KRITERIA DIAGNOSTIK ASPERGER

By yudhakasman

KRITERIA DIAGNOSTIK Dahulu para peneliti membuat kriteria diagnosis gangguan Asperger sendiri yaitu: kriteria diagnostik Wing (1981), Gillberg and Gillberg (1989), Szatmari dkk (1989), kriteria diagnostik ICD 10 (1990), kriteria diagnostik DSM IV(13,40). Sekarang ICD 10 dan DSM IV digunakan sebagai kriteria diagnosis. Kriteria diagnosis Gangguan Asperger menurut DSM IV:
1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, seperti yang ditunjukkan oleh sekurangnya dua dari berikut :

- Ditandai gangguan dalam penggunaan perilaku nonverbal multipel seperti tatapan mata, ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerak-gerik untuk mengatur interaksi sosial. - Gagal mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sesuai menurut tingkat perkembangan. -Gangguan untuk secara spontan membagi kesenangan, perhatian atau prestasi dengan orang lain (seperti kurang memperlihatkan, membawa atau menunjukkan obyek yang menjadi perhatian orang lain). -Tidak adanya timbal balik sosial dan emosional. 2.Pola perilaku, minat dan aktivitas yang terbatas, berulang dan stereotipik, seperti yang ditunjukkan oleh sekurang -kurangnya satu dari berikut : - Preokupasi dengan satu atau lebih pola minat yang stereotipik, dan terbatas, yang abnormal baik dalam intensitas maupun fokusnya. - Ketaatan yang tampaknya tidak fleksibel terhadap rutinitas atau ritual yang spesifik dan nonfungsional.

Tidak memenuhi kriteria untuk gangguan pervasif spesifik atau skizofrenia(6). Gangguan Asperger merupakan kondisi yang termasuk dalam spektrum autisme. . dianjurkan pendekatan baru untuk klasifikasinya(40).Preokupasi persisten dengan bagian-bagian obyek. 6. Beberapa kepustakaan mengatakan bahwa etiologinya terkait dengan genetik dan kerusakan otak(17-20).Manerisme motorik stereotipik dan berulang (men-jentik dan mengepak-ngepak tangan atau jari. 4. Tipe genetik. frasa komunikatif digunakan pada usia 3 tahun). Etiologi genetik berhubungan dengan kontrol gen pada perkembangan otak(3). 3.. . Tidak terdapat keterlambatan bermakna secara klinis dalam perkembangan kognitif atau dalam perkembangan ketrampilan menolong diri sendiri dan perilaku adaptif yang sesuai dengan usia (selain dalam interaksi sosial). Gangguan ini menyebabkan gangguan yang bermakna secara klinis dalam fungsi sosial. Sedangkan Ciaranello dan Ciaranello (1995) membagi etiologi gangguan Asperger ke dalam dua tipe yaitu genetik dan non genetik(3). menggunakan kata tunggal pada usia 2 tahun.Hubungan genetik antara autisme dan gangguan Asperger dapat digambarkan sebagai berikut: anak yang menderita gangguan Asperger seringkali ayahnya me-miliki kesulitan dalam interaksi sosial(1). atau gerakan kompleks seluruh tubuh). Tidak terdapat keterlambatan menyeluruh yang bermakna secara klinis dalam bahasa (misalnya. ETIOLOGI ASPERGER By yudhakasman ETIOLOGI Etiologi gangguan Asperger masih menjadi perdebatan(16). pekerjaan atau fungsi penting lainnya. 5. sehingga kepustakaan menyebutkan bahwa etiologinya sama(10). Karena reliabilitas dan validitas dari data empirik gangguan ini. Klasifikasi gangguan perkembangan pervasif yang ada sekarang ini kurang memuaskan orang tua yang mempunyai anak dengan gangguan ini. dan keingintahuan tentang lingkungan pada masa kanakkanak. klinikus dan peneliti akademik.

26). Beberapa penderita menunjukkan disfungsi atau abnormalitas sejumlah sel T(20). D’eufemia dkk. akan tetapi pada studi kembar tiga tidak. Adanya hubungan temporal antara vaksinasi MMR dan gangguan spek-trum autistik masih diperdebatkan(16). Jikapun dasar etiologinya genetik. Ini memberi kesan bahwa disfungsi gastrointestinal berhubungan dengan gangguan perkembangan pervasif(19.Davis. Wing mengatakan ada riwayat trauma serebral pada pra. Fennoy (1992) menyebutkan bahwa penyalahgunaan zat berperan untuk terjadinya gejala spektrum autistik pada anak yang di-lahirkan.De Long & Dwyer menemukan gangguan Asperger pada keluarga dari anak yang menderita gangguan autistik high functioning(11). Studi kembar dua memberi dukungan adanya dasar genetik gangguan ini(3). Infeksi varisela dan toxo-plasmosis prenatal berhubungan dengan terjadinya gangguan ini. Juga terlihat adanya penyusutan volume girus cingulata anterior kanan. mengatakan bahwa terdapat peningkatan permeabilitas usus pada pasien gangguan spektrum autistik. perinatal dan postnatal(23).Secara genetik peranan kromosom fragile-X untuk ter-jadinya gangguan Asperger sangat bermakna (11. riwayat kehamilan dan persalinan.23). Penelitian menemukan bahwa penyalahgunaan kokain dan zat lain dapat berhubungan dengan gangguan ini(3).Terdapat beberapa laporan adanya transmisi keluarga pada gangguan Asperger. histidin. khususnya area Brodmann’s 24(21). Gambaran pencitraan otak. Menurut Chess (1997) ada peningkatan insidens setelah pandemi rubella. treonin dan serin. Jadi memperlihatkan adanya aminoasiduria(25). Sejumlah 9% anak penderita autisme mempunyai ayah sindrom Asperger atau ciri-ciri Asperger(22). faktor lain perlu dipertimbangkan misalnya keadaan prenatal. Gillberg mengatakan terdapat patologi “Asperger Syndrome-like” pada anggota keluarga terdekat dari penderita gangguan Asperger(8). Pemeriksaan beberapa penderita Asperger menunjukkan adanya abnormalitas makroskopis asam amino dengan pe-ningkatan arginin. Juga memperlihatkan adanya abnormalitas fasikulus longitudinal inferior. Girus temporal medial dan .22. ornitin. Hipotiroid pada ibu selama kehamilan berkaitan dengan terjadinya gangguan ini(3). Proses penyakitnya adalah akibat langsung dari gangguan di susunan saraf pusat(16). peri dan postnatal(23).Terjadi hipometabolisme glukosa di cingulata anterior dan posterior pada penderita gangguan spektrum autistik. Juga berhubungan dengan riwayat ibu. Beberapa penelitian menggambarkan adanya disfungsi hemisfer kanan pada gangguan Asperger(8. Beberapa penelitian melaporkan hubungan antara gejala gastrointestinal dengan gangguan autistik. suatu serabut ipsilateral yang menghubungkan lobus oksipitalis dan temporalis serta pola aktivitas abnormal di daerah kortikal temporal ventral(27). Faktor imunitas nampak-nya berperan untuk terjadinya gangguan Asperger. Non genetik Ciaranello (1995)mengatakan etiologi nongenetik meliputi infeksi prenatal.24). Faktor genetik menunjukkan adanya hubungan antara autisme dengan gangguan Asperger(21). memperlihatkan adanya lesi di substansia alba girus temporal medial kanan.

(8). Laporan terakhir menyebutkan etiologi penyakit spektrum autistik berhubungan dengan kondisi biomedis(19). kecuali autisme infantil high functioning(41).28). berhubungan dengan gejala klinis dan neuropsikologi(9. serta gagal mengerti isyarat nonverbal. Gangguan perkembangan pervasif yang tidak ditentukan Gangguan Asperger lebih berat dalam disfungsi sosial(1. Pasien autisme infantil menunjukkan penundaan dan penyimpangan kemahiran berbahasa serta adanya gangguan kognitif(2. Bukti neuropatologi yang bervariasi menyebabkan perdebatan tentang lokasi kerusakan(12). Gangguan Asperger biasanya memperlihatkan gambaran IQ yang lebih baik daripada autisme infantil(2). 3. juga tidak ada kelainan pada pola perkembangan awal seperti yang tampak pada gangguan . juga berbeda dalam keparahan penyakit yaitu autisme infantil lebih parah dibandingkan gangguan Asperger(2. Lebih sulit membedakan gangguan Asperger dengan autisme infantil tanpa retardasi mental. Autisme infantil Gangguan Asperger berbeda dengan autisme infantil dalam onsetusia onset autisme infantil lebih awal(2.Pada gangguan Asperger ditemukan adanya ganglioside yang meningkat bermakna pada cairan serebrospinal(8). berperan pada ekspresi wajah dan kontak mata langsung(10). DIAGNOSIS BANDING ASPERGER By yudhakasman DIAGNOSIS BANDING 1.11). Selain itu ditemukan adanya manerisme motorik sedangkan pada gangguan Asperger yang menonjol adalah perhatian terbatas dan motorik yang canggung. Defisit sosial dan komunikasi lebih berat pada autisme(17). sekalipun keduanya mengalami kesulitan berempati(2. Semua abnormalitas yang terjadi. Gangguan kepribadian skizoid Gangguan kepribadian skizoid tidak memperlihatkan keparahan dalam gangguan sosial. Disfungsi lobus frontalis memper-lihatkan adanya defisit fungsi eksekutif. Gangguan Asperger mempunyai verbal intelligence yang normal sedangkan autisme infantil mempunyai verbal intelligence yang kurang(2). Batas antara gangguan Asperger dan high functioning autism untuk gangguan ber-bahasa dan gangguan belajar sangat kabur(8).10).Oral vocabulary test menunjukkan keadaan yang lebih baik pada gangguan Asperger. 2.42).sulkus temporal superior yang berbatasan.41). Gangguan Asperger mempunyai empati yang lebih baik dibandingkan dengan autisme infantil.17).

1991) mengatakan bahwa jelas berbeda antara gangguan Asperger dan gangguan kepribadian skizoid(46). moderate. masing-masing punya ciri-ciri dalam hal ketidakmampuan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. menyebabkan kekeliruan mendiagnosis Skizofrenia. biasanya pada saat berumur di antara 6-11 tahun. Ekspresi wajah yang abnormal terdapat pada kedua gangguan ini(18). 5. bicara sendiri. Mereka juga sama-sama menunjukkan beberapa perilaku unik/rutinitas. walaupun dalam degree yang berbeda (varying degree). Beberapa gejala gangguan Asperger bertumpang tindih dengan gangguan kepribadian obsesi kompulsi seperti fungsi sosial yang terbatas. Tidak seperti kebanyakan anak autis. Skizofrenia Gangguan Asperger didiagnosis banding dengan skizofrenia onsetmasa kanak-kanak(8). Gangguan Asperger lebih menunjukkan disfungsi komunikasi daripada gangguan proses pikir(1. pola pembicaraan inkoheren.Sementara Tantam (1988. punya kosa kata yang sangat baik. Tidak seperti anak autis yang bisa didiagnosa di bawah umur 2 – 3 tahun. bisa dari mild. Kombinasi dari bicara bertele-tele. Asperger berbeda dengan Autis By yudhakasman Akhir-akhir ini semakin banyak yang berpendapat bahwa Asperger tidak sama dengan Autis. to severe. Asperger adalah merupakan salah satu spektrum Autis. padahal dalam standar diagnosa DSM IV. anak asperger baru bisa terdekteksi. sebenarnya ada beberapa ciri dari asperger dan autis klasik yang sama. Selain ada perbedaan di antara keduanya. walaupun agak sulit untuk mengerti bahasa “humor .Asperger(1. Gangguan Kepribadian Obsesi Kompulsi. Gillberg memberi gambaran anak dengan gangguan Asperger memenuhi kriteria gangguan kepribadian skizoid untuk orang dewasa(44)Wolf dan Cull (1986) mengata-kan bahwa gangguan Asperger merupakan varian dari gangguan kepribadian skizoid(45) dan identik dengan gangguan kepribadian skizoid pada orang dewasa(14). anak asperger memang tidak menunjukkan keterlambatan bicara. gagal mengganti topik pembicaraan dan gagal memberi latar belakang suatu cerita.10). Keadaan ini menyebabkan gangguan Asperger didiagnosis banding dengan gangguan Kepribadian Obsesi Kompulsi(8.43).9). 4.

Pada umumnya. pihak sekolah dan teman-teman anak asperger sulit untuk mengetahui bahwa mereka “berbeda” karena anak asperger tidak mudah dikenali seperti halnya anak autis klasik. dan mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum dengan baik. Untuk menghadapi masalah itu. Kriteria Diagnostik Sindrom Asperger Posted 10 April 2010 by a11no4 in Psikologi. Hal inilah biasanya yang dapat menjadi pemicu berbagai masalah serius pada anak asperger. Sedangkan penyandang autis klasik. anak asperger suka untuk berteman. walaupun dengan gaya bahasa dan mimik yang formal dan terlihat “aneh”. share experience mereka dan saling belajar dari teman mereka. Mereka sulit memulai percakapan dan sulit mengerti makna dari interaksi sosial. Tantangan terbesar bagi penyandang asperger adalah dalam hal bersosialisasi dan berinter-aksi. orang tua disarankan untuk segera mencari ahli yang profesional (care dan knowledgable) dan melakukan intervensi yang diperlukan se-segera mungkin dengan berterus terang kepada guru (pendidik) dan kepala sekolah dengan melihatkan atau membawa referensi dari ahli tsb. sebagian besar terdiagnosa mempunyai IQ dibawah normal bahkan masuk kategori moderate mental retardasi. Tanpa pemberitahuan dari orang tua. Steven Gutstein. mengerjakan/menyelesaikan pekerjaan sekolah dan cara membagi waktu (time management). Kesulitan anak asperger dalam bersosialisasi dapat/akan membuat mereka menjadi sangat stress di sekolah. sport club. treatment dan intervensi tetap harus dilakukan. Sebagian besar program2 terapi untuk anak asperger biasanya bersifat direct teaching / langsung di dibuat untuk memperbaiki skill yang mereka belum kuasai misalnya di-bidang sosialisasi. Oleh karena itu biasanya secara akademik. Mereka pun kebanyakan mempunyai intelligence yang cukup baik bahkan di atas rata-rata. Tinggalkan sebuah Komentar . Walaupun sebagian orang menganggap bahwa asperger adalah mild autis (autis ringan). Ditandai:Sindrom Asperger.dan ironi”. dimana mereka dapat berlatih. Ada juga satu terapi yang cukup baik untuk anak asperger yaitu terapi RDI (Relationship Development Intervention) didevelop oleh Dr. Banyak kendala akan ditemukan pada saat anak asperger memasuki masa remaja /akil-balik (SMP/SMU). biasanya mereka tidak bermasalah. Anak asperger juga akan sangat terbantu jika banyak dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti belajar dalam kelompok kecil (support group).

 Preokupasi persisten dengan bagian – bagian benda 1. Ketaatan yang tidak fleksibel terhadap rutinitas/ritual yang spesifik & non – fungsional  Manerisme motorik stereotipik dan berulang (misalnya. menjentikkan atau memuntirkan tangan atau jari.   gangguan jelas dalam penggunaan perilaku nonverbal multipel seperti tatapan mata. 2. Gangguan menyebabkan gangguan yang bermakna secara klinis dalam fungsi sosial. dan gerak – gerik untuk mengatur interaksi sosial gagal mengembangkan hubungan dengan teman sebaya menurut tingkat perkembangan gangguan jelas dalam ekspresi kesenangan dalam kegembiraan orang lain tidak ada timbal balik sosial atau emosional Pola perilaku. pekerjaan. perbedaan yang paling jelas antara gangguan Asperger dan gangguan autistik adalah kriteria tentang keterlambatan dan disfungsi bahasa. tetapi gangguan bahasa adalah gambaran inti dari gangguan autistik. frase komunikatif digunakan pada usia 3 tahun. atau gerakan kompleks seluruh tubuh). seperti ditunjukkan oleh sekurangnya satu dari berikut: preokupasi dengan satu atau lebih pola minat yang stereotipik dan terbatas. . berulang. dan aktivitas yang terbatas. atau fungsi penting lainnya. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial. dan stereotipik.Menurut DSM-IV. Tidak terdapat keterlambatan menyeluruh yang bermakna secara klinis dalam bahasa (menggunakan kata tunggal pad usia 2 tahun. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Asperger 1. Tidak adanya keterlambatan bahasa adalah persyaratan untuk gangguan Aseprger. minat. ekspresi wajah. yang abnormal baik dalam intensitas maupun fokusnya. seperti ditunjukkan oleh:     1. postur tubuh.

Sp. 4. Warih Andan Puspitosari. Tidak memenuhi kriteria gangguan perkembangan pervasif spesifik atau skizofrenia.com.KJ. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tidak terdapat keterlambatan yang bermakna secara klinis dalam perkembangan kognitif atau dalam perkembangan keterampilan menolong diri sendiri dan perilaku adaptif yang sesuai dengan usia (selain dalam interaksi sosial). Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa. Sumber: www. .scribd.3. dr. dan keingitahuan tentang lingkungan pada masa anak-anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful