Pertemuan Ke-5 (Modul 5) Minggu, 01 April 2012 By : Damisih (Idham

)

1

2

 Penarikan

sampel adalah suatu kegiatan yang termasuk dalam bidang statistika inferensia  Sampel diusahakan diambil dari populasi yang merupakan gambaran/refleksi dari populasi dari mana sampel tersebut diambil  Sifat keterwakilan sangat penting penting dalam pengambilan sampel  Tujuan pembelajaran : 1. Penarikan sampel probabilita 2. Penarikan sampel non-probabilita
3

Kegiatan Belajar 1

4

 Dalam

suatu penelitian, kadang kesulitan untuk melibatkan semua anggota populasi objek tersebut  Misal, perusahaan elektronik akan melakukan riset pasar di suatu pusat perbelanjaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon konsumen. Jumlah pengunjung mencapai lebih dari 3000 orang, lalu apakah peneliti harus melibatkan semua pengunjung tersebut?

5

 Jika

melibatkan semua pengunjung  harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi dan butuh waktu yang lama  Solusi  hanya melibatkan sebagian anggota saja (data sampel), contoh hanya diambil 100 orang pengunjung saja  Selama penentuan sampel dilakukan dengan baik, maka data sampel tersebut dapat menggambarkan respon dari semua populasi

6

 Manfaat
1. 2. 3. 4.

penarikan sampel :

5.

Menghemat waktu dan biaya Jangkauan lebih luas dan fleksibilitas yang lebih besar Hasil penelitian yang lebih akurat Pilihan yang tersedia hanyalah sampel  Misal, pedagang eceran durian Manajemen data  pewaspadaan terhadap human error dan keterbatasan teknologi

7

POPULASI
X1 X2 X3 . . XN

SAMPEL
X1 X2 . . Xn

Diagram Venn Populasi dan Sampel

dari populasi berukuran N (yaitu X1, X2, X3,... XN)

dipilih sampel berukuran n (yaitu X1, X2, X3,... Xn)

8

 Untuk

memperoleh sampel yang baik diperlukan metode yang baik dalam penarikan sampel  tergantung dari kondisi populasi  Metode pengambilan sampel dikelompokkan menjadi 2, yaitu : 1. Penarikan sampel probabilita 2. Penarikan sampel nonprobabilita  Metode penarikan sampel probabilita adalah metode penarikan sampel yang mendasarkan diri pada prinsip bahwa setiap elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel

9

Dalam metode penarikan sampel probabilita, setiap elemen diperlakukan sama  Proses penarikan sampel ini dapat menggunakan 5 cara, yaitu : 1. Penarikan sampel acak sederhana (simple random sampling) 2. Penarikan sampel acak bertingkat (stratified random sampling) 3. Penarikan sampel sistematis (systematic random sampling) 4. Penarikan sampel berkelompok (cluster sampling) 5. Penarikan sampel random langkah ganda (multistage random sampling)

10

1. Penarikan Sampel Acak Sederhana
 Asumsi

dasar : populasi bersifat homogen  Digunakan untuk penelitian dengan jumlah populasi dan sampel yang tidak terlalu besar  Definisi :  pengambilan sampel dari populasi secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dala populasi dan setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel

11

 Contoh

: Penelitian tentang persepsi mahasiswa Pengantar Statistik Sosial FISIP-UT terhadap layanan akademik Universitas Terbuka. Jumlah mahasiswa yang menjadi objek penelitian sebanyak 300 mahasiswa yang diambil sampelnya secara acak sebanyak 30 mahasiswa. Bagaimana memilih 30 mahasiswa dari 300 mahasiswa Pengantar Statistik Sosial?

12

Langkap pertama : membuat kerangka sampel, yaitu daftar nama seluruh mahasiswa yang telah diberi nomer urut.  Langkah kedua : menentukan cara pemilihan sampel  ada 2 cara yang dapat dilakukan, yaitu : 1) sistem undian (kocokan)  dengan menuliskan setiap nomor urut kerangka sampel dalam gulungan secarik kertas yang ukuran dan jenisnya sama  mudah dilakukan, tapi kurang efisien untuk populasi besar 1) menggunakan tabel angka acak  tabel yang berisi angka-angka yang disusun secara acak berdasarkan baris dan kolom

13

 Langkah-langkah

angka acak : a) Harus mengetahui jumlah populasi yang dimiliki, akan menentukan berapa digit yang harus diambil Contoh : populasi 300 mahasiswa berarti terdapat 3 digit angka b) Menentukan secara acak angka pertama sebagai titik awal (starting point), bersifat bebas c) Pemilihan anggota sampel dengan memperhatikan jumlah digit bisa ke arah kanan, kiri, atas atau bawah secara konsisten
14

untuk menggunakan tabel

Tabel Angka Random 90231 50348 02338 48300 01839 00764

18701 82453 21104 59996 36855 ..... 89259

34754 95067 24839 85670 47761

81349 54481 59244 47909 08575

60997 69781 13776 36323 13597

12002 85743 56986 35120 56361

23845 32246 82411 74264 48295
95745

Ket : angka yang berwarna merah merupakan nomor sampel
15

Pada contoh penelitian persepsi mahasiswa Pengantar Statistik Sosial, diambil langkah ke kanan  Dimulai dari titik baris dan kolom pertama dengan nilai acak 90231  Karena jumlah populasinya adalah 300 maka hanya digunakan tiga angka dan nilainya di bawah atau sama dengan 300  Angka 90231  diambil hanya 902 saja, namun karena lebih besar dari 300 maka bukan merupakan nomor sampel  Baris pertama  023 dan 018 merupakan nomor sampel karena nilainya dibawah 300

16

 Merupakan

dasar dari seluruh teknik penarikan sampel lainnya  meskipun tidak efisien untuk jumlah populasi besar  Kelebihan :  terletak pada kemampuannya mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel  menggunakan prinsip probabilita sehingga standar error dapat dihitung

17

2. Penarikan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)
 Untuk

populasi yang anggotanya tidak homogen  Dengan membagi anggota populasi dalam beberapa subkelompok yang disebut strata, lalu dipilih secara acak  Keunggulan : dapat merefleksikan secara akurat parameter populasi daripada metode acak sederhana  Setiap strata memiliki jumlah sampel minimal sehingga semua struktur dapat terwakili
18

Proses Penarikan Sampel Secara Berstrata

19

 Bagaimana

menentukan jumlah sampel pada metode strata?  Terdapat 2 cara penentuan jumlah sampel ; - strata proporsional : digunakan apabila besarnya sampel yang ditarik dari masingmasing strata sebanding dengan besarnya strata dalam populasi - strata non proporsional : digunakan jika peneliti tidak mungkin untuk menarik sampel yang sebanding karena jumlah di salah satu strata yang terlalu sedikit atau terlalu besar sehingga mempengaruhi distribusi data
20

 Secara

umum tahapan dalam penarikan sampel berstrata adalah : a) Membagi elemen populasi ke dalam strata b) Menentukan jumlah sampel yang ingin diambil secara proporsional atau nonproporsional c) Menarik sampel dari masing-masing strata dengan metode acak sederhana atau sistematis

21

a. Penarikan sampel acak berstrata proporsional (proporsionate stratified random sampling)
 Cara

yang ideal untuk menggambarkan populasi  Proporsional berarti jumlah masing-masing strata dalam sampel sebanding dengan jumlah masing-masing strata dalam populasi  Contoh : studi penelusuran lulusan S1 FISIPUT yang lulus pada tahun 2008 menghendaki jumlah sampel yang proporsional setiap program studi. Diketahui jumlah populasi lulusan S1 FISIP-UT pada tahun 2008 sebanyak 200 lulusan, yang akan ditarik sampelnya sebanyak 50 lulusan.
22

Tabel : Penarikan Sampel Berstrata Proporsional
Stratum
1 2 3 4 5

Program Studi
Adm. Negara Adm. Niaga Ilmu Pemerintahan Ilmu Komunikasi Sosiologi

Jumlah Anggota
92 60 28 16 4

Persentase dari Total
46 30 14 8 2

Jumlah Sampel per Stratum
23 (46% x 50) 15 (30% x 50) 7 (14% x 50) 4 (8% x50) 1 (2% x 50)

TOTAL

200

100

50

23

 Kelebihan

: kemampuannya untuk lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel (heterogen)  Keterbatasan : -tidak mungkin digunakan jika tidak memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian - jika ada perbedaan yang besar antara jumlah masing-masing strata, akan menyebabkan analisa menjadi tidak seimbang
24

a. Penarikan sampel acak berstrata non proporsional (non proporsionate stratified random sampling)
 Digunakan

untuk menghindari bias akibat perbedaan jumlah masing-masing strata yang terlalu jauh  Pada contoh sebelumnya, jumlah lulusan Sosiologi tidak sebanding dengan jumlah lulusan program studi lainnya  untuk menghindari bias, maka peneliti mengambil jumlah seluruh lulusan sosiologi menjadi anggota sampel

25

Tabel : Penarikan Sampel Berstrata Non Proporsional
Stratum
1 2 3 4 5

Program Studi
Adm. Negara Adm. Niaga Ilmu Pemerintahan Ilmu Komunikasi Sosiologi TOTAL

Jumlah Anggota
92 60 28 16 4 200

Persentase dari Total
46 30 14 8 2 100

Jumlah Sampel per Stratum
20 15 7 4 4 50

26

3. Penarikan Sampel Sistematis

Digunakan untuk karakteristik populasi yang homogen  Syarat : tersedianya kerangka sampel (sample frame) yang disusun secara acak  Prosedur penarikan sampel sistematis : a) Menyusun kerangka sampel secara acak b) Menentukan interval sampel Rumus : K = N/n K = interval sampel, N = jumlah populasi, n = jumlah sampel c) Menarik sampel dari daftar kerangka sampel berdasarkan K

27

 Kelebihan

:  lebih praktis dan hemat :  bila kita meneliti pada populasi penelitian yang heterogen, maka dengan cara sistematis saja tidak cukup untuk menangkap keragaman di populasi penelitian

 Kelemahan

28

4. Penarikan Sampel Random Klaster (Cluster Random Sampling)
 Prosedur a) b) c)

: Membagi jumlah klaster/area yang akan dijadikan kerangka sampel Menyusun kerangka sampel dari masingmasing klaster/area secara acak Memilih anggota sampel dari masing-masing klaster/area secara acak sederhana atau sistematis Teknik ini biasanya lebih murah dibanding teknik penarikan sampel acak sderhana namun kurang akurat
29

5. Sampel Random Langkah Jamak (Multi Stage Random Sampling)
 Bermanfaat

pada waktu menghadapi masalah sulit memperoleh kerangka sampel atau sukarnya medan yang harus ditempuh atau mahalnya biaya pengambilan sampel  Prosedur : a. Populasi dipecah menjadi beberapa klaster (cluster), kemudian dipilih secara random b. Klaster-klaster yang terpilih masing-masing dibagi menjadi beberapa sub klaster, kemudian dipilih lagi secara random c. Kelompok sub klaster yang terpilih dipecah lagi menjadi sejumlah sub sub klaster
30

Kegiatan Belajar 2

31

 Teknik-teknik

pengambilan sampel non probabilita yang akan dibahas meliputi : 1. Pengambilan sampel maksud tertentu (purposive sampling) 2. Pengambilan sampel kuota (quota sampling) 3. Pengambilan sampel bola salju (snow ball sampling) 4. Pengambilan sampel sekehendak (judgement sampling) 5. Pengambilan sampel ahli (expert sampling)

32

 Adalah

penarikan sampel dengan pertimbangan tertentu  didasarkan pada kepentingan atau tujuan penelitian  Terdapat 2 cara yaitu : 1) Convenience sampling penarikan sampel berdasarkan keinginan peneliti sesuai dengan tujuan penelitian 2) Judgement sampling penarikan sampel berdasarkan penilaian terhadap karakteristik anggota sampel yang disesuaikan dengan tujuan penelitian
33

Digunakan pada populasi yang cenderung heterogen namun peneliti tidak mungkin menyusun kerangka sampel  Cara penarikan sampel :  mengelompokkan responden dalam beberapa kategori dan kemudian menentukan jumlah sampel untuk masing-masing kategori  Contoh : membagi populasi penelitian berdasarkan laki-laki dan perempuan, kemudian menentukan jatah masing-masing kategori, misalnya laki-laki 30, perempuan 30

34

 Teknik

ini digunakan pada kasus-kasus yang sensitif sehingga sulit menyusun kerangka sampel  Kelebihan : peneliti dapat membuat suatu jaringan (network) dalam bentuk “sociogram” yang melibatkan seluruh objek penelitian  Cara penarikan sampel teknik ini dilakukan secara berantai  Langkah pertama yang perlu dilakukan peneliti adalah mencari responden dari kelompok kecil
35

 Digunakan

jika populasi relatif homogen dan peneliti sulit untuk menyusun kerangka sampel  Merupakan teknik penarikan sampel yang paling mudah dan murah  Contoh : peneliti yang melakukan wawancara kepada warga yang kebetulan lewat di depannya  Kelemahan : cenderung menghasilkan sampel yang tidak mewakili populasi dan bias tinggi
36

 Didasarkan

atas pendapat pendapat ahli sehingga apa dan siapa yang akan dipilih menjadi anggota sampel tergantung pada pendapat ahli tersebut  Disebut juga expert sampling  Ahli yang dimaksud adalah seseorang yang dianggap ahli tentang objek yang diteliti

37

1.

[Modul 5] Apabila dalam sebuah sekolah ada 3500 siswa, meliputi kelas 1 sebanyak 1000, kelas 2 sebanyak 1000, serta kelas 3 sebanyak 1500 siswa. Peneliti ingin melihat apakah ada hubungan antara sikap siswa kelas 1, 2 serta 3 terhadap metode pengajaran guru. Untuk itu ia akan mengambil sampel sebanyak 350 orang secara stratifikasi. Buatlah tahap pengambilan sampelnya!

38

2.

[Modul 5] Buatlah contoh penarikan sampel secara : a. purposive sampling b. quota sampling c. Snowball sampling d. accidental sampling e. experts sampling

39

3.

[Modul 4] Sebuah dadu dilempar dua kali. Tentukan/hitung probabilitas untuk kejadian : a. Bilangan prima muncul pada pelemparan pertama b. Berturut-turut muncul bilangan prima

40

4.

[Modul 4] Siswa diberikan kesempatan untuk tidak masuk sebanyak 3 kali dari 10 kali total pertemuan. Dalam satu kelas tercatat ada 8 orang siswa. Hitunglah peluang ke-8 mahasiswa tersebut jika ada 2 orang yang tidak masuk!

41

42

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful