Paradigma Baru dalam Terapi Cairan Maintenance Iyan Darmawan Medical Director CN Division PT Otsuka Indonesia iyan@ho.

otsuka.co.id Abstrak: Terapi cairan Maintenance bisa dianggap sebagai salah satu terapi pendukung yang penting bagi pasien rawat-inap. Jika tujuan terapi cairan resusitasi adalah memperbaiki gangguan hemodinamik, maka tujuan terapi cairan Maintenance adalah memelihara homeostasis pada pasien yang kurang asupan cairan per oral. Jadi, laju dan jenis cairan infus untuk kedua indikasi itu berbeda. Untuk resusitasi digunakan “cairan pengganti” seperti normal saline, ringer asetat/ringer laktat yang bersifat isotonik. Diberikan dengan jumlah besar dan kecepatan tinggi (20 -30 ml/kg/jam) cairan ini digunakan pada keadaan emergensi untuk menggantikan kehilangan akut..Pada keadaan-keadaan tertentu, cairan pengganti bisa juga digunakan untuk Maintenance, khususnya jika didapatkan hiponatremia (kadar Na+ < 135 mmol/L). Untuk pasienpasien yang hemodinamiknya masih bagus (tidak syok), cairan yang dipilih adalah cairan Maintenance (maintenance). Dulu cairan Maintenance diwakili oleh kombinasi NaCl 0.45% dengan dekstrosa 5% dan ditambahkan 20 mmol of K+ per L. Produk-produk siap-pakai juga sudah lama dikenalkan yakni larutanlarutan KAEN dan Larutan DGAA (larutan setengah Darrow). Larutan KAEN dan DGAA memiliki kandungan kalium yang cukup untuk memelihara kebutuhan homeostasis kalium. Sebagai contoh KAEN 3B (20 mEq/L) dan DGAA (17,5 mEq/L) memenuhi kebutuhan minimum 20-30 mEq/hari untuk pasien dewasa. Belum lama ini dengan dikembangkannya teknik canggih dual chamber oleh Otsuka Japan cairan Maintenance telah berevolusi dari sekedar mengandung elektrolit basal (Na dan K dll) juga dilengkapi dengan mikromineral, asam amino dan glukosa. Pendahuluan Sampai saat ini masih banyak persepsi di antara para klinisi terhadap terapi cairan,antara lain:: 1. Terapi cairan yang sebetulnya penting dianggap sebagai pelengkap terapi saja. Jika pasien bisa diselamatkan dari resusitasi, peran produk tersebut tidak terlalu ditonjolkan. Namun jika pasien mengalami penyulit, yang pertama disalahkan adalah produk cairan tersebut. 2. RL & Normal saline yang sebenarnya merupakan cairan pengganti, digunakan juga untuk indikasi Maintenance secara luas. 3. Memberikan 2 L D5 /hari dianggap wajar-wajar saja. Banyak dokter yang tidak mengetahui bahwa D5 tsb sebenarnya hanya air bebas dan bisa mengakibatkan atau memperberat hiponatremia. 4. Hipokalemia lebih mudah diatasi dibandingkan dicegah 5. Semua cairan yang mengandung asam amino dan glukosa adalah produk nutrisi. 6. Pasien yang terlihat kurus dengan BMI (body mass index) rendah dianggap memerlukan tinggi kalori dan protein, padahal sebelum sakitpun sering pasien sudah berada dalam keadaan homeostasis dengan asupan rendah *BMI = body mass index ( BB [kg] : TB [m]2 (Normal: 2024) I. RASIONALE UNTUK TERAPI CAIRAN MAINTENANCE Berbagai keadaan bisa dialami oleh pasien rawat-inap dan ini sering tidak disadari oleh dokter:  Mayoritas pasien sudah berada dalam keadaan dehidrasi moderat, namun hemodinamik masih baik. Pasien mungkin sudah berhari-hari di rumah dengan asupan air yang kurang dan ada demam tinggi. Demam tinggi ini menyebabkan peningkatan insensible water loss..  Cemas, depresi atau takut. Ini cenderung terjadi pada pasien-pasien yang sudah mencoba berobat ke sana kemari dan tidak kunjung sembuh.  Malaise atau letih (fatigue) mungkin merupakan alsan pasien dibawa ke rumah sakit.  Pasien tidak terbiasa dengan makanan rumah sakit

Ca .K . Tujuan terapi Maintenance bisa dirangkum sbb: 1. Karena zinc memacu deposisi kolagen pada jaringan yang rusak  Mengandung asam amino kualitas tinggi (diperkaya BCAA. tinggi EAA) untuk memacu sintesis protein  Glukosa untuk mempertahankan kadar gula normal( euglycemia) Produk yang bisa memenuhi kriteria tersebut adalah Aminofluid®. Mencegah gangguan elektrolit dan asam-basa. 3. 5. Mendukung terapi primer. Komposisi Aminofluid dibandingkan RL dan KAEN3B Komposisi Air Na+ K+ ClMg++ Ca++ P Zn Asam amino Glukosa Aminofluid® 2000 70 40 70 10 10 20 10 µmol AA 60 g 150 g ¥ KAEN3B® 2000 100 40 100 54 g Ringer’s lactate 2000 260 8 218 ASPEN guideline(2) 30-40 ml/kg/hari 1-2 mEq/kg/hari 1-2 mEq/kg*/hari sesuai kebutuhan 8-20 mEq/hari 10-15 mEq/hari 20-40 mEq/hari 2.Cl ) juga mengandung mikromineral (Mg . Memacu penyembuhan.8 g/kg/hariØ . Komposisi Aminofluid dan larutan Maintenance lain (KAEN3B) serta Ringer laktat diberikan di bawah: Tabel 1.5-5 g 0. 4. padahal pasien memerlukan dukungan meintenance untuk keadaan-keadaan tsb. 2. mudah dan aman diberikan + + ++ ++  DI samping elektrolit basal (Na . Apa ciri-ciri larutan maintenance yang unggul ?  Praktis. Informasi demikian sering luput dari pengamatan dokter. Membantu proses enzimatik & sintesis protein.    Asupan oral kurang karena pasien terlalu lemah untuk mengunyah dan lidah terasa pahit karena kering Jam makan yang kaku Anorexia (tidak napsu makan). Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit harian untuk homeostasis.P) yang dibutuhkan untuk metabolisme sel  Adanya zinc membantu penyembuhan jaringan. atau stres Kesadaran menurun. nausea (mual).

20-40 faktor dalam berbagai sistem enzim. yang merupakan bahan penting untuk penyembuhan dan perbaikan Ekskresi urin Aminofluid 7. Na+-K+ pump. sintesis protein dan kolagen. asam-basa dan aktivasi enzim tertentu P(mmol) 10-15 10 10 Esensial untuk metabolisme nutrien. pengaturan suhu. Esensial untuk metabolisme ATP. pembekuan darah. Bersama natrium dan kalsium memelihara irama jantung. Økebutuhan basal asam-aminopada pasien nonstressed. Bagian dari sistem dapar tubuh untuk mengatur asam-basa Bersama natrium memelihara osmolaritas cairan ekstrasel( ECF). Ca++(mEq) Pertumbuhan gigi dan tulang.pelumas ASPEN* (2) 30-40 ml/kg Aminofluid 2000 Na+(mEq) Bersama klorida mempertahankan 1-2 mEq/kg volume dan osmolaritas darah. Pertukaran oksigen dan CO2 di sel darah merah. mengatur muatan listrik di neuromuscular junction.dan mempengaruhi asam-basa Kepekaan neuromuskular (Neuromuscular excitability).Ko. Peran dan dosis anjuran diberikan pada Tabel 2: Table 2. larutan maintenance masa kini harus mengandung mikromineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Zinc perlu untuk pembentukan kolagen.6 10 micromol/hari micromol/L . pelarut. proses enzimatik dalam produksi energi sel.klor. Memelihara imbang cairan. Memelihara asam-basa. Komponen ATP.. seperti natrium. 20 Zinc merupakan trace element yang dikandung dalam Aminofluid Fungsi Zinc Memacu penyembuhan jaringan. kalium.Fungsi dan dosis anjuran air dan elektrolit Fungsi (3) Air(ml) Komponen sel dan kompartemen cairan tubuh lain. 8-20 Aktivitas neuromuskular. fungsi neuromuskular. ¥ protein-sparing effect Mengapa perlu mikromineral ? Di samping elektrolit basal. komponen getah lambung 1-2 mEq/kg 70 K+(mEq) 40 Cl-(mEq) sesuai kebutuhan untuk memelihara asam-basa 70 Mg++(mEq) Sangat penting untuk sistem enzim. Sekresi hormon paratiroid dan fungsi jantung.* kebutuhan basal untuk homeostasis K+ adalah 20-30 mEq/hari (10).

3. Dengan berkurangnya kadar serotonin. NPY bersifat prophagic. artinya jika dirangsang maka napsu makan akan meningkat. Gb A. 4.5. Leucine paling jelas efeknya dan berguna untuk sintesis protein. Ada dua sistem di hipotalamus.jaringan. Jika melanocortin dirangsang maka akan terjadi anorexia (tidak napsu makan. Pada banyak penyakit konsumsi BCAA meningkat. isoleucine dan valine merupakan asam amino rantai cabang dan merupakan asam amino yang terbanyak diteliti. Zinc juga memiliki aktivitas imunitas seluler. Prekursor (zat pendahulu) dalam sintesis glutamine dan alanine pada otot rangka.8): 1.6. Dibutuhkan untuk metabolisme nutrien dan sintesis asam nukleat (DNA and RNA) Mengapa dalam larutan Maintenance ada BCAA (branch-chained amino acids) ? Leucine. . 2. Interaksi kedua sistem inilah yang mengatur imbang asupan dan pemakaian energi.7. BCAA meningkatkan napsu makan dengan menghambat masuknya triptofan (prekursor serotonin) ke dalam susunan saraf pusat. Melanocortin (Pro-opiomelanocortin) merupakan sistem saraf serotoninergik.. Kebalikannya. Ini telah diteliti pada sepsis dan luka bakar. dan dibuktikan memiliki efek farmakologis (4. Ini diikuti dengan peningkatan napsu makan (diperlihatkan pada gambar C di bawah). maka perangsangan sistem melanokortin akan berkurang di hipotalamus.

Ada bukti bahwa peningkatan tgriptofan di otak akan menyebabkan rasa letih( central fatigue). Serotonin berasal dari triptofan. sitokin akan diproduksi oleh sel darah putih. disusul dengan penurunan serotonin. Triptofan masuk ke dalam sistem saraf pusat melalui saluran yang sama dengan BCAA.valine) akan memblok masuknya triptofan.Gb B. Kemudian napsu makan akan meningkat. Pada sepsis rasio BCAA(Branched chain amino acids) : AAA (aromatic amino acids) akan menurun 6. Pada banyak penyakit sistemik. isoleucine. Efek perangsangan ini adalah anoreksia. dan ini akan merangsang pembentukan serotonin dan merangsang melanocortin. Jadi triptofan bersaing dengan BCAA. Pasien yang selamat dari sepsis ternyata memiliki kandungan BCAA lebih tinggi daripada yang . 5. Pemberian BCAA (leucine. Gambar C.

Sebaliknya kandungan yang menjadi prioritas dari nutrisi parenteral adalah kandungan asam amino atau NPC (nonprotein calories baik sebagai karbohidrat atau lipid). Namun sebaiknya dipilih vena yang lebih proksimal (basilica. BUN. dosis maintenance minimum dewasa untuk homeostasis bisa dipenuhi dengan 20-30 mEq hari. III.cephalic atau median cubital) karena tingginya insiden flebitis jika digunakan vena punggung tangan. terapi pendukung sifatnya adalah membantu terapi primer. CARA MEMBERIKAN LARUTAN MAINTENANCE    Tempat kanula: larutan yang mengandung osmolaritas kurang dari 900 mOsm/L bisa diberikan melalui vena tepi. idealnya diperiksa panel elektrolit dan metabolik (Na+. Pada kasus yang cukup serius atau berat paling tidak harus diperiksa Na+ .Cl-. BCAA memacu aliran darah ke otak II. jika komponen air dan elektrolit (dalam konsentrasi moderat) sebagai unsur dominan sedangkan kandungan asam amino dan glukosa menyediakan sekedar kebutuhan basal untuk homeostasis dan bukan untuk replesi protein dan energi. BAGAIMANA LARUTAN MAINTENANCE BERBEDA DENGAN NUTRISI PARENTERAL ? Walaupun tidak ada definisi yang tegas di dalam kepustakaan. Bila tersedia fasilitas lab.meninggal 7. berdasarkan kepentingan dari konstituen larutan infus.K+. napsu makan dan aktivitas sehari-hari (lihat lampiran) V.HCO3-. kita bisa mengkategorikan suatu produk sebagai larutan maintenance. dan kalium 10 mEq per jam. creatinine) (11) sebelum memberikan cairan. Bila dianggap perlu. Laju pemberian umumnya 20 tetes per menit (drip makro). IV. bisa digunakan sistem skoring untuk gejala-gejala subyektif yaitu skor fatigue. MONITORING DAN KOMPLIKASI POTENTIAL Monitoring adalah hal terpenting dalam terapi cairan MAINTENANCE. (10) Obat suntik tidak boleh dioplos ke dalam Aminofluid karena bisa meningkatkan osmolaritas dan mengganggu kestabilan komposisi. Untuk mengevaluasi manfaat terapi secara holistik. obat suntik bisa diberikan dengan piggy bag (untuk drip kontinyu) atau via stop cork (jika bolus) sementara aliran infus primer dihentikan. glucose. Pada dewasa laju maksimum pemberian glukosa adalah 4 mg/kg/minute (9). Pasien usia lanjut lebih rentan terhadap flebitis dibandingkan dewasa muda. Walaupun anjuran asupan kalium harian adalah 1-2 mEq/kg. CARA MENILAI MANFAAT TERAPI SUPORTIF Keberhasilan dan kegagalan terapi tidak bisa dilakukan oleh suatu terapi tunggal. Namun perlu diperhatikan kandungan glukosa dan kalium dari setiap larutan infus.

uap air dari hembusan napas dalam hidung. KAEN) atau produk nutrisi parenteral. Hipokalemia banyak dijumpai pada pasien rawat-inap dan bisa dicegah. melawan letih dan meningkatkan napsu makan. misalnya melalui keringat yang menguap. ditambah ekskresi/pembuangan harian kelebihan zat terlarut (urea.dan K+. menjadi formulasi praktis. (OTSUKA) Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan Anak Sehat? Anak sehat dengan asupan cairan normal. tidak tepat jika cairan dengan natrium tinggi (misal NS) diberikan kepada pasien dengan hipernatremia (12). . tanpa memperhitungkan kebutuhan cairan yang masuk melalui mulut. Bilamana perlu. serta memacu penyembuhan  Peranan BCAA (Leucine. dan dari feses/tinja). RL.36 % hypokalemia on Discharge 45 52.amino. VI.asam. NS. Pentingnya kalium terungkap dari laporan tentang prevalensi hipokalemia di beberapa rumah sakit. Larutan pengganti mengandung 4 mEq/L of K+ (Ringer’s lactate) or 0 mEq of K+ (Normal Saline) Chief Investigator Centre No of patients % hypokalemia on admission 28 22.glukosa dan mikromineral dalam kemasan canggih dual-chamber  Tujuan terpenting dari terapi cairan Maintenance adalah mengoreksi homeostasis. RL. elektrolit. larutan Maintenance bisa digabung dengan larutan pengganti (Asering.lengkap elektrolit.9 36.91 Untung Sudomo (13) Djoko Widodo (14) Nasronudin (15) RSPAD RSCM RS Sutomo 100 105 110 Hiperkalemia bisa diinduksi dan atau diperberat jika larutan yang mengandung kalium diberikan kepada pasien oliguria (vol urine < 400 ml/24 jam) atau anuria (<100 ml/24 jam). memperbaiki KU. di mana pasien-pasien hanya diberikan larutan pengganti selama perawatan. dll) dalam urin/air seni yang osmolaritasnya/kepekatannya sama dengan plasma darah. Di lain pihak. membutuhkan sejumlah cairan yang disebut dengan “maintenance”. Normal saline) atau produk nutrisi parenteral. Cairan maintenance adalah volume (jumlah) asupan cairan harian yang menggantikan “insensible loss” (kehilangan cairan tubuh yang tak terlihat. Tidak sesuai untuk memberikan cairan natrium rendah (hipotonik) ke pasien dengan hiponatremia (1) . bukan produk nutrisi parenteral atau hypocaloric feeding  Bila dipandang perlu Aminofluid bisa dikombinasi dengan larutan elektrolit lain (RA. kreatinin.4 50. Isoleucine dan Valine) semakin banyak diketahui  Temuan terakhir mengesankan bahwa BCAA bisa meningkatkan napsu makan dan memacu sintesis protein di otot rangka  Aminofluid tidak ditujukan untuk replesi energi dan protein  Aminofluid adalah larutan Maintenance masa kini. KESIMPULAN  Terapi suportif yang baik akan memacu penyembuhan pasien  Terapi cairan Maintenance telah berevolusi dari sekedar memberikan air dan elektrolit basal dalam kemasan tunggal.

Gastroenteritis akut disebabkan oleh infeksi pada saluran cerna (gastrointestinal). Cairan yang digunakan untuk infus maintenance anak sehat dengan asupan cairan normal adalah: NaCl 0. : 1. muntah. maka makan/minum dan menyusui diteruskan sesuai permintaan anak (merasa haus). namun jika tidak ditangani dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang bisa mengancam nyawa. demam. Prinsip utama penatalaksanaan gastroenteritis akut adalah menyediakan cairan untuk mencegah dan menangani dehidrasi. mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung 3. namun produksi urin normal. rehidrasi (mengembalikan cairan tubuh).45% dengan Dekstrosa 5% + 20mmol KCl/liter Penyalahgunaan cairan infus yang banyak terjadi adalah dalam penanganan diare (gastroenteritis) akut pada anak. lidah) agak kering Dehidrasi Sedang (5-10%)  Turgor (kekenyalan) kulit berkurang  Mata cekung  Permukaan lapisan lendir sangat kering  Ubun-ubun depan mencekung Dehidrasi Berat (>10%) Tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah:  Denyut nadi cepat dan isinya kurang (hipotensi/tekanan darah menurun)  Ekstremitas (lengan dan tungkai) teraba dingin  Oligo-anuria (produksi urin sangat sedikit. Perhitungan berikut memperkirakan kebutuhan cairan maintenance anak sehat berdasarkan berat bdan dalam kilogram (kg). “maintenance” Penilaian Derajat Dehidrasi (dinyatakan dalam persentase kehilangan berat badan) Tanpa Dehidrasi: diare berlangsung. Dehidrasi yang diakibatkan sering membuat anak dirawat di RS. Pemberian cairan infus banyak disalahgunakan (overused) di Unit Gawat Darurat (UGD) karena persepsi yang salah bahwa jenis rehidrasi ini lebih cepat menangani diare. Terapi cairan yang diberikan harus mempertimbangkan tiga komponen berdasarkan penilaian derajat dehidrasi yang terjadi. ditandai adanya diare dengan atau tanpa mual. terutama oleh virus.Kebutuhan cairan maintenance anak berkurang secara proporsional seiring meningkatnya usia (dan berat badan). sampai koma Penggantian Cairan pada Anak dengan Gastroenteritis Derajat dehidrasi (persentase Cairan Rehidrasi Oral (CRO) Cairan intravena/infus kehilangan berat badan/BB) 50 ml/kg BB dalam 3 – 4 jam Tidak direkomendasikan Ringan (< 5%) 100 ml/kg BB dalam 3 – 4 jam Tidak direkomendasikan Sedang (5 – 10%) 100 – 150 ml/kg BB dalam 3 – 4 20 ml /kg. kadang tidak ada). dan nyeri perut. 2. Dehidrasi Ringan (< 5%)  Kotoran cair (watery diarrhea)  Produksi urin (air seni) berkurang  Senantiasa merasa haus  Permukaan lapisan lendir (bibir. Bolus dalam satu jam Berat ( > 10%) jam (jika masih mampu minum (NaCl atau RL) CRO) Kehilangan BB berlanjut 10 ml/kg setiap habis BAB atau 10 ml/kg setiap habis BAB atau . dan mengurangi lama perawatan di RS. Penyakit ini umumnya sembuh dengan sendirinya (self-limiting).

Widodo Sarono On Anestesi JENIS-JENIS CAIRAN INFUS ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut. Terapi rehidrasi (pemberian cairan) oral (oral rehydration therapy) seperti oralit dan Pedialyte® terbukti sama efektifnya dengan cairan infus pada diare (gastroenteritis) dengan dehidrasi sedang. 2. luka bakar. meningkatkan (mengembalikan) berat badan anak. Pengawasan (Monitoring) 1. dan sekali sehari sesudahnya. syok.muntah muntah American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian CRO dalam penatalaksanaan diare (gastroenteritis) pada anak dengan dehidrasi derajat ringan-sedang. RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus . 3. Sebuah studi lain juga menyimpulkan CRO menangani dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan asidosis (keasaman darah meningkat) lebih cepat dan aman dibandingkan cairan infus. Keuntungan tambahan lain adalah waktu yang dibutuhkan untuk memberikan terapi CRO ini lebih cepat dibandingkan dengan harus memasang infus terlebih dahulu di Unit Gawat Darurat (UGD) RS. Hasil penelitian ini meyarankan cairan rehidrasi oral menjadi terapi pertama pada anak diare di bawah 3 tahun dengan dehidrasi sedang. Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur berat badannya. syok hemoragik. apakah pemberian cairan melalui infus (intravenous fluids) mempercepat pemulihan dibandingkan dengan cairan rehidrasi oral (oral rehydration therapy/solution/CRO/oralit)? Ternyata pemberian cairan infus tidak mempersingkat lamanya penyakit. Penggunaan cairan infus hanya dibatasi pada anak dengan dehidrasi berat. pasien yang diterapi dengan CRO sedikit yang masuk perawatan RS. Penelitian lain menunjukkan keuntungan lain oralit pada diare dengan dehidrasi ringan-sedang adalah mengurangi lamanya diare. dan efek samping lebih minimal dibandingkan cairan infus. trauma. periksa kadar elektrolit dan glukosa 4 – 6 jam setelah pemasangan. dehidrasi berat. Bagi anak yang tampak sakit.Sebuah penelitian meta analisis internasional yang membandingkan CRO (oralit) dengan cairan intravena/infus pada anak dengan derajat dehidrasi ringan sampai berat menunjukkan bahwa CRO mengurangi lamanya perawatan di RS sampai 29 jam. Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur kadar elektrolit dan glukosa serum sebelum pemasangan infus. Pada anak dengan muntah dan diare akut. dan bahkan mampu menimbulkan efek samping dibandingkan pemberian oralit. Komposisi: Setiap liter asering mengandung:  Na 130 mEq  K 4 mEq  Cl 109 mEq  Ca 3 mEq  Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan:  Asetat dimetabolisme di otot. demam berdarah dengue (DHF). dan kemudian sekali sehari. 6 –8 jam setelah pemberian cairan. dan 24 jam setelahnya. dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati  Pada pemberian sebelum operasi sesar. dan ketidakmampuan minum lewat mulut. Bahkan dalam analisis penatalaksanaan. Diposkan oleh dr.

dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral KA-EN 1B Indikasi:  Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui. pada keadaan asupan oral terbatas  Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)  Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A  Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B KA-EN MG3 Indikasi :  Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal  Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml):  Na 30 mEq/L  K 0 mEq/L  Cl 20 mEq/L  Laktat 10 mEq/L  Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi:  Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun  Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia  Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi:  Na 30 mEq/L . sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi:  Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian. penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA. misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai.   Pada kasus bedah. asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran Mempunyai efek vasodilator Pada kasus stroke akut. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak  Bayi prematur atau bayi baru lahir. pada keadaan asupan oral terbatas  Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)  Mensuplai kalium 20 mEq/L  Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L KA-EN 4A Indikasi :  Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak  Tanpa kandungan kalium. demam)  < 24 jam pasca operasi  Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV.

misal diare  Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum. insufisiensi adrenokortikal.    K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37. stres berat dan defisiensi protein  Dosis: 0. trauma dan pasca operasi)  Stres metabolik sedang  Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) PAN-AMIN G Indikasi:  Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan  Nitrisi dini pasca operasi  Tifoid .3 gr/kg BB/jam  Mengandung 400 kcal/L AMIPAREN Indikasi:  Stres metabolik berat  Luka bakar  Infeksi berat  Kwasiokor  Pasca operasi  Total Parenteral Nutrition  Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit AMINOVEL-600 Indikasi:  Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI  Penderita GI yang dipuasakan  Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar.5 gr/L Otsu-NS Indikasi:  Untuk resusitasi  Kehilangan Na > Cl. infeksi berat. luka bakar) Otsu-RL Indikasi:  Resusitasi  Suplai ion bikarbonat  Asidosis metabolik MARTOS-10 Indikasi:  Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik  Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor.

Cairan Isotonik Cairan isotonik terdiri dari cairan garam faali (NaCl 0. kira-kira 2 meq untuk metabolisme 100 kalori. Cairan ini cukup efektif sebagai cairan resusitasi dan waktu yang diperlukanpun relatif lebih pendek dibanding dengan cairan koloid. cairan sinovial. Cairan interstitial berperan sebagai bufer pada perubahan volume plasma. Oleh karena itu penggunaannya ditujukan kepada kehilangan cairan intraseluler seperti pada dehidrasi kronik dan pada kelainan keseimbangan elektrolit terutama pada keadaan hipernatremi yang disebabkan oleh kehilangan cairan pada diabetes insipidus. Peristiwa ini dikenal dengan infus internal. Cairan kristaloid adalah cairan yang mengandung air.2. cairan digestif. kalium. Sedangkan cairan koloid yaitu cairan yang BM nya tinggi.1.8 3. ringer laktat dan plasmalyte. sedangkan air ekstrasel lebih sedikit. asam lemak dan asam amino. Untuk membentuk panas. klorida dan bikarbonat dalam jumlah yang banyak dan juga mengandung nutrisi untuk sel seperti oksigen. edema perifer dan mengurangi jumlah cairan yang dibutuhkan. Terdapat juga bahan ekskresi seperti karbon dioksida yang nantinya dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan dan produk selular lain yang diekskresikan melalui ginjal. Ketiga jenis cairan ini efektif untuk meningkatkan isi intravaskuler yang adekuat dan diperlukan jumlah cairan ini 4x lebih besar dari kehilangannya. Air ekstraselular terdiri dari plasma.2. magnesium dan fosfat dalam jumlah yang banyak dimana berbeda dengan cairan ekstraselular yang mengandung banyak ion natrium dan klorida. Oleh karena itu pemberian natrium hipertonik akan menarik cairan intraseluler ke dalam ekstra seluler.4 Cairan intraselular terdiri dari ion-ion kalium. Cairan ini tidak dapat digunakan sebagai cairan resusitasi pada kegawatan. contohnya NaCl 3% .7. Contohnya dextrosa 5% 2.3.Untuk setiap kenaikan suhu badan 1o diatas 37oC harus ditambah 12 % dari jumlah cairan yang telah diperhitungkan untuk rumus tersebut. metabolisme 100 kalori memerlukan 150 ml air. kalsium dan sebagainya.4 Cairan extra seluler mengandung ion-ion natrium. Kebutuhan mineral seperti natrium.8 3.dan hipertonik terhadap cairan plasma.Cairan Hipotonik Cairan ini didistribusikan ke ekstraseluler dan intraseluluer.1 Cairan Kristaloid Cairan kristaloid terdiri dari: 1. Cairan ini bermanfaat untuk luka bakar karena dapat mengurangi edema pada luka bakar. yaitu hanya 20-25 % dari berat badan. glukosa. Cairan Hipertonik Cairan ini mengandung natrium yang merupakan ion ekstraseluler utama. Cairan ini bisa isotonik. hipotonik. JENIS CAIRAN INTRAVENA PADA BEBERAPA PENYAKIT ANAK 3.2 Komposisi Cairan Tubuh Air tubuh terdapat didalam (intra) dan diluar (ekstra) sel. Disamping itu cairan natrium hipertonik mempunyai efek inotropik positif antara lain memvasodilatasi pembuluh darah paru dan sistemik. cairan pleural dan peritoneal. elektrolit dan atau gula dengan berbagai campuran. Darrow menganjurkan cara perhitungan jumlah kalori dan cairan untuk rumat (maintanance) sebagai berikut :2 Neonatus 50 kal/kgBB/hari Berat badan 3-10 kg 70 kal/kgBB/hari Berat badan 10-15 kg 55 kal/kgBB/hari Berat badan 15-25 kg 45 kal/kgBB/hari Kebutuhan cairan tergantung pada metabolisme kalori. Air intrasel merupakan 35-40% dari berat badan orang sehat. intraokular.1 Jenis-Jenis Cairan Intravena Umumnya terapi cairan yang dapat diberikan berupa cairan kristaloid dan koloid atau kombinasi keduanya. cairan interstitial dan cairan transelular.Cairan transelular terdiri dari cairan serebrospinal. 2.9%). 5 Di Indonesia umumnya masih digunakan berat badan sebagai dasar perhitungan jumlah bahan yang diperlukan oleh tubuh.

Laktat dimetabolisme menjadi piruvat kemudian dikonversi menjadi CO2 dan H2O (80% dikatalisis oleh enzim piruvat dehidrogenase) atau glukosa (20% dikatalisis oleh piruvat karboksilase). Albumin merupakan protein serum utama dan berperan 80% terhadap tekanan onkotik plasma.9% dengan Glukosa 5 %. Terdiri dari 2 jenis yaitu: 1. Cairan ini diberikan pada dehidrasi berat karena diare murni dan demam berdarah dengue. Hal ini karena factor aktivator prekalkrein yang cukup tinggi dan disamping itu harganya pun lebih mahal dibanding dengan kristaloid. Albumin eksogen ada 2 jenis yaitu human serum albumin. Kalium 4 mEq/l. 100 gr/liter . Cairan ini lebih cepat mengoreksi keadaan asidosis metabolik dibandingkan Ringer Laktat. sedangkan laktat di dalam hati. Klorida 109 mEq/l. Laktat pada larutan ini dimetabolisme di dalam hati dan sebagian kecil metabolisme juga terjadi dalam ginjal. yang digunakan sebagai cairan pengganti dan dianjurkan sebagai awal untuk penatalaksanaan hipovolemia yang disertai dengan hiponatremia. Asetat akan dimetabolisme menjadi bikarbonat dengan cara asetat bergabung dengan ko-enzim A untuk membentuk asetil ko-A.000 sampai dengan 69. Cairan ini bisa mengganti pemakaian Ringer Laktat. Albumin endogen merupakan protein utama yang dihasilkan dihasilkan di hati dengan BM antara 66. • Glukosa 5%.9 Glukosa 5% digunakan pada keadaan gagal jantung sedangkan Glukosa 10% dan 20% digunakan pada keadaan hipoglikemi . Pada keadaan syok. • NaCl 0. gagal ginjal akut dengan anuria dan gagal ginjal akut dengan oliguria . Albumin endogen. Klorida 109 mEq/l. Cairan ini digunakan pada demam berdarah dengue dan renjatan kardiogenik juga pada sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium seperti asidosis diabetikum. Pada anak dan bayi sakit penggunaan NaCl biasanya dikombinasikan dengan cairan lain.Hal ini disebabkan karena peningkatan tekanan onkotik plasma.8 2. Albumin 25% bila diberikan intravaskuler akan meningkatkan isi intravaskuler mendekati 5x jumlah yang diberikan.. Cairan ini digunakan untuk mengatasi kehilangan cairan ekstra seluler yang akut. terdiri dari 584 asam amino.8 Albumin ini tersedia dengan kadar 5% atau 25% dalam garam fisiologis. Albumin eksogen. Kalsium 3 mEq/l dan Asetat 28 mEq/l.Beberapa contoh cairan kristaloid : • Ringer Laktat (RL) Larutan yang mengandung konsentrasi Natrium 130 mEq/L. dehidrasi atau DSS pemberiannya bisa diguyur.8 Komplikasi albumin adalah hipokalsemia yang dapat menyebabkan depresi fungsi miokardium. sedangkan laktat 100 mEq/jam. Peningkatan ini menyebabkan translokasi cairan intersisial ke intravaskuler sepanjang jumlah cairan intersisial mencukupi. 200 gr/liter. insufisiensi adrenokortikal dan luka bakar. Metabolisme ini akan terganggu pada penyakit yang menyebabkan gangguan fungsi hati. hipokloremia atau alkalosis metabolik. karena asetat dimetabolisir di dalam otot. albumin eksogen yang diproduksi berasal dari serum manusia dan albumin eksogen yang dimurnikan (Purified protein fraction) dibuat dari plasma manusia yang dimurnikan. Kalsium 3 mEq/l dan Laktat 28 mEq/L. 10% dan 20% Larutan yang berisi Dextrosa 50 gr/liter . Kedua proses ini akan membentuk HCO3. reaksi alegi terutama pada jenis yang dibuat dari fraksi protein yang dimurnikan.8 . 3. seperti NaCl 0. reaksi ini dikatalisis oleh asetil ko-A sintetase dan mengkonsumsi ion hidrogen dalam prosesnya. Laju metabolisme asetat 250 – 400 mEq/jam.000. • Ringer Asetat Cairan ini mengandung Natrium 130 mEq/l. Penurunan kadar Albumin 50 % akan menurunkan tekanan onkotik plasmanya 1/3nya.9% Cairan fisiologis ini terdiri dari 154 mEq/L Natrium dan 154 mEq/L Klorida. Sejauh ini Ringer Laktat masih merupakan terapi pilihan karena komposisi elektrolitnya lebih mendekati komposisi elektrolit plasma. Kalium 4 mEq/l.2 Cairan Koloid Jenis-jenis cairan koloid adalah : • Albumin.1.

8 Pemberian dextran untuk resusitasi cairan pada syok dan kegawatan menghasilkan perubahan hemodinamik berupa peningkatan transpor oksigen.000). dextran 70 mempunyai BM 70.Larutan ini digunakan pada sindroma nefrotik dan dengue syok sindrom • HES (Hidroxy Ethyl Starch) Senyawa kimia sintetis yang menyerupai glikogen.1.9 Cairan ini digunakan pada diare dengan komplikasi. Kedua jenis gelatin ini punya efek volume expander yang baik pada kegawatan. Komplikasi antara lain payah ginjal akut.5 mEq/L.5 mEq/L. reaksi anafilaktik dan gangguan pembekuan darah.Tersedia dalam bentuk larutan 6% dalam garam fisiologis. Dihasilkan oleh bakteri Leucomostoc mesenteriodes yang dikembang biakkan di media sucrose. Dextran ini lebih lambat dieksresikan dibandingkan dextran 40. BM bervariasi dari beberapa ribu sampai jutaan Dalton. Pengikatan cairan intravasuler melebihi jumlah cairan yang diberikan oleh karena tekanan onkotiknya yang lebih tinggi. Molekul kecil ini difiltrasi cepat oleh ginjal dan dapat memberikan efek diuretik ringan.9 % dengan perbandingan 1:1 digunakan pada bronkopneumoni dengan dehidrasi oleh karena intake kurang9 • Cairan G:B 4:1 Larutan yang terdiri dari glukosa 5% dan Natrium Bikarbonat 1. Cairan ini digunakan sebagai cairan rumatan pada penyakit bronkopneumonia.000-125.8 3. sediaannya terdapat dalam konsentrasi 6% dalam garam fisiologis. Ada 2 jenis dextran yaitu dextran 40 dan 70.8 • Gelatin Cairan ini banyak digunakan sebagai cairan resusitasi terutama pada orang dewasa dan pada bencana alam.5 % yang merupakan campuran dari 500 cc Glukosa 5% dan 25 cc Natriun Bikarbonat 8.8 Pada penelitian klinis dilaporkan bahwa HES merupakan volume ekspander yang cukup efektif.4%. Sebagian kecil dapat menembus membran kapiler dan masuk ke ruang intersisial dan sebagian lagi melalui sistim limfatik kembali ke intravaskuler.000 tersedia dalam konsentrasi 10% dalam garam fisiologis atau glukosa 5%.8 •Dextran Campuran dari polimer glukosa dengan berbagai macam ukuran dan berat molekul. Komplikasi yang sering terjadi adalah reaksi anafilaksis. • Cairan Natrium Bicarbonat (Meylon) .8 Dextran 40 mempunyai BM 40. dextrosa anhidrat 50 gr/L. Komplikasi yang dijumpai adalah adanya gangguan mekanisme pembekuan darah.Modified Fluid Gelatin (MFG) 2. status asmatikus dan bronkiolitis. Cairan ini digunakan pada neonatus yang sakit • Cairan DG Cairan ini terdiri dari Natriun 61 mEq/L.9 •Cairan 2a Larutan yang terdiri dari glukosa 5% dan NaCl 0. salah satu cabang polimer glukosa. Cairan ini digunakan pad penyakit sindroma nefrotik dan dengue syok sindrom. Natrium 150 mmol/L dan klorida 150 mmol/L. Efek intarvaskulernya dapat berlangsung 3-24 jam. Cairan ini mengandung partikel dengan BM beragam dan merupakan campuran yang sangat heterogen. Tekanan onkotiknya adalah 30 mmHg dan osmolaritasnya 310 mosm/l. Hal ini terjadi bila dosisnya melebihi 20 ml/ kgBB/ hari.5 gr/L. Dextrose 37. Klorida 38. Urea Bridged Gelatin (UBG) Kedua cairan ini punya BM 35.000 (25. Terdapat 2 bentuk sediaan yaitu: 1.000.9 % dengan perbandingan 1 : 1 yang terdiri dari dextrosa monohidrat 55gr/L. Oleh karena itu dextran 70 lebih efektif sebagai volume ekspander dan merupakan pilihan terbaik dibadingkan dengan dextran 40. Kalium 18mEq/L serta Laktat 27 mEq/L dan Klorida 52 mEq/L serta Dextrosa 25 g/L. Cairan ini digunakan pada diare dengan komplikasi dan bronkopneumoni dengan komplikasi. HES dibentuk dari hidroksilasi aminopektin.3 Cairan Kombinasi • KaEn 1 B (GZ 3 : 1) Larutan yang mengandung Natrium 38. Sedangkan campuran glukosa 10% dan NaCl 0.

•Cairan G:Z 4:1 Cairan yang terdiri dari 4 bagian glukosa 5-10% dan 1 bagian NaCL 0. dehidrasi sedang kehilangan cairan sekitar 6-9% BB dan dehidrasi berat kehilangan cairan berkisar 10% atau lebih BB. Kebutuhan air dan elektrolot sebagai terapi dapat dibagi atas 3 kategori: 1. Kehilangan cairan melalui pernafasan dan kulit disebut Insesible Water Losses (IWL). atau 1:1 yang disesuaikan dengan kebutuhan dengan menambahkan larutan KCl 2 mEq/kgBB. Kebutuhan cairan untuk terapi rumatan dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan C diatasaktifitas terutama IWL oleh karena itu setiap kenaikan suhu 1 C kebutuhan cairan ditambah 12%. parasentesis dan lainnya. 2. Biasanya kehilangan cairan yang menyebabkan dehidrasi ini disebabkan oleh diare.9 Sediaan dalam bentuk flakon sebanyak 25 ml dengan konsentrasi 8.4% ( 84 mg/ml) •Cairan RLD Cairan yang terdiri dari I bagian Ringer laktat dan 1 bagian Glikosa 5% yang bisa digunakan pada demam berdarah dengue . Terapi pengganti kehilangan cairan yang masih tetap berlangsung ( Concomitant water losses=CWL). Kebutuhan cairan pengganti rumatan ini dihitung berdasarkan kg BB. muntah-muntah akibat stenosis pilorus. Kehilangan cairan ini bisa terjadi melalui muntah dan diare yang masih tetap berlangsung. Jumlahnya berkisar antara 5-15% BB.2 Prinsip Terapi Cairan Terapi cairan merupakan salah satu aspek terpenting dari perawatan pasien. Terapi pemeliharaan atau rumatan Sebagai pengganti cairan yang hilang melalui pernafasan. 3:1. urin dan tinja ( Normal Water Losses = NWL). 3. Terapi defisit. konsentrasi elektrolit dan kelainan metabolik yang ada. Sebaliknya IWL akansuhu tubuh 37 menurun pada keadaan menurunnya aktivitas seperti dalam keadaan koma dan keadaan hipotermi maka kebutuhan cairan rumatan harus dikurangi 12% C dibawah suhu tubuh normal. Berdasarkan PWL ini derajat dehidrasi dibagi atas ringan yaitu kehilangan cairan sekitar 3-5% BB. . 3. Pemilihan cairan sebaiknya berdasarkan atas status hidrasi pasien.Cairan ini mengandung natrium 25 mEq/25ml dan bicarbonat 25 mEq/25ml. pengisapan lendir. kulit. kesulitan pemasukan oral dan asidosis karena diabetes. Cairan ini digunakan pada keadaan asidosis akibat defisit bicarbonat. Jumlah kehilangan CWL ini diperkirakan 25 ml/kgBB/24 jam untuk semua umur. Secara sederhana tujuan terapi cairan dibagi atas resusitasi atau pengganti yaitu untuk mengganti kehilangan cairan akut dan rumatan untuk mengganti kehilangan harian.9% 4:1 . Cairanpada setiap penurunan suhu 1 intravena untuk terapi rumatan ini biasanya campuran Dextrosa 5% atau 10% dengan larutan NaCl 0. Sebagai pengganti air dan elektrolit yang hilang secara abnormal (Previous Water Losses=PWL) yang menyebabkan dehidrasi.9% yang bisa digunakan pada dehidrasi berat karena diare murni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful