Berlainan dengan fimosis, parafimosis merupakan kasus gawat darurat.

Upaya untuk menarik kulit preputium ke belakang batang penis, terutama yang berlebihan namun gagal untuk mengembalikannya lagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat memasang selang untuk berkemih (kateter), dapat menyebabkan parafimosis. Kulit preptium yang tidak bisa kembali ke depan batang penis akan menjepit penis sehingga menimbulkan bendungan aliran darah dan pembengkakan (edema) glans penis dan preputium, bahkan kematian jaringan penis dapat terjadi akibat hambatan aliran darah pembuluh nadi yang menuju glans penis. Oleh karena itu, setelah memastikan bahwa tidak ada benda asing seperti karet atau benang yang menyebabkan penis terjepit, dokter akan berupaya mengembalikan kulit preputium ke posisinya secara manual dengan tangan atau melalui prosedur invasif dengan bantuan obat bius (anestesi) dan penenang (sedasi). Jarang diperlukan tindakan sirkumsisi darurat untuk mengatasi parafimosis. Walaupun demikian, setelah parafimosis diatasi secara darurat, selanjutnya diperlukan tindakan sirkumsisi secara berencana oleh karena kondisi parafimosis tersebut dapat berulang atau kambuh kembali. FIMOSISDefinisi Fimosis adalah prepusium penis yang tidak dapat diretraksi (ditarik) ke proksimal sampaike korona glandis. Fimosis dialami oleh sebagian besar bayi baru lahir karena terdaptadesi alamiah antara prepusium dengan glans penis. Etiologi Fimosis dapat terjadi akibat radang seperti balanopostitis (radang glans dan prepusium)atau setelah sirkumsisi yang tidak sempurna. Patologi Pada fimosis dapat terjadi 2 penyulit yaitu balanopostitis kronik dan residif serta kesulitanmiksi. B alanopostitis sukar sembuh karena tindak hygiene biasa untuk membersihkanglans dan permukaan dalam prepusium tidak dapat dilakukan. Sudah tentu retensismegma akan berperan dalam proses patologi ini. Risiko perkembangan malignitas kulitglans penis atau dalam prepusium sangat meningkat pada fimosis. Manifestasi klinis Sulit kencing, pancaran urin mengecil, menggelembungnya ujung prepusium penis padasaat miksi, dan menimbulkan retensi urin. Hygiene local yang kurang bersihmenyebabkan terjadinya infeksi pada prepusium (postitis), infeksi pada glans penis(balanitis) atau infeksi pada glans dan prepusium penis (balanopostitis). Tindakan T idak dianjurkan melakukan dilatasi atau retraksi yang dipaksakan pada fimosis. Fimosisyang disertai balanitis xerotika obliterans dapat dicoba diberikan salepdeksametasone0,1% yang dioleskan 3 atau 4 kali selama 6 bulan.Pada fimosis yang menimbulkan keluhan miksi, menggelembungnya

PatologiParafimosis merupakan kasus gawat darurat . T entunya pada balanitis atau postitis harus diberi antibiotikadahulu sebelum sirkumsisi. D. Kulit preptium yang tidak bisakembali ke depan batang penis akan menjepit penis sehingga menimbulkan bendunganaliran darah dan pembengkakan (edema) glans penis dan . PARAFIMOSISDefinisi Prepusium penis yang di retraksi sampai di sulkus koronarium tidak dapat dikembalikan pada keadaan semula dan timbul jeratan pada penis dibelakang sulkus koronarius Study as if you have not reached your goal . terutama yang berlebihan namun gagal untuk mengembalikannyalagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat memasang selanguntuk berkemih (kateter). Upaya untuk menarik kulit preputium ke belakang batang penis.ujung prepusium pada saat miksi.hold it as if you were afraid of losing what you have Kompilasi Skenario I Blok XI (AVICENNA-09) Page 81 Etiologi Menarik Prepusium ke proksimal yang biasanya di lakukan pada saat bersenggama/masturbasi atau sehabis pemasangan kateter tetapi tidak dikembalikanketempat semula secepatnya. dapat menyebabkan parafimosis. atau fimosis yang disertai dengan infeksi postitis merupakan indikasiuntuk dilakukan sirkumsisi.

penelitian lain mendapatkan hanya 20% dari 200 anak laki-laki berusia 5-13 tahun yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis. Oleh karena itu. Jarangdiperlukan tindakan sirkumsisi darurat untuk mengatasi parafimosis.preputium . hal ini meningkat menjadi 89% pada saat usia tiga tahun. Penatalaksanaan : Ö Tidak dianjurkan melakukan retraksi yang dipaksakan. dokter akan berupayamengembalikan kulit preputium ke posisinya secara manual dengan tangan atau melalui prosedur invasif dengan bantuan obat bius (anestesi) dan penenang (sedasi). Pada pria yang lebih tua. Penatalaksanaan Preputium diusahakan di kembalikan secara manual dengan teknik memijat gland selama3-5 menit diharapkan edema berkurang dan secra perlahan preputium dikembalikan padatempatnya. Biasanya keadaan ini diatasi dengan melakukan penyunatan (sirkumsisi). dan diharapkan setelah 6 . namun mencapai 90% pada saat usia 3 tahun dan hanya 1% laki-laki berusia 17 tahun yang masih mengalami fimosis kongenital. Jika usaha gagal. karena dapat menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks pada ujung prepusium sehingga akan terbentuk fimosis sekunder Ö Fimosis disertai balanitis xerotica obliterans dapat diberikan salep dexamethasone 0. Walaupun demikian. Insidens fimosis adalah sebesar 8% pada usia 6 sampai 7 tahun dan 1% pada laki-laki usia 16 sampai 18 tahun. W alaupun demikian. fimosis bisa terjadi akibat iritasi menzhun.1% yang dioleskan 3/4 kali. Suatu penelitian lain juga mendapatkan bahwa hanya 4% bayi yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis pada saat lahir. lakukan dorsum insisi pada tempatnya setelah edema dan proses inflamasi menghilang pasien dianjurkan menjalani sirkumsisi Glandularis hanya dapat dilakukan pada sekitar 50% anak laki-laki. setelah memastikan bahwa tidak ada benda asing sepertikaret atau benang yang menyebabkan penis terjepit. selanjutnya diperlukan tindakan sirkumsisisecara berencana oleh karena kondisi parafimosis tersebut dapat berulang atau kambuhkembali.setelah parafimosis diatasi secara darurat. bahkan kematian jaringan penis dapat terjadi akibat hambatan aliran darah pembuluh nadi yang menujuglans penis. Fimosis bisa mempengaruhi proses berkemih dan aktivitas seksual.

Tindakan : Ö Tindakan awal yaitu prepusium diusahakan untuk dikembalikan secara manual dengan teknik memijat glans penis selama 3-5 menit dan diharapkan edema berkurang dan secara perlahan-lahan prepusium dikembalikan pada tempatnya. SIRKUMSISI Indikasi : Ö Fimosis / parafimosis Ö Balanitis rekuren Ö Kondiloma akuminata Ö Karsinoma akuamosa pada prepusium Kontraindikasi : Ö Hipospadia Ö Epispadia Ö Korde Ö Megalouretra Ö Webbed penis (didapatkan jaringan diantara penis dan rafe skrotum) Ö Kontraindikasi relatif seperti kelainan pembekuan darah (bleeding diarthesis) Prinsip dasar : Ö Asepsis Ö Pengangkatan kulit prepusium secara adekuat . Ö Setelah edema dan proses inflamasi menghilang.minggu pemberian prepusium dapat diretraksi spontan. pasien dianjurkan untuk menjalani sirkumsisi. Ö Fimosis dengan keluhan miksi. Menarik prepusium ke proksimal biasanya dilakukan pada saat senggama / masturbasi / sehabis pemasangan kateter. Jika prepusium tidak secepatnya dikembalikan ke tempat semula dapat menyebabkan gangguan aliran balik vena superfisial sedangkan aliran arteri tetap berjalan normal. dimana pada fimosis disertai balanitis / postitis harus diberikan antibiotika terlebih dahulu. dan apabila dibiarkan terus maka penis disebelah distal jeratan makin membengkak yang akhirnya bisa mengalami nekrosis glans penis. Ö Tidakan lanjut (jika tidak berhasil) maka dilakukan dorsum insisi pada jeratan sehingga prepusium dapat dikembalikan pada tempatnya. PARAFIMOSIS Definisi : Prepusium penis yang diretraksi sampai sulkus koronarius tidak dapat dikembalikan pada keadaan semula dan timbul jeratan pada penis dibelakang sulkus koronarius. menggelembungnya ujung prepusium pada saat miksi atau infeksi postitis merupakan indikasi untuk dilakukan sirkumsisi. sehingga dapat menyebabkan edema glans penis dan dirasakan nyeri.

dilakukan hemostasis untuk merawat perdarahan. antara lain : . dilakukan dilatasi dulu dengan klem sehingga prepusium dapat ditarik ke proximal. klem chirurgis 1 buah. Tehnik dasar : Persiapan : Alat-alat yang dipergunakan : Ö Kain kasa steril Ö Cairan desinfektan (povidon iodine) Ö Duk lubang steril Ö Spuit steril 5 cc dengan jarum nomor 24 Ö Obat anestesi lokal seperti lidokain. kemudian prepusium dibebaskan dari perlekatannya dengan glans penis dan dibersihkan dari smegma / kotoran lain. klem arteri bengkok 2 / 3 buah. sedangkan anak yang lebih besar harus dengan anestesi umum untuk menghindari trauma psikologis. Insisi pertama berada 1 cm dari sulkus koronarius dan yang kedua berada beberapa cm disebelah proximal dari insisi pertama. pinset chirurgis. Perhatian utama ditujukan pada arteri yang terdapat di frenulum penis. jarum segitiga dan benang jahit catgut nomor 3. Ö Jika terdapat fimosis.Ö Hemostasis yang baik Ö Kosmetik pada neonatus (< 1 bulan) dilakukan tanpa anestesi. Kedua insisi dihubungkan dengan insisi longitudinal dan selanjutnya kulit prepusium dipisahkan dari jaringan subkutan hingga terlepas.Teknik diseksi prepusium / sleeve Prepusium diretraksi ke proximal kemudian dibuat 2 buah insisi yang masingmasing melingkar dan saling sejajar pada kulit prepusium. lidokain cum adrenalin Ö Satu set peralatan bedah minor yaitu nald voeder. kulit proximal dan distal didekatkan dengan penjahitan dengan memakai benang yang cepat diserap (plain catgut) Memotong prepusium penis dengan berbagai macam teknik. kemudian ditunggu beberapa saat dan diyakinkan bahwa batang penis sudah terbius. Obat anestesi disuntikkan secara infiltrasi dibawah kulit dan melingkari basis penis. pembiusan dilakukan memakai anestesi lokal dengan menyuntikkan obat anestesi pada basis penis (pada garis tengah dorsum penis). Ö Setelah kulit prepusium terlepas. bak instrumen. bisturi dan skapel.0. prokain. klem arteri lurus 2 / 3 buah. Ö Kemudian jika sudah tidak ada perdarahan dapat dilakukan penjahitan. . Cara : Ö Desinfeksi lapangan operasi dengan povidon iodine Ö Daerah operasi ditutup dengan duk lubang steril Ö Pada anak yang lebih besar / dewasa.

kemudian prepusium disebelah dorsal dipotong memakai gunting pada garis midline. . Selanjutnya dilakukan pemotongan secara melingkar hingga kulit prepusium terlepas. dari ujung distal ke arah proximal sampai sulkus koronarius. Tujuan sirkumsisi plastik adalah untuk memperluas lingkaran kulit prepusium saat retraksi komplit dengan mempertahankan kulit prepusium secara kosmetik. Komplikasi : Ö Perdarahan (0. seperti infeksi saluran kemih berulang atau balloting kulit prepusium saat miksi. sirkumsisi harus segera dilakukan tanpa memperhitungkan usia pasien.Dengan mempergunakan alat Plastibel / Gomco.Teknik guilotin Prepusium ditegangkan pada sebelah ventral dan dorsal dengan klem kecil. periengketan dibebaskan dan dilakukan frenulotomi dengan ligasi arteri frenular jika terdapat frenulum breve. terapi fimosis pada anak-anak tergantung pada pilihan orang tua dan dapat berupa sirkumsisi plastik atau sirkumsisi radikal setelah usia dua tahun. Manfaat sirkumsisi : Ö Menjalankan ibadah agama / ritual Ö Menjaga higiene penis dari smegma dan sisa-sisa urine Ö Mencegah terjadinya infeksi pada glans / prepusium penis Ö Mencegah timbulnya karsinoma penis. .Teknik Dorsal slit Kulit prepusium disebelah kiri dan kanan ditegangkan ke lateral dengan klem kecil.1-35 %) Ö Infeksi (0. Pada saat yang sama..4 %) Ö Pengangkatan kulit penis tidak adekuat Ö Terjadinya amputasi glans penis Ö Timbul fistula uretrokutan Ö Nekrosis penis. Kemudian dilakukan pemotongan kulit prepusium memakai pisau hingga kulit terlepas. Kenapa ujung penis melembung ? Ujung penis melembung dapat dikarenakan adanya penyempitan pada ujung preputium karena terjadi perlengketan dengan glans penis (tidak dapat ditarik ke proksimal) sehingga pada saat miksi terjadi gangguan aliran urin dimana urin mengumpul di ruang antara preputium dan glans penis (tampak menggelembung). Sirkumsisi neonatal rutin untuk . Pada kasus dengan komplikasi. kemudian dilakukan penjepitan kulit prepusium memakai klem yang lebih besar dengan batas proximal klem berada disebelah distal dari glans penis.

4 Etiologi Fimosis dapat timbul kemudian setelah lahir.mencegah karsinoma penis tidak dianjurkan.1%) dua kali sehari selama 20-30 hari Terapi ini tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak yang masih memakai popok.1. Sebagai pilihan terapi konservatif dapat diberikan salep kortikoid (0. atau penarikan berlebihan . Kontraindikasi operasi adalah infeksi tokal akut dan anomali kongenital dari penis. tetapi dapat dipertimbangkan untuk usia sekitar tiga tahun. peradangan kronik glans penis dan kulit preputium (balanoposthitis kronik)3.05-0. Hal ini berkaitan dengan tingkat higienitas alat kelamin yang buruk. Fimosis dialami oleh sebagian besar bayi baru lahir karena terdapat adhesi alamiah antara prepusium dengan glans penis. FIMOSIS Definisi Fimosis adalah suatu kelainan dimana prepusium penis yang tidak dapat di retraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis.

dan debris yang dihasilkan oleh epitel prepusium (smegma) mengumpul didalam prepusium dan perlahan-lahan memisahkan prepusium dari glans penis. fimosis banyak terjadi pada bayi atau anak-anak hingga mencapai usia 3 atau 4 tahun. akan terjadi fenomena “balloning” dimana prepusium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran urine yang tidak diimbangi besarnya lubang di ujung prepusium.1 Pada kasus fimosis lubang yang terdapat di prepusium sempit sehingga tidak bisa ditarik mundur dan glans penis sama sekali tidak bisa dilihat. Apapun penyebabnya. Epidemiologi Berdasarkan data epidemiologi. Kondisi ini menyebabkan prepusium menjadi melekat pada glans penis.kulit preputium (forceful retraction)8. Bila fimosis menghambat kelancaran berkemih. sebagian besar fimosis disertai tanda-tanda peradangan penis distal. sirkulasi glans dapat terganggu hingga menyebabkan kongesti.Pada fimosis kongenital umumya terjadi akibat terbentuknya jaringan parut di prepusium yang biasanya muncul karena sebelumnya terdapat balanopostitis. Ereksi penis yang terjadi secara berkala membuat prepusium menjadi retraktil dan dapat ditarik ke proksimal. pembengkakan. 90% prepusium sudah dapat di retraksi. Apabila stenosis atau retraksi tersebut ditarik dengan paksa melewati glans penis. dan nyeri distal penis atau biasa disebut parafimosis3. Kadang hanya tersisa lubang yang sangat kecil di ujung prepusium.8 Patogenesis Normalnya hingga usia 3-4 tahun penis tumbuh dan berkembang. Pada kondisi ini. seperti pada balloning maka sisa-sisa urin mudah . sehingga sulit ditarik ke arah proximal.3 Sedangkan fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir biasanya terjadi karena ruang di antara kutup dan penis tidak berkembang dengan baik. Pada saat usia 3 tahun. Sedangkan sekitar 15% kasus terjadi sampai pada usia 16 tahun.

ISK paling sering menjadi indikasi sirkumsisi pada kasus fimosis7. Meski jarang. Bila tidak terjadi fimosis.1. Fimosis juga terjadi jika tingkat higienitas rendah pada waktu BAK yang akan mengakibatkan terjadinya penumpukan kotoran-kotoran pada glans penis sehingga memungkinkan terjadinya infeksi pada daerah glans penis dan prepusium (balanitis) yang meninggalkan jaringan parut sehingga prepusium tidak dapat ditarik kebelakang7. pancaran urine mengecil. Karena itu.7 Ada pula kondisi lain akibat infeksi yaitu balanopostitis. Cairan ini berguna untuk melumasi permukaan prepusium. infeksi ini bisa terjadi pada diabetes. Di tempat ini terkumpul keringat. Pada infeksi ini terjadi peradangan pada permukaan preputium dan glans penis. infeksi pada glans penis (balanitis) atau infeksi pada glans dan prepusium penis (balanopositis). dan menimbulkan retensi urine. menggelumbungnya ujung prepusium penis pada saat miksi. Namun pada kondisi fimosis.3 Manifestasi Klinis Fimosis menyebabkan gangguan aliran urin berupa sulit kencing. Pada lapisan dalam prepusium terdapat kelenjar sebacea yang memproduksi smegma. komplikasi yang paling sering dialami akibat fimosis adalah infeksi saluran kemih (ISK). kotoran ini mudah dibersihkan. Terjadi pembengkakan kemerahan dan produksi pus di antara glans penis dan prepusium. Bila yang terjadi adalah perlekatan prepusium dengan glans penis. pembersihan tersebut sulit dilakukan karena prepusium tidak bisa ditarik penuh ke belakang. Higiene lokal yang kurang bersih menyebabkan terjadinya infeksi pada prepusium (postitis). Letak kelenjar ini di dekat pertemuan prepusium dan glans penis yang membentuk semacam “lembah” di bawah korona glans penis (bagian kepala penis yang berdiameter paling lebar).3 . Adanya kandungan glukosa pada urine menjadi pusat bagi pertumbuhan bakteri.terjebak di dalam prepusium. debris dan sel mati yang terkumpul tersebut tidak bisa dibersihkan. debris/kotoran. sel mati dan bakteri.

Kadangkala pasien dibawa berobat oleh orang tuanya karena ada benjolan lunak di ujung penis yang tak lain adalah korpus smegma yaitu timbunan smegma di dalam sakus prepusium penis.1% yang dioleskan 3 atau 4 kali. Fimosis yang disertai balanitis xerotika obliterans dapat dicoba diberikan salep deksametasone 0. . 7 Pada fimosis yang menimbulkan keluhan miksi. Bila ada balanopostitis. menggelembungnya ujung prepusium pada saat miksi. Preputium di bersihkan dengan cairan antiseptik pada sekitar glans penis. prepusium dapat retraksi spontan. karena akan menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks pada ujung prepusium sebagai fimosis sekunder. Diharapkan setelah pemberian selama 6 minggu. Tata Laksana Tidak dianjurkan melakukan dilatasi atau retraksi yang dipaksakan pada penderita fimosis. Secara singkat teknik operasi sirkumsisi dapat dijelaskan sebagai berikut : Setelah penderita diberi narkose. atau fimosis yang disertai dengan infeksi postitis merupakan indikasi untuk dilakukan sirkumsisi. 1 Bila fimosis tidak menimbulkan ketidaknyamanan dapat diberikan penatalaksanaan non-operatif. misalnya seperti pemberian krim steroid topikal yaitu betamethasone selama 4-6 minggu pada daerah glans penis. Preputium di klem pada 3 tempat. Smegma terjadi dari selsel mukosa prepusium dan glans penis yang mengalami deskuamasi oleh bakteri yang ada di dalamnya1. penderita di letakkan dalam posisi supine. sebaiknya dilakukan sayatan dorsal terlebih dahulu yang disusul dengan sirkumsisi sempurna setelah radang mereda. 1 Fimosis yang harus ditangani dengan melakukan sirkumsisi bila terdapat obstruksi dan balanopostitis. Tentunya pada balanitis atau postitis harus diberi antibiotika dahulu sebelum dilakukan sirkumsisi. Desinfeksi lapangan pembedahan dengan antiseptik kemudian dipersempit dengan linen steril.

Preputium kemudian di potong melingkar sejajar dengan korona glandis.Prepusium di gunting pada sisi dorsal penis sampai batas corona glandis.0 atraumatik interupted. ⇒ Penarikan prepusium secara paksa dapat berakibat kontriksi dengan rasa nyeri dan pembengkakan glans penis yang disebut parafimosis. ⇒ Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin. 5 Hati. Dibuat teugel pada ujung insisi. Teugel yang sama dikerjakan pada frenulum penis. ⇒ Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang disebut ballonitis. Komplikasi8 Ada beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat fimosis. Kemudian kulit dan mukosa dijahit dengan plain cut gut 4. 5 . yaitu : ⇒ Ketidaknyamanan/nyeri saat berkemih ⇒ Akumulasi sekret dan smegma di bawah preputium yang kemudian terkena infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut. ⇒ Timbul infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan.Pemberian antibiotik dan analgetik. Pasca bedah penderita dapat langsung rawat jalan. diobservasi kemungkinan komplikasi yang membahayakan jiwa penderita seperti perdarahan. ⇒ Fimosis merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker penis. kemudian menimbulkan kerusakan pada ginjal.hati komplikasi operasi pada sirkumsisi yaitu perdarahan.

SW dan Wilson. Samik Wahab.dan Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Buku Ajar Patologi. 2011 : 14. Kelainan Urogenital. Price.D. Volume 2. Richard S. Jakarta: EGC. Abraham M. Jakarta : EGC. 2004 6. Jakarta : EGC. Edisi 20. Edisi 2. Dasar-Dasar Urologi. 236-237 2. Edisi ketiga. Malang : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Buku Ajar Pediatri Rudolph. LM. 2006 5. Patofisiologi. Snell. Purnomo. Volume 2.2004 4. Robbins dkk. 2006 .Ed 6. 2005 3. Sugiarto. Edisi 6. Hariawati Hartono. Anatomi Klinik Snell. Sjamsuhidajat R. Rudolph. Jakarta : EGC. Edisi 7. Volume 1.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: EGC. A. Basuki B.