A. AKHLAK BERPAKAIAN Pakaian adalah salah satu alat pelindung fisik manusia.

Tentunya pakaian tak lepas dari kehidupan manusia. Semua kehidupan manusia haruslah sesuai syari’at Islam, yang mana telah diatur oleh Al – Qur’an. Maka dari itu, manusia haruslah berpakaian sesuai dengan yang telah diatur oleh Allah SWT. Berpakaian sesuai dengan syari’at Islam, akan membuat kita merasa itu adalah sebuah kewajiban untuk menjaganya agar tetap dengan aturan yang ada. Pakaian adalah kebutuhan pokok bagi setiap orang sesuai dengan situasi dan kondisi dimana seorang berada. Pakaian termasuk salah satu kebutuhan yang tak bisa lepas dari kehidupan. Karena pakaian mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan kita. Melindungi tubuh kita agar tidak mengalami dan mendapatkan bahaya dari luar. Dalam bahasa Arabg pakaian disebut dengan kata “Libaasun-tsiyaabun”. Secara isltilah, pakaian adalah segala sesuatuyang dikenakan seseorang dalam berbagai ukuran dan modenya berupa (baju, celana, sarung, jubah, ataupun yang lain), yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya untuk suatu tujuan yang bersifat khusus artinya pakaian yang digunakan lebih berorientasi pada nilai keindahan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi pemakaian. Berpakaian menurut agama lebih mengarah kepada menutup aurat tubuh manusia, agar tidak melanggar ketentuan syariat. Pandangan Islam, pakaian terbagi menjadi 2 bentuk pertama pakaian untuk menutupi aurat tubuh sebagai realisasi dari perintah Allah bagi wanita seluruh tubuhnya kecuali tangan dan wajah, dan bagi pria menutup aurat dibawah lutut dan diatas pusar. Batasan pakaian yang telah ditetapkan oleh Allah ini melahirkan kebudayaan yang sopan dan enak dilihat oleh kita dan kita pun merasa aman dan tenang karena pakaian kita yang memenuhi kewajaran pikiran manusia. Sedangkan yang kedua, pakaian merupakan perhiasan yang menyatakan identitas diri sebagai konsekuensi perkembangan peradaban manusia. Apabila berpakaian dalam tujuan menutup aurat dalam Islam, memiliki ketentuan – ketentuan yang jelas, baik dalam hal ukuran pakaian maupun jenis pakaian yang akan dipakai. Maka dari itu, sebagai muslim kita harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan

Rahman dan M. Bagi suaminya. Islam memiliki etika berbusana yang telah diatur oleh Allah SWT didalam Al – . Dalam pengertian bahwa pakaian tersebut dapat memenuhi hajat tujuan berpakaian. Kecuali bagi mahram atau maharimnya. langsung terkena pancaran sinar ultra violet. Busana Muslimah haruslah mempunyai kriteria sebagai berikut: 1. Bagi wanita. berarti kita sudah memenuhi kriteria berpakaian yang sopan. kita mengenal salah satu jenis pakaian yang dapat menutup salah satu aurat wanita yaitu Jilbab. Tidak menyerupai laki – laki 3. yaitu menutup aurat dan keindahan. Pakaian juga bisa menjadi identitas diri kita. Tidak menyerupai busana khusus non-muslim 4. apakah baju kita suci dan pantas untuk dipakai. sesuai dengan adat dan tradisi dalam berpakaian. aurat adalah seluruh bagian tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Didalam Islam. Pakaian juga menjaga suhu tubuh menusia agar tetap stabil. 2008:30) Pakaian sangat berfungsi bagi tubuh kita. Khamzah. yang lainnya haram untuk diperlihatkan kepada masyarakat umum.menutupi bagian – bagian yang harus ditutupi terkecuali muka. Agama Islam memerintahkan pemeluknya agara berpakaian yang baik dan bagus. dari atas kepala manusia sampai dengan dada manusia. apabila kita menggunakan pakaian yang bagus dan kelihatan nyaman. wanita tidak mempunyai batasan aurat. dengan menggunakan jenis bahan pakaian tertentu.oleh Allah SWT. Jilbab mempunyai berbagai ragam jenisnya. yang menjadi kebutuhan untuk menjaga dan mengaktualisasi dirinya dalam perkembangan zaman. salah satunya untuk melindungi kulit kita. Tetap harus mengikuti syari’at Islam. Apabila kulit kita tidak terlindungi oleh pakaian. sesuai dengan kemampuan masing – masing. tetapi walaupun banyak ragamnya Jilbab boleh dikatakan Jilbab apabila dapat menutup aurat. Tidak jarang dan Ketat 2. maka kulit kita akan terbakar dan kita bisa mengalami kanker kulit. tetapi tidaklah sembarangan. dan kita pun bisa melakukan ibadah tanpa harus khawatir. kita bisa menjaga suhu tubuh kita. Setiap manusia berhak mengekspresikan dirinya lewat pakaian yang dipakainya. Pantas dan sederhana (Roli A. Pakaian yang berfungsi sebagai perhiasan menyatakan identitas diri.

tetapi pakaian juga termasuk sesuatu yang bisa dikatakan alat untuk berhias. dan dapat menghias diri kita agar terlihat indah dan nyaman dipakai. tetap harus mengikuti aturan itu sampai kita meninggal. Perhiasan kita juga termasuk salah satu alat untuk berhias. Tetapi berhias juga terdapat aturannya agar tidak melanggar syari’ay Islam. tapi kita tidak boleh lupa. Berhias adalah salah satu alat untuk mengekspresikan diri. yang membuat kita lupa akan Allah serta aturanNya B. gelang. Zaman semakin berkembang bukan berarti kita harus mengikuti perkembangan yang ada secara keseluruhan. yang menunjukkan identitas serta jati diri seseorang. Sekarang sudah banyak bentuk Jilbab yang berbagai macam. . dan tidak mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. agara dapat memperindah diri baik di lingkungan sekitar maupun diluar. kalung. Niat yang lurus. Maka dari itu berhias dikategorikan sebagai akhlak terpuji. AKHLAK BERHIAS Berhias adalah naluri yang dimiliki oleh manusia. cincin dsb. Pakaian kita yang sederhana bisa menjadi pakaian yang mempunyai nilai keindahan yang tinggi apabila kita beri hiasan agar kita terlihat cantik memakainya. Pakaian merupakan pengaruh yang besar bagi perkembangan zaman. Arloji. Jilbab juga dapat menjadi hiasan. Didalam Islam. Jika kita melanggar. agar tidak melanggar Syari’at yang sudah ditetapkan oleh Allah: 1.Qur’an dan Hadits. Berhias dapat memberikan kesan indah tersendiri bagi orang lain yang melihatnya. baik dari segi pakaian. akibat dari perkembangan zaman yang datangnya dari Dunia Barat. Muslim) Berhias bukanlah dipandang dari segi dandanan nuka. Maka dari itu biasakanlah berpakaian sesuai syari’at Islam. Parfum juga termasuk. sangat mempengaruhi mode pakaian kita sebagai umat muslim. Jika kita ingin berhias tersapat rambu – rambu. Karena. kita sebagai umat Allah tidak diperbolehkan memakai pakaian yang melanggar aturan Islam. Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda: Artinya: Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan (HR. maupun make up wajah mereka. Berhias sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar manusia. maka sama saja kita orang munafiq. agar tidak terpengaruh oleh pengaruh – pengaruh negatif. berhias hanya untuk beribadah yang diorientasikan sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.

kerudung. maka itu menjadi alat yang sesat.2. Agama Islam memeberi batasan dalam etika berhias. Dalam berhias tidak diperbolehkan menggunakan bahan – bahan yang dilarang agama 3. Berhias merupakan kebutuhan manusia untuk menjaga dan mengaktualisasikan dirinya menurut tunutan perkembangan zaman. Berhias bukan untuk berfoya – foya Ketika berhias terkadang kita lupa akan aturan. melewati batas kewajaran yang telah ditetapkan. jas. Berhias menurut kelaziman dan kepatutan dengan memperhatikan jenis kelamin 7. Tidak boleh menggunakan hiasan yang menggunakan simbol non muslim 4. Jika kita menggunakan arloji. Dalam Islam diperintahkan untuk berhias yang baik. dan hanya ingin dijadikan alat pemuas diri kita. bagus. Lupa akan Allah. Seringkali naluri manusia berubah menjadi hawa nafsu yang liar. Tidak berlebih – lebihan 5. maka orang akan menilai diri kita dengan pandangan yang berbeda ketika kita tidak berhias. Namun sebaliknya apabila berhias hanya untuk menarik perhatian orang lain untuk tergoda dan memuji muji kita agar kita senang sendiri. Tidak Boleh berhias seperti orang jahiliah 6. Nilai keindahan dan kekhasan dalam berhias menjadi tuntutan yang terus dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman. Yang aka menyebabkan manusia terjerumus kedalam hal yang mnyesatkan. Bahwa kita sebenarnya tidak sesederhana yang dibayangkan. maka orang lain akan memandang kita dengan penug pemikiran. Dalam kaitannya dengan kegiatan berhias atau berhias atau berdandan. Maka yang demikian itu adalah haram. Berhias memberikan pengaruh positif dalam berbagai aspek kehidupan. sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Berhias dapat menunjukkan kepribadian kita. tanpa meninggalkan syari’at Islam. dan indah sesuai dengan kemampuan masing – masing. Apabila kita menggunakan hiasan yang cocok dengan diri kita. maka setiap langkah kita akan menjadi langkah menggapai barokan dan pahala dari Allah SWT. sehingga berhias dapat menyatakan identitas diri seseorang. karena berhias diniatkan untuk beribadah. Terutama apabila kita akan melakukan ibadah shalat maka . Kita bisa berorientasi dengan waktu. maka setiap manusia memiliki kebebasan untuk mengekspresikan keinginan mengembangkan berbagai mode menurut fungsi dan momentumnya.

makan. Al . Secara istilah. berdakwah. Mengembalikan hak dan amanat kepada pemiliknya 3. siwak. berperan di jalan Allah. Hal ini sesuai firman Allah. 2008: 37) Islam mengajarkan agar setiap perjalanan yang dilakukan bertujuan untuk mencari Ridho Allah. Bermusyawarah dan shalat Istikharah 2. menuntut Ilmu. Diantara jenis perjalanan (Safar) yang dianjurkan dalam Islam yaitu pergi Haji. (Roli A. Rahman. perjalanan sebagai aktifitas seseorang untuk keluar ataupun meninggalkan rumah dengan berjalan kaki ataupun menggunakan berbagai sarana transportasi yang mengantarkan sampai pada tempat tujuan dengan maksud ataupun tujuan tertentu. Allah mengabadikan tradisi masyarakat Arab yang suka melakukan perjalananpada musim tertentu untuk berbagai keperluan. dan M. Khamzah. minumlah. Dalam Al Qur’an Surah Al Quraisy yang disebut diatas. “Hai anak Adam. tempat celak.A’raf /7 : 31) C.” Qs. Umroh. dan janganlah berlebih – lebihan. pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki ) masjid.seyogyanya perhiasan yang kita pakai itu haruslah baik. menyambung silaturahmi . . Membawa 6 benda : gunting. mulai dari masa persiapan perjalanan. selanjutnya pada saat dalam perjalanan dan ketika sudah kembali pulang dari suatu perjalanan. melakukan perjalanan telah menjadi tradisi masyarakat Arab. “perihal” (cara. mencari karunia Allah dll. dsb) Berjalan atau berpergian dari suatu tempat menuju tempat untuk suatu tujuan”. Karena itu tidak heran jika Islam sebagai satu – satunya agama yang mengatur kegiatan manusia dalam melakukan perjalanan. cebok dan wudhu. Pada zaman Rasulullah. gerakan. ketika masih berada dirumah. karena mewah itu sudah memasuki wilayah berlebihan. bersih dan indah (bukan berarti mewah). tempat air minum. AKHLAK PERJALANAN (SAFAR) Perjalanan dalam bahasa Arab disebut dengan kata “Rihlah atau – Safar” dalam kamus besar Bahasa Indonesia perjalanan diartikan . Perjalanan (Safar) juga berfungsi untuk menyehatkan dan merefreshing kondisi jasmani dan rohani dari kelelahan dan kepenatan dalam menjalani suatu aktifitas. Sebagai pedoman Islam mengajarkan adab dalam melakukan perjalanan yaitu : 1. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang brlebih – lebihan.

Safar dapat mengantarkan seseorang untuk memperoleh pengalaman dan ilmu pengetahuan 4. Wanita menyertakan teman atau muhrimnya 6. Bertamu merupakan tradisi masyarakat yang selalu dilestarikan.Hal tersebut disunnahkan Rasulullah 4. Memiliki kawan pendamping yang shalih dan shalihah 7. Khamzah. kita tidak akan pernah terlepas dari kegiatan bertemu. (Roli A. AKHLAK BERTAMU Dalam kehidupan bermasyarakat. dan bahkan akan membuka celah bagi syaitan untuk menyesatkan dan akhirnya tujuan Safar tak tercapai. Sebaiknya jika suatu perjalanan tanpa adanya agenda yang jelas. Dan kita harusnya bersyukur jika kita sudah berhasil melakukan perjalanan. maka akan cenderung menyia – nyiakan waktu. Rahman. D. Adakalanya kita yang datang mengunjungi anak saudara. dan M. Safar menjadi sarana bagi sesorang untuk memperoleh tambahan pengalaman 3. 2008: 37) Sebaiknya setiap orang memikirkan terlebih dahulu secara matang terhadap semua perjalanan. teman-teman atau para kenalan. biaya ataupun Energi. Supaya kegiatan saling berkunjung tetap berdampak positif bagi kedua belah pihak. maka islam memberikan tuntunan begaimana sebaiknya bertamu dan menerima tamu dilakukan. akurat . Mengangkat pemimpin atau ketua rombongan 8. Niat kita harus lah baik. 5. Menyertakan Istri ataupun anggota keluarga 5. Safar dapat menghibur diri dari kesedihan 2. Perjalanan akan dapat menambah wawasan dan bahkan kawan yang baik dan mulia. Dengan Safar maka seseorang akan lebih banyak mengenal adapt kesopanan yang berkembang pada suatu komunitas masyarakat. Apabila melakukan safar atau Rihlah dengan perhitungan jadwal yang matang. rinci dan jelas agendanya. Mohon pamitan pada keluarga dan handai taolan serta mohon do’a Keuntungan melakukan perjalanan diantaranya yaitu: 1. ingin beribadah kepada Allah SWT. namun kesempatan lain berganti kita yang dikunjungi. Dengan bertamu .

”(. Ecara istilah bertamu merupakan kegiatan mengunjungi rumah ahabat. memiliki tujuan untuk saling memperkenalkan diri ataupun bermaksud lain yang belu diketahui kedua belah pihak. meminta izin maksimal boleh dilakukan tiga kali.S. Sebelum memasuki rumah seseorang. bertamu diartikan . sehingga jalinan persahabatan menjadi kokoh. atau IatadloofaYastadliifu”. karena lama tidak ketemu (berjumpa) ataupun sekedar untuk mampir sejenak. an-Nur/24/27). dalam rangka menciptakan kebersamaan dan kemalahatan bersama. Berdasarkan iyarat al-Qur’an di atas. Disamping meminta izin dan mengucapkan alam. agar kamu (selalu) ingat. Dengan bertangang ke rumah kerabat atau sahabat. Bertamu merupakan kebiaaan poitif dalam kehidupan bermasyarakat dari zaman tradisional sampai zaman modern. hal lain yang perlu diperhatikan . hendaklah orang yang bertamu terlebih dahulu meminta izin dan mengucapkan salam kepada penghuni rumah. janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. mialnya untuk mencari solusi terhadap problema masyarakat actual. maka kerinduan terhadap kerabat ataupun ahabat dapat tersalurkan. baru kemudian mengucapkan salam. maka segala persoalan mudah dilestarikan.adakalanya seorang bertamu karena adanya urusan yang serius. maka yang pertama dilakukan adalah meminta izin. Sedangkan bertamu kepadea orang yang belum dikenal. Bertamu dalam bahaa Arab disebut dengankata “Ataa liziyaroti. Menurut Rasululluh aw. segala urusan mudah diberskan dan segala maalah mudah diatasi. Yang demikian itu lebih baik bagimu. Tujuan bertamu sudah barang udah barang tentu untuk menjalin persaudaraan ataupun perahabatan. sekedar bertandang. Sedangkan menurut mayoritas ahli fiqih berpendapat sebaliknya. Dengan melestarikan kebiaaan kunjung mengunjungi. Menurut kamus bahasa Indonesia.seorang bias menjalin persaudaraan bahkan dapat menjalin kerja ama untuk meringankan berbagai maalah yang dihadapi dalam kehidupan. kerabat atau[un orang lain. Allah berfirman: Artinya:”Wahai orang-orang yang beriman. “dating berkunjung kerumah seorang teman atupun kerabat untuk suatu tujuan ataupun maksud (melawat dan sebagainya)”.

Setelah urusan seleai segeralah pulang. maka hendaklah kamu kembali. 4. Menganjurkan kepada orang yang berpuasa sunnah sebaiknya berbuka puasanya untuk menghormati jamuan. Jangan bertamu sembarangan waktu. Setiap tamu haru berusaha menahan segala keinginan dan kehendaknya baiknya sekalipun. Dengan bertamu ataupun bertangang. baik berupa wawasan. 2. tekanan. Kalau diuguhi minuman atau makanan hormatilah jamuan itu. betapa pentingnya setiap orang yang bertemu dapat nejaga diri agar tetap menghormati tuan rumah. Bahkan Rasulullah saw. Bertamu dianggap sebagai sarana yang efektif untuk berdakwah dan menciptakan kehidupan mesyarakat yang bermartabat. Allah berfirman: ‘Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya. Kalau diteima bertamu. jika tuan rumah tidak . sebaiknya orang bertamu tidak memaksa untuk pada saat tidak ada orang yang di rumuh. pengalaman berharga ataupun dapat menikmati segala bentuk penyambutan tuan rumah. sikap yang sportif. Menurut ungkapan Al-Qu’an. 3. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Hendaklah pamid pada waktu mau pulang. Bukan saja dalam usaha meyakinkan orang lain terhadap tujuan dan maksud beik kedatangan. tetapi juga dalam tindak laku dan pergaulan dengan sesame manuia harus terhindar cara-cara pakaan dan kekerasan. Jangan melakukan kegiatang yang membuat tuan rumah terganggu. Dengan bertamu. Islam tidak mengenal tindakan kekerasan. maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. an-Nur/24:28). Al-Qur-an memberikan isyarat yang tegas. Bertamu secara baik dapat menumbuhkan sikap toleran terhadap oaring lain dan menjauhkan sikap pakaan.S. (Q. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah. jangan selalu lama sehingga merepotkan tuan rumah. Sesungguhnya bertamu itu sebagai kegiatan yang cukup mengasyikan. dan intimidasi. seorang akan mempertemukan persamaan ataupun kesesuaian sehingga akan terjalin persahabatan dan kerjasama dalam menjalin kehidupan. dan elegan terhadap seamanya. 5. Dengan tujuan bertamu seseorang dapat menemukan berbagai manfaat. seorang akan melakukan diskui yang baik.oleh setiap orang yang bertamu sebagai berikut: 1.

Hak-hak mereka tidak boleh dikurangi dan tidak boleh dilanggar undang-undang perjanjian yang mengikat di antara sesame manusia. mempersilahkan duduk ditempat yang baik. . menerima tamu (ketamuan) diartikan. Setiap muslim wajib memuliakan tamu. sekalipun berbeda agama atau suku.berkenan menerimanya. bukan lagi kewajiban. Memuliakan tamu dilakukan antara lain dengan menyambut kedatangannya dengan muka menis dan tutur kata yang lemah lembut. maka seorang yang bertamu telah usai. melawat atau berkunjung”. Islam sebagai agama yang sangat serius dalam memberikan perhatian orang yang sedang bertamu. Lebih dari tiga hari terserah kepada tuan rumah untuk tetap menjamunyaatau tidak. Karena itu haram hukumnya orang yang bertamu meninggalkan kekecewaan ataupun kesusahan bagi tuan rumah. Sesungguhnya orang yang bertau telah dijamun hak-haknya dalam islam. tanpa membeda-bedakan statu social ataupun maksud dan tujuan bertamu. Setiap oaring islam telah diikat oleh suetu tata aturan supaya hidup bertetangga dan bersahabat dengan orang lain. disediakan ruangan khusus untuk menerima tamu yang selau dijaga kerapian dan kelestariannya. Menurut Rasulullah saw menjamu tamu lebih dari tiga hari nilainya sedekah. E. kerena memuliakan tamu sebagai perwujudan keimanan kepada Allah dan hari akhir. Kalau tamu dating dari tempat yang jauh dan ingin menginap. atas dasar keyakinan untuk mendapatkan rahmad dan rida dari Allah. tuan rumah wajib menerima dan menjamunya mekimal tiga hari tiga malam. Menurut kamus bahasa Indonesia. Demikin pula apabila kegiatan bertamu telah uai. maka seorang yang bertamu harus meninggalkan kesan yang beik dan menyenagkan bagi tuan rumah. Kalau perlu. Secara istilah menerima tamu dimaknai menyambut tamu dengan berbagai cara penyambutan yang lazim (wajar) dilakukan menurut adapt ataupun agama dengan meksud yang menyenagkan atau memuliakan tamu. “kedatangan orang yang bertamu.karena itu menghormati tamu merupakan perhatian yang mendatangkan kemuliaan di dunia dan akhirat. AKHLAK MENERIMA TAMU Islam memberikan aturan yang jelas agar setiap muslim memuliakan etiap tamu yang dating.

Seseorang yang memiliki jiwa hasud tidak akan merasa senang sebelum dapat membalas dan menghancurkan orang yang dihasudnya. serta memberikan jamuan makan ataupun minuman yang memenui tamu. Apabila suatu saat tuan rumah meraakan berat untuk menerima kehadirab tamunya. menyediakan sarana dan prasarana penyambutan yang memadai. Menerima tamu dengan penyambutan yang baik merupakan cermin diri dan menunjukkan kualitas kepribadian seorang muslim. jangan sampai kehadiran tamu disertai dengan munculnya pikiran negative dari tuan rumah (su’udzon). maka tuan rumah haru tetap menunjukkan sikap yang arif dan bijak. jngan sampai menyinggung perasaan tamu.Menerima tamu sebagai perwujudan keimanan. bahkan dia dapat menghilangkan nikmat yang menjadi penyebab . Setiap muslim harus membiasakan diri untuk menyambut setiap tamu yang dating dengan penyambutan yang penuh suka cita. sekalipun dengan cara memberi kuasa kepada orang lain untuk menghilangkan nikmat itu karena sulit. HASUD Hasud adalah membenci nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain dan menginginkan hilangnya nikmat itu. mengembangkan kepribadian. mulai dari keramahan diri dalam menyambut tamu. maka semakin ramah dan antun dalam menyambut tamunya karena orang yang beriman meyakini bahwa menyambut tamu bagian dari perintah Allah. artinya semakin kuat iman seseorang. Menerima tamu merupakan bagian dari aspek soial dalam ajaran Islam yang harus terus dijaga. dan tamu juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mendpatkan kemashalatan dunia ataupun akhirat. Seyogyanya setiap muslim harus menunjukkan sikap yang baik terhadap tamunya. Menyambut tamu dapat meningkatkan akhlak. Agar dapat menyambut tamu dengan suka cita maka tuan rumah harua menghadirkan pikiran yang positif (husnudon)terhadap tammu. AKHLAK TERCELA A.

hasud akan menimbulkan perbuatan yang merusak masyarakat dan akan menimbulkan kehancuran dan perpecahan. penghormatan dan pujian masyarakat. setelah nyata bagi mereka kebenaran.hasud. seperti: . ia berusaha menutupi keburukan/kesalahan yang dilakukannya.Untuk menghilangkan dirinya dari tuduhan tidak beragama atau tidak beribadah. Orang yang melakukan riya tidak bertujuan mendapat ganjaran dari Allah. . Oleh karena itu. Keharuman hasud banyak disebut dalam al-Qur'an dan as-Sunnah.Untuk menarik perhatian. sampai Allah mendatangkan perintah-NyaSesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ia berbuat hanya sekedar untuk mendapat pujian dari orang lain. . RIYA Riya adalah perbuatan pura-pura. Contoh hasud ada dalam surat Yusuf ayat 8-9 tentang kehasudan saudara Nabi Yusuf terhadap dirinya dan contoh lain adalah kisah anak Adam yang membunuh saudaranya karena hasud telah memakan hatinya. karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri. apa yang didapat dari perbuatannya itu lebih rendah dari yang semestinya dia dapatkan dari Allah. B. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka. Riya timbul karena kurangnya kesadaran akan ganjaran dan pahala besar yang dijanjikan Allah. ْ ُّ َ ْ ُ ‫ٔد كثِيس يٍ أَْم انكتَاب نَْٕ يَسدََٔكى يٍ بَعد إِيًاَِكى كفَّازا حسدًا يٍ عُد أََفُسٓى يٍ بَعد يا تَبَيٍََّ نَُٓى انحق فَاعفُٕا ٔاصْ فَحُٕا‬ ِ ِ ْ ِ ْ ْ ِ ٌ َ َّ َ َ َ ِ ْ ْ ِ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ً ُ ْ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ُ ُّ ُ ٌ ِ ٍ ْ ِّ ُ َ َّ َّ ِ ِ ْ َّ َ ‫حتَّى يَأْتِي َّللاُ بِأَيسِ إٌِ َّللاَ عهَى كم شَيء قَديس‬ َ Artinya: “Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman.

atau membantu orang lain berbuat zalim termasuk orang yang zalim pula. ‫ٔعٍَ جابِس زضي َّللاُ عُُّ اٌَ زسُْٕ ل َّللاِ صهَّى َّللاُ عهَيّ ٔسهَّى قَال: اِتَّقُْٕ انظ ْهى فَاٌَِ انظ ْهى ظُهًُاث يَْٕ و انقِيَايت‬ َ َ َ َ ِْ َ َ َ َ َّ ْ َ ِ َ َ ٌ َ َ ُّ َ ُّ َ ِ َ ِ َ ْ َ Artinya: “Diterima dari Jabir ra bahwa Nabi SAW.. (QS. atau menyakitinya dengan sesuatu apapun termasuk perbuatan zalim. hanya apa yang dilakukannya tidak diridhoi Allah.Agama memandang pelaku-pelaku riya tetap dinilai sebagai Muslim. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (HR. al-Hajj: 71). Muslim).. (QS. C. Firman Allah: َّ ُ ْ َ َ ‫ْ ٔإِذا قَايٕا إِنَى انصَّالة قَايٕا كسانَى يُساءٌَُٔ انَُّاس ٔال يَركسٌَُٔ َّللاَ إِال قَهِيال‬ َ َ ُ ُ ِ ُ َ َ ْ Artinya: “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas.. Barangsiapa yang membunuh seseorang. ANIAYA Aniaya atau zalim artinya melakukan perbuatan yang melewati batas terhadap jiwa.. Dalil mengenai haramnya zalim. . Seseorang yang menguasakan perbuatan zalimnya kepada orang lain.. mencaci. . melaknat..Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun”. harta atau kehormatan orang lain. memukul. bersabda: “Takutilah kezaliman itu sebab sesungguhnya kezaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat”.. an-Nisa’: 142). mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia.ٔيا نِهظَّانًِيٍَ يٍ ََصيس‬ َ َ ٍ ِ ْ ِ ِ Artinya: .‫. balasan atau siksa Allah terhadap orang-orang zalim dan kisah orang-orang zalim banyak dikemukakan di dalam al-Qur'an dan hadits.

menuduh berzina atau memandang buruk kenal bebas dari kejelekan dan tidak memperlihatkan perbuatan-perbuatan dosa. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. warna kulit. usia. bangsa. suku. يٍَ انَّريٍَ فَسقُٕا ديَُُٓى ٔكإَُا شيَعًا كمُّ حزب بًِا نَديٓى فَسح‬ ِ ِ ِ ِِ ْ ُْ ِ ِ ِْ َْ َ ٍ ْ ِ ُ Artinya: “Dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Dan mengutamakan upah seorang pekerja dari yang lain padahal keduanya mempunyai pekerjaan yang sama. ar-Rum: 31-32). Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. (QS. karena hal ini akan menjadikan manusia terkotak-kotak pada golongannya sendiri dan tidak mau bersatu untuk tolong menolong. Memeras tenaga pekerja tanpa memberikan upah yang sesuai dengan haknya. golongan. Diskriminasi memunculkan sikap apatis yang menumbuhkan kehancuran tatanan masyarakat. ُ َ َ َ ْ ِ َّ ٌَُٕ‫ٔال تَكَُٕٕا يٍَ انًشسكيٍَ . Menciptakan aib bagi orang lain atau menuduhnya berbuat fahssya (berbuat dosa). jenis kelamin. baik karena perbedaan derajat.Bentuk perbuatan zalim bermacam-macam diantaranya mengambil harta orang lain atau mencari alasan untuk mengambil harta orang lain tanpa hak. menyuruh orang lain berbuat dosa. bisa dibayangkan kehancuran yang akan timbul jika ada segolongan orang yang tidak mau membebaskan diri dari sikap apatis dan kesukuan . Sikap seperti ini sangat dilarang oleh agama. DISKRIMINASI Diskriminasi adalah bersikap membeda-bedakan atau memisahkan antara sesama manusia. baik harta itu kecil maupun besar. menuduh fasik. D. ideologi dan sebagainya.

AKHLAK TERPUJI Agama Islam adalah agama yang sempurna. Apabila tamu itu menginap dirumah kita lebih dari tiga hari. Berhias. serta yang lainnya. perjalanan. Haruslah sesuai kadarnya. juga harus ingat aturan. Berpakaian. Bertamu dapat menyambung tali silaturahmi. karena kita bukan berada didalam rumah kita sendiri. tujuan. Berhias juga tidak boleh kita salah gunakan. Yang sebetulnya untuk melindungi tubuh dari bahaya serta menutup aurat. bertamu serta menerima tamu tetap ada aturannya dalam Islam. baik waktu. Dan jangan gunakan Berhias menjadi suatu hal yang maksiat bagi kita.KESIMPULAN A. Dan menjadi sedekah apabila kita tetap melayani ia didalam rumah kita. maka menerima ia dirumah kita bukanlah wajib lagi. mengatur manusia dalam segala aspeknya. agar tidak menimbulkan pandangan buruk terhadap kita. tanpa ada niat yang berlebihan dan lain dari pada niat kita kepada Allah SWT. Ketika kita bertamu. Menerima tamu juga hal yang mulia. Semua akhlak tersebut adalah akhlak terpuji apabila kita melakukannya hanya karena Allah SWT. Maka dari itu. Menerima tamu hukumnya wajib.Hal yang suka dilakukan oleh Rasulullah. makanan. . kita wajib menerima tamu apabila ia berada didalam rumah kita selama tiga hari. baik kepada siapapun. Kita berhak mengusir ia apabila mengganggu ketentraman didalam rumah. Perjalanan adalah suatu hal yang mulia. dengan mempersiapkan segala aspek. fungsinya berubah menjadi untuk memamerkan bentuk lekuk tubuh. kita tidak boleh menyalah gunakan arti pakaian.

senantiasa zikir kepada Allah. (QS.B. merendah kepada Allah dengan ikhlas dan bear sehingga hatinya penuh dengan nur Illahi dan dadanya lega menerima kebaikan setiap hamba Allah. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada bukul-bukulnya dan dari kejahatan orang dengki apabila dia dengki”. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. al-Falaq: 1-5). . Jika tidak mampu. aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Memiliki keinginan besar untuk menyelamatkan jiwa dari siksaan Allah. AKHLAK TERCELA “Katakanlah. merasa takut pada pertemuan dengan Allah dan pertanyaan-pertanyaan Allah kepadanya. Jika penyakit hati berusaha merasuki hendak dia berdo'a dan berusaha menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat membuatnya memiliki sifat-sifat kotor tersebut dengan cara merelakan segala ketentuan Allah dan dengan menyesali diri hingga dapat menyenangi kebaikan diri sendiri. hijrahlah dari tempat yang penuh perbuatan jelek dan dari sahabat yang membangkitkan sebab-sebab timbulnya penyakit itu di dalam jiwanya. Allah lah yang mengurus hidayah dan taufik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful