You are on page 1of 6

HERPES SIMPLEKS Virus Herpes Simpleks adalah virus DNA yang dapat menyebabkan infeksi akut pada kulit

yang ditandai dengan adanya vesikel yang berkelompok di atas kulit yang sembab. Ada 2 tipe virus herpes simpleks yang sering menginfeksi yaitu : - HSV-Tipe I (Herpes Simplex Virus Type I) - HSV-Tipe II (Herpes Simplex Virus Type II) HSV-Tipe I biasanya menginfeksi daerah mulut dan wajah (Oral Herpes), sedangkan HSV-Tipe II biasanya menginfeksi daerah genital dan sekitar anus (Genital Herpes). HSV-1 menyebabkan munculnya gelembung berisi cairan yang terasa nyeri pada mukosa mulut, wajah, dan sekitar mata. HSV-2 atau herpes genital ditularkan melalui hubungan seksual dan menyebakan gelembung berisi cairan yang terasa nyeri pada membran mukosa alat kelamin. Infeksi pada vagina terlihat seperti bercak dengan luka. Pada pasien mungkin muncul iritasi, penurunan kesadaran yang disertai pusing, dan kekuningan pada kulit (jaundice) dan kesulitan bernapas atau kejang. Lesi biasanya hilang dalam 2 minggu. infeksi . Episode pertama (infeksi pertama) dari infeksi HSV adalah yang paling berat dan dimulai setelah masa inkubasi 4-6 hari. Gelala yang timbul, meliputi nyeri, inflamasi dan kemerahan pada kulit (eritema) dan diikuti dengan pembentukan gelembung-gelembung yang berisi cairan. Cairan bening tersebut selanjutnya dapat berkembang menjadi nanah, diikuti dengan pembentukan keropeng atau kerak (scab).

Klasifikasi Ilmiah:
Famili : Herpesviridae Subfamili : Alphaherpesvirinae Genus Spesies : Virus Herpes Simpleks Tipe 1 dan Virus Herpes Simpleks Tipe 2 : Simpleksvirus

Morfologi
Pembungkus berasal dari selaput inti sel yang terinfeksi. Pembungkus ini mengandung lipid, karbohidrat, dan protein, dan dapat menghilangkan eter. Genom ADN beruntaiuntai ganda (BM 85-106 X 106) berbentuk lurus. Tipe 1 dan 2 memperlihatkan 50% urutan homologi.

Siklus Hidup Virus Herpes Simpleks
Siklus pertumbuhan HSV berlangsung dengan cepat, memakan waktu 8-16 jam sampai selesai. Gen alfa(dini-segera) segera timbul setelah infeksi. Gen-gen ini ditraskripsikan pada keadaan tidak adanya sintesis protein virus dan merupakan permulaan replikasi. Gen beta(dini) timbul kemudian; membutuhkan hasil gen alfa fungsional untuk ekspresinya, yaitu kebanyakan berupa enzim dan protein replikasi. Ekspresi gen beta bertepatan dengan penurunan transkripsi gen alfa dan penghentia sintesis protein sel inang yang ireversibel, dan dikatakan sebagai kematian sel. Hasil-hasil gen gama(lambat) yang kemudian dihsilkan dan mencakup sebagian besar protein struktural virus

Patogenesis
HSV ditularkan melalui kontak dari orang yang peka lewat virus yang dikeluarkan oleh seseorang. Untuk menimbulkan infeksi, virus harus menembus permukaan mukosa atau kulit yang terluka (kulit yang tidak terluka bersifat resisten). HSV I ditransmisikan melalui sekresi oral,virus menyebar melalui droplet pernapasan

anus. Pengobatan . Herpes Labialis Terjadi pengelompokan vesikel-vesikel lokal. B. malaise. paha bagian dalam. Lesi terasa sangat nyeri dan diikuti dengan demam. dan perineum wanita. dilakukan persalinan melalui bedah caesar terhadap wanita hamil dengan lesi-lesi herpes genetalis. Dari kasus yang tidak diobati. Mulut juga dapat menjadi tempat infeksi untuk keduanya. lekas marah dan limfadenopati lokal. Lesi-lesi dapat kambuh kembali secara berulang pada berbagai interval waktu. demam. 2.lesi menyembuh dalam 2-3 minggu. Ini sering terjadi selama berciuman. anus. Karena virus ditransmisikan melalui sekresi dari oral atau mukosa (kulit) genital. angka kematian seluruhnya sebesar 50%. HSV-I dapat menyebabkan herpes genitalis melalui transmisi selama seks oral-genital. HSV-2 1. meninggalkan tukak yang rasanya sakit dan menyembuh tanpa jaringan parut. Penyakit yang ditimbulkan Virus Herpes Simpleks A. disuria. Kontak tidak langsung dapat melalui alat-alat yang dipakai penderita karena HSV-II memiliki envelope sehingga dapat bertahan hidup sekitar 30 menit di luar sel. virus yang dikeluarkan dapat menularkan infeksi pada pasangan seksual seseorang yang telah terinfeksi. biasanya tempat infeksi pada laki-laki termasuk batang dan kepala penis. Infeksi herpesneonatal hampir selalu simtomatik. Virus HSV-2 ini ditularkan ke bayi baru lahir pada waktu kelahiran melalui kontak dengan lesi-lesi herpetik pada jalan lahir. Kontak dapat melalui membran mukosa atau kontak langsung kulit dengan lesi.atau melalui kontak langsung dengan air liur yang terinfeksi. vagina. dan limfadenopati inguinal. 2. Masa inkubasi pendek(sekitar 3-5 hari) dan lesi. Penyebaran herpes genetalis atau Herpes Simpleks II dapat melalui kontak langsung antara seseorang yang tidak memiliki antigen terhadap HSV-II dengan seseorang yang terinfeksi HSV-II. Keratojungtivitis Suatu infeksi awal HSV-1 yang menyerang kornea mata dan dapat mengakibatkan kebutaan. skrotum. Herpes Genetalis Herpes genetalis ditandai oleh lesi-lesi vesikuloulseratif pada penis pria atau serviks. Herpes neonatal Herpes neonatal merupakan infeksi HSV-2 pada bayi yang baru lahir. atau dengan memakan atau meminum dari perkakas yang terkontaminasi. paha bagian dalam adalah tempat yang biasa pada wanita. Gingivostomatitis herpetik akut Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak kecil (usia 1-3 tahun) dan terdiri atas lesi-lesi vesikuloulseratif yang luas dari selaput lendir mulut. vulva. Untuk menghindari infeksi. HSV-1 1. biasanya pada perbatasan mukokutan bibir. serviks. 4. Bersifat simtomatik ataupun asimtomatik. vagina. Transmisi juga dapat terjadi dari seorang pasangan yang tidak memiliki luka yang tampak. Infeksi herpes genetalis dapat mengalami kekambuhan dan beberapa kasus kekambuhan bersifat asimtomatik. Labia. Vesikel pecah.

dan angka kekambuhannya tidak jauh berbeda pada orang yang diobati dengan yang tidak diobati. 200-400 mg 4 kali sehari. Efek teratogenik dari Acyclovir tidak diteliti pada studi dengan hewan percobaan. HSV tetap bersifat laten di ganglia sensorik. Penggunaan obat lain • Vidarabin • Idoksuridin topical (untuk Herpes Simpleks pada selaput bening mata) • Trifluridin . Kontraindikasi : Hipersensitifitas pada acyclovir. Salah satu obat yang efektif untuk infeksi Herpes Simpleks Virus adalah Asiklofir dalam bentuk topikal. Resiko Khusus : Penggunaan Acyclovir pada wanita hamil masuk dalam kategori B. HSV encephalitis. herpes zoster. dan oral yang kesemuanya berguna untuk mengatasi infeksi primer.Beberapa obat antivirus telah terbukti efektif melawan infeksi HSV. Pencegahan herpes simplex pada pasien immunocompromised. Bentuk Sediaan : Tablet 200 mg. dan dari hasil yang terlihat tidak ada peningkatan kelahiran bayi yang cacat karena penggunaan Acyclovir . varicella-zoster. Diatas 2 tahun dosis sama dengan dosis orang dewasa. pada tahun 1984-1999 diadakan pendaftaran bagi wanita hamil. Untuk anak dibawah 2 tahun diberikan setengah dosis dewasa. muntah (3%) dan diare (2-3%). intravena. Acyclovir terbukti dapat melewati plasenta manusia. 400 mg. Semua obat tersebut menghambat sintesis DNA virus. valacyclovir. Acyclovir juga dapat masuk ke dalam air susu ibu.pada system pencernaan (gastrointestinal) dilaporkan terjadi mual (2-5%). neonatal HSV. Pencegahan herpes simplex kambuhan.Tidak ada penelitian yang cukup dan terkontrol pada wanita hamil. Oba-obat ini dapat menghambat perkembangbiakan herpesvirus. Diatas 2 tahun diberikan dosis dewasa. atau komponen lain dari formula. maka direkomendasikan penggunaan acyclovir untuk wanita hamil disertai peringatan dan diberikan jika benarbenar-benar diperlukan. Dosis dan Aturan Pakai : Pengobatan herpes simplex: 200 mg (400 mg pada pasien yang memiliki respon imun yang diperlemah/immunocompromised atau bila ada gangguan absorbsi) 5 kali sehari. Efek Samping : Pada sistem saraf pusat dilaporakan terjadi malaise (perasaan tidak nyaman) sekitar 12% dan sakit kepala (2%). dapat diturunkan menjadi 200 mg 2atau 3 kali sehari dan interupsi setiap 6-12 bulan. mukokutan HSV pada pasien yang memiliki respon imun yang diperlemah (immunocompromised). Nama Generik : Acyclovir Nama Dagang : Clinovir (Pharos) Indikasi : Untuk mengobati genital Herpes Simplex Virus. Walaupun demikian. selama 5 hari. 200 mg 4 kali sehari atau 400 mg 2 kali sehari. herpes labialis. Anak dibawah 2 tahun setengah dosis dewasa. tetapi karena tidak semua wanita hamil mendaftarkan diri dan kurangnya data dalam jangka waktu yang panjang. karena itu penggunaan pada ibu menyusui harus disertai peringatan.

. Selain itu. Hubungan abnormal antara kandung kemih dan usus (fistula vesikoenterik) kadang menyebabkan bakteri pembentuk gas masuk dan tumbuh di dalam kandung kemih. maka bakteri yang berada di dalam prostat akan cenderung kembali menginfeksi kandung kemih. Beberapa wanita menderita infeksi kandung kemih secara berulang. Infeksi kandung kemih umumnya terjadi pada wanita. kemungkinan karena uretra mengalami cedera pada saat melakukan hubungan seksual. tetapi antibiotik tidak dapat menembus prostat dengan baik sehingga tidak dapat meredakan infeksi di dalam prostat. terutama pada masa reproduktif. jika pemakaian antibiotik dihentikan. PENYEBAB Bakteri dari vagina bisa berpindah dari uretra ke kandung kemih. Wanita sering menderita infeksi kandung kemih setelah melakukan hubungan seksual. Kadang infeksi kandung kemih berulang pada wanita terjadi karena adanya hubungan Abnormal antara kandung kemih dan vagina (fistula vesikovaginal).Sistitis DEFINISI Sistitis adalah infeksi pada kandung kemih. Antibiotik dengan segera akan melenyapkan bakteri dari air kemih di dalam kandung kemih. infeksi kandung kemih bisa terjadi akibat pemasangan kateter atau alat yang digunakan selama pembedahan. Infeksi kandung kemih jarang terjadi pada pria dan biasanya berawal sebagai infeksi uretra yang bergerak menuju prostat lalu ke kandung kemih. Infeksi ini bisa menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung udara di dalam air kemih (pneumaturia). Penyebab tersering dari infeksi kandung kemih berulang pada pria adalah infeksi prostat karena bakteri yang bersifat menetap. Karena itu.

Rontgen. sehingga perlu diambil contoh air kemih langsung dari kandung kemih dengan menggunakan kateter. agar air kemih tidak tercemar oleh bakteri dari vagina atau ujung penis.Uretrogram retrograd. Nyeri biasanya dirasakan diatas tulang kemaluan dan sering juga dirasakan di punggung sebelah bawah. Jika terjadi infeksi. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. Kadang infeksi kandung kemih tidak menimbulkan gejala dan diketahui pada saat pemeriksaan air kemih (urinalisis untuk alasan lain. Diambil contoh air kemih aliran tengah (midstream). contoh air kemih ini kadang dicemari oleh bakteri dari vagina. Air kemih kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat adanya sel darah merah atau sel darah putih atau zat lainnya. untuk mengetahui adanya .) Sistitis tanpa gejala terutama sering terjadi pada usia lanjut.GEJALA Infeksi kandung kemih biasanya menyebabkan desakan untuk berkemih dan rasa terbakar atau nyeri selama berkemih. maka biasanya satu jenis bakteri ditemukan dalam jumlah yang banyak. air kemih aliran tengah biasanya cukup untuk menegakkan diagnosis. Pada pria. untuk mengetahui adanya Arus balik air kemih dari kandung kemih dan penyempitan uretra .Sistouretrografi. Pada wanita. Gejala lainnya adalah nokturia (sering berkemih di malam hari). Dilakukan penghitungan bakteri dan dibuat biakan untuk menentukan jenis bakterinya. Air kemih tampak berawan dan mengandung darah. yang bisa menderita inkontinensia uri sebagai akibatnya. ureter dan kandung kemih . untuk menggambarkan ginjal. Pemeriksaan lainnya yang dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis sistitis adalah: .

langkah pertama yang bisa dilakukan adalah minum banyak cairan. Antibiotik bisa diberikan setiap hari. 3 kali/minggu atau segera setelah melakukan hubungan seksual. sirup) selama 3 hari atau dosis tunggal biasanya efektif. Gejalanya seringkali bisa dikurangi dengan membuat suasana air kemih menjadi basa. Aksi pembilasan ini akan membuang banyak bakteri dari tubuh. PENCEGAHAN Sebagai tindakan pencegahan pada penderita yang telah mengalami sistitis lebih dari 2 kali. infeksi tanpa gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan. yaitu dengan meminum baking soda yang dilarutkan dalam air.Sistoskopi. Pemberian antibiotik per-oral (tablet. Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan fenazopiridin. Untuk meringankan kejang otot bisa diberikan atropin. Biasanya sebelum pembedahan diberikan antibiotik untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi ke seluruh tubuh. Untuk sistitis ringan. Pembedahan dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pada aliran kemih (uropati obstruktif) atau untuk memperbaiki kelainan struktur yang menyebabkan infeksi lebih mudah terjadi. selama belum timbul komplikasi. PENGOBATAN Pada usia lanjut.penyempitan. biasanya antibiotik diberikan selama 7-10 hari. kapsul. divertikula atau fistula . untuk melihat kandung kemih secara langsung dengan serat optik. . antibiotik bisa terus diberikan dalam dosis rendah. bakteri yang tersisa akan dilenyapkan oleh pertahanan alami tubuh. Jika infeksinya kebal.