MATA KULIAH TEKNOLOGI PERBENIHAN II “Produksi Benih Padi Hibrida”

Disusun Oleh : Dickdoyo Langgeng M. Ardiansyah Hana Aqmarina Dyan Tryana Andhita Nadhirah 150510100120 150510100121 150510100122 150510100123 150510100124

AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

produksi benihnya dilakukan melalui persilangan GMJ x B. produksi benihnya dilakukan seperti pada varietas pada inbrida. tidak ada hujan selama masa berbunga (penyerbukan) 3. Galur B dan R bersifat normal (fertil). 2. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi penyerbukan dari polen yang tidak diinginkan. Produksi benih padi hibrida mencakup dua kegiatan utama yaitu: produksi benih galur tetua dan produksi benih hibrida. GMJ bersifat mandul jantan. sinar matahari cukup (cerah) dan kecepatan angin sedang. yaitu bersih dari benih-benih tanaman lain. bukan daerah endemik hama dan penyakit utama. isolasi waktu. dan tingkat keseragaman (homogenitas) tanah yang tinggi. Pemilihan lokasi yang tepat. Ada tiga macam isolasi yaitu: isolasi jarak. Kondisi cuaca yang optimum.  Isolasi waktu. isolasi jarak dengan pertanaman padi lainnya minimal 50 m. dan isolasi penghalang fisik. kelembapan relatif 80%. cukup air. Benih hibrida diproduksi melalui persilangan GMJ dan R. Oleh karena itu. Galur tetua meliputi GMJ. areal pertanaman produksi benih harus diisolasi dari pertanaman padi lainnya. B dan R. Isolasi dari pertanaman padi lainnya. Pada produksi benih F1 hibrida. tanah subur. Pada isolasi ini perbedaan waktu berbunga antara pertanaman produksi benih dengan tanaman padi di sekitarnya minimal 21 hari . Beberapa faktor yang mutlak harus diperhatikan dalam produksi benih padi hibrida adalah: 1. mempunyai sistem irigasi dan drainasi yang baik. benih F1 harus diproduksi dan petani juga harus selalu menggunakan benih F1. sedangkan pada produksi benih galur A minimal 100 m. yaitu:Suhu harian 20-30ºC.Padi hibrida yang merupakan tanaman F1 hasil persilangan antara GMJ (A) dengan galur pemulih kesuburan (R) hanya dapat ditanam satu kali karena bila hasil panen hibrida ditanam lagi akan mengalami perubahan yang signifikan sebagai akibat adanya segregasi F2 sehingga pertanaman tidak seragam dan tidak baik.  Isolasi jarak.

arah barisan tanaman galur A dan B dibuat tegak lurus arah angin pada waktu pembungaan. Pengolahan Tanah Tanah diolah 15 hari sebelum penanaman bibit. buang gulma(rumput-rumput) yang ada pada pesemaian. Untuk produksi benih seluas 1 ha diperlukan benih : 15 kg galur A dan 5 kg galur B atau R. buat saluran pembuangan air dengan lebar 10 cm antar petak pesemaian.  Arah barisan tanaman. Pola tanam  Pada perbanyakan benih A. Jarak tanam di dalam baris R adalah 20 cm. terdiri atas. Isolasi penghalang fisik. Lumpurkan tanah pesemaian dua kali dengan interval satu minggu. tingkatkan permukaan air sampai 5 cm untuk menekan gulma. Jarak tanam antar baris tanaman A terluar dengan baris tanaman B terluar adalah 30 cm. Tabur benih dengan kepadatan 50-75 g/m2 atau luas persemaian unutk 1 ha produksi benih : 300 m2 untuk galur A dan 100 m2 unutk galur B atau R. 5.  Persiapan pesemaian. 6. Pada isolasi ini dapat digunakan plastik sebagai penghalang dengan ketinggian 3 m. Rendam benih selama 24 jam. 4. Jarak tanam di dalam baris B adalah 20 cm. Angin-anginkan benih selama 24 jam. buat bedengan setinggi 5-10 cm. dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. lebar 1 m dan panjang sesuai petakan sawah. berikan air setinggi 2-3 cm dan keringkan sekali waktu utnuk memperbaiaki vigor ( kekuatan) bibit. terdiri dari:  Perkecambahan benih. unutk meningkatkan penyebaran polen. Jarak tanaman A terluar dengan baris tanaman R terluar adalag 30 cm. dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. berikan 5-6 g pupuk NPK per m2 yang diaduk dengan tanah. pengelolaan tanah dilakukan untuk memperoleh tingkat pelumpuran yang tinggi . Pengelolaan Tanaman.  Pada produksi benih F1 hibrida.

2) pada saat tiga minggu setelah tanam dengan memberikan 45 kg N dan 3) pada saat enam minggu setelah tanam dengan memberikan 45 kg N. 45 kg P dan 45 kg K/ha.7. Panen dan Pengolahan Benih . Bila pengembangan dilakukan di daerah endemis hama dan penyakit. menggunakan landak atau gasrok. pupuk dasra dibeikan pada saat penanaman bibit galur A. Penyiangan dilakukan paling sedikit dua atau tiga kali tergantung pada keadaan gulma. Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara terpadu.Penanaman Prosedur penanaman bibit yaitu:   Bibit berumur 18-21 hari ditanam dengan jumlah bibit 1-2 batang per rumpun. Perhatikan juga serangan tikus sejak dini dan monitor penerbangan ngengat penggerek batang. 9. Penyiangan Penyiangan dilakukan secara intensif agar tanaman tidak terganggu oleh gulma. Penyiangan dapat dilakukan sebelum pemupukan susulan pertama atau kedua.   Pada produksi benih F1 hibrida. Pengendalian OPT Hama dan penyakit merupakan faktor penting yang menyebabkan suatu varietas tidak mampu menghasilkan varietas seperti yang diharapkan. Untuk itu di dalam pengembangan atau pertanaman produksi benih supaya berhasil beberapa hal yang harus diperhatikan. Hak ini dimaksudkan agar pupuk yang diberikan hanya diserap oleh tanaman padi. terapkan PHT dengan monitoring keberadaan tungro dan kepadatan populasi wereng hijau secara intensif. yaitu :  Hindari pengembangan di daerah endemis hama dan penyakit terutama daerah endemis wereng coklat dan penyakit tungro. Pupuk diberikan tiga kali yaitu 1) pada saat tanam dengan memberikan 45 kg N dan seluruh dosis pupuk P dan K. karena gulma sudah dikendalikan. Airi tanah setinggi 5 cm dari permukaan tanah sampai 10 hari sejak tanam 8. Dosis pupuk yang diberikan adalah 135 kg N.  Penggunaan pestisida dengan bijak 8. Hama wereng coklat dan penyakit tungro merupakan hama dan penyakit yang paling utama saat ini.

Buat laporan hasil panen secara rinci yang berisi tentang tanggal panen.Saat panen yang tepat adalah pada waktu biji telah masak fisiologis. 2. Benih padi ketika baru dipanen masih tercampur dengan kotoran fisik dan benih jelek. nama varietas. Faktor yang paling utama adalah pengeringan benih. mutu fisik dan kesehatan benih. bila pertanaman benih telah lulus dari pemeriksaan lapangan. Calon benih kemudian dimasukan ke dalam karung dan diberi label yang berisi : nama varietas. Tahapan pada proses pemanenan benih padi diantaranya : 1. Oleh karena itu. Ukur kadar air panen dengan menggunakan moisture meter. pembersihan. Proses Panen Dua baris tanaman yang paling pinggir sebaiknya dipanen terpisah dan tidak digunakan sebagai calon benih. benih harus dikemas secara baik dan disimpan ditempat dengan kondisi khusus untuk penyimpanan. semua malai dari kegiatan Roguing harus dikeluarkan dari areal yang akan dipanen. masalah mutu benih padi setelah panen biasanya berasosiasi dengan mutu fisiologis. Panen dapat dilakukan dengan potong tengah jerami padi kemudian dirontok dengan threser atau potong bawah lalu digebot. tanggal panen. Pengeringan Benih . Vigor benih diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh cepat. maka cara panen yang baik meliputi perontokan. Sebelum panen dilakukan. atau apabila sekitar 9095% malai telah menguning. Persiapan Panen Lahan pertanaman untuk produksi benih dapat dipanen apabila sudah dinyatakan lulus sertifikasi lapangan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). 3. dan cara pengeringan gabah untuk benih akan menentukan mutu benih. Hal ini untuk menghindari tercampurnya calon benih dengan malai sisa roguing. Setelah menjadi benih dan siap simpan. serempak dan berkembang menjadi tanaman normal dalam kisaran kondisi lapang yang lebih luas. benih harus dikeringkan sampai kadar air mencapai 10-12%.. lalu diangkut ke ruang pengolahan benih. Salah satu variabel dari mutu fisiologis benih yang mulai menarik perhatian petani adalah status vigor benih. Untuk menjamin ini. asal pertanaman dan berat calon benih. bobot calon benih dan kadar air benih saat panen. kelas benih.

Bila kadar air benih sudah aman untuk digunakan pemanasan. jangan langsung dipanaskan tetapi di angin-anginkan dahulu (digunakan hembusan angin/blower). . umumnya penjemuran dilakukan selama 4 – 5 jam. Pada tingkat kadar air yang tinggi. Suhu udara yang mengenai benih sebaiknya disesuaikan dengan kadar air awal benih (kadar air benih pada saat mulai pengeringan) Benih dengan kadar air panen yang tinggi. pastikan tidak ada benih yang tertinggal dan pastikan mesin berfungsi dengan baik. Penjemuran sebaiknya diberhentikan apabila suhu hamparan benih lebih dari 43 oC  Pengeringan dilakukan hingga mencapai kadar air yang memenuhi standar mutu benih bersertifi kat (13% atau lebih rendah)  Alat pengering      Bersihkan mesin pengering.Penurunan kadar air perlu harus segera dilakukan karena pada umumnya calon benih masih mempunyai kadar air panen yang tinggi. calon benih bisa dianginanginkan terlebih dahulu sebelum dikeringkan.  Bila pengeringan menggunakan sinar matahari. Gunakan lamporan/alas di bagian bawah untuk mencegah suhu penjemuran yang terlalu tinggi di bagian bawah hamparan. atur suhu pengeringan benih sehingga tidak melebihi 43oC Lakukan pengecekan suhu hamparan benih dan kadar air benih setiap 2-3 jam dan catat. Lakukan pembalikan benih secara berkala dan hati-hati Lakukan pengukuran suhu pada hamparan benih yang dijemur dan kadar air benih setiap 2-3 jam sekali serta catat data suhu hamparan dan kadar air benih tersebut. Pengeringan benih dapat dilakukan dengan cara penjemuran atau dengan menggunakan mesin pengering  Penjemuran     Pastikan lantai jemur bersih dan beri jarak yang cukup antar benih dari varietas yang berbeda.

menjamin ketersediaan benih bermutu secara berkesinambungan. Pengolahan Benih Pengolahan benih pada umumnya meliputi pembersihan benih. benih sebaiknya dikemas dengan menggunakan kantong plastik . benih dapat dikemas dalam karung plastic yang dilapis dengan kantong plastik di bagian dalamnya. Pengeringan dihentikan bila kadar air mencapai kadar air yang memenuhi standar mutu benih bersertifi kat (13% atau lebih rendah). 9. maupun daun padi yang terikut) juga untuk membuang benih hampa. jerami. efektifitas atau tidaknya kemasan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mempertahankan kadar air. menjamin kemurnian dan kebenaran varietas. dan pengawasan pemasangan label. viabilitas benih dan serangan insek. Tujuan pembersihan ini selain memisahkan benih dari kotoran (tanah. Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tujuan sertifikasi adalah: 1. dan 2. Pengawasan lapangan untuk tanaman padi dari BPSB dilakukan sebanyak 4 kali. penggunaan mesin pembersih benih seperti air screen cleaner atau aspirator akan meningkatkan efisiensi pengolahan. Sedangkan untuk tujuan komersial/pemasaran benih. Sedangkan pada skala produksi yang lebih besar. pemeriksaan fase berbunga (30 hari sebelum panen). pemeriksaan lapangan pertama saat fase vegetatif (30 hst). Pengemasan sementara selama pengolahan benih berlangsung atau setelah selesai pengolahan sampai menunggu hasil uji lab keluar dan label selesai dicetak. pemilahan (grading) dan perlakuan benih (jika diperlukan). juga untuk melindungi benih selama penyimpanan terutama dalam mempertahankan mutu benih dan menghindari serangan insek. Pengemasan Pengemasan benih selain bertujuan untuk mempermudahkan di dalam penyaluran/transportasi benih. Pembersihan benih dalam skala kevil dapat dilakukan secadapat dilakukan secara manual dengan menggunakan nyiru (ditapi). Pengawasan dilakukan sejak proses produksi benih hingga penanganan pascapanen. pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu. Kegiatan pengawasan dan sertifikasi ini dilakukan oleh BPSB Jabar. 4. yaitu pemeriksaan lapangan. dan pemeriksaan fase masak (1 minggu sebelum panen) 10. Sertifikasi dilakukan dalam tiga tahap. yaitu pemeriksaan pendahuluan sebelum pengolahan tanah.

. Pengemasan dilakukan setelah hasil uji lab terhadap contoh benih dinyatakan lulus oleh BPSB dan label selesai dicetak.tebal 0.08 mm atau lebih dan di-sealed/ dikelim rapat. agar mampu menghindari adanya tindak pemalsuan. Label benih dimasukan ke dalam kemasan sebelum di-sealed. Pengemasan dan pemasangan label benih harus dilakukan sedemikian rupa.

go. http:// jabar.litbang.id/.DAFTAR PUSTAKA Anonymous. http://cybex. 2011.go. Diakses pada tanggal 11 Maret 2012 Anonymous. Petunjuk Teknis Penangkaran Benih.deptan.id/. 2011. Teknik Produksi Benih Padi Hibrida. Diakses pada tanggal 11 Maret 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful