ASUHAN KEPERAWATAN diabetes insipidus

Disusun oleh :

KELOMPOK 1 1. Adey saputro
2. APRILIA KARTIKA N

3. Edi purnomo
4. Farid ZEIN 5. Martaria vidi

6. Darma bakti

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN “INSAN CENDEKIA MEDIKA” JOMBANG 2009/2010

terutama untuk penulis sendiri.Ns selaku dosen pembimbing mata kuliah Sistem Endokrin 2 dan juga kepada teman-teman yang telah membantu terselesaikannya makalah ini. 9 Oktober 2010 Penulis ii .Nurul Huda S. Penulis menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari sempurna. Jombang. oleh karena itu. karena atas Rahmat dan HidayahNya semata penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Asuhan Keperawatan Diabetus Insipidus” Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada bpk H.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa tak lupa penulis ucapkan. Dan kami berharap makalah ini nantinya dapat bermanfaat bagi berbagai pihak.Kep. Tugas makalah ini kami buat sebagai tugas dalam mata kuliah Sistem Endokrin 2. saran dan kritik yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini sangat kami harapkan.

............i KATA PENGANTAR.....................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.............................................................................................................ii DAFTAR ISI.............. .................................iii iii ...................................................................................................................................

sementara hormon steroid dapat menembus membran sel dengan bebas. glukokortikoid. epinefrin). Hormon yang larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua. Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan. Hormon tidak mengawali perubahan biokimia. maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. norepinefrin.. dalam kaitannya dengan sistem saraf. glukagon.. Di sini penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai salah satu penyakit yang terjadi akibat gangguan hormone ADH(anti diuretic hormon) yaitu Diabetus Insipidus. Misalnya. namun semua hormon mempunyai karakteristik. gastrin) dan katekolamin (mis. estrogen. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Jika keduanya dihancurkan atau diangkat. medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Hormon bekerja dalam sistem umpan balik. hormon adrenokortikotropik (ACTH). Loop umpan balik dapat positif atau negatif dan memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular. progesteron.1 Latar Belakang Sistem endokrin. menstimulasi urutan perkembangan dan mengkoordinasi sistem reproduktif serta memelihara lingkungan internal optimal. tiroksin). aldosteron) dan tironin (mis... testosteron. Karakteristik Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur tersendiri. yang melalukan : fungsi spesifik. Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum yaitu membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang. Hormon hanya mempegaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan.BAB I PENDAHULUAN 1. mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. dopamin. 4 .D. Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis. insulin. namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu.

Untuk mengetahui patofisiologi penyakit Diabetus Insipidus 6. Untuk mengetahui macam-macam/klasifikasi Diabetus Insipidus 3. Apakah etiologi/penyebab Diabetus Insipidus? 4. Bagaimanakah patofisiologi penyakit Diabetus Insipidus 6.1. Untuk mengetahui penyusunan asuhan keperawatan pada pasien Diabetus Insipidus 5 . Untuk mengetahui penatalaksanaan pada pasien Diabetus Insipidus 7. Bagaimanakah tanda dan gejala penyakit Diabetus Insipidus? 5.3 Tujuan 1. Apakah macam-macam/klasifikasi Diabetus Insipidus? 3. Bagaimanakah penyusunan asuhan keperawatan pada pasien Diabetus Insipidus? 1. Untuk mengetahui tanda dan gejala penyakit Diabetus Insipidus 5. Untuk mengetahui etiologi/penyebab Diabetus Insipidus 4. Bagaimanakah penatalaksanaan pada pasien Diabetus Insipidus? 7. Apakah yang dimaksud dengan Diabetus Insipidus? 2.2 Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalh ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengertian/definisi Diabetus Insipidus 2.

keadaan ini terjadi akibat kerusakan nukleus supra optik. Ilmu Penyakit Dalam) Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Diabetes insipidus juga bisa tejadi jika kadar hormone antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormone ini (keadaan ini disebut Diabetes Insipidus nefrogenik) 2. (Suparman. 1996. yaitu: 1. penyakit ini diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat mengganggu mekanisme neurohypophyseal-renal Insipidus adalah reflex suatu sehingga kelainan mengakibatkan dimana terdapat kegagalan tubuh dalam mengkonversi air. paraventrikular dan filiformis hypotalamus yang 6 . Diabetes kekurangan hormone antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi)dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).BAB II PEMBAHASAN 2. (Barbara. Long.1 Definisi Diabetus Insipidus Diabetes insipidus merupakan suatu gangguan proses metabolisme air di dalam ginjal (khususnya masalah reabsorbsi air) yang disebabkan karena adanya kekurangan hormon ADH (Anti Diuretik Hormon). C. 1987. Diabetes Insipidus Sentral (CDI) Diabetes insipidus sentralis disebabkan oleh kegagalan pelepasan ADH yang secara fisiologis dapat merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan secara anatomis. hormone ini unik karena dibuat dihipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan kedalam aliran darah oleh hipofisa posterior. Perawatan Medikal Bedah 3) Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormone antidiuretik (vasopressin) yaitu hormone yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.2 Macam-Macam/Klasifikasi Diabetus Insipidus Diabetes insipidus terbagi 2 macam.

Sintesis neorufisin suatu binding protein yang abnormal. Selain itu diabetes insipidus sentral juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH polifisealis dan akson hipofisis posterior dimana ADH disimpan untuk sewaktu-waktu dilepaskan kedalam sirkulasi jika dibutuhkan.3 Etiologi 1. maka kadar ADH yang normal atau meningkat belum dapat memastikan bahwa fungsi ADH itu adalah normal atau meningkat. Istilah diabetes insipidus nefrogenik (NDI) dipakai pada diabetes insipidus yang tidak responsif terhadap ADH eksogen. Diabitus insipidus central atau neurogenik(CDI). diabetes insipidus sentral terjadi karena tidak adanya sintesis ADH dan sintesis ADH yang kuantitatif tidak mencukupi kebutuhan. juga menggangu pelepasan ADH. Selain itu diduga terdapat pula diabetes insipidus sentral akibat adanya antibody terhadap ADH. Disebut diabitus insipidus primer.  Kelainan hipotalumus dan kelenjar pituetary posterior karena familial atau idiopatic. Diabetes Insipidus Nefrogenik (NDI). trauama. Secara biokimia. Kerusakan kelenjar karena tumor pada area hipotalamus – pituitary. tumor metastase dari mamae atau paru di sebut diabitus insipidus sekunder.  7 . gangguan aliran aliran darah. proses infeksi. pada Termasuk dalam klasifikasi CDI adalah diabetes insipidus yang diakibatkan kerusakan osmoreseptor hypotalamus anterior dan disebut Verney’s osmareseptor cells yang berada di luar sawar daerah otak 2. Dengan demikian pengukuran kadar ADH sering kurang bermakna dalam menjelaskan oleh patofisiologi diabetes insipidus yang terdapat sentral. yang menjadi marker bagi ADH adalah neurofisisn yang secara fisiologis tidak berfungsi. atau kuantitatif cukup tapi merupakan ADH yang tidak dapat berfungsi sebagaimana ADH yang normal. 2.mensintesis ADH. Karena pada pengukuran kadar ADH dalam serum secara radio immunoassay.

Diabitus insipidus Nephrogenik(NDI)   Suatu defec yang diturunkan. Polidipsi 5. Hipoosmolar urine (penurunan osmolaritas urine) < 50-200m. Gejala dehidrasi( turgor kulit jelek. Akan tetapi bila mekanisme ini tidak adekwat atau tidak ada. Gejala utamanya adalah: 1. urinenya menjadi sangat encer dan banyak ( poliuria ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan peningkatan osmalaitas serum. bibir kering dll) 4. 8 .4 Tanda dan Gejala/Manifestasi Klinis Diabitus insipidus dapat terjadi secara perlahan lahan atau secara cepat setelah trauma atau proses infeksi.30 liter ) 2. 2. dehidrasi akan semakin memburuk. Pada diabitus militus urine banyak mengandung glukosa sedangkan pada diabitus insipidus urinenya sangat tidak mengandung glukosa dan sangat encer.5 Patofisiologi Patofisiologi Diabetus Insipidus secara umum Fungsi utama ADH adalah meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal dan mengontrol tekanan osmotik cairan extra selular. Berat jenis urine sangat rendah 1001-1005/50-200 miliosmol/kg BB 2.10 lt/hari 3. Sehingga akan meningkatkan intake cairan peroral ( polidipsi ). tubulus ginjal tidak mereabsorbsi air. Osm/kg 5. sehingga air banyak diekskresikan menjadi urine. Hiperosmolar serum (peningkatan osmolaritas serum) > 300 m. Poliuria sangat encer ( 4. lithium carbonat. Osm/kg 6. alkohol. Peningkatan osmolalitas serum akan merangsang chemoreseptor dan sensasi haus kortek cerebral. Tubulus ginjal tidak berespon terhadap ADH 2. Pengaruh obat yang dapat mempengaruhi sintesis dan sekresi ADH seperti phenitoin. Ketika produksi ADH menurun secara berlebihan.

Sintesis neorufisin suatu binding protein yang abnormal. paraventrikular dan filiformis hypotalamus yang mensintesis ADH.Diabetes insipidus sentralis disebabkan oleh kegagalan pelepasan ADH yang secara fisiologis dapat merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan secara anatomis. atau kuantitatif cukup tapi merupakan ADH yang tidak dapat berfungsi sebagaimana ADH yang normal. maka kadar ADH yang normal atau meningkat belum dapat memastikan bahwa fungsi ADH itu adalah normal atau meningkat. yang menjadi marker bagi ADH adalah neurofisisn yang secara fisiologis tidak berfungsi. keadaan ini terjadi akibat kerusakan nukleus supra optik. Selain itu diduga terdapat pula diabetes insipidus sentral akibat adanya antibody terhadap ADH. Secara biokimia. diabetes insipidus sentral terjadi karena tidak adanya sintesis ADH dan sintesis ADH yang kuantitatif tidak mencukupi kebutuhan. Karena pada pengukuran kadar ADH dalam serum secara radio immunoassay. Termasuk dalam klasifikasi CDI adalah diabetes insipidus yang diakibatkan oleh kerusakan osmoreseptor yang terdapat pada hypotalamus anterior dan disebut Verney’s osmareseptor cells yang berada di luar sawar daerah otak Patofisiologi WOC kelainan fungsi hipotalamus penurunan pembentukan ADH air kemih tidak terkontrol 9 . juga menggangu pelepasan ADH. Dengan demikian pengukuran kadar ADH sering kurang bermakna dalam menjelaskan patofisiologi diabetes insipidus sentral. Selain itu diabetes insipidus sentral juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH polifisealis dan akson hipofisis posterior dimana ADH disimpan untuk sewaktu-waktu dilepaskan kedalam sirkulasi jika dibutuhkan.

Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan. 2. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.diuresis osmotik poliuri dehidrasi polidipsi 2. pembengkakan dan gangguan lainnya. 10 . 3. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik. klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid).6 Penatalaksanaan Medis Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya. Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. seperti klorpropamid. 1. karbamazepin.

Klofibrat. TD turun. Riwayat keluarga menderita kerusakan tubulus ginjal atau penyakit yang sama. 8. pembedahan kepala. Pemeriksaan penunjang 11 . pucat ) Renal : poliuria 5-30 lt/hari.7 Asuhan Keperawatan 1. infeksi kranial. Terapi cairan parenteral. Jika berat diberikan ADH melalui semprotan hidung dan diberikan vasopresin( larutan pteresine) 7. nocturia Integumen: membran mukosa dan kulit kering. biasanya diperlukan terapi hormone pengganti (hormonal replacement) DDAVP (1-desamino-8-d-arginine vasopressin) yang merupakan pilihan utama. Selain itu. sering berkemih. Karbamazepin. Pada pasien DIS parsial mekanisme haus yang tanpa gejala nokturia dan poliuria yang mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari tidak diperlukan terapi khusus.Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. 9. b.Pengkajian a. Jika hanya kekurangan ADH. Pada DIS yang komplit. dapat diberikan obat Clorpropamide. Riwayat: Trauma kepala. seperti: Diuretik Tiazid. clofibrate untuk merangsang sintesis ADH di hipotalamus. 5. lithium karbamat. . tumor paru/mamae. 4. BB turun Kardiovaskular : tanda dehidrasi ( nadi cepat. 2. dll) Respirasi : tanda dehidrasi ( napas cepat. bisa juga digunakan terapi adjuvant yang mengatur keseimbangan air. 6. turgor tidak elastic c. Pemeriksaan fisik      Gastro intestinal : polidipsi. Klorpropamid. pemakaian obat phenotoin.

Gangguan pola tidur berhubungan dengan demam dan hal yang menyebabkan terjaga (poliuri) 3. turgor kulit. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolic yang ditandai dengan keram dan lemas 3.muntah. 2. dan membrane mukosa Pantau masukan. pengisian kapiler. Kerusakan eliminasi urin berhubungan dengan penyebab multiple (gangguan reabsorbsi air di tubulus ginjal) 4.Diagnosa Keperawatan 1. warna kulit.   Hiperosmolar serum Hipoosmolar urine Berat Jenis urine kurang dari 1. Tujuan: kebutuhan cairan pada pasien dapat terpenuhi. catat adanya tekanan darah ortostatik Pantau suhu. catat berat jenis urin Ukur BB setiap hari Catat hal-hal yang dilaporkan seperti mual. atau kelembabannya Kaji nadi perifer. dan pengeluaran. Kekurangan cairan berhubungan dengan ketidakmampuan tubulus ginjal mengkonsentrasikan urine karena tidak terdapat ADH. Intervensi 1. Kekurangan cairan berhubungan dengan ketidakmampuan tubulus ginjal mengkonsentrasikan urine karena tidak terdapat ADH. mandiri : • • • • • • • Kaji riwayat pasien sehubungan dengan pengeluaran urin yang banyak Pantau TTV. lemas kolaborasi : berikan terapi cairan dengan mengganti vasopressin atau dengan penyuntikan intramuskuler ADH pertahankan cairan dengan klofibrat tes deprivasi cairan dilakukan dengan cara menghentikan pemberian cairan selama 8-12 jam atau sampai terjadi penurunan BB osmolalitas urin • • • • 12 .005 Gangguan elektrolit.  2.

lemasObservasi batasan cairan ketika keinginan minum yang luar biasaPantau kondisi pasien sesering mungkin selama tes pemeriksaanPantau takikardi. hipotensi edukasi: 13 .• • • osmolalitas serum kadar Na serum infuse larutan hipertonis observasi observasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat observasi tanda-tanda syok observasi adanya distensi vaskuler edukasi : pasien yang diduga menderita DI memerlukan dorongan dan dukungan pada saat menjalani pemeriksaan untuk meneliti kemungkinan lesi cranial pasien dan anggota keluarganya harus dijelaskan tentang perawatan tindak lanjut dan berbagai tindakan darurat pasien disarankan menyimpan obat serta informasi akuratpenggunaan vasopressin dilakukan secara hati-hati jika terdapat penyakit arteri koroner • • • • • • 2. penurunan berat yang ekstrim. kaliumAwasi ketidakmampuan meningkatkan berat jenis dan osmolalitas urin observasi: • • Observasi tanda-tanda kelelahan. lemas Observasi tanda-tanda dehidrasi. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolic yang ditandai dengan keram dan lemas mandiri: • • • Evaluasi laporan kelelahanPerhatikan kemampuan tidur/istirahat Kaji kemampuan untuk berpartisipasi pada aktivitas yang diinginkan Rencanakan periode istirahat adekuatTingkatkan partisipasi sesuai toleransi pasien kolaborasi: • Awasi kadar elektrolit termasuk natrium.

pengarahan obat-obatan. Berikan informasi untuk mendapatkan gelang atau waspada medis. efek samping. Jelaskan perlunya memakai tanda pengenal. Intervensi : • • • Jelaskan konsep dasar proses penyakit. • • • • 14 . dosis. waktu dan cara pemakian. • Jelaskan perlunya untuk menghindari obat yang dijual bebas. pengobatan dan perawatan diri. alkohol dan the. cara mengukur BJ urine dan intake output Anjurkan memperhatikan intake output. 4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi mengenai proses penyakit. Kurangnya pengetahuan bd tidak adanya informasi tentang proses penyakit. Berikan penjelasan supaya tidak minum kopi. Jelaskan mengenai obat-obatan. Anjurkan kontrol secara teratur. tindakan dan perawatan diri. Jelaskan pentingnya tindak lanjut rawat jalan yang teratur. Evaluasi Klien dapat mengungkapkan pengertian tentang proses : penyakit. pengobatan dan perawatan diri. gejala untuk dilaporkan dan perlunya mendapatkan gelang waspada medis.• Anjurkan pasien untuk mengistirahatkan bagian yang keramPasien dan anggota keluarganya harus dijelaskan tentang perawatan tindak lanjutdan berbagai tindakan darurat 3. Tekankan pentingnya mempertahankan masukan dan keluaran cairan yang seimbang. Tujuan : Klien mengungkapkan pengertian tentang proses penyakit. KH : Klien mengatakan mengetahui tentang penyakit pengobatan gejalagejala yg dilaporkan perlunya memakai tanda pengenal cara mengukur intake output dan BJ urineIntervensi : • • Jelaskan konsep penyakit Berikan penkes tentang nama obat.

BAB III PENUTUP 15 .

hiperosmolar serum (peningkatan osmolaritas serum) > 300 m.30 liter ). trauama. Istilah diabetes insipidus nefrogenik (NDI) dipakai pada diabetes insipidus yang tidak responsif terhadap ADH eksogen.3. keadaan ini terjadi akibat kerusakan nukleus supra optik. Diabitus insipidus dapat terjadi secara perlahan lahan atau secara cepat setelah trauma atau proses infeksi. gangguan aliran aliran darah. paraventrikular dan filiformis hypotalamus yang mensintesis ADH. proses infeksi. Osm/kg. Diabitus insipidus Nephrogenik(NDI) disebabkan oleh suatu defec yang diturunkan dan tubulus ginjal tidak berespon terhadap ADH. tumor metastase dari mamae atau paru di sebut diabitus insipidus sekunder. Diabetes insipidus sentralis disebabkan oleh kegagalan pelepasan ADH yang secara fisiologis dapat merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan secara anatomis. gejala dehidrasi( turgor kulit jelek. Polidipsi 5.1 Simpulan Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormone antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi)dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri). tubulus ginjal tidak mereabsorbsi air. Peningkatan osmolalitas serum akan merangsang chemoreseptor dan sensasi haus 16 . hipoosmolar urine (penurunan osmolaritas urine) < 50-200m. Gejala utamanya adalah: Poliuria sangat encer ( 4. Ketika produksi ADH menurun secara berlebihan. yaitu Diabetes Insipidus Sentral (CDI) dan Diabetes Insipidus Nefrogenik (NDI). Diabitus insipidus central atau neurogenik(CDI) disebabkan oleh kelainan hipotalumus dan kelenjar pituetary posterior karena familial atau idiopatic dan juga disebabkan oleh kerusakan kelenjar karena tumor pada area hipotalamus – pituitary. urinenya menjadi sangat encer dan banyak ( poliuria ) sehingga menyebabkan dehidrasi dan peningkatan osmalaitas serum. Fungsi utama ADH adalah meningkatkan reabsorbsi air di tubulus ginjal dan mengontrol tekanan osmotik cairan extra selular. Osm/kg dan berat jenis urine sangat rendah 1001-1005/50-200 miliosmol/kg BB. sehingga air banyak diekskresikan menjadi urine. bibir kering dll).10 lt/hari. Diabetes insipidus terbagi 2 macam.

kortek cerebral. dehidrasi akan semakin memburuk. klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Akan tetapi bila mekanisme ini tidak adekwat atau tidak ada. DAFTAR PUSTAKA 17 . dapat diberikan obat Clorpropamide. Jika hanya kekurangan ADH. clofibrate untuk merangsang sintesis ADH di hipotalamus. karbamazepin. Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri. Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik). Pada diabitus insipidus urinenya sangat tidak mengandung glukosa dan sangat encer. Sehingga akan meningkatkan intake cairan peroral ( polidipsi ). Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya. seperti klorpropamid. Tetapi obatobat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik.

1981. Perawatan Medikal Bedah 3: Bandung. 1987. Penerbit Yayasan 18 . Hasjim. 1996.Suparman. Dr. 1995. Jilid I Edisi II: Jakarta. Ilmu Penyakit Dalam. Penerbit Buku Kedokteran EGC http://afiyahhidayati. Fisiologi Sistem Hormonal dan Reproduksi dan Patofisiologinya: Bandung. Price Sylva and M. Edisi 4. Penerbit Balai FKUI Effendi. Wilsol Lorraine. C.wordpress. IAPK Padjajaran Bandung A. Patofisiologi Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Long.com/2009/03/24/diabetes-insipidus/ Penerbit Alumni anggota IKAPI Bandung Barbara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful