BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Gizi 1. Definisi Zat Gizi Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mangatur proses – proses kehidupan (Almastier, 2002). 2. Pentingnya gizi pada ibu hamil Asupan   nutrisi   pada   masa   kehamilan   merupakan   faktor  utama   yang  mempengaruhi  kesehatan  bayi   yang  akan  dilahirkan.  Jika nutrisi yang diberikan berkualitas dan seimbang, mutu generasi  penerus   pun   bakal   lebih   terjamin.   kehamilan   pada   umumnya  merupakan   momen   yang   sangat   dinanti­nantikan   sekaligus  dicemaskan. Dinanti­nantikan karena dalam waktu sekitar 9 bulan  10   hari   akan   hadir   buah   hati   yang   semakin   menyemarakkan  kehidupan   rumah   tangga.   Namun,   di   sisi   lain,   tidak   jarang  kehamilan   mendatangkan   rasa   cemas,   terutama   pada   ibu   yang  tengah mengandung. Pada umumnya, ibu hamil mengkhawatirkan  kesehatan bayi yang dikandungnya. bisa dikatakan masa kehamilan,  terutama   pada   trimester   pertama,   merupakan   masa­masa   yang  rawan.   Oleh   karena   itu,   menjaga   kesehatan,   baik   kesehatan   ibu 

maupun   bayi   yang   dikandungnya,   pada   masa   kehamilan  merupakan   hal   yang   utama.   Kondisi   tubuh   ibu   berkorelasi   erat  dengan kondisi tubuh bayi. Jika seorang ibu hamil kondisi tubuhnya  sehat, secara otomatis janin yang ada di dalam kandungannya pun  akan   sehat.   Calon   bayi   akan   tumbuh   dan   berkembang   secara  optimal (Anon, 2012) 3. Kebutuhan Gizi Ibu Selama Hamil Menurut Puspitorini (2010), jika berat badan ibu normal sebelum kehamilan, ibu harus meningkatkan asupan kalori selama masa kehamilan. Selama trimester pertama (13 minggu pertama) ibu harus mengkonsumsi setidaknya 2.200 kalori tiap harinya. Selama trimester kedua dan ketiga, ibu sebaiknya mengkonsumsi kira-kira 300 kalori tiap harinya. Menurut Sunandar (2012), Kebutuhan nutrisi pada ibu hamil mutlak diperlukan untuk menentukan tumbuh kembang anak sejak masa dalam kandungan. Berbagai perubahan fisiologi, anatomi maupun metabolisme terjadi selama masa kehamilan yang disebabkan perubahan hormonal. Salah satu perubahannya adalah kemampuan ginjal yang menurun dalam menyerap kembali zat gizi dibanding sebelum masa kehamilan, selain itu perubahan pada plasenta yang berfungsi menyuplai zat gizi kepada janin.Sejak awal masa kehamilan, terjadi penyesuaian untuk mempersiapkan pertumbuhan janin, persalinan, dan menyusui. Cara paling mudah untuk memantau status gizi ibu hamil dengan melakukan penimbangan berat badan secara berkala. Kenaikan

proporsi lemak sebesar 2025%. dan sayur perlu juga dikonsumsi untuk mencegah sembelit/konstipasi. protein. kue – kue dan lain-lain. Pemeriksaan antenatal sebaiknya dilakukan agar status gizi ibu dapat diatur.berat badan pada hakekatnya merefleksikan asupan gizi ibu. Minum cairan 6 – 8 gelas per hari (Pinem. . makan 1 porsi lebih banyak dalam sehari dan sebelum hamil. sayur dan buah. terdiri dari makanan pokok. Selain itu tambahan serat yang terdapat pada buah. makan makanan yang bergizi dan beraneka ragam sesuai dengan anjuran petugas kesehatan. Sedangkan Menurut Depkes (2008). 2009). dan proporsi protein 10-15% dari total energi. Sumber nutrisi dalam makanan sehari-hari berasal dari karbohirat. lemak. Kebutuhan nutrisi untuk tambahan energi pada ibu hamil lebih besar dibandingkan ibu tidak hamil dan tidak menyusui. kacang. pagi dan sore hari seperti kolak. vitamin dan mineral dengan gizi seimbang dan jumlah yang cukup untuk kehamilan. makan makanan selingan. dan tidak ada pantangan makanan bagi ibu selama hamil. Untuk menjaga kesehatan perlu makanan yang mengandung karbohidrat. Pada umumnya bagi ibu hamil. lauk pauk. bubur kacang hijau. untuk menambah tenaga. dianjurkan proporsi karbohidrat sebesar 50-60%. lemak dan protein. Setiap hari makan lebih banyak makanan yang mengandung 2 jenis mineral yang penting untuk kehamilan yaitu kalsium dan zat besi.

Trimester I Trimester pertama kehamilan merupakan masa penyesuaian seorang perempuan terhadap kehamilannya. porsi kecil.Berikut ini adalah kebutuhan gizi ibu hamil berdasarkan usia kehamilan : a. penambahan kebutuhan zat-zat gizinya pun masih relatif kecil. seluruh zat gizi yang dikonsumsinya harus memenuhi kebutuhan janin. Hanya saja. Kekurangan gizi tertentu atau terkonsumsinya zat adiktif berbahaya bisa menyebabkan kegagalan pembentukan organ yang sempurna (Azwar. dalam Azwar (2011) zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil trimester I. 2011). dan tidak berselera makan. antara lain : 1) Kalori . Menurut Karyadi (2001) dan Haryanto (2000). Dalam keadaaan ini biasanya ibu hamil mengalami mual. dan frekuensi pemberian yang sering (Azwar 2011). Makanan sebaiknya diberikan dalam bentuk kering. muntahmuntah. Karena pada tiga bulan pertama ini pertumbuhan janin masih lambat. Pada trimester I ibu hamil memasuki masa anabolisme yaitu masa untuk menyimpan zat gizi sebanyak-banyaknya dari makanan yang disantap setiap hari untuk cadangan persediaan pada trimester berikutnya. Bahkan boleh dikatakan pada periode ini kebutuhan gizi calon ibu masih sama dengan wanita dewasa biasa. sehingga asupan makanan perlu diatur.

2) Protein Untuk membangun sel-sel baru janin.5 kg setiap minggu. Protein dapat diperoleh dari bahan makanan seperti daging. ikan. kuku. termasuk sel darah. meliputi pembentukan sel-sel baru. tempe dan oncom. Tambahan protein yang dibutuhkan setiap hari adalah 60 g atau 12 g lebih banyak ketimbang wanita dewasa tak hamil.Kalori dibutuhkan untuk perubahan dalam tubuh ibu hamil. dan jaringan otot dibutuhkan protein. Kekurangan energi dalam asupan makanan yang dikonsumsi menyebabkan tidak tercapainya penambahan berat badan ideal dari ibu hamil yaitu sekitar 11 . Protein juga diperlukan plasenta untuk membawa makanan ke janin dan juga pengaturan hormon sang ibu dan janin. pengaliran makanan dari pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta dan pembentukan enzim serta hormon yang mengatur pertumbuhan janin. rambut.14 kg.485 Kkal per hari. keju. 1998). Selama trimester pertama. kulit. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi rata-rata yang dianjurkan (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI. kacang-kacangan. telur. tahu. 3) Vitamin dan mineral . ibu hamil perlu tambahan 285 Kkal setiap hari atau sama dengan 2. wanita hamil perlu tambahan bobot badan sebanyak 0.

Tidak kalah penting vitamin B1 dan B2 serta niasin yang diperlukan dalam proses metabolisme tubuh. Zat kapur ini banyak terdapat pada susu dan olahannya serta kacang-kacangan. Pasokan zat besi juga tidak kalah penting karena pada masa hamil volume darah ibu akan meningkat 30%. Kalsium penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin. Sedangkan vitamin B6 dan B12 berguna untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh. dan tomat. pisang. brokoli.Diperlukan vitamin dan mineral yang merupakan zat gizi penting selama hamil. wortel. 4) Serat . Di samping itu. Vitamin C penting untuk membantu penyerapan zat besi selama hamil untuk mencegah anemia. Sementara itu vitamin E diperlukan untuk pembentukan sel-sel darah merah serta melindungi lemak dari kerusakan. plasenta harus mengalirkan cukup zat besi untuk perkembangan janin. Vitamin A dalam jumlah optimal diperlukan untuk pertumbuhan janin. Untuk pembentukan tulang serta persendian janin diperlukan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Asam folat dan seng penting untuk pertumbuhan susunan saraf pusat sehingga konsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat dapat mengurangi risiko kelainan susunan saraf pusat dan otak janin. Makanan yang kaya akan asam folat misalnya jeruk.

Konsumsi serat banyak terdapat pada buah dan sayuran. Menurut Karyadi (2001) dan Haryanto (2000). antara lain : 1) Kalori Tubuh membutuhkan tambahan 285 kalori setiap hari dibandingkan dengan sebelum hamil. karena dalam masa kehamilan muda ada kalanya terjadi muntah-muntah sehingga banyak mengeluarkan cairan tubuh.6 bulan. Untuk itu. Tubuh ibu juga mengalami perubahan dan adaptasi. janin mulai tumbuh pesat dibandingkan dengan sebelumnya.15 kg . Kecepatan pertumbuhan itu mencapai 10 gram per hari. 5) Air Kekurangan air (dehidrasi) harus segera ditanggulangi. saat kehamilan berusia 4 . misalnya pembesaran payudara dan mulai berfungsinya rahim serta plasenta. b. dalam Azwar (2011) zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil trimester II. berguna untuk membantu kerja sistem ekskresi sehingga mudah buang air besar. Trimester II Memasuki trimester kedua. peningkatan kualitas gizi sangat penting karena pada tahap ini ibu mulai menyimpan lemak dan zat gizi lainnya untuk cadangan sebagai bahan pembentuk ASI (air susu ibu) saat menyusui nanti. Konsumsi makanan ini setidaknya menghasilkan pertambahan bobot badan sekitar 8 .

juga untuk memenuhi kebutuhan suplai darah merah.sampai akhir trimester ketiga. konsumsi karbohidrat (50 . dan nabati seperti kacang-kacangan. Makanan yang banyak mengandung vitamin B6 ini antara lain ikan. dan tempe. Zinc dibutuhkan bagi sistem imunologi (kekebalan) tubuh. Vitamin ini dibutuhkan untuk membentuk protein dari asam amino. saraf otak. ikan. darah merah. tahu. terutama pada trimester . Kebutuhan protein didapat dari bahan makanan hewani seperti daging. Sejak trimester kedua ini. maka kebutuhan vitamin B6 akan tercukupi pula. Bila protein tercukupi. Di akhir bulan kehamilan. tubuh membutuhkan vitamin B6 dalam jumlah banyak dibandingkan sebelum hamil. dan otot-otot tubuh. Omega-3 juga berperan pada perkembangan otak dan retina janin. diusahakan untuk menambah bobot ½ kg setiap minggu. 3) Vitamin dan mineral Pada trimester ketiga. telur. Konsumsi zinc juga dapat menghindari lahirnya janin prematur dan berperan dalam perkembangan otak janin. 2) Protein Protein penting untuk pertumbuhan janin dan plasenta.60% dari total kalori) diperlukan dalam takaran yang cukup untuk persiapan tenaga ibu dalam masa persalinan. Jangan lupa mengonsumsi substansi omega-3 yang banyak terkandung dalam daging ikan tuna dan salmon.

Kalsium diperlukan pada trimester pertama hingga trimester ketiga karena merupakan zat gizi penting selama kehamilan. Faktor budaya . kekurangan seng menyebabkan bibir sumbing. c. dibutuhkan vitamin dan mineral untuk mendukung pesatnya pertumbuhan janin dan pembentukan otak. Kebutuhan energi janin didapat dari cadangan energi yang disimpan ibu selama tahap sebelumnya. Makanan yang kaya seng antara lain daging sapi dan ikan. Menurut Karyadi (2001) dan Haryanto (2000).9 bulan. hampir 70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Faktanya. Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu Hamil Menurut Karyadi (2001) dan Haryanto (2000) dalam Azwar (2011) banyak faktor yang mempengaruhi status gizi pada ibu hamil. dalam Azwar (2011) zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil trimester III tidak berbeda dengan ibu hamil trimester II. Sebab itu suplementasi pil besi diupayakan untuk diberikan selama kehamilan guna memenuhi kebutuhan zat besi itu.terakhir. Diduga. Kebutuhan zat besi meningkat terutama pada awal trimester kedua kehamilan. antara lain : a. ketika usia kehamilan mencapai 7 . 4. Trimester III Sedangkan pada tahap terakhir atau trimester ketiga.

karena dapat menyebabkan air ketuban berbau amis. Sosial ekonomi Kondisi sosial ekonomi dalam masyarakat merupakan indikator dalam penilaian apakah dalam satu keluarga itu mampu atau tidak dalam memenuhi kebutuhan. Adanya mitos-mitos yang salah tersebut sangat mempengaruhi status gizi ibu hamil. misalnya ibu tidak boleh makan ikan laut. misalnya anemia dan KEK. bahkan ibu hamil sangat dianjurkan banyak mengkonsumsi ikan karena mengandung protein yang tinggi (Azwar.Dalam kelompok budaya tertentu. 2011). ada mitos yang berisi pantangan atau larangan bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang seharusnya justru harus dikonsumsi ibu hamil. b. Ibu hamil dengan tingkat sosial ekonomi rendah cenderung mengabaikan pemenuhan asupan gizi seimbang dalam kehamilan. karena ibu hamil berusaha mengikuti mitos-mitos yang salah seputar kehamilan sesuai dengan budaya yang dianutnya. Masih banyak ibu hamil dengan tingkat pengetahuan rendah tentang gizi seimbang selama masa kehamilan. . Tingkat sosial ekonomi rendah diidentikkan dengan kemiskinan. Pendapat tersebut sangat tidak benar. pengetahuan ibu hamil Salah satu faktor yang mempengaruhi asupan gizi ibu hamil antara lain faktor pengetahuan. c. sehingga seringkali mengalami masalah gizi dalam kehamilan.

Perlakuan seperti ini telah mengurangi nilai gizi hingga tersisa 20% . Jangan meninggalkan sayuran yang telah dikupas dan terendam dalam air untuk waktu yang lama sebelum dimasak. walau dapat membuatnya terbebas dari kuman dan bakteri yang menempel di bahan sayuran.30% saja. Bila masakan tidak habis. namun dapat membuat kandungan nilai zat gizi pada sayuran berkurang sebanyak 50% . bahkan sampai layu dan berubah warna. pengelolaan Makanan Bergizi Sebagian besar ibu-ibu di Indonesia memasak bahan makanan (sayuran) sampai sangat matang. Berikut beberapa tips dalam proses memasak agar zat gizi tidak terbuang percuma. Hal ini untuk mengurangi hilangnya vitamin selama di masak. menurut Prasetyono (2009) adalah: a. misalnya maag atau gastric ulcer yang menyebabkan ibu mengalami gangguan pola makan yang pada akhirnya akan mempengaruhi status gizi ibu selama kehamilan.60%. Proses memasak seperti ini. 6. Masaklah sayuran dengan utuh atau dipotong-potong dalam ukuran yang besar. penyakit pada ibu hamil Penyakit kronis pada ibu hamil akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan status gizi ibu dalam kehamilan. 5. .bahkan masih banyak ibu hamil yang mempunyai pendapat yang salah tentang jumlah asupan gizi yang harus diperoleh. maka masakan dipanaskan kembali.

Jika anda perlu untuk memasak makanan yang mengandung vitamin C. c. Hal ini untuk menyelamatkan beberapa vitamin yang telah keluar kedalam air selama dimasak. h. d. Akan tetapi. Masaklah sayuran dengan dikukus. seperti irisan halus wortel atau kubis yang diiris lembut didalam salad. gunakanlah air secukupnya untuk merendam sayur. e. tutup panci. tetapi juga sang calon bayi. Ketika anda memasak sayuran. . sopotong cabai manis (paprika). Makanlah lebih banyak buah mentah. gunakan sedikit air dan masaklah dengan waktu sesingkat mungkin. serta setangkai seledri dan daun bawang yang renyah. masukkan sayur. kemudian bilaslah dengan air matang. Didihkanlah air. f.b. Menu seimbang dan mengatur pola makan yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan dapat menjamin asupan gizi yang tidak saja di butuhkan oleh ibu. cucilah terlebih dahulu pada air mengalir yang banyak. g. Makanlah beberapa sayuran mentah. Vitamin C mudah hancur ketika makanan dimasak. Sayuran mentah ini mengandung banyak vitamin dan rasa yang luar biasa. Gunakan air rebusan sayur untuk membuat kuah daging. Jika anda ingin memasak buah gunakan sedikit air dan masaklah dengan api kecil. dan biarkan mendidih untuk beberapa saat.Tutuplah panci agar vitamin tidak terbawa uap air.

atau minum susu yang tidak dipasteurisasi sebaiknya di hindari karena dapat membahayakan ibu dan janin. Tubuh membutuhkan cairan yang cukup bagi ibu dan bayi. mebangun sel darah merah bayi untuk sistem sirkulasinya. mineral . menurut Prasetyono (2009) adalah: 1) Kebiasaan merokok. dan zat gizi lain yang penting dalam kehamilan. mengatasi konstipasi selama kehamilan.Berikut ini beberapa prinsip makan yang baik dan sehat selama kehamilan. 2) 3) Mulailah mengubah pola dan gaya makan yang tidak sehat. 4) Makan dengan porsi kecil tapi sering dengan menu seimbang jauh lebih baik dari pada makan sekali menurut selera ibu.1 . Diet makanan selama kehamilan yang dilakukan tidak berdasarkan anjuran dapat membahayakan janin. Ibu yang sedang mengandung perlu memperhatikan makanan yang akan di konsumsinya karena ada kehidupan lain didalam tubuh yang sangat membutuhkan perhatian. tetapi jauh lebih baik bila ibu hamil minum vitamin secara teratur. dan sebagai cairan ketuban. makan makanan yang belum dimasak. Cairan dibutuhkan untuk mengatur suhu tubuh. 5) Makan makanan suplemen harus sesuai dengan anjuran. Contoh menu dapat dilihat pada tabel 1. Diet selama hamil akan menyebabkan kurang vitamin. 6) Minum air yang cukup sebanyak 8 gelas sehari meskipun akan buang air kecil terus-menerus. meminum kopi.

1 KEBUTUHAN NUTRISI BAGI IBU HAMIL SETIAP HARINYA Jenis Makanan Jumlah (gr) Ukuran Pagi Nasi 200 1 gelas Daging 50 1 potong Telur 25 Butir Tempe Sayuran 50 Gelas Minyak 10 1 sendok makan Gula 10 1 sendok makan Jam 10. (2009) Seluk Beluk Reproduksi dan Kehamilan.00 Susu 200 1 gelas Gula 10 1 gelas Siang Nasi 250 1 gelas Daging 50 1 potong Telur 50 1 butir Tempe 50 1 potong Sayuran 75 Gelas Minyak 15 1 sendok makan Buah 100 1 buah Jam 16.TABEL 1. Pertambahan Berat Badan pada Ibu Hamil Waktu . M.00 Kacang hijau 25 2 sendok makan Gula 15 1 sendok makan Sore/malam Nasi 250 1 gelas Daging 50 1 potong Telur 25 Butir Tempe 50 1 potong Sayuran 75 Gelas Minyak 10 1 sendok makan Gula 100 1buah Sumber : Maulana. 7.

Untuk bisa mencukupi dan menyeimbangkan gizi pada saat hamil dan menyusui. Berat badan (BB) sebelum hamil dan perubahan BB selama kehamilan berlangsung merupakan parameter klinik yang penting untuk memprediksi berat badan lahir bayi. Kenaikan berat badan yang optimal akan berdampak baik pada kehamilan maupun output persalinannya kelak. komposisi zat gizi harus diperhatikan. variasi kenaikan berat badan ibu hamil tergantung pada berat badan ibu sebelum hamil. sang ibu mengalami peningkatan berat badan selama kehamilan berlangsung. Menurut National Academy of Science. pertumbuhan janin pada umumnya akan berlangsung normal. atau kenaikan berat badan tidak cukup banyak pada saat hamil cenderung melahirkan bayi. yang terpenting keadaan gizi ibu hamil dan makanan ibu selama berlangsung kehamilan. Wanita dengan berat badan rendah sebelum hamil. Hal ini pun memberikan efek pada pasca persalinan yaitu kesehatan ibu selama laktasi. Kenaikan pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Khususnya bisa diketahui dengan menilai body mass index (BMI).Normalnya. atau kenaikan berat badan rendah sebelum hamil. Kalori dicukupi namun jangan terlalu banyak. . Dengan berat badan yang ideal untuk seorang ibu hamil. hanya 17%. Komplikasi timbulnya gangguan kesehatan dan penyakit lain juga bisa dihindari. protein 25% dan vitamin dan mineral 20 – 100%. Berat badan hamil dan makanan ibu selama berlangsung kehamilan.

pucat. Kenaikan berat badan selama kehamilan sangat mempengaruhi massa pertumbuhan janin dalam kandungan. serta terjadinya retensi darah.5 – 16. dan pada trimester ketiga 3. pada trimester kedua 4. badan lemah. Anemia berperan pada peningkatan prevalensi kematian dan kesakitan ibu. Berat badan akan naik 6. penurunan kapasitas/ kemampuan.5 kg terutama pada kehamilan 20 minggu terakhir (2 kg/bulan). Pada ibuibu hamil yang status gizi jelek sebelum hamil. internal dan mammae. fetus. tetapi pada umumnya kenaikan berat badan tertinggi adalah pada umur kehamilan 16 – 20 minggu. maka kenaikan berat badan pada saat hamil akan berpengaruh terhadap berat bayi lahir.4 kg. Akibat dari keadaan tersebut adalah ibu menjadi kelelahan.Kenaikan berat badan yang dianggap baik untuk orang Indonesia ialah 9 kg. Saat kehamilan tubuh wanita mengalami perubahan khususnya genitalia eksternal. peningkatan volume darah. Anemia Pada Ibu Hamil Seseorang dikatakan anemia ditandai dengan rendahnya kensentrasi hemoglobin (Hb) yang disebabkan oleh rendahnya produksi sel darah merah (eritrosit) dan Hb. Kenaikan berat badan dalam kehamilan disebabkan oleh hasil konsepsi berupa plasenta. dan kenaikan yang paling rendah pada 10 minggu pertama kehamilan. . kehilangan nafsu makan dan sering merasa pusing. liquor amnion dan dari ibu sendiri yaitu uterus dan mammae membesar.8 kg. 8.8 ketiga 3. atau kehilangan darah yang berlebihan.0 kg. pertambahan protein dan lemak. kenaikan berat badan ibu tidak sama. lesu. Kenaikan berat badan pada trimester pertama adalah 1.

dan kelainan pada sistem saraf pusat bayi. dan terkena penyakit infeksi. telur. 9. Kekurangan asupan gizi pada trimester I dikaitkan dengan tingginya kejadian bayi lahir prematur. a. Dampak Kurang Gizi Menurut Aprillia (2011).lain (Fatmah. daging sapi. tempe. Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah. 2008). berat badan ibu tidak bertambah secara normal. ayam. ikan. Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia. Terhadap Persalinan Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. selain kelainan bawaan pada bayi. Untuk mengatasi kesulitan diatas ibu hamil dianjurkan makanmakanan yang kaya protein dan zat besi seperti hati. baik pada ibu maupun janin. serta BBLR. dan lain. sayur hijau. b. kematian janin. Terhadap Ibu Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia. pendarahan.dan bagi bayi dapat meningkatkan resiko kesakitan dan kematian bayi. persalinan sebelum waktunya . Sedangkan kekurangan energi terjadi pada trimester II dan III dapat menghambat pertumbuhan janin atau tak berkembang sesuai usia kehamilannya. seperti diuraikan berikut ini. dan keguguran. kacang-kacangan. tahu.

yakni indra . c. kematian neonatal. Gangguan ini membuat ibu mengalami anemia alias kekurangan sel darah merah. serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. pendarahan setelah persalinan. Suplemen dalam bentuk jejamuan juga tidak dianjurkan jika kebersihan dan keamanan bahannya tidak terjamin. Definisi Menurut Notoatmodjo (2007). juga dari bahan makanan yang disantapnya. B. Terhadap Janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran . Pengetahuan 1. bayi lahir mati. asfiksia intra partum (mati dalam kandungan). anemia pada bayi. lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). abortus. Contoh konkretnya adalah kekurangan zat besi yang terbilang paling sering dialami saat hamil. bahwa pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia.(premature). ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen multivitamin karena kelebihan vitamin A dan D dosis tinggi dalam tubuh justru dapat menimbulkan penumpukan yang berefek negatif. Selain dari suplemen. cacat bawaan.

Evaluasi Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu objek. pendengaran. tingkat pengetahuan terdiri dari 6 (enam) tingkatan. b. f. Tingkat pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007).penglihatan.yaitu : a. . d. Memahami (Comprehension) Memahami mengartikan sebagai kemampuan menjelaskan secara benar suatu objek tertentu. Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi rill atau sebenarnya. 2. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Analisis (Analisis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi e. Sintesis Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. sebagai besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. penciuman. c.

surat kabar.3. makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. majalah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan pada diri seseorang Menurut Notoatmodjo (2007). berbagai bentuk media massa seperti televisi. Majunya teknologi akan tersedia bermacam-macam media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. pendidikan Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. dalam Erfandi (2009) faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan pada diri seseorang adalah: a. radio. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi. b. dan lain-lain mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan kepercayan orang. Sebagai sarana komunikasi. baik dari orang lain maupun dari media massa. . Informasi / Media Masa Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Pendidikan mempengaruhi proses belajar. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan.

Dengan demikian seseorang akan bertambah pengetahuannya walaupun tidak melakukan. Status ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu. e. Lingkungan Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu.c. Sosial Budaya dan Ekonomi Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk. d. biologis. Pengalaman belajar dalam bekerja yang dikembangkan memberikan pengetahuan dan keterampilan professional serta pengalaman belajar selama bekerja akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah dan etik yang bertolak dari masalah nyata dalam bidang kerjanya. baik lingkungan fisik. sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut. maupun sosial. Pengalaman Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu. .

individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua. Pada usia madya.f. . Usia Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya. selain itu orang usia madya akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca.

Azwar (2011). Aprillia (2011) Keterangan : Diperoleh dari (Tidak diteliti) : Ada hubungan/ ada pengaruh (Tak diteliti) : Tingkat domain yang digunakan dalam penelitian : Dimensi Tingkat Pengetahuan Kebutuhan Gizi Ibu Hamil yang diteliti : Yang diteliti .1 Kerangka teori Sumber : Machfoedz (2009). Notoatmodjo (2007). Pinem (2009).C. Prasetyono (2009). maka dapat dijabarkan kerangka Domain kognitif teori menurut Machfoedz (2009) sebagai berikut : Tahu Memahami Aplikasi Analisis Sintesis Evaluasii Kategori Baik Cukup Kurang kurang Pendidikan Media: Televisi Radio Surat kabar Majalah Pendidikan. Erfandi (2009). Lingkungan Pengalaman Usia Tingkat pengetahuan kebutuhan gizi ibu hamil Pengertian Pemenuhan Makanan Bergizi Tujuan makanan bergizi Pengelolaan Makanan bergizi Kebutuhan gizi selama hamil Dampak dari kurang gizi Gambar : 2. Puspitorini (2010). Anon (2012). Almastier (2002). Informasi/media masa. Kerangka Teoritis Berdasarkan teori yang telah diuraikan. Sunandar (2012). Sosial budaya dan ekonomi. Depkes (2008). Nursalam (2003).