Pembiasan Cahaya Pada Lensa

by fisikaceria on 24-Dec-2010 in Fisika SMA, Kelas 10, Optik, Semester Genap

Letak bayangan benda akibat proses refraksi pada lensa Perhitungan letak bayangan pada lensa dan cermin akan mengikuti: di mana : 1/S1 + 1/S2 = 1/f S1 adalah jarak objek/benda dari lensa/cermin S2 adalah jarak bayangan benda dari lensa/cermin f adalah jarak fokus = R/2. Rumus perhitungan untuk perbesaran bayangan, M: M = – S2/S1 = f/f-S1 ; di mana tanda negatif menyatakan objek yang terbalik (objek yang berdiri tegak memakai tanda positif). Hukum Snellius juga disebut Hukum pembiasan atau Hukum sinus dikemukakan oleh Willebrord Snellius pada tahun 1621 sebagai rasio yang terjadi akibat prinsip Fermat. Pada tahun 1637, René Descartes secara terpisah menggunakan heuristic momentum conservation in terms of sines dalam tulisannya Discourse on Method untuk menjelaskan hukum ini. Cahaya dikatakan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi pada medium yang lebih padat karena cahaya adalah gelombang yang timbul akibat terusiknya plenum, substansi kontinu yang membentuk alam semesta. Pembiasan Cahaya Pada Lensa Apabila lensa tebal hanya memiliki sebuah permukaan, maka lensa tipis mempunyai dua buah permukaan dan tebal lensa dianggap nol. Lensa tipis merupakan benda tembus cahaya yang terdiri dari dua bidang lengkung atau satu bidang lengkung dan satu bidang datar. Lensa cembung (lensa positif) Tiga sinar istimewa pada lensa Cembung

Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus aktif F1 2. Untuk perbesaran bayangan nyata dan terbalik. 3). ho dan hi bernilai negatif. 4). nilai So. Jarak fokus lensa bernilai: a). Untuk benda dan bayangan maya. ho dan hi bernilai positif. nilai M positif 5). karena lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya. Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus aktif F1 2. nilai So. .1. Si. 1). positif untuk lensa cembung. karena lensa cekung bersifat menyebarkan cahaya. nilai M negatif. Sinar datang melalui titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama 3. negatif untuk lensa cekung. Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa pembiasan Rumus Lensa Tipis 1/f = 1/So + 1/Si M = Si / So P=1/f Keterangan: So = jarak benda (m) Si = jarak bayangan (m) f = jarak fokus (m) M = Perbesaran linier bayangan P = Kuat lensa (dioptri) Rumus-rumus di atas dipergunakan dengan perjanjian sebagai berikut. Si. Untuk benda dan bayangan nyata. 2). b). Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama 3. Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa pembiasan Lensa cekung (lensa negatif) Tiga sinar istimewa pada lensa cekung 1. Untuk perbesaran bayangan maya dan tegak.

kaca plan paralel Kaca plan paralel atau balok kaca adalah keping kaca tiga dimensi yang kedua sisinya dibuat sejajar Persamaan pergeseran sinar pada balok kaca : Keterangan : d = tebal balok kaca.Persamaan Lensa Tipis Keterangan: f = jarak fokus (m) n1 = indeks bias medium disekitar lensa n2 = indeks bias lensa R1 = jari-jari kelengkungan permukaan 1 R2 = jari-jari kelengkungan permukaan 2 R1 dan R2 bertanda positif jika cembung R1 dan R2 bertanda negatif jika cekung Pembiasan cahaya pada prisma dan kaca plan paralel a. (°) r = sudut bias. (°) t = pergeseran cahaya. (cm) i = sudut datang. Prisma . (cm) b.

Apabila seberkas sinar datang pada salah satu bidang prisma yang kemudian disebut sebagai bidang pembias I. Sampai pada bidang pembias II. β = sudut puncak atau sudut pembias prisma Hasilnya disajikan dalam bentuk grafik hubungan antara sudut deviasi (D) dan sudut datang pertama i1 : .Prisma adalah zat bening yang dibatasi oleh dua bidang datar. akan dibiaskan mendekati garis normal. Kita dapatkan persamaan sudut puncak prisma. Persamaan sudut deviasi prisma : Keterangan : D = sudut deviasi . berkas sinar tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal. r2 = sudut bias pada bidang batas kedua berkas sinar keluar dari prisma . i1 = sudut datang pada bidang batas pertama . β = sudut puncak atau sudut pembias prisma r1 = sudut bias saat berkas sinar memasuki bidang batas udara-prisma i2 = sudut datang saat berkas sinar memasuki bidang batas prisma-udara Secara otomatis persamaan di atas dapat digunakan untuk mencari besarnya i2 bila besar sudut pembias prisma diketahui….

s’ = jarak bayangan R = jari-jari kelengkungan permukaan lengkung Seperti pada pemantulan cahaya. pada pembiasan cahaya juga ada perjanjian tanda berkaitan dengan persamaan-persamaan pada permukaan lengkung seperti dijelaskan dalam tabel berikut ini : Untuk lebih jelasnya kita perhatikan contoh berikut ini : . Dm = deviasi minimum . β = sudut pembias prisma c.dalam grafik terlihat devisiasi minimum terjadi saat i1 = r2 Persamaan deviasi minimum : a. n2 = indeks bias permukaan lengkung s = jarak benda . Pembiasan pada bidang lengkung Keterangan : n1 = indeks bias medium di sekitar permukaan lengkung . n2-1 = indeks bias relatif prisma terhadap medium . Bila sudut pembias lebih dari 15° Keterangan : n1 = indeks bias medium . n2 = indeks bias prisma . Bila sudut pembias kurang dari 15° Keterangan δ = deviasi minimum untuk b = 15° . β = sudut pembias prisma b.

b) menurut ikan a. Bila indeks bias air akuarium 4/3 tentukanlah jarak orang terhadap ikan menurut a) orang itu . n2 = nu = 1 s = 20 cm . R = -30 .Seekor ikan berada di dalam akuarium berbentuk bola dengan jari-jari 30 cm. yaitu 63 cm (bukan 65 cm!). Tanda negatif pada jarak s’ menyatakan bahwa bayangan ikan yang dilihat orang bersifat maya. Menurut orang (Orang melihat ikan. Menurut Ikan (Ikan melihat orang. b. berarti Sinar datang dari orang ke mata ikan) . jarak bayangan ikan atau jarak ikan ke dinding akuarium menurut orang hanya 18 cm (bukan 20 cm!). berarti Sinar datang dari ikan ke mata orang) Diketahui : n1 = nair = 4/3 . (R bertanda negatif karena sinar datang dari ikan menembus permukaan cekung akuarium ke mata orang) Ditanya : s’ Jawab : Jadi. Sedangkan jarak orang ke ikan menurut orang adalah 45 cm ditambah 18 cm. Posisi ikan itu 20 cm dari dinding akuarium dan diamati oleh seseorang dari luar akuarium pada jarak 45 cm dari dinding akuarium.

jarak bayangan orang atau jarak orang ke dinding akuarium menurut ikan bukan 45 cm melainkan 120 cm. n2 = nair = 4/3 s = 45 cm . Disebabkan jarak benda dengan bayangan yang dibentuk berbeda maka bayangan juga mengalami perbesaran (M) sebesar : . yakni 140 cm. R = +30 (R bertanda positif karena sinar datang dari orang menembus permukaan cekung akuarium ke mata ikan) Ditanya : s’ Jawab : Jadi. Jarak orang ke ikan menurut ikan sama dengan 20 cm ditambah 120 cm.Diketahui : n1 = nu = 1 . Tanda minus pada jarak bayangan menyatakan bahwa bayangan bersifat maya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful