STATUS UJIAN SKIZOFRENIA TIPE PARANOID

DISUSUN OLEH : Gilang Dwiputra (0920221224)

PENGUJI : Dr. Altin, Sp. KJ

KEPANITERAAN ILMU PSIKIATRI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO JAKARTA 2011
1

Riwayat Gangguan Sekarang Pasien datang dibawa ke IGD RSPAD Gatot Soebroto tanggal 19 Agustus 2011 oleh teman-teman satu angkatannya di Akademi Milter. A. Berdasarkan anamnesa teman pasien. IDENTITAS PASIEN Nama Tanggal lahir Umur Agama Suku bangsa Pendidikan Status Alamat Pekerjaan : Tn. : Purnawirawan TNI pangkat terakhir Letnan Dua Tanggal masuk RS : 19 Agustus 2011 II. Keluhan Utama KELUHAN UTAMA “autoanamnesis” : Pasien tidak tahu kenapa dirinya dibawa ke RSPAD Gatot Soebrot. Pasien diperintahkan untuk menurukan benderabendera tersebut. menurut penduduk sekitar pasien sudah berada disana sejak 3 tahun yang lalu. pasien adalah seorang tentara yang telah lama hilang kurang lebih 20 tahun. Pasien melaporkan hal tersebut kepada Komandannya. terjadi demonstrasi besar di dekat Gereja Mottel pada tahun 1991. J. pasien merupakan tentara terbaik karena mampu menangkap pimpinan pembrontakan Fretellin. Pasien merupakan tentara yang ditugaskan di Timor-Timur. B. Pasien melaksanakan perintah tersebut dan para demonstran tersebut meninggal. Demonstran mengibarkan bendera Fretellin dan Nazi serta membawa senjata api.STATUS PASIEN I. Dalam tugasnya. : 12 Maret 1966 : 46 tahun : Nasrani : Batak : Akademi Militer : Menikah : -. Pasien melaporkan hal tersebut kepada Komandannya. Diperintahkan oleh Komandannya untuk FC (force contact). RIWAYAT PSIKIATRI Anamnesa dilakukan secara autoanamnesa pada tanggal 9 September 2011 dan tidak dilakukan Alloanamnesa karena kesulitan mencari informasi tentang keluarganya. Ketika pasien meminta bendera tersebut demonstran menolak. Suatu ketika di Timor-Timur. 2 . Pasien di temukan di daerah pejompongan. Keluhan Tambahan Tidak ada C.

Setelah itu tidak ada kabar lagi. Riwayat Gangguan Psikiatri (-) 2. Setelah kejadian tersebut pasien mendapat hukuman penjara dan di pecat secara hormat dari TNI. Pasien mengaku kecewa saat di berhentikan secara terhormat dari TNI karena pasien mengaku tidak melakukan kesalahan. Pada perawatan awal Amino. Pasien tidak tahu kenapa dibawa kesini. Pada saat ini pasien hanya mengomentari bahwa kiamat sudah dekat karena banyak hal buruk yang sudah terjadi di dunia seperti buang anak.pasien coba menghentikan hal tersebut namun gagal. Pasien juga mendengar suara perintah untuk memusnahkan agama Islam. RIWAYAT GANGGUAN DAHULU 1. demam tinggi yang lama. Namun pasien mengaku bisa menerimanya karena dipekerjakan di perusahaan lain. pelacuran dan lain lain. Pasien juga bercerita bahwa agama islam harus di musnahkan dari Bumi karena dianggap agama terorist dan akan di agama Islamiyah. Beliau dapat menceritakan mengenai riwayat pekerjaan sewaktu di TNI maupun di Jayanti Group. hanya tahu teman-temannya yang membawa pasien kesini.Tidak lama kemudian terjadi pembrontakan yang lebih besar. Namun tidak lama setelah melapor. kejang. Riwayat Zat psikoaktif Pasien pernah menggunakan zat narkoba suntik yaitu heroin pada tahun 1999 hingga 2000. Pada anamnesa awal dikatakan bahwa nama pasien adalah Halilintar asli Aceh. pakaian kotor dan kebersihan diri kurang. Di perintahkan oleh Komandannya untuk dikondisikan. Riwayat Medis Berdasarkan autoanamnesis. Pasien juga bercerita bahwa ada sosok iblis yang mengikuti dia. terjadi suara tembakan dari prajurit. Pasien segera melapor kepada komandannya. Setelah itu pasien di pekerjakan di Perusahaan Jayanti Group oleh TNI. pasien terlihat lusuh rambut menggimbal. Pasien adalah pemilik perusahaan Jayanti Group yang tinggal di Istana Bogor. Pasien juga mengatakan bahwa pasien adalah korban dari suatu kejadian. Pasien mengaku awalnya di beri oleh temannya namun lama kelamaan pasien terus 3 . tidak didapatkan riwayat gangguan medis yang berhubungan dengan gangguan jiwanya seperti trauma kepala. Pasien terlihat tenang dan mau disuruh untuk membersihkan diri. Pada awalnya Pasien bercerita bahwa dia adalah pensiunan tentara. tumor otak. 3.

Riwayat Pendidikan Semasa SD hingga kelas 2 pasien masuk SD 03 petang Pejompongan. Riwayat Prenatal dan Perinatal Sulit dinilai. Masa Dewasa 1. Pasien mengaku prestasi di sekolah baik dan pernah mendapat juara lomba surat AlFatihah. Pasien tinggal bersama pengasuhnya. Pada kelas 2 pasien tidak naik karena mengikuti tugas ibunya. Semasa SD pasien memiliki prestasi yang baik dan sering mendapat 4 . Masa Pertengahan (3-11 tahun) Pada usia 5 tahun pasien bertemu dengan Ibunya. Masa Kanak-kanak (0-3 tahun) Sejak kecil pasien sering ditinggal oleh ibunya. pengasuh pasien meminta pasien untuk masuk Agama Kristen Protestan. kelas 3 pindah ke SD 04 petang pejompongan. D. Masa Kanak Akhir dan Remaja Ketika pasien memasuki SMP. saat SD pasien mengaku memliki banyak teman dan sering bermain dengan temaannya. B.menggunakannya. 4. Pasien mengaku menolak untuk masuk agama kristen. Pasien sering bolos sekolah. III. ayah pasien wafat pada saat pasien usia 5 tahun. Pasien mengaku sangat senang ketika bertemu dengan ibunya. RIWAYAT PRIBADI A. E. Pasien mengaku mengalami pergejolakan batin dan pasien mulai mencoba merokok dan prestasi mulai menurun. C. Semasa SMP dan SMA pasien mengaku sering berantem dan pernah di bina oleh polisi selama 2 bulan. Pasien mengaku menggunakan barang tersebut karena stress memiliki masalah. Pasien berhenti pada tahun 2000 karena mengaku barang tersebut tidak berguna bagi dirinya. Riwayat Farmakoterapi (-). Saat ditanyakan masalah apa yang dimilikinya pasien tidak menjawab dan cenderung menghentikan pembicaraan.

rangking 1. 5. 3. Riwayat Pernikahan Pasien menikah pada tahun 1993 dan memiliki dua orang anak. Pasien pernah menjalani hukuman penjara selama 9 bulan karena kasus Santa Cruz. Pasien beragama Nasrani dan mengaku sering ke Gereja pada hari minggu. Namun. Pasien melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer Magelang pada tahun 1986. Pasien di pekerjakan di Jayanti Group Ambon pada tahun 1994 hingga tahun 2000. disana pasien terlibat dalam kasus Santa Cruz. Pada tahun 2001 pasien pernah di penjara selama 1 tahun 7 bulan di Salemba karena kasus membawa senjata api. Pasien di hukum penjara 12 bulan dan hanya menjalankan hukuman selama 9 bulan. 6. Pada saat SMA pasien mengaku sering bolos. 2. Pasien merasa kecewa karena merasa menjadi korban. 5 . Pasien melanjutkan ke SMP 40. Pasien bertemu calon istrinya di Bali dan menikah tahun 1993. Alasan pasien tidak beragama karena pasien sedang di rawat dan tidak sholat dan tidak ke gereja. 4. Agama Pasien mengaku agama pertamanya adalah Islam dan di paksa pindah agama Kristen Protestan saat pasien duduk di kelas 1 SMP. Pasien pernah di tugaskan di Timor-timur. Saat ini pasien mangaku tidak memiliki agama. Istri bernama CE dan anak pertama bernama N yang lahir tahun 1994 dan anak kedua K pada tahun 2000. Riwayat Pekerjaan Setelah lulus AKMIL pasien bekerja sebagai TNI-AD hingga tahun 1991 dengan pangkat terakhir letnan dua. Disana pasien prestasi menurun dan mulai merokok karena dipaksa masuk Kristen Protestan oleh pengasuhnya. pasien baru menentukan untuk memilih agama setelah keluar dari perawatan. Pasien melanjutkan di SMA 24. Riwayat Psikoseksual Pasien mengaku sejak kecil di jodohkan oleh anak dari teman ibu pasien namun tidak sampai jenjang pernikahan. Riwayat Hukum Saat pasien kelas 3 SMP dan 3 SMA pernah di penjara karena kasus perkelahian dan dibina oleh polisi selama 2 bulan. Pasien menjadi tersangka karena dianggap lalai terhadap pasukannya.

Persepsi pasien tentang diri dan lingkungan 6 . 9. Adik perempuan pasien ikut bersama ibu pasien. Kehidupan sekarang (-).7. Pasien tinggal di jakarta dan di asuh oleh pengasuhnya. Riwayat Keluarga Pasien adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Aktifitas Sosial Pasien mengaku sering berinteraksi dengan tetangga terutama saat kegiatan khusus seperti kerja bakti dan acara tujuhbelas agustus. GENOGRAM Keterangan: : Laki-laki : Perempuan : Pasien 10. Ayah pasien meninggal saat pasien usia 8 tahun. 8. Pasien memiliki 2 anak. anak pertama perempuan lahir pada tahun 1994 dan anak kedua laki-laki lahir tahun 2000 Pasien mengaku terakhir bertemu dengan anak-anaknya 2 minggu sebelum perawatan. Ibu pasien meninggalkan pasien saat usia 5 bulan dan bertemu kembali pada saat ayah pasien meninggal.

pasien ingin sembuh dan melanjutkan kehidupannya serta pekerjaannya di Jayanti Group. 7 . berkulit sawo matang. artikulasi jelas. Gangguan Persepsi Halusinasi auditorik Pasien mengaku mendengar suara perintah untuk memusnahkan agama Islam dan suara provokator. perawatan diri baik. Kualitas : Spontan. Perilaku dan Aktifitas Psikomotor Selama wawancara pasien mengajak duduk bersebelahan. Bicara Kuantitas : bicara panjang lebar dan sulit di hentikan. Afek : hipotimia : terbatas 3. D. Penampilan Pasien berjenis kelamin laki-laki usia 46 tahun dengan penampilan terlihat lebih tua dari usia. 11. fantasi dan nilai-nilai Saat ditanya mengenai mimpi yang selalu datang dalam tidur. B. pasien hanya bisa menjawab di Rumah sakit ketika dikonfirmasi rumah sakit mana pasien tidak tahu. Kerapihan diri baik. Pasien berambut pendek. tinggi badan sedang sekitar 160 cm. Kontak mata kurang bila berbicara berdiri berhadapan. STATUS MENTAL A. celana panjang warna hitam. Sering Pasien duduk dengan tatapan yang kosong. 2. Sikap terhadap pemeriksa Pasien kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemeriksa terutama mengenai gejala yang pasien derita seperti halusinasi auditorik dan waham. Mimpi. 3. volume suara kurang.Saat ditanya pasien sedang berada dimana dan kenapa pasien bisa berada di Paviliun Amino sekarang. Deskripsi Umum 1. IV. Mood dan Afek 1. Keserasian : kurang serasi dengan pikiran C. Mood 2. Persepsi keluarga tentang diri pasien 12. Pasien menyudahi wawancara bila menyinggung masalah yang terjadi pada tahun 1999 dan 2005. Pasien menggunakan baju kerah putih. dan intonasi jelas. dan muka berbentuk oval.

E. Daya ingat jangka pendek Baik. Orientasi Waktu : Disorientasi waktu.ada sosok iblis yang mengikuti pasien. Isi pikiran Waham kebesaran : Pasien menggap dirinya dan keluarganya tinggal di Istana Bogor dan pemilik perusahaan Jayanti Group Waham Bizzare : . Pasien mengatakan sekarang adalah tahun 2005 dan usia pasien adalah 39 tahun. pasien ingin menghilangkan agama Islam dan menggantikannya menjadi agama islamiyah. 4. 5. 6. pasien dapat mengingat peristiwa yang terjadi di dalam hidupnya. pasien dapat mengenali dokter dan teman –temannya. pasien dapat mengingat siapa yang mengantarnya ke rumah sakit. pasien dapat menjelaskan kegiatan yang telah pasien lakukan hari ini.. Daya ingat jangka sedang Baik. 2. Daya Ingat Daya ingat jangka panjang Baik. : baik. 3. Intelegensia dan Kemampuan Informasi Kemampuan menghitung pasien baik. Proses pikiran Asosiasi longgar 2. Kemampuan Visospasial Sulit dinilai. Konsentrasi dan Perhatian Dalam hal kemampuan konsentrasi dan perhatian pasien tidak mengalami gangguan. 8 . Taraf kesadaran dan kesiagaan Compos mentis dengan kesiagaan kurang. Bentuk Pikiran Berpikir autistik 3. Pikiran 1. pasien mengetahui bahwa dirinya berada di Rumah sakit. 4. Daya ingat jangka segera Pasien dapat mengulang nama pemeriksa sesaat setelah di beritahu pemeriksa. Berpikir Abstrak Pasien dapat membedakan segala perbedaan benda. 7. Tempat Orang : Baik. Sensorium dan Kognitif 1.

8. DAYA NILAI DAN TILIKAN  Daya nilai sosial Pasien mengaku teman-teman satu angkatan di Akademi Militer sangat peduli dengan kondisi pasien.5.  Penilaian realita Dinilai dari sikap. 6. pikiran. sopan dan kooperatif. dan perilaku pasien. Pasien mengaku dirinya sehat namun tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. tidak ada nyeri tekan. dan perilaku pasien. Bising usus normal Ekstremitas 2. edema (-) Tanda rangsang menigeal: Negatif . Status Neurologis GCS : 15 9 : Baik : Compos mentis : Akral hangat. sebab halusinasi dan waham yang dapat menyebabkan gangguan pada sikap. 7. : Dalam batas normal : Simetris kiri kanan.  Tilikan Derajat 2. pikiran. PEMERIKSAAN DIAGNOSIS LEBIH LANJUT 1. Status Interna Keadaan umum Kesadaran Tanda vital Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi napas Suhu Mata Mulut dan gigi Thoraks : 120/80 mmHg : 84x/ menit : 20x/ menit : Afebris : Dalam batas normal. tidak ada ronkhi dan wheezing Jantung: Normal Abdomen : Cembung. tidak ada massa Paru: Vesikular. Pada pasien ini RTA terganggu. RELIABILITAS Secara umum pasien diragukan. PENGENDALIAN IMPULS Selama wawancara pasien terlihat tenang. tidak ada deformitas.

intonasi cukup dan artikulasi cukup.Tanda efek ekstrapiramidal Motorik : : Tidak ada 5555 5555 5555 5555 Sensorik : Dalam batas normal 9. Volume suara kurang. Pada alloanamnesa pasien sudah 20 tahun tidak diketahui keberadaanya. muka berbentuk oval dengan perawatan baik. Pada pemeriksaan status generalis dan neurologis tidak didapatkan kelainan. V. dan pasien juga sering berpikir autistik. Pemikiran yang berlawanan ini merupakan ambivalensi. Pasien ditemukan di Pejompongan dan menurut penduduk sekitar pasien sudah kurang lebih 3 tahun tinggal di Pejompngan. rambut pendek. Berdasarkan autoanamnesa terdapat waham bizzare yaitu pasien mengaku ada sosok iblis yang mendekatinya dan pasien menggap bahwa agama islam harus di musnahkan dan diganti oleh agama islamiyah. purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir letnan Dua dibawa oleh temannya ke UGD RSPAD pada tanggal 19 agustus 2011. dan sulit di hentikan. Pasien cenderung menyudahi wawancara bila menyinggung mengenai masalah yang dialami pasien tahun 1999 dan 2005. Selama wawancara pasien kooperatif. Aksis I 10 . berkulit sawo matang. FORMULASI DIAGNOSTIK Berdasarkan PPDGJ III. Pembicaraan yang dilakukan oleh pasien spontan. Pada pemeriksaan kognitif pasien baik. Pada pasien ini insight terganggu karena adanya halusinasi dan waham yang menyebabkan gangguan pada sikap. Pasien juga memiliki halusinasi auditorik yaitu suara perintah untuk memusnahkan agama islam dan suara provokator. Dalam proses berpikir pasien sering mengalami asosiasi longgar. Mood yang ditampilkan selama sehari bersama pasien hipotimia dengan afek terbatas dan tidak serasi dengan pikiran. dan perilaku pasien dengan tilikan derajat 2. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Pasien laki-laki berusia 46 tahun. Kontak mata dengan pemeriksa kurang. pasien mengalami gangguan jiwa yang dapat dilihat dari pola perilaku dan alam pikir yang secara klinis bermakna dan menimbulkan penderitaan (distress) dan hendaya (disability) dalam kehidupan sosial dan fungsional pasien. Dari pemeriksaan status mental tanggal 9 September 2011 didapatkan seorang laki-laki berpenampilan lebih dari seusianya. Kesadaran pasien compos mentis. pikiran. Pasien pernah di tugaskan di Timor-Timur serta terlibat kasus Santa Cruz dan menjadi “korban” dari kasus tersebut.

waham bizzare. disabilitas sedang) VI. Gejala-gejala tersebut membuat hendaya pasien dalam kehidupan sehari-hari. Namun. : GAF = 60-51 (saat ini). bentuk pikiran asosiasi longgar. Mood : hipotimia 11 . Aksis I B. didapatkan GAF pada saat ini adalah skala GAF = 60-51 (gejala sedang.Berdasarkan urutan hierarki adanya gangguan mental organik dapat disingkirkan karena dari riwayat perjalanan penyakit pasien tidak pernah menderita penyakit yang mengganggu fungsi otak. EVALUASI MULTIAKSIAL A. Aksis V : F20. Psikologik 1. Berdasarkan pedoman diagnostik PPDGJ-III terdapat gejala gangguan skizofrenia yaitu adanya halusinasi auditorik. Begitupun dengan gangguan mental dan perilaku akibat zat psikoaktif dapat disingkirkan karena tidak ada riwayat pasien menggunakan zat psikoaktif untuk saat ini. Organobiologik Belum dapat disingkirnan mengenai faktor organobiologik karena tidak ada alloanamnesa. Aksis II Ciri kepribadian masih harus ditanya kembali dari orang-orang yang tahu kepribadian pasien sebelum sakit. VII. Aksis IV E. : (-) : masalah kekecewaan dengan Kesatuannya.1 Skizofrenia paranoid dd psikotik akut : . Tipe skizofrenia yang diderita pasien adalah skizofrenia tipe paranoid dengan diagnosis banding Psikotik akut karena terdapat waham dan halusinasi auditorik yang jelas dan onset timbulnya gejala ini semua belum jelas. proses pikir yang autistik dan respon emosional yang terbatas. dari autoanamnesis didapatkan bahwa pasien adalah sosok yang merahasiakan sesuatu yang mengenai masalah internal yang orang lain tidak tahu. Aksis IV Terdapat kekecewaan dengan pemerintah terutama kasus Timor-Timur karena pasien menjadi korban dari suatu kasus yang menurut pasien hal itu sudah dalam standar prosedur. Aksis II C. DAFTAR MASALAH A. maka tidak ada diagnosis untuk aksis III. Aksis III Tidak ditemukan gangguan/ kelainan fisik bermakna. Aksis V Penilaian kemampuan penyesuaian menggunakan skala Global Assesment of Functioning (GAF) menurut PPDGJ III. B. Aksis III D.

Proses isi pikir 6. 2. Memberikan informasi dan edukasi pada pasien mengenai penyakitnya sehingga pasien dapat mengenali keadaannya. 3. 2. Terhadap keluarga 1. X. DISKUSI Pada pasien ini didapatkan adanya gangguan pada isi pikir dan persepsi yang menyebabkan distress dan disability pada pasien sehingga pasien dapat dimasukkan dalam kategori gangguan jiwa. Bentuk Pikir 7. asosiasi longgar. dianjurkan agar selalu rutin kontrol ke poliklinik. Bila pasien berobat jalan. Menjelaskan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga dan pentingnya rutinitas minum obat dalam proses kesembuhan pasien . Bicara : terbatas : spontan dan sulit dihentikan dengan volume yang kurang serta intonasi dan artikulasi yag cukup 4. misalnya dalam mengawasi minum obat. Gangguan persepsi 5. Mendorong pasien untuk minum obat secara teratur dengan mengajarkan manfaat dari obat-obatan yang diberikan. Tilikan : Halusinasi auditorik (+) : asosiasi longgar : Berpikir autistik : Waham bizzare : derajat 2. PROGNOSIS Ad Vitam Ad Fungsionam Ad Sanationam : : : dubia ad bonam dubia ad bonam dubia IX. Lingkungan & Sosioekonomi Masalah kecewa dengan kasus Santa Cruz karena mengaku tidak melakukan kesalahan. Mendorong kelurga agar lebih berperan dalam kesembuhan pasien. Isi pikir 8. Psikoterapi dan Sosioterapi: Terhadap pasien 1. RENCANA TERAPI A. Psikofarmaka Risperidone 2 x 2 mg/hari B. Afek 3. VIII. RTA terganggu C. berpikir autistik. waham bizzare.2. afek tumpul dan . atau menjenguk sesekali bila pasien dirawat.1 Pada pasien ini memenuhi untuk didiagnosis skizofrenia tipe paranoid dengan diagnosis banding psikotik akut karena pada pasien ini didapatkan 12 halusinasi auditorik.

perbaikan gejala positif dan negatif. Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Waham dan halusinasi yang jelas namun onset waktu belum bisa ditentukan. Pada pada pasien diberikan terapi anti-psikosis : Risperidone Risperidone merupakan benzisoxazole yang bekerja sebagai antagonis kuat 5 HT1A dan terutama 5 HT2A. memperbaiki respon klinik.. maka dengan itu di diagnosis banding dengan psikotik akut. Risperidone memiliki efek samping ekstrapiramidal yang rendah. dan gangguan isi pikir.  Quo ad sanactionam : Dubia Belum ditemukannya keluarga pasien dapat meragukan kepatuhan minum obat dan kontrol. dan reseptor dopamin D2. Psikoterapi dan sosioterapi Selain itu juga dilakukan psikoterapi dan sosioterapi yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan sosial. Namun untuk onset waktu belum diketahui.ambivalensi. 13 . serta reseptor adrenergik α1 dan α2 yang kuat dan muskarinik yang rendah. Prognosis pada pasien :  Quo ad vitam : Dubia ad bonam Adanya gangguan halusinasi. namun dengan pengawasan yang adekuat serta pengatasan gejala hal ini dapat dicegah dan diatasi. Risperidone lebih efektif mengatasi psikopatologi global. dapat menyebabkan adanya tindakan untuk menyakiti diri sendiri. rasa percaya diri dan dalam hal perawatan diri. Pada pasien ini memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia tipe paranoid dengan diagnosis banding psikotik akut karena : A.  Quo ad functionam : Dubia ad bonam Dengan perawatan yang maksimal pasien dapat menjalani fungsi kehidupan dengan baik.

2007 4. Kaplan IH. FK UNIKA ATMAJAYA. Edisi 3. Binarupa aksara. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas Dari PPDGJ-III. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psokotropik. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta 2010 3. Elvira DS. FK UNIKA ATMAJAYA. DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta 2003 2.XI. Edisi 7. Kaplan dan Saddock Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Jakarta 1997 14 . Jakarta. Jilid 1. Maslim R. Hadisukanto G. Buku Ajar Psikiatri. Sadock JB. Maslim R. Grebb AJ.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful