D I S U S U N OLEH: NAMA : Novita Sari NIM : 109451013 KELAS : BK REGULER A’09

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011

Hal itu sesuai dengan citra masyarakat yang kita anut dengan memperhatikan kaitan fungsional antara individu dengan masyarakat (Raka Joni. dengan kekhususan memberi kesempatan maksimal bagi anak berbakat untuk berfungsi sesuai dengan potensinya.1982). dengan harapan bahwa pada suatu saat anak juga akan memberi sumbangan yang maksimal bagi peningkatan kehidupan sesuai dengan aktualisasi potensinya itu.ABSTRAK Pendidikan anak berbakat merupakan bagian integrasi pendidikan pada umumnya. .

" Sementara itu banyak orang tua yang menjadi panik dan was-was jika melihat adanya gejala-gejala atau perilaku-perilaku anaknya yang berbeda dari anak seusianya. Kurikulum yang digunakan bersifat centralized (terpusat). Oleh sebab itu tidak mengherankan pula bahwa semakin banyak orang tua yang merasa perlu cepat-cepat memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini. SD. Anak berbakat perlu dipikirkan bagaimana menanggulanginya. atau ada anak yang baru berumur lima tahun tetapi cara berpikirnya seperti orang dewasa. maka ada beberapa hal yang belum tertangani dengan baik. Rumusan Masalah 1. kita tahu bahwa anak usia sekolah ditempatkan secara berjenjang sesuai dengan usianya. Seperti halnya sekolah luar biasa (SLB) yang menangani anak-anak yang memiliki kelemahan dikarenakan tidak berfungsinya salah satu bagian pada tubuhnya (tuna netra. tuna wicara dan sebagainya). A. Mulai anak usia TK. Dapat terjadi bahwa gejala-gejala dan "perilaku aneh" dari anak itu merupakan tanda bahwa anak memiliki kemampuan istimewa. sehingga segala kemampuan yang ada pada dirinya dapat tersalurkan melalui suatu lembaga pendidikan khusus. tuna rungu. dan lain-lain. misalnya penanganan anak berbakat. Misalnya saja ada anak berumur tiga tahun sudah dapat membaca lancar seperti layaknya anak usia tujuh tahun. Bagaimana Pelaksanaan pendidikan untuk anak berbakat? . Dengan keterbatasan ini. Membahas masalah sistem pendidikan di Indonesia. Mereka sangat berharap agar anak-anak mereka "cepat menjadi pandai. Bagaimana Karakteristik anak berbakat? 3. Bagaimana Menangani Anak Berbakat ? 4. SLTP dan SMU.BAB I Pendahuluan Pada zaman modern ini orang tua semakin sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar. Apakah pengertian anak berbakat? 2. artinya kurikulum yang dipakai untuk seluruh wilayah Indonesia secara umum sama. Maka dari itu kiranya perlu para guru dan orang tua bisa mendeteksi sejak dini tanda-tanda adanya kemampuan istimewa pada anak agar anak-anak yang memiliki bakat dan kemampuan isitimewa seperti itu dapat diberi pelayanan pendidikan yang memadai.

1985). Branfenbrenner (1972) dan Scarr Salaptek (1975) terhadap tingkat kecerdasan. Potensi ini dapat disebabkan oleh faktor keturunan.rata. Karaktehstik anak berbakat Sebagai mahluk sosial. Branfenbrenner dan Scarr Salaptek menyatakan secara tegas bahwa sekarang tidak ada . anak berbakat memiliki pengertian. sikap dan aktivitas anggota masyarakat yang lain. Untuk mengenali karakteristik anak-anak berbakat dapat dilihat beberapa segi diantaranya sebagai berikut 1. 2. Potensi Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak berbakat memiliki potensi yang unggul. Anak berbakat ialah anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan dalam setiap tindakan yang bernilai. 1. Selain itu faktor agama akan memberikan dasar dan norma pribadi anak berbakat. Potensi 2. Definisi Anak berbakat Menurut definisi yang dikemukakan Renzuli. Anak-anak yang mampu mewujudkan ketiga sifat itu masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang luas dan pelayanan yang berbeda dengan program-program pengajaran yang reguler (Swssing. anak berbakat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dipengaruhi tingkat kebudayaan di mana mereka memperoleh pengalaman budaya. anak berbakat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat.BAB II Pembahasan 1. U. seperti studi yang dilakukan U. pemikiran. komitmen yang tinggi terhadap tugas'tugas dan kreativitas yang tinggi. Kemampuan (prestasi) yang dapat dicapai. Cara menghadapi masalah 3. Dalam pergaulan inilah emosi mereka merasa sedih atau bahagia. Ditinjau dari budaya. "Anak berbakat merupakan satu interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata.

1983).kesangsian mengenai faktor genetika mempunyai andil yang besar terhadap kemampuan mental seseorang (Kitano.1986). motivasi. Anak-anak berbakat berkembang lebih cepat atau bahkan sangat cepat bila dibandingkan dengan ukuran perkembangan yang normal. 2. Faktor intelegensi. Hal ini disebabkan anak berbakat memiliki superioritas intelektual (Gearheart. Dilihat dari sudut ilmu pendidikan untuk menjelaskan hal tersebut di atas. yaitu emosi. Langkah awal dapat dilihat bahwa setiap anak berbakat mempunyai keinginan yang kuat untuk mengetahui banyak hal (Gearheart. Bila guru menemukan anak seperti itu maka guru dapat menduga bahwa itu anak-anak yang berbakat. Bahkan dalam berfikir mereka sering meloncat dari urutan berfikir yang normal (Gearheart. Mereka akan memilih metode. Selain itu janin harus terhindar dari keracunan atau pengaruh sinar x yang datang dari luar (Healy. 1985). 1980). Dari sudut proses belajar maka faktor kesadaran seperti yang disarankan oleh Healy adalah satu prestasi belajar yang sebelumnya melibatkan proses kompleks. Setelah berfikir dengan baik maka mereka akan memunculkan hasil pemikiran dalam bentuk tingkah laku. Penjelasan itu menyatakan bahwa semua wanita harus menyadari pentingnya nutrisi yang baik demi anak yang dikandungnya. Menurut French (1959) dan Gearheart (1980) anak-anak yang berbakat memiliki stabilitas emosi yang mantap sehingga mereka akan mampu mengendalikan masalah-masalah personal (Heward. 1980) kemudian mereka akan melakukan ekspedisi dan eksplorasi terhadap pengukuran saja. Sifat ini akan membuat anak berbakat. Rasa tanggung jawab mereka sangat tinggi serta mempunyai cita rasa humor yang tinggi pula. 1978). emosi dan sosialisasi sangat menentukan pencapaian hasil atau prestasi belajar dalam bentuk kesadaran. Karakteristik sosial yang dimiliki anak-anak berbakat ialah cakap mengevaluasi keterbatasan dan kelebihan yang dimiliki dirinya dan orang lain. kita dapat mengikuti penjelasan dari Jane Healy. 1980) Selain potensi intelegensi anak-anak berbakat memiliki keunggulan pada aspek psikologis yang lain. tampil bijaksana. pendekatan dan alat yang strategis sehingga diperoleh pemecahan masalah yang efisien dan efektif. . Cara menghadapi masalah Cara menghadapi masalah disini adalah keterlibatan seluruh aspek psikologis dan biologis setiap anak berbakat pada saat mereka berhadapan dengan masalah tersebut. dan dalam irama perkembangan kemajuan yang mantap (Swassing. 1980). mampu dengan cepat melakukan analisis (Sunan.

analisis. terencana dan terjadwal agar apa yang ada. Pertanyaan ini ditujukan pada diri sendiri atau orang lain (sebaya atau orang dewasa). 1983). Menangani Anak Berbakat Kemampuan dasar atau bakat luar biasa yang dimiliki seorang anak memerlukan serangkaian perangsang (stimulasi) yang sistematis. 1985. sintesis. anak berbakat pada dasarnya memiliki sistem syaraf pusat (otak dan spinal cord) yang prima. Heward. akademik dan sosial. Menurut Bloom kognitif tingkat tinggi meliputi berfikir aplikasi. Mereka menyukai cara-cara baru dalam mengerjakan sesuatu dan mempunyai ntens untuk berkreasi (Meyen. anak-anak berbakat sudah mampu membaca dan kemampuan ini berkembang terus secara konsisten (Swassing. psikologis. Mereka mampu melihat hubungan permasalahan itu secara komprehensif dan juga mengaplikasikan konsep-konsep yang kompleks dalam situasi yang kongkrit. Mereka mampu menggunakan perbendaharaan kata yang sudah maju (Ingram. Membiarkan seorang anak berkembang sesuai dengan azas kematangan saja akan menyebabkan perkembangan menjadi . 1959). yang dimiliki menjadi aktual dan berfungsi sebaik-baiknya. 1979). Karakteristik yang dimiliki anak berbakat dalam menghadapi masalah diantaranya: a). 1959). Oleh karena itu anak-anak berbakat dapat mencapai tingkat kognitif yang tinggi. 3.1980). Prestasi fisik yang dapat dicapai oleh anak-anak berbakat ialah mereka memiliki daya tahan tubuh yang prima serta koordinasi gerak fisik yang harmonis (French.Tingkah laku yang dimunculkan ialah mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara kritis. Mereka akan terpusat pada pencapai tujuan yang ditetapkan (Gearheart. Berdasarkan prestasi akademik. Anak berbakat mampu berjalan dan berbicara lebih awal dibandingkan dengan masa berjalan anak-anak normal (Swanson. b). Secara psikologis anak berbakat memiliki kemampuan emosi yang unggul dan secara sosial pada umumnya mereka adalah anak-anak yang populer serta lebih mudah diterima (Gearheart. 1978) 3. Dalam usia yang lebih muda dari anak-anak normal. evaluasi dan kognitif tingkat rendah terdiri dari berfikir mengetahui dan komprehensif. Prestasi Prestasi anak berbakat dapat ditinjau dari segi fisik. 1980) c). French. Mereka suka bekerja secara independent dan membutuhkan kebebasan dalam bergerak d).

yaitu mengenal anak. terealitas dan hasil akhir dari suatu perkembangan dicapai.tidak sempurna dan bakat-bakat luar biasa yang sebetulnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi tidak berfungsi. Pendidikan khusus yang direncanakan diberikan kepada anak-anak khusus (anak berbakat luar biasa). 2) Perlu ditekankan bahwa kurikulum pada pendidikan khusus hendaknya tidak terlepas dari kurikulum dasar yang diberikan untuk anak lain. jelas mempunyai tujuan mengaktualisasikan seluruh potensi yang dimiliki seorang anak agar bisa mencapai prestasi yang luar biasa. 2) Berbakat luar biasa hanya pada salah satu atau beberapa aspek. 3) Kurikulum khusus diarahkan agar perangsangan yang diberikan mempunyai pengaruh untuk menambah atau memperkaya program (enrichment program) dan tidak semata-mata untuk mempercepat (accelerate) berfungsi sesuai bakat luar biasa yang dimiliki. Faktor yang ada pada anak itu sendiri. bisa mengenai aspek kognitif atau aspek yang berhubungan dengan keterampilan-keterampilan khusus. Peran lingkungan sebagai pemicu rangsang sangat besar dalam ikut menentukan sampai di mana tahapan. Dalam usaha memberikan pendidikan khusus kepada anak berbakat perlu terlebih dahulu membedakan beberapa pengertian. sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pendidik. Dalam usaha mempengaruhi perkembangan anak untuk mengaktualisasikan seluruh potensi yang dimiliki agar berfungsi secara optimal terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar mencapai hasil yang diharapkan. ialah : a. Perbedaan hanya terletak pada penekanan dan penambahan sesuatu bidang sesuai dengan kebutuhannya dan tetap terpadu dengan kurikulum dasar. b. masyarakat dan pemerintah. Mengenali dalam arti mengetahui semua ciri khusus yang ada pada anak secara obyektif. Sedangkan aspek-aspek lain secara umum tergolong biasa saja. Faktor kurikulum yang meliputi: 1) Isi dan cara pelaksanaan yang disesuaikan dengan keadaan anak (Child centered) dan dengan sendirinya telah dilakukan identifikasi mengenai keadaan khusus yang ada pada anak secara obyektif. Kreativitas . yakni: 1) Berbakat luar biasa pada fungsi-fungsi yang berhubungan dengan proses informasi (kognitif) dan karena itu mempengaruhi aspek-aspek lain.

b. melayani dan mengamalkan pengetahuannya untuk kemajuan mesyarakat bangsa dan negara. Cara ini bisa dilakukan disetiap sekolahkarena anak berbakat mengikuti secara penuh acara di sekolah dan setelah itu memperoleh pelajaran tambahan dalam kelas khusus. yakni: 1) Model A Kelas biasa penuh ditambah kelas khusus (mini). baik disekolah. yang belum tentu sesuai seluruhnya bagi anak karena norma yang diikuti bukan norma dari anak berbakat itu sendiri. Pelaksanaan pendidikan anak berbakat a. Percepatan (akselerasi) Ada 2 cara melaksanakan percepatan ini yakni: 1) Meloncatkan anak pada kelas. maka mudah timbul perasaan tidak puas belajar bersama dengan anak-anak lain seumurnya.yang diarahkan agar tertanam sikap hidup yang mau mengabdi. Meskipun banyak aspek perkembangan lain pada anak ternyata memang lebih maju dari pada anak-anak seumurnya. Kecuali norma yang dipakai adalah norma dari kelas tinggi. Percepatan yang diberikan kepada anak berbakat untuk menyelesaikan bahan pelajaran dalam waktu yang lebih singkat sesuai dengan kemampuannya yang istimewa.kelas yang lebih tinggi (skipping). antara lain karena mempermudah timbulnya' masalahmasalah penyesuaian. Pada anak sendiri dikhawatirkan oleh para ahli akan timbul kesulitan dalam penyesuaian diri. Ada beberapa kemungkinan untuk melaksanakan ini. baik sosial maupun emosional karena terbatasnya hubungan-hubungan sosial dengan teman-teman sebayanya. akan tetapi cara percepatan dengan meloncatkan anak pada kelas-kelas yang yang lebih 'tinggi dianggap kurang baik. Pendidikan dalam kelompok khusus (special grouping segregation). Sesuai dengan keadaannya di mana usia mental (mental age) pada anak berbakat lebih tinggi dari usia sebenarnya (cronological age). Cara seperti ini oleh Samuel A. Kesulitannya ialah pengaturan administrasi sekolah yang meliputi pengaturanpengaturan tenaga pengajaran karena hams memberikan pelajaran secara individual kepada anak. . di rumah maupun di lingkungan sosialnya. 4. misalnya aspek sosial.

ia merasa bosan dan pada anak-anak yang masih kecil. misalnya pergaulan. yang cukup lama di kelas khusus (meskipun mungkin kelas mini) masih memperoleh kesempatan bersaing dengan teman-teman yangmempunyai potensi berbeda.Waktu belajarnya bertambah dan mata pelajaran dasar atau yang berhubungan dengan kemampuan khusus (misalnyamatematika) ditambah. Perlakuan istimewa oleh pihak sekolah dan guru-guru mudah menimbulkan perasaan harga diri yang berlebihan (superiority Complex) Karena dalam kenyataannya ia berada dalam kelas yang eksklusif. Kerugian pada anak sendiri ialah seperti pada model A yakni ketika berada di kelas bisatumbuh perasaan bosan dan mungkin mengganggu semua mata pelajaran adalahmudah akibat mudah tumbuhnya perasaan sombong dan terlalu percaya diri. kemungkinan mengganggu teman-temannya bertambah.kerugian pada anak ialah : a) Berkurangnya waktu untuk melakukan kegiatan lain yang diperlukan untuk memperkembangkan aspek kepribadiannya. 3) Model C Pada model ini semua anak berbakat dimasukan dalam kelas secara penuh. olah raga dan kesenian. 50%) dan ditambah dengan mengikuti kelas khusus. sehinga proses sosialisasi di sekolah menjadi berkurang. 60%. Kerugian akan terjadi pada anak-anak normal yang sebaya. Keuntungan lain ialah jumlah jam belajar. 2) Model B Pada model ini anak mengikuti kelas biasa tetapi tidak seluruhnya (bisa 75%. Jumlah jam pelajaran tetap dan hal ini menguntungkan anak sehingga ia masih mempunyai waktu untuk melakukan dalam mengembangkan aspek-aspek kepribadiannya. c) Di kelas biasa anak tidak terlatih bersaing dan bekerja keras untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Keuntungan pada model ini ialah mudah mengatur pelaksanaannya dan pada murid sendiri merasa ada persaingan dengan temantemannya yang seimbang kemampuannya dan jumlah pelajaran serta kecepatan dalam menyelesaikan suatu mata pelajaran bisa disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan anak. Kurikulum dibuat secara khusus demikian pula guru-gurunya. b) Pada waktu anak mengikuti kelas biasa. .

merupakan sekolah khusus yang hanya mendidik anak berbakat. Perkembangan aspek kepribadian sangat mengkhawatirkan karena kurangnya kemungkinan untuk mendefinisasikan aspek-aspek kepribadian seluas-luasnya. anak terlempar jauh dari lingkungan sosialnya dan menjadi anggota kelompok sosial khusus dan istimewa. .4) Model D Pada model ini. Dalam hal ini bisa dicapai melalui pergaulan yang luas dan bervariasi. ia akan mudah merasa sebagai anggota masyarakat dengan kelas dan tingkatan tersendiri dan sulit menyesuaikan diri. Tapi dari sudut anak banyak kerugiannya karena dengan mengikuti pendidikan sekolah khusus. nilai sebagai anggota masyarakat. Dari sudut administrasi sekolah jelas mudah diatur.

BAB III Kesimpulan dan komitmen 1. masukan dan tujuan (Raka Joni. dan pemerintah mengusahakan dan melaksanakan satu sistem pengajaran (pendidikan) nasional. 2. dapat dilihat secara sistematik meliputi program. fasilitas. Kesimpulan Pendidikan anak berbakat. yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. sebagaimana halnya pendidikan pada umumnya. Berdasarkan kenyataan yang universal dan alamiah bahwa manusia itu berbeda satu sama lain dalam berbagai hal. bakat. seperti dalam hal intelegensi. 1982). Tujuan pendidikan Indonesia tersirat dalam cita-cita bangsa Indonesia yang telah dirumuskan dalam falsafah hidup bangsa. Dan dikemudian hari siswa tersebut dapat mempergunakan bakatnya dalam dunia luar dan dunia kerja dengan baik . Komitmen Sebagai Konselor Saya sebagai konselor mempunyai komitmen bahwa saya akan berusaha mengetahui / mengenal bakat anak didik saya. kepribadian. guru. Dan saya akan kembangkan bakat tersebut sesuai dengan bakat masing-masing siswa. Sehingga siswa tersebut mampu mengasah dan mengetahui bakat yang sebenarnya yang ada pada dirinya. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 dinyatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak memperoleh pengajaran. kondisi jasmani dan sebagainya. Oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana menangani penyaluran berbagai perbedaan ini.

Moch.T.A. Jakarta: Depdikbud. Jakarta. 1972. . P. Bunga rampai anak-anak berbakat pembinaan dan pendidikannya. Soleh. Y. Persfektif pendidikan anak Gifted. Utami Munandar.C. Ichrom.php?option=com_content&task=view&id=42&Ite mid=78 S.Daftar Pustaka     http://www.santirama.id/index. Raja Grafindo Persada.sch. 1988.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful