REPRODUKSI MAMALIA ( MARMUT, SAPI, BABI DAN RUSA ) 1. a.

MARMUT Organ reproduksi Menurut Yatim (1982), genitalia atau alat kelamin betina terdiri dari alat kelamin primer (utama) yaitu ovarium, dan alat kelamin sekunder (tambahan) yaitu : 1) genitalia dalam : o o o 2) genitalia luar : o o Kelenjar susu Permukaan lubang keluar Organ reproduksi betina pada mamalia berupa ovarium yang berbetuk pipih dalam keadaan istirahat, tetapi berbentuk bulat, panjang, benjolan-benjolan pada tepinya pada fase reproduksi. Ovarium berada sangat dekat pada suatu lubang berbentuk seperti corong (oesteum) di ujung distal tbae uterina (oviductus = saluran telur) pada tepi lubang oesteum terdapat jumbai yang disebut fimbria. Oviductus di dekat ujung oesteum yang agak mengalami dilatasi disebut ampula, setelah melewati bagian ini, apalagi setelah mencapai uterus, telur sudah tidak dapat dibuahi oleh spermatozoa lagi. Oviductus mamalia selain sebagai jalan sel telur menuju ke uterus juga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses pembuahan. Uterus ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya perkembangan embrio (memberi tempat, melindungi dan memberi nutrisi serta membantu ekresi) (Soeminto, 2000). Saluran Kelenjar lender Kelenjar susu Saluran terdiri dari tuba, uterus, vagina.. Kelenjar menggetahkan lendir berada di dalam saluran

b.

Fertilisasi Fase reproduksi marmot antara lain adalah: 1. Siklus uterus Siklus uterus adalah siklus yang menyebabkan terjadinya perubahan perubahan pada uterus selama siklus estrus. 2. Siklus menstruasi Siklus menstruasi adalah meregenerasinya korpus luteum yang diikuti oleh penghancuran endometrium dengan pendarahan, pada manusia dan kera hal ini kira kira terjadi dua minggu setelah terjadinya ovulasi. 3. Siklus anovulatoir Kadang kadang folikel tidak pecah sehingga tidak terbentuk korpus luteum dan tidak ada fase sekresi endometrium, tetapi menstruasi terjadi pada akhir fase proliferasi, fase ini disebut dengan siklus anovulatoir. 4. Siklus vagina Epitel pada vagina juga mengalami siklus yang disebut siklus vagina. 5. Siklus mamae. Siklus mamae yang terjadi pada mamalia rendah memiliki koordinasi pertumbuhan dan regresi glandula mamae dengan siklus ovarium manusia sebelum mensis, buah dada cenderung untuk menjadi besar dan tegang (Syahrum et al, 1994) Siklus estrus adalah waktu antara periode estrus. Betina memiliki waktu sekitar 25-40 hari pada estrus pertama. Mencit merupakan poliestrus dan ovulasi terjadi secara spontan.durasi siklus estrus 4-5 hari dan fase estrus sendiri membutuhkan waktu. Tahapan pada siklus estrus dapat dilihat pada vulva. Fase-fase pada siklus estrus diantaranya adalah estrus, metestrus, diestrus, dan proestrus. Periode tersebut terjadi dalam satu siklus dan serangkaian, kecuali pada saat fase anestrus yang terjadi pada saat musim kawin (Nongae, 2008) Fase proestrus dimulai dengan regresi corpus luteum dan berhentinya progesteron dan memperluas untuk memulai estrus. Pada fase ini terjadi

pertumbuhan folikel yang sangat cepat. Akhir periode ini adalah efek estrogen pada sistem saluran dan gejala perilaku perkembangan estrus yang dapat diamati (Nongae, 2008). Menurut Shearer (2008), fase proestrus berlangsung sekitar 2-3 hari dan dicirikan dengan pertumbuhan folikel dan produksi estrogen. Peningkatan jumlah estrogen menyebabkan pemasokan darah ke sistem reproduksi untuk meningkatkan pembengkakan sistem dalam. Kelenjar cervix dan vagina dirangsang untuk meningkatkan aktifitas sekretori membangun muatan vagina yang tebal. Pada fase proestrus, jaringan vagina berwarna pink kemerahan dan lembut. Fase estrus merupakan periode waktu ketika betina reseptif terhadap jantan dan akan melakukan perkawinan. Ovulasi berhubungan dengan fase estrus, yaitu setelah selesai fase estrus (Nongae, 2008). Pada fase ini estrogen bertindak terhadap sistem saraf pusat. Selama fase ini sapi menjadi sangat kurang istirahat yang kemungkinan dapat kehilangan dalam memperoduksi susu selama fase ini berlangsung. Pasokan darah ke dalam sistem reproduksi meningkat dan sekresi kelenjar dirangsang dengan membangun viscid mucus yang dapat diamati pada vulva. Kira-kira setelah 14-18 jam, fase estrus mulai berhenti. Selanjutnya betina tidak mengalami ovulasi hingga setelah fase estrus (Shearer,2008). Pada fase estrus, vagina mirip dengan pada saat fase proestrus, namun jaringannya berwarna pink lebih terang dan agak kasar. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui dari sel yang tampak yaitu epitel mengalami penandukkan (terkornifikasi) menunjukkan bahwa marmut sedang mengalami fase estrus. Pertumbuhan yang cepat dan kornifikasi epitelium vagina selama dan pada akhir estrus disebabkan oleh estrogen. Naiknya kadar estrogen pada marmut juga memberikan kontribusi pada menurunnya kadar kalori pada marmut ( Frisch, 1975). Fase metestrus diawali dengan penghentian fase estrus Umumnya pada fase ini merupakan fase terbentuknya corpus luteum sehingga ovulasi terjadi selama fase ini. Selain itu pada fase ini juga terjadi peristiwa dikenal sebagai metestrus bleeding (Nongae,2008). Pada fase metestrus 1, jaringan vagina kering dan pucat. Pada metestrus II, vagina mirip metestrus 1 namun bibir vagina edematous (Hill, 2006). Fase diestrus merupakan fase corpus luteum bekerja secara optimal. Pada sapi hal ini di mulai ketika konsentrasi progresteron darah meningkat dapat

2008). Ovulasi disebabkan oleh sentakan LH yang disekresi oleh pituitary sebagai respon terhadap GnRH yang disekresi oleh hipotalamus (Ville et al. CL akan berkembang dengan sendirinya menjadi organ yang fungsional yang menhasilkan sejumlah progesterone. SAPI Organ reproduksi 1) Organ reproduksi Sapi Betina • Ovari . terutama oleh banyak jumlah cairan yang dihasilkan. Jika telur yang tidak dibuahi sampai ke uterus maka CL akan berfungsi hanya beberapa hari setelah itu maka CL akan meluruh dan akan masuk siklus estrus yang baru (Shearer. 2008). vagina terbuka kecil dan jaringan berwarna ungu kebiruan dan sangat lembut. Ovulasi pada semua spesies mamalia ternak terjadi pada periode estrus atau sebelum estrus berakhir.. Fase ini merupakan fase yang terpanjang di dalam siklus estrus. 2. endometrium berada dalam keadaan yang baik untuk memungkinkan implantasi telur yang telah dibuahi. a. Ovulasi didefinisikan sebagai melewatinya sel telur dari folikel graft.dideteksi dan diakhiri dengan regresi corpus luteum. Pada fase diestrus. Ovulasi secara umum diinduksi oleh hormon LH (Lituinizing Hormon). Jika telur yang dibuahi mencapai uterus. serta penipisan permukaan ovari yang hampir sama dengan titik abses yang menonjol pada permukaan tubuh dan akhirnya pecah. Cairan folikel serta ovum terlempar ke rongga peritonial di sekitar infendibulum ovduk atau tuba uterin (Hafez. Ovulasi dimulai dengan membesarnya folikel ovari. tetapi mekanismenya secara pasti belum diketahui. Terjadinya kehamilan atau tidak. 1988). Peristiwa penting dalam daur estrus mamalia tingkat rendah dan daur menstruasi primata adalah ovulasi. yaitu pelepasan sebuah telur yang matang dari folikel dalam ovarium. Telur ini harus dilepaskan jika ada kemungkinan telah terdapat sperma dalam oviduk dan jika lapisan uterus. kemudian tunik albuginea ovari tertekan dan menimbulkan penonjolan. Fase ini disebut juga fase persiapan uterus untuk kehamilan (Nongae. 1968). maka CL akan dijaga dari kehamilan.

.. terjadi di sepertiga bagian atas dari tuba fallopii. Serviks yang merupakan bagian integral dari uterus.Ovari yaitu organ betina yang homolog dengan testis pada hewan jantan. Pada sapi. Peristiwa ini sebenarnya tertunda sampai 12 jam setelah akhir birahi (estrus). dan seterusnya ketanduk uterus. Uterus yang dapat mengalami perubahan-perubahan besar dalam . lapis mukosa mengandung karunkula. Peristiwa seperti ini dapat terjadi di kedua sisi siatem pasangan itu. jumlahnya diperkirakan antara 70 sampai 120. Setelah uterus. tidak mengandung kelenjar dan banyak pembuluh darahnya. penampilannya menyerupai spons karena adanya rongga-rongga kecil yang berperan sebagai titik-titik perlekatan bagi struktur yang berlawanan yaitu kotiledon dari plasenta (membrane yang menyeliputi fetus). Tonjolan itu tersusun dalam baris-baris yang meluas ke dua tanduk. di dekat ginjal dan tidak mengalami pergeseran atau perubahan tempat seperti pada testis. sebagai jalannya sperma pada saat populasi dan motilitas (perlengkapan) sperma ke tuba palopi dibantu dengan kerja yang sifatnya kontraktil. dengan satu badan yang sama. tanduk uterus itu membentuk suatu pumtiran spiral yang lengkap sebelum kemudian bersambung dengan tuba fallopii. Sel telur bergerak ke infudibulum dari tuba fallopii dengan ciliatet action dan kontrksi otot. • Uterus Uterus terdiri dari struktur yang menyerupai dua tanduk yang melengkung yang menyerupai tanduk domba. Di dalam uterus. Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. berada di dalam rongga tubuh. Tonjolan-tonjolan kecil ini membesar sampai sebesar uang logam pada saat kebuntingan. • Tuba Falopii (oviduk) Ovari diransang untuk melepaskan ovum kedalam infudibulum dari tuba fallopii ataub oviduk. yaitu persatuan antara sel telur dan sperma. sebagai contoh. salah satunya akan merupakan tempat terjadinya perkembangan fetus. Tanduk-tanduk uterus itu biasanya berkembang dengan baik. Pada minggu-minggu awal masa kebuntingan uteruslah yang mendukung perkembangan embrio melalui sekresi dari kelenjar uterus dan plasma darah. pembuahan. terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina. Fungsi uterus itu banyak.

testis ditutupi oleh tunica vaginalis. Pada semua ternak. serviks berperan sebagai jalan masuknya sperma. melalui proses involusi. pintu itu mulai terbukla. vagina juga mengembang agar fetus dan membrane dapat lewat pada waktunya. serviks mengembang. berperan sebagai tempat perlekatan melalui plasetombagi embrio yang sedang berkembang selama kebuntingan.ukuran serta bentuknya. Beberapa saat sebelum kelahiran. 2) Organ reproduksi sapi Jantan • Testis Testis adalah organ reproduksi primer pada ternak jantan. Pembuluh darah dalam jumlah besar dijumpai tepat di bawah permukaan . Di sinilah semen ditumpahkan oleh penis pejantan. Testis berlokasi di dekat ginjal turun melalui canalis inguinalis masuk ke dalam scrotum. merupakan membrane jaringan ikat elastis berwarna putih. Lapisan ini diperoleh ketika testis turun masuk ke dalam scrotum dari tempat asalnya dalam ruang abdominal yang melekat sepanjang garis epididymis. Uterus kemudian dapat kembali dengan cepat kebentuk semula setelah kelahiran. karena berfungsi menghasilkan gamet jantan (spermatozoa) dan hormone kelamin jantan (androgens). saluran uterin itu tertutup dengan sempurna guna melindungi fetus. Fungsi pokok serviks adalah untuk menutup uterus guna melindungi masuknya invasi bakteri maupun masuknya bahan-bahan asing. Uterus juga berperan besar dalam mendorong fetus serta membrannya pada saat kelahiran. Testis pada sapi mempunyai panjang berkisar 10-13 cm. • Vagina Struktur repruduksi internal yang paling bawah (paling luar) adalah vagina yang berperan sebagai organ kopulasi pada betina.5 cm dan beratnya 300-400 gr. Lapisan luar dari testis adalah tunica albuginea testis. hingga fetus dan membrane dapat melaluinya pada saat kelahiran. lebar berkisar 5-6. • Serviks Suatu struktur yang menyerupai sfingter yang memisahkan uterin dengan rongga vagina disebut serviks. Selama birahi dan kopulasi. Seperti halnya serviks. sebuah jaringan serous yang merupakan perluasan dari peritoneum. Jika kemudian terjadi kebuntingan.

. yaitu sel sertoli. sedangkan diameternya hamper 200. Parenchyma mempunyai pipapipa kecil didalamnya yang disebut tubulus seminiferous (tunggal). produksi spermatozoa. diperkirakan spanjang 5 km. Sel sertoli berukuran lebih besar dengan jumlah lebih sedikit daripada spermatogonia. Tubuli seminiferi bersambungan dengan sebuah tenunan tubulus. Berat tubuli seminiferi diperkirakan 80-90% dari berat testes. yaitu vasa efferentia yang menyatu pada caput epididymis. Tunica dartos membagi scrotum menjadi dua kantung dan melekat pada tunica vaginalis yang terletak pada dasar kantong tersebut. Tersusun atas lapisan luar kulit yang tebal yang mempunyai banyak kelenjar keringat dan kelenjar sebaceae. tunica dartos yang bercampur dengan tenunan ikat. dan pemeliharaan system saluran reproduksi jantan.lapisan ini. Sedangkan perannya dalam diri ternak sendiri adalah membantu mempertahankan kondisi optimum pada spermatogenesis. Hormone gonadotropin asala kelenjar pituitary. tubuli seminiferi (jamak). Parenchyma ini berwarna kekuningan. Testosterone juga berfungsi untuk mengontrol aktivitas kelenjar-kelenjar tambahan (accessory glands). adalah sebuah kantung dengan dua lobus pembungkus testes. terbagi-bagi oleh septa yang tidak sempurna menjadi segmen-segmen. follicle stimulating hormone (FSH) memacu sel-sel sertoli menghasilkan androgen binding protein (ABP) dan inhibin. Scrotum dan cauda Spermaticus Scrotum. pada kebanyakan ternak yaitu terletak di antara dua paha kaki belakang. Panjang tubuli seminiferi dari sepasang testes sapi. terletak di daerah inguinalis. dilapisi selapis otot yang licin. yaitu parenchyma terletak di bawah lapisan tunica albuginea. Lapisan fungsional dari testis. spermatogonia. dan sel-sel pemberi makan. transportasi spermatozoa dan deposisi spermatozoa • ke dalam saluran reproduksi betina. Hormone testosterone diperlukan untuk perkembangan tanda-tanda kelamin sekunder dan untuk tingkah laku perkawinan secara normal. yaitu rete testes yang berhubungan dengan 12-15 saluran kecil. Tubuli seminiferi berasal dari primary sex cord yang berisi selsel benih (germ cells).

• Vas Deferens dan Urethra Vas deferens merupakan sebuah saluran dengan satu ujung berawal dari bagian ujung distal dari cauda epididymis. corda spermaticus dan scrotum menjadi penggantung testis dan juga bekerja sama dalam pengaturan suhu testes. melalui daerah inguinalis . jaringan ikat. dimana sewaktu spermatozoa memasuki epididymis bersama cairan asal testis dalam keadaan relative encer. yaitu. diperkirakan sejumlah 100 juta per millimeter pada sapi. Epididymis dibagi menjadi tiga bagian. Kedua organ. musculus cremaster (otot daging licin). Kemudian dengan melekat pada peritoneum. terdapat 12-15 buah saluran kecil. dan vas deferens. vasa efferentia yang menyatu menjadi satu saluran. nampak pipih di bagian apeks testis. plexus. domba dan babi. dan cauda (ekor) epididymis. • Epididymis Merupakan saluran eksternal pertama yang keluar dari testes di bagian apeks testis menurun longitudinal pada permukaan testes. Caput epididymis. Fungsi ketiga. Epididymis mempunyai fungsi pertama yaitu sebagai sarana transportasi bagi spermatozoa. terdapat tenunan yang disusun oleh pembuluh darah arteri dan vena. membentang sepanjang corda spermaticus. caput (kepala). dikurung oleh tunica vaginalis dan testis. Dalam epididymis spermatozoa dikonsentrasikan menjadi kira-kira 4 milyar spermatozoa per millimeter. corpus (badan). Sebagian besar absorbsi cairan ini terjadi pada caput dan ujung proximal dari corpus epididymis. Mekanismenya terjadi karena sel-sel epithel yang ada pada dinding epididymis mengabsorbsi cairan asal testis.. merupakan saluran tunggal yang bersambungan dengan cauda epididymis. berkas syaraf. Fungsi yang kedua adalah konsentrasi spermatozoa. Corpus epididymis memanjang dari apeks menurun sepanjang sumbu memanjang testis. adalah sebagai tempat deposisi (penyimpanan) spermatozoa. pampiniformis.Corda spermaticus. berfungsi memberikan bantuan bagi kehisupan testis.

mudah dikenali karenamirip segerombol anggur. Kelenjar ini di sebut juga sebagai kelenjar seminal vesicles. Kelenjar – kelenjar tambahan ini terdiri dari kelenjar vasikular. Pada sapi. sapid an babi yaitu berkisar 13 – 15 cm. mempunyai saluran –saluran yang mengeluarkan sekresi – sekresinya kedalam uretra. Spermatozoa dikumpulkan dalam ampulla selama ejakulasi. Semen kuda dan babi terdiri dari bagian bebas (tanpa) spermatozoa dan bagian yang kaya spermatozoa. Kelenjar – kelenjar ini mempunyai sumbangan besar bagi volume cairan semen.masuk ruang pelvis. zat – zat makanan dan substansi lain yang diperlukan bagi motilitas dan fertlitasi Kelenjar vesicular. Bagian vas deferens yang membesar dekar dengan urethra. merupakan sebuah saluran tunggal yang membentang dari persambungan dengan ampulla sampai ke pangkal penis. • Kelenjar-kelenjar tambahan Kelenjar – kelenjar tambahan (accessory glands) berada di sepanjang bagian uretra yang terletak di daerah pelvis. dimana vas deferens bergabung dnegan urethra di suatu tempat dekat dengan lubang saluran kencing dari vesica urinaria. kelenjar vesicular memberikan sekresinya lebih dari separuh volume total dari semem dan pada jenis – jenis ternak lainnya rupanya juga sama sebagai mana pada . Lebih lanjut diketahui bahwa sekresi kelenjar – kelenjar tambahan ini mengandung sebuah larutan buffers. sebelum dikeluarkan ke dalam urethra. tetapi lebar dan ketebalannya berbeda. Urethra. kelenjar prostate dan kelenjar bulbourethral atau kelenja cowper. Panjang kelenjar ini sama pada beberapa jenis ternak seperti kuda. kelenjar. Pada sapid an domba selama ejakulasi terjadi percampuran yang kompleks antara spermatozoa yang padat asal vas deferens dan epididymis dengan ciran sekresi darikelnjar-kelenjar tambahan dalam urethra yang berada di daerah pelvis menjadi semen. Fungsi urethra adalah sebagai saluran kencing dan semen. di sebut ampulla. Vas deferens mempunyai otot daging licin yang tebal pada dindingnya dan mempunyai fungsi tunggal yaitu sebagai sarana transportasi spermatozoa. Pada kuda dan babi percampuran ini tidak sesempurna pada sapid an domba. kelenjar vesicular pada sapi mempunyai ketebalan dan lebar hamper separuh dari yang ada pada babi dan kuda. berbonggol – bonggol. merupakan sepasang kelenjar yang mempunyai lobuler.

Ekskresi kelenjar prostate hanya sebagian kecil saja menyusun pada cairan semen pada cairan semen pada beberapajenis ternak yang diteliti. seluruh prostatenya mengelilingi otot daging uretra. dan Mg semuanya dalam larutan. dekat dengan titik keluarnya uretra dari ruang pelvis. yakni tidak dijumpai pada substansi – substansilain di mana saja ada tubuh. pada sapi lebih kecil dibandingkan pada babi. Kelenjar prostate merupakan kelenjar tunggal yang terletak mengelilingi dan sepanjang uretra tepat dibagian posterior dari lubang ekskretoris kelenjar vesicular. merupakan sumber energi utama bagi spermatozoa sapid a spermatozoa domba. Kelenjar bulborethal terdiri sepasang kelenjar yang terletak sepanjang uretra. Kelenjar ini mempunyai ukuran dan bentuk seperti bulatan yang berdaging dan berkulit keras. Tetapi beberapa laporan menunjukkan bahwa setidak – tidaknya sumbangan kelenjar prostate sebagaimana substantial kelenjar vesicular pada babi. Kelenjar Prostate. Sekresi kelenjar vesicular mengandung beberapa campuran organic yang unik. Pada sapi. Sekresi ini dapat di lihat sebagai tetes – tetes dari preputilium sesaat sebelum ejakulasi. Badan kelenjar prostate jelas dapat dilihat pada ternak yang dewasa. sekresi kelenjar bulbourethral membersihkan sisa – sisa urine yang ada dalam uretra sebelum terjadi ejakulasi. Sekresi kelenjar vesikula juga mengandung dua larutan buffer. Berikut adalah kelenjar-kelenjar tambahan pada sapi jantan: : . Cl.sapi. hal ini dapat berakibat jelek bagi spermatozoa. pada sapid an kuda dapat di raba melalui palpasi parectal. tetapi pada kuda dan babi konsentrasinya rendah. Campuran – campuran anorganik ini di antaranya adalah fructose dan sorbitol. Kelenjar Bulbourethral atau Cwoper. karena jika terjadi perubahan pH semen. Sumbangannya pada cairan semen hanya sedikit. yaitu phosphate dan carbonate buffer yang penting sekali dalam mempertahankan pH semen agar tidak berubah. Kelenjar prostate mengandung banyak ion – ion anorganik. Pada domba. Pada sapi terletek mengelilingi otot daging bulbospongiosum. meliputi Na.

Prepuce dapat dibagi menjadi dua bagian. Fertilisasi Masa berahi seekor sapi cukup singkat. untuk menjaga agar semen tidak tercemar oleh kotoran yang kemungkinan besar menempel pada rambut tersebut. Sekitar lubang prepuse ditumbuhi oleh rambut panjang dan kasar. perlu diadakan pencukuran terhadap rambut ini. Sistem perkawinan dilakukan oleh seekor pejantan yang langsung memancarkan sperma kedalam alat reproduksi betina dengan cara . b. untuk itu diperlukan pengamatan secara teliti terhadap tanda-tanda berahi seekor ternak agar program perkawinan dapat berjalan sesuai rencana. lipatan dalam.Gambar bentuk glans penis pada sapi adalah berikut ini:: • Preputium Kata prepuce atau preputeum mempunyai arti sama dengan sarung adalah ivaginato dari kulit yang membungkus secara sempurna pada ujung bebas dari penis. Pada saat penampungan semen dalam program inseminasi buatan. yaitu bagian prepenile. Perkembangan embrionik dari organ ini sama dengan perkembangan dari organ labia minira pada ternak betina. lipatan luar dan bagian penile.

Fertilisasi . Kelenjar Prostate. Kelenjar Bulbourethral atau Cwoper. terdiri dari kelenjar vesikular. Berikut ini merupakan gambar bentuk glans penis pada babi jantan: b. terdiri dari cauda epydidimis dan caput epydidimis. BABI Organ reproduksi Berdasarkan gambar di atas. organ reproduksi pada babi jantan adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Testis Scrotum Epidydymis. a. Vas Deferens dan Urethra Kelenjar-kelenjar tambahan.kopulasi. Terlebih dahulu pejantan mendeteksi kondisi berahi betina dengan menjilati atau membau di sekitar organ reproduksi betina bagian luar setelah itu pejantan melakukan penetrasi. 3.

3 mg.Babi termasuk hewan yang subur untuk dipelihara kemudian dijual. Seekor induk dalam satu tahun dapat menghasilkan dua kali melahirkan dan 20 ekor anak sama dengan 1800 kg daging setiap tahun.Dalam praktek dengan dua kali perkawinan yaitu 12 dan 24 jam setelah tanda estrus dimulai supaya ovum banyak dibuahi dan jumlah anak (litter size tinggi). Tabel 1. vulva yang membengkak dan memerah serta lendir keruh dan mengental muncul. Agar diperoleh anak yang lebih banyak maka induk dikawinkan pada 12 – 24 jam setelah tanda estrus/birahi. Estrus atau birahi pada induk babi adalah karena aktifitas dari hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. menaiki betina lainnya dan nafsu makan menurun serta mengeluarkan suara yang khas. Data Reproduksi Babi Induk Peristiwa Umur saat pubertas (bln) Lama Birasi (estrus) (hari) Panjang Siklus birashi (hari) Waktu ovulasi (jam stlah birahi) Saat yang baik untuk kawin Lama Kebuntingan (har) Interval 4–7 1–5 18 – 24 12 – 48 estrus hr kedua 111 – 115 Rata-rata 6 2–3 21 24 – 36 114 (3 bln. kegelisahan meningkat. bila tanda tanda ini terlihat berarti bebi betinna tersebut siap kawin. kalau ditekan atau diduduki punggungnya diam saja. karena jumlah perkelahiran (litter size) lebih dari satu (polytocous) dan jarak perkelahiran pendek. . 3 hr) Pubertas/birahi pada babi dara 4 – 7 bulan dengan rata-rata bobot badan 70110 kg akan tetapi tidak dikawinkan sebelum umur 8 bulan atau pada periode estrus/birahi yang ketiga hal ini berguna untuk produksi anak yang lebih banyak dan lama hidup induk lebih panjang. kejadian ini terjadi selama 3 – 4 hari dengan perubahan tingkah laku seperti suka mengganggu pejantan.

sebagaimana darah yang terdiri dari sel-sel dan plasma darah. . Kelenjar ini menghasilkan dua hormone. Prgan utama yang mengontrol munculnya pubertas adalah kelenjar pituitary yang letaknya di dasar otak. Testis dipengaruhi oleh FSH dan LH dari adenohypophysa sedangkan testes sendiri menghasilkan hormone testosterone yang mengontrol perkembangan dan sekresi kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap. Perbedaan anatomic kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap pada berbagai jenis hewan menyebabkan pula perbedaan-perbedaan volule dan komposisi semen species-species tersebut. Factor-faktor hormonal yang bekecimpung untuk merangsang pubertas pada babi jantan dan babi betina belum banyak diketahui. kaya sperma. Spermatozoa dihasilkan di dalam testes sedangkan plasma semen adalah campuran sekresi yang dibuat oleh epidydimis dan kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap yaitu kelenjar vesikulares dan prostate. dan post sperma. Produksi sperma oleh testis maupun produksi plasma semen oleh kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap kedua-duanya dikontrol oleh hormone. Semen terdiri atas dua bagian. Umur saat pubertas dicapai bertlainan antara bangsa-bangsa ternak dan juga antara anak babi sekelahiran. 2. spermatozoa ( disingkat sperma ) atau sel-sel kelamin jantan yang bersuspensi ke dalam suatu cairan atau medium semi-gelatinous yang disebut plasma semen. Fraksi post-sperma umumnya bersifat gelatinous. Ejakulasi pada babi hanya berselang beberapa menit. Semen babi dapat ditampung dengan fraksifraksi pra-sperma. 1. yaitu FSH dan LH yang merangsang testis dan ovarium. tetapi bahan gelatinous ini dapat ditemukan pada fraksi prasperma Pubertas Pubertas adalah periode saat organ-organ reproduksi babi pertama kali berfungsi dan menghasilkan telur atau sperma dewasa. Semen babi lebih voluminous dengan konsentrasi sperma yang rendah sehingga semennya merupakan cairan keputih-putihan.Tahap perkembangan reproduksi babi adalah sebagai berikut: Fisiologi Semen Semen adalah sekresi kelamin jantan yang secara normal diejakulasikan ke dalam saluran kelamin betina sewaktu kopulasi.

Umumnya pubertas muncul pada umur 6.6 bulan meskipun ia tidak digunakan sampai mencapai umur 7.8 bulan dan hnaya sebagai pejantan serap.Di Negara-negara subtropics babi betina lebih lama mencapai pubertas pada musim panas dan mugkin hal ini disebabkan oleh kondisi klimat yang panas dan lembab. Faktor Cahaya. Babi betina yang dipilih untuk bibit seharusnya memperoleh cahaya 18 jam per hari. Seekor babi betina seharusnya dikawinkan saat berahi atau siklus berahinyayang ketiga karena pada siklus berahi yang pertama dan kedua lebuh sedikit telur yang di ovulasikan.. tetapi bobot babi betina tersebut lebih rendah daripada yang diberi makan cukup. Faktor Genetis. Seekor babi jantan akan mencapai pubertas pada umur 5. meskipun penalitian mutakhir menunjukkan bahwa pubertas sering dicapai sedini 145 hari ( rata-rata 5 bulan). .FSH.8 bulan. Berbagai factor berpengaruh terhadap munculnya pubertas pada babi betina. LH merangsang pelepasan telur-telur daro folikel.. Faktor Makanan.Babi betina Landrace mencapai pubertas lebuh dini daripada babi betina Hampshire.kurang makan yang ekstrem dapat menunda munculnya pubertas. FSH mengakibatkan pertumbuhan dan pemasakan sel-sel telur yang bnayak terpendam dalam ovarium. Babi betina hasil persilangan juga mencapai pubertas yang lebih dini daripada babi betina murni..Babi betina yang dipelihara terkurung dengan kegelapan yang komplet memperpanjang umur mencapai pubertas. Yorkshire dan Duroc yang diamati dari banyaknya yang berahi pada umur 6 bulan.. Pembatasan makanan yang sedang atau moderat tidak akan menunda pubertas atau mempengaruhi fertilitas. Faktor Musim. LH dan Testosteron yang dihasilkan dalam testis adalah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan perkembangan dan pemasakan sel-sel sperma pada jantan.

Pengaruh Pejantan.22 hari ( rata-rata 21 hari) kecuali siklus ini disela oleh kebuntingan atau kelainan Proestrus Proestrus adalah 3. meningkat juga produksi hormone lain. Babi betina yang dikandangkan atau ditambat individual juga menunda pubertas dan menekan tanda-tanda berahi. kegelisahan meningkat.Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa introduksi pejantan ke sekelompok babi betina yang sebelumnya tidak berkontak dengan pejantan. atau estrus. Faktor Stres. .4 hari mendahului munculnya estrus. yakni estrogen. Estrogen ini menghambat produksi FSH selanjutnya dan mencegah perkembangan tambahan telur. Estrus reproduksi. Estrogen juga menimbulkan sejumlah perubahan tingkah laku betina pada akhir fase proestrus.Stres tertentu. Kelenjar-kelenjar pituitary menghasilkan FSH yang menyebabkan folikel bertumbuh. merangsang dan menyebabkan sebagian babi betina tersebut berahi pada umur 4 bulan Siklus Birahi Setelah mencapai pubertas. Selagi folikel bertumbuh.Babi betina yang dipelihara terkurung lebih lambat mencapai pubertas dari yang dipelihara bebas. Ada 4 fase yang jelas pada siklus berahi: 3. menaiki betina-betina lain dan nafsu makan menurun. mencampur atau introduksi ke lingkungan yang baru dapat merangsang babi betina mengalami berahi.Faktor Perkandangan. Perubahan struktur yang disebabkan oleh level estrogen yang tinggi mencakup vulva yang membengkak dan memerah disertai penebalan dinding uterus. Perubahan-perubahan ini meliputi suka mengganggu pejantan.. seperti transportasi. biasanya babi betina menunjukkan berahi... setiap 18. Selama periode ini babi betina mengeluarka suara khas merengut yang ritmik.

.Laju ovulasi meningkat terus hingga induk melahirkan anak yang ketujuh kalinya. Banyak telur yangf di ovulassikan biasanya berkisar antara 14-25 butir. Interval-interval antara pecahnya folikel tidak sama. Faktor Umur Induk. Tanda-tanda berahi yang diperlihatkan selama bagian akhir proestrus semakin nampak dalam fase estrus.laju ovulasi heritabilitasnya sedang (medium) dan berespons terhadap seleksi. Kelenjar pituitary mengeluarkan LH yang menyebabkan beberapa folikel dari ovarium pecah dan melepas bebeerapa telur. babi hasil persilangan laju ovulasinya lebih tinggi lagi...Laju ovulasi seekor babi betina akan meningkat hingga siklus berahinya (estrus) yang ketiga. Periode ini biasanya lebuh pendek pada babi betina dibandingkan babi induk. betina memperlihatkan suatu sikap khas mau kawin. Peningkatan laju ovulasi biasanya diimbangi oleh kematian embrio yang tinggi sehingga tidak nampak manfaatnya dalam banyak anak per kelahiran di saat melahirkan. Sekitar 12 jam setelah berahi mulai.14 hari sebelum kawin akan meningkatkan jumlah telur yang di ovulasikan. Landrace dan Lacombe umumnya mengovulasikan telur lebih banyak. Laju ovulasi dipengaruhi oleh beberapa factor: Faktor Genetis.. yaitu hanya dengan suatu tekanan . Bangsa-bangsa babi berbeda banyak telur yang diovulasikan.Konsumsi ransom seekor Babi betina yang ditingkatkan selama 10. Telah diketahui bahwa lebuh banyak telur yang dilepas dari ovarium dalam 30-36 jam setelah mulai berahi dari waktu selebihnya dalam masa berahi. Faktor Pubertas.Estrus berlanhgsung selama 2-3 hari dan pada periode tersebut betina memiliki seksual reseptif terhadap jantan. “Flushing”. bangsa Yorkshire. Pelepasan ini dinamakan ovulasi dan merupakan suatu proses yang gradual selama jangka waktu 6-12 jam. tetapi berlaku hanya bila konsumsi makannya sangat dibatasi selama fase pertumbuhannya. namun peningkatan laju ovulasi tidak selalu mengakibatkan lebih banyak anak saat lahir.

lendir menggantung pada akhir fase estrus dan besar vulva berkurang dan kembali Metestrus Setelah ovulasi. Bila pembuahan terjadi. Keaadaan ini berubah menjadi pucat. corpus luteum terbentuk dlam setiap folikel yang pecah dalam waktu 6-8 hari. 5. corpus luteum tetap berfungsi selama kebuntingan. betina tidak akan berespons lagi terhadap “uji Naik” dan ia kembali ke tingkah lakunya yang normal. Diestrus Diestrus ini adalah waktu inaktivitas yang pendek yang ditandai oleh penghancuran corpus luteum setelah 14 hari dari puncak berahi. Corpus luteum ini mengeluarkan progesterone. 4. . Progesterone ini bekerja juga pada perkembangan kelenjar susu. Semua kaki kaku. Fase berikut dari estrus adalah pembengkakan vulva yang memerah mulai berkurang dan lender keruh yang mengental muncul. Dalam 3-4 hari serombongan folikel baru mulai berkembang dan siklus tadi akan terulang sendiri. Bila pembuahan tidak terjadi.ringan saja dilakukan pada punggungnya. Pada saat ini. corpus luteum tetap berfungsi selama kebuntingan. Spermatogenesis Pada waktu lahir tubuli seminiferi tidak berlumen dan hanya ada dua jenis sel yaitu spermatogonia dan sel-sel indifferent. Sikap respons tak mau bergerak ini disebut juga “ Lordosis Effect” berlangsung sekitar 3 hari sangat berarti benar bagi pemelihara untuk menentukan waktu yang tepat untuk mengawinkan atau melekukan inseminasi buatan. suatu hormone lain yang menghambat produksi FSH dan perkembangan tambahan folikel. punggung sedikit melengkung. uterus memberi isyarat untuk meluluhkan corpus luteum dan memberi peluang untuk siklus berikutnya bertlangsung. Bila pembuahan tidak terjadi. telinga tegang mengarah kepala dan bai betina tersebut sangat susar digerakkan. Selama pubertas tubuli seminiferi mulai berlumen dan epithel kecambah berubah dari bentuk sederhana menjadi bentuk ke warnanya yang normal.

Spermatogenesis meliputi spermatocitogenesis (spermiocytogenesis) atau pembentukan spermatocyt primer dan sekunder dari spermatogonia tipe A dan spermiogenasis atau pembentukan spermatozoa dan spermatid. Aparat golgi dari spermatid membentuk tudung anterior atau akrosom sperma dan mitokondria dari sitoplasma berkumpul pada ekor yang tumbuh keluar dari sentriol.kompleks yang khas bagi hewan jantan dewasa. (kurang lebih 15 hari) Metamorfosis spermatid menjadi spermatozoa tanpa pembelahan sel. (n). Sperma terbentuk di dalam tubuli seminiferi dari sel-sel induk sperma yang diploid. Spermatid adalah suatu sel bundar yang relative besar. Fase I. Akan tetapi selama waktu tersebut mereka berhubungan dengan sitoplasma sel-sel sertoli yang mungkin memberi makan kepada spermatozoa. Fase IV. (15. Babi mempunyai 24 spematosit primer dan . Selama proses tersebut jumlah kromosom direduksi dari diploid 2n: 38 pada babi menjadi haploid (n). Spermatocytogenesis dikendalikan oleh FSH dari adenohypophysa dan spermiogenesis berada di bawah pengaruh LH dan testosterone Sel-sel kelamin jantan berkembang secara progresif dan bermigrasi dari membrane basalis kea rah lumen tubuli seminiferi. spermatogonia tipe A yang terletak pada membrane basalis. Proses spermatogenesis meliputi perombakan radikal bentuk sel dimana sebagian besar sitoplasma termasuk RNA. (kurang lebih 15 hari) Pembelahan Meiotik dari spermatocyt primer (2n) Fase III. sedangkan sperma merupakan suatu sel langsing memanjang yang kompak dan motil.17 hari) Pembelahan mitotic spermatogonia menjadi dua anak sel yaitu spermatogonium dormant yang menjamin kontinuitas spermatogonia dan spermatogonium aktif yang membagi diri empat klai sehingga akhirnya membentuk 16 menjadi spermatocit spermatocyt primer sekunder (2n). (beberapa jam) Pembelahan spermatocyt sekunder menjadi spermatid. air dan glycogen terlepas atau menghilang. Spermatogenesis merupakan suatu proses kompleks yang meliputi pembelahan dan diferensiasi sel. juga terjadi reorganisasi komponen-komponen inti sel dan sitoplasma secara meluas. dan terdiri dari kepala dan ekore. Fase II.

Aktivitas peristaltic otot licin epedidimis bertanggungjawab atas pengangkutan . 200 ml per hari pada babi diabsorbsi. Konsentrasi sperma dalam cairan ini adalah 100 juta per ml. masing-masing akan mencapai 15 milyar spermatozoa. Pematangan dan Penyimpanan testis. yang ditandai oleh adanya inti-inti piknotis. dan Ortavant et al. dan III disebut spermatogenesis dan Fase IV disebut spermiogenesis. maka waktu yang dibutuhkan dari spermatogonium A smapai spermatozoa yang di ejakulasikan pada babi mencapai kira –kiara 5060 hari. (1969) telah memperkirakan bahwa babi menghasilkan 25 sampai 30 juta sperma per gram testis perhari karena waktu spermatogenesis yang relative singkat dan banyak spermatozoa yang dihasilkan dari spermatogonium tipe A. Struktur-struktur ini yang tadinya berasal dari mesonefros memiliki fungsi yang hampir sama dengan ginjal dalam hal aktivitas-aktivitas absorptive dan sekretoris. Spermatozoa akhirnya dilepaskan dari sitoplasma sel-sel sertoli dan memasuki lumen tubuli seminiferi. Hampir seluruh cairan. Jumlah spermatozoa mempunyai korelasi tinggi dengan berat dan ukuran Pengangkutan.kontraksi selubung testikuler mungkin membantu mendorong semsn dari testes ke ductuli efferens.II. jadi produksi harian untuk seekor babi dengan satu testis seberat 300 gram. sel-sel sekretoris dan bersilia dengan silia yang memukul kea rah epididimis ditemukan pada ductuli efferents. Almquist dan Amann (1961). Fase I. Karena spermatogenesis pada babi berlangsung 35 sampai 46 hari.96 spoermatozoa dari satu spermatogonium. Akan tetapi selama miosis terjadi kehilangan sel. Spermatozoa Spermatozoa diangkut dalam sejumlah besar cairan sekresi dari tubuli seminiferi dan rete testis ke dalam ductuli efferents testes yang berliku-liku yang terletak dekat caput epididimis dan bermuara ke dalam ductus epididimis. dan proses ini terulang sampai tak terhingga. sekitar 25%. Sperma babi memerlukan waktu kira-kira 13 sampai 15 hari untuk menyelusuri epididimis. Kurang lebih 15 hari sesudsah terbentuk. spermatogonia dormant mulai membagi diri dengan cara yang sama.

Menurut Mauleon (1969) diferensiasi kelamin terjadi pada embrio yang berumur 30 hari pada babi. Epitheliuym epididimis mempunyai fungsi absorptive dann sekretoris yang menghasilkan ion=ion natrium. isi epididimis mengalami pengenceran terus menerus dari caput ke cauda epididimis. pospor dan protein. enzim dan glicerylphosporylcholine (GPC) dalam berbagai konsentrasi pada cairan luminal berbagai bagian epididimis. kalsium. Akhir periode mitosisoogonial yang menendakan akhir periode oogenesis utama adalah pada hari ke-32 masa kebuntingan sampai 7 hari sesudah partus pada babi. Komposisi plasma epididimis berhubungan erat dengan fungsi testikuler. klorida. pengangkutan sel-sel sperma dan lingkungan hormonal dan fisik testes. Mirovili ditemukan pada sel-sel epididimis tetapi bersifat nonmotil. kalium. Waktu yang dibutuhkan untuk pengangkutan spermatozoa melalui epididimis kirakira & 6. berkembang di caudal entoblast ektraembrional atau kantong kuning telur. Dalam beberapa hari kemudian kelamin gonad embrio dapat dibedakan oleh adanya pembentukan tunica albuginea di permukaan dan lokasi sel-sel kecambah di sentral. Oogenesis Pada permulaan minggu-minggu pertama masa embrional sel-sel kecambah primitive pembentuk gamet jantan maupun betina disebut genosit. spermatogonia pada testis primer dan lokasi oogonia yang peripheral pada ovarium primitive. . Oogenesis tidak lain adalah transformasi atau perubahn bentuk dari oogonia menjadi oocyt. sampai 15 hari. Mekanisme kontraktil yang terlihat dalam pengangkutan sperma pada hewan jantan sebagian diatur oleh oksitoksin. Perpindahan tersebut pada embrio babi terjadi kira-kira 35 hari masa kebuntingan. Proses oogenesis berakhir sebelum atau sesudah partus. Oogonia kemudian berpoliferasi atau memperbanyak diri secara mitosos sesudah diferensiasi kelamin dan measuki profase dari pembelahan miosis yang pertama dimana sel-sel tersebut dinamakan oocyt. Volume plasma pada babi. Sel-sel kecambah asli ini bermigrasi dengan pergerakan amuboid dari kantong kuning telur melewati mesenterium dorsalis ke lereng-lereng benih.sperma di daerh ini.

masingmasing mengandung setengah jumlah kromosom. sel ini disebu oocyt sekunder. sedangkan folikel ovarii yang berespons terhadap hormone-hormon hypophysa sangat bertambah besar diameternya. oocyt sekunder membagi diri menjadi ootid (n) dan badan kutub kedua (n). Kromosom dalam pasangan-pasangan diploid dibebaskan ke dalam sitoplasmadan tersususn pada datarn khatulistiwa spindle (metaphase). Pada umumnya pertumbuhan ini hanya berlaku bagi folikel dimana ovum telah mencapai ukuran yang maksimal. oocyt tidak bertambah besar. Pertumbuhan oocyt dibagi atas dua fase. Selama fase kedua.Petunbuhan oocyt ditandai oleh pembesaran cytoplasma karena penumpukan granula-granula deutoplasama (kuning telur) dalam berbagai ukuran. kedua badan kutub tersebut yang mengandung sedikit sekali cytoplasma. terjirat di dalam zona pellucida dan mengalami degenerasi. Nucleus yang telah memasuki profase pembelahan miotik selama pertumbuhan oocit bersiap-siap untuk menjalani pembelahan reduksi. Factor yang menentukan oocyt mana yang harus mulai tumbuh atau menyelesaikan pertumbuhannya selama siklus reproduksi tidak diketahui. Selama fase pertama oocyt bertumbuhcepat dan erat berhubungan dengan perkembangan folikel ovarii. satu anak sel mengambil hamper semua sitoplasma. Selama fase terakhir pertumbuhan folikel. Pada pembelahan pertama dua sel anak sel terbentuk. Badan . anak sel lain yang jauh lebih kebil disebut badan kutub. sentrosom membagi diri menjadidua sentriol dan disekitarnya terbentuk aster. Pada pembelahan sel kedua. Sel-sel folikuler ini dapat berfungsi sebagai sel-sel pemberi makan bagi oocyt dengan jalan menyediakan deutoplasma bagi bakal sel telur tersebut. pembentukan zona pellucida sebagai suatu selaput sel telur dan proliferasi mitosis epitel folokuler dan jaringan sekitarnya. Nucleoli dan selaput inti menghilang dan kromosom memadatkan diri menjadi suatu bentuk yang kompak. Kedua aster tersebut bergerak saling menjauhi dan membentuk spindle diantaranya. sel telur telah mengumpulkan reserve materi sebagai sumber enersi bagi perkembangan selanjutnya. Ukuran dewasanya tercapai kira-kira pada waktu pertumbuhan antrum dimulai di dalam folikel. oocyt mengalami pematangan. Menjelang pubertas. Akan tetapi berbeda dengan pada spermatogenesis. Oocit primer kini menjalani pembelahan miotik.

dua atau tiga badan kutub. Segera sebelum ovulasi oosyt mungkin mengalami pembelahan miotik pertama. Pembelahan miotik kedua mulai terjadi akan tetapi tidak terselesaikan sebelum atau apabila tidak terjadi pembuahan. Jadi badan kutub kedua dan pronukleus betina terbentuk pada waktu pembuahan. 3) Betina mencium alat kelamin jantan (penis). mencungur legok dan bawah perut disrtai lagu bercanda. 7) Betina memperlihatkan respons tak bergerak (immobilitas). Oocyt biasanya berada pada tingkat patau diploten dari profae I selama diestrus. lagu bercanda. pejantan menggerut dan mulut berbuih dan kencing secara ritmk. Ova pada babi mengandung 7. Sekitar 50% betina berahi biasanya akan berespons terhadap “uji naik” oleh pemelihara.kutub pertama dapat pula membagi diri sehingga zona pellucida dapat berisi satu. 6) Pejantan berusaha meraih betina. 5) Pejantan berusaha menaiki betina tetapi betina menolak. Respons ini meningkat melampaui 90% bila pejantan hadir. Ludah pejantan mengandung senyawa berbau yang merangsang betina berahi untuk menunjukkan satu kutub pada waktu ovulasi. tingkah laku kawin dan bercumbu sampai kopulasi. atau bau pejantan tercium ataupun kehadiran pejantan terdengar oleh betina berahi. terlihat perilaku copulas isbb: 1) Kontak cungur ke cungur. 2) Pejantan mencium alat kelamin betina (vulva). 8) Pejantan naik dan berkopulasi. 4) Kontak kepala ke kepala. Bila mereka bertemu. perkawinan berlangsung 10 – 20 menit. Waktu dimana kedua pembelahan reduksi berlangsung tidak perlu bertepatan dengan waktu ovulasi. Kopulasi Betina yang berahi biasanya adlah agrsor pencari pejantan. Peranan pejantan merangsang sikap mau kawin dari betina sangat penting. .

Pembuahan dimungkinkan terjadi sekitar 24 jam. c) Kepala sperma terambil kedalam vitellus. Urutan proses yang terjadi (pada gambar). yang ditandai oleh pembayangan yang mentelusur sekeliling yang telah zona terungkit pelucida. Kontraksi ini membantu transportasi sel-sel sperma ke tuba fallopi untuk menunggu pengeluaran ovum dari folikel yang masak. 1) telah disingkirkan. disarankan pengawinan kedua kalinya 12-24 jam setelah perkawinan Tahapan yang ytang pertama terjadinya mungkin fertilisasi terlalu pada babi awal. diatasnya.) hal ini merangsang reaksi zona. b) Sperma telah menembus zona pellucida. oleh sebab ituperkawina pertama garus komplet 12-16 jam setelah muncul sikap tak mau bergerak. dan terletak tepat dibawah permukaan d) Sperma kini hamper seluruhnya berada di dalam vitellus. dan kini bertaut pada vitellus (vit. sperma tiba di tuba fallopi terlalu awal dan mungkin mati sebelum ada telur yang dilepas. Perkawinan harus dilakukan pada aat yang tepat agar terjamin banyak telur yang dibuahi. Ejakulat betina biasanya didepositkan melalui corong serviks uterus yang sedang relax. etlur terlalu masak (lebih dari 6 jam) dan akan berakibat lebuh dari satu sperma masuk ke dalam satu telur dan akan mengakibatakan polyspermy. Jika perkawinan dilakukan terlalu awal. Kepala sperma . Pada saat perkawinan kelenjar pituitary betina mengeluarkan hormone oksitoksin yang menimbulkan kontraksi ritmik uterus. adalah: menunjukkan a) Seperma berkontak dengan zona pellucida (Z.p) Badan kutub pertama (Pb. Bila dikawinkan terlalu lambat.sikap sedia kawin. Fertilisasi Fertilisasi adalah bila satu sel sperma bersatu dengan sel telur untuk membentuk zigot. 8. Karena sulit menentukan fase berahi yang tepat. inti sel telur sedang mengalami pembelaham meiotic yang kedua (2nd M).

Selang beranak antara yang pertama dan kedua berjarak satu tahun dua bulan. f) Pronuclei berkembang sempurna dan mengandung banyak nucleoli. betina.membengkak. Kelenjar Prostate. Vitellus berkurang volumenya. dan badan kutub kedua sudah disingkirkan.) berkumpul disekitar jantan lebih besar daripafda pronuclei. Pronuclei telah menghilang dan diganti oleh kelompok-kelompok kromosom yang telah bersatu di dalam profase pada pembagian cleavage pertama. 2004). RUSA Organ reproduksi Organ reproduksi Rusa Betina • Ovari • Tuba Falopii (oviduk) • Uterus • Serviks • Vagina Organ reproduksi RusaJantan • • • • • b. Masa reproduksi pada rusa sambar betina terlihat antara bulan Juli hingga Agustus (Imelda. sedangkan Testis Scrotum dan cauda Spermaticus Epididymis Vas Deferens dan Urethra Kelenjar-kelenjar tambahan terdiri dari:Kelenjar vesicular. . Mitokondria (Mit. a. Fertilisasi Rusa sambar memperlihatkan masa reproduksinya di tandai dengan tingkah laku yang lebih jinak dari pada dalam keadaan biasanya. 4. Pronucleus g) Fertilisasi telah sempurna. Kelenjar Bulbourethral atau Cwoper. e) Pronuclei jantan dan betina mulai berkembang.

Dan apabila tanda-tanda ini sudah terlihat maka rusa betina sudah mengalami esterus dan siap untuk dikawini. Di zona temperate. Gejala/tanda-tanda eksternal esterus betina merupakan factor utama dalam proses siklus kawin rusa yang mana tanda ini sangat berpengaruh untuk memberikan sinyal terhadap pejantan bahwa rusa betina siap untuk dikawini. Gejala/tanda-tanda eksternal estrus rusa betina.lama kebuntingannya adalah antara 250-285 hari (Ariantiningsih. akan tetapi ruminansia ini dapat kawin sepanjang tahun jika hidup di kawasan tropis (Li et al. maka gejala estrus dan siklus estrus betina harus diketahui secara tepat dan cepat disertai bukti ilmiah. 2001). akan tetapi ruminansia ini dapat kawin sepanjang tahun jika hidup di kawasan tropis. . sehingga kita tidak kehilangan saat-saat dimana rusa betina sedang esterus. musim kawin rusa white-tailed (Odocoileus virginianus) sangat dipengaruhi oleh iklim. Untuk mendukung hipotesa tersebut. 2001). 2000). dilanjutkan dengan pengamatan visual bentuk dan kondisi eksternal vulva seperti bengkak. musim kawin rusa white-tailed (Odocoileus virginianus) sangat dipengaruhi oleh iklim. Hasil penelitian Imelda (2004) memperlihatkan bahwa tingkah laku kawin rusa Sambar muncul antara bulan Juni hingga Agustus..maka kegiatan reproduksi rusa otomatis akan terhambat dikarenakan sang pejantan tidak tau kapan betina siap dikawini. Apabila tanda-tanda tidak kelihatan .. Durasi esterus betina merupakan juga factor penting dalam siklus kawin rusa karena dengan mengetahui berapa lama durasi esterus rusa betina maka kita dapat mempersiapkan pejantan untuk mengawini rusa betina. Peneliti menduga bahwa musim kawin rusa Sambar endemik Bengkulu dapat berlangsung sepanjang tahun tanpa ada pengaruh musim (hujan ataupun kemarau). Di China rusa mampu untuk beradaptasi pada habitat dengan iklim yang berubah-ubah (Li et al. warna kemerahan dan terasa hangatnya vulva bila disentuh atau tanda spesifik lainnya. Apabila tanda-tanda estrus ditemukan. Parameter fisiologi reproduksi rusa sambar yang: 1. Di zona temperate.

Total data skor tingkah laku estrus dinyatakan dalam frekuensi per 30 hari selama satu musim (hujan atau kemarau) dengan bulan sebagai ulangan.00 hingga 17. 2008). Pencatatan tingkah laku kawin rusa jantan – betina. 4. Setiap tingkah laku estrus yang terlihat diberi skor satu (1) dan nol (0) bila tidak ditemukan pada hari tersebut (Putranto. 1988. . 2008). Parameter ini akan menunjukkan kemungkinan munculnya fenomena silent estrus pada rusa Sambar betina (jika ada). 2008).2. Apabila terjadi silent esterus itu berarti rusa telah di kawini. Pencatatan tingkah laku estrus rusa betina.. Setiap tingkah laku kawin yang terlihat diberi skor satu (1) dan nol (0) bila tidak ditemukan pada hari tersebut (Putranto.00 setiap hari. Umaphaty et al. 2006) yang dilakukan siang hari antara pukul 08.00 hingga 17. 3. Durasi estrus rusa betina. flehmen dan urinasi (Schmidt et al. Rusa jantan dan betina akan ditimbang berat badan hidupnya pada tanggal 1 setiap bulannya. Penimbangan berat badan hidup rusa jantan dan betina.00 setiap hari. Dilakukan dengan cara menghitung jumlah hari dimulai dari saat munculnya gejala estrus di hari pertama sampai hari terakhir gejala estrus terlihat (Putranto. Total data skor tingkah laku kawin dinyatakan dalam frekuensi per 30 hari selama satu musim (hujan atau kemarau) dengan bulan sebagai ulangan. 5. Unit pengukuran adalah kilogram. tarian ataupun aktifitas fisik yang dilakukan rusa jantan dan betina serta kopulasi yang dilakukan siang hari antara pukul 08. Dilakukan dengan observasi visual tingkah laku kawin berupa vokalisasi. Dilakukan dengan cara observasi visual tingkah laku estrus berupa vokalisasi..

html .wordpress.com/2008/11/vaginal-smear.unila.blogspot.wordpress.com/2008/12/sistem-perkawinan-sapi-perah.blogspot.html http://perdanaangga.com/2009/04/12/tingkah-laku-reproduksi-rusasambar-cervus-unicolor-equinus-terhadap-usaha-konservasi-di-propinsibengkulu/ http://peternakanuin.com/2007/12/sistem-reproduksi-betina.com/2009/06/12/laporan-akhir-studi-kelayakanpenggemukan-babi-yorkshire-untuk-memenuhi-kebutuhan-protein-hewani/ http://uwityangyoyo.blogspot.htm ttp://bhimashraf.ac.com/2009/04/oleh-bhima-wibawa-santoso-nima1c407003.html http://fapeternakan.DAFTAR PUSTAKA http://blog.id/melda/2009/06/04/reproduksi/ http://syl4r.blogspot.

TUGAS SPH REPRODUKSI MAMALIA (MARMOT. SAPI. BABI. RUSA) Disusun oleh: Askiyatin Vita Mustika Uski Apriliyana (073204001) (073204005) (073204010) .

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI 2009 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful