Presentasi Kasus

PARTUS PREMATURUS IMINENS

Oleh: dr. Fadillah Sari

Pembimbing : dr. Oriza, SpOG

HALAMAN PENGESAHAN Presentasi Kasus dengan judul PARTUS PREMATURUS IMINENS

Pembimbing : Dr. Oriza, SpOG

Telah dipresentasikan dan diterima sebagai salah satu syarat sebagai dokter internsip di RSUD Banyuasin.

Banyuasin,

Maret 2012

Pembimbing

Dr. Oriza, SpOG

Os lalu berobat ke bidan dan diberi Duvadilan dan vitamin.BAB I REKAM MEDIK A. makin lama makin kuat (-). Riwayat keluar air-air (-). ± 3 jam SMRS os mengeluh perut mulas yang menjalar ke pinggang. Riwayat perut diurut-urut (-). Riwayat post coital (+). Riwayat post coital (-). makin lama makin kuat (-). Os mengaku hamil kurang bulan dan gerakan janin masih dirasakan. Riwayat demam (-). ANAMNESIS (autoanamnesis tanggal 08 Maret 2012) Keluhan Utama : Perut mulas dengan hamil kurang bulan Riwayat perjalanan penyakit : ± 2 bulan SMRS os mengeluh perut mulas yang menjalar hingga ke pinggang. IDENTIFIKASI Nama Rekam Medik Umur Jenis kelamin Alamat Agama Pendidikan Pekerjaan MRS : Ny. Riwayat trauma (-). Riwayat keluar air-air (-). Riwayat trauma (-). Riwayat keputihan (+) sejak awal bulan kehamilan. Riwayat keluar lendir darah (-). R : 379916 : 26 tahun : Perempuan : Banyuasin : Islam : SMA : Ibu rumah tangga : 05 Maret 2012 B. Riwayat perut diurut-urut (-). . Keluhan perut mulas menghilang. Riwayat keputihan (+) sejak awal bulan kehamilan. Riwayat demam (-). Riwayat keluar lendir darah (-).

C. PEMERIKSAAN FISIK Status Present Keadaan umum Kesadaran Berat badan Tinggi badan Tekanan darah Nadi Pernafasan : Sedang : Composmentis : 65 kg : 160 cm : 110/70 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : G3P1A0 Tahun Hasil 2006 2008 Penyulit Nifas Anak BB kehamilan Persalinan Postterm Spontan 2800 (12 bulan) Aterm Spontan 2900 Jenis KU +/+ +/+ . R/ Penyakit jantung disangkal. lamanya 7 hari. siklus 28 hari. Tempat Bersalin Bidan Bidan Hamil ini Riwayat sosial ekonomi Riwayat gizi : Sedang : Nafsu makan baik dan tidak ada gangguan pada miksi maupun defekasi. R/ Hipertensi disangkal. Riwayat Obstetri No 1. 3. 2. Riwayat penyakit yang pernah diderita : R/ DM disangkal. Riwayat Reproduksi : Menarche umur 15 tahun. haid pertama hari terakhir (HPHT) 07 April 2011.Riwayat Perkawinan : 1 x lamanya 7 tahun. haid teratur.

gallop (-) : Vesikuler (+) Normal Wheezing (-) Ronkhi (-) Hati/limfa Refleks fisiologis Refleks patologis BAK BAB Turgor kulit Mata cekung Edema pretibial : Sulit dinilai : +/+ : -/: Biasa : Tidak BAB sejak 5-4-2012 : Biasa : -/: -/- Status Obstetri (08 April 2010) Pemeriksaan luar: Tinggi fundus uteri 28 cm. Pemeriksaan panggul: Tidak dilakukan. D. penurunan 1/5. detak jantung janin 150 kali/menit teratur. punggung kiri. letak janin memanjang. his (-). Pemeriksaan Dalam Vagina: Tidak dilakukan.Suhu Anemia Gizi Jantung Paru : 37. DIAGNOSIS KERJA .2oC : -/: Sedang : Murmur (-). terbawah kepala.

G. Dexamethasone 2x2 ampul IV.0oC Sense : CM N RR : 80 x/menit : 26 x/menit Status Obstetrikus Pemeriksaan Luar: Tinggi fundus uteri 28 cm. detak jantung janin 150 kali/menit teratur. 6. 2. PENATALAKSANAAN 1. punggung kiri. letak janin memanjang. tanda vital ibu. 4. 7. 5. his (-). MgSO4 1 ampul + IVFD D5 gtt XX x/menit. F. denyut jantung janin. Pemerikasaan Dalam: .G3P2A0 hamil 32-33 minggu dengan partus prematurus iminens. O2 3L/menit. dan kultur urin. Observasi his. Cefotaxim 2x1 gram IV (skin test). Hystolan 2x1 tablet. EVALUASI 06 Maret 2012 Keluhan : mulas yang semakin sering dan gelisah Status present: KU TD T : baik : 120/80 mmHg : 37. urin rutin. penurunan 1/5. janin tunggal hidup presentasi kepala. 3. terbawah kepala. Pemeriksaan laboratorium darah rutin. PROGNOSIS Ibu dan janin: bonam. E.

7.0oC : Mulas berkurang. 5. janin tunggal hidup presentasi kepala Terapi: 1. punggung kiri. IVFD D5 + MgSO4 1 ampul gtt XX x/menit. penurunan 1/5. Dexamethasone 2x2 ampul IV. 2. 6. letak janin memanjang. tanda vital ibu. 4. Sense : CM N RR : 80 x/menit : 20 x/menit Status present : Status obstetrikus: Tinggi fundus uteri 28 cm. Diagnosis: . 07 Maret 2012 Keluhan KU TD T : Baik : 110/70 mmHg : 37. Observasi his. his (-). Hystolan 2x1/2 tablet. denyut jantung janin. Adalat oros 1x30 mg. terbawah kepala. Tidur miring ke kiri. detak jantung janin 150 kali/menit teratur.Inspekulo VT Diagnosis: : Porsio terbuka (-) : Pembukaan (-) Pendataran (-) G3P2A0 hamil 32-33 minggu dengan partus prematurus iminens. Cefotaxim 2x1 gram IV (skin test). 3. 8. O2 3L/menit.

5. Adalat oros 1x30 mg tablet. letak janin memanjang. Tidur miring ke kiri. Diagnosis: G3P2A0 hamil 32-33 minggu dengan partus prematurus iminens. janin tunggal hidup presentasi kepala. 6. detak jantung janin 150 kali/menit teratur.0oC : Mulas berkurang. 4. sesak (+). denyut jantung janin. tanda vital ibu. IVFD D5 + MgSO4 1 ampul gtt XX x/menit. Hystolan 1x3 mg tablet. Terapi: 1. 4. Hystolan 3x1/2 tablet. his (-). terbawah kepala. Terapi: 1. Adalat oros 1x30 mg tablet. Sense : CM N RR : 80 x/menit : 20 x/menit Status present : Status obstetrikus: Tinggi fundus uteri 28 cm.G3P2A0 hamil 32-33 minggu dengan partus prematurus iminens. Observasi his. 2. 5. janin tunggal hidup presentasi kepala. penurunan 1/5. Cefotaxim 2x1 gram IV. denyut jantung janin. 3. Observasi his. BAB II . 08 Maret 2012 Keluhan KU TD T : Baik : 110/70 mmHg : 37. O2 3L/menit. punggung kiri. 3. Tidur miring ke kiri. 2. tanda vital ibu.

Kehamilan multipel 2. seringkali bayi prematur mengalami gangguan tumbuh kembang organorgan vital yang menyebabkan ia masih belum mampu untuk hidup di luar kandungan. antara lain karena infeksi. didapati 38% persalinan preterm disebabkan akibat infeksi korioamnion. ketuban pecah dini dan lain-lain.(1993). Terdapat makin banyak bukti yang menunjukkan bahwa mungkin sepertiga kasus persalinan preterm berkaitan dengan infeksi membran korioamnion. Anomali uterus 4. Riwayat abortus pada trimester II lebih dari 1 kali . Penyebab persalinan preterm bukan tunggal tetapi multikompleks. kehamilan ganda.  Pada kebanyakan kasus. Dari penelitian Lettieri dkk. Knox dan Hoerner (1950) telah mengetahui hubungan antara infeksi jalan lahir dengan kelahiran prematur. Faktor Risiko Prematuritas Mayor 1. Persalinan prematur merupakan hal yang berbahaya karena berpotensi meningkatkan kematian perinatal sebesar 70%. Serviks mendatar/memendek kurang dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu 6. kelainan uterus. Pendahuluan Persalinan prematur adalah persalinan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu atau berat bayi kurang dari 2500 gram. Berbagai sebab dan faktor demografik diduga sebagai penyebab persalinan preterm. Pada persalinan ini. kelainan kongenital janin. Hidramnion 3.TINJAUAN PUSTAKA A. Serviks terbuka lebih dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu 5. seperti: solusio plasenta. polihidramnion. B. penyebab pasti persalinan prematur tidak diketahui. Infeksi pada kehamilan akan menyebabkan suatu respon imunologik spesifik melalui aktifasi sel limfosit B dan T dengan hasil akhir zat-zat yang menginisiasi kontraksi uterus. sehingga sering mengalami kegagalan adaptasi yang dapat menimbulkan morbiditas bahkan mortalitas yang tinggi.

Penyakit yang disertai demam 2. Perdarahan pervaginam setelah kehamilan 12 minggu 3. atau dua atau lebih faktor risiko minor. Riwayat abortus pada trimester II 6. Pasien tergolong risiko tinggi bila dijumpai satu atau lebih faktor risiko mayor. terjadi perubahan progresif serviks: • • • pembukaan lebih dari 1 cm perlunakan sekitar 75-80% penipisan serviks . terjadi gejala klinik sbb: 1. Operasi abdominal pada kehamilan preterm 9. kontraksi uterus 4x/20menit atau 8x/60menit 2. Riwayat pielonefritis 4.7. atau keduanya. C. Riwayat operasi konisasi 10. Kriteria Diagnosis 1. Iritabilitas uterus Minor 1. Merokok lebih dari 10 batang perhari 5. Sebelum persalinan berlangsung dapat dirasakan tanda sebagai berikut: • • • • • nyeri pinggang belakang rasa tertekan pada perut bagian bawah terdapat kontraksi irreguler sejak sekitar 24-48 jam terdapat pembawa tanda seperti bertambahnya cairan vagina atau terdapat lendir bercampur darah. Jika proses persalinan prematur berkelanjutan. Riwayat abortus pada trimester I lebih dari 2 kali. Usia kehamilan antara 20 dan 37 minggu lengkap atau antara 140 dan 259 hari 2. Riwayat persalinan preterm sebelumnya 8.

IL-6. Pemeriksaan penunjang 1. E. CRP ada pada serum penderita yang menderita infeksi akut dan dideteksi berdasarkan kemampuannya untuk mempresipitasi fraksi polisakarida somatik nonspesifik kuman Pneumococcus yang disebut fraksi C. TNF. Penatalaksanaan Ibu hamil yang diidentifikasi memiliki risiko persalinan preterm dan yang mengalami gejala persalinan preterm membakat harus ditangani seksama untuk meningkatkan keluaran neonatal. akan meningkatkan kadar tri-iodothyronine yang dapat meningkatkan produksi surfaktan. dapat dipastikan akan terjadi persalinan preterm. misalnya dengan betamethasone 12 mg im. (1994) mendapati bila ketebalan seviks < 3 cm (USG) . CRP dibentuk di hepatosit sebagai reaksi terhadap IL-1. Atau dexamethasone 5 mg tiap 12 jam (im) sampai 4 dosis. 2. Thyrotropin releasing hormone 400 ug iv. Laboratorium • • • • Pemeriksaan kultur urine Pemeriksaan gas dan pH darah janin Pemeriksaan darah tepi ibu Jumlah lekosit C-reactive protein . 1. Persalinan pada pertumbuhan janin terhambat. F. Suplemen inositol juga merupakan pilihan karena . 2 x selang 24 jam. Akselerasi pematangan fungsi paru Terapi glukokortikoid. Kontraksi pada kehamilan preterm.D. Sonografi serviks transperineal lebih disukai karena dapat menghindari manipulasi intravagina terutama pada kasus-kasus KPD dan plasenta previa. Diagnosis banding 1. 2. Pemeriksaan ultrasonografi Penipisan serviks: Iams dkk.

edema paru 3. letargi. perdarahan antepartum yang banyak. Per oral : 5-7. depresi pernafasan (pada ibu dan bayi) G. 2. Pemberian tokolitik • • • • Nifedipin 10 mg diulang tiap 30 menit. korioamnionitis. Relatif Gestosis. takikardia. Indikasi seksio sesarea : • Janin sungsang . infus 2-4gr/jam (maintenance) Efek samping : Edema paru. H. hipokalemia. Subkutan: 250 µg setiap 6 jam. pembukaan serviks lebih dari 4 cm. hipotensi. 2. Umumnya hanya diperlukan 20 mg dan dosis perawatan 3 x 10 mg.inositol merupakan komponen membran fosfolipid yang berperan dalam pembentukan surfaktan. Cara persalinan 1. 2-4 kali/hari (maintenance) atau : Terbutalin Per infuse : 10-15 µg/menit. Magnesium sulfat Parenteral : 4-6 gr/iv pemberian bolus selama 20-30 menit. Golongan beta-mimetik Salbutamol Perinfus : 20-50 µg/menit Per oral : 4 mg.5 mg setiap 8 jam (maintenance) Efek samping : Hiperglikemia. iskemi miokardial. Janin presentasi kepala : pervaginam dengan episiotomi lebar dan perlindungan forseps terutama pada bayi < 35 minggu. nyeri dada. maksimum 40 mg/6 jam. diabetes mellitus (beta-mimetik). pertumbuhan janin terhambat. Kontraindikasi penundaan persalinan Mutlak Gawat janin.

• • • Taksiran berat badan janin kurang dari 1500 gram (masih kontroversial) Gawat janin. Komplikasi 1. nafas. I. Penyulit 1. plasenta previa. Pada ibu. tanpa cacat) maka perawatan cara kangguru dapat diberikan agar lama perawatan di rumah sakit berkurang. gerakan janin melemah. Sindroma gawat nafas (RDS) Perdarahan intrakranial Trauma persalinan Paten duktus arteriosus Sepsis Gangguan neurologi . 4. setelah persalinan preterm. Morales (1987) menyatakan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang menderita anmionitis memiliki risiko mortalitas 4 kali lebih besar. bila syarat pervaginam tidak terpenuhi • Kontraindikasi partus pervaginam lain (letak lintang. dan risiko distres pernafasan. perlu dibahas dengan dokter bagian anak. 6. Bila bayi ternyata tidak mempunyai kesulitan ( minum. dan sebagainya). J. Lindungi bayi dengan handuk hangat. Bayi-bayi preterm memiliki risiko infeksi neonatal lebih tinggi. 2. necrotizing enterocolitis dan perdarahan intraventrikuler 3 kali lebih besar. dan cairan amnion berbau. sepsis neonatal. 2. 3. bila syarat pervaginam tidak terpenuhi Infeksi intrapartum dengan takikardi janin. Sindroma gawat pernafasan (penyakit membran hialin). infeksi endometrium lebih sering terjadi mengakibatkan sepsis dan lambatnya penyembuhan luka episiotomi. ologohidramnion. 5. usahakan suhu 36-37 C ( rawat intensif di bagian NICU ).

yang dihasilkan oleh paru-paru dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan. sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah. ketika lahir kantung udara (alveoli) harus dapat terisi oleh udara dan tetap terbuka. lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan. Pada awalnya. Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi pemberian makanan. paru-paru benar-benar mengempis. Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah yang memadai. Pada awalnya. seorang bayi prematur juga memiliki otak yang belum berkembang. sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. karena pusat pernafasan di otak mungkin belum matang. 3. 4. rentan terhadap terjadinya perdarahan otak atau serangan apneu. Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat bisa menyebabkan gangguan refleks menghisap atau menelan. otak yang sangat tidak matang sangat rentan terhadap perdarahan (perdarahan intraventrikuler) atau cedera .Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi baru lahir. Jika oksigen maupun aliran darahnya terganggu. Alveoli bisa membuka lebar karena adanya suatu bahan yang disebut surfaktan. akibatnya terjadi Sindroma Distres Pernafasan. lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan. mungkin mereka perlu ditempatkan dalam sebuah ventilator dan diberikan obat surfaktan (bisa diteteskan secara langsung melalui sebuah selang yang dihubungkan dengan trakea bayi). Diantara saat-saat bernafas. Selain paru-paru yang belum berkembang. . sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah. Untuk mengurangi mengurangi frekuensi serangan apneu bisa digunakan obat-obatan. Kepada bayi diberikan oksigen. Agar bisa bernafas dengan bebas. jika penyakitnya berat. Hal ini bisa menyebabkan apneu (henti nafas). Sindroma ini bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus bisa berakibat fatal.

retrolental) Setelah lahir. 10. 11. Jaundice kebanyakan bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan perbaikan fungsi pencernaan bayi. Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubahPerkembangan dan pertumbuhan yang lambat. ubah. Penyakit jantung. Sistem kekebalan pada bayi prematur belum berkembang sempurna. bisa tinggi (hiperglikemia maupun rendah (hipoglikemia). 7. . Infeksi atau septikemia. Retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasia Displasia bronkopulmoner. Jaundice. Keterbelakangan mental dan motorik. Peningkatan ini terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna. memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat (yang bersifat sementara). Mereka belum menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melewati plasenta. terutama yang lahir prematur. 9. 12. Kebanyakan bayi baru lahir. 6.5. 14. 13. Anemia . Resiko terjadinya infeksi yang serius (sepsis) pada bayi prematur lebih tinggi. bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah) dalam tinjanya. 8. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis nekrotisasi (peradangan pada usus). yang dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice).

Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat? Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat? Apakah yang menjadi kemungkinan etiologi pada kasus ini? .BAB III PERMASALAHAN 1. 3. 2.

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Kehamilan sudah berusia ± 32-33 minggu. yaitu : • • • Mempertahankan kehamilan sehingga janin dapat lahir se-aterm mungkin. Belum dapat dikatakan inpartu karena: his tidak teraba. dengan pertimbangan os belum menunjukkan tanda-tanda inpartu. Apakah diagnosis pada kasus ini sudah tepat? Pasien seorang wanita. HPHT tanggal 17 April 2011 dan pemeriksaan fisik didapatkan tinggi fundus uteri setinggi 28 cm. Menunda persalinan 2-3 hari untuk dapat memberikan obat pematangan paru janin Membiarkan terjadi persalinan Pada pasien ini diambil penatalaksanaan untuk mempertahankan kehamilan seaterm mungkin. pasien ini didiagnosis G3P2A0 hamil 32-33 minggu dengan partus prematurus iminens. janin tunggal hidup presentasi kepala. riwayat keluar darah lendir (-). Letak janin memanjang. terbawah kepala. punggung kiri. 3. datang ke RSMH pada tanggal 05 Maret 2012.BAB IV ANALISIS KASUS 1. belum ada pendataran maupun pembukaan pada serviks. penurunan 1/5. dm. 26 tahun. Pada anamnesis os mengaku saat ini adalah kehamilannya yang ketiga. Detak jantung janin 148 kali/menit teratur. 2. pertumbuhan janin yang kurang selaras dan serasi misalnya karena kekurangan . jarak kehamilan yang terlalu dekat (kurang dari satu tahun). dengan keluhan perut mulas dengan hamil kurang bulan. penyakit hati dan kelainan uterus) serta faktor gaya hidup wanita. Apakah yang menjadi kemungkinan etiologi pada kasus ini? Faktor yang dapat menimbulkan persalinan prematur adalah antara lain faktor maternal seperti penyakit maternal (ginjal. Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat? Dalam menghadapi kasus PPI ada 3 kemungkinan. hipertensi.

Selain itu. persalinan hamil ganda. kehamilan dengan hidramnion. serviks inkompeten pada persalinan prematur/abortus berulang. faktor khusus seperti.nutrisi. palsenta previa. coitus juga dapat mengakibatkan prostaglandin yang terdapat pada cairan semen merangsang pembentukan oksitosin. korioamnionitis. Coitus yang dilakukan pada usia kehamilan terutama semester akhir akan menyebabkan rangsangan pada hipofisis anterior sehingga hipofisis akan merelease oksitosin yang meningkatkan terjadinya kontraksi pada ibu. solusio plasenta. Pada kasus ini faktor yang mungkin menyebabkan persalinan prematur adalah riwayat post coital (maternal). . kehamilan ganda. yang mempengaruhi terjadinya persalinan prematur. sehingga ibu akan mengalami kontraksi dini.

2. Diagnosis pada kasus ini sudah tepat Penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat Etiologi pada kasus ini belum diketahui dengan jelas. 3.BAB V KESIMPULAN 1. .

D.co.D.fcgi?tool=pubmed&pubmedid=92 0 .com/professionals/14332_1157.org/wiki/Premature_birth 8.prepersalinan.pdf/145.Hill. 23nd ed.gov/health/topics/Preterm_Labor_and_Birth.BAB VI DAFTAR PUSTAKA 1. In: Obstetrics and Gynecology Principle for Practise.html 6.id/files/cdk/files/14511Persalinanpreterm. McGraw-Hill. 2001.nih. 4. 2007. In: Maternal-Fetal Medicine. 2.http://medlinux.kalbe. 2005.http://www.pubmedcentral. 2004. Preterm Delivery.http://www.blogspot. Preterm Birth. Iams J.http://en.Saunders.gov/articlerender.http://www.nih. In: Williams Obstetrics. 5th ed.30 5.marchofdimes. Medlinux. Preterm Labor and Delivery.com/2007/11/ruptur membran . 3.cfm 7. et all.nichd.asp 9.R.http://www.wikipedia. Cunningham M. Goepfert A.McGraw. 2004. Jafferson Rompas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful