Penerapan Pendekatan Savi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Faroidh Kelas VIII Di MTs

. Nurul Amanah Madura
Jum'at 23 Sep 2011 07:36 PM Alim Sumarno, M.Pd Nur Hannah¹, Moch. Syaichudin² Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Abstrak : Gaya belajar seorang siswa dikaitkan dengan persepsi dan indranya. Cara melihat, mendengarkan, memperhatikan, menyimak, melakukan dan meniru gerakan tubuh selama belajar berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi. Indra siswa yang terlatih dengan baik akan mempercepat daya tangkap dan mengaktifkan memori jangka panjang. Pendekatan SAVI adalah salah satu pendekatan yang mengintegrasikan unsur somatis, auditori, visual dan intelektual dalam pembelajaran. Pendekatan SAVI ini dapat diterapkan dalam pembelajaran faroidh. Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan penelitian terhadap penerapan pendekatan SAVI pada mata pelajaran faroidh. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui proses penerapan pendekatan SAVI dalam kegiatan pembelajaran dan mengetahuhi seberapa besar pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya pendekatan SAVI tersebut. Penelitian yang dilakukan di kelas VIII MTs. Nurul Amanah Madura semester genap tahun ajaran 2008/2009 dengan jumlah 33 siswa ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen yang menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan pengadaan tes yang dianalisis dengan menggunakan prosentase dan t-test. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perhitungan data observasi, diketahui bahwa prosentase proses penerapan pendekatan SAVI memperoleh hasil 93,06%. Jika hasil tersebut dikonsultasikan dengan kriteria maka tergolong sangat baik. Sedangkan untuk uji hasil tes diperoleh nilai t hitung = 10,69 yang dikonsultasikan db = 32, dengan menggunakan uji signifikan 5% sehingga diperoleh t tabel 2,04 dan diketahui bahwa t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 10,69 > 2,04. Dari data tersebut menunjukkan bahwa penerapan pendekatan SAVI dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran faroidh di MTs. Nurul Amanah Madura. Kata Kunci : Somatis, Auditori, Visual, Intelektual dan Hasil Belajar. 1. PENDAHULUAN Belajar merupakan proses yang aktif yaitu proses mereaksi terhadap semua situasi di sekitar siswa. Mengajar merupakan suatu aktivitas mengatur dan mengorganisasi lingkungan sehingga mendorong siswa untuk belajar. Dua istilah “belajar-mengajar” menurut Dewey tidak dapat dipisahkan. Dewey dalam Sanjaya (2007:102) mengistilahkannya sebagai “Teaching is to Learning as Selling is to Buying”. Belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi ke kepala seorang siswa. Belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan pelajar itu sendiri (Silberman, 2002:XXI). Pengembangan potensi-potensi siswa dalam proses belajar, harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu (Aunurrohman, 4:2009). Pengembangan potensi siswa secara tidak seimbang dapat menjadikan pendidikan cenderung lebih peduli pada pengembangan satu aspek kepribadian tertentu, bersifat partikular dan parsial. Persoalan yang sering muncul dalam pembelajaran adalah bagaimana cara seorang guru mengembangkan, menciptakan serta mengatur situasi yang memungkinkan siswa melakukan proses belajar. Hasil observasi awal yang yang peneliti lakukan di MTs. Nurul Amanah Kelas

mengatur serta mengolah informasi yang ia dapatkan (Deporter dan Hernacki. 2005:7700) karena tidak jarang. sehingga mempelajari faroidh membutuhkan keterampilan-keterampilan yang cermat dan teliti dalam menghitung waris. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa di samping menggunakan pemberian informasi (telling) juga menggunakan peragaan (demonstrating) dan memberikan kesempatan untuk menampilkan unjuk kerja secara langsung (doing direct performance). kemungkinan siswa pasif diakibatkan oleh dominannya peran guru di dalam kelas. bergurau. Dalam redaksi hadist Nabi yang lain dijelaskan bahwa faroidh ini merupakan salah satu disiplin ilmu dalam Islam yang sangat utama dan dianjurkan untuk dipelajari (Az-Zuhaili. mengantuk. Sengketa waris terkadang juga dipicu oleh sikap ahli waris yang cenderung serakah sehingga mengabaikan kaidah-kaidah yang tertera dalam hukum waris. dalam masyarakat timbul kesenjangan sosial yang dapat mengarah pada permusuhan antar keluarga disebabkan oleh sengketa waris. yaitu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered approaches) dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered approaches). 2009:112). Guru lebih fokus berceramah yang tujuannya untuk menyampaikan bahan ajar faroidh yang berbahasa arab sedangkan siswa sibuk menulis. metode dan teknik yang akan diterapkan dalam pembelajaran dengan tanpa mengenyampingkan kesesuaian karakteristik materi dan gaya belajar siswa. Karateristik ilmu faroidh yang tidak hanya memuat konsep fikih waris dan dalil-dalil naqli yang digali dalam Al-Qur’an namun juga membutuhkan keterampilan menghitung membuat siswa merasa jenuh dan kesulitan untuk berlama-lama dalam mempelajarinya. menulis baik sekedar mencoratcoret buku atau menggambar sesuatu yang tidak berkaitan dengan pelajaran dan perilaku lainnya yang perilaku tersebut mencerminkan kejenuhan mereka dalam mengikuti pembelajaran. Mempelajari faroidh tidak cukup hanya dengan menghafal kaidah-kaidah hukum waris tetapi juga harus memahami ilmu hitung oleh karenanya menghafal saja tidaklah cukup untuk dapat mengimplementasikan ilmu faroidh ini. menangkap penjelasan dari guru. Uraian tersebut menunjukkan bahwa siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Juliantara (2009) menjelaskan bahwa jika ditinjau dari segi penyampaian materi. Killen (1998) dalam Sanjaya (2007:125) mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran.VIII menunjukkan adanya ketidakseimbangan peran antara guru dan siswa di saat proses pembelajaran faroidh berlangsung. Menurut analisa Dimyati dan Mujiono (2002:17). Pendekatan pembelajaran inilah yang nantinya mengantarkan guru untuk memilih strategi. Gaya belajar merupakan suatu kombinasi dari bagaimana ia menyerap. Bagi mereka yang belajar faroidh diperlukan untuk menguasai seluk-beluk tentang faroidh secara mendalam. sangat diperlukan sosok masyarakat yang betul-betul memahami tentang kaidah hukum waris menurut Islam dan mengetahui bagaimana cara mengimplementasikannya secara benar sehingga tidak mudah terombang-ambingkan oleh kemungkinan adanya benturan kepentingan antar ahli waris. pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru dalam pelaksanaanya lebih sering menggunakan pemberian informasi (telling). Sebagian siswa ada yang berbicara dengan temannya. Oleh karenanya. padahal Faroidh merupakan ilmu yang sangat spesifik dalam hukum Islam yang memuat kaidah-kaidah fikih dan penghitungan untuk mengetahui bagian masing-masing ahli waris dari harta peninggalan mayit. Oleh karena itu perlu upaya untuk menyeimbangkan peran antara guru dan siswa dengan cara menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih memberdayakan siswa dan memberikan peluang kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Masing-masing . Indikasinya terlihat dari banyaknya siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru. Hadist Nabi meramalkan bahwa di antara ilmu agama Islam yang akan dilupakan oleh masyarakat adalah faroidh.

Oleh karena itu. Gaya belajar auditori adalah belajar dengan lebih mengedepankan indra pendengaran. seorang siswa dapat belajar sedikit dengan menyaksiskan presentasi (V). membicarakan apa yang mereka pelajari (A). belajar bisa dilakukan dengan mendengarkan kaset. Aunurrahman (2009:9) berpendapat bahwa penempatan guru sebagai satu-satunya sumber informasi. keterampilan dan sikap yang mereka butuhkan. Padahal. Suyatno (2008) mengemukakan bahwa menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra dapat melibatkan siswa sepenuhnya dalam pembelajaran sehingga berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. guru yang sukses bukan sekedar penyaji yang kharismatik dan persuasif. dan melakukan sendiri. perlu adanya perubahan dalam pembelajaran yang lebih mengarahkan pada kegiatan siswa supaya siswa tidak lagi dipandang sebagai obyek pegajaran melainkan dipandang sebagai subyek yang aktif. diskusi. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan juga dapat mengakomodir semua tipe gaya belajar adalah pendekatan SAVI. dapat membangun dirinya dan masyarakatnya kelak. petunjuk serta film dan video. di antaranya somatis. Pada gaya ini. Meier (2002:100) menegaskan bahwa belajar bisa optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran. di antaranya tipe pebelajar visual. Gaya belajar somatis atau kinestetik merupakan gaya belajar yang lebih mengedepankan pada keterlibatan siswa secara langsung dengan melibatkan aktivitas fisik dan gerakan tubuh seperti suka menari. Tipe gaya belajar ini lebih mengedepankan pada penglihatan secara langsung. Menurut Dimyati dan Mujiono (2002:17) “Dominan guru dalam proses pembelajaran menyebabkan siswa terlibat secara pasif“. debat dan instruksi verbal. baik melihat tulisan gambar atau diagram. sedangkan pelajar efektif mampu menggambarkan informasi dan gagasan dari guru mereka. Menurut Tilaar (2000:21) siswa yang berdaya adalah siswa yang dapat berpikir kreatif. akan tetapi senantiasa mengajari siswanya bagaimana menyerap dan menguasai informasi yang berasal dari penjelasannya. ceramah. Pembelajaran faroidh dengan menerapkan pendekatan SAVI nantinya akan didesain dengan menampakkan unsur somatis ketika siswa menyelesaikan dan memperagakan kasus tertentu . dan memikirkan cara menerapkan informasi dalam presentasi tersebut untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada (I). bergerak. Uraian di atas menggambarkan bahwa di antara kedua pendekatan pembelajaran tersebut. sehingga potensi keindividualannya tidak dapat berkembang secara optimal. Joyce dkk (2009:7). merasakan. visual dan intelektual. mendefinisikan bahwa guru yang sukses merupakan guru yang dapat melibatkan para siswanya dalam tugas-tugas yang sarat muatan kognitif dan sosial serta mengajarkan mereka bagaimana cara mengerjakan tugas-tugas tersebut secara produktif. menyentuh. tetapi ia dapat belajar jauh lebih banyak jika dapat melakukan sesuatu ketika presentasi sedang berlangsung (S). Kesesuain perlakuan yang didapat dalam sebuah pembelajaran dengan gaya belajar siswa akan lebih meningkatkan minat dan hasil belajar dalam pembelajaran tersebut. auditori. Sederhananya. tujuan pembelajaran adalah untuk mencerdaskan dan memberdayakan siswa. Pendekatan SAVI ini memiliki empat unsur. menempatkan siswa tidak sebagai individu yang dinamis akan tetapi lebih sebagai obyek yang pasif. pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa inilah (student-centered approaches) yang lebih memberdayakan siswa dan memberikan peluang kepada siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Mereka lebih banyak menunggu sajian dari guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan. Joyce dkk. (2009:4) mengemukakan bahwa cara penerapan suatu pembelajaran akan berpengaruh besar terhadap kemampuan siswa dalam mendidik diri mereka sendiri. mandiri. Gaya belajar visual atau sering dikenal dengan pengamatan ini merupakan gaya belajar melalui melihat sesuatu. auditori dan somatis atau yang biasa dikenal dengan kinestetik.siswa memiliki tipe gaya belajar yang berbeda-beda. Misalnya.

. presentasi. Aktivitas tubuh dan pikiran dipisahkan dalam kegiatan belajar sehingga pembelajaran berlangsung kaku dan tidak menyenangkan. 2009). menggambar. mengidentifikasi. dengan harapan bahwa pendekatan SAVI ini akan mengantarkan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas. menggunakan media dan alat peraga. mendemonstrasikan. aktivitas fisik) yang menuntut belajar dengan mengalami dan melakukan. menekankan proses belajar melalui mendengarkan. Selain itu. pikiran dan jiwa) serta kecerdasan yang utuh (Meier. auditori. Hal ini ditentang oleh Meier dan mendorongnya untuk melakukan penelitian. dan menerapkan (Suhermawan. tanpa mengabaikan gaya belajar dari masing-masing siswa (Sidjabat. Selain itu Meier (2002:54) juga mengemukakan prinsip-prinsip pokok belajar yang meliputi: 1. Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan. Visual (V). bukan mengkonsumsi. Unsur visual terlihat ketika siswa melihat temannya yang sedang menyelesaikan masalah pembagian warisan dan mengamati guru atau temannya yang sedang menjelaskan materi. ”belajar bukanlah peristiwa kognitif yang terpisah melainkan sesuatu yang melibatkan diri seseorang secara utuh (tubuh. Kerjasama membantu proses belajar. 2002:42). Belajar adalah berkreasi. memecahkan masalah. Sehingga secara fisik mereka dapat begerak dan tentu saja keterampilan seperti berbicara dan berdiskusi mengenai pembagian warisan. Teori ini dilatarbelakangi oleh pendidikan di New England pada abad ke-19 yang cenderung memandang manusia hanya sebagai tubuh dan pikiran (Meier. KAJIAN PUSTAKA Teori yang mendasari Meier dalam mencetuskan pendekatan SAVI adalah teori belajar aktif yang diistilahkan Meier (2002:90) dengan ”Belajar Berdasarkan Aktivitas” (BBA). bermakna belajar dengan menggunakan indra mata melalui mengamati. 2008). 2. Unsur Intelektual terlihat ketika siswa menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan faroidh dan problematika dalam perebutan hak waris. Mereka juga diminta untuk merangkum beberapa materi tentang warisan dan mencari sumber pokok dari Al-Qur`an secara mandiri mengenai bagian-bagian ahli waris untuk didiskusikan. 6. 2. Auditori (A). bermakna bahwa belajar dengan menekankan pada kemampuan berpikir (minds-on). mencipta. Unsur auditori terlihat ketika siswa mendengarkan penjelasan baik dari guru maupun teman sebaya tentang hal-hal yang terkait dengan faroidh. Nurul Amanah Bangkalan Madura”. 3. membaca. Pendekatan SAVI ini menekan pembelajaran dengan memanfaatkan semua alat indra siswa (Rosadi. 2002:56). Otak-citra menyerap informasi secara langsung dan otomatis. pendidikan di New England pada saat itu menekankan pada pembelajaran individual. 7. Belajar melibatkan seluruh tubuh dan pikiran. peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian yang berjudul ”Penerapan pendekatan SAVI untuk meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran faroidh kelas VIII di MTs. 2008).dalam pembagian warisan serta mencari bagian warisan dengan mengoprasikan aplikasi faroidh. Belajar harus dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakan nalar. 5. menyimak. argumentasi dan menanggapi. Intelektual (I). Emosi positif sangat membantu pembelajaran. 4. visual dan intelektual. menyimak. menyelidiki. mengkonstruksi. dan menulis materi faroidh dapat dilakukan dalam serangkaian kegiatan tersebut. berbicara. Istilah SAVI merupakan kependekan dari: Somatis (S) yaitu gerakan tubuh (hands-on. Berdasarkan pandangan tersebut Meier mengajukan pendekatan pembelajaran aktif yang diberi nama Pendekatan SAVI. menemukan. Belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Menurut Meier. membaca. Pendapat tersebut mengantarkan Meier pada sebuah kesimpulan penelitiannya yang menyatakan bahwa manusia memiliki dimensi somatis.

Teori tersebut berdasarkan atas letak otak manusia yang mengatur gerakan tubuh (korteks motor) terletak di sebelah otak yang berfungsi untuk berpikir. maupun visual dapat sama-sama menyerap pengetahuan atau materi yang disampaikan oleh guru. Pendekatan SAVI juga dapat mengatasi gaya belajar siswa yang beragam dalam satu kelas. Sebaliknya melibatkan tubuh dalam belajar cenderung mengembangkan kecerdasan terpadu manusia sepenuhnya. dapat dikatakan bahwa tubuh dan pikiran merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan dalam belajar. fikih dan lain sebagainya yang mempunyai ruang untuk diterapkannya pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SAVI. teori belajar aktif Meier merupakan teori belajar yang menekankan adanya penyatuan aktivitas fisik dan pikiran dalam belajar. penggunaan indera. penyelesaian hutang piutang mayit dan pembagian wasiat sebagai pra pembagian harta warisan. kreativitas. karena pelajaran faroidh kurang efektif jika hanya diterapkan melalui pendekatan auditori saja seperti halnya ceramah yang menekankan pada penjelasan guru dengan tanpa adanya peragaan. Faroidh dalam pendekatan SAVI sederhananya dapat diterapkan oleh siswa pada saat memperagakan keadaan dalam sebuah keluarga. pendekatan SAVI juga menekankan pada intelektual yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. juga dapat membantu siswa untuk lebih terlibat aktif dalam sebuah pembelajaran faroidh. matematika. Bagian manusia yang berfungsi mengatur gerakan tubuh (korteks motor) terletak di bagian otak. aktivitas fisik dan pikiran merupakan dua esensi yang harus ada dalam belajar. prinsip pokok belajar tersebut juga menekankan adanya kerja sama dalam belajar sehingga pembelajaran kooperatif yang ditekankan dan bukan pembelajaran individual. Penerapan unsur somatis ini sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran faroidh. dapat dikatakan bahwa belajar merupakan kegiatan yang menekankan pada penyatuan aktivitas fisik dan pikiran. Belajar akan terhambat jika tubuh dan pikiran terpisah dan sebaliknya belajar akan meningkat jika tubuh dan pikiran menyatu. auditori dan kinestetik. Teori ini juga memandang bahwa gerakan fisik dapat meningkatkan proses mental. auditori dan visual) membentuk intelektualitas lebih kritis serta lebih melekat dalam ingatan dan daya nalar siswa. Teori belajar aktif Meier menekankan pada keterlibatan siswa sepenuhnya dalam pembelajaran. Seperti halnya mata pelajaran ekonomi. Pendapat Meier di atas. Dari uraian di atas. menghalangi gerakan tubuh berarti menghalangi pikiran untuk berfungsi secara maksimal. Faroidh adalah mata pelajaran sebagaimana mata pelajaran lainnya. khususnya dalam penyelesaian masalah waris. sehingga di . bahkan penerapan pendekatan SAVI dalam pelajaran faroidh lebih esensial. dalam sebuah keluarga terdapat salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia dan siswa dituntut untuk berperan sebagai anggota keluarga. dengan kata lain. Unsur somatis terlihat mulai dari peragaan meninggalnya mayit. Selain itu. menjadi wali atau hakim dan pihak-pihak yang terkait serta siswa dituntut untuk menyelesaikan persoalan waris. dikarenakan tanpa didukung oleh personal ahli waris maka pelajaran faroidh tidak akan tergambar secara gamblang dalam pemahaman siswa. Pelajaran faroidh juga tidak bisa diterapkan dengan pendekatan visual saja. penyelesaian biaya mayit oleh keluarga. baik gaya belajar visual. Bagian ini berfungsi berpikir dan memecahkan masalah (Meier. 2002:90). dan kemandirian. Di samping itu. auditori. Hal ini dikarenakan dalam pelajaran faroidh terdapat keempat unsur pendekatan SAVI. Penggabungan tiga pendekatan tersebut (somatis.Berdasarkan prinsip-prinsip belajar di atas. Plotnya. Faroidh merupakan ilmu yang memuat dalil-dalil naqli tentang pembagian waris. Artinya dengan pendekatan SAVI. Artinya. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pendekatan SAVI di samping dapat mengakomodir semua tipe gaya belajar siswa. siswa yang gaya belajarnya cenderung somatis.

seluruh tubuh. Magnesan (dalam DePorter dkk. Nurul Amanah Bangkalan Madura secara garis besar adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan mengamalkan ajaran Islam dalam aspek hukum waris. Alasan lebih spesifiknya yaitu mengindahkan perintah Rasulullah s. hanya sebatas pada perhitungan dan pembagian warisan pada bab yang sederhana. yang dalam taksonomi bloom digolongkan dalam ranah kognitif. “kekuatan memori bergantung pada kekuatan informasi yang didaftarkan untuk pertama kalinya pada otak”. Bermula dari ketidak pahaman ahli waris akan ilmu faroidh tersebut menimbulkan terjadinya konflik keluarga yang dipicu oleh sengketa waris. Kenyataan banyaknya ahli waris yang tidak paham tentang pelajaran faroidh menjadikan mereka tidak mengerti akan bagian waris yang harus diterimanya. 2008). guru perlu menyesuaikan pendekatan belajar yang diterapkan dengan kondisi siswa agar mendapatkan hasil belajar yang terbaik. akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. sedangkan pendekatan SAVI sendiri memiliki unsur somatis (s) yang lebih mengarah pada ranah psikomotor. Hal senada juga dikemukakan oleh Suyatno (2008) bahwa menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra dapat melibatkan siswa sepenuhnya dalam pembelajaran sehingga berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.w.dalamnya terdapat unsur matematik. langkah-langkah yang dilakukan dalam membagi warisan dan ketentuanketentuan anggota keluarga yang berhak mendapatkan warisan (ahli waris). Untuk itu. Prawiradilaga (2007:24) menjelaskan bahwa “proses belajar terjadi karena sinergi memori jangka pendek dan jangka panjang diaktifkan melalui penciptaan faktor eksternal yaitu pembelajaran atau lingkungan belajar”. McGaugh seorang peneliti dari Universitas California di Irvine meyakini bahwa otak memanfaatkan bahan-bahan (zat-zat) kimia yang dilepaskan selama stres dan emosi-emosi yang kuat untuk mengatur kekuatan penyimpanan memori. Lozanov juga mengemukakan bahwa belajar paling baik melibatkan emosi. Ada siswa yang sangat pintar. Nurul Amanah Madura”. Masing-masing siswa dalam satu kelas memiliki prestasi yang sangat kontras. dkk (2009:88) hal yang demikian sering kali disebabkan oleh gaya belajar yang diterapkan oleh guru. Proses belajar siswa dapat dipengaruhi oleh faktor internal siswa itu sendiri dan faktor eksternal yaitu pengaturan kondisi belajar. Harapan dari penerapan pendekatan SAVI pada mata pelajaran faroidh ini nantinya. Oleh karena itu peneliti menerapkan pendekatan SAVI ini pada pembelajaran faroidh sekalipun menghitung merupakan aktivitas ranah kognitif. Penelitian yang berjudul “Penerapan Pendekatan SAVI untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran faroidh kelas VIII di MTs. 10% kita belajar dari apa yang kita baca.a. Studi penting yang diyakini McGaugh menunjukkan dengan jelas bahwa emosi sangat berkaitan erat dengan peningkatan dan penguatan memori dan kemampuan belajar (Rose dan Nicoll. 2010:94) menyebutkan bahwa prosentase keberhasilan penyerapan semua yang dipelajari oleh siswa dengan masing-masing gaya belajar dapat dilihat sebagai berikut: 1. Berikut sekelumit penjelasan materi faroidh yang berhubungan dengan penelitian adalah kewajiban sebelum membagi warisan. Guru juga bertugas mengarahkan agar pemrosesan informasi untuk memori jangka panjang dapat berlangsung lancar. Kendati demikian hal ini bukanlah penghambat tidak terlaksananya penelitian karena menurut temuan Lozanov ”belajar bukan semata-mata aktivitas verbal dan kognitif”. untuk belajar dan mengajarkan ilmu faroidh yang bertujuan agar tidak terjadi perselisihan-perselisihan dalam membagikan harta pusaka lantaran ketiadaan ulama ahli faraidh. . Menurut Joyce. Tujuan pengajaran faroidh di MTs. sedang atau bahkan jauh dari kriteria pintar. semua indra dan segenap kedalaman serta keluasan pribadi (Azmi. 2006:75). Menurut Rose dan Nicoll (2006:72).

bekerja serta dapat melibatkan emosi positif seperti di saat belajar kelompok.3. . Terlebih lagi siswa yang belajar dan terlibat langsung dalam suatu kegiatan atau mengerjakan sesuatu maka dianggap sebagai cara terbaik dan tahan lama. Belajar dengan menerapkan pendekatan SAVI dapat menuntut siswa belajar dengan melibatkan semua indra. 50% kita belajar dari apa yang kita lihat dan kita dengar. yaitu: hasil belajar siswa yang merupakan akibat dari pengalaman dan proses belajar. 90% kita belajar dari apa yang kita katakan dan kita lakukan. yaitu: Pendekatan SAVI yang diterapkan dalam pembelajaran faroidh dengan pembahasan perhitungan dan pembagian warisan pada siswa kelas VIII di MTs. Nurul Amanah Bangkalan Madura. Variabel terikat (segala bentuk peristiwa atau gejala yang muncul sehubungan dengan pelaksanaan variable bebas). analisa dan pengkajian data. baik indra pendengaran dan penglihatan. di antaranya: 1. Itulah sebabnya belajar menggunakan pendekatan SAVI sangatlah penting. Tahap kedua. dkk (2010:54) mengatakan bahwa memisahkan emosi dari logika dan pemikiran dalam kelas akan mengakibatkan kehilangan sesuatu yang sangat penting karena emosi tidak bisa dipisahkan dari kegiatan lain dalam kehidupan. Pada tahap ini peneliti mulai menentukan sumber data yaitu buku-buku dan data-data lapangan.2 Variabel Penelitian Variabel yang diperoleh dari judul “Penerapan Pendekatan SAVI untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Faroidh Kelas VIII di MTs. 2. 6. METODE PENELITIAN3. Tahap pertama. 20% kita belajar dari apa yang kita dengar. yaitu menganalisis data yang masuk dan akhirnya ditarik suatu kesimpulan. penentuan masalah penelitian. 3. dalam bukunya A Celebration of Neurons yang dikutip oleh DePorter. 4. 30% kita belajar dari apa yang kita lihat. 3. visual dan intelektual. dapat berbicara. Pada tahap ini peneliti mengadakan studi pendahuluan yaitu membaca buku-buku yang relevan dengan permasalahan penelitian dan melakukan observasi awal atau pemahaman lapangan terlebih dahulu.2. 5. Tahap ketiga. pengumpulan data.1 Jenis Penelitian Jenis pendekatan penelitian yang digunakan untuk meneliti ada tidaknya pengaruh penerapan pendekatan SAVI terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran faroidh kelas VIII di MTs. Sylwester. Alasannya. ini termasuk jenis penelitian quasi experiment dengan desain penelitian One Group PretestPosttest. Prosentase keberhasilan daya serap temuan Magnesan di atas dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan yang optimal dari seluruh indra siswa dalam belajar dapat mengahasilkan kesuksesan bagi diri siswa tersebut. Penelitian yang berjudul “Penerapan Pendekatan SAVI untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Faroidh Kelas VIII di MTs. Rancangan penelitian ini secara garis besar dibagi menjadi tiga tahap. Nurul Amanah Bangkalan Madura”. Variabel bebas (kondisi yang mempengaruhi munculnya suatu gejala). Nurul Amanah Bangkalan Madura ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif karena penelitian di sini merupakan penelitian lapangan yang memerlukan analisis statistik (menggunakan angka-angka untuk memperoleh kebenaran hipotesis). Jika dioptimalkan secara sinergi dapat mendukung terciptanya belajar aktif. 70% kita belajar dari apa yang kita katakan. Nurul Amanah Bangkalan Madura”. pendekatan SAVI memiliki unsur somatis. auditori.

Nurul Amanah Bangkalan Madura yang terdiri atas satu ruang kelas dengan jumlah 33 siswa dan seorang guru mata pelajaran faroidh.3.3.. Berikut uraian data dan sumber data yang dibutuhkan dalam penelitian ini: 1. 2006:150). (2) soal obyektif dan (3) soal-soal berstruktur atau structured questions (Sudjana dan Ibrahim. yaitu pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap gejala-gejala yang diselidiki dalam situasi yang sebenarnya. Tes ini diberikan pada siswa kelas VIII PK dengan durasi 1 x 40 menit. Metode Observasi Metode observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh indera (Arikunto. yaitu pengamatan terhadap penerapan pendekatan SAVI pada mata pelajaran faroidh kelas VIII di MTs. intelegensi.3. peneliti menggunakan bentuk soal objektif tipe pilihan ganda atau yang biasa disebut dengan multiple choice. 2006: 33). Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. 2. b. (2) tes standart (standardized test). Berdasarkan kedua jenis tes di atas. yakni proses validitas dan keandalan (reliability) sehingga tes tersebut benar-benar valid dan andal untuk suatu tujuan dan bagi kelompok tertentu (Purwanto. Data yang dibutuhkan adalah Data tentang proses Implementasi Pendekatan SAVI sebagai pendekatan belajar. Tes yang biasa digunakan di sekolah dibedakan menjadi dua yaitu: (1) tes buatan guru yang disususun oleh guru dengan prosedur tertentu. Nurul Amanah Bangkalan Madura. tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dalam penelitian ini adalah tes standar. 1995:134). Nurul Amanah Madura. Sumber datanya adalah Guru dan siswa kelas VIII di MTs. Metode Tes Metode Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data (Arikunto.3 Subjek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII Program Keagamaan di MTs. Tes terstandar sudah mengalami proses standarisasi. untuk itu peneliti menggunakan metode observasi (pengamatan terhadap . 2006: 156). Tes ini digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa mengenai mata pelajaran faroidh pokok bahasan pembagian warisan. yaitu: (1) soal uraian atau essay. dalam bentuk tindakan atau perbuatan (tes perbuatan). kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok (Arikunto. Menurut Sudijono (2005:188). dengan jumlah 20 soal pretest dan 20 soal posttest. 2004:261).4 Metode Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang berkualitas dan valid dalam suatu penelitian memerlukan adanya metode pengumpulan data. Metode tes jika ditinjau dari bentuk soal.5 Teknik Analisis Data Berdasarkan atas rumusan masalah yang telah diajukan maka sumber datanya diperoleh dari guru dan siswa. Pada penelitian ini peneliti menggunakan observasi secara langsung. Dalam penelitian ini. pengetahuan. Metode observasi digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama penelitian. yang biasanya sudah tersedia di lembaga testing dan sudah terjamin keampuhannya. Sudjana (2005:35) menjelaskan bahwa tes sebagai alat penilaian merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan). tetapi belum mengalami uji coba berkali-kali sehingga tidak diketahui ciri-ciri dan kebaikannya. terbagi atas tiga macam. multiple choice yaitu salah satu bentuk tes objektif yang terdiri atas pertanyaan atau pernyataaan yang sifatnya belum selesai dan untuk menyelesaikan harus dipilih salah satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan pada tiaptiap butir soal.

Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat hasil analisis data observasi yang mencapai hasil 93. Nurul Amanah ini disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun oleh guru dengan menitik beratkan pada penerapan pendekatan SAVI.06.69>2. diketahui terdapat kenaikan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi pendekatan SAVI dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran faroidh siswa kelas VIII di MTs Nurul Amanah Bangkalan Madura. Dari angka tersebut dapat dilihat bahwa perolehan t hitung lebih besar dari t tabel dengan perbandingan angka 10. 2.06. Dari hasil analisis data pada bab IV.04 dan t hitung 10.69 dengan db 32 dan taraf signitif 5% sehingga diperoleh t tabel 2.implementasi pendekatan SAVI). Dari perolehan perhitungan data di atas. jika hasil tersebut dikonsultasikan dengan kriteria maka tergolong sangat baik.1 Kesimpulan 1. sedangkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh implementasi pendekatan SAVI terhadap hasil belajar siswa menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus uji t (t-test). maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi ”Ada peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan pendekatan SAVI dalam mata pelajaran faroidh” diterima. Proses pembelajaran faroidh kelas VIII di MTs. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan setelah menerapkan pendekatan SAVI dalam pembelajaran. df=33-1=32. Hal ini dibuktikan melalui uji-t yang memperoleh nilai 10. HASIL PENELITIAN Berdasarkan pada hasil data di atas. sedangkan hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi ”Tidak ada peningkatan hasil belajar siswa setelah menerapkan pendekatan SAVI dalam mata pelajaran faroidh” ditolak. Ini menunjukkan bahwa hasil . Berdasarkan hasil t hitung yang diperoleh mengindikasikan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.04. Setelah diberikan perlakuan dengan menerapkan pendekatan SAVI terhadap mata pelajaran faroidh maka diperoleh hasil (posttest) sebesar 2520. Jika hasil tersebut dikonsultasikan dengan kriteria penilaian maka tergolong sangat baik begitu pula dengan hasil tes yang menunjukkan adanya peningkatan. 2009:24). Pada pembelajaran sebelum menerapkan pendekatan SAVI diperoleh hasil (pretest) sebesar 2075. diketahui bahwa proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menerapkan pendekatan SAVI dikatakan berhasil. yang penyajian datanya menggunakan tabel distribusi frekuensi relatif atau biasa disebut tabel persentase (Hariyadi. peneliti akan membahas mengenai simpulan dari hasil penelitian dan saran yang diperlukan untuk perbaikan dalam peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran faroidh. sehingga diperoleh t tabel 2. Hal tersebut dibuktikan oleh hasil observasi atas kemampuan guru pengampu mata pelajaran faroidh dalam menerapkan pendekatan SAVI di kelas VIII MTs. KESIMPULAN DAN SARAN Sebagai akhir dari penelitian ini. Berdasarkan dari hasil analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti. Nurul Amanah yang memperoleh hasil dengan prosentase 93. 5.04. Berdasarkan penjelasan tersebut. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan hasil posttest.69. 4. Begitulah yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pendekatan SAVI oleh guru pengampu mata pelajaran faroidh berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Maka dapat diambil kesimpulan dan saran sebagai berikut: 5.

DAFTAR PUSTAKA         Abdillah. guru sebaiknya lebih mengarahkan dan mengontrol aktivitas siswa supaya aktivitas siswa yang tidak sesuai dalam pembelajaran dapat diminimalkan. . Dari hasil penelitian yang dilakukan. Prosedur Penelitian. Guru bukan satu-satunya sumber belajar. Juz 3. Arikunto. Agar pembelajaran tidak membosankan. 5. baik dalam mata pelajaran faroidh ataupun mata pelajaran yang lainnya. Husni.com/jounal/item/9. maka guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong siswa lebih termotivasi dan aktif. sebaiknya disediakan sebuah media pembelajaran sehingga konsep SAVI sebagai pembelajaran yang menyenangkan dan menarik dapat tercapai. 3. salah satunya dengan memanfaatkan pendekatan SAVI di dalam pembelajaran. Jakarta: Rajawali. 2. 2006. Surabaya: Alhidayah. maka hasil belajar siswa dapat meningkat. Manajemen Penelitian. Untuk menerapkan pendekatan SAVI. Definisi Teknologi Pendidikan. Mughnil Mukhtaj. Jakarta: Rineka Cipta. Dengan demikian maka hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini dinyatakan dapat diterima. tetapi merupakan fasilitator dan motivator yang berpengaruh pada siswa untuk mengikuti pembelajaran di kelas. 2005. diakses 9 Juli 2010). 5. yang mempunyai karakteristik sama dengan pokok bahasan Maw?ri?. Al-Hadromy. Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan SAVI dapat memberikan pengetahuan yang kongkrit dan jelas. kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. 4. (http://husniabdillah. 1958.belajar siswa telah mengalami peningkatan setelah menerapkan pendekatan SAVI dalam pembelajaran faroid. Cairo: Mushthafa al-Babil Halaby. (Online). Fath al-Qariib al-Majiid. Said bin Said Nabhan. Al-Ghozy. Zainuddin. oleh karenanya. Oleh karenanya. 1986. AECT. Pendekatan SAVI merupakan pendekatan yang menekankan pada aktivitas siswa. diketahui bahwa setelah diterapkannya pendekatan SAVI dalam kegiatan pembelajaran faroid.multiply. Suharsimi. Surabaya: Alhidayah. Ali. serta menerapkan pengetahuan danketerampilan yang dipelajarinya. Jakarta: Sinar Grafika. Hukum Perdata Islam di Indonesia. As-Syarbiny. sehingga dengan pengetahuan tersebut siswa lebih aktif dalam mengeksplorasikan hasil temuan belajarnya ke dalam kelompoknya supaya pengetahuan yang diperoleh tersebut menjadi pengetahuan baru yang memacu siswa untuk dapat berpikir kritis. Jakarta: Rineka Cipta. Guru hendaknya memaksimalkan pendekatan SAVI sesuai dengan karakteristik materi dalam kegiatan belajar mengajar untuk memberikan kebermaknaan dalam pembelajaran. 1995. Dari pembelajaran di atas diketahui bahwa penerapan pendekatan SAVI ini efektif digunakan dalam proses pembelajaran faroidh kelas VIII tingkat Tsanawiyah atau sederajad karena dapat mempermudah siswa menyerap bahan pelajaran. 2005 Nadzmu ‘Iddatul Faaridh fii ‘Ilmil Faraaidh. 6. _______. Suharsimi.2 Saran 1. Muhammad bin Qasim. Pengertian Belajar dari Berbagai Sumber. maka hendaknya pendekatan SAVI ini dapat diterapkan pada materi pelajaran dengan pokok bahasan yang lain. 2006.

Prinsip Disain Pembelajaran: Intructional Design Principles. 2004. Bandung: Kaifa. (Online). Malcolm. DePorter. Monks. Teknik Mencatat: Menciptakan Kebiasaan Mencatat yang Efektif dengan Metode STPU (Simak. Models of Teaching. 2006. Dalyono. Accelerated Learning: for The 21st Century. Bobbi. Prawiradilaga. Azmi. Wahbah. Nazir. Jakarta: Prestasi Pustaka. Tulis. (Online). Yogyakarta: Pustaka Yustita.blogspot. Terjemahan oleh Ary Nilandari. Meier.ac. Pendidikan Remaja: Antara Islam dan Ilmu jiwa. Bandung: Nuansa.I Membaca ala Dave Meier (Online). Al-Fiqhul Islam wa Adillatuh. Badriyah. Ketut. Ulang).php?option=com_content&task=view&id=26.wisnuwardhana.com/post/4cd6acec8ead0eb112ed0200. Edisi 8. 2007. dkk. Jakarta: Ghalia Indonesia.cc/macam-macam-metode-pembelajaran. Az-Za`balawi. S. Macam-Macam Metode Pembelajaran. Psikologi Pendidikan Bandung: Remaja Rosdakarya. 2009. Bruce. Aswan.html. Strategi Belajar Mengajar.. diakses pada 27 Oktober 2010). Az-Zuhaili. Rosadi. S. The Accelerated Learning Handbook. . (http://kompasiana. 2006. 1999. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran Bandung: Remaja Rosdakarya.V.co. Moh. Terjemahan oleh Ahmad Fawaid dan Ateilla Mirza. 2009. Jakarta: Rineka Cipta. Harun. diakses 13 juli 2010). 2007. dkk. Pendekatan Pembelajaran Konvensional. 1997. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. 1991. 1999. Bobbi and Hernacki.                        Aunurrohman. 2002. Yadi. Ngalim. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. Dimyati dan Mudjiono. Panduan Praktis Pembagian Waris. Colin dan Nicholl. 2009. Syaiful B. (Online). diakses 22 Maret 2009). (http//:yadirosadi. Hariyadi. F. Olivia. (http://fkip. Bandung: Kaifa. Joyce. 1992. Statistik Pendidikan: Panduan Lengkap dari Design sampai Analisis Statistik Pendidikan. Paham.A. 2002. 2009. Mike. dan Zain. 2002. Bandung: Kaifa. Shofiyatul. 2009. Jakarta: Elex Media Komputindo.id/index. 2008. _______. Terjemahan oleh Dedy Ahimsa. Moh. 2000. Purwanto.J. Terjemahan oleh Abdul Hayyie Al-Kattani. . Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2010. 2009. 1997. Achmad. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Accelerated Learning dan Implementasinya di Indonesia. J. 2005. Metode Penelitian. Djamarah. Muhammad Sayyid Muhammad. Belajar dan Pembelajaran. diakses pada 12 Oktober 2010) Jumaely. 2009.com/2007/01/savi-membaca-ala-dave-meier. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. dkk. 2009. Psikologi Pendidikan. Terjemahan oleh Rahmani Astuti. Jakarta: Gema Islam. Nasution. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas. Dave. Dewi Salma. Tanpa Tahun. (http://anakrinjani. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Femi. Terjemahan oleh Alawiyah Abdurrahman. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Juliantara. Rose. Disdaktik Asas-Asas Mengajar. Bandung: Alfabeta. Juz 10 Damaskus: Darul Fikr.

Panduan dan Referensi Belajar Ilmu Faroid Berdasarkan Syariat Islam. (http://tiranus. 2005. Melvin L. Eri. _______. Terjemahan oleh Adzfar Ammar. 2005. 2002. Rita C. _______. Soemanto. 1991. Terjemahan oleh Dewi S. Nana dan Ibrahim. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1992. Wina. Tanpa Tahun. Sudjana. Tim Redaksin KBBI. 1995. Suhermawan. . diakses pada 22 Maret 2009). Sarimanah. Sudijono. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Psikologi pengajaran. Jakarta: Grafindo Persada.net/index2. Psikologi Pendidikan. M. Erman. H. Media Pengajaran. 1991. Rahman. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Suyatno. 2008. No. dan Richey.e-fkipunla. 1996. (Online).php. Jakarta: Rineka Cipta. Tilaar. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sidjabat. Bandung: Remaja Rosdakarya. (Online). diakses pada 12 April 2009). diakses pada 8 Maret 2009). Edisi 3. Nana. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. (Online). Uno. Anas. Kasus Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Silberman. A. Prosedur Belajar Mengajar. 1994. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Nana Syaodih. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Seels.. 2001. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Slameto. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Prawiradilaga. 2008. Jakarta: Rineka Cipta. (http://eri-s-unpak. 2009. Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Pendidikan. Winkel. 2005a. Hamzah B. Sumadi. 2002.blogspot. Bandung: Remaja Rosdakarya. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Sukmadinata. 2007. B. B. 2003.                          Sanjaya. dkk. Pengantar Statistik Pendidikan. 2002. Pengantar Psikologi Pendidikan.110mb. 2000. Penelitian dan Penilaian Pendidikan.net/. Widjaja. Model-Model Pembelajaran Inovatif untuk Digunakan Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Muhibbin. Jakarta: Unit Percetakan Universitas Negeri Jakarta. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya. Surabaya: Bina Ilmu. 2008. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Mahfudz. Shalahuddin.com. 2004. dkk. _______. Nana. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Vol.diakses 9 Juli 2010) Syah.R. _______. Suryabrata. S. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. Educare: Jurnal Pendidikan dan Budaya (Online).A. (Online). diakses 9 Juli 2010). 2 (http//:educare. 2005. Jakarta:Grafindo Persada. (2000). Nana. Wasty. 2005b. 2007. Teori Pembelajaran Aktif dalam PAK. (http//:garduguru. Jakarta: Rineka Cipta. 1998. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Rineka Cipta.blogspot. Psikologi Belajar. Barbara. Jakarta: Grafindo Persada. Anas.com/. Bandung: Sinar Baru.com/2008/08/model-pembelajaran-inovatif-untuk html. Sufyan. Sardiman. (http://opi. 5. Faroid Web. Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa. Jakarta: Balai Pustaka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful