BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Tentang Perilaku Konsumen 2.1.

1 Perilaku Konsumen

Menurut Setiadi (2003:4), perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Menurut Schifman dan Kanuk (2000:86), bahwa perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan bertindak pasca konsumsi prduk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya. Menurut Kotler dan Keller (2008 : 163), perilaku konsumen adalah bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan dan membuang barang-barang, jasa, ide, dan pengalaman. 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Ada empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu: a. Faktor Kebudayaan Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan paling dalam terhadap perilaku konsumen. Komponen-kompenen yang membentuk kebudayaan, yaitu: 1) Budaya: Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain. Setiap kelompok atau masyarakat memiliki budaya, dan pengaruh budaya pada perilaku pembelian sangat beranekaragam ditiap negara. Kegagalan menyesuaikan keanekaragaman ini dapat menghasilkan pemasaran yang tidak efektif atau kesalahan yang memalukan. Pemasar selalu mencoba menemukan pergeseran budaya agar dapat mengetahui produk baru yang mungkin diinginkan. 2) Sub-budaya: Kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa. Sub-budaya termasuk nasionalitas, agama, kelompok ras, dan wilayah geografi. Banyak sub-budaya membentuk segmen pasar penting, dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan. 3) Kelas Sosial: Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial menunjukkan pemilihan produk dan merek tertentu dalam bidang-bidang seperti pakaian, mobil, dan termasuk juga ponsel. b. Faktor Sosial Disini kita melihat bahwa individu itu memeng makhluk sosial. Individu pada dasarnya sangat mendapatkan pengaruh dari orang-orang disekitarnya saat membeli barang. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor sosial seperti:

Universitas Sumatera Utara

Perkerjaan seseorang akan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Keadaan ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan pribadi. Berbagai tahapan dalam pribadi seseorang ini membutuhkan produk dan jasa yang berbeda-beda. 3) Keadaan Ekonomi. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan usia. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung dan seseorang yang menjadi anggotanya disebut kelompok keanggotaan. 3) Peran dan Status. Pemsar seringkali menentukan sasaran pasar dalam bentuk tahap daur hidup dan mengembangkan produk yang sesuai serta rencana pemasaran setiap tahap. tabungan. Sedangkan kelompok acuan merupakan acuan langsung atau tidak langsung dalam mebentuk sikap atau tingkah laku seseorang. c. 2) Keluarga: Dua atau lebih orang yang dipersatukan oleh hubungan darah. 2) Pekerjaan. Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat. isteri. Bila indikator ekonomi menunjukkan resesi. dan tingkat bunga.1) Kelompok acuan: Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama. pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk Universitas Sumatera Utara . Individu mengalami beberapa tahapan dalam siklus hidupnya. Degan demikian pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. pernikahan ataupun adopsi. yang hidup bersama. Pemasar tertarik dalam peran dan pangaruh suami. Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya. Anggota keluarga dapat sangat mempengaruhi tingkah laku pembeli. Faktor Pribadi Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti: 1) Umur dan Tahap Siklus Hidup. dan anak-anak pada pembelian berbagai produk dan jasa.

Bagaimana orang bertindak dipengaruhi oleh persepsinya mengenai sesuatu. Kebutuhan berubah menjadi motif kalau merangsang sampai tingkat intensitas yang mencukupi. Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas. Gaya hidup menampilkan pola beraksi dan berinteraksi seseorang secara keseluruhan di dunia. mengatur. 2) Persepsi: proses menyeleksi. dan mengubah harga 4) Gaya Hidup. Motif adalah kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencapai kepuasan. 5) Kepribadian dan Konsep Diri. Gaya hidup mencakup sesuatu lebih yang dari sekedar kelas sosial atau kepribadian seseorang. dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia. d. memposisikan kembali. ulang. Kepribadian merupakan karakteristik psikologis yang unik yang menimbulkan respon relatif konstan terhadap lingkungan sendiri. Universitas Sumatera Utara . interest.merancang produknya. Dua orang dengan motivasi yang sama dan dalam situasi yang sam mungkin mengambil tindakan yang jaug berbeda karena mereka memandang situasi secara berbeda. Faktor Psikologi Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi empat faktor psikologi yang utama yaitu: 1) Motivasi: kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut. dan opinion (AIO) orang tersebut. Konsep diri merupakan kepemilikan seseorang yang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka.

dia mungkin akan membeli semata-mata berdasarkan harga dan kenyamanan. Keyakinan adalah pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu.3) Pembelajaran: perubahan perilaku seseorang karena pengalaman. Keterlibatan yang tinggi disadari atas fakta bahwa pembelian tersebut mahal. Kebanyakan perilaku manusia dipelajari. Perilaku pembelian yang rumit Perilaku pembelian yang rumit terdiri dari tiga proses. Jika konsumen menemukan perbedaan mutu antar merek. rangsangan. dia mungkin akan memilih harga yang lebih tinggi. Peralihan merek terjadi karena mereka mencari variasi bukan karena ketidakpuasan. Teori pembelajaran percaya bahwa pengetahuan dihasilkan melalui dorongan. 2. jarang dilakukan dan beresiko. Jika konsumen menemukan perbedaan kecil. dan penguatan kembali. 3. pembeli membuat pilihan untuk pembelian yang cermat. Pertama. Ketiga.2 Tipe-tipe Perilaku Pembelian Menurut Kotler (2001:221). perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide. pembeli mengembengkan keyakinan tentang produk tertentu. Sikap merupakan evaluasi. petunjuk. 4) Keyakinan dan Sikap.1. Kedua. pembeli membangun sikap tentang produk tersebut. Dalam situasi itu. yaitu: 1. Perilaku pembelian karena kebiasaan Perilaku konsumen dalam kasus produk dengan keterlibatan rendah melalui urutan umum keyakinan. Konsumen tidak secara luas mencari informasi tentang merek. 2. konsumen sering melakukan peralihan merek.3 Tahapan Pembelian Universitas Sumatera Utara . 2. sikap dan perilaku. Melainkan konsumen menjadi penerima informasi pasif melalui televise dan iklan. Perilaku pembelian pengurngan ketidaknyamanan Kadang-kadang konsumen terlibat dalam pembelian namun melihat sedikit perbedaan antara merek yang ada. respon. ada empat jenis perilaku konsumen. 4. mengevaluasi karakteristik merek dan memutuskan merek apayang dibeli. Perilaku pembelian yang mencari variasi Beberapa situasi pembelian ditandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah tetapi perbedaan antar merek signifikan.1.

Produk merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Keputusan Pembelian Saat memutuskan pun terkadang ada perilaku tertentu dari individu. Mencari Informasi Ketika seseorang memiliki perasaan membutuhkan. Ada lima tahapan dalam pemblian. ide. Ada yang didapat dari pengalaman sendiri. Dengan kata lain. jasa. maka konsumen tersebut mengevaluasi alternatif yang ada. konsumsi (Boyd. Jadi. Perilaku Setelah Pembelian Konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian berdasarkan pada kepuasan atau ketidakpuasan mereka. misalnya iklan Koran dan majalah. Produk adalah apa saja yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan dalam hal penggunaan. ia akan mencari informasi yang berkaitan dengan produk yang akan dibelinya. 2. (Tjiptono. digunakan. 2005:179). tempat.Secara teoritis. 2000:264). Ketika mereka merasa tidak puas. Produk itu meliputi objek secara fisik. Ketika konsumen merasa puas. 4. 2005:31). dan berusaha menarik kembali pelanggan tersebut. tetapi ada juga yang mencari dari jalur komersil. dibeli. “setiap konsumen adalah rational economic man yag memiliki alas an rasional dan membuat pilihan rasional dalam setiap pembelian produk dan jasa”. 3. orang. Situasi yang terjadi bisa tegantung sikap orang lain. ia berharap barang atau jasa tersebut akan mampu memberikan kegunaan maksimum. kita harus mencoba mencari tahu penyebab tersebut. Evaluasi Alternatif Setelah memiliki informasi yang cukup lengkap. Dalam konteks ini produk bisa berupa apa saja yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan (Tjiptono. 2001:346). kita harus mencoba menjalin dan memperhatikan hubungan kita dengan mereka. konsumen dapat menggunakan kalkulasi yang ketat dan berpikir tentang barang yang akan dibeli. produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan. 5. atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Universitas Sumatera Utara .4 Pengertian Produk Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian. Pengenalan Kebutuhan Merupakan tahap awal dimana seseorang merasa memiliki kebutuhan dan keinginannya yang harus dipenuhi.1. yaitu: 1. Dalam mengevaluasi. 2. namun kadang konsumen hanya mengandalkan intuisi saja. setiap kali seseorang membeli suatu barang atau jasa. organisasi. atau bauran dari semua bentuk-bentuk tadi (Kotler & Armstrong.

Produk itu tidak akan digunakan sebagai bahan baku produksi barang lain atau dijual kembali. digunakan atau dikonsumsi sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasar yang bersangkutan. Menurut perilaku pembelian konsumen. Specialty Product Adalah produk yang unik dimata konsumen tertentu. Menurut Kotler & Armstrong (2001:338-341) tingkatan produk ini dibagi menjadi 3 tingkatan. fitur. Unsought Goods Adalah barang-barang yang belum diinginkan oleh konsumen potensial atau konsumen belum tahu bahwa mereka dapat membelinya. Hal ini mesti diperlihatkan oleh para pemasar dalam memasarkan produknya. c. dicari. produk konsumen digolongkan menjadi: Convience Goods Adalah barang dan jasa yang harganya relative tidak mahal. produk dapat diklasifikasikan berdasarkan: 1) Produk Konsumen (Consumer Product) Produk konsumen adalah barang atau jasa yang dikonsumsikan oleh rumah tangga atau individual. merek. Produk yang dibeli konsumen akan langsung dikonsumsi sendiri. Produk Aktual (Actual Product) Merupakan tingkatan kedua setelah produk inti. dibeli. 1. 2.diminta. Produk Inti (core product) Merupakan tingkatan paling dasar dan berisikan manfaat pemecahan masalah yang konsumen cari ketika membeli produk atau jasa tertentu. Shopping Goods Adalah produk yang dibeli konsumen berdasarkan perbandingan denga produk lain melalui informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Tingkatan Produk Produk juga memiliki tingkatan yang membedakan antara produk satu dengan produk yang lainnya. Klasifikasi Produk Menurut Kismono (2001:327-328). Universitas Sumatera Utara . b. desain. dan kemasan. Produk Tambahan (Augmented Product) Merupakan tingkatan produk terakhir yang menawarkan layanan dan manfaat tambahan bagi konsumen. yaitu: a. Pemasar harus membangun produk aktualnya diberbagai posisi yang dekat dengan produk inti. Produk actual minimal harus mempunyai lima sifat yaitu: tingkatan kualitas. frekuensi pembeliannya tinggi dan konsumen mengeluarkan sedikit usaha maupun pertimbangan sebelum membuat keputusan pembalian. seringkali konsumen harus membelinya meski berapapun harga dan letak lokasi pembelian yang jauh.

Produk handphone GSM dikategorikan sebagai shopping goods.2) Produk Industrial (Industrial Goods) Produk industrial adalah barang atau jasa yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan tersebut. Persediaan terbagi atas tiga kategori yaitu pemeliharaan. 2) Keandalan (Reliability) Merupakan suatu kemungkinan dari suatu produk melaksanakan fungsinya secara berhasil dalam suatu jangka waktu tertentu di bawah kondisi tertentu.1. Pelayanan atau Jasa Adalah jenis pengeluaran yang mendukung operasi suatu perusahaan. Parts and Material (Material dan Suku Cadang) Adalah barang-barang yang belum selesai diproses sebagai produk akhir. Accessory Equipment (Peralatan Tambahan) Adalah barang-barang modal yang berjangka waktu pendek yakni peralatan yang digunakan dalam produksi di kegiatan kantor. dan pembekalan atau persediaan operasi. Supplies (Persediaan) Adalah jenis-jenis pengeluaran yang tidak menjadi produk akhir. karena pada saat penelitian ini dibuat. handphone GSM tidak lagi digolonglan sebagai barang mewah karena mudah dimiliki oleh golongan menengah kebawah juga. Irawan (2008:45) mengidentifikasi tujuh dimensi kualitas produk. Kategori produk ini meliputi: Installation (Instalasi) Adalah barang-barang modal yang dapat digunakan dalam jangka waktu lama yang mengalami penyusutan selama beberapa tahun. perbaikan.5 Karakteristik Kualitas Produk Kualitas produk didefinisikan sebagai evaluasi menyeluruh pelanggan atas kebaikan kinerja barang atau jasa. handphone GSM memenuhi karakteristik shopping goods. Universitas Sumatera Utara . karena dari penjelasan klasifikasi produk diatas. Raw Material (Bahan Baku) Adalah barang dari alam atau hasil pertanian yang digunakan untuk membuat produk akhir. yaitu: 1) Kinerja (Performance) Berkaitan dengan aspek fungsional (fungsi utama produk) dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan konsumen ketika ingin membeli suatu produk. 2.

5) Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance) Berhubungan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen. ataupun aspek keuntungan yang ingin dicapai oleh suatu usaha. Biaya/costs anatara lain : waktu dan tenaga.1. pengalaman. Sementara Lupiyoadi (2001:134) menyatakan bahwa harga merupakan uang yang dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh jasa yang diinginkan dengan membandingkan antara biaya dan manfaat yang diperoleh (The Consumer’s costs and benefits).6 Harga Harga merupakan salah satu faktor yang harus dikendalikan secara serasi dan selaras dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. 3) Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (Features) Merupakan aspek kedua dari performance yang menambah fungsi dasar yang biasanya terdapat pada fungsi menu dari suatu produk.Jadi. Menurut Kotler dan Amstrong (2001:439) harga adalah jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk/ jasa. Ini berarti. keandalan merupakan karakteristik yang merefleksikan kemungkinan tingkat keberhasilan dalam penggunaan produk tersebut. kualitas dan lain-lain. Konsumen biasanya cenderung untuk mencari harga yang dapat memberikan nilai dan kepuasan yang yang tinggi. Semakin banyak fiturfitur yang terdapat pada suatu produk.1. baik yang berkaitan dengan kegiatan penjualan. Dengan kata lain. pendapatan atau tabungan pribadi dan keluarga. harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya. 4) Daya tahan (Durability) Merupakan ukuran masa penggunaan suatu produk. maka semakin banyak manfaat yang didapat oleh konsumen. dan lain-lain sedangkan manfaat (benefits) meliputi : prestise. 2. dan pinjaman. berkaitan dengan daya tahan (keawetan) dari produk tersebut. Segala keputusan yang bersangkutan dengan harga akan sangat mempengaruhi beberapa aspek kegiatan suatu usaha.7 Merek Universitas Sumatera Utara . 2. pemenuhan kebutuhan. Karakteristik ini mengukur banyaknya atau presentasi produk yang gagal memenuhi sekumpulan standar yang telah ditetapkan dan karena itu perlu dikerjakan ulang atau diperbaiki. harga menggambarkan nilai uang sebuah barang dan jasa. Sedangkan menurut Stanton (2000).

co. Brand Switching behavior adalah perilaku perpindahan merek yang dilakukan konsumen karena beberapa lasan tertentu.1. tanda.1. atau rancangan. 2. Ini merupakan satu indikator dari ekuitas merek yang nyata-nyata terkait dengan laba masa depan. Tingkat brand switching ini juga menunjukkan sejauh mana sebuah merek memiliki pelanggan yang loyal. kerentanan kelompok pelanggan dari serangan kompetitif bisa dikurangi. Bila loyalitas merek meningkat.swa. dan berniat untuk terus membelinya di masa depan. 1997:57). Ini mencerminkan bagaimana seorang pelanggan mungkin akan beralih ke merek lain terutama jika merek tersebut membuat suatu perubahan. yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa penjual atau kelompok penjual dan untuk mendiferensiasikannya dari barang atau jasa pesaing. maka semakin tidak loyal seorang konsumen. Semakin tinggi tingkat brand switching. Oleh sebab itu. 2. Salah satu untuk mencapai keadaan tersebut adalah merek.10 Perpindahan Merek (Brand Switcing) Perpindahan merek (Brand swithing) adalah pola pembelian yang dikarakteristikkan dengan perubahan atau pergantian dari satu merek ke merek yang lain (Peter dan Olson. sehingga konsumen akan bersikap Universitas Sumatera Utara . Loyalitas merek didefinisikan sebagai sejauh mana seorang pelanggan menunjukkan sikap positif terhadap suatu merek.9 Konsumen Berpindah Merek (Brand Switcher) Chinho. Ketidakpuasan tersebut terjadi ketika harapan konsumen tidak terpenuhi. 2000 dalam Setiya ningrum. symbol. atau kombinasi dari semuanya. merupakan satu rujukan keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah merek. Perilaku berpindah merek dapat terjadi dikarenakan beragamnya produk yang ada dipasaran sehingga menyebabkan adanya perilaku memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan atau karena terjadi masalah dengan produk yang sudah dibeli maka konsumen kemudian beralih ke merek lain. istilah.id). baik dalam harga atau dalam unsure-unsur produk. 2.Fenomena persaingan yang ada dalam era globalisasi akan semakin mengarahkan system perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut pangsa pasar. karena loyalitas merek secara langsung ditafsirkan sebagai penjualan masa depan (Aaker. sudah lama menjadi gagasan sentral dalam pemasaran.8 Loyalitas Merek (Brand Loyalty) Menurut Mowen dan Minor (2002:108). Hal tersebut berarti semakin berisiko juga merek yang dikelola karena bisa dengan mudah dan cepat kehilangan konsumen. Loyalitas merek.1. atau diartikan juga sebagai kerentanan konsumen untuk berpindah ke merek lain yang dikarenakan adanya ketidak puasan terhadap merek yang mereka beli. brand switching juga dapat diartikan sebagai perpindahan merek yang digunakan pelanggan untuk setiap waktu pengguanaan (www. mempunyai komitmen pada merek tertentu. (2000:283) mentakan defenisi dari brand switchers adalah “A portion of the shoppers will switch products at least once when they make their current or subsequent choices.” Hal ini berarti bahwa sejumlah pembeli atau konsumen yang akan beralih merek ke merek lain paling tidak pada saat mereka menentukan pilihannya yang terkini. 2005:5). Asosiasi Pemasaran Amerika dalam Kotler dan Keller (2008:332) mendefenisikan merek sebagai “nama.

Kebutuhan mencari variasi adalah perilaku konsumen untuk melepaskan suatu kejenuhan karena keterlibatan rendah pada merek atau produk. Sebaliknya. Schiffman dan Kanuk (2007:115) mengemukakan bahwa sifat yang digerakkan oleh kepribadian yang persis sama dan berhubungan dengan Tingkat Stimulasi Optimum (TSO) adalah pencari variasi atau kesenangan baru. Konsumen yang hanya mengaktifkan tahap kognitifnya dihipotesiskan sebagai konsumen yang paling rentan terhadap perpindahan merek karena adanya rangsangan pemasaran (Junaidi dan Dharmmesta. Perilaku ini dikarakteristikkan dengan sedikitnya pencarian informasi dan pertimbangan memunculkan komitmen terhadap merek produk tersebut. dimana tujuan akhirnya adalah perilaku untuk berpindah merek (Brand Switching). individu akan berusaha menurunkan input stimulasi. Ketidakpuasan emosional konsumen dari pengalaman dengan produk dapat menyebabkan konsumen merasa tertarik untuk mencari merek lain diluar merek yang biasanya. dan sebagainya) berada di bawah level ideal. Konsumen yang hanya Universitas Sumatera Utara . 2002:91). individu menjadi jenuh dan ia mencoba untuk lebih menghasilkan input stimulasi melalui perilaku seperti exploration dan novelty seeking. Pencarian merek lain ini dapat dilakukan konsumen dengan mendapatkan informasi melalui media cetak. 2. media elektronik ataupun melalui interpersonal. Ketidakpuasan emosional konsumen dari pengalaman dengan produk dapat menyebabkan konsumen merasa tertarik untuk mencari merek lain diluar merek yang biasanya. arousal.negatif terhadap suatu merek dan kecil kemungkianannya konsumen akan membeli lagi merek yang sama. Pengalaman konsumen dalam memakai produk dapat memunculkan komitmen terhadap merek produk tersebut.11 Kebutuhan Mencari Variasi Konsep kebutuhan mencari variasi berhubungan dengan studi marketing dan exploratory purchase behavior seperti perpindahan merek dan perilaku inovasi. dimana tujuan akhirnya adalah perilaku untuk berpindah merek (brand switching).1. ketika stimulasi mengalami peningkatan melebihi level ideal. Pencarian merek ini dapat dilakukan konsumen dengan mendapatkan informasi melalui media cetak. Dari sudut pandang psikologi dihasilkan teori yang menyatakan bahwa sumber kebutuhan mencari variasi adalah kebutuhan internal untuk stimulasi. Ketika stimulasi (dalam bentuk kompleksitas. Penilaian konsumen terhadap merek dapat timbul dari berbagai variabel. media elektronik ataupun melalui interpersonal. seperti pengalaman konsumen dengan produk sebelumnya dan pengetahuan konsumen tentang produk. Penyebab lain perpindahan merek adalah beragamnya penawaran produk lain dan adanya masalah dengan produk yang sudah dibeli.

metode untuk mengetahui kebutuhan dalam keputusan mencari variasi tersebut dijabarkan lebih konkrit ke dalam sejumlah konstruk yang disebut sebagai Exploratory Acquisition of Product (EAP) yang dikutip dari Van Trijp (1996:291) yang telah disesuaikan sebagai berikut: 1) Lebih suka merek yang belum pernah dicoba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ketidak puasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan perpindahan merek handphone GSM dari Nokia ke Sony Ericsson pada mahasiswa Ekonomi S-1 reguler USU. pasti akan mencobanya. 2. namun sering mencoba merek yang baru.2 Penelitian Terdahulu Naibaho (2009) melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Ketidak Puasan Konsumen dan Kebutuhan Mencari Variasi Terhadap keputusan Perpindahan Merek Handphone GSM dari Nokia Ke Sony Ericcson”. 5) Jika merek produk tersedia dalam sejumlah variasi. 4) Tidak khawatir dalam mencoba merek baru atau berbeda.mengaktifkan tahap kognitifnya dihipotesiskan sebagai konsumen yang paling rentan terhadap perpindahan merek karena adanya rangsangan pemasaran (Junaidi dan Dharmmesta. Peneliti dalam mengidentifikasi kebutuhan mencari variasi. Penyebab lain perpindahan merek adalah beragamnya penawaran produk lain dan adanya masalah dengan produk yang sudah dibeli. 6) Menikmati peluang membeli merek yang tidak familiar demi mendapatkan variasi dalam suatu pembelian. Yudi dan Koharwinata dengan judul penelitian “Analisis Pengaruh Kebutuhan Mencari Variasi dan Ketidakpuasan Konsumen terhadap Keputusan Perpindahan Merek Pada Produk Telepon Seluler (GSM) di Kalangan Mahasiswa Universitas Kristen Petra” dengan menggunakan jenis jenis penelitian kausal. 2002:91). yang dimana penelitian tersebut dilakukan utuk menghubungkan sebab akibat perpindahan merek produk telepon seluler yang dibeli ditinjau dari ketidak puasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi merek atas produk telepon seluler (GSM) menyatakan bahwa tingkat ketidakpuasan konsumen mempunyai Universitas Sumatera Utara . 3) Meskipun menyukai merek tertentu. 2) Merasa tertantang jika memesan merek yang belum familiar.

3 Kerangka Konseptual Kerangka konseptual bertujuan sebagai pedoman arah tujuan penelitian dan membantu pemilihan konsep-konsep yang diperlukan guna pembentukan hipotesisnya (Wiratha 2006:24). 2003:11). 2005:5). Ketidakpuasan konsumen terjadi apabila kinerja suatu produk tidak sesuai dengan persepsi dan harapan konsumen (Kotler dan Keller. kebutuhan mencari variasi adalah perilaku konsumen untuk melepaskan suatu kejenuhan karena keterlibatan rendah pada merek atau produk.1 Kerangka Konseptual 2. kualitas. 2000 dalam Setiya ningrum. 2. Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (hasil) yang diharapkan. Dari teori yang ada diatas maka dapat dibuat skema sistematis kerangka konseptual sebagai berikut: Ketidakpuasan Konsumen (X1) Perpindahan Merek (Y) Kebutuhan Mencari Variasi (X2) Gambar 2. Konsumen akan berusaha mencari keberagaman (variasi) merek (brand) diluar kebiasaanya atau konsumen hanya sekedar mencoba sesuatu yang baru atau mencari kebaruan dari suatu produk sesuai selera konsumen tersebut. promosi (Setiadi.4 Hipotesis Hipotesis penelitian ini adalah : Ketidakpuasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi berpengaruh terhadap keputusan perpindahan merek handphone GSM dari Sony Ericsson ke Blacberry pada siswa SMA Swasta HARAPAN-I medan. BAB III Universitas Sumatera Utara .pengaruh lebih dominan dibandingkan dengan kebutuhan mencari variasi terhadap keputusan perpindahan merek pada konsumen pengguna telepon seluler (GSM) di Universitas Kristen Petra Surabaya. Menurut Howard dalam Mayasari (2005:21). 2008:177) Faktor – faktor penting yang mempengaruhi perpindahan merek adalah faktor harga. Perpindahan merek (Brand switching) adalah pola pembelian yang dikarakteristikkan dengan perubahan atau pergantian dari satu merek ke merek yang lain (Peter dan Olson. kualitas yang bagus dan promosi yang menarik dapat menyebabkan perpindahan merek. Harga yang murah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful