BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Seiring pesatnya pertambahan jumlah penduduk saat mi, maka hal mi sangat berdampak pada kebutuhan akan tempat tinggal. Peluang mi dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis di bidang property. Sehingga seiring dengan perjalanannya munculah perusahaan-perusahaan pengembang yang bergerak di bidang perumahan. Mereka berlomba menciptakan berbagai macam hunian sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan trend yang ada. Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, berimplikasi pada pertumbuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan/perumahan. Kebutuhan perumahan akan berdampak pada kebutuhan akan material bangunan, salah satunya adalah material kayu, dimana jenis bahan ini sangat diperlukan dalam pembuatan rumah terutama pada pembuatan kusen pintu dan jendela, konstruksi kuda-kuda dan atap serta jenis pekerjaan kayu yang lainnya. Menipisnya persediaan bahan kayu akibat illegal loging, maka diciptakan bahan lain sebagai penggantinya bahan kayu yaitu jenis baja ringan / Truss. Untuk membandingan nilai ekonomis kedua bahan ini, maka diperlukan analisis perbandingan harga konstruksi atap rangka kayu dengan harga kosntruksi dari rangka baja ringan/truss pada bangunan rumah type 50 yang umum digunakan pada struktur rumah sederhana type 50 tersebut, kemudian membandingkan besarnya biaya yang dibutuhkan masing-masing struktur kedua bahan tersebut. Berdasarkan hasil analisis struktur kayu rumah sederhana type 50 lebih mahal dari struktur dari bahan baja ringan/truss dengan selisih harga sebesar 7,8%. Hal ini hanya menghitung biaya bahan baku yang digunakan pada struktur kayu. Analsisis biaya pengacatan kayu yang biasanya berfungsi untuk melindungi kayu dari serangan rayap atau serangga dan waktu pengerjaan dari penggunan kedua jenis bahan ini tidak dianalsis. Dengan pertambahan penduduk yang sangat cepat, berimpilkasi pada pertumbuhan kebutuhan pembangunan perumahan, maka mau tidak mau akan berdampak kepada kebutuhan akan material bahan bangunan, Salah satunya adalah material kayu, dimana jenis material ini sangat diperlukan dalam pembuatan rumah.

1

Material kayu ini digunakan dalam pembuatan kusen, konstruksi atap dan pekeijaanpekerjaan lainnya. Karena semakin menipisnya persediaan kayu, maka diciptakanlah jenis material lain yang dapat menggantikan peran material kayu ini dalam pembuatan rumah. Salah satu contohnya yaitu Baja Ringan/Truss. Material ini sering digunakan dalam pekerjaan konstruksi atap. Maka bagian — bagian dan konstruksi atap rumah baik kuda — kuda, gording, balok nock, jurai. kasau maupun reng, yang tadinya dalam proses pengerjaann, sering digunakan bahan Kayu, sekarang dapat digantikan dengan Baja Ringan/truss. Material Baja Ringan mi masih sangat minim penggunaannya dalam proyekproyek perumahan. Tetapi apabila dibandingkan dengan material Kayu, maka material Baja Ringan mi sangat mudah dikerjakan dan sangat menghemat waktu. Maka dalam hal mi peneliti akan melakukan analisis perbandingan antara kedua jenis material di atas dalam pekerjaan konstruksi atap rumah, yang nantinya dan hasil analisis tersebut dapat dilihat perbandingan antara kedua material tersebut. B. Tujuan Penelitian Tujuan dan Analisa Perbandingan Konstruksi Atap Rangka Kayu dan Rangka Baja Ringan diantaranya     ringan  Membandingkan besarnya biaya atap Rumah Type 50 yang mengggunakan konstruksi rangka kayu dengan konstruksi rangka baja ringan/truss. C. Ruang Lingkup Penetitian Untuk penelitian laporan penelitian ini peneliti membatasi penelitian dengan hanya membahas besarnya perbandingan biaya atap rangka kayu dan rangka baja ringan pada rumah type 50 berdasarkan data dan sampel yang didapat dan lapangan. Menganalisis atap Rumah Type 50 yang menggunakan rangka kayu. Menganalisis atap Rumah Type 50 yang menggunakan rangka baja ringan. Menganalisis biaya atap Rumah Type 50 yang menggunakan rangka kayu. Menganalisis biaya alap Rumah Type 50 yang menggunakan rangka baja

2

yaitu sistem pengumpulan data dengan mempelajari berbagai literatur serta karya ilmiah yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas. 3 .D. Studi Lapangan ( Field Research). Metodelogi Pengumpulan Data Adapun peneliti mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan laporan penelitian denan cara sebagai berikut : 1. 2. lalu menghitung biaya pengerjaan atap dan jems material kayu dan jenis material baja ringan/truss. Mencani data-data teknis di perusahaan penyuplai material kayu dan baja ringan. yaitu peninjauan langsung ke lokasi yang berhubungan dengan judul penelitian guna mengambil data-data yang dibutuhkan. Studi kepustakaan ( Library Research). sebagai pelengkap dan data hasil studi lapangan. 4. 3. Menganalisis data yang diperoleh.

Tinjauan Pustaka Konstruksi atap adalah bagian paling atas dan suatu bangunan. Listplank Tirisan terbuat dari papan tegak yang dipasang pada ujung bawah kasau sebagai pengikat ujung kasau. cuaca ( air hujan dan kelembaban udara). Konstruksi atap rangka kayu adalah suatu konstruksi yang berfungsi bagai penahan beban penutup atap.BAB II PEMBAHASAN A. permasalahan konstruksi atap tergantung pada luasnya ruang yang harus dilindungi. membentuk lebar tritisan yang dikehendaki. sedangkan ring balok diletakkan di bagian puncak dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok kuda-kuda. Listplank harus dilindungi terhadap cucuran air hujan dan terhadap panas matahari agar tidak cepat lapuk. serta tiang tengah (ander) yang mendukung balok bubungan (molo) dan menerima gaya tekan. serta keamanan terhadap kebakaran (petir dan bunga api) sehingga atap harus memenuhi kebutuhan terhadap keamanan dan kenyamanan. Ujung bawah kasau diteruskan menonjol pada dinding rumah ke luar. 4 . gording. dan lapisan penutupnya. Pengaruh lingkungan luar terhadap atap menentukan pilihan penyelesaian yang baik terhadap suhu ( sinar matahari ). Reng merupakan bilah yang melintang di atas kasau dan berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng. Kuda-kuda Kuda-kuda merupakan penopang (iga-iga) yang menyalurkan gaya tekan. yang melindungi penghuni rumah dan panas matahari. sedangkan balok dasar pada kuda . Kasau / Usuk merupakan balok melintang di atas balok dinding (bantalan). angin dan air hujan. bentuk dan konstruksi yang dipilih. dan bubungan serta berfungsi sebagai penyangga reng. Gording merupakan sebagai penyangga kasau (usuk) tenletak pada kuda penopang dibutuhkanjikajarak antara bantalan dan bubungan> 2 m. Konstruksi atap rangka kayu memiliki elemen-elemen sebagai berikut : a.kuda yang berfunfsi sebagai penahan dasar gaya tarik. yang strukturnya terbuat dan rangka kayu.

terutama yang berkonstruksi kayu. Truss merupakan struktur rangka batang (kuda-kuda) sebagai penyangga utama rangka atap.Konstruk rangka batang konstruksi rangka yang terletak pada sebuah bidang dan saling dihubungkan degan sendi pada ujungnya. Konstruksi atap rangka baja ringan adalah konstruksi atap rangka baja ringan yang strukturnya tidak jauh berbeda dengan konstruksi atap rangka kayu. rumbia. plat semen berserat yang biasanya diletakkan di atas kasau. Sedangkan penutup atap nerupakan lapisan kedap terhadap resapan air hujan yang sering digunakan dari bahan ijuk. usuk/kasau (rafter). atau seng bergelombang. yang terdiri dan batang utama luar (chords) dan batang Iam (webs).angka atap (kuda-kuda) baja ringan atau yang biasa disebut Truss adalah rangka yang terbuat dan baja lapis Zincalume dengan kandungan Alumunium. kemiringan dan bentuk atap sangat dipengaruhi prinsip konstruktif dan bentuk konstruksi atap kayu. sehingga membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dan segitiga-segitiga. hanya saja bahan pembuatnya dari bahan rangka baja ringan atau sering disebut truss. genteng. plat semen berserat. dan Silikon. Rangka atap (roof truss) adalah sistem struktur yang berfungsi untuk menopang/menyangga penutup atap. Pelapis atap merupakan lapisan kedap air biasanya terbuat dari seng. R. plastik. dan reng (roof batten). Pada konstruksi kuda-kuda. Produk mi digunakan sebagai alternatif pengganti rangka atap kayu yang selama ini masih digunakan. dan yang berfungsi untuk 5 . Zinc. dengan elemen-elemen pokok yang diri dari: kuda-kuda (truss).

C. Kayu Sebagai Bahan Bangunan Kayu mempunyai beberapa kegunaan bagi kehidupan manusia. B. yaitu kayu yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : • • • Kadar lengas kayu <> Besar mata kayu tidak melebihi ¼ lebar balok dan juga tidak lebih dari 5 cm Balok tidak boleh mengandung wanulak yang lebih besar dari 1/7 Kekuatan kayu digolongkan dalam kelas kuat I. antaran lain karena kayu mempunyai berat volume yang lebih ringan. Kelas Kuat dan Mutu Kayu Kekuatan kayu ditentukan oleh berat jenis dan mutu kayu. Mutu kayu A. maupun momen lentur. Gambar 2 dibawah ini merupakan struktur kuda-kuda baja ringan secata utuh. Mutu kayu dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. yaitu kayu yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : • • Kayu harus kering udara Besarnya mata kayu tidak melebihi 1/6 dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 3. dan dapat memberikan kenampakan luar yang indah. dan retak-retak menurut lingkaran tumbuh tidak boleh melebihi 1/5 tebal kayu. Balok tidak boleh mengandung wanulak yang lebih besar dari 1/10 tinggi balok Miring arah serat tg α tidak boleh lebih dari ¼ tebal kayu. 6 . sedangkan untuk mutu kayu B. Tegangan- tegangan izin untuk mutu kayu A dapat dilihat pada daftar IIa PKKI 1961. harga yang lebih murah. salah satunya adalah dijadikan sebagai bahan bangunan dalam pembuatan suatu bangunan. III. • • 2. mudah diperoleh terutama di Indonesia yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas. Digunakannya kayu untuk bangunan disebabkan karena kayu mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan bahan lain seperti baja. Mutu kayu B. dan IV.75. Kayu banyak digunakan dalam bangunan-bangunan sederhana dan dalam konstruksi kudakuda untuk atap. II.menahan gaya aksial (tarik dan tekan).5 cm. nilai dalam daftar IIa PKKI 1961dikalikan dengan faktor reduksi 0.

Apabila si pengamat tidakd mempunyai keahlian da pengalaman. Sebagai bahan dari alam. Analisis sambungan baut dan Analisis sambungan takikan. Perhitungan • serta perencanaan harus konstruksi didasarkan kayu atas harus mengindahkan ilmu : konstruksi pengetahuan gaya 2. mata kayu. kayu dapat terurai secara sempurna sehingga tidak ada istilah limbah pada konstruksi kayu. Muatan yang ditetapkan seperti : Muatan tetap. pengenalan alat sambung kayu. Beberapa parameter visual yang dapat diamati pada kayu dan berhubungan erat dengan kekuatan adalah lebar cincin tahunan. Analisis sambungan paku. maka pemilihan kelas kuat kayu akan lama dan hasilnyapun menjadi tidak reliable (mengandung banyak keraguan) untuk itu dilakukan pemilahan dengan menggunakan pengujian sifat mekanik untuk mengetahui kekuatan lentur. dan kekuatan tekan. Tegangan-tegangan yang diperkenankan untuk kayu • Material Kayu merupakan salah satu bahan konstruksi yangmempunyai berat jenis ringan dan proses pengerjaannya dapat dilakukan dengan mudah dan peralatan yang sederhana. seperti beban bergerak tidak tetap. Perencanaan batang Tarik.D. tekanan air dan sebagainya. tekanan tanah. Adapun Dasar Perencanaan Konstruksi Kayu dalam buku ini ddasarkan dengan Standart NI-5 2002 yaitu tentang Tata Cara Perencanaan Konstruksi kayu. Analisis sambungan paku. • Muatan tidak tetap. beban orang berkumpul dan sebagainya. kekuatan tarik. dosen dan enginer dalam menyusun perancangan konstruksi kayu. seperti beban bergerak yang bersifat tetap atau terus-menerus. Perencanaan tekan. keberadaan jamur atau serangga perusak kayu. berat sendiri. Semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan referensi mahasiswa. Untuk mengetahui kualitas kayu secara visual sudah sejak lam dipergunakan oleh masyarakat kita. Dalam perencanaan itu meliputi. 7 . dan retak. Pembebanan Perhitungan 1. kemiringan serat.

maupun bagian tengah dan atap limasan.Berdasakan dibedakan 3 yaitu: bentuk geometninya. 1. kuda-kudajenis ini dapat digunaka pada atap pelana. Anti karat yang terkandung di truss adalah unsur yang menyatukan dengan bahan dasar sebagai lapisan daya tahan 4 kali lipat dan lapisan pelindung seng biasa/Galvanis. merupakan kuda-kuda berbentuk . 43. merupakan kuda-kuda berbentuk segitiga kecil.  Saddle truss.5%Zinc. Truss terbuat dan Zinc-Aluminium Hi Tensile (kekuatan tank. kuda-kuda (truss) baja ringan dapat  Kuda-kuda utuh / standard truss merupakan kuda-kuda berbentuk segitiga utuh.5 % Silicon. Keunggulan Truss adalah sebagai berikut :  Menggunakan Metal Zinc Calume dan Blue Scope Steel yang merupakan pemegang lisensi bajaringan original  5 kali lebih kuat dan baja galvanis 8 . Baja ringan untuk konstruksi atap yang biasa disebut Truss adalah rangka atap dengan bahan t ringan Zinc-Aluminium (Zin Calume) dengan komposisi sbb: 5O % Aluminium.  Kuda-kua terpancung (truncated truss).liga terpancung. lipat. punter) G550 atau truss sanggup menopang 550 kg / 1 cm2. yang berfungsi untuk menyatukan dua bidang atap pada rencana atap bangunan yang berbentuk Lesser L.

yang terbuat dan baja mutu tinggi. maka untuk menghindari kerusakan pada saat pemasangan baut ataupun kerusakan pada masa layan (beban rencana 9 . perlu diperhatikan ketentuan pemilihan dan pemasangan alat sambung agar diperoleh sistem struktur yang stabil. dan telah dilengkapi lapisan anti karat (coating). Sehubungan pada konstruksi baja ringan tidak dilakukan dengan cara pengelasan melainkan sambungan dengan menggunakan baut khusus. Hal ini harus diperhatikan karena beberapa alasan :  Untuk menjamin stabilitas kekuatan dan kekakuan struktur.14×20 HEX dan baut untuk digunakan untuk menyambung reng 10. Biasanya spesifikasi baut yang memenuhi persyaratan untuk digunakan pada struktur rangka atap baja ringan adalah Jenis baut yang digunakan untuk usuk (rafter) 12. dan usuk (rafter). Profil baja ringan yang beredar di pasaran Indonesia dapat dibedakan menjadi dua. digunakan pada fabrikasi kudakuda (truss).16×26 HEX Elemen-elemen baja ringan relatif tipis. dan tidak merusak lapisan anti karat. kuat. Dan Profil A dengan ketebalan antara 0. yang biasa digunakan sebagai reng.4 mm sampai 0. Alat sambung yang digunakan biasanya berupa baut (screw) khusus.7 mm (idealnya 0. karena jika terjadi korosi pada baut.  Alat sambung harus dilapisi dengan lapisan anti karat yang sama dengan elemen/komponen struktur. maka diperlukan alat sambung dengan kekuatan dan kekakuan yang sama dengan elemen/komponen utama sistem struktur. yaitu : Profil C. Dalam perakitan dan pemasangan struktur rangka atap baja ringan. 40 % lebih kuat dan Mild Steel  Anti Karat / korosi  Fabrikasi dilakukan di proyek untuk menghindani salah konstruksi / tidak perlu merubah mengurangi ring balok bangunan yang ada  Truss memiliki standar bentuk dan ukuran yang tetap karena semua komponen di produksi dengan menggunakan mesin teknologi tinggi. ketebalan 0.. maka akan ada resiko penjalaran korosi pada elemen/komponen struktur baja ringan itu sendiri.75 mm dan 1 mm.55 mm). seperti halnya elemen-eleman struktur ringan yang digunakan.

secara garis dapat penulis uraikan secara sistematis. minimal 3 kali diameter baut yang digunakan.  Baut tidak diletakkan segaris dengan garis kerja atau garis berat elemen batang. berikut ini : 10 . minimal 2 kali diameter baut yang digunakan. dengan posisi tegak lurus bidang sambungan.  Pemasangan baut harus menggunakan alat screw-driver. dan alat harus segera dihentikan ketika screw telah cukup kencang. dengan posisi yang diusahakan simetris.  Jarak antara baut satu dengan baut yang lainnya. berkecepatan 2000 rpm hingga 2500 rpm. cara pemasangan alat sambung harus memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:  Jarak antara baut. melainkan ditempatkan di bagian tepi.dikerjakan). yang terletak di ujung sambungan (paling tepi) dengan ujung batang yang disambung. E Metodologi Penelitian Metodologi penelitian dalam penyusunan penelitian ini. dan membagi sama besar pada sudut-sudut pertemuan antar elemen.

11 .Data-data yang dianalisis dengan membandingkan antara konstruksi atap rangka kayu dan rangka baja ringan pada rumah type 50 dari berbagai sumber dan hasil studi literatur dan survey di lapangan serta pengambilan data ddari penyedia jasa konstruksi baja ringan. dapat dihitung besarnya kebutuhan material yang diperlukan sekaligus besarnya biaya yang akan dikeluarkan. Analisis dihitung besamya kebutuhan material yang diperlukan sekaligus besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk konstruksi atap kayu dan konstruksi atap rangka baja ningan yang didapat.

12 . yang mengajukan penawaran pada perusahaan pengembang. dan dengan jenis penutup atap yang didapat data-data berupa rencana atap baja ringan pada Gambar 5 dan rencana detail kuda-kuda yang dapat dilihat pada Gambar 6 di bawah ini yang diperoleh dari pihak supplier baja ”Kobe Truss Mandiri”. Analaisis atap rangka baja ringan rumah yang sarna Type 50. Kuda-kuda dan Rangka Atap. Analisis kebutuhan material kayu konstruksi atap rumah type 50 antara lain . untuk konstruksi atap rangka kayu digunakan kayu dengan jenis Meranti Payo. Dari gambar 4 dibawah ini merupakan denah rangka rumah type 50 dengan tampak serta bentuk atap yang di analisis. Analisis Dan Pemabahasan Analisis Atap Rangka Kayu Dari data-data yang didapat.F.

BAB III 13 .

PENGENALAN JENIS KAYU A. ada tidaknya getah dan sebagainya. kepastian suatu jenis kayu juga penting artinya dalam proses produksi dan pemasaran. Di pihak produsen. tetapi dapat dilakukan dengan memeriksa sepotong kecil kayu. penentuan jenis kayu berperan penting dalam menentukan besarnya pungutan negara (PSDH dan DR) yang dikenakan. dengan adanya kepastian jenis kayu. namun amat penting artinya bagi semua pihak baik bagi pemerintah. Terkait dengan kepentingan pemerintah. selain untuk memenuhi kewajiban dalam membayar pungutan yang dibebankan pemerintah. pihak produsen maupun pihak konsumen. Pungutan pemerintah tersebut selain didasarkan atas wilayah asal kayu. mengukur dimensi kayu untuk mendapatkan volume serta menetapkan mutu. Metoda Pengenalan Jenis Kayu Untuk mengenal/menentukan suatu jenis kayu. Setiap jenis kayu mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda sehingga dalam pengolahannyapun memerlukan penanganan yang berbeda pula. 14 . juga didasarkan atas jenis kayu. akan lebih memudahkan untuk memilih kayu-kayu yang cocok untuk kepentingannya. Sedangkan bagi konsumen. Disamping secara langsung terkait dengan kepentingan pemerintah. Manfaat Pengenalan Jenis Kayu Kegiatan penentuan jenis kayu (identifikasi jenis kayu) merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengujian dalam arti luas yaitu menentukan jenis kayu. warna kayu teras. Penentuan jenis kayu pada hakekatnya bukan hanya sekedar untuk memenuhi persyaratan dalam pelaksanaan pengujian saja. arah serat. penentuan jenis kayu memegang peranan penting dalam upaya ikut serta mencegah penyimpangan dimana suatu jenis kayu yang dilarang untuk ditebang/dipasarkan. Penentuan jenis kayu dalam bentuk log. tidak selalu dilakukan dengan cara memeriksa kayu dalam bentuk log (kayu bundar). pada umumnya dengan cara memperhatikan sifat-sifat kayu yang mudah dilihat seperti penampakan kulit. B. diperdagangkan secara bebas dengan menggunakan nama lain.

cara yang lebih lazim dipakai dalam penentuan je-nis kayu adalah dengan memeriksa sifat anatominya (sifat struktur). pen-ciuman. kayu jati (Tectona grandis) memiliki gambar lingkaran tumbuh yang jelas).  gambar. yaitu penampilan sifat struktur pada bidang lintang.Penentuan beberapa jenis kayu dalam bentuk olahan (kayu gergajian. dimana antar jenis kayu sukar untuk dibedakan. umumnya dengan menggunakan berat jenis 15 . dan sebagainya) masih mudah dilakukan dengan hanya memperhatikan sifat-sifat kasar yang mudah dilihat. karena sifat fisik akan mendukung sifat struktur dalam menentukan jenis. Sifat-sifat kayu yang termasuk dalam sifat kasar antara lain adalah :  warna. yaitu arah umum dari sel-sel pembentuk kayu.  tekstur. Sebagai contoh. akan lebih baik bila kedua sifat ini dapat dipergunakan secara bersama-sama. Sifat fisik/kasar atau makroskopis adalah sifat yang dapat diketahui secara jelas melalui panca indera. perabaan dan sebagainya tanpa menggunakan alat bantu. Namun apabila kayu tersebut diamati dalam bentuk barang jadi dimana sifat-sifat fisik asli tidak dapat dikenali lagi karena sudah dilapisi dengan cat.  arah serat. baik yang terlihat pada bidang radial maupun tangensial  berat. Demikian juga untuk kebanyakan kayu di Indonesia. Pada dasarnya terdapat 2 (dua) sifat utama kayu yang dapat dipergunakan untuk mengenal kayu. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih dapat dipercaya. baik dengan penglihatan. sifat struktur atau mikroskopis lebih dapat diandalkan dari pada sifat fisik atau makroskopis dalam mengenal atau menentukan suatu jenis kayu. moulding. maka satu-satunya cara yang dapat dipergunakan untuk menentukan jenisnya adalah dengan cara memeriksa sifat anatomi/strukturnya. umumnya yang digunakan adalah warna kayu teras. yaitu sifat fisik (disebut juga sifat kasar atau sifat makroskopis) dan sifat struktur (disebut juga sifat mikroskopis). Secara obyektif.

jari-jari terlihat seperti garisgaris yang sejajar dengan warna yang lebih cerah dibanding warna sekelilingnya.  Parenkim (Parenchyma) adalah sel yang berdinding tipis dengan bentuk batu bata dengan arah longitudinal. Sifat struktur yang diamati adalah :  Pori (vessel) adalah sel yang berbentuk pembuluh dengan arah longitudinal. Pori dapat dibedakan berdasarkan penyebaran. yaitu kesan yang diperoleh saat meraba kayu. tetapi hanya terdapat pada jenis-jenis tertentu. kesan raba. Dengan mempergunakan loupe.  lingkaran tumbuh. pori terlihat sebagai lubang-lubang beraturan maupun tidak. yaitu parenkim paratrakeal (berhubungan dengan pori) dan apotrakeral (tidak berhubungan dengan pori). susunan. Sifat struktur/mikroskopis adalah sifat yang dapat kita ketahui dengan mempergunakan alat bantu. parenkim (jaringan parenkim) terlihat mempunyai warna yang lebih cerah dibanding dengan warna sel sekelilingnya. isi. Jari-jari dapat dibedakan berdasarkan ukuran lebarnya dan keseragaman ukurannya. pada bidang lintang.  Jari-jari (Rays) adalah parenkim dengan arah horizontal. Parenkim dapat dibedakan berdasarkan atas hubungannya dengan pori. pada bidang lintang.  bau. Saluran interseluler ini tidak selalu ada pada setiap jenis kayu.  Saluran interseluler adalah saluran yang berada di antara sel-sel kayu yang berfungsi sebagai saluran khusus. ukuran. dan sebagainya. yaitu kaca pembesar (loupe) dengan pembesaran 10 kali. Dengan mempergunakan loupe. jumlah dan bidang perforasi). pada bidang lintang. Dengan mempergunakan loupe. ukuran kecil maupun besar. misalnya beberapa jenis kayu dalam famili Dipterocarpaceae. antara lain 16 .

dan bentuknya seperti lensa. yang terbentuk sebagai akibat kesalahan kambium dalam membentuk kulit. misalnya jelutung (Dyera spp. Untuk menentukan jenis sepotong kayu. Apabila dengan cara tersebut belum dapat ditetapkan jenis kayunya. 17 .  Saluran getah adalah saluran yang berada dalam batang kayu. saluran interseluler dibedakan atas saluran interseluler aksial (arah longitudinal) dan saluran interseluler radial (arah sejajar jari-jari). mersawa (Anisoptera spp).)  Tanda kerinyut adalah penampilan ujung jari-jari yang bertingkat-tingkat dan biasanya terlihat pada bidang tangensial. Berdasarkan arahnya. dan sebagainya. kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kayu tersebut dengan memeriksa sifat kasarnya. pada umumnya saluran interseluler aksial terlihat sebagai lubang-lubang yang terletak diantara selsel kayu dengan ukuran yang jauh lebih kecil. keruing (Dipterocarpus spp). kapur (Dryobalanops spp). tapi hanya pada jenis-jenis tertentu seperti kempas (Koompasia malaccensis) dan sonokembang (Pterocarpus indicus). maka terhadap kayu tersebut dilakukan pemeriksaan sifat strukturnya dengan mempergunakan loupe. Terdapat perbedaan yang mendasar antara sifat struktur kayu daun lebar dan sifat struktur kayu daun jarum. Pada bidang lintang.meranti (Shorea spp).  Gelam tersisip atau kulit tersisip adalah kulit yang berada di antara kayu. Gelam tersisip juga tidak selalu ada pada setiap jenis kayu. tapi hanya terdapat pada kayu-kayu tertentu. dengan mempergunakan loupe. Jenis-jenis kayu yang sering memiliki gelam tersisip adalah karas (Aquilaria spp). Saluran getah ini tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu. Tanda kerinyut juga tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu. Kayu-kayu daun jarum tidak mempunyai pori-pori kayu seperti halnya kayu-kayu daun lebar. jati (Tectona grandis) dan api-api (Avicennia spp).

diperiksa sifat-sifatnya. akan semakin mudah dalam menentukan suatu jenis kayu. Kunci pengenalan jenis kayu pada dasarnya merupakan suatu kumpulan keterangan tentang sifat-sifat kayu yang telah dikenal.Untuk memudahkan dalam menentukan suatu jenis kayu. baik sistem kartu maupun dengan sistem dikotom. Sebagai contoh. Sifat-sifat tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk kartu (sistim kartu) atau dalam bentuk percabangan dua (sistem dikotom). dan pada bagian tengahnya tertera nama jenis kayu. Apabila kartu yang jatuh lebih dari satu kartu. dilakukan penelusuran sesuai dengan sifat yang diamati sampai diperolehnya nama jenis kayu yang dimaksud. Kesulitan tersebut adalah apabila kayu yang akan ditentukan jenisnya tidak termasuk ke dalam koleksi. Dikotom berarti percabangan. kita dapat mempergunakan kunci pengenalan jenis kayu. Kunci cara pengenalan jenis kayu di atas. baik sifat struktur maupun sifat kasarnya. sifat kayu yang tertulis pada kartu ditusuk dengan sebatang kawat dan digoyang sampai ada kartu yang jatuh. keduanya mempunyai kelemahan. dan kemudian dengan mempergunakan kunci dikotom. pembagian atau pengelompokan dua-dua atas dasar persamaan sifat-sifat kayu yang diamati. dengan cara yang sama kartukartu itu kemudian ditusuk pada sifat lain sesuai dengan hasil pemeriksaan sampai akhirnya tersisa satu kartu. Walaupun sistem kartu ataupun sistem dikotom digunakan untuk menetapkan jenis kayu. dibuat kartu dengan ukuran tertentu (misalnya ukuran kartu pos). Sebagai hasilnya. Disekeliling kartu tersebut dicantunkan keterangan sifat-sifat kayu. nama jenis yang tertera pada kartu terakhir tersebut merupakan nama jenis kayu yang diidentifikasi. 18 . Pada sistem kartu. keduanya tidak akan dapat membantu mendapatkan nama jenis kayu yang dimaksud. semakin banyak koleksi kayu yang dimiliki disertai dengan pengumpulan mengumpulkan sifat-sifatnya ke dalam sistem kartu atau sistem dikotom. Berdasarkan sifat-sifati tersebut. Dengan demikian. kayu yang akan ditentukan jenisnya. Kayu yang akan ditentukan jenisnya diperiksa sifat-sifatnya.

dan yang menggunakan rangka baja ringan sebesar Rp.  Baja ringan / truss memiliki estetika indah. 13. 12. belum termasuk biaya pengecatan yang biasanya berfunsi untuk melindungi rangka kudakuda kayu terhadap serangan serangga atau rayap.  Analisis biaya konstruksi rangka kuda-kuda kayu ini. dengan harga bahan berlaku saat itu.434.412.100.-. maka persentase selisihnya selisihnya sekitar 7. Kesimpulan • Kesimpulan menggunakan rangka kayu didapat sebesar Rp.8 % terhadap biaya rangka kayu. dibandingkan struktur kuda-kuda kayu. dibandingkan dengan daya tahan dan keuntungan yang didapat dan jenis material baja ringan/truss mi.. Oleh sebab itu setiap waktu perlu analisis kembali biaya dengan menyesuaikan biaya bahan yanng berlaku. B.465.BAB IV PENUTUP A.  Hasil analisis biaya untuk pekerjaan atap rumah type 50 dengan 19 . Saran  Analisis diperhitungkan biaya ini dilakukan pada tahun 2008.  Mengganti material kayu dengan material baja ringan/truss pada pekerjaan rangka atap rumah sederhana tidak terlalu memakan biaya yang besar. yang dapat dibentuk struktur sesuai dengan desain yang diinginkan dan lebih dapat menghemat bahan.

Bandung. PT. 2001. Pradnya Paramita. masih menggunakan atap genteng beton. sebaiknya diganti dengan jenis atap ringan seperti atap fiber/seng sehingga lebih dapat menghemat biaya. Guntar. Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. 2002. 2002. DAFTAR PUSTAKA Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Oentoeng. Elex Media Komputindo. Heinz Frick dan Moediartianto. Rene Amon.H. PT. Gramedia Pustaka Utama. Salmon.2001. Jakarta. ”Ilmu Konstruksi Bangunan Kayu”. Penerbit Kanisius Yogyakarta. Heinz Frick. ”Struktur Baja Desain dan Perilaku”. 2001. Bruce Knobloch. Pangaribuan. Surabaya. 2002. Jakarta. ”Buku Teknik Sipil”. 20 . Sunggono. 2001. ANDI. Penerbit Kanisius Yogyakarta. PT. 2005. Bandung. ”Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983”. Thon E Jhonson. 2000. Penerbit Bma Cipta. ”Ilmu Konstruk Bangunan 2”. Felix Yap. ”Konstruksi Kayu . K. Atanu Mazumder. Charles G. ”Perencanaan Konstruksi Baja Untuk Insinyur dan Arsitek 2”. ”Penggunaan VBA -Excel Untuk Program Perhitungan”. Penerbit Nova. Ir.lr. ”Konstruksi Baja”. Rangka baja ringan/truss yang dianalisis ini. Jakarta. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful