QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Sabar Rutoto 1
ABSTRACT The Classroom Action Research was conducted on elementary school students to improve student achievement. One lesson is chosen in this research, it is the lesson of Social Sciences. If the social science lesson is still delivered traditionally, such as students just read the textbooks by theirselves and practice to solve the problem in a work-book, the children are possibly lack of interest and easily get bored. It causes students’ low academic achievement because they do not have passion, get tired and bored easily, heve no feeling of challenge and fun. Therefore, the teachers’ new innovation is the delivery of Quantum Teaching as the application of Quantum Learning model in the classroom learning activity which is attempted to improve students’ learning achievement. Motivation and sense of satisfaction and the courage of expressing opinion can be developed. The purpose of this CAR (Classroom Action Research) is to reduce, and if possibly will eliminate negative attitudes such as laziness behavior, fear, impassion, easily get bored and tired in learning activity, so the application of Quantum Teaching as a model in the implementation of Quantum Learning is applied in the classroom teaching-learning activity. Learning test results prove the ability of increasing positive behaviors such as enthusiasm, the spirit of learning, feelings of pleasure and satisfaction in learning, arising courage and curiosity which are significantly increased and meaningful. With the submission of the application of Quantum Teaching as a model in the Quantum Learning in the classroom can enhance students’ motivation in paying attention to the lessons from 17% to 89%. From the result of the observation, the increase of asking questions action is stated from 19% to 89%. It is a very significant and meaningful increase. The courage of stating opinions is increased from 24% to 87%. The feeling of fun in joining the lesson is significantly increased from 15% to 91%. From the aspect of achievement or cognitive development, it is also able to improve the academic achievement from the average of 6.3 to 8.2, a very significant increase. Thus, the hypothesis that Quantum Teaching as a model of Quantum Learning is proven to improve students’ achievement in the 5th Grade of SD 3 Demaan Kudus in 2006-2007 can be verified. Therefore, teachers are recommended to improve their teaching methods and one alternative way is to apply the Quantum Teaching as the model of Quantum Learning for improving learning achievement to their students. Keywords: Quantum Teaching, Learning Model, Quantum Learning and Achievement learning

1

Staf Pengajar Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus

QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto

1

Untuk itu guru disarankan terus berupaya meningkatkan metode pembelajarannya dan salah satu alternatif dapat menerapkan Quantum Teaching sebuah model pembela jaran Quantum Learning untuk meningkatkan prestasi belajar dapat diterapkan pada anak didiknya. Ia dapat mendukung perkembangan faktor intern siswa.Dalam keberanian mengtarakan pendapat naik dari 24% menjadi 87%. Dalam penelitian ini memilih salah satu mata pelajaran yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial. dibawa sejak lahir dan fix sifatnya.ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa sekolah dasar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata Kunci : Quantum Teaching. Suatu kenaikan yang sangat berarti atau signifikan. cepat lelah. tidak punya gairah. Faktor ekstern keberadaannya berkembang dan variatif.3 menjadi rerata kelas 8.Dalam keceriaan mengikuti pelajaran sangat menonjol dari 15% naik menjadi 91%. seperti kecerdasan. Faktor intern lebih bersifat mempribadi. emosional. yang sacara garis besar meliputi faktor intern dan ekstern. Quantum Learning dan Prestasi belajar PENDAHULUAN a. Dari aspek pengembangan prestasi atau kognitif ternyata juga mampu meningkatkan prestasi belajar dari rerata 6.. Motivasi. perasaan puas dan keberanian mengemukakan pendapat dapat dikembangkan. timbul keberanian dan rasa ingin tahu meningkat dengan signifikan atau nyata dan berarti. bosan tidak ada daya tarik dan cepat lelah dalam proses belajar maka melalui pembelajaran Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas akan diuji cobakan. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa Quantum Teaching sebuah model pembelajaran Quantum Learning mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota kudus tahun 2006 – 2007 dapat teruji kebenarannya. tetapi tak jarang . Latar Belakang Masalah Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beragam faktor. bakat. kompleks. semangat belajar. Mata pelajaran IPS jika penyampaiannya masih secara tradisional anak hanya disuruh membaca sendiri buku teks dan mengerjakan soal – soal latihan anak tidak ada gairah sehingga kurang menarik dan cepat bosan. Sehingga prestasi belajarnya rendah karena anak tidak ada gairah. Hasil uji pembelajarn ternyata mampu meningkatkan perilaku positif seperti antusias. minat dan lain sebgainya. yaitu suatu kondisi keberadaannya inhern. Dari hasil obsrvasi kenaikan dalam mengajukan pertanyaan dari 19% menjadi 89%. bosan. Maka sebagai inovasi baru dari guru adalah penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas dicobakan dengan keyakinan mampu meningkatkan prestasi belajar anak. perasaan senang dan puas dalam pembelajaran. Dengan penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memperhatikan pelajaran dari 17% menjadi 89%. Tujuan PTK ini adalah mengurangi bahkan kalau mungkin akan menghilangkan sikap perilaku negative seperti sikap malas. tidak ada perasaan yang menantang serta dan kurang menyenangkan. Model Pembelajaran .2 suatu kenaikan yang sangat berarti. takut.

iklim sewaktu proses belajar. maka faktor lingkungan yang potensial dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan faktor intern dimaksud harus diupayakan aktualisasinya. Rumusan Masalah Berdasarkan paparan tersebut di atas dapat dirumuskan permasalahan karya ilmiah ini sebagai berikut : QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 3 . tidak ada kreasi merespon pelajaran. bisa berupa fasilitas belajar. Faktor ekstern disebut juga lingkungan dapat berupa teman dengan segala kecenderungannya. cepat lelah. tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa rendahnya prestasi belajar siswa dikarenakan lingkungan belum diperankan sebagaimana yang seharusnya. mengajar berlangsung. Namun demikian secara empirik membuktikan bahwa tidak semua siswa berprestasi dengan baik dalam belajarnya. tidak mampu memperhatikan lebih lama.juga dapat menghambat. untuk meningkatkan prestasi belajar siswa perlu diupayakan cara-cara pemberdayaan lingkungan agar memberikan kontribusi bagi teraktualisasikannya faktor intern siswa. Dengan demikian rasionalnya potensi lingkungan dapat diaktualisasikan secara optimal selama proses belajar-mengajar dilangsungkan. atau setidaknya tidak memberikan kontribusi apapun. maka seharusnya siswa akan dapat berprestasi dalam belajarnya. pasif. sehingga siswa dapat berprestasi dalam belajarnya. dan dapat pula dari guru lengkap dengan sikap dan gaya mengajarnya. sebagai tindak penerapan Quantum Learning dalam pembelajaran di kelas yang dikembangkan oleh Bobbi De Porter. Salah satu alternatif pemberdayaan lingkungan dapat dilakukan melalui model Quantum Teaching. (2000) dapat dipilih sebagai alternatif untuk meningkatkan prestasi pembelajaran siswa. Mark Reardon & Sarah Singar-Nourie. Berdasarkan paparan tersebut. Dan karena kualitas pendidikan sering diukur dengan parameter prestasi belajar siswa. Dan pada akhirnya prestasi belajarnya tidak memuaskan. Tidang senang membaca. Dari hasil pengamatan dan analisis dari para siswa kelas V SD 3 Demaan pada awal tahun pelajaran dapat diidentifikasikan bahwa : Siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Prestasi belajar siswa merupakan muara semua kegiatan pendidikan di sekolah. tidak berani mengutarakan pendapat. Dalam hal ini siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus b.

selalu ingin tahu dalam proses pembelajaran dapat diaktualisasikan atau diujutnyatakan keberadaannya melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru dalam kelas? c. Dapatkah penerapan Quantum Teaching mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus c. tidak berani bertanya. perhatian mudah teralihkan pada hal – hal lain di luar pelajaran seperti bermain – main sendiri. bahwa setiap manusia berkeinginan untuk senang dalam hidupnya. tidak cepat bosan. Semua tingkah laku tersebut merupakan tingkah laku negatif yng tidak diinginkan dan diyakini menjadi penyebab prestasi belajar rendah. Sunaryo Kartadinata (1996) menyatakan bahwa persoalan keberhasilan dalam proses belajar mengajar bukan sekedar masalah ilmu pengetahuan dan teknologi penyampaian materi semata. Sebagai akhibat dari kelelahan tersebut dapat menjadikan anak tidak merasakan senang dan tidak tertarik pada pelajaran yang sedang diikuti. Apakah perilaku siswa yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran seperti cepat bosan. sering meninggalkan tempat duduk berjalan – jalan. menengok ke kiri kanan ke belakang.? b. waktu terasa berjalan amat lambat. berani bertanya. akan tetapi lebih dari pada itu yaitu yang menyangkut masalah kemanusiaan yang harus didekati dari ranah perkembangan fisik dan psikologis anak itu sendiri. pengerjaan tugas tidak beres dan pada akhirnya pelajaran tidak tuntas dalam memahami pelajaran. berbicara dengan teman.a. Berdasarkan salah satu konsep Freud yakni pleasure principle. tidak malas.Pebelajar cepat merasa bosan . berani menjawab denagn tidak ada rasa takut. oleh karena itu diyakini kelelahan dari aspek fisik dan psikologis yang menyebabkan timbulnya perilaku negatif dalam mengikuti pelajaran dapat diatasi melalui pengubahan perilau tidak menyenangakan menjadi perilaku yang . tidak mau memperhatikan. takut. malas. Kerangka Pikir Salah satu sisi karakteristik setiap mata pelajaran menunjuk pada adanya kekhu susan cara dalam menyampaikan materi ajar oleh guru kepada siswa yang belajar atau pebelajar. ( perilaku ne -gatif ) dapat direduksi atau dikurangi melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru di dalam kelas. Karakteristik mata pelajaran dan kekhususan cara penyampaikan guru dan pengorganisasian lingkungan memiliki kontribusi terhadap terjadinya kelelahan yang dialami oleh pebelajar baik pisik maupun psikis serta interkoneksi atau hubungan antara keduanya. mau memper hatikan cukup lama. Apakah perilaku positif seperti belajar dengan senang.

digambarkan sebagai fase musik yang dimainkan (sebagai penyajian). dijelaskan sebagai latar untuk pengalaman kita. memanfaatkan bakat setiap pemain musik dan potensi setiap instrumen. Ditegaskan pula bahwa isi juga meliputi fasilitas ahli sang maestro terhadap orkestra. guru. Pengertian Bobbi De Porter menerangkan bahwa Quantum Teaching hampir sama dengan sebuah simfoni. d. TINJAUAN PUSTAKA a.. kemudian menciptakan pengalaman bermusik yang menyeluruh. Konteks. . orang tua dan masarakat . . QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 5 . Melalui Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat diujutnyatakan. Tujuan Penelitian Dengan Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas.Dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Dapat melaksanakan tugas pokoknya sebagai guru secara inovatif dan kreatif.Dapat mendayagunakan lingkungan untuk kepentingan belajar siswa. 2) Guru dapat menginventarisir ragam lingkungan di kelasnya yang mungkin dapat didaya gunakan dalam proses pembelajaran. .menyenangkan dalam proses pembe lajaran.. yang di dalamnya banyak unsur/faktor berpadu dan mewarnai produk akhir yang indah.3) Guru dapat mendeskripsikan rencanakan pendayagunaan lingkungan.Dapat membantu mewujudkan kepuasan semua fihak baik siswa. Isi. Secara garis besar unsur tersebut dibagi menjadi dua kategori: Konteks (context) dan isi (content). Manfaat Penelitian Jika tujuan tersebut di atas tercapai maka guru akan memperoleh manfaat : . semangat konduktor dan pemain musiknya (sebagai suasana) keseimbangan instrumen dan musisi dalam bekerjasama (sebagai landasan). Konteks merupakan keakraban orkestra (sebagai lingkungan). bertujuan : 1) Guru memperoleh wacana tentang keterkaitan lingkungan dengan proses pembelajaran. 4) Guru dapat memahami langkahlangkah yang akan ditempuh dalam penerapan Quantum Teaching e. Unsur-unsur ini berpadu dan. dan interpretasi maestro terhadap lembaan musik (sebagai rancangan).

yang pencapaian hasil belajar maksimal dalam kondisi yang aman dan menyenangkan. 4 Akui Setiap Usaha. Rancangan tersebut menggunakan kata Tumbuhkan. Ulangi. Untuk maksud itulah penerapan Quantum Teaching sebagai alternatifnya.” maka Ambak harus betul-betul dilaksanakan sebagaimana seharusnya. yaitu menghasilkan pengaruh positif bagi keberlangsungan minat siswa dalam belajar. Lima prinsip atau kebenaran di dalam pembelajaran Quantum yang harus dimunculkan pada setiap pembelajaran kepada siswa adalah sebagai berikut :1 Segala berbicara 2 Segalanya bertujuan 3 Pengalaman sebelum pemberian nama. Dan perancangan tersebut adalah sebagai berikut : Mengingat bahwa segalanya “berbicara. 20 % dari apa yang kita dengar. Alami. Bertolak dari persentase perolehan hasil belajar di atas maka sekecil apapun yang guru “sajikan” secara melekat dalam diri maupun yang dilakukan dikatakan dapat dipersiapkan secara seksama.5 Jika Layak Dipelajari Maka Layak Untuk Dirayakan ! Berdasarkan kelima prinsip tersebut diatas model Quantum Teaching diterapkan di kelas secara ringkas aktivitas itu dapat dirangkum dalam kegiatan menumbuhkan minat siswa dengan memuaskan “Apa Manfaat Bagiku (AMBAK) dengan menggunakan rancangan pengajaran Quantum Teaching sehingga belajar benar – benar menjadi dinamis secara konsisten menjadi mudah dan menyenangkan. Demonstrasikan.30 % dari apa yang kita lihat. Quantum Teaching Memiliki 5 Prinsip Atau Kebenaran Tetap. dan Rayakan. ( Untuk memudahkan mengingatnya disingkat menjadi akronim TANDUR ).70 % dari apa yang kita katakan. b. Menurut Magnesen (1983) dikatakan bahwa kita belajar :“10 % dari apa yang kita baca. 50 % dari apa yang kita lihat dan dengar.Kebertautan konteks dan isi menggambarkan pengaktualisasikan ragam potensi dan meyelaraskannya menjadi suatu keterpaduan yang solid. c. ragam siswa dengan segala keunikannya. Penggubahan lingkungan untuk memberikan sugesti positif dengan cara mendudukkan murid secara nyaman. dan lingkungan dengan pernik-perniknya menantang guru menjadi sang maestro handal yang mampu merekadaya keragaman dimaksud dan menghimpunnya ke dalam suatu keterpaduan yang terfokus. memasang musik latar di dalam kelas. Penggubahan Lingkungan Dan Implikasinya Dalam Proses Pembelajaran.90 % dari apa yang kita katakan dan lakukan. menggunakan poster-poster untuk memberikan kesan besar sambil memberikan . Namai. meningkatkan paritisipasi individu. Dalam konteks belajar di kelas.

mintalah mereka untuk membuat poster untuk unit-unit mendatang. “Aku mampu mempelajarinya !” dan “Aku semakin pintar dengan setiap tantangan baru”. permainan. secara visual. Jika materi ditempatkan dengan cara demikian minat siswa akan terpicu :”Tentang apa yang kira-kira poster itu ?” b. Bukan hanya mengawali proses belajar dengan cara merangsang modalitas visual. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan : hiburan.informasi. Pada saat siswa melihat sekeliling ruangan. Tempatkan poster ikon unit selanjutnya pada dinding sebelah kanan. Tempatkan poster-poster itu di dinding samping setinggi telinga. warna. c. kebugaran fisik. Jika alat peraga digunakan dalam situasi belajar. Apakah anda melihat apel itu hitam. dan kesehatan emosional. Setelah siswa terbiasa dengan konsep-konsep pokok dalam bentuk gambar. cara berfikir positif. Namun semua unsur ini bekerja bersama . alat peraga secara harfiah menyalakan jalur syaraf. sehingga menguatkan keyakinan tentang belajar dan tentang isi yang dipelajarinya.sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif. dan putih atau berwarna merah? Hampir semua orang melihat apel itu QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 7 . akan terjadi hal yang menakjubkan. Kita dapat mengambil selangkah lebih jauh dan menggunakan poster ikon untuk mengintip “acara yang akan datang’. Kaitan ini menyediakan konteks yang kaya untuk pembelajaran yang baru. Gunakan Poster Buatlah (mintalah siswa membuat ) poster motivasi diri dengan pesan-pesan seperti. Lingkungan Sekeliling Dikatakan bahwa gambar lebih berarti daripada seribu kata. Poster Icon Ciptakan ikon atau simbol untuk setiap konsep utama yang diajarkan dan digambarkan di atas selembar kertas. dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugesti. Di bawah ini beberapa ide yang dapat digunakan : a. Beribu-ribu asosiasi diluncurkan ke dalam alam kesadaran. Gunakan Warna Bayangkan sebuah apel dibenak anda. Pejamkan mata anda jika perlu. Pasang poster di tempat tersebut sampai unit pelajar yang ber sangkutan selesai.Dan secara tidak sadar siswa menyerap informasi melalui kemitraan otak dan mata. tempat untuk bahan-bahan pelajaran yang akan datang. poster-poster tersebut seakan “mengucapkan” berbicara seperti dialog internal.

semakin baik otak kita berfungsi. cabang ? Biologi dan botani mengajarkan kita bahwa tumbuh-tumbuhan menyediakan oksigen dalam udara kita. serta hitam dan putih untuk kata-kata penggabung seperti “dan” . Gunakan warna untuk memperkuat pengajaran anda dan belajar siswa anda ! Gunakan warna hijau. ketenangan depresi.memegang alat bantu dan mendapatkan “rasa” yang lebih baik dari ide yang kita sampaikan. Siswa yang sangat kinestik dapat . Mengapa ? Karena otak berfikir dalam warna. Alat Bantu Alat bantu adalah benda yang dapat mewakili suatu gagasan. jeruk. baik secara sadar maupun tidak. d. kelaparan. asosiasi apa yang muncul dibenak kita ? apakah kita berfikir tentang kehijauan. Semakin banyak oksigen yang didapat.berwarna. Musik membantu belajar siswa bekerja dengan lebih baik dan mengingat lebih banyak. tetapi dapat pula membantu modalitas kinestik. Tumbuhkan Aroma untuk mendukung tujuan bagi Saat memikirkan tumbuh-tumbuhan. Pengaturan Bangku Pengaturan bangku dimaksudkan untuk memudahkan jenis interaksi yang diperlukan dalam pembelajaran. bunga. ungu. pertumbuhan. Musik Musik berpengaruh pada murid dan guru. jeruk. dan rosemary. Bagi kelas kita menurut Lavabre (1990) dapat digunakan untuk peningkatan kewaspadaan mental seperti : mentol. dan merah untuk kata-kata penting. dan otak kita berkembang karena oksigen. dan mawar. dan seksualitas. mengubah keadaan mental siswa. biru. Jingga dan kuning untuk menggaris bawahi. kita dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati. Untuk ketenangan dan relaksasi: kamomil. meremajakan dan memperkuat belajar. mengapa aroma? Apa hubungannya sukses dengan bau wangi ? Kaitan antara kelenjar pencium dan sistem syaraf otonomi cukup kuat. . Musik merangsang. g. kehidupan. Alat bantu tidak hanya membantu pembelajaran visual. e. f. Dengan demikian fleksibelitas yang ada pembelajaran apapun yang diberikan. dan lain-lain. Apa yang kita cium memicu respon seperti kecemasan. kemangi. dan “dari”. “sebuah”. dan mendukung lingkungan belajar siswa. kayu manis. Aroma.

mau berusaha. mau berubah. kurang bergairah dalam belajar. tetapi kurang motivasi dan menerima apa adanya . usil. Musik dapat membantu siswa masuk ke keadaan optimal. ketukan. Penetapan masalah Fokus masalah yang ingin dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas ini adalah upaya meningkatkan prestasi belajar melalui penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas. Saran di dalam Pilihan Musik : Berdasarkan kajian pustaka seperti yang telah dipaparkan pada Bab II maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian. Sedangkan sisanya 15 anak benar benar memerlukan bantuan dalam meningkatkan semangat motivasi dalam belajar. Berdasarkan pengamatan guru sebagian besar siswa yaitu 20 orang siswa memiliki sifat aktif.Selebihnya 11 anak memiliki memiliki kerja sama baik. b. Di SD Demaan 03 Kudus.Mengapa musik ? Irama. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi serta evaluasi. 4. berjalan – jalan. Rancangan Penelitian Penelitian ini dirancang dengan menggunakan disain Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Adapun rumusan hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut : “ Bahwa Penerapan Quantum Teaching Prestasi Belajar Sebuah Model Pembelajaran Mampu Siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota Untuk Meningkatkan Kudus METODE PENELITIAN a. kerja sama.. disamping membangkitkan perasaan dan ingatan. dan keharmonisan musik mempengaruhi fisiologi manusia. Model ini diyakini dan telah teruji oleh para pakar QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 9 . motivasi cukup tinggi. Subyek penelitian siswa kelas lima sebanyak 46 orang terdiri dari 21 laki – laki dan 25 perempuan. Penyusunan Rencana Tinda kan 3. sportif. Penetapan masalah 2. Analisis dan Reflkesi Berikut ini akan dijelaskan secara rinci : 1. terutamna gelombang otak dan detak jantung. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Sesuai dengan karakteristik penelitian tindakan kelas maka ada tahapan – tahapan penelitian sebagai berikut : 1. mengganggu temannya.Mereka memiliki kebiasaan yang tidak mendukung dalam meraih prestasi belajar Suka berbicara sendiri . sebagai kesimpulan sementara yang masih akan diuji kebenarannya melalui penelitian di lapangan.

Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dirancang ke arah penyelesaian akar permasalahan yang dihadapi guru yaitu bentuk sikap perilaku negatif akhibat dalam proses belajar mengajar yang kurang menarik dan menantang sekaligus menyenangkan yang berakhibat prestasi rendah.Penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas memang diperlukan kreatifitas. Penyelesaian masalah dengan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat meningkatkan sikap perilaku belajar yang positif. Penyusunan Rencana Tindakan kerangka pikir dalam pemecahan masalah akan diterapkan suatu Berdasarkan pendekatan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas melaui tindakan nyata.pendidikan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. orang tua dan para pengasuh sebelumnya. Namun jika sebagai guru yang beneran maka kita terus ditantang untuk berinovasi dan dan pada akhirnya berkresi untuk meningkatkan mutu pembelajaran kita meningkatkan prestasi belajar siswa dan secara kualitatif meningkatkan mutu pendidikan. Ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut : a) Dilakukan pengumpulan informasi dari berbagai fihak baik guru kelas sebelumnya . persiapan guru yang ekstra dan tidak mudah. namun belum banyak diterapkan oleh para guru. menyenangkan dan menantang dan akhirnya mampu mendongkrak prestasi belajar siswa sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. tugas yang sering menjadi membosankan siswa. b) Penyampaian informasi tentang konsep penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS c) Penyampaian informasi tentang pengembangan ragam tindakan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS d) Penyusunan pedoman pengamatan untuk diunakan peneliti dalam mendapatkan data tentang pelaksanaan model Quantun Teaching penerapan dalam Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS e) Menata lingkungan fisik kelas yang lebih menyenangkanSecara procedural penyusunan rencana tindakan ini meliputi : a) Menyusun rencana pembelajaran b) Mempersiapkan media yang diperlukan dan menata lingkungan c) Menyusun instrument observasi dan soal – soal test d) Menyusun indicator keberhasilanAdapun indicator keberhasilan yang dimaksud adalah : 1) Tumbuhnya . Tanya jawab. Guru lebih senang dan begitu mapan dengan metode lamanya yaitu ceramah . 2.

Akan tetapi dalam hal penelitian ini semua dilakukan oleh guru kelas sendiri untuk kepentingan guru dalam meningkatkan kinerja pembelajaran di dalam kelas sendiri. menyenangi pelajaran. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Implementasi tindakan pada hakekatnya adalah pelaksanaan inti rencana tindakan pembelajaran yang telah direncanakan. membangkitkan minat.Perasaan puas dalam terhdap strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru d). b) Melakukan appersepsi dan menjelaskan tujuan pem belajaran serta strategi yang akan ditempuh. 2) Meningkatnya frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa.semangat belajar dan rasa ingin atahu siswa dalam memahami pelajaran. Dalam pada itu guru juga melakukan observasi guna mendapatkan data tentang perubahan sikap dan perilaku yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan test. g) Guru memberikan post test. f) Guru menyampaikan persoalan siswa menang gapi dan selanjutnya menyimpulkan. d) Guru memberikan kesem patan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan hal – hal yang belum jelas.Keaktifan siswa dan keterlibatannya dalam pembelajarn b). memusatkan perhtian yang terfokus pada pembelajaran yang menyenangkan.Menatalingkungan dan media yang meyenangkan. menjelaskan kembali hal – hal yang belum dipahami dengan menyenangkan. 3) Meningkatnya rasa puas siswa dalam pembelajaran. QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 11 . Adapun tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :a). Adapun data yang dapat dikumpulkan melalui kegiatan observasi ini meliputi : a).Keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat .Motivasi dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran yang doterapkan c). Bersamaan dengan pelaksanaan pembelaranan ini secara simultan juga dilakukan obserasi untuk mendapatkan data keberhasilan tindakan yang direncanakan. e) Guru menjawab pertanyaan siswa. c) Guru menjelaskan materi pembe lajaran. 4) Tumbuhnys keberanian siswa menyampaikan pendapat 5) Meningkatnya prestasi belajar siswa 3. Ini diterapkan sebagai strategi untuk menarik minat siswa.Selanjutnya data observasi akan dipakai sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dan analisis. Kegiatan observasi mestinya dilakukan tidak hanya guru sendiri melainkan dibantu oleh personal lain seperti kepala sekolah atau observer lain seperti pembimbing.

4. b)Penyampaian informasi tentang konsep penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS c) Penyampaian informasi tentang pengembangan ragam tindakan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS d. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN a. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dirancang ke arah penyelesaian akar permasalahan yang dihadapi guru yaitu bentuk sikap perilaku negatif akhibat dalam proses belajar mengajar yang kurang menarik dan menantang sekaligus menyenangkan yang berakhibat prestasi rendah. Penyelesaian masalah dengan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat meningkatkan sikap perilaku belajar yang positif. Langkah Langkah Ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut : a) Dilakukan pengumpulan informasi dari berbagai fihak baik guru kelas sebelumnya . Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan hasil tindakan degan indicator kinerja yang telah ditetapkan. menyenangkan dan menantang dan akhirnya mampu mendongkrak prestasi belajar siswa sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. maka diadakan analisis dan refleksi terhadap temuan – temuan selama penelitian tindakan . orang tua dan para pengasuh sebelumnya. Yang selanjutnya diadakan analisis dan ditemukan sesuatu yang kurang mendukung atau hambatan yang selanjutnya diadakan perbaikan kembali pada siklus yang berikutnya kedua dan ketiga. Penyusunan Rencana Tindakan Berdasarkan kerangka pikir dalam pemecahan masalah akan diterapkan suatu pendekatan Quantum Teaching sebuah model pembelajaran Quantum Learning di dalam kelas melaui tindakan nyata.Menata lingkungan fisik kelas yang lebih menyenangkan . Jika hasil tindakan lebih baik dengan indicator yang telah ditetapkan maka penelitian dinyatakan berhasil . b. Analisis Dan Refleksi Berdasarkan data yang telah terkumpul.Penyusunan pedoman pengamatan untuk diunakan peneliti dalam mendapatkan data tentang pelaksanaan model Quantun Teaching penerapan dalam Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS e.Atau sebaliknya jka hasil penelitian lebih rendah dengan criteria maka penelitian tindakan dinyatakan belum erhasil.

membangkitkan minat. Adapun tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Menatalingkungan dan media yang meyenangkan. Malu bertanya Dihinggapi perasaan takut Tidak bergairah Tidak punya motivasi Bosan Tidak tertarik pelajaran Ngomong dengan kawan Tidak ada perhatian Bermain – main sendiri Berjalan –jalan di kelas c. QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 13 . 3) Meningkatnya rasa puas siswa dalam pembelajaran. e) Guru menjawab pertanyaan siswa. c) Guru menjelaskan materi pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan Dan Observasi Implementasi tindakan pada hakekatnya adalah pelaksanaan inti rencana tindakan pembelajaran yang telah direncanakan. Bersamaan dengan pelaksanaan pembelaranan ini secara simultan juga dilakukan obserasi untuk mendapatkan data keberhasilan tindakan yang direncanakan. menjelaskan kembali hal – hal yang belum dipahami dengan menyenangkan f) Guru menyampaikan persoalan siswa menanggapi dan selanjutnya menyimpulkan g) Guru memberikan post test. d) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan hal – hal yang belum jelas. menyenangi pelajaran.4)Tumbuhnys keberanian siswa menyampaikan pendapat 5)Meningkat nya prestasi belajar siswa Pada tahan perencanaan PTK dilaksanakan beberapa tindakan awal seperti disebut di bawah ini : Pengumpulan informasi tentang kecenderungan perilaku siswa selama dalam proses KBM sebelum dilaksanakan PTK diperoleh hasil sebagai berikut : Tidak siap mengikuti pelajarn : Mengganggu teman yang lain. b) Melakukan appersepsi dan menjelaskan tujuan pembelajaran serta strategi yang akan ditempuh. memusatkan perhtian yang terfokus pada pembelajaran yang menyenangkan.2) Meningkatnya frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa.Secara procedural penyusunan rencana tindakan ini meliputi : 1) Menyusun rencana pembelajaran 2) Mempersiapkan media yang diperlukan dan menata lingkungan 3) Menyusun instrument observasi dan soal – soal test 4) Menyusun indicator keberhasilan Adapun indicator keberhasilan yang dimaksud 1)Tumbuhnya semangat belajar dan rasa ingin atahu siswa dalam memahami pelajaran. Ini diterapkan sebagai strategi untuk menarik minat siswa.

semangat belajar. Kegiatan observasi mestinya dilakukan tidak hanya guru sendiri melainkan dibantu oleh personal lain seperti kepala sekolah atau observer lain seperti pembimbing.Hasil uji pembelajarn ernyata mampu meningkatkan perilaku positif seperti antusias. Selanjutnya data observasi akan dipakai sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dan analisis. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan hasil tindakan degan indicator kinerja yang telah ditetapkan. Yang selanjutnya diadakan analisis dan ditemukan sesuatu yang kurang mendukung atau hambatan yang selanjutnya diadakan perbaikan kembali pada siklus yang berikutnya kedua dan ketiga. Akan tetapi dalam hal penelitian ini semua dilakukan oleh guru kelas sendiri untuk kepentingan guru dalam meningkatkan kinerja pembelajaran di dalam kelas sendiri.Atau sebaliknya jka hasil penelitian lebih rendah dengan criteria maka penelitian tindakan dinyatakan belum erhasil. timbul keberanian dan rasa ingin tahu yang lebih baik lagi meningkat dengan signifikan atau nyata dan berarti HASIL PENELITIAN Pada sikklus yang ke tiga dapat dilaporkan bahwa dengan penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas .Dalam pada itu guru juga melakukan observasi guna mendapatkan data tentang perubahan sikap dan perilaku yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan test. maka diadakan analisis dan refleksi terhadap temuan – temuan selama penelitian tindakan . perasaan senang dan puas dalam pembelajaran. ANALISIS DAN REFLEKSI Berdasarkan data yang telah terkumpul. Tujuan PTK ini adalah mengurangi bahkan kalau mungkin akan menghilangkan sikap perilaku negative seperti sikap malas. takut. bosan tidak ada daya tarik dan cepat lelah dalam proses belajar maka melalui pembelajaran Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas akan diuji cobakan. OBSERVASI DAN EVALUASI Adapun data yang dapat dikumpulkan melalui kegiatan observasi ini meliputi : Keaktifan siswa dan keterlibatannya dalam pembelajarn Motivasi dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran yang diterapkan Perasaan puas dalam terhdap strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru Keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat . tidak punya gairah. Jika hasil tindakan lebih baik dengan indicator yang telah ditetapkan maka penelitian dinyatakan berhasil .

Bahwa perilaku siswa yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran seperti cepat bosan. tidak mau memperhatikan.30 meningkat menjadi 8. Dari hasil obsrvasi kenaikan dalam mengajukan pertanyaan dari 19% menjadi 89%. Dari aspek pengembangan prestasi atau kognitif ternyata juga mampu meningkatkan prestasi belajar dari rerata 6. berani menjawab denagn tidak ada rasa takut.Dalam keceriaan mengikuti pelajaran sangat menonjol dari 15% naik menjadi 91%. tidak malas. tidak cepat bosan. ( perilaku ne -gatif ) dapat direduksi atau dikurangi melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru di dalam kelas. malas. PENUTUP a. berani bertanya. takut.. 3. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa Quantum Teaching Sebuah Model Pembela -jaran Quantum Learning mampu Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota kudus dapat diterima kebenarannya.2 suatu kenaikan yang sangat berarti. Dapatkah penerapan Quantum Teaching mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus dari rerata kelas 6. selalu ingin tahu dalam proses pembelajaran dapat diaktualisasikan atau diujutnyatakan keberadaannya melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru dalam kelas. Saran Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan penelitian ini maka sebagai guru yang sadar adalah arsitek dalam pembelajaran maka bangga jika mampu memberikan hasil pembelajaran yang memuaskan bagi semua fihak baik siswa.20. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian sebagaimana dipaparkan pada bab IV sebelumnya dapat dinyatakan kesimpulan sebagai berikut : 1. orang tua dan masarakat.mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memperhatikan pelajaran dari 17% menjadi 89%. mau memper hatikan cukup lama. 2.Dalam keberanian mengtarakan pendapat naik dari 24% menjadi 87%. Untuk itu perlu diperhatikan bagi guru hal – hal sebagai berikut : QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 15 . Suatu kenaikan yang sangat berarti atau signifikan.7 menjadi rerata kelas 8. b. Bahwa perilaku positif seperti belajar dengan senang.

Guru memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan siswa – siswa yang akan membentuk masa depan bangsa. Cetakan VII. Bandung : Yayasan Bakti Winaya. DAFTAR PUSTAKA Bobbi De Porter & Mike Hernacki. Artinya Guru menginginkan semua siswanya dapat meraih sukses besar dalam belajar. Bandung :KAIFA Bobbi De Porter. Setiap hari Guru mengorkestrai interaksi untuk belajar dinamis dan menyenangkan. Mark Reardon & Sarah Singar-Nourie. (2000) Quantum Learning. Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan Penerjemah: Alwiyah Abdurrahman. Mempraktikan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. tuntutan sistem pendidikan yang masih membingungkan. Tekanan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik. ( 1996 ) Kerangka Kerja Bimbingan dan Konseling Dalam Pendidikan. baik test formatif maupun test sumatif. Mempersiapkan siswa untuk menjadi pelajar seumur hidup adalah tujuan terpuji. Edisi Revisi. Bandung :KAIFA. Kartadinata. S. Persahabatan ini tidak dapat diukur dan tidak akan muncul pada nilai test. Penerjemah: Ary Nilandari. ( 2003 ) Psikologi Pembelajaran Dan Pengajaran . akan membuat tugas ini semakin menantang. (2000) Quantum Teaching. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. 3. apalagi nilai raport. tetapi hanya sedikit yang mencapainya. dan dukungan komunitas yang semakin melemah. Surya. Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Bandung. Tetapi sekalipun banyak kendala. satu unsur tetap akan berada di pundak GURU. Setiap hari Guru terus dan terus melihat ke dalam hati siswa memegang hati dan pikiran manusia muda yang dianugerahi cetak biru masa depan bangsa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. M. 2. suatu tujuan yang diusahakan banyak orang. Bahwa pemberian terbaik yang dapat diberikan Guru kepada siswa – siswanya adalah suatu keyakinan bahwa Sang Guru senantiasa akan selalu berpihak kepada mereka. Dedi Supriadi (1998). .1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful