rega42

Just another WordPress.com site
Posted on April 26, 2011

KINETIKA REAKSI ION PERMANGANAT DENGAN ASAM OKSALAT
LAPORAN PRAKTIKUM KESETIMBANGAN DAN DINAMIKA KIMIA KINETIKA REAKSI ION PERMANGANAT DENGAN ASAM OKSALAT

Nama Praktikan

: Rega Wahyu Anggraini LABORATORIUM KIMIA FISIK JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER TAHUN 2011

BAB 1. Pendahuluan

1.1

Latar Belakang

Dengan demikian maka laju reaksinya dapat di amati. Kalium permanganat terurai saat terkena sinar: 2 KMnO4(s) → K2MnO4(s) + MnO2(s) + O2(g) Sifat sisik dan kimia: • • • • • • Penampilan: Ungu-perunggu kristal. 1.ion.7 Vapor Density (Air = 1): 5. Kita tidak mengerti mengapa pada saat bensin dibakar lebih cepat habis dari pada pembakaran pada minyak tanah. .1 2. Ion permangat akan erlangsung lambat bila di reaksikan dengan asam oksalat pada suhu kamar.dengan H2C2O4.Banyak reaksi – reaksi kimia yang berada di sekitar lingkungan kita. Sering kali kita menjumpai reaksi yang berlangsung lambat misalnya.1. Bau: Tidak berbau. Kita akan menentukan tingkat reaksi MnO4. Ada reaksi yang berlangsung sangat cepat misalnya reaksi penetralan antara larutan asam klorida dan larutan natrium hidroksida. Percobaan ini kita akan mengetahui laju reaksi yang di peroleh dari eksperimen. Kelarutan: 7 g dalam 100 g air. Berbahaya Dekomposisi Produk: asap logam beracun mungkin terbentuk ketika dipanaskan untuk dekomposisi.2 Rumusan Masalah Bagaimana cara menentukan tingkat reaksi MnO4.1 MSDS KMnO4 Kalium permanganat merupakan senyawa kimia anorganik dengan rumus KmnO4.dengan H2C2O4 ? BAB 2. Reaksi-reaksi yang menyangkut proses geologi berlangsung sangat lambat misalnya pelapukan kimia yang di alami batu karang yang di sebabkan oleh pengaruh air dan gas-gas yang terdapat di atmosfer.40 Stabilitas: Stabil di bawah kondisi biasa penggunaan dan penyimpanan. Garam yang terdiri dari K+ dan MnO4. Tinjauan Pustaka 2. perkaratan besi. Density: 2. Misalnya saja pembakaran pada bensin. Reaksi-reaksi kimia berlangsung dengan laju yang berbeda-beda.

iodida. muntah. sulfur. contoh terbaik adalah kalsium oksalat(CaOOC-COOCa). Kepadatan dalam fase 1. nyeri. garam besi atau mercurous. penyusun utama jenis batu ginjal yang sering ditemukan. fosfor. sumber api pengapian. bromida. 4-5% dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Rumus kimia : HOOC-COOH.. (Anonim.000 kali lebih kuat daripada asam asetat. hidrogen peroksida yang kuat.03 g/mol (anhidrat) dan 126. mungkin permanen Eksposur kronis : kontak kulit berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi. dan incompatibles.• • • Berbahaya Polimerisasi: akan terjadi. noda coklat di daerah kontak dan kemungkinan pengerasan lapisan kulit luar Kontak mata : Kontak mata dengan kristal (debu) dan solusi terkonsentrasi menyebabkan iritasi parah. penglihatan kabur dan dapat menyebabkan kerusakan parah. alkohol. Menelan konsentrasi sampai 1% menyebabkan pembakaran mual. dan nyeri perut. 2-3% menyebabkan anemia dan pembengkakan pada tenggorokan dengan lemas mungkin. Merupakan asam organik yang relatif kuat.3 g /100 mL (25°C?) 120 g/100 mL (100°C) Mempunyai titk didih 101-102°C (dihidrat). 10. dan oksalat. Asam oksalat berupa Kristal putih.. kemerahan. shock dengan jatuhnya tekanan darah. Kontak kulit : kristal kering dan solusi terkonsentrasi adalah kaustik menyebabkan kemerahan. Mempunyai kelarutan dalam air 9. Massa molar 90. sesak napas. Konsentrasi tinggi dapat menyebabkan edema paru. hyposulfites. sulfida. • • • • • • • • • • Nama sistematis asam etanadioat. hidrida. Efek kesehatan : • • • • • Inhalasi : Menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Tertelan : Mengkonsumsi konsentrasi padat atau tinggi menyebabkan penderitaan berat sistem gastro-intestinal dengan luka bakar mungkin dan edema. dan dermatitis. asam sulfat. tenggorokan. .07 g/mol (dihidrat). senyawa organik.5 g/100 mL (15°C) 14. 2. Banyak ion logam yang membentuk endapan tak larut dengan asam oksalat. luka bakar. mangan keracunan kronis dapat hasil dari paparan inhalasi debu yang berlebihan untuk mangan dan melibatkan penurunan sistem saraf pusat. juga agen pereduktor. hipofosfit. Anionnya. dikenal sebagai oksalat.1.653 g/cm³ (dihidrat). hindari kondisi : Panas. defatting. 2011).90 g/cm³ (anhidrat) dan 1. pulsa lambat.2 H2CO4 Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4. peroksida. arsenites. Gejala dapat termasuk batuk. Tidak kompatibel: Bubuk logam. karbon aktif.

2011). Laju reaksi suatu reaksi kimia dinyatakan sebagai fungsi konsentrasi zat – zat pereaksi yang berperan serta dalam reaksi tersebut. Elektrolit lemah. Berbentuk cair.2 Kinetika reaksi ion permanganate dengan asam oksalat Laju keseluruhan dari suatu reaksi kimia pada umumnya bertambah jika konsentrasi satu pereaksi atau lebih dinaikkan. Hubungan antara laju dan konsentrasi dapat diperoleh dai data eksperimen.(Anonim. melainkan harus ditentukan secara experimental. pecahan atau nol.1992 : 161).3 • • • • • • • • • • Aquades Rumus kimia H2O. Tidak berwarna. dengan k adalah tetapan laju x dan y merupakan bilangan bulat. 2. Reaksi adalah orde ke x terhadap A. Tidak berbau. 1999). Oleh karena itu tingkat reaksi suatu reaksi kimia harus ditentukan percobaan (Hiskia. aA + bB Produk dapat diperoleh bahwa laju reaksi dapat berbanding lurus dengan [A]x dan [B]y ungkapkan : Laju = [A]x [B]y disebut hukum laju atau persamaan laju. 2. Dalam percobaab kali ini akan ditentukan tingkat reaksi : . dan (a+y) dalah orde reaksi keseluruhan (Hiskia. Mekanisme ini tiidak dapat ditentukan hanya dengan meninjau saja. orde ke y terhadap B. Terionisasi menjadi H3O+ dan OH-. dan uap (gas). Titk beku 0°C. Titik didih 100°C. Untuk reaksi. Air dihasilkan dari pengoksidan hydrogen dan banyak digunakan sebagai pelarut bagi kebanyakan senyawa dan sumber listrik (Pringgo Digdo. Tidak mempunyai rasa. Mekanisme reaksi merupakan factor yang sangat berperan pada penetuan tingkat reaksi suatu reaksi kimia.1992 : 161). Bentuk alottropnya adalah es (padat).1.

Jumlah molekul pereaksi yang konsentrasinya menentukan kecepatan reaksi. ada yang reaktif dan ada juga yang kurang reaktif. Di samping itu juga perlu diketahui bahwa molekularitas selalu merupakan bilangan bulat. berbanding lurus dengan konsentrasi pengikut – pengikut ketiga dan masing – masing berpangkat sebanyak molekul dalam persamaan reaksi (Sukardjo. Jumlah molekul pereaksi yang ikut dalam reaksi disebut Molekul Aritas. Sebab tingkat reaksi tergantung dari mekanisme reaksinya. disebut tingkat reaksi. 1989 : 324-325). kecepatan reaksi pada temperature tetap. Misalnya saja bensin lebih cepat terbakar daripada minyak tanah.(L) + 16 H+ 10CO2 (L) +8H2O(L) + 2Mn2+ Jika reaksi ini merupakan reaksi tingkat m terhadap H2C2O4 dan tingkat n tehadap KMnO4. r∞ Cn r∞ 1/t dimana C = konsentrasi n = tingkat reaksi t = Waktu (Tim Kimia Fisik. 2011:11). Sedangkan tingkat reaksi dapat pecahan bahkan nol (Sukardjo. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya laju reaksi adalah sebagai berikut: • Sifat Pereaksi Salah satu factor penentu laju reaksi adalah sifat pereaksinya. 2011:11). Kecepatan reaksi adalah kecepatan perubahan konsentrasi pereaksi terhadap waktu. 1989 : 324-325). Menurut hukum kegiatan massa. maka laju reaksi dinyatakan dalam persamaan: R = K [H2C2O4]m [KMnO4]n Andaikan suatu reaksi mempunyai tingkat reaksi n terhadap suatu zat pereaksi. Molekularitas dan tingkat reaksi tidak selalu sama. jadi -dc/dt.5C2O42. .(L) + 2MnO4. Tanda minus menunjukkan bahwa konsentrasi berkurang bila waktu bertambah (Tim Kimia Fisik. maka laju pereaksinya akan sebanding dengan konsentrasi n dan berbanmding terbalik dengan waktu (t).

termasuk dalam organism. • Konsentrasi Pereaksi Dua molekul yang akan bereaksi harus bertabrakan langsung. • Katalis Laju suatu reaksi dapat ( umumnya dipercepat) dengan menambahkan zat yang disebut Katalis.2. 3. Bahan yang digunakan adalah: 1.Demikian juga logam Natrium bereaksi cepat dengan air.1. Aquades Larutan 0. Akan tetapi harus bahwa tidak selalu pertambahan konsentrasi pereaksi meningkatkan laju reaksi.1 N KMnO4 2. berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan terjadinya tabrakan antar molekul sehingga akan mempercepat jalannya reaksi.7 N H2CO4.Aquades . 4.1. • Suhu Hamper semua reaksi menjadi lebih cepat apabila terjadi peningkatan suhu. 2. Katalis dalam organism disebut enzim yang dapat mempercepat proses terjadinya reaksi di dalam tubuh (Syukri. Akibatnya jumlah dan energy tabrakan bertambah besar. Larutan 0. Karena laju reaksi juga dipengaruhi oelh factor lain yang akan diterangkan pada pasal.1. Sedangkan logam magnesium lambat. Alat yang digunakan adalah: 1.1. Alat dan Bahan 3. karena kalor yang diberikan akan menambah energy kinetic partikel pereaksi. Katalis sangat diperlukan dalam reaksi zat organic. Jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Larutan 0. BAB 3 Metodologi Percobaan 3.1 N KMnO4.7 N H2C4O4 3. Erlenmeyer Buret Botol semprot Pipet tetes 3.1999:468-469). Larutan 0.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan pencampuran ketika penambahan kalium permanganat. 2 ml KMnO4.30 20.7 N 0.53 Percobaan pada Erlenmeyer 1 2 3 4.7 N Kalium permanganat ml 1 ml 1 ml 1 ml 1 ml 1 ml 1 ml 2 ml 2 ml 2 ml M 0.1 N 0.15 16. Ketika larutan yang sudah homogen tadi dicampurkan dengan kalium permanganat warna berubah menjadi ungu setelah itu erlenmayer digoyanggoyangkan agar terjadi perubahan dan tidak terjadinya endapan.2 Skema kerja Masing-masing dimasukkan dalam buret 1.1 N 0.1 N 0.7 N 0. Asam oksalat terlebih dahulu dicampur dengan aquades hingga homogen sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.1 N 0.35 21.7 N 0.3.1 N 0.7 N 0.7 N 0. .08 18. aquades dan kalium permanganat.31 22.38 16.2 ml H2O o Erlenmeyer 3 : 10 ml H2CO4.27 16. Setelah selang beberapa menit terjadi perubahan warna dari ungu menjadi kuning dan lama kelamaan berubah menjadi jernih.32 17. Diulang percobaan diatas sebanyak 3 kali BAB 4 Hasil dan Pembahasan 4.24 18.1 Hasil Asam oksalat ml 5 ml 5 ml 5 ml 10 ml 10 ml 10 ml 5 ml 5 ml 5 ml M 0. buret 2.10 ml H2O • • Hasil Dicatat waktunya mulai dari penambahan KMnO4 sampai hilangnya warna ungu dalam erlenmeyer.1 N 0.1 N Waktu Rata-rata Menit (menit) 20.15 15. 2 ml KMnO4. dan buret 3 Isi erlermeyer dengan larutan H2C4O4 dan larutan KMnO4 reaksikan dengan : o Erlenmeyer 1 : 10 ml H2CO4.7 N 0.07 18.2 Pembahasan Percobaan ini dilakukan dengan bahan asam oksalat.1 N 0. 4 ml KMnO4.1 N 0.7 N 0.7 N 0.12 ml H2O o Erlenmeyer 2 : 20 ml H2CO4.

2. begitu juga sebaliknya. berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan partikel-partikel penyusun molekul sehingga akan mempercepat reaksi. Kalium permanganat (KMnO4) yang semula berwarna ungu menjadi jernih setelah ditambahkan dengan asam oksalat dan didiamkan dalam rentang waktu beberapa menit. Sifat pereaksi Sifat pereaksinya. 4. sehingga mudah bereaksi dengan H2C2O4. Semakin banyak volume kalium permangantnya maka semakin tinggi pula suhu.2. Konsentrasi pereaksi Jika konsentrasi pereaksi diperbesar. . Hal ini terjadi karena kalium permanganat berfungsi sebagai zat pengoksidasi kuat yang dapat mengoksidasi asam oksalat menjadi CO2 dan H2O. Pengaruh suhu Percobaan kali ini tidak dilakukan variasi suhu.2 Penentu laju reaksi serta fungsi kalium permanganat (KMnO4) Kalium permanganat berperan sebagai penentu reaksi dalam percobaan.1 Reaksi pada percobaan 5H2C2O4(aq) + 2KMnO4(l) 10CO2(g) + 5H2O(l) + 2MnO(s) + 2K+(aq) Ketika asam oksalat ditambahkan dengan KMnO4 terdapat gelembung-gelembung udara. 4. dan panas yang dihasilkan pada reaksi tersebut berbanding lurus dengan volume kalium permanganat (KMnO4) yang ditambahkan. 1.2. sehingga tidak dapat dibuktikan apakah perbedaan suhu mempengaruhi laju reaksi. Hal ini disebabkan karena kalium permanganat (KMnO4) mengoksidasi asam oksalat menjadi CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air). Hal ini di buktikan dengan semakin kecil selisih jumlah larutan KMnO4 dengan H2C2O4 maka waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi semakin cepat. begitu juga sebaliknya.4. Penambahan kalium permanganat (KMnO4) menyebabkan terjadinya reaksi yang disertai dengan meningkatnya suhu. sehingga yang semula kalium permanganat (KMnO4) berwarna ungu dengan asam oksalat maka setelah terjadi reaksi warnanya berubah menjadi jernih yang mana adalah H2O (air) dan CO2 (karbon dioksida). Sifat dari KMnO4 sendiri adalah reaktif. hal ini menunjukkan bahwa reaksinya bersifat eksoterm (melepas panas dari system ke lingkungan). Tetapi pada literature dijelaskan bahwa Semakin tinggi suhu maka semakin cepat terjadinya suatu reaksi. 1. ada yang reaktif dan ada juga yang kurang reaktif. Galembung-gelembung tersebut adalah gas CO2 (karbon dioksida) yang diahasilkan dari reaksi kalium permanganat (KMnO4) dengan asam oksalat (H2C2O4).3 Pengaruh faktor penentu laju reaksi terhadap percobaan 1.

Kemudian reaksi ini tidak perlu indikator secara khusus untuk menentukan titik ekuivalen karena laju ditentukan dari perubahan warna proses tersebut.merupakan oksidator yang digunakan untuk bereaksi dengan reduktor H2C2O4 dalam suasana asam. Hal ini disebabkan oleh KMnO4 yang merupakan pereaksi yang ada pada erlenmeyer 1 < erlenmeyer 2 < erlenmeyer 3. maka jumlah tumbukan efektif antara partikel zat terlarut dengan partikel zat padat pada permukaan makin bertambah. Dari hasil percobaan terlihat adanya pengaruh besar konsentrasi terhadap kecepatan reaksi. atau reaksi berlangsung makin cepat. Sehingga orde reaksi terhadap oksalat adalah tingkat orde reaksi 1 (tingkat orde reaksi adalah nilai R2 yang paling mendekati 1). Berdasarkan penjelasan dari literatur katalis dapat mempercepat terjadinya reaksi namun katalis tidak ikut bereaksi. sehingga reaksi makin cepat.2.5661.7153. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. untuk erlenmeyer ketiga waktu yang diperlukan adalah 16.32 menit. Sesuai dengan pernyataan umum bahwa sebagian besar laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaktan.38 menit. Pengaruh zat lain yang disebut katalis Percobaan kali ini MnO4. Artinya. tampak jumlah partikel A dan B dalam volum tertentu menjadi lebih banyak 2x. [KMnO4]2 adalah sebesar 0. maka kecepatan reaksinya juga semakin besar (reaksi berlangsung lebih cepat). maka laju reaksi makin besar. Setiap perlakuan membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk bereaksi. jumlah tumbukan efektif juga bertambah.4 Hubungan konsentrasi dengan laju reaksi Menurut literatur. 4. dengan kata lain karena partikel zat terlarut bertambah.55. tentu reaksi juga makin cepat. Jika salah satu dari A atau B yang konsentrasinya diperbesar. MnO4. Semakin besar konsentrasi suatu pereaksi.dan KMnO4 bersifat katalis sehingga sebagai katalis warna campuran bening atau kuning. 4.1. Reaksi antara KMnO4 dengan asam oksalat dapat dikatakan sebagai autokatalisator karena ion Mn2+ yang terbentuk sebagai katalis.5 Penentuan laju reaksi Berdasarkan gambaran grafik yang diperoleh adalah nilai R2 untuk [KMnO4] adalah sebesar 0. pada erlenmayer yang pertama yaitu selama 28. katalis akan dihasilkan kembali setelah terjadinya reaksi.4 menit. Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrasi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya.2. sehingga dengan konsentrasi pereaksi yang lebih besar reaksi juga akan berlangsung lebih cepat. untuk erlenmeyer kedua waktu yang diperlukan adalah 18. apabila [A] dan [B] keduanya diperbesar 2x.Berdasarkan hasil perhitungan orde yang diperoleh pada percobaan ini adalah 1. BAB 5 Penutup .

Digdo. diakses Maret 2011. 3.wiki/Asam_oksalat. Kamus kimia.55 3.3. Bandung. Asam Oksalat. 1999. 2011. A dan Tupamalu. 2.org. Bandung.wiki/Asam_oksalat. Penuntun Praktikum Kesetimbangan dan Dinamika Kimia. Elektrokimia dan Kinetika Kimia. 2011. Ketelitian dan kecermatan sangat berpengaruh terhadap hasil pengamatan. Seharusnya praktikan menguasai materi praktikum sebelum melakukan percobaan. diakses Maret 2011. Anonim. http://id. 1. 2010. Pringgo. KMnO4 sebagai penentu laju reaksi yang dapat mengoksidasi H2C2O4 2.Kalium Permanganat. Konsentrasi Campuran . http://id. http://id. ITB.wiki/Aquades.1999.org. ITB.wikipedia. Jember : FMIPA Universitas Jember LAMPIRAN PERHITUNGAN 1. Aquades. Besarnya konsentrasi pereaksi berbanding lurus dengan kecepatan laju reaksi. Orde reaksinya adalah 1. 1992.wikipedia. hal 71-83. Tim penyusun. Kebersihan alat menjadi faktor penting dalam mendapatkan data yang lebih akurat. 3. 2011.Jakarta:pt rineka cipta Syukri S.1 Kesimpulan 1. diakses Maret 2011. Anonim.2 Saran 1.wikipedia.org. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Hiskia. Kimia Dasar 2.

4M =10 ml .4M M H2C2O4 + air = 11 ml . 1. Penentuan konsentrasi KmnO4 1. M H2C2O4 + air 10 ml . M H2C2O4 = V H2C2O4 + air .04M . Erlenmeyer 3 = 1 ml . M H2C2O4 = V H2C2O4 + air . 1.7 M M H2C2O4 + air 1. M KmnO4 11 ml . Erlenmeyer 1 VH2C2O4 . Erlenmeyer 3 VH2C2O4 .64 M 2. M KmnO4 = 7. 1.4M M H2C2O4 + air = 11 ml . Erlenmeyer 2 VH2C2O4 . M KmnO4 = 13. M H2C2O4+ air = V KmnO4 . 1. M H2C2O4 + air = 0. Erlenmeyer 1 VH2C2O4 + air .97M = 1 ml . M KmnO4 11 ml . Erlenmeyer 2 VH2C2O4 + air . 0.27M M KmnO4 3. M H2C2O4 + air 5 ml .64M M KmnO4 2. 2.27 M 3. M H2C2O4 + air = 1. M H2C2O4 = V H2C2O4 + air . M H2C2O4 + air = 0. M H2C2O4+ air = V KmnO4 .1. M H2C2O4 + air 5 ml .

82 Menghitung 1/t 1.746×10-4 C = 7. t3 (Erlenmeyer 3) = 998 s 1/t = 1. t1 (Erlenmeyer 1) = 1291 s 1/t = 7.0009 C2 vs 1/t y=-2×10-7x+0. o.002×10-4 C vs 1/t y=-6×10-6x+0. t2 (Erlenmeyer 2) = 1112 s 1/t = 8.16 3.746×10-4 2.56 2. C2 = 14.04M . M KmnO4 = 3. C2 = 49.VH2C2O4 + air .7M M KmnO4 Jika M KmnO4 = C Maka C2 1. C2 = 195. M KmnO4 10 ml .0009 = 2 ml .5M Perhitungan dari Grafik C vs 1/t y=-6×10-6x+0.993×10-4 3.0009 • 1/t = 7. M H2C2O4+ air = V KmnO4 .

32 n = 1.002×10-4 C = 3.25×10-4 = -6 x10-6 Cn Cn=20.25×10-4 = -6 x10-6 Cn Cn=0.0009 = -6×10-6 Cn -1.97)n=0.9 n log 7.0009 = -6×10-6 Cn -1.93 n= -0.9 n 0.5M 1.7.25×10-4 = -6 x10-6 Cn Cn=-17 (7.04)n=-17 .04 = log 20.85 = 1.002×10-4= -6×10-6 Cn + 0.117 (13.002×10-4 – 0.993×10-4 C = 13.993×10-4= -6×10-6 Cn + 0.746×10-4 – 0.0009 1.9 (7.15 = -0.97 = log 0.81 • 1/t = 1.0009 8.0009 7.993×10-4 – 0.117 n 1.0009 = -6×10-6 Cn -1.97M 8.117 n log 13.04)n=20.55 • 1/t = 8.746×10-4= -6×10-6 Cn + 0.

04M 7.798 n = 3.97 = log 3.5 n log 13.47 .25×10-4 =-2×10-7Cn Cn=627 (7.0009 • 1/t = 7.0009 7.5 n 1.746×10-4 – 0.04 = log 627 n 0.993×10-4 C = 13.04 = log -17 n 0.97M 8.0009 8.993×10-4= -2×10-7Cn + 0.85 = tidak diketahui n = tidak ditemukan C2 vs 1/t y=-2×10-7x+0.3 • 1/t = 8.25×10-4 = -2×10-7Cn Cn=3.n log 7.746×10-4= -2×10-7Cn + 0.97)n=3.85 = 2.5 (13.54 n = 0.15 = 0.04)n=627 n log 7.993×10-4 – 0.0009 = -2×10-7Cn -1.746×10-4 C = 7.0009 = -2×10-7Cn -1.

04 = log -510 n 0. 2011 at 4:54 am 1/t = 1.002×10-4 C vs 1/t y=-6×10-6x+0.002×10-4 – 0.0009 = -2×10-7Cn -1.002×10-4 C = 3.0009 (ini dapat darimana?)variabel bebas n tidak bebasnya yang mana ya?) tolong bls lwt email y? . 2011 by rega42 filed under kesetimbangn kimia 3 Responses to KINETIKA REAKSI ION PERMANGANAT DENGAN ASAM OKSALAT 1.85 = tidak diketahui n=tidak ditemukan Grafik : Like Be the first to like this post. 3 Comments * posted on April 26.04)n=-510 n log 7.0009 1.002×10-4= -2×10-7Cn + 0. Mada ⋅ December 19.5M 1.• 1/t = 1.25×10-4 = -2×10-7Cn Cn=-510 (7.

Fill in your details below or click an icon to log in: • • • Email (required) (Address never made public) Name (required) Website Notify me of follow-up comments via email. ronik ⋅ December 30. 2011 at 4:00 am lapo Reply Leave a Reply Enter your comment here. terimakasih Reply 3.. mimusops ⋅ December 30. Main menu . Notify me of new posts via email. 2011 at 3:52 am sangat membantu dalam pengerjaan tugas laporan.Reply 2..

pengen 1 day ago . youtube n google lebih menarik cara ngedownload booksgoogle corrat-cooret Esai FILM image OLIMPIADE KIMIA INDONESIA sinopsis Wali .• • • • • • • • cara ngebuat tampilan facebook. hanya bikin sensasi. biar benar2 mirip RT @ferisa_cha: ayoo request warnaa mba broow :p RT @rega_anggraini pengen pakai seragam. biasa ababil. 5 hours ago @agung_yono mslh bwt guee ? 12 hours ago @ferisa_cha mbak rega lg pergi. ancen agung i gak genah. cah cilik kok neko2.Aku Bukan Bang Toyib my tweet • • • • • @rossa_08 hihi iya mintaaa fotonya donkkk 5 hours ago @ferisa_cha @agung_yono ternyata op fer. ni adeg ny 15 hours ago putihhh duonkk.

plurk.plurk http://www.com/rega42/invite daftar isi • • • • • • • • • • • • • • • BOARKIM 2009 (BOcah liAR KIMia angkatan 2009) OPEN UKM uripku neng MIPA pendapat DAYA HANTAR LISTRIK PENENTUAN TITIK BEKU LARUTAN KINETIKA REAKSI ION PERMANGANAT DENGAN ASAM OKSALAT VOLUM MOLAL PARSIAL KESETIMBANGAN UAP-CAIR PADA SISTEM BINAIR konsentrasi krisis misel volum molar gas kekentalan dan tenaga pengaktifan penentuan entalpi adsorbsi entalpi pelarut Hello world! coment ronik on KINETIKA REAKSI ION PERMANGANA… mimusops on KINETIKA REAKSI ION PERMANGANA… Mada on KINETIKA REAKSI ION PERMANGANA… rega42 on konsentrasi krisis misel dee on konsentrasi krisis misel rega42 on Hello world! .

Powered by WordPress. Hitchcock typeface by MATT TERICH. ART GOODMAN.com http://www.com . Theme: Vertigo by Matthew Buchanan.com/widgets/widgetindex/my-note-117048192_134217728.widget?__install_id=132470591479 WordPress • • • Search RSS feed Random VOLUM MOLAL PARSIAL PENENTUAN TITIK BEKU LARUTAN Inspired by the work of SAUL BASS. Blog at WordPress.rega42 on konsentrasi krisis misel Stefanus on konsentrasi krisis misel marta on Hello world! marta on Hello world! Mr WordPress on Hello world! :) menurut anda bagaimanakah blog ini ? Baikkurang baikburuk VoteView ResultsShare ThisPolldaddy.widgipedia. Follow Follow “rega42” Get every new post delivered to your Inbox.com. and DAVE NAGATA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful