LAPORAN KASUS “EPIDURAL HEMATOM” Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Dalam Mengikuti Ujian Profesi Kedokteran Bagian

Ilmu Penyakit Bedah

Disusun oleh : NURHAENI 04711123 Pembimbing : dr.Rizal Hakim., Sp.BS

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2009
1

Sp..Lembar Pengesahan Laporan Kasus EPIDURAL HEMATOM Oleh : Nurhaeni 04711123 Hari/Tanggal : Senin/14 September 2009 Tempat : RSU Kardinah Tegal Dosen Pembimbing Koordinator Kepaniteraan Klinik RSU Kardinah Tegal dr. Erna Khaeriyah 2 . Rizal Hakim.BS dr.

tegal : Islam : Teratai : Penebang pohon : 09 September 2009 : 439654 B. Pasiem terjatuh ke sebelah kiri. RPK Jantung (-). Pasien juga menyangkal adanya darah yang keluar dari hidung. Pasien naik motor tidak memakai helm.00 WIB di bangsal teratai. Sa : Laki-laki : 48 tahun : Tarub. pasien tidak pingsan saat terjadi kecelakaan. RPD Pasien tidak pernah mondok sebelumnya 3 . RPS Pada tanggal 09 September 2009. Diabetes Melitus (-). IDENTITAS Nama Jenis kelamin Umur Alamat Agama Mondok di bangsal Pekerjaan Tanggal masuk Nomor CM : Tn. Hipertensi (-) 4. Sa mengalami kecelakaan lalu lintas antara motor dengan bus.STATUS PASIEN A. KU Sakit kepala post kecelakaan lalu lintas 2. 1. Pada saat kecelakaan pasien mengatakan adanya darah yang keluar dari telinga kanan. Anamnesis Anamnesis dilakukan secara Autoanamnesis pada tanggal 11 September 2009 pukul 07. 3. Tn. Pasien tidak merasakan mual dan muntah.

d.50 C. PEMERIKSAAN FISIK I. demam (-). : 80x/mnt. turgor menurun (-). ruam-ruam (-). Sistem urogenital : BAK sakit (-). dalam 1 hari pasien menghabisakn kurang lebih 3 batang rokok. Sistem cardiovascular : nyeri dada (-). Sistem gastrointestinal : mual (-). muntah darah (-). hemiparesis (-). muntah (-). sesak nafas waktu aktivitas dan istirahat (-). batuk dahak (-). c. : Baik. keringat dingin (-). pola makan teratur. Sistem cerebrospinal : pusing/sakit kepala (+). 4 . nyeri tengkuk (-). 6. Pasien adalah seorang perokok. kesemutan (-). Sistem respiratorius : sesak nafas (-). Anamnesis Sistem a. Lingkungan dan kebiasaan Tidak memiliki kebiasaan makan yang berlemak. kejang () b. : 20x/mnt. nyeri dada saat istirahat (-). flatus (+) e. demam (-). Sistem integumentum : akral dingin (-). C. Sistem musculoskeletal : kelemahan (-). berdebar-debar (-). : 36. pucat (-). g. : 130/90 mmHg. batuk darah (-).- Hipertensi (-) Stroke (-) Diabetes Melitus (-) 5. paralisis (-). : Baik. Status Generalis Kondisi umum Kesadaran Status gizi Status antropometri Tekanan darah Nadi Respirasi Temperatur : Baik : Compos mentis. perubahan warna urin (-). f. kulit bersisik (-). BAK sering (-). sulit BAK (-). nyeri dada saat aktivitas (-).

pupil mata isokor dengan diameter ±3 mm. bibir tidak kering Collum :Trakhea simetris (+). edema (-) nyeri (+) Ekstremitas inferior dextra 5 Fraktur (-). edema (-) nyeri (-) Defisit neurologik : (-) 5 . : B1-B2 reguler. wheezing (-). pembesaran kelenjar tiroid (-) Thorax ♣ Inspeksi :Bentuk dada normal. edema (-) nyeri (-) Ekstremitas superior sinistra 5 Fraktur (-). kelenjar limfonodi teraba (-). scar/lesi (-) . rhinorhea (-). ictus cordis tidak terlihat. suara tambahan (-) : Suara dasar vesicular. simetris.Warna kulit Cephal : Sawo matang. scar/lesi (-). ketinggalan gerak (-). sklera ikterik (-). bendungan venosa (-). deformitas (-). retraksi dada (-). pembesaran massa superficialis (-). ketinggalan gerak (-). reflek cahaya (+). :Konjunctiva anemis (-). Perkusi Auskultasi : Timpani : Peristaltik (+) Ekstremitas Ekstremitas superior dextra 5 Fraktur (-). ronkhi (-) Abdomen Inspeksi : Flat. edema (-) nyeri (-) Ekstremitas inferior sinistra 5 Fraktur (-). suara tambahan (-). mukosa tidak pucat. ♣ ♣ ♣ ♣ ♣ ♣ Palpasi Auskultasi Auskultasi : Pernapasan simetris (-). simetris kanan kiri.

hematom (-) ♣ Palpasi : teraba benjolan (-). D.000-450. STATUS LOKALIS Regio ♣ Inspeksi : Cephal : vulnus ekskoriasi (+) di regio frontalis sinistra dengan ukuran 1 x ½ cm dan di regio bibir kanan atas dengan ukuran 1 x 1 cm. Sa mengalami kecelakaan lalu lintas antara motor dengan bus. Laboratorium darah 2. hematom (-). Pada saat kecelakaan pasien mengatakan adanya darah yang keluar dari telinga kanan. Darah Penilaian Hb AL AT Hmt 11.000 35 Intapretasi ↓ ↑ ↓ ↓ Nilai normal 14-18 g/dl 4000-11.1 11. terdapat nyeri tekan. Pada pemeriksaan di regio cephal terdapat vulnus ekskoriasi (+) di regio frontalis sinistra dengan ukuran 1 x ½ cm dan di regio bibir kanan atas dengan ukuran 1 x 1 cm. Px PENUNJANG 1. HASIL Px PENUNJANG ♣ Lab. reflek cahaya (+). krepitasi (-) Resume : Pada tanggal 09 September 2009. Tidak teraba adanya benjolan maupun krepitasi. benjolan (-). edema (-).II.000/UL 150. CT scan E. pasien tidak pingsan saat terjadi kecelakaan. Tn. Pasien naik motor tidak memakai helm.270 143.000 40-50 % 6 . Pada pemeriksaan mata didapatkan pupil mata isokor dengan diameter ±3 mm. vulnus laseratum (+) di occipitalis sinistra. Pasien tidak merasakan mual dan muntah. Pasien juga menyangkal adanya darah yang keluar dari hidung. vulnus laseratum (+) di occipitalis sinistra. benjolan (-). nyeri tekan (+).

Epidural temporoparietal dextra 2. subdural hematom G. DIAGNOSIS BANDING 1. DIAGNOSIS KERJA Laserasi serebri F. PROGNOSIS Ad vitam Ad fungsionam : dubia ad bonam :dubia ad bonam 7 .♣ CT scan - Perdarahan temporoparietal dextra Garis tengah terlihat lurus dan tidak mengalami pergeseran F.

Hematom epidural yang berasal dari perdarahan vena lebih jarang terjadi. Definisi Hematom epidural merupakan pengumpulan darah diantara tengkorak dengan duramater (dikenal dengan istilah hematom ekstradural). Hematom jenis ini biasanya berasal dari perdarahan arteri akibat adanya fraktur linier yang menimbulkan laserasi langsung atau robekan arteri-arteri meningens ( a. Fraktur tengkorak yang menyertai dijumpai pada 80% – 95% kasus. sedangkan sisanya (9%) disebabkan oleh regangan dan robekan arteri tanpa ada fraktur (terutama pada kasus anak-anak dimana deformitas yang terjadi hanya sementara).KEPUSTAKAAN HEMATOMA EPIDURAL a. Paling sering terletak diregio temporal atau temporal-parietal. Meningea media ). Gambar CT SCAN Epidural hematom 8 .

Etiologi Etiologi yang menyebabkan terjadinya hematom epidural meliputi : 1. Pada tahap kesadaran sebelum stupor atau koma. Trauma kepala Sobekan a/v meningea mediana Ruptur sinus sagitalis / sinus tranversum Ruptur v diplorica c. Pada perjalannya. seperti jatuh atau tertimpa sesuatu. yaitu pupil ipsilateral menjadi melebar. 9 . Mual Pusing Berkeringat Pucat Pupil anisokor. Banyak gejala yang muncul bersaman pada saat terjadi cedera kepala. perdarahan terjadi pada arteri meningeal tengah. Pembuluh darah meningeal media cedera ketika terjadi garis fraktur melewati lekukan meningeal pada squama temporal. 3. Patofisiologi Hematom epidural terjadi karena cedera kepala benda tumpul dan dalam waktu yang lambat. Pasien seperti ini harus di observasi dengan teliti. vena atau keduanya. pelebaran pupil akan mencapai maksimal dan reaksi cahaya pada permulaan masih positif menjadi negatif. Setiap orang memiliki kumpulan gejala yang bermacam-macam akibat dari cedera kepala. Sering juga tampak cairan yang keluar pada saluran hidung atau telinga. 2. Gejala yang sering tampak :             Penurunan kesadaran. Pada kebanyakan pasien. dan ini hampir selalu berhubungan dengan fraktur cranial linier. 4. Inilah tanda sudah terjadi herniasi tentorial. Gambaran klinis Gejala yang sangat menonjol ialah kesadaran menurun secara progresif. bisa dijumpai hemiparese atau serangan epilepsi fokal.b. d. Pasien dengan kondisi seperti ini seringkali tampak memar di sekitar mata dan di belakang telinga. bisa sampai koma Bingung Penglihatan kabur Susah bicara Nyeri kepala yang hebat Keluar cairan darah dari hidung atau telinga Nampak luka yang adalam atau goresan pada kulit kepala.

10 . interval bebas tidak akan terlihat. sedangkan gejala dan tanda lainnya menjadi kabur. Gejala-gejala respirasi yang bisa timbul berikutnya. Biasanya pasca operasi dipasang drainase selama 2 x 24 jam untuk menghindari terjadinya pengumpulan darah yamg baru. e. Penatalaksanaan Penanganan darurat :  Kraniotomi untuk mengevakuasi hematom Terapi medikamentosa Elevasi kepala 300 dari tempat tidur setelah memastikan tidak ada cedera spinal atau gunakan posisi trendelenburg terbalik untuk mengurang tekanan intracranial dan meningkatkan drainase vena. Pada tahap akhir. Dianjurkan untuk memberikan terapi profilaksis dengan fenitoin sedini mungkin (24 jam pertama) untuk mencegah timbulnya focus epileptogenic dan untuk penggunaan jangka panjang dapat dilanjutkan dengan karbamazepin. dekompresi jaringan otak di bawahnya dan mengatasi sumber perdarahan.Terjadi pula kenaikan tekanan darah dan bradikardi. Terapi Operatif Operasi di lakukan bila terdapat :   Keadaan pasien memburuk Pendorongan garis tengah > 3 mm Hematom epidural adalah tindakan pembedahan untuk evakuasi secepat mungkin. pupil kontralateral juga mengalami pelebaran sampai akhirnya kedua pupil tidak menunjukkan reaksi cahaya lagi yang merupakan tanda kematian. Tri-hidroksimetil-amino-metana (THAM) merupakan suatu buffer yang dapat masuk ke susunan saraf pusat dan secara teoritis lebih superior dari natrium bikarbonat. Jika Epidural hematom di sertai dengan cedera otak seperti memar otak. Barbiturat dapat dipakai unuk mengatasi tekanan inrakranial yang meninggi dan mempunyai efek protektif terhadap otak dari anoksia dan iskemik dosis yang biasa diterapkan adalah diawali dengan 10 mg/kgBB dalam 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan 5 mg/ kgBB setiap 3 jam serta drip 1 mg/kgBB/jam unuk mencapai kadar serum 3-4mg%. kesadaran menurun sampai koma dalam. dalam hal ini untuk mengurangi tekanan intracranial. mencerminkan adanya disfungsi rostrocaudal batang otak.

Edema serebri. maupun tampilan intraoperatif dimana keadaan ini mempunyai peranan yang sangat bermakna pada kejadian pergeseran otak (brain shift) dan peningkatan tekanan intrakranial 2. 4. merupakan keadaan-gejala patologis.e. 2. 3. Komplikasi Dan Outcome Hematom epidural dapat memberikan komplikasi : 1. Kompresi batang otak – meninggal Sedangkan outcome pada hematom epidural yaitu : 1. Mortalitas 20% -30% Sembuh dengan defisit neurologik 5% – 10% Sembuh tanpa defisit neurologik Hidup dalam kondisi status vegetatif 11 . radiologis.

REFERENSI 1.id/images?hl=id&q=epidural+he matom&um=1&ie=UTF8&ei=kn6sStDpLo_6kAXLxb2VBg&sa=X&oi=image_resul t_group&ct=title&resnum=1 3. Anonym.D. Jakarta. Epidural Hematoma.google. 2004. 12 . Jakarta. EGC.Iskandar.co. 17-21. Hafid A. 4. 818-819. Macam-macam cedera otak primer..com/asuhankeperawatan/as uhan-keperawatan-cedera-kepala-trauma-capitis/ 2. Anonym.http://catatanperawat.http://images. dalam Cedera Kepala. Dr. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jong W.byethost15.TraumaCapitis.Epiduralhematom. 2004. edisi kedua.

13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful