran 2. Jadi. 5. Tahap evaluasi dan tidak lanjut 3.

Banyak organisasi berusaha mencapai sasaran suatu kedudukan yang terbaik dan terpercaya dalam bidangnya. dan guru tidak memperhatikan evaluasi yang bersifat normatif. seperti imbalan . guru belum melaksanakan pra intruksional. c. evaluasi kinerja merupakan sarana untuk memperbaiki mereka yang tidak melakukan tugasnya dengan baik di dalam organisasi. baik kinerja karyawan maupun kinerja organisasi b. Menemukan potensi karyawan yang berhak memperoleh promosi. h. 6.21 Jadi menurut penulis.. Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya.10-19 . Sedangkan kinerja guru yang bersifat negatif meliputi. Evaluasi kinerja Menurut Agus Sunyato dalam bukunya Anwar Prabu Mangkunegara mengemukakan bahwa sasaran sasaran dan evaluasi kinerja karyawan sebagai berikut: a. Jadi. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan. dan mendasarkan hasil diskusi antara karyawan dengan pimpinannya itu untuk menyusun suatu proposal lainnya..19 d. Usman.. Untuk itu sangat tergantung dari para 21 Uzer. Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik. Menetuka asaran dari kinerja yang akan dating dan memberikan tanggung jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus diperbuat oleh karyawan. mutu dan baku yang harus dicapai. Menjadi guru professional. guru belum menguasai penyusunan program semester. kinerja guru yang terdapat di atas merupakan indikator positif dari kinerja guru.

Prabun Mangkunegara.23 Dari berbagai uraian teori tentang kinerja guru. Kinerja guru dalam penelitian ini dapat diukur berdasarkan 4 indikator. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. h 11-12.Langkah Peningkatan Kinerja Dalam rangka peningkatan kinerja. maka yang dimaksud dengan kinerja guru dalam penelitian ini adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil yang memuaskan guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang behubungan dengan dengan pegawai itu sendiri d. 23 Anwar. Anwar Prabu Mangkunegara. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah terasi atau belum f. kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran. (Bandung: PT Refika Aditama. Dari peningkatan kinerja ini mempunyai hasil dalam peningkatan karena semuanya mempunyai kekurangan dan kelebihan. 2006) Cet ke-II. kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. h. Langkah. Mulai dari awal. Manajemen Kinerja. 22 A.22 7. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja b. c. Mengembamgkan rencana tindakan tersebut e. apabila perlu. yaitu kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. paling tidak telah mengemukakan tujuh langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut: a. hal itu harus sangat berguna bagi para karyawan. yaitu para karyawan agar mereka mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi. Evaluasi kinerja SDM. 22 . serta kinerja guru dalam disiplin tugas.A.20 pelaksanaannya.

KERANGKA BERFIKIR Guru adalah unsur utama dalam suatu proses pendidikan. dan hubungan sosial dengan sesama. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. . Maka hasil yang menentukan dari suatu proses pendidikan adalah pendidik itu sendiri. peserta didik akan memperoleh banyak ilmu pengetahuan. serta kinerja guru dalam disiplin tugas. Terletak pada kinerja serta prestasi kerja guru-guru yang berada dalam suatu sekolah. Guru berada dalam front terdepan pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik melalui proses interaksi intruksional sebagai wahana terjadinya proses pembelajaran siswa dengan nuansa pendidikan. Dalam proses pembelajaran tersebut. Jadi dengan adanya kinerja guru dalam pembelajaran. pengalaman belajar.21 B. kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran. Efektif maupun psikomotorik siswa dalam berprilaku menuju yang lebih baik. Untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini merupakan kinerja guru paling berkualitas setumpuk tugas serta tanggung jawab yang di embannya guru harus mampu menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan kinerja yang baik demi terciptanya pendidikan yang bermutu. guru memerlukan kinerja yang tinggi demi tercapainya tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan pendidikan yakni memperoleh perubahan baik dari segi kognitif. Tinggi rendahnya kinerja seseorang bisa dipengaruhi oleh diri-sendiri juga dari dari orang lain atau lingkngan luar. kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran.

Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari bulan Juli 2007 sampai dengan bulan Maret 2008. Metode Penelitian Dalam pembahasan skripsi ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari fenomena objek yang diteliti dan dibandingkan dengan teori yang sesuai dengan masalah penelitian.22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.Cilungup Duren Sawit Jakarta Timur. C. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian dilaksanakan di MTs Al-Wathoniyah I. Karena populasi ini kurang dari 100 maka sampel dalam penelitian ini adalah semua guru yang mengajar di MTs Al-Wathoniyah I. . Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru di MTs AlWathoniyah I. D. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru di MTs Al-Wathoniyah I. Cilungup yang berjumlah 18 orang. B. Cilungup Jakarta Timur. Cilungup Duren Sawit yang berjumlah 18 orang guru.

12. kineja guru dalam evaluasi pembelajaran. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. 5. 13.Membuat RPP dan.Melaksanakan post test . 16. 3. 11. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian lapangan. 8. 15. Tabel 1 Variabel Kinerja Guru a. 9. dalam penelitian ini berbentuk kuesioner. kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. 17 10 . 7 Jumlah pernyataan 7 b.Menyusun program semester Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran: . Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini. Indikator Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran: . yakni kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. 2. serta kinerja guru dalam disiplin tugas. 6.Melaksanakan penilaian setelah satuan pokok bahan selesai dipelajari siswa No pernyataan 1. Selain itu juga di lakukan observasi. 14. yaitu terjun langsung di lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan.23 E. 10. F. dengan teknik ini penulis ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. maka penulis menggunakan teknik kuesioner atau angket yaitu sejumlah pernyataan tertulis yang di gunakan untuk memperoleh informasi dari responden untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kinerja guru di MTs AlWathoniyah I Cilungup Duren Sawit. 4. .

29. 24 7 25. Editing Setelah angket diisi oleh responden dan dikembalikan kepada penulis. 26. 23. 20. 27.24 c.Memberikan nilai/hasil kepada siswa secara objektif . Teknik Analisin Data Dalam pengelolaan data penulis menempuh cara sebagai berikut: 1. 22. Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran: .Menyelesaikan tugas yang diberikan kepada kepala sekolah 18. maka rumus yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Keterangan: P = f x 100 % N P = Prosentase f = Frekuensi (Jumlah jawaban responden) N = Number Of Cases (Jumlah responden) .Peraturan yang ditetapkan sekolah . 28. 2. penulis segera meneliti kelengkapan dalam pengisian angket bila ada jawaban yang tidak di jawab. 19. Tabulating Langkah kedua adalah pengelolaan data dengan memindahkan jawaban yang terdapat dalam angket ke dalam tabulasi atau tabel. Kemudian setelah data di olah sehingga hasil angket dinyatakan sah. maka selanjutnya melakukan analisa data dengan deskriptif kualitatif dengan presentase. d.Membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua Kinerja guru dalam disiplin tugas: . 30 5 G. 21. penulis menghubungi responden yang bersangkutan untuk di sempurnakan Jawabannya agar angket tersebut sah.

Analiting dan Interpretasi Langkah ini adalah menganalisa data yang telah diolah secara verbal sehingga hasil penelitian mudah dipahami. 4.25 3. Concluding Langkah ini adalah memberikan kesimpulan dari hasil analisa dan interpretasi data .

serta kinerja guru daam disiplin tugas. kinerja guru dalam evaluasi pembeajaran. Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran Tabel 2 Bapak/ibu guru membuat perencanaan pembelajaran yang hendak diberikan No soal 1 Alternatif jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 6 9 3 18 P% 33% 50% 17% 100% responden dalam pernyataan Pada tabel di atas. selalu berjumlah 6 orang (33%). Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan. di peroleh hasil sebagai berikut A. dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat perencanaan pembelajaran yang hendak diberikan ini .BAB 1V HASIL PENELITIAN Kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. dan tidak pernah (0 %) tidak ada yang menjawab. dapat diketahui bahwa kebanyakan memilih sering berjumlah 9 orang (50%). yang menjawab kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%). ini terkait dalam kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. kinerja guru dalam pelaksanaan guru dalam pembelajaran.

sering berjumlah 7 responden (39%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 10 orang (56%).27 terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (50%). yang menjawab kadang-kadang berjumlah 4 orang (22%). Tabel 4 Bapak/Ibu guru membuat rumusan-rumusan tujuan pembelajaran No Soal 3 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 7 7 4 18 P 39% 39% 22% 100% Pada tabel di atas. Guru membuat membuat perencanaan pembelajaran yang hedak diberikan Tabel 3 Bapak/Ibu guru menyusun standar isi kurikulum sebagai acuan atau pedoman dalam pembelajaran No Alternatif F P% Soal jawaban 2 Selalu 8 44% Sering 10 56% Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah 18 100% Pada tabel di atas. dapat diketahui bahwa responden yang menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 7 orang (39%). selalu berjumlah 8 orang (44%). yang menjawab kadang-kadang (0%) tidak ada yang menjawab sedangkan tidak pernah juga (0%)tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel 27 . Guru menyusun standar isi kurikulum sebagai acuan atau pedoman dalam pembelajaran. dan tidak pernah (0%) tidak ada jawaban dari responden. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (56%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru menyusun standar isi kurikulum sebagai acuan atau pedoman dalam pembelajaran.

sering berjumlah 7 orang (39%). 28 . Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu dan sering sama-sama berjumlah (39%). tidak ada jawaban dari responden. dan tidak pernah (0%). Guru membuat RPP sebelum mengajar. kadang-kadang berjumlah 6 orang (33%). Tabel 6 Bapak/Ibu guru dalam membuat RPP mengalami kesulitan No soal 5 Alternatif jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 4 6 8 18 P% 22% 33% 45% 100% Pada tabel di atas. selalu berjumlah 4 orang (22%). Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu dan sering sama-sama berjumlah (39%). Guru membuat rumusan tujuan pembelajaran.28 di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat rumusan-rumusan tujuan pembelajaran. Tabel 5 Bapak/Ibu guru membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah No soal 4 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 7 7 4 18 P% 39% 39% 22% 100% Pada tabel di atas. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 8 orang (45%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakanmemilih selalu berjumlah 7 orang (39%). dan tidak pernah (0%). Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat RPP sebelum mengajar. yang menjawab kadang-kadang berjumlah 4 orang (22%).

Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (45%).29 tidak ada jawaban dari responden. dan tidak pernah (0%) tidak ada jawaban dari responden. selalu 2 orang (11%). Guru membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan. kadang-kadang berjumlah 5 orang (28%). Tabel 7 Bapak/Ibu guru membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan No soal 6 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 2 11 5 18 P% 11% 61% 28% 100% Pada tabel di atas. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan. Guru membuat perencanaan atau persiapan pembelajaran yang hendak diberikan. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering 11 orang (61%). Tabel 8 Bapak/Ibu guru mengunakan media yang relevan dengan materi No soal 7 Alternatif jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 18 18 P% 100% 100% 29 . Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (61%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa gurudalam membuat RPP mengalami kesulitan.

dan tidak pernah (0%) tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru mengunakan media yang relevan dengan materi. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 11orang (61%).30 Pada tabel di atas. selalu berjumlah 4 orang (22%). Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang disampaikan. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang disampaikan. B. 30 . dan tidak pernah (0%) tidak ada jawaban dari responden. dapat diketahui bahwa responden menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 18 orang (100%). sering tidak ada jawaban (0%). Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (100%). Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran Tabel 9 Bapak/Ibu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang disampaikan No Soal 8 Alternatif jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 4 11 3 18 P% 22% 61% 17% 100% Pada tabel di atas. guru mengunakan media yang relevan dengan materi. kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%). tidak ada jawaban. kadang-kadang (0%). Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (61%).

tidak ada jawaban dari responden. Guru menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan. dan tidak pernah (0%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih kadang-kadang 8 orang (45%). selalu 4orang (6%). dan tidak pernah (0%). selalu berjumlah 8 orang (44%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan. tidak ada jawaban dari responden. Tabel 11 Bapak/Ibu guru menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan No Soal 10 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 8 9 1 18 P% 44% 50% 6% 100% Pada tabel di atas.31 Tabel 10 Bapak/Ibu guru mengajukan atau melakukan post tes kepada siswa sebelum memulai pelajaran No Soal 9 Alternatif jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 4 6 8 18 P% 22% 33% 45% 100% Pada tabel di atas. Dari data tabel di atas dapat simpulkan bahwa guru mengajukan atau melakukan post tes kepada siswa sebelum memulai pelajaran. Ini tebukti dari responden yang banyak menjawab sering (50%). sering berjumlah 6 orang (33%). 31 . dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 9 orang (50%).

Tabel 13 Bapak/Ibu guru melakukan evaluasi atau penilaian setelah satuan pokok bahan selesai di pelajari siswa No Soal 12 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 8 8 2 18 P% 44% 44% 11% 100% Pada tabel di atas. Ini terbukti dari jawaban responden menjawab sering (61%).tidak ada jawaban dari responden. selalu berjumlah 5 orang (28%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam menggunakan sumber metode.32 Tabel 12 Bapak/Ibu guru mengalami kesulitan dalam menggunakan sumber metode No soal 11 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 5 11 2 18 P% 28% 61% 11% 100% Pada tabel di atas. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 11 orang (61%). kadang-kadang berjumlah 2 orang (11%). tidak pernah (0%). Guru mengalami kesulitan dalam menggunakan sumber metode. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru melakukan evaluasi atau penilaian setelah satuan pokok bahan di 32 .tidak ada jawaban dari responden. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 8 orang (44%). kadang-kadang berjumlah 2 orang (11%). sering berjumlah 8 orang (44%). tidak pernah (0%).

Tabel 14 Bapak/Ibu guru memberikan PR pada siswa setiap pelajaran selesai diajarkan No soal 13 Alternatif Jawaaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 2 8 8 18 P% 11% 45% 44% 100% Pada tabel di atas.33 pelajari siswa. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 8 orang (45%). Tabel 15 Bapak/Ibu guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan program yang guru buat No Soal 14 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 10 7 1 18 P% 55% 39% 6% 100% Pada tabel di atas. dan tidak pernah (0%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru memberikan PR pada siswa setiap pelajaran selesai diajarkan. kadang-kadang berjumlah 8 orang (44%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 10 orang (55%). sering 33 . Ini terbukti dari jawaban responden yang menjawab selalu dan sering sama-sama (44%). tidak ada jawaban dari responden. Guru memberikan PR pada siswa setiap pelajaran diajarkan. selalu berjumlah 2 orang (11%). Ini bukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (45%). Guru melakukan evaluasi atau penilaian setelah satuan pokok bahan selesai di pelajari siswa.

tidak ada jawaban dari responden. kadang- kadang berjumlah 3 orang (17%). Guru melaksanakan pembelajaran sesuai denga program yang guru buat. dan tidak pernah (0%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 13 orang (72%). Ini terbukti dari jawaban respondenyang banyak menjawab selalu (55%).34 berjumlah 7 orang (39%) kadang-kadang berjumlah 10 orang (1%). Tabel 17 Bapak/Ibu guru dapat mengekpresikan segenap kemampuan mengajar No Soal 16 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 18 18 P% 100% 100% 34 . Guru memulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (72%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru memulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya. tidak ada jawaban dari responden. selalu berjumlah 2 orang (11%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan program yang guru buat. dan tidak pernah (0%). Tabel 16 Bapak/Ibu guru memulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya No Soal 15 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 2 13 3 18 P% 11% 72% 17% 100% Pada tabel di atas.

Ini terbuktu dari jawaban responden banyak menjawab selalu (100%). tidak ada. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua siswa.35 Pada tabel di atas. 35 . Guru berusaha meningkatkan kemampuan yang guru miliki di dalam pembelajaran. tidak ada jawaban. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 18 orang (100%). sering (0%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu 18 orang (100%). tidak ada jawaban kadang-kadang (0%). kadang-kadang (0%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru berusaha meningkatkan kemampuan yang guru miliki di dalam pembelajaran. C. Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran Tabel 18 Bapak/ibu guru berusaha meningkatkan kemampuan yang guru miliki di dalam pembelajaran No Soal 17 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 18 18 P% 100% 100% Pada tabel di atas. tidak ada jawaban.dan tidak pernah (0%). Ini bukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (100%). tidak ada jawaban dari responden. Guru membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua siswa. dan tidak pernah (0%)juga tidak ada jawaban dari responden. sering (0%).

dapat diketahui bahwa responden dalam enjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 10 orang (56%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwaguru 36 . dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 9 orang (50%). tidak ada jawaban. Guru membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua siswa Tabel 20 Bapak/Ibu guru melaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan No Soal 19 Allternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 10 8 18 P% 56% 44% 100% Pada tabel di atas. sering berjumlah 8 orang (44%). Ini terbukti dari jawaban responden banyak menjawab sering (59%). dan tidak pernah tidak (0%). kadang-kadang (0%). selalu berjumlah 8 orang (44%). dan tidak pernah (0%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat hasil laporan sekolah untuk di berikan kepada orang tua siswa. kadang-kadang berjumlah 1 orang (6%).36 Tabel 19 Bapak/Ibu guru membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua siswa No Soal 18 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 8 9 1 18 P% 44% 50% 6% 100% Pada tabel di atas. tidak ada jawaban dari responden. juga tidak ada jawaban dari responden.

37 melaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. dapat diketahui ahwa respnden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering 10 orang (56%). selalu berjumlah 8 orang (17%). Tabel 21 Bapak/Ibu guru melakukan penjelasan materi kembali dan pemberian tugas tambahan pada siswa sebagai perbaikan No Soal 20 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 8 10 18 P% 44% 56% 100% Pada tabel di atas. Tabel 22 Bapak/melaksanakan pengajarn berupa pemberian materi bahan pelajaran dan penyelesaian tugas jika program pengajaran dianggap tercapai No Soal 21 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 12 3 3 18 P% 66% 17% 17% 100% 37 . Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru melakukan penjelasan materi dan pemberian tugas tambahan pada siswa sebagai perbaikan. kadang-kadang (0%). tidak ada jawaban. juga tidak ada jawaban dari responden. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (56%). Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (56%). Guru melakukan penjelasan materi kembali dan pemberian tambahan pada siswa sebagai perbaikan. Guru melaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. dan tidak pernah (0%).

Guru melaksanakan berupa pemberian materi bahan pelajaran dan penyelesaian tugas program pengajaran dianggap tercapai. tidak ada jawaban dari responden. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (66%). 38 .38 Pada tabel di atas. dan tidak pernah (0%). selalu berjumlah 10 orang (56%). dan tidak pernah (0%). Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (56%). Guru melaksanakan evaluasi secara rutin. tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru melaksanakan pengajaran berupa pemberian materi bahan pelajaran dan penyelesaian tugas program pengajaran dianggap tercapai. Tabel 23 Bapak/Ibu guru melaksanakan evaluasi secara rutin No Soal 22 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 4 10 4 18 P% 22% 56% 22% 100% Pada tabel di atas. kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%). sering berjumlah 3 orang (17%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 12 orang (66%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 10 orang (56%). . kadang-kadang berjumlah 4 orang (22%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru melaksanakan evaluasi secara rutin.

kadang-kadang (0%). Ini terbukti dari responden yang banyak menjawab selalu (78%).39 Tabel 24 Bapak/Ibu guru memberikan nilai kepada siswa secara objektif No Soal 23 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 14 4 18 P% 78% 22% 100% Pada tabel di atas. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu 14 orang (78%). dan tidak pernah (0%). dan yang menjawab seringada 4 (22%). jugatidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat 39 . Tabel 25 Bapak/Ibu guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar No Soal 24 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah 14 4 18 78% 22% 100% F P% Pada tabel di atas. dan tidak pernah (0%). Guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar. tidak ada jawaban. sering berjumlah 4 orang (22%). kadang-kadang (0%) tidak ada jawaban. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar. dapat diketahui bahwa responden yang menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 14 orang (78%). juga tidak ada jawaban dari responden.

tidak ada jawaban dari responden. sering 40 . Tabel 27 Bapak/Ibu guru meninggalkan sekolah sesuai waktu yang ditentukan No Soal 26 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 9 6 3 18 P% 50% 33% 17% 100% Pada tabel di atas. Guru dating ke sekolah tepat pada waktunya. dan pernah tidak (0%). D. kadang-kadang berjumlah 11 orang (11%). selalu berjumlah 3 orang (17%). Ini terbukti dari jawaban responden yang menjawab sealu (78%). Guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru dating ke sekolah tepat pada waktunya.40 disimpulkan bahwa guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (72%). Kinerja guru dalam disiplin tugas Tabel 26 Bapak/Ibu guru datang ke sekolah tepat pada waktunya No Soal 25 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 3 13 2 18 P% 17% 72% 11% 100% Pada tabel diatas. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 13 orang (72%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 9 orang (50%).

Tabel 28 Bapak/Ibu guru melaksanakan semua peraturan yang telah ditetapkan sekolah No Soal 27 Alternatif jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 3 11 4 18 P% 17% 61% 22% 100% Pada tabel di atas. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (61%). Guru meninggalkan sekolah sesuai waktu yang telah ditentukan. kadangkadang berjumlag 4 orang (22%). tidak ada jawaban dari responden. dan tidak pernah (0%). selalu berjumah 3 orang (17%). kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru melaksanakan semua peraturan yang telah ditetapkan sekolah. Guru melaksanakan semua peraturan yang telah ditetapkan sekolah.41 berjumlah 6 orang (33%). dan tidak pernah (0%). dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 11 orang (61%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru meninggalkan sekolah sesuai waktu yang ditentukan. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (50%). Tabel 29 Bapak/Ibu guru jika tidak hadir ke sekolah memberikan terlebih dahulu No Soal 28 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 9 9 18 P% 50% 50% 100% 41 . tidak ada jawaban dari responden.

menyelesaikan tugas yang diberikan kapala sekolah tepat waktunya. tidak ada jawaban. juga tidak ada jawaban dari responden. dapat diketahui bahwa responden dalam pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 9 orang (50%). Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru menyelesaikan tugas yang diberikan kepala sekolah tepat waktunya. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (50%). selalu berjumlah 2 orang (11%). tidak pernah (0%). Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selaludan sering sama-sama (50%). tidak ada jawaban dari responden. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyatan kebanyakan memilih sering berjumlah 9orang (50%). kadang-kadang berjumlah 7 orang (39%). Guru jika tidak hadir ke sekolah memberikan terlebih dahulu. sering berjumlah 9 orang (50%). dan tidak pernah (0%).42 Pada tabel di atas. Dari data tabel di atas dapat disimpulkam bahwa guru jika tidak hadir di sekolah memberikan terlebih dahulu. kadang-kadang (0%). Guru Tabel 31 Bapak/Ibu guru berusaha bekerja sebaik mungkin untuk meningkatkan kemampuan agar dapat mencapai tingkat produktivitas yang diharapkan No Soal 30 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang F 12 6 P% 67% 33% - 42 . Tabel 30 Bapak/Ibu guru menyelesaikan tugas yang diberikan kepala sekolah tepat waktunya No Soal 29 Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah F 2 9 7 18 P% 11% 50% 39% 100% Pada tabel di atas.

Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (67%).2. E. Dari data tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk diagram garis sebagai berikut 43 . sering berjumlah 6 orang (33%). dan skor terendah 90.955 peroleh data lebih lengkap lagi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 32 Distribusi Frekuensi Kinerja Guru No 1 2 3 4 5 Kelas Interval 102-104 99-101 96-98 93-95 90-92 Total F 1 7 5 0 5 ∑f=18 Fkb 18 17 10 5 5 Fka 5 12 17 17 18 X 103 100 97 94 455 ∑=485 Fx 10 700 485 0 455 ∑=1743 Berdasarkan penyajian data dalam tabel distribusi frekuensi dapat dilihat dari 18 orang responden yanh mendapat skor dibawah rata-rata sebanyak 5 orang atau 27. dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 12 orang (67%). Sedangkan yang mendapat skor diatas dibawah rata-rata 13 orang atau 72. kadang-kadang (0%). Guru berusaha bekerja sebaik mungkin ubtuk meningkatkan kemampuan agar dapat mencapai tingkat produktivitass yang diharapkan.43 Tidak pernah Jumlah 18 100% Pada tabel di atas.7. Deskripsi Data Kinerja Guru Berdasarkan hasil perhitungan dapat diperoleh data Kinerja guru dengan Skor tertinggi 103. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru berusahan bekerja sebaik mungkin untuk meningkatkan kemampuan agar dapat mencapai tingkat produktivitas yang diharapkan. tidak ada jawaban. Dan simpangan baku 0.6. (Mean) nilai rata-rata 96. dan tidan pernah (0%) juga tidak ada jawaban dari responden.

Untuk menentukan tinggi rendahnya rata-rata tingkat Kinerja Guru dapat diperoleh dengan cara: 1.98 2. Mencari rentang nilai untuk katagori sedang diperoleh dengan cara rata-rata skor tentang kinerja guru dikurangi simpangan baku sampai dengan rata-rata skor simpangan baku hasilnya 96.6 – 0.645 = 96 96.955 = 97. Sedangkan nilai terendah pada batas kelas 0. Jadi untuk kategori skor tertinggi rentang nilaina 99 – 103. Menentukan nilai rata-rata untuk kategori tinggi yaitu skor yang berada diatas 98 > 99 sampai dengan skor tertinggi yaitu 99 – 103. Berdasarkan diagram diatas dapat dilihat pemunculan nilai tertinggi pada batas 99-101 dengan titik tengahnya (X) 100 dan frekuensi 7.955 = 95.6 + 0.44 Poligon Frekuensi 10 8 6 4 2 0 91 94 97 100 103 Diagram Garis Skor Distribusi Frekuensi Kinerja Guru dengan sumbuh horizontal diwakilkan oleh angka titik tengah masing-masing kelas. 44 . Untuk menentukan rata-rata kategori rendah yaitu skor yang berada dibawah 96 atau < 95 sampai skor terendah yang di dapat. Jadi untuk kategori rendah rentang nilainya 90 – 95. 3.845 = 98 Jadi untuk kategori sedang rentang nilainya 96 .

kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. adalah rata-rata tentang kinerja guru Baik Berdasarkan ketentuan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata tentang kinerja guru dikategorikan pada rata-rata-rata Cukup baik Artinya bahwa kinerja guru. Yang dilakukan kinerja guru di MTs AlWathoniyah I. kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran. baik dalam hal kinerja guru dalam persiapan pembelajaran. serta kinerja guru dalam displin tugas. 45 .45 Lebih jelasnya di interpretasikan ke dalam: 90 – 95 99 – 103 96 – 98 adalah rata-rata tentang kinerja guru Kurang baik adalah rata-rata tentang kinerja guru Cukup baik.

pelaksanaan. Cukup baik dengan skor 96. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di MTs Al-Wathoniyah I Cilungup Jakarta-Timur.6.46 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2.6 . Pada umumnya kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. Adapun dengan melihat hasil analisis data yang disajikan pada Bab IV. kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran. kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I Cilungup. kinerja guru dalam disiplin tugas. Berjalan dengan tanggung jawab yang ada pada kemampuan terhadap profesi yang mempunyai nilai atau hasil prestasi kerja. yaitu: 1. Maka secara umum Kinerja guru yang meliputi dimensi kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran. evaluasi serta disiplin tugas. kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Menyangkut dimensi kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran. maka dapat diuraikan beberapa kesimpulan. Cilungup sudah cukup baik karena hasil yang dicapai oleh para guru disekolah dalam perencanaan. serta kinerja guru dalam disiplin tugas. . Sudah cukup baik dengan skor 96. kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran.

evaluasi pembelajaran dan disiplin tugas. . pelaksanaan pembelajaran. B.47 3. 3. SARAN Dari kesimpulan hasil penelitian diatas. Kepala Madrasah harus selalu memperhatikan para guru untuk mempertahankan hasil prestasi kerja yang sudah dicapai dengan nilai yang cukup baik dalam suatu kegiatan belajar mengajar. agar hasil kinerja guru selalu meningkat dan berkompeten. Para guru harus dapat mempertahankan keprofesionalannya sebagai tenaga pengajar. Pada umumnya hasil atau nilai prestasi kerja merupakan hasil kinerja para guru dalam menjalankan tugas sehingga dapat dicapai dengan hasil yang cukup baik dan efesien. maka peneliti mengajukan saran kepada: 1. Para guru harus dapat mempertahankan nilai prestasi kerja yang cukup baik dalam suatu perencanaan pembelajaran. 2.

Surabaya: PT Apollo. M. 2005 Purwanto. Bandung:PT Refika Aditema 2004 Peraturan Pemerintah RI No. 2007 Simanjutak. Jakarta CV. Jakarta 2007 Usman.saiful_adi_wordpress. Manajemen Sumber Daya Manusia. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Saiful. Kartini. 2001 Suryo. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bandung: Kholbu. Paradigma Pendidikan. Rosdakarya. Pedoman Penulisan Skripsi. Mangkunegara. Manajemen sumber data perusahaan. Daryanto. 2002 Undang-undang Guru dan Dosen No. 2002 Prabu. AA. Bandung: PT. Eko Jaya. 19 Tahun 2005. Dede. B. Tentang Standar Nasional Pendidikan. Manajemen Evaluasi Kinerja. Evaluasi Kinerja SDM. Pedoman Penulisan Skripsi. AA. Demokratis sebuah model perlibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. 2005 Sukadi. 2006 . Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta: PT Kencana. 14 Tahun 2005. Jakarta: CV Rajawali. Bandung: PT Refika Aditema. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah. Subroto. Sinar Grafika. 2000 Rosyada. Bandung: PT Rosdakarya. Menjadi Guru Professional. A. Guru Powerfull Guru Masa Depan. Uzer. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. Kompetensi yang harus www.DAFTAR PUSTAKA Adi. Anwar Prabu. Ngalim. Anwar Prabu. Ke-10. Administrasi Pendidikan. 2006 Mangkunegara. Jakarta: Rineka Cipta.A Mangkunegara Anwar. 2004 Tim Penyusun.com 2008 di miliki seorang guru”. Menyiapkan Memadukan Karir. 1985. Payaman J. Kartono. Cet. 1997 Tim penyusun.

2006 Wibowo. ”Sertifikasi Profesi Pendidik”. www.Undang-undang RI.com 2008 . Mungin Edy. Sistem Pendidikan Nasional. suara merdeka. Jakarta: Sinar Grafika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful