BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ilmu kedokteran Kehakiman dan Medikolegal (Forensik Kedokteran) ialah cabang spesialistik ilmu kedokteran yang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk membantu penegakan hukum dan masalah-masalah di bidang hukum, salah satunya adalah hukum pidana, serta berperan dalam membantu kepolisian untuk menegakkan keadilan.1,2 Kasus yang sering dijumpai dalam forensik adalah trauma. Trauma merupakan penyebab utama kematian pada populasi di bawah 45 tahun, dan penyebab kematian nomor 4 pada seluruh populasi. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh cedera.3,4 Traumatologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang luka dan cedera, hubungannya dengan jenis kekerasan serta efeknya terhadap manusia. Traumatologi secara umum berasal dari gabungan 2 kata yaitu trauma dan logi, sehingga dapat dikatakan bahwa traumatologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari trauma atau perlukaan. Hasil dari trauma adalah suatu luka, perdarahan atau hambatan dalam fungsi organ. Penyebab trauma diklasifikasikan dalam beberapa cara, diantaranya kekuatan mekanik, suhu, kimia, elektromagnet, asfiksia dan trauma emboli. Dalam prakteknya nanti seringkali terdapat kombinasi trauma yang disebabkan oleh suatu jenis penyebab,

1

sehingga klasifikasi trauma ditentukan oleh alat penyebab dan usaha yang menyebabkan trauma.1,2 Benda tajam merupakan benda yang permukaannya mampu mengiris sehingga kontinuitas jaringan hilang. Kekerasan akibat benda tajam menyebabkan luka iris, luka tusuk atau luka bacok. Luka tusuk adalah luka yang diakibatkan oleh benda tajam atau benda runcing yang mengenai tubuh dengan arah tegak lurus atau kurang lebih tegak lurus. Luka tusuk merupakan luka terbuka dengan luka lebih dalam dari panjang luka. Tepi luka biasanya rata dengan sudut luka yang runcing pada sisi tajam benda penyebab luka tusuk.3 Jika abdomen mengalami luka tusuk, usus yang menempati sebagian besar rongga abdomen akan sangat rentan untuk mengalami trauma penetrasi. Secara umum organ-organ padat berespon terhadap trauma dengan perdarahan. Sedangkan organ berongga bila pecah mengeluarkan isinya dalam hal ini bila usus pecah akan mengeluarkan isinya ke dalam rongga peritoneal sehingga akan mengakibatkan peradangan atau infeksi. Trauma perut merupakan luka pada isi rongga perut dapat terjadi dengan atau tanpa tembusnya dinding perut dimana pada penanganan/penatalaksanaan lebih bersifat kedaruratan dapat pula dilakukan tindakan laparatomi.5

1.2 Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi dan menyampaikan sebuah laporan kasus korban meninggal akibat perdarahan oleh karena luka tusuk pada abdomen yang dilakukan pemeriksaan luar di Instalasi Perawatan Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Traumatologi Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka, cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan (rudapaksa), sedangkan yang

dimaksudkan dengan luka adalah suatu ketidaksinambungan jaringan tubuh akibat kekerasan.1 Dalam memberikan gambaran tentang luka, hendaknya setiap luka diperiksa seteliti-telitinya dan ditentukan hal-hal berikut :1,6 a) Lokalisasi Letak luka terhadap garis ordinat atau absis pada tubuh. Garis yang melalui tulang dada dan tulang belakang dipakai sebagai ordinat. Sebagai absis dapat digunakan garis besar yang melalui pusat, garis datar puting susu, garis datar melalui ujung tulang belikat. Pada luka tembak lokalisasi di ukur dari tumit dan dari garis yang melalui tulang dada atau tulang punggung. b) Ukuran 1. Ditentukan panjang luka, diukur setelah luka dirapatkan terlebih dahulu, dalam luka diukur jaraknya dari organ yang terdalam yang terkena sampai permukaan lubang pada kulit. 2. Jumlah luka, dihitung jumlah luka yang terdapat di seluruh tubuh. 3. Sifat luka, meliputi sudut luka, tepi luka, dasar luka, ada atau tidaknya jembatan jaringan, rambut terpotong atau tidak, sekitar luka terdapat

3

Mekanik : benda tajam.Kematian yang wajar akibat suatu penyakit. 5. bukan akibat suatu penyakit. Kimia Asam atau basa kuat 2. Sebab.memar atau tidak. kecelakaan dan pembunuhan.2 Pembagian Jenis Kekerasan Berdasarkan sifat serta penyebabnya. Ada atau tidaknya benda asing pada luka seperti pecahan gelas. c) Jenis kekerasan yang menjadi penyebab luka. Cara terjadinya luka : bunuh diri. 2. benda tumpul dan tembakan senjata api.Kematian yang tidak wajar.7 1. yaitu :2. listrik dan petir. 2. 4. Secara garis besar ada 2 cara kematian korban. luka manakah yang menimbulkan kematian. kekerasan dapat dibedakan atas kekerasan yang bersifat :7 1. dan Mekanisme Kematian Cara kematian yaitu hal menjelaskan bagaimana kematian bisa terjadi. Fisika : Suhu. Dari sifat dan bentuk luka akan dapat ditentukan macam luka dan mungkin juga benda yang menjadi penyebabnya. Benda asing. apa dari luka ada sesuatu yang keluar. ini dapat merupakan: a. 2. ujung pisau yang patah.3 Cara. Luka tersebut menyebabkan kematian atau tidak misalnya bila terdapat banyak luka. akustik dan radiasi 3. 6. 7. Luka terjadi saat masih hidup atau korban sudah mati. Pembunuhan (homicide) 4 .

luka lecet tekan. bunuh diri dan kecelakaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :8 Tabel 1. Bunuh diri (suicide) c. dan lain-lain). Kecelakaan (accident) Sebab kematian adalah kelainan yang terjadi di dalam tubuh korban akibat sesuatu dari luar atau dalam yang menghentikan fungsi kehidupan.8 Mekanisme kematian yaitu gangguan fisiologik atau biokimiawi yang ditimbulkan oleh peyebab kematian sedemikian rupa sehingga seseorang tidak dapat terus hidup. emboli. reflex vagal. luka bacok. dan kerusakan organ vital.b. mati lemas. Mekanisme kematian dapat berupa perdarahan.7 2. Ciri-ciri luka akibat kekerasan benda tajam Pembunuhan Lokasi luka Jumlah luka Pakaian Luka tangkisan Luka percobaan Cedera sekunder Sembarang Banyak Terkena Ada Tidak ada Mungkin ada Bunuh diri Terpilih Banyak Tidak terkena Tidak ada Ada Tidak ada Kecelakaan Terpapar Tunggal/banyak Terkena Tidak ada Tidak ada Mungkin ada Selain itu. akibat kekerasan dengan benda tajam dapat mengakibatkan 5 . Sebab kematian dapat berupa suatu penyakit atau kekerasan (luka tusuk.4 Ciri-ciri Luka Akibat Kekerasan Benda Tajam Umumnya luka akibat kekerasan benda tajam pada kasus pembunuhan.

Luka akibat benda tajam adalah kelainan pada tubuh yang disebabkan oleh persentuhan dengan benda atau alat yang bermata tajam dan/atau berujung runcing. lebar dan ketebalan pisau b) Satu atau dua sisi c) Derajat dari ujung yang lancip d) Bentuk belakang pada pisau satu sudut (bergerisi/kotak) e) Bentuk dari pelindung pangkal yang berdekatan dengan mata pisau f) Adanya alur. Adapun karakteristik dari alat tikam. dan luka tusuk. luka bacok.terjadinya 3 jenis luka. adalah : 3 a) Panjang. yaitu luka iris. sering terjadi pada kasus pembunuhan dan pembantaian. Adapun ciri-ciri luka karena benda tajam :1 a) b) c) d) e) Tepinya rata Sudut luka tajam Tidak ada jembatan jaringan Sekitar luka bersih tidak ada memar Bila lokasinya pada kepala maka rambutnya terpotong 2. misalnya luka tusuk pisau. sehingga kontinuitas jaringan hilang.3 Menusuk atau menikam biasanya dengan pisau.5 Luka Tusuk Luka tusuk merupakan bagian dari trauma tajam yang mana luka tusuk masuk ke dalam jaringan tubuh dengan luka sayatan yang sering sangat kecil pada kulit. bergerigi atau cabang dari mata pisau g) Ketajaman dari sudut dan khususnya ujung dari mata pisau 6 .

Hal ini disebabkan oleh faktor elastisitas jaringan. maka lukanya akan lebar dan pendek. Sedangkan bila tusukan terjadi paralel dengan garis tersebut.9 Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bentuk luka tusuk. luka yang terjadi sempit dan panjang. sehingga sudut luka dibentuk ujung dan sisi tajamnya. salah satunya adalah reaksi korban saat ditusuk atau saat pisau keluar. dapat menerangkan tentang: 3 a) Dimensi senjata b) Tipe senjata c) Kelancipan senjata d) Gerakan pisau pada luka e) Kedalaman luka f) Arah luka g) Banyaknya tenaga yang digunakan Sudut luka dapat menunjukkan perkiraan benda penyebabnya. berarti benda penyebabnya adalah benda tajam bermata satu. demikian pula panjang saluran luka biasanya tidak menunjukkan panjang benda tajam tersebut.Karakteristik luka tikam. bagian kulit yang lebih dalam dan gerakan korban. Harus dipahami bahwa jaringan elastis terbentuk dari garis lengkung pada seluruh area tubuh.4. Panjang luka biasanya tidak mencerminkan lebar benda tajam penyebabnya. hal tersebut dapat menyebabkan lukanya menjadi tidak begitu khas. Bila kedua sudut lancip apabila hanya bagian ujung benda saja yang menyentuh kulit. apakah pisau bermata satu atau dua. Atau manipulasi yang dilakukan 7 . Jika tusukan terjadi tegak lurus garis tersebut. Bila satu sudut luka lancip dan yang lain tumpul.

Sudut luka berbentuk ireguler dan besar. 5) Tusukan diputar saat masuk. Karakteristik senjata paling baik dilihat melalui trauma pada tulang. dan bahkan sternum. Pisau yang ditusukkan pada dinding dada dengan kekuatan tertentu akan mengenai tulang rawan dada. 3) Tusukan masuk kemudian saat masih di dalam ditusukkan ke arah lain. dan kemudian ditusukkan kembali melalui saluran yang berbeda. sehingga luka yang terbentuk lebih lebar dan memberikan luka pada permukaan kulit seperti ekor. keluar. 2) Tusukan masuk kemudian dikeluarkan dengan mengarahkan ke salah satu sudut. Luka luar yang terlihat juga lebih luas dibandingkan dengan lebar senjata yang digunakan. Pada keadaan tersebut luka tidak sesuai dengan gambaran biasanya dan lebih dari satu saluran dapat ditemui pada jaringan yang lebih dalam maupun pada organ. ujung pisau yang tertancap pada tulang 8 . Sehingga dapat dicocokkan. Biasanya senjata yang tidak begitu kuat dapat rusak atau patah pada ujungnya yang akan tertancap pada tulang. Sehingga luka luar lebih besar dibandingkan lebar senjata yang digunakan. 4) Tusukan masuk yang kemudian dikeluarkan dengan mengggunakan titik terdalam sebagai landasan. tulang iga. Beberapa pola luka yang dapat ditemukan :1. sehingga saluran luka menjadi lebih luas.pada saat penusukan juga akan mempengaruhi.2 1) Tusukan masuk. yang kemudian dikeluarkan sebagian. sehingga saluran luka sempit pada titik terdalam dan terlebar pada bagian superfisial. maupun keduanya.

Pada arteri besar yang terpotong.10 Hipertensi dapat menyebabkan perdarahan yang banyak dan cepat apabila terjadi perlukaan pada arteri.1. Kehilangan volume darah dan mendadak dapat menyebabkan syok yang berakhir pada kematian. perdarahan dan skar atau hambatan dalam fungsi organ yang dapat berakhir kepada kematian. Apabila luka pada vena besar berupa sayatan. Hal ini sesuai dengan prinsip yang telah diketahui.6 Perdarahan Trauma dapat menyebabkan luka.dengan pasangannya. seperti luka yang disebabkan oleh pisau.9. sehingga cenderung memiliki perdarahan yang berisiko.2 2. Adanya gangguan pembekuan darah juga dapat menyebabkan perdarahan yang lama. akan terjadi perdarahan banyak yang sulit dikontrol oleh tubuh sendiri. Investigasi terhadap kematian yang diakibatkan oleh perdarahan memerlukan pemeriksaan lengkap seluruh tubuh untuk mencari 9 . Kondisi ini terdapat pada orang-orang dengan penyakit hemofili dan gangguan pembekuan darah. Kecepatan perdarahan yang terjadi tergantung pada ukuran dari pembuluh darah yang terpotong dan jenis perlukaan yang mengakibatkan terjadinya perdarahan. yaitu perdarahan yang berasal dari arteri lebih berisiko dibandingkan perdarahan yang berasal dari vena. Luka pada arteri besar yang disebabkan oleh tembakan akan mengakibatkan luka yang sulit untuk dihentikan oleh mekanisme penghentian darah dari dinding pembuluh darah sendiri. Pecandu alkohol biasanya tidak memiliki mekanisme pembekuan darah yang normal. perdarahan akan berlangsung lambat dan mungkin intermiten. serta orang-orang yang mendapat terapi antikoagulan.

9 Faktor penyebab (penurunan volume cairan) Penurunan arus balik vena Penurunan isi sekuncup 10 .penyakit atau kondisi lain yang turut berperan dalam menciptakan atau memperberat situasi perdarahan.11.12 Tabel 2. Taksiran perdarahan dalam pada trauma beberapa bagian tubuh13 Regio Tubuh Taksiran kehilangan darah Brachialis Antebrachii Thorakal Abdomen Pelvis Femoralis Cruris 500 ml 250 ml 2000-3000 ml 2000-3000 ml 1500-2000 ml 1500-2000ml 1000 ml Tabel 3. Secara ringkas proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :5. Klasifikasi dan perkiraan perdarahan berdasarkan tanda vital10 Variabel Sistolik (mmHg) Nadi (x/menit) Respirasi (x/menit) Status mental Darah hilang (ml) Darah hilang (%) Klas I >110 < 100 16 Anxious <750 < 15 Klas II >100 > 100 16-20 agitasi 750-1500 15-30 Klas III > 90 > 120 21-26 bingung 1500-2000 30-40 Klas IV < 90 > 140 >26 lethargi > 2000 >40 Penyebab kematian pada trauma abdomen adalah penurunan volume cairan karena perdarahan (syok hipovolemik).

peningkatan masukan toksin dari lumen usus ke dalam aliran darah. penurunan sintesis protein-protein plasma. sianotik 3. keresahan. Sistem Pernafasan : takipnea.Penurunan curah jantung Penurunan perfusi jaringan Adapun tanda dan gejala dari hipovolemik syok mengarah pada berbagai sistem yaitu : 3 1. pucat. peningkatan permiabilitas kapiler pulmonal (ARDS) 6. penurunan tekanan darah sistolik 2. Sistem kardiovaskuler : takikardi. Sistem Renal : penurunan keluaran urine. penurunan albumin serum.7 Pemeriksaan Jenazah Pada Kasus Kematian Akibat Kekerasan Pada kasus kematian akibat kekerasan. Sistem Saraf Pusat : ansietas. penurunan absorpsi nutrien. pemeriksaan terhadap luka harus dapat mengungkapkan berbagai hal tersebut di bawah ini antara lain :14 11 . penurunan kadar glukosa serum 7. Sistem Hepatik : penurunan pembentukan faktor-faktor pembekuan. lembab. gagal ginjal akut atau kronis 5. perubahan sensorium. Sistem Gastro Intestinal : ileus adinamik. Kulit : dingin. penurunan tingkat kesadaran 4. ulcerasi. 2.

Bagian tubuh yang biasanya terlindung jarang mendapat luka pada suatu kecelakaan. Pada korban pembunuhan yang sempat mengadakan perlawanan. Penyebab luka Gambaran luka seringkali dapat memberi petunjuk mengenai bentuk benda yang mengenai tubuh. Arah kekerasan Pada luka lecet geser dan luka robek. Luka lecet tekan memberikan gambaran bentuk benda penyebab luka. Hubungan antara luka yang ditemukan dengan sebab mati Harus dapat dibuktikan bahwa terjadinya kematian semata-mata disebabkan oleh kekerasan yang menyebabkan luka. 4. Hal ini sangat membantu dalam melakukan rekonstruksi terjadinya perkara. lipat siku. dapat ditemukan luka tangkis yang biasanya terdapat pada daerah ekstensor lengan bawah atau telapak tangan. sisi depan leher. 12 . 2. luka biasanya menunjukkan sifat luka percobaan (tentative wounds) yang mengelompok dan berjalan kurang lebih sejajar. Luka akibat pembunuhan dapat ditemukan tersebar pada seluruh bagian tubuh. misalnya luka yang disebabkan oleh benda tumpul berbentuk bulat panjang akan meninggalkan negatif imprint oleh timbulnya marginal haemorrhage. 3. Cara terjadinya luka Luka akibat kecelakaan biasanya terdapat pada bagian tubuh yang terbuka. arah kekerasan dapat ditentukan. Pada korban bunuh diri.1. dan lain-lain. Daerah terlindung ini misalnya daerah ketiak.

sebukan sel radang. proses penyembuhan luka.- Harus dapat dibuktikan bahwa luka yang ditemukan adalah benar-benar luka yang terjadi semasa korban masih hidup (luka intravital)—perhatikan tanda intravitalitas luka berupa reaksi jaringan terhadap luka. pemeriksaan kadar histamin bebas dan serotonin jaringan. - tanda intravitalitas : ditemukannya resapan darah. 13 . pemeriksaan histo-enzimatik.

maka Tim Kedokteran Forensik dibawah pimpinan Dokter IWAN AFLANIE Spesialis Forensik beserta staf dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat / Instalasi Pemulasaraan Jenazah Kedokteran Forensik RSUD Ulin pada hari Rabu. Nomor surat: B/06/IX/2011/Reskrim.BAB III LAPORAN KASUS Pro-Justitia VISUM et REPERTUM N0. nama: Robert Fernandez. NRP. kabupaten Tapin Rantau------------------------------------------------------Yang menurut penyidik. tanggal 09 September 2011. melakukan pemeriksaan luar di ruang otopsi RSUD Ulin terhadap Jenazah almarhum :--------Nama Umur Jenis kelamin Alamat : Tn. VER/410 /IPJ /IX/2011 Berdasarkan surat permintaan penyidik. jenazah tersebut meninggal akibat penganiayaan--------- 14 . Hendri----------------------------------------------------------: 25 tahun------------------------------------------------------------: Laki-laki------------------------------------------------------------: Lawahan pasau RT 03 kecamatan tapin selatan. tanggal tujuh September pukul tiga belas lewat tiga puluh menit waktu Indonesia Tengah sampai pukul lima belas waktu Indonesia Tengah. Pangkat: BRIGADIR. 81040478.

Hasil Pemeriksaan adalah sebagai berikut I. Setelah dibuka. Bercak Jenazah Didapatkan bercak jenazah pada punggung atas dan pinggang yang hilang dengan penekanan. Terdapat ikatan kasa yang merapatkan kedua pergelangan kaki dan kedua ibu jari kaki------------------------------------------2. Kedua lengan sejajar terhadap sumbu tubuh. Sikap Jenazah Di atas Meja Otopsi Jenazah dalam keadaan terlentang di atas meja otopsi. Kedua tungkai atas dan bawah lurus sejajar terhadap sumbu tubuh dengan telapak kaki menghadap ke bawah dengan jari-jari lurus menghadap ke arah depan------------------------------------------------------------------------------------3. Pembusukan Jenazah Tidak terdapat pembusukan jenazah. Jenazah tertutup kain batik warna coklat dan kuning.------------------------------------------------ 15 . Kepala terikat kasa putih yang melingkar pada dagu dan melingkar pada dahi. jari-jari tangan. Kaku mayat juga terdapat di jari-jari kaki. dengan telapak tangan kanan dan kiri menghadap ke belakang dan jari-jari lurus. Kaku Jenazah Terdapat kaku jenazah pada wajah. pergelangan tangan.--------------------------------------------------------------------5. Keadaan Jenazah Jenazah tidak berlabel terlentang di atas meja otopsi. dan pergelangan kaki-----4. PEMERIKSAAN LUAR DAN IDENTIFIKASI 1. rahang. jenazah tidak tertutup pakaian. dengan wajah menghadap ke depan. Lengan terletak disamping badan dengan telapak tangan menghada kebawah.

Ujung luka pertama terletak tepat mengenai sumbu tubuh. kedua ujung tajam. teraba tanda retak tulang pada atap tulang tengkorak kanan. sukar dicabut. tidak beruban. lurus. Ujung luka pertama terletak satu sentimeter dari sumbu tubuh. Luka sebelum dirapatkan berbentuk melengkung. Rambut Warna rambut hitam. empat setengah sentimeter di bawah garis horizontal yang menghubungkan kedua alis. tidak terikat dan terdistribusi merata. Ujung luka kedua terletak lima sentimeter dari sumbu tubuh. dengan panjang rambut dua setengah sentimeter. tepi rata. setelah dibuka didapatkan luka terbuka dengan panjang sepuluh sentimeter. satu setengah sentimeter di atas garis horizontal yang menghubungkan kedua alis.6. Ukuran Jenazah Panjang badan seratus enam puluh lima sentimeter. Luka sebelum dirapatkan berbentuk melengkung. setelah dibuka didapatkan luka terbuka dengan panjang tujuh belas sentimeter. dua sentimeter di atas garis horizontal yang menghubungkan kedua alis. lebar dua sentimeter dan dalam satu setengah sentimeter.----------------------------b. Luka kedua terdapat di atap kepala sebelah kiri yang sudah dijahit dengan benang berwarna hitam sebanyak empat belas jahitan. dalam keadaan basah dan lengket oleh darah. jembatan jaringan terpotong. Ujung luka kedua terletak tiga sentimeter dari sumbu tubuh.------------------------------7. 16 . jembatan jaringan terpotong. Bagian yang tertutup rambut Terdapat luka terbuka di daerah kepala. kedua ujung tajam. dasar luka berupa tulang. tepi rata. luka pertama di atap kepala sebelah kanan yang sudah dijahit dengan benang berwarna hitam sebanyak sembilan jahitan. Kepala a. lebar dua sentimeter dan dalam satu setengah sentimeter. Pada perabaan. dan daerah sekitar luka bersih. lima sentimeter di bawah garis horizontal yang menghubungkan kedua alis.

tidak mudah dicabut.---------------------------------------------------------d. panjang satu sentimeter. tidak mudah dicabut. dan daerah sekitar luka bersih.--------------------------c.dasar luka berupa tulang. manik mata berukuran lima millimeter. Bola mata tampak utuh. Dagu Tidak terdapat kelainan ---------------------------------------------------------i. pada perabaan teraba kenyal. Lidah tidak tergigit dalam keadaan tidak menjulur warna putih-------------------h. Dari lubang mulut tidak keluar cairan. berukuran panjang satu setengah sentimeter.--------------------------------------------------------------------------f. dalam keadaan kering. lebar nol koma tujuh sentimeter. Tidak terdapat luka pada bibir atas dan bawah. Bola mata tampak utuh. rambut mata berwarna hitam. Dahi Tidak terdapat kelainan. Hidung Tidak terdapat kelainan----------------------------------------------------------g. selaput bola mata berwarna putih kelabu dan selaput bening mata jernih. rambut mata berwarna hitam. dalam keadaan kering. Mata Kiri Mata dalam keadaan menutup. teraba retak tulang pada atap tulang tengkorak kiri. selaput bola mata berwarna putih kelabu dan selaput bening mata jernih. panjang satu sentimeter. pada perabaan teraba kenyal. Mata Kanan Mata dalam keadaan menutup. Titik tengah luka terletak empat setengah sentimeter dari sumbu tubuh dan tujuh sentimeter 17 .--------------------------------------------------------------------------e. Pada perabaan. Mulut Dalam keadaan terbuka sekitar setengah sentimeter. manik mata berukuran lima millimeter. Pipi Pada pipi kanan terdapat satu luka lecet geser.

setelah dibuka didapatkan luka menembus dada dengan panjang satu koma dua sentimeter. Ujung kedua satu sentimeter dari sumbu tubuh dan lima sentimeter dibawah garis horizontal yang memotong kedua puting susu. Terdapat parut bekas luka di daerah dada kiri dengan panjang lima sentimeter dan lebar empat sentimeter. Bentuk luka tidak beraturan.------------------------------------9.di bawah garis horizontal yang menghubungkan kedua alis.-------------------- 18 . Ujung kedua lima setengah sentimeter dari sumbu tubuh dan tiga sentimeter dibawah garis horizontal yang memotong kedua puting susu. Dada Terdapat luka di daerah dada. jembatan jaringan tidak terpotong. luka pertama di dada kiri yang sudah dijahit dengan benang berwarna hitam sebanyak dua jahitan. Leher Terdapat luka memar di leher bagian kanan dengan panjang luka dua belas sentimeter dan lebar lima sentimeter.----------------------------------------------------------8. setelah dibuka didapatkan luka menembus dada dengan panjang lima sentimeter dan lebar nol koma lima sentimeter. daerah sekitar luka bersih-----------------------------------------------------------------j. Luka kedua di dada kiri yang sudah dijahit dengan benang berwarna hitam sebanyak satu jahitan. Telinga Tidak terdapat kelainan. ujung pertama luka terletak tepat di sumbu tubuh dan lima sentimeter di bawah garis horizontal yang memotong kedua putting susu. tepi tidak rata. Titik tengah memar terletak empat setengah sentimeter dari sumbu tubuh dan tujuh sentimeter diatas garis horizontal yang menghubungkan kedua bahu. ujung pertama luka lima sentimeter dari sumbu tubuh dan empat koma tujuh sentimeter di bawah garis horizontal yang memotong kedua putting susu. lebar nol koma empat sentimeter dan dalam nol koma lima sentimeter.

12. Perut Tidak terdapat kelainan --------------------------------------------------------------11.--------------------------------------------------------------Tangan Tidak terdapat kelainan. rambut kelamin berwarna hitam.Anggota Atas Kanan Lengan Atas Tidak terdapat kelainan.10. jernih.-------------------------------------------------------------------------Lengan Bawah Tidak terdapat kelainan. keriting panjang empat sentimeter. Panjang batang penis delapan sentimeter. Ditemukan cairan yang keluar dari lubang kelamin berwarna putih. buah zakar dua buah.--------------------------------------------------------------Lengan Bawah Tidak terdapat kelainan.Alat Kelamin Jenis kelamin laki-laki.--------------------------------------------------------------13.--------------------------------------------------------------Tangan Tidak terdapat kelainan---------------------------------------------------------------Anggota Atas Kiri Lengan Atas Terdapat parut bekas luka dengan ukuran panjang tujuh sentimeter dan lebar tiga sentimeter.Anggota Bawah Kanan 19 . sudah disunat.

--------------------------------------------------------------Kaki Tidak terdapat kelainan---------------------------------------------------------------Anggota Bawah Kiri Paha Tidak terdapat kelainan.--------------------------------------------------------------Kaki Tidak terdapat kelainan. Ujung kedua empat setengah sentimeter dari sumbu tubuh dan empat setengah sentimeter dibawah garis horizontal yang memotong kedua bahu-------------------------------------------------------------------------------------- 20 . ujung pertama luka tiga koma lima sentimeter dari sumbu tubuh dan delapan sentimeter di bawah garis horizontal yang memotong kedua bahu.Paha Tidak terdapat kelainan.--------------------------------------------------------------14.--------------------------------------------------------------Tungkai Bawah Tidak terdapat kelainan. setelah dibuka didapatkan luka menembus punggung dengan panjang tiga sentimeter dan lebar nol koma lima sentimeter.--------------------------------------------------------------Tungkai Bawah Tidak terdapat kelainan.Punggung Terdapat luka di daerah punggung kanan yang sudah dijahit dengan benang berwarna hitam sebanyak tiga jahitan.

Pantat Tidak terdapat kelainan.-------------------------------17.15.Bagian Tubuh yang lain Tidak terdapat kelainan---------------------------------------------------------------- II. IDENTIFIKASI Tidak dilakukan berdasarkan surat permintaan penyidik : Nomor Tanggal Kepolisian : : : B/06/IX/2011/Reskrim 09 Sepember 2011 Kepolisian Sektor Tapin Selat 21 . PEMERIKSAAN DALAM Tidak dilakukan berdasarkan surat permintaan penyidik : Nomor Tanggal : : B/06/IX/2011/Reskrim 09 Sepember 2011 Kepolisian : Kepolisian Sektor Tapin Selatan PEMERIKSAAN LABORATORIUM Tidak dilakukan berdasarkan surat permintaan penyidik : Nomor Tanggal Kepolisian : : : B/06/IX/2011/Reskrim 09 Sepember 2011 Kepolisian Sektor Tapin Selatan III.Dubur Tidak ada tahanan pada pemeriksaan colok dubur.--------------------------------------------------------------16.

4.7. Terdapatnya tanda-tanda retak tulang pada atap tengkorak (I. Terdapat luka memar di leher bagian kanan akibat persentuhan benda tumpul (I.b)-------------------------------8. 350 tahun 1937 serta undang-undang No.b)---------4. PENUTUP Demikian visum et repertum ini dibuat dengan mengingat sumpah pada waktu menerima jabatan dan berdasarkan Lembaran Negara no.7.3.8)------------------------------------------------------------------------6.I.14)---------------------------------------------------3. KESIMPULAN 1.7.7. tiga dan empat dapat menyebabkan kematian tanpa mengesampingkan penyebab kematian lainnya karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam sesuai dengan surat permintaan visum dari penyidik nomor B/06/IX/2011/Reskrim (I. Terdapat luka tusuk di dada kiri dan punggung kanan akibat persentuhan dengan benda tajam (I.I.5)------------------------------------------------------------------ V. Kelainan pada point dua. Telah diperiksa jenazah laki-laki berusia dua puluh dua tahun dengan panjang badan seratus enam puluh lima sentimeter--------------------------2. Saat kematian diperkirakan satu sampai dua jam sebelum pemeriksaan dilakukan (I.IV. Terdapat luka lecet geser pada pipi akibat persentuhan dengan benda tumpul (I.8 tahun 1981--------------------------------------------------------Tanda Tangan 22 .b)------------------------------------------------------5. Terdapat luka bacok pada daerah berambut di kepala akibat persentuhan dengan benda tajam (I.9.I.i)----------------------------------------------------------------------7.

Berdasarkan klasifikasi cara kematian. Kamar korban berantakan namun belum diketahui ada barang yang hilang atau tidak. adik ipar korban berkunjung ke rumah korban bersama istri dan anaknya.F NIP. Anak kedua korban berada di sebelah kepala korban tampak ketakutan.00-16. Iwan Aflanie. 23 . Sp. berdasarkan keterangan saksi. tanggal 3 September 2010. Di dekat pintu kanan ada tabung gas elpiji yang talinya terpotong.Kes.00 WITA. M. korban di rumah bersama anak keduanya yang berusia 3 tahun 10 bulan. informasi yang diperoleh pada hari jumat 2 september 2010. yang terdiri dari cara kematian wajar dan tidak wajar. Sebelum ashar sekitar pukul 15. maka pada kasus ini termasuk cara kematian tidak wajar. Pemeriksaan jenazah dilakukan di ruang otopsi RSUD Ulin Banjarmasin pada hari Jumat. Korban meninggal ditemukan di atas ranjang dengan baju daster terbuka dengan banyak darah di kepala dan dada.1973 0914 1998 02 1 001 BAB IV ANALISA KASUS Pada kasus ini.dr.

Pada korban ini diduga meninggal dengan cara dibunuh (pembunuhan) oleh karena lokasi luka yang sembarang dan jumlah luka banyak. Lebam mayat mulai tampak sekitar 20-30 menit setelah kematian somatis dan intensitas maksimal akan tercapai dalam waktu 8-12 jam postmortem. jari-jari tangan. Jika glikogen otot habis dan energi tidak ada 24 . kapiler dan venula pada bagian tubuh yang terendah akibat daya gravitasi bumi. tetapi jika sudah lebih dari 8-12 jam lebam mayat tidak menghilang hal ini dikarenakan telah terjadi perembesan darah akibat rusaknya pembuluh darah ke dalam jaringan di sekitar pembuluh darah tersebut. pergelangan tangan. Kaku mayat atau rigor mortis ini terjadi karena adanya kelenturan otot setelah mati karena adanya metabolisme tingkat selular masih berjalan berupa pemecahan cadangan glikogen→energi→ADP→ ATP. Perubahan-perubahan pada mayat untuk menentukan perkiraan saat kematian. Lebam mayat atau bercak jenazah terjadi akibat pengendapan butir-butir eritrosit dalam pembuluh-pembuluh darah kecil. pembunuhan. dan jika dilakukan penekanan lebam mayat masih dapat menghilang. siku. lutut.Kematian cara tidak wajar dibedakan atas kecelakaan. Selama masih ada energi→aktin miosin masih regang.1. pergelangan kaki hingga jari-jari kaki. leher.2 Pada pemeriksaan luar korban terdapat kaku mayat pada rahang. yaitu terjadinya 1) perubahan suhu 2) terbentuknya lebam mayat 3) terbentuknya kaku mayat 4) terjadinya pembusukan 5) terjadinya adipocare dan mumifikasi serta perubahan biokimiawi. dan bunuh diri.2 Pada pemeriksaan luar terdapat lebam mayat pada punggung hingga satu pertiga atas tungkai bawah yang tidak hilang dengan penekanan.

listrik/petir c. tusuk. patah .4 Pada tubuh korban tidak ditemukan pembusukan jenazah. Pembusukan terjadi dimulai 48 jam postmortem. Sebab kematian terdiri dari :2. fisik : .suhu : dingin.asam . sebab kematian adalah karena trauma mekanik akibat kekerasan benda tajam. bacok . lecet.basa .maka ADP tidak bisa jadi ATP → ADP tertumpuk → aktin miosin membeku → kaku timbul 1-3 jam postmortem (rata-rata 2 jam) dan mencapai puncaknya setelah 10-12 jam post mortal. Penyakit : gangguan SCV.bahan peledak/bom b.tajam : iris. respirasi. keadaan ini akan menetap selama 24 jam dan setelah 24 jam akan menghilang. GIT.tumpul : memar. urogenital 2.2. dan akan ditemukan belatung pada 36 jam kemudian. Sebab kematian adalah penyakit atau cedera/luka yang bertanggung jawab terhadap timbulnya kematian.intoksikasi 25 .1 Pada kasus ini. SSP. mekanik : . panas . yang dibuktikan dengan adanya luka tusuk pada perut kiri atas yang menembus rongga perut.4 1. Trauma : a. robek.senjata api (balistik) . kimiawi : .

pipi. karena memungkinkan mengenai alat / organ dalam tubuh dan menyebabkan banyak pendarahan. Jika rongga abdomen mengalami luka tusuk. rongga abdomen dapat terkena resiko pendarahan 13% apabila mengalami trauma tembus. bibir atas. luka iris. Sebab kematian korban ini adalah akibat trauma mekanik berupa benda tumpul dan benda tajam.. dan lengan bawah. Luka tusuk terdapat di perut dan pungung. mekanisme kematian adalah karena perdarahan. 26 . Kerusakan organ vital di dalam rongga perut dialami oleh usus dan penggantung usus (mesenterium).15 Pada kasus ini. Hal ini didukung oleh terdapatnya luka memar. usus yang menempati sebagian besar rongga abdomen akan sangat rentan untuk mengalami trauma penetrasi. luka robek. Menurut studi di Glasgow Royal infilmary. Dari semua luka yang terdapat di tubuh korban yang paling parah adalah luka tusuk yang terdapat di perut dan punggung.Pada kasus ini dilakukan pemeriksaan dalam. Luka memar terdapat pada dahi. Luka lecet tekan terdapat pada bibir bawah. dan beberapa luka tusuk. luka lecet. Secara umum organ-organ padat berespon terhadap trauma dengan perdarahan. hal ini didasarkan pada korban mengalami luka tusuk di daerah perut bagian kiri atas. sesuai dengan surat permitaan kepolisian. Luka iris terdapat di kepala bagian belakang. sehingga dapat diketahui kemungkinan penyebab kematian kasus ini. Luka tusuk di daerah perut menembus dinding perut dan melukai usus serta penggantung usus yang menyebabkan perdarahan dalam ruang perut + 750 ml. Luka robek terdapat pada dahi kiri. Luka lecet geser terdapat pada telinga kiri.

akan menimbulkan organism dari luar tubuh masuk ke dalam cavum peritoneum. Sebelum terjadi penurunan tekanan darah terjadi reaksi kompensasi tubuh untuk mempertahankan perfusi jaringan organ vital. dll Luka terbuka di abdomen. Pada kasus ini. Pada trauma. Refleks vagal 5. akan menimbulkan peritonitis kecuali jika diterapi. Perdarahan 3. Mesenterium mengandung banyak pembuluh darah yang tidak ditutupi oleh jaringan parenkim seperti pada liver atau lien.Mekanisme kematian adalah gangguan/kelainan fisiologik dan atau biokimia yang bertanggung jawab terhadap timbulnya kematian. Emboli. Ruptur usus besar dan usus halus kurang menimbulkan komplikasi yang berat. jadi jika terjadi ruptur maka perdarahan terjadi cepat. Mati lemas (asfiksia) 2. Didukung juga dengan pemeriksaan luar pada telapak tangan dan kaki serta kuku jari tangan dan kaki yang pucat. tubuh akan melakukan kompensasi. Mekanisme kematian antara lain :2. dieresis berkurang dan terjadi 27 . tetapi jika terus berlangsung.4 1. Kompensasi tersebut berupa vasokonstriksi kapiler kulit sehingga kulit menjadi pucat dan dingin. termasuk luka bacok atau luka tikam. Kerusakan organ vital 4. korban mengalami kehilangan volume darah yang banyak dan mendadak akibat perdarahan di rongga perut sehingga menyebabkan syok yang berakhir pada kematian.

Oleh karena 28 . Bila mekanisme kompensasi untuk mempertahankan tekanan darah tidak mencukupi lagi. dan turunnya tekanan darah. Keadaan ini dianggap sebagai keadaan pra terminal. terjadi syok. korban tidak memiliki penyakit yang sedang diderita. Kegagalan kompensasi terjadi bila kehilangan cairan intravaskuler mendekati 50%. Kehilangan darah lebih dari 50% volume darah mengakibatkan kehilangan kesadaran.takikardi untuk mempertahankan curah jantung dan peredaran darah. dan bila tidak dilakukan tindakan agresif maka penderita akan meninggal dalam beberapa menit. tekanan darah untuk beberapa waktu tidak menurun. Namun dari hasil pemeriksaan laboratorium Patologi Klinik terhadap cairan di dalam liang senggama tersebut tidak ditemukan adanya sperma. Pada pemeriksaan luar dan dalam korban juga ditemukan luka memar pada leher (cupang) yang tidak menembus otot-otot leher akibat kekerasan tumpul (ciuman di leher) serta adanya cairan dalam liang senggama sehingga diduga merupakan tanda-tanda persetubuhan. Penyakit yang diturunkan dalam keluarga maupun kebiasaan korban meminum minuman beralkohol tidak diketahui oleh pihak keluarga sehingga tidak diketahui pula ada tidaknya kondisi yang memperberat perdarahan tersebut. Namun hal ini belum bisa memastikan tidak adanya tanda persetubuhan karena mungkin saja si terdakwa saat menyetubuhi tidak mengeluarkan cairan sperma atau ejakulasi di luar liang senggama. Metabolisme jaringan hipoksik menghasilkan asam laktat yang menyebabkan asidosis metabolik sehingga terjadi takipnea.2.6. Karena tindakan kompensasi ini. hilangnya denyut nadi.8 Dari keterangan keluarga korban.

sementara pada area yang dalam membutuhkan waktu untuk muncul ke permukaan. Pada orang yang berbaring lama Pergerakan dari Memar Pada daerah superfisial memar muncul dengan cepat. Memar terjadi karena kebocoran pada pembuluh darah dengan epidermis yang utuh oleh karena proses mekanis. Ruangan yang cukup 4. Memar dapat 29 . Ini menjelaskna kenapa memar lebih mudah terjadi pada skrotum daripada tumit dimana jaringan jaringan fibrosanya padat. Kedalaman memar yang terjadi 5. yaitu :2. Harus ada ruangan yang cukup untuk darah yang keluar berakumulasi. Fragilitas pembuluh darah 6. Baik ekimosis dan petekie biasanya terjadi bukan karena sebab trauma mekanis. Ekstravasasi darah dengan diameter lebih dari beberapa millimeter disebut memar atau kontusio. mereka lebih mudah terjadi memar daripada orang yang kurus jika faktor lain seperti fragilitas pembuluh dan umur sama. Kebocoran pembuluh darah.9 Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya memar. ukuran yang lebih kecil disebut ekimosis dan yang terkecil seukuran ujung peniti disebut petekie. 2.2. Karena banyaknya jaringan subkutanea pada orang yang gemuk.itu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lainya seperti pemeriksaan cairan air mani yaitu pemeriksaan enzim fosfatase asam. Jumlah darah yang keluar 3.14 1.

1.1. Dengan 30 . Hemoglobin pecah menjadi hemosiderin.9 Perubahan Memar oleh Waktu Dengan berlalunya waktu. perdarahan subkutaneus dapat turun melewati alis mata dan muncul di orbita mata yang memberikan gambaran ‘mata hitam’ yang dapat disalahartikan sebagai trauma langsung.4. Contohnya. Luka Memar Berdasarkan Waktu Perubahan Warnanya10 Umur Luka Pada saat timbul Setelah 4-5 hari 7-10 hari 14-15 hari Perubahan warna Berwarna merah kemudian berubah menjadi ungu atau hitam Berwarna hijau Berubah menjadi kuning Menghilang Perubahan warna berlangsung mulai dari tepi dan waktunya dapat bervariasi tergantung derajat dan berbagai faktor yang mempengaruhi.bergerak mengikuti gaya gravitasi.sel darah merah menutupi ruptur dan mengandung Hb membuat degradasi secara kimiawi yang menyebabkan perubahan warna. Begitu juga memar pada lengan atas atau betis. apalagi bila luka memar tersebut disertai luka lecet atau laserasi. Dari sudut pandang medikolegal.9 Tabel 4. biliverdin dan bilirubin yang menyebabkan perubahan wanra memar dari ungu atau coklat kebiruan menjadi coklat kehijauan. kemudian hijau kekuningan sebelum akhirnya samar. interpretasi luka memar dapat merupakan hal yang penting. dapat turun sampai pada siku atau tumit. hematom yang terbentuk pecah oleh pengaruh enzim jaringan dan infiltrasi seluler.

14 31 . dimana kumpulan dari darah antara esophagus dan tulang belakang servikal dapat menimbulkan memar dari strangulasi. ini dikemukakan oleh Roberts yang mengadakan penelitian. Salah satu area yang penting yang dapat mendeskripsikan secara penuh dibanding yang lain adalah leher. 15 Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain:     Besarnya ekstravasasi Umur korban Idosinkrasi seseorang Memar post mortem dan artefak lainnya Khususnya pada kematian kongesti seperti tekanan pada leher. baik pada orang hidup maupun mati. sistem vena dapat tersumbat dan dapat terjadi memar. luka memar akan memberi gambaran yang makin jelas.6 Namun pada memar akibat ‘gigitan asmara’ (cupang) akan menghilang dala waktu beberapa hari.perjalanan waktu.14.1.

Pada pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan penyebab kematian korban adalah karena trauma mekanik berupa benda tajam. yaitu oleh karena perdarahan di rongga abdomen akibat luka tusuk yang mengenai usus dan penggantung usus. Pada korban juga dilakukan pemeriksaan dalam sehingga mekanisme kematian dapat diketahui. 32 . Korban mengalami cara kematian yang tidak wajar diduga oleh karena pembunuhan.BAB V PENUTUP Simpulan Telah dilaporkan sebuah kasus luka tusuk menembus rongga abdomen yang mengakibatkan kematian.

Banjarmasin : FK Unlam. Jakarta: Restu Agung. 2001. (Diakses tanggal 26 Desember 2011).com/2009/05/19/luka-tusuk/ 4. 2010: (online). 2. Sidharta P. (Diakses tanggal 26 Desember 2011). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 1981.freewebs. Neurologi Klinis Dasar. Windi. 2006. 8. Wuly. Roman Forensik Edisi VIII.html 6. DiMaio VJ. Sisca. Anonymous. Forensik.blogspot.htm. Kapita Selekta Neurologi. Bagian Kedokteran Forensik. Washington DC : CRC Press. Jakarta : Bina Rupa Aksara. Diambil dari http://www. Abdussalam HR. Anonymous. Harsono. Rani. Luka Tusuk. Jakarta. Diambil dari http://radit11. Edisi I.wordpress.com/traumatologie2/traumatologi. 2009: (online). Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. 3. Anonymous.229-275. Diambil dari http://phiphyya. 5.com/2010/02/lukatusuk-abdomen.et all. 2003.DAFTAR PUSTAKA 1. Luka Tusuk Abdomen. Dalam : Forensik Patology Second Edition.p. (Diakses tanggal 26 Desember 2011). Traumatologi Forensik. Dian Rakyat. DiMaio D. (online).Edisi kedua. 7. Mardjono M. 2010. Idries AM. Yordan Oewin. 33 . 1997. 9.

Perkiraan Saat Mati dan Aspek Medikolegalnya. Pekanbaru. Anonymous. 1995 11. Chadha PV.com. Cedera Kepala SMF Bedah Saraf RS. Cedera Vaskular. In: Marx J. Djamil/FK-UNAND Padang.10. Mo: Mosby. Submersion.annsilva. Diambil dari http:// www. Prahar.freewebs. 16. Surabaya : 1984 14. Sanusi. 13. 12. Kaku Mayat. Louis. 2008. Knaut AL. Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Yuri. 15. Feldhaus KM. Jakarta : Widya Medika. Dr. 34 . 2006. Edisi V. Cedera Kepala (Head Injury). 2008. M.Diambil dari http://www. (Diakses tanggal 26 Desember 2011). 2009: (online). Rosenâ ™ Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 2010: (online). Buku Petunjuk Praktis Autopsi. Atmodirono H. FK UNAIR. Ilmu Kedokteran Forensik dan Toksikologi. St. Anonymous. 6th ed. (Diakses tanggal 26 Desember 2011). Saamin S.wordpress.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful