Biosintesa porfirin dan heme Langkah awal biosintesa porfirin pada mamalia ialah kondensasi suksinil ko-A yang berasal

dari siklus asam sitrat dalam mitokondria dengan asam amino glisin membentuk asam α amino β ketoadipat, dikatalisis oleh χ amino levulenat sintase dan memerlukan piridoksal phosfat untuk mengaktifkan glisin. Asam diatas segera mengalami dekarboksilasi membentuk χ amino levulenat atau sering disingkat ALA. Enzym ALA sintase merupakan enzym pengendali kecepatan reaksi . Didalam sitosol 2 molekul ALA berkondensasi dan mengalami reaksi dehidrasi membentuk porfobilinogen/PBG yang dikatalisis oleh ALA dehidratase. 4 molekul PBG berkondensasi membentuk hidroksi metil bilana, suatu tetrapirol linier oleh enzym uroporfirinogen I sintase atau disebut juga PBG deaminase kemudian terjadi reaksi siklisasi spontan membentuk uroporfirinogen, suatu tetrapirol siklik. Pada keadaan normal uroporfirinogen I sintase adalah kompleks enzym dengan uroporfirinogen III kosintase sehingga kerja kedua kompleks enzym tersebut akan membentuk uroporfirinogen III, yang mempunyai susunan rantai samping asimetris. Bila kompleks enzym abnormal atau hanya terdapat enzym sintase saja, di bentuk uroporfirinogen I yaitu suatu bentuk isomer simetris yang tidak fisiologis. Rangka porfirin sekarang telah terbentuk, uroporfirinogen I atau III mengalami dekarboksilasi membentuk koproporfirinogen I atau III dengan melepas 4 molekul CO2 hingga rantai samping asetat pada uroporfinogen menjadi metil, reaksi ini dikatalisis oleh uroporfirinogen dekarboksilase. Hanya koproporfirinogen III yang dapat kembali masuk kemitokondria, mengalami dekarboksilasi dan oksidasi membentuk protoporfirinogen III oleh enzym koproporfirinogen oksidase, dimana dua rantai samping propionat koproporfirinogen menjadi vinil. Protoporfirinogen III dioksidasi menjadi protoporfirin III oleh protoporfirinogen oksidase yang memerlukan oksigen. Protoporfirin III diidentifikasi sebagai isomer porfirin seri IX dan disebut juga dengan protoporfirin IX. Porfirin tipe I dan III dibedakan berdasar simetris tidaknya gugus substituen seperti asetat, propionat dan metil pada cincin pirol ke IV. Penggabungan besi (Fe 2+) ke protoporfirin IX yang dikatalisa oleh Heme sintase atau Ferro katalase dalam mitokondria akan membentuk heme.

Algae dan Cynobacteria. klorofil chlorobium 650 dan 660. d.PEMBENTUKAN HEME Heme adalah gugus prostetik yang terdiri dari atom besi yang terdapat di tengah-tengah cincin organik heterosiklik yang luas yang disebut porfirin. Sementara klorofil b untuk sinar kuning dan hijau. Proplastid membelah pada saat embrio berkembang. namun heme juga merupakan komponen dari sejumlah hemoprotein lainnya. tapi fraksi metalloprotein yang mengandung porfirin memiliki heme sebagai gugus protetiknya. sperma tak berperan disini. dan e. Sebagian besar kloroplas . klorofil a biasanya untuk sinar hijau biru. yaitu klorofil a dan klorofil b. serta samping hidrokarbon yang panjang. Bakteri klorofil a dan b. Sedangkan perbedaan utama antar klorofil dan heme ialah karena adanya atom magnesium (sebagai pengganti besi) di tengah cincin profirin. Struktur porfirin. dari gas karbon dioksida dan air dengan bantuan sinar matahari. sifat dan contoh zat yang mengandung profirin Klorofil adalah pigmen hijau fotosintetis yang terdapat dalam tanaman. perbedaan kecil antara struktur kedua klorofil pada sel keduanya terikat pada protein. tiap sel daun dewasa sering mengandung beberapa ratus kloroplas. and phyllon= leaf (daun). Kloroplas berasal dari proplastid kecil (plastid yang belum dewasa. b. Pada umumnya proplastid berasal hanya dari sel telur yang tak terbuahi. dan berkembang menjadi kloroplas ketika daun dan batang terbentuk. Jadi. ini kemudian dikenal sebagai hemoprotein. Tidak semua porfirin mengandung besi. Kloroplas muda juga aktif membelah. klorofil dapat dibedakan dalam 9 tipe : klorofil a. Klorofil merupakan pigmen hijau tumbuhan dan merupakan pigmen yang paling penting dalam proses fotosintesis. khususnya bila organ mengandung kloroplas terpajan pada cahaya. Heme banyak dikenal dalam perannya sebagai komponen Hemoglobin. dengan sedikit atau tanpa membran dalam). Fungsi krolofil pada tanaman adalah menyerap energi dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintetis yaitu suatu proses biokimia dimana tanaman mensintesis karbohidrat (gula menjadi pati). kecil dan hampir tak berwarna. yaitu rantai fitol. Klorofil pada tumbuhan ada dua macam. nama "chlorophyll" berasal dari bahasa Yunani kuno : choloros = green (hijau). c. Sekarang ini.

Klorofil akan memperlihatkan fluoresensi. Sejak tipe-tipe atom atau molekul yang sedikit berbeda pada tingkat energinya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa beta-karoten lebih efektif dalam mentransfer energi ke kedua pusat reaksi dibanding lutein atau pigmen xanthofil yang disebut fucoxanthofil adalah sangat efektif dalam mentrensfer energi. Ketika gelombang itu berpindah maka sinar yang ada di sebelah kiri adalah sinar hijau yang bisa kita lihat. Pada klorofil. Setiap spesies dan varietas tanaman masing-masing mempunyai suhu kardinal yaitu suhu minimum. Sifat ini pulalah yang memungkinkan molekul-molekul menyerap energi cahaya yang dapat digunakan untuk melakukan fotosintesis. tapi struktur rincinya hanya bias dilihat dengan mikroskop elektron. Sifat inilah yang memungkinkan molekul-molekul menyerap cahaya tampak demikian kuatnya. jingga dan merah dipantulkan oleh kedua pigmen ini. sistem ikatan yang berseling mengitari cincin porfirin. optimum dan maksimum. Kombinasi panjang gelombang yang dipantulkan oleh kedua pigmen karotenoid ini tampak berwarna kuning. yakni bertindak sebagai pigmen. Cahaya hijau. Perubahan suhu beberapa derajat saja dapat menyebabkan perubahan yang nyata dalam laju pertumbuhan tanaman. Di samping berperan sebagai penyerap cahaya. jika intensitas cahaya sangat tinggi.mudah dilihat dengan mikroskop cahaya. karotenoid pada tilakoid juga berperan untuk melindungi klorofil dari kerusakan oksidatif oleh O2. yang substansi menyerap cahaya dengan suatu karakteristik panjang gelombang yang berbeda. berwarna merah yang berarti warna larutan tersebut tidak hijau pada cahaya yang diluruskan dan akan merah tua pada cahaya yang dipantulkan. klorofil a sangat kuat pada panjang gelombang 660 nm pada sinar merah dan paling rendah pada panjang gelombang 430 nm pada sinar biru. Ini biasanya ditunjukkan selama penyerapan sinar pada tiap gelombangnya. . Struktur klorofil berbeda-beda dari struktur karotenoid. masing-masing terdapat penataan selang-seling ikatan kovalen tunggal dan ganda. Laju pertumbuhan tanaman akan sangat rendah apabila tanaman dikondisikan di bawah suhu minimum dan di atas suhu maksimum. sedangkan pada kisaran suhu optimum akan diperoleh laju pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi. Sebagai contoh. kuning. sedangkan pada karotoid terdapat sepasang rantai hidrokarbon yang menghubungkan struktur cincin terminal.

kacamata. Sifat khas porfirin adalah atom nitrogennya mampumengikat ion logam. a.klorofil pada tumbuhan hijau mengikat M . namun heme juga merupakan komponen dari sejumlah hemoprotein lainnya. Banyak benda yang dapat dilihat dan dijumpai di kehidupan seharihari. respirasi.1 Pengertian Heme Heme adalah gugus prostetik yang terdiri dari atom besi yang terdapat di tengah-tengah cincin organik heterosiklik yang luas yang disebut porfirin. ini kemudian dikenal sebagai hemoprotein. Misalnya pensil. balon berisi udara. air. Tidak semua porfirin mengandung besi. Struktur Porfirin Porfirin adalah senyawa siklik yg dibentuk oleh 4cincin pirol. tapi fraksi metalloprotein yang mengandung porfirin memiliki heme sebagai gugus protetiknya. kursi. dan fotorespirasi. baja. Benda-benda tersebut tersusun dari zat yang berbeda. es. Peningkatan suhu sampai pada tingkat tertentu akan meningkatkan laju fotosintesis. air. tabung LPG berisi gas. Heme banyak dikenal dalam perannya sebagai komponen Hemoglobin. Namun dapat pula tersusun dari zat yang sama. heme pada Hb mengikat Fe. misalnya pensil dan batu. Masing-masing cincin dihubungkan oleh 4 jembatanmetenil (-HC=). Contoh. Namun. peningkatan ini akan segera menurun pada suhu yang sangat tinggi 2. misalnya air dan es. batu.Suhu banyak mempengaruhi metabolisme tanaman seperti fotosintesis. kaca. dan daun.

3 .

Senyawa ini ditemukan pada sel hidup hewan dan tumbuhan.b. seng. Enzym ALA sintase merupakan enzym pengendali kecepatan reaksi . Katabolisme hb b.dan akhirnya diekskresi (dikeluarkan) oleh liver keempedu. yang merupakan zathasil pembentukan dari proses pemecahanHemoglobin pada system RES dalam tubuh. besi. Billirubin : pigmen empedu. Jika logam yang diikat di pusat adalah besi. dikatalisis oleh χ amino levulenat sintase dan memerlukan piridoksal phosfat untuk mengaktifkan glisin. kobal. Tiap-tiap logam yang diikat akan memberikan sifat yang berbeda-beda. dengan berbagai macam fungsi biologis. Biosintesa porfirin dan heme Langkah awal biosintesa porfirin pada mamalia ialah kondensasi suksinil ko-A yang berasal dari siklus asam sitrat dalam mitokondria dengan asam amino glisin membentuk asam α amino β ketoadipat. c. Katabolisme Heme a. . maka kompleks porfirin disebut ferroporfirin. Peruhan warna jaringan menjadi kuning karena kadar billirubin dalam plasma. kemudian ke usus.Selanjutnya mengalami proses konjugasi di liver. PORFIRIN Porfirin adalah suatu senyawa organik yang mengandung empat cincin pirol. Empat atom nitrogen di tengah molekul porfirin dapat mengikat ion logam seperti magnesium. Asam diatas segera mengalami dekarboksilasi membentuk χ amino levulenat atau sering disingkat ALA. Ikterus Ikterus= jaundice. atau heme. nikel. tembaga. suatu cincin segi lima yang terdiri dari empat atom karbon dengan atom nitrogen pada satu sudut. dan perak.

molekul dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Mioglobin -pengangkut O2 di jaringan otot (pigmen pernafasan) 4. Membentuk senyawa sebagai pengangkutan O2 . Sifat khas porfirin: pembentukan kompleks dengan ion-ion logam yang terikat pada atom N cincin-cincin pirol Contoh: heme = porfirin + Fe2+ (porfirin besi/heme) klorofil = porfirin + Mg2+ (porfirin magnesium/klorofil) Di alam.Empat gugus heme ini dapat bergabung menyusun hemoglobin. metaloporfirin terkonjugasi dengan protein membentuk senyawa-senyawa antara lain: 1. Hemoglobin (Hb) -merupakan porfirin besi yang terikat pada protein globin -fungsi: mengangkut O2 di darah 2. Katalase -heme + protein -pemecah 2H2O2 menjadi 2H2O + O2 6. Triptofan pirolase -mengkatalisa oksidasi triptofan menjadi formil kinurenin Fungsi porfirin: 1. Sementara vitamin B12 mengandung molekul porfirin dengan ion kobal di tengahnya. Sitokrom -fungsi: pemindah elektron pada proses redoks 5. Pada klorofil yang merupakan molekul penting pada tanaman yang menangkap energi matahari dan memberi warna hijau. Eritrokruorin -terdapat pada beberapa invertebrata -fungsi: hampir sama dengan Hb 3. molekul porfirin mengikat ion logam pusat magnesium (Mg).

sintesa heme Selama proses metabolisme bahan-bahan di atas. apopressor 3. insektisida 2. Sintesa heme terjadi dalam sebagian besar jaringan mamalia. hematin in vivo Yang meningkatkan amlev sintetase (karena dimetabolisir di hati dengan menggunakan hemoprotein spesifik. besi dalam bentuk chelated . Membentuk senyawa sebagai pengangkutan elektron 3. yaitu: 1. heme 2. kecuali eritrosit dewasa (karena tidak mengandung mitokondria). Pengendalian biosintesa heme: Yang pegang peranan adalah amlev sintetase Yang menghambat amlev sintetase: 1. obat-obatan (steroid) 4. glukosa 4. hormon estrogen 5. BIOSINTESA HEME Ada 2 tahap. Membentuk senyawa sebagai enzim enzim tertentu Perbedaan antara porfirin satu dengan yang lain adalah jenis senyawa yang mensubstitusinya STRUKTUR PORFIRIN Menyingkat rumus porfirin dengan menghilangkan jembatan metenil dan setiap cincin pirol yang diperlihatkan sebagai tanda kurung dengan 8 tanda substituent. pemakaian heme untuk sintesa sitokrom P 450 meningkat sehingga konsentrasi heme dalam sel menurun yang menyebabkan meningkatnya amlev sintetase Protoporfirin III + Fe2+ heme sintetase heme ferokelatase (di mitokondria).2. bahan karsinogen 3. sintesa porfirin 2. yaitu: sitokrom P 450 yang dibuat dari heme): 1.

yang berasal dari siklus asam sitrat di mitokondria. Titik isoelektrisnya pada pH 3. Tiga enzim terakir di jalur ini dan ALA sintase terletak di metrokondri. dan asam amino glisin. Contoh: larutan porfirin dalam HCl 5% mempunyai pita absorbsi pada 400 nm disebut PITA SORET (ciri-ciri penting!) Hematoporfirin mempunyai 2 pita absorbsi yang lebih lemah pada 550 nm dan 592 nm di samping pita soret -dalam pelarut organik. yang cepat didekarboksilasi untuk membentuk αaminolevulinat (ALA).yaitu ezim metrokondria yang lain.sintesis ALA terjadi dimittokodria. Produk reaksi menggabungkan antara suksinil-KoA dan glisin adalah asam α-amino-β-ketoadipat. -bila dilarutkan dalam asam mineral kuat atau pelarut organik dan kemudian disinari dengan UV akan memancarkan fluoresensi merah yang kuat untuk mendeteksi porfirin bebas dalam jumlah kecil.sedangkan enzim enzim lain terletak di sitosol.biosintesis heme terjadi di sebagian besar sel kecuali eritrosid .baik bentuk dari eridtroid maupun non eritroid(housekeeping)dari keempat enzim pertama ini dapat ditemukan.0 mudah diendapkan dalam larutan air Yang berwarna adalah porfirin dan derivat-derivatnya yang mempunyai spektrum absorbsi pada daerah yang dapat dilihat dan daerah UV. Rangkaian reaksi ini dikatalisis oleh ALA sintase.KIMIA PORFIRIN Porfirin mengandung nitrogen tersier pada 2 cincin pirolen sehingga bersifat basa lemah dan adanya gugus karboksil pada rantai sampingnya menyebabkan juga bersifat asam.0 – 4. HEME DISENTESIS DARI SUKSINIL-KoA & GLISIN Dua bahan awal sintesis heme adalah suksinil-KoA. porfirin menunjukkan 4 pita utama seperti pita soret.yaitu enzim penentu kecepatan biosintesis porfirin dalam hepar mamlia. Piridoksal fosfat juga diperlukan dalam reaksi sintesis heme untuk “mengaktifkan” glisin. Pembentukan Heme Memerlukan Penggabungan Besi dengan Protoporforin Tahap terakhir sintesis heme adalah penggabungan besi fero dengan protoporfirin dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh ferokelatase(hemesintase).

Jika porfirin yang dilarutkan dalam asam mineral kuat atau dalam pelarut inorganic disinari oleh sinar ultraviolet. Porfirin tersebut akan memancarkan Fluoresensi merah yang kuat. yaitu sitokrom P450.namun.sekitar 85% sintesis heme terjadi di sel prekursor eritroid disumsum tulang dan sebagian besar sisanya di hepatosit.porfirin tereduksi inilah(porfirinogen) dan bukan porfirin padananya dan yang merupakan zat antara sejati dalam biosintesis protoporfiirin dan heme. Sebagian besar obat ini metabolism oleh suatu system di hati yang menggunakan hemoprotein spesifik. spectrum absorpsi khas yang diperlihatkan masingmasing dalam region spectrum sinar tampak dan ultraviolet sangat bermanfaat. Porfirin nogen yang dijelaskan diatas tidaklah berwarna dan mengandung 6 atom hydrogen tambahan bila dibandingkan dengan porfirin berwarna padananya. Fluorsensi ini sedemikian khasnya sehingga sering digunakan mendeteksi adanya sejumlah kecil porfirin bebas. ALA Sintase adalah enzim regulatorik kunci dalam biosintesis Biosintesis Heme di Hepar ALA Sintase terdapat dalam bentuk hepatic (ALAS 1) dan eritroid (ALAS 2). Penurunan konsentrasi heme intrasel akan memengaruhi derepresi ALAS 1 yang akan dibarengi oleh peningkatan laju sintesis heme untuk memenuhi kebutuhan sel. PORFIRIN BERWARNA DAN BERFLUORESENSI Berbagai porfirinogen tersebut tidak berwarna. ikatan rangkap ini tidak terdapat dalam porfirinogen. enzim ini tidak induksi oleh obat yang memengaruhi oleh ALAS 1. Ikatan yang menyatukan cincin – cincin pirol diporfirin merupakan penyebab utama absorpsi dan Fluoresensi khas senyawa golongan ini. Banyak obat yang jika diberikan kepada manusia dapat menyebabkan peningkatan ALAS 1 secara mencolok. Regulasi bentuk eritroid ALAS (ALAS 2) berbeda dari regulasi yang terjadi pada ALAS 1.matang yang tidak mengandung mitrokondria. . sedangkan semua porfirin berwarna. Reaksi penentu kecepatan dalam sintesis heme di hati adalah reaksi yang di katalisis oleh ALAS 1 suatu enzim regulatorik. Contohnya. Salah satu contohnya adalah kurva absorpsi untuk suatu larutan porfirin dalam 5 % asam hidroklorida. Selama metabolisme obat-obat tersebut berlangsung pemakaian heme oleh sitokrom P450 sangat meningkat sehingga mengurangi konsentrasi heme intrasel. dan enzim ini tadak mengalami regulasi umpan balik oleh heme. Hemi juga memengaruhi translasi enzim dan pemindahannya dari sitosol ke mitokondria. Dalam penelitian tentang porfirin atau turunannya.

PORFIRIA ADALAH PENYAKIT GENETIK METABOLISME HEME Porfiria adalh sekelompok penyakit yang disebabkan oleh abnormalitas jalur biosentesis heme. Kemudian. tumor diberi laser asrgon yang akan menyebabkan eksitasi porfirin dan menimbulkan efek – efek sitotoksik. Keduanya lalu di identifikasikan dan dapat diukur dengan metode spektrofotometri. Sebagai diagnosis banding nyeri abdomen dan pada berbagai kelainan neuropsikiatrik). seperti kebanyakan kelainan bawaan . kelainan yang timbul disebut porfiria deisien-ALA dehidratase. Tumor sering membentuk lebih banyak porfirin disbanding jaringan normal. Hematoporfirin atau senyawa terkait dapat diberikan kepada pasien yang mengidap tumor – tumor tertentu. Belum ada bukti yang menguatkan anggapan ini. Individu dengan penurunan aktivitas enzim 1 ( ALAS2) mengalami anemia dan bukan porfiria ( Lihatt table 31-2) pasien dengan aktiviitas enzim 2 ( ALA2 HIDRATASE ) yang rendah pernah dilakukan tetapi sangat jarang. (mis. Secara umum. Jadi. Sel darah merah) penting dalam menegakkan diagnosis pasti pada kasus yang dicurigai porfiria. & Pengobatan Porfiria Dilaporkan ada enam tipe porfiria yang terjadi akibat berkurangnya aktivitas enzim-enzim 3 sampai 8. pasien akan mendapat pengobatan yang tidak tepat. Diagnosis. jika tidak. ALA dan PBG dalam urine juga dapat diukur dengan uji kolometri yang sesuai. suatu prosedur yang disebut fototerapi kanker. Biokomia Mendasari Kausa. pemeriksaan aktivitas satu enzim atau lebih dengan menggunakan sumber yang tepat (mis. dapat dipisahkan satu sama lain melalui ekstrasi dengan menggunakan campuran pelarut yang sesuai. penyakit ini dapat bersifat genetic atau didapat. penyakit ini penting diingat dalam keadaan tertentu. Fotosensitivitas (lebih senang beraktivitas dimalam hari) dan bentuk tubuh yang aneh (disfigurement) yang diidap oleh sebagian penderita porfiria eritropoietik congenital menimbulkan anggapan bahwa para pasien ini mungkin merupakan suatu prototype werewolf (manusia srigala). Spektrofotometri Digunakan untuk Memeriksa Porfirin & Prekursornya Koporoporfirin dan Uroporfirin bermanfaat secara klinis karena pada porfiria. Jadi.Hal yang menarik sifat fotodinamik porfirin adaalah kemungkinan pemakaiannya dalam terapi kanker jenis tertentu. porfiria diwariskan melalui autosom dominan dengan pengecualian porfiria eritropoetik congenital yang diwariskan secara resesif sebagian porfiria dapat didiagnosi sebelum kehamilan dengan menggunakan pelacak gen yang sesuai. Koproporfirin dan Uroporfirin di ekskresikan dalam jumlah besar. Senyawa – senyawa ini jika terdapat di urine atau feses. Meskipun tidak prevalen.

dan kadar ALA dan koproporfirin di urine meningkat. .sitokrom P450.sebagian besar obat ini melakukannya dengan menginduksi sitokrom P450 yang menggunakan heme sehingga menderepresi (menginduksi) ALASI.organ atau sel ini biasanya adalah organ atau sel yang menyintesis heme dengan sangat aktif.konsumsi obat yang dapat memicu sitokrom P450 (yang di sebut sebagai penginduksi mikrosom) dapat memici serangan porfiria.peningkatan aktifitas ALASI menyebabkan peningkatan kadar berbagai precursor heme (sebelum hambatan/blok sintesis) yang berpotensi merugikan. Diagnosis tipe tertentu porfiria umumnya dapat di tegakkan berdasarkan gambaran klinis dan riwayat keluarga. ALASI adalah enzim regulatorik kunci jalur biosintesis heme di hati. Jadi.barbiturat. Timbal berkadar tinggi dapat memengaruhi metabolism heme dengan berikatan pada gugus SH enzim misalnya ferokelatase dan ALA dehidratase.dan hepar juga aktif dalam menyintesis hemoprotein lain. Hal ini memengaruhi metabolism porfirin.salah satu klasifikasi porfiria nenbagi penyakit ini menjadi eritropoietik atau hepatic. Jika kelainan enzim terjadi pada awal jalur reaksi sebelum terjadinya porfirinogen ALA dan PBG akan menumpuk di jaringan dan cairan tubuh secara klinis pasien mengeluh nyeri abdomen dan gejala neuropsikiatrik. Radikal oksigen ini merusak lisosom dan organ lain.oleh karena itu.pada pasien porfiria.dan pemeriksaan laboratorium yang sesuai.griseofulvin)memici enzim. diduga akan tereksitasi dan kemudian bereaksi dengan molekul oksigen untuk membentuk radikal oksigen. dipihak lain blogenzim yang terjadi belakangan dalam jalur reaksi tersebut menyebabkan penimbunan berbagai porfirinogen. Porfiria dapat diklasifiikasikan berdasarkan organ atau sel yang paling terkena dampaknya.sumsum tulang membentuk cukup banyak hemoglobin.pemeriksaan fisik. Lisosom yang rusak akan membebaskan enzim-enzim degradatif dan menyebabkan kerusakan kulit dalam derajat yang berfariasi termasuk pembentukan jaringan parut.sejumlah besar obat(mis. Kadar protoporfirin meningkat di sel darah merah. Produk-produk oksidasi yaitu turunan porfirin padanannya menyebabakan fotosensitifitas yakni suatu reaksi terhadap sinar tamapk terpancar gelombang sekitar 400nm porfirin jika terpajang dengan sinar berpanjang gelombang ini.lain gejala dan tanda porfiria timbul akinat adanya defisiensi produk metabolic setelah blob enzimatik akibat penimbunan metabolic sebelum blog enzimatik.

KATABOLISME HEME MENGHASILKAN BILIRUBIN Jika hemoglobin dihancurkan. besi feri dibebaskan dan karbon monoksida dihasilkan serta terbentuk biliverdin dari pemecahan cincin tetrapirol dengan jumlah molar yang setara. berlangsung terutama dihati. Pembentukan belerubin harian pada orang dewasa adalah sekitar 250-350 mg yang terutama berasal dari hemoglobin meskipun ada juga yang diperoleh dari eritropoiesis inefektif dan berbagai protein heme lain. Perubahan kimia heme menjadi bilirubin oleh sel retikuloendotel dapat diamati in vivo sebagai warna ungu heme dalam hematom yang secara perlahan berubah menjadi pigmen kuning bilirubin. Besi fero kembali dioksidasi menjadi bentuk feri. besi tersebut biasanya telah dioksidasi menjadi bentuk feri. Di hati. prinsip dasar terapi porfiria adalah simtomatik. Sistem heme oksigenase adalah sistem yang dapat di induksi oleh substrat. Sejumlah senyawa. Jadi dsenyawa – senyawa ini dapat menggeser bilirubin dari albumin dan menimbulkan dampak klinis yang signifikal. Konjugasi bilirubin dengan glukuronat di retikulum endoplasma 3. Sekresi bilirubin terkonjugasi kedalam empedu. Diperkirakan bahwa 1 g hemoglobin menghasilkan 35 mg bilirubin. HATI MENYERAP BILIRUBIN Bilirubin hanya sedikit larut dalam air. misalnya antibiotik dan obat lain bersaing dengan bilirubin untuk menempati tempat pengikatan berafinitas tinggi di albumin.Diharapkan bahwa di masa mendatang porfiria dapat di tingkat gen. terutama di sel repikulo endotel hati. Metabolisme bilirubin selanjutnya. Metabolism ini dapt dibagi menjadi tiga proses: 1. bilirubin dikeluarkan dari albumin dan diserap pada . Penyerapan bilirubin oleh sel parenkim hati 2. Kata bolisme heme dari semua protein heme tampaknya dilaksanakan difraksi mikrosom sel oleh suatu sistem enzim ko0mplek yang disebut heme oksigenase. Bilirubin yang dibentuk di jaringan perifer diangkut ke hati oleh albumin plasma. yang membentuk hemen. tetapi kelarutannya dalam plasma meningkat oleh pembentukan ikatan non kovalen dengan albumin. Pada saat heme yang berasal dari protein heme mencapai sistem oksigenase.permukaan sinusoid hepatosit oleh suatu sistem yang diperantarai oleh suatu sistem kareier perantara yang .globin akan di urai menjadi asam-asam amino pembentuknya yang kemudian dapat di gunakan kembali. misalnya sitokrom P450. dan besi heme memasuki kompartemen besi (juga untuk didaun ulang) bagian porfirin yang bebas-besi juga diuraikan. limfa dan sumsum tulang. Dengan penambahan oksigen lain.

Sewaktu bilirubin terkonjugasi mencapai ileum terminal dan usus besar. Proses ini disebut konjugasi dan dapat menggunakan molekul polar selain asam glukuronat (misalny sulfat). Jadi. Protein ini meruoakan anggot famili transporter ATP binding cassette (ABC). Sistem transpor terfasilitasi ini memiliki kapasitas yang sangat besar.dapat jenuh. Karena sistem transpor terfasilitasi ini memungkinkan tercapainya keseimbangan antara kedua sisi membran hepatosit. menggunakan UDP asm glukuronat sebagai donor glukuronosil. Bilirubin monoglukuronida adalah zat antara dan kemudian diubah menjadi diglukuronoda. bilirubin berikatan dengan protein sitosol tertentu yang membantu senyawa ini tetap larut sebelum dikonjugasi. Protein yang berperan adalah MRP-2 (multidrug resistancelike protein) yang juga disebut multispesific oganic anion transporter (MOAT). Protein ini terletak dimembran plasma kanilukulus empedu dan menangani sejumlah anion organik. Aktifitas bilirubin UGT dapat diinduksi oleh sejumlah obat yang bermanfaat secara klinis. Hepatosit mengubah bilirubin menjadi bentuk polar yang mudah diekskresikan dalam empedu denga menambahkan molekul asam glukurinat kesenyawa ini. glukurodina dikeluarkan oleh enzim bakteri khusus (β-glukuronidase). Keduanya juga membantu mencegah aliran balik bilirubin kedalam aliran darah. Enzin ini terletak di retikulum endoplasma. Bilirubin Disekresikan ke Dalam Empedu Sekresi bilirubin terkonjugasi kedalam empedu terjadi oleh suatu mekanisme transpor aktif yang menetukan laju keseluruhan proses metabolisme bilirubin dihati. dan pigmen tersebut kemudian direduksi oleh flora feses. Konjugasi bilirubin dikatalisis oleh suatu glukuronosiltranferase yang spesifik. sistem ini masih dapat membatasi laju metabolisme bilirubin. Biliruin terkonjugasi direduksi manjadi urobilinogen oleh bakteri usus. bahkan pada kondisi patologi sekalipun. Konjugasi Bilirubin dengan Asam Glukuronat Terjadi diHati Bilirubin bersifat non polar dan akan menetap disel (misalnya terikat pada lipid) jika tidak dibuat llarut air. Liganding (Anggota famili glutation S-transferase) dan protein Y adalah protein-protein tang berperan. Transpor bilirubin terkonjugasi dihati kedalam empedu dapat diinduksi oleh obat-obatan yang juga mampu menginduksi konjugasi bilirubin. dan disebut sebagai bilirubin UGT. Flora feses menjadi sekelompok senyawa tretrapirol tak berwarna yang disebut . sistem konjugasi dan ekskresi untuk bilirubin bertindak seperti satuan unit fungsional terpadu. Setalah masuk kedalam hepatosit. penyerapan netto bilirubin tergantung pada pengeluaran bilirubin melalui jalujalur metabolik berikutnya. mencakup fenobarbital.

Pada keadaan normal. sebagian kecil urobilinogen direabsorpsi dan dieksresi ulam melalui hati sehingga membentuk siklus urobilinogen enterohepatik. hiperbilirubinemia akan timbul.suatu saat van den bergh secara tidak sengaja lupa menambahkan metanol ketika berupaya memeriksa pigmen empedu didalam empedu manusia. . sebagian besar urobilinogen yang tak berwarna dan dibentuk dikolon oleh klorafeses mengalami oksidasi disana menjadi urobilin (senyawa berwarna) dan diekskresikan ditinja. obstruksi saluran ekskresi hati – dengan menghambat ekskresi bilirubin – juga akan menyebabkan hiperbilirubinimenia. bilirubin tertimbun didalam darah. Bbertambah gelapnya tinja ketika terkena udara disebabkan oleh oksidasi urobilin. Hiperbilirubinemia dapat diklasifikasikan. kta menggunakan istilah “ bereaksi tak langsung”. akibat refluks kedalam aliran darah karena obstruksi empedu. terutama jika terbentuk pigmen empedu dalam jumlah berlebihan atau terdapat [penyakit hati yang mengganaggu siklus intra hepatik ini.urobilinogen.1 µmol/L). Di ileum terminal dan usus besar. Bentuk bilirubin yang akan bereaksi tanpa penambahan metanol ini kemudian dinamai bilirubin yang “ bereaksi langsung”. Pada semua keadaan ini. HIPERBILIRUBINEMIA MENYEBABKAN IKTERUS Jika bilirubin darah melebihi 1 mg/dL (17. Tanpa adanya kerusakan hati. pembentukan warna normal terjadi “ secara langsung”. akibat produksi berlebihan. Keadaan ini disebut ikterus atau jaundice. Dengan terkejut. bergantung pada jenis bilirubin yang ada diplasma—yi. Tak-terkonjugasi atau terkonjugasi-menjadi hiperbilirubinemia retensi. atau hiperbilirubinemia regurgitasi. Untuk biblirubin yang dapat di ukur hanya setelah penambahan metanol ini. urobilinogen juga dapat diekskresikan ke urine. dan jika konsentrasinya mencapai nilai tertentu (sekitar 2-2. Pada keadaan abnormal.5 mg/dL). atau disebabkan oleh kegagalan hati (karena rusak) untuk mengekskresikan bilirubin yang diproduksi dalam jumlah normal. senyawa ini akan berdifusi kedalam jaringan yang kemudian menjadi kuning. Hiperbilirubinemia dapat disebabkan oleh pembentukan bilirubin yang melebihi kemampuan hati normal untuk mengekskresikannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful