Pendahuluan “Sejarah tertulis berisi rekaman yang sangat sporadis dan tidak lengkap”, demikian Gordon Childe menulis

, “tentang apa yang telah manusia lakukan di pelbagai belahan dunia selama lima ribu tahun terakhir”. Idealnya sejarah adalah rekaman tentang semua rentetan peristiwa yang telah terjadi, yang berfungsi sebagai pengungkap segala sesuatu sesuai dengan fakta yang ada tanpa distorsi sedikitpun, tetapi pada kenyataannya ia hanya mengungkap sebagian rentetan peristiwa tersebut dan tidak bisa lepas sepenuhnya dari rekayasa yang biasanya dilakukan oleh penguasa politik. Meskipun fenomena semacam ini pernah terjadi, tetapi hal ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan remeh bahkan harus diluruskan, karena menyangkut dan memengaruhi kehidupan generasi selanjutnya sebagai aktor sejarah berikutnya. Apalagi sejarah yang dimaksud adalah sejarah tentang ilmu pengetahuan yang merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Dengan demikian, perlu adanya usaha yang sungguh-sungguh serta tanggung jawab moral dan akademik dalam pemaparan sejarah. Sebelum memaparkan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, penulis harus mengungkap sekilas tentang perbedaan antara pengetahuan dan ilmu agar tidak terjebak pada kesalahpahaman mengenai keduanya, sehingga pembaca bisa memahami dengan mudah dan benar apa yang dimaksud dengan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam makalah ini. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan yang terklasifikasi, tersistem, dan terukur serta dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sementara itu, pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai metafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, sedangkan ilmu sudah merupakan bagian yang lebih tinggi dari itu karena memiliki metode dan mekanisme tertentu. Jadi ilmu lebih khusus daripada pengetahuan, tetapi tidak berarti semua ilmu adalah pengetahuan. Uraian singkat di atas menggiring kita pada kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan di sini adalah ilmu bukan pengetahuan. Ilmu beraneka-ragam. Maskoeri Jasin membagi ilmu pengetahuan ke tiga kategori besar. Pertama, Ilmu Pengetahuan Sosial yang meliputi psikologi, pendidikan, antropologi, etnologi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Kedua, Ilmu Pengetahuan Alam yang meliputi fisika, kimia, dan biologi (botani, zoologi, morfologi, anatomi, fisiologi, sitologi, histologi, dan palaentologi). Ketiga, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa yang meliputi geologi (petrologi, vulkanologi, dan mineralogi), astronomi, dan geografi (fisiografi dan geografi biologi). Karena luasnya cakupan ilmu, penulis hanya fokus pada sejarah perkembangan sebagian ilmu dari masa ke masa yang terekam oleh literaturliteratur sejarah yang ada dan menyebutkan sebagian tokoh di balik penemuan teori ilmu dan pengembangannya. Ilmu Pengetahuan Zaman Purba Secara garis besar, Amsal Bakhtiar membagi periodeisasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuan menjadi empat periode: pada zaman Yunani kuno, pada zaman Islam, pada zaman renaisans dan modern, dan pada zaman kontemporer. Periodeisasi ini mengandung tiga kemungkinan. Pertama, menafikan adanya pengetahuan yang tersistem sebelum zaman Yunani kuno. Kedua, tidak adanya data historis tentang adanya ilmu sebelum zaman Yunani kuno yang sampai pada kita. Ketiga, Bakhtiar sengaja tidak mengungkapnya dalam bukunya. Jika

pengalaman. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah. dan Tiongkok di Asia. mewariskan peninggalan-peninggalan bermutu tinggi seperti piramida. menulis. dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu lahir seiring dengan adanya manusia di muka bumi hanya saja penamaan ilmu-ilmu itu biasanya muncul belakangan. Peradaban Mesir kuno. Oleh karena itu. Seperangkat pengetahuan tersebut semakin lama akan semakin tersusun rapi karena inilah karakteristik dasar ilmu. Penekanan terhadap kegunaan dan aplikasi cenderung lebih diutamakan daripada penamaannya. dan sistem klasifikasi Aristoteles. Zaman sebelum itu dimasukkan orang ke dalam kategori pra-sejarah.000 sampai 600 tahun Sebelum Masehi. Meski agak berbeda dengan pendapat tersebut. kuil. masa sejarah dimulai kurang lebih 15. Menurut George J. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai permulaan zaman pra-sejarah dan zaman sejarah. maka penulis perlu mengungkapnya meski hanya sekilas karena keterbatasan referensi yang ada pada penulis. Menurut Soetriono dan SDRm Rita Hanafie. Jika kita menafikan adanya ilmu tertentu yang mereka miliki. permulaan ilmu dapat disusur sampai pada permulaan manusia. Muhammad Husain Haekal (1888-1956) berpendapat lebih spesifik bahwa sumber peradaban sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu (berarti sekitar 4000 SM) adalah Mesir. Mouly. Tak diragukan lagi bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. misalnya. Peninggalan-peninggalan ini tidak mungkin ada tanpa adanya ilmu yang mereka miliki. Teori ini berlaku secara umum terhadap beberapa – untuk tidak dikatakan semua– disiplin ilmu dari generasi ke generasi. Mereka sudah bisa menghitung dan mengenal angka. Berbekal otak. geometri. Mereka telah mengenal membaca. Sumeria. Niniveh. maka kita akan sulit menjawab pertanyaan: mungkinkah mereka bisa bertahan hidup bertahuntahun tanpa bekal apapun? Selanjutnya Mouly menyebutkan bukti-bukti secara berurutan terhadap pernyataannya sebagai berikut: Usaha mula-mula di bidang keilmuan yang tercatat dalam lembaran sejarah dilakukan oleh bangsa Mesir. dan sistem penatanan kota. yaitu Mesir di Afrika. kedokteran. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh bangsa Babilonia dan Hindu yang memberikan sumbangan-sumbangan yang berharga meskipun tidak seinsentif kegiatan bangsa Mesir. Proses pembangunan piramida yang menjulang tinggi dan .kemungkinan pertama yang terjadi. dan berhitung. dan kegiatan survei. Jika kemungkinan kedua yang benar. Babilonia. maka informasi dari teks-teks agama tentang nama-nama yang Adam ketahui. maka bukan berarti pengetahuan yang tersistem hanya ditemukan dan dimulai pada zaman Yunani kuno. tetapi ia sudah ada sebelumnya hanya saja informasinya tidak sampai pada kita. manusia purba sudah barang tentu memiliki seperangkat pengetahuan yang dapat membantu mereka mengarungi kehidupan. Setelah itu muncul bangsa Yunani yang menitikberatkan pada pengorganisasian ilmu di mana mereka bukan saja menyumbang perkembangan ilmu dengan astronomi. dan pengamatan terhadap gejala-gejala alam. Pada masa ini pengetahuan manusia berkembang lebih maju. sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah. Kebudayaan mereka pun mulai berkembang di berbagai tempat tertentu. namun juga silogisme yang menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman-pengalaman manusia. Jika kemungkinan ketiga yang berlaku. misalnya. di mana banjir sungai Nil yang terjadi tiap tahun ikut menyebabkan berkembangnya sistem almanak. Maya dan Inca di Amerika Tengah. tidak termasuk ilmu tetapi hanya pengetahuan belaka.

maka yang terbesit di pikiran para peminat kajian keilmuan bisa dipastikan adalah filsafat. Bertolak belakang dengan Heraklitos. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris. lingkaran menjadi 360 derajat. Mesir adalah pusat yang paling menonjol membawa peradaban pertama ke Yunani atau Rumawi. Menurut Haekal. Pengetahuan bangsa Babilonia ini sampai ke tangan Thales . Sementara itu. Filsafat di tangan mereka menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada generasi-generasi setelahnya. Phytagoras berpendapat bahwa bilangan adalah unsur utama alam dan sekaligus menjadi ukuran. Baginya yang mendasar dalam alam semesta adalah bukan bahannya. Dengan kata lain. yang dijuluki bapak filsafat. Ia ibarat pembuka pintupintu aneka ragam disiplin ilmu yang pengaruhnya terasa hingga sekarang. Parmenides (515-440 SM). . Parmenides berpendapat bahwa realitas merupakan keseluruhan yang bersatu. pada masa Babilonia lahir beberapa hal yang tergolong ilmu pengetahuan: pembagian hari menjadi dua puluh empat jam. Ketika kata Yunani disebutkan. Heraklitos (540-480 SM). Begitu juga orang Barat tanpa mengkaji pengembangan filsafat Yunani yang dikembangkan oleh umat Islam rasanya sulit bagi mereka membangun kembali peradaban mereka yang pernah mengalami masa-masa kegelapan menjadi sangat maju dan mengungguli peradaban-peradaban besar lainnya seperti sekarang ini. terbatas dan tidak terbatas. periode perkembangan filsafat Yunani merupakan entri poin untuk memasuki peradaban baru umat manusia. Menurut Anaximandros substansi pertama itu bersifat kekal. Filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal-usul alam adalah Thales (624-546 SM). Tanpa mengkaji dan mengembangkan warisan filsafat Yunani rasanya sulit bagi umat Islam kala itu merengkuh zaman keemasannya. setelah itu Anaximandros (610-540 SM). tidak bergerak dan tidak berubah. Sehingga wajar saja bila generasi-generasi setelahnya merasa berhutang budi padanya. sistem penataan kota membutuhkan arsitektur dan administrasi pemerintahan. menurut Betrand Russell. Begitu pula dengan proses pembangunan kuil megah mereka. Sementara itu. Thales. Inilah titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.tersusun dari batu-batu besar pilihan tak bisa lepas dari matematika dan arsitektur. dan meliputi segalanya yang dinamakan apeiron. termasuk juga umat Islam pada abad pertengahan masehi bahkan hingga sekarang. dan Phytagoras (580-500). peninggalanpeninggalan bersejarah tersebut menunjukkan adanya ilmu-ilmu tertentu yang mereka miliki sehingga mereka bisa mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan. Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno Yunani kuno sangat identik dengan filsafat. berpendapat bahwa asal alam adalah air. bukan air atau tanah. tidak terbatas. penemuan siklus gerhana yang memungkinkan terjadinya gerhana bulan bisa diramal dengan tepat dan gerhana matahari dengan beberapa perkiraan. Unsur-unsur bilangan itu adalah genap dan ganjil. melainkan aktor dan penyebabnya yaitu api. Dari proses inilah kemudian ilmu berkembang dari rahim filsafat yang akhirnya kita nikmati dalam bentuk teknologi. Karena itu. filosof Yunani. Padahal filsafat dalam pengertian yang sederhana sudah ada jauh sebelum para filosof klasik Yunani menekuni dan mengembangkannya. Heraklitos melihat alam semesta selalu dalam keadaan berubah.

Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional. Pembagian ilmu inilah yang menjadi pedoman bagi klasifikasi ilmu di kemudian hari.Jasa Phytagoras sangat besar dalam pengembangan ilmu. dan fisika) dan praktis (etika. Perbedaan pandangan bukan selalu berarti negatif. kebenaran bersifat subyektif dan relatif. selain mengembangkan filsafat mereka. Dia dianggap sebagai bapak ilmu karena mampu meletakkan dasar-dasar dan metode ilmiah secara sistematis. Ia adalah sumber ilusi. Antakia (Syiria). pemikiran rasional berkembang pada zaman Islam klasik (650-1250 M). Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir. . mereka juga melakukan inovasi di beberapa persoalan filsafat Yunani sehingga memiliki karakteristik islami. Menurutnya. ekonomi. Jadi setiap filosof mempunyai pandangan berbeda mengenai seluk beluk alam semesta. dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Pemikiran ini dipengaruhi oleh persepsi tentang bagaimana tingginya kedudukan akal seperti yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadis. penginderaan tidak dapat dipercaya. Pendapat Whitehead tidak seluruhnya benar karena umat Islam. Ilmu yang dikembangkan kemudian hari sampai hari ini sangat bergantung pada pendekatan matematika. Socrates membuktikan adanya kebenaran obyektif itu dengan menggunakan metode yang bersifat praktis dan dijalankan melalui percakapan-percakapan. ada kebenaran obyektif yang bergantung kepada manusia.N. A. misalnya. Karena demikian meresapnya serta lamanya pengaruh ajaran-ajaran Plato dan Aristoteles. Menurut mereka. Setelah mereka kemudian muncul beberapa filosof Sofis sebagai reaksi terhadap ketidakpuasan mereka terhadap jawaban dari para filosof alam dan mengalihkan penelitian mereka dari alam ke manusia. manusia adalah ukuran kebenaran sebagaimana diungkapkan oleh Protagoras (481-411 SM). metafisika. Bagi Plato. agama. maupun agama. dan Aristoteles (384-322 SM). Terbukti sebagian pandangan mereka mengilhami generasi setelahnya. Pandangan para filosof Sofis tersebut disanggah oleh para filosof setelahnya seperti Socrates (470-399 SM). Akal juga tidak mampu meyakinkan kita tentang alam semesta karena akal kita telah diperdaya oleh dilema subyektifitas. tidak akan ada ukuran yang absolut dalam etika. Pengaruh positif gerakan kaum sofis cukup terasa karena mereka membangkitkan semangat berfilsafat. Menurutnya. Kebenaran umum ada bukan dibuat-buat bahkan sudah ada di alam idea. Dia adalah filosof yang pertama kali membagi filsafat pada hal yang teoritis (logika. Bahkan dia tidak menganggap teori matematika mempunyai kebenaran absolut. fiqih. esensi mempunyai realitas yang ada di alam idea. Jundisyapur (Irak). tetapi justeru merupakan kekayaan khazanah keilmuan. terutama ilmu pasti dan ilmu alam. hadis. dan metafisika. dan politik). metafisika. Menurutnya. Pandangan ini merupakan cikal bakal humanisme. Whitehead memberikan catatan bahwa segenap filsafat sesudah masa hidup keduanya sesungguhnya merupakan usulan-usulan belaka terhadap ajaran-ajaran mereka. Khusus dalam bidang teologi. Mereka tidak memberikan jawaban final tentang etika. Persepsi ini bertemu dengan persepsi yang sama dari Yunani melalui filsafat dan sains Yunani yang berada di kota-kota pusat peradaban Yunani di Dunia Islam Zaman Klasik. Filsafat Yunani klasik mengalami puncaknya di tangan Aristoteles. usul fiqih. Selain Protagoras ada Gorgias (483-375 SM). seperti Alexandria (Mesir). Akibatnya. dan Bactra (Persia). tokoh utama mereka. kebenaran universal dapat ditemukan. Menurut Harun Nasution. Plato (429-347 SM). Bagi mereka.

Penerjemahan terus berlangsung sepanjang abad kesembilan dan sebagian besar abad kesepuluh. 1161 M). dan Mesir diduduki oleh orang Arab pada abad ketujuh. . 1037 M). Al-Khawārizmī dan para penerusnya menghasilkan metode-metode untuk menjalankan operasi-operasi matematika yang secara aritmatis mengandung berbagai kerumitan. Al-Ḥāwī karya al-Rāzī merupakan sebuah ensiklopedi mengenai seluruh perkembangan ilmu kedokteran sampai masanya. Dalam bidang kedokteran ada Abū Bakar Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī atau Rhazes (250313 H/864-925 M atau 320 H/932 M) . dan Ibn Ẓuhr atau Avenzoar (w. Istilah “algebra” diambil dari judul karyanya. 1007 M). dan mempertahankan pandangan kebalikannya bahwa cahayalah yang memancar dari obyek ke mata. Dia memberi landasan untuk aljabar. Sejak saat itu dan seterusnya. Selain al-Battānī. ada Jābir ibn Aflaḥ (Geber) dan al-Biṭrūjī (Alpetragius). Beberapa terjemahan sudah mulai dikerjakan pada abad kedelapan. Di antara ahli matematika yang karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin adalah al-Nayrīzī atau Anaritius (w. Tulisan Abū al-Qāsim al-Zahrāwī tentang pembedahan (operasi) dan alat-alatnya merupakan sumbangan yang berharga dalam bidang kedokteran. dan Arab.W. Ibn al-Samḥ. dan kemudian menambah catatan hasil observasi klinisnya sendiri dan menyatakan pendapat finalnya. Di bidang astronomi dan matematika. Di bidang astronomi. Syiria. Ibn Rushd atau Averroes (1126-1198 M). ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani dikembangkan di berbagai pusat belajar. Ibn Sīnā atau Avicenna (w. dan Ibn al-Ṣaffār. sebuah lembaga khusus penerjemahan. Karya-karyanya adalah rintisan pertama dalam bidang aritmatika yang menggunakan cara penulisan desimal seperti yang ada dewasa ini. Mesir. Buku-buku matematika dan astronomi adalah buku-buku yang pertama kali diterjemahkan. Abū al-Qāsim al-Zahrāwī (Abulcasis). Untuk setiap penyakit dia menyertakan pandangan-pandangan dari para pengarang Yunani. Jābir ibn Aflaḥ dikenal karena karyanya di bidang trigonometri sperik. tetapi kemudian dipindahkan pertama kali ke Syiria. ada juga Maslamah al-Majrīṭī (w. India. Dia mendirikan Bayt al-Ḥikmah. Ibn Abī al-Rijāl (Abenragel) di bidang astrologi. Mereka mengagendakan agar menerjemahkan sejumlah buku penting dapat diterjemahkan. dan kemudian –pada sekitar tahun 900 M– ke Baghdad. Persia. misalnya mendapatkan akar kuadrat dari satu angka. Buku Canon of Medicine karya Ibnu Sīnā sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 M dan terus mendominasi pengajaran kedokteran di Eropa setidak-setidaknya sampai akhir abad ke-16 M dan seterusnya. terdapat banjir penerjemahan besar-besaran. AlKhawārizmī (Algorismus atau Alghoarismus) merupakan tokoh penting dalam bidang matematika dan astronomi. Istilah teknis algorisme diambil dari namanya. Ibn al-Haytham menentang teori Eucleides dan Ptolemeus yang menyatakan bahwa sinar visual memancar dari mata ke obyeknya. Ketepatan observasiobservasinya tentang gerhana telah digunakan untuk tujuan-tujuan perbandingan sampai tahun 1749 M. Akibat kontak semacam ini. al-Battānī (Albategnius) menghasilkan table-tabel astronomi yang luar biasa akuratnya pada sekitar tahun 900 M. melahirkan dokterdokter istana Hārūn al-Rashīd dan penggantinya sepanjang sekitar seratus tahun. Syiria. 922 M) dan Ibn al-Haytham atau Alhazen (w. Kolese Kristen Nestorian di Jundisyapur. Montgomery Watt menambahkan lebih rinci bahwa ketika Irak. Terdapat sebuah sekolah terkenal di Alexandria. pusat belajar yang paling penting. para khalifah dan para pemimpin kaum Muslim lainnya menyadari apa yang harus dipelajari dari ilmu pengetahuan Yunani. yakni angka-angka Arab. 1039 M). Penerjemahan secara serius baru dimulai pada masa pemerintahan al-Ma‟mūn (813833 M).

Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. sejarahwan terkenal. khususnya di Eropa. al-Fārābī (w. Ibn Ṭufayl atau Abubacer (w. Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. mineralogi. dan rasionalisme. al-Ghazālī (w. Al-Kindī sangat ingin memperkenalkan filsafat dan sains Yunani kepada sesama pemakai bahasa Arab. Dalam bidang botani. sekulerisme. 1198 M). karya orang Arab mencakup gambaran dan daftar berbagai macam tanaman. Ibn Sīnā atau Avicenna (w. 1185 M). dalam filsafat Kristen dia baru lahir. Sebagian besar kata untuk menunjukkan zat dan bejana-bejana kimia yang belakangan menjadi bahasa orang-orang Eropa berasal dari karya-karyanya. Ibn Bājah atau Avempace (w. tetapi juga pada sebagian besar pemikir-pemikir bebas non-profesional. zaman renaisans. Selain disiplin-disiplin ilmu di atas. sebagian umat Islam juga menekuni logika dan filsafat. dan Ibn Rushd atau Averroes (w. Dalam filsafat Islam dia sudah berakhir. Sebut saja al-Kindī. empirisisme. . individualisme. 950 M). adalah orang pertama yang menggunakan istilah renaisans.Dalam bidang kimia ada Jābir ibn Ḥayyān (Geber) dan al-Bīrūnī (362-442 H/973-1050 M). Beberapa di antaranya memiliki kegunaan praktis. sementara Kristen semakin ditinggalkan karena semangat humanisme. Sebagian orang menganggap bahwa zaman modern hanyalah perluasan dari zaman renaisans. Rasionalisme Ibn Rushd inilah yang mengilhami orang Barat pada abad pertengahan dan mulai membangun kembali peradaban mereka yang sudah terpuruk berabad-abad lamanya yang terwujud dengan lahirnya zaman pencerahan atau renaisans. Bisa dikatakan abad pertengahan berakhir tatkala datangnya zaman renaisans. Ciri utama renaisans yaitu humanisme. Menurut Betrand Russell. para pengagumnya pertama-tama adalah dari kalangan Franciscan dan di Universitas Paris. Menurut Felix Klein-Franke. 1111 M). Pengaruhnya di Eropa sangat besar. al-Bīrūnī mengukur sendiri gaya berat khusus dari beberapa zat yang mencapai ketepatan tinggi. binatang. Di Kalangan filosof profesional. dan batuan. Para sejarahwan biasanya menggunakan istilah ini untuk menunjuk berbagai periode kebangkitan intelektual. yang menentang keabadian dan disebut Averroists. yang sebagian di antaranya kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh al-Fārābī. al-Kindī berjasa membuat filsafat dan ilmu Yunani dapat diakses dan membangun fondasi filsafat dalam Islam dari sumbersumber yang jarang dan sulit. dan lebih khusus lagi di Italia sepanjang abad ke-15 dan ke-16. zoologi. Agak sulit menentukan garis batas yang jelas antara abad pertengahan. seperti yang sering dia tandaskan. Sebagian karya Jābir ibn Ḥayyān memaparkan metode-metode pengolahan berbagai zat kimia maupun metode pemurniannya. dan zaman modern. Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisisme. yakni ketika karya tersebut dihubungkan dengan bidang farmakologi dan perawatan medis. 1138 M). dan menentang para teolog ortodoks yang menolak pengetahuan asing. Sementara itu. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern Michelet. bukan hanya terhadap para skolastik. 1037 M). Ibn Rushd lebih terkenal dalam filsafat Kristen daripada filsafat Islam.

psikologi. Lavoiser adalah peletak dasar ilmu kimia sebagaimana kita kenal sekarang. Antonie Laurent Lavoiser (1743-1794 M). Galileo Galilei (1564-1643 M). sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang. ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi. arkeologi. Pada periode selanjutnya ilmu kimia menjadi kajian yang amat menarik. Leibniz (1646-1716 M). Dia juga berjasa dalam menetapkan hukum lintasan peluru. Dialah yang menemukan bahwa orbit planet berbentuk elips. perhitungan calculus. sementara pada abad ke-19 lahirlah pharmakologi. hukum. Selanjutnya tokoh penemu di bidang sains pada zaman modern (abad 17-19 M): Sir Isaac Newton (1643-1727 M). fisika. geofisika.Tokoh penemu di bidang sains pada masa renaisans (abad 15-16 M): Nicolaus Copernicus (1473-1543 M). Zaman kontemporer identik dengan rekonstruksi. Perkembangan ilmu di zaman ini meliputi hampir seluruh bidang ilmu dan teknologi. dan percepatan. Galileo adalah ahli astronomi Italia yang melakukan pengamatan teleskopik dan mengukuhkan gagasan Copernicus bahwa tata surya berpusat pada matahari. maka runtuhlah anggapan bahwa atom adalah bahan terkecil dan mulailah ilmu baru dalam kerangka kimia-fisika yaitu fisika nuklir. ilmu yang berkembang adalah matematika. dan politik serta ilmu-ilmu eksakta seperti fisika. kimia. Thompson menemukan elektron. antropologi. Dengan penemuannya ini. Copernicus menemukan teori heliosentrisme. Perkembangan ilmu pada abad ke-18 telah melahirkan ilmu seperti taksonomi. yaitu perputaran sehari-hari pada porosnya dan gerak tahunan mengelilingi matahari. dan statistika. bukan bumi sebagaimana teori geosentrisme yang dikemukakan oleh Ptolomeus (127-151). dekonstruksi. dan astronomi. ekonomi.J. dan biologi serta aplikasi-aplikasinya di bidang teknologi rekayasa genetika. Dialah penemu planet Jupiter yang dikelilingi oleh empat buah bulan. Pada tahap selanjutnya. gerak. dan filsafat yang ada sudah ada sebelumnya. Sasaran rekonstruksi dan dekonstruksi biasanya teori-teori ilmu sosial. Prestley menemukan sembilan macam hawa No dan oksigen yang antara lain dapat dihasilkan oleh tanaman. Joseph Black (1728-1799 M). eksakta. Pada masa Newton. Teori ini melahirkan revolusi pemikiran tentang alam semesta. dan J. dan sosiologi.J. Inkuisi takut akan penemuannya dan memaksanya meninggalkan studi astronominya. Joseph Prestley (1733-1804 M). dan inovasi-inovasi teknologi di berbagai bidang. terutama astronomi. informasi. sementara inovasi-inovasi teknologi semakin hari semakin cepat seperti yang kita saksikan dan nikmati sekarang ini. ilmu-ilmu zaman modern memengaruhi perkembangan ilmu zaman kontemporer. bahwa planet bergerak cepat bila berada di dekat matahari dan lambat bila jauh darinya. geomophologi. Black adalah pelopor dalam pemeriksaan kualitatif dan penemu gas CO2. ekonomi. Thompson. palaentologi. dan optika yang mendasari ilmu alam. Kepler adalah ahli astronomi Jerman yang terpengaruh ajaran Copernicus. dan Francis Bacon (1561-1626 M). J. Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15. Johanes Kepler (1571-1630 M). bumi memiliki dua macam gerak. Teknologi merupakan buah dari perkembangan ilmu pengetahuan yang dikembangkan dari generasi ke generasi. Menurutnya. kalkulus. Newton adalah penemu teori gravitasi. dan komunikasi. Komputer . yaitu matahari adalah pusat jagad raya.

Pada tahun 1997. para ahli malah lebih berencana menerapkan teknik kloning pada manusia. Gurdon dari Universitas Cambridge adalah orang pertama yang melakukan teknologi ini pada tahun 1961. Setelah berbagai keberhasilan teknik kloning yang pernah dilakukan. Penemuan bola lampu oleh Edison disusul oleh penemuan radio. dan komputer.[35] Dari komputer berkembang ke PC (private computer).merupakan hasil pengembangan dari perkembangan listrik (elektronika) yang pada awal penemuannya oleh Faraday belum diketahui kegunaannya. televisi. tetapi memiliki beragam keunggulan yang lebih besar. lap top. Pada tahun 1998. para peneliti di Universitas Hawai yang dipimpin oleh Dr. Pada tahun 1993. Pada tahun yang sama lahir lembu kloning pertama yang diberi mana Gene. Jerry Hall berhasil mengkloning embrio manusia dengan teknik pembelahan. dan terakhir simuter yaitu komputer jenis PDA (personal digital assistans). Dr. Ian Wilmut berhasil melakukan kloning mamalia pertama dengan kelahiran domba yang diberi nama Dolly. Gurdon berhasil memanipulasi telurtelur katak sehingga tumbuh menjadi kecebong kloning. Prof. Salah satu hasil teknologi yang menakjubkan dan kontroversial adalah teknologi rekayasa genetika yang berupa teknologi kloning. Gerald Schatten berhasil membuat kera kloning yang diberi nama Tetra.[37] Setelah uraian-uraian di atas. Teruhiko Wakayama berhasil melakukan kloning terhadap tikus hingga lebih dari lima generasi. Dr. selanjutnya kita lihat tabel klasifikasi perkembangan sebagian ilmu pengetahuan dari masa ke masa berdasarkan periodenya sebagai berikut[38]: ILMU-ILMU 2000 SM-300 M 300 M-1400 M 1400 M-1600 M Abad ke-17 Abad ke-18 Abad ke-19 Abad ke-20 MATEMATIKA Ilmu Hitung Geometri .[36] Semua contoh ini merupakan bukti bahwa penemuan teknologi sebagai buah perkembangan ilmu masih berkaitan dengan penemuan-penemuan sebelumnya yang kemudian dikembangkan dengan ukuran fisik yang semakin kecil. Pada tahun 2000. Dr.

Logika Teori Bilangan Aljabar Geometri Analitik Trigonometri Probabilitas dan Statistika Persamaan Diferensial Kalkulus Geometri Analistis Topologi Teori Informasi Teori Fungsi Geometri Non-Euclid Logika Matematik FISIKA Mekanika Optika Termodinamika Keelektrikan dan Kemagnetan Kristalogi Cryogenik Mekanika Statistika Mekanika Kwantum Fisika Partikel Fisika Nuklir .

Fisika Plasma Fisika Atom Fisika Molekul Fisika Zadat Fisika Relativitas KIMIA Alkimia Kimia Aroganik Kimia Kedokteran Kimia Analistis Pharmakologi Biokimia Kimia Organik Fisika Kwantum Kimia Fisika Kimia Nuklir Kimia Polimer ASTRONOMI Kosmologi Astronomi Posisionil Mekanika Benda Langit Astronomi Fisika Astronautika .

Radio Astronomi Astrofisika GEOLOGI Eksplorasi Geodesi Mineralogi Meteorologi Geofisika Statigrafi Sejarah Geologi Paleontologi Mineralogi Petrologi Geormorphologi Geografi Fisika/Fisis Srtuktur Geologi Geokimia Hidrologi Oceanografi BIOLOGI Ilmu Obat-obatan Phisiologi Anatomi .

Botani dan Zoologi Embriologi Pathologi Mikrobiologi Taksonomi Biofisika Anatomi Perbandingan Citologi Histologi Biokimia Ekologi Radiobiologi Biologi Molekul Genetika SOSIAL Pemerintahan Sejarah Filsafat Politik Ekonomi Arkeologi Antropologi Fisik Sosiologi .

ia juga berdampak negatif bagi kehidupan manusia.Antropologi Budaya Psikologi Penutup Tabel di atas belum mencakup semua ilmu pengetahuan. yaitu sejak Copernicus.[39] Fakta-fakta di atas menunukkan bahwa perkembangan ilmu tidak bisa dilepaskan dari rasa keingintahuan yang besar diiringi dengan usaha-usaha yang sungguh-sungguh melalui penalaran. agar tatanan kehidupan manusia di dunia ini tetap lestari. dan menemukan penemuan selanjutnya. ilmu pengetahuan dewasa ini telah berkembang menjadi sekitar 650 cabang. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi pemacu bagi pesatnya perkembangan ilmu yang melatarbelakangi semakin cepatnya penemuan dalam bidang teknologi yang kadang membuat sebagian orang terlena karenanya sehingga tidak sadar bahwa sebagian ilmu yang disalahgunakan bisa menjadi ancaman serius bagi kehidupan mereka. Kepler. Dengan kata lain. mengembangkan. Oleh karena itu. Perkembangan ilmu tanpa pengembangan moral-spiritual bisa menjadi ancaman bagi kehidupan manusia seperti yang bisa kita rasakan akhir-akhir ini yang berupa penyalahgunaan teknologi nuklir. percobaan. menurut Chalmers. karena sebagaimana kita tahu. . karena menurut Jujun Suriasumantri. 16-17. 13. Sejarah merupakan disiplin ilmu yang memiliki validitas kebenaran yang tinggi sehingga layak dijadikan bahan untuk mengambil pelajaran („ibrah). [2]Amsal Bakhtiar. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. Sejarah sudah membuktikannya. [] Footnote [1]Gordon Childe. maka perkembangan ilmu mesti diiringi dengan pengembangan moral-spiritual manusia itu sendiri. What Happened in History (Harmondswort: Penguin Books Ltd. diperkirakan sejak 400 tahun yang lalu. menyempurnakan. Filsafat Ilmu (Jakarta: Rajawali Pers. Galileo. dikenal pula dengan pembedaan ilmu dan ilmu terapan. perkembangan ilmu pengetahuan selain berdampak positif. sementara dampak negatifnya adalah semakin mengancam kehidupan mereka. Demikian pula pengembangan moral-spiritual tanpa diiringi perkembangan ilmu bisa menjadikan sebagian manusia kurang kreatif seperti yang terjadi pada orang Kristen pada zaman kegelapan Eropa. 1975). dan yang lebih jelas lagi sejak Francis Bacon pada abad ke-15 dan 16 sebagai ahli filsafat ilmu yang mengemukakan perlunya suatu metode dalam mempelajari pengalaman. penyempurnaan. Poin penting yang perlu dicatat di sini adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan pengembangan moral-spiritual manusianya. 2010). antara otak dan hati harus mendapatkan porsi perhatian yang seimbang. Bacon menekankan bahwa eksperimen dan observasi yang intensif merupakan landasan perkembangan ilmu. Dampak positifnya adalah semakin mempermudah kehidupan manusia. dan berani mengambil resiko tinggi sehingga menghasilkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi suatu generasi dan menjadi acuan pertimbangan bagi generasi selanjutnya untuk mengoreksi. Di samping sudah ada pemberdayaan antara ilmu-ilmu alam atau natural science dengan ilmu-ilmu sosial.

Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Chapra (Bandung: Remaja Rosdakarya. 87. 2007). [20]Ibid. Sejarah Hidup Muhammad. “Perkembangan Ilmu”. 1991). [8]George J. 1997). [11]Amsal Bakhtiar. 6. 2005).. 117. [16]Amsal Bakhtiar. Islam Rasional (Bandung: Mizan. 2004). 257. Sejarah Hidup Muhammad (Jakarta: Litera AntarNusa.. 44-45. Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik dari Zaman Kuno hingga sekarang (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ed. Vol. Filsafat Ilmu. 1. Montgomery Watt. Kattsoff. Filsafat Ilmu. 29-31. [21]Pembahasan lebih detil tentang sosok. Pengantar Filsafat (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. [7]Muhammad Husain Haekal. dan pengaruh Abū Bakar Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī bisa dibaca dalam: Lenn E. “Perkembangan Ilmu”. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. 21-129. dalam Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. [15]Louis O. [10]Betrand Russell. “Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī”. 48-49. 2003). 21-23. [5]George J. Mouly. 27-28. 1. [17]Harun Nasution.. [19]Ibid. Filsafat Ilmu. Suriasumantri (Jakarta: Gramedia. 51-52. Goodman. Ilmu Alamiah Dasar (Jakarta: RajaGrafindo Persada. 35-39. ed. karya. 1. 23-27. 43.. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian (Yogyakarta: Andi Offset Yogya. [14]Ibid. Filsafat Ilmu. 2003). [18]W. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman (Bandung: Mizan. Mouly. [4]Amsal Bakhtiar. 87. [9]Muhammad Husain Haekal. 243-265. [13]Amsal Bakhtiar. Jujun S. Lihat juga: Ahmad Tafsir. 47-50. . 2002). [6]Soetriono dan SDRm Rita Hanafie. Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.[3]Maskoeri Jasin. 1998). 1996). [12]Ibid. 7.

The Scientist (New York: Time Inc. 120. Filsafat Ilmu. 567. 58. [31]Maskoeri Jasin. Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan. Jakarta: Rajawali Pers. Filsafat Ilmu. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian.. 2010. [36]Amsal Bakhtiar. ed. “Tentang Hakekat Ilmu: Sebuah Pengantar Redaksi”. . 76-77. Jujun S.. 51-52. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman (Bandung: Mizan.. [25]Ibid.. [30]Amsal Bakhtiar. 1. Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik dari Zaman Kuno hingga sekarang. 60-61.. 57-58. [33]Ibid. Montgomery Watt.[22]W. Filsafat Ilmu. ed. [28]Ahmad Tafsir. [23]Ibid. 79. Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Chapra. Bibliografi Bakhtiar. 49-50. yang diolah oleh Jujun Suriasumatri. [37]Ibid. [39]Soetriono dan SDRm Rita Hanafie. Ilmu Alamiah Dasar. Ilmu Alamiah Dasar. Amsal. Vol. 68-71. “Al-Kindī”. 2003). 57-62.. [24]Ibid. 1964). 1991). Filsafat Ilmu. dalam Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. 14-15. 209-210. [38]Henry Margenau dan David Bergamini. 202. [26]Felix Klein-Franke. Filsafat Ilmu. [29]Ibid. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. 58.. 52-56. Suriasumantri (Jakarta: Gramedia. 55.. [35]Maskoeri Jasin. 126. [34]Ibid. 125-126 dan Amsal Bakhtiar. [32]Amsal Bakhtiar. 86-99. [27]Betrand Russell.

ed. “Al-Kindī”. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman. dan SDRm Rita Hanafie. Bandung: Remaja Rosdakarya. Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Chapra. Louis. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. E. Sejarah Filsafat Barat dan Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik dari Zaman Kuno hingga sekarang. Kattsoff. ed. Suriasumantri. Vol. 2007. ed. Gordon. Watt. 1975. 2003. “Perkembangan Ilmu”. Nasution. Betrand. . 1996. Soetriono. Mouly. Muhammad Husain. Jasin. 1991. Haekal. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya. Montgomery. Islam Rasional. Ahmad. O. Yogyakarta: Andi Offset Yogya. “Muḥammad ibn Zakariyyā al-Rāzī”. Goodman. George J. 2003. Harmondswort: Penguin Books Ltd. 2002. 2004. Sejarah Hidup Muhammad. dalam Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian. 1. Ilmu Alamiah Dasar. Vol. Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan. 2003. Jakarta: Litera AntarNusa. 1997. W. dalam Ilmu dalam Perspektif: Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. Felix Klein-Franke. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1998.Childe. 1. Bandung: Mizan. Bandung: Mizan. 2005. Harun. Russell. What Happened in History. Jakarta: Gramedia. Bandung: Mizan. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Maskoeri. Pengantar Filsafat. Tafsir. Jujun S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful