QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Sabar Rutoto 1
ABSTRACT The Classroom Action Research was conducted on elementary school students to improve student achievement. One lesson is chosen in this research, it is the lesson of Social Sciences. If the social science lesson is still delivered traditionally, such as students just read the textbooks by theirselves and practice to solve the problem in a work-book, the children are possibly lack of interest and easily get bored. It causes students’ low academic achievement because they do not have passion, get tired and bored easily, heve no feeling of challenge and fun. Therefore, the teachers’ new innovation is the delivery of Quantum Teaching as the application of Quantum Learning model in the classroom learning activity which is attempted to improve students’ learning achievement. Motivation and sense of satisfaction and the courage of expressing opinion can be developed. The purpose of this CAR (Classroom Action Research) is to reduce, and if possibly will eliminate negative attitudes such as laziness behavior, fear, impassion, easily get bored and tired in learning activity, so the application of Quantum Teaching as a model in the implementation of Quantum Learning is applied in the classroom teaching-learning activity. Learning test results prove the ability of increasing positive behaviors such as enthusiasm, the spirit of learning, feelings of pleasure and satisfaction in learning, arising courage and curiosity which are significantly increased and meaningful. With the submission of the application of Quantum Teaching as a model in the Quantum Learning in the classroom can enhance students’ motivation in paying attention to the lessons from 17% to 89%. From the result of the observation, the increase of asking questions action is stated from 19% to 89%. It is a very significant and meaningful increase. The courage of stating opinions is increased from 24% to 87%. The feeling of fun in joining the lesson is significantly increased from 15% to 91%. From the aspect of achievement or cognitive development, it is also able to improve the academic achievement from the average of 6.3 to 8.2, a very significant increase. Thus, the hypothesis that Quantum Teaching as a model of Quantum Learning is proven to improve students’ achievement in the 5th Grade of SD 3 Demaan Kudus in 2006-2007 can be verified. Therefore, teachers are recommended to improve their teaching methods and one alternative way is to apply the Quantum Teaching as the model of Quantum Learning for improving learning achievement to their students. Keywords: Quantum Teaching, Learning Model, Quantum Learning and Achievement learning

1

Staf Pengajar Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus

QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto

1

Quantum Learning dan Prestasi belajar PENDAHULUAN a.Dalam keceriaan mengikuti pelajaran sangat menonjol dari 15% naik menjadi 91%. Faktor intern lebih bersifat mempribadi. Motivasi. seperti kecerdasan. semangat belajar. Dari aspek pengembangan prestasi atau kognitif ternyata juga mampu meningkatkan prestasi belajar dari rerata 6. Maka sebagai inovasi baru dari guru adalah penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas dicobakan dengan keyakinan mampu meningkatkan prestasi belajar anak. timbul keberanian dan rasa ingin tahu meningkat dengan signifikan atau nyata dan berarti. emosional. bosan tidak ada daya tarik dan cepat lelah dalam proses belajar maka melalui pembelajaran Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas akan diuji cobakan.ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada siswa sekolah dasar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. tidak punya gairah. Dalam penelitian ini memilih salah satu mata pelajaran yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial. takut. Dengan penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memperhatikan pelajaran dari 17% menjadi 89%. Kata Kunci : Quantum Teaching. perasaan puas dan keberanian mengemukakan pendapat dapat dikembangkan.. bosan. yang sacara garis besar meliputi faktor intern dan ekstern. tidak ada perasaan yang menantang serta dan kurang menyenangkan. Hasil uji pembelajarn ternyata mampu meningkatkan perilaku positif seperti antusias.Dalam keberanian mengtarakan pendapat naik dari 24% menjadi 87%. minat dan lain sebgainya. tetapi tak jarang . yaitu suatu kondisi keberadaannya inhern. perasaan senang dan puas dalam pembelajaran. Ia dapat mendukung perkembangan faktor intern siswa. Untuk itu guru disarankan terus berupaya meningkatkan metode pembelajarannya dan salah satu alternatif dapat menerapkan Quantum Teaching sebuah model pembela jaran Quantum Learning untuk meningkatkan prestasi belajar dapat diterapkan pada anak didiknya. Latar Belakang Masalah Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beragam faktor. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa Quantum Teaching sebuah model pembelajaran Quantum Learning mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota kudus tahun 2006 – 2007 dapat teruji kebenarannya. dibawa sejak lahir dan fix sifatnya.3 menjadi rerata kelas 8. Suatu kenaikan yang sangat berarti atau signifikan. Mata pelajaran IPS jika penyampaiannya masih secara tradisional anak hanya disuruh membaca sendiri buku teks dan mengerjakan soal – soal latihan anak tidak ada gairah sehingga kurang menarik dan cepat bosan.2 suatu kenaikan yang sangat berarti. Sehingga prestasi belajarnya rendah karena anak tidak ada gairah. Dari hasil obsrvasi kenaikan dalam mengajukan pertanyaan dari 19% menjadi 89%. kompleks. Faktor ekstern keberadaannya berkembang dan variatif. Tujuan PTK ini adalah mengurangi bahkan kalau mungkin akan menghilangkan sikap perilaku negative seperti sikap malas. Model Pembelajaran . bakat. cepat lelah.

Berdasarkan paparan tersebut. Prestasi belajar siswa merupakan muara semua kegiatan pendidikan di sekolah. untuk meningkatkan prestasi belajar siswa perlu diupayakan cara-cara pemberdayaan lingkungan agar memberikan kontribusi bagi teraktualisasikannya faktor intern siswa. iklim sewaktu proses belajar. (2000) dapat dipilih sebagai alternatif untuk meningkatkan prestasi pembelajaran siswa. tidak berani mengutarakan pendapat. Faktor ekstern disebut juga lingkungan dapat berupa teman dengan segala kecenderungannya. cepat lelah. sebagai tindak penerapan Quantum Learning dalam pembelajaran di kelas yang dikembangkan oleh Bobbi De Porter. maka faktor lingkungan yang potensial dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan faktor intern dimaksud harus diupayakan aktualisasinya. maka seharusnya siswa akan dapat berprestasi dalam belajarnya.juga dapat menghambat. bisa berupa fasilitas belajar. tidak mampu memperhatikan lebih lama. Mark Reardon & Sarah Singar-Nourie. Namun demikian secara empirik membuktikan bahwa tidak semua siswa berprestasi dengan baik dalam belajarnya. Tidang senang membaca. mengajar berlangsung. Salah satu alternatif pemberdayaan lingkungan dapat dilakukan melalui model Quantum Teaching. sehingga siswa dapat berprestasi dalam belajarnya. Dan karena kualitas pendidikan sering diukur dengan parameter prestasi belajar siswa. tidak ada kreasi merespon pelajaran. Dengan demikian rasionalnya potensi lingkungan dapat diaktualisasikan secara optimal selama proses belajar-mengajar dilangsungkan. atau setidaknya tidak memberikan kontribusi apapun. pasif. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa rendahnya prestasi belajar siswa dikarenakan lingkungan belum diperankan sebagaimana yang seharusnya. Dari hasil pengamatan dan analisis dari para siswa kelas V SD 3 Demaan pada awal tahun pelajaran dapat diidentifikasikan bahwa : Siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran. dan dapat pula dari guru lengkap dengan sikap dan gaya mengajarnya. Rumusan Masalah Berdasarkan paparan tersebut di atas dapat dirumuskan permasalahan karya ilmiah ini sebagai berikut : QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 3 . tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Dalam hal ini siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus b. Dan pada akhirnya prestasi belajarnya tidak memuaskan.

selalu ingin tahu dalam proses pembelajaran dapat diaktualisasikan atau diujutnyatakan keberadaannya melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru dalam kelas? c. tidak malas. ( perilaku ne -gatif ) dapat direduksi atau dikurangi melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru di dalam kelas. Semua tingkah laku tersebut merupakan tingkah laku negatif yng tidak diinginkan dan diyakini menjadi penyebab prestasi belajar rendah. Sebagai akhibat dari kelelahan tersebut dapat menjadikan anak tidak merasakan senang dan tidak tertarik pada pelajaran yang sedang diikuti. Berdasarkan salah satu konsep Freud yakni pleasure principle. Sunaryo Kartadinata (1996) menyatakan bahwa persoalan keberhasilan dalam proses belajar mengajar bukan sekedar masalah ilmu pengetahuan dan teknologi penyampaian materi semata. Dapatkah penerapan Quantum Teaching mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus c. pengerjaan tugas tidak beres dan pada akhirnya pelajaran tidak tuntas dalam memahami pelajaran.? b. menengok ke kiri kanan ke belakang. tidak berani bertanya.a. takut. berani bertanya. bahwa setiap manusia berkeinginan untuk senang dalam hidupnya. sering meninggalkan tempat duduk berjalan – jalan. perhatian mudah teralihkan pada hal – hal lain di luar pelajaran seperti bermain – main sendiri. Apakah perilaku siswa yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran seperti cepat bosan. waktu terasa berjalan amat lambat. tidak mau memperhatikan. berbicara dengan teman. akan tetapi lebih dari pada itu yaitu yang menyangkut masalah kemanusiaan yang harus didekati dari ranah perkembangan fisik dan psikologis anak itu sendiri. berani menjawab denagn tidak ada rasa takut. oleh karena itu diyakini kelelahan dari aspek fisik dan psikologis yang menyebabkan timbulnya perilaku negatif dalam mengikuti pelajaran dapat diatasi melalui pengubahan perilau tidak menyenangakan menjadi perilaku yang . Kerangka Pikir Salah satu sisi karakteristik setiap mata pelajaran menunjuk pada adanya kekhu susan cara dalam menyampaikan materi ajar oleh guru kepada siswa yang belajar atau pebelajar. Karakteristik mata pelajaran dan kekhususan cara penyampaikan guru dan pengorganisasian lingkungan memiliki kontribusi terhadap terjadinya kelelahan yang dialami oleh pebelajar baik pisik maupun psikis serta interkoneksi atau hubungan antara keduanya. mau memper hatikan cukup lama. Apakah perilaku positif seperti belajar dengan senang.Pebelajar cepat merasa bosan . malas. tidak cepat bosan.

Dapat membantu mewujudkan kepuasan semua fihak baik siswa. yang di dalamnya banyak unsur/faktor berpadu dan mewarnai produk akhir yang indah. 2) Guru dapat menginventarisir ragam lingkungan di kelasnya yang mungkin dapat didaya gunakan dalam proses pembelajaran.. Konteks merupakan keakraban orkestra (sebagai lingkungan). Tujuan Penelitian Dengan Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas.. dijelaskan sebagai latar untuk pengalaman kita. dan interpretasi maestro terhadap lembaan musik (sebagai rancangan). QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 5 . Secara garis besar unsur tersebut dibagi menjadi dua kategori: Konteks (context) dan isi (content). digambarkan sebagai fase musik yang dimainkan (sebagai penyajian). guru.Dapat mendayagunakan lingkungan untuk kepentingan belajar siswa. kemudian menciptakan pengalaman bermusik yang menyeluruh.Dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. bertujuan : 1) Guru memperoleh wacana tentang keterkaitan lingkungan dengan proses pembelajaran.Dapat melaksanakan tugas pokoknya sebagai guru secara inovatif dan kreatif.3) Guru dapat mendeskripsikan rencanakan pendayagunaan lingkungan. . Melalui Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat diujutnyatakan. orang tua dan masarakat .menyenangkan dalam proses pembe lajaran. Isi. TINJAUAN PUSTAKA a. . semangat konduktor dan pemain musiknya (sebagai suasana) keseimbangan instrumen dan musisi dalam bekerjasama (sebagai landasan). Unsur-unsur ini berpadu dan. Pengertian Bobbi De Porter menerangkan bahwa Quantum Teaching hampir sama dengan sebuah simfoni. Ditegaskan pula bahwa isi juga meliputi fasilitas ahli sang maestro terhadap orkestra. . Manfaat Penelitian Jika tujuan tersebut di atas tercapai maka guru akan memperoleh manfaat : . memanfaatkan bakat setiap pemain musik dan potensi setiap instrumen. Konteks. 4) Guru dapat memahami langkahlangkah yang akan ditempuh dalam penerapan Quantum Teaching e. d.

70 % dari apa yang kita katakan. Bertolak dari persentase perolehan hasil belajar di atas maka sekecil apapun yang guru “sajikan” secara melekat dalam diri maupun yang dilakukan dikatakan dapat dipersiapkan secara seksama.Kebertautan konteks dan isi menggambarkan pengaktualisasikan ragam potensi dan meyelaraskannya menjadi suatu keterpaduan yang solid. Rancangan tersebut menggunakan kata Tumbuhkan. meningkatkan paritisipasi individu. b. Penggubahan Lingkungan Dan Implikasinya Dalam Proses Pembelajaran. Penggubahan lingkungan untuk memberikan sugesti positif dengan cara mendudukkan murid secara nyaman. ( Untuk memudahkan mengingatnya disingkat menjadi akronim TANDUR ). dan Rayakan. 4 Akui Setiap Usaha. Dan perancangan tersebut adalah sebagai berikut : Mengingat bahwa segalanya “berbicara. memasang musik latar di dalam kelas. Untuk maksud itulah penerapan Quantum Teaching sebagai alternatifnya. Menurut Magnesen (1983) dikatakan bahwa kita belajar :“10 % dari apa yang kita baca. 50 % dari apa yang kita lihat dan dengar. Quantum Teaching Memiliki 5 Prinsip Atau Kebenaran Tetap. Ulangi.30 % dari apa yang kita lihat. Alami. ragam siswa dengan segala keunikannya. menggunakan poster-poster untuk memberikan kesan besar sambil memberikan . dan lingkungan dengan pernik-perniknya menantang guru menjadi sang maestro handal yang mampu merekadaya keragaman dimaksud dan menghimpunnya ke dalam suatu keterpaduan yang terfokus.5 Jika Layak Dipelajari Maka Layak Untuk Dirayakan ! Berdasarkan kelima prinsip tersebut diatas model Quantum Teaching diterapkan di kelas secara ringkas aktivitas itu dapat dirangkum dalam kegiatan menumbuhkan minat siswa dengan memuaskan “Apa Manfaat Bagiku (AMBAK) dengan menggunakan rancangan pengajaran Quantum Teaching sehingga belajar benar – benar menjadi dinamis secara konsisten menjadi mudah dan menyenangkan. yaitu menghasilkan pengaruh positif bagi keberlangsungan minat siswa dalam belajar. Demonstrasikan. yang pencapaian hasil belajar maksimal dalam kondisi yang aman dan menyenangkan.90 % dari apa yang kita katakan dan lakukan.” maka Ambak harus betul-betul dilaksanakan sebagaimana seharusnya. Dalam konteks belajar di kelas. Namai. c. 20 % dari apa yang kita dengar. Lima prinsip atau kebenaran di dalam pembelajaran Quantum yang harus dimunculkan pada setiap pembelajaran kepada siswa adalah sebagai berikut :1 Segala berbicara 2 Segalanya bertujuan 3 Pengalaman sebelum pemberian nama.

Bukan hanya mengawali proses belajar dengan cara merangsang modalitas visual. Kita dapat mengambil selangkah lebih jauh dan menggunakan poster ikon untuk mengintip “acara yang akan datang’. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan : hiburan. “Aku mampu mempelajarinya !” dan “Aku semakin pintar dengan setiap tantangan baru”. alat peraga secara harfiah menyalakan jalur syaraf. Gunakan Poster Buatlah (mintalah siswa membuat ) poster motivasi diri dengan pesan-pesan seperti. Jika alat peraga digunakan dalam situasi belajar.sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif. Lingkungan Sekeliling Dikatakan bahwa gambar lebih berarti daripada seribu kata. Gunakan Warna Bayangkan sebuah apel dibenak anda. c. sehingga menguatkan keyakinan tentang belajar dan tentang isi yang dipelajarinya. Namun semua unsur ini bekerja bersama . Setelah siswa terbiasa dengan konsep-konsep pokok dalam bentuk gambar. poster-poster tersebut seakan “mengucapkan” berbicara seperti dialog internal. Kaitan ini menyediakan konteks yang kaya untuk pembelajaran yang baru. secara visual. dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugesti. permainan. Jika materi ditempatkan dengan cara demikian minat siswa akan terpicu :”Tentang apa yang kira-kira poster itu ?” b. Tempatkan poster-poster itu di dinding samping setinggi telinga. dan kesehatan emosional. Di bawah ini beberapa ide yang dapat digunakan : a.informasi. warna. Beribu-ribu asosiasi diluncurkan ke dalam alam kesadaran. cara berfikir positif. Apakah anda melihat apel itu hitam. dan putih atau berwarna merah? Hampir semua orang melihat apel itu QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 7 .Dan secara tidak sadar siswa menyerap informasi melalui kemitraan otak dan mata. kebugaran fisik. Pejamkan mata anda jika perlu. Tempatkan poster ikon unit selanjutnya pada dinding sebelah kanan. akan terjadi hal yang menakjubkan. Pasang poster di tempat tersebut sampai unit pelajar yang ber sangkutan selesai. tempat untuk bahan-bahan pelajaran yang akan datang. Pada saat siswa melihat sekeliling ruangan. mintalah mereka untuk membuat poster untuk unit-unit mendatang. Poster Icon Ciptakan ikon atau simbol untuk setiap konsep utama yang diajarkan dan digambarkan di atas selembar kertas.

Semakin banyak oksigen yang didapat. Dengan demikian fleksibelitas yang ada pembelajaran apapun yang diberikan. serta hitam dan putih untuk kata-kata penggabung seperti “dan” . Tumbuhkan Aroma untuk mendukung tujuan bagi Saat memikirkan tumbuh-tumbuhan. bunga. kayu manis. Jingga dan kuning untuk menggaris bawahi. Aroma. kehidupan. Siswa yang sangat kinestik dapat . mengubah keadaan mental siswa. f. jeruk. Alat bantu tidak hanya membantu pembelajaran visual. g. dan “dari”. kita dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati. tetapi dapat pula membantu modalitas kinestik. e. pertumbuhan. Gunakan warna untuk memperkuat pengajaran anda dan belajar siswa anda ! Gunakan warna hijau. Bagi kelas kita menurut Lavabre (1990) dapat digunakan untuk peningkatan kewaspadaan mental seperti : mentol. Untuk ketenangan dan relaksasi: kamomil. meremajakan dan memperkuat belajar. Pengaturan Bangku Pengaturan bangku dimaksudkan untuk memudahkan jenis interaksi yang diperlukan dalam pembelajaran. cabang ? Biologi dan botani mengajarkan kita bahwa tumbuh-tumbuhan menyediakan oksigen dalam udara kita. semakin baik otak kita berfungsi. kemangi. dan mendukung lingkungan belajar siswa. dan otak kita berkembang karena oksigen. kelaparan. dan seksualitas. dan rosemary. “sebuah”. Musik Musik berpengaruh pada murid dan guru. ungu. dan mawar. Musik membantu belajar siswa bekerja dengan lebih baik dan mengingat lebih banyak. asosiasi apa yang muncul dibenak kita ? apakah kita berfikir tentang kehijauan. ketenangan depresi. biru. mengapa aroma? Apa hubungannya sukses dengan bau wangi ? Kaitan antara kelenjar pencium dan sistem syaraf otonomi cukup kuat. d. Mengapa ? Karena otak berfikir dalam warna. Apa yang kita cium memicu respon seperti kecemasan. Alat Bantu Alat bantu adalah benda yang dapat mewakili suatu gagasan. dan merah untuk kata-kata penting.memegang alat bantu dan mendapatkan “rasa” yang lebih baik dari ide yang kita sampaikan. baik secara sadar maupun tidak. jeruk. dan lain-lain. Musik merangsang.berwarna. .

Adapun rumusan hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut : “ Bahwa Penerapan Quantum Teaching Prestasi Belajar Sebuah Model Pembelajaran Mampu Siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota Untuk Meningkatkan Kudus METODE PENELITIAN a.. Di SD Demaan 03 Kudus. b. mau berusaha. Sedangkan sisanya 15 anak benar benar memerlukan bantuan dalam meningkatkan semangat motivasi dalam belajar. usil. ketukan. mengganggu temannya. motivasi cukup tinggi. terutamna gelombang otak dan detak jantung. Berdasarkan pengamatan guru sebagian besar siswa yaitu 20 orang siswa memiliki sifat aktif.Mengapa musik ? Irama. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi serta evaluasi. Saran di dalam Pilihan Musik : Berdasarkan kajian pustaka seperti yang telah dipaparkan pada Bab II maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian. Model ini diyakini dan telah teruji oleh para pakar QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 9 . Musik dapat membantu siswa masuk ke keadaan optimal. kerja sama. tetapi kurang motivasi dan menerima apa adanya . Penetapan masalah 2. mau berubah. 4. Subyek penelitian siswa kelas lima sebanyak 46 orang terdiri dari 21 laki – laki dan 25 perempuan. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Sesuai dengan karakteristik penelitian tindakan kelas maka ada tahapan – tahapan penelitian sebagai berikut : 1. sportif.Mereka memiliki kebiasaan yang tidak mendukung dalam meraih prestasi belajar Suka berbicara sendiri . sebagai kesimpulan sementara yang masih akan diuji kebenarannya melalui penelitian di lapangan. Rancangan Penelitian Penelitian ini dirancang dengan menggunakan disain Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Penyusunan Rencana Tinda kan 3. berjalan – jalan. dan keharmonisan musik mempengaruhi fisiologi manusia. Analisis dan Reflkesi Berikut ini akan dijelaskan secara rinci : 1. kurang bergairah dalam belajar. disamping membangkitkan perasaan dan ingatan.Selebihnya 11 anak memiliki memiliki kerja sama baik. Penetapan masalah Fokus masalah yang ingin dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas ini adalah upaya meningkatkan prestasi belajar melalui penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas.

Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dirancang ke arah penyelesaian akar permasalahan yang dihadapi guru yaitu bentuk sikap perilaku negatif akhibat dalam proses belajar mengajar yang kurang menarik dan menantang sekaligus menyenangkan yang berakhibat prestasi rendah. tugas yang sering menjadi membosankan siswa.Penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas memang diperlukan kreatifitas.pendidikan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. 2. Penyusunan Rencana Tindakan kerangka pikir dalam pemecahan masalah akan diterapkan suatu Berdasarkan pendekatan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas melaui tindakan nyata. Tanya jawab. orang tua dan para pengasuh sebelumnya. Namun jika sebagai guru yang beneran maka kita terus ditantang untuk berinovasi dan dan pada akhirnya berkresi untuk meningkatkan mutu pembelajaran kita meningkatkan prestasi belajar siswa dan secara kualitatif meningkatkan mutu pendidikan. Ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut : a) Dilakukan pengumpulan informasi dari berbagai fihak baik guru kelas sebelumnya . b) Penyampaian informasi tentang konsep penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS c) Penyampaian informasi tentang pengembangan ragam tindakan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS d) Penyusunan pedoman pengamatan untuk diunakan peneliti dalam mendapatkan data tentang pelaksanaan model Quantun Teaching penerapan dalam Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS e) Menata lingkungan fisik kelas yang lebih menyenangkanSecara procedural penyusunan rencana tindakan ini meliputi : a) Menyusun rencana pembelajaran b) Mempersiapkan media yang diperlukan dan menata lingkungan c) Menyusun instrument observasi dan soal – soal test d) Menyusun indicator keberhasilanAdapun indicator keberhasilan yang dimaksud adalah : 1) Tumbuhnya . persiapan guru yang ekstra dan tidak mudah. Guru lebih senang dan begitu mapan dengan metode lamanya yaitu ceramah . namun belum banyak diterapkan oleh para guru. Penyelesaian masalah dengan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat meningkatkan sikap perilaku belajar yang positif. menyenangkan dan menantang dan akhirnya mampu mendongkrak prestasi belajar siswa sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.

Kegiatan observasi mestinya dilakukan tidak hanya guru sendiri melainkan dibantu oleh personal lain seperti kepala sekolah atau observer lain seperti pembimbing.Motivasi dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran yang doterapkan c). g) Guru memberikan post test. QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 11 .Perasaan puas dalam terhdap strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru d). Akan tetapi dalam hal penelitian ini semua dilakukan oleh guru kelas sendiri untuk kepentingan guru dalam meningkatkan kinerja pembelajaran di dalam kelas sendiri. Adapun data yang dapat dikumpulkan melalui kegiatan observasi ini meliputi : a). b) Melakukan appersepsi dan menjelaskan tujuan pem belajaran serta strategi yang akan ditempuh.Keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat . f) Guru menyampaikan persoalan siswa menang gapi dan selanjutnya menyimpulkan.Keaktifan siswa dan keterlibatannya dalam pembelajarn b). memusatkan perhtian yang terfokus pada pembelajaran yang menyenangkan.semangat belajar dan rasa ingin atahu siswa dalam memahami pelajaran. menjelaskan kembali hal – hal yang belum dipahami dengan menyenangkan.Selanjutnya data observasi akan dipakai sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dan analisis. e) Guru menjawab pertanyaan siswa. 4) Tumbuhnys keberanian siswa menyampaikan pendapat 5) Meningkatnya prestasi belajar siswa 3. Adapun tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :a). Bersamaan dengan pelaksanaan pembelaranan ini secara simultan juga dilakukan obserasi untuk mendapatkan data keberhasilan tindakan yang direncanakan. 2) Meningkatnya frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa. c) Guru menjelaskan materi pembe lajaran. membangkitkan minat.Menatalingkungan dan media yang meyenangkan. menyenangi pelajaran. d) Guru memberikan kesem patan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan hal – hal yang belum jelas. 3) Meningkatnya rasa puas siswa dalam pembelajaran. Ini diterapkan sebagai strategi untuk menarik minat siswa. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Implementasi tindakan pada hakekatnya adalah pelaksanaan inti rencana tindakan pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam pada itu guru juga melakukan observasi guna mendapatkan data tentang perubahan sikap dan perilaku yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan test.

4. b. b)Penyampaian informasi tentang konsep penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS c) Penyampaian informasi tentang pengembangan ragam tindakan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS d. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dirancang ke arah penyelesaian akar permasalahan yang dihadapi guru yaitu bentuk sikap perilaku negatif akhibat dalam proses belajar mengajar yang kurang menarik dan menantang sekaligus menyenangkan yang berakhibat prestasi rendah. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan hasil tindakan degan indicator kinerja yang telah ditetapkan.Atau sebaliknya jka hasil penelitian lebih rendah dengan criteria maka penelitian tindakan dinyatakan belum erhasil. orang tua dan para pengasuh sebelumnya. maka diadakan analisis dan refleksi terhadap temuan – temuan selama penelitian tindakan . menyenangkan dan menantang dan akhirnya mampu mendongkrak prestasi belajar siswa sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. Analisis Dan Refleksi Berdasarkan data yang telah terkumpul. Langkah Langkah Ini dilakukan langkah langkah sebagai berikut : a) Dilakukan pengumpulan informasi dari berbagai fihak baik guru kelas sebelumnya . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN a. Yang selanjutnya diadakan analisis dan ditemukan sesuatu yang kurang mendukung atau hambatan yang selanjutnya diadakan perbaikan kembali pada siklus yang berikutnya kedua dan ketiga. Penyelesaian masalah dengan penerapan Quantum Teaching model Quantum Learning di dalam kelas diyakini dapat meningkatkan sikap perilaku belajar yang positif. Jika hasil tindakan lebih baik dengan indicator yang telah ditetapkan maka penelitian dinyatakan berhasil . Penyusunan Rencana Tindakan Berdasarkan kerangka pikir dalam pemecahan masalah akan diterapkan suatu pendekatan Quantum Teaching sebuah model pembelajaran Quantum Learning di dalam kelas melaui tindakan nyata.Menata lingkungan fisik kelas yang lebih menyenangkan .Penyusunan pedoman pengamatan untuk diunakan peneliti dalam mendapatkan data tentang pelaksanaan model Quantun Teaching penerapan dalam Quantum Learning di dalam kelas untuk meningkatkan prestasi belajar IPS e.

memusatkan perhtian yang terfokus pada pembelajaran yang menyenangkan. Ini diterapkan sebagai strategi untuk menarik minat siswa. QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 13 . menjelaskan kembali hal – hal yang belum dipahami dengan menyenangkan f) Guru menyampaikan persoalan siswa menanggapi dan selanjutnya menyimpulkan g) Guru memberikan post test. Pelaksanaan Tindakan Dan Observasi Implementasi tindakan pada hakekatnya adalah pelaksanaan inti rencana tindakan pembelajaran yang telah direncanakan.4)Tumbuhnys keberanian siswa menyampaikan pendapat 5)Meningkat nya prestasi belajar siswa Pada tahan perencanaan PTK dilaksanakan beberapa tindakan awal seperti disebut di bawah ini : Pengumpulan informasi tentang kecenderungan perilaku siswa selama dalam proses KBM sebelum dilaksanakan PTK diperoleh hasil sebagai berikut : Tidak siap mengikuti pelajarn : Mengganggu teman yang lain. b) Melakukan appersepsi dan menjelaskan tujuan pembelajaran serta strategi yang akan ditempuh.2) Meningkatnya frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa. membangkitkan minat. Adapun tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Menatalingkungan dan media yang meyenangkan. Bersamaan dengan pelaksanaan pembelaranan ini secara simultan juga dilakukan obserasi untuk mendapatkan data keberhasilan tindakan yang direncanakan. menyenangi pelajaran. Malu bertanya Dihinggapi perasaan takut Tidak bergairah Tidak punya motivasi Bosan Tidak tertarik pelajaran Ngomong dengan kawan Tidak ada perhatian Bermain – main sendiri Berjalan –jalan di kelas c. d) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan hal – hal yang belum jelas. c) Guru menjelaskan materi pembelajaran. e) Guru menjawab pertanyaan siswa. 3) Meningkatnya rasa puas siswa dalam pembelajaran.Secara procedural penyusunan rencana tindakan ini meliputi : 1) Menyusun rencana pembelajaran 2) Mempersiapkan media yang diperlukan dan menata lingkungan 3) Menyusun instrument observasi dan soal – soal test 4) Menyusun indicator keberhasilan Adapun indicator keberhasilan yang dimaksud 1)Tumbuhnya semangat belajar dan rasa ingin atahu siswa dalam memahami pelajaran.

Jika hasil tindakan lebih baik dengan indicator yang telah ditetapkan maka penelitian dinyatakan berhasil . semangat belajar. Akan tetapi dalam hal penelitian ini semua dilakukan oleh guru kelas sendiri untuk kepentingan guru dalam meningkatkan kinerja pembelajaran di dalam kelas sendiri. Kegiatan observasi mestinya dilakukan tidak hanya guru sendiri melainkan dibantu oleh personal lain seperti kepala sekolah atau observer lain seperti pembimbing. tidak punya gairah.Atau sebaliknya jka hasil penelitian lebih rendah dengan criteria maka penelitian tindakan dinyatakan belum erhasil.Dalam pada itu guru juga melakukan observasi guna mendapatkan data tentang perubahan sikap dan perilaku yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan test. Tujuan PTK ini adalah mengurangi bahkan kalau mungkin akan menghilangkan sikap perilaku negative seperti sikap malas. Yang selanjutnya diadakan analisis dan ditemukan sesuatu yang kurang mendukung atau hambatan yang selanjutnya diadakan perbaikan kembali pada siklus yang berikutnya kedua dan ketiga. Analisis dilakukan dengan melakukan perbandingan hasil tindakan degan indicator kinerja yang telah ditetapkan. maka diadakan analisis dan refleksi terhadap temuan – temuan selama penelitian tindakan . perasaan senang dan puas dalam pembelajaran. ANALISIS DAN REFLEKSI Berdasarkan data yang telah terkumpul. OBSERVASI DAN EVALUASI Adapun data yang dapat dikumpulkan melalui kegiatan observasi ini meliputi : Keaktifan siswa dan keterlibatannya dalam pembelajarn Motivasi dan rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran yang diterapkan Perasaan puas dalam terhdap strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru Keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat . timbul keberanian dan rasa ingin tahu yang lebih baik lagi meningkat dengan signifikan atau nyata dan berarti HASIL PENELITIAN Pada sikklus yang ke tiga dapat dilaporkan bahwa dengan penyampaian Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas .Hasil uji pembelajarn ernyata mampu meningkatkan perilaku positif seperti antusias. Selanjutnya data observasi akan dipakai sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dan analisis. bosan tidak ada daya tarik dan cepat lelah dalam proses belajar maka melalui pembelajaran Quantum Teaching sebagai model penerapan Quantum Learning di dalam pembelajaran di kelas akan diuji cobakan. takut.

PENUTUP a. Bahwa perilaku siswa yang tidak mendukung dalam proses pembelajaran seperti cepat bosan. Bahwa perilaku positif seperti belajar dengan senang.Dalam keceriaan mengikuti pelajaran sangat menonjol dari 15% naik menjadi 91%. Saran Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan penelitian ini maka sebagai guru yang sadar adalah arsitek dalam pembelajaran maka bangga jika mampu memberikan hasil pembelajaran yang memuaskan bagi semua fihak baik siswa..Dalam keberanian mengtarakan pendapat naik dari 24% menjadi 87%.30 meningkat menjadi 8. berani menjawab denagn tidak ada rasa takut. berani bertanya. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa Quantum Teaching Sebuah Model Pembela -jaran Quantum Learning mampu Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD 3 Demaan Kota kudus dapat diterima kebenarannya. ( perilaku ne -gatif ) dapat direduksi atau dikurangi melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru di dalam kelas.2 suatu kenaikan yang sangat berarti. mau memper hatikan cukup lama. selalu ingin tahu dalam proses pembelajaran dapat diaktualisasikan atau diujutnyatakan keberadaannya melalui penerapan Quantum Teaching oleh Guru dalam kelas. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian sebagaimana dipaparkan pada bab IV sebelumnya dapat dinyatakan kesimpulan sebagai berikut : 1. tidak malas. orang tua dan masarakat. tidak mau memperhatikan. Suatu kenaikan yang sangat berarti atau signifikan. takut. malas. b. Dari aspek pengembangan prestasi atau kognitif ternyata juga mampu meningkatkan prestasi belajar dari rerata 6. 3. Dari hasil obsrvasi kenaikan dalam mengajukan pertanyaan dari 19% menjadi 89%. Dapatkah penerapan Quantum Teaching mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pembelajaran siswa kelas V SD 3 Demaan Kudus dari rerata kelas 6.mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memperhatikan pelajaran dari 17% menjadi 89%. 2. Untuk itu perlu diperhatikan bagi guru hal – hal sebagai berikut : QUANTUM TEACHING SEBUAH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING Veronica UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sabar Rutoto 15 . tidak cepat bosan.7 menjadi rerata kelas 8.20.

Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Bandung. akan membuat tugas ini semakin menantang. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. satu unsur tetap akan berada di pundak GURU. Artinya Guru menginginkan semua siswanya dapat meraih sukses besar dalam belajar. ( 2003 ) Psikologi Pembelajaran Dan Pengajaran . Edisi Revisi. suatu tujuan yang diusahakan banyak orang. tuntutan sistem pendidikan yang masih membingungkan. (2000) Quantum Teaching. apalagi nilai raport. Penerjemah: Ary Nilandari. 2. ( 1996 ) Kerangka Kerja Bimbingan dan Konseling Dalam Pendidikan. tetapi hanya sedikit yang mencapainya. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. Bandung :KAIFA Bobbi De Porter. Tetapi sekalipun banyak kendala. Tekanan dari berbagai media baik cetak maupun elektronik. Setiap hari Guru mengorkestrai interaksi untuk belajar dinamis dan menyenangkan. . Bandung : Yayasan Bakti Winaya. Setiap hari Guru terus dan terus melihat ke dalam hati siswa memegang hati dan pikiran manusia muda yang dianugerahi cetak biru masa depan bangsa. Cetakan VII. Bandung :KAIFA. baik test formatif maupun test sumatif. Dedi Supriadi (1998). 3. DAFTAR PUSTAKA Bobbi De Porter & Mike Hernacki. Kartadinata. Mark Reardon & Sarah Singar-Nourie. Surya. Mempersiapkan siswa untuk menjadi pelajar seumur hidup adalah tujuan terpuji. Persahabatan ini tidak dapat diukur dan tidak akan muncul pada nilai test. S.1. Guru memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan siswa – siswa yang akan membentuk masa depan bangsa. Mempraktikan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. M. (2000) Quantum Learning. dan dukungan komunitas yang semakin melemah. Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan Penerjemah: Alwiyah Abdurrahman. Bahwa pemberian terbaik yang dapat diberikan Guru kepada siswa – siswanya adalah suatu keyakinan bahwa Sang Guru senantiasa akan selalu berpihak kepada mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful