Makalah Belajar dan Pembelajaran

BAB I

PENDAHULUAN

metoda dan alat. Bagaimana pandangan belajar menurut teori behavioristik dan teori kognivistik? 2. Sedangkan makna perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya menentukan tujuan. Peserta didik. yaitu: 1). atau teknologi atau apapun yang berupa karya dan karsa manusia tersebut. Tujuan. dan program yang akan diwujudkan dalam sebuah proses pembelajaran. serta evaluasi. dan lainnya. dalam perencanaan pembelajaran perlu diperhatikan delapan factor penting. tentunya dengan argumentasi ilmiah mereka dalam hal yang mereka temukan tersebut. Sehingga perencanaan pembelajaran adalah sebuah alat menuju pelaksanaan pembelajaran di masa depan yang kita inginkan agar pembelajaran itu terjadi sesuai dengan keinginan perencana atau pendidik. dan lainnya 7. Teori belajar behavioristik. Teori-teori belajar apa saja yang dilahirkan dari masing-masing aliran atau pandangan tersebut? 3. Rumusan Masalah 1. Belajar pula bisa berarti adaptasi terhadap lingkungan dan interaksi seorang manusia dengan lingkungan tersebut. penilaian hasil pembelajaran. merasa. maka isi perencanaan pun pada hakekatnya mengatur dan menetapkan komponenkomponen tersebut. Mengetahui teori belajar menurut pandangan teori behavioristik dan teori kognivistik. pengetahuan. Metoda. Pentingnya perencanaan pembelajaran dapat kita simak dengan melihat pernyatanan Nana Sudjana (1989) sebagai berikut: Mengingat pelaksanaan Pembelajaran adalah mengkoordinasikan komponen-komponen pengajaran. yaitu: 1. pada pembahasan makalah kali ini kami akan membahas dua teori belajar yakni Teori Behavioristik dan Teori Kognivistik. mentor. bagaimana prosedur (tatacara) pembelajaran itu? 4. peserta didik. Evaluasi. fasilitator. Latar Belakang Masalah Belajar adalah sebuah proses yang terjadi pada manusia dengan berpikir. Lalu. Teori belajar kognivistik. anak didik. Guru akan mengajar efektif bila selalu membuat perencanaan sebelum mengajar”. Pendidik. Tujuan Pembahasan 1. murid. isi. pernyataan Slameto (1988:95) bahwa: “…. Teori manakah yang cocok untuk belajar MIPA atau biologi? C. Media. Kemudian. apakah teori belajar yang demikian terkenal itu merupakan teori belajar yang baik. apa yang terjadi ada saat pembelajaran? 5. Teori belajar konstruktivistik. Berikut adalah tiga teori belajar yang terkenal. Namun. Komponen yang dimaksud antara lain tujuan. guru. Para ahli yang mendasarkan teori belajarnya terhadap hasil penelitian mencoba merumuskan konsep belajar dengan tujuan agar dapat mencerdaskan manusia mulai dikenal dengan konsepkonsep yang dikemukakannya. Situasi. Meteri. Belajar berarti sebuah pembaharuan menuju pengembangan diri individu agar kehidupannya bisa lebih baik dari sebelumnya. . B. terutama jika indikasinya untuk mempengaruhi pembelajaran dan proses sebelumnya yang disebut perencanaan pembelajaran dapat berhasil efektif membelajarkan manusia. 2). apa saja alat atau fasilitas pembelajaran itu? 6. dan bergerak untuk memahami setiap kenyataan yang diinginkannya untuk menghasilkan sebuah perilaku. apa isi pembelajaran? 3. Delapan faktor di atas harus ditentukan dalam sebuah rencana pembelajaran agar pembelajaran menjadi sebuah aktifitas yang komplit dan efektif. Dalam dunia pendidikan dikenal beberapa jenis teori belajar yang dirancang sebagai model untuk pembelajaran yang berasal dari temuan beberapa ahli psikologi dan pendidikan. metoda. bahan.A. 3). 8. untuk apa pembelajaran itu? 2.

BAB II PEMBAHASAN . 3.2. Mengetahui teori-teori belajar dari kedua teori belajar tersebut. Mengetahui teori mana yang cocok dalam belajar MIPA khususnya biologi.

Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon . Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Clark Hull. perasaan. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar. belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin. Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon. Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan. yaitu yang dapat diamati. yang dapat pula berupa pikiran. belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell. 3. meliputi: (1) Reinforcement and Punishment. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit. (5) Stimulus Control in Operant Learning. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap dikuatkan. Teori Koneksionisme Thorndike Menurut Thorndike. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. menurut Thorndike yakni (1) hukum efek. Edwin Guthrie. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran.A. B. 1. (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell. Berliner. Teori Conditioning Watson Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon. (6) The Elimination of Responses (Gage. Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik. Dengan kata lain. 2. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Watson. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar. 1984). Ada tiga hukum belajar yang utama. Menurut teori behavioristik. karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata. 1991). tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. atau gerakan/tindakan. namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. (2) Primary and Secondary Reinforcement. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. perasaan. Watson adalah seorang behavioris murni. Pengertian Belajar Menurut Teori Behavioristik Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran. Gredler. Gredler. Teori-Teori Belajar Behavioristik Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike. 1991). Teori Conditioning Edwin Guthrie Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. dan Skinner. (3) Schedules of Reinforcement. atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. (4) Contingency Management. 2000).

Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. . Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. seperti halnya teori evolusi. walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell. karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Gredler. Teori Operant Conditioning Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. C. Sehingga. Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. 1991). Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini. Gredler. yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku.untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Di Amerika Serikat. 5. Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell. 1991). Teori Systematic Behavior Clark Hull Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. keinginan kognitivisme. 4. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu. Pengertian Belajar Menurut Teori Kogntivistik Psikologi kognitif dianggap sebagai perpaduan antara Psikologi Gestalt dan psikologi behaviorisme. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki seseorang. bahwa manusia harus berpengetahuan. manakala diberikan pengetahuan oleh orang lain dan harus dihapal agar pengetahuan itu bisa dimiliki olehnya. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi. Dari sejarahnya diketahui bahwa perkembangan psikologi kognitif berawal dari hijrahnya Kurt Lewin ke Amerika Serikat karena kejaran NAZI Jerman menjelang Perang Dunia II. oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana. Dengan kata lain teori belajar ini mengemukakan konsep dimana seorang manusia yang memiliki otak dengan dilengkapi akal pikirannya dapat diberikan kemampuan berpengetahuan dengan pembiasaan menghapal dan mengingat apa yang harus diketahui. namun lebih komprehensif. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Bagi Hull.dari universitas-universitas tempatnya bekerja di Iowa dan Massachussets. 2000). serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman. sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku (Slavin. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Lewin menyebarkan teori-teori Gestalt yang telah dikembangkannya menjadi teori lapangan.

Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks 3. Si belajar akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu 2. Memperhatikan stimulus yang diberikan b. teori kognitif Brunner dan Teori bermakna Ausubel. Menurut teori ini proses belajar akan berjalan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi secara klop dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa. Simbolik Proses belajar terjadi jika siswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan baru Proses belajar terjadi melaui tahap-tahap: a. Memahami makna stimulus menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami. belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman. khususnya terlihat pada perancangan suatu sistem instruksional. Pengalaman dan pengetahuan ini tertata dalam bentuk struktur kognitif. Belajar dengan memahami akan jauh lebih baik daripada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian E. Ekonik (visual verbal) c. Asumsi dasar teori ini adalah setiap orang telah mempunyai pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya. Prinsip-prinsip teori behaviorisme yang banyak dipakai didunia pendidikan ialah (Harley & Davies. Dalam perkembangan setidaknya ada tiga teori belajar yang bertitik tolak dari teori kognitivisme ini yaitu: Teori perkembangan piaget.Transformasi pengetahuan sering menjadi andalan dalam teori belajar kognitivisme D. Asimilasi b. Equilibrasi Proses belajar lebih ditentukan oleh karena cara kita mengatur materi pelajaran dan bukan ditentukan oleh umur siswa Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap: a. Akomodasi c. Enaktif (aktivitas) b. Teori-Teori Belajar Kognitivistik Menurut teori ini. 1997): . 1978 dalam Toeti. prinsip-prinsip tersebut antara lain: 1. Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati. Prinsip kognitivisme banyak dipakai di dunia pendidikan. Teori Yang Cocok Untuk Belajar MIPA Khsusnya Biologi Untuk mengetahui manakah teori yang cocok untuk proses belajar mengajar MIPA dalam hal ini mata pelajaran biologi perlu kiranya kita menganalisa kedua teori tersebut. Ketiga teori ini dijabarkan sebagai berikut: No Piaget Brunner Ausubel 1 2 Proses belajar terjadi menurut pola tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umur siswa Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap: a.

Vygotsky and Education: Instructional Implications and Application of Sociohistorycal Psychology. guru menciptakan pembelajaran yang bermakna. sehingga si belajar dapat mengetahui apakah respons yang diberikan telah benar atau belum • Setiap kali si belajar memberikan respons yang benar maka ia perlu diberi penguatan. Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable. sifat materi pelajaran. 1991. dan Guthrie. Toronto: Little. Prawiradilaga dkk. C.. Third Edition. Barbara B. R. guru menyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana kekompleks. paling tidak dalam tempo seketika.• Proses belajar dapat berhasil dengan baik apabila si belajar ikut berpartisipasi secara aktif didalamnya • Materi pelajaran dibentuk dalam bentu unit-unit kecil dan diatur berdasarkan urutan yang logis sehingga si belajar mudah mempelajarinya • Tiap-tiap respons perlu diberi umpan balik secara langsung.E.D. and Cox. L. Margaret. E. prinsip-prinsip tersebut antara lain:  Si belajar akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu  Penyusunan materi pelajaran harus dari sederhana ke kompleks  Belajar dengan memahami akan jauh lebih baik daripada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian Adapun kritik terhadap teori kognitivisme adalah:  Teori kognitif lebih dekat kepada psikologi daripada kepada teori belajar. Penerjemah Dewi S. Cambridge: Univerity Press Degeng. keaktifan siswa sangat dipentingkan. guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya. 1989. karakteristik siswa. khususnya terlihat pada perancangan suatu sistem instruksional. sehingga aplikasinya dalam proses belajar mengajar tidaklah mudah  Sukar dipraktekkan secara murni sebab seringkali kita tidak mungkin memahami “struktur kognitif” yang ada dalam benak setiap siswa. Brown and Company Light. London: Paul Chapman Publising Seels. o Teori ini tidak mampu menjelaskan proses belajar yang kompleks Aplikasi teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya. Penguatan positif ternyata memberikan pengaruh yang lebih baik daripada penguatan negatif Adapun kritik terhadap teori behaviorisme adalah: o Asumsi pokoknya bahwa semua hasil belajar yang berupa perubahan tingkah laku yang bisa diamati. DAFTAR PUSTAKA Bell Gredler. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Rita C. (1985). Tidak semua hasil belajar bisa diamati dan diukur. Skinner. sehingga teori manapun yang di pakai oleh seorang pendidika yang terpenting adalah tujuan yang ingin di capai dari suatu pembelajaran tercapai dengan baik. 1991. Boston.). Watson. Jakarta: Depdikbud Gagne. memperhatian perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa. 2001. G. E. Aplikasi teori belajar kognitivisme dalam pembelajaran. anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan benda-benda konkret. The Cognitive Psychology of School Learning. 1994. Jakarta: CV. Setelah kita coba untuk menganalisa kedua teori di atas kedua-duanya meiliki kelebihan dan kelemahan. juga dianggap terlalu menyederhanakan masalah belajar yang sesungguhnya. Belajar dan Membelajarkan. I Nyoman Sudana. Rajawali Moll. & Richey. Hull. 1994. Prinsip kognitivisme banyak dipakai di dunia pendidikan. Slavin. R. Learning and Teaching ini Higher Education. Pelopor terpenting teori ini antara lain adalah : Pavlov. Thorndike. Jakarta: Kerjasama IPTPI LPTK UNJ. Boston: Allyn and Bacon . (Ed. Educational Psychology.

Theory and Practice of Online Learning. Boston: Allyn and Bacon Syah. 2003. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. http://asnaldi.multiply.com http://penchenk.blogspot.html http://ebookkuliah.). Athabasca University. Educational Psychology: Theory and Practice. 2000. R. 2004.blogspot. 1990. Muhibbin. Sumadi. Sixth Edition. Jakarta : Rajawali. Terry Anderson & Fathi Elloumi (Eds.com http://madziatul.com/pdf/makalah-teori-belajar-kognitivisme. Psikologi Pendidikan.com http://fawz-oxygen.html .Slavin.E. Canada.com/2009/12/makalah-belajar-danpembelajaran. Psikologi Pendidikan. Suryabrata.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful