Memahami COST RECOVERY Berbicara mengenai cost recovery berarti kita berbicara mengenai “isu panas” yang ada

dalam area pengelolaan minyak dan gas bumi. Beberapa pihak mengatakan bahwa cost recovery adalah konsekuensi logis dari pengelolaan migas yang menggunakan prinsip bagi hasil. Beberapa pihak lain mengatakan bahwa cost recovery rawan penyalahgunaan dan akibatnya akan menurunkan penerimaan negara dari sektor migas. Dalam tulisan terdahulu, memahami-kontrak-pengelolaan-migas-di-indonesia, telah dijelaskan bahwa sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sistem Bagi Hasil (Production Sharing Contract). Sistem ini bekerja dengan cara membagi hasil yang diperoleh (minyak/gas bumi) antara pemilik (dalam hal ini pemerintah) dan kontraktor (dalam hal ini perusahaan migas nasional/internasional). Namun sebelum minyak/gas dibagi, terlebih dahulu dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor untuk meghasilkan migas tersebut (dikenal dengan istilah cost recovery). Biaya-biaya ini akan terus dibawa ke tahun-tahun berikutnya (carry forward) sampai seluruh biaya sudah terpulihkan. Hal ini dapat dilihat dalam tabel dibawah ini

Unsur-Unsur Biaya Dalam kontrak bagi hasil dikenal istilah Operating Cost yang berarti pengeluaran yang dilakukan oleh kontraktor dalam rangka melaksanakan kewajiban kontrak. Operating cost ini terdiri dari tiga hal yaitu: 1. Current Year Non Capital Cost 2. Current Year Depreciation Capital Cost 3. Unrecovered Cost

Current Year Non Capital Cost Non Capital Cost dapat disamakan dengan istilah Operating Expenditures dalam terminologi akuntansi. Ini adalah pengeluaran-pengeluaran yang menjadi beban di tahun terjadinya, misalnya gaji pegawai. Gaji di tahun 2006 akan di cost recoverykan di tahun 2006. Begitu juga gaji di tahun 2007 akan diikutkan dalam perhitungan di tahun 2007.

maka depresiasi semacam itulah yang dikenal sebagai alokasi capital cost yang akan menjadi unsur cost recovery di tahun berjalan.Normalnya biaya non capital merupakan biaya yang masa manfaatnya kurang dari satu tahun Current Year Depreciation Capital Cost Capital Cost merupakan biaya-biaya yang akan dicost recovery tidak dalam satu tahun tetapi di split menjadi beberapa tahun sesuai dengan penggolongan jenis biayanya. Biaya jasa design 100 juta. Biasanya seluruh biaya yang terkait dengan perolehan suatu aset akan dicatat menjadi harga perolehan aset tersebut. Sedangkan biaya intangible (biaya design dan jasa tukang) dimasukkan sebagai operating expenditures. Maka nilai rumah anda menjadi 800 juta. Beberapa aset hanya mencatat biaya Tangible saja sebagai nilai asentnya (dalam hal ini 500 juta). Contoh dari mekanisme perhitungan depresiasi adalah sbb: Biaya depresiasi dihitung setahun penuh dan diakhir masa manfaat seluruh nilai sisa (unrecovered cost) akan langsung didepresiasikan. Namun dalam Kontrak Bagi Hasil. Unrecovered Cost Unrecoverd cost merupakan biaya yang terjadi pada masa eksploitasi dan sisa biaya yang belum di cost recoverykan. biaya tukang 200 juta dan biaya bahan 500 juta. Misalnya anda membangun rumah. tidak serta merta nilai bangunan yang dicatat adalah 800 juta. Jadi konsep depresiasi dan pengakuan asset yang diatur dalam Kontrak Bagi Hasil memiliki makna yang berbeda dengan konsep akuntansi pada umumnya. Jika dalam istilah akuntansi dikenal adanya depresiasi. Untuk mengetahui mengapa biaya eksploitasi dimasukkan dalam . Skema perhitungan depresiasi di kontrak bagi hasil menggunakan metode declining balance dimana rate dan umur dari aset yang ada telah ditentukan dalam kontrak.

unrecovered cost. Biaya Langsung. Contohnya sbb: Biaya yang terkait dengan Inventory (Material Persediaan) Biaya sehubungan dengan perolehan material persediaan akan di cost recovery kan sbb: . yang merupakan biaya operasional yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi minyak. Biaya Produksi dan biaya lainnya yang berhubungan dalam produksi migas 2. dapat melihat dalam artikel memahami kontrak pengelolaan migas di Indonesia. Biaya ini antara lain : biaya survey. Untuk biaya bersama (joint cost). Biaya tidak langsung. Untuk biaya langsung tidak akan dialokasikan. Biaya yang dapat di cost recovery-kan oleh Kontraktor Biaya yang dapat di cost recovery-kan oleh kontraktor dapat dibagi menjadi dua hal: 1. Biaya langsung minyak akan menjadi biaya operasi minyak sedangkan biaya langsung gas akan menjadi biaya operasi gas. yang merupakan supporting cost yang biasanya terdiri dari biaya umum dan administrasi Bagaimana menentukan alokasi biaya jika wilayah kerja menghasilkan minyak dan gas bumi Porsi bagi hasil minyak adalah 85 : 15 dan porsi bagi hasil gas adalah 70 : 30. pengeboran sumur. maka diperlukan alokasi yang fair ke minyak dan gas agar bagi hasil yang dihitung mencerminkan hal yang sesungguhnya. Sehingga jika suatu wilayah kerja menghasilkan minyak dan gas. biaya tersebut akan dialokasikan secara proporsional berdasarkan relative revenue yang dihasilkan minyak dan gas.

Jika inventory tersebut dipakai untuk keperluan operasional sehari-hari. Bahkan dalam beberapa kasus. Jika inventory tersebut dipakai untuk membangun aset (capital cost) maka biaya inventory tersebut akan menjadi unsur biaya perolehan dan akan di cost recovery menggunakan mekanisme depresiasi Biaya sehubungan dengan penyimpanan inventory masuk dalam kategori non capital cost dan akan di cost recovery di tahun berjalan. Pembebanan biaya konsultan hukum yang tidak terkait dengan operasi kontraktor 5. Seluruhnya bisa di cost recovery. Surplus material yang berlebihan tidak dapat di cost recovery Investment Credit Prosentase tertentu dari nilai investasi yang dikeluarkan oleh kontraktor dapat dicost recovery kan dengan persetujuan BPMIGAS (diatur dalam kontrak bagi hasil). Pembebanan biaya yang terkait dengan kepentingan pribadi pekerja kontraktor 2.1. Pemberian insentif kepada karyawan kontraktor berupa Long Term Incentive Plan atau insentif lain yang sejenis 3. Pembebanan biaya pemasaran migas dimana hasil yang dipasarkan adalah porsi kontraktor . Pembebanan biaya konsultan pajak (apalagi kalau konsultan pajaknya Gayus cs. terdapat biaya-biaya yang tidak dapat dikembalikan kepada kontraktor yaitu: 1. Namun dalam Permen ESDM no 22 tahun 2008.. Jadi kontraktor akan memperoleh penggantian berupa nilai investasi dan investment credit. maka biaya perolehannya akan di cost recovery pada saat pemakaian 2. Fasilitas investment credit merupakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk menarik investasi migas terutama di kawasan indonesia timur dan di laut dalam Biaya Overhead Kantor Pusat Biaya overhead yang terjadi di kantor pusat perusahaan minyak (misalnya biaya di Head Office BP untuk kontraktor BP Indonesia) bisa di cost recovery kan maksimal 2% dari total biaya overhead tersebut Kesimpulan : Kontrak Bagi Hasil tidak mensyaratkan proporsi tertentu dari biaya yang bisa di cost recovery oleh kontraktor. ) 6. kontraktor bisa mendapatkan penggantian lebih dari total biaya yang dikeluarkan jika dia memperoleh fasilitas investment credit. Penggunaan Tenaga Kerja Asing tanpa melalui prosedur atau tidak memiliki ijin 4.

Pembebanan pajak penghasilan pihak ketiga 14. 8. Transaksi-transaksi dengan pihak-pihak afiliasi yang merugikan pemerintah . Pengelolaan dan penyimpanan dana cadangan untuk Abandonment and Site Restoration pada rekening kontraktor 10. Pembebanan biaya public relation tanpa batasan. Pengadaan barang dan jasa yang nilainya melebihi 10% dari persetujuan tanpa justifikasi yang jelas 15. member fee. bowling.7. Pembebanan semua jenis jasa technical training untuk ekspatriat 11. credit card. Surplus material yang berlebihan akibat kesalahan perencanaan dan pembelian 16. Pembebanan biaya community development pada masa eksploitasi 9. baik jenis maupun jumlahnya tanpa disertai daftar nominatif penerima manfaat sebagimana yang diatur dalam UU perpajakan. Pembebanan biaya yang terkait merger dan akuisisi 12. Pembangunan dan pengoperasian fasilitas produksi yang tidak beroperasi sesuai umur ekonomis akaibat kelalaian kontraktor 17. Biaya ini antara lain : golf. Pembebanan biaya bunga atas pinjaman untuk kegiatan operasi 13. family gathering.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful