BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kurikulum adalah suatu hal yang esensial dalam suatu penyelenggaraan pendidikan. Secara sederhana, kurikulum dapat dimengerti sebagai suatu kumpulan atau daftar pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik komplit dengan cara pemberian nilai pencapaian belajar di kurun waktu tertentu. Kurikulum harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang berbeda secara individual, baik ditinjau dari segi waktu maupun kemampuan belajar. Oleh karena itu, merumuskan suatu kurikulum sudah barang tentu bukan perkara gampang. Banyak faktor yang menentukan dalam proses lahirnya sebuah kurikulum. Dalam merancang kurikulum biasanya dibentuk suatu tim kerja khusus yang dapat berupa lembaga resmi, misalnya seperti Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional. Pusat Kurikulum sampai saat ini sebagai satu-satunya lembaga resmi bermandat menelurkan kurikulum bagi sekolah penyelenggara pendidikan nasional Indonesia. Tercatat sudah ada 7 kurikulum; kurikulum pertama tahun 1964, kurikulum 1976, kurikulum 1984, kurikulum 1994, Kurikulum edisi revisi 1999 dan yang terbaru kurikulum 2004, yang dilanjut dengan lahirnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Masing-masing kurikulum memiliki warna dan ciri khas tersendiri. Warna dan ciri khas tiap kurikulum menunjukkan kurikulum berusaha menghadirkan sosok peserta didik yang paling pas dengan jamannya. Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu bukan tanpa alasan dan landasan yang jelas, sebab perubahan ini disemangati oleh keinginan untuk terus memperbaiki, mengembangkan, dan meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional. Persekolahan sebagai ujung tombak dalam implementasi kurikulum dituntut untuk memahami dan mengaplikasikannya secara optimal dan penuh kesungguhan, sebab mutu penyelenggaraan proses pendidikan salah satunya dilihat dari hal tersebut. Namun di lapangan, perubahan kurikulum seringkali menimbulkan persoalan baru, sehingga pada tahap awal implementasinya memiliki kendala teknis. Sehingga sekolah sebagai penyelenggara proses pendidikan formal sedikit banyaknya pada tahap awal ini membutuhkan energi yang besar hanya untuk mengetahui dan memahami isi dan tujuan kurikulum baru. Dalam teknis pelaksanaannya pun sedikit terkendala disebabkan perlu adaptasi terhadap perubahan atas kurikulum terdahulu yang sudah biasa diterapkannya. Sekolah kejuruan sebagai salah satu lembaga pendidikan formal yang ada di Indonesia, dituntut juga untuk terus mengikuti dan menerapkan berbagai perubahan kurikulum dalam periode tertentu sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam sistem pendidikan nasionalnya.

Sekolah kejuruan berbeda dengan sekolah umum, terutama kompetensi lulusannya serta keterkaitannya secara langsung dengan dunia kerja, menyebabkan kurikulum untuk sekolah kejuruan tidak pernah bisa dilepaskan dari kondisi dan situasi dunia kerja yang sedang berkembang. Penyesuaian kurikulum dengan dunia kerja serta tetap dilandasi oleh minat dan kebutuhan siswa, menjadikan kurikulum sekolah kejuruan memiliki kerumitan tertentu baik dalam proses penyusunan maupun implementasinya. Mengingat hal tersebut, penulis mencoba mengangkat persoalan kurikulum sekolah kejuruan ini dalam tulisan ini dengan mengangkat tema ―Inovasi Pendidikan Kejuruan dari tahun 1984 sampai 2004‖ B. RUMUSAN MASALAH Dari tema tersebut di atas, penulis mencoba merumuskan permasalahan yang akan dibahas sebagai kerangka acuan dalam pembahasannya. Tema besarnya adalah inovasi seperti apa yang terkandung dalam perubahan kurikulum dari tahun 1984 sampai 2004?. Untuk memudahkan pembahasan, tema tersebut dirinci menjadi beberapa rumusan masalah yang spesifik, diantaranya; 1. Apa muatan inti yang terdapat pada setiap kurikulum? 2. Apa yang menjadi perubahan mendasar dalam setiap kurikulum? 3. Inovasi seperti apa yang terkandung dalam setiap kurikulum?

C. PEMBATASAN MASALAH Mengingat setiap kurikulum memuat banyak persoalan di dalamnya, maka dirasa perlu untuk membatasi pengkajian terhadap kurikulum ini, terutama diarahkan pada hal-hal yang lebih spesifik sifatnya seperti membandingkan setiap kurikulum di dalam aspek latar belakang masalahnya, tujuan pendidikannya, pengorganisasian materinya, strategi pembelajarannya, teknik evaluasi hasil belajarnya, proses pembelajarannya, dan hambatan/kendala dalam implementasinya di lapangan. Penulis pun mencoba menampilkan perbedaan mencolok dalam setiap muatan kurikulum dengan tetap melakukan studi komparatif atar kurikulum.

D. TUJUAN PENULISAN MAKALAH Makalah yang dibuat oleh penulis pada dasarnya memiliki banyak tujuan, adapun yang khusus (spesifik) dari pembuatan makalah ini adalah sebagai pemenuhan kewajiban tugas akhir

” Adanya kesenjangan program pendidikan baik dengan kebutuhan anak didik maupun dengan lapangan kerja. dimana kurikulum ini dikembangkan bermula dari data-data empirik yang diperoleh dari pelaksanaan kurikulum pendidikan menengah kejuruan sejak 1981 yang meliputi : Ditemukannya sejumlah unsur baru dalam GBHN 1983 yang perlu ditampung dalam kurikulum yang bersumber dari nilai dasar. BAB II SELAYANG PANDANG PERUBAHAN KURIKULUM Dari tahun 1984 sampai tahun 2004 A. Dalam hubungan ini. Hal-hal yang berkaitan dengan inovasi peningkatan pendidikan kejuruan dapat dilihat dalam GBHN 1983 sebagai berikut: “Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segala bidang yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat sekaligus meningkatkan produktivitas. Sedangkan tujuan yang lebih luasnya adalah berupaya memberikan gambaran. 2002:131). kreativitas. Kurikulum Pendidikan Kejuruan 1984 1) Latar Belakang Kurikulum Edisi 1984 disebutkan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan kejuruan karena merupakan langkah awal pengkajian terhadap kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. berbagai tingkat dan jenis pendidikan dan pelatihan kejuruan serta politeknik perlu lebih diperluas dan ditingkatkan mutunya dalam rangka mempercepat dipenuhinya kebutuhan tenaga yang cakap dan terampil bagi pembangunan di berbagai bidang. (Suwarna. Untuk merealisasikan harapan tersebut. yaitu Pancasila dan UUD 1945. mutu dan efisiensi kerja. pengertian dan pemahaman yang cukup lengkap kepada sidang pembaca atau siapapun mengenai inovasi pendidikan kejuruan di Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan keputusan Nomor 0289a/U/1985 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Pertama SMKTP) dan Nomor 0289b/U/1985 tentang Kurikulum Sekolah Menengah . terlalu saratnya materi kurikulum yang harus diberikan kurikulum 1976/1977 tidak dirancang untuk memungkinkan siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.semester mata kuliah inovasi pendidikan.

pengetahuan dan kemampuan kejuruan dan sikap yang sesuai. merupakan program yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minat. Program inti ini mencakup Mata Pelajaran Dasar Umum (MPDU) dan Mata Pelajaran Dasar Kejuruan (MPDK). terdiri atas sejumlah mata pelajaran dasar yang wajib diikuti oleh semua siswa SMKTA yang serumpun. Rumpun adalah kumpulan program studi yang mempunyai MPDK yang sama. Program inti merupakan program yang wajib diikuti oleh semua siswa yang mengacu pada pencapaian tujuan nasional. Yang lebih mendasar adalah dikeluarkannya Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 yang berisi penyederhanaan organisasi kurikulum. Program pilihan. sikapsikap profesionalisme yang disyaratkan serta membuka kemungkinan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk mendasari program pilihan. perubahan nilai dan tata hidup dalam masyarakat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Program pilihan dituangkan dalam Mata Pelajaran Kejuruan (MPK). Implementasi kedua program tersebut adalah : SMKTA: Program Inti 60% (MPDU 30% dan MPDK 30% dan Program Pilihan 40%) SMKTP: Program inti 70% dan program pilihan 30% 4) Strategi Pembelajaran Konsep implementasi kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip : . MPDU meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti oleh semua kelompok pada SMKTA.Kejuruan Tingkat Atas (SMKTA) sebagai kurikulum penggantinya. Program pilihan yang dimaksud mengacu kepada penguasaan kejuruan dengan kompetensi khusus keilmuan. dimana kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Atas disusun dengan mengacu pada kumpulan jabatan tingkat menengah yang ada dan yang diperkirakan akan diperlukan oleh masyarakat. MPDK bertujuan untuk memberikan bekal dasar pengetahuan. 2) Tujuan Pendidikan Tujuan utama kurikulum SMK 1984 adalah menyiapkan siswa menjadi tenaga siap kerja dengan memberikan peluang yang luas untuk mengembangkan dirinya (memberi peluang kepada siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi) 3) Pengorganisasian Materi Dalam organisasi program pendidikan SMK dikenal sebutan program studi yang dikelompokkan menjadi program inti dan program pilihan. bakat dan kemampuannya serta kebutuhan daerah dan pembangunan.

Penilaian terhadap penguasaan keterampilan masih bersifat sebagai unsur penunjang. Prinsip pendidikan seumur hidup. karena unit produksi dapat dikembangkan secara bisnis menyerupai sebuah usaha/industri yang menghasilkan dana untuk membantu praktek siswa. 7) Hambatan dalam pengimplementasian kurikulum . Prinsip pengembangan. Penilaian terhadap praktek biasanya dilakukan pada semester ke 5 atau semester 1 di tingkat 3. 6) Proses Pembelajaran Pelaksanaan PBM terdiri atas kegiatan intra-kurikuler. dimana masih lebih menekankan pada evaluasi terhadap tingkat penguasaan pengetahuan.Prinsip relevansi. 5) Teknik Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi yang serempak dilaksanakan per semester. yaitu kurikulum dikembangkan dengan mempertimbangkan fleksibel dalam pelaksanaannya/implementasinya. dan ekstra-kurikuler Pelajaran teori diintegrasikan ke dalam pelajaran praktek untuk mata pelajaran yang sama Tahun pertama merupakan tahun bersama ( belum dijuruskan) Menerapkan sistem kredit semester Mulai dilaksanakannya bimbingan karir (BK) Mulai diimplementasikannya mata pelajaran PSPB dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran per minggu Keterpaduan teori dan praktek dalam pelaksanaan dengan bobot praktek kejuruan sekitar 40% dari keseluruhan program pendidikan Susunan dengan pola program inti dan program pilihan dengan porsi 60% : 40% Unit Produksi Sekolah (sebagai sarana kerjasama sekolah dengan dunia usaha/industri) dijadikan tempat praktek guru dan siswa dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya. dimana kurikulum dikembangkan secara bertahap dan terus menerus dengan jalan mengadakan perbaikan/pemantapan dengan pengembangan lebih lanjut yang bersifat progresip. ko-kurikuler. dimana kurikulum dirancang untuk membuka kemungkinan pengembangan pendidikan seumur hidup (tak mengenal batas usia) Prinsip keluwesan/fleksibel. prinsip dan konsep-konsep. dimana kurikulum dikembangkan dengan mempertimbangkan tuntutan kebutuhan siswa baik secara umum maupun perorangan sesuai dengan minat dan bakat siswa serta kebutuhan lingkungan.

2) Tujuan Pendidikan Peraturan Pemerintah No. Kebijakan ―Link and Macth‖ mengimplikasikan wawasan sumber daya manusia. sehingga materi kejuruan yang diberikan tidak jarang bertentangan atau tidak sesuai dengan jenis pekerjaan yang ada di dunia industri. Kurikulum SMK 1993/1994 1) Latar Belakang Perubahan kurikulum ini terutama didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan untuk menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan baru dalam UU No. Mata-mata pelajaran pada kelompok dasar kejuruan seperti matematika. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dan SK Mendikbud No. serta kecenderungan yang akan terjadi di masa depan. wawasan masa depan. PP No. Karena seluruh proses pengembangan kurikulum dilakukan di tingkat pusat. yaitu segala sesuatu ditetapkan atas dasar perimbangan pencapaian kemampuan yang harus dikuasai oleh lulusan melalui analisis jabatan yang ada di lapangan kerja. maka kebijakan yang diberikan dari pusat cenderung berlawanan dengan kondisi di lapangan sehingga proses PBM/pendidikan tidak berjalan dengan efisien dan efektif. B. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menenegah. Kemudian Bab II pasal 3 Ayat 2 mengatakan bahwa Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan persiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap professional. Bab 1 Pasal 1 ayat 3 yang berbunyi : Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. bahasa inggris dan IPA di beri alokasi jam tambahan. merupakan salah satu kebijakan baru untuk pembangunan pendidikan yang sering diterjemahkan terkait dan sepadan. wawasan mutu dan . 0490/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan Pertimbangan lain yang terjadi dalam sektor ketenagakerjaan dan pembangunan. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. sekolah sebagai pelaksana. 4) Strategi Pembelajaran ―Link and Macth‖.Pola penyelenggaraan proses belajar mengajar dilakukan di sekolah. Kurikulum 1994 menggunakan pendekatan berbasis kompetensi. 3) Pengorganisasian Materi GBPP Kurikulum 1994 disajikan tidak secara rinci namun dalam garis-garis besarnya saja.

Pada pendekatan ―demand–driven‖ mengharapkan justru pihak dunia usaha. Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN). merupakan suatu bentuk pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistimatis dan singkron program pendidikan disekolah dan program belajar melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relavan. wawasan nilai tambah dan wawasan ekonomi dalam penyelenggaraan pendidikan khususnya pendidikan kejuruan. PBM dilaksanakan di sekolah dan di dunia usaha/industri. terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu. sedangkan keterampilan produktif dilaksanakan di DU/DI dengan prinsip belajar sambil bekerja (Learning by doing). prinsip dan pemahaman yang bersifat teoritis juga adanya uji profesi untuk mengukur tingkat penguasaan keahlian kejuruan sesuai dengan kompetensi yang ada pada kurikulum 1994. . MPKN bertugas melakukan standarisasi jabatan. Dibentuknya Bursa Kerja Khusus (BKK). dunia industri aatau dunia kerja yang harusnya lebih berperan dalam menentukan mendorong dan menggerakan pendidikan kejuruan sebagai yang berkepentingan dari sudut tenaga kerja. 0267a/U/1994 dan No. program pembelajaran disusun bersamakeberhasilan SMK. merupakan wadah untuk pemasaran lulusan SMK yang merupakan salah satu ukuran utama dalam menilai 5) Teknik Evaluasi Hasil Belajar Selain dilaksanakan evaluasi tertulis terhadap tingkat penguasaan konsep. mulai dari perencanaan . Teori dan praktek dasar kejuruan dilaksanakan di sekolah . 6) Proses Pembelajaran Pembelajaran menurut Kurikulum SMK 1994 disajikan dalam periode catur wulan. 84/KU/X/1994. Perubahan dari pendidikan berbasis sekolah kependidikan berbasis ganda mengharapkan supaya program pendidikan kejuruan dilaksanakan didua tempat. wawasan profesionalisme. penyusunan kurikulum dan evaluasinya. standarisasi kompetensi dan sistem pengujian serta sertifikasi. sebagai pengganti EBTANAS. MPKN telah secara efektif menggerakkan berbagai badan organisasi perusahaan dan Asosiasi profesi yang dibawah naungan KADIN dalam mendukung pelaksanaan PSG. yang dibentuk dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud dan ketua umum KADIN pada tanggal 17 Oktober 1994 No. Pendekatan dari ―supply-driven‖ menuju ke ―demand-driven‖. Pendekatan lama yang bersifat ―supply-drivend‖ dilakukan secara sepihak oleh penyelenggaraan pendidikan kejuruan.wawasan keunggulan. Dari ―School-based program‖ ke ―dual-based program‖. Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

Permasalahan SMK telah menjadi perhatian pemerintah. maka tidak jarang pihak sekolah mengalami kesulitan untuk menetapkan jenis pekerjaan dan materi yang akan diberikan kepada peserta didik yang bisa sesuai dan diterima oleh dunia kerja. Di kembangkannya sistim magang yang diakui sebagai bagian dari kegiatan belajar melalui praktek lapangan. SMK diharapkan dapat mengembangkan program yang berorientasi pada pasar kerja. upaya pembaharuan tersebut banyak menghadapi kendala-kendala di lapangan. adalah sama yaitu menyangkut hal: masa tunggu kerja tamatan. mutu lulusan SMK. masyarakat dan dunia industri paling tidak sejak periode 1990-an sampai sekarang. 7) Hambatan Utama dalam Implementasi kurikulum Mengingat tidak meratanya kondisi daerah dan ketersediaan DU/DI baik jumlah maupun yang bersedia menjadi institusi pasangan.sama antara sekolah dan institusi pasangan. SMK dilengkapi dengan bimbingan kejuruan. sistem . pengamatan. Namun. Dibentuknya majelis penasehat sekolah yang beranggotakan seluruh pihak yang terkait dengan SMK. Pola pelaksanaan kurikulum SMK 1994 berbeda dengan kurikulum SMK 1984 dalam berbagai hal antara lain : Petunjuk pelaksanaan lebih sederhana sekolah dapat melakukan improvisasi dan pengayaan di lapangan Pengajaran tidak hanya mengandalkan sumber daya pendidikan sekolah tetepi di beri kesempatan memenfaatkan potensi yang ada di dunia industri dan lingkungannya Adanya muatan lokal Adanya keahlian kejuruan yang dipelajari di sekolah dengan keahlian profesi yang di perlukan di lapangan SMK di dorong membentuk kegiatan unit produksi yang di kelola secara professional. tingkat pengangguran yang tinggi. dan perubahan dalam masyarakat. tuntutan ekonomi. Selain itu pelaksanaan penempatan siswa yang akan melakukan praktek kerja industri sering tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki siswa. berdasarkan hasil-hasil kajian. telah banyak upaya pembaharuan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dilakukan selama ini. Khususnya pada pendidikan kejuruan. C. yang perlu dicari alternatif pemecahannya. Kurikulum SMK Edisi 1999 1) Latar Belakang Upaya pembaharuan pendidikan harus dilakukan secara terus menerus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan penelitian.

Pada kurikulum 1999 program pendidikan dan pelatihan terdiri dari program normatif. 4) Strategi Pembelajaran Kurikulum SMK Edisi 1999 merupakan perpaduan dari dua pendekatan (kurikulum 1994 dan 1996) yaitu kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis luas. kuat dan mendasar (Broad Band Curriculum=BBC dan Competency Based Curriculum=CBC) sebagai upaya meningkatkan mutu tamatan SMK sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan dunia kerja. dan produktif. (2) tingkat II berisi kompetensi dan bahan kajian yang lebih fungsional. adaptif. bertanggung jawab. Kurikulum SMK Edisi 1999 disusun menjadi tiga tahap. standarisasi program. dan mandiri. 3) Pengorganisasian Materi Kurikulum SMK Edisi 1999 disusun oleh sekolah bersama-sama dengan industri dan elemen masyarakat lain yang tergabung dalam Majelis Sekolah. .kompetensi dan sertifikasi. perkutan daya adaptabilitas. Bab 1 Pasal 1 ayat 3 yang berbunyi: Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. yaitu: pengelompokkan kembali program berdasarkan kesamaan akar kompetensi. yaitu pada Peraturan Pemerintah No. Depdikbud (sekarang Depdiknas) mengeluarkan kebijakan ―link and match” melalui model pendidikan sistem ganda (PSG) dan sertifikasi dalam implementasi Kurikulum Edisi 1999. dan (3) tingkat III berisi paket-paket keahlian. Menyadari hal tersebut. yaitu: (1) tingkat I berisi kompetensi dan bahan kajian dasar-dasar kejuruan. berbasis ganda dan kegiatan ekstra kurikuler. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menenegah. tingkat keluwesan keahlian. 2) Tujuan Pendidikan Tidak ada perubahan yang mendasar antara tujuan pendidikan pada kurikulum 1994 dengan 1999. Penyusunan Kurikulum SMK Edisi 1999 dikembangkan dengan mengaju pada beberapa prinsip. Sehingga sekolah mempunyai peluang yang besar dalam mengembangkan dan melakukan inovasi kurikulum secara bebas. Kemudian Bab II pasal 3 Ayat 2 mengatakan bahwa Pendidikan Menengah Kejuruan mengutamakan persiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap professional. pentahapan pembelajaran.

diharuskan menggunakan pendekatan ―Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Base Training) CBT. terdapat perbedaan karakteristik isi kurikulum antara bidang keahlian Teknik Bangunan dan Teknik Mesin. Pembelajaran yang bermakna (memiliki life skill yang tinggi) hanya akan tercapai. Hal ini perlu diperhatikan dalam penyajian . Bahasa Inggris maupun pada aspek produktif. aktif. dengar. PAKEM akan terwujud bilamana metode dan pendekatan pembelajaran diterapkan antara lain: Penerapan pola CBSA melalaui pendekatan proses. untuk kelompok teknologi industri. Pendekatan Quantum Teaching dan Quantum Learning. Misalnya. dan hapal (DDCH). Kimia. untuk kelompok yang sejenis tetapi sangat berbeda bidang keahliannya. Pada kurikulum edisi 1999 tercermin adanya penambahan jam pembelajaran. kreatif. efektif dan menyenangkan (PAKEM) tercipta dalam kelas. 7) Hambatan Utama dalam Implementasi Kurikulum Pelaksanaan Kurikulum SMK Edisi Tahun 1999 juga menghadapi beberapa kendala.Metode pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan berbasis ganda (Dual Based Program). sedangkan Uji Kompetensi lebih bersifat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. EBTANAS sifatnya wajib diikuti oleh seluruh siswa untuk dapat dinyatakan lulus dari SMK. 5) Teknik Evaluasi Hasil Belajar Terlaksananya ujian profesi dan sertifikasi industri melalui kerja sama yang makin mantap. dinyatakan: ―untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK diberlakukan Uji Kompetensi di samping EBTANAS‖. Begitu pula dalam pembelajaran produktif agar dihasilkan efisiensi dan efektif. 6) Proses Pembelajaran Dalam pembelajaran aspek normatif dan adaptif ditekankan agar tidak lagi menggunakan metode dan teknik pembelajaran konvensional seperti duduk. dilaksanakan di sekolah dan di dunia industri/usaha. 1999). bila tercipta ―pembelajaran. sesuai dengan tuntutan kurikulum edisi 1999. Perkuatan kemampuan daya sesuai dengan kemandirian pengembangan diri tamatan (Depdikbud. Dalam penerapan kurikulum broad based terdapat kesulitan dalam menentukan materi program adaptif. Dalam Kebijakan Teknis Pengembangan dan Implementasi Kurikulum SMK Edisi 1999. baik pada pembelajaran Matematika. Begitu juga pada penambahan mata pelajaran atau diklat kewirausahaan. catat. yang dirumuskan oleh Balitbang dan Ditjen Dikdasmen.

sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya. mampu bekerja mandiri. Kendala berikutnya mungkin terjadi untuk program pendidikan dan pelatihan praktik industri. ulet dan gigih dalam berkompetisi. 2) Tujuan Pendidikan Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif. Karena itu kurikulum sebagai acuan dan fasilitator penyelenggaraan pendidikan. D. baik dalam pengelolaannya di sekolah maupun ketersediaan tempat praktik dan koordinasinya pada dunia usaha/industri. mengisi lowongan pekerjaan yang ada di DUDI sebagai tenaga kerja tingkat menengah. beradaptasi dilingkungan kerja dam mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya. Pendidikan menjadi bermakna apabila secara pragmatis dapat mendidik manusia bisa hidup sesuai zamannya. Kurikulum SMK Edisi 2004 1) Latar Belakang Tantangan kehidupan di masa depan pada hakekatnya adalah tantangan terhadap kompetensi yang dimiliki manusia. Perubahan waktu praktik industri dari 4 bulan menjadi 6 bulan ini perlu diantisipasi.program adaptif. teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri dikemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. sayogianya memberi peluang adanya kemerdekaan dan pemerataan dalam pendidikan. yang seharusnya juga berbeda. Karena itu arah pengembangan kurikulum harus berbasis pada pengembangan potensi manusia yang beragam. Pendidikan harus dilihat sebagai wahana untuk membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir. . yang lamanya minimum 6 bulan kerja sesuai dengan jam industri. Perlu disadari bahwa manusia dilahirkan unik dengan segala keberagaman dan kecepatannya. guna menjalani dan mengatasi masalah kehidupan pada hari esok maupun masa depan yang selalu berubah. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan. Pendidikan kejuruan perlu mengajar dan melatih peserta didik untuk menguasai kompetensi dan kemampuan lain yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan dan yang berguna sebagai modal untuk mengembangkan dirinya di kemudian hari.

Membekali peserta didi dengan kompetensi-kompetensi sesuai dengan program keahlian yang dipilih. 6) Proses Pembelajaran . maka sistem penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar berbasis kompetensi dan penilaian berbasis kelas dengan ciri sebagai berikut: Menggunakan Penilaian Acuan Patokan (Criterion Reference Assessment) Keberhasilan peserta didik hanya dikategorikan dalam bentuk ‖kompeten‖ dan ‖belum kompeten‖ Penilaian dilaksanakan secara berkelanjutan Selain itu untuk pengakuan terhadap kompetensi yang telah dikuasai oleh peserta diklat. adaptif dan produktif. Khusus untuk program produktif ada acuan baku yang dikenal dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) 4) Strategi Pembelajaran Pembelajaran kurikulum SMK 2004 berbasis kompetensi menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) untuk dapat menguasai sikap. agar apa yang telah dicapai peserta didik dapat diserfikasi oleh dunia kerja. 3) Pengorganisasian Materi Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/dunia usaha/asosiasi profesi. Untuk dapat belajar secara tuntas. dikembangkan prinsip pembelajaran : Learning by doing (belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata yang memberikan pengalaman belajar bermakna). Individualized learning (pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu) dilaksanakan dengan sistem moduler. materi diklat dikemas dalam berbagai mata diklat yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi program normatif. dikembangkan menjadi pembelajaran berbasis produksi. perlu dikembangkan mekanisme pengakuan sebagai berikut: Verifikasi terhadap hasil penilaian pihak internal SMK oleh pihak eksternal. pengetahuan dan keterampilan agar dapat bekerja sesuai dengan profesinya seperti yang dituntut suatu kompetensi. Recognition of Prior Learning (RPL) atau Recognition of Current Competency (RCC) untuk mendukung pelaksanaan sistem multi-entry/multi-exit. 5) Teknik Evaluasi Hasil Belajar Konsistensi dengan pendekatan kompetensi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SMK Edisi 2004.

Pola penyelenggaraan pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG). BAB III ANALISA TERHADAP PERUBAHAN KURIKULUM Dari tahun 1984 sampai tahun 2004 Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya mengenai kurikulum 1984 dapat disebutkan bahwa kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri antara lain : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) bertujuan menyiapkan siswa menjadi tenaga siap kerja dengan memberi peluang yang luas untuk mengembangkan diri menitikberarkan pada proses tanpa mengabaikan hasil orientasi pada siswa meningkatkan komunikasi dua arah melalui keterampilan proses organisasi kurikulum terdiri atas MPDU dan MPDK pelajaran teori diintegrasikan ke dalam pelajaran praktek untuk mata pelajaran yang sama tahun pertama merupakan tahun bersama ( belum dijuruskan) menerapkan system kredit semester mulai dilaksanakannya bimbingan karir (BK) sifat SMK tidak terminal. lulusannya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi . Faktor kompetensi dan profesionalisme guru yang kurang memadai. Terdapatnya kesenjangan yang mencolok antara SMK yang ada di kota-kota besar dengan daerah. 7) Hambatan Utama dalam Implementasi Kurikulum Dalam pelaksanaan kurikulum SMK Edisi 2004 mengalami beberapa hambatan misalnya : Secara umum belum memandainya sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia. fasilitas belajar dan peralatan laboratorium banyak yang rusak/tidak layak dan tidak sesuai lagi dengan peralatan yang ada di dunia kerja.Pelaksanaan pembelajaran dituangkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. multi-entry exit (MEME) dan pendidikan jarak jauh. sehingga kurikulum tidak bisa berjalan secara efektif. sehingga kita tidak bisa memacu pendidikan dengan cepat.

Struktrur program Kurikulum SMK Tahun 1994 terdiri dari program umum dan program kejuruan. dan pihak yang lebih mengetahui kebutuhan kerja. 3. dan evaluasi. juga sebagai sub sistim dari sistim pembangunan sumber daya manusia. dan program produktif. Pada pola kurikulum 1984. Salah satu inovasi pada Kurikulum SMK Edisi 1999 adalah pemberlakuan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R. sedangkan Kurikulum Edisi 1999 menggunakan pendekatan kombinasi competency based dan broad based. karena itu berhak dan perlu diajak ikut serta dalam perencanaan.10) mulai diimplementasikannya mata pelajaran PSPB dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran per minggu 11) keterpaduan teori dan praktek dalam pelaksanaan dengan bobot praktek kejuruan sekitar 40% dari keseluruhan program pendidikan 12) susunan dengan pola program inti dan program pilihan dengan porsi 60% : 40% 13) istilah-istilah yang digunakan adakah kelompok. 4. Evaluasi Kurikulum 1994 dilaksanakan secara parsial. struktur program. Kurikulum edisi 1984 merupakan kurikulum yang pendekatan pembelajarannya pada ―school-based program‖ sedangkan pada kurikulum edisi 1994 terjadi perubahan pola pembelajaran yang berorientasi menjadi ―dual-based program‖ yang di implimentasikan melalui pendekatan ―link and macth‖ dengan pelaksanaan melalui Pendidikan sistem ganda (PSG). Pembelajaran menurut Kurikulum SMK 1994 disajikan dalam periode catur wulan. sedangkan Kurikulum 1999 disajikan dalam sistem semester. sebaliknya pelaksanaan Kurikulum 1999 akan dievaluasi secara menyeluruh. Kurikulum SMK Edisi 1999 kemudian diperbaharui kembali dengan Kurikulum SMK Edisi 2004. yaitu: 1. pengelola pendidikan menengah kejuruan merasa paling tahu dan paling berhak menentukan dan melaksanakan pendidikan kejuruan telah berubah dengan memahami dan menyadari bahwa pihak dunia usaha dan industri adalah juga pihak yang berkepentingan terhadap hasil (Out come) pendidikan menengah kejuruan. Kurikulum SMK Tahun 1994 menggunakan pendekatan competency based. pelaksanaan dan penilaian hasil pendidikan menengah kejuruan. telah berkembang melihat pendidikan menengah kejuruan. Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Sistem . 2. Pola pikir lama yang melihat pendidikan menengah kejuruan sebagai sub sistim dari sistim pendidikan nasional saja. Pembaharuan kurikulum 1994 ini terletak juga pada: pendekatan. program adaptif. rumpun dan program studi.I. sementara itu Kurikulum SMK Edisi 1999 terdiri dari program normatif. periode ajaran.

2. Masa pengenalan sistem. rintisan pembaharuan yang dianggap strategis pada Kurikulum Edisi 1999 meliputi: 1. 2 Tahun 1989. pada Pasal 3 Ayat 2 disebutkan bahwa pendidikan menengah kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. dimana kurikulum SMK hanya meliputi Program Umum dan Program Kejuruan (Sebagai contoh. Inti dari perubahan ini adalah upaya untuk mendekatkan pendidikan kejuruan ke dunia usaha/industri. Keputusan Mendikbud No. Pengembangan model sertifikasi kompetensi di SMK 5. yang memuat komponenkomponen yang diperlukan dalam penyelenggaraan PSG. terutama dalam menentukan isi program adaptif untuk bidang keahlian yang sangat berbeda. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. dan Undang Undang No.Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan tanggal 31 Desember 1997. ada perubahan waktu pelaksanaan praktek industri dari 4 bulan menjadi 6 bulan. dalam PP 29/1990 ini pendidikan kejuruan juga mendapat porsi yang kecil. 323/U/1997 perlu direvisi karena terdapat rumusan-rumusan yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan IPTEK dan DUDI. dan rumusan peraturan untuk pendidikan kejuruan masih terasa sangat umum. 5. Masa rintisan sistem sertifikasi dari tahun 1996 – 1998. walaupun dalam kelompok kejuruan yang sama. Pasal 1 Ayat 3 menyatakan “pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu”. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah. pendidikan kejuruan hanya dijelaskan pada tiga tempat. Sebagaimana dalam Undang-Undang No. dimana telah dimulai pada era 1995 dengan dicanangkannya ―link and match program‖. Penyipan SMK sebagai Tempat Uji Kompetensi bagi Lembaga Sertifikasi Profesi/LSP (mulai 2003). Terdapat kendala akademis dalam pelaksanaan kurikulum broad based. Ada beberapa catatan penting yang menarik untuk dikaji mengenai implementasi dari Kurikulum SMK Edisi 1999 diantaranya adalah 1. 2. Sementara itu. Selain itu. pada Pasal 7 diatur syarat-syarat pendirian sekolah menengah kejuruan. Dalam PP 29/1990 ini. 4. . Kemudian. yang memerlukan kesiapan sekolah maupun institusi pasangan. 3. 4. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kejelasan kebijakan pendidikan kejuruan adalah membuat Peraturan Pemerintah tersendiri untuk menyempurnakan PP 29/1990 sehubungan dengan berlakunya Undang Undang No. pada Bab IV Program. Namun secara mendasar. Uji kompetensi sebagai bagian dari ujian akhir SMK (mulai 1999).

sedangkan untuk bidang-bidang keahlian dalam kelompok teknologi dan industri tetap menggunakan kurikulum competency based. dinyatakan: ―untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK diberlakukan Uji Kompetensi di samping EBTANAS‖. Strategei penerapan PSG dalam Kurikulum Edisi 1999 ternyata kurang berhasil atau boleh dikatakan gagal untuk mengatasi permasalahan pendidikan di SMK sehingga mulai era tahun 2000 kebijakan tentang ―link and match” dan model pendidikan ―sistem ganda‖ tidak populer lagi. Dari uraian di atas. tergantung dari kemampuan. 2. adaptif. Selama ini. kendala kesiapan dan potensi SMK. di Indonesia dilaksanakan model PSG untuk semua SMK dengan berbagai kondisi. kurang efektifnya guru pembimbing dari sekolah. muncul pemikiran alternatif-alternatif pelaksanaan Kurikulum SMK Edisi 1999. potensi. program pendidikan dan pelatihan terdiri dari program normatif. serta implementasi di lapangan mengenai kurikulum edisi revisi tahun 1999 ini dapat diberikan beberapa catatan penting. dengan pertimbangan Majelis Sekolah. model PSG. 1. begitu juga sertifikasi yang dikeluarkan oleh badan/lembaga sertifikasi tidak diakui oleh industri. dan model sekolah. serta lemahnya manajemen pelatihan di industri. dan produktif. yakni. (2) Waktu pelaksanaan praktek industri dapat dipilih oleh masing-masing SMK yang lamanya 4-6 bulan tergantung dari kesiapan sekolah dan institusi pasangannya. Dalam Kebijakan Teknis Pengembangan dan Implementasi Kurikulum SMK Edisi 1999. antara lain: kendala geografis. dan lingkungan masing-masing SMK. 7. Barangkali lebih efisien apabila model PSG ini tidak harus dilaksanakan untuk semua SMK. Dari kenyataan di atas. sulitnya menjalin kerjasama dengan IP. dan instruktur di industri.Pasal 8 dan 9 sudah tidak konsisten dengan Kurikulum SMK 1999). Kegagalan yang menonjol karena tidak adanya standarisasi dalam hal kompetensi dan sertifikasi sehingga pengetahuan dan keterampilan siswa ternyata sebagian besar tidak ―match‖ saat melamar pekerjaan. EBTANAS sifatnya wajib diikuti oleh seluruh siswa untuk dapat dinyatakan lulus dari SMK. Setiap sekolah. yaitu: model pasar. sedangkan Uji Kompetensi lebih bersifat memberi kesempatan kepada siswa untuk . kesiapan. kendala program SMK yang kurang didukung oleh keberadaan industri di daerah yang bersangkutan. Sedangkan menurut Kurikulum 1999. yang dirumuskan oleh Balitbang dan Ditjen Dikdasmen. diberi kebebasan untuk memilih salah satu diantara empat model. Pelaksanaan PSG ternyata menemui berbagai keragaman kendala. misalnya: (1) Kurikulum kombinasi broad based dan competency based barangkali hanya dilaksanakan untuk bidang-bidang keahlian dalam kelompok di luar teknologi dan industri. model pendidikan koperatif. 6.

Sistem uji kompetensi dan sertifikasi menurut Kurikulum SMK Edisi 1999. yang memberikan opsi kepada siswa. dan pelaksanaan praktik industri. mengalami banyak perubahan mendasar dalam berbagai aspek. Namun. Sebaliknya. 5. Namun perlu diingat. perlu dibentuk ―Badan Akreditasi Nasional (BAN)‖ untuk SMK. 4. nampaknya uji kompetensi dan sertifikasi bersifat operasional. kesulitannya terletak pada pelaksanaan EBTANAS serta kurang memberi motivasi kepada siswa yang berpotensi untuk mengambil sertifikasi. Di samping itu. bahwa perubahan kurikulum bukan berarti terlepas begitu saja dengan kurikulum sebelumnya. Sistem Akreditasi di SMK masih menggunakan mekanisme Monitoring dan Evaluasi (ME) yang dilakukan oleh Tim Dikmenjur. Pada kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Rumusan ini memiliki sejumlah kelebihan dan kelemahan. Kelemahan lain berkaitan dengan sertifikasi adalah siswa kurang didorong untuk mengikuti sertifikasi. Setiap SMK memiliki nilai ME masing-masing. terutama dengan datangnya era perdagangan bebas. Perubahan dari Kurikulum SMK 1994 ke Kurikulum SMK 1999 masih belum dilegitimasi oleh peraturan perundangan-undangan yang mantap. sehingga bagi siswa yang tidak menggunakan kesempatan menempuh Uji Kompetensi dan Sertifikasi tetap dapat dinyatakan lulus dari SMK. Sesuai dengan landasan pemikiran . Sistem akreditasi di SMK selama ini menggunakan sistem Monitoring dan Evaluasi (ME) yang dilaksanakan oleh Tim Dikmenjur. Kebijakan yang demikian ini sejalan dengan semangat ―demokratisasi dalam pendidikan‖. Sedangkan kelemahannya terletak pada pelaksanaan EBTANAS yang harus memuat mata ujian yang mencerminkan kemampuan siswa pada program produktif. dengan unit analisis sekolah. terutama pada penerapan kurikulum broad based. karena sifatnya pilihan. dan SMK C memperoleh nilai C (Cukup). misalnya SMK A memperoleh nilai AB (Amat Baik). hal ini belum merupakan sistem akreditasi yang mapan seperti yang dimiliki oleh Pendidikan Tinggi. dinilai sejalan dengan ―demokratisasi dalam pendidikan‖. sertifikasi memiliki fungsi yang sangat menentukan.memperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. karena kedudukannya yang tidak wajib. SMK B memperoleh nilai B (Baik). dengan unit analisis program studi. 3. Kelebihan kebijakan ini terletak pada sifat pilihannya. dalam pelaksanaannya menghadapi kendala. Padahal di masa yang akan datang. Hal ini dimungkinkan menemui kendala-kendala teknis dalam pelaksanaannya. Untuk meningkatkan kefektifan standarisasi. Menurut rumusan ini. sedangkan EBTANAS sifatnya wajib bagi setiap siswa SMK untuk mengikutinya.

Deskripsi program pembelajaran normatif.Deskripsi terdiri dari: kompetensi/sub kompetensi. . Untuk lebih jauhnya bisa dilihat dalam tabel berikut mengenai perbedaan mendasar antara kurikulum edisi revisi 1999 dengan 2004 di SMK. No 1 2 3 4 KOMPONEN Landasan Dokumen Paradigma Standar Kompetensi Pola Program Yuridis Terdiri dari 3 buku yang terpisah Demand Driven Belum sepenuhnya mengacu pada Standar Kompetensi Program bersama pada bidang keahlian yang sama Tidak jelas Buku II belum dilengkapi dengan diagram Pencapaian Kompetensi Pedoman pelaksanaan kurikulum dalam bentuk uraian Belum ada standar pengembangan yang baku . Sebagian Mengacu pada SKN 5 Program keahlian sebagian terpisah sejak tingkat I Sebagian belum distandarisasi. IPTEK Menjadi satu buku terdiri dari 3 bagian Demand/Market driven. Filosofis. Dikembangkan dalam bentuk modul cetak dan modul interaktif /program multi media . Psikologis Sosial Budaya. pengetahuan dan keterampilan) Minimal 1 tahun 6 7 8 Kualifikasi Jabatan Diagram Pencapaian Kompetensi Pedoman Pelaksanaan Bahan Ajar 9 10 Deskripsi Program Pembelajran 11 Praktek Kerja Industri / OJT . Life Skills. materi pokok pembelajaran (sikap. . Oleh karena itu. dalam kurikulum 2004 masih memiliki keterkaitan dengan kurikulum sebelumnya.tentang perubahan kurikulum. pembelajaran pengetahuan dan keteram-pilan. Bagian II dilengkapi dengan Diagram Pencapaian Kompetensi Pedoman pelaksanaan kurikulum dalam bentuk prosedur operasi standar. adaftif dan produktif berbasis kompetensi. Minimal 6 bulan ASPEK Edisi 1999 Edisi 2004 Yuridis.Deskripsi terdiri dari: kompetensi/sub kompetensi.Deskripsi program pembelajaran normatif dan adaftif belum berbasis kompetensi. maka perubahan kurikulum akan senantiasa merupakan proses kontinyuitas yang sistematis. meski dalam banyak aspek memiliki banyak perubahan mendasar. kriteria unjuk kerja. dimana ditujukan pada pengembangan dan peningkatan mutu sistem pendidikan dalam menghadapai perubahan jaman serta kebutuhan para peserta didik.

Kurikulum edisi revisi 1999 yang lahir setelah munculnya era reformasi di Indonesia membawa angin perubahan yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan. 7. No 1.bag iii Prakerin 3 bulan terstruktur pada sem. Kurikulum ini mulai memperlihatkan suatu format pendidikan yang cenderung untuk melihat peserta didik sebagai manusia yang kompleks. Ashari djohar diantaranya yaitu. Kurikulum 1999 pada dasarnya sudah berupaya mrintis ke arah tersebut. Kurikulum 1999 2004 Topik masih banyak yang bernuansa Topik (diupayakan) dalam pohon ilmu pernyataan kompetensi Pemelajaran dan penilaian terikat pada Pemelajaran dan penilaian acuan waktu (semester) dilaksanakan per kompetensi sesuai rancangan urutan pencapaian kompetensi Dokumen terdiri dari 3 buku terpisah Dokumen jadi satu buku ( buku i. 4. Ashari djohar diantara persamaannya yaitu. yang memiliki berbagai kemampuan dan kebutuhan yang mesti digali secara optimal. 5. kognitif. . 6. meskipun belum secara optimal menggali dan menerapkannya. luas dan mendasar. 2. pada prinsipnya sama sejak kurikulum 1994 Konsep penilaian kompeten dan belum kompeten Pelaksanaan pendidikan sistem ganda Satuan waktu semester Arah pengembangan : Keterampilan menjelang 2020 untuk era global Sedangkan perbedaan yang ada menurut Dr. Jadi proses pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan dan penguatan aspek kognitif saja yang pada kurikulum sebelumnya (masa orba) menjadi fokus perhatian utama. Prakerin minimal 1 tahun.dan iii) Meliputi bag i. Menurut Dr. bag ii. waktu 5 disesuaikan kondisi Rumusan kompetensi belum mengacu Rumusan kompetensi sudah pada SKN mengacu pada SKN Berorientasi pada demand driven Berorientasi pada market driven dan life skill Normatif dan adaftif berbasis keilmuan Normatif dan adaftif berbasis kompetensi 3. Pendekatan berbasis kompetensi. ii. serta produksi. dan psikomotoriknya. Hal ini dipertegas lagi dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004 yang secara jelas dan tegas mengedepankan berbagai aspek yang dimiliki manusia (peserta didik) seperti aspek afektif. Ada beberapa persamaan dan perbedaan antara kurikulum 1999 dengan 2004 yang mendasar.

Persamaan dan Perbedaan Kurikulum Edisi 1999 – 2004. Aspek sikap tidak ada rumusannya Mata diklat PPKN dan Sejarah terpisah Materi adaftif disesuaikan dengan tuntutan bidang keahlian 13. Buku I tentang Ketentuan-ketentuan Pokok. Aspek sikap dirumuskan secara jelas PPKN dan Sejarah menjadi satu mata diklat Materi adaptif disesuaikan dengan tuntutan program keahlian Ada rancangan proses pencapaian kompetensi Dimungkinkan terjadinya: • Multi kurikulum • Multy-exit/entry Ada substansi noninstruksional yang jelas: • Life skills • Lingkungan hidup • Kompetensi kunci • Dll DAFTAR PUSTAKA Balitbang dan Dikdasmen. 1984. Dr. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Djohar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Balitbang dan Dikdasmen. Balitbang dan Dikdasmen. 12. Buku I tentang Ketentuan-ketentuan Pokok. Ashari. Kebijakan Teknis Pengembangan dan Implementasi Kurikulum Menengah Kejuruan. 1977.8. 1999. 10. 2006. 9. Jakarta: Balitbang dan Dikdasmen. Depdikbud. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Depdikbud. 11. Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan 1976. Kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan 1984. 1999. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. . 1999. Materi perkuliahan Sekolah Pascasarjana UPI Bandung. Memahami Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Edisi 1999 Berpendekatan Competency Based dan Board Based. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Edisi 1999. Jakarta.

Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia.. dilengkapi dengan PP No. . Satuan Tugas Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Indonesia. Program Pascasarjana UPI. dkk. 2002.Hasan Bachtiar. Jakarta. 1997. ——————. Dr. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan. Prof. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. Bandung: Fokus Media. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Keterampilan Menjelang 2020 untuk Era Glabal.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Bandung: Pustaka Ramadhan. PhD. Materi Kuliah Organisasi dan Manajemen PTK. Perencanaan Pengajaran Bidang Studi. Prof. Soenaryo. 2005. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Soenarto. ―Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful